Anda di halaman 1dari 11

ANALISA DATA

DATA

O
1. Ds:
- Pasien
mengeluhan

ETIOLOGI
Intake kalori kurang

Defisiensi sumber

muntah diare dan

karbohidrat

batuk yang tidak

kunjung sembuh,

Katabolisme protein dan


kerbohidrat meningkat

DO:
- suhu tubuh 38oC,

Defisiensi protein

- RR 32x/menit

cepat dan

Daya tahan tubuh

dangkal
- anak tampak
kurus,
- mukosa bibir
kering,

menurun

diare

Keadaan umum lemah

- BB/TB < -3 SD,

- lingkar lengan 7

Kekurangan volume

cm,
- albumin 1,8 gr (N
= 4,4-5,4)
- kulit keriput

cairan

MASALAH
Kekurangan
volume cairan

ANALISA DATA

No Analisa Data
2.

DS :
-

Ibu klien
mengatakan
bahwa anaknya
susah makan,
dan jenis
makanan yang
diberikan
seadanya
(kurang
pengetahuan)
DO :

mata cowong,

Etiologi
Penyebab langsung
(makanan) dan Penyebab
Tidak Langsung
(ketahanan Pangan
Keluarga)

Malnutrisi

Kurang ProteinKwarshiorkor

Defisiensi protein

Daya Tahan Tubuh


Menurun

Defisiensi protein pada

kulit keriput,

rambut,

mukosa bibir

hipoalbuminemia,

kering, (gejala

gangguan pertumbuhan

malnutrisi)

fisik, gangguan sintesis

data Hb 2 gr/dL
(kadar normal
12-24),

darah (hb turun).

Resiko Infeksi

Masalah
Keperawatan
Resiko Infeksi

ANALISA DATA
N
o
3.

Data

Etiologi

Ds :
-

keluhan

Pendapatan suami

Keperawatan
Ketidakseimbang

rendah/kurang

an nutrisi: Kurang
dari

muntah diare
-

Ibu

anak

Masalah

Intake makanan kurang

kebutuhan

tubuh.

mengatakan
bahwa anaknya
susah

makan,

dan

Kehilangan nutrien
meningkat

jenis

makanan yang

Malnutrisi

diberikan
seadanya,
sering
nasi

Katabolisme, cadangan

makan

lemak, dan protein

campur

meningkat

garam saja.
Cadangan makanan
diambil dari lemak

Do :
-

anak

tampak
Hilangnya lemak sub

kurus
-

BB/TB < -3 SD

lingkar lengan 7
Badan kurus

cm
-

rambut
berwarna

Ketidakseimbangan

seperti

nutrisi: kurang dari

jagung

dan jarang

Data

kutan

kebutuhan tubuh
ANALISA DATA
Etiologi

Masalah

o
4.

DS:
-

Fungsi fisiologis adanya


Klien mengeluh batukl
yang tidak kunjung
sembuh

secret yang tertahan

keperawatan
Ketidak efektifan
bersihan jalan
nafas

Penurunan ekspansi
paru

DO:

Nadi 126 x / mnt

RR 32x/mnt cepat dan


dangkal

Terdengar ronkhi
disemua lapang paru

Kesulitan bernafas

Pemasukan O2
berkurang

Pemenuhan kebutuhan
O2 dalam tubuh tak
tercukupi

Suara nafas tambahan,


batuk

Ketidak efektifan

5.

bersihan jalan nafas


Pendapatan ayah tidak

DS:
-

Ibu klien mengatakan

menentu

sering makan nasi

campur garam saja

Asupan makanan anak

Ibu kien mengatakan

tak tercukupi

anaknya tidak seaktif

anak seusianya,

Kurang protein

cenderung lemah dan

malas bermain, sering

Gangguan metabolism

bermain dan
perkembangan anak

Gangguan

Keterlambatan
pertumbuhan dan
perkembangan

lebih lambat
DO:

perkembangan sel
Kwashiorkor

BB/TB : <-3 SD

LLA 7 cm

Keterlambatan
pertumbuhan dan
perkembangan

DAFTAR PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


NAMA KLIEN :
NO.REG

:-

TANGG

DIAGNOSA

TANDA

AL

KEPERAWATAN

TANGA

MUNC

UL
1

kekurangan volume cairan b/d kehilangan cairan


aktif yang d/d membran mukosa kering,
peningkatan suhu tubuh, peningkatan frekuensi
nadi dan penurunan berat badan serta penurunan
turgor kulit.

Resiko Infeksi ditandai dengan pengetahuan orang


tua tidak cukup untuk menghindari pemajanan
pathogen, kerusakan integritas kulit, penurunan hb,

dan malnutrisi
Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan
tubuh berhubungan dengan faktor ekonomi yang
ditandai dengan diare, rambut jarang, penurunan
berat badan, tampak ringan, anak tampak kurus,

BB/TB < -3 SD, lingkar lengan 7 cm


ketidakefektifan bersihan jalan nafas bd sekresi

yng tertahan / sisa sekresi dd suara nafas


tambahan, perubahan frekuensi nafas, perubahan
irama nafas dan batuk yang tidak efektif.
Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Diagnosa Keperawatan No. 1
kekurangan volume cairan b/d kehilangan cairan aktif yang d/d
membran mukosa kering, peningkatan suhu tubuh, peningkatan
frekuensi nadi dan penurunan berat badan serta penurunan turgor
kulit.
Tujuan

: setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 5x24


jam, vol cairan pasien dapat teratasi

Kriteria Hasil : mencapai skala noc yg ditentukan


NOC : Fluid Balance
No Indikator
1. Berat badan stabil

4
V

2.

Turgor kulit

3.

Kelembaban mukosa membran

NOC : Vital Sign


No Indikator
1. Suhu tubuh
2.

RR

5
V
V

Keterangan Penilaian :
Intervensi NIC :
Fluid Monitoring
1. Mengkaji faktor kemungkinan resiko untuk ketidakseimbangan
cairan (diare)
2. Monitor serum albumin dan level total protein
3. Monitor TD, Nadi, RR
4. Monitor skin turgor

Fluid Management
1. Monitor BB tiap hari
2. Memberikan laporan yg akurat mengenai intake dan output
3. Monitor status hidrasi (kelembabban mukosa membran)
4. Monitor tanda-tanda vital
5. Monitor indikasi kelebihan/kekurangan cairan
6. Monitor makanan dan cairan serta kalkulasi protein sehari2
7. Terapi IV (kolaborasi)
8. Berikan makanan secara oral
9. Berikan cairan setelah 24 jam
10. Monitor respon pasien
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
: Resiko Infeksi ditandai dengan pengetahuan orang tua

Dx1

tidak cukup untuk menghindari pemajanan pathogen,


Tujuan

kerusakan integritas kulit, penurunan hb, dan malnutrisi


: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama x24

jam, Infeksi dapat dicegah


Kriteria Hasil
: Saat dilakuikan evaluasi didapatkan skor 5
skala NOC
NOC
: Risk Control
Ket :
N Indikator

Mengetahui terkait factor resiko

2.

Monitor

lingkungan

yang

memiliki factor resiko

3.

Monitor personal behavior risk

4.

factor

Mengembangkan

strategi

efektif untuk mengontrol resiko


Modifikasi

6.

1. Tidak
pernah

o
1.

5.

gaya

hidup

untuk

menurunkan resiko
Monitor
kesehatan

perubahan

status

pada

2. Jarang
3.Terkadang
4. Sering
5.Selalu

NIC : Infection Protection


1. Monitor sistemik dan tanda lokasi serta gejala infeksi
2. Monitor
3. Inspeksi kulit dan membrane mukosa (mukosa bibir, mata cowong,
dan kulit keriput) untuk melihat kemerahan, adanya panas tinggi,
4. Mengajarkan pemberian intake nutrisi yang kaya akan protein
(sayur hijau, brokoli, daging, kacang, telur, ikan dan lain-lain)
5. Intake cairan
6. Ajarkan keluarga tentang gejala dari infeksi agar dapat segera
dilaporkan ke pelayanan kesehatan
NIC : Infection Control
1. Perhatikan lingkungan yang bersih disekitar anak
2. Ajarkan orang tua untuk mencuci tangan untuk proteksi diri dan
anak
3. Ajarkan teknik 6 langkah cuci tangan yang bersih sebelum
memberikan makanan pada anak
4. Gunakan sabun anti mikrobakteri pada tangan sebelum dan
sesudah beraktifitas

Rencana Asuhan Keperawatan

Diagnosa No.

Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan

tubuh berhubungan dengan faktor ekonomi yang ditandai dengan


diare, rambut jarang, penurunan berat badan, tampak ringan, anak
tampak kurus, BB/TB < -3 SD, lingkar lengan 7 cm

Tujuan: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 7x24 jam,


penambahan berat badan 50gr/kgBB/Minggu dan selera makan sudah
baik
Kriteria Hasil: Sesuai dengan skala NOC
NOC: Nutrition Status
No Indikator

.
1

Food intake

Fluid intake

Rasio Berat badan

NOC: Nutrition intake


No Indikator

.
1

Karbohidrat intake

Protein intake

Vitamin intake

Ket:
1. Severe
2. Substantial
3. Moderate
4. Mild
5. No
Intervensi: NIC: Nutrition Theraphy
1. Lengkapi pengkajian nutrisi
2. Monitor masukan cairan/makanan dan hitung intake kalori
harian. Diberikan makanan formula 75 dengan asupan gizi 80100 kKal/kgBB/hari dan protein1-1,5 g/kgBB/hari
3. Kolaborasi dengan ahli gizi terkait jumlah nutrisi, tipe nutrien

yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya


4. Sediakan pasien makanan tinggi protein dan tinggi kalori.
Sumber protein bisa susu yg diberikan secara bertahap.
5. Berikan suplemen nutrisi (vit A, vit B, vit C)
6. Ajarkan

tentang

diet

nutrisi

yang

dibutuhkan

dan

merencanakan kebutuhan makanannya


RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan no. 1 : ketidakefektifan bersihan jalan nafas bd
sekresi yng tertahan / sisa sekresi dd suara nafas tambahan,
perubahan frekuensi nafas, perubahan irama nafas dan batuk yang
tidak efektif.
Tujuan: setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 2 x 24 jam
bersihan jalan nafas dapat teratasi
Kriteria hasil : skala 5 NOC
NOC : respiratory status : airway patency
N

Indicator

o
1

RR (20-30x /mnt)

Kemampuan untuk

mengeluarkan secret
3

Suara nafas tambahan

batuk

NIC : respiratory monitoring


1. Monitor RR, kedalam pernafasan
2. Catat pergerakan dada lihat kesimetrisannya, penggunaan otot
bantu pernpasan

3. Monitor suara pernapasan


4. Monitor pola nafas
5. Auskultasi suara pernapasan setelah pengobatan dan catat
hasilnya
6. Tentukan kebutuhan suction
7. Catat onset, karakteritik dan durasi batuk
8. Monitor kemampuan pasien untuk batuk efektif dan
pengeluaran sekret
NIC: airway patency
1. Hilangkan secret dengan batuk efektif dan suction
2. Barikan terapi fisik dada
3. Gunakan teknk yang menyenangkan untuk nafas dalam anak
seperti meniup balon , meniup permen karet, dan meniup
peluit.