Anda di halaman 1dari 41

FDM 03

GOVERNOR
I.

Tujuan Praktikum
Mengetahui karakteristik dari pengatur, dengan cara membuat grafik

yang menyatakan hubungan antara kecepatan poros dengan posisi sleeve untuk
berbagai beban atau berbagai berat bola. Dari grafik-grafik tersebut dapat
disimpulkan pada daerah mana suatu pengatur stabil dan tidak stabil.
Mengetahui performansi dan karakteristik alat yang ditujukan oleh
hubungan grafik :

II.

a.

Kecepatan putaran poros () terhadap posisi sleeve

b.

Gaya inersia bandul terhadap posisi sleeve

c.

Voltase input listrik motor DC terhadap posisi sleeve

Teori Dasar
Penggerak mula seringkali harus beroperasi pada putaran yang relarif

konstan, walau daya yang harus dihasilkan bervariasi.Untuk mencapai kondisi


operasi seperti ini, maka diperlukan suatu alat pengatur (governor) untuk
mengatur pasokan bahan bakar.
Berdasarkan cara kerjanya, pengatur dibagi menjadi dua:

1. Pengatur sentrifugal (Centrifugal governor).


2. Pengatur inersia (Inertia governor).
Pengatur sentrifugal bekerja berdasarkan gaya sentrifugal, sedangkan
pengatur inersia berdasarkan momen inersia yang timbul karena terjadinya
kecepatan sudut. Pengatur inersia memiliki reaksi yang lebih cepat dibanding
dengan pengatur sentrifugal.

Pengatur berada didalam keadaan setimbang bila gaya sentrifugal, berat


dan gaya pegasnya setimbang. Jenis pengatur dari sentrifugal terdapat 3 buah
yaitu:
a) Pengatur (governor) Porter
b) Pengatur (governor) Proel
c) Pengatur (governor) Hartnel
Beberapa jenis dari governor mekanis yang dikenal dan digolongkan
pada bagan klasifikasi, yaitu :

Gambar bagan klasifkasi governor


Limitasi governor sederhana buatan Watt ditujukan dengan mencari
perpindahan sleeve (dh) yang mengatur pemasukan fluida kerja mesin
(turbin), sehingga kecepatan berubah dengan dw.
Bila persamaan tersebut dideferensialkan, maka akan didapat suatu
persamaan, yaitu :

Hal ini menunjukkan bahwa governor sederhana diatas responsive


terhadap ketepatan yang sangat rendah, sehingga factor inilah yang
mendorong untuk pencarian governor mekanis yang lebih sempurna.
Pada dasarnya pengaturan putaran mesin dengan governor,
mempunyai prinsip yang sama yaitu governor memberikan gerak maju
mundur dari rack atau throtle untuk menambah atau mengurangi jumlah
bahan bakar yang masuk silinder atau combustion chamber. Gerak ini bisa
dilakukan dengan gerak lengan governor sendiri dan atau dengan booster
hidrolik atau elektrik.Dengan gerak lengan governor sendiri, maka dalam
"badan" governor ada rangkaian mekanik tuas-tuas penggerak dan atau
pompa hidrolik yang memberikan suplai oli bertekanan untuk menggerakkan
piston hidroliknya. Kembali ke pertanyaan bagaimana kerja electronic
governor yaitu: bahwa pengamatan putaran mesin melalui sensor (biasanya
magnetik pick up sensor) yang dipasang pada titik tetap yang ikut berputar.
Dalam mesin diesel biasa dipasang di flywheel, denyutan elektrik sensor
yang statis yang timbul digunakan untuk input data putaran yang selanjutnya
CPU memproses membandingkan data tersebut dengan data yang
seharusnya/ putaran yang seharusnya. Selisih besaran tersebut diproses
selanjutnya digunakan untuk menggerakan/ sebagai signal ke actuator yang
fungsinya sebagai penghasil gerakan maju mundurnya rack atau throtle.
Actuator sendiri memerlukan "source" yang berupa listrik/ tegangan tertentu
(DC).Tipe actuator sendiri ada dua yaitu hidroelektrik dan elektrik motor
drive.Pada hidroelektrik, motor listrik sebagai penggerak pompa yang
memberikan tekanan oli pada piston yang dapat digerakkan bolak-balik atau
maju mundur. Hasil pengolahan sensor dari CPU menjadi input pada motor
kemana motor harus mompa pada arah yang dikehendaki. Yang ke dua
adalah eletrik motor actuator, jauh lebih sederhana dan andal karena input
perintah dari CPU langsung untuk menggerakkan motor harus berputar ke
kiri atau kekanan sehingga posisi rack atau throtle dapat langsung
dikendalikan

motor

apakah

mau

menambah

bahan

bakar

atau

menguranginya. Untuk menjaga keandalan governor selain perawatan


governor sendiri adalah dengan menjaga kebersihan seluruh jalur atau tuas

rack agar tidak ada ganjalan atau hambatan gerak yang dapat mengakibatkan
motor listrik penggerak (pada elektrik governor) actuator overload
(pemanasan berlebih) dan jika perlu selain dibersihkan juga diberikan
pelumasan yang baik.
Governor adalah merupakan suatu alat pengatur kecepatan putaran
pada mesin penggerak mula. Fungsi dari governor adalah mengatur
kecepatan putaran poros keluaran pada mesin penggerak mula yang di
pasang alat pengatur ini. Sehingga bias diperoleh kecepatan putaran poros
keluaran yang stabil, meskipun beban yang di tanggung oleh mesin tersebut
bervariasi

dan

berubah-ubah.

Governor bekerja berdasarkan perubahan besarnya gaya sentrifugal yang


terjadi karena adanya perubahan kecepatan putaran poros. Tanggapan dari
governor ini di teruskan ke suatu system lain yang mempengaruhi besarnya
kecepatan putaran dari mesin-mesin penggerak.

II.1

Turunan Rumus dan Penjelasan Tentang (Porter,Proell,Hartnell)


Governor Porter
Governor adalah alat kontrol otomatis yang selalu berperan
mengatur dan mengendalikan mesin. Selain itu, governor atau biasa juga
disebut speed limiter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur dan
mengatur kecepatan suatu mesin.
Pada governor ini pendulum governor diletakkan pada engsel
sambungan lengan bawah dan lengan atas yangditunjukan pada gambar
dibawah ini:

Gambar governor porter


Pada governor porter terdapat massa yang cukup besar pada sleeve,
sehingga massa sleeve tidak dapat diabaikan.

Gaya-gaya yang bekerja pada governor porter ini adalah :


a.

Gaya pada saat posisi diam.

b.

Gaya pada saat posisi berputar.

Dibawah ini merupakan diagram benda bebas governor porter pada


saat diam :

Gambar DBB governor porter

Dengan menggunakan hukum Newton I,maka gaya-gaya yang


bekerja (keadaan setimbang).
Fx = 0
Fy = 0

Pada titik C gaya-gaya yang bekerja pada keadaan setimbang


berlaku :

T2

W
2 cos

penguraian gaya-gaya yang terjadi pada saat alat uji Governor


Porter pada saat berputar, dapat di uraikan sebagai berikut untuk titik B :

Kesetimbangan gaya pada saat berputar didapat sebuah persamaan


sebagai berikut:

Titik A :

Diperoleh :

W
Wb 2 cos cos
Fs
cos

sin

W
Wb 2 cos cos
Fs
cos

W
Wb 2
Fs
cos

Fs Wb
2

sin

sin

W
tan
2

tan

W
sin
2 cos

W
tan
2

Fs

W
tan tan Wb tan
2

Fs

W
tan tan Wb tan
2

W
sin
2 cos

dimana :
Fs m. 2 .r
r h tan

maka :
W
tan tan Wb tan
2
Wb 2
W
h tan tan tan Wb tan
g
2
m. 2 .r

W
tan tan Wb tan g
2

Wb tan
h
2

w
tan
1
Wb
g
2
tan
2

.
Wb
h
W
1 k Wb g
2

Wb
h
2

keterangan :

= kecepatan putar (rpm)

W = gaya berat rangka pengatur (gram)

Wb

= gaya berpemberat/bandul (gram)

= percepatan gravitasi (m/s2)

= jarak pemberat dari titik putaran atas (m)

Governor Proell

tan
tan

Pada governor proell ini konstruksinya tidak jauh dari governor


porter,yang membedakannya hanyalah pendulum governor proell
diletakkan di luar engsel pada sambungan lengan bawah yang
ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

Gambar Governor Proell


didapatkan diagram benda bebas dari governor proell yaitu:

Gambar. DBB Governor proell


Dari DBB sleeve, didapat :

Fx 0

0 T2 y
T2 y

W
2

W
2

DBB sisstem

Fy 0

W T2 y T1 y 0
W

W
T1 cos 0
2

W
2
T1
cos
W

Ma 0

T1 y a sin T1 x a cos T2 x b cos a cos T1 y b sin a sin 0

T1 cos a sin T1 sin a cos T2 x b cos a cos

W
b sin a sin 0
2

T2 x

1
w

W b sin a sin 2 W a sin


2
2

b cos a cos

Fx 0

Fs T1 sin T2 x 0

1
W
2
cos

W 2
a sin b sin
g

sin

2 W b sin a sin 2 W 2W a sin

0
b cos a cos

1
1

W b sin a sin 2 W W a sin


1
2
2

W W tan
2
b cos a cos
W2
g
W a sin b sin

Jika pegas mendapat kompresi awal sebesar X0 maka gaya pegas :


F k X 0 b sin

Perpindahan sleeve (x) dan radius putaran dinyatakan sabagai :


x b sin
r r0 a sin

Konstanta Pegas
Dari gambar didapat :
F ba

( mg p )
2

Bila digunakan notasi 1 dan 2 untuk menyatakan harga-harga pada


radius putaran maksimum dan minimum, maka pada radius maksimumnya
:
a

mg p1 2 F1

Dan pada radius putaran minimum :


a

mg p2 2 F2

Selisih kedua persamaan diatas adalah :

a
(1)
p1 p 2 2 F1 F2 k ................................
x
b

Perbedaan perpindahan slip

k ba r1 r2

................................. (2)

Bila persamaan (1) digabung dengan persamaan (2) didapat :


a ( f 1 f 2)
k 2
b ( R1 R 2)

Dimana :

p1 .2

gaya pegas pada radius maks dan min

F1 .2

gaya sentrifugal pada radius maks dan min

konstanta kekakuan pegas

Governor Hartnell
Governor Hartnell adalah governor berbeban pegas.Massa
ekivalen sleeve merupakan jumlah dari massa pegas dan massa sleeve itu
sendiri. Ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

Governor Hartnell tidak mempunyai beban tambahan yang berupa


sleeve yang terdapat pada governor Proell tetapi digantikan dengan pegas.

Gambar Governor Hartnell

Penurunan rumus governor hartnell :

Mo 0

Fa cos Wb a sin 12 p 12 W b cos

Fa cos 12 p 12 W b cos a Wb a sin


F 12 p 12 W

b
Wb a tan
a

Wb 2
r 12 p 12 W ba Wb a tan
g

g

r
2

12 p 12 W b

Wb

a tan

Keterangan :
= sudut simpangan lengan governor
m

= massa pegas dan sleeve

= percepatan gravitasi

= gaya pegas

= radius putaran pendulum

= kecepatan sudut

II.2 Aplikasi Governor


Aplikasi Governor bagi sistem kendaraan
Governor selalu berperan dan mengendalikan out put mesin. Jika
terjadi dalam perubahan yang diinginkan maka governor akan segera
bertindak mengatur suplay untuk mengendalikan out put. Jadi gobernor
merupakan suatu alat kontrol otomatis, governor berperan mengatur
kecepatan rata-rata mesin untuk penggerak mula, apabila terjadi variasi
kecepatan akibat fluktuasi beban. Jika beban motor meningkat,
kecepatan motor pun menurun dan wujud governor akan bertambah
dengan perubahan sehingga menggerakkan katup untuk memperbanyak
suplay fluida kerja untuk mengimbangi kenaikan beban motor. Jadi
governor secara otomatis mengendalikan suplay ke motor bila beban
berubah dan mempertahankan kecepatan rata-ratanya, di dalam batas
tertentu.
Advence Sentrifugal
Fungsi : Peranti untuk memajukan saat pengapian secara
otomatis.
Komponen : Dua buah pemberat governor (pengatur), masing masing
dibuat untuk dapat berputar ke arah luar (sentrifugal) pada pin penumpu
pemberat atau pendulum yang terletak pada salah satu ujungnya.
Disebelah alat pemberat ini terdapat pelat penggerak yang disatukan
dengan bubungan dan dilengkapi dua alur yang sesuai dengan pin pin
yang terdapat di tengah-tengah pemberat tersebut.
Cara Kerja : Apabila bubungan bergerak oleh putaran mesin dan
menghasilkan gaya sentrifugal, maka pemberat pemberat itu akan
membuka ke arah berlawanan dengan tarikan pegas. Pada saat seperti ini,

pelat penggerak bersama-sama rotor digerakkan oleh pin pin penggerak


bubungan pada arah putaran poros, sehingga waktu pembakaran menjadi
maju. Semakin cepat putaran mesin, semakin jauh pula waktu
pembakaran dimajukan .Tetapi hal ini dikontrol oleh tegangan pegas
pengatur.
Sistem governor pada mesin diesel
Secara detil operasi mekanis-hidrolis dapat dijelaskan sebagai
berikut. Pada saat enjin beroperasi, oli dari sistem pelumasan disuply ke
pompa gearseperti pada Gambar 7.3. Pompa gear menyebabkan tekanan
oli meningkat sampai pada nilai yang ditentukan oleh pegas pada klep
pelepasan(spring relief valve). Tekanan oli dipertahankan pada ruangan
berbentuk cincin (annular space) pada bkatup pilot bagian plunjer (pilot
valve plunger) dan lubang dalam bushing katup pilot. Pada suatu seting
kecepatan yang ditentukan, pegas melepaskan gaya yang melawan gaya
sentrifugal dari putaran bandul. Pada saat kedua gaya ini setimbang
maka punjer katup pilot menutup lubang (port) bagian bawah dapa
bushing katup pilot. Jika beban enjin meningkat, putaran enjin
menurun. Penurunan putaran enjin ini akan menyebabkan posisi dari
bandul menguncup. Oli yang tertekan akan diterima piston sevo motor
dan menyebabkannya muncul. Gerakan keatas dari piston servo motor
ini akam ditransimiskan melalui lengan ke tuas pengatur bahan bakar,
sehingga menaikkan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke enjin. Oli
yang menekan piston servo motor keatas juga akan memaksa piston
buffer bergerak keatas karena tekanan oli pada kedua sisi tidak
sama. Gerakan keatas dari piston ini akan menekan pegas buffer bagian
atas dan melepaskan tekanan pada pegas buffer bagian bawah. Gerakan
ini menyebabkan tekanan setimbang sehingga piston servo motor
berhenti bergerak keatas dan mengentikan koreksi supply bahan bakar
sebelum kecepatan enjin naik terlalu tinggi melewati setting enjin
semula. Demikian mekanisme ini berulang terus sehingga kecepatan
enjin yang stabil dapat dipertahankan walaupun beban yang bervariasi.

Sistem governor seperti ini tidak saja diaplikasikan untuk pengontrolan


enjin saja, namun juga digunakan untuk mengontrol kecepatan lain
seperti mengontrol kecepatan putaran suatu rotor pada turbin, kincir
angin atau pada baling-baling pesawat terbang. Fungsi utama pengaturan
putaran ini adalah untuk menjaga kestabilan sistem secara keseluruhan
terhadap adanya variasi beban atau gangguan pada sistem.

Gambar Sistem Pengendalian Governor Tipe Mekanis Hidrolis

Aplikasi Governor bagi Elevator

Biasa disebut dengan governor saja. Overspeed governor merupakan


salah satu savety device untuk mencegah lift melewati kecepatan yang di
desain / dirancang.

Gambar Sistem Pengendalian Governor Bagi Elevator

Secara garis besar ada 2 jenis governor menurut desainnya. Keduanya


menggunakan gaya sentrifugal, yaitu centrifugal dan flyball. Centrifugal
governor banyak kita temui pada lift kecepatan rendah. Sedangkan flyball
digunakan untuk kecepatan tinggi.Ada yang berpendapat bahwa flyball
governor lebih sensitif, tetapi ini hanya perdebatan dalam desain governor
itu sendiri.
Cara kerja governor sendiri adalah dengan merubah kecepatan putar dari
governor menjadi gaya yang dapat menghentikan putaran governor.

Gambar centrifugal governor


Ketika kecepatan lift melebihi kecepatan tertentu (biasanya 15-20% diatas
kecepatan desain lift) maka gaya centrifugalnya cukup untuk membuat
governor mengunci.
Dengan berhentinya governor, maka governor rope akan berhenti
sedangkan car tetap berjalan. Perbedaan kecepatan ini akan menarik tuas
dari locking mechanism pada safety gear.
Savety gear akan menggigit rel dengan kencang sehingga membuat car
berhenti. Ketika safety gear mengunci dan car dalam kecepatan yang
cukup tinggi, maka rel akan rusak.
Untuk selanjutnya rel dari lift harus diganti karena sudah rusak dan tidak
rata lagi. Karena itu Drop test biasa dilakukan hanya saat rel mau diganti.

Aplikasi Governor bagi Escavator

Gambar aplikasi governor escavorator


Press Release: Pada tanggal 14 Juli 2011, Komatsu Ltd (Komatsu)
bekerja sama dengan PT United Tractors Tbk (UT) sebagai distributor tunggal
Komatsu di Indonesia meluncurkan produk terbaru yaitu Komatsu HB205-1
Hybrid Hydraulic Excavator (HB205-1 Hybrid). Produk ini merupakan
generasi kedua berbasis teknologi hybrid yang telah disempurnakan spesifikasi
dan performanya.Peluncuran produk ini merupakan wujud komitmen Komatsu
dalam pengembangan produk ramah lingkungan yang telah dirintis sejak tahun
2008, ketika Komatsu berhasil menciptakan hydraulic excavator dengan sistem
hybrid,pertama di dunia.Acara peluncuran produk diselenggarakan di Four
Seasons Hotel, Jakarta, dihadiri oleh seluruh jajaran direksi UT dan Komatsu
serta beberapa pelanggan UT.Sistem hybrid milik Komatsu mampu mengubah
daya yang dihasilkan upper structure ketika mengurangi kecepatan saat
melakukan gerakan berputar, menyimpan daya tersebut dalam kapasitor, dan
digunakan untuk membantu kekuatan mesin melalui generator motor saat mesin
berakselerasi. Komponen dari sistem hybrid, seperti electric motor yang
menggerakkan upper structure, generator motor, kapasitor dan engine,
diproduksi sendiri oleh Komatsu untuk memastikan keandalan dan daya tahan
yang tinggi*). Berdasarkan uji coba di lapangan, HB205-1 Hybrid dapat
menghemat penggunaan bahan bakar 25% lebih rendah dibandingkan Komatsu

Excavator PC200-8.Sampai dengan 30 Juni, populasi Komatsu HB205-1 Hybrid


di dunia mencapai sekitar 1135 unit.Guna menjamin kepuasan pelanggan atas
produk ini dan sebagai bentuk layanan purna jual, Komatsu memberikan
perpanjangan masa garansi serta kesediaan suku cadang yang memadai.
Bersamaan dengan peluncuran HB205-1 Hybrid, UT mencatatkan rekor produk
ini di Musium Rekor Dunia - Indonesia (MURI) sebagai Alat Berat Hybrid
Pertama di Indonesia. Ini merupakan rekor ketiga yang dicatatkan UT, setelah
sebelumnya pada tahun 2010 mencatatkan dua rekor produk Komatsu sebagai
Pengguna Teknologi Pemantauan Alat Berat berbasis Satelit Pertama di
Indonesia (melalui aplikasi Komatsu Tracking System/ KOMTRAX) dan Alat
Berat dengan Motif Batik Pertama di Indonesia. Penghargaan dan sertifikat
rekor diberikan MURI langsung kepada Djoko Pranoto, Presiden Direktur UT,
disaksikan oleh seluruh undangan.
Aplikasi Governor Terhadap PLTA/PLTU

Gambar Gevernor Terhadap PLTU/PLTA

Sistem pembangkitan tenaga listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) merupakan
suatu sistem pembangkitan yang terdiri dari pembangkit tenaga gas (PLTG) dan
pembangkit

tenaga

uap

(PLTU)

yang

saling

dikombinasikan.

PLTG

menggunakan bahan bakar gas dari pertamina sebagai sumber energi untuk
menggerakan turbin gas yang dikopel dengan generator. PLTU mendapat
sumber energi dari gas hasil pembakaran pada turbin gas yang dimanfaatkan
untuk mengahasilkan uap yang bertekanan dalam ketel uap yang dialirkan
melalui governoruntuk menggerakan turbin uap yang dikopel dengan generator
Pada unit pembangkit tenaga listrik terdapat pengaturan frekwensi yang
dilakukan oleh unit governor,berfungsi agar keluaran uap yang bertekanan dari
ketel uap untuk menggerakan turbin uap berada dalam putaran dengan frekwensi
50 Hertz (standar Indonesia) dan mengantifikasi terjadinya penyimpangan
terhadap frekwensi dalam sistem. Untuk melakukan fungsinya, governor
mengukur frekwensi yang dihasilkan generator dengan cara mengukur
kecepatan putar poros generator, karena frekwensi yang dihasilkan generator
sebanding dengan kecepatan putar poros generator

Aplikasi Governor bagi Turbin Air

Gambar governor pada turbin

Pada dasarnya ada dua macam sistem pengaturan pada pembangkit


listrik mikrohidro, yaitu governor (Sistem pengatur debit air) dan electronic load
controller/ELC (sistem pengatur beban elektronis). GOVERNOR Governor
didesain

agar

putaran

turbin-generator

konstan

.....

Sistem Kontrol Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Pada dasarnya ada dua
macam sistem pengaturan pada pembangkit listrik mikrohidro, yaitu governor
(Sistem pengatur debit air) dan electronic load controller/ELC (sistem pengatur
beban elektronis). GOVERNOR Governor didesain agar putaran turbingenerator konstan dalam range yang dikehendaki dengan menambah atau
mengurangi debit air yang masuk ke runner turbin untuk mempertahankan
keseimbangan daya antara masukan daya (Power input) dan permintaan daya
(power demand). Governor bekerja bila terjadi suatu perubahan pada permintaan
daya yang menyebabkan fluktuasi putaran turbin-generator. Turbin air seperti
layaknya penggerak mula, membutuhkan sistem pengaturan agar suatu
perubahan beban tidak mengakibatkan terjadinya perubahan putaran. Hal ini
secara tradisional dicapai dengan pengaturan debit air yang masuk ke turbin
dengan menggunakan governor mekanis. Kerugian sistem ini adalah
ketidakmampuannya bereaksi cepat bila terjadi perubahan beban secara
mendadak. Pada beberapa sistem kontrol debit air, dibutuhkan suatu katup
pengontrol air yang mahal. Governor mekanis membutuhkan kesesuaian antara
turbin dan pipa pesat (penstock). ELECTRONIC LOAD CONTROLLER (ELC)
Pada prinsipnya pengontrolan dengan ELC bertujuan agar besar daya yang
dibangkitkan oleh generator selalu sama dengan daya yang diserap oleh
konsumen ditambah dengan daya yang dibuang ke beban ballast, dengan
demikian akan diperoleh frekuensi yang stabil. Pada kondisi penyerapan daya
oleh beban konsumen melebihi daya yang dibangkitkan generator (overload)
akan terjadi penurunan frekuensi (under frequency). Kondisi ini umumnya tidak
diinginkan karena penurunan frekuensi bersifat merusak khususnya peralatan
listrik yang bersifat induktif (kumparan, transformator). ELC dilengkapi fasilitas
under frequency trip yang akan memutuskan hubungan ke beban konsumen dan
semua daya akan dibuang pada beban ballast. Prinsip kerja ELC secara

sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut. Apabila daya yang diserap pada
beban konsumen berubah akan mengakibatkan pula perubahan frekuensi
(frekuensi akan menurun bila beban konsumen bertambah dan sebaliknya),
perubahan frekuensi akan segera dideteksi dan dimanipulasikan untuk mengatur
sudur penyalaan pada thyristor. Thyristor pada ELC tidak lain merupakan
sakelar elektronik yang mengatur besar kecilnya daya yang harus dibuang ke
beban ballast atau diambil dari beban ballast sesuai dengan perubahan frekuensi
yang terjadi, sehingga dapat dicapai kembali kondisi daya yang dibangkitkan
oleh generator sama dengan daya yang diserap oleh beban konsumendan beban
ballast. Karena dilakukan secara elektronik, perubahan frekuensi yang terjadi
untuk kembali stabil ke setting frekuensi yang telah ditetapkan akan berlangsung
singkat, hanya memerlukan waktu kurang dari 0.25 detik, dengan penyimpangan
frekuensi kurang dari 0,25 Hz.

II.3 Teori Dasar Pengatur Sentrifugal dan Pengatur Inersia


Pengatur Governor sentrifugal
Governor sentrifugal digunakan terutama pada motor Diesel ukuran
besar. Governor ini dipasang pada pompainjeksi jenis inline.
Di dalam pelaksanaan, governor sentrifugal dibagi dalam dua jenis :
a. Governor sentrifugal jenis RQ/RQV
b. Governor sentrifugal jenis RS/RSV

A. Governor sentrifugal jenis RQ


Governor jenis RQ hanya dapat meregulasi putaran idle dan putaran maksimum.
1. Nama Bagian Bagian Utama

Gambar bagian utama jenis RQ


2. Cara Kerja Governor Sentrifugal Jenis RQ
a). Posisi start

Gambar pada posisi start


Batang pengatur ditekan lebih dari maksimum (posisi start),Plunyer diputar
maksimum,

langkah

efektif

paling

besar

.Dengan

demikian

volume

penyemprotan menjadi paling banyak.Bobot sentrifugal membuka karena pedal


gas pada posisi maksimum.

b). Posisi putaran idle

Gambar Posisi putaran idle


Setelah mesin hidup pedal gas dilepas, batang pengatur kembali ke posisi
putaran idle.Plunyer diputar sedikit, volume penyemprotan juga sedikit.Bobot
sentrifugal membuka tergantung pada putaran mesin.Putaran mesin naik,
bobotsentrifugal membuka dan volume injeksi diperkecil.Putaran mesin turun,
bobot sentrifugal menutup dan volume injeksi diperbesar.
c). Posisi putaran menengah

Gambar Posisi putaran menengah

Pada putaran menengah posisi batang pengatur hanya ditentukan oleh


sopir.Pedal gas sedikit ditekan, putaran mesin naik diatas putaran idle,
bobotsentrifugal membuka bebas dari pegas pengatur putaran idle dan
terletakpada pegas putaran maksimum.Dengan demikian pada posisi putaran
menengah governor tidak bekerja.
d). Pembatasan putaran maksimum

Gambar Pembatasan putaran maksimum


Batang pengatur pada posisi maksimum, putaran mesin juga maksimum.Bobot
sentrifugal membuka sesuai dengan putaran maksimum.Apabila putaran mesin
lebih tinggi dari putaran maksimum, bobot sentrifugal membuka penuh maka
batang pengatur tertarik ke arah stop sedikit dengan demikian governor dapat
membatasi putaran maksimum.

e). Pegas pengatur governor jenis RQ

Gambar Pegas pengatur governor jenis RQ


Pada governor jenis RQ pegas pengatur dipasang menjadi satu dengan bobot
sentrifugal. Pegas pengatur terdiri dari 3 buah pegas yang berfungsi untuk
mengatur putaran idle dan putaran maks.Pada putaran idle, pengaturan
dilakukan oleh pegas bagian luar (pegas idle). Bobot sentrifugal membuka
tergantung dari putaran idle dan dapat membuka tergantung dari putaran idle dan
dapat membuka maksimum = 6 mm. Pada pembatasan putaran maksimum,
diatur oleh semua peges pengatur bobot sentrifugal membuka maksimum = 5
mm dari posisi gambar B ( lihat gambar ).
B. Governor Sentrifugal Jenis RSV
Governor sentrifugal jenis RSV adalah satu governor yang dapat meregulasi
setiap putaran mesin (putaran idle sampai putaran maksimum). Huruf V
(verstell) berarti penyetel/pemindah.
Pada governor sentrifugal jenis RSV hanya terdapat satu pegas tarik sebagai
pengatur yang terpasang diluar bobot sentrifugal.

1. Nama bagian-bagian utama

Gambar Nama bagian-bagian utama

1. Pegas start
2. Tuas penyetel
3.Tuas tarik
4.Tuas antar
5.Pegas pengatur
6. Pegas tambahan ( idle )
7. Tuas pengatur
8.Bantalan antar
9.Bobot sentrifugal
10.Tuas ayun
11. Batang pengatur

2. Cara kerja governor sentrifugal jenis RSV


a. Posisi start

Gambar pada posisi start


Pada saat mesin belum hidup, batang pengatur selalu pada posisi start karena
tarikan dari pegas start. Dengan demikian mesin dapat lebih mudah
dihidupkanwalaupun tuas penyetel pada posisi idle.
b. Posisi idle

Gambar Posisi putaran idle

Tuas penyetel pada posisi putaran idle. Pegas pengatur tertarik sedikit bobot
sentrifugal membuka tergantung putaran idle dan kekuatan pegas pengatur.
Putaran mesin naik, bobot sentrifugal membuka, volume injeksi diperkecil.
Putaran

mesin

turun,

bobot

sentrifugal

menutup

volume

injeksi

diperbesarSupaya putaran idle dapat stabil, maka untuk meregulasi putaran


dipasang pegas tambahan untuk putaran idle.
c. Regulasi pada putaran menengah

Gambar Posisi putaran menengah


Tuas penyetel pada posisi putaran menengah, pegas pengatur tertarik kuat,
batang pengatur bergerak kearah maksimum, bobot sentrifugal masih sedikit
terbuka.Dengan demikian volume injeksi menjadi besar / banyak, putaran mesin
naik. Bobot sentrifugal membuka. Apabila gaya sentrifugal lebih besar dari
kekuatan pegas. Dengan demikian pengatur tertarik kearah volume injeksi yang
kecil / sedikit sampai terjadi keseimbangan antara gaya sentrifugal dengan
kekuatan pegas pengatur

d. Posisi putaran maksimum dan pembatasan

Gambar Posisi putaran maksimum dan pembatasan


Tuas

penyetel

pada

posisi

maksimum

pegas

pengatur

tertarik

penuh.Volume injeksi banyak putaran mesin tinggi dan bobot sentrifugal


membuka. Putaran maksimum dapat tercapai apabila gaya sentrifugal
sebanding dengan kekuatan pegas pengatur.

Pengatur Governor Inersia

Pengatur inersia governor bekerja pada prinsip yang berbeda. Bola


governor diatur sedemikian rupa sehingga kekuatan inersia yang disebabkan
oleh percepatan sudut atau retardasi poros governor cenderung untuk
mengubah posisi mereka. Jumlah perpindahan bola dikendalikan oleh mata
air dan mekanisme governor untuk mengubah pasokan energi ke mesin.
Keuntungan dari jenis ini adalah bahwa Governor posisi bola
dipengaruhi oleh laju perubahan kecepatan poros governor. Akibatnya, respon
yang lebih cepat terhadap perubahan beban diperoleh, karena tindakan
governor adalah percepatan dan bukan perubahan hingga kecepatan.
Keuntungan offset, namun, oleh kesulitan praktis mengatur keseimbangan

lengkap dari bagian bergulir governor. Untuk alasan ini governor sentrifugal
jauh lebih sering digunakan.

Gambar governor inersia

II.4. Intalasi Pengujian & Fungsi Alat

Keterangan Gambar :
Keterangan Gambar :
1. Baut ( 2 buah )

12. Lengan bawah ( 2 buah )

2. Support atas

13. Tabung luar

3. Dudukan lengan atas

14. Pin

4. Poros

15. Rangka dudukan governor porter

5. Support sisi

16. Dudukan motor DC

6. Tabung dalam

17. Poros motor DC

7. Dudukan lengan bawah

18. Motor DC

8. Kopling

19. Arus listrik

9. Bearing

20. Stabilizer

10. Lengan atas ( 4 buah )

21. Amplifier

11. Bandul ( 2 buah )

Fungsi alat pada pengujian Governor :


Keterangan:
1. Baut (2 buah) ; untuk mengencangkan support atas
2. Support atas ; sebagai tempat menahan bagian atas governor
3. Dudukan lengan atas ; sebagai tempat dudukan bagian atas governor
4. Poros ; untuk meneruskan daya putaran dari motor listrik
5. Support sisi ; sebagai dudukan rangka atau support atas
6. Tabung dalam ; untuk menampung beban bola
7. Dudukan lengan bawah ; untuk menahan atau menjepit lengan bawah
governor
8. Kopling ; untuk meneruskan daya putar dari poros ke governor
9. Bearing ; untuk memperlancar putaran poros
10.Lengan atas (4 buah); sebagai dudukan bandul
11.Bandul (2 buah) ; untuk menimbulkan terjadinya gaya putaran yang
dipengaruhi oleh massa bandul
12.Lengan bawah (2 buah) ; sebagai dudukan bandul
13.Tabung luar ; sebagai tempat kopling dan poros
14.Pin ; untuk mengunci bagian bawah governor agar pada saat berputar
governor tidak terlepas
15.Rangka dudukan Governor Porter ; sebagai tempat governor diletakkan
16.Dudukan motor DC ; sebagai tempat ditempatkannya motor DC pada
rangka
17.Poros motor DC ; untuk meneruskan gaya putar ke governor
18.Motor DC ; untuk memberikan daya putaran pada poros motor DC
19.Arus listrik ; sebagai sumber tegangan untuk menggerakan motor
20.Stabilizer ; sebagai penstabil arus listrik
21.Amplifier ; sebagai pengatur besarnya tegangan dan arus yang diinginkan

Prosuder Praktikum
Prosedur percobaan Governor Porter adalah sebagai berikut :
1. Sambungkan dua buah kabel pada motor DC ke amplifier
2. Kabel pada amplifier disambung ke stabilizer
3. Dari stabilizer kabel disambungkan ke arus listrik
4. Hidupkan semua tombol ON yang ada pada stabilizer
dan amplifier
5. Hati-hatilah pada saat memutar pengatur yang ada stabilizer
Yang diukur dalam percobaan ini adalah :
a. Kecepatan putaran poros () terhadap posisi sleeve
b. Gaya inersia bandul terhadap posisi sleeve
c. Voltase input listrik motor DC terhadap sleeve
Percobaan dilakukan untuk berbagai berat beban dan posisi sleeve.

Alat percobaan /Instalasi

Keterangan :
1. Baut (2 buah)

12. Lengan bawah (2 buah)

2. Support atas

13. Tabung luar

3. Dudukan lengan atas

14. Pin

4. Poros

15. Rangka dudukan Governor Porter

5. Support sisi

16. Dudukan motor DC

6. Tabung dalam

17. Poros motor DC

7. Dudukan lengan bawah

18. Motor DC

8. Kopling

19. Arus listrik

9. Bearing

20. Stabilizer

10. Lengan atas (4 buah)

21. Amplifier

11. Bandul (2 buah)

Data Percobaan

DATA PENGAMATAN GOVERNOR PORTER


POSISI

BEBAN ( 0,8 kg )

BEBAN ( 1 kg )

n ( rpm )

V ( volt )

n ( rpm )

V ( volt )

103

3,3

97

2,9

106

3,3

103

3,1

110

3,3

108

3,1

113

3,3

104

3,5

116

3,4

110

3,9

120

3,5

118

125

3,5

122

4,1

128

3,5

125

4,1

132

3,5

127

4,2

10

135

3,6

135

4,2

DATA PENGAMATAN GOVERNOR PROELL

POSISI

BEBAN ( 0,8 kg )

BEBAN ( 1 kg )

n ( rpm )

V ( volt )

n ( rpm )

V ( volt )

64

1,6

65

1,9

65

1,7

65

65

1,7

69

68

1,7

69

68

1,7

72

71

1,7

72

74

1,7

75

77

1,7

75

81

1,7

79

10

93

1,7

82

IV. ANALISA

1. Dari grafik n VS Fs Teori Porter dengan grafik n VS Fs Praktek Porter,


hanya mengalami sedikit perbedaan, dikarenakan n ( kecepatan
putaran ) yang digunakan baik di dalam teori maupun di dalam praktek
menggunakan n yang sama.
2. Dari grafik n VS Sleeve Governor Porter dengan Grafik n VS Sleeve
Governor Proell dapat dilihat kurva tersebut meningkat naik secara
konstan.
3. Dari grafik n VS Voltase Governor porter,dengan berat beban 1000
gram
Putaran dan vostasenya naik.
4. Dari grafik n VS sleeve governor porter,dengan beban berat 1000 gram
kecepatan putarannya berkurang.
5. Dari grafik n VS Voltase Governor proell pada beban 800gram selisih
perubahan voltase tidak terlalu besar. Begitupula pada putarannya.
6. Dari grafik n VS Voltase Governor proell pada beban 1000gram tidak
ada kenaikan yang sangat tajam/cepat.
7. Dapat dilihat dari Grafik n Vs Sleeve Governor Proell peningkatannya
sangat cepat
8. Dari Grafik Fs Vs Sleeve Teori Porter dapat dilihat bentuk grafik yang
mengalami perubahan meningkat tajam
9. Dari grafik n vs voltase governor proell untuk beban 0,8 dan 1 kg
pergerakanya tidak terlalu jauh.
10. Dari grafik n vs voltase governor porter juga tidak mengalami
peningkatan yang tajam.hanya kecepatan yang berbeda antara beban
0,8 dan 1 kg.
11. Putaran poros governor proell lebih cepat dibandingkan governor
porter, dikarenakan letak posisi beban bandul governor proell yang
berada pada lengannya.
12. Dari data voltase governor terjadi nilai voltase yang naik turun,
diakibatkan oleh operator yang menaik turunkan voltase dikarenakan
ada kesalahan pembacaan kecepatan poros dari tiap posisi sleeve
sehingga diuang kembali.

V. KESIMPULAN

1. Untuk beban yang lebih rendah gaya sentrifugal yang dibutuhkan tidak
terlalu besar, sedangkan untuk beban bola yang lebih besar maka gaya
sentrifugal yang dibutuhkan lebih besar pula.
2. Semakin tinggi beban bola maka putaran yang dibutuhkan governor
3.

semakin tinggi.
Semakin besar voltase listriknya,semakin besar pula kecepatan

putarannya.
4. Dengan beban tersebut,semakin besar beban yang diterima, maka pada
posisi tersebut posisi sleeve semakin kebawah
5. Dengan beban yang hanya 800gram maka dengan putaran yang rendah
dan tegangan yang rendah pula mampu merubah posisi sleeve.
6. Hubungan antara antara putaran dan tegangan pada grafik n VS Voltase
Governor proell akan berbanding lurus.
7. Karena semakin besar Volatse semakin tajam (besar) juga peningkatan
nya tersebut dan apabila semakin kecil besar voltase nya maka
semakin kecil juga n(putarannya)
8. Semakin besar gaya sentifugal yang dikeluarkan maka semakin besar
juga sleevenya.
9. Untuk mengatur kecepatan kita dapat mengaturnya di voltase karena
semaikin besar voltase yang diberikan maka semakin cepat putaranya.
10. Kecepatan putaran dapat diatur divoltase,tetapi perbedaan berat beban
juga mempengaruhi kecepatan putaran terhadap voltase.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Asisten, Panduan Praktikum Fenomena Dasar Mesin, Laboratorium


Konstruksi dan Laboratorium Konversi Energi, Jurusan Teknik Mesin.
Itenas

http://aswinsalam.blog.com/2011/05/18/universal-governor/

http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/industrialtechnology/2009/Artikel_10402008.pdf

http://fitransyah.files.wordpress.com/2013/10/untitled-3.jpg
http://4.bp.blogspot.com/9VOXfBtBBQg/TdeGGcW4sQI/AAAAAAAAEBU/0jzEClxqKVc/s1600/
IMG_3189-2.jpg
http://www.asipl.com/mechanical-equipments/universalgovernor.jpg
http://www.hnsa.org/doc/fleetsub/diesel/img/fig10-08.jpg
http://elevatorescalator.files.wordpress.com/2010/05/oldmotor.jpg
http://4.bp.blogspot.com/iSI99RIdBxc/TZGoewzzGyI/AAAAAAAAABw/VmcqyRQbHq8/s1600
/sentrifugal.png
http://2.bp.blogspot.com/SOQWP2_UEXM/UgBkPC4UAyI/AAAAAAAABOA/rAVwUNmWbeQ/s
1600/7738239436_bf563271ca_z.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-TiMJM6vOWvY/Ugh81VXhCI/AAAAAAAAB84/OArihuiQ_vs/s640/siklus-pltu.png
3.bp.blogspot.com/-sbGfi9EF1XI/USZUk-w1yI/AAAAAAAAA4M/u60LBf7y8PE/s1600/teknik_pembentukan_pelat
_1_img_44.jpg
http://img.photobucket.com/albums/v43/gbritnell/Governor
%202%20inch%20scale/GOVERNORJ.jpg