Anda di halaman 1dari 38

Propinsi

SUMATERA SELATAN

2012

A. GAMBARAN WILAYAH
A.1. Letak dan Batas Wilayah
Secara geografis wilayah Provinsi Sumatera
selatan terletak di sebelah Selatan garis
khatulistiwa pada 1o - 4o Lintang Selatan dan
102 o-108 o Bujur Timur dengan luas daratan
87.017 Km. Sumatera Selatan sering
pula disebut sebagai Daerah Batang
Hari

Sembilan,

karena

kawasan

ini

terdapat 9 sungai besar yang dapat dilayari


sampai jauh ke hulu. Yakni, Sungai Musi,
Ogan, Komering, Lematang, Lakitan, Kelingi, Rawas, Batanghari Leko dan Lalan. Batas
wilayahnya sebagai berikut :
Sebelah Utara

berbatasan dengan Provinsi Jambi

Sebelah Timur

berbatasan dengan Provinsi Bengkulu

Sebelah Selatan

berbatasan dengan Provinsi Lampung

Sebelah Barat

berbatasan dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Potensi Investasi

Propinsi
SUMATERA SELATAN

2012

A.2.Topografi
Di pantai timur tanahnya terdiri dari rawa-rawa dan perairan payau yang dipengaruhi oleh
pasang surut. Vegetasinya berupa tumbuhan palmaseae dan kayu rawa (bakau). Sedikit kearah
barat merupakan dataran rendah yang luas. Lebih jauh masuk ke dalam wilayah daratan bagian
barat semakin berbukit-bukit konturnya. Sumatera Selatan memiliki Bukit Barisan yang
membelah Sumatera Selatan dalam daerah perbukitan dan daerah lembah. Daerah perbukitan
memiliki ketinggian 900 sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Beberapa puncak
tertinggi pada Bukit Barisan antara lain puncak Gunung Seminung (1.964 meter), Gunung
Dempo (3.159 meter), Gunung Patah (1.107 meter) dan Gunung Bungkuk (2.125 m). Bagian barat
Bukit Barisan merupakan lereng. Sepanjang wilayah ini terdapat daerah-daerah perkebunan
karet, kelapa sawit dan pertanian seperti kopi, teh dan berbagai macam sayuran
A.3. Iklim dan Cuaca
Sumatera

Selatan

beriklim

tropis

yang

hanya

dipengaruhi dua musim sepanjang tahun, yakni


musim hujan dan musim panas, dengan suhu udara
bervariasi

24

sampai

32

derajat

celcius

dan

tingkatkelembaban 73 sampai 84 persen.Musim hujan


relatif jatuh pada bulan Oktober sampai April dengan
curah hujan berkisar 2.100 mmsampai 3.264 mm.
Musim panas atau kemarau biasanya dimulai bulan
Juni sampai September setelahmasa transisi bulan
Mei.
A.4.Pembagian Wilayah.
Provinsi Sumatera Selatan memiliki 15 Kabupaten/Kota dengan jumlah kecamatan dan desa
masing-masing mencapai 220 buah dan 2803 buah. Wilayah yang terluas adalah kabupaten Ogan
Komering Ilir dengan luas 1.705.832 Ha. Wilayah terkecil adalah Kota Palembang dengan luas
37.403 Ha.
Tabel A-1 Luas Wilayah provinsi Sumatera Selatan menurut Kabupaten / Kota Tahun 2010
Jumlah / Total
NO

Kabupaten/Kota
Regency / Municipality

Ibukota
/ Capital City

Luas wilayah
/ Area

Kecamatan Desa /
Kota / Urban
/ Sub district Villages
(unit)
(unit)
(unit)

Potensi Investasi

Propinsi
SUMATERA SELATAN
1

2012

277,256

12

134

20

Ogan Komering Ulu


Baturaja
(OKU)
Ogan Komering Ilir (OKI)Kayu Agung

1,705,832

18

291

19

3
4
5
6
7

Muara Enim
Lahat
Musi Rawas
Musi Banyuasin
Banyuasin

858,794
407,606
1,213,457
1,447,700
1,214,273

22
21
21
14
15

307
350
273
211
281

19
26
4
7
23

8
9
10
11
12
13
14
15

OKU Selatan
Muara dua
549,394
19
OKU Timur
Martapura
341,015
20
Ogan Ilir
Indralaya
251,309
16
Empat Lawang
Tebing Tinggi
255,644
7
Palembang
Palembang
37,403
16
Prabumulih
Prabumulih
42,162
6
Pagar alam
Pagar Alam
57,916
5
Lubuk Linggau
Lubuk Linggau
41,980
8
Jumlah / Total
8,701,741
220
Sumber : Kanwil Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Selatan

253
276
212
153
3
19
19
21
2803

6
17
29
3
104
18
16
51
362

Muara Enim
Lahat
Muara Beliti
Sekayu
Pangkalan Balai

B. KEPENDUDUKAN DAN TENAGA KERJA


B.1. Kependudukan
Jumlah penduduk provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2010 adalah 7.450.394 jiwa.
Wilayah yang memiliki jumlah penduduk tertinggi adalah kota Palembang (1.455.284 jiwa)
sedangkan jumlah penduduk terendah berada di kabupaten Pagar Alam (126.181 jiwa).
Kepadatan penduduk tertinggi setelah kota Palembang (3.890 jiwa/km 2) adalah kabupaten
lubuk linggau (479 jiwa/km2).
Tabel B-1 Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin,Rasio Jenis Kelamin dan Kabupaten / Kota
Tahun 2010
Kabupaten/ Kota

Jumlah Penduduk

Kepadatan Penduduk
( per Km2)
116.88

1. Ogan Komering Ulu (OKU)

324,045

2. Ogan Komering Ilir (OKI)


3. Muara Enim
4. Lahat
5. Musi Rawas
6. Musi Banyuasin

727,376
716,676
369,974
525,508
561,458

42.67
83.45
90.77
43.31
38.78

7. Banyuasin
8. OKU Selatan
9. OKU Timur
10. Ogan Ilir

750,110
318,428
609,982
380,904

61.77
57.96
178.87
151.57

11. Empat Lawang

221,176

86.52

1,455,284

3,890.82

12. Palembang

Potensi Investasi

Propinsi
SUMATERA SELATAN

2012

13. Prabumulih

161,984

374.19

14. Pagar alam


15. Lubuk Linggau

126,181
201,308

217.87
479.53

Sumatera Selatan
7,450,394
Sumber: Sumatera Selatan Dalam Angka Tahun 2011

85.6

B.2. Struktur Angkatan Kerja


Angkatan kerja di provinsi Sumatera Selatan
berjumlah sekitar 3.770.673 jiwa yang terdiri dari
2.313.769

jiwa

laki-laki

dan

1.456.904

perempuan atau 61 % adalah laki-laki. Apabila


dilihat dari tingkat pendidikan yang dimiliki
50,8% berasal dari tingkat pendidikan rendah
(SD).
Tabel B-2 Angkatan Kerja Menurut Pendidikan dan Jenis Kelamin
Pendidikan

Daerah
Jumlah
Laki-laki
Perempuan
SD
1,116,450
802,022
1,918,472
SMTP
477,981
240,122
718,103
SMTA UMUM
452,975
208,465
661,440
SMTA KEJURUAN
131,516
61,266
192,782
Diploma I /II / III / Akademi
47,172
57,500
104,672
Universitas
87,675
87,529
175,204
Jumlah
2,313,769
1,456,904
3,770,673
Sumber : BPS , Survey Angkatan Kerja Nasional Agustus 2011 di olah Pusdatinaker

C. INFRASTRUKTUR
C.1. Transportasi Darat
Total panjang jalan yang dimiliki oleh provinsi Sumatera
Selatan adalah 9.943 Km yang terdiri dari Jalan Nasional
(1.290Km), jalan Provinsi (1.624 Km) dan JAlan KAbupaten
( 7.029 Km). Dari total panjang jalan yang dimiliki 64,8%
dalam kondisi Mantap, 22,6% kondisi baik sisanya kondisi
sedang,tidak mantap maupun rusak ringan dan berat.

Potensi Investasi

Propinsi
SUMATERA SELATAN

2012

Tabel C-1 Kondisi Jalan


No.

Panjang
( KM )

Status Jalan
1Jalan Nasional
2Jalan Provinsi
3Jalan Kabupaten / Kota
Total Panjang Jalan

Mantap

1,290
1,624
7,029

1,098
1,340
4,012

Baik
611
54
1,583

Kondisi
Tidak
Sedang
Mantap
486
192
1,285
284
2,429
3,017
9,943

Rusak Ringan
147
170
2,588

Rusak Berat
45
114
429

C.2. Transportasi Laut

Tabel C-2 Pelabuhan Laut Di Sumatera Selatan


No

Nama
Pelabuhan

35 ILIR

Tanjung Api Api

Lokasi

Tahun

Mooring
(GRT)

Kab / Kota
Kota
Palembang
Kab. Banyu Asin

1988
2001-

Fasilitas
Bongkar
Muat
300MB
-

Konstruksi
Dermada

Lintas yang dilayani

BETON

Palembang - Muntok

BETON

sumber : Direktorat LLASDP, 2011

Pelabuhan Sungai
Tabel C-3 Pelabuhan Sungai Di Sumatera Selatan
Dermaga
Gasing
Jaka baring
Karang Agung
Keramasan
Lais
Sungai Gandus
Sungai Lilin

Lokasi
Kab / Kota
Palembang
Banyuasin
Palembang
Palembang
Palembang
MUBA

Jenis Dermaga
Sungai Gasing
Sungai Musi
Sungai
Sungai Musi
Sungai Musi
-

Type
Dermaga
Ponton
Ponton
Ponton
-

Jenis Konstruksi Tahun


Dibangun
Jetty
2003
Jetty
2003
Jetty
Jetty
2004
-

Potensi Investasi

Tahun
Operasi
-

Propinsi
SUMATERA SELATAN
Sungai Lumpur
Sungai Mesuji
Simpang PU
Sungsang
Tangga Buntung
Tulung Senapan

OKI
OKI
Banyuasin
Banyuasin
Palembang
OKI

Sungai Lumpur
Sungai Mesuji
Sungai
Sungai

2012

1997
20014
1999

C.3. Transfortasi Udara.


Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II terletak di koodinat 2 53 52,52 LS104 42 4,96 BT. Dengan menyediakan terminal
Domestik & Internasional. Dengan landas pacu
sepanjang 300 meter x 60 meter menjadi 3.000
meter x 60 meter, pembangunan tempat parkir
kendaraan seluas 20.000 meter yang dapat
menampung

1.000

kendaraan

serta

pembangunan gedung terminal penumpang tiga


lantai seluas 13.000 meter persegi yang dapat
menampung 1250 penumpang, dilengkapi garbata
dan terminal kargo dan bangunan penunjang
lainnya seluas 1.900 meter persegi. Hasil pengembangan ini membuat Bandara Internasional
Sultan Mahmud Badaruddin II dapat didarati pesawat Airbus A330 dan sejenisnya serta Boeing
747 . Selain itu, arus penumpang diproyeksikan akan naik dari 7.720 penumpang menjadi 16.560
penumpang. Setelah itu akan ada pembangunan jalan tol Indralaya-Palembang-Bandara Sultan
Mahmud Badarudin II untuk mempermudah akses ke Bandara.
Tabel C-4 Area Landasan Bandara Sultan Mahmud Badarudin II

Landas Pacu
Ft
M
9.678
3000

Permukaan
aspal

Terminal Domestik

Batavia Air (Jakarta)


Garuda Indonesia (Jakarta)
Kartika Airlines (Batam)
Lion Air (Jakarta,Tanjung Pandan)
Sriwijaya Air (Batam, Jakarta)

Terminal Internasional.

AirAsia (Kuala Lumpur)


Silk Air (Singapura)

Potensi Investasi

Propinsi
SUMATERA SELATAN

2012

C.4. Transfortasi Kereta Api


Sebagai perusahaan yang mengelola perkeretaapian
di Indonesia, PT.KERETA API INDONESIA (PERSERO)
telah banyak pengoprasian KA penumpangnya, baik
KA Utama (Komersil dan non komersil), salah satunya
KA Di Sumatera, yang terdiri dari :

Tabel C-5 Rute dan Kelas Kereta Api


NO
1
2
3
4

NAMA KERETA API


RELASI
KELAS
Sriwijaya
Tanjungkarang Kertapati Eksekutif Bisnis
Sindang Marga
Lubuklinggau Kertapati Eksekutif Bisnis
Rajabasa
Tanjungkarang Kertapati Ekonomi
Bukit serelo
Lubuklinggau Kertapati Ekonomi

C.5. Perbankan
Table C-1 Lembaga Keuangan dan Perbankan di Sumatera Selatan
Jenis / Type

2006

2007

2008

2009

2010

Bank Pemerintahan dan Bank pembangunan Daerah / Government and Local Development Bank
Kantor Cabang / Branch
33
34
Kantor Pembantu / Auxiliary
50
60
Bank Unit Desa /Village Bank
92
93
Kantor Inspeksi Inspection Office
1
1
Kanwil Supervisor / representative
4
4
Kantor Pusat / Central Office
1
1
Kantor Kas / Cash Office
50
49
Kas Mobil / Mobile Cash
4
4
Loket Pelayanan / Payment Point Office
19
21
Bank Swasta / Private Bank
Kantor Cabang / Branch
23
26
Kantor Pembantu / Auxiliary
70
73
Bank Unit Desa /Village Bank
Kantor Inspeksi Inspection Office
Kanwil Supervisor / representative
14
15
Kantor Pusat / Central Office
Kantor Kas / Cash Office
9
9
Kas Mobil / Mobile Cash
1
1
Jumlah / total
371
391

31
71
89
1
4
1
21
3
21

35
82
105
1
3
1
51
3
21

35
75
121
1
3
1
59
3
21

27
90
17
9
9
1
386

33
130
18
9
1
493

40
161
18
11
1
550

Catatan : *) Data BPR hanya Jumlah Kantor Pusat BPR, di Tahun 2010 selain 18 Kantor Pusat
ada 7 Kantor cabang BPR dan 5 kantor Cabang pembantu BPR.
Sumber Bank Indonesia Cabang Palembang
Source : Bank Indonesia Regional Office of Palembang

Potensi Investasi

Propinsi
SUMATERA SELATAN

2012

C.6. Kelistrikan
Sebelum tahun 2005, PLN Wilayah IV Sumatera
Selatan menggunakan tenaga diesel, uap dan gas
sebagai sumber tenaga pembangkit listrik. Tetapi selama
tahun 2010 ini, PLN hanya memanfaatkan pembangkit
listrik tenaga diesel. Jumlah tenaga listrik yang
diproduksi dari mesin diesel ini adalah sebesar 9.775.269
Kwh dari sebanyak 40 pembangkit listrik diesel di tahun
2010. PLN menyalurkan listrik kepada pelanggannya yang
terdiri atas kelompok rumahtangga, usaha, industri,
instansi pemerintah dan lainnya. Total energi listrik yang disalurkan adalah 2.739.948 Kwh.
Sebesar 53,80 persen dari jumlah tersebut disalurkan ke konsumen rumahtangga, 15 persen
kepada kelompok usaha, 18,86 persen ke pelanggan indutri, 5,24 persen ke instansi pemerintah,
dan sisanya 7,09 persen untuk pelanggan kategori lainnya. Jika dilihat dari sisi banyaknya
pelanggan PLN di Sumatera Selatan pada tahun 2010, jumlah pelanggan listrik PLN adalah
sebanyak 906.203 pelanggan. Daya listrik yang tersambung untuk tiap-tiap kelompok
rumahtangga, usaha, industri, instansi pemerintah, dan lain-lain masing-masing sebesar 755.274
kva; 223.475 kva; 171.884 kva; 57.152 kva; 51.730 kva
Daftar pembangkit Listrik di Sumatera Selatan:

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Kecamatan Muaradua Kisam, Desa
Sugihan Kapasitas Infrastruktur Kapasitas Terpasang: 0 MW.

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Desa Penyandingan Kapasitas


Infrastruktur Kapasitas Terpasang: 0 MW.

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Desa Pagar Agung Kapasitas
Infrastruktur Kapasitas Terpasang: 0 MW.

PLTU ( Batu Bara) Kapasitas Infrastruktur Kapasitas Terpasang: 260 MW Kemampuan


Daya: 228 MW.
Produksi: 1.607.510 MWH.

PLTU (Gas) Kapasitas Infrastruktur Kapasitas Terpasang: 25 MW Kemampuan Daya: 7


MW Produksi: 79.761 MWH

PLTG Gas Turbin Kapasitas Infrastruktur Kapasitas Terpasang: 343 MW Kemampuan


Daya: 150 MW Produksi: 1.273.760 MWH

Potensi Investasi

Propinsi
SUMATERA SELATAN

2012

PLTGU Kapasitas Infrastruktur Kapasitas Terpasang: 40 MW Kemampuan Daya: 36 MW


Produksi: 186.347 MWH

PLTD Kapasitas Infrastruktur Kapasitas Terpasang: 25 MW Kemampuan Daya: 20 MW


Produksi: 27.322 MWH

PLTD (isolated) Kapasitas Infrastruktur Kapasitas Terpasang: 5 MW Kemampuan Daya: 3


MW Produksi: 6 MWH

PLTGU Asrigita Kapasitas Infrastruktur Kapasitas Terpasang: 150 MW Kemampuan Daya:


150 MW Produksi: 1.103.490 MWH

PLTG Gunung Megang Kapasitas Infrastruktur Kapasitas Terpasang: 80 MW


Kemampuan

Daya:

80

MW

Produksi: 441.965 MWH

PLTG Musi 2 Kapasitas Infrastruktur Kapasitas Terpasang: 14 MW Kemampuan Daya: 14


MW Produksi: 140.114 MWH

PLTG Prabumulih Kapasitas Infrastruktur Kapasitas Terpasang: 12 MW Kemampuan


Daya: 12 MW Produksi: 86.796 MWH

PLTG Sako Kapasitas Infrastruktur Kapasitas Terpasang: 12 MW Kemampuan Daya: 12


MW Produksi: 81.076 MWH

C.7. Kawasan.

Kawasan Industri PUSRI

Kawasan Industri Seni Ukir Lokasi di 19 Hilir,

Potensi Investasi

Propinsi
SUMATERA SELATAN

Kawasan Industri Songket

2012

Kawasan Industri Pertamina Plaju

Rencana Pembangunan Kawasan Industri Pelabuhan Tanjung Api Api

Pelabuhan Tanjug Api Api akan dibangun sebagai perwujudan pembangunan infrastruktur
regional utama dalam rangka percepatan akselerasi Provinsi Sumatera Selatan sebagai
Lumbung Pangan dan Lumbung Energi Nasional. Untuk menuju Pelabuhan Tanjung Api Api
akan dibangun rel kereta api ( railway track ) dan jalan raya ( highway). Sumber daya alam di
Sumatera Selatan merupakan daya tarik yang kuat bagi masuknya investor baik dalam negeri
maupun luar negeri baik di sektor industri, pertambangan, perkebunan dan jasa.
Pelabuhan Tanjung Api api terletak di daerah yang strategis antara Pulau Sumatera dengan
Pulau Jawa, dan Provinsi Sumatera Selatan dengan negara tetangga seperti Singapura dan
Malaysia.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuasin, Rencana Induk Kawasan Industri Tanjung
Api Api No 15 tahun 2009, akan dibangun:
1.

City

2. Housing

75

ha

1.494

ha

Potensi Investasi

10

Propinsi
SUMATERA SELATAN
3. Various Industries

1.153

ha

415

ha

1. 869

ha

105

ha

7. Chemical Industry

1.664

ha

8. Sports Area and Green Parks

1.741

ha

9. Business Center

284

ha

10. Logistic Center

622

ha

11. Swamp Forest and Tourism

491

ha

4. Research Center for Technology and Education


5. Metal Industry
6. Water Recration

2012

D. PEREKONOMIAN DAERAH
D.1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Tabel D-1 Produk Domestik Regional


Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 Tahun 2007 -2010
Lapangan Usaha
1. Pertanian
2. Pertambangan dan Penggalian
3. Industri Pengolahan
Industri Migas
Industri Tanpa Migas
4. Listrik, Gas dan Air Bersih
5. Bangunan
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran
7. Pengangkutan dan Komunikasi
Pengangkutan
Komunikasi
8. Keuangan, Persewaan dan Jasa
Perusahaan

2007
11113699
13411653
9801805
2087757
7714048
267073
4157657
7567159
2534185
1596752
937433
2197304

2008
11567788
13616652
10136764
2114175
8022589
281069
4412936
8086906
2886983
1703748
1183235
2386939

2009
11927064
13836934
10353290
2133649
8219641
295377
4737050
8340138
3284286
1832771
1451515
2550333

2010
12454564
14003781
10949279
2126168
8823111
314021
5151465
8916330
3700755
1978656
1722099
2738700

Potensi Investasi

11

Propinsi
SUMATERA SELATAN
9. Jasa-Jasa
Pemerintahan Umum
Swasta
PDRB Dengan Migas
PDRB Tanpa Migas

2012

4211579
4689418
5128472
5507104
2461461
2761434
2978488
3187245
1750118
1927964
2149984
2319859
56262114 58065455 60452944
63735999
42106149
44763105 47029273
50294815

D.2.Inflasi
Tabel D-2 Inflasi Kota Palembang 2008-2011
Bulan

Palembang
2009
2010
-0,28
0,61
0,37
0,28
-0,15
-0,31
-0,28
0,01
0,17
0,22
0,19
0,95
0,41
1,40
-0,14
0,07
1,29
1,01
0,15
-0,06
0,07
1,16
0,03
0,54

2008
0,91
0,35
1,83
2,38
1,56
3,41
1,32
0,79
1,05
-0,09
-0,40
0,19

Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

2011
0,82
-0,32
-0,77
-0,28
0,79
0,65
0,70
0,69
0,59
0,50
0,02
0,35

D.3.Upah Minimum Regional


Tabel D-3 UMP Provinsi Sumatera Selatan
Tahun
Sumatera Selatan

D.4.

2010
927,825,00

2011

2012

1048,440,00

Kenaikan

1,195,220,00

146,780

(%)
13%

Perkembangan Ekspor
Tabel D-4 Neraca Ekspor Provinsi Sumatera Selatan
Tabel Neraca Perdagangan Luar Negeri Sumatera Selatan 2006-2010 (000 US$)
Neraca
Tahun
Ekspor
Impor
Pertumbuhan (%)
Perdagangan
2.390.576,90
283.962,80
2.106.614,10
100.89
2006
2007

2.725.871,40

167.698,70

2.558.172,70

21,44

2008

3.471.835,90

225.741,30

3.246.094,60

26,89

2009

2.015.510,40

224.827,30

1.790.683,10

-44,84

2010

3.516.895,90

365.850,60

3.151.045,30

75,97

Sumber : Indikator Pembangunan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2012

Potensi Investasi

12

Propinsi
SUMATERA SELATAN

2012

E. POTENSI INVESTASI PROVINSI SUMATERA SELATAN


E.1. Sektor Perikanan Dan Kelautan
Hasil perikanan Sumatera Selatan baik laut maupun perairan umum dan darat mencapai
178.684,6 ton. Dari hasil ikan laut mencapai 35.484,40 ton terkonsentrasi di Ogan Komering Ilir
dan Banyuasin. Sementara hasil ikan darat, perairan umum, tambak, sawah, dan keramba
mencapai 143.199,60 ton, terpusat di Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan
Komering Ulur, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Ogan Komering Ulu Timur.
Produksi Perikanan Tangkap Tahun 2009 :

JENIS IKAN :

Ikan Manyung : 2.977 Ton, Ikan Sebelah : 579 Ton,


Ikan Selar : 878 Ton, Ikan Bawal Hitam : 1.473 Ton,
Ikan Bawal Putih : 856 Ton, Ikan kakap Putih : 842
Ton,Ikan Golok-golok : 1.435 Ton, ikan Japuh : 558
Ton,Ikan Teri : 2.136 Ton, Ikan Gerot Gerot : 1.578
Ton, Ikan Peperek : 1.373 Ton,
Ikan Kakap Merah : 1.001 Ton, Ikan Belanak : 647 Ton, ikan kuro/Senangin : 386 Ton, Ikan Gulamah :
511 Ton, Ikan Tongkol Krai : 866 Ton, Ikan Kembung : 688 Ton,
ikan Tenggiri : 969 Ton, Ikan Tenggiri Papan : 1.010 Ton, Ikan Layur : 445 Ton, Ikan Cucut Lanyam :
1.707 Ton, Ikan Pari Kembang : 1.857 Ton, Ikan Lainnya : 9.928 Ton
BINATANG KULIT KERAS :
Udang Dogol : 298 Ton, Udang Putih : 1.100 Ton, Udang Windu Jumbo : 749 Ton, Udang lainnya : 1.663 Ton,
Kepiting : 797 Ton

E.2. Sektor Pertanian dan Perkebunan


Provinsi Sumatera Selatan hingga saat ini
memiliki potensi bidang pertanian dan
perkebunan

dapat

dimanfaatkan

untuk

investor asing maupun pemilik modal swasta


nasional. Pengembangan lahan sawah yang
perlu dikelola di Sumsel sekarang ini
mencapai luas 752.150 hektare, lahan yang
perlu

dikembangkan

itu

dalam

Potensi Investasi

upaya

13

Propinsi
SUMATERA SELATAN

2012

mendukung program Sumsel lumbung pangan nasional. Selain lahan yang perlu dikembangkan
tersebut, juga telah tersedia lahan seluas 238.974 ha sementara ini tidak diusahakan dan
berpotensi untuk dikembangkan menjadi sawah baru. Sedangkan lahan yang baru digarap satu
kali tanam (IP 100) seluas 399.521 ha, dapat dikembangkan menjadi dua kali tanam (IP 200)
seluas 155.322 ha dengan dukungan kegiatan rehabilitasi sarana irigasi atau drainase,
pengembangan melalui alsintan (traktor tangan, pompa air), penggunaan benih unggul,
pemupukan dan penyuluhan serta pendampingan, katanya. Selanjutnya, luas panen dan
produksi tanaman pangan Sumsel tahun 2010, untuk padi sawah seluas 690.250 hektare, padi
ladang 77.228 ha, jagung 33.796 ha, kedelai 7.532 ha, ubi kayu 10.184 ha, ubi jalar 3.268 ha,
kacang tanah 4.632 ha dan kacang hijau 2.432 ha.
Potensi sektor perkebunan Sumsel hingga saat ini menjadi pemasok sekitar 28 persen dari total
produksi karet nasional. Produksi karet alam Sumsel untuk kebutuhan ekspor dunia mencapai
6,7 juta ton dengan peningkatan permintaan rata-rata 2,1 persen per tahun. Kabupaten Musi
Rawas merupakan wilayah yang mempunyai fungsi dan peran cukup strategis dalam konstelasi
provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi Sumatera
Selatan, kabupaten Musi Rawas termasuk dalam wilayah pengembangan wilayah bagian barat
yang difungsikan sebagai lumbung pangan, lumbung energi, pengembangan sektor perkebunan
dan sebagai daerah kawasan penyangga (buffer) Sumatera Selatan. Potensi sumber daya alam
bidang perkebunan dengan komoditas unggulannya adalah karet. Luas areal kebun karet
329,521,95 ha yang didominasi perkebunan karet rakyat dengan jumlah produksi sebesar
243.003,15 ton.
E.3. Sektor Peternakan.
Hasil ternak yang dominan di provinsi Sumatera Selatan antara lain Sapi, populasinya sekitar
450.300 ekor, Kerbau 86.777 ekor, Kambing 463.720 ekor, Domba 60.890 ekor, Babi 28.711 ekor,
Ayam Buras 11.875 ekor, dan Itik 1.843 ekor. Produksi Daging, Telur dan Susu, masing-masing
mencapai 44.825 ton, 46.683 ton, dan 239.000 liter. Semua terkonsentrasi di Kabupaten Ogan
Komering Ilir, Lahat, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Kota Palembang dan Lubuk
Linggau.
E.4. Sektor Pertambangan
A. Geothermal
Provinsi Sumatera Selatan memiliki sumber daya panas bumi sebanyak 1.911 MW atau sekitar
13,83 % dari potensi sumber daya panas di Pulau Sumatera atau 7,04 % dari potensi nasional.

Potensi Investasi

14

Propinsi
SUMATERA SELATAN

2012

Peluang investasi geothermal ini akan ditawarkan kepada calon investor yang berminat di
Rantau Dedap Muara Enim, setelah daerah tersebut di masukkan oleh Kementrian Energi
Sumber Daya Mineral sebagai Wilayah Kerja Pemanfaatan ( WKP ) tanggal 26 April 2010.
B. Batubara
Cadangan batubara di Sumatera Selatan 18,13 milyar
ton. Umumnya batubara di Sumatera Selatan berjenis
lignit dengan kandungan

kalori antara 4800 - 5400

cal/kg. Cadangan batubara tersebut baru dikelola oleh


PT Bukit Asam dan PT Bukit Kendi sebanyak 5, 06
millyar ton, sedangkan sisanya sebanyak 13, 07 milyar
ton belum dikelola.
C. Minyak Bumi
Cadangan minyak bumi di Sumatera Selatan tercatat sebanyak 704.518 MSTB atau sekitar 404
juta barel
D. Gas Alam
Cadangan gas alam di Kabupaten Musi Banyuasin, Lahat, Musi Rawas dan Ogan Komering Ilir
mencapai 7.238 BSCF. Produksi eksploitasi dalaam 4 tahun terakhir baru mencapai 2.247,124
MMSCF.

E.5.

Sektor Pariwisata

Obyek wisata yang juga Ikon dari Sumatera Selatan adalah Jembatan Ampera yang terdapat di
Palembang, ibukota provinsi Sumatera Selatan. Namun Wisatawan juga bisa mendatangi
tempat wisata lain yang terdapat di provinsi Sumsel seperti tempat obyek wisata liburan
menarik yang ada di Sumatera Selatan.
Air Terjun Temam Sumatera Selatan

Tempat Wisata Alam Air Terjun Temam Lubuk Linggau


Sumatera Selatan dengan ketinggian12 m dan lebar 25
m. Lokasinya dikelilingi batu-batuan alam serta
pepohonan yang hijau dengan kondisi lingkungan
alam yang masih alami. Objek wisata ini berlokasi 11
km ke arah selatan dari pusat Kota Lubuk Linggau,
Kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumatera Selatan.

Potensi Investasi

15

Propinsi
SUMATERA SELATAN

2012

Lubuk Linggau sendiri dapat ditempuh dengan 6.5 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor
dari Palembang. Sebagai alternatif lain, kota ini juga dapat dicapai melalui Bengkulu dan berjarak
sekitar 4 jam perjalanan dari Bengkulu. Air Terjun ini sendiri terletak 50 m dari jalan poros yang
menghubungkan antara Kelurahan Air Temam dan Kelurahan Rahma. Bagi wisatawan yang akan
berkunjung ke kawasan tersebut membutuhkan waktu 30 menit dari pusat Kota Lubuklinggau.
Air Terjun Bidadari Lahat Sumatera Selatan
Objek Wisata Air Terjun Bidadari terletak di Desa Karang
Dalam, Kec. Pulau Pinang, Lahat,Sumatera Selatan.Di sebut
Air Terjun Bidadari Konon di Air Terjun ini tempat biasa
Bidadari Mandi. Untuk menikmati Air Terjun ini tidaklah
susah, dari Kota Lahat berjarak 16 km atau 231 km dari
Palembang.Di sekitar lokasi Air Terjun Bidadari, ada 3 Air
Terjun lagi yaitu Air Terjun Bujang Gadis dengan ketinggian
sekitar 4 m, Air Terjun Sumbing dengan ketinggian sekitar 35 m dan Air Terjun Naga dengan
ketinggian sekitar 10 m yang dapat dinikmati dengan menyusuri aliran dari Air Terjun Bidadari
hingga ke bawah Air Terjun Naga.
Sungai Manna Sumatera Selatan
Sungai Manna di wilayah Kecamatan Tanjungsakti
Kabupaten Lahat, atau sekitar 40 km dari kota
Pagaralam, Sungai Manna yang membelah bagian
Selatan Provinsi Bengkulu ini bagian hulunya berada
di wilayah Sumatera Selata. Sungai ini memiliki
tingkat kesulitan bervariasi, keadaan sungai cukup
lebar di bagian awal, sedangkan sepanjang 15 Km
berikutnya terdapat jalur sungai yang sempit dan
arusnya

deras

bergemuruh,

sehingga

cukup

menantang bagi penggemar olah raga arung jeram. Jalur sungai sangat jeram yang berupa
patahan (hole) dengan dinding batuan padas di pinggiran sungai, serta keadaan arus di ujung
jeram yang membentuk cekungan dan arus memutar. Jeram Sungai Manna mempunyai kategori
kesulitan maksimal grade-IV. Keindahan alam yang berupa tebing-tebing di kiri-kanan sungai
menawarkan keindahan alam hutan hujan tropis yang sangat memukau. Lokasi start awal Jeram
Manna berada di wilayah Kecamatan Tanjungsakti Kabupaten Lahat, atau sekitar 40 Km dari
Kota Pagaralam.

Potensi Investasi

16

Propinsi
SUMATERA SELATAN

2012

Candi Bumi Ayu Sumatera Selatan


Objek Wisata Candi Bumi Ayu terletak di Desa Bumiayu
Kecamatan Tanah Abang. Candi ini merupakan satusatunya Kompleks Percandian di Sumatera Selatan,
sampai sekarang tidak kurang 9 buah Candi yang telah
ditemukan dan 4 diantaranya telah dipugar, yaitu Candi 1,
Candi 2, Candi 3 dan Candi 8. Percandian Bumiayu meliputi
lahan seluas 75,56 Ha, dengan batas terluar berupa 7
(tujuh) buah sungai parit yang sebagian sudah mengalami
pendangkalan.

Tanah

yang

sudah

dikuasai

oleh

Pemerintah Kabupaten Muara Enim seluas 6,50 Ha,


selebihnya 69,06 Ha masih dikuasai oleh masyarakat. Lahan ini terdiri dari pemukiman
masyarakat, kebun karet, kebun jeruk, tanah desa dan rawa-rawa. Sesuai dengan Studi Rencana
Induk Pelestarian Situs Bumiayu Sumatera Selatan tahun 1996/1997 yang dilakukan oleh
Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Secara bertahap
lahan tersebut akan dibebaskan, mengingat lahan tersebut merupakan Situs Purbakala. Candi
Bumi Ayu pada saat ini masih dalam proses pengkajian dan pemugaran, sehingga belum banyak
informasi yang dapat diketahui, sedangkan informasi tertulis dari Candi tersebut masih dalam
proses dipahami oleh Tim Pengkajian Peninggalan Purbakala Propinsi Sumatera Selatan.
Pulau Kemaro
Merupakan sebuah delta di sungai musi, sekitar 5 km sebelah hilir Jembatan Ampera. Di pulau ini
terdapat sebuah vihara. Dalam perayaan Cap Go Me ribuan masyarakat Cina termasuk yang
datang dari berbagai kota

bahkan dari luar negeri berkunjung ke pulau Kemaro untuk

melakukan sembahyang atau berziarah. Perayaan ini berlangsung 2 3 hari. Dari pulau Kemaro
dapat juga disaksikan kilang minyak PERTAMINA di Plaju dan Sungai Gerong serta pabrik pupuk
PT Pusri di samping berbagai kegiatan di sungai Musi.

F. KONDISI SOSIAL BUDAYA


Sumatera Selatan di kenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya karena wilayah ini di abad VII - XII
Masehi merupakan pusat kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Indonesia yakni Kerajaan
Sriwijaya. Pengaruhnya bahkan sampai ke Formosoa dan Cina di Asia serta Madagaskar di Afrika.

Potensi Investasi

17

Propinsi
SUMATERA SELATAN

2012

Di provinsi yang amat sangat terkenal dengan kain songket dan kain pelanginya ini terdapat 12
jenis bahasa daerah dan delapan suku, di antaranya dominan adalah Suku Palembang, Suku
Komering, Suku Ranau, dan Suku Semendo. Untuk menjaga keragaman ini tetap berada dalam
harmoni, pemerintah lokal membuat peraturan daerah yang bertujuan untuk mengelola
kebudayaan yang ada. Peraturan ini mencakup pemeliharaan bahasa, sastra serta aksara daerah,
pemeliharann kesenian, pengelolaan kepurbakalaan kesejarahan serta nilai tradisional dan
museum. Pariwisata Sumatera Selatan bahkan dalam koridor peraturan daerah ini, agar
pariwisata di sana tetap berbasis kebudayaan Sumatera Selatan di satu sisi dan bernilai ekonomi
tinggi di sisi yang lain.
Masyarakat Sumatera Selatan umumnya hidup rukun dan agamis. Selama periode 2004 - 2006,
misalnya, tidak terdapat catatan buruk tentang konflik antar kelompok atau antarsuku tertentu.
Kendati demikian, sebagai langkah preventif pemerintah harus berupaya menggalang
kerukunan diantara masyarakatnya dengan menghadirkan tokoh agama terkenal, dan lain
sebagainya. Di berbagai forum semacam itulah pemerintah menekankan pentingnya harmoni
dan stabilitas demi kelanjutan pembangunan.Agama di Sumatera Selatan meliputi 5 agama yaitu
: Islam, Khatolik, Kristen, Budha dan Hindu. Persentase pengikut agama Islam sebesar 95,16
persen, Budha 1,53 persen, Khatolik 1,29 persen, kristen 1,16 persen dan Hindu 0,86 persen.
Hubungan sosial terutama di dasarkan kepada semangat kebangsaan, walaupun dalam
kehidupan sehari-hari sangat dipengaruhi oleh adat istiadat, seperti dalam bercakap-cakap atau
cara bicara yang sopan. Pada umumnya penduduk Sumatera Selatan sangat hormat kepada
para tamu dan pengunjung yang berasal dari daerah lain. Gaya hidup mereka sangat dipengaruhi
oleh era modernisasi. Sebagian besar penduduk sangat terbuka dalam perilaku mereka
terutama dengan aspek positif serta menyambut baik reformasi dan inovasi terutama yang
berkaitan dengan konsep pembangunan.

Potensi Investasi

18

Kabupaten

OGAN KOMERING ULU

2012

A. Gambaran Wilayah
Kabupaten Ogan Komering Ulu merupakan satu dari 15 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera
Selatan, dengan luas wulayah 361.760 hektar. Ibu Kota kabupaten ini adalah Baturaja. Dengan UU No. 37
Tahun 2003, kabupaten ini dimekarkan menjadi tiga kabupaten, yaitu:
1. Kabupaten Ogan Komering Ulu (induk)
2. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
3. Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan
A.1 Letak Geografis
Secara geografis, Kabupaten Ogan Komering Ulu terletak antara 103 040 - 104033 Bujur Timur dan antara
3045 4055 Lintang Selatan. Batas-batas Kabupaten Ogan Komering Ulu adalah sebagai berikut:

Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Martapura dan Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten
Ogan Komering Ulu Timur.

Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Semendo dan Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten
Muara Enim.

Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Rambang Lubai, Kabupaten Muara Enim dan
Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir.

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Simpang dan Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten
Ogan Komering Ulu Selatan.

A.2 Topografi
Topografi terdiri dari dataran rendah berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan rata-rata tingginya 45
1.643 meter di atas permukaan laut. Puncak yang paling tinggi adalah Gunung Seminung (1.881 meter) yang
terletak di daerah Banding Agung. Bentuk wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu bervariasi dari datar
sampai bergunung-gunung atau dari 02 % hingga diatas 40 %, dengan rincian sebagai berikut: lereng 0-2 %
seluas 61.781 ha, lereng 2-15 % seluas 142.968 ha dan lereng 15-40 % seluas 71.564 ha.

Peluang Investasi Daerah

Kabupaten

OGAN KOMERING ULU

2012

A.3 Iklim dan Cuaca


Secara umum Kabupaten Ogan Komering Ulu beriklim tropis dan basah dengan temperatur bervariasi antara
22 31 [0C].Kabupaten Ogan Komering Ulu termasuk daerah yang bercurah hujan tinggi. Pada tahun 2010
curah hujan bervaruasi antara 174,5 mm sampai dengan 558 mm, dengan hari hujan terbanyak terjadi dibulan
Januari, Februari dan April yaitu sebanyak 15 hari hujan. Bulan Pebruari merupakan puncak dari musim
penghujan di tahun 2010, sedangkan hari hujan paling sedikit terjadi pada bulan Desember yang hanya terjadi
8 hari hujan pada bulan tersebut.
A.4 Pemerintahan
Kabupaten Ogan Komering Ulu dikepalai oleh seorang bupati.Bupati dalam melaksanakan tugasnya dibantu
oleh 3 (tiga) organisasi perangkat staf pemerintah daerah, yaitu Sektretaris Daerah (Sekda), Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Inspektorat.Bappeda disamping bertugas secara teknis
juga mengkoordinasi dan mengintegrasikan usaha penyusunan rencana dan program kerja.Inspektorat
merupakan unsur pengawasan dengan tugas pokok melakukan pengawasan umum atas jalannya roda
pemerintahan daerah sesuai dengan rencana dan peraturan yang berlaku.
Wilayah Ogan Komering Ulu meliputi areal seluas 3.617,60 km2. Kabupaten ini terdiri dari 12 kecamatan, yaitu:

Peluang Investasi Daerah

Kabupaten

2012

OGAN KOMERING ULU

Tabel A-1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu
Tahun 2010
No
Nama Kecamatan
Luas [km2]
No
Nama Kecamatan Luas [km2]
1.

Lengkiti

700,00

7.

Peninjauan

453,69

2.

Sosoh Buay Rayap

260,40

8.

Lubuk Batang

507,22

3.

Pengandonan

94,79

9.

Sinar Peninjauan

190,00

4.

Semidang Aji

467,53

10.

Baturaja Timur

148,87

5.

Ulu Ogan

236,00

11.

Lubuk Raja

126,00

6.

Muara Jaya

298,00

12.

Baturaja Barat

134,86

Sumber: Ogan Komering Ulu Dalam Angka 2010/2011

B. Potensi Wilayah
B.1 Perekonomian
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah seluruh nilai tambah yang dihasilkan oleh berbagai
sektor/lapangan usaha yang melakukan kegiatan usahanya di suatu daerah (region) tanpa memperhatikan
pemilikan atas sektor produksi.Secara agregatif PDRB menggambarkan kemampuan suatu daerah
menghasilkan pendapatan/balas jasa faktor-faktor yang ikut berproduksi di daerah tersebut. Berikut dibawah
ini tabel PDRB Kabupaten Ogan Komering Ulu yang dikelompokkan berdasarkan lapangan usaha (9 sektor
ekonomi) dari tahun 2006 hingga tahun 2010.

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Tabel B-1 Produk Domestik Bruto Kabupaten Ogan Komering Ulu


Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000
(dengan migas dalam Juta Rupiah), Tahun 2006 2010
Lapangan Usaha
2006
2007
2008*)
2009*)

2010**)

Pertanian
Pertambangan &
Penggalian
Industri
Listrik, Gas dan Air Minum

599.826
609.937

647.953
611.538

687.690
614.747

714.628
617.382

760.361
620.776

249.856
4.973

258.197
5.247

266.634
5.520

275.926
5.787

291.260
6.111

Bangunan/Konstruksi
Perdagangan, Hotel dan
Restoran
Angkutan dan
Komunikasi
Keuangan & Jasa
Persewaan
Jasa-jasa
PDRB

165.805
369.104

177.538
399.121

188.634
427.337

196.689
455.517

207.015
486.554

43.418

46.928

52.907

69.117

68.165

92.824

97.453

104.778

112.212

120.782

212.512
2.348.255

224.649
2.468.624

241.507
2.589.754

260.900
2.699.158

280.705
2.841.729

Sumber: Ogan Komering Ulu Dalam Angka 2010/2011

Peluang Investasi Daerah

Kabupaten

2012

OGAN KOMERING ULU

Rata-rata kenaikan PDRB atas dasar harga konstan setiap tahun pada periode 2006 2010 adalah 4,88%.
Listrik, gas dan air minum merupakan sektor penyumbang PDRB yang paling kecil, hal ini bisa menjadi indikasi
sedikitnya jaringan listrik, gas, dan air minum di Kabupaten Ogan Komering Ulu.
B.2 Kependudukan dan Tenaga Kerja
Salah satu modal dasar dalam pelaksanaan pembangunan adalah jumlah penduduk yang besar. Jumlah
penduduk yang besar tentu saja akan menjadi modal utama, bilamana dilengkapi dengan pendidikan dan
keterampilan yang memadai serta berada dalam usia produktif.Jumlah penduduk terbesar berada di
Kecamatan Baturaja Timur sebanyak 90.557 jiwa dan penduduk paling sedikit berada di Kecamatan Ulu
Ogan sebanyak 8.705 jiwa. Dilihat dari keadaan masing-masing kecamatan, maka Kecamatan Baturaja Timur
merupakan yang terpadat yaitu sebesar 608 jiwa per km2, diikuti Kecamatan Baturaja Barat, dan Lubuk Raja
yakni masing-masing sebesar 238 dan 218 jiwa per km2. Sedangkan kepadatan penduduk terkecil adalah
Kecamatan Muara Jaya sebesar 22 jiwa per km2.

Tabel B-2 Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Kabupaten Ogan Komering Ulu
Berdasarkan Kecamatan, Tahun 2010
Jumlah
No

Kecamatan

Desa

Penduduk
[Jiwa]

Rumah
Tangga

Kepadatan
[Jiwa/km2]

Sex
Ratio

Lengkiti

21

25.369

6.089

36

109,18

Sosoh Buay Rayap

11

11.871

2.910

46

109,92

Pengandonan

12

9.071

2.178

96

102,66

Semidang Aji

21

24.719

5.438

53

106,03

Ulu Ogan

8.705

1.886

37

109,81

Muara Jaya

6.617

1.325

22

109,13

Peninjauan

24

39.861

9.656

88

106,67

Lubuk Batang

15

27.107

6.700

53

106,67

Sinar Peninjauan

20.602

5.440

108

107,68

10

Baturaja Timur

90.557

22.449

608

101,32

11

Lubuk Raja

27.498

7.293

218

106,60

12

Baturaja Barat

32.068

7.604

238

103,17

140

324.045

78.968

90

105,13

Ogan Komering Ulu

Sumber: Ogan Komering Ulu Dalam Angka 2010/2011

Peluang Investasi Daerah

Kabupaten

2012

OGAN KOMERING ULU

Rasio jenis kelamin (sex ratio) adalah perbandingan penduduk perempuan dan laki-laki. Pada tahun 2010 sex
ratio sebesar 105,13. Jika dilihat sex ratio per kecamatan, sex ratio tertinggi terdapat di Kecamatan Ulu Ogan
yaitu sebesar 109,81 dan terendah di Kecamatan Baturaja Timur sebesar 101,32.
Penduduk usia kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun keatas, mereka terdiri dari angkatan kerja dan
bukan angkatan kerja. Perbandingan penduduk yang tergolong angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja
dikenal dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), dimana pada tahun 2010 sebesar 65,64%.
Berdasarkan Lapangan pekerjaan dari 228.242 orang yang bekerja, 38,11% bekerja di sektor pertanian,20,05%
bekerja di sektor jasadan 3,89% di sektor industri.

Tabel B-3 Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut Jenis Kegiatan


di Kabupaten Ogan Komering Ulu, 2010
No

II

Pendidikan yang Ditamatkan

Jenis Kegiatan

SLTP

Angkatan Kerja

SD ke
Bawah
69.043

Jumlah

29.662

SLTA ke
Atas
51.104

Bekerja

66.576

29.005

46.044

14.1625

Menganggur

2.467

657

5.060

8.184

Bukan Angkatan Kerja


(Sekolah, Mengurus Rumah Tangga dan lainnya)

33.514

28.777

16.142

78.433

Jumlah

102.557

58439

67.246

228.242

67,32
3,57

50,76
2,21

76,11
9,90

65,64
5,46

Tingkat PartisipasiAngkatan Kerja


Tingkat Pengangguran
Sumber: Ogan Komering Ulu Dalam Angka 2010/2011

149.809

B.3 Upah Minimum Kabupaten


Upah Minimum Kabupaten (UMP) Ogan Komering Ulu pada tahun 2007 berjumlah Rp.662.000, pada tahun
2008 berjumlah Rp.743.000, tahun 2009 berjumlah Rp.824.000, tahun 2010 berjumlah Rp.927.825 dan pada
tahun 2011 berjumlah Rp.1.048.440.
Maka bisa dikatakan, tiap tahun upah minimum kabupaten Ogan Komering Ulu, Propinsi Sumatera Selatan
selalu mengalami kenaikkan.

Peluang Investasi Daerah

Kabupaten

OGAN KOMERING ULU

2012

Tabel B-4 Upah Minimum Kabupaten Ogan Komering Ulu


Tahun 2007

Tahun 2008

Tahun 2009

Tahun 2010

Tahun 2011

Rp 662.000

Rp 743.000

Rp 824.750

Rp 927.825

Rp 1.048.440

B.4 Prasarana wilayah


Kelistrikan
Faktor pendukung keberhasilan investasi banyak ditentukan oleh adanya energi listrik, karena keberadaan
listrik dapat mengubah suatu daerah menjadi strategis bagi pengembangan industri.
Sektor Ketenagalistrikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap
Muara Enim, untuk memudahkan pelayanan kepada konsumen Perusahaan Listrik Negara di daerah ini dibagi
dalam 2 (dua) ranting, yakni ranting yang ada di Kota Baturaja yang melayani hampir 70% daerah Kabupaten
Ogan Komering Ulu dan selebihnya dilayani Ranting Martapura ( 34 Km dari Kota Baturaja). Listrik yang
diproduksi oleh PLN Ranting Baturaja pada tahun 2010 sebesar 312.765.640 kWh, sedangkan listrik yang dijual
sebesar 204.131.152 kWh. Sementara itu jumlah konsumen listrik PLN Ranting Baturaja sampai dengan tahun
2010 sudah mencapai 5.707 pelanggan. Konsumen terbesar berada di Kecamatan Baturaja Timur sebanyak
18.284 pelanggan.

Tabel B-5 Pelanggan Pemakai Listrik Menurut Jenis Tarif di Kabupaten


Ogan Komering Ulu, Tahun 2006 - 2010
No

Uraian

Tahun

Satuan
2008

2009

2010

Aliran Listrik
Produksi
Dibeli
Dijual

kWh
kWh
kWh

263.658.397
--174.255.766

285.543.437
--183.255.170

312.765.640
--204.131.152

II

Pembangkit Tenaga

kW

---

---

---

III

Kapasitas

KVA

---

---

---

IV

Panjang Jaringan
Tenaga Menengah
2.Tenaga Rendah

m
m

406.883
339.884

406.883
339.884

406.883
339.884

Jumlah Travo

Buah

295

302

317

VI

Jumlah Konsumen

Pelanggan 44.985

46.604

50.707

Sumber: Ogan Komering Ulu Dalam Angka 2010/2011

Peluang Investasi Daerah

Kabupaten

OGAN KOMERING ULU

2012

Air bersih
Air yang diproduksi oleh PDAM Kabupaten Ogan Komering Ulu pada tahun 2010 sebanyak 4.730.060 m3 dan
air yang disalurkan sebanyak 4.581.848 m3. Sementara itu jumlah konsumen PDAM Kabupaten Ogan
Komering Ulu sampai dengan Desember 2010 sebanyak 9.788 pelanggan yang terdiri dari 9.450 rumah
tangga, 51 perusahaan/hotel/penginapan dan 287 tempat ibadah/sosial lainnya.
Jalan raya
Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan luas 361.760 Hektar merupakan kawasan yang tidak berbatasan
langsung dengan laut, sehingga alat angkut dan sarana perhubungan utama yang ada di daerah ini adalah
sarana perhubungan darat, baik berupa kendaran roda dua, roda empat atau lebih maupun kereta api. Secara
geografis Kabupaten Ogan Komering Ulu cukup diuntungkan karena daerah ini dilalui oleh jalan lintas tengah
sumatera, akibatnya mobilitas penduduk, barang dan jasa dari dan ke Kabupaten Ogan Komering Ulu cukup
tinggi sepanjang tahun.
Dengan tingginya mobilitas penduduk,barang dan jasa tersebut mengakibatkantumbuhnya sektor-sektor
ekonomi pendukung, yang tentu saja dapat menyerap tenaga kerja. Untuk itu, agar proses dan keterkaitan
ekonomi tersebut dapat terus tumbuh maka pemeliharaan jalan dan jembatan serta penambahan ruas jalan
harus dilakukan dengan lebih baik lagi. Pada tahun 2010 jalan darat di Kabupaten Ogan Komering Ulu yang
telah diaspal sepanjang 413.066 km, jalan kerikil sepanjang 100.950 km, dan jalan yang masih tanah sepanjang
98.650 km.
Pos dan Telekomunikasi
Banyak surat yang dikirim dari suatu wilayah ke wilayah lain dapat menunjukkan tingkat hubungan
masyarakat suatu daerah. Selama tahun 2010 banyaknya surat terdaftar yang dikirim melalui Kantor Pos dan
Giro dalam wilayah Ogan Komering Ulu yaitu, surat biasa sebanyak 5.952 surat, dan yang diterima sebanyak
45.639 surat. Selain itu pada tahun 2010 terdapat 2.722 surat kilat dikirim, dan 25.902 surat kilat diterima yang
tercatat di kantor Pos Baturaja.
Saat ini alternatif media komunikasi yang semakin banyak dimanfaatkan oleh masyarakat antara lain pesawat
telepon, faximile, e-mail, dan lain-lain. Selain itu, dengan semakin maraknya penggunaan telephon genggam
(HP), maka banyak dari masyarakat lebih memilih menggunakan fasilitas SMS (Short Message Service) sebagai
pengganti surat, hal ini tentu saja berdampak pada penurunan jumlah surat yang dikirim melalui Kantor Pos,
dan Giro di Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Sementara itu, jumlah satuan sambungan telepon (SST) yang telah terpasang di Kabupaten Ogan Komering
Ulu sampai dengan desember 2010 adalah 1.149 SST untuk bisnis, 4.822 SST untuk rumah tangga, dan 15 SST
untuk sosial. Sementara warung telekomunikasi (Wartelkom) yang beroperasi dalam wilayah Kantor UPP
Baturaja pada bulan Desember 2010 berjumlah 2 dengan banyaknya sambungan 6 SST.

Peluang Investasi Daerah

Kabupaten

OGAN KOMERING ULU

2012

Rencana pola ruang wilayah Kabupaten Sumbawa menurut draft Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2012 2032 adalah sebagai berikut:
B.5 Kawasan lindung
Kawasan lindung yang dimaksud adalah kawasan hutan lindung, kawasan perlindungan setempat, kawasan
suaka alam, pelestarian alam, dan cagar budaya serta kawasan rawan bencana alam. Pada tabel berikut
dijelaskan lebih detail mengenai kawasan peruntukan dan lokasinya di Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Tabel B-6 Kawasan Lindung Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2012 - 2032
No

Kawasan Lindung

Lokasi

1.

Hutan Lindung

2.

Kawasan Perlindungan Setempat

Kecamatan Ulu Ogan, Muara


Jaya, Lengkiti (Bukit Nanti)

Sempadan sungai

Sepanjang Sungai Ogan dan


sistim anak-anak sungai
lainnya (ada sekitar 61 anak
sungai)

Sempadan
danau/waduk

Mata air/danau kecil lainnya

Sekitar mata air

Mata air/danau kecil lainnya

Ruang terbuka
hijau kota (RTHK)
3.

Luas
Keterangan
[ha]
55.698 Kemiringan lereng >40% atau berada
pada ketinggian 2000 m dpl atau jenis
tanah bersolum dangkal
39.246

233

Ibukota Kabupaten, Ibukota


Kecamatan, Kawasan
Perkotaan, Kawasan Industri
Kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya
Suaka alam dan
marga satwa

Cagar budaya dan


ilmu pengetahuan

Hutan Suaka, Gua Lubuk


Hidung, Gua Tanjung Baru,
Gua Putri, Gua Salabe, Batu
Kabayan, Air Terjun Kambas,
Air Terjun Tembulan, Air
Kapayang,
Air
Panas
Gemuhak
Bendali Rantau Kumpai
(agrowisata), Bendali Mitra
Ogan (Agrowisata)
Ogan, Lengkiti

Sekurang-kurangnya 100 meter di kiri


kanan sungai besar dan 50 meter di kiri
kanan anak sungai yang berada di luar
pemukiman. Untuk sungai di kawasan
pemukiman berupa sempadan sungai
yang
diperkirakan
cukup
untuk
dibangun jalan inspeksi (10 15 meter)
Sama dengan kriteria sempadan sungai,
100 m untuk danau besar, 50 m untuk
danau kecil, dan 10 15 m di kawasan
pemukiman
Radius 200 m dari sumber mata air
30 % dari luas wilayah kota

Kawasan yang merupakan lokasi bangunan hasil budaya manusia yang


bernilai tinggi maupun bentukan
geologi alami yang khas
3 suku asli Kabupaten Ogan

Peluang Investasi Daerah

Kabupaten

2012

OGAN KOMERING ULU

No

Kawasan Lindung
Taman wisata
alam

5.

Luas
[ha]

Lokasi
Bukit Lesung Bintang

Keterangan
Kawasan pelestarian alam
terutama
dimanfaatkan
pariwisata dan rekreasi alam.

yang
untuk

Kawasan Rawan Bencana Alam


Tanah longsor

Banjir

Bencana gempa

Cagar alam
geologi

Kecamatan Ulu Ogan,


Kecamatan Pengandonan,
Kecamatan Muara Jaya,
Kecamatan Lengkiti,
Kecamatan Sosoh Buay
Rayap, Sepanjang Sungai
Ogan dan anak-anak sungai
Sepanjang Sungai Ogan dan
anak anak sungai Kecamatan
Baturaja Barat, Kecamatan
Baturaja Timur, Semidang Aji,
Sinar Peninjauan, Peninjauan
dan Lubuk Batang
Kecamatan Ulu Ogan,
Kecamatan Lengkiti,
Pengandonan dan Sosoh
Buay Rayap

kemiringan 30-40 %, daerah aliran


sungai (tebing/gigirsungai)

dataran rendah (kemiringan 0-3 %)

Pengaruh gempa vulkanik disekitar


Pengunungan Bukit Barisan

Berada di kecamatan
Baturaja Barat, Sosoh Buay
Rayap, Lengkiti dan
Kecamatan Semidang Aji

Sumber: Draft Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2012 - 2032
B.6

Kawasan budidaya

Kawasan budidaya yang dimaksud adalah kawasan yang digunakan sebagai tempat kegiatan untuk
melakukan/memenuhi suatu kegiatan ekonomi. Pada tabel berikut dijelaskan lebih detail mengenai kawasan
peruntukan dan lokasinya di Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Tabel B-7 Kawasan Budidaya Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2012 - 2032
No

Kawasan Peruntukan

Lokasi

1.

Pertanian tanaman pangan

Luas [ha]

lahan basah

Kec. Peninjauan dan Sinar


Peninjauan

7.296

lahan kering

Kec. Peninjauan, Kec. Lubuk Batang,


Kec. Lubuk Raja, Kec. Sinar
Peninjauan, Kec. Lengkiti, Kec.
Semidang Aji, Kec. Pengandonan dan
Kec. Sosoh Buay Rayap

12.789

Keterangan

Peluang Investasi Daerah

Kabupaten

2012

OGAN KOMERING ULU


No

Kawasan Peruntukan

2.

Hortikultura

3.

Perkebunan

4.

5.

6.
7.

Hutan Produksi

Kec. Peninjauan, Kec. Lubuk Batang,


Kec. Baturaja Barat, Kec. Baturaja
Timur, Kec. Sosoh Buay Rayap, Kec.
Muara Jaya, Kec. Lengkiti, Kec.
Semidang Aji, dan Kec. Pengandonan
Kec. Peninjauan, Lubuk Batang,
Muara Jaya, Pengandonan,
Semidang Aji, Sosoh Buay Rayap,
Lengkiti, Baturaja Barat, dan Kec.
Baturaja Timur (sawit & karet)
Kec. Lubuk Raja, Kec. Peninjauan
Kec. Sinar Peninjauan, Baturaja
Timur, Baturaja Barat, Lubuk Batang,
Sosoh Buay Rayap, Samidang Aji, Ulu
Ogan, dan Lengkiti (karet & sawit);
Kec. Ulu Ogan, Lengkiti, Muara Jaya,
Pengandonan, Sososh Buay Rayap,
dan Semdiang Aji (kopi & lada)
Hutan Produksi (HP) di Kec. Lubuk
Batang, Lubuk Raja, Samidang Aji.
Hutan Produksi Terbatas (HPT) di
Kec. Samidang Aji, Muara Jaya, Ulu
Ogan, Sosoh Buay Rayap, dan
Lengkiti

Luas [ha]

Keterangan

15.832

52.334

Perkebunan swasta

191.379

Perkebunan rakyat

37.873
32.630

Peternakan
Sapi, kerbau,
kambing & domba
Unggas

Kecamatan Peninjauan, dan Sinar


Peninjauan
seluruh kecamatan di Kabupaten
Ogan Komering Ulu
Budidaya Perikanan
Alur sungai Ogan
Pertambangan dan Energi
Batu kapur, pasir
Kec. Baturaja Barat, Kec. Semidang
kuarsa, galian pasir
Aji, Kec. Baturaja Timur, Kec.
Pengandonan, Kec. Muara Jaya, Kec.
Lubuk Batang, Kec. Ulu Ogan, Kec.
Sososh Buay Rayap, Kec. Lengkiti,
dan Kec. Peninjauan
Batu mulia
Kec. Lengkiti, dan Kec. Sosoh Buay
Rayap, dan Segera Kembang
Batubara
Minyak dan gas

8.

Lokasi

Panas bumi
Industri

Kec. Baturaja, Kec. Angandonan,


Kec. Paninjauan
Kec. Paninjauan, Kec. Lubuk Batang,
Kec. Semidang Aji, Kec. Sinar
Peninjauan
Kecamatan Ulu Ogan
Kecamatan Baturaja Barat

330
138.076

Air tawar

jenis batuan rijang,


obsidian, kristal
kuarsa

800

Industri besar, dan


sedang untuk

Peluang Investasi Daerah

10

Kabupaten

2012

OGAN KOMERING ULU


No

Kawasan Peruntukan

Lokasi

Luas [ha]

Keterangan
pengolahan hasil
pertanian

9.

Pariwisata
Wisata alam

Wisata budaya

Wisata agro

10.

Permukiman
Perdesaan

Perkotaan

11.

Obyek Militer
Baturaja (OMIBA)

Desa Padang Bindu Kecamatan


Samidang Aji
Desa Ulak Lebar Kecamatan Ulu
Ogan
Desa Gunung Tiga Kecamatan Ulu
Ogan
Ogan (sekitar sungai Ogan),
Komering (sekitar sungai Komering),
dan daya (sekitar daerah Lengkiti)
Bendali di Rantau Kumpai Kec. Sosoh
Buay Rayap, dan Bendali Mitra Ogan
di Kec. Lubuk Batang

Gua Putri
Air Terjun Kambas
Air Panas Gemuhak

8.207
Kawasan peruntukan permukiman
perdesaan dikembangkan mengikuti
pola pengembangan kawasan
permukiman dengan dominasi mata
pencaharian pada pertanian
(pertanian lahan basah, lahan kering,
hortikultura, dan perkebunan rakyat)
perkotaan Baturaja, Peninjauan,
Pengandonan, Batumarta II, Tanjung
Lengkayap, Ulak Pandan, Lubuk
Batang Baru, Penyandingan,
Mendingin, Muara Saeh, dan Karya
Mukti
Kecamatan Sosoh Buay Rayap, dan
Kecamatan Lengkiti, dan sebagian
wilayah Kecamatan Baturaja Barat,
dan Baturaja Timur

24.859

Pertahanan, dan
Keamanan (Latihan
dan Pendidikan).
Jauh dari
permukiman
Sumber: Draft Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2012 - 2032

Peluang Investasi Daerah

11

Kabupaten

OGAN KOMERING ULU

2012

Gambar B-1 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten Ogan Komering UluTahun 2012 2032

Sumber: Draft Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun, 2012 - 2032

C. Peluang Investasi
Peluang investasi energi terbarukan di Kabupaten Ogan Komering Ulu adalah pembangkit listrik
tenaga panas bumi (PLTPB) dan pembangkit listrik tenaga air skala mikro (PLTMH).Kedua
potensi energi tersebut berada di kecamatan yang sama yaitu Kecamatan Ogan Ulu. PLTPB
berada di Bukit Jambul Asahan, sedangkan potensi PLTMH adalah air terjun Kambas di Desa Ulak
Lebar.Menurut Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, potensi panas bumi Bukit
Jambul Asahan adalah sebesar 5 MWe, sedangkan potensi air terjun Kambas adalah sebesar
4,083 MW.

Peluang Investasi Daerah

12

Kabupaten

OGAN KOMERING ULU

2012

C.1. Profil Peluang Investasi Pembangkit Listrik Menggunakan Energi Terbarukan


Beberapa Profil investasi pembangkit listrik tenaga panas bumi, dan tenaga air yang menjadi
informasi penting bagi calon investor adalah sebagai berikut:
a. Tahapan pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi
Tahapan pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi menurut Undang-undang No.
27 Tahun 2003 adalah sebagai berikut:

Survei pendahuluan

Eksplorasi

Studi kelayakan

Eksploitasi

pemanfaatan

Dari semua kegiatan di atas, pemerintah mempunyai kewajiban untuk melakukan survei
pendahuluan dan dapat melakukan eksplorasi, sedangkan kegiatan lainnya sepenuhnya
dilakukan oleh badan usaha.Ijin eksplorasi untuk badan usaha adalah 3 tahun. Ijin tersebut
dapat diperpanjang maksimum dua kali, dengan masa perpanjangan masing-masing satu
tahun.Waktu maksimum yang diberikan pemerintah untuk melakukan uji kelayakan adalah 2
tahun. Ijin studi kelayakan hingga pemanfaatan energi panas bumi diberikan selama 30
tahun.

Gambar C-1 Kegiatan Operasional Panas Bumi

Sumber: M&E, Vol. 6 No. 4, Desember 2008


b. Harga jual listrik tenaga panas bumi1

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 32 Tahun 2009
Peluang Investasi Daerah

13

Kabupaten

OGAN KOMERING ULU

2012

Dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik di dalam wilayah usahanya dan penggunaan
energi ramah lingkungan, PT. PLN (Persero) ditugaskan untuk membeli tenaga listrik dari
pembangkit listrik panas bumi. Pembelian tersebut dilaksanakan sesuai dengan Rencana
Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT. PLN (Persero). Daya listrik tenaga panas bumi dibeli oleh
PT. PLN (Persero) dengan harga patokan tertinggi sebesar 9,70 sen USD/kWh.
c. Harga jual listrik tenaga air2
PT. PLN (Persero) wajib membeli tenaga listrik dari pembangkit tenaga listrik yang
menggunakan energi terbarukan skala keeil dan menengah dengan kapasitas sampai dengan
10 MW atau kelebihan tenaga listrik (excess power) dari badan usaha milik negara, badan
usaha milik daerah, badan usaha swasta, koperasi, dan swadaya masyarakat guna
memperkuat sistem penyediaan tenaga listrik setempat.
Penetapan harga pembelian listrik oleh PT. PLN adalah sebagai berikut:

Rp. 656/kWh x F, jika terinterkoneksi pada Tegangan Menengah;

Rp. 1.004/kWh x F, jika terinterkoneksi pada Tegangan Rendah.

Dimana F merupakan faktor insentif sesuai dengan lokasi pembelian tenaga listrik oleh PT
PLN (Persero).Untuk wilayah Sumatera ditetapkan F = 1,2sehingga tenaga listrik yang
dihasilkan oleh air terjun Kambas dapat dijual kepada PLN dengan harga:

Rp 656/kWh x 1,2 = Rp 787,2/kWh jika terkoneksi pada tegangan menengah, dan

Rp 1.004/kWh x 1,2 = Rp 1.204,8/kWh jika terkoneksi pada tegangan rendah.

d. Kondisi lahan investasi pembangkit listrik tenaga air terjun Kambas


Secara spesifik air terjun Kambas di Desa Ulak Lebar, Kecamatan Uluogan, Kabupaten OKU,
terdiri dari tiga level.Masing-masing level memiliki ketinggian berbeda. Level satu air terjun
dengan ketinggian sekitar 40 meter, level kedua sekitar 12 meter, dan level ketiga ketinggian
sekitar 8 meter. Level ketiga air terjun kambas inilah yang dapat dimanfaatkan untuk
kebutuhan masyarakat yang dialirkan melalui pipa. Jarak Desa Ulak Lebar berkisar 1 kilometer
dari air terjun Kambas.
Air terjun Kambas dikelilingi oleh perbukitan dan hutan serta terdapat bebatuan besar yang
tak rata. Sedangkan air yang mengalir dari air Terjun Kambas ini menuju sungai Ogan. Lokasi
air terjun Kambas berada dalam kawasan hutan lindung dan tidak terdapat pemukiman

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 4 Tahun 2012
Peluang Investasi Daerah

14

Kabupaten

OGAN KOMERING ULU

2012

penduduk, memiliki ketinggian 425 meter di atas permukaan laut dengan koordinat
04006.765 S dan 103044.785 E.
e. Investasi dibidang pembangkit listrik tenaga panas bumi, dan pembangkit listrik tenaga air
bukan merupakan daftar negatif investasi menurut Peraturan Presiden No. 36 Tahun 2010
tentang Daftar Bidang Usaha yang Terbuka Dengan Persyaratan dibidang Penanaman Modal.
C.2. Peluang Pasar
Pada tahun 2011 rasio elektrifikasi diKabupaten Ogan Komering Ulu adalah 86%, yang berarti 14%
desa di kabupaten tersebut belum teraliri listrik PLN. Desa-desa tersebut merupakan peluang
pasar bagi investor pembangkit listrik. Pada tabel berikut merupakan keterangan desa yang
belum mendapatkan aliran listrik.
Tabel C-1 Desa Yang Belum Mendapatkan Listrik di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Tahun 2012
No

Desa

Kecamatan

Jumlah Kepala Keluarga

Merbau

Lubuk Batang

400

Panai Makmur

Sumidang Aji

300

Total

700

Sumber: berbagai sumber


Sedangkan pangsa pasar yang berada di sekitar Kabupaten Ogan Komering Ulu adalah desa-desa
yang berada pada kabupaten-kabupaten di sekitar kabupaten Ogan Komering Ulu, yaitu:
Tabel C-2 Jumlah Desa yang Belum Terjangkau Jaringan Listrik PLN
di Sekitar Kabupaten Ogan Komering Ulu Hingga Tahun 2011
No

Kabupaten

Jumlah Desa

Ogan Komering Ulu Selatan

105

Ogan Ilir

78

Musi Rawas

68

Ogan Komering Ulu Timur

39

Ogan Komering Ilir

38

Banyuasin

123
Total

451

Sumber: Antara News.com


Peluang Investasi Daerah

15

Kabupaten

OGAN KOMERING ULU

2012

Jika diasumsikan jumlah kepala keluarga setiap desa adalah 300, dan setiap keluarga
membutuhkan daya terpasang minimal 500 W, maka peluang pasar bagi investor adalah 68 MW,
dengan rincian sebagai berikut:
Peluang pasar di Kabupaten Ogan Komering Ulu:
(300 KK + 400 KK) x 500 W = 350.000 W = 0,35 MW
Peluang pasar di kabupaten sekitar Kabupaten Ogan Komering Ulu
451 desa x 300 KK x 500 W = 67.650.000 = 67,65 MW

C.3. Ketersediaan Lahan


Pembangkit listrik tenaga panas bumi
Menurut UU No 27 tahun 2003, luas wilayah kerja untuk eksplorasi yang dapat diberikan untuk
satu IUP Panas Bumi tidak boleh melebihi 200.000 (dua ratus ribu) hektar. Pembangkit panas
bumi hanya membutuhkan lahan seluas 3,5 km2 per Giga Watt3. Sehingga luas wilayah yang
dibutuhkan untuk mengembangkan pembangkit sebesar 5 MWe adalah 0,005 GW x 3,5 km2/GW =
0,0175 km2 (1,75 ha). Kebutuhan lahan dengan luas kurang dari seperlima kilometer persegi
tersebut, dengan posisi di sekitar mata air panas, masih tersedia dan dapat dikuasai oleh investor
pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Pembangkit listrik tenaga air (mikro hidro)
Kebutuhan lahan untuk PLTA bergantung pada besarnya debit air, dan potensi maksimum daya
listrik yang akan dibangkitkan. Wilayah disekitar air terjun dengan radius 1 kilometer, dan tidak
terdapat pemukiman sehingga ketersediaan lahan memungkinkan untuk pembuatan bendungan.

C.4. Besaran Investasi


Pembangkit listrik tenaga panas bumi
Berdasarkan data yang didapat, besaran nilai investasi pembangkit listrik tenaga panas bumi
pada tahun 2008 adalah sebesar USD 2,770 untuk setiap KiloWatt daya yang akan dihasilkan.
Rincian biaya investasi tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

www.indoenergo.com/2012/04/keunggulan-dan-kelemahan-energi_5643.html
Peluang Investasi Daerah

16

Kabupaten

OGAN KOMERING ULU

2012

Tabel C-3 Biaya yang Dibutuhkan Dalam Industri Panas Bumi


Biaya Investasi
A.

Biaya Eksplorasi

B.

Biaya Pengembangan Lapangan

Satuan
[USD/kW]
150,00
2.620,00

Perizinan

20.00

Pemboran sumur produksi

750.00

Sistem pengelolaan uap

250.00

Pembangkit listrik dan konstruksi

1,500.00

Transmisi

100.00

Total keseluruhan (A + B)

2.770,00

Biaya Operasi dan Pemeliharaan


C.

Biaya operasi dan pemeliharaan

US 2.2/kWh

Sumber: M&E, Vol. 6 No. 4, Desember 2008


Jika seluruh potensi panas Bukit JambulAsahan di eksploitasi untuk mengantisipasi pertumbuhan
kebutuhan listrik setiap tahun, maka investasi yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit
listrik tenaga panas bumi tersebut adalah 2,770 [USD/kW] x 5,000 [kWe] = USD13,850,000 dengan
biaya tambahan untuk operasi, dan pemelihaaran sebesar 0.022 [USD/kWh] x 5,000 [kWe] = 110
[USD/hour].
Pembangkit listrik mikro hidro
Pada tahun 2006 Pemerintah Kabupaten Ogan Komiring Ulu telah menghitung biaya
pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk memanfaatkan potensi air terjun
Kambas adalah sebesar 1,5 miliar Rupiah. Berikut tabel rincian biaya/besaran investasi yang
dibutuhkan.

Tabel C-4 Biaya yang Dibutuhkan untuk Pembangunan PLTA Air Terjun Kambas Tahun 2006
Deskripsi

No
1.

Biaya Investasi
[Rp]

Pekerjaan Langsung
Persiapan

50.000.000
Peluang Investasi Daerah

17

Kabupaten

OGAN KOMERING ULU


Deskripsi

No

Pekerjaan sipil
Elektro-Mekanikal
Distribusi
Sambungan pelanggan
Lain-lain
2.

3.

2012

Biaya Investasi
[Rp]
400.000.000
100.000.000
450.000.000
100.000.000
110.000.000

Pekerjaan Tidak Langsung


Desain

15.000.000

Supervisi
Manajemen

60.000.000
75.000.000

Pajak

140.000.000

Total
1.500.000.000
Sumber: Sriwijaya Post Mobile, 20 Februari 2012.

C.5. Ketentuan Investasi di Provinsi, Hukum, dan Peraturan Terkait


Beberapa hukum dan peraturan yang terkait dengan investasi Pembangkit Listrik Tenaga panas
bumi adalah:
1.

Undang-undang No. 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi.


Beberapa hal yang diatur oleh Undang-undang ini antara lain penguasaan pertambangan
panas bumi; kewenangan pengelolaan pertambangan panas bumi; wilayah kerja kegiatan
oprasional, dan pengusahaan; perizinan, dan hak, dan kewajiban pemegang izin usaha
pertambangan panas bumi.

2. Undang-undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.


Beberapa hal yang diatur pada Undang-undang ini antara lain kebijakan dasar penanaman
modal; bentuk badan usaha, dan kedudukan; perlakuan terhadap penanaman modal;
ketenagakerjaan; bidang usaha; hak, kewajiban, dan tanggung jawab penanam modal;
fasilitas penanaman modal; penyelenggaraan urusan penanaman modal; kawasan ekonomi
khusus; dan ketentuan peralihan.
3. Undang-undang No. 30 Tahun 2007 tentang Energi.

Peluang Investasi Daerah

18

Kabupaten

OGAN KOMERING ULU

2012

Beberapa hal yang diatur pada Undang-undang ini antara lain kebijakan energi, dan dewan
energi nasional; pengelolaan energi; kewenangan pemerintah, dan pemerintah daerah serta
ketentuan peralihan.
4. Undang-undang No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.
Beberapa hal yang diatur pada undang-undang ini antara lain rencana umum
ketenagalistrikan, usaha ketenagalistrikan, perizinan, penggunaaan tanah, harga jual, sewa
jaringan, dan tarif tenaga listrik.
5. Peraturan Pemerintah N.o 59 Tahun 2007 tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi.
Beberapa hal yang diatur pada peraturan ini antara lain tahapan kegiatan usaha panas bumi;
lelang wilayah kerja, Izin Usaha Pertambangan panas bumi (IUP), hak dan kewajiban
pemegang IUP, data panas bumi, dan ketentuan peralihan.
6. Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi.
Beberapa hal yang diatur pada peraturan ini antara lain tanggung jawab pemerintah,
pemerintah daerah, pengusaha, dan masyarakat, pelaksanaan konservasi energi,
kemudahan, insentif dan disinsentif.
7. Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kawasan Hutan.
Beberapa hal yang diatur pada peraturan ini antara lain penggunaan kawasan hutan untuk
kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan (pembangunan instalasi pembangkit
listrik), izin penggunaan kawasan, monitoring, dan evaluasi.
8. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 32 Tahun 2009 tentang Harga
Pembelian Tenaga Listrik Panas Bumi.
9. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 4 Tahun 2012 tentang Harga
Pembelian Tenaga Listrik Oleh PT PLN (Persero) dari Pembangkit Tenaga Listrik yang
Menggunakan Energi Terbarukan Skala Kecil dan Menengah atau Kelebihan Tenaga Listrik.
10. Peraturan Menteri Perindustrian No. 04/M-IND/PER/1/2009 tentang Pedoman Penggunaan
Produksi Dalam Negeri Untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.
Beberapa hal yang diatur pada peraturan ini antara lain tingkat komponen dalam negeri
infrastruktur ketenagalistrikan, pelaksanaan pembangunan, penilaian besaran TKDN, dan
referensi pengadaan barang dan jasa.

Peluang Investasi Daerah

19

Kabupaten

OGAN KOMERING ULU

2012

Peluang Investasi Daerah

20