Anda di halaman 1dari 6

MODELLING ARAH DAN KECEPATAN ARUS PADA MUSIM TIMUR

DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MIKE-21 DI PERAIRAN


UTARA SEMARANG

Tria Dewi Anggraeni


Program Studi Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,
Universitas Diponegoro, Kampus UNDIP Tembalang-Semarang
Email: triaamai04@gmail.com

Abstrak
Praktikum dilakukan menggunakan software mike-21 untuk mengolah data
bathimetri dan garis pantai pada di daerah Perairan utara Semarang. Tujuan
diadakan praktikum ini untuk mengetahui arah dan kecepatan arus yang terjadi
pada musim timur (Juli). Dari hasil pengolahan data arus yang telah dilakukan,
diketahui arah arus dominan yaitu barat laut dengan kecepatan diatas 0,325 m/s
secara maksimum. dengan menggunakan mike 21 ini dapat memodelkan arah dan
kecepatan arus yang terjadi pada musim timur (Juli) sehingga didapatkan
kecepatan arus tertinggi erjadi pada tanggal 4 Juli 2013 pukul 16.00 dalam
kondisi pasang sedangkan kecepatan arus terendah pada tanggal 16 Juli 2013
pukul 00.00 dalam keadaan surut.
Kata kunci : arus, muka air laut, musim.

Abstrack
Practicum using software mike-21 to cultivate data bathimetri and the line
of coast on in the areas of waters semarang.The purpose of held lab work is
aimed to know current speed and current diverent which it was in the east ( July ).
From the results of data processing current that has been undertaken, known the
direction of the current dominant namely northwestern with speed up 0,325 m / s
in maximum. By using mike 21 this can model direction and velocity of current
that it was in the east ( july ) so as to obtain the speed of the current supreme
erjadi on 4 july 2013 at 4 pm in the condition of the tide while the speed of the
current lowest on july 16th 2013 at 12 am in a state of to recede.
Keywords : currents, sea surface water, seasons.

1. Pendahuluan
Pantai adalah daerah di tepi perairan yang dipengaruhi oleh air pasang
tertinggi dan air surut terendah (Triatmojo, 1999). Garis pantai adalah garis
batas pertemuan antara daratan dan air laut, dimana posisinya tidak tetap dan
dapat berubah sesuai dengan pasang surut air laut dan erosi pantai yang terjadi.
Perubahan garis pantai disebabkan oleh faktor alam dan/atau faktor manusia.
Faktor alam diantaranya gelombang laut, arus laut, angin, sedimentasi sungai,
kondisi tumbuhan pantai serta aktivitas tektonik dan vulkanik. Sedangkan
faktor manusia antara lain pembangunan pelabuhan dan fasilitas-fasilitasnya
(misalnya breakwater), pertambangan, pengerukan, perusakan vegetasi pantai,
pertambakan, perlindungan pantai serta reklamasi pantai (Triatmojo, 1999).
Bathimetri adalah ukuran dari tinggi rendahnya dasar laut yang
merupakan sumber informasi utama mengenai dasar laut (Nurkhayati dan
Nurul. 2009). Pembuatan peta batimetri merupakan salah satu bidang kajian
hidrografi yang mengalami perubahan kondisi hidrografi di wiiayah perairan
laut dan pantai, disamping disebabkan oleh faktor alam, juga disebabkan oleh
fenomena perubahan penggunaan lahan di wilayah tersebut dan proses-proses
yang terjadi di wilayah hulu sungai (Ariana, K. 2002). Terbawanya berbagai
material partikel dan kandungan padatan tersuspensi oleh aliran sungai
semakin mempercepat proses pendangkalan di perairan pantai (Ariana, K.
2002).
Arus laut merupakan pergerakan massa air secara horizontal yang terjadi
karena adanya angin, gradien tekanan, perubahan densitas, maupun pengaruh
pasang surut air laut (Mandang et al., 2002). Menurut Gross (1993), terjadinya
arus di lautan disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan
faktor eksternal. Faktor internal diantaranya perbedaan densitas air laut,
gradien tekanan secara horizontal, dan gesekan antar lapisan air. Faktor
eksternal diantaranya gaya tarik matahari dan bulan yang dipengaruhi oleh
tahanan dasar laut dan gaya coriolis, perbedaan tekanan udara, gaya gravitasi,
gaya tektonik, serta hembusan angin. Hutabarat dan Evans (1985) berpendapat,
bahwa gerakan air di permukaan laut disebabkan karena adanya faktor angin
yang berhembus di atasnya. Namun, kondisi alam yang sebenarnya tidak
sesederhana pernyataan yang mereka ungkapkan. Menurut mereka, pergerakan
arus di permukaan laut merupakan hasil kerja gabungan dari tiga faktor lain
selain angin, antara lain: bentuk topografi dasar lautan dan pulau-pulau yang
ada di sekitarnya, gaya coriolis, dan arus Ekman.
Mike-21 dapat digunakan untuk penilaian data desain untuk pantai dan
lepas pantai struktur, optimalisasi tata letak pelabuhan dan tindakan
perlindungan pantai, pendingin air, desalinasi dan analisis resirkulasi, penilaian
dampak lingkungan infrastruktur kelautan, perkiraan air untuk operasi yang
aman laut dan navigasi, banjir pantai dan peringatan gelombang badai, banjir
pedalaman dan pemodelan aliran darat (Anonim, 2012). Mike-21 adalah suatu
perangkat lunak rekayasa profesional yang berisi sistem pemodelan yang
komprehensif untuk program komputer untuk 2D free-surface flows. Mike-21
dapat diaplikasikan untuk simulasi hidrolika dan fenomena terkait di sungai,
danau, estuari, teluk, pantai dan laut.Program ini dikembangkan oleh DHI
Water & Environment. Mike 21 terdiri dari beberapa modul, diantaranya

hydrodinamic (HD) modul, spectral wave (SW) modul, sand transport (ST)
modul (Azhar et al., 2012).
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui tinggi muka air laut dan
kecepatan arus di perairan utara Semarang dengan menggunakan software
MIKE-21
2. Materi dan Metode
2.1 Materi
Materi yang digunakan berupa data garis pantai.pts, bathimetri.pts yang
akan dijadikan mesh serta batas utara-batas barat dengan range waktu
tanggal 1-15 Juli 2013.
2.2 Metode
Software yang digunakan dalam mengolah data bathimetri dan garis pantai
yaitu Mike 21. Setelah didapatkan mesh maka masukkan data pasang surut
untuk menentukan arah dan kecepatan arusnya.
3. Hasil dan Pembahasan
3.1 Hasil

(a)

(b)

(c)

(d)
Gambar 1. Current Speed (a) Maksimum, (b) Zoom Maksimum,
(c) Minimum, (d) Zoom Minimum.
Kecepatan arus (Gambar 1.a) yang dominan di perairan utara
Semarang kurang dari 0,1 m/s. Namun apabila dilihat secara keseluruhan
keadaan ini merupakan kecepatan maksimum diantara semua waktunya
karena kecepatan maksimumnya lebih dari 0,325 m/s. Sedangkan apabila
kecepatan arus di zoom (Gambar 1.b) ternyata kecepatan maksimum juga
mendominasi wilayah yang berdekatan dengan pulau dengan pola arus ke
arah barat laut. Pada kecepatan arus (Gambar 1.c) minimum mempunyai
nilai kurang dari 0,04 m/s yang didominansi dengan warna ungu tua,
sedangkan ketika di zoom (Gambar 1.d) didaerah pulau ternyata kecepatan
arus minimum dominan dengan nilai -0,0002 m/s hingga 0 m/s.

(a)

(b)

(c)

(d)
Gambar 2. Current Direction. (a) Maksimum, (b) Zoom Maksimum,
(c) Minimum, (d) Zoom Minimum.
Arah arus (Gambar 2.a) yang dominan maksimum di perairan utara
Semarang lebih dari 325 deg yang ditandai dengan warna dan ketika di
zoom (Gambar 2.b) di daerah pulau ternyata banyak arah maksimum yang
mendominasi wilayah tersebut meskipun lebih banyak ditutupin dengan
nilai yang lebih kecil. Untuk arah minimum arus (Gambar 2.c) ternyata
tidak terlalu jauh dengan arah arus zoom (Gambar 2.d) dimana nilai arus
minimum dibawah 40 deg dan pada saat di zoom ternyata sama saja nilai
diantara 40-40 deg.
3.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil, didapatkan bahwa kecepatan arus maksimum
terjadi pada tanggal 4 Juli 2013 pukul 16.00 dengan kecepatan diatas
0,325 m/s, hal ini dapat terjadi karena pada pukul 16.00 ini terjadi pasang
air laut yang dibantu oleh arus sehingga muncul kecepatan arus
maksimum. Untuk zoom keadaan berubah yaitu kecepatan yang
mendominasi adalah 0,0225-0,025 m/s, hal ini dikarenakan pada saat di
zoom lebih jelas dan rinci dibandingkan dilihat secara keseluruhan
meskipun waktu dan tanggal yang diamati itu sama. Sedangkan kecepatan
arus minimum tejadi pada tanggal 16 Juli 2013 pukul 00.00 dengan
kecepatan dibawah 0,04 m/s karena pada pukul 00.00 berada dalam
keadaan surut sehingga peran arus untuk perairan hanya sedikit, namun

ketika keadaan di zoom kecepatan arus yang mendominasi bernilai -0,0020 m/s.
Pada arah arus maksimum yang terjadi pada tanggal 4 Juli 2013
pukul 14.00 dengan nilai diatas 325 deg, hal ini dapat terjadi karena pada
saat tersebut arah arus sangat mendominasi daerah pasang surut. Untuk
zoom ternyata keadaan tidak jauh berbeda dengan keadaan aslinya dengan
dominasi nilai diatas 250 deg. Sedangkan arah arus minimum tejadi pada
tanggal 14 Juli 2013 pukul 13.00 dengan nilai yang terlihat dibawah 40
deg serta apabila di zoom ternyata arah arus mendominasi wilayah
dibawah 180 deg.
4. Kesimpulan
Arus mempengaruhi pasang surut dimana arah arus yang mendominasi
adalah arah barat laut secara maksimum dan kecepatannya diatas 0,0325 m/s.
sedangkan untuk keadaan minimum tidak terlalu berbeda. Mike 21 dapat di
gunakan untuk memprediksikan maupun memodelkan bagaimana arah dan
kecepatan arus yang terdapat di perairan utara Semarang.
Daftar Pustaka
Anonim. 2012. All about Mike 21. Diunduh 17 Mei 2014 pukul 07.00 WIB
http://en.wikipedia.org/wiki/MIKE_21
Ariana, K. 2002. Pemetaan Batimetri dan Karakteristik Dasar Perairan Dangkal
di Perairan Pulau Dangar Provinsi NTB dengan Data Satelit Penginderaan
Jauh. Ilmu Kelautan. ITB, Bogor.
Azhar, R.M., Andojo W., Nita Y. 2012. Studi Pengaman Pantai Tipe Pemecah
Gelombang Tenggelam di Pantai Tanjung Kait. Magister Managemen
Pengelolaan Sumber Daya Air. ITB, Bandung.
Bambang Triatmodjo. 1999. Teknik Pantai. Beta Offset. Yogyakarta.
Gross, M.G. 1993. Oceanography: A View of Earth. Prentice Hall. Englewood
Cliffs, New Jersey
Hutabarat & Evans. 1986. Kunci Identifikasi Plankton. Jakarta: UI
Mandang, I., Mihardja, D.K., Ningsih, N.S., dan Ihsan, N. 2002. Model Variasi
Transpor Seasonal di Selat Makasar. J. Fisika. Himpunan Fisika Indonesia.
Vol A5.
Nurkhayati, R., dan Nurul K. 2009. Pemetaan Bathimetri Citra Quickbirrd di
Perairan Taman Nasional Karimun Jawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Geografi. UGM, Yogyakarta.