Anda di halaman 1dari 12

1.

Suatu jalur bus rapit transit sepanjang 29 km memiliki kecepatan operasional


Vo = 18 km/h; waktu berhenti di masing-masing terminal akhir Tt sedikitnya 6
menit headway 10 menit ?
Diketahui:
S= 29 km
Vo = 18 km/jam
Tt = 6 menit
H = 10 menit

Cv
= 85 SPS
P max = 300 penumpang

Ditanya :
a. Jumlah bus yang diperlukan (N) dan Cycle speed (Vc) dengan headway = 10
menit
b. Kapasitas yang ditawarkan dan max jika Cv = 85 sps dan P max = 300
penumpang/jam
Jawab :
a. Hitung Nilai Cycle Time :
CT

= 2(To + tt) To =

T0 =

29 km
18 km/ jam

= 1,6 jam = 96

menit
= 2 (96 + 6)
= 204 menit
Menghitung Vc (Cycle Speed)
Vc

Vc

60 x 2 L
T

60 x 2(29)
204

= 17,5 km/ jam

Dengan asumsi kendaraan yang beroperasi adalah single- vehicle operation


dengan number vehicles per TU n = 1, maka N = NTU dengan rumus
perhitungan Ct/h
NTU

NTU

CT
h

204 menit TU
10 menit

= 20,4 TU (Transit Unit)

Jadi jumlah bus yang diperlukan adalah 20 unit dan Cycle speednya adalah
sebesar 17, 05 km/jam untuk headway 10 menit

b. Menghitung F max (frekuensi)


60
10

Fmax

Fmax

= 6 TU/ Jam

Menghitung C ( offered capacity) dengan asumsi n adalah single vehicle


operation dengan n = 1 , sehingga c = F max
C
= Cv . c (dimana c = n . Fmax)
= 85 sps x 6 TU/jam
C
= 510 sps-TU/jam
Menghitung max (Load Factor )
max

= Pmax
C
= 300 prs/Jam
510 sps/Jam
= 0,5882 = 58,82 %

Jadi kapasitas yang ditawarkan adalah 510 sps/ jam dan load factor maksimal
yang diperoleh jika kapasitas jalurnya 300 penumpang/ jam adalah 58,82
2. Jelaskan elemen-elemen yang menentukan kapasitas penumpang maksimum
suatu jalur angkutan umum massal cepat. Jika jalur tersebut mulai mengalami
kecepatan dan keterlambatan, jelaskan langkah langkah yang perlu dilakukan
untuk meningkatkan kapasitas dan mengurangi keterlambatan tersebut
Jawab :

ELEM
ENT
OF
LINE
Nu CAPA MINIM
TU
m
Ve CAPAC CITY UM
be

hic
le
Ca
pa
cit
y

HEAD
Loa WAY (h
d
min)
Fac
tor

ITY
r
of
Ca
r
pe
r
TU
Gambar 1 : Elemen line Capacity

Elemen kapasitas maksimum:


1. Kapasitas Transit Unit
Kapasitas kendaraan
Jumlah maksimum dari ruang penumpang pada kendaraan (Transit
Unit)tergantung pada dimensi kendaraan dan tata letak kursi/rasio dan
standar luas lantai minimum per orang
Jumlah kendaraan per transit unit
Semakin banyak armada maka semakin banyak penumpang yang dapat
terangkut dalam satu jalur
Load Factor
Load factor dapat mendekati 1 dalam pada kendaraan dalam kondisi
rama i tapi nilai per jam rata-rata maksimum lebih rendah karena kondisi
kapasitas biasanya berlangsung kurang dari satu jam
2. Minimum Headway
Untuk meminimumkan headway ada beberapa cara yang dapat dilakukan:
Vehicle floor height and platform height (ketinggian lantai kendaraan dan
ketinggian peron).Waktu untuk naik turun penumpang akan lebih cepat
jika ketinggian kendaraan dan peron sama
Number of boarding/alighting channels
Jumlah pintu untuk naik turun = jumlah gerbong (vehicles) per unit
kendaraan x jumlah pintu per gerbong
Fare type and fare collection
Tipe tarif dan pemungutan tarif dari pembayaran secara manual dengan
uang tunai ketika berangkat beralih ke pembayaran lebih cepat dengan
validasi dan pemprosesan secara
elektronik sehingga tidak ada
pemungutan tiket di peron atau dalam kendaraan sehingga dapat
meminimumkan headway

Banyak faktor yang mempengaruhi kapasitas yang memiliki peranan penting dalam
meningkatkan kapasitas yang diinginkan langkah langkah yang dilakukan untuk
meningkatkan kapasitas dan mengurangi keterlambatan yaitu :
1. Meningkatkan kapasitas transit unit lebih efektif karena akan meningkatkan
kapasitas jalur. Kapasitas yang sangat tinggi dan efektif dan dicapai dengan
menggunakan kereta yang panjang, mobil yang sangat besar, sisitem transit
kereta api yang beroperasi hingga 10 mobil dengan panjang hampir 23 meter
dan lebar 3, 20 m menyediakan sejauh kapasitas garis tertinggi dari semua
moda
2. Memperpendek headway dengan meminimalkan waktu melalui langkahlangkah seperti peningkatan jumlah pintu pada mobil, perbaikan platform,
prosedur pengumpulan ongkos, pengawasan pintu dan pengiriman transit unit
stasiun.
3. Ketika kendaraan kecil seperti bus harus menyediakan kapasitas tinggi,
peningkatan dapat dilakukan dengan menempatkan perhentian di sepanjang
jalur dengan sistem operasi:
Multiple stop for simultaneous stopping without overtaking (beberapa
berhenti untuk berhenti secara simultan tanpa menyelip). Sistem operasi
ini diterapkan pada bus dan trolley bus . bus berhenti secara bersaman di
halte yang didesign agar dapat mengangkut penumpang dari 3 bus
secara bersamaan sehingga akan meningkatkan kapasitas
Leapfrogging, or mutual overtaking of vehicles that stand at stop (saling
menyelip kendaraan yang berdiri di halte) pada sisitem operasi ini bus
dapat menyalip bus untuk berhenti didepannya
Expresses bus yaitu sistem operasi dimana bus dapat beroperasi lebih
cepat dengan tidak berhenti pada beberapa halte
Platooning or Convoy Operation of buses. Kendaraan dari jalur berbeda
dikumpulkan dalam suatu jalur khusus ke dalam kelompok 2- 5 bus dan
akan mengikuti satu sama lain .

3. Mengapa definisi tujuan dan kriteria evaluasi dinilai penting dalam perencanaan
sistem, khususnya, dalam menentukan solusi suatu permasalahan terkait sistem
angkutan umum
Jawab:

Gambar 2: Tahapan perencanaan transportasi


Pada bagan diatas adalah tahapan perencanaan transportasi kota di masa depan
dimana kita dapat menentukan dengan baik bagaimana sistem angkutan umum
yang akan dikembangkan atau di perbaiki terkait dengan visi dan misi kota dimasa
depan. Jika visi tersebut sudah terumuskan dengan baik maka kita mengetahui
bagaimana angkutan umum itu dapat mendukung perkembangan kota itu sendiri
kemudian melihat sejauh mana sistem angkutan umum yang sudah ada apakah
sudah cukup atau belum jika sudah cukup maka akan dilakukan perencanaan jangka
pendek dimana perencanaan jangka pendek tersebut sifatnya adalah sebagai
perbaikan akan tetapi jika masih belum cukup maka pengembangan angkutan
umum akan lebih komprehensive lagi dimana akan kita akan dihadapkan pada
bagaimana memilih atau mempersiapkan jaringan sistem angkutan umum yang
efisien yang terdiri dari moda- moda angkutan umum yang tepat sesuai dengan
karakteristik elemen dari jaringan itu kemudian dari berbagai alternatif yg dihasilkan
dilakukan evaluasi dari evaluasi tersebut kita dapat membuat suatu rancangan atau
design sistem angkutan umum yang paling efektif dan efisien untuk mencapai visi
dan misi kota tersebut. Sehingga dapat disimpulkan dalam memecahkan suatu
persoalan sistem angkutan umum sangat penting dilakukan evaluasi terhadap
alternatif solusi yang ditawarkan dikaitkan dengan visi dan misi kota tersebut
4. Gambar, jelaskan dan analisis geometri suatu sistem angkutan umum di kota
atau wilayah yang anda ketahui. Perlu diperhatikan bahwa anda harus fokus
pada aspek geometri suatu jaringan, keterkaitan antar jalur, titik-titik transfer,
cakupan wilayah layanan, dll. Bukan menjelaskan tentang kondisi stasiun, jenis
kendaraan, ataupun elemen sistem lain yang tidak terkait langsung dengan
geometri suatu jalur atau jaringan sistem angkutan umum.
Jawab :
Menurut Vuchic ( 2005) bentuk geometri jalur angkutan umum yaitu:
a. Radial yaitu jalur yang menghubungkan antara pusat kota dan daerah
pinggiran kota (suburb)
b. Diametrical merupakan jalur yang menghubungkan anatara daerah pinggiran
dengan daerah pinggiran lainnya yang terdiri dari :

Diametrik dengan percabangan yaitu jalur diametrik dengan titik asal


berupa cabang ke titik tujuan yang berupa percabangan karena
tujuannya berbeda-beda
Diametrik dengan putaran yaitu jalur diametrik yang tidak ada
percabagan dari titik asal hingga titik tujuan kembali lagi ke titik asal
berupa garis lurus
c. Tangential yaitu jalur yang memiliki rute dengan memperhatikan struktur pusat
kota, kebanyakan pada kota yang mimiiliki pola jaringan jalan grid
d. Circle or way yaitu jalur yang menghubungkan antar titik di dalam pusat kota
dengan pola melingkar.
Untuk mementukan bentuk geometri perlu menganalisis dengan memperhatikan
beberapa aspek berikut:
a.Spacing of pararel line yaitu jalur pararel yang dilayani oleh suatu koridor
tergantung pada jarak akses penumpang untuk berjalan kaki dan frekuensi
layananannya. Populasi tersebar dan pengguna angkutan umum tidak
tergantung pada posisi jalur, posisis jalur juga dpat meminimalkan total jarak
akses.
b.Line leghts yaitu panjang jalur tergantung pada ukuran perkotaan dan tipe
jalur, jalur bisa panjang ataupun pendek.
c.Line alignments yaitu benuk jalur dapat menentukan kecepatan dan
meminimalkan delay . Hal ini tergantung pada jumlah dan distribusi
penumpang sepanjang jalur dan panjang perjalanannya. Analisis ini dapat
mengetahui cakupan wilayah yang dilayannya
d.Independent Versus Integrated Lines yaitu merupakan dua tipe dasar jalur
angkutan umum . Jalur Independen memiliki bentuk jalur sendiri tanpa
tumpang tinding dengan jalur lain sedangkan jalur Integrated adalah jalur
yang memiliki percabangan, pertemuan , persimpangan dan biasanya
tumpang tindih jalur satu dengan yang lain pada suatu line alignment . hal
ini berpengaruh pada titik transper bagi pengguna angkutan umum.
Berikut adalah contoh analaisis geometri jalur angkutan umum pada KRL
JABODETABEK

Gambar 3. Peta Rute KRL JABODETABEK


Koridor
Koridor 1
Koridor 2
Koridor 3
Koridor 4
Koridor 5
Koridor 6

Rute
Bogor/Depok-Manggarai-Jakarta Kota (PP)
Bogor/Depok-Tanah Abang-Pasar senen- Jatinegara(PP)
Bekasi-Jatinegara-Manggarai-Jakarta kota (PP)
Parung Panjang/Serpong-Tanah Abang (PP)
Tanggerang-Duri (PP)
Tanjung Priuk Jakarta Kota (PP)
Tabel 1 : Koridor KRL JABODETABEK

Dimana dari peta kita dpat melihat bahwa pola geometri yang digunakan adalah
radial dan diametrical with loop yaitu jalur diametrical yang tidak ada percabangan
dari titik aasal hingga titik tujuan kembali lagi ketitik asal berupa garis lurus yang
menghubungkan pusat kota dengan daerah pinggiran kota. Circumferential lines
merupakan gabungan dari radial dan diametrical line dimana menciptakan integrasi.
Daari gambar terlihat terdapat 6 stasiun Kampung Bandan, Duri, Tanah Abang,

Maggarai dan Jati negara dan Jakarta Kota dimana penumpang dapat melakukan
transit atau pindah jalur pada stasiun tersebut.

5. Jelaskan tujuan-tujuan utama yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan


lokasi stasiun kereta. Jelaskan pula tiga pihak utama yang memiliki kepentingan
terhadap tercapainya tujuan-tujuan tersebut.
Jawab :
Tujuan perencanaan lokasi stasiun:
a. Melayani pusat utama, beberapa titik aktivitas dan transfer dengan jalur lain
Lokasi stasiun harusdapat melayani pusat kegiatan yang ada pada suatu
daerah seperti pusat kota, pusat pertokoan, transfer antar jaringan kereta dan
kawasan pinggiran ,dan lain-lain
b. Mencapai minimum wktu travel penumpang
Lokasi stasiun harus dapat meminimalkan waktu perjalanan penumpang,
melihat waktu perjalanan penumpang kepadatan stasiun harus berdasarkan
nilai optimum dari trade off antara dua elemen waktu perjalanan yaitu akses
dan waktu perjalanan pada jalur yang paling tepat adalah dengan meilbatkan
dua trade off yang berbeda yaitu:
Cakupan layanan dengan kecepatan pengoperasian
Terkait dengan jenis penumpang baik penumpang yang asal dan
tujuannya pada jaringan itu maupun penumpang yang hanya lewat
pada jaringan ituyang memilih tidak berhenti pada perhentian tertentu
yang akan menyebabkan mereka kehilangan waktu sehingga perlu di
perhatikan jumlah da jarak stasiun yang akan dilewatinya agar
penumpang tidak harus berhenti di setiap stasiun.
c. Menyediakan are pelayanan yang maksimal
Memaksimalkan area layanan stasiun merupakan tujuan yang penting karena
penggunaan sistem sangat tergantung dari kemampuan penumpang
mengakses stasiun. Semakin luas area layanan stasiun maka semakin
banyak penumpang yang naik sehingga akan meningkatkan pendapatan.
d. Menarik jumlah penumpang maksimum
Lokasi penumpang harus dapat menarik jumlah penumpang secara maksimal.
Elemen dasar ketertarikan penumpang adalah kecepatan operasi pada
jaringan metro. Kecepatan operasi jaringan kereta dipengaruhi oleh kondisi
fisik dan kompetisi layanan dengan moda lainnya. Secara alami , desain yang
meminimumkan waktu perjalanan akan menarik penumpang
e. Mencapai biaya (investment +operating)minimal
Lokasi stasiun hendaknya dapat membuat pembiayaan dari pengoperasian
kereta menjadi lebih murah. Lokasi yang mengharuskan kereta berhenti pada
stasiun yag berdekatan akan menyebabkan kecepatan menurun dan akan
meningkatkan besarnya pengeluaran pada sistem operasi
f. Memenuhi persyaratan lainnya
Lokasi stasiun yang dibangun harus disesuaikan dengan aspek-aspek lain
seperti aspek perpindahan moda, rencana pembangunan suatu kota dilihat
8

pada tata guna lahannya, kebutuhan masyarakat dan aspek perekonomian di


daerah tersebut.
Dari berbagai tujuan diatas dapat dipilih lokasi yang dapat mengakomodir
keuntungan yang diperoleh dan meminimalkan kerugian yang terjadi sebagai
dampak dari lokasi stasiun.
Terdapat 3 (tiga)pihak utama yang memiliki kepentingan untuk tercapainya tujuantujuan tersebut yaitu :
a. Penumpang
Merupakan pihak yang memanfaatkan layananan operasi kereta, dimana
penumpang akan merasakan dampak terkait dengan penerapan tujuan
tujuan tersebut. Apakah pelayanannya sudah tercukupi dengan nyaman.
Belum tercapainya tujuan akan mengakibakan penurunan penumpang
b. Operator
Operator sebagai pihak yang mennetukan kebijakan terkait sistem operasi
kereta apii untuk mmenuhi tujuan tujuan yang perlu dicapai dalam memilih
lokasi stasiun yang akan mempengaruhi pola pengoperasian kereta terkait
dengan keberlangsungan usaha dan aspek perekonomian
c. Komunitas
Komunitas merupakan bagian dari masyarakat yang tidak menggunakan
pelayanan kereta akan tetapi terkena dampak dari perubahan kebijakan
terkait pemenuhan tujuan-tujuan tersebut misalnya kemacetan yang
ditimbulkan karena pembangunan stasiun baru

6. Berikan pendapat/pandangan Anda mengenai pernyataan berikut :


Angkutan umum seharusnya gratis
Tarif angkutan umum seharusnya menutup seluruh biaya operasional
angkutan umum

Jawab:
Tarif adalah suatu biaya yang dikeluarkan setiap kali bepergian menggunakan
angkutan umum. Tarif juga merupakan bagian dari kinerja finansial sistem
angkutan umum itu sendiri yang diperoleh melalui pendapatan dan pelayanan
angkutan umum.Tingkatan tarif terbagi menjadi 5 (lima) yaitu :
a. Zero fare (Free Transit) yaittu tarif gratis dalam pelayanan angkutan
umum
b. Low Fares ; tarif rendah dengan kerugian yang sangat kecil terhadap
penumpang dan meningkatkan pendapatan
9

c. Moderat Fares yaitu erjadi penurunan jumlah penumpang dengan adanya


kenaikan tarif mulai dari sangat rendah hingga moderat namun
pendapatan meningkat secara linear.
d. High fares yaitu dari segi jumlah penumpang maupun tingkat pendapatan
menurun seiring dengan adanya kenaikan tarif;
e. Maximum Fare adalah titik pendapatan maksimum, dimana kenaikan tarif
akan menyebabkan penumpang mendapatkan tingkat pelayanan yang
lebih rendah dan total pendapatan yang akan benar-benar turun
Menurut saya tarif gratis hanya dapat digunakan pada saat tertentu saja yang
digunakan untuk menarik penumpang menggunakan angkutan umum yang akan
diperasikan untuk mengetahui kelayakan pengoperasian penggunaan angkutan
umum , dengan metode ini akan membuat masyarakat tertarik menggunakan
angkutan umum kemudian mereka akan merasakan kenyamanan angkutan umum
yang dinaikinya sehingga setelah diberlakukannya tarif normal masyarakat akan
tetap menggunakan angkutan umum tersebut. Selain itu menurut saya angkutan
umum dapat digratiskan untuk memfasilitasi anak-anak dan orang tua .Jika
penggunaan angkutan umum diterapkan kebijakan penggratisan tarif maka
pemerintah harus memberikan subsidi untuk kegiatan operational sehingga karena
tidak adanya keuntungan yang diperoleh maka operator angkutan umum akan
lebih memfokuskan pada pemenuhan biaya operasi dibandingkan dengan kualitas
pelayanan yang diberikan kepada penumpang

Tarif angkutan umum seharusnya dapat menutupi seluruh biaya operasi hal ini
tegantung bagaimana pemberlakuan tarif tersebut dilihat dari elastisitas
permintaan terkait kualitas layanan dan tarif moda transportasi lain, pemerataan
kualitas pelayanan bagi semua kategori dan kemampuan penumpang untuk
membayar. Menurut saya penerapan tarif angkutan dapat menutupi seluruh biaya
operasi dapat dilakukan dengan penggunaan tarif moderat fare dimana kenaikan
tarif dimulai dari sangat rendah walaupun akan mengurangi jumlah penumpang
dengan peningkatan kualitas layanan maka penumpang akan tetap menggunakan
moda angkutan tersebut dan keuntungan pun akan diperoleh.

7. Jelaskan dan gambarkan bentuk organisasi sistem angkutan umum yang Anda
ketahui dengan menggunakan tiga level aktif : level strategis, taktis, dan
operasional.
Jawab :

Strategi
c
(Kemenh
Tactical
(UPTB)
10

Operational
(Operator )

Gambar 4 : Struktur Organisasi Bus TransJakarta

Level Srategic
Yang berada padalevel strategic dari struktur organisasi angkutan umum
Transjakarta adalah Kementrian Perhubungan atau Dinas Perhubungan
DKI Jakarta yang mengatur kebijakan dan mengawasi sistem angkutan
umum

Level Tactical
Pada level tactikel pada bagan organisasi Transjakarta yaitu Unit Pengelola
Transjakarta Busway (UPTB) yaitu pengelola Transjakarta yang awalnya
bernama Badan layanan umum (BLU) Transjakarta.UPTB memiliki
kewenangan atas operasional seluruh koridor dan area kerja transjakrta
serta melakukan pengawasan dan koordinasi dengan operator koridor,
penyedia armada bus, pengelola pool SPBG,.

Level Operational
Level operasional adalah operator yang mengoperasikan Transjakarta yang
terdiri dari beberapa operator yaitu:
a. Operator koridor dan armada Bus yang dalam penyelnggaraannya
didukung oleh beberapa perusahaan operator yang mengelola armada
yang melayani tiap koridor . Operator tersebut adalah
PT. Jakarta Exspress Trans (JET) (Sudah tidak beroperasi sejak
10 juni 2013)
PT. Trans Batavia (TB) melayani koridor 2 dan koridor 3
PT. Jakarta Trans Metropolitan (JTM) melayani koridor 4 dan koridor
6
PT. Primajasa Perdanaraya Utama (PP) melayani koridor 4 dan 8
PT. Jakarta Mega Trans (JMT) melayani koridor 4 dan koridor 5
PT. Eka Sari Lorena (LRN) melayani koridor 5 dan koridor 7
PT. Bianglala Metropolitan (BMP) melayani koridor 9,10 dan 12
PT Trans Mayapada Busway (TMB) melayani koridor 9 dan 10
Perum Damri (DMR) melayani korodor 1, 8 dan 11
UPTB Transjakarta (TJ)

11

b. Operator APTB dalam penyelenggaraannya Transjakarta didukung


beberapa perusahaan operator yang mengelola armada yang melayani
tiap rute APTB. Operator tersebut adalah
PT Bianglala Metropolitan (BMP) melayani APTB Ciputat kota
PO.Sinar Jaya melayani APTB Bogor-Rawamangun,APTB Bogor-Blok
M, APTB Bogor-Tanah Abang, APTB Bogor-Grogol
PT. Mayasari Bakti (MB) melayani APTB Bekasi-Tanah Abang, APTB
Cibinong-Grogol2, APTB Cileungsi-Blok M, APTB Tanggerang-Pulo
Gadung,APTB Cikarang-Kalideres
Perum PPD melayani APTB Bekasi- Bundaran HI, APTB Mega
Bekasi- Bundaran HI, APTB Tanggerang S. Parman Podomoro
city
PT. Hiba Utama melayani APTB Bogor _ Tanjung Priok
PO Agra Mas melayani APTB Bogor- Grogol, APTB Bogor- Senen

12