Anda di halaman 1dari 10

RINGKASAN MATERI

ANALISIS TEGANGAN
DAN REGANGAN

Sarwo Edhi

Program Magister Teknik Sipil


Universitas Syiah Kuala
2015

1. KESEPAKATAN PENANDAAN
Tegangan diperlihatkan pada Gambar 1 semua didefinisikan positif dalam sistem
koordinat dipilah, dimana kesepakatan tanda mengikuti :

Tegangan tarik atau tekan selalu didefinisikan positif dan negatif.

Tegangan geser positif didefinisikan sama dengan gaya geser positif.

+
2. ANALISIS TEGANGAN

Dalam rancangan rekayasa, sebuah struktur biasanya diberikan kombinasi


beberapa jenis beban yang menghasilkan beberapa jenis tegangan diantara
struktur. Tapi titik tertentu pada sebuah struktur, tegangan di sebuah arah biasanya
berbeda dengan tegangan pada arah lainnya.

yy

yz

yx

xy

xx

zy

xz
zx

zz

Gambar 1

Perhatikan pada sebuah kubus sangat kecil diatas. Kubus ini memiliki tiga
koordinat arah, tegangan normal bekerja pada dua sisi yang mana paralel sama
dengan lainnya adalah sama tapi beda arahnya. Pada dua bidang lain yang saling
tegak lurus, tegangan geser tegak lurus dengan titik potong dua bidang nilainya
sama, dalam arti berlawanan dengan kata lain salah satu menuju atau berlawanan
dari garis titik potong. Pada sebuah titik, maka hanya ada enam tegangan mandiri
yaitu xx, yy, zz, xy (= yx), xz (= xz), dan yz (= zy). Dimana xx, tegangan normal ,
dA luas elemen kecil, dF gaya, dan xy tegangan geser didefinisikan sebagai :

xx =

d Fx
dA

xy =

d Fy
dA

xz =

d Fz
dA

Pada sebuah titik pada sebuah bahan, jika nilai dua tegangan geser bernilai nol
pada sebuah bidang, bidang ini disebut dengan bidang utama (principal plane).
Tegangan normal yang bekerja pada bidang utama disebut dengan tegangan
utama, dan pula arahnya disebut arah utama.
(a) Tegangan Utama dalam Dua Matra
Elemen persegi pada Gambar 2 mempunyai tebal satuan dan mengalami aksi oleh
sistem tegangan seperti tergambar. Elemen segitiga dalam gambar telah dibentuk
dengan memotong elemen persegi tegak lurus pada bidang xy. Sekarang kita ingin
mencari tegangan yang harus beraksi pada bidang AC untuk melakukannya ialah
dengan menguraikan gaya-gaya itu sepanjang AC dan tegak lurus pada AC.
yy
yy

yx
xy

xx

yx

xx
xy
yx

xx

xy

yy

z
(b)

(a)

Gambar 2

Dari uraian dan turunan Gambar 2 (b), tegangan utama 2 pada bidang AC
adalah :

AC= xx BC cos + xx AB sin + xy BC sin + yx AB cos


Sebagaimana kita ketahui diawal bahwa xy (= yx), dan fakta cos =BC/AC dan
sin =AB/AC, dengan mengeleminasi BC akan didapati

= xx cos2 + xx sin2 + xy sin cos + yx sin cos


dengan sedikit menggunakan analisa trigomometri, persamaan diatas bisa
disederhanakan menjadi,

=1/2( xx + yy)+1/2( xx yy )cos 2 + xy sin 2


Dengan cara yang sama, tegangan geser di bidang AC ialah :

=1/2( xx yy) sin 2 xy cos 2


jika gaya geser nol, maka arah tegangan utamanya adalah
tan 2

2 xy
=
xx
yy
2
1
1
=
tan xy
xx yy
2

(2.1)

masukkan persamaan tersebut ke persamaan tegangan maka dihasilkan :


( xx) ( yy ) 2xy =0

(2.2)

yang mana merupakan persamaan kuadratik. Maka dari itu solusi pemecahannya
ialah :

1 , 2=

xx yy
1 /2 ( xx yy )2+ 4 2xy
2

(2.3)

Dua nilai ini disebut tegangan utama. Sedangkan nilai tegangan geser maksimum
diperoleh :

maks =1/2 ( xx yy)2 + 4 2xy

(2.4)

dari harga 1, 2 , kita mengetahui bahwa

maks =1/2( 1 2 )

(2.5)

Selain itu, kita dapat pula mencari tegangan utama dengan aljabar matriks. Dari
Gambar 2 , kita definisikan AC sebagai bidang utama, yaitu bidang yang tegangan
3

gesernya nol. Uraian gaya dalam arah x dan y menghasilkan

xx BC+ yx AB= AC cos

yy AB+ xy BC= AC sin


atau

xx cos + yx sin = cos

xy cos + yy sin = sin


dalam bentuk matriks

xx
xy

]{ }

{ }

{ }

yx cos =[ ] cos =[ ][I] cos


yy sin
sin
sin

(2.6)

matrik [ ] merupakan matrik diagonal karena tidak ada tegangan geser.


Ini merupakan persoalan nilai-eigen (eigen value) dan supaya terdapat solusi nontrivial determinan matriks itu harus nol
2

( xx )( yy ) xy=0

Yang berarti kembali ke persamaan (2.2).


(b) Arah Tegangan Utama
Sudah diperlihatkan pada Pers. (2.1) bahwa arah tegangan utama dengan sumbu
utama x adalah
2
1
= tan1 xy
xx
yy
2
Karena dua tegangan utama ini saling tegak lurus, maka arah tegangan utama
yang lain adalah +90.
1

yx

xy

x
xy

yx

y
y

tarik

yx

xy

xy

yx
tekan

(a)

(b)
Gambar 3

Dalam sebuah masalah bidang, ada dua tegangan utama dan dua arahnya (Pers
2.4). Untuk memudahkan memahami hubungan tegangan dengan arahnya bisa
dilakukan dengan pengamatan sederhana berikut.
Dalam Gambar 3, tegangan geser xy menghasilkan tarikan di satu arah diagonal
dan tekanan di arah lain, yang mana mengesankan gabungan aksi x dan y,
tegangan normal dalam arah diagonal tarik lebih tertarik atau lebih daripada di
arah diagonal tekan. Jadi dapat disimpulkan bahwa arah 1 tergantung kepada
dimana tegangan geser diambil.
Pada sebuah titik material, tegangan normal adalah tegangan utama jika:

Salah satu tegangan adalah tegangan tarik maksimum atau tegangan tekan
maksimum pada suatu titik. Atau,

Bidang dimana tegangan normal bekerja bebas dari tegangan geser.


Bidangnya adalah salah satu bidang utama.

3. ANALISIS REGANGAN
Sebuah benda elastis dapat digeser dan meluas. Analisis perpindahan u, v, dan w
memperlihatkan apakah adanya deformasi atau tidak. Perubahan ukuran elemen
dan bentuknya dapat disifati dengan deformasi, perbedaan dalam perpindahan
atau regangan. Regangan adalah adalah deformasi elemen dibagi dengan panjang
awal elemen.

Dari pasal 2, dari sebuah titik diantara bahan 3 matra, ada enam tegangan
independen yaitu tiga tegangan normal : x, y dan z dan tiga tegangan geser :
xy, xz dan yz. Di titik yang sama pula diakibatkan aksi tegangan ini, ada enam
regangan yang muncul yaitu

Tiga regangan normal : x, y dan z

Tiga regangan geser : xy, xz dan yz


xy
y

Gambar 4

Persamaan matematisnya menjadi


u
x
v
y=
y
w
z=
z

x =

u v
+
y x
v v
yz =
+
z y
u w
zx =
+
z x

xy =

(3.1)

Dengan demikian pemuaian volume menjadi


e = x + y + z

(3.2)

Secara elastis linear dan material isotropik, ada enam tegangan dan enam
regangan memenuhi hukum Hooke diperlihatkan:

y z
E
E
E
1
=
[ ( y + z)]
E x
y

=
x z
E
E
E
1
=
[ ( x + z )]
E y

x =

(3.3a)

(3.3b)

x y
E
E
E
1
=
[ ( x + y )]
E z

z =

(3.3c)

dengan,

xy=

xy

; xz = xz ; yz= yz
G
G
G

(3.4)

dimana E, G dan secara berurutan adalah modulus Young, modulus geser dan
rasio Poisson terhadap material. Dalam kasus dua matra, yang berhubungan
dengan arah z diabaikan sehingga berharga nol. Konstanta Poisson secara
matematis dapat ditulis dengan
(3.5)

yy = zz = xx
Untuk material jenis baja lunak nilai sebesar 0,3.

Hubungan tegangan sebagai fungsi regangan dalam kasus dua matra dapat dicari
sehingga menghasilkan persamaan :
E
[ x + y ]
1 2
E
=
[ y + x ]
1 2
= G xy

x =
x
xy

(3.6)

(a) Transformasi regangan


y

y ' y '

xy

y'x'
x '

y
Gambar 5

Dua kondisi diambil pada titik yang sama diambil pada satu titik bahan (Gambar
5). Dengan membandingkan gambar dengan , regangan dalam koordinat sistem xy dan x'-y' harus memiliki hubungan sama dengan tegangan. Anggap bahwa
regangan geser xy adalah berhubungan dengan sepasang tegangan geser; xy dan
yx, hanya xy/2 yang muncul dalam persamaan sebagai ekivalen untuk tegangan
geser xy . Maka:

= x '

x ' y'
=
2
2

xy
sin 2
2
+ +

= x y + x y cos 2 xy sin2
2
2
2
x y
xy
=
sin 2 +
cos 2
2
2
2

= x cos + y sin

(3.9)

atau

= x' y ' =( x y ) sin 2 + xy cos 2

(3.10)

(b) Regangan utama dan arahnya


Bedasarkan argumen sama untuk transformasi regangan, regangan utama dan
arahnya dapat ditarik dari persamaan tegangan utama:

1,2=1/2[( x + y )] ( x y )2 + 2xy

(3.11)

dan arahnya ditentukan

tan 2 = xxyy

(3.9)

Untuk hubungan tegangan utama dan regangan utama, bedasarkan hukum Hooke
lagi, persamaan ini disederhakan menjadi

Regangan dalam kaitan tegangan

2
E
E
1
=
[ 2 ]
E 1
2

=
1
E
E
1
=
[ 1 ]
E 2

1 =

(3.7a)

(3.7b)

Tegangan dalam kaitan regangan

1 =
2 =

E
[ 1 + 2 ]
1 2
E
[ 2 + 1 ]
1 2

(3.8)

(c) Regangan geser maksimum


Dengan argumen sama juga dengan persamaan tegangan, akan diperoleh :

max= ( x y )2 + 2xy

(3.10)

(d) Syarat Keserasian Regangan (Strain Compatibilty)


Dari medan bidang perpindahan yang diberikan, tiga persamaan mengutarakan u,
v, dan w adalah fungsi daripada x, y, z, bidang regangan khusus dapat dicari
dengan Pers. (3.1). Bagaimanapun, sebuah bidang regangan berubah-rubah
mungkin menghasilkan bidang perpindahan yang mustahil. Sebuah bidang
perpindahan yang sahih dapat dipastikan hanya jika benda dianggap tersambung
sederhana dan jika bidang regangan memenuhi sejumlah persamaan yang dikenal
dengan hubungan keserasian. Enam persamaan yang musti terpenuhi tersebut
yaitu
2 xy
x y
2 yz
yz
2 zx
zx
2 xx
2
yz
2 yy
2
zx
2 zz
2
x y

=
=
=

2 xx
2

y
2 yy
2

z
2 zz
2

+
+
+

2 yy
2

x
2 zz
2

y
2 xx
2

z
yz zx xy
= (
+
+
)
x
x
y
z
( yz zx + xy )
=
x x
y
z
( yz + zx xy )
=
x x
y
z