Anda di halaman 1dari 8

REAKSI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA

A. Tujuan
1. Mempelajari reaksi redoks
2. Mempelajari cara pencegahan korosi dengan cara pembentukan
lapisan oksida
B. Dasar Teori
1. Reaksi Redoks
Reaksi redoks adalah reaksi yang ditandai dengan perubahan bilangan
oksidasi saat pereaksi berubah menjadi hasil reaksi. Reaksi redoks terdiri dari
reaksi reduksi dan oksidasi. Reaksi reduksi adalah reaksi penangkapan
elektron atau reaksi penurunan bilangan oksidasi, sedangkan zat yang
mengalami reduksi disebut oksidator.
Contoh reaksi reduksi adalah : Ag+ + e Ag. Sedangkan reaksi oksidasi
adalah reaksi pelepasan elektron atau reaksi penambahan bilangan oksidasi,
sedangkan zat yang mengalami oksidasi disebut reduktor. Contoh dari reaksi
oksidasi adalah : Zn Zn2+ + 2e.
a. Reaksi autoredoks ( disproporsionasi ), adalah reaksi redoks dimana
oksidator bertindak juga sebagai reduktor. Contoh :

b. Reaksi anti autoredoks ( konproporsionasi ), adalah reaksi redoks


dimana hasil reaksi reduksi dan oksidasinya sama tetapi reduktor dan
oksidatornya berbeda. Contoh :

2. Sel Elektrokimia
a. Sel Volta ( Sel Galvani )
Sel volta adalah suatu sel elektrokimia yang mengubah energi kimia
menjadi energi
listrik.Terdapat dua buah elektroda yaitu katoda dan anoda. Katoda adalah
elektroda yang terjadi reaksi reduksi sedangkan anoda adalah elektroda

yang terjadi reaksi oksidasi. Dalam sel volta, katoda adalah kutub positif
sedangkan anoda adalah kutub negatif.

Contoh sel volta yaitu :

Pada gambar diatas, katoda yang digunakan adalah Cu dan anoda


yang digunakan adalah Zn yang dihubungkan melalui voltmeter. Agar dapat
menghantarkan listrik, kedua wadah tersebut dihubungkan dengan jembatan
garam yang berfungsi untuk menyetarakan kation dan anion dalam larutan.
Penyusunan unsur-unsur berdasarkan deret kereaktifan logam dikenal
dengan deret volta. Deret volta menggambarkan urutan kekuatan
pendesakan suatu logam terhadap logam yang lain. Unsur-unsur deret volta
adalah sebagai berikut :
Li K Ba Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H
Sb Bi Cu Hg Ag Pt Au
Unsur yang terletak di sebelah kiri hidrogen lebih mudah mengalami
oksidasi dibandingkan dengan yang terletak di sebelah kanan hidrogen.
Logam di sebelah kiri hidrogen memiliki Esel negatif, sedangkan di sebelah
kanan hidrogen memiliki Esel positif. Makin ke kanan sifat reduktor makin
lemah, makin ke kiri sifat reduktor makin kuat. Unsur-unsur dalam deret
volta hanya mampu mereduksi unsur-unsur di sebelah kanannya, tetapi tidak
mampu mereduksi unsur-unsur di sebelah kirinya.
Dari deret volta tersebut kita dapat memprediksikan suatu reaksi
dapat berlangsung atau tidak. Suatu reaksi hanya bisa terjadi ketika reaksi
tersebut berlangsung secara spontan atau harga Eselnya positif. Sebagai
contoh adalah logam Ag yang dimasukkan ke dalam larutan CuSO 4 tidak
akan berlangsung karena harga Eselnya bernilai negatif. Logam Ag memiliki
harga Esel
- 0,8 V dan Cu memiliki Esel - 0,34 V.
Maka Esel = Ereduksi - Eoksidasi = - 0,8 - (- 0,34 ) = - 0,46 V. E sel
bernilai negatif sehingga reaksi tidak dapat berlangsung.
Esel = Ereduksi b. SelEoksidasi
Elektrolisis

Adalah sebuah sel elektrokimia yang mengubah energi listrik menjadi


energi kimia.
Seperti halnya sel volta, sel elektrolisis pun mempunyai dua buah elektroda.
Tempat terjadinya reaksi redoks pun sama. Di katoda terjadi reaksi reduksi
dan di anoda terjadi reaksi oksidasi. Hanya saja pada sel elektrolisis, katoda
adalah kutub negatif sedangkan anoda adalah kutub positif. Sel elektrolisis
digunakan dalam penyepuhan dan pemurnian logam kotor.
Michael Faraday menunjukkan bahwa jumlah zat yang bereaksi pada
elektroda-elektroda sel elektrolisis berbanding lurus dengan jumlah arus
yang melalui sel tersebut. Selain itu, jika arus tertentu mengalir melalui sel
elektrolisis maka akan dihasilkan jumlah equivalen masing-masing zat.
Dengan m = massa yang terbentuk
m=
Q = jumlah listrik ( Q = I.t )
Ar.Q
n = biloks
F = tetapan Faraday = 96500
3. Korosi
Korosi adalah kerusakan atau degradasi
logam akibat reaksi redoks antara suatu
logam
dengan
berbagai
zat
di
lingkungannya
yang
menghasilkan
senyawa-senyawa
yang
tidak
dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari,
korosi disebut perkaratan. Korosi sangat
tidak dikehendaki karena dapat merusak
baik fungsi maupun penampilan dari barang-barang yang mengalami
peristiwa tersebut.
Faktor yang mempengaruhi korosi yaitu :
Kelembaban
Adanya oksigen
Zat elektrolit
Letak logam dalam deret volta
Meskipun proses korosi adalah proses alamiah yang berlangsung
dengan sendirinya dan karena tidak bisa dicegah secara mutlak, akan tetapi
tindakan pencegahan dan penanggulangannya tetap diperlukan. Untuk
mencegah terjadinya korosi dapat dilakukan dengan cara elektroplating dan
dengan membentuk lapisan oksida logam yang koheren yang secara efektif
memblok reaksi oksidasi pada logam yang akan dilindungi ( passivasi ).
C. Alat dan Bahan
1. Alat
Tabung reaksi
Pipet volume 25 ml

Gelas ukur 10 ml
Gelas kimia 50 ml

Bunsen
2. Bahan
Logam Zn
Logam Cu
Logam Fe yang telah di ampelas
Logam Al
CuSO4 0,5 M
ZnSO4 0,5 M
Pb(NO3)2 0,1 M
Zn(NO3)2 0,1 M
NaNO3 0,1 M
FeCl3 0,1 M
H2SO4 1 M
KI 0,1 M
H2O2 0,1 M
HNO3 pekat
HCl pekat
HgCl2 0,1 M
Aquades

Penjepit

D. Cara Kerja
1. Beberapa redoks
1) Masukkan 2 ml larutan CuSO4 0,5 M ke dalam tabung reaksi,
kemudian masukkan logam Zn. Biarkan beberapa menit dan amati
yang terjadi.
2) Masukkan 2 ml larutan ZnSO4 0,5 M ke dalam tabung reaksi,
kemudian masukkan logam Cu. Biarkan beberapa menit dan amati
yang terjadi.
3) Masukkan Fe yang telah di ampelas ke dalam masing-masing
tabung reaksi yang berisi 2 ml larutan Pb(NO3)2 0,1 M, Zn(NO3)2 0,1
M dan NaNO3 0,1 M. Amati reaksi yang terjadi.
4) Masukkan 5 tetes H2O2 0,1 M, 5 tetes H2SO4 1 M dan 10 tetes KI 0,1
M. Kemudian tambahkan 1 tetes larutan kanji. Amati reaksi yang
terjadi.
5) Masukkan 5 tetes FeCl3 0,1 M, 10 tetes H2SO4 1 M dan 10 tetes KI
0,1 M. Kemudian tambahkan 1 tetes larutan kanji. Amati reaksi yang
terjadi.
2. Pengujian logam Al

a. Tanpa passivasi
1) Masukkan masing-masing satu keping Al ke dalam dua tabung
reaksi.
2) Tuangkan sedikit HNO3 pekat ke dalam salah satu tabung reaksi dan
sedikit HCl pekat ke dalam tabung reaksi lainnya. Amati yang
terjadi.

b. Dengan passivasi
1) Masukkan tiga keping Al yang akan di amalgasi ke dalam tabung
reaksi yang berisi 5 ml HgCl2 0,1 M dan satu tetes HCl 2 M. Amati
selama 4-5 menit.
2) Keluarkan tiga keping Al dari larutan lalu cuci dengan air destilasi.
3) Masukkan kepingan pertama ke dalam tabung yang berisi larutan
CuSO4 0,1 M, kepingan kedua ke dalam aquades dan kepingan
terakhir dibiarkan di udara terbuka.
4) Masukkan satu keping Al yang tidak di amalgasi ke dalam tabung
lain yang berisi larutan CuSO4 0,1 M, aquades dan dibiarkan di
udara terbuka.
5) Panaskan tabung reaksi yang berisi Al yang diamalgasi dalam
larutan CuSO4 dan tabung reaksi yang berisi Al yang tidak di
amalgasi dalam larutan CuSO4 di atas bunsen. Hitung dengan
menggunakan stopwatch tabung mana yang cepat bereaksi.
Lakukan hal yang sama pada Al dalam aquades dan yang di udara
terbuka.

E. Lembar Pengamatan
1. Beberapa reaksi redoks

Reaksi

Pengamatan
No

Zn + CuSO4

Terjadi korosi pada Zn dan warna


1
larutan CuSO4 berubah dari biru menjadi
biru bening

ZnSO4 + Cu

Tidak terjadi perubahan pada logam


2
atau larutan

Pb(NO3)2 +

Tidak terjadi perubahan yang


3
Fe
signifikan tetapi terdapat sedikit korosi
pada logam Fe

Zn(NO3)2 +

Tidak terjadi perubahan pada logam


4
Fe
atau larutan

NaNO3 + Fe

Tidak terjadi perubahan pada logam


5
atau larutan

H2O2 +

Tidak terjadi perubahan pada


6
H2SO4 + KI
larutan

FeCl3 +

Ketika ditetesi larutan kanji, warna


7
H2SO4 + KI
larutan berubah menjadi ungu kehitaman

2. Pengujian logam Al

a. Tanpa passivasi
Log
Pereak
Pengamatan
am
si
Al
ke 1
HCl
Terdapat gelembungpekat
gelembung kecil dan terjadi
korosi pada Al
2
HNO3
Tidak terjadi perubahan
pekat

b. Dengan passivasi
Al sebagai logam uji ( Al yang di amalgasi )
A

Al +
Al +
Al di
CuSO4
l
aquades
udara

(1)
+
(2)
(3)
H
g
C
l2

+
H
C
l

Sebelum

pemanas
an :
Adanya
endapan
dan
sedikit
gelembu
ng kecil
Pemanas

an :
Warna

larutan
CuSO4
menjadi
bening
dan
terjadi
korosi
pada Hg
( lapisan
yang
melindun
gi Al )
Al sebagai logam pengontrol (

Al +
CuSO4
(1)
Sebelum

pemanas
an :
Adanya

sedikit
korosi
pada
sisi-sisi
logam Al
Pemanas

Sebelum
pemanas
an :
Tidak
terjadi
perubah
an

Terdap
at
lapisan
putih
pada Al

Pemanas
an :
Larutan
menjadi
keruh
dan
banyak
terdapat
gelembu
ng

Al yang tidak di amalgasi )


Al +
Al di
aquades
udara
(2)
(3)
Sebelum
Tidak
pemanas
terjadi
an :
peruba
Tidak
han
terjadi
perubah
an

Pemanas

an :
Tidak
terjadi
perubah
an warna
pada
larutan
CuSO4
dan
korosi
pada
sisi-sisi
Al
bertamb
ah
banyak

an
Tidak
terjadi
perubah
an

F. Persamaan Reaksi
1. Beberapa reaksi redoks
1) Zn + CuSO4 ZnSO4 + Cu
2) Cu + ZnSO4 CuSO4 + Zn
3) Pb(NO3)2 + Fe Fe(NO3)2 + Pb
4) Zn(NO3)2 + Fe Fe(NO3)2 + Zn
5) 2NaNO3 + Fe Fe(NO3)2 + 2Na
6) H2O2 + H2SO4 + 2KI K2SO4 + I2 + 2H2O
7) 2FeCl3 + 2H2SO4 + 6KI 2FeSO4 + 6KCl + 3I2 + 2H2

2. Pengujian logam Al

a. Tanpa passivasi
1) 2Al + 6HCl 2AlCl3 + 3H2
2) Al + HNO3 Al(NO3)3 + H2

b. Dengan passivasi
1) Al + HgCl2 + HCl AlCl3 + Hg + H+ + e
2) 2Al + 3CuSO4 Al2(SO4)3 + 3Cu
3) 2Al + 3H2O Al2O3 + 3H2
4) 4Al + 3O2 2Al2O3