Anda di halaman 1dari 3

FORMAT LAPORAN PRAKTIKUM PHLEBOTOMY

A. Tujuan : Melatih kemampuan mahasiswa dalam mengambil darah vena.


B. Metode : Metode yang digunakan adalah metode parsipatif aktif, dengan
menekankan pada peserta untuk pengambilan darah vena dengan vakum tainer
(vena tainer).

C. Prinsip : Darah diambil dari pembuluh, vena pasien sesuai dengan volume yang
dibutuhkian, dimasukkan ke dealam tabung dengan antikoagulan.

D. Dasar Teori :
Pembuluh vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya
banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan
tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastic, jika diraba, denyut
jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup
ini berfungsi agar darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, darah tidak
memancar tetapi merembes. Dari saluran tubuh, pembuluh darah balik bermuara menjadi
satu pembuluh balik besar, yang disebut vena cava (Wikipedia, 2006).
Pembuluh darah ini masuk ke jantung melalui serambi kanan. Setelah terjadi
pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke jantung lagi melalui vena paru-paru.
Pembuluh vena ini membawa darah yang kaya okisigen. Jadi, darah dalam semua
pembuluh vena banyak mengandung karbon dioksida kecuali vena pulmonalis. Salah satu
penyakit yang menyerang pembuluh balik adalah varises (Wikipedia, 2006).
E. Alat dan Bahan :
a. Alat-alat :
1. Syringe
2. Kapas Alkohol
3. Torniquette
4. Plester
5. Gunting
b. Bahan :
1. Darah vena
F. Prosedur Kerja

1.
2.
3.
4.

Dilakukan persiapan kerja seperti alat-alat yang akan digunakan


Cuci tangan kemudian digunakan darung tangan
Diluruskan tangan pasien dan minta pasien untuk mengepalkan jari tangannya
Dipasang tourniquet pada lengen 7,5 10 cm diatas lipat siku atau bagaian yang

akan dilakukan tusukan vena (venpuncture)


5. Palpasi vena atau pilih yang paling besar dan tidak mudah bergerak
6. Dilepaskan tourniquet untuk sementara dan dibersihkan vena yang akan ditusuk
dengan alcohol 70% dengan gerak memutar dari tengah ke tepi
7. Dibiarkan 30 detik untuk pengeringan alcohol dan jangan menyentu8h area yang
sudah dibersihkan
8. Dipasang kembali tourniquetnya
9. Dimasukkan jarum ke vena yang telah disinfeksi, dengan lubang jarum menghadap
ke atas dan sudut 15-30 derajat.
10. Segera dilepaskan tourniquetnya setelah darah mengalir dan dimasukkan tabung ke
dalam holder yang telah berisi jarum.
11. Diisi tabung hingga batas yang ditetapkan/vakum habis
12. Dilepaskan tabung dari jarum dan holder
13. Segera tekan dengan kapas selam 3-5 menit dan plester badian vanipucture
14. Dilepaskan jarum dari holdernya dan langsung dibuang ke dalam kotak biohazard.
G.
-

Data Hasil Pengamatan :


Nama pasien : Siti Hamidah Diah
Umur : 20 tahun
Jenis kelamin :Perempuan
Status : Belum menikah
Alamat : Padang Sambian
Berhasil mendapatkan darah vena sebanyak 3 cc.

H. Pembahasan :
Pada pratikum yang telah dilakukan pada pengambilan darah vena didapatkan 3
cc darah dalam tabung 3cc pada pasien yang bernama Siti Hamidah Diah. Karena
pembuluh vena yang diambil lumayan kelihatan. Dan sesudah jarum vakum menusuk
pembuluh darah vena, dan sebelum tabung masuk ke holder terlebih dahulu tourniquet
harus dilepaskan dari lengan. Ini bertujuan agar tidak terjadi hematoma di dalam darah.
Pada saat darah mengalir ke dalam tabung usahakan jangan mencabut tabung dari
holder sebelum darah berhenti sendiri pada ukuran tabung yang digunakan. Ini
bertujuan agar darah tidak muncrat dan keluar dari holder.
I. Kesimpulan :

Berdasarkan hasil pratikum pada Siti Hamidah Diah didapatkan darah


vena sebanyak 3 cc pada tabung ukuran 3 cc. Pengambilan dilakukan secara
steril dengan menggunakan kapas alcohol 70%.

J. Daftar Pustaka :
- Wikipedia.2006. pembuluh darah.http://www.Pembuluh_Darah.com

Anda mungkin juga menyukai