Anda di halaman 1dari 9

Kumpulan Soal Sidang Teknik Pertambangan

1. Prospeksi
Adalah kegiatan penyelidikan, pencarian, dan penemuan, endapan-endapan mineral berharga.
2. Eksplorasi
Adalah pekerjaan selanjutnya setelah ditemukannya endapan mineral berhaga yang antara lain meliputi pekerjaanpekerjaan untuk mengetahui dan mendapatkan ukuran, bentuk, posisi, kadar rata-rata dan cadangan dari endapan
tersebut.
3. Development
Pekerjaan persiapan untuk penambangan dan pengangkutan yang antara lain; pembuatan lobang-lobang bukaan ke arah
dan dalam endapan bijih yang sudah pasti ada.
4. Eksploitasi
Adalah kegiatan penambangannya sendiri yaitu mengambil dan membawah kepermukaan bumi, kadang-kadang sampai
pada pemasarannya.
5. Round
Adalah suatu pola lobang bor yang meliputi lokasi dan arah jumlah bor yang digunakan untuk memperoleh bukaan pada
suatu batuan/ore.
6. Country rock
Semua lapisan batuan yang mengelilingi endapan bijih.
7. Gangue mineral
Adalah mineral-mineral pengganggu yang tidak berguna yang terdapat bersama-sama mineral berharga/bagian dari
endapan bijih.
8. Waste (barren rock)
Batuan yang tidak mengandung mineral berhaga bagian lain dari endapan bijih yang kadarnya sangat rendah.
9. Vein
Adalah suatu daerah mineralisasi yang memiliki bentuk dan menyerupai urat/pipa, umumya miring, agak tajam
terhadap bidang datar. (>450).
10. Overburder
Adalah semua material /batuan yang menutupi bagian atas dari suatu endapan.
11. Hanging wall
Lapisan batuan yang terletak dibagian atas vein disebut roof atau batubara.
12. Foot wall
Adalah lapisan batuan yang terletak dibagian bawah vein disebut floor untuk endapan batubara.
13. Dip (kemiringan)
Sudut terbesar yang dibentuk oleh suatu endapan bijih/lapisan batuan dengan bidang datar.
14. Strike (jurus)
Arah mendatar dari suatu endapan/batuan yang tegak lurus terhadap kemiringan.
15. Shaft (sumuran)
Adalah suatu lubang bukaan yang menghubungkan tambang bawah tanah dengan permukaan berfungsi sebagai jalan
pengangkutan karyawan, alat-alat kebutuhan tambang, ventilasi dan penirisan.
16. Tunnel (terowongan)
Adalah suatu lubang bukaan mendatar/hampir mendatar yang menembus bukit.

17. Adit
Adalah suatu lubang bukaan mendatar/hampir mendatar yang menghubungkan tambang bawah tanah dengan
permukaan bumi dan hanya menembus sebelah bukit saja.
18. Drift
Adalah suatu lubang bukaan mendatar yang dibuat dekat endapan bijih dan arah sejajar dengan jurus/dimensi terpanjang
dari endapan bijihnya.
19. Cross cut
suatu lubang bukaan mendatar yang menyilang atau memotong jurus endapan bijih,
suatu lubang bukaan yang menghubungkan shaft dengan endapan bijih
suatu lubang bukaan mendatar yang menyilang/memotong jalan pengangkutan utama.
20. RaiSe
Suatu lubang bukaan vertikal /agak miring yang dibuat dari level bawah kelevel atas.
21. Winze
Suatu lubang bukaan vertikal /agak miring yang dibuat dari level atas ke level bawahnya.
22. Blind shaft
Adalah raize/winze yang berfungsi sebagai shaft, tetapi tidak menembus sampai kepermukaan bumi.
23. Stope
Adalah suatu tempat atau ruangan dimana endapan bijih sedang ditambang tetapi bukan tempat penggalian yang
dilakuakan selama devolopment.
24. Sump
Adalah sumuran dangkal untuk menampung air untuk kemudian dipompa kepermukaan bumi, biasanya dibuat ditempat
terendah dari shaft dekat shaft/level.
25. Shaft collar
Adalah bagian paling atas suatu shaft yang diperkuat dengan beton, kayu/babu/timber.
26. Slope stability
Adalah usaha yang dilakukan sehingga kemiringan dari suatu lereng akan tetap stabil dan tidak terjadi longsor.
27. Creep
Adalah peristiwa dimana apabila lapisan di bawah lunak dan pillar mendapatkan tekanan yang kuat dari atas maka
lantai pada kiri-kanan akan naik.
28. Thrust
Adalah batubara/pillar yang kurang kuat tekanan dari atas yang besar dan lantai kuat, akibat pillar akan pecah.
29. Geologi
Ilmu pengetahuan yang menyelidiki lapisan batuan yang ada dalam kerak bumi/lapisan batuan pembentuk kulit bumi,
tetang adanya suatu endapan, patahan, lipatan dan/dapat juga dikatakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tetang zat
pembentuk kulit bumi.
30. Hubungan geografi dengan topografi
Topografi merupakan detail dari geografi itu sendiri, jadi topografi merupakan pekerjaan lanjutan dari penyelidikan
geografi dan geologi.
31. Faktor-faktor yang mempengaruhi lokasi shaft
Faktor permukaan :
Topografi : apakah perlu alar kerta api, lori, truck dan belt conveyor.
Permukaan shaft harus terhindar dari bahaya kelongsoran juga:
Dip dan strike dari deposit.
Waktu yang tersedia
Biaya yang tersedia
Faktor di bawah tanah :

Keadaan bawah tanah yang meliputi;


o Geologi (keadaan batuan, patahan dan lain-lain)
o Hydrologi
o Keadaan tempat, apakah mengandung air, patahan.
Keadaan daerah yang akan ditambang apakan ada subsidance.
Kemungkinana hilangnya mineral-mineral barharga yang ditinggalkan dalam bentuk pilar
Pengeringan shaft, usahanya yaitu dengan pembuatan shaft collar (shaft dipermukaan) yang harus lebih tinggi dari
permukaan sungai.
32. Shaft terbagi dua yaitu :
Rectanguler (
)
Rounded
(
) dan untuk batubara.
Kentungan shaft bulat (rounded)
Lebih kuat terhadap lateral pressure (tekanan horizontal) dibandingan dengan rectangular.
Kalau dibutuhkan pipa-pipa untuk ventilasi kabel-kabel maka hal tersebut akan lebih mudah dilakukan untuk shaft
yang bulat.
Bilah shaft bulat diperkuat dengan semen maka shaft tersebut bersifat kedap air (dapat menahan air tanah).
Ongkos perawatan lebih murah.
o Keuntungan rectangular shaft
Bisa dengan muda dibagi atas beberapa bagian/compartement, sesuai dengan kebutuhan, untuk vertikal shaft.
Inciland shaft umumnya dipakai rectangular.
33. Faktor-faktor yang menentukan ukuran dari pada shaft
Tujuan dari pembuatan shaft yaitu untuk eksplorasi, taransportasi (hoisting)
Kapasitas tambang yang diinginkan
Suplai udara untuk ventilasi
Cara hoisting (apakah sistem cage/skip)
Jumlah buruh yang akan diturunkan melalui shaft
Jumlah air yang akan dipindahkan
Sifat tanah dan batuan sekitarnya
Biaya yang tesedia untuk pembuatan shaft
Kedalaman dari pada shaft
Wending ongine (mesin pengangkat).
34. Skip
Suatu alat trasportasi yang digunakan pada tambang bawah tanah yang menghubungkan dari level bawah ke level atas
dengan mempunyai kemiringan 90o
35. Cage
Suatu alat trasportasi yang digunakan pada tambang bawah tanah untuk mengangkat material dan pekerja, yang dipakai
pada vertikal shaft (90o).
36. Perbedaan Drift dan Cross Cut dengan Tunnel.
drift dan cross cut kurang dari pada tunnel (dalam hal ukuran)
tunnel lebih parmanen dari pada drift dan cross cut
tunnel lebih besar dari pada drift dan cross cut karena juga untuk ventilasi.
tunnel keluar dipermukaan bumi, sedangkan drift dan cross cut tidak.
37. Breast
Istilah lain dari pada front (fases) bagian dari pada stope yang digali kearah horizontal.
38. Floor
Bagian bawah dari semua lubang bukaan
39. Rib
Bagian samping/dinding dari suatu drift/tunnel.

40. Ore pass/ore chute


Yaitu lubang bukaan yang dipakai untuk melewatkan bijih dari bagian atas ke bawah, ore pass dilengkapi dengan chute
gate.
41. Underhand stoping
Yaitu suatu cara penambangan dimana arah penggalian/penambangan maju ke bawah.
42. Overhand stoping
Yaitu cara penambangan yaitu arah penggaliannya horizontal.
43. Rill stoping
Cara penambangan yang merupakan variasi overhand stoping dimana bentuk atapnya tidak rata tapi bertangga-tangga,
bila rata disebut; Falt Back Stoping.
44. Dilution
Yaitu dinding dari pada stope yang pecah/runtuh akibatnya runtuhan ini bercampur dengan ore sehingga kadar ore akan
turun.
45. Spalling
Yaitu retakan-retakan kecil pada dinding stope, biasanya karena getaran-getaran peledakan.
46. Cara penambangan untuk endapan bijih
Open stope methode
Penambangan untuk endapan bijih yang kuat, pada tambang bawah tanah, dimana dalam penambangannya tidak
diperlukaan penyanggaan.
Underground glory hole : suatu sistem penambangan yang merupakan kombinasi antara open pit dengan
underground.
Gophering : cara penambangan untuk endapan bijih yang kecil yaitu lebih dari 3 meter, bentuknya tidak teratur dan
terpisah-pisah tapi batuannya keras dan bijihnya memiliki nilai tinggi.
Shringkage stoping : bagian dari open stope methode penambanganya dilakukan selapis demi selapis kemudian
dibor dan diledakkan.
Sublevel stoping : penambangan dilakuakan dengan menggunakan
superted methode :
Cut end fill stoping : cara penambangan dengan mengambil/menggali bagian demi bagian, diamana setiap kali bagian
digali itu dikeluarkan, material pengisi dimasukkan sebelum penggalian berikutnya.
Stull stoping : cara penambangan dimana dinding tempat penggalian (stopes) disangga dengan penyangga kayu dari
foot wall langsung ke hanging wall. Penyangga tersebut disebut : stull.
Square set stoping : cara penambangan dengan menyangga secara sistematism, setiap bagian yang telah ditambang
dengan timber yang berbentuk kubus atau empat persegi panjang.
Caving method :
cara penambangan untuk endapan bijih dimana penambangan dilakuakn pertama-tama dengan melakuakan penggalian
bagian bawah (under cutting) yang Kemudian menyebabkan runtuhnya batuan dibagian atas akibat berat batuan itu
senndiri/tekanan dari samping/ gabungan dari keduanya.
Top slicing : penambangan untuk endapan bijih dan country rock terutama apabila overburdennya lemah, dimana
penambangan dilakuakan selapis demi selapis dari atas ke bawah pada stope yang disangga.
Sub level caving : penambangan dari puncak ore body menuju ke bawah seperti pada top slicing, biasanya untuk batuan
yang keras.
Blok caving : penambangan diamana batuan dibagi dalam blok-blok besar yang kemudian dikeluarkan melalui drow
point yang letaknya pada dasar blok.
o Vertikal dan inclined shaft :
First cost (investation cost/ongkos pembuatan)
Cost of eguipment (pada vertikal lebih sedikit menggunakan hosting rope)
Operation cost = ongkos hoisting pada vertikal shaft lebih kecil karena jaraknya pendek dan geseran yang kecil
Relatife capasity :
a. Inclined shaft : kecepatan skip 3000 3500 ft/menit
b. Vertikal shaft : kecepatan cage 6000 ft/menit
Maintenance = pemilihan vertikal shaft lebih sedikit dari pada inclined shaft dimana perlu diadakan pemilihan terhadap
pilar-pilar
Kedalaman shaft bervariasi terhadap kondisi batuan setempat

47. Batuan amorf


Batuan yang tidak mempunyai bentuk kristal
48. Proses deffrensiasi
Proses pemisahan antara batuan beku (asam) sebelah atas, dan batuan beku (basa) di bawah. Pemisahan ini berdasarkan
kristalisasi dan grafitasi.
49. Proses asimilasi
Penelanan batuan-batuan sekeliling oleh magma yang menujuh kepermukaan
50. Sedimen mekanik (klastik)
Batuan-batuan yang terdiri dari bagian fragment batuan tanah liat, konglomerat, bereksi dan lain-lain.
51. Sedimen kimia (non-klastik)
Batuan yang langsung mengendap dari larutan-larutan yang mengandung berbagai unsur kimia, misalnya ; garam dapur,
gamping dan gypsum.
52. Pelapukan mekanik
Suatu pelapukan batuan yang disebabkan oleh pengerjaan-pengerjaan mekanik yang mengkibatkan pecehnya batuan
yang dinamakan desentegrasi.
53. Pelapukan kimia
Pelapukan yang disebabkan oleh pengerjaan-pengerjaan kimia.
54. Skala waktu relatif
Yaitu perhitungan waktu geologi dengan membandingkan usia lapisan yang satu dengan yang lain.
55. Waktu absolut
Struktur itu terbentuk beberapan tahun yang lalu.
56. Daur geologi
Orogenesa : proses pembentukan pegunungan
Cliptogenesa : proses penghancuran relief-relif
Till : Loggikan bahan sedimen besar dan halur.
Erosi : Yaitu pengikisan daratan-daratan yang disebabkan oleh air yang melaluinya.
Abrasi : Yaitu perusakan di pantai-pantai dan daratan didekat pantai yang disebabkan oleh ombak.
Denudasi : Yaitu pengerjaan oleh air dimana relief-relief yang tinggi oleh sebab adanya pecahan-pecahan ombak maka
relief-relief yang tinggi menjadi daratan.
Erosi glacial : Pengikiran dataran yang disebabkan oleh es yang melaluinya.
Deflasi : Pengikisan oleh angin yang dapat membawa material-material.
Meander : Yaitu perpisahan suatu daratan/daerah oleh sungai karena dilalui air.
Stalaktit dan Stalaknit: Pengerjaan air antara lain dari gamping larutan dimana H2O dan CO2 menguap sehingga reaksi
kimia tersebut beralih.
Stalaktif : tergantung di atap suatu gua
Stalaknit : yang tumbuh dari dasar gua.
57. Lava
Magma yang sampai pada permukaan bumi masih didalam keadaan cair.
58. Daur batuan
Cyclus dari kejadian-kejadian yang tidak berakhir, pertama -tama menbentuk batuan beku (pendinginan magma),
kemudian mengalami proses pelapukan fisika dan kimia terbentuklah sedimen klastik, dan dengan pertolongan jasadjasad terbentuklah sedimen organik sedangkan laruatan lain karena penguapan dan proses kimia terbentuk sedimen
kimia. Kemudian dari batuan beku/sedimen dengan adanya tekanan dan temperatur yang tinggi, maka dapat dapat
berubah menjadi batuan metamorf, dari batuan metamorf kemudian akan terbentuk magma kembali.
59. High grade ore
Yaitu bijih yang mempunyai kadar diatas kadar menurut kontrak penjualan.

60. Low grade ore


Yaitu bijih yang mempuyai kadar terletak antara kadar penjualan menurut kontrak dari kadar rejektion point
(penolakan).
61. Metalic mineral
Yaitu mineral yang mempunyai spesifik gravity yang tinggi serta mempunyai kilap logam.
62. Non metalic
Kurang dimiliki sifat-sifat metal di atas contohnya; carbon, aspal, intan
63. Mineral industri
Mineral yang tanpa mengalami banyak pengolahan dan langsung dapat dipergunakan, contoh : batukapur, granit, tanah
liat, pasir.
64. Precious mineral (logam mulia)
Mineral yang sangat kuat bertahan terhadap oksidasi contohnya; emas, perak, platina.
65. Tracing float
Yaitu kegiatan untuk mencari sumber mineral dengan mengikuti potongan dengan endapan bijih.
Syaratnya; keras, density tinggi, tidak larut dalam asam/basa lemah. Biasa usaha ini dimulai dari sungai dan alat yang
dipakai adalah pen/dulang.
66. Persyaratan yang harus dipenuhi pada proses pelapukan.
Mineral yang terkandung dalam batuan haruslah mudah lapuk. Artinya tidak stabil pada kondisi yang dapat kena
udara/atmosfer.
67. Sampling
Pengambilan suatu bagian yang terkecil dari suatu subjek yang besar dimana bagian yang terkecil itu dapat mewakili
keseluruhan.
Sampling itu tidak representative dalam hal :
Dalam hal pengambilan sampel
Kesalahan dalam analisa
kesalahan yang muncul di dalam sampling :
Satling/contoh yang salah
Tidak cukup contoh yang diambil
Tidak tepat mengambil lokasi
Kesalahan analisa kimia
Tidak tepat dalam perhitungan assay
68. Dilution
Penambangan tonase sehingga menyebabkan penambahan keuntungan tonage, tetapi jumlah metal berharga tidak
sebanding dengan tonage ditambahkan tersebut.
Penyebab dilution
Pengotor pada bijih sehingga kadarnya akan turun, hal ini disebabkan terambilnya overburden dan bed rock oleh alat
gali/muat (power shovel/front shovel).
Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar bijih : inpuritis dan dilution
69. Macam-macam sampling :
grab sampling : pengambilan sampel pada lori/truck dalam interval tertentu.
channel sampling : pengambilan sample dalam bentuk ukuran tertentu.
chip sampling : pengambilan sample dalam bentuk berat yang sama.
dump sampling : pengambilan sample dalam /pada tempat penimbunan (stock pile)
bulk sampling : pengambilan sample dalam bentuk bongkahan-bongkahan.
core sampling : pengambilan sample berdasarkan alat bor. Alat bor yang digunakan adalah : diamond drill, chilled
shot drill dan hydrolic rotary drill.
70. Ore bearing mineral
Ore yang mengandung logam yang tidak menguntungkan dan belum menguntungkan pada saat ditinjau dari segi teknis
dan ekonomis.

71. Krigging pada pekerjaan sampling


Pemelajaran terhadap penyebaran kadar dari suatu endapan secara horizontal dan secara vertikal.
72. Faktor-faktor yang mempengaruhi umur tambang
Bentuk dan ukuran dari bijih
Cara penambangan
Keadaan penambangan
Penyediaan tenaga kerja
Kapasitas dari shaft, alat-alat angkut
Mill, pengangkutan, kapasitas pengolahan/peleburan
Pasaran hasil produksi
73. Usaha pertambangan bahan galian dapat meliputi
1. penyelidikan umum
2. eksplorasi
3. eksploitasi
4. penambangan
5. pemurnian dan pengolahan
6. penjualan
a. Fase-fase penyelidikan pendahuluan pada tambang dapat di lakukan antara lain:
i. Penyelidikan prospek
ii. Penyelidikan tambang tua
iii. Penyelidikan tambang yang sedang berjalan
1. Penyelidikan prospek :
a. Penyelidikan geologi
b. Penyelidikan peralatan dan pemboran
c. Meninjau ongkos-ongkos yang meliputi ongkos trasportasi dan ongkos-ongkos lain
d. Pengambilan contoh dari out crop/sumur-sumur uji
e. Meninjau keadaan pemasaran
74. Assay value pada tambang batubara adalah mengenai
Fixed carbon
Volatile mater (zat terbang)
Moisture content (kadar air)
Ash content (kadar abu)
Calorific value (nilai kalor)
75. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam proses pelapukan
Mineral-mineral yang terkandung dalam batuan haruslah mudah lapuk. Artinya tidak stabil pada kondisi yang dapat
kena udara antmosfir.
76. Syarat-syarat lapangan kapal keruk
Alluvial deposite
Kedalaman tidak melebihi kemampuan ladder max.
Kekayaan 1.5 10 kw/1000 m3
Cadangan 3.5 5 tahun
kapasitas penggalian 2.105 m3/thn
77. Syarat lapangan semprot
Alluvial deposite
Kedalaman kurang lebih 15 meter (situasi)
Kekayaan 2.5 3 kw/1000 m3
Tersedia sumber air
ada tempat pembuangan tailing
kapasitas min 100.000 m3/thn
78. Faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan alat bor
Harga alat bor
Kedalaman lubang bor yang diinginkan
Formasi batuan yang akan dibor
Macam keterangan yang ingin diperoleh

Kecepatan pemboran yang diinginkan


Cara pengangkutan alat bor yang tersedia
Ongkos pemboran yang tersedia

79. Blasting agent


Apabilah berdiri sendiri tidak merupakan bahan peledak, tapi setelah dicampur dengan unsur bahan peledak yang lain
baru merupakan bahan peledak.
1. Kekuatan bahan peledak dapat dikontrol dengan
a. Besarnya lubang bor
b. Jenis bahan peledak
i. Untuk memperbesar kekuatan bahan peledak
1. diameter lubang bor diperbesar (d)
2. Kedalaman lubang bor ( H )
3. Burden (B)
4. Spasing (E)
5. Rock faktor ( c )
6. Weight strength ( s )
7. Degree of packing (P )
80. Sifat-sifat bahan peledak :
Sensitivute
Dorongan yang dibutuhkan untuk suatu reaksi peledakan yang dapat mengakibatkan bahan peledak itu meledak.
Strength
Kekuatan bahan peledak untuk memindahkan suatu batuan/ material.
Stability
Suatu senyawa bahan peledak yang tidak mudah berdecomposisi terhadap pengaruh luar. Misanyal; dingin, makin stabil
bahan peledak makin mudah penyimpananya/handling dan aman.
Hydroskopicity
Sifat bahan peledak yang mudah bereaksi/berpengaruh terhadap lingkungan luar khususnya terhadap kelembaban udara
(air).
Valatility
Sifat bahan peledak yang mengeluarkan zat-zat padat setelah peledakan (jarang terjadi).
Reaktivity
Sifat mudah bahan peledak untuk bereaksi,
Detonation velocity
Kecepatan detonasi/kecepatan gelombang detonasi yang menjalar/bereaksi melalui kolom bahan peledak itu sendiri
(bahan, bentuk, ukuran butir, density, diameter, packeging, temperatur, dll). Sifat tersebut sangat penting dalam
menentukan kwalitas bahan peladak.
Water resistance
Ketahanan / kemampuan suatu bahan peledak untuk rembesan air dari luar.
Fume
Gas-gas hasil peledakan dan ini dalam berupa fume dan amoks, gas-gas beracun yang dihasilakan ; CO, NO, NO2
Packaging
Pembungkus bahan peledak dan ini sudah dianggap bagian dari bahan peledak didalam campuran bahan peledak itu
sendiri.
81. wIre line (core barrel dengan kawat baja)
Dasar dari core barrel type adalah penggunaan tabung ganda dan dirancang agar tabung bagian dalam dapat diangkut
kepermuakaan sesudah melepas rodnya. Proses ini dilakuakan oleh kawat baja dan kerak yang bergerak bebes. Pada
tangkai rod, tabung bagian luar dan bir tunggal di dasar sumur.

Keuntungan :
Cara pengeluaran tabung bagian dalam yang berisi core lebih sederhana
Menyebabkan bertambahnya umur coring bit, karena mengurangi diamond yang lepas.
Rod terletak lebih lama didalam lubang yang akan mengurangi kerusakan
Kerusakan pada sumur, karena casing/rod yang jarang diangkat
Dapat dikombinasiakan dengan alat survey lubang bor, seperti kompas
Pengetesan permeability

Macam-macam crade/kadar :
o Computeted grade : hasil ekplorasi data
o Effektife grade : hasil sesudah ditambang

o
o
o
o

Run of minegrade : hasil dari lapangan


Pit head grade : hasil dari tumpukan
Mill grade : hasil dari mill
Cut of grade.

82. Langkah-langkah dalam melakuakan pemboran


Menentukan lokasihnya
Pembersihan tempat
Pengukur jarak lubang bor
Pengeboran
83. Tujuan pemboran
Produksi (untuk bor minyak)
Sampel (dalam hal cadangan)
Peledakan (untuk material kompak)
Ventilasi
Pengeringan
Pembuatan shaft
Sand filling
Pemadaman kebakaran dibawah tanah
84. Cara pemboran
Manual driver (dengan tangan)
Mechine driver (dengan mesin) : percusife (menumbuk), rotary (putar), dan gabungan percusife dan ritary.
85. Macam-macam drill
Manual :
o Bangka bor (impire drill)
o Auger drill
Machine :
1. Percusife : Chrun drill, Hammer drill
Rotary : Hidroulic drill, Diamond drill, Jet pieree drill
Rotary percusif drill : Jack hammer.
86. Kecepatan pemboran tergantung pada
Jenis alat bornya (rotary/percusif/gabungan keduanya
Batuannya (keras atau lunak)
Kondisi geologi (apakah ada patahan dll)
87. Cara pemakaian jackhammer
Drifter (pemboran horizontal)
Stopper (pemboran ke atas)
Sinker (pemboran ke bawah)
88. Kesukaran-kesukaran yang terdapat pada saat pemboran
o Struktur geologi batuannya (patahan, joint dll)
o Faktor topografi (bentuk permukaan bumi)
o Sifat-sifat material yang akan dibor (kekerasan, kelembaban)
o Terjepitnya catting pada pipa bor
o Materialnya banyak mengandung air