Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

RESONANSI KOLAM UDARA (05 a-b)

Dosen: Dra. Ermi Media S

Disusun oleh:
DIARSYAH AMARULLAH
5115131445

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA


FAKULTAS TEKNIK, JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO (S1) REGULER


2011
LAPORAN HASIL PRAKTIKUM
NAMA

DIARSYAH AMARULLAH

NO.REG

5115131445

PRODI

PEND. TEKNIK ELEKTRO

NAMA PERCOBAAN

RESONANSI DI KOLOM UDARA

HARI/JAM

SELASA/14.3O WIB -

TANGGAL

3 MARET 2015

PARTNER

IKHSAN TRI JANUAR

M.RIZKY HENDRIYANTO

Prodi :
Pendidikan Teknik Elektro
Mata Kuliah :
Praktek Fisika Dasar
Kode Seksi : 5108
UNIVERSITAS NEGERI
JAKARTA

Judul :
RESONANSI DI
KOLOM UDARA
( 05 A B )

Nama :
Diarsyah Amarullah
No. Reg :
5115131445
Job No :4

1. TUJUAN PRAKTIKUM :
Mahasiswa dapat mengukur besarnya cepat rambat bunyi di udara dengan benar apabila diberikan
tabung resonansi dengan satu sisi terbuka dan sisi lain tertutup.
2. PENDAHULUAN :
Jumlah getaran tiap detik disebut dengan frekuensi (satuannya Hertz). Bunyi adalah segala
sesuatu yang dapat didengar oleh manusia. Manusia hanya dapat mendengar gelombang yang
frekuensinya antara 20 Hertz sampai dengan 20 ribu Hertz. Dengan demikian dinamakan
gelombang bunyi (audio). Bunyi dapat merambat dari sumbernya ke telinga manusia melalui
udara.
Generator gelombang sinus mengendalikan speaker terbuka untuk menciptakan gelombang suara
di tabung resonansi. Frekuensi pengendali dan panjang tabung divariasikan untuk mempelajari
hubungan keduanya dengan panjang gelombang dan kecepatan gelombang suara. Konsep dari
node, anti node, dan harmonik diselidiki untuk tabung dengan satu sisi terbuka dan sisi lain
tertutup dan tabung terbuka.
3. TEORI

Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya benda kedua karena bergetarnya benda pertama.
Perhatikanlah gambar 1. Loudspeaker bergetar (menimbulkan bunyi) lalu menggetarkan
membran karena bunyi dapat merambat melalui udara. Membran yang bergetar itu, juga

menghasilkan bunyi (selain bunyi dari loudspeaker). Bunyi (gabungan) yang paling nyaring,
terjadi saat simpul tepat berada pada membran. Peristiwa ini disebut resonansi pada kolom udara.
Resonansi dapat terjadi lebih dari satu kali tergantung pada panjang tabung dan frekuensi
gelombang sumber (loudspeaker ). Jarak antara 2 simpul (node) yang berdekatan adalah
(lihat gambar 1). Diantara 2 simpul terdapat perut (anti-node).
Tabung resonansi dengan satu sisi terbuka dan satu sisi lain tertutup akan selalu memiliki node
pada sisi tertutup dan anti node pada sisi terbuka. Node merepresentasikan area dimana kecepatan
udara adalah minimum (nol), dan anti node merepresentasikan area dimana kecepatan udara
adalah maksimum.
Dengan memperbesar panjang dari bagian aktif tabung, suara akan menjadi nyaring pada setiap
node berurutan dan senyap pada anti node.
Hubungan antara cepat rambat gelombang, panjang gelombang dan frekuensi adalah
v = f.......................................................................................................(1)
Dimana:
v = cepat rambat bunyi di udara (m/s)
= panjang gelombang (m)
f = Frekuensi (Hz)
Secara aktual, cepat rambat bunyi di udara dipengaruhi oleh suhu (temperatur) udara, sehingga
v = 331 m/s + 0,6 T (C)...........................................................................(2)
Dimana T temperatur udara dalam derajat celcius. Ukur temperatur udara dan hitung kecepatan
suara sebenarnya. Bandingkan nilai terukur dan nilai sebenarnya dari kecepatan suara. Hitung
presentasi deviasinya.

% Deviasinya

Measured - Actual
x100%
Actual

4. DAFTAR ALAT
Tabel 1. Daftar Alat
N
o
1
2
3
4
5
6

Nama Alat
Sine Wave Generator
Adaptor
Loudspeaker
Banana Patch Cord
Economy Resonance Tube
(Tabung biru + tabung putih)
Thermometer suhu udara

Kode
Alat
WA-9867

Jumlah

WA-9900
SE-9750

1 buah
1 buah
1 buah
1 pasang

WA-9495

1 set
1 buah

5. URUTAN PERCOBAAN :

5.1.
5.2.

Catatlah suhu ruangan pada tabel 2.


Pastikanlah adaptor dalam keadaan terbutus dari jala-jala PLN saat akan dihubungkan
dengan sine wave generator.

5.3.

Pastikanlah sine wave generator dalam keadaan mati (off) saat akan

dihubungkan

dengan adaptor.
5.4.
5.5.

Pastikanlah knob amplitudo (pada sine wave generator) menunjukkan nilai terkecil.
Pastikanlah mateial yang melekat pada tabung putih adalah tampak.

5.6.

Letakkanlah tabung putih pada tabung biru secara sempurna (sejajar ujung-ujungnya).
Dekatkanlah membran yang ada pada tabung putih dengan loudspeaker.

5.7.

Hubungkanlah loudspeaker dan sine wave generator dengan menggunakan banan


pacth cord. soket (pada masing-masing alat) tidak memliki polaritas.

5.8.

Letakkanlah loudspeaker dengan sudut 45

terhadap economy resonance tube (lihat

gambar 2).
5.9.

Hidupkanlah (on) sine wave generator. kemudian aturlah agar menghasilkan frekuensi
300Hz. kemudian putarlah knob amplitudonya sehingga cukup bunyi yang dihasilkan
(tidak terlalu keras).

5.10.

Geserlah (secara perlahan) tabung putih (ini menyebebkan membrannya menjauh dari
loudspeaker) sampai terdengar bunyi paling keras pertama. Catatlah posisi membran saat
terdengar bunyi paling keras pertama pada tabel 2.

5.11.

Lanjutkan langkah 4.9 sampai terdengar bunyi paling keras kedua. kemudian catatlah
posisi membran saat terdengar bunyi paling keras kedua pada tabel 2.

5.12.

Ulangilah langkah 4.9 sampai 4.11 untuk frekuensi 400Hz.

6. DATA HASIL PRAKTEK


Tabel 2. Daftar hasil praktik
Frekuensi

[A-B]

(Hz)

(C)

(meter)

(meter)

(meter)

300 Hz

30C

0,25 m

0,84 m

0,59 m

400 Hz

30C

0,16 m

0,63 m

0,47 m

Keterangan :
T

= suhu ruang

= Posisi membran saat terdengar bunyi paling keras pertama (simpul pertama)

= Posisi membran saat bunyi paling keras kedua (simpul kedua)

[A-B] = Jarak antar simpul (simpul pertama dengan kedua)


7. Perhitungan Ralat

1. Cepat rambat = 300 Hz


Jarak antar node = = 0,6 m
Jadi, 1 = 2 x (0,6 m) = 1,2 m
Berdasarkan hasil praktik, cepat rambat bunyi yang frekuensinya 300Hz di udara adalah
v1 = f
v1 = (1,2) (300)
v1 = 360 m/s
Secara aktual, cepat rambat bunyi di udara adalah
v2 = 331 m/s + 0,6 T
v2 = 331 m/s + 0,6 (30C)

v2 = 331 m/s + 18
v2 = 349 m/s
Dengan demikian, besar penyimpangan adalah

V 1V
x 100
V2
Besar penyimpangan=
2

360 m/s349 m/s


x 100
349 m/s

3,15

2. Cepat rambat
= 400 Hz
Jarak antar node = = 0,42 m
Jadi, 1 = 2 x (0,42m) = 0,84 m
Berdasarkan hasil praktik, cepat rambat bunyi yang frekuensinya 400Hz di udara adalah
v1 = f
v1 = (0,84) (400)
v1 = 336 m/s
Secara aktual, cepat rambat bunyi di udara adalah
v2 = 331 m/s + 0,6 T
v2 = 331 m/s + 0,6 (30C)
v2 = 331 m/s + 18
v2 = 349 m/s
Dengan demikian, besar penyimpangan adalah

V 1V

x 100
V2
Besar penyimpangan=
2

33 6 m/s349 m/ s
x 100
349 m/s

3,72

PRAKTEK 05 B
1.

TUJUAN PRAKTIKUM

Mahasiswa dapat mengukur besarnya cepat rambat bunyi di udara benar apabila diberikan tabung
resonansi terbuka.
2.

PENDAHULUAN

Jumlah getaran tiap detik disebut dengan frekuensi (satuannya Hertz). Bunyi adalah segala
sesuatu yang dapat didengar oleh manusia. Manusia hanya dapat mendengar gelombang yang
frekuensinya antara 20 Hertz sampai dengan 20 ribu Hertz. Dengan demikian dinamakan
gelombang bunyi (audio). Bunyi dapat merambat dari sumbernya ke telinga manusia melalui
udara.
Generator gelombang sinus mengendalikan speaker terbuka untuk menciptakan gelombang suara
di tabung resonansi. Frekuensi pengendali dan panjang tabung divariasikan untuk mempelajari
hubungan keduanya dengan panjang gelombang dan kecepatan gelombang suara. Konsep dari
node, anti node, dan harmonik diselidiki untuk tabung dengan satu sisi terbuka dan sisi lain
tertutup dan tabung terbuka.
3.

TEORI

Tabung resonansi dengan kedua ujung terbuka akan selalu memiliki anti node pada kedua ujung
tersebut. Jumlah node berhubungan dengan panjang gelombang dan harmonik. Harmonik
pertama (atau fundamental) memiliki satu node, harmonik kedua memiliki dua node, dan
seterusnya seperti yang terlihat di bawah ini. Untuk tabung panjang tetap, pada harmonik yang
lebih tinggi, frekuensi lebih tinggi dan panjang gelombang lebih pendek.

4.

DAFTAR ALAT

Tabel 1. Daftar Alat


N
o
1
2
3
4
5
6

Nama Alat
Sine Wave Generator
Adaptor
Loudspeaker
Banana Patch Cord
Economy Resonance Tube
(Tabung biru + tabung putih)
Thermometer suhu udara

Kode
Alat
WA-9867

Jumlah

WA-9900
SE-9750

1 buah
1 buah
1 buah
1 pasang

WA-9495

1 set
1 buah

5.

URUTAN PERCOBAAN

5.1.Keluarkan tabung dalam, letakkan di tempat terpisah dari tabung luar. pada percobaan ini
hanya digunakan tabung luar dengan kedua ujung terbuka.
5.2.Siapkan generator gelombang sinus dan speaker seperti sebelumnya. mulai dengan
frekuansi 50Hz dan perlahan tingkatkan dengan knob coarse (1.0).
5.3.Hitunglah panjang gelombang menggunakan frekuensi dan kecepatan aktual suara yang
di hitung pada bagian pertama. bagaimana perbandingan dengan panjang gelombang?
5.4.Naikkan frekuensi generator geleombang sinus dan tentukan frekuensi harmonik kedua
dan ketiga. Bagaimanakah perbandingannya dengan fundamantal?

6.

Data Hasil Praktek

Tabel 2. Daftar hasil praktik


Frekuensi
(Hz)
50 Hz

7.

Harmonik
Pertama
121 Hz

Harmonik
Kedua
253 Hz

Harmonik
Ketiga
359 Hz

JAWAB PERTANYAAN
1.

Panjang gelombang pada harmonic pertama

H 1=

V 2 349
=
=2,88 m
f 121

2.

Panjang gelombang pada harmonic kedua


V 2 349
H 2= =
=1,58 m
f 25 3

3.

Panjang gelombang pada harmonic ketiga


V 2 349
H 3= =
=0,97 m
f 359

Perbandingan setiap harmonik


Harmonik Pertama
2,88
1

Harmonik Kedua
1,58
2,09 2

Harmonik Ketiga
0,97
2,96 3

KESIMPULAN HASIL PRAKTEK


Pada percobaan 05 a-b
a. Cepat rambat bunyi di udara bergantung pada suhu dan tekanan bunyi diudara, tekanan
udara tidak bergantung langsung,tetapi akan memberikan pengaruh terhadap masa jenis
udara(sifat inersia).sedangkan suhu akan berpengaruh terhadap kekuatan interaksi partikel
(sifat elastis). Pada tekanan 1 atmosfer, pengaruh suhu terhadap cepat rambat bunyi dalam
udara dapat dideteksi dengan persamaan v= 331m/s+(0,6m/s0) . T
b. Gelombang bunyi di udara adalah v = f
c. Asas kerja tabung resonansi yaitu loudspeaker yang sudah digetarkan dan diletakkan di
atas mulut tabung resonansi akan menggetarkan udara yang ada di kolom udara.
d. Semakin besar frekuansinya maka samakin panjang gelombangnya yang dhasilkan.

DAFTAR PUSTAKA
Modul Praktikum Fisika Dasar, UNJ. Jakarta.