Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Padamnya listrik di suatu daerah merupakan pertanda bahwa pasokan
listrik dalam sistem interkoneksi sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan
listrik masyarakat dan industri yang terus meningkat yang diakibatkan gangguan
dan penurunan produksi listrik dari beberapa pembangkit listrik besar sepanjang
2007 sampai sekarang yang masih terkonsentrasi di wilayah Jawa-Bali yang
menyerap sekitar 77% kebutuhan listrik. Ditambah dengan harga BBM yang
melonjak, maka upaya lebih menggiatkan penggunaan energi alternatif non-BBM
di Indonesia di sektor pembangkitan listrik tidak dapat ditawar-tawar lagi, agar
masyarakat tidak terancam ketahanan ekonomi dan keamanannya, Indonesia harus
meningkatkan pemanfaatan sumber daya energi primer yang cadangannya lebih
besar seperti gas dan batu bara. Pemanfaatan energi alternatif untuk pembangkit
listrik layak secara teknis dan ekonomis. Pemanfaatannya bisa dimulai dari skala
kecil mulai dari listrik pedesaan, khususnya di luar Jawa. Hal ini dapat dilakukan
oleh pihak swasta dan PLN dengan pola kemitraan sebagai salah satu alternatif
untuk mengatasi keterbatasan dana. Peran minyak dunia memang akan digantikan
oleh energi baru dan terbarukan sedangkan peran gas dan batu bararelatif stabil.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini yaitu antara lain :
1.
2.
3.
4.

Untuk mengetahui pengertian dari PLTU.


Untuk mengetahi prinsip kerja dari PLTU sendiri.
Untuk mengetahui bagian-bagian PLTU serta fungsinya masing-masing.
Untuk mengetahui dampak dari Pembangunan PLTU.

1.3 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini yaitu antara lain :
1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengerian dari PLTU.
2. Dapat menjelaskan prinsip kerja dari PLTU.
3. Mahasiswa mampu menjelaskan bagian-bagian PLTU beserta fungsinya
masing-masing.
4. Mahasiswa mampu menjelaskan dampak yang ditimbulkan dari
pembangunan PLTU.
1.4 Batasan Masalah
dalam penulisan makalah ini hanya membahas mengenai penjelasan dasar
dari PLTU itu sendiri yaitu mengenai pengertian PLTU, prinsip kerja dari PLTU,
bagian-bagian dari PLTU serta dampak yang ditimbulkan akibat pembangunan
PLTU. Pada penjelasan kali ini tidak membahas bagaimana menganalisis proses
pengkorversian bahan bakar batu bara sehingga menghasilkan listrik.
1.5 Manfaat
Adapun manfaat yang dapat kita ambil dari penulisan makalah ini yaitu
antara lain :
1.
2.
3.
4.

Dapat menambah wawasan mengenai pengertian PLTU.


Dapat menambah wawasan tentang prinsip kerja dari PLTU.
Mahasiswa dapat mengetahui bagian-bagian PLTU.
Mahasiswa dapat mengetahi dampak-dampak yang ditimbulkan akibat

pembangunan PLTU.
1.6 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan makalah ini terdiri dari beberapa bab yaitu
antara lain :
BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini berisi latar belakang,


tujuan, rumusan masalah, batasan

masalah, manfaat serta sistematika


penulisan.
BAB II PEMBAHASAN

Pada

bab

berisi

mengenai

penjelasan

tentang

PLTU

diantaranya

pengertian

PLTU,

komponen

ini

PLTU,

prinsip

kerja

PLTU, skema proses kerja PLTU


serta dampak pembangunan PLTU.
BAB III PENUTUP

Pada bab ini berisi kesimpulan dan


saran.

BAB II
PEMBAHASA N

2.1 Pengertian PLTU


PLTU adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Pembangkit ini
memiliki alat pembakaran yang dinamakan dengan Boiler sehingga dihasilkan uap
panas kering (steam) yang akan digunakan untuk memutar sudu-sudu turbin.
Sudu-sudu turbin yang berputar akan memutar poros turbin yang terhubung
langsung dengan poros generator, sehingga akan menghasilkan energi listrik.
Seperti yang kita ketahui bahwa generator berfungsi untuk mengubah energi
mekanik (poros turbin yang berputar) menjadi energi listrik yang nantinya akan
disalurkan ke gardu induk melalui transformator.PLTU pada umumnya
menggunakan bahan bakar minyak dan batubara. PLTU yang menggunakan
minyak sebagai bahan bakarnya memiliki gas buang yang relatif bersih
dibandingkan dengan PLTU yang menggunakan batubara.
Dalam pembangunan PLTU (Pembangkit LIstrik Tenaga Uap) memiliki
kelebihan dan kekurangan yaitu antara lain :
Kelebihan PLTU
Dibanding jenis pembangkit lainnya PLTU memiliki beberapa keunggulan.
Keunggulan tersebut antara lain :
1. Dapat dioperasikan dengan menggunakan berbagai jenis bahan bakar
(padat, cair, gas).
2. Dapat dibangun dengan kapasitas yang bervariasi
3. Dapat dioperasikan dengan berbagai mode pembebanan

4. Kontinyuitas operasinya tinggi


5. Usia pakai (life time) relatif lama
Kekurangan PLTU
Namun PLTU mempunyai beberapa kelemahan yang harus dipertimbangkan
dalam memilih jenis pembangkit termal. Kelemahan itu adalah :
1.
2.
3.
4.

Sangat tergantung pada tersedianya pasokan bahan bakar


Tidak dapat dioperasikan (start) tanpa pasok listrik dari luar
Memerlukan tersedianya air pendingin yang sangat banyak dan kontinyu
Investasi awalnya mahal.

Gambar PLTU NII TANASA


2.2 Komponen PLTU
Pada PLTU terdapat komponen-komponen utama yaitu boiler, turbin,
kondensor, generator dan gardu induk.
1. Boiler berfungsi untuk mengubah air (feed water) menjadi uap panas
lanjut (superheated steam) yang akan digunakan untuk memutar turbin.
2. Turbin Uap berfungsi untuk mengkonversi energi panas yang dikandung
oleh uap menjadi energi putar (energi mekanik). Poros turbin dikopel
dengan poros generator sehingga ketika turbin berputar generator juga ikut
berputar. Turbin yang digunakan pada PLTU NII TANASA mengunakan
jenis turbin coaxial yang dimana memiliki sudut 12 yang berutar dan nozel
yang tidak bergerak.

3. Kondensor berfungsi untuk mengkondensasikan uap bekas dari turbin (uap


yang telah digunakan untuk memutar turbin). Proses kondensasi uap sisa
yang dari turbin dikondensasikan dengan air yang dipompa ke dalam pipapipa yang berada pada kondensor. Setelah itu uap tadi mengalami proses
kondensasi sehingga menjadi butiran-butiran air yang melekat pada pipapipa kondensor sehingga langsung dialirkan ke laut dengan suhu +- 5 0 C.
4. Generator berfungsi untuk mengubah energi putar dari turbin menjadi
energi listrik. Pada generator yang dikopel dengan turbin, kecepatan putar
mencapai 3000 rpm. Dengan memiliki 2 kutub pasang, dengan
menghasilkan 2 x 10 MW. Pada generator terdapat governor yang
berfungsi sebagai pengatur kecepatan putar generator. Apabila beban
konsumen atau pelanggan listrik membutuhkan daya yang berlebihan
maka kecepatan putar pada generator akan tidak stabil begitu pula
sebaliknya apabila pada keadaan beban normal, sehingga disitulah
dipasang governor.
5. Gardu Induk berfungsi untuk menaikan tegangan dari generator ke
jaringan transmisi. Tegangan dari generator 6,5 KV dinaikan menjadi 70
KV. Tegangan listrik dinaikan untuk mengurangi rugi-rugi daya, rugi rugi
arus serta rugi-rugi tegangan akibat jarak pentransmisian listrik ke
pelanggang sangat jauh.
2.3 Prinsip Kerja PLTU
PLTU menggunakan fluida kerja air uap yang bersirkulasi secara tertutup.
Siklus tertutup artinya menggunakan fluida yang sama secara berulang-ulang.
Urutan sirkulasinya secara singkat adalah sebagai berikut :

1. Pertama air diisikan ke boiler hingga mengisi penuh seluruh luas


permukaan pemindah panas. Didalam boiler air ini dipanaskan dengan gas
panas hasil pembakaran bahan bakar dengan udara sehingga berubah
menjadi uap.
2. Kedua, uap hasil produksi boiler dengan tekanan dan temperatur tertentu
diarahkan untuk memutar turbin sehingga menghasilkan daya mekanik
berupa putaran.
3. Ketiga, generator yang dikopel langsung dengan turbin berputar
menghasilkan energi listrik sebagai hasil dari perputaran medan magnet
dalam kumparan.
Uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan dengan air
pendingin agar berubah kembali menjadi air. Air kondensat hasil kondensasi uap
kemudian digunakan lagi sebagai air pengisi boiler. Demikian siklus ini
berlangsung terus menerus dan berulang-ulang.Putaran turbin digunakan untuk
memutar generator yang dikopel langsung dengan turbin sehingga ketika turbin
berputar dihasilkan energi listrik dari terminal output generator.Sekalipun siklus
fluida kerjanya merupakan siklus tertutup, namun jumlah air dalam siklus akan
mengalami pengurangan. Pengurangan air ini disebabkan oleh kebocoran
kebocoran baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Untuk mengganti
air yang hilang, maka perlu adanya penambahan air kedalam siklus. Kriteria air
penambah (make up water) ini harus sama dengan air yang ada dalam siklus.
2.4 Skema Proses Kerja PLTU

Gambar skema siklus PLTU


1. Air dari laut dipompa kemudian dialirkan melalui pipa dan masuk ke proses
desalinasi. Dalam proses ini air laut yang mengandung garam-garam maka
akan dipisahkan garamnya, sehingga air yang sudah didesalinasi tidak
mengandung garam-garam.
2. Setelah air Tidak mengandung garam maka air akan dipompa menuju tanki
Make Up Water Tank. Kemudian air dipompa menuju Demin Water Tank.
3. Dari Demin Water Tank maka air akan dipompa kemudian melewati
kondensor,di dalam kondensor air

yang berasal dari water demin tank

kemudian akan bercampur dengan air yang berasal dari uap air sisa turbin.
4. Setelah air keluar dari kondensor kemudian air dipompa menuju LP Heater.
LP Heater adalah Low Pressure Heater,fungsinya untuk memanaskan air
supaya suhunya layak untuk diproses di Daerator. Agar proses pelepasan ini
berlangsung sempurna, suhu air harus memenuhi suhu yang disyaratkan. Oleh
karena itulah selama perjalanan menuju Dearator, air mengalamai beberapa
proses pemanasan oleh peralatan yang disebut LP (Low Pressure Heater).

Daerator biasanya terletak di lantai atas PLTU,tapi bukan lantai yang paling
atas.
5. Dari dearator, air turun kembali ke Ground Floor. Sesampainya di Ground
Floor, air langsung dipompakan oleh Boiler Feed Pump / BFP (Pompa air
pengisi) menuju Boiler atau tempat memasak air. Bisa dibayangkan Boiler
ini seperti panci, tetapi panci berukuran raksasa. Air yang dipompakan ini
adalah air yang bertekanan tinggi, karena itu syarat agar uap yang dihasilkan
juga bertekanan tinggi. Karena itulah konstruksi PLTU membuat dearator
berada di lantai atas dan BFP

berada di lantai dasar. Karena dengan

meluncurnya air dari ketinggian membuat air menjadi bertekanan tinggi.


6. Sebelum masuk boiler air mengalami beberapa proses pemanasan di HP (High
Pressure) Heater. Setelah itu barulah air masuk boiler untuk dilakukan
pemanasan lebih lanjut.
7. Setelah air masuk ke dalam Boiler maka air akan dipanaskan sampai terbentuk
uap. Untuk menguapkan air tersebut maka dibutuhkan Boiler,boiler tersebut
untuk menghasilkan api menggunakan bahan bakar,bahan bakar tersebut bisa
berupa batu bara / minyak & gas. Untuk membantu proses pemanasan
digunakan juga FDF ( Force Draft Fan),FDF akan menghisap udara luar,udara
tersebut kemudian dipanaskan dan udara tersebut akan disemprotkan di sekitar
boiler,sehigga pemanasan akan lebih optimum. Dari pemanasan tersebut akan
terdapat sisa-sisa pembakaran yang berua gas,gas sisa tersebut akan dibuang
melalui cerobong asap.
8. Setelah terbentuk uap,maka uap tersebut masih berupa uap jenuh,uap tersebut
tidak akan kuat untuk memutar turbin. Sebelumnya uap tersebut akan
disimpan di dalam steam drum yang berfungsi sebagai penampungan uap air
sebelum menuju super heater.Supaya uap tersebut bisa menggerakan turbin

sehinngga uap akan dialirakan menuju Super Heater. Dalam Super heater uap
tersebut akan dihilangkan kadar airnya,sehingga uap tersebut benar-benar
kering. Di dalam boiler juga terdapat economizer,economizer berfungsi untuk
menyerap gas hasil pemanasan super heater yang akan digunakan untuk
memanaskan air pengisi sebelum masuk ke main drum.
9. Setelah itu uap dari Super heater akan mengalir menuju HP Turbin dan
kemudian menggerakan turbin tersebut,setelah itu sisa uap akan kembali
menuju reheater dalam boiler untuk kembali dipanaskan supaya uapnya kuat
untuk menggerakkan LP Turbin.
10. Setelah uap dari reheater maka uap akan menuju LP Heater dan menggerakan
turbin tersebut,karena poros-poros HP Turbin & LP Turbin terhubung ke
Generator maka jika kedua turbin ikut berputar maka generator juga ikut
berputar. Putaran generator inilah yang akan menghasilkan perbedaan
potensial listrik yang kemudian menghasilkan listrik. Kemudian listrik akan
ditampung dan kemudian akan disalurkan.
11. Dari LP Turbin masih terdapat sedikit sisa uap,dari sisa tersebut maka uap air
akan dikondensasi oleh kondensor,sehingga akan menjadi cair kembali dan
akan digunakan kembali dan ada yang dibuang kembali ke laut.
2.5 Dampak Pembangunan PLTU
Pembangunan PLTU memiliki dampak tersendiri baik bagi lingkungan
masyarakat maupun baik lingkungan di lokasi PLTU tersebut dibangun. Dampak
yang timbul akibat pembangunan PLTU ini ada yang bersifat positif, namun ada
juga yang bersifat negatif.
Dampak positif dari pembangunan PLTU diantaranya adalah sebagai
berikut :

1. Menambah sumber tenaga listrik baru, sehingga dapat membantu


mengatasi masalah kekurangan sumber energi listrik yang sedang terjadi.
2. Mengurangi angka pengangguran, karena PLTU akan mempekerjakan
warga di sekitar lokasi untuk menjadi karyawan.
3. Membuka lahan pekerjaan baru bagi warga.
4. Lokasi dibangunnya PLTU akan lebih berkembang dari sebelumnya.
Namun tidak hanya dampak positif yang timbul dari pembangunan PLTU,
dampak negatifnya juga timbul seiring pembangunan PLTU, diantaranya adalah :
1. Tahap pra konstruksi : pembukaan lahan, pencemaran akibat pembakaran
lahan, kecemburuan sosial antara pemilik lahan dengan masyarakat sekitar
2. Tahap konstruksi : kerusakan jalan akibat angkutan berat yang membawa
alat dan bahan untuk membangun PLTU, timbulnya permasalahan sosial di
sekitar lokasi pembangunan PLTU, pencemaran udara oleh semen yang
digunakan untuk pembangunan bangunan PLTU.
3. Tahap operasi :
a. Dampak Kerusakan Akibat Pencemaran Lingkungan : Dalam dampak
terhadap lingkungan secara makro dapat dikelompokkan kedalam
dampak terhadap lingkungan Abiotik (A), Biotik (B), dan Cultur (C).
ketiga jenis lingkungan tersebut saling interaksi dan interdependensi
satu dengan yang lain. Adanya interaksi menyebabkan terjadinya
dampak secara langsung yang dirasakan, sedangkan terjadinya dampak
secara langsung yang dirasakan, sedangkan adanya interdependensi
menyebabkan dampak secara tidak langsung.
b. Dampak Terhadap Kesehatan :Dampak terhadap kesehatan terjadi
akibat perubahan kualitas lingkungan. Meningkatkan kasus diare, ISPA,
penyakit kulit, penurunan IQ akibat Pb atau logam berat lain,
merupakan contoh penyakit yang terjadi akibat pencemaran lingkungan.
Pada umumnya mekanisme terjadi melalui oral (mulut), pernafasan atau

iritasi melalui kulit. Kerugian terhadap kesehatan merupakan kerugian


besar akibat kerusakan lingkungan.
c. Dampak Terhadap Perairan : Perairan pada suatu wilayah terdiri dari
materi dan energi untuk mendukung kehidupan, yang popular dengan
daya dukung lingkungan. Polutan merupakan materi dan energi asing
yang memasuki badan air, sehingga menurunkan daya dukung
lingkungan.

Kondisi

tercemar

terjadi

bila

perubahan

tersebut

menyebabkan badan air berubah dari peruntukannya. Bahan organik


merupakan bahan yang dominan sebagai polutan.
4. Pasca operasi : lahan yang tidak bisa dipergunakan lagi, kasus penyakit
pada masyarakat yang tinggi, perairan yang telah tercemar, meningkatnya
angka pengangguran karena ketiadaan lahan pekerjaan
Upaya Pengendalian Dampak
Hasil kajian menyimpulkan bahwa untuk mengantisipasi dan meminimalkan
potensi dampak yang diakibatkan oleh pembangunan PLTU khususnya pada aspek
lingkungan dan sosial, maka semua pihak terkait perlu memperhatikan dan
memahami serta mematuhi peraturan dan kebijakan terkait baik berupa Regulasi,
Undang-Undang, Hukum, Peraturan Pemerintah, dan lain sebagainya, serta
memiliki komitmen untuk melaksanakannya dengan baik, benar dan penuh
tanggung jawab.
Berdasarkan kesimpulan kajian tersebut, maka rekomendasi yanG diajukan
adalah:
a) Rencana pengelolaan lingkungan yang bersifat komprehensif mulai pada
tahap pra-konstruksi, dan pasca konstruksi

b) Adanya pedoman yang bersifat aplikatif yang dapat digunakan oleh


semua pihak baik intern maupun ekstern PLN yang dijadikan sebagai
acuan dalam setiap rencana dan pelaksanaan pembangunan pembangkit
listrik
c) Memasukkan penanganan dampak lingkungan dalam kinerja baik intern
PLN maupun pihak-pihak lain terkait yang memiliki peran dan tanggung
jawab dalam pelaksanaan proyek (kontraktor maupun konsultan terkait)
d) Adanya sosialisasi secara simultan mengenai rencana pra-konstruksi,
konstruksi, dan paska konstruksi PLTU dan potensi dampak yang
dimungkinkan timbul kepada segenap stake holders dan pihak-pihak
terkait baik intern maupun ekstern PLN
Adanya tim dan lialison officer yang profesional guna mengkomunikasikan
rencana dan pelaksanaan pembangunan PLTU serta untuk menjembatani antar
pihak manakala terjadi permasalahan baik itu dikarenakan oleh kesenjangan
komunikasi atau hal lain sehingga menyebabkan terjadinya konflik.
Pada PLTU NII TANASA proses pengolahan limbahnya baik limbah padat dan
halus berupa pasir dan debu dari hasil pembakaran batu bara serta limbah cair
yang berupa bahan kimia dari hasil pemisahan zat-zat yang terkandung dalam air
yang akan dimasukan didalam boiler. Dalam proses penanganan serta pengolahan
limbahnya telah sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimana mengenai
AMDAL serta sesuai dengan standart nasional dan internasional dalam
menyangkut pengolahan limbah padat dan cair.
Dari hasil pembakaran bahan bakar batu bara yang terdapat pada boiler akan
menghasilkan limbah berupa padat yaitu berupa pasir. Kemudian pasir itu akan

ditempatkan dibawah boiler yang disebut Buttom Ash Silo yang. Dari Bottom Ash
Silo kemudian ditempatkan diAsh Yard. Begitu juga dengan limbah gas yang
berupa debu-debu. Pada pembakaran bahan bakar batu bara terdapat gas-gas yang
ada dalam boiler. Sebelum gas tadi dibuang ke udara. Gas tadi disaring di ESP
(Electrostatic Precipitator hopper) menggunakan listrik statis yang dibantu sebuah
transforamator yang berdaya 65 KV. Selanjutnya akan ditempatkan di Ash Yard.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari hasil penulisan makalah ini dapat diambil kesimpulan yaitu antara
lain :
1. PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) merupakan pembangkit listrik
yang memanfaatkan uap untuk memutar turbin. Turbin dikopel
langsung dengan generator sehingga apabila turbin terputar maka
generator juga otomatis akan berputar sehingga generator dapat
menghasilkan litrik.
2. Dalam pembangunan PLTU memiliki bagian-bagian yang mendukung
proses kerjanya diantaranya boiler , turbin, generator, condensor, dan
bagian-bagian pendukung lainnya yang telah dibahas didalam
penulisan makalah.
3.2 Saran
Dari hasil penulisan makalah ini semoga dapat bermanfaat bagi yang
membacanya dan dapat meningkatkan pola belajar mahasiswa dalam mengggali
ilmu-ilmu elektro sebagai pendukung disiplin ilmunya dikampus maupun didunia
kerja.
Terimakasih..

DAFTAR PUTAKA

http://www.scribd.com/doc/120489556/makalah-pltu. Diakses 24/12/2014

http://www.slideshare.net/gunawanengireng/savedfiles?s_title=pembangkit-listriktenaga-uap&user_login=irhamLFC. Diakses 24/12/2014


https://aguszulhendri.wordpress.com/2013/08/02/1-prinsip-kerja-pltu/. . Diakses
24/12/2014

FOTO DOKUMENTASI KUNJUNGAN PLTU NII TANASA 2014