Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIKA DASAR I
BANDUL MATEMATIS

DISUSUN OLEH :
KARINA KHAERANI USMAN
GIC 012 018

PROGRAM STUDI KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS MATARAM
2012

HALAMAN PENGESAHAN
Laporan praktikum Fisika Dasar I ini disusun sebagai salah satu syarat untuk
mengikuti respon akhir praktikum dan untuk melengkapi kelengkapan tugas pada
mata kuliah Fisika Dasar I.

Disahkan di Mataram

BANDUL MATEMATIS
A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan Praktikum

a. Menyelidiki

gerakan bandul matematis


b. Menghitung percepatan gravitasi
2. Waktu Praktikum
:
Rabu, 17 Oktober
2012
3. Tempat Praktikum
Lantasi

II,

Fakultas

Laboratorium Fisika,
Matematika

dan

Ilmu

Pengetahuan Alam Universitas Mataram.


B. ALAT DAN BAHAN
1. Bandul
2. Busur derajat
3. Meteran
4. Statif
5. Stopwatch
6. Tali
C. LANDASAN TEORI
Setiap benda yang terulang dalam selang waktu yang sama disebut
gerak periodik. Jika suatu partikel dalam gerak periodik bergerak bolak-balik
dengan lintasan yang dilalui sama, geraknya disebut osilasi atau vibrasi
(getaran). Bandul matematis adalah benda ideal yang terdiri dari sebuah titik
massa yang digantungkan pada tali ringan dan tidak dapat mulus. Jika bandul
ditarik kesamping dari posisi seimbangnya dan dilepaskan, maka bandul akan
berayun dalam bidang vertikal karena adanya pengaruh gravitasi. Jadi gaya
pembalik adalah F = -m . g. sin . Perhatikan bahwa gaya pembalik disini
tidak sebanding dengan sin . Akibatnya gerak yang dihasilkan bukanlah
gerak harmonik sederhana. Akan tetapi jika sudut 0 kecil, sin dapat kita

sama dengan , dan gaya pemulih akan menjadi F = - m . g . sin (


).s

m. g
1

T=2

l
12
12 .3 2

1+ 2 sin2 + + 2 2 sin 2 + + ..
g
2 2 .4
2
2

Periode dapat dihitung sampai tingkat ketelitian yang diinginkan


dengan mengambil suku secukupnya dalam deret itu. Jadi untuk simpangan
yang kecil, gaya pemulihnya sebanding dengan simpangan dan berlawanan
arah. Dengan demikian, periode bandul sederhana jika amplitudonya kecil

l
adalah T = 2 g

(Halliday, 1999 : 442).

Umumnya suatu benda yang dapat bekerja serentetan impuls berkala


yang frekuensinya sama dengan salah satu frekuensi alam getaran benda itu,
maka timbullah getaran yang amplitudonya relatif besar. Fenomena ini
dinamakan resonansi dan dikatakan benda itu resonan dengan impuls yang
bekerja padanya. Contoh umum resonansi mekanis adalah kalau kita
mendorong sebuah ayunan. Ayunan ialah bandul yang hanya mempunyai satu
frekuensi alam yang bergantung pada panjangnya. Jika pada ayunan tadi
secara berkala (periodik) dilakukan dorongan yang frekuensinya sama dengan
frekuensi dorongan tidak sama dapat dibuat besar sekali. Jika frekuensi
dorongan tidak sama dengan frekuensi dalam ayunan, atau bila dorongan
dilakukan dalam selang waktu yang tidak teratur maka ayunan itu tidak dapat
disebut melakukan getaran (Sears, 1962 : 372).
Gerak peirode merupakan suatu gerak yang berulang pada selang waktu
yang tetap contohnya gerak ayunan pada bandul. Dari satu massa yang
bergantung pada seutas tali, kebanyakan gerak tidaklah betul-betul periodik
karena pengaruh lama akan berhenti bergetar. Ini merupakan periodik teredam.
Gerak dengan persamaan berupa fungsi sinus merupakan gerak harmonik
sederhana. Periode getaran yaitu T. Waktu yang diperlukan untuk satu getaran
frekuensi gerak f. jumlah getaran dalam satu-satuan waktu T = 1/f posisi
dimana resultan gaya pada benda sama dengan nol adalah posisi setimbang.
Kedua benda mencapai titik nol (setimbang) selalu pada saat yang sama.
Gerak pada partikel sebanding dengan jarka partikel dari posisi setimbang

maka partikel tersebut melakukan gerak harmonik sederhana. Teori Robert


Hooke (1635 1703) menyatakan bahwa jika suatu benda diuba h bentuknya
maka benda itu akan melawan perubahan bentuk dengan gaya yang seimbang /
sebanding dengan besar deformasi, asalkan deformasi ini tidak terlalu besar, F
= -kx. Dan dalam batas elastisitas gaya pada pegas adalah sebanding dengan
pertambahan panjang pegas. Sedangkan pertambahan panjang pegas adalah
sama dengan simpangan osilasi atau getaran F = k x. Gaya gesekan adalah
sebanding dengan kecepatan persamaan gerak dari suatu osilator harmonik
teredam dapat diperoleh dari hukum II Newton yaitu F = m . a dimana F
adalah jumlah dari gaya balik kx positif. Banyak benda yang berosilasi
bergerak bolak balik tidak tepat sama karena gaya gesekan melepaskan tenaga
geraknya. Periode T suatu gerak harmonik adalah waktu yang dibutuhkan
untuk menempuh suatu lintasan. Langkah dari geraknya yaitu satu putaran
penuh atau satu putaran frekuensi gerak adalah V = 1/T. satuan S1 untuk
frekuensi adalah putara periodik hert, posisi pada saat tidak ada gaya netto
yang bekerja pada partikel yang berosilasi adalah posisi setimbang. Partikel
yang mengamali gerak harmonik bergerak bolak balik melalui titik yang
tenaga potensialnya minimum (setimbang). Contoh bandul berayun Chritian
Haygens (1629 1690) menciptakan : Dalam bandul jam, tenaga diberikan
secara otomatis oleh suatu mekanis pelepasan untuk menutupi hilangnya
tenaga karena gesekan. Bandul matematis harmonik sederhana. Bandul
matematis merupakan benda ideal yang terdiri dari sebuah titik massa yang
digantungkan pada tali ringan yang tidak bermassa. Jika bandul disimpangkan
dengan sudut dari posisi setimbangnya lalu dilepaskan maka bandul akan
berayun pada bidang vertikal karena pengaruh dari gaya gravitasinya.
(http://www.sarjanaku.com/2010/10/bandul-matematis.html).

Gambar skematik sistim bandul matematis

Berdasarkan penurunan hukum-hukun Newton disebutkan bahwa periode


ayunan bandul sederhana dapat dihitung sebagai berikut :
T =2

l
g

Dimana :
T = Periode ayunan (detik)
l : panjang tali (m)
g : Konstanta percepatan gravitasi bumi (m/s1)
D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Mula-mula panjang tali diambil 100 cm. bandul diayunkan dengan sudut
simpangan 150. Tentukan waktu yang diperlukan untuk 10 ayunan. Ulangi
sebanyak 5 kali.
2. Dilakukan langkah 1 sebanyak 5 kali untuk panjang tali berturu-turut lebih
pendek 10 cm, dengan cara tali digulungkan ke atas tiang statif.
3. Diulangi langkah 1 dan 2, dengan sudut simpangan diganti menjadi 300C
E. HASIL PENGAMATAN
(Terlampir)
F. ANALISIS DATA
1. Percobaan Pertama
a. Untuk 100 cm tali, berat beban 70 gr, sudut simpangan 150
1) Standar Deviasi t
t 1+ t 2+t 3
E =
3
=

20,95+ 20,64+20,79
3

= 20,79

S1 = |t 1t|
= 20,93 20,79
= 0,14

S2 = |t 2t|
= 20,64 20,79
= 0,15


S3 = |t 3t|
= 20,79 20,79
=0
S 1+ S 2+S 3
t =
3
0,14+0,15+0
3

= 0,1
Nilai maksimum

t = t + t
= 20,79 + 0,1
= 20,69
Nilai Minimum

t = t - t
= 20,79 0,1
= 20,78
2) Standar Deviasi g
t
T = Jumlah Ayunan
20,79
10

= 2,08
T = 2,082
= 4,33
t
T = 10
2

0,1
10

g1 = 4 2 .

1
2
T

= 4 . 3,142 .

39,44
4,33

9,1

1
4,33

g =

ag Nilai SkalaTerkecil Meteran 2 aq


.
+
.T
at
2
aT

(
(

4 2 0,001
8 2 L
.
+
.0,01
2
T2
T3

)(

)(

)(

( 9,1.0,0005 ) +( 8,775 .0,01 )

0,00002+ 0,008

0,00802

= 0,09

0,09

= 0,3
Nilai maksimum
g = gi + g
= 9,1 + 0,3
= 9,4
Nilai Minimum
g = gi + g
= 9,1 + 0,3
= 8,8
3) Persen % eror
g
. 100
% = gi
=

4 . 4,132 0,001
8. 4,132 . 1
.
+
.0,01
3
4,33
2
2,08

g =

0,3
. 100
9,1

= 3,3%

b. Untuk 90 cm tali, massa 70 gr, sudut 150


1) Standar Deviasi t
t 1+ t 2+t 3
t
=
3

19,78+ 20,10+ 19,75


3

= 19,88

S1 = |t 1t|
= 19,78 19,88
= 0,1

S2 = |t 2t|
= 20,10 19,88
= 0,22

S3 = |t 3t|
= 19,75 19,88
= 0,13
S 1+ S 2+S 3
t =
3
=

0,1+ 0,22+ 0,13


3

= 0,15
Nilai maksimum

t = t + t
= 19,88 + 0,15
= 20,03
Nilai minimum

t = t - t
= 19,88 0,15
= 19,73
2) Standar Deviasi g
t
T = Jumlah Ayunan
=

19,88
10

= 1,988
T = 1,988
= 3,952
t
T = 10
2

0,15
10

= 0,015
gi = 4 2 .

1
T2

= 4 . 3,142 .

0,9
3,952

8,98

g2 =

ag Nilai SkalaTerkecil Meteran 2 aq


.
+
.T
at
2
aT

(
(

4 2 0,001
8 2 L
.
+
.0,01
2
T2
T3

)(

)(

4 . 4,132 0,001
8. 4,132 . 1
.
+
.0,01
3,952
2
7,7973

)(

( 9,98 .0,0005 ) +( 8,91.0,015 )

0,00002+ 0,02

0,02002

= 0,14

0,14

= 0,3 7
Nilai maksimum
g = gi + g
= 8,98 + 0,37
= 9,35
Nilai Minimum
g = gi - g
= 8,98 - 0,37
= 8,61
4) Persen % eror
g
. 100
% = gi
=

g =

0,37
. 100
8,98

= 4,12%
c. Untuk 80 cm, 70 gr, 150
1) Standar Deviasi t
t 1+ t 2+t 3
t
=
3
=

18,87+ 18,67+18,82
3

= 18,79

S1 = |t 1t|
= 18,87 18,79
= 0,08

S2 = |t 2t|
= 18,82 18,79
= 0,12

S3 = |t 3t|
= 18,82 18,79
= 0,03
S 1+ S 2+S 3
t =
3
=

0,08+0,12+0,03
3

= 0,08
Nilai maksimum

t = t + t
= 18,79 + 0,08
= 18,87
Nilai minimum

t = t - t
= 18,79 0,08
= 18,71
2) Standar Deviasi g
t
T = Jumlah Ayunan
=

18,79
10

= 1,879
T = 3,53
2

T =
=

t
10
0,08
10

= 0,008
2

gi = 4 .

1
T2
0,8
3,53

= 4 . 3,142 .
8,9
2

g =

ag Nilai SkalaTerkecil Meteran 2 aq


.
+
.T
at
2
aT

(
(

4 2 0,001
8 2 L
.
+
.0,01
2
3
2
T
T

)(

)(

)(

4 . 4,13 0,001
8. 4,13 . 0,8
.
+
.0,01
3,53
2
6,633

(11,17 . 0,0005 ) + ( 9,51.0,008 )

0,00003+0,006

0,00603

= 0,08
g =

0,08

= 0,28
Nilai maksimum
g = gi + g
= 8,98 + 0,37
= 9,18
Nilai Minimum
g = gi - g
= 8,98 - 0,37
= 8,62
3) Persen % eror

%=
=

g
. 100
gi
0,28
. 100
8,9

= 3,12%
d. Untuk 70 cm, 70 gr, 150
1) Standar Deviasi t
t 1+ t 2+t 3
t
=
3
=

17,52+17,52+17,68
3

= 17,57

S1 = |t 1t|
= 17,52 17,57
= 0,05

S2 = |t 2t|
= 17,52 17,57
= 0,05

S3 = |t 3t|
= 17,68 17,57
= 0,11
S 1+ S 2+S 3
t =
3
=

0,06+0,05+0,11
3

= 0,07
Nilai maksimum

t = t + t
= 17,57 + 0,07
= 17,64
Nilai minimum

t = t - t
= 17,57 0,07
= 17,71
2) Standar Deviasi g
t
T = Jumlah Ayunan

17,57
10

= 1,757
T = 1,7572
= 3,09
t
T = 10
2

0,07
10

= 0,007
gi = 4 2 .

1
T2

= 4 . 3,142 .

0,7
3,09

8,9
g =

ag Nilai SkalaTerkecil Meteran 2 aq


.
+
.T
at
2
aT

4 2 0,001
8 2 L
.
+
.0,01
2
T2
T3

4 . 4,132 0,001
8. 4,132 . 0,7
.
+
.0,01
3,09
2
5,42

(12,76 . 0,0005 ) +( 10,19 .0,007 )

0,00004+0,005

0,00504

)(

)(

g =

0,07

= 0,26
Nilai maksimum
g = gi + g
= 8,9 + 0,26
= 9,16
Nilai Minimum

)(

= 0,07

g = gi - g
= 8,9 - 0,37
= 8,64
3) Persen % eror
g
. 100
% = gi
=

0,26
. 100
8,9

= 2,9%
e. Untuk 60 cm, 70 gram, 150
1) Standar Deviasi t
t 1+ t 2+t 3
t
=
3
=

16,27+ 16,19+ 16,20


3

= 16,22

S1 = |t 1t|
= 16,27 16,22
= 0,05

S2 = |t 2t|
= 16,19 16,22
= 0,03

S3 = |t 3t|
= 16,20 16,22
= 0,02
S 1+ S 2+S 3
t =
3
=

0,05+ 0,05+0,02
3

= 0,03
Nilai maksimum

t = t + t
= 16,22 + 0,03
= 16,25
Nilai minimum

t = t - t
= 16,22 0,03
= 16,19

2) Standar Deviasi g
t
T = Jumlah Ayunan
16,22
10

= 1,62
T = 1,632
= 2,62
t
T = 10
2

0,02
10

= 0,003
gi = 4 2 .

1
T2

= 4 . 3,142 .

0,6
2,62

9,03
g =

ag Nilai SkalaTerkecil Meteran 2 aq


.
+
.T
at
2
aT

4 2 0,001
8 2 L
.
+
.0,003
2
3
2
T
T

4 . 4,132 0,001
8. 4,132 . 0,6
.
+
.0,003
2,62
2
1,62

(15,05 . 0,0005 ) +( 11,13 .0,003 )

0,00006+0,001

0,00106

)(

)(

g =

0,03

= 0,17
Nilai maksimum

)(

= 0,03

g = gi + g
= 9,03 + 0,17
= 9,2
Nilai Minimum
g = gi - g
= 9,03 - 0,17
= 8,86
3) Persen % eror
g
. 100
% = gi
=

0,17
. 100
9,03

= 1,9%
Grafik :
a. Grafik Perbandingan gi dan L
gi
9,1
9,03

8,98

8,9

60
70 gi dengan
80
L
Grafik Perbandingan
L90 untuk 10
simpangan
150
0

menunjukkan nilai minimum.

(cm)

b. Grafik Perbandingan % eror dengan L


gi
9,1

9,03

8,98
8,9

60
70 % eor80dengan90
L
Grafik Perbandingan
L untuk10
simpangan
150

menunjukkan nilai maksimum.


2. Percobaan Kedua
a. Untuk 100 cm, 110 gram, simpangan 100
1) Standar Deviasi t

(cm)

t 1+ t 2+t 3
3

21,33+ 21,14+20,95
3

= 21,14

S1 = |t 1t|
= 21,33 21,14
= 0,19

S2 = |t 2t|
= 21,14 21,14
=0

S3 = |t 3t|
= 20,95 21,14
= 0,19

t =
=

S 1+ S 2+S 3
3
0,19+ 0+0,19
3

= 0,03
Nilai maksimum

t = t + t
= 21,14 + 0,13
= 21,27
Nilai minimum

t = t - t
= 21,14 0,13
= 21,01
2) Standar Deviasi g
t
T = Jumlah Ayunan
=

21,14
10

= 2,114
T2 = 2,1142
= 4,47

T =
=

t
10
0,13
10

= 0,013
2

gi = 4 .

1
T2

= 4 . 3,142 .

0,6
4,47

8,82
g =

ag Nilai SkalaTerkecil Meteran 2 aq


.
+
.T
at
2
aT

4 2 0,001
8 2 L
.
+
.0,003
2
3
2
T
T

4 . 4,132 0,001
8. 4,132 . 1
.
+
.0,013
4,47
2
2,114

( 8,82. 0,0005 ) +( 8,35 .0,013 )

0,00002+ 0,01

0,01006

)(

)(

)(

= 0,1
g =

0,1

= 0,3
Nilai maksimum
g = gi + g
= 8,82 + 0,3
= 9,12
Nilai Minimum
g = gi - g
= 8,82 - 0,3
= 8,52
3) Persen % eror
g
. 100
% = gi

0,3
.100
8,82

= 3,4%
b. Untuk 90 cm, 110 gram, 300
1) Standar Deviasi t
t 1+ t 2+t 3
t
=
3
=

19,67+ 19,88+19,86
3

= 19,80

S1 = |t 1t|
= 19,67 19,80
= 0,13

S2 = |t 2t|
= 19,88 19,80
= 0,08

S3 = |t 3t|
= 19,86 19,80
= 0,06
S 1+ S 2+S 3
t =
3
=

0,08+0,13+0,06
3

= 0,09
Nilai maksimum

t = t + t
= 19,80 + 0,09
= 19,89
Nilai minimum

t = t - t
= 19,80 0,09
= 19,71
2) Standar Deviasi g
t
T = Jumlah Ayunan
=

19,80
10

= 1,98
T2 = 1,982
= 3,92
t
T = 10
=

0,09
10

= 0,09
2

gi = 4 .

1
T2
2

= 4 . 3,14 .

0,9
3,92

9,05

g =

4 0,001
8 L
.
+
.T
2
2
T
T3

4 . 4,132 0,001
8. 4,132 . 1
.
+
.0,013
3,92
2
1,983

( 0,06 .0,0005 ) +( 9,15.0,009 )

0,00003+0,007

0,00703

ag Nilai SkalaTerkecil Meteran 2 aq


.
+
.T
at
2
aT

)(

0,08

= 0,28
Nilai maksimum
g = gi + g
= 9,05 + 0,28
= 8,77
Nilai Minimum
g = gi - g
= 9,05 - 0,28
= 8,77

)(

)(

= 0,08
g =

3) Persen % eror
g
. 100
% = gi
=

0,2
. 100
9,05

= 3,09%
c. Untuk 80 cm, 110 gram, 300
1) Standar Deviasi t
t 1+ t 2+t 3
t
=
3
=

18,79+18,51+18,62
3

= 18,64

S1 = |t 1t|
= 18,79 18,64
= 0,15

S2 = |t 2t|
= 18,51 18,64
= 0,13

S3 = |t 3t|
= 18,62 18,64
= 0,02
S 1+ S 2+S 3
t =
3
=

0,15+ 0,13+0,02
3

= 0,1
Nilai maksimum

t = t + t
= 18,64 + 0,1
= 18,74
Nilai minimum

t = t - t
= 18,64 0,1
= 18,54
2) Standar Deviasi g

t
Jumlah Ayunan

T =

18,64
10

= 1,864
T2 = 1,6842
= 3,47
t
T = 10
=

0,1
10

= 0,01
gi = 4 2 .

1
T2

= 4 . 3,142 .

0,8
3,47

9,1
g =

4 2 0,001
8 2 L
.
+
.T
2
T2
T3

4 . 4,132 0,001
8. 4,132 . 1
.
+
.0,01
3,47
2
6,48

(11,36 . 0,0005 ) + ( 9,74 .0,01 )

0,00003+0,009

0,00903

ag Nilai SkalaTerkecil Meteran 2 aq


.
+
.T
at
2
aT
2

)(

0,1

= 0,32
Nilai maksimum
g = gi + g
= 9,1 + 0,32

)(

= 0,1
g =

)(

= 9,42
Nilai Minimum
g = gi - g
= 9,1 - 0,32
= 8,78
3) Persen % eror
g
. 100
% = gi
=

0,32
.100
9,1

= 3,5%

d. Untuk 70 cm, 110 gr, 300


1) Standar Deviasi t
t 1+ t 2+t 3
t
=
3
=

17,50+17,68+ 17,17
3

= 17,65

S1 = |t 1t|
= 17,50 17,65
= 0,15

S2 = |t 2t|
= 17,68 17,65
= 0,03

S3 = |t 3t|
= 17,77 7,65
= 0,12
S 1+ S 2+S 3
t =
3
=

0,15+ 0,03+0,12
3

= 0,1
Nilai maksimum

t = t + t
= 17,65 + 0,11

= 17,75
Nilai minimum

t = t - t
= 19,65 0,1
= 17,75
2) Standar Deviasi g
t
T = Jumlah Ayunan
17,65
10

= 1,77
T2 = 1,772
= 3,13
t
T = 10
=

0,1
10

= 0,01
gi = 4 2 .

1
T2

= 4 . 3,142 .

0,7
2,13

8,82

g =

4 2 0,001
8 2 L
.
+
.T
2
T2
T3

4 . 4,132 0,001
8. 4,132 . 1
.
+
.0,01
3,13
2
1,77

(12,60 . 0,0005 ) +( 9,96 .0,01 )

0,00004+0,01

0,01

ag Nilai SkalaTerkecil Meteran 2 aq


.
+
.T
at
2
aT

)(

)(

)(

= 0,1

g =

0,1

= 0,32
Nilai maksimum
g = gi + g
= 8,82 + 0,32
= 9,14
Nilai Minimum
g = gi - g
= 8,82 - 0,32
= 8,50
3) Persen % eror
g
x 100
% = gi
=

0,32
x 100
8,82

= 3,63%
e. Untuk 60 cm, 110 gr, simpangan 300
1) Standar Deviasi t
t 1+ t 2+t 3
t
=
3
=

16,42+16,23+16,51
3

= 16,39

S1 = |t 1t|
= 16,42 16,39
= 0,03

S2 = |t 2t|
= 16,23 16,39
= 0,16

S3 = |t 3t|
= 16,51 16,39
= 0,12
S 1+ S 2+S 3
t =
3
=

0,03+ 0,16+0,12
3

= 0,1
Nilai maksimum

t = t + t
= 16,39 + 0,1
= 16,49
Nilai minimum

t = t - t
= 16,39 0,1
= 16,29
2) Standar Deviasi g
t
T = Jumlah Ayunan
16,39
10

= 1,64
T2 = 1,642
= 2,69
t
T = 10
=

0,01
10

= 0,01
gi = 4 2 .

1
T2

= 4 . 3,142 .

0,6
2,69

8,80
g =

4 2 0,001
8 2 L
.
+
.T
2
T2
T3

4 . 4,132 0,001
8. 4,132 . 1
.
+
.0,01
2,69
2
2,69

(14,66 . 0,0005 ) +( 10,73 .0,01 )

ag Nilai SkalaTerkecil Meteran 2 aq


.
+
.T
at
2
aT

)(

)(

)(

0,00005+0,01

0,01

= 0,1
g =

0,1

= 0,32
Nilai maksimum
g = gi + g
= 8,80 + 0,32
= 9,12
Nilai Minimum
g = gi - g
= 8,80 - 0,32
= 8,48
3) Persen % eror
g
x 100
% = gi
=

0,32
x 100
8,80

= 3,64%
Grafik :
a. Grafik Perbandingan gi dan L
gi
9,1

9,05

8,82

8,80

60
70 gi dengan
80
L
Grafik Perbandingan
L90 untuk 10
simpangan
150

menunjukkan nilai minimum.

(cm)

b. Grafik Perbandingan % eror dengan L


gi
3,64

36,3
3,5

3,4
3,9

60
70 % eor80dengan90
L
Grafik Perbandingan
L untuk10
simpangan
300
0
(cm)

menunjukkan nilai maksimum.

G. PEMBAHASAN
Bandul matematis adalah salah satu matematis yang bergerak mengikuti
gerak harmonik sederhana. Bandul matematis merupakan benda ideal yang
terdiri dari sebuah titik massa yang digantungkan dengan sudut dari posisi
seitmbangnya lalu dilepaskan maka bandul akan berayun pada bidang vertikal
karena pengaruh dari gaya gravitasinya.
Berdasarkan analisisi data dan g rafik, hasil grafik percobaan pertama
dengan percobaan kedua mengalami perbedaan. Pada nilai minimum dan
grafik perbandingan % eror

dengan L membentuk nilai maksimum.

Sedangkan pada percobaan kedua merupakan kebalikan dari hasil percobaan


pertama, yaitu perbandingan grafik g1 dengan L membentuk nilai maksimum
dan grafik perbandingan % dengan L membentuk nilai minimum.
Bentuk ayunan untuk simpangan 150 lurus sesuai lintasan, sedangkan
untuk simpangan 300. Bentuk ayunannya serong / keluar karena agar bentuk
ayunan lurus sesuai lintasan. Jika sudut simpangan 300 atau >300 maka bentuk
ayunannya akan keluar dari garis normalnya, seperti pada percobaannya
kedua.
H. Kesimpulan Dan Saran
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa

a. Gerakan bandul matematis dipengaruhi oleh sudut simpangan yang


dibuat
b. Percepatan gravitasi yang dihasilkan dari dua percobaan tersebut
mendekati ketepatan percepatan gravitasi
2. Saran
Diharapkan kepada praktikan untuk lebih teliti dalam percobaan, selain itu
agar pelaksanaan praktikum berjalan baik, maka antara praktikan dan
asisten praktikum harus menciptakan kerjasama.

DAFTAR PUSTAKA
Halliday, David dan Rober Resnick, 1999. Fisika Dasar I. Jakarta : Eralngga.
http://www.sarjanaku.com/2010/10/bandul-matematis.html.
Sears. Zemansky, 1962. Fisika Untuk Universitas I. Mekanika. Panas, Bunyi.
Bandung : Bina Cipta.

LOG KEGIATAN
N
o
1
2
3

Hari/Tanggal/Jam

Kegiatan

17 Oktober 2012/16.00
19 Oktober 2012/14.00
20 Oktober 2012/19.00

Praktikum Fisika Dasar I


Praktikum Kimia Dasar I
Mengerjakan
tugas
biologi

21 Oktober 2012/08.00

mengerjakan laporan Fisika Dasar I


Belajar matematika dan lanjutin kerjain

5
6

22 Oktober 2012/08.00
23 Oktober 2012/16.00

laporan fisika
UTS Matematika
Buat log kegiatan dan belajar biologi

dan

Lampiran 1
Hasil Pengamatan
Percobaan Pertama
N

L (cm)

T1 (s)

t2 (s)

t3 (s)

o
1
2
3
4
5

100
90
80
70
60

20,93
19,78
18,87
17,52
16,27

20,64
20,10
18,67
17,52
16,19

20,79
19,75
18,82
17,68
16,20

Massa : 70 gr
Sudut simpangan : 15
N

L (cm)

T1 (s)

t2 (s)

t3 (s)

o
1
2
3
4
5

100
90
80
70
60

21,33
19,67
18,79
17,50
16,42

21,14
19,88
18,51
17,68
16,23

20,95
19,86
18,62
17,77
16,51

Massa : 110 gr
Sudut simpangan : 30
Bandulnya pada massa 70 gr dan sudut simpangan 150 arah gerakannya lurus
sesuai arah lintasan sedngkan pada massa 110 gr dan sudut simpangan 30 0
gerakannya keluar dari garis normalnya.