Anda di halaman 1dari 8

PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini kelompok kami membuat sediaan semisolida untuk
penggunaan topikal yaitu sediaan salep mata dengan bahan aktif kloramfenikol sebesar
1%, sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam literatur yakni kloramfenikol digunakan
sebanyak 0,5-1%. Dalam sediaan kami memilih menggunakan chloramphenikol sebagai
zat aktifnya. Klorobutanol sebagai pengawet, butil hidroksi toluen (BHT) sebagai
antioksidan, sedangkan sebagai emollient digunakan paraffin liquidum dan untuk coating
agent , stiffening digunakan setil alcohol dan terakhir basis yang digunakan adalah
vaselin flavum. Pada formula salep ini akan dibuat dibuat sediaan salep mata
kloramfenikol dengan bobot 10 gram di mana sediaan akan dibuat sebanyak 3 tube
sehingga bobot total sediaan yang harus dibuat sebanyak 30 gram.
Sediaan salep mata kloramfenikol merupakan sediaan steril yang tidak tahan
terhadap panas, sehingga tidak dapat dilakukan sterilisasi akhir terhadap sediaan ini.
Dengan demikian untuk menjamin sterilitas dari sediaan salep mata kloramfenikol, maka
selama proses produksi harus dilakukan secara aseptis, dimana semua alat-alat dan
bahan-bahan yang akandigunakan saat proses pembuatan salep mata harus disterilisasi
terlebih dahulu kemudian dalam pengerjaannya dijaga seminimal mungkin dari
kontaminasi mikroba
Alasan pemilihan Chloramphenicol sebagai zat aktif sebab merupakan antibiotic
bersepektrum luas, bersifat bakteriostatik. Akan tetapi juga dapat bersifat bakterisida pada
konsentrasi tinggi atau ketika digunakan melawan bakteri yang rentan. Mekanisme kerja
Chloramphenicol yang dapat larut dalam lipid, berdifusi melewati membrane sel bakteri
dan secara reversible berikatan dengan 50 S subunit ribosom bakteri dimana transfer
asam amino untuk membentuk rantai peptide dicegah (kemungkinan akibat penekanan
aktivitas peptidyl transferase), kemudian menginhibisi pembentukan ikatan peptide dan
protein berikutnya.
Untuk basis dasar yang digunakan adalah vaselin flavum. Vaselin flavum yang
dipilih dan bukan vaselin album karena lebih aman untuk mata yang merupakan organ
yang paling sensitive. Pada vaselin flavum yang telah mengalami proses pemutihan,

dikhawatirkan masih mengandung sesepora bahan pemutih yang tertinggal dalam masa
vaselin tersebut, Maka vaselin yang digunakan harus mengandung pengotor seminimal
mungkin. Dengan demikian teroksidasinya senyawa ini menjadi lebih kecil, namun untuk
mencegah terjadinya proses oksidasi dalam formula tetap ditambah zat pengoksidan yaitu
butil hidroksi toluene (BHT) sebab vaselin distabilkan dengan penambahan sejumlah
BHT. Selain itu, karena sebelum dimurnikan, paraffin cenderung teroksidasi dan
menimbulkan bau yang tak sedap. Ini dicegah dengan pemakain BHT. Paraffin sendiri
berguna untuk memperbaiki konsistensi basis sehingga lebih lunak dan memudahkan
penggunaan.
Media salep bukan media yang baik untuk pertumbuhan mikroba. Akan tetapi,
penambahan pengawet sangat diperlukan untuk salep multidose. Pengawet ini diperlukan
untuk mencegah kontaminasi mikroba saat tutup tube sehingga infeksi mikroba ke dalam
mata dapat dihindari. Pengawet yang digunakan adalah klorbutanol karena pengawet ini
sering digunakan dalam salp mata dan kompatibel dengan zat aktif dan eksipien lain.
Selain itu alasan penggunaan klorobutanol adalah karena klorbutanol secara luas
digunakan sebagai pengawet pada sediaan farmasetik sebagian besar pada sediaan mata.
Konsentasi yang digunakan sebagai pengawet pada sediaan mata adalah 0,5%.
Klorbutanol aktif melawan bakteri gram positif dan gram negatif dan beberapa jamur
seperti Candida albicans, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus albus.
Adapun cara pembuatan salep mata yaitu sebagai berikut :
Semua alat yang akan digunakan disterilisasi terlebih dahulu.
Masing-masing bahan ditimbang sesuai dengan bobot penimbangannya.
Basis salep (vaselin flavum, setil alcohol dan parafin cair) diletakkan pada cawan
porselen yang telah dilapisi dengan kasa steril.
Basis salep kemudian dilebur dalam oven pada suhu 60 C selama 60 menit.

Kasa steril tersebut diperas,hasil perasan masuk dalam mortir. Lelehan basis salep diaduk
perlahan hingga semua basis meleleh sempurna dan tercampur dengan homogen.
Kloramfenikol digerus di dalam mortir hingga halus sampai bercampur homogen dengan

dengan basis. Tambahkan BHT aduk, kemudian tambahkan chlorbutanol aduk sampai
tercampur homogen.
Campuran bahan ditimbang sebanyak 10 g, lalu dimasukkan kedalam tube yang telah
disiapkan.
Tube yang telah berisi salep kemudian diberikan etiket, lalu dimasukkan ke dalam
kemasan sekunder bersama dengan brosur sediaan, lalu sediaan disimpan pada box
praktikum.

Setelah sediaan salep tersebut jadi, dilanjutkan untuk evaluasi sediaan. Namun
Pada praktikum ini, tidak semua evaluasi sediaan salep dilakukan hanya beberapa uji
yang dilakukan yaitu :
1. Evaluasi fisika
Uji organoleptis
Bentuk : semisolid
Warna : kekuningan
Bau
: khas

Uji homogenitas
Uji ini dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan salep mata kloramfenikol
pada kaca objek. Dari pengujian inidiketahui bahwa salep mata kloramfenikol
memiliki homogenitas yang bagus. Hal tersebut ditunjukkan dengan tersebar
secara merata dengan terdapatnya butiran butiran halus pada sediaan yang
menandakan zat aktif kloramfenikol sudah terdispersi secara homogen.

Uji PH
PH sediaan salep yang diuji memiliki memiliki PH sebesar 7

Uji daya rekat dan daya sebar


Uji ini tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan alat

2. Evaluasi kimia

3. Evaluasi mikrobiologi
Salep mata yang baik harus memiliki kehomogenan yang baik atau harus bebas
dari partikel kasar yang dapat mengiritasi mata serta salep mata mata harus memiliki
daya serap yang bagus agar dapat berpenetrasi dengan cepat pada cairan mata dan
tentunya harus bebas dari mikroba.

KESIMPULAN

1. Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV yang dimaksud dengan salep mata adalah salep
yang digunakan pada mata, sedangkan menurut BP 1993, salep mata adalah sediaan

semisolida steril yang mempunyai penampilan homogen dan ditujukan untuk pengobatan
konjungtiva.
2. Formulasi salep mata untuk 30 gram
R/ Chloramphenikol 0,3
Chlorbutanol 0,15
Vaselin flavum 31,59
Paraffin liq 8,22
Butil hidroksi toluene 0,3
Setil alcohol 1,053
3. Didapatkan sediaan salep mata yang homogen dengan bau khas warna agak kekuningan.

SARAN
Dalam pelaksanaan pembuatan salep mata ini belumlah dibuat secara steril melainkan
secara aseptis sehingga diharapkan dengan formulasi yang sama jika akan dibuat sediaan salep
mata dapat dilakukan secara steril sehingga didapatkan hasil yang maksimal demikian juga
diharapkan adanya pengujian yang dilakukan secara maksimal agar dapat diketahui kualitas
sediaan salep mata yang memang benar-benar memenuhi syarat.

LAPORAN PRAKTIKUM SEMI SOLID & LIQUID


Salep mata chloramphenikol

DISUSUN OLEH :

HENDRA TAN

12334717

BENI ARIYANTO

12334738

RIZKY ALFIANI C.

12334748

ALIN NAILUL MUNA

12334743

INSTITUT SAINS DAN TEKHNOLOGI NASIONAL


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI FARMASI
JAKARTA
2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat serta
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan praktikum ini. Laporan praktikum ini
disusun dalam rangka memenuhi tugas perkuliahan di Institut Sains dan Tekhnologi Nasional
pada mata kuliah Praktikum Semi Solid & Liquid. Judul tugas yang diberikan salah satunya
tentang sediaan infus glukosa.

Dalam penyusunan makalah ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk
mengumpulkan data dan keterangan yang diperoleh dalam penulisan makalah tersebut. Kami
juga menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan serta kelemahan dalam menyusun
makalah ini, karena ilmu pengetahuan yang kami dapat belum maksimal.
Demikian akhir kata bukan pujian yang kami harapkan, melainkan kritik dan saran yang
kami harapkan guna memperbaiki makalah ini, akhirnya, kami ucapkan terimakasih kepada
dosen pembimbing serta seluruh pihak yang membantu dalam penyusunan makalah ini. Kami
mengharapkan mudah-mudahan makalah ini dapat berguna bagi kita semua.

Jakarta, Agustus 2013