Anda di halaman 1dari 1

ARUS LAUT

Arus laut merupakan pergerakan massa air secara horizontal untuk menuju proses kesetimbangan. Secara
umum, arus dapat dibangkitkan melalui faktor:
1. Pasang-surut air laut. Pasut dibangkitkan melalui gaya tarik gravitasi antara bulan dan matahari terhadap
bumi sehingga menciptakan perbedaan tinggi muka laut rata rata dibanding lokasi lain. Seiring dengan
pergerakan rotasi bumi, maka kedudukan muka laut relatif berubah sehingga terjadi pergerakan massa air laut
secara horizontal.
2. Angin. Pergerakan angin disekitar permukaan laut mengakibatkan terjadinya transfer energi ke permukaan
laut, mengakibatkan pergerakan massa air secara horizontal.
3. Gradien Termohaline. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan pada temperatur dan salinitas antara
permukaan laut dan bagian laut yang lebih dalam, sehingga mengakibatkan pergerakan massa secara vertikal
pada kolom air.
Pengukuran arus laut diperlukan untuk tujuan keselamatan pelayaran terutama untuk membantu navigasi
pelayaran saat memasuki suatu pelabuhan atau dermaga. Parameter yang diukur dari suatu arus adalah
kecepatan, baik nilai maupun arah. Satuan yang umumnya dipakai dalam menyatakan suatu nilai kecepatan arus
di permukaan laut adalah knot. Ada dua metode umum dalam pengukuran arus laut, yaitu:
1. Metode Lagrangian: suatu metode yang pengukuran arus dimana perangkat yang digunakan dibiarkan
bergerak mengikuti arus permukaan. Alat yang digunakan dapat berupa suatu drifter atau buoy yang dibiarkan
mengapung bebas dan memiliki alat pencatat posisi (umumnya menggunakan navigasi satelit) beserta waktu.
2. Metode Euler: suatu metode pengukuran arus pada satu titik dimana perangkat yang digunakan memiliki
posisi tetap. Contoh instrumen yang digunakan adalah current meter tipe akustik (Acoustic Doppler Current
Profiler atau ADCP), current meter tipe mekanik, dsb.
ADCP (Acoustic Dopple Current Profiler) menggunakan prinsip Doppler pada akustik dengan cara
mentransmisikan gelombang akustik pada frekuensi tertentu dan receiver menerima pantulan balik dari
gelombang suara yang dipantulkan oleh partikel yang bergerak bersama arus, dimana kecepatan suatu arus dapat
ditentukan dengan rumus:
Fd = Fs(V/C)

(i)

dimana Fd merupakan frekuensi pergeseran doppler, Fs merupakan frekuensi suara jika lingkungan diam, V
adalah kecepatan relatif antara penerima dan simber suara, C merupakan kecepatan rambat gelombang suara.
Data yang akan dicatat oleh ADCP berupa kecepatan arus dalam satuan mm/s, intensitas gema (echo intensity)
yang merupakan menunjukkan kekuatan sinyal balik, serta correlation dan percent-good yang dapat
menunjukkan kualitas data.
Dalam melakukan pengukuran arus, yang perlu diperhatikan adalah:
a. Pengukuran arus dilakukan menggunakan sebuah alat pengukur arus, baik berupa current meter tipe
ADCP ataupun tipe propeler.
b. Pengukuran harus dilakukan pada kedalaman antara 0 10 m di bawah permukaan air.
c. Tempat pengukuran arus harus memperhatikan adanya/tidaknya pengaruh dari aliran sungai yang akan
mempengaruhi pengukuran.
Prosedur pengukuran arus adalah sebagai berikut:
a. Lakukan kalibrasi kecepatan suara. Kecepatan suara dapat diketahui dengan mengukur temperatur dan
salinitas permukaan laut yang akan diukur.
b. Lakukan pengaturan pada alat current meter. Pastikan sampling rate dari instrumen telah sesuai dengan
kebutuhan.
c. Pasang instrumen current meter. currenTunggu instrumen hingga waktu pengamatan yang ditentukan
atau hingga daya instrumen habis.
d. Ambil instrumen kembali dan lakukan pengunduhan data.