Anda di halaman 1dari 11

ASKEP HERNIA

Info Post
imam rizqi fauzi ananda
06.28
No Comment

LAPORAN PENDAHULUAN
PADA KLIEN DENGAN HERNIA
DI RRI BEDAH RSUD DR. IBNU SUTOWO BATURAJA
A. DEFINISI
- Hernia adalah Menonjol nya suatu organ atau struktur organ nya
dan tempat nya yang normal melalui sebuah defek congenital atau
yang di dapat .
- Hernia adalah suatu keadaan menonjol nya isi usus suatu rongga
melalui lubang.
- Hernia adalah penonjolan sebuah organ , jaringan atau struktur
melewati dinding rongga yang secara normal berisi bagian
tersebut.
B.ETIOLOGI / PENYEBAB HERNIA
Hernia dapat terjadi karena ada sebagian dinding rongga
lemah. Lemah nya dinding ini mungkin merupakan cacat bawaan atau
keadaan yang di dapat sesudah lahir, contoh hernia bawaan adalah
hernia omphalokel yang terjadi karena sewaktu bayi lahir tali
pusat nya tidak segera berolditerasi (menutup) dan masih terbuka.
Demikian pula hernia diafragmatika hernia dapat di awasi pada
anggota keluarga misalnya bila ayah menderita hernia bawaan
sering terjadi pula pada anaknya.
C. Tanda dan Gejala Hernia
Umum nya penderita mengeluh turun berok burut atau kelingsir
atau menyatakan adanya benjolan di selangkangan / kemaluan ,
benjolan itu bisa mengecil atau mengilang , dan bila menangis
mrngejan waktu defakasi / miksi , mengangkat benda berat akan
timbul kembali. Dapat pula di temukan rasa nyeri pada benjolan
atau gejala muntah dan mual bila telah ada komplikasi.

* Manifestasi klinis dan pemeriksaan penunjang.


1. Manifestasi klinis .
Tampak benjolan di lipat paha .
Bila isi nya terjepit akan menimbul kan perasaan sakit di tempat
itu di sertai perasaan mual .
Bila terjadi hernia inguinalis stragulata perasaan sakit akan
bertambah hebat serta kulit di atas nya menjadi merah dan panas.

Hernia femoralis kecil mungkin berisi dinding kandung kencing


sehingga menimbul kan gejala sakit kencing ( di suria ) di sertai
hematuria ( kencing darah) di samping benjolan di bawah sela
paha.
Hernia diafragmatika menimbulkan perasaan sakit di daerah perut
di sertai sesak nafas.
Bila pasien mengejan atas batuk maka benjolan hernia akan
bertambah besar.

D. Patofisiologi
hernia ingunalis indirek , hernia ini adalah terjadi melalui
cincin inguinalis dan melewati korda spermatikus melalui kanalis
mguinalis ini umum nya terjadi pada pria dari pada wanita.
Insiden nya tinggi pada bayi dan anak kecil . hernia ini dapat
menjadi sangat besar dan sering turun ke skiotum .Hernia
inguinalis direk, hernia ini melewati dinding abdomen di area
kelemahan otot , tidak melalui kanal seperti pada hernia
inguinalis dan femoralis indirek, ini lebih umum nya pada lansia.
Hernia inguinalis direk secara bertahap terjadi pada area yang
lemah ini karna defisiensi congenital. Hernia femoralis, hernia
femoralis terjadi melalui cincin femoralisdan lebih umum pada
wanita dari pada pria . ini mulai sebagai penyumbat lemak di
kanalis femoralis yang membesar dan secara bertahap menarik
peritonium dan hamper tidak dapat di hindari kandung kemih masuk
kedalam kantung ada insiden yang tinggi dari inkar serata dan
strangulasi dengan tipe hernia ini. Hernia embilikalis pada orang
dewasa lebih umum pada wanita dank arena peningkatan tekanan
abdominal . ini biasa nya terjadi pada klien gemuk dan wanita
multipara . Hernia umbilicalis terjadi karena ke gagalan
arifisium umbilikal untuk menutup . Bila tekanan dan cincin
hernia memotong suplai darah ke segmen hernia dan usus , usus
menjadi terstrangulasi .situasi ini adalah kedaruratan bedah
karna kecuali usus terlepas , usus ini cepat menjadi ganggren
karena kekurangan suplai darah . pembedahan sering di lakukan
terhadap hernia yang besar terdapat resiko tinggi untuk terjadi
inkarserasi . suatu tindakan herniorrhaphy terjadi atas tindakan
menjepit defek di dalam fascia akibat ke adaan po.

E. Pemeriksaan diagnostik .
Pemeriksaan diameter annulus inguinalis.
Pemeriksaan penunjang.

A. sianr X abdomen menunjukan kadar gas dalam usus / abstruksi


usus.
B. Hitung darah lengkap dan serum elektrolit dapat menun jukkan
hemokonsentrasi ( peningkatan hematokrit), peningkatan sel darah
putih
ketidak seimbangan elektrolit.

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN TNMDENGAN GANGGUAN HERNIA
DI RSUD DR.IBNU SUTOWO BATURAJA

A.

Pengkajin.
1. Identitas klien.
Nama
: TN M
Jenis kelamin
: Laki - Laki
Umur
:40thn
Agama
: Islam
Suku bangsa
: Indonesia
Tanggal Masuk RS : 14november 2012
Tanggal pengkajian
: 18 november 2012
No RM
:
Diagnosa medis
: Hernia
Pekerjaan
:Tani
Alamat
: maradua
2. Identitas penanggung jawab.
Nama
: NY R
Umur
: 33 Thn
Jenis kelamin
: PEREMPUAN
Agama
: Islam
Suku bangsa
:Indonesia
Pekerjaan
: IBU RUMAH TANGGA
Hub. Denganb klien
: ISTRI KLIEN

B.
1.

RIWAYAT KESEHATAN .
Keluhan utama.
Nyeri pada bagian perut bagian bawah.

2.

Keluhan Utama.
Klien mengatakan kepala pusing + nyeri +mual mual.

3.

Riwayat penyakit sekarang.


Sebelum mj asuk rumah sakit klien merasakan ada benjolan di
bagian perut lalu di bawa ke rumah sakit umum daerah Dr. Ibnu
sutowo Baturaja dan di lakukan perawatan.
p: klien mengatakan ke rumah sakit dengan keluhan ada benjolan
pada bagian perut bawah yang di sebab kan karna ada bagian
dinding rongga lemah.
Q: benjolan tsb menimbul kan rasa nyeri di daerah bagian perut ,
klien mengatkan rasa nyeri seperti di tusuk tusuk jarum.
R: nyeri tsb sangat terasa di bagian perut bagian bawah.
S: skala nyeri s.
T: nyeri terasa hebat saat di bawa beraktivitas , ada gejala
muntah dan mual bila telah ada komplikasi.

4.

Riwayat penyakit dahulu.


Klien mengatakan penyakit ini sudah di derita lama pada klien.

5.

Riwayat perjalanan penyakit.


Di dalam keluarga klien tidak ada yang
seperti ini.

C.

menderita penyakit

Riwayat psikos sosial spiritual.


1. Status psikologis.
A. Saat di kaji klien tampak merintih menahan nyeri yang di
derita nya.

B.Keluarga / masyarakat tidak ada perubahan sehubungan dengan


klien di rawat.
C. kelaurga klien tidak merasa terbebani atas penyakit di derita
klien .
2. Status sosial .
A. Hubungan keluarga harmonis di tandai klien selalu di damping
keluarga.
B. Hubungan pasien dengan klien baik, di tandai klien dapat
beradaptasi secara baik.
3. Satus spiritual.
A. klien menganut agama islam .
B. Saat klien di rawat , klien tidak melakukan ibadah
D.

POLA AKTIVITAS SEHARI- HARI.

No Pola aktivitas
1.

2.

Sebelum masuk rumah


sakit

Setelah masuk rumah


sakit

Nutrisi
- Makan
Frekuensi
Porsi
Diet
Nausea

3x / hari
1 piring
1 piring
-

2x / hari
piring
3- 4 sendok

- Minum
Jenis minuman
Frekuensi

Air putih
5-6 gelas

Air putih, susu


3-5 gelas

Eliminasi
- Bak
Frekuensi
Warna

3xsehari
kuning

3x sehari
kuning

- Bab
frekuensi
warna
konsistensi

2xsehari
kuning
padat

1x sehari
kuning
padat

3.

4.

E.

Pola aktivitas
- Klien di bantu keluarga
- klien di bantu perawat

Tidak ada
Tidak ada

Di bantu
Di bantu

Istirahat tidur
- Tidur malam lama nya
- Tidur siang lama nya

7-8 jam / hari


1-2 jam/hari

5-6 jam/ hari


1-2 jam (sering
bangun)

Pemeriksaan fisik .
A. keadaan umum.
- kesadaran.
-Tanda tanda vital :
TD
:140/90
Puls :60x/mnt
Temp
:36,5 C
RR
: 20 x /mnt
B. keadaan khusus.
- kepala
* Rambut
* Warna
- Wajah
* Bentuk wajah
- Mata
* Fungsi penglihatan
* Pupil
* Konjungtiva
* Skelera
- Mulut
* Bibir
* Jumlah gigi
- Telinga
* Kebersihan
* Bentuk

: Tidak rontok
: Putih
: keriput
: kurang
: Tidak isokar
: Tidak anemis
: Normal
: Mukosa basah
: Tidak lengkap
: Cukup
: Simetris

- Hidung
*Kebersihan

: Cukup

B.Dada .
- Bentuk
- pernafasan

: Simetris
: 20x/mnt

C.Abdomen.
* Nyeri tekan

: Tidak ada

D. Anus .
* kebersihan

: Cukup

E. Ekstremitas.
* Gerakan
di bagian sinistra
* kebersihan
* edema

: Terbatas, terpasang ivfd


: baik
: Tidak ada

|
F.

THERAPY.
-IVFD RL gtt XX x/mnt
- Ceftiaxon 2x1 gr (Iv) skintest
- Ranitidin 3x1 gr ampul
- metronidatol 2x1 flas (10)
A. Laboratorium .
No
1.

Jenis pemeriksaan
HB

Hasil pemeriksaan
6,2

2.

Creatinin

0,8

3.

Sgot

45

4.

gammagt

47

5.

Ureum

25

H. ANALISA DATA.

n
o
1.

2.

Kelompok data

Etiologi

Ds: klien mengatakan nyeri pada daerah


kemaluan
Do: k/u sedang

Adanya rangsangan
rasa nyeri di bagian
perut

Terjadi benjolan di
bagian paha

Sangat sakit sekali

Ds:Klien mengatakan kurang nafsu


makan

Adanya rasa nyeri

Nafsu makan

Klien makan sedikt

Pemberian nutrisi

Adanya rasa nyeri

Menganggu istirahat
tidur

Perubahan pola
istirahat tidur

DO: - diet yang di saji kan tidak di habis


kan
- dari porsi yang di berikan tidak di
habis
kan

3.

Ds: klien mengatakan sering terganggu


pada waktu tidur malam
Do: - klien tampak lemah
- klien tidur malam 4-5 jam

Masalah
Gangguan rasa
aman Nyeri

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KLIEN


BERHUBUNGAN DENGAN HERNIA DI RRI BEDAH
RSUD DR.IBNU SUTOWO BATURAJA

No
1.

Diagnosa keperawatan
Nyeri berhubungan dengan
bejolan di bagian lipatan paha
di tandai dengan :
Ds: Klien mengatakan nyeri di
bagian benjolan tsb
Do: Klien tampak merintih
menahan sakit
skala nyeri
TTV :
TD
: 130/80 mmhg
pulse :80x/mnt
Temp :37,3 c
RR
: 20x/mnt

Perencanaan
Tujuan
Setelah di lakukan
keperawatan pada nyeri di
bagian benjolan tsb di
harap kan berkurang
dengan kriteria
- klien tampak tenang
TTV :
TD : 130/80 mmhg
pulse: 80x/mnt
temp: 37,3 c
RR : 20x/mnt

Intervensi
Atur posisi px
senyaman mungkin
Kaji skala nyeri
Kolaborasi dengan tim
medis
Memonitor vital sign

Rasional
Mengatur posisi
di harap kan nye
yang di rasakan
dapat berkurang

2.

Perubahan pola istirahat tidur


berhubungan dengan nyeri di
bagian perut di tandai dengan :
DS: klien mengatakan sering
terganggu saat tidur
DO: -keadaan klien tampak
lemah
- klien kurang tidur,tampak
pucat

Setelah di lakukan tindakan


keperawatan di harap
istirahat terpenuhi dengan
kriteria:
-klien mengatakan tidur
nya pulas 7-8 jam
- keadaan px membaik

-Ciptakan lingkungan
teraupautik
- Batasi jumlah
pengunjung

Dengan
m,enciptakan
lingkungan
teraupautik di ha
kan tidur terjaga
dengan membata
jumlah pengunju
di harap kan klie
bisa tidur pulas

3.

Perubahan pola nutrisi


berhubungan dengan mual

Setelah di lakukan
tindakan keperawatan di

Berikan makanan
denganh porsi kecil

Memberikan
makanan dalam

mual di tandai dengan :


DS: klien mengatakan
berkurang nafsu makan
Do: Diet yang di saji kan tidak
di habis kan dari porsi yang di
beri kan hanya di makan 3-4
sendok
- mual muntah bertambah

harap kan penyakit tsb


teratasi sehingga
kebutuhan nutrisi di dalam
tubuh terpenuhi dgn
kriteria:
- klien mengatakan tidak
nafsu makan
-klien tidak menghabiskan
porsi yang di saji kan

tapi sering saji kan


makanan di dalam
keadaan hangat

porsi mual tapi


sering di harap k
dengan menyajik
makanan dalam
keadaan hangat
bertambah nafsu
makan

Catatan perkembangan

No

Hari / tanggal

1.

Selasa, 28 november 2012

Nyeri berhubungan dengan


benjolan di bagian lipatan paha

S: Px mengatakan nyeri
O: Px tampak merintih kesakitan
A: Masalah blm teratasib sebagian
P: Intervensi di lanjut kan

2.

Rabu, 29 november 2012

Perubahan pola nutrisi


berhubungan dengan mual
mual

S: Mengatakan sudah dapat tidur


O: Keadaan fisikn sudah sedikit mem
A: masalah teratasi sebagian
P: Intervensi di lanjut kan sebagian

3.

Rabu,29 november 2012

Perubahan pola istirahat tidur


berhubungan dengan nyeri di
bagian perut

S: px mengatakan nafsu makan berta


O: px menghabis kan makanan yang
A: masalah teraratasi sebagian
P: intervensi di lanjut kan

Mengetahui Dosen
pembimbing

Diagnosa keperawatan

Catatan perkembang

Mengetahui

Ci ruangan di RRI

Bedah

Ns.Yudi
Budianto,s.kep.M.Kes
Mahasiswa yang
Novi Andriana ,AMK

mengkaji

Dian Mustika anggraini