Anda di halaman 1dari 3

Hormon

Yang menghasilkan

Fungsi

Aldosteron

Kelenjar adrenal

Antidiuretik(vasopresin)

Kelenjar Hipofisa

1.
2.

Kartikosteroid

Kelenjar adrenal
memiliki efek yang
luas diseluruh tubuh

1.
2.
3.

Kartikotropin

Kelenjar Hipofisa

Eritropoietin

Ginjal

Estrogen

Indung telur

Glukagon
Hormon pertumbuhan

Pankreas
Kelenjar Hipofisa

1.
2.
3.

4.
Insulin

Pankreas

1.
2.

LH (Luteinizing Hormone)

Kelenjar Hipofisa

1.

FSH (Follicle Stimulating


Hormone)
2.

Oksitosin

Kelenjar Hipofisa

Membantu keseimbangan garam


& air dengan cara menahan garam
& air serta membuang kalium
Menyebabkan ginjal menahan air
Bersama dengan aldosteron,
membantu mengendalikan
tekanan darah
Anti peradangan
Mempertahankan kadar gula
darah,tekanan darah & kekuatan
otot
Membantu mengendalikan
tekanan darah
Mengendalikan pembentukan &
pelepasan hormon oleh korteks
adrenal
Merangsang pembentukan sel
darah merah
Mengendalikan perkembangan
ciri seksual & sistem reproduksi
wanita
Meningkatkan kadar gula darah
Mengendalian pertumbuhan &
perkembangan
Meningkatkan pembentukan
protein
Mobilisasi lemak
Menurunkan metabolisme
karbohidrat
Menurunkan kadar gula darah
Mempengaruhi metabolisme
glukosa,protein & lemak di
seluruh tubuh
Mengendalikan fungsi reproduksi
(pembentukan sperma &
smentum,pematangan sel
telur,siklus menstruasi)
Mengendalikan ciri seksual pria
& wanita (penyebaran rambut,
pembentukan otot, tekstur &
ketebalan kulit, suara & bahkan
mungkin sifat kepribadian
Menyebabkan kontraksi otot

Hormon Paratiroid

Kelenjar Paratiroid

1.
2.
3.
4.

Polaktin
Renin & angiotensin
Hormon Tiroid

Kelenjar Hipofisa
Ginjal
Kelenjar Tiroid

TSH (Tyroid-Stimulating
Hormone)

Kelenjar Hipofisa

Glukokortikoid ( kortison dan


kortikosteron )

Keorteks adrenal

Noradrenalin / norepinefrin

Keorteks adrenal

Human chorionic gonadotrpin


( HCG )

rahim & saluran susu di payudara


Mengendalikan pembentukan tulang
Mengendalikan pelepasan kalsium &
fosfat progesteron indung telur
Mempersiapkan lapisan rahim untuk
penanaman sel telur yang telah
dibuahi
Mempersiapkan kelenjar susu untuk
menghasilkan susu
Memulai & mempertahankan
pembentukan susu di kelenjar
susu
Mengenalikan tekanan darah
Mengatur pertumbuhan,
pematangan & kecepatan
metabolisme
Merangsang pembentukan &
pelepasan kelenjar tiroid
Mempengaruhi proses
metabolisme, mengatur
konsentrasi gula darah,
antiinflamasi, mempengaruhi
proses pertumbuhan, menurunkan
pengaruh stress dan sekresi
ACTH
Menyebabkan konstriksi arteriol
dan meningkatkan laju
metabolisme
Memelihara kehamilan

Menurut Diana (2010) masa kehamilan ini dibagi dalam tiga bagian yang sama atau trimester yaitu:

1.

Trimester pertama

Trimester pertama terjadi selama 1 14 minggu, merupakan waktu yang paling signifikan terjadi
perubahan pada ibu dan janin. Awal tahap ini dimulai dari fertilisasi atau pembuahan didalam oviduk
kemudian terbentuk zigot setelah 24 jam yang akan melakukan pembelahan terus menerus selama 3
sampai 4 hari mencapai uterus. Sekitar 1 minggu setelah pembuahan dihasilkan blastosit yang akan
menempel kedalam endometrium setelah 5 hari kemudian. Endometrium akan menutrisi embrio secara
langsung selama 2-4 minggu pertama perkembangan. Tahap ini berlanjut pada periode utama
organogenesis, yaitu mulai berdetaknya jatung pada akhir minggu ke 4 dan membentuk fetus atau janin
yang akan mengalami diferensiasi (Campbell,dkk., 2004).
Pada trimester pertama juga tejadi perubahan hormon pada ibu. Saat embrio masuk ke uterus, embrio
akan merangsang sekresi hormon yang diperintahkan untuk mempersiapkan kehadirannya dan
mengontrol sistem reproduksi ibu. Hormon tersebut adalah human chorionic gonadotropin (HCG).
Selama trimester pertama korpus luteum berperan mensekresikan progesteron dan esterogen. HCG yang
berfungsi seperti LH pituitary berperan dalam mempertahankan sekresi progesteron dan esterogen oleh
korpus luteum. Pada ibu hamil kadar progesteron tinggi yang membuat perubahan sistem reproduksi yaitu
peningkatan mucus dalam servix, pertumbuhan plasenta, perbesaran uterus, penghenti ovulasi, dan
perbesaran payudara (Campbell,dkk., 2004).
2.

Trimester kedua

Trimester kedua terjadi selama 14-30 minggu. Pada trimester kedua janin tumbuh cepat dan aktif hingga
ibu bisa merasakan pergerakan fetus. Pergerakan fetus dapat terlihat dari dinding abdomen. Uterus juga
akan tumbuh cukup besar sehingga kehamilan akan nampak jelas. Korpus luteum akan rusak, kadar HCG
ikut menurun, dan plasenta akan mensekresikan progesteronnya sendiri yang akan mempertahankan
kehamilan (Campbell,dkk., 2004).
3.

Trimester ketiga

Terjadi selama 30 40 minggu, dengan pertumbuhan yang cepat hingga bobot 3-3,5 kg dan panjang 50
cm. Hal ini mengakibatkan aktifitas fetus berkurang karna fetus mengisi seluruh ruang yang tersedia.
Fetus yang bertambah besar ini mendesak organ abdomen ibu.
Hormon yang bertanggung jawab pada trimester ini adalah esterogen, oksitosin dan prostaglandin untuk
menginduksi dan mengatur proses kelahiran. Pada minggu terakhir kehamilan esterogen mencapai kadar
tertinggi. Hal ini memicu pembentukan reseptor oksitosin pada uterus. Oksitosin dihasilkan oleh fetus dan
pituitary posterior ibu, berfungsi untuk merangsang kontraksi kuat otot polos uterus dan merangsang
plasenta mensekresikan prostaglandin untuk meningkatkan kontraksi (Campbell,dkk., 2004).