Anda di halaman 1dari 8

DROP FOOT GAIT

Drop foot adalah kelemahan otot yang terlibat dalam gerak flexi pada pergelangan kaki
dan jari kaki. Akibatnya, jari kaki menunduk ke bawah dan menghalangi gerakan
berjalan normal.
Drop foot terjadi karena kerusakan saraf pada kaki, yang menyebabkan telapak kaki
tidak dapat diangkat dan jalan menjadi diseret. Atau kaki terkulai akibat lesi
nervus peronealis atau tibialis yang menyebabkan kelumpuhan otot anterior tungkai
bawah.
Etiologi Drop Foot
Kebiasaan duduk bersila
Multiple sclerosis
Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)
Cedera pada syaraf peroneal di bagian atas betis belakang lutut
Penyakit parkinson
Distrofi otot
Gejala Drop Foot
Atrofi otot kaki
Jalan pincang
Terasa kesemutan dan mati rasa
Sulit menggerakkan kaki bagian depan
Abnormal kearah yang menyeret bagian depan kaki ditanah selama berjalan
Sedikit nyeri pada kaki
Kaki lemas
Tipe Drop Foot Gait
Tipe 1 : tidak dapat melakukan dorsi fleksi dan inversi ,mampu melakukan eversi depan
kaki yang terbuang,sensasi kehilangan lebih dari ruang dorsal kaki.
Tipe 2 : tidak mampu melakukan eversi,mampu melakukan dorsi fleksi dan
inversi,membuang-buang setengah luas kaki,sensasi kehilangan lebih dari kaki luar.
Tipe 3 : mengangkat lutut tinggi dan menginjak ketanah untuk maju kesisi yang terlibat.
Siklus Gait Normal
Siklus dimulai dari initial contact (hell strike) hingga initial contact periode berikutnya,
terdiri atas:
Stance Phase (60%)

Swing Phase (40%)

Terminologi
Racho

Term.
Konvensional

Terminologi
Racho

Term.
Konvensional

Initial contact

Heel strike

Initial swing

Acceleration

Loading
response

Foot flat

Mid swing

Mid swing

Mid stance

Mid stance

Terminal stance

Heel off

Pre swing

Toe off

Terminal swing

deceleration

Penyebab
Muskular

Kemungkinan
Penyebab
yang Lain

Initial contact to Loading response


Sendi

Otot yang Aktif

Deviasi Gait

Hip

Gluteus
maximus /
hamstring /
adductor
magnus.
Mengontrol
gaya hip flexi
Gluteus
medius / tensor
fascia latae.
Mengontrol
gaya hip
adduction

Anterior
pelvic tilt
Badan
condong ke
belakang

Kelemahan
hip extensor
Kelemahan
hip extensor

Hip flexion
contracture /
flexor spastic
Hip flexor
contracture

Knee

Quadriceps aktif
mengontrol
knee flexion

Insufficiency
knee flexion,
knee
hiperextension
Excessive
knee flexion

Kelemahan
knee
extensor
Not due to
muscle
weakness

Excessive
ankle plantar
flexion, knee
pain,
quadriceps
spasticity,
knee
extension
contracture
Knee flexion

contracture,
hamstrings
spasticity

Ankle

Pretibial ms. To
control ankle
plantar flexion

Excessive
(terlalu cepat)
plantar flexion

Weak ankle
dorsifleksor

Plantar flexor
spasticity,
ankle plantar
flexion
contracture

Mid stance
Sendi
Hip

Knee

Ankle

Otot yang Aktif

Deviasi Gait

Penyebab
Muskular

Kemungkinan
Penyebab Lain
Hip pain
(antalgic gait),
Hip abduction
contracture ipsi
lateral
(Trendelen)
Hip flexion atau
iliotibial band
contracture
Hip flexion
contracture

Gluteus medius &


minimus / tensor fascia
latae
Mengontrol gaya hip
adduction

Pelvic drop
contra lateral
atau badan
condong ipsi
lateral
Excessive hip
flexion
Badan condong
ke belakang

Kelemahan hip
abductor

Quadriceps
Mengontrol gaya knee
flexion, hanya saat awal
mid stance.

knee
hyperextension

Kelemahan
knee extensor

Insufficiency
knee extension

Soleus
weaknes

Soleus / gastrocnemius
Mengotrol anterior
advancement of tibia

nsufficiency
ankle
dorsiflexion

Umum bukan
karena
kelemahan otot
selama tahap
ini
Kelemahan
soleus

Excessive
ankle
dorsiflexion

Umum, bukan
karena
kelemahan otot
Kelemahan hip
extensor

Excessive
ankle plantar
flexion (karena
spastisitas /
contracture)
Knee flexion
contracture,
hamstring
spasticity
Ankle plantar
flexion
contracture /
spasticity
Flexed knee
gait (karena
knee flexion
contracture,

hamstring
spasticity)

Terminal stance
Send
i
Hip

Otot yang Aktif

Deviasi Gait

Tensor fascia latae


serabut anterior
gerak hip
ekstension dan
mengontrol gaya
hip adduction

Insufficiency
hip extension

Knee

Popliteus, cegah
knee
hyperextension

Ankle

Soleus /
gastrocnemius
Mengotrol gaya
ankle dorsiflexion

Penyebab
Muskular

Kemungkinan
Penyebab
Lain

Umumnya
bukan
karena
kelemahan
otot
Kelemahan
hipabduction

Hip flexor
contracture /
spasticity

knee
hyperextension
Insufficiency
knee extension

Kelemahan
knee
extensor
Kelemahan
soleus

Excessive
ankle plantar
flexion
(karena
spastisitas /
contracture)
Knee flexion
contracture,
hamstring
spasticity

Excessive
ankle
plantarflexion
Excessive
ankle
dorsiflexion

Bukan
kelemahan
otot
Kelemahan
soleus

Ankle
plantarflexion
contracture /
spasticity
Flexed knee
gait (karena
knee flexion
contracture,
hamstring
spasticity

Pelvic drop
contra lateral
atau badan
condong latera
l

Hip pain
(antalgic
gait), Hip
abduction
contracture
ipsi lateral
(Trendelen)

Pre swing
Sendi

Otot yang Aktif

Deviasi Gait

Penyebab
Muskular

Kemungkinan
Penyebab Lain

Hip

Adductor longus, gerak


flection dan mengontrol
hip abduction
menghasilkan
pamindahan berat
badan ke ekstremitas
contra lateral
Rectus femoris, gerak
hip flexion dan
mengontrol derajat knee
flexion

Excessive
hip flexion

Umumnya
bukan
karena
kelemahan
otot

Hip flexion / iliotibial


band contracture
Spasticity hip flexor,
hip

Knee

Popliteus /
gastrocnemius, gerak
knee flexion
Rectus femoris,
mengontrol derajat knee
flexion

Insufficiency
knee flexion

Kelemaha
n knee
extensor

Knee pain, knee


extension
contracture,
quadriceps
spasticity

Ankle

Soleus, gastrocnemius:
pada awal pre swing
untuk anterior
acceleration tibia.
Tibialis anterior,
ekstensor digitorum
longus, akhir pre swing
mencegah plantar fleksi
berlebih.

Excessive
ankle
dorsiflexion

Kelemaha
n soleus

AFO dengan rigit


ankle, flexed knee
gait (karena knee
flexion contracture,
hamstring spasticity)

Initial swing
Send
i

Otot yang Aktif

Deviasi Gait

Penyebab
Muskular

Kemungkinan
Penyebab Lain

Hip

Iliacus / adductor
longus: hip flexion

Insufficiency
hip flexion

Kelemahan
hip flexor

Gracilis / sartorius:
Hip & flexion

Circumduction
hip

Kelemahan
hip flexor

Badan
condong ke
contra lateral

Kelemahan
hip flexor

Lemahnya kontrol
hip flexor akibat
CNS Lesion
Knee ekstension
contracture:
kelemahan ankle
dorsifleksor:
Excessive ankle
plantarflexion
Kelemahan hip
abductor (stance
limb):
Knee extension
contracture (swing
limb):
kelemahan ankle
dorsifleksor (swing
limb): Excessive
ankle plantarflexion

Knee

Biceps femoris
(caput brevis) :
knee flexion

Insufficient hip
flexion

Kelemahan
hip flexor

Quadriceps
spasticity: knee
pain: knee
extension
contracture.

Ankle

Tibialis anterior,
extensor digit
longus, ankle
dorsiflexion

Excessive
ankle plantar
flexion

Umumnya
bukan
karena faktor
otot

Ankle plantar
flexion contracture

Mid swing
Send
i

Otot yang Aktif

Deviasi Gait

Penyebab
Muskular

Kemungkinan
Penyebab Lain

Hip

Biceps femoris
(caput brevis),
semimembranosus
: pada mendekati
tahap akhir mid
swing untuk
decelerate femur.

Excessive hip
flexion
Insufficient hip
flexion
Ipsilateral
pelvic drop /
tubuh
condong ke
contralateral.

Kelemahan
ankle
dorsiflexor
dikompensasi
hip flexion.
Kelemahan
hip flexor
Kelemahan
hip abductor
tungkai
berdiri.

Excessive hip
abduction.
Circumductio
n of hip

Kelemahan
hip flexor
(diganti
adductor)
Kelemahan
hip flexor

Hip flexion
contracture:
Excessive ankle
plantarflexion
Kurangnya kontrol
hip flexor akibat
CNS lesion
Hip pain (antalgic
gait): contra lateral
hip abduction
contracture
(trendelen gait)
Hip adductor
spasticuty.
Knee extension
contracture:
kelemahan ankle
dorsifleksi:
Excessive ankle
plantarfleksi.

Knee

Biceps femoris
(caput brevis)

Insufficient
knee flexion

Kelemahan
hip flexor

Knee extension
contracture

Ankle

Tibialis anterior,
extensor digit.
Longus, ankle dorsi
flexion

Excessive
ankle
plantarfleksi

Kelemahan
ankle
dorsifleksi

Ankle plantarfleksors
spasticity
/
contracture

Terminal swing
Sendi
Hip

Otot yang Aktif


Biceps femoris
(caput longus),
semimembranosus,
Semitendinosus:
decelerasi femur
Gluteus maximus:
decelerasi femur

Deviasi Gait

Penyebab
Muskular

Kemungkinan
Penyebab Lain

Insufficient hip
flexion

Kelemahan
hip flexor

Circumduction
of hip
Excessive hip
adduction

Kelemahan
hip flexor
Kelemahan
ankle
dorsifleksi

Kurangnya
kontrol hip flexor
akibat CNS
lesion
Knee extension
contracture;

Kelemahan
hip flexor
(dan
adductor
pengganti)

Knee extension
contracture

Hamstring
Spasticity:
Knee flexion
contracture

Knee

Vastus medialis,
intermedius,
lateralis
Biceps femoris
(caput longus)
semimembranosus,
semitendinosus:
mengontrol knee
extension
berlebihan

Insufficient
knee flexion

Kelemahan
knee
extensor

Ankle

Tibialis anterior,
extensor digit.
Longus: ankle
dorsiflexion

Excessive
ankle
plantarflexion

Kelemahan
ankle
dorsifleksi
Kelemahan
knee
extensor

Hip adductor
spasticity

Dari analisis berjalan tersebut dapat diindikasikan kebutuhan test dan pengukuran lain.
Bila dijumpai kelemahan otot maka diperlukan test dan pengukuran kekuatan otot. Bila
ditemukan pemendekan otot diperlukan tes panjang otot. Bila ditemukan contracture
perlu test integritas dan mobilisasi sendi, dll