Anda di halaman 1dari 32

PROPOSAL SKRIPSI

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PAI SISWA KELAS 2 DENGAN


MENGGUNAKAN STRATEGI FLASH CARD DI SD NEGERI 1 CLAPAR
SUBAH BATANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Diajukan untuk Ujian Seminar Proposal Skripsi

Disusun oleh :
NUR FAHMI ALFIANI
NIM : 152101511

JURUSAN TARBIYAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2013

I.

JUDUL PENELITIAN
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR
ISLAM (PAI)

SISWA KELAS 2

PENDIDIKAN AGAMA

DENGAN MENGGUNAKAN

STRATEGI FLASH CARD DI SD NEGERI 1

CLAPAR SUBAH

BATANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014

II. LATAR BELAKANG MASALAH


Permasalahan yang sering ditemukan dalam pengajaran, khususnya
pengajaran PAI adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara
baik sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien. Kurangnya kreasi dan
inovasi dari guru dalam kegiatan pembelajaran juga ikut berpengaruh. Selain
itu, tenaga pengajar yang tidak dibekali dengan metodologi dan keterampilan
mengajar juga sering menjadi sumber permasalahan.
Begitu juga permasalahan yang terjadi di SD Negeri Clapar, khususnya
masalah yang terjadi pada siswa kelas II, yaitu rendahnya motivasi belajar
siswa pada mata pelajaran PAI maupun pelajaran lainnya , karena guru masih
menggunakan model pembelajaran klasik, seperti ceramah, guru mencatat di
papan tulis dan siswa menyalin apa yang ditulis oleh guru. Dengan lokasi
sekolah yang berada di tepi jalan raya yang riuh akan lalu lalang kendaraan,
mendengarkan guru berbicara akan membosankan dan peseta didik kurang
konsentrasi. Sehingga siswa segan belajar karena tidak mengetahui kegunaan

mata pelajaran tersebut, dan siswa merasa bosan yang mengakibatkan turunnya
prestasi belajar siswa.
Dewasa ini pendidikan Sekolah / Madrasah menjadi tumpuan harapan
untuk dapat mencerdaskan kehidupan bangsa, karena pendidikan yang
berlangsung di Sekolah keberadaannya disengaja, diniati, direncanakan, diatur
sedemikian rupa melalui tata cara dan mekanisme sesuai dengan perundangundangan yang berlaku. Pada Bab IV Pasal 19 Peraturan Pemerintah No.19
Tahun 2005 dikatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan
diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang
yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat,
minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.1
Dari permasalahan diatas, perlu dicarikan suatu solusi yang tepat agar
pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Yaitu, dengan menerapkan metode
pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai alternatif yang tepat

dalam

menghadapi masalah permasalahan tersebut. Metode pembelajaran yang harus


diterapkan mampu meningkatkan aktivitas dan motivasi siswa baik individu
maupun kelompok. Selain itu, metode harus sesuai dengan pokok bahasan yang
akan dipelajari, sehingga pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berjalan
efektif. Guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan
lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didik di kelas. Salah
1 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan,
Jakarta, Kencana Perdana Media Group, 2006 , hal. 133

satu kegiatan yang harus guru lakukan adalah melakukan pemilihan dan
penentuan metode yang bagaimana akan dipilih untuk mencapai tujuan
pengajaran.2
Belajar pada hakikatnya adalah proses perubahan tingkah laku yang
disadari. Mengajar pada hakikatnya adalah usaha yang direncanakan melalui
pengaturan dan penyediaan kondisi yang memungkinkan sisswa melakukan
berbagai kegiatan belajar seoptimal mungkin. Dalam proses pengajaran
terdapat empat komponen utama, yang perlu diatur dan dikembangkan
sedemikian rupa, sehingga semua komponen saling berhubungan dan
mempengaruhi satu sama lain. Keempat komponen tersebut ialah tujuan, bahan
pelajaran metode dan alat serta penilaian.3
Oleh karena itu sebelum mengajar guru harus merencanakan dan
menyusun teerlebih dahulu strategi pengajaran yang tepat dan sesuai dengan
materi yang akan diajarkan dan memahami karakter dan kemampuan siswa
agar tujuan pembelajaran tercapai. Tujuan yang diniatkan dalam setiap
kegiatan belajar mengajar, baik yang sifatnya instruksional maupun tujuan
akan dapat dicapai secara optimal apabila dapat menciptakan dan
mempertahankan kondisi yang menguntungkan bagi peserta didik.4

2 Syaiful Bahri Djamarah, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Rineka Cipta, 2006,
hal.77
3 Dr. Nana Sudjana, Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung , Sinar Baru Algensindo,
2009 ,hlm. 43

Dalam strategi pembelajaran, guru mengajar dan siswa belajar adalah dua
proses atau jalan yang berbeda. Artinya ketika guru mengajar, belum tentu
siswanya belajar.5 Ketika siswa banyak melakukan aktivitas, itulah sebenarnya
saat siswa belajar. Penyelarasan antara aspek pembelajaran dengan
perkembangan anak didik akan membangkitkan motivasi dan gairah
belajarnya. Proses pembelajaran bukanlah sekadar masalah cara belajar,
melainkan menyangkut cara terbaik bagi seseorang untuk menerima dan
memahami informasi. Pada umumnya, orang belajar dengan membaca, tapi
orang-orang tertentu dapat memahami lebih baik dengan cara mendengar atau
mengamati. Ada juga yang senang berdiskusi dengan orang lain, tapi ada yang
lebih cepat mengerti dengan cara melihat gambar atau bagan.
Seperti yang dikutip dari tulisan Mujtahid, Dosen Ilmu Pendidikan UIN
Malang. Menurut pakar psikologi, Howard Gardner, proses pembelajaran atau
lebih dikenal dengan sebutan kata mendidik erat kaitannya dengan pelibatan
semua elemen saraf dan potensi yang ada di alam jiwa anak itu. Dengan cara
seperti itu berarti tidak ada anak yang tidak berbakat, semua pasti punya bakat,
meski masing-masing anak bisa berbeda bakatnya. Bertolak dari realitas
tersebut, kini metode pembelajaran diarahkan untuk pertumbuhan dan
perkembangan peserta didik, yang lebih dikenal dengan istilah sistem student
4 Drs. Ahmad Rohani, HM, M.Pd , Pengelolaan Pengajaran, Cet II, Jakarta, PT Rineka
Cipta , 2004 , hlm 122

5 Munif Chatib, Sekolahnya Manusia : Sekolah Berbasis Multiple Intelligences di


Indonesia, Cet IV, Bandung , PT Mizan Pustaka, 2009 , hlm 12.

center. Melalui sistem student center diharapkan setiap anak didik aktif dalam
kegitan pembelajaran materi, baik berlangsung di dalam kelas maupun di luar
kelas. Dengan model tersebut anak didik akan terangsang untuk mengasah
kemampuan, pengalaman, ketrampilan dan kemandiriannya. Hakikat dari
tujuan pembelajaran adalah untuk menumbuhkan semangat belajar anak didik
agar berkembang potensinya secara utuh.
Seorang anak jika diberi materi dengan pembelajaran yang monoton. Pasti
akan merasa jenuh. Mereka memerlukan inovasi , dimana kegiatan belajar itu
akan menyenangkan dan juga mudah dipahami. Anak akan termotivasi untuk
belajar jika pembelajaran itu menarik. Jika mereka tertarik maka mereka akan
mudah menangkap pelajaran dan memahaminya. Dalam pembelajaran berbasis
pendekatan Multiple Intelligences, ada sebuah strategi belajar yaitu strategi
Flash Card dimana strategi pembelajaran ini mengaitkan konsep pembelajaran
dengan gambar dalam kartu. Dalam proses pembelajaran, siswa diminta untuk
melakukan simulasi dengan permainan kartu.

Strategi Flash Card ini

memancing kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang


secara akurat dan kepekaan mencerna dan merespon secara tepat.
Penulis memilih SD N Clapar dalam menerapkan strategi pembelajaran
FlashCard karena pembelajaran di sekolah tersebut cenderung monoton
sehingga pelaksanaan pembelajaran PAI kurang maksimal. Seiring dengan hal
tersebut, guru Pendidikan Agama Islam di SD N Clapar dalam menyampaikan
6 Munif Chatib, Gurunya Manusia : Menjadikan Semua Anak Istimewa dan Semua Anak
Juara , Cet I, Bandung , PT Mizan Pustaka, 2011 , hlm 173.

pelajarannya, salah satunya menggunakan strategi Flash Card karena dengan


metode ini siswa akan lebih mengerti dan memahami materi pelajaran yang
disampaikan.
III. IDENTIFIKASI MASALAH
Masalah - masalah yang kemungkinan muncul dalam penerapan strategi
pembelajaran flash card antara lain :
1. Siswa pasif dan kurang tertarik pada penjelasan guru tentang metode
2.
3.
4.
5.

yang akan dilakukan.


Siswa kurang berminat dan tidak semangat mengikuti pembelajaran.
Perhatian siswa kurang terpusat.
Proses pembelajaran tidak lancar, karena siswa keliru melakukan.
Suasana pembelajaran tidak tertib

IV. RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan masalah dalam skripsi adalah :
1. Apakah dengan strategi Flash Card siswa aktif, kreatif, bersemangat
dan antusias dalam mengikuti pelajaran PAI.
2. Apakah dengan strategi
Flash Card suasana pelajaran PAI
menyenangkan, riuh, semarak.
3. Apakah dengan strategi Flash Card pelaksanaan pelajaran PAI berjalan
lancar.
4. Apakah dengan strategi Flash Card motivasi belajar siswa kelas II di
SD Negeri clapar meningkat dalam pelajaran PAI.
V. TUJUAN PENELITIAN
Sesuai dengan rumusan masalah diatas, PTK ini bertujuan :

1. Dengan menerapkan stategi Flash Card peneliti ingin mengetahui


motivasi belajar siswa.
2. Dengan menerapkan stategi Flash Card, peneliti ingin mengetahui
suasana belajar mengajar berlangsung.
3. Dengan menerapkan stategi Flash Card, peneliti ingin mewujudkan
proses belajar mengajar yang lancar.
4. Dengan menerapkan stategi Flash Card , peneliti ingin meningkatkan
motivasi siswa.

VI. MANFAAT PENELITIAN


Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik yang bersifat
teoritis maupun praktis. Secara teoritis (tertulis) jika penelitian tindakan kelas
ini terbukti dengan penerapan strategi Flash Card pada siswa kelas II dalam
pembelajaran PAI mampu meningkatkan motivasi belajar siswa berarti dapat
dijadikan acuan untuk kegiatan penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan
pembelajaran PAI.
Secara praktis, hasil penelitian tindakan kelas ini bermanfaat :
1. Bagi siswa SD kelas II , sebagai sarana untuk meningkatkan motivasi
belajarnya. siswa akan menjadi tertarik, aktif dan kreatif dalam
mengikuti pelajaran dan mendapatkan kemudahan dalam memahami
suatu materi.
2. Bagi guru PAI kelas II, sebagai salah satu alternatif atau meningkatkan
motivasi belajar siswa. Guru akan mengetahui dan memahami
pentingnya penggunaan media pembelajaran. Guru menjadi lebih

kreatif dalam menyampaikan materi sehingga dapat meminimalisir


kejenuhan dalam PBM.
3. Bagi sekolah, sebagai sumbangan dan referensi yang bermanfaat dalam
rangka perbaikan pembelajaran PAI pada khususnya dan pembelajaran
lain pada umumnya.
4. Bagi peneliti, bermanfaat dalam mempersiapkan diri untuk memilih
metode pembelajaran ynag sesuai, sehingga tercipta suasana interaktif
dan menarik.
VII.KERANGKA PEMIKIRAN
A. Pengertian Motivasi Belajar
Menurut Mc Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri
seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan
tanggapan terhadap adanya tujuan.7
Dari pengertian yang dikemukakan, Mc. Donald ini mengandung
tiga elemen penting .
1. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada
diri setiap individu manusia.
2. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa feeling, afeksi
seseorang.
3. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan.
Dengan ketiga elemen diatas, maka dapat dikatakan bahwa motivasi
sebagai sesuatu yang kompleks. Motivasi akan menyebabkan terjadinya

7
Sardiman AM, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : CV Rajawali,
1990, hlm 73

suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan bergayut
dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk
kemudian bertindak atau melakukan sesuatu. Semua ini didorong karena
adanya tujuan kebutuhan atau keinginan.
Dalam kegiatan belajar mengajar, apabila ada seorang siswa,
misalnya tidak berbuat sesuatu yang seharusnya dikerjakan maka perlu
diselidiki sebab-sebabnya. Sebab sebab itu biasanya bermacam macam,
mungkin ia tidak senang, sakit lapar atau ada problem yang lain. Hal ini
berarti pada diri anak tidak terjadi perubahan energi, tidak terangsang
afeksinya untuk melakukan sesuatu, karena tidak memiliki tujuan atau
kebutuhan belajar. Keadaan semacam ini perlu dilakukan daya upaya yang
dapat menemukan sebab mushababnya kemudian mendorong seseorang
siswa itu mau melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan, yakni
belajar. Dengan kata lain, siswa perlu diberikan rangsangan agar tumbuh
motivasi pada dirinya. Atau singkatnya perlu diberikan motivasi.8
Menurut Sardiman bahwa adanya motivasi yang baik dalam belajar
akan menunjukkan hasil yang baik. Dalam arti bahwa ada usaha tekun
terutama dalam hal yang disadari oleh adanya motivasi, maka seseorang
yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. 9
8 Sardiman, A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar , cet 21 Jakarta, PT. Raja Grafindo
Persada, 2012, hlm. 74

9 Sardiman AM, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : CV Rajawali, 1996,
hal 85

Motivasi adalah serangkaian usaha untuk menyediakan kondisikondisi tetentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu,
dan bila tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau
mengelakkan perasaan tidak suka itu.10
Motivasi dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas dan kegiatan
manusia, sesuai dalam mengaktualisasikan dirinya.

Oleh karena itu,

motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan semangat


dalam belajar, karena fungsinya untuk mendorong, menggerakan dan
mengarahkan kegiatan belajar. Motivasi diartikan sebagai suatu upaya
untuk menimbulkan/meningkatkan dorongan untuk mewujudkan perilaku
tertentu yang terarah kepada pencapaian suatu tujuan tertentu.11
Dari uraian tentang pengertian motivasi belajar diatas dapat
disimpulkan bahwa motivasi belajar PAI adalah suatu upaya yang muncul
dari dalam maupun dari luar diri individu yang dapat menimbulkan/
mengingatkan dorongan untuk mewujudkan perilaku tertentu secara terarah
yang berkaitan dengan mata pelajaran PAI.
Beberapa hal dalam ciri-ciri motivasi yaitu sebagai berikut :
a. Dorongan ingin tahu besar
b. Memberikan banyak ide dan usulan terhadap suatu masalah.
c. Bebas dalam menyatakan suatu pendapat
10 Sardiman, A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar , cet 21 Jakarta, PT. Raja
Grafindo Persada, 2012, hlm. 75
11 Surya, M., Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran, Bandung, Pustaka Bani Quraisy,
2004, hlm.62

d. Mempunyai nilai estetika yang tinggi


e. Menonjol dalam salah satu bidang seni.
f. Memiliki pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya tidak
terpengaruh orang lain.
g. Rasa humornya tinggi.
h. Daya imajinasinya dan daya hal nya tinggi.
i. Keaslian tinggi tampak pada gagasan, ungkapan, karangan, dalam
memecahkan suatu masalah menggunakan cara-cara orisinilitas yang
jarang diperlihatkan kepada anak-anak lainnya.
j. Dapat bekerja sendiri
k. Senang mencoba hal-hal yang sifatnya baru.
l. Kemampuan dalam mengembangkan memerinci suatu gagasan.12

Motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor
internal atau faktor yang berasal dari dalam diri siswa dan faktor eksternal
(faktor yang datang dari luar diri siswa. Diantaranya adalah :
a. Faktor Internal
Faktor-faktor internal ini antara lain :
1) Faktor Biologis (Jasmaniah)
Meliputi segala hal yang berhubungan dengan keadaan fisik /
jasmani individu yang bersangkutan. Sehubungan dengan faktor

12 Ibid., hal 34

biologis ini diantaranya adalah kondisi fisik yang normal dan


kondisi kesehatn fisik.

2) Faktor Psikologis
Meliputi segala hal yang berkaitan dengan kondisi mental
seseorang.
b. Faktor Eksternal
1) Faktor lingkungan keluarga
2) Faktor lingkungan sekolah.
3) Faktor lingkungan masyarakat
4) Faktor waktu13
Adapun siswa dikatakan mempunyai motivasi untuk belajar bila sudah
melampaui indikator-indikator sebagai berikut:
1. Rasa tertarik yang tinggi pada setiap pembelajaran.
2. Dapat merespon secara cepat setiap stimulus yang diberikan oleh guru.
3. Aktif bertanya dan memberikan jawaban.
4. Merasa senang dalam belajar dan tidak merasa tertekan..
Dorongan melakukan perubahan dalam pembelajaran akan terus tumbuh
manakala guru selalu menerapkan pembelajaran yang berbasis pada
pemenuhan standart kompetensi secara maksimal. Sebagaimana dilansir
Kemdiknas, mutu pembelajaran pasa SD/MI akan meningkat jika :
13 T.Hakim, Belajar Cara Efektif, Jakarta, Puspa Swara, 2000, hlm.11-21

1) Model kegiatan pembelajaran mengacu pada standart proses,


2) Melibatkan siswa secara aktif, demokratis, mendidik, memotivasi,
mendorong kreativitas, dan dialogis.
3)Bertujuan agar siswa mencapai pola pikir dan kebebasan berpikir
sehingga dapat melaksanakan aktivitas intelektual yang berupa
berpikir, berargumentasi, mengkaji, menemukan dan memprediksi.
4) Pemahaman

bahwa

keterlibatan

siswa

secara

aktif

dalam

pemebelajaran yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan


mendalam untuk mencapai pemahaman konsep, tidak terbataspada
materi yang diberikan oleh guru.
5) Setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu perencanaan kegiatan
pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya agar
siswa mampu :
a) Meningkatkan rasa ingin tahunya,
b) Mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai
dengan tujuan pendidikan, mengembangkan kompetensi dasar,
c) Memahami perkembangan pengetahuan dengan kemampuan
mencari sumber informasi,
d) Mengolah informasi menjadi pengetahuan,
e) Menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah,dll.

Dengan demikian iklim pembelajaran yang dijadikan hendaknya mampu


memberi siswa untuk bebas berekspresi dan berkreasi. Hal inilah yang
akan menimbulkan kegairahan atau dorongan dalam belajar.14

B. Strategi Pembelajaran Flash Card


1. Pengertian Strategi pembelajaran Flash Card
Strategi Flash Card adalah strategi pembelajaran yang mengaitkan
konsep pembelajaran dengan gambar dalam kartu. Pola permainan kartu
ini bisa beragam, antara lain pola kwartet, urutan atau yang lain.15
Strategi Flash Card mempunyai poin-poin prosedur sebagai berikut.
a. Konsep
Konsep adalah materi yang akan diajarkan kepada siswa yang
biasanya terdapat dalam silabus. Dalam proses pembelajaran PAI ini,
konsep yang diajarkan adalah tata cara shalat empat rakaat.
b. Flash Card
Adanya Flash Card atau kartu yang berisi gambar atau tulisan
berhubungan dengan konsep. Dalam proses pembelajaran PAI , kartu
flash-card berisi gambar prosedur atau tata cara shalat empat rakaat.
c. Kesimpulan
Kesimpulan adalah aktivitas menyimpulkan definisi konsep setelah
permainan kartu dilakukan. Dalam proses pembelajaran pada cerita

14 Dr. H. Moh. Padil, M.Ag, Angga Teguh Prastyo, M.Pd, Strategi Pengelolaan SD/MI,
Malang, UIN-Maliki Press, 2011, hlm. 76

15 Munif Chatib, Gurunya Manusia, op.cit., hlm 173.

tadi, kesimpulannya adalah siswa diminta untuk melakukan simulasi


shalat sesuai dengan permainan kartu.16
Flash card atau education card adalah kartu-kartu bergambar yang
dilengkapi kata-kata, yang diperkenalkan oleh Glenn Doman, seorang
dokter ahli bedah otak dari Philadelphia, Pennsylvania. Gambar-gambar
pada flash card. Dikelompok-kelompokkan antara lain: seri bintang, buahbuahan, pakaian, warna, bentuk-bentuk angka, dan lain-lain. Kartu-kartu
belajar tersebut dimainkan dengan cara diperlihatkan kepada anak dan
dibacakan secara cepat, hanya dalam waktu 1 detik untuk masing-masing
kartu anak.17
Jadi penulis menyimpulkan bahwa media pembelajaran flash card
adalah media pembelajaran visual yang berbentuk kartu yang berisi
gambar atau tulisan yang bisa mengarahkan siswa tentang materi yang
dipelajari,

sehingga

dapat

mempercepat

pemahaman

dan

dapat

memperkuat ingatan siswa.


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan flash card yaitu:
1) Ukuran harus memadai dan cukup besar dan jelas terlihat oleh siswa
seluruh kelas.
2) Gambar harus dapat menyampaikan pesan dengan jelas, jangan rancu,
atau menggambarkan sesuatu yang membingungkan.

16 Ibid
17 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran , Jakarta, PT .Raja Grafindo Persada. 2007,119.

3) Penggunaan flash card harus tepat, yaitu cara memegang dan cara
menggerakkan saat mengganti gambar, gambar harus cukup jelas dilihat
siswa dan di gerakkan secara cepat dari belakang kedepan.
C. Langkah-langkah Pembelajaran Flash Card
Adapun langkah-langkah pelaksanaan strategi flash card adalah sebagai
berikut:18
a. Tulisan atau gambar di kartu dengan spidol dengan warna yang cerah
(merah) dan jelas.
b. Bagikan flash card (bergambar dan bertema) kepada setiap peserta
didik.
c. Mintalah siswa untuk membentuk lingkaran dan memperhatikan
gambar pada kartu yang dipegang masing-masing.
d. Guru melakukan gerakan, misal shalat atau wudhu di tengah lingkaran.
Atau Flashkan kartu yang sama tahapan shalat tadi , tidak apa tidak ada
kontak mata. Jangan haruskan anak untuk selalu terpaku kepada satu
kartu, karena dapat dipastikan anak akan bosan dengan kekakuan
tersebut.
e. Lakukan berulang-ulang dan perintahkan anak-anak untuk membentuk
barisan sesuai dengan urutan kartu yang diflashkan dan gambar yang
mereka pegang..
f. Lakukan dengan suasana yang menyenangkan jangan sampai anak
merasa tegang.
g. Siswa berhasil jika telah membentuk barisan yang benar-benar teratur
dan dengan tahapan yang benar.
D. Manfaat Pembelajaran Flash Card
Manfaat dari metode Flash card antara lain adalah :
18 Munif Chatib, Gurunya Manusia : Menjadikan Semua Anak Istimewa dan Semua
Anak Juara , op. cit., hlm 172.

1. Dengan kartu permainan bergambar atau dengan tulisan ini anakanak akan tertarik dan dengan variasi pembelajaran ini akan terasa
menyenangkan sehingga anak-anak mempunyai motivasi untuk
belajar.
2. Dapat mengembangkan daya ingat otak kanan dari peserta didik.
3. Dapat melatih kemampuan konsentrasi dari peserta didik agar
mampu fokus terhadap materi pelajaran.
4. Dengan menggunakan strategi flash card memberikan kesempatan
dan menuntut siswa terlibat aktif di dalam mencapai tujuan
pembelajaran dengan baik.
Didalam GBPP PAI,Pendidikan agama islam adalah usaha dasar
untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, menghayati, memahami, dan
mengamalkan agama melalui bimbingan, pengajaran dan latihan dengan
memperhatikan tuntunan untuk menghormati agama lain dalam
hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk
mewujudkan persatuan nasional.19
Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi
spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak
19 Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam, Bandung, Remaja Rosdakarya, 2001,
hlm.75

mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai
perwujudan dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spiritual
mencakup

pengenalan,

pemahaman,

dan

penanaman

nilai-nilai

keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan


individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi
spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai
potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat
dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
Dalam PP No. 74 Tahun 2008 disebutkan bahwa kompetensi
kepribadian merupakan kemampuan kepribadian

guru SD/ MI yang

mantap, berakhlak mulia, arif dan berwibawa serta menjadi teladan


siswa.

Kepribadian

guru

SD/MI

mencerminkan

perilaku

guru.

Berdasarkan hal itu, guru yang berkompeten memiliki perilaku yang baik
(good personality). Beberapa kompetensi pribadi yang semestinya ada
pada seseorang guru SD antara lain memiliki pengetahuan yang dalam
tentang materi pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Selain itu,
guru SD/MI tersebut mempunyai pengetahuan tentang perkembangan
siswa yang diikuti dengan kemampuan untuk memperlakukannya secara
individu.20
Dari hal itu, guru perlu menyadari bahwa seorang guru harus
memiliki sifat penyayang kepada siswanya, sehingga siswa tidak takut
20 Dr. H. Moh. Padil, M.Ag, Angga Teguh Prastyo, M.Pd, op.cit., hlm. 176

dan menyayangi guru. Dengan demikian, materi pelajaran yang


disampaikan guru akan dimengerti dan siswa akan senang untuk belajar.
Siswa akan meniru apapun yang dikerjakan oleh seorang gurunya, karena
guru merupakan panutan. Maka seorang guru hendaknya berperilaku
yang baik. PAI merupakan mata pelajaran yang erat kaitanya dengan
spiritual, sosial dan vertikal dengan Sang Pencipta. Maka dalam
memberikan mata pelajaran ini harus dengan cara yang mudah dipahami
dan menyenangkan terutama untuk siswa kelas II tanpa menghilangkan
nilai-nilai yang terkandung didalamnya.
VIII. HIPOTESIS PENELITIAN
Hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara terhadap rumusan
masalah penelitian.21 Dikatakan sementara, karena jawaban sementara baru
didasarkan pada teori yang relevan, belum di dasarkan pada fakta fakta
empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat
dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian,
belum jawaban yang empirik dengan data.22 Hipotesis yang peneliti ajukan
dalam penelitian ini adalah strategi pembelajaran Flash Card dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran mata pelajaran PAI
di SD Negeri Clapar Subah Batang.
21 Prof. Dr. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan
R&D, Bandung, alfabeta, 2011, hlm. 159

22Prof. Dr. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan
R&D, Bandung, alfabeta, 2010, hlm. 96

IX. METODE PENULISAN SKRIPSI


A. Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk dalam bentuk jenis penelitian lapangan yang
datangnya diperoleh melalui penelitian tindakan kelas (PTK).
PTK adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki
pembelajaran dikelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau
praktisi

dalam

bentuk

berbagai

kegiatan

yang

dilakukan

untuk

memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran dikelas.


Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat diartikan bahwa penelitian tindakan
sbagai suatu bentuk investigasi yang bersifat reflektif partisipatif,
kolaboratif dan spiral, yang memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan
sistem, metode kerja, proses, isi, kompetensi, dan situasi.23
Dalam pelaksanaan PTK terdapat tiga hal penting dalam pelaksanaannya,
yakni sebagai berikut :
1. PTK merupakan penelitian yang merupakan mengikutsertakan secara

2.

aktif peran guru dan siswa dalam berbagai tindakan


Kegiatan refleksi (perenungan, pemikiran, dan evaluasi) dilakukan
berdasarkan pertimbangan rasional (menggunakan konsep teori) yang
mantap dan valid guna melakukan perbaikan tindakan dalam upaya

3.

dalam memecahkan masalah yang terjadi.


Tindakan perbaikan terhadap situasi dan kondisi pembelajaran
dilakukan dengan segera dan dilakukan secara praktis (dapat dilakuakan
dalam praktek pembelajaran)

23
Prof. Suharsimi Arikunto, Prof. Suhardjono, Prof. Supardi, Penelitian Tindakan
Kelas, Jakarta, 2007, hlm. 104

Penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan dalam bentuk siklus


berulang yang di dalamnya terdapat empat tahapan utama kegiatan,
yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.24
Perencanaan

Siklus Masing Masing :


?

SIKLUS I

Refleksi

Pelaksanaan

Pengamatan
Perencanaan
Refleksi

SIKLUS II

Pelaksanaan

Pengamatan

B. Metode Pengumpulan Data


1. Variabel penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan dua variabel yaitu variabel
bebas (variabel X) dan variabel terikat (variabel Y).
a. Variabel penerapan strategi pembelajaran Flash Card sebagai
variabel x dengan indikator :
1) Persiapan
2) Penyampaian materi
3) Pengembangan materi
4) Penyampaian kesimpulan materi
5) Penugasan atau evaluasi
b. Variabel motivasi belajar PAI sebagai indikator Y dengan indikator

24

Ibid., hlm. 72 73

1)

Keantusiasan dan keaktifan siswa dalam mengikuti

pembelajaran PAI.
2) Sikap dan ketertarikan siswa terhadap strategi pembelajaran
yang dikembangkan.
3) Kelancaran pelaksanaan strategi pembelajaran Flash Card.
4) Mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan adanya
peningkatan motivasi belajar terhadap mata pelajaran PAI.
2. Sumber Data dan Sasaran
a. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik di Kelas II
SD Negeri Clapar Subah Batang.Tahun Ajaran 2013 / 2014.
b. Sasaran
Sasaran penelitian ini adalah motivasi belajar peserta didik di kelas
II SD Negeri Clapar Subah Batang.Tahun Ajaran 2013 / 2014.
c. Subyek Peneliti
Subyek yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah peserta didik
di kelas II SD Negeri Clapar Subah Batang.Tahun Ajaran 2013 /
2014 dengan jumlah 21 peserta didik.
d. Kolaborator
Kolaborator dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah orang
yang membantu mengumpulkan data-data tentang penelitian yang
sedang dibuat bersama-sama dengan peneliti. Kolaborator dalam
penelitian ini adalah guru PAI Kelas II di kelas II SD Negeri Clapar
Subah Batang.Tahun Ajaran 2013 / 2014.
C. Jenis dan sumber data
Dalam penelitian ini terdapat dua data yang akan dikumpulkan oleh
penulis yaitu :
1. Data Primer

Data primer yaitu data yang diperoleh dari tangan atau


sumber pertama.25 Data primer dari penelitian ini didapat dari
pengamatan langsung pada proses pembelajaran mata pelajaran
Pendidikan

Agama

Islam

dengan

menggunakan

model

pembelajaran Flash Card di SD Negeri Clapar Subah Batang..


2. Data Sekunder
Data sekunder yaitu dokumen dokumen yang di peroleh dari
tangan kedua.26 Hasil diperoleh dari hasil wawancara kepala sekolah
SD Negeri Clapar, guru pengampu mata pelejaran Pendidikan
Agama Islam (PAI) dan peserta didik serta hasil dari dokumentasi.
D. Teknik Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
1. Observasi
Observasi atau pengamatan adalah suatu teknik yang digunakan
melalui pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala
yang tampak pada objek penelitian untuk memperoleh data dalam
penelitian.27 Metode ini merupakan metode utama, yang digunakan
untuk mengetahui tentang pengelolaan pembelajaran oleh guru dengan
strategi Flash Card dan motivasi belajar peserta didik dalam
pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
25

Sumardi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Jakarta, Rajawali Press,

1983, hlm. 93

26

Ibid.

27 Drs. S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta, Rineka Cipta, 2003, hlm. 158

2. Dokumentasi
Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh gambaran umum
tentang SD Negeri Clapardan dokumentasi dari proses pembelajaran
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menggunakan model
pembelajaran Flash Card yang berupa foto dan yang lainnya.
3. Wawancara
Metode ini digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila penelitian
atau pengumpulan data telah mengetahui dengan pasti tentang
informasi yang akan diperoleh.28 Dalam penelitian ini wawancara akan
ditujukan kepada guru, kepala sekolah dan siswa SD Negeri Clapar.
4. Analisis Data
Analisis data adalah proses pengorganisasikan dan pengurutan
data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat
ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang
disarankan oleh data.29.
Penelitian tidakan kelas (PTK) merupakan penelitian yang
bersifat kualitatif maka dalam menganalisis data harus menggunakan
analisis data kualitatif. Menurut Nurul Zuriah analisis data dalam
penelitian kualitatif berdasarkan kurun waktunya, data dianalisis pada
saat pengumpulan data dan setelah selesai pengumpulan data. 30.

28 Ibid., hlm. 233

29 Prof. DR. Lexy J. Moeleong, M.A., Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi,
Bandung, Remaja Rosdakarya, 2005, hlm. 280.

30 Margono, Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta , Rineka Cipta, 2000, hlm. 217

Prosedur analisis data dimulai dengan menelaah seluruh ata


yang tersedia dari sumber, yaitu wawancara, pengalaman yang telah
dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi,
gambar foto dan sebagainya.31 Menurut milles dan Hubberman bahwa
aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan
berlangsung secara terus menerus, sehingga datanya sudah jenuh.
Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction (reduksi data), data
display

(penyajian

data),

dan

conclusion

drawing/verification

(penarikan kesimpulan).32 Kesimpulan merupakan intisari dari analisis


yang memberikan pernyataan tentang dampak dari penelitian tindakan
kelas.
Setelah mengadakan serangkaian penelitian menggunakan
metode di atas, maka data-data yang terkumpul dianalisa dengan teknik
deskriptif. Teknik ini dipergunakan untuk menganalisa data yang
bersifat kualitatif atau yang tidak dapat direalisasikan dengan angka.
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis
data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah
terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan
yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

31 Lexy. J . Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung, PT Remaja


Rosdakarya, 2002, hlm. 190
32 Prof. Dr. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif
dan R&D, Bandung, alfabeta, 2011, hlm. 246

X.

KERANGKA SKRIPSI
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.. i
HALAMAN NOTA PEMBIMBING. ii
HALAMAN PENGESAHANiii
HALAMAN MOTTO ... iv
HALAMAN KATA PENGANTAR ... ... .. v
DAFTAR ISI vi
BAB I : PENDAHULUAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.

Latar Belakang Masalah


Identifikasi Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hipotesis
Metode Penulisan Skripsi
Sistematika Penulisan Skripsi

BAB II : KAJIAN PUSTAKA


A. LANDASAN TEORI
1. Motivasi Belajar
a. Pengertian Motivasi Belajar
b. Tujuan Motivasi Belajar
c. Macam-macam Motivasi Belajar
d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar
e. Cara Menggerakkan Motivasi Belajar Siswa
2. Strategi Flash-Card
a. Pengertian Strategi Flash-Card
b. Langkah-Langkah Strategi Flash-Card
c. Kelebihan dan Kelemahan Strategi Flash-Card
3. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
a. Definisi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
b. Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
c. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam
B. Kajian Hasil Penelitian Terdahulu
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
A. Setting Penelitian (Lokasi, kelas, siswa dan kondisi riil)

B. Tindakan dan Langkahnya


C. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data
D. Metode Analisis Data
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Kondisi Umum SD N CLAPAR
1. Tinjauan Historis
2. Letak Geografis
3. Struktur Organisasi
4. Visi dan Misi
5. Keadaan Guru, Karyawan dan Siswa
6. Sarana dan Prasarana
B. Paparan Data Sebelum Tindakan
C. Siklus Penelitian
D. Pembahasan
1. Perencanaan meningkatkan motivasi belajar siswa dengan strategi
Flash Card.
2. Pelaksanaan meningkatkan motivasi belajar siswa dengan strategi
Flash Card.
3. Penilaian meningkatkan motivasi belajar siswa dengan strategi
Flash Card.
BAB V : PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran-Saran
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RALAT
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
LAMPIRAN-LAMPIRAN

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto , Suharsimi, Prof. Suhardjono, Prof. Supardi, Penelitian Tindakan Kelas,


Jakarta: Rineka Cipta 2007.
Arsyad,Azhar. Media Pembelajaran .Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. 2007
Chatib, Munif. Gurunya Manusia : Menjadikan Semua Anak Istimewa dan Semua
Anak Juara , Cet I, Bandung : PT Mizan Pustaka, 2011.
Chatib, Munif. Sekolahnya Manusia : Sekolah Berbasis Multiple Intelligences di
Indonesia, Cet IV, Bandung : PT Mizan Pustaka, 2009.
Djamarah, Syaiful Bahri. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Rineka Cipta, 2006.
Margono, Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta, 2000.
Moleong ,Lexy. J ., Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : PT Remaja
Rosdakarya, 2002.
Moeleong ,Prof. DR. Lexy J., M.A., Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi
Revisi, Bandung : Remaja Rosdakarya, 2005.
M., Surya, Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran, Bandung : Pustaka Bani
Quraisy, 2004.
Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam, Bandung : Remaja Rosdakarya, 2001.
Prof. Dr. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D, Bandung : alfabeta, 2010.

Padil ,Dr. H. Moh., M.Ag, Angga Teguh Prastyo, M.Pd, Strategi Pengelolaan
SD/MI, Malang : UIN-Maliki Press, 2011.
Rohani,Ahmad, HM, M.Pd , Pengelolaan Pengajaran, Cet II, Jakarta : PT Rineka
Cipta , 2004.

Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan,


Jakarta : Kencana Perdana Media Group, 2006.
Sardiman, A.M., Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar ,Jakarta : PT. Raja
Grafindo Persada, 2012
S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta : Rineka Cipta, 2003.
Sudjana, Nana, Dr. Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung : Sinar Baru
Algensindo, 2009.
Sumardi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Jakarta : Rajawali Press, 1983.
Hakim, Thursan. Belajar Cara Efektif, Jakarta : Puspa Swara, 2000.

Lampiran
I. Pedoman

Wawancara

Dengan

Guru

PAI

Mengenai

Proses

Pembelajaran PAI Sebelum Menggunakan model pembelajaran Flash


1.
2.
3.
4.
5.

Card ?
Siapa nama Ibu?
Sejak kapan Ibu mengajar di sekolah ini?
Apa latar belakang pendidikan Ibu?
Metode apa saja yang Ibu gunakan saat pembelajaran?
Apakah metode tersebut efektif?
6. Bagaimana pendapat Ibu tentang strategi pembelajaran Flash Card?
7. Apa yang Ibu ketahui tentang strategi pembelajaran Flash Card?
8. Apakah menurut Ibu model pembelajaran Flash Card ini cukup
efektif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik?
II. Pedoman Wawancara Dengan Peserta Didik Mengenai Proses
Pembelajaran PAI Sebelum Menggunakan model pembelajaran Flash
Card ?
1. Apakah adik senang dengan mata pelajaran PAI?
2. Apakah adik selalu memperhatikan Ibu Guru ketika pelajaran
sedang berlangsung?
3. Apakah adik bosan dengan cara Ibu Guru mengajar?
4. Belajar seperti apa yang adik inginkan?

Lampiran
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama lengkap

: Nur Fahmi Alfiani

Nim

: 152101511

Fakultas / Jurusan

: Agama Islam / Tarbiyah

Tempat, Tanggal lahir

: Batang, 27 Oktober 1993

Jenis Kelamin

: Perempuan

Alamat Rumah

: Ds. Clapar No. 71 03/01 Kec. Subah Kab. Batang

No Hp

: 085741838292

Riwayat Pendidikan

MI Islamiyah Clapar, Lulus Tahun 2004 / 2005

MTs Negeri Subah, Lulus Tahun 2006 / 2007

SMA Negeri 1 Subah, Lulus Tahun 2009 / 2010

Fakultas Agama Islam Jurusan Tarbiyah UNISSULA Semarang sampai


sekarang
Demikian riwayat hidup penulis buat dengan sesungguhnya agar
dapat dipergunakan dengan semestinya.
Semarang, 19 September 2013
Penulis
Nur Fahmi Alfiani
152101511