Anda di halaman 1dari 15

BAGIAN 1 PRINSIP-PRINSIP DASAR

BAB I
ETIKA DAN BISNIS
HAKIKAT ETIKA BISNIS
Etis adalah apa yang perasaan saya katakan benar.
Etis adalah apa yang sesuai dengan kepercayaan religius saya
Etis adalah apa yang sesuai menurut peraturan hukum
Menurut Kamus: Istilah Etika memiliki beragam makna yang berbeda, yaitu:
Etika adalah prinsip tingkah laku yang mengatur individu atau kelompok.
Etika adalah Kajian Moralitas. (Meskipun etika berkaitan dengan moralitas namun etika
bukan moralitas. Etika adalah penelaahan-baik aktivitas maupun hasil telaah itu
sendiri,sedangkan moralitas adalah subyek)
Moralitas
Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa itu benar dan
salah, atau baik dan jahat.
Hakikat Standar Moral:
1. Persoalan yang kita anggap akan
menguntungkan manusia

merugikan secara serius atau benar-benar

2. Didasarkan pada penalaran yang bukan otoritas


3. Melampaui kepentingan diri
4. Didasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak
5.
Pelanggaran terhadap standar moral diasosiasikan dengan perasaan bersalah dan
malu dan dengan kosa kata moral tertentu.
Etika
Secara umum Etika diartikan ilmu yang mendalami standar moral perorangan danstandar
moral masyarakat. Etika adalah standar moral yang bertujuan untuk melihat sejauh apakah
standar moral yang diberikan (atau penilaian moral yang berdasarkan standar itu) lebih atau
kurang benar?
Etika Bisnis secara khusus diartikan studi yang dikhususkan atau yang berkonsentrasi
pada standar moral,sebagaimana ditetapkan di dalam kebijakan, institusi dan perilaku bisnis.
3 jenis masalah yang dipelajari dalam etika bisnis:
1. Sistemik : sistem ekonomi, politik, hukum, dan sosial dimana bisnis beroperasi.
2. Korporasi : kebijakan perusahaan, praktek, dan struktur organisasi
3. Individu : moralitas keputusan, tindakan dan karakter individu dalam perusahaan.
Perusahaan Multinasional dan Etika Bisnis
Dilema Etis yang dihadapi oleh Perusahaan Multinasional
diberbagai negara:

yang bisa beroperasi

di satu sisi: memberikan kesempatan untuk bebas dari pajak dan kewajiban legal serta
sosial lainnya yang digunakan oleh pemerintah lokal untuk mengontrol aktivitas
mereka,
di sisi lain: karena beroperasi di negara-negara yang tingkat perkembangannya
berbeda beda serta memiliki norma dan standar yang berbeda
maka harus
menentukan resiko dengan memilih standar mana yang secara etis layak untuk negara
tertentu.
Berdasarkan teori relativisme etis, diuraikan bahwa: Masyarakat yang hidup ditempat
yang berbeda memiliki keyakinan etis yang berbeda pula. Tidak ada cara yang rasional untuk

menentukan apakah suatu tindakan secara moral benar atau salah, kecuali apakah orang dari
masyarakat percaya apakah tindakan itu benar atau salah.

KESIMPULAN DARI TEORI RELATIVISME ETIS


RELATIVISME ETIS MEMILIKI PANDANGAN BAHWA TIDAK ADA STANDAR ETIS YANG
SECARA ABSOLUT BENAR YANG DITERAPKAN ATAU YANG HARUS DITERAPKAN TERHADAP
PERUSAHAAN ATAU ORANG DARI SEMUA MASYARAKAT DI BERBAGAI TEMPAT.
Teknologi dan Etika Bisnis
Apa saja yang dapat dikategorikan sebagai suatu teknologi ?
Teknologi terdiri atas: metode,
memanipulasi lingkungannya.

proses,

dan

alat

yang

ditemukan

manusia

untuk

Dampak revolusioner dari suatu teknologi


1 Revolusi agrikultur, pola yang mengandalkan hasil perburuan menjadi petani.
2. Abad 18 revolusi industri, memperkenalkan mesin elektromekanikal dampaknya titik
awal terjadi pencemaran lingkungan.
3. Abad 20 teknologi informasi dampaknya memudahkan orang untuk mengakses data
bahkan data yang privasi sekalipun.
PERKEMBANGAN MORAL DAN PENALARAN MORAL
Perkembangan Moral
Bahwa moralitas berkembang mulai dari kanak-kanak yang diserap melalui keluarga, gereja,
lingkungan masyarakat, televisi, dll yang diperoleh sejak kecil dan terjadi beberapa
perubahan terhadap standar moral ketika dewasa yang disebabkan karena perkembangan
fisik, emosi, maupun kognitif.
Tiga Tingkatan Perkembangan Moral menurut Lawrence Kohlberg :
Level Satu: Tahap Prakonvensional
1.

Orientasi hukuman dan ketaatan

2.

Orientasi instrumen dan relativitas

Level Dua: Tahap Konvensional


3.

Orientasi kesesuaian interpersonal

4.

Orientasi hukum dan keteraturan

Level Tiga : Tahap Postkonvensional,Otonom atau Berprinsip


5.

Orientasi Kontrak Sosial

6.

Orientasi prinsip etis universal.

Penalaran Moral
Penalaran moral merupakan proses penalaran tentang perilaku, institusi, atau
kebijakandisesuaikan dengan standar moral yang ada apakah sesuai atau melanggar moral.
Struktur skematis tentang penalaran etis atau moral :
Standar
moral

Imformasi faktual
yang
berkaitan
dengan kebijakan
institusi,
atau
tingkah laku yang
dipertimbangkan

Penilaian moral
atau kebenaran
kebijakan,
institusi
dan
perilaku

Menganalisis Penalaran Moral


Kriteria untuk mengevaluasi Kelayakan Penalaran Moral: Logis, Akurat, dan Konsisten.
ARGUMEN YANG MENDUKUNG DAN YANG MENENTANG ETIKA BISNIS
3 Keberatan atas Penerapan Etika ke dalam Bisnis
1. Keberatan atas standar etis yang harus diterapkan dalam organisasi bisnis.
2. Manajer yang loyal sebaiknya melayani pemilik perusahaan dengan cara apaun tanpa
harus perduli apakah sesuai etika/tidak.
3. Dalam bisnis yang dikatakan etis adalah sepanjang tidak melanggar hukum, walau
dikatakan melanggar norma.
TANGGUNG JAWAB DAN KESALAHAN MORAL
Tanggung Jawab Korporasi
Tindakan yang diambil berdasarkan keputusan bersama merupakan tanggungjawab moral
Korporasi.
Tanggung Jawab Bawahan
Tindakan yang diambil oleh
moral atasan

bawahan atas perintah atasan

merupakan tanggung jawab

BAGIAN 1 PRINSIP-PRINSIP DASAR


BAB 2
PRINSIP-PRINSIP ETIS DALAM BISNIS
A. Utilitarianisme
Utilitarianisme merupakan semua pandangan yang menyatakan bahwa tindakan dan
kebijakan perlu dievaluasi berdasarkan keuntungan dan biaya yang dibebankan pada
masyarakat.
B. Utilitarianisme Tradisional
Prinsip Utilitarian, Jeremy Bentham (1748-1832)
Suatu tindakan dianggap benar dari sudut pandang etis jika dan hanya jika jumlah total
utilitas yang dihasilkan dari tindakan tersebut lebih besar dari jumlah utilitas sosial yang
dihasilkan oleh tindakan lain yang dapat dilakukan.
C. Masalah Pengukuran
Hambatan yang dihadapi saat menilai utilitas seperti:
1. Bagaimana nilai utilitas dari berbagai tindakan yang berbeda pada orang yang berbeda
dapat diukur dan perbandingkan.
2. Biaya dan keuntungan tampak sulit dinilai.
3. Banyaknya keuntungan dan biaya dari suatu tindakan tidak dapat diprediksi, maka
penilaian tidak dapat dilakukan dengan baik.
4. Masih belum jelas apa yang bisa dihitung sebagai keuntungan dan yang dihitung sebagai
biaya.
D. Masalah Hak dan Keadilan

Teori rule-utilitarian memiliki 2 prinsip yaitu:


1. Suatu tindakan dianggap benar dari sudut pandang etis jika dan hanya jika tindakan
tersebut dinyatakan dalam peraturan moral yang benar.
2. Sebuah peraturan moral dikatakan benar jika jumlah utilitas total yang dihasilkannya;
jika semua orang yang mengikuti peraturan tersebut lebih besar dari jumlah utilitas total
yang diperoleh; jika semua orang yang mengikuti peraturan moral alternatif lainnya.

E. Konsep Hak
Hak moral memiliki 3 karakteristik penting yang memberikan fungsi pemungkinan dan
pelindungan antara lain:
1. Hak moral erat kaitannya dengan kewajiban.
2. Hak moral memberikan otonomi dan kesetaraan bagi individu dalam mencari kepentingan
mereka.
3. Hak moral memberikan dasar untuk membenarkan tindakan yang dilakukan seseorang
dan untuk melindungi orang lain.
F. Hak Negatif dan Positif
Hak negatif dapat digambarkan dari fakta bahwa hak yang termasuk di dalamnya
dapat didefinisikan sepenuhnya dalam kaitannya dengan kewajiban orang lain untuk tidak
ikut campur dalam aktivitas tertentu dari orang yang memiliki hak tersebut.
Hak positif tidak hanya memberikan kewajiban negatif namun juga mengimplikasikan
bahwa pihak lain memiliki kewajiban positif pada si pemilik hak untuk memberikan apa yang
dia perlukan untuk dengan bebas mencari kepentingannya.
G. Hak dan Kewajiban Kontraktual
Hak dan kewajiban kontraktual merupakan hak terbatas dan kewajiban korelatif yang
muncul saat seseorang membuat perjanjian dengan orang lain.
Sistem peraturan yang mendasari hak dan kewajiban kontraktual secara umum
diinterpretasikan mencakup sejumlah batasan moral, yaitu :
1. Kedua belah pihak dalam kontrak harus memahami sepenuhnya sifat dari perjanjian
yang mereka buat
2. Kedua belah pihak dilarang mengubah dakta perjanjian kontraktual dengan sengaja
3. Kedua belah pihak dalam kontrak tidak boleh menandatangani perjanjian karena
paksaan atau ancaman
4. Perjanjian kontrak tidak boleh mewajibkan kedua belah pihak untuk melakukan
tindakan yang amoral
H. Dasar Hak Moral Kant
Teori Kant didasarkan pada prinsip moral yang ia sebut perintah kategoris, dan yang
mewajibkan semua orang diperlakukan sebagai makhluk yang bebas dan sederajat dengan
yang lain.
Rumusan perintah kategoris Kant mencakup 2 kriteria dalam menentukan apa
yang benar dan salah secara moral yaitu
a. Universalisabilitas : alasan seseorang melakukan suatu tindakan haruslah alasan
yang dapat diterima semua orang, setidaknya dalam prinsip
b. Reversibilitas : alasan seseorang melakukan suatu tindakan haruslah alasan yan
gbisa dia terima jika orang lain menggunakannya, bahkan sebagai dasar dari
bagaimana mereka memperlakukan dirinya.
I. Masalah pada Pandangan Kant
1. Teori Kant tidak cukup tepat untuk bisa selalu bermanfaat.

2. Batasan hak dan bagaimana hak tersebut diseimbangkan dengan hak yang berkonflik
lainnya.
3. Kriteria universalisabilitas dan reversibilitas.
Keberatan Libertarian : Nozick
Menurut Nozick, melarang orang-orang untuk tidak saling memaksa merupakan sebuah
perintah moral yang sah berdasarkan pada prinsip kant bahwa individu adalah tujuan,
bukan hanya sarana; mereka tidak boleh dikorbankan atau dimanfaatkan untuk mencapai
tujuan lain tanpa persetujuan mereka.
J. Keadilan dan Kesamaan
Masalah-masalah yang berkaitan dengan keadilan dan kewajiban:
1. Keadilan distributif, berkatian dengan distribusi yang adil atas keuntungan dan beban
dalam masyarakat.
2. Keadilan retributif, mengacu pada pemberlakuan hukuman yang adil pada pihak-pihak
yang melakukan kesalahan.
3. Keadilan kompensasir, berkaitan dengan cara yang adil dalam memberikan
kompensasi pada seseorang atas kerugian yang meraka alami akibat perubahan orang
lain.
K. KEADILAN DISTRIBUTIF
1. Keadilan Sebagai Kesamaan: Egalitarian : semua orang harus memperoleh bagian
keuantungan dan beban masyarakat atau kelompok individu dalam jumlah yang sama.
2. Keadilan berdasarkan kontribusi: Keadilan Kapitalis : keuntungan haruslah
didistribusikan sesuai dengan nilai sumbangan individu yang diberikan pada masyarakat,
tugas kelompok, atau pertukaran.
3. Keadilan Berdasarkan Kebutuhan Dan Kemampuan : Sosialisme : Beban kerja haruslah
didistribusikan sesuai dengan kemampuan orang-orang, dan keuntungan harus
didistribusikan sesuai dengan kebutuhan mereka.
4. Keadilan Sebagai Kebebasan: Lebertanisme : dari setiap orangsesuai dengan apa yang
dipilih, bagi setiap orang sesuai dengan apa yang mereka lakukan untuk diri mereka
sendiri ( muungkin dengan bantuan orang lain), dan apa yang dipilih orang lain untuk
dilakukan baginya dan mereka pilih untuk diberikan padanya atas apa yang telah
mereka berikan sebelulmnya dan belum diperbanyak atau dialihkan.
5. Keadilan sebagai Kewajaran: Rawls : 1. setiap orang memiliki hak yang sama atas
kebebasan dasar paling ekstensif yang dalam hal ini mirip dengan kebebasan untuk
semua orang, 2. Keadilan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa sehingga : a.
Mempu memberikan keuntungan yang terbesar bagi orang-orang yang kurang
beruntung, b. Ditangani dalam lembaga dan jabatan yang terbuka bagi semua orang
berdasarkan prinsip persamaan hak dalam memperoleh kesempatan.
L. Etika Memberi Perhatian
1. Parsialitas dan Perhatian
2. Hambatan dalam Etika Perhatian
M. Etika Memberi Perhatian
1.

Parsialitas dan Perhatian

2.

Hambatan dalam Etika Perhatian

3.

Memadukan Utilitas, Hak, Keadilan dan Perhatian.

4.

Prinsip Moral : Etika Kebaikan

5.

Sifat Kebaikan

6.

Kebaikan Moral

7.

Kebaikan, Tindakan dan Institusi

8.

Kebaikan dan Prinsip

9.

Moralitas dalam Konteks Internasional.


BAB 3 SISTEM BISNIS

A. Ideologi
Ideologi adalah sebuah sistem keyakinan normatif yang dimiliki para anggota kelompok
sosial tertentu, sedangkan ideologi bisnis adalah sistem keyakinan normatif atas masalahmasalah di dalam bisnis khususnya yang diyakini oleh kelompok-kelompok bisnis tertentu,
misalnya para manajer.
Ideologi bisnis ini punya arti penting, ideologi bisnis seseorang kerap kali menentukan
keputusan bisnis yang dibuatnya, melalui keputusan ini, ideologi memengaruhi perilakunya.
B. Sistem Pasar vs Sistem Perintah
Pasar bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah ekonomi dasar ynag dihadapi
semua masyarakat: mengkoordinasi berbagai aktivitas ekonomi dari para anggota
masyarakat. Dalam sistem perintah, satu otoritas (seseorang atau komisi) membuat
keputusan tentang apa yang akan diproduksi, siapa yang akan memproduksi, dan siapa yang
akan mendapatkannya. Dalam sistem pasar bebas, semua perusahaan yang masing-masing
dimiliki oleh individu yang berbeda dan dan mencari keuntungan dengan cara yang berbeda
membuat keputusan atas apa yang mereka produksi dan bagaimana memproduksinya.
3.1 Pasar Bebas dan Hak: John Locke
John Locke (1632-1704), seorang filsuf politik Inggris, dianggap sebagai pengembang gagasan
bahwa manusia memilki hak alami atas kebebasan dan hak alami atas properti pribadi.
Menurut Locke, hukum alam mengajarkan setiap manusia bahwa dia memiliki hak atas
kebebasan. Meskipun Locke tidak secara eksplisit menggunakan teori hak alami untuk
mendukung sistem pasar bebas, namun sejumlah penulis abad ke-20 menggunakan teorinya
untuk tujuan tersebut. Pandangan Lokce tentang hak atas properti pribadi memiliki pengaruh
signifikan pada institusi Amerika atas properti.
A. Kritik atas Hak Locke
Para kritikus tentang pasar bebas memfokuskan argumen mereka pada 4 kelemahan utama
pandangan Locke:
1.

Pertama, Locke mengatakan dalam pandangannya bahwa, seseorang memiliki hak


property atas kepemilikan propeti ketika orang tersebut mempunyai dan memadukan
usahanya dengan obyek property yang tak berpemilik maka obyek tersebut menjadi hak
kepemilikannya. Dalam suatu analogi yang dapat digambarkan adalah apabila saya
menemukan kayu dan memahatnya sehingga menjadi patung maka patung itu adalah
property yang saya miliki. Tapi para kritikus menentangnya dengan analogi sebagai
berikut, apabila saya mempunyai segelas air dan melemparkannya ke laut, apakah laut
tersebut menjadi milik saya?

2.

Kedua, meskipun manusia mempunyai hak alami dan kebebasan akan kepemilikan
property tapi hal ini tidak berarti hak-hak tersebut lebih diprioritaskan dari hak-hak yang
lain. Kita sepakat bahwa hak alami dan hak prioritas adalah hak negative yang mungkin
akan sering bertentangan dengan hak positif orang lain. Dalam hal ini kita ambil contoh
hak positif orang lain berkaitan dengan memperoleh makanan, perawatan, kesehatan,
perumahan atau udara bersih.

3.

Ketiga, pandangan Locke mengisyaratkan sesuatu hal dimana pasar bebas menciptakan
suatu perbedaan hak yang tidak adil dalam persaingan pasar bebas usaha seseorang
porposional terhadap modal yang dimilki dan property yang dimilkinya. Semakin besar
modal dan property semakin maju seseorang dalam menjalankan bisnisnya, tetapi lain
halnya bagi pihak yang memiliki modal dan property yang terbatas. Apabila hal ini
berlanjut tanpa adanya intervensi pemerintah untuk meratakan dan membuat regulasi
yang mengaturnya, maka kesenjangan sosial akan menjadi sangat tajam.

4.

Keempat, para kritikus menilai pandangan Locke ini menggambarkan adanya nilai
invidulis karena setiap manusia hanya mementingkan kepentingannya sendiri dan bebas
dalam menentukan hak alami mereka sehingga secra terpisah dari komunitas. Persepsi ini
menurut para kritikus salah total, karena tiap manusia lahir pada kondisi sosialis dan
saling ketergantungan pada sesama.

3.2 Utilitas Pasar Bebas: Adam Smith


Adam Smith (1723-1790), sang bapak ekonomi modern adalah pencetus argumen
utilitarian pasar bebas. Menurut Smith, saat individu dibiarkan bebas mencari kepentingannya
sendiri di pasar bebas, mereka akan diarahkan menuju kesejahteraan publik oleh sebuah
tangan tak terlihat. Smith juga mengatakan bahwa sistem pasar kompetitif mengalokasikan
sumber daya secara efisien di antara berbagai industri dalam sebuah masyarakat. Adam
Smith mengasumsikan bahwa suatu masyarakat yang memiliki sistem pasar bebas berarti
juga memiliki sistem properti pribadi.
Kritik terhadap Adam Smith
1.

Pertama mereka beranggapan bahwa pendapat Smith ini tidak realistis. Karena para
kritikus menganggap teori yang dijabarkan oleh Smith hanya berlaku pada zaman Smith
yang menggambarkan bahwa para produsen sangat banyak dan kecil. Jadi teori Smith
hanya terjadi ketika para produsen tidak mampu membuat harga. Pertanyaan yang
paling besar, bagaimana dengan era seperti sekarang ini, dimana para produsen mampu
memonopoli harga barang karena produsen sekarang memilki kemampuan modal
raksasa sehingga proses pricing mampu terjadi dengan penentuan keuntungan yang
setinggi-tingginya dengan biaya produksi yang rendah tanpa melihat para pesaing
secara signifikan.

2.

Kedua adalah masalah penggantian sumber daya produksi. Para produsen akan
memaksimalkan keuntungan dengan meminimalkan biaya yang timbul dari proses
produksi. Tapi untuk sumber daya yang tidak menimbulkan dampak secara langsung
kurang mendapatkan perhitungan yang matang dari Smith. Contohnya dalah polusi yang
dihasilkan, dalam penentuan harga akan berdampak terabaikannya penanganan
mengenai polusi.

3.

Ketiga, Smith menggambarkan bahwa manusia secara alami hanya termotivasi akan
keuntungan. Hal ini menurut para kritikus adalah salah. Karena manusia sebagai makhluq
sosial cenderung untuk menunjukan sikap perhatian terhadap kebaikan orang lain dan
membatasi kepentingannya untuk hak-hak orang lain. Menurut para kritikus yang
menyebabkan manusia beorientasi pada keuntungan ekonomis adalah suatu sistem yang
terdapat dalam pasar kompetitif bukan dari keinginan alami individu.

Kritik Keynes
Keynes menyatakan bahwa permintaan total atas barang dan jas adalah permintaaan
dari tiga sektor ekonomi: rumah tangga, bisnis, dan pemerintah. Pemerintah mampu
mempengaruhi kecenderungan untuk menabung atau menghemat, yang dalam hal ini
menurunkan permintaan dan menciptkan pengangguran. Kedua, pemerintah dapat
mempengaruhi secara langsung jumlah yang bisa diperoleh rumah tangga dengan menaikkan
atau menurunkan pajak. Ketiga, pengeluaran pemerintah bisa menutup perbedaan antara
jumlah permintaan dan jumlah persediaan dengan meningkatkan permintaan dari rumah
tangga dan bisnis (dan secara tidak sengaja menciptakan inflasi). Dengan demikian,
berkebalikan dengan pandangan Smith, intervensi pemerintah dalam bidang ekonomi
merupakan instrumen yang diperlukan untuk memaksimalkan utilitas masyarakat.
Utilitas Survival of the Fittest: Darwinisme Sosial
Doktrin Darwinisme sosial dibentuk dari Charles Darwin (1809-1882), yang menyatakan
bahwa berbagai spesies makluk hidup berkembang akibat proses lingkungan yang
mendukung kelangsungan hidup makluk hidup tertentu dan menghancurkan ynag lain.
Individu-individu yang agresif dalam bisnis sehingga memungkinkan mereka berhasil dalam
dunia persaingan bisnis adalah yang terkuat dan otomatis juga ynag terbaik.
Bagi para kritkus cukup mudah untuk melihat celah kelemahan dalam teori ini. Mereka,
para kritikus, melontarkan sebuah pernyataan sebagai berikut,

Keahlian dan karateristik yang membantu individu untuk maju dan bertahan tidak
selalu dapat menjamin kelangsungan hidup manusia di planet ini. Perkembangan dunia bisnis
memang dapat dicapai dengan mengabaikan manusia lain secara kejam, namun
kelangsungan hidup manusia juga bergantung pada perkembangan sikap kerja sama dan
kesediaan dari orang-orang untuk saling membantu.
3.3 Kritik Marx
Karl Marx (1818-1883) tidak diragukan lagi merupakan kritikus paling keras dan paling
berpengaruh terhadap kesenjangan yang diperkirakan terbentuk dari sistem properti pribadi
dan pasar bebas. Marx mengklaim bahwa contoh-contoh eksploitasi terhadap para pekerja ini
hanyalah gejala dari ketidakadilan besar yang diciptakan kapitalisme.
Pengasingan
Menurut Marx, ekonomi kapitalis menghasilkan 4 bentuk pengasingan pekerja atau 4
bentuk pemisahan dari apa yang seharusnya menjadi milik mereka.
1. Masyarakat kapitalis memberikan penguasaan atas hasil usaha para pekerja pada orang
lain.
2. Kapitalisme mengasingkan pekerja dari aktivitasnya sendiri.
3. Kapitalisme menghasilkan orang-orang dari diri mereka sendiri dengan menanamkan
pandangan keliru atas apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan.
4. Masyarakat kapitalis mengasingkan manusia satu sama lain dengan memisahkan
mereka ke dalam kelas-kelas sosial yang bertentangan dan tidak sederajat serta
menghancurkan komunitas dan hubungan perhatian.
Fungsi Pemerintah
Fungsi pemerintah sesungguhnya seperti dalam sejarah, menurut Marx adalah untuk
melindungi kepentingan-kepentingan kelas penguasa. Menurut Marx semua masyarakat dapat
di analisis dalam kaitannya dengan 2 komponen utamanya : substruktur ekonomi dan
superstruktur sosial.
Marx menamakan kontrol sosial yang digunakan dalam memproduksi barang (atau
dengan kata lain control sosial di mana masyarakat mengatur dan mengendalaikan para
pekerja) sebagai hubungan produksi.

Pemiskinan Pekerja
Mark juga mengklaim bahwa sejauh produksi dalam perekonomian modern tidak
direncanakan, namun dibiarkan bergantung pada kepemilikan pribadi dan pasar bebas, maka
hasilnya tidak akan lebih dari serangkaian bencana yang seumanya cenderung merugikan
kelas pekerja.
Tanggapan
1.
Para pendukung sistem pasar bebas pada umumnya menjawab kritik bahwa pasar
bebas menciptakan ketidakadilan dengan menjawab: kritik tersebut salah mengasumsikan
tentang keadilan yang hanya berarti kesamaan atau distribusi menurut kebutuhan.
2.
Bahwa keadilan dapat diberi satu arti yang jelas, namun arti tersebut harus
mendukung pasar bebas. Keadilan sesungguhnya berarti distribusi berdasarkan kontribusi
(sumbangan).
3.
Terhadap kritikan yang menyatakan bahwa pasar bebas menciptakan perbedaan yang
tidak adil adalah, meskipun perbedaan semacam ini mungkin selalu ada dalam sistem
kepemilikan pribadi dan pasar bebas, namun keuntungan-keuntungan yang diberikan pasar
bebas dan kepemilikan pribadi jauh lebih penting.

3.4 Kesimpulan: Ekonomi Campuran


Perpaduan antara peraturan pemerintah, pasar bebas parsial dan kepemilikan pribadi
terbatas adalah apa yang umumnya yang disebut ekonomi campuran. Pada dasarnya,
ekonomi campuran mempertahankan sistem pasar dan kepemilikan pribadi namun sekaligus
bergantung pada kebijakan pemerintah untuk mengatasi kekurangan-kekurangannya.
Untung rugi penerapan kebijakan ekonomi campuran juga tetap menjadi bahan
perdebatan yang berlangsung seputar konsep pasar bebas, kepemilikan pribadi dan intervensi
pemerintah, semenjak tahun 1980-an, perdebatan ini lebih difokuskan pada krisis
produktifitas yang masih dialami Amerika saat bersaing dengan negara-negara lain di pasar
global.
Sistem Properti dan Teknologi Baru
Pihak-pihak yang menggunakan pandangan Locke atau utilitarian menyatakan bahwa
properti intelektual haruslah dipe perlakukan seperti properti pribadi. Pihak-pihak yang
mengajukan pandangan sosialis atau Mark yang mendukung kepemilikan kolektif atas properti
intelektual mnegklaim bahwa kreativitas intelektual tidak memerlukan insentif finansial
ataupun sistem properti pribadi.
Akhir Marxisme?
Dengan berakhirnya komunisme, tidak ada lagi kemajuan menuju sistem ekonomi
yang lebih baik, atau lebih sempurna: Seluruh dunia sekarang setuju bahwa sitem terbaik
adalah kapitalisme. Namun reformasi komunis tidak menunjukkan penghapusan sama
sekali atas pandangan-pandangan Mark ataupun sosialisme. Para pengikut Smith dan Locke
terus bersikeras bahwa tingkat intervensi pemerintah yang ditolerir sistem ekonomi campuran
lebih banyak merugikan dibandingkan menguntungkan.

BAB 4
ETIKA DAN PASAR
4.1 Persaingan Sempurna
Karakteristik pasar bebas persiangan sempurna:
1. Jumlah pembeli dan penjual relatif banyak
2. Semua pembeli dan penjual bebas masuk atau meninggalkan pasar.
3. Setiap pembeli dan penjual mengetahui sepenuhnya apa yang dilakukan oleh pembeli
dan penjual lainya.
4. Barang-barang yang dijual di pasar sangat mirip satu sama lain.
5. Biaya dan keuntungan memproduksi sepenuhnya ditanggung pihak-pihak ynag membeli
dan menjual barang-barang tersebut, bukan oleh pihak lain.
6. Semua pembeli dan penjual adalah pemaksimal utilitas.

7. Tidak ada pihak luar yang mengatur harga, kuantitas atau kualitas dari barang-barang
yang diperjualbelikan dalam pasar.
Kesetimbangan dalam Pasar Kompetitif Sempurna
Kurva permintaan adalah sebuah garis yang menunjukkan jumlah paling besar yang
bersedia dibayar konsumen untuk sebuah unit produk saat membeli dalam jumlah berbeda
untuk produk-produk tersebut. Kurva persediaan menunjukkan seberapa besar biaya yang
dibebankan produsen untuk menutup biaya produksi atas barang dalam jumlah tertentu.
Etika dan Pasar Kompetitif Sempurna
Pasar dikatakan mampu mencapai tiga nilai moral utama:
(a) mendorong pembeli dan penjual mempertukarkan barang dalam cara yang adil (dalam
artian adil tertentu);
(b) memaksimalkan utilitas pembeli dan penjual dengan mendorong mereka
mengalokasikan, menggunakan, dan mendistribusikan barang-barang dengan efisiensi
sempurna, dan
(c) mencapai tujuan-tujuan tersebut dengan suatu cara yang menghargai hak pembeli dan
penjual untuk melakukan pertukaran secara bebas.
4.2 Persaingan Monopoli
Persaingan Monopoli: Keadilan, Utilitas, dan Hak
Pasar monopoli adalah pasar yang menyimpang dari tujuan-tujuan keadilan kapitalis,
utilitas ekonomi, dan hak-hak negatif. Pasar monopoli tidak membentuk kesetimbangan, tidak
memaksimalkan efisiensi, dan tidak menghormati hak-hak kebebasan.
4.3 Persaingan Oligopolistik
Dalam pasar oligopoli tidak banyak penjual, yang ada hanya beberapa penjual besar
dan penjual baru sulit memasuki indutri tersebut. Pasar oligopoli didominasi beberapa
perusahaan besar sehingga dikatakan
pasar yang sangat terkonsentrasi. Hal ini
mengakibatkan sangat mudah bagi para manajer dari perusahaan-perusahaan tersebut untuk
memadukan kekuatan dan bertindak sebagai satu kesatuan.
Perjanjian Eksplisit
Tindakan-tindakan tidak etis dalam pasar oligopoli melalui perjanjian eksplisit:
1. Penetapan harga
2. Manipulasi persediaan
3. Perjanjian eksklusif.
4. Perjanjian mengikat
5. Perjanjian penetapan harga eceran.
6. Diskriminasi harga
Perjanjian Tersembunyi
Untuk mengkoordinasi harga, sejumlah industri oligopoli secara tidak resmi mengakui
salah satu perusahaan sebagai penentu harga. Selanjutnya, masing-masing perusahaan
secara diam-diam menetapkan harganya sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh
perusahaaan penentu harga tersebut, dengan mengetahui bahwa semua perusahaan lain
juga akan melakukan hal yang sama.
Suap
Apabila dilakukan untuk mengamankan penujalan produk, suap politik juga bisa
menimbulkan gangguan ekonomi dalam operasi pasar. Apabila suap digunakan untuk
mengamankan pembelian suatu komoditas, pengaruh utamanya adalah turunnya persaingan
pasar. Jika perusahaan yang melakukan suap berhasil mencegah masuknya pesaing lain

dalam pasar pemerintah, maka ada kemungkinan perusahaan terlibat dalam tindakantindakan yang menjadi karakteristik monopoli.
4.4 Oligopoli dan Kebijkan Publik
Pandangan Tidak Melakukan Apa-apa
Sejumlah ekonom menyatakan bahwa tidak ada yang perlu dilakukan tentang
kekuasaan ekonomi yang dimiliki perusahaan-perusahaan oligopoli. Sebagian menyatakan
bahwa kekuasaan perusahaan oligopoli sebenarnya tidak sebesar yang terlihat.
Pandangan Antimonopoli
Harga dan keuntungan dalam industri-industri yang terkonsentrasi memang cenderung
lebih tinggi dibandingkan yang seharusnya. Pemecahnya adalah dengan menetapkan kembali
tekanan-tekanan kompetitif dengan mewajibkan perusahaan-perusahaan besar untuk
melakukan divestasi dan memecahnya ke dalam beberapa perusahaan kecil.
Pandangan Regulasi
Perusahaan-perusahaan oligopoli tidak perlu dipecah karena ukuran yang besar
memberikan akibat-akibat yang menguntungkan dan keuntungan ini akan hilang apabila
mereka dipecah. Konsentrasi memberikan kekuatan ekonomi pada perusahaan-perusahaan
besar yang memungkinkan mereka untuk menetapkan harga dan terlibat dalam perilakuperilaku yang bukan merupakan kepentingan publik.
BAB 5
ETIKA DAN LINGKUNGAN
5.1 Dimensi Polusi dan Penyusutan Sumber Daya
Ancaman lingkungan berasal dari dua sumber: polusi dan penyusutan sumber daya.
Polusi mengacu pada kontaminasi yang tidak diinginkan terhadap lingkungan oleh pembutan
atau penggunaan komoditas. Penyusutan sumber daya mengacu pada konsumsi sumber daya
yang terbats atau langka.
Polusi Udara
Polusi mengacu pada kontaminasi yang tidak diinginkan terhadap lingkungan oleh
pembuatan atau penggunaan komoditas. Adanya pemanasan global, hujan asam, dan banyak
gas-gas beracun di udaraa yang dapat menimbulkan berbagai racun di bumi.
Polusi Air
Saat ini lebih dari satu juta orang tidak memiliki akses untuk air sehat, terutapa
pada negara-negara miskin. Ada beberapa faktor yang terkait dengan menurunnya
persediaan air. Kenaikan populasi dan aktifitas ekonomi menambah permintaaan terhadap
sumber air bersih.
Polusi Tanah
Limbah padat contohnya adalah sampah rumah tangga yang semakin banyak
jumlahnya tidak sebanding dengan fasilitas untuk menanganinya. Belum lagi limbah padat
berbahaya yang dihasilkan dari industri kimia dan perminyakan, bahkan limbah nuklir.
Penyusutan Spesies dan Habitat
Manusia menyebabkan punahnya ribuan spesies binatang dan tumbuhan begitu
pula dengan semakn sedikitnya jumlah habitat hutan yang hilang karena digunduli oleh
industri kayu, dan dijadikan permukiman.
Penyusutan Bahan Bakar Fosil
Penggunaan bahan bakar fosil meningkat terus sedangkan ketersediaannya
semakin menipis.
Penyusutan Mineral

Seperti halnya bahan bakar fosil, kondisi mineral yang tersedia pun semakin sedikit
disbanding dengan penggunannya yang semakin banyak. Ketersediaan bahan-bahan
pengganti bahan bakar fosil dan mineral pun terbatas, sehingga hanya dapat menunda
sebentar habisnya ketersediaan bahan bakar fosil dan mineral.
5.2 Etika Pengendalian Polusi
Tidak adanya upaya pengeendalian polusi dikarenakan para pelakunya para pelaku
bisnis menganggap udara dan air itu barang gratis, dan melihat lingkungan sebagai barang
tak terbatas.
Lembaga bisnis mengabaikan akibat kegiatan mereka terhadap lingkungan sebab:
1.

Para pelaku bisnis menganggap udara dan air itu barang gratis.

2.

Bisnis melihat lingkungan sebagai barang tak terbatas.

Etika Ekologi
Etika ekologi adalah sebuah etika yang mengklaim bahwa kesejahteraan dari bagianbagian non-manusia di bumi ini secara intrinsik memiliki nilai tersendiri dan bahwa, karena
adanya nilai intrinsik ini, kita manusia memiliki tugas untuk menghargai dan
mempertahankannya. Paul Taylor sifat karakter secara moral adalah baik ketika
mengekspresikan atau mewujudkan sikap moral dasar, yang saya sebut sebagi penghargaan
terhadap alam. Pengahragaan alam didasarkan pada fakta bahwa masing-masing makhluk
hidup berusaha mencari yang baik bagi dirinya dan demikian pula sebuah pusat teleologi
kehidupan.
Etika Ekologi
Etika ekologi adalah sebuah etika yang mengklaim bahwa kesejahteraan dari
bagian-bagian non-manusia di bumi ini secara intrinsik memiliki nilai tersendiri dan bahwa,
karena adanya nilai intrinsik ini, kita manusia memiliki tugas untuk menghargai dan
mempertahankannya. Namun hingga kini untuk memperluas hak-hak moral terhadap hal-hal
non-manusia masih sangat kontroversial. Untuk hal tersebut dibutuhkan pendekatan lagi
dalam menghadapi masalah lingkungan yang berdasarkan hak-hak asasi manusia maupun
pertimbangan utilitarian.
Hak Lingkungan dan Pembatasan Mutlak
William T. Blackstone menyatakan bahwa kepemilikan atas lingkungan yang nyaman
tidak hanya sangat diinginkan, namun merupakan hak bagi setiap manusia. Undang-undang
federal menetapkan batasan-batasan atas hak properti pada para pemilik perusahaan.
Masalah utama dari pandangan Blackstone adalah pandangan ini gagal memberikan petunjuk
tentang sejumlah pilihan yang cukup berat mengenai lingkungan.
Menurut William T. Blackstone, lingkungan yang nyaman bukanlah sesuatu yang
kita semua inginkan, melaikan sesuatu dimana yang lain berkewajiban untuk memungkinkan
kita semua memilikinya. Dalam pendapat Blackstone, ia gagal memberikan petunjuk tentang
sejumlah pilihan yang cukup berat mengenai lingkungan kaitannya dengan hak atas properti.
Utilitarianisme dan Pengendalian Parsial
Pendekatan utilitarian menyatakan bahwa seseorang perlu berusaha menghindari
polusi karena dia juga tidak ingin merugikan kesejahteraan masyarakat.
Biaya Pribadi dan Biaya Sosial
Polusi membebankan biaya eksternal, dan hal ini selanjutnya berarti biaya-biaya
produksi (biaya pribadi atau internal) lebih kecil dibandingkan biaya sosial. Akibatnya, pasar
tidak menetapkan disiplin potimal pada produsen, dan hasilnya adalah penurunan utilitas

sosial. Jadi, polusi lingkungan merupakan suatu pelanggaran atas prinsip-prinsip utilitarian
yang merupkan dasar sistem pasar.
Penyelesaian: Tugas-Tugas Perusahaan
Penyelesaian untuk masalah biaya-biaya eksternal, menurut argumen utilitarian yang
disebutkan sebelumnya, adalah dengan memasukkan biaya polusi atau pencemaran ke dalam
perhitungan atau dengan kata lain, biaya-biaya ini ditanggung oleh produsen dan
diperhitungkan untuk menentukan harga komoditas mereka.
Keadilan
Cara utilitarian menangani polusi (dengan menginternalisasikan biaya) tampak
konsisten dengan persyaratan keadilan distributif sejauh keadilan distributif tersebut
mendukung kesamaan hak. Para pengamat mencatat bahwa polusi sering berpengaruh
terhadap meningkatnya ketidakadilan. Internalisasi biaya eksternal juga terlihat konsiten
dengan persyaratan keadilan retributif dan kompensatif.
Biaya dan Keuntungan
Thomas Klein memberikan ringkasan prosedur analisis biaya-keuntungan sebagai
berikut:
1.

Mengidentifikasi biaya dan keuntungan

2.

Megevaluasi biaya dan keuntungan

3.

Menambahakan biaya dan keuntungan

Ekologi Sosial, Ekofeminisme, dan Kewajiban untuk Memelihara


Ekologi sosial menyatakan bahwa apabila pola-pola hierarki dan dominasi sosial belum
berubah , maka kita tidak akan bisa menghadapi krisis lingkungan.
Kaum ekofeminis meyakini bahwa meskipun konsep utilitarianisme, hak, dan keadilan
memiliki peran terbatas dalam etika lingkungan, namun etika lingkungan yang baik harus
memperhitungkan perspektif-perspektif etika memberi perhatian.
5.3 Etika Konservasi Sumber Daya yang Bisa Habis
Konservatisme mengacu pada penghematan sumber daya alam untuk digunakan di
masa mendatang. Jadi, konservatisme sebagian besar mengacu pada masa depan: kebutuhan
untuk membatasi konsumsi saat ini agar cukup untuk besok. Pengendalian polusi merupakan
salah satu bentuk konservatisme.
Hak Generasi Mendatang
Tindakan menghabiskan sumber daya berarti mengambil apa yang sebenarnya menjadi
milik generasi mendatang dan melanggar hak-hak mereka atas sumber daya tersebut, namun
sejumlah penulis menyatakn bahwa salah bila kita berpikir generasi mendatang juga punya
hak.
Keadilan bagi Generasi Mendatang
John Rowls: meskipun tidak adil bila memberikan beban yang berat bagi generasi
sekarang demi generasi mendatang, namun juga tidak adil bila generasi sekarang tidak
meninggalkan apa-apa sama sekali bagi generasi mendatang.
Pertumbuhan Ekonomi
Sejumlah penulis menyatakan bahwa jika kita menghemat sumber daya alam yang
langka agar generasi mendatang bisa memperoleh kualitas kehidupan yang memuaskan,
maka kita perlu mengubah sistem perekonomian secara substansial, khususnya dengan
menekan usaha-usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

BAB 6
ETIKA PRODUKSI DAN PEMASARAN KONSUMEN
Selain sebagai sumber informasi, iklan juga memberikan indikasi yang jarang benar
tentang fungsi dasar sebuah produk dan kadang terlalu membesar-besarkan keunggulannya.
Pasar dan Perlindungan Konsumen
Keamanan konsumen dilihat sebagai produk paling efisien bila disediakan melalui
mekanisme pasar bebas di mana penjual memberikan tanggapan terhadap permintaan
konsumen.
Pasar menjamin bahwa produsen memberikan tanggapan secara memadai terhadap
keinginan konsumen untuk memperoleh keamanan.
Pandangan Kontrak Kewajiban Produsen Terhadap Konsumen
Hubungan antara perusahaan dengan konsumen pada dasarnya merupakan hubungan
kontraktual, dan kewajiban moral perusahaan pada konsumen adalah seperti yang diberikan
dalam hubungan kontraktual.
Kewajiban untuk Mematuhi
Kewajiban untuk memberikan suatu produk dengan karakteristik persis seperti yang
dinyatakan perusahaan, yang mendorong konsumen untuk membuat kontrak dengan sukarela
dan yang membentuk pemahaman konsumen tentang apa yang disetujui akan dibelinya.
Pihak penjual berkewajiban memenuhi klaim yang dibuatnya tentang produk yang dijual.
Kewajiban untuk Mengungkapkan
Penjual yang akan membuat perjanjian dengan konsumen untuk mengungkapkan
dengan tepat apa yang akan dibeli konsumen dan apa saja syarat penjualannya.
Kewajiban untuk Tidak Memberikan Gambaran yang Salah
Misrepresentasi bersifat koersif : seseorang yang dengan sengaja memberikan
penjelasan yang salah pada orang lain agar orang tersebut melakukan sesuatu seperti yang
diinginkannya, bukan seperti yang diinginkan orang itu sendiri apabila dia mengetahui yang
sebenarnya.
Kewajiban untuk Tidak Memaksa
Penjual berkewajiban untuk tidak memanfaatkan keadaan emosional yang mungkin
mendorong pembeli untuk bertindak secara irasional dan bertentangan dengan
kepentingannya, tidak memanfaatkan ketidaktahuan, ketidakdewasaan, kebodohan, atau
faktor lain yang mengurangi atau menghapuskan kemampuan pembeli untuk menetapkan
pilihan secara bebas.
Kelemahan Teori Kontraktual
1.
Mengasumsikan bahwa perusahaan melakukan perjanjian secara langsung dengan
konsumen.
2.

Fokus pada faakta bahwa sebuah kontrak sama dnegan pedang bermata dua.

3.
Mengkritik asumsi bahwa pembeli dan penjual adalah sama dalam perjanjian
penjualan.
Teori Due Care
Karena konsumen harus bergantung pada keahlian produsen, maka produsen tidak
hanya berkewajiban untuk memberikan produk yang sesuai dengan klaim yang dibuatnya,
namun juga wajib berhati-hati untuk mencegah agar orang lain tidak terluka oleh produk
tersebut sekalipun perusahaan secara eksplisit menolak pertanggungjawaban seperti ini dan
pembeli menerima penolakan tersebut.

Tugas untuk Memberikan Perhatian


Tanggungjawab yang diberikan teori due care pada produsen: desain (tidak
mengandung bahaya, dilengkapi pengaman, dan bahan baku memadai), produksi
(pengawasan proses pemanufakturan, mengidentifikasi kelemahan,dll), dan informasi (label
dan peringatan).

Kelemahan Teori Due Care


1.
Tidak ada metode yang jelas untuk menentukan kapan produsen telah memberikan
perhatian yang memadai.
2.
Mengasumsikan bahwa produsen mampu menemukan risiko-risiko yang muncul
dalam penggunaan sebuah produk sebelum konsumen membeli dan menggunakannya.
3.
Parternalistik: produsen adalah pihak yang mengambil keputusan-keputusan penting
bagi konsumen.
Pandangan Biaya Sosial tentang Kewajiban Perusahaan
Perusahaan harus membayar biaya kerugian yang diakibatkan oleh semua kerusakan
atau cacat produk, sekalipun perusahaan telah memberikan semua perhatian dan dalam
proses pembuatannya telah mengambil langkah untuk memperingatan konsumen tentang
kemungkinan bahayanya.
Masalah dengan Pandangan Biaya Sosial
1.

Pandangan ini tidak adil karena melanggar norma-norma keadilan kompensatif.

2.

Membebankan semua biaya kerugian pada perusahaan.

3.

Beban finansial yang diberikan pada pihak perusahaan dan asuransi.

Etika Iklan
Iklan komersial didefinisikan sebagai salah satu bentuk informasi dan yang memasang
iklan adalah yang memberi informasi. Fungsi iklan adalah untuk memberikan informasi
kepada konsumen.
Pengaruh Sosial Iklan
Secara psikologis iklan menurunkan citarasa manusia, merupakan pemborosan sumber daya,
dan menciptakan monopoli.
Pembentukan Keinginan dalam Diri Konsumen
Iklan bersifat manupulatif yaitu dimaksudkan untuk menciptakan keinginan dalam diri
konsumen untuk tujuan penyerapan output industri.
Pengaruh pada Keyakinan Konsumen
Karena iklan merupakan salah satu bentuk komunikasi, maka iklan bisa dipercaya atau
tidak.
Privasi Kosumen
Hak privasi didefinisikan sebagai hak seseorang untuk memutuskan apa, pada siapa,
dan berapa banyak informasi tentang dirinya yang boleh diungkapkan pada pihak lain.