Anda di halaman 1dari 66

LAPORAN PENGALAMAN LAPANGAN INDUSTRI

ESTIMASI EXPANSION JOINT 13 PREHEATER GAS PADA PROSES


FABRIKASI PT. SEMEN PADANG

Diajukan Untuk Melengkapi Sebagian Dari Persyaratan Penyelesaian


Praktek Lapangan Industri

Oleh :
NADRIAN ERI

PROGRAM STUDI DI LUAR DOMISILI AKADEMI KOMUNITAS


POLITEKNIK NEGERI PADANG
2013

BIODATA PENULIS

Data Diri:
Nama Lengkap

: Nadrian Eri

Tempat / Tanggal Lahir

: Batusangkar / 10 Januari 1989

Jenis Kelamin

: Laki - laki

Agama

: Islam

Anak Ke

: 3 (tiga)

Jumlah Saudara

: 4 (empat)

Nama Ayah

: Eri Fesman

Nama Ibu

: Andriza

Alamat Tetap

: Jln. mawar blok L/9 piliang dobok, batusangkar

Data Pendidikan:
SD

: SD Negeri 19 Padang Magek Selatan

SLTP

: SLTP Negeri 1 Rambatan

SLTA

: SMK Negeri 5 Padang

Perguruan Tinggi

: Fakultas Teknik Mesin Universitas Negeri Padang


: Akademi Komunitas

Tempat

: Workshop Fabrikasi PT. Semen Padang

Waktu

: Mei Juli 2013

Judul Laporan

: Estimasi Expansion Joint 13 Preheater Gas Pada


Proses Fabrikasi PT. Semen Padang

LEMBARAN PENGESAHAN PERUSAHAAN


PT. SEMEN PADANG
Laporan Ini Diajukan Untuk Melengkapi Sebagian Dari Persyaratan
Penyelesaian Pengalaman Lapangan Industri
Mei-Juli 2013

Oleh :
Nadrian Eri
Peserta Pendidikan Calon Pendidik
Akademi Konmunitas (PPCPAK)

Diperiksa dan Disahkan Oleh :


PT. Semen Padang

Kepala Biro Workshop

Pembimbing Lapangan

RIDWAN MUCHTAR, ST
NIK: 7402016

MUHAMMAD IQBAL
NIK : 7398160

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah, tiada rangkaian kata yang pantas diucapkan selain rasa
syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karuniaNYA sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan dengan judul .
Estimasi Expansion Joint 13 Preheater Gas Pada Proses Fabrikasi PT.
Semen Padang Shalawat beriring salam tidak lupa penulis hadiahkan kepada
Nabi besar Muhammmad SAW, sebagai suri teladan bagi kita semua.
Sejalan dengan selesainya penulisan laporan ini , penulis haturkan
ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan,
bimbingan dan dorongan kepada penulis. Rasa terima kasih secara khusus penulis
sampaikan kepada:
1. Orang tua dan keluarga, yang telah memberikan dorongan moril dan
materil dalam pembuatan laporan ini.
2. Bapak Aidil Zamri, ST,.MT selaku Direktur Politeknik Negeri Padang.
3. Bapak Hanif, S.T., M.T. selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin Politeknik
Negeri Padang.
4. Bapak Nofriadi, ST., MT selaku Dosen Pembimbing Praktek Kerja
Lapangan Politeknik Negeri Padang.

5. Bapak Ridwan Muchtar, ST, selaku Ka. Biro Workshop PT Semen Padang
Ynag telah membimbing, memberi masukan/ide dalam penulisan laporan
ini.
6.

Bapak M. Iqbal yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan


Laporan Praktek Kerja Lapangan di PT Semen Padang.

7.

semua pihak yang telah membantu penulis selama Praktek Kerja lapangan
di PT. Semen Padang
Semoga Allah Subhaana Wa Taala membalas semua jasa baik tersebut

dan menjadi catatan kemuliaan di sisi-Nya. Amiin.


Akhirnya penulis menyadari bahwa dalam penulisan ini terdapat banyak
kekurangan. Penulis berharap adanya masukan dan saran sehingga laporan ini
dapat memberikan manfaat khususnya dalam rangka pengembangan untuk
penulisan laporan. Semoga Allah Subhaan Wa Taala memberkati dan meridhoi
kita semua. Amin Ya Rabbal Alamiin.

Padang, Juli 2013

Nadrian Eri

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN POLITEKNIK
HALAMAN PENGESAHAN PT. SEMEN PADANG
KATA PENGANTAR..

DAFTAR ISI..

ii

BAB

PENDAHULUAN....

Latar Belakang ...........

Batasan Penulisan Laporan ...............

Tujuan Pelaksanaan PLI ........................................................

Tempat Pelaksanaan PLI .......................................................

Reverensi Penulisan Laporan ................................................

BAB II

TINJAUAN UMUM PT.SEMEN PADANG.....

Sejarah Singkat PT. Semen Padang........

Perkembangan Kapasitas Produksi ....

10

Struktur Organisasi Perusahaan .................

11

Visi Dan Misi Perusahaan .....

17

Prestasi Perusahaan ...............................................................

18

Sertifikat Perusahaan .............................................................

18

BAB III PROSES PRODUKSI PT. SEMEN PADANG .

20

Pengertian Semen dan Sifat Sifat Semen ............................

20

Produk-produk PT. Semen Padang ..... ................................

21

ii

Bahan Baku dalam Pembuatan Semen ...................................

24

Proses Produksi Semen ..........................................................

27

ESTIMASI EXPANSION JOINT ......

31

BAB IV
A

Estimasi Material Dan Consumable ....................................... 32

Cost machining dan Man Hour .............................................

40

Total Biaya ............................................................................

46

Perbedaan Estimasi Pengerjaan dengan Pengerjaan

BAB V

Lapangan ...............................................................................

47

PENUTUP.............

49

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................


LAMPIRAN

iii

DAFTAR TABEL
Tabel

Halaman

1.

Proporsi bahan baku semen ..................................................................

27

2.

Estimasi Material Dalam Satuan kg........................................................

38

3.

Estimasi Material Dalam Satuan Harga ..................................................

38

4.

Survey Lapangan ....................................................................................

39

5.

Consumable ...........................................................................................

40

6.

Perhitungan biaya perjam pada mesin.....................................................

41

7.

Machining Cost .......................................................................................

41

8.

Upah Tenaga Kerja ................................................................................

44

9.

Man Cost .................................................................................................

44

10. Total Biaya..............................................................................................

46

11. Lama Pengerjaan.....................................................................................

47

iv

DAFTAR GAMBAR
Gambar

Halaman

1.

Logo PT. Semen Padang ........................................................................

2.

Salah Alat Produksi Semen Tahun 1941-1945 .......................................

3.

Salah Alat Produksi Semen Tahun 1941-1945 .......................................

4.

Prestasi Perusahaan ................................................................................

19

5.

Sertifikat perusahaan ..............................................................................

19

6.

Produk-Produk Semen Padang ...............................................................

21

7.

Batu Kapur .............................................................................................

25

8.

Tanah Liat ...............................................................................................

25

9.

Diagram Proses Pembuatan Semen ........................................................

27

10. Diagram alir pembuatan semen proses basah ..........................................

29

11. Diagram alir pembuatan semen proses kering .........................................

30

12. Detail Expansion Joint 13 Preheater Gas ................................................

31

13. Marking kode bagian 1 dan 2..................................................................

32

14. Marking Kode bagian 1001 ...................................................................

33

15. Marking bagian 1002 dan 1003...............................................................

34

16. Marking Bagian 1004 .............................................................................

35

17. Marking bagian 1005 ...............................................................................

36

18. Marking Bagian 1006 .............................................................................

37

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran

Halaman

1. Expansion Joint 13 Preheater gas ..............................................................

51

2. Detail Expansion Joint 13 Preheater Gas ...................................................

52

3. Bagian 1, 2 1002 dan 1003 .......................................................................

53

4. Bagian 1001 dan 1005 ..............................................................................

54

5. Bagian 1004 dan 1006 ..............................................................................

55

6. Struktur Organisasi ....................................................................................

56

vi

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pelaksanaan PLI
Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat penting untuk
meningkatkan kecerdasan serta mengembangkan petensi manusia agar menjadi
makhluk yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa,
mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, cerdas, kreatif, dan
bertanggung jawab. Oleh karena itu manusia dituntut unutk mengikuti
perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan ke arah yang baik, karena
pendidikan menyangkut kelangsungan hidup manusia. Manusia tidak hanya
cukup tumbuh dan berkembang dengan dorongan insting saja, melainkan perlu
bimbingan dan dorongan dari luar dirinya (pendidikan) agar ia menjadi
manusia yang berguna.
Sebagai

wujud

perhatian

Negara

Republik

Indonesia,

maka

pemerintah berusaha meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan mutu


pendidikan senantiasa disesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan membuat
pembangunan

bangsa/daerah

agar

menjadi

lebih

baik

dan

mampu

mengembangkan potensi bangsa / daerah yang dimiliki.


Usaha yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan mutu
pendidikan antara lain: peningkatan mutu para guru, pembaharuan kurikulum,
penambahan berbagai fasilitas belajar, dan sebagainya. Meskipun usaha-usaha
tersebut telah

dilakukan tetapi masih

banyak

sekolah-sekolah yang

menghasilkan lulusan yang kurang berkualitas. Oleh karena itu pendidikan


tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga menjadi tanggung
jawab masyarakat, orangtua, guru, dan siswa itu sendiri.
Akademi komunitas jurusan teknik mesin sebagai salah satu lembaga
pendidikan yang bertugas menghasilkan tenaga-tenaga yang professional,
mengemban tugas dan amanah melaksanakan program-program pendidikan
yang bertujuan menghasilkan lulusan yang tidak saja memahami ilmu
pengetahuan dan teknologi akan tetapi juga mampu mempraktekkan serta
mengembangkannya baik di dunia pendidikan maupun didunia industri.
Praktek Lapangan Industri (PLI) adalah satu kegiatan intrakurikuler
dalam kelompok mata kuliah bidang studi jenjang program PPCPAK teknik
mesin, Strata 1 (S1), Diploma 3 (D3) dan Diploma 2 (D2). Secara umum
pelaksanaan PLI ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan,
sikap dan mahasiswa dibidang teknologi/kejuruan melalui keterlibatan
langsung mereka dalam berbagai kegiatan di dunia usaha.
Kegiatan

PLI

pada

akhirnya

mengacu

pada

pembentukan

profesionalisme dalam bidang keteknikan/kejuruan yang mencakup wawasan


di bidang kognitif, afektif dan psikomotor yang perlu dimiliki oleh seseorang
calon tenaga pendidik, mahasiswa dan siswa. Kemampuan seperti itu,
diharapkan PPCPAK teknik mesinyang akan mengajar di Akademi Komunitas
mampu mengolah pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya menjadi
bahan ajar serta pengalaman bermakna bagi mahasiswa/siswa yang diajarnya,
atau menjadi teknisi yang kompeten di bidang studinya.

Diakhir PLI, PPCPAK teknik mesin juga diwajibkan untuk menyusun


laporan PLI. Laporan tersebut disusun sesuai dengan apa yang mereka peroleh
selama PLI atau membahas mengenai perangkat ataupun sistem yang
digunakan oleh perusahaan tempat mereka PLI.
B. Batasan Penulisan Laporan
Agar penulisan laporan PLI lebih fokus dan tidak menyimpang dari
apa yang dibahas, maka ruang lingkup Penulisan dibatasi pada

estimasi

pembuatan Expansion Joint 13 Preheater Gas yang berjumlah 1 unit.


C. Tujuan Pelaksanaan PLI
Tujuan dari PLI adalah sebagai berikut :
1. Bagi PPCPAK Teknik Mesin:
a. Menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan tentang dunia kerja
(dunia industri) serta mencoba menerapkan ilmu pengetahuan yang telah
diperoleh dalam kuliah.
b. Membandingkan penerapan ilmu dan teori yang telah diperoleh di
bangku kuliah dengan penerapannya di dalam dunia kerja nyata.
c. Melatih beradaptasi dengan lingkungan dunia kerja melalui keikutsertaan
dalam disiplin kerja dan memenuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh
pihak perusahaan/instansi.
2. Bagi Perusahaan
a. Menunjang program pemerintah untuk menciptakan sumber daya
manusia yang berkualitas tinggi.

b. Menjalin kerja sama yang baik antara dunia pendidikan dengan dunia
kerja.
D. Tempat Pelaksanaan PLI
Sesuai dengan surat permohonan PLI yang diajukan maka kegiatan PLI
dilaksanakan di PT Semen Padang yang beralamat di Indarung Padang.
Kegiatan PLI ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei s/d 26 Juli 2013. Hari
kerja Senin s/d Jumat, pukul 8.00 s/d 17.00 WIB. Khusus Bulan Ramadhan,
mulai pukul 8.00 s/d 16.30 WIB.
E. Reverensi Penulisan Laporan
Reverensi penulisan yang digunakan dalam pembuatan laporan PLI ini
adalah :
1. Survey Lapangan
Dilakukan dengan cara mengamati langsung perangkat dan lama
pengerjaannya.
2. Konsultasi
Mengadakan konsultasi dengan pembimbing maupun pihak lain yang
mendukung.
3. Buku
Mengumpulkan data-data dan mempelajari bahan-bahan yang berkaitan
dengan pokok pembahasan baik berupa buku-buku maupun pencarian
melalui internet (browsing).

BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah dan Perkembangan PT. Semen Padang
PT. Semen padang merupakan salah satu pabrik semen tertua di
indonesia dan merupakan salah satu industri kimia terbesar di sumatra barat
yang terletak di kelurahan indarung, kecamatan lubuk kilangan 15 km arah
timur dari pusat kota padang. Pada tahun 1906 seorang perwira belanda
berkebangsaan jerman yang bernama Carl Christophus Lau tertarik dengan
batu-batuan yang ada di bukit karang putih dam bukit ngalau. Batu-batuan ini
dikirim ke belanda untuk di teliti dan hasil penelitian menunjukan bahwa
batu-batuan tersebut dapat dijadikan bahan baku semen, sedangkan bahan
baku lainya tanah liat banyak terdapat di sekitar pabrik. Berkat kerja sama
dengan perusahaan swasta seperti Fa Gebroeders Veth, Fa Dunlop, Fayarman
serta perusahaan swasta lainya, maka pada tanggal 18 Maret1910 berdirilah
NV. NederlanschIndische Portland Cement Maatscappij (NV. NIPCM)
dengan akta notaris Johannes Pider Smidth di Amsterdam.

Gambar 1. Perkembangan Logo PT. Semen Padang


Dalam sejarah perkembangan PT. Semen Padang telah mengalami beberapa
periode yaitu:
Periode 1 tahun 1910 1942
Pabrik semen ini mulai berproduksi pada tahun 1913, di tandai dengan
selesainyan pemasangan kiln I dengan jumlah produksi 120.000 pertahun
dan produksi terbesar dicapai pada tahun 1939 sebanyak 170.000 ton
pertahun.
Periode II tahun 1942 1945
Pada tanggal 17 maret 1941 jepang mendarati di padang dan menguasai
pabrik semen dari pemerintah belanda. Untuk menjalankan pabrik, jepang
menjemput kembalin tiga pimpinan NV. NIPCM yang di tahan di padang,
sedangkan manajemen perusahaan di tanda tangani oleh Asano Cement.

Pada periode ini produksi semen sangat kurang dan tidak dapat berjalan
dengan lancar karena banyak alat-alat yang rusak karena perang.

Gambar 2. Salah satu alat yang digunakan pada pemerintahan Jepang tahun 1942-1945
Periode III tahun 1945 1947
Pada tahun 1945 indonesia memproklamirkan kemerdekaanya, hal ini
dimanfaat kan oleh dua orang karyawan bangsa indonesia yakni, Bapak
Doesoen dan Bapak Siroen untuk mengambil alih pabrik semen, lalu
namanya diganti dengan Kilang Semen Indarung.
Periode IV tahun 1947 1957
Terjadinya agresi belanda 1 tahun 1947, pabrik direbut kembali oleh
pemerintah belanda dan namanya dirobah menjadi NV. Padang Porland
Cement Maatschappij, lebih dikenal dengan PPCM. Peningkatan produksi
terlihat baik, sehingga pada tahun 1957 PPCM mencapai kapasitas
produksi 154.000 ton pertahun.

Gambar 3. Salah satu alat yang digunakan pada agresi militer I oleh belanda 1947
Periode V tahun 1958 1960
Berdasarkan PP No. 50 tanggal 5 juli 1958, tentang penentuan perusahaan
perindustrian dan pertambangan milik belanda dikenakan nasionalisasi
maka NV. Padang Porland Cement Maatschppij dinasionalisasikan dalam
rangka perjuangan merebut Irian Barat dari tangan pemerintah belanda.
Pada saat itu semua perusahaan di kelola oleh suatu badan yaitu Badan
Penguasaan dan Penyelenggaraan Industri dan Tambang (BAPPIT).
Periode VI tahun 1961 1947
Berdasarkan UU No. 19 tahun 1960 dan peraturan pemerintah No. 135
tahun 1961 maa perusahaan ini berubah statusnya menjadi Perusahaan
Negara (PN) Semen Padang yang mulai berlaku sejak 1 April 1961.
Periode VII tahun 1974 sekarang
Berdasarkan peraturan pemerintah No. 7 tahun 1971, status perusahaan ini
diubah dari PN menjadi PT ( Persero) dengan akta notaris No. 5 tanggal 4
juli 1992 sehingga sampai sekarang namanya adalah PT. Semen Padang
(persero), dengan modal seluruhnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia.

Pengembangan dilanjutkan dengan mendirikan pabrik indarung II pada


tahun 1977 yang bekerja sama dengan Denmark dan dibangun oleh
kontraktor FL. SmithCo dengan kapasitas terpasang 660.000 ton per tahun
sedangkan sumber dayanya didapat dari BAPINDO, Bank Dunia, kas PT.
Semen Padang dan dari pemerintah. Pabrik ini selesai di bangun tahun
1980 dan diresmikan pada tanggal 18 maret 1980.
Kemudian pembangunan dilanjutkan dengan pembangunan Pabrik
Indarung III A dan Indarung III BPabrik Indarung. III A dibangun oleh FL.
Smith Co, dan diresmikan pada tanggal 23 Desember 1983 dengan
kapasitas terpasang 660.000 ton per tahun. Sedangkan pabrik Indarung III
B dibangun oleh Project Equipment Corporationof India dan resmikan
pada tanggal 23 Juni 1987 dengan kapasitas terpasang sekitar 660.000 ton
per tahun. Sedangkan PT. Semen Padang meningkatkan pengembangan
produksi dengan pembangunan pabrik Indarung IV yang pelaksanaanya
dimulai pada tahun 1993 sehingga kapasitas produksinya menjadi
1.620.000 ton per tahun dan kemudian dibangun pabrik Indarung V
dengan kapasitas 2.300.000 ton per tahun.

10

B. Perkembangan Kapasitas Produksi

Total kapasitas produksi PT SEMEN PADANG 6.000.000 ton/tahun.


1. Pabrik Indarung II

660.000 ton/tahun

2. Pabrik Indarung III

660.000 ton/tahun

3. Pabrik Indarung IV

1.623.000 ton/tahun

4. Pabrik Indarung V

2.300.000 ton/tahun

5. Optimalisasi Pabrik

760.000 ton/tahun

Pabrik Indarung I dinonaktifkan sejak bulan Oktober 1999 dengan


pertimbangan efisiensi dan polusi. Pabrik tersebut didirikan pada tanggal 18
Maret 1910 dalam proses produksinya menggunakan Proses Basah. Namun
sejak pabrik Indarug I ditutup, proses basah tidak dilakukan lagi oleh PT.
Semen Padang, melainkan dengan menggunakan Proses Kering.

11

C. Struktur Organisasi Perusahaan


Struktur organisasi dalam suatu perusahaan merupakan pencerminan
dari rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan manajemen perusahaan. Dengan
berdasarkan pada struktur organisasi yang tersusun dan terkoordinir, maka
aktifitas pada masing-masing jabatan dapat terkontrol sehingga kegiatan yang
dilakukan tidak menyimpang atau sesuai prosedur dan hubungan kerja sama
antara masing-masing unit kerja dapat berjalan dengan lancar.
Pada PT. Semen Padang struktur organisasi yang ditetapkan adalah
struktur organisasi dengan sistem garis dan staff (staff dan line). PT. Semen
Padang dipimpin oleh 5 dewan direksi yang diangkat dan diberhentikan oleh
Menteri Perindustrian. Seorang dari 5 dewan direksi ini diangkat sebagai
direktur utama, sedangkan yang 4 lainyamemimpin bidang khusus yaitu :
a. Direktur Komersial
b. Direktur Produksi
c. Direktur Penelitian dan Pengembangan
d. Direktur Keuangan
Keempat direktur ini disebut Dewan Direksi atau pengelola langsung.
Dalam operasinya masing-masing direktur dibantu oleh para bawahan yang
berada pada tingkat Departemen, Biro dan Bidang. Sedangkan pimpinan
tertinggi terletak pada Dewan Komisaris yang merupakan pengelola tidak
langsung.

12

1. Direktur Utama
Direktur utama merupakan pimpinan perusahaan dan pemangku jabatan
tertinggi di PT. Semen Padang. Direktur utama mempunyai tugas dan
wewenang untuk memimpin perusahaan. Selain itu, direktur utama juga
merumuskan kebijakan-kebijakan umum yang berhubungan dengan produksi,
pemasaran, keuangan, ketenagakerjaan, dan hal-hal lain yang menyangkut
akan maju mundurnya perusahaan.
2. Direktur Pemasaran
Direktur pemasaran bertanggung jawab langsung kepada direktur utama
dan akan membawahi beberapa unit kerja, yaitu :
a. Departemen Pemasaran
Departemen pemasaran bertanggung jawab dalam hal memasarkan produk
dengan tujuan optimasi keuntungan perusahaan dan kepuasan konsumen.
Fungsi dari departemen pemasaran itu sendiri adalah sebagai perencana
untuk melakukan konsepsi harga, promosi, dan pendistribusian produk,
baik itu pemasaran dalam negeri maupun luar negeri untuk menciptakan
pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi. Dalam
menjalankan tugas-tugasnya, departemen ini dibantu oleh beberapa biro, di
antaranya :
Biro Perencanaan dan Pengembangan Perusahaan
Biro Pemasaran Wilayah I
Biro Pemasaran II
Pemasaran Luar Negeri

13

b. Departemen Pembekalan
Secara umum, departemen ini bertanggung jawab terhadap ketersediaan
penerimaan, penyimpanan, dan pemeliharaan semua barang-barang dan
jasa untuk kebutuhan pabrik. Dengan kata lain, departemen ini mempunyai
tanggung jawab terhadap kebutuhan semua unit yang ada di PT. Semen
Padang, kecuali untuk kantor-kantor cabang yang ada di medan, batam,
dan Jakarta. Agar semua tanggung jawab yang diemban oleh departemen
pembekalan dapat berjalan dengan lancar, maka ada beberapa biro yang
akan membantu. Biro-biro tersebut adalah :
Biro Penggadaan Barang
Biro Penggadaan Jasa
Biro Pergudangan

c. Departemen Distributor dan Transportasi


Departemen ini bertanggung jawab terhadap pendistribusian produk
kepada konsumen, baik dalam negeri maupun luar negeri.
3. Direktur Produksi
Direktur produksi bertanggung jawab terhadap direktur utama dan
membawahi beberapa departemen, di antaranya :
a. Departemen Tambang
Tugas utama dari departemen ini adalah untuk melakukan penambangan
bahan baku, seperti batu kapur (lime stone), tanah liat (clay), dan batu
silika (silica stone) untuk kebutuhan produksi. Dalam menjalankan
tugasnya sehari-hari, departemen ini dibantu oleh tiga biro, yaitu :

14

Biro Perencanaan dan Pengembangan Tambang


Biro Penambangan
Biro Pemeliharaan Alat Tambang
b. Departemen Operasi I, Operasi II, Operasi III
Departemen ini mempunyai tanggung jawab terhadap terlaksananya
proses produksi di pabrik, jumlah produksi dan kualitas yang dihasilkan,
serta pencapaian target produksi yang telah ditetapkan. Dalam tugasnya
sehari-hari, departemen ini dibantu oleh beberapa biro, di antaranya :
Biro Perancangan Teknik Proses
Biro Laboratorium Proses
Biro Produksi I, Produksi II, Produksi III, Produksi IV, Produksi V.
Biro Pemeliharaan
Pemeliharaan

Listrik I, Biro Pemeliharaan

Listrik III, Biro Pemeliharaan

Listrik II, Biro


Listrik IV, Biro

Pemeliharaan Listrik V.
Biro Pemeliharaan Mesin I, Biro Pemeliharaan Mesin II, Biro
Pemeliharaan Mesin III, Biro Pemeliharaan Mesin IV, Biro
Pemeliharaan Mesin V.
c. Departemen Utilitas
Departemen utilitas merupakan departemen yang berada dalam direktorat
produksi

yang

berperan

sebagai

unit

kerja

penunjang

yang

mengkoordinasikan semua kegiatan yang dikelola oleh biro tenaga, biro


pengantongan dan pabrik kantong, biro pelayanan umum, serta biro K3-

15

LH. Dalam melaksanakan tugasnya, departemen ini dibantu oleh


beberapa biro, yaitu :
Biro Keselamatan Kerja
Biro Tenaga
Biro Pelayanan Umum
Biro Pengantongan
4. Direktur Penelitian dan Pengembangan
Direktur ini juga bertanggung jawab langsung terhadap direktur utama,
dimana dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu oleh dua orang kepala
departemen, yaitu :
a. Departemen Penelitian dan Pengembangan
Departemen

ini

merupakan

suatu

unit

yang

merencanakan,

mengkoordinasikan, dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan dalam bidang


penelitian dan pengembangan, pelayanan kebutuhan pelanggan dalam
bidang keteknikan, serta manajemen proyek.
b. Departemen Rancang Bagun dan Rekayasa
c. Departemen Jaminan Kualitas dan Perwakilan Manajemen
Departemen ini bertanggung jawab terhadap kualitas produk yang
dihasilakan, mulai dari bahan baku sampai pada produk akhir.
Departemen ini dibantu oleh Biro Jaminan Kualitas dan Pengembangan
Produk.

16

5. Direktur Keuangan
Direktur keuangan akan bertanggung jawab langsung kepada direktur
utama. Direktur keuangan ini membawahi beberapa departemen, di
antaranya :
a. Departemen Pembendaharaan.
b. Departemen Akutansi dan Analisis Keuangan.
c. Departemen Sumber Daya Manusia.
Secara struktur, organisasi PT. Semen Padang, Departemen Sumber
Daya manusia (SDM) bertanggung jawab langsung terhadap direktur utama
dan keuangan, karena Sumber Daya Manusia (SDM) mempunyai misi untuk
merencanakan, merekrut, menyeleksi, dan melakukan pembinaan dan
pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) guna memenuhi tujuan
perusahaan.
6. Satuan Pengawas Intern
Tugas utama dari satuan pengawas ini adalah melakukan pengawasan
terhadap semua aktifitas unit secara fungsional. Apabila dalam suatu analisa
dan evaluasi terdapat suatu kesalahan atau penyimpangan, maka satuan ini
memiliki hak untuk mengajukan usul pebaikan berupa saran atau
rekomendasi tentang cara mencegah masalah tersebut. Dalam menjalankan
tugasnya, satuan pengawas intern ini dibantu oleh:
a. Biro Pengawasan Administrasi dan Keuangan
b. Biro Pengawasan Penerapan Sistem Manajemen
c. Biro Pengawasan Operasional

17

7. Sekretaris Perusahaan
Tugas pokok dari sekretaris perusahaan adalah membangun dan
menjaga citra perusahaan serta membina hubungan baik dengan para
konsumen. Dalam menjalankan tugasnya, sekretasis perusahaan akan
dibantu oleh:
a.

Biro Hubungan Masyarakat

b.

Biro Sekretariat dan Hukum

c.

Biro Hubungan Pesaham dan APLP

d.

Biro Bina Lingkungan

D. Visi dan Misi PT. Semen Padang


PT. Semen Padang sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
mempunyai visi sebagai berikut : Menjadi perusahaan persemenan yang
andal, unggul dan berwawasan lingkungan di Indonesia bagian barat dan Asia
Tenggara.
Sedangkan untuk misi dari PT. Semen Padang yaitu sebagai berikut :
a. Memproduksi dan memperdagangkan semen serta produk tekait lainnya
yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan.
b. Mengembangkan SDM yang kompeten, profesional dan berintegritas tinggi.
c. Meningkatkan

kemampuan

rekayasa

dan

engineering

untuk

mengembangkan industri semen nasional.


d. Memberdayakan, mengembangkan dan mensinergikan sumber daya
perusahaan yang berwawasan dan lingkungan.

18

e. Meningkatkan nilai perusahaan secara berkelanjutan dan memberikan yang


terbaik kepada stakeholder.
Dalam mencapai misi tersebut serta menunjang pertumbuhan ekonomi
dan meningkatkan ekspor nonmigas, maka perusahaan terus meningkatkan
produksi dengan cara pengembangan dan pendirian pabrik baru
E. Prestasi Perusahaan
1. SNI Award 2009
2. The Best of Improvement of ISO 14001:2004
3. Platinum Bidang Sosial Indonesian CSR Award 2011
4. Gold B6idang Ekonomi Indonesian CSR Award 2011
5. Gold Bidang Konsumen Indonesian SCR Award 2011
6. The Most Commited Company in Participating All Categories of ICA 2011
7. Gold Bidang HAM Indonesian CSR Award 2011
8. Gold Bidang Lingkungan Indonesian CSR Award 2011
9.

Terbaik III Kategori Perorangan CSR Officer Tingkat Manajemen

10. SICS Award 2006


11. SICS Award 2009
12. SICS Award 2010
13. Piagam Superbrand

19

Gambar4. Prestasi perusahaan


F. Sertifikasi Perusahaan
1. Integrated Management System
2. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

3. SNI ISO 9001:2008 Sistem Manajemen Mutu

Gambar 5. Sertifikasi perusahaan

20

BAB III
PROSES PRODUKSI PT. SEMEN PADANG
A. Pengertian Semen dan Sifat Sifat Semen
Semen adalah suatu zat hidroulik dimana senyawa-senyawanya yang
dikandungnya akan mempunyai daya rekat jika semen tersebut sudah bereaksi
dengan air. Sifat hidroulik tersebut akan menyebabkan semen bersifat :
a.

Tidak langsung mengeras bila bercampur dengan air

b.

Larut dalam air

c.

Dapat mengeras bila berada dalam air

Beberapa sifst-sifat semen yang utama adalah :


Sifat Hidrasi Semen
Hidrasi semen adalah reaksi yang terjadi antara komponen/ senyawa
semen dengan air yang menghasilkan senyawa hidrat.
Setting dan Hardening
Setting (pengikatan) pada adonan semen dengan air adalah sebagai gejala
terjadinya kekakuan semen yang biasa dinyatakan dengan waktu
pengikatan (setting time), yaitu dimulai dari terjadinya adonan sampai
semen mulai kaku. Hardening (pengerasan) yaitu proses semen mulai
mengeras dan memberikan kekuatan.
Kekuatan Tekan
Yaitu sifat yang dimiliki semen untuk dapat menahan (memikul) beban
tekan. Biasanya kekuatan tekan dinyatakan pada umur 28 hari.

20

21

Penyusutan
Yaitu terjadinya penyusutan volume beton karena adanya penguapan air
yang ada dalam adonan semen tersebut.
Ketahanan
Ketahanan semen terhadap pengaruh kondisi sekitarnya yang meresap
sehingga tidak dapat menurunkan kekuatan tekan.
B. Produk-Produk PT. Semen Padang

Gambar 6. Produk-produk yang dihasilkan oleh PT. Semen Padang adalah:


1. Portland Cement
Semua jenis ini merupakan semen perekat hidrolis yang dihasilkan
dari penggilingan klinker yang biasanya dicampur dengan sedikit Gypsum.
Klinker merupakan senyawa semen yang kandunagn utamanya adalah
kalsium silikat dan kalsium alumilnat. Semen portland ini mempunyai 5 tipe
yaitu:
a. Semen Portland Type I
Semen ini dipakai untuk keperluan konstruksi umum yang tidak memakai
persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal.

22

Cocok dipakai pada tanah dan air yang mengandung sulfat 0,0% - 0,10 %
dan dapat digunakan untuk bangunan rumah pemukiman, gedung-gedung
bertingkat, dan lain-lain.
b. Semen Portland Type II
Semen ini dipakai untuk konstruksi bangunan dari beton massa yang
memerlukan ketahanan sulfat (Pada lokasi tanah dan air yang
mengandung sulfat antara 0,10 - 0,20 %) dan panas hidrasi sedang,
misalnya bangunan dipinggir laut, bangunan dibekas tanah rawa, saluran
irigasi, beton massa untuk dam-dam dan landasan jembatan.
c. Semen Portland Type III
Semen ini dipakai untuk konstruksi bangunan yang memerlukan
kekuatan tekan awal tinggi pada fase permulaan setelah pengikatan
terjadi, misalnya untuk pembuatan jalan beton, bangunan-bangunan
tingkat tinggi, bangunan-bangunan dalam air yang tidak memerlukan
ketahanan terhadap serangan sulfat.
d. Semen Portland Type V
Semen ini dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/ air
yang mengandung sulfat melebihi 0,20 % dan sangat cocok untuk
instalasi pengolahan limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan,
terowongan, pelabuhan, dan pembangkit tenaga nuklir.

23

e. Super Masonry Cement


Semen ini dapat digunakan untuk konstruksi perumahan gedung, jalan
dan irigasi yang struktur betonnya maksimal K 225. Dapat juga
digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton, hollow brick,
Paving Block, tegel dan bahan bangunan lainnya.
2. Oil Well Cement, Class G-HSR (High Sulfate Resistance)
Merupakan semen Khusus yang digunakan untuk pembuatan sumur
minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah
permukaan laut dan bumi, OWC yang telah diproduksi adalah class G, HSR
(High Sulfat Resistance) disebut juga sebagai "BASIC OWC". adaptif dapat
ditambahkan untuk pemakaian pada berbagai kedalaman dan temperatur.
3. Portland Composite Cement (PCC)
Semen memnuhi persyratan mutu portland COmposite Cement SNI
15-7064-2004. Dapat digunakan secara luas untuk konstruksi umum pada
semua beton. Struktur bangunan bertingkat, struktur jembatan, struktur jalan
beton, bahan bangunan, beton pra tekan dan pra cetak, pasangan bata,
Plesteran dan acian, panel beton, paving block, hollow brick, batako,
genteng, potongan ubin, lebih mudah dikerjakan, suhu beton lebih rendah
sehingga tidak mudah retak, lebih tahan terhadap sulfat, lebih kedap air dan
permukaan acian lebih halus.

24

4. Super "Portland Pozzolan Cement" (PPC)


Semen yang memenuhi persyaratan mutu Semen Portland Pozzoland
SNI 15-0302-2004 dan ASTM C 595 M-05 S. Dapat digunakan secara luas
seperti:
Konstruksi beton massa (bendungan, dam dan irigasi)
Konstruksi Beton yang memerlukan ketahanan terhadap serangan
sulfat (bangan tepi pantai, tanah rawa)
Bangunan/ instalasi yang memerlukan kekedapan yang lebih tinggi
Pekerjaan pasangan dan plesteran.

C. Bahan Baku dalam Pembuatan Semen


Komponen utama dalam pembuatan semen adalah batu kapur, tanah
liat, silica dan pasir besi. Komponen pencampuran bahan baku semen tersebut
adalah sebesai berikut:
a. Batu Kapur (Lime Stome)
Batu kapur yang depositnya terdapat di bukit karang putih (+/- 2 Km
dari Pabrik) digunakan sebanyak 81 %. Batu kapur merupakan sumber
utama oksida yang mempumyai rumus CaCO3 (Calcium Carbonat), pada
umumnya tercampur MgCO3 dan MgSO4. Batu kapur yang baik dalam
penggunaan pembuatan semen memiliki kadar air 5%.

25

Gambar 7. Batu Kapur


b. Tanah Liat (Clay)
Tanah liat diperoleh disekitar kecamatan kuranji (Kota Padang) digunakan

sebanyak 9 %. Rumus kimia tanah liat yang digunakan pada produksi


semen SiO2Al2O3.2H2O. Tanah liat yang baik untuk digunakan memiliki
kadar air 20 %, kadar SiO2 tidak terlalu tinggi 46 %.

Gambar 8. Tanah Liat/ Clay


c. Pasir Besi
Pasir besi didatangkan dari cilacap. Pasir besi memiliki rumus kimia
Fe2O3 (Ferri Oksida) yang pada umumnya selalu tercampur dengan SiO2
dan TiO2 sebagai impuritiesnya. Fe2O3 berfungsi sebagai penghantar panas

26

dalam proses pembuatan terak semen. Kadar yang baik dalam pembuatan
semen yaitu Fe3O2 75% 80%.
d. Batu Silika
Batu silika yang depositnya berasal dari bukit ngalau (+/- 1,5 Km dari
Pabrik). Pasir silika digunakan sebanyak 9 %. Pasir silika memiliki rumus
SiO2 (silikon dioksida). Pada umumnya pasir silika terdapat bersama oksida
logam lainnya, semakin murni kadar SiO2 semakin putih warna pasir
silikanya, semakin berkurang kadar SiO2 semakin berwarna merah atau
coklat, disamping itu semakin mudah menggumpal karena kadar airnya
yang tinggi. Pasir silika yang baik untuk pembuatan semen adalah dengan
kadar SiO2 90%.
e. Gypsum
Gypsum alam dan gypsum sintetis dari PT. Petro Kimia Gresik.
Gypsum berfungsi sebagai retarder atau memperlambat pengerasan aeral
dari semen. Jumlah gypsum yang digunakan 2-5 % dan masukkan
sebelum penggilingan klinker dan gypsum akan terurai pada temperatur
120C. Karena itu operasi penggilingan klinker dan gypsum pada semen
mill harus dijaga dibawah 120C, hilangnya kristal air, kristal gypsum
menyebabnya hilangnya atau berkurangnya sifat gypsum sebagai
retarder.

27

Tabel 1. Proporsi bahan baku semen


Bahan Baku

Proporsi

Lime stone (CaCO3)

81 %

Silica stone (SiO2)


Tanah Liat (AL2O3)
Pasir Besi (Fe2O3)
Gypsum
(CaSO4.
NH2O)

9%
10 %
1%
2-5 %

D. Proses Produksi Semen

Gambar 9. Diagram Proses Pembuatan Semen


Secara umum proses produksi Semen terdiri dari beberapa tahapan :
1. Tahap penambangan bahan mentah (quarry). Bahan dasar Semen adalah
batu kapur, tanah liat, pasir besi dan pasir silica. Bahan-bahan ini
ditambang dengan menggunakan alat-alat berat kemudian dikirim ke
pabrik semen.

28

2. Bahan mentah ini diteliti di laboratorium, kemudian dicampur dengan


proporsi yang tepat dan dimulai tahap penggilingan awal bahan mentah
dengan mesin penghancur sehingga berbentuk serbuk.
3. Bahan kemudian dipanaskan di preheater
4. Pemanasan dilanjutkan di dalam kiln sehingga bereaksi membentuk kristal
klinker
5. Kristal klinker ini kemudian didinginkan di cooler dengan bantuan angin.
Panas dari proses pendinginan ini di alirkan lagi ke preheater untuk
menghemat energy
6. Klinker ini kemudian dihaluskan lagi dalam tabung yang berputar yang
bersisi bola-bola baja sehingga menjadi serbuk semen yang halus.
7. Klinker yang telah halus ini disimpan dalam silo (tempat penampungan
semen mirip tangki minyak pertamina)
8. Dari silo ini semen dipak dan dijual ke konsumen.
Proses Pembuatan Semen dapat Dibedakan Menurut:
1. Proses Basah
Semua bahan baku yang ada dicampur dengan air, dihancurkan dan
diuapkan kemudian dibakar dengan menggunakan bahan bakar minyak,
bakar (bunker crude oil). Proses ini jarang digunakan karena masalah
keterbatasan energi BBM.

29

Gambar 9. Diagram alir pembuatan semen proses basah (wet process)


2. Proses kering
Menggunakan teknik penggilingan dan blending kemudian dibakar
dengan bahan bakar batu bara. Proses ini meliputi lima tahap pengelolaan
yaitu:
a. Proses pengeringan dan penggilingan bahan baku di rotary dryer dan
roller meal.
b. Proses pencampuran (homogenizing raw meal) untuk mendapatkan
campuran yang homogen.
c. Proses pembakaran raw meal untuk menghasilkan terak (clinker :
bahan setengah jadi yang dibutuhkan untuk pembuatan semen).
d. Proses pendinginan terak.
e. Proses penggilingan akhir di mana clinker dan gypsum digiling
dengan cement mill.

30

Gambar 10. Diagram alir pembuatan semen proses kering (dry process)
Dari proses pembuatan semen di atas akan terjadi penguapan karena
pembakaran dengan suhu mencapai 900o C, sehingga menghasilkan;
residu (sisa) yang tak larut, sulfur trioksida, silika yang larut, besi dan
alumunium oksida, oksida besi, kalsium, magnesium, alkali, fosfor, dan
kapur bebas.

31

BAB IV
ESTIMASI EXPANSION JOINT 13 PREHEATER GAS PADA PROSES
FABRIKASI PT. SEMEN PADANG

Gambar 11. Detail Expansion Joint 13 Preheater Gas


31

32

A. Estimasi Material dan Consumable Expansion Joint 13 Preheater Gas


Rancangan meterial dan consumable dilakukan untuk mengetahui
jumlah material dan peralatan yang digunakan dalam pembuatan Expansion
Joint 13 Preheater Gas. Jumlah Expansion Joint 13 Preheater Gas yang akan
dibuat adalah 1 unit. Adapun rancangan material dan consumable dari
pembuatan Expansion Joint 13 Preheater Gas adalah sebagai berikut:
1. Estimasi material
a. Perhitungan material kode 1 dan 2 (Flange)

Gambar 12. Marking kode bagian 1 dan 2

33

Berdasarkan marking dalam 1 lembar plat didapatkan 8 potongan, maka


plat yang dibutuhkan 0,75 lembar untuk Flange dengan kode 1 dan 2
dengan jumlah 2 unit.
b. Perhitungan material kode 1001

Gambar 13. Marking Kode bagian 1001


Berdasarkan marking dalam 1 lembar plat didapatkan 4 potongan, maka
plat yang dibutuhkan 0,75 lembar untuk ducting dengan kode 1001
dengan jumlah 1 unit.

34

c. Perhitungan material kode 1002 dan 1003 (Flange)

Gambar 14. Marking bagian 1002 dan 1003


Berdasarkan marking dalam 1 lembar plat didapatkan 8 potongan, maka
plat yang dibutuhkan 1 lembar untuk Flange dengan kode 1002 dan 1003
dengan jumlah 2 unit.

35

d. Perhitungan material kode 1004

Gambar 15. Marking Bagian 1004


Berdasarkan marking diaatas, didapatkan 4 potongan, plat yang dipakai
adalah kelebihan plat dari plat 1001, dengan panjang 2400mm x 405 x 8
mm. Diasumsikan plat yang dipakai 0.25 lembar.

36

e. Perhitungan material kode 1005

Gambar 16. Marking bagian 005


Berdasarkan marking dalam 1 lembar plat didapatkan 4 potongan, maka
plat yang dibutuhkan 0,75 lembar untuk ducting dengan kode 1005
dengan jumlah 1 unit.

37

f. Perhitungan material kode 1006

Gambar 17. Marking bagian 1006


Berdasarkan marking diatas plate yang dibutuhkan 2, 5 lembar untuk
marking 1006.

38

Rancangan material diatas dapat diperoleh kesimpulan / informasi


berapa banyak plate mildsteel yang digunakan. Untuk lebih jelas dapat dilihat
pada tabel dibawah
Tabel 2. Estimasi Material Dalam Satuan kg
No.

Material

Pembelian

Unit

Plate 20 mm x 4 x 8

Kebutu
han
0.75

Plate 10 mm x 4 x 8

Plate 8 mm x 4 x 8

4,25

Lembar

Berat/unit
(kg)
467

Total berat
(kg)
350,25

Lembar

233.3

233,3

Lembar

187

794,75

Jumlah
Harga berat/unit didapat dari browsing internet

1378,3

Tabel 3. Estimasi Material Dalam Satuan Harga


No.

Material

1
2
3
4

Plate 20 mm x 4 x 8
Plate 10 mm x 4 x 8
Plate 8 mm x 4 x 8

Pembelian

1
1
5
Jumlah
Harga sesuai dengan survei pasaran

Unit
Lembar
Lembar
Lembar

harga/unit
(Rp)
3.430.360
1.866.400
1.487.500

Total harga (Rp)


3.430.360
1.866.400
7.437.500
12.734.260

Data diatas menunjukan harga untuk satu unit Expansion Joint 13


Preheater Gas adalah Rp. 12.734.260
2. Estimasi Consumable
Consumable atau bahan habis pakai yang digunakan dalam pengerjaan
ini adalah, elektroda 4, oksigen, acetyline, batu gerinda, masker dan sarung
safety. Untuk menentukan nilai consumable didasarkan pada survei lapangan
pada tabel berikut:

39

Tabel 4. Survey Lapangan


Activity

Durasi Satuan

Keteran
gan

V. las Potong

60

Mm/mnt

V. Cnc

600

Mm/mnt

V. Qwicky

150

Mm/mnt

V. mengelas Smaw

11

Mm/mnt

V. Mesin membor

160

Rpm

V. menggerinda

150

Mm/mnt

1 batang kawat las

14

Mm

15000

Mm

1 tabung oksigen
1 tabung Lpg

1 : 4 tabung oksigen

Menghitung penggunaan kawat las digunakan ketentuan satu batang


kawat las 4 mm dengan panjang 350 mm memiliki efektivitas pemakaian
310 mm. Hasil pengelasan yang dapat dihasilkan adalah 11 18 cm, dalam
survai lapangan panjang rata-rata yang diambil adalah 14 cm. Satu kotak
kawat las 4mm berisi 87 batang dengan total berat 5 Kg. Panjang total
pengelasan dalam 1 unit Expansion Joint 13 Preheater Gas adalah 61803
mm, Sehingga dibutuhkan kawat las dalam 1 unit pembuatan Expansion Joint
13 Preheater Gas adalah sebanyak 442 batang atau 5 kotak. Kebutuhan
oksigen yang digunakan untuk pemotongan komponen pada Blade Side
Reclaimer didasarkan pada pengamatan. Satu tabung oksigen dapat
digunakan untuk 12000 mm Total pemotongan yang dilaksanakan + 42491
mm, maka jumlah oksigen yang dibutuhkan adalah 3,6 tabung dengan
pemakaian Lpg adalah 0,9 tabung. Bahan habis pakai lainnya seperti batu
gerinda kebutuhan yang diperkirakan 4 Pcs dan sarung safety dua pasang.

40

Untuk lebih jelasnya penggunaan Consumable dapat dilihat pada tabel


berikut:
Tabel 5. Consumble
no

Consumable

1
2
3
4

Elektroda 4 mm

kotak

Oksigen

4
1
4

botol
botol
Pcs

5
6

LPG
Batu gerinda dia. 1/4
x7
Sarung tangan las
Masker kertas 3 m
8710 a. 20 pcs/ktk

quantity

2
1

unit

Harga / Total harga


unit (Rp)
625000
125000
220.000
55000
420.000
420000

31000

124.000

pasang

27000

54.000

kotak

60000

60.000

Jumlah

1.503.000

Perhitungan diatas menunjukan bahwa, biaya yang dikeluarkan untuk


consumable sebesar Rp. 1.503.000.
B. Perhitungan Machining Cost dan Man Hour Expansion Joint 13
Preheater Gas
Perhitungan Man Hour dan Machining Cost dilakukan untuk
mengetahui biaya operasional mesin dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk
menbuat Expansion Joint 13 Preheater Gas. perhitungan ini semua unsur
dihitung berdasarkan waktu dikalikan dengan biaya. Sebelum menghitung
machining cost terlebih dahulu perlu dihitung biaya perjam dari mesin yang
digunakan. Jumlah hari dalam satu tahun adalah 365 hari.

41

Tabel 6. Perhitungan biaya perjam pada mesin


Mesin

Merek

Harga /unit
(Rp)

Umur
pakai
(Thn)

Pemakaian/hari
(Jam)

Cnc
cuting
Gerinda
tangan
Bor
radial
Las
potong
Rolling
Hydrolic
cutting
Las
trafo

ESSAB

1.2 M

68500

Makita

2.500.000

856

Z-J
china
qwicky

140.000.000

12000

12.000.000

2054

120.000.000
85.000.000

4
3

4
3

10273
9703

45.000.000

5136

lincol

Biaya / jam
(rp)

Adapun perhitungan Machining Cost dan Man Hour dalam pembuatan


Expansion Joint 13 Preheater Gas adalah sebagai berikut:
Tabel 7. Machine cost
No.
1
2

1/2

1001

Activity
PPC
QC
Preparation
Flange Pl 20 x ID ID 1720, OD !860 2off
- CNC Cutting
- Gerinda tangan
Joint Flange
- Marking
- Assembly
- Las Trafo
- Gerinda tangan
- Marking
- Bor Radial dia 18 x 36
Ducting OD 1716 1 off
- Marking
- Las Potong LPG
- Rolling
Joint Ducting Siap Roll
- Assembly
- Gerinda tangan
- Las Trafo
- Gerinda tangan

Duration Cost /
Total
Power Cost Power
(Hour) Hour (Rp) Cost [Rp] (KWh)
(Rp)
17,67
17,67
1,00
0,40
1,40

68.500
856

27.400
1.198

3,5
2,2

980
2.156

0,30
1,00
3,39
0,40
0,30
4,00

5.236
856

17.750
342

13,0
2,2

30.849
616

12.000

48.000

7,5

21.000

0,80
1,00
0,50

2.054
10.273

2.054
5.137

0,04
88,5

28
30.975

0,80
0,30
1,30
0,20

856
5.236
856

257
6.807
171

2,2
13,0
2,2

462
11.830
308

42

1002/1003 Flange ID 1720 x OD 1920 x 10 2 off


- CNC Cutting
- Gerinda tangan
Joint Flange
- Marking
- Assembly
- Las Trafo
- Gerinda tangan
- Marking
- Bor Radial 10 36 pcs
1004

1006

68.500
856

34.250
1.198

3,5
2,2

1.225
2.156

0,68
0,80
2,60
0,30
0,60
1,40

5.236
856

13.614
257

13,0
2,2

23.660
462

12.000

16.800

7,5

7.350

0,35
0,70
0,40
0,50

2.054
856
10.273

1.438
342
5.137

47,5
2,2
88,5

23.275
616
30.975

Ducting ID 1922x 8 x 40 2 off


- Marking
- las potong lpg
- Gerinda tangan
- Rolling
Joint Ducting Siap Roll
- Assembly
- Las Trafo
- Gerinda tangan
- Marking
- Bor Radial 14 48 pcs

1005

0,50
1,40

Ducting 1D 1624 1 oof


- Marking
- Las Potong LPG
- Rolling
Joint Ducting Siap Roll
- Assembly
- Gerinda tangan
- Las Trafo
- Gerinda tangan
Cone OD 1696 x ID 1640 x 8 x h 141 2 off
- CNC Cutting
- Gerinda tangan
- Rolling

0,68
0,40
0,20
1,00
3,50

5.136
856

2.054
171

13,0
2,2

12.000

42.000

7,5

3.640
308
0
18.375

0,30
1,00
0,70

2.054
10.273

2.054
7.191

0,04
88,5

28
43.365

0,60
0,20
1,60
1,30

856
5.136
856

171
8.218
1.113

2,2
13,0
2,2

308
14.560
2.002

0,30
0,60
1,00

68.500
856
10.273

20.550
514
10.273

3,5
2,2
88,5

735
924
61.950

43
Joint Cone Siap Roll
- Assembly
- Gerinda tangan
- Las Trafo
- Gerinda tangan

1,00
0,20
0,40
0,20

Joint Expantion Joint Bag In flow


- Handling
- Marking
Assembly Flange 1
Assembly 1001
Assembly 1002
assembly 1004

0,60
1,00
1,50
1,50
1,50
1,60

856
5.136
856

171
2.054
171

2,2
13,0
2,2

308
3.640
308

43

Joint Cone Siap Roll


- Assembly
- Gerinda tangan
- Las Trafo
- Gerinda tangan

1,00
0,20
0,40
0,20

Joint Expantion Joint Bag In flow


- Handling
- Marking
Assembly Flange 1
Assembly 1001
Assembly 1002
assembly 1004
assembly 1006
Assembly 1005

0,60
1,00
1,50
1,50
1,50
1,60
1,50
1,00

Welding
las Flange 1 dengan 1001
las 1001 dengan 1006
las 1001 dengan 1002
Las 1002 dengan 1004
las 1006 dengan 1005
gerinda tangan
Joint Expantion Joint Bag Out flow
- Handling
- Marking
Assembly Flang 2
Assembly 1001
assembly 1003
assembly 1004
Welding
Las 2 dengan 1001
las 1001 dengan 1003
Las 1003 dengan 1004
- Gerinda tangan
TOTAL
1 kwh ditetapkan sebesar Rp. 700,-

16,36
8,00
8,21
9,14
7,81
3,70

856
5.136
856

171
2.054
171

2,2
13,0
2,2

308
3.640
308

5.136
5.136
5.136
5.136
5.136
856

84.025
41.088
42.167
46.943
40.112
3.167

13,0
13,0
13,0
13,0
13,0

148.876
72.800
74.711
83.174
71.071

5.136
5.136
5.136
856

84.025
42.167
48.330
2.123

13,0
13,0
13,0
2,2

148.876
74.711
85.631
3.819

0,60
1,00
1,50
1,50
1,50

16,36
8,21
9,41
2,48
147,48

713.003

1.103.043

44

Tabel diatas menunjukan total biaya machine Rp. 713.003 dan cost
power Rp. 1.103.043. Perhitungan tenaga kerja yang digunakan dalam
pembuatan Expansion Joint 13 Preheater Gas didasarkan pada keketatapan
upah tenaga kerja yang dianggarkan. Berikut ketetapan tenaga kerja tersebut:
Tabel 8. Upah Tenaga Kerja

No

Tenaga kerja

1
2
3
4

Ppw
Qc
Kepala gudang
operator

Gaji/bulan
(Rp)
3500.000
3500.000
3500.000
2500.000

Gaji/jam
(Rp)
17.500
17.500
17.500
12.500

Catatan: hari kerja 25 hari dalam satu bulan (8 jam/hari)

Tabel 9. Perhitungan Man Hour


M a n
No.

Activity

W o r k e r
Gr Qty

1
2

1/2

1001

PPC
QC
Preparation
Flange Pl 20 x ID ID 1720, OD !860 2off
- CNC Cutting
- Gerinda tangan
Joint Flange
- Marking
- Assembly
- Las Trafo
- Gerinda tangan
- Marking
- Bor Radial dia 18 x 36
Ducting OD 1716 1 off
- Marking
- Las Potong LPG
- Rolling
Joint Ducting Siap Roll
- Assembly
- Gerinda tangan
- Las Trafo
- Gerinda tangan

P o w e r

Hour

Total Hour

gaji/jam

total gaji

2
1

18,0
18,0

36,00
18,00

15.000
15.000

540.000
270.000

1,5

3,00

15.000

45.000

1
1

0,40
1,40

0,40
1,40

12500
12500

5.000
17.500

2
2
1
1
1
1

0,30
1,00
3,39
0,40
0,30
4,00

0,60
2,00
3,39
0,40
0,30
4,00

12.500
12.500
12.500
12.500
12.500
12.500

7.500
25.000
42.375
5.000
3.750
50.000

1
1
1

0,80
1,00
0,50

0,80
1,00
0,50

12.500
12.500
12.500

10.000
12.500
6.250

2
1
1
1

0,80
0,30
1,30
0,20

1,60
0,30
1,30
0,20

12.500
12.500
12.500
12.500

20.000
3.750
16.250
2.500

45

1002/1003 Flange ID 1720 x OD 1920 x 10 2 off


- CNC Cutting
- Gerinda tangan
Joint Flange
- Marking
- Assembly
- Las Trafo
- Gerinda tangan
- Marking
- Bor Radial 10 36 pcs
1004

1
1

0,50
1,40

0,50
1,40

12.500
12.500

6.250
17.500

2
2
1
1
1
1

0,68
0,80
2,60
0,30
0,60
1,40

1,36
1,60
2,60
0,30
0,60
1,40

12.500
12.500
12.500
12.500
12.500
12.500

17.000
20.000
32.500
3.750
7.500
17.500

2
2
1
1

0,35
0,70
0,40
0,50

0,70
1,40
0,40
0,50

12.500
12.500
12.500
12.500

8.750
17.500
5.000
6.250

2
1
1
1
1

0,68
0,40
0,20
1,00
3,50

1,36
0,40
0,20
1,00
3,50

12.500
12.500
12.500
12.500
12.500

17.000
5.000
2.500
12.500
43.750

1
1
1

0,30
1,00
0,70

0,30
1,00
0,70

12.500
12.500
12.500

3.750
12.500
8.750

2
1
1
1

0,60
0,20
1,60
1,30

1,20
0,20
1,60
1,30

12.500
12.500
12.500
12.500

15.000
2.500
20.000
16.250

Cone OD 1696 x ID 1640 x 8 x h 141 2 off


- CNC Cutting
- Gerinda tangan
- Rolling

1
1
1

0,30
0,60
1,00

0,30
0,60
1,00

12.500
12.500
12.500

3.750
7.500
12.500

Joint Cone Siap Roll


- Assembly
- Gerinda tangan
- Las Trafo
- Gerinda tangan

2
1
1
1

1,00
0,20
0,40
0,20

2,00
0,20
0,40
0,20

12.500
12.500
12.500
12.500

25.000
2.500
5.000
2.500

Joint Expantion Joint Bag In flow


- Handling
- Marking
Assembly Flange 1
Assembly 1001
Assembly 1002
assembly 1004
assembly 1006
Assembly 1005

2
2
2
2
2
2
2
2

0,60
1,00
1,50
1,50
1,50
1,60
1,50
1,00

1,20
2,00
3,00
3,00
3,00
3,20
3,00
2,00

12.500
12.500
12.500
12.500
12.500
12.500
12.500
12.500

15.000
25.000
37.500
37.500
37.500
40.000
37.500
25.000

Ducting ID 1922x 8 x 40 2 off


- Marking
- las potong lpg
- Gerinda tangan
- Rolling
Joint Ducting Siap Roll
- Assembly
- Las Trafo
- Gerinda tangan
- Marking
- Bor Radial 14 48 pcs

1005

1006

Ducting 1D 1624 1 oof


- Marking
- Las Potong LPG
- Rolling
Joint Ducting Siap Roll
- Assembly
- Gerinda tangan
- Las Trafo
- Gerinda tangan

46

Welding
las Flange 1 dengan 1001
las 1001 dengan 1006
las 1001 dengan 1002
Las 1002 dengan 1004
las 1006 dengan 1005
gerinda tangan

1
1
1
1
1
1

16,36
8,00
8,21
9,14
7,81
3,70

16,36
8,00
8,21
9,14
7,81
3,70

12.500
12.500
12.500
12.500
12.500
12.500

204.500
100.000
102.625
114.250
97.625
46.250

Joint Expantion Joint Bag Out flow


- Handling
- Marking
Assembly Flang 2
Assembly 1001
assembly 1003
assembly 1004

2
2
2
2
2
2

0,60
1,00
1,50
1,50
1,50
1.5

1,20
2,00
3,00
3,00
3,00
3,00

12.500
12.500
12.500
12.500
12.500
12.500

15.000
25.000
37.500
37.500
37.500
37.500

Welding
Las 2 dengan 1001
las 1001 dengan 1003
Las 1003 dengan 1004
- Gerinda tangan

1
1
1
1

16,36
8,21
9,41
2,48

16,36
8,21
9,41
2,48

12.500
12.500
12.500

204.500
102.625
117.625
0

TOTAL

176,69

2.995.125

C. Total Perhitungan Biaya Pembuatan Expansion Joint 13 Preheater Gas


Perhitungan biaya Expansion Joint 13 Preheater Gas secara keseluruhan
merupakan jumlah biaya pengadaan bahan ditambah dengan upah dari tenaga
kerja. Adapun perhitungan biaya keseluruhan pembuatan Expansion Joint 13
Preheater Gas adalah sebagai berikut:
Tabel 10. Biaya Keseluruhan Pembuatan Expansion Joint 13 Preheater Gas
No

Description

Cost
(Rp)
12.734.2
60

Material

Consumable

Cost machine

Powert cost

1.103.043

Tenaga kerja

2.995.125

Jumlah

1.503.0
00

713.003

19.048.431

47

Tabel diatas menunjukan total keseluruhan untuk pembuatan Expansion


Joint 13 Preheater Gas adalah Rp. 19.048.431 Harga ini di golongkan harga
pokok, untuk menentukan harga mutlak masih terdapat beberapa item
pembiayaan yang belum termasuk pada analisis pembiayaan ini, seperti
transportasi dengan forklip dan yang lainnya.
D. Perbedaan Estimasi pengerjaan Dengan Pengerjaan Lapangan
Estimasi

proses

fabrikasi

Expansion

Joint

13

Preheater

Gas

membutuhkan waktu 22 hari dengan total hour 176,69. Untuk pengerjaan satu
unit Expansion Joint 13 Preheater Gas. Kenyataan dilapangan, pengerjaan
dilakukan 12 hari jam normal (1 hari 8 jam kerja).
Tabe1 1l. Lama pengerjaan
No Deskripsi

Hari

Hour

Estimasi pengerjaan

22 hari

176

Pengerjaan di lapangan

12 hari

96

Pada estimasi pengerjaan dengan pengerjaan di lapangan terjadi


perbedaan 10 hari.

Perbedaan ini sangat jauh sehingga dilakukan observasi

dengan data yang dihasilkan sebagai berikut:


1. Pengerjaan dilakukan 2 orang tenaga kerja inti ditambah satu tenaga PKL.
2. Skill yang dimiliki tenaga kerja inti sangat baik, sehingga permasalahan di
lapangan dapat, cepat dan tepat untuk diselesaikan.
3. Kerja sama team sangat bagus.
4. Peralatan yang digunakan memiliki kualitas yang bagus.
5. Ketersediaan material memadai.

48

Data diatas mengungkapkan tenga kerja digunakan berjumlah 3 orang,


mempunyai skill, kerja sama team sangat bagus, sehingga membuat pengerjaan
menjadi lebih cepat dari estimasi yang telah direncanakan.

49

BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Pembuatan expansion joint 13 preheater gas membutuhkan plate 20 mm x 4
x 8 = 1 lembar , 10 mm x 4 x 8 = 1 lembar, 8 mm x 4 x 8 = 5 lembar
dengan total harga RP. 12.734.260 dang consumable Rp. 1.503.000
2. Terjadi perbedaan Lama pengerjaan Expansion Joint 13 Preheater Gas,
pada proses estimasi pengerjaan Expansion Joint 13 Preheater Gas selama
22 hari dengan durasi hour 176,69. Kenyataan dilapangan dikerjakan selama
12 hari dengan duration hour 96.
3. Kerja sama team, tambahan tenaga kerja, ketersediaan material, skill, dan
Qc bekarja dengan baik, membuktikan bahwa pengerjaan dapat diselesaikan
dengan cepat.
4. Total biaya estimasi untuk pembuatan satu unit expansion joint 13 preheater
gas adalah Rp. 19.048.431

B. Saran
1. Diharapkan kerja sama team, ketersediaan material, skill, dan kinerja Qc
dapat dipertahankan untuk kelancaran proses pengerjaan.
2. Untuk keselamatan kerja tenaga kerja fabrikasi, diaharapkan tenaga kerja
memakai earplak demi menjaga pendengaran.
3. Untuk pembuatan estimasi diharapkan tidak terjadi perbedaan yang
mencolok antara lama estimasi pengerjaan dengan pengerjaan dilapangan.

49

50

DAFTAR PUSTAKA
Sudiarto. 1996. Petunjuk Kerja Las. Jakarta: PT. Pradnya Paramita
Amstead. 1981. Teknologi Pengelasan. Jakarta : Erlangga
Gerling. 1992. All About Machine Tools. New Delhi : Wiley Eastern

51

EXPANSION JOINT

52

Expansion Joint Detail

53

Bagian 1, 2, 1002 dan 1003

54

Bagian 1001, 1005

55

Bagian 1004 dan 1006