Anda di halaman 1dari 20

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

PRAKIRAAN DAMPAK PENTING

1. Identifikasi Dampak Penting


Identifikasi dampak potensial dimaksudkan untuk mengidentifikasi semua
dampak positif atau negatif yang terjadi dari kegiatan pembangunan Pasar Induk
Tanjung Selor. Metode yang digunakan adalah Flow Chart (bagan alir) dan matrik
interaksi hubungan antara komponen kegiatan dengan komponen lingkungan.
Hubungan tersebut ditentukan berdasarkan deskripsi kegiatan, kajian pustaka dan
pengalaman tim peneliti.
Pelingkupan (scoping) diartikan sebagai pemusatan pandangan.

Dalam

AMDAL, pelingkupan dapat diartikan sebagai proses untuk menemukan atau


menetapkan dampak penting atau sering disebut pula sebagai masalah utama (main
issue) dari suatu proyek terhadap lingkungan. Pelingkupan bertujuan untuk membatasi
penelitian AMDAL pada hal yang penting untuk pengambilan keputusan. Karena itu
sangatlah perlu untuk mengidentifikasikan hal penting tersebut dan selanjutnya
menggunakan hal penting itu untuk menentukan diantara dampak yang telah
diidentifikasi sebagai dampak penting.

Hanya dampak penting ini saja yang

dimasukkan ke dalam ruang lingkup penelitian AMDAL.


Dalam penyusunan AMDAL, pelingkupan telah digunakan sejak awal dari
menyusun kerangka acuan hingga penyusunan rencana penelitian lapangan yang
lebih rinci. Secara lebih jelas pemusatan pandangan kegiatan pembangunan Pasar
Induk Tanjung Selor disajikan pada Gambar V-1.

ANDAL Pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan

Prakiraan Dampak Besar dan Penting


TIPOLOGI KEGIATAN
TAHAP PRA KONSTRUKSI
Perijinan
TAHAP KONSTRUKSI
Mobilisasi Peralatan dan Material
Penerimaan Tenaga Kerja
Pembersihan dan Pematangan Lahan
Pembangunan Sarana dan Prasarana
TAHAP PASCA KONSTRUKSI
Pengoperasian Fasiilitas Layanan
Pengoperasian Sarana Penunjang Umum
Pemeliharaan Fasilitas Layanan dan Sarana
Penunjang Umum
Pengelolaan Limbah Domestik

TIPOLOGI LINGKUNGAN

DAMPAK POTENSIAL
Perubahan Iklim Mikro
Perubahan Fisiografi (Bentang Lahan)
Peningkatan Erosi & Sedimentasi
Perubahan Pola dan Penggunaan Lahan
Penurunan Kualitas Air
Penurunan Air Tanah
Pencemaran Limbah Domestik
Pencemaran Kualitas Udara
Peningkatan Kebisingan dan Getaran
Terganggunya Flora Darat
Terganggunya Fauna Darat
Perubahan Biota Air
Konflik Sosial
Persepsi Masyarakat
Kesempatan Kerja
Peluang Berusaha
Kependudukan
Pendapatan Masyarakat
Perekonomian Lokal
Kesehatan Masyarakat
Perubahan Tata Ruang
Resiko K-3 bagi Karyawan

DAMPAK PENTING HIPOTETIK


Perubahan Iklim Mikro
Penurunan Kualitas Udara dan
Peningkatan Kebisingan
Pencemaran Limbah Domestik
Penurunan Kualitas Air
Perubahan Biota Air
Perubahan Struktur & Komposisi Jenis
Flora dan Fauna Darat
Peluang dan Kesempatan Berusaha
Konflik Sosial
Sikap dan Persepsi Masyarakat
Kesehatan Masyarakat
Pendapatan Masyarakat
Gangguan Lalu-lintas

ISSUE POKOK
Penurunan Kualitas Udara
Peningkatan Kebisingan
Penurunan Kualitas Air
Sikap & Persepsi Masyarakat
Konflik Sosial
Peluang dan Kesempatan
Berusaha
Peningkatan Pendapatan
Masyarakat dan PAD
Kesehatan Masyarakat & Limbah
Domestik
Gangguan Lalu-lintas

FISIK-KIMIA
BIOLOGI
SOSEKBUDKESMAS

Identifikasi
Dampak Potensial

Prakiraan dan Evaluasi


Dampak Potensial

Pemusatan
Dampak Penting

Gambar VI-1. Bagan Alir Proses Pelingkupan Kegiatan Pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor

ANDAL Pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

2. Prakiraan Dampak Besar dan Penting


Komponen/sub komponen kegiatan pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor
yang diperkirakan akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan, dijelaskan
menurut tahapan pekerjaan sebagai berikut :
a.

Tahap Pra Konstruksi


Perijinan.

b.

Tahap Konstruksi
Mobilisasi peralatan dan material.
Penerimaan tenaga kerja.
Pembersihan dan pematangan lahan.
Pembangunan sarana dan prasarana.

c.

Tahap Pasca Konstruksi

Pengoperasian fasilitas layanan.

Pengoperasian sarana penunjang umum.

Pemeliharaan fasilitas layanan dan sarana penunjang umum.

Pengelolaan Limbah Domestik.


Sedangkan komponen lingkungan yang diperkirakan akan terkena dampak

kegiatan pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor adalah :


a. Komponen Fisik Kimia
1). Iklim mikro.
2). Fisiografi/bentang lahan
3). Kualitas udara dan kebisingan.
4). Kualitas air.
b. Komponen Biologi
1). Flora (vegetasi).

ANDAL Pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

2). Fauna (satwa liar).


c. Komponen Sosial Ekonomi, Sosial Budaya dan Kesehatan Masyarakat
1). Konflik sosial.
2). Kesempatan kerja dan berusaha.
3). Peningkatan pendapatan masyarakat dan PAD.
4). Sikap dan persepsi masyarakat.
5). Kesehatan masyarakat.
6). Gangguan lalu-lintas.
Adapun matrik identifikasi dampak kegiatan pembangunan Pasar Induk Tanjung
Selor disajikan pada Tabel VI-1.

ANDAL Pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

Tabel VI-1. Matriks Identifikasi Dampak Pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan
Komp. Kegiatan
Komp.Lingkungan

Tahap
Pra
Konstruksi
1

Tahap Konstruksi
1

Tahap Pasca Konstruksi


4

Keterangan
4

A. FISIK KIMIA
1. Iklim
a. Iklim Mikro
b. Kualitas Udara
c. Kebisingan
2. Fisiografi / Bentang Lahan
3. Kualitas Air

-P
-P
-

-TP
-P
-P
-TP
-P

-P
-P
-P

+P
+P
+P

+P
+P
-

+P

B. BIOLOGI
1. Biota Darat
a. Flora
b. Fauna

-TP
-TP

-TP
-TP

+P
-

+P
-

+P
-

+P

+P

+P

-P
+P

-P
+P

+P

+P

+P

+P

+P

-P
-

-/+P
-P

-/+P
-

-P
-

-/+P
-P
-

-P

-P

+P
-

C. SOSEKBUDKESMAS
1. Konflik Sosial
2. Kesempatan Kerja & Berusaha
3. Peningkatan Pendapatan
Masyarakat dan PAD
4. Sikap & Persepsi Masyarakat
5. Kesehatan Masyarakat
6. Gangguan Lalu-lintas

Keterangan :
- = Tidak ada Interaksi;
x = Ada Interaksi.

ANDAL Pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan

Tahap Pra Konstruksi :


1. Perijinan

Tahap Konstruksi :
1. Mobilisasi Peralatan dan Material
2. Penerimaan Tenaga Kerja
3. Pembersihan dan Pematangan Lahan
4. Pembangunan Sarana dan Prasarana
Tahap Pasca Konstruksi/Operasi :
1. Pengoperasian Fasilitas Layanan
2. Pengoperasian Sarana Penunjang Umum
3. Pemeliharaan Fasilitas Layanan dan
Sarana Penunjang Umum
4. Pengelolaan Limbah Domestik

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

2.1. Komponen Fisik Kimia


a. Iklim Mikro
a.1. Tahap Konstruksi
Kegiatan pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor pada tahap konstruksi yang
diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap perubahan iklim mikro adalah
pembersihan dan pematangan lahan. Pada kegiatan pembersihan dan pematangan
lahan, dilakukan penghilangan vegetasi yang direncanakan akan dibangun Pasar
Induk Tanjung Selor.
Komponen iklim suatu wilayah akan membentuk sistem yang sangat kompleks
dan saling berhubungan satu sama lain secara tertutup. Apabila salah satu parameter
atau komponen itu berubah, maka iklim tersebut akan terpengaruh. Sebagai contoh
hilangnya vegetasi akibat pembukaan dan pembersihan untuk pematangan lahan,
menyebabkan vegetasi kehilangan fungsinya dalam menyerap energi sinar matahari,
akibatnya terjadi peningkatan temperatur.
Kecenderungan sirkulasi temperatur di bagian bawah atmosfir tergantung pada
laju panas yang masuk ke dalam sistem tersebut. Radiasi matahari merupakan sumber
utama dari panas tersebut. Apabila pembersihan vegetasi penutup lahan (pohon)
terjadi, maka kenaikan suhu udara pada lokasi tersebut akan terjadi pula. Sebagai
akibatnya, panas yang lebih tinggi ini akan menginduksi ke lokasi sekitarnya. Akhirnya
bukan hanya tanah yang hilang penutupnya saja yang menerima panas, tetapi juga
lokasi-lokasi sekitarnya. Walaupun demikian harus dicatat bahwa dampak peningkatan
iklim mikro di sekitar pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor sangat tergantung pada
luasnya lahan yang terbuka, kondisi penutup tanah (vegetasi) sekitar dan kondisi
atmosfir, terutama kecepatan dan arah angin.
Dampak yang terjadi dari kegiatan pembersihan dan pematangan lahan untuk
pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor adalah perubahan iklim mikro dan
berkurangnya kelembaban udara, yang selanjutnya berpengaruh negatif terhadap
dinamika ekosistem maupun lingkungan hidup setempat.
Data rona lingkungan hidup awal,

suhu udara di

lokasi studi berfluktuasi

antara 32 36 oC dan kelembaban udara berfluktuasi antara 63 67 %. Apabila


wilayah seluas + 10 Ha akan dibuka untuk kegiatan pembangunan Pasar Induk

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

Tanjung Selor, maka diprakirakan suhu udara akan meningkat sebesar + 1o C. Namun
demikian perubahan iklim tersebut tidak berdampak besar terhadap keberadaan pasar
induk tersebut.
Secara keseluruhan perubahan iklim mikro dari kegiatan kegiatan pembersihan
dan pematangan lahan pada tahap ini adalah bersifat negatif tidak penting.
b. Kualitas Udara
b.1. Tahap Konstruksi
Pada tahap konstruksi, kegiatan yang akan menimbulkan dampak terhadap
penurunan kualitas udara adalah pembersihan dan pematangan lahan, pengangkutan
material dan pembangunan sarana dan prasarana.
Dampak tersebut dikarenakan oleh gas polutan yang dihasilkan akibat
pembakaran BBM dari kendaraan alat-alat berat dan dump truck pengangkut bahan
material. Begitu pula debu yang terjadi akibat hilir mudiknya kendaraan operasional
dan kendaraan alat-alat berat di lokasi pembangunan sarana dan prasarana Pasar
Induk Tanjung Selor.
Kegiatan mobilisasi angkutan oleh dump truck tersebut akan menimbulkan
hamburan debu dan gas buang dari knalpot yang terdispersi di udara. Besar kecilnya
kadar debu dan gas yang dihasilkan ditentukan oleh kekerapan (frekuensi) dump truck
yang lewat per jam dan jarak pengangkutan antara lokasi material dengan lokasi
pembangunan.
Berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara di beberapa lokasi pembangunan
sarana dan prasarana Pasar Induk Tanjung Selor, secara umum parameter kualitas
udara memenuhi baku mutu yang ditetapkan (PP No. 41 Tahun 1999. Kegiatan pada
tahap konstruksi diperkirakan akan berdampak terhadap penurunan kualitas udara
dengan sifat dampak negatif penting.

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

b.2. Tahap Pasca Konstruksi


Pada tahap pasca konstruksi, kegiatan yang akan menimbulkan dampak
terhadap peningkatan kualitas udara adalah pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas
layanan dan sarana penunjang umum.
Kondisi rona awal lingkungan saat studi dilakukan umumnya memenuhi baku
mutu dengan nilai CO berkisar 0,9925 - 1,4354 mg/m3, NOx berkisar 0,1382 - 0,2358
mg/m3, SO2 berkisar 0,0031 - 0,0340 mg/m 3, TSP (debu) berkisar 0,0059 - 0,0295
mg/m3, dan kebisingan berkisar 44,32 68,26 dBA. Setelah berakhirnya kegiatan
tahap konstruksi, kegiatan selanjutnya adalah pengoperasian dan pemeliharaan
fasilitas layanan dan sarana penunjang umum. Sumber dampak yang diperkirakan
terjadi pada tahap ini adalah kondisi jalan yang belum diaspal/disemen dan mobilisasi
kendaraan yang hilir mudik masuk dan keluar pasar yang menghasilkan gas berupa
SO2, CO, NO2. Pada tahap ini sesuai dengan site plan pasar, maka pada bagianbagian tertentu akan ditanami dengan tanaman peneduh yang nantinya akan berfungsi
sebagai peneduh dan penyerap debu yang ada di sekitar pasar. Jalan yang belum
diaspal/seminisasi berpeluang menyebabkan terjadi perubahan kualitas udara. Upaya
menutup

permukaan

tanah

dengan

melakukan

pengaspalan/semenisasi

dan

penghijauan diperkirakan akan dapat meminimalkan terjadinya dampak penurunan


kualitas udara.
Secara keseluruhan kegiatan pada tahap pasca konstruksi akan meningkatkan
perubahan kualitas udara berdampak positif penting.
c. Kebisingan
c.1. Tahap Konstruksi
Sumber dampak peningkatan kebisingan yang terjadi pada tahap konstruksi
berasal dari kegiatan pembersihan dan pematangan lahan, mobilisasi pengangkutan
material dan pembangunan sarana dan prasarana.
Kebisingan pada tahap konstruksi ini ditimbulkan oleh suara mesin kendaraan,
baik kendaraan kecil maupun kendaraan berat, serta suara mesin alat-alat berat
(buldozer, loader dan lain-lain) akibat kegiatan pembersihan dan pematangan lahan
serta pembangunan sarana dan prasarana Pasar Induk Tanjung Selor.

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

Kegiatan pembersihan dan pematangan lahan menggunakan alat-alat berat


dan dump truck yang mengeluarkan suara bising yang merupakan sumber kebisingan
utama.

Selain itu juga kegiatan pengangkutan bahan material dalam rangka

pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor menghasilkan dampak bising yang berasal
dari alat-alat berat dan mobilitas kendaraan. Secara keseluruhan dampak yang terjadi
pada tahap konstruksi adalah bersifat negatif penting.
c.2. Tahap Pasca Konstruksi
Sumber dampak peningkatan kebisingan yang terjadi pada tahap pasca
konstruksi berasal dari kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas layanan dan
sarana penunjang umum Pasar Induk Tanjung Selor.
Pada saat studi rona awal, tingkat kebisingan di lokasi sekitar pasar adalah
44,32 66,26 dBA. Dengan beroperasi Pasar Induk Tanjung Selor tersebut, tingkat
kebisingan diperkirakan akan meningkat. Seiring dengan tingkat perkembangan laju
arus mobilisasi kendaraan yang hilir mudik masuk dan ke luar pasar, diperkirakan tidak
melebihi ambang batas baku mutu yang ditetapkan (55 dBA). Oleh sebab itu kegiatan
pada tahap ini secara keseluruhan berdampak negatif penting.
d. Fisiografi / Bentang Lahan
d.1. Tahap Konstruksi
Kegiatan pembersihan dan pematangan lahan pada tahap konstruksi
diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap perubahan fisiografi / bentuk lahan.
Kegiatan pada tahap ini sudah barang tentu akan memotong, merubah dan
meratakan bentang lahan yang ada sesuai dengan peruntukkannya, sehingga akan
merubah ekosistem dan pola drainase alami yang ada serta menghilangkan
kelestarian lingkungan (ekosistem dan bentang lahan yang ada).
Mengingat luas lahan yang akan berubah bentang lahannya relatif tidak besar,
maka perubahan ini diperkirakan tdiak berdampak besar dan tidak penting. Walaupun
pada kenyataannya perubahan bentang lahan tersebut tidak dapat dipulihkan kembali,
karena sesuai dengan rencana peruntukkannya. Maka kegiatan pada tahap konstruksi
diperkirakan berdampak negatif tidak penting terhadap komponen lingkungan.

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

e. Kualitas Air
e.1. Tahap Konstruksi
Kegiatan pembersihan dan pematangan lahan dan pembangunan sarana dan
prasarana pada tahap konstruksi diprakirakan akan menimbulkan dampak terhadap
penurunan kualitas air pada badan-badan air penerima.
Kegiatan tersebut akan menimbulkan peningkatan air larian

yang akan

menghanyutkan partikel-partikel tanah lapisan atas pada saat hujan, sehingga


menimbulkan erosi dan sedimentasi. Erosi ini akan masuk ke badan air sungai-sungai
yang ada di dalam areal studi. Erosi dan sedimentasi yang terjadi akan membuat
kualitas air sungai-sungai tersebut menjadi keruh dan beban sedimen akan meningkat.
Berdasarkan pengukuran di tiga lokasi lokasi studi menunjukkan bahwa
parameter kualitas air memenuhi baku mutu yang ditetapkan, sedangkan parameter
yang melebihi BML adalah TDS berkisar 168,75 528,75 mg/l, BOD5 berkisar 5,95
65,62 mg/l, COD berkisar 26,68 144,68 mg/l dan NH 3-N berkisar 0,22 0,39 mg/l
(Kep. Gubernur Kalimantan Timur No. 339 tahun 1988).
Berdasarkan uraian tersebut dampak terhadap penurunan kualitas air dapat
digolongkan sebagai dampak negatif penting.
e.2. Tahap Pasca Konstruksi
Pada tahap pasca konstruksi ini kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap
peningkatan kualitas air adalah kegiatan pengoperasian, pemeliharaan fasilitas
layanan dan sarana penunjang umum serta pengelolaan limbah domestik.
Setiap kegiatan yang melibatkan orang banyak, seperti halnya Pasar Induk
Tanjung Selor akan menghasilkan limbah padat dan limbah cair. Limbah padat berasal
dari alat-alat makan dan minum di dalam pasar, kantin, taman maupun sekitar pasar.
Limbah-limbah tersebut, apabila tidak dilakukan pengelolaan dengan baik maka akan
berdampak negatif terhadap lingkungan.
Begitu pula dengan limbah cair yang berasal dari sarana pasar basah, bila
tidak dilakukan pengelolaan dengan baik akan berdampak negatif terhadap lingkungan
sekitar berupa pencemaran air yang ada di sekitarnya. Kualitas air pada badan air
penerima limbah cair tersebut akan menurun akibat kenaikan nilai BOD 5, COD,

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

padatan tersuspensi (TSS), padatan terlarut (TDS) dan pH. Beban pencemaran akan
meningkat seiring dengan aktivitas pasar. Melalui kegiatan pengelolaan, diupayakan
limbah yang keluar dari IPAL telah sesuai dengan baku mutu yang diperbolehkan
(mengacu kepada Keputusan Gubernur No. 26 Tahun 2002).
Berdasarkan uraian tersebut, maka kegiatan pengelolaan limbah cair dapat
dikategorikan sebagai dampak positif penting.
2.2. Komponen Biologi
a. Flora Darat dan Fauna
a.1. Tahap Konstruksi
Kegiatan yang diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap perubahan
flora darat (vegetasi) dan terganggunya

fauna (satwa) yang ada di lokasi proyek

pembangunan pasar induk pada tahap konstruksi adalah pembersihan dan


pematangan lahan dan pembangunan sarana dan prasarana pasar.
Pada tahap ini, vegetasi yang ada dibersihkan untuk selanjutnya dilakukan
pematangan lahan dan diteruskan dengan kegiatan pembangunan sarana dan
prasarana pasar.

Kegiatan pembersihan lahan ini akan menghilangkan beberapa

vegetasi yang ada di lokasi proyek. Secara tidak langsung kegiatan ini juga akan
berdampak terhadap kehidupan satwa yang ada di sekitarnya. Mengingat kegiatan
pembangunan pasar ini tidak terlalu luas, dimana kondisi vegetasi dan satwa yang ada
tidak mendominasi lokasi tersebut, sehingga tahapan kegiatan pada tahap ini adalah
tidak berdampak negatif penting terhadap flora dan fauna.
Perubahan luasan liputan vegetasi darat sebelum dan sesudah proyek akan
berkurang sekitar + 10% dari liputan vegetasi darat dalam batas ekologi.

Namun

demikian yang akan hilang itu berupa populasi bukan jenisnya, maka skala kualitas
lingkungan tidak mengalami perubahan berarti dan besaran dampaknya tergolong
kecil.
Mengacu pada pertimbangan di atas, maka derajat kepentingan dampak
perubahan keanekaragaman dan struktur komposisi vegetasi dan gangguan satwa
pada tahap konstruksi dapat dikategorikan negatif tidak penting.

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

a.2. Tahap Pasca Konstruksi


Kegiatan yang diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap perubahan
flora darat (vegetasi) yang ada di lokasi proyek pembangunan pasar pada tahap pasca
konstruksi adalah kegiatan pengoperasian fasilitas layanan, sarana penunjang umum
dan kegiatan pemeliharaan fasilitas layanan dan sarana penunjang umum.
Kegiatan penanaman vegetasi pada tahap ini diperkirakan akan memberikan
dampak positif penting bagi lingkungan sekitar pasar. Dengan ditanami bagian pasar
dengan jenis tanaman peneduh akan memberikan pengaruh terhadap suhu udara dan
keindahan pasar.

Selain itu kegiatan penghijauan pada areal pasar yang telah

ditetapkan sebagai lahan untuk tanaman peneduh akan memberikan peluang bagi
kembalinya kehidupan satwa di lokasi pasar, khususnya jenis aves.
Secara keseluruhan kegiatan penghijauan pada tahap pasca konstruksi
memberikan dampak positif penting bagi perubahan lingkungan hidup di lokasi pasar.
2.3. Sosekbudkesmas
a. Konflik Sosial
a.1. Tahap Pasca Konstruksi
Dampak yang diperkirakan akan muncul pada tahap pasca konstruksi adalah
munculnya konflik sosial yang berasal dari kegiatan pengoperasian fasilitas layanan
dan sarana penunjang umum.
Konflik sosial muncul dari interaksi pengguna pasar (pedagang) yang tidak
puas terhadap fasilitas atau layanan pasar yang diperoleh. Pengelolaan petak/sewa
tempat apabila tidak dikelola dengan baik diperkirakan akan menimbulkan ketidak
puasan pedagang seperti penetapan harga sewa, pungutan retribusi, siapa yang dapat
menempati dan kebersihan pasar.
Secara keseluruhan kegiatan pada tahap pasca konstrusi diperkirakan akan
memberikan dampak negatif penting terhadap terjadi peluang konflik sosial.

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

b. Kesempatan Kerja dan Berusaha


b.1. Tahap Konstruksi
Kegiatan pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor yang diperkirakan
menimbulkan dampak terhadap kesempatan kerja dan berusaha pada tahap
konstruksi adalah kegiatan mobilisasi tenaga kerja, pembersihan dan pematangan
lahan serta pembangunan sarana dan prasarana.
Kesempatan kerja yang ditawarkan, baik sebagai tenaga ahli maupun tenaga
harian lepas merupakan peluang yang baik bagi masyarakat sekitar. Penduduk
umumnya mengharapkan mereka dapat dipekerjakan sebagai tenaga buruh kasar
ataupun tenaga ahli bagi mereka yang mempunyai kualifikasi tersebut. Peluang kerja
tersebut diharapkan dapat memperbaiki nasib atau memperoleh penghasilan baru
selama kegiatan pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor. Oleh sebab itu, dalam
penerimaan tenaga kerja, harus memperioritaskan penduduk sekitar yang mempunyai
keahlian atau sebagai tenaga harian lepas agar dapat dipekerjakan di proyek tersebut.
Hal tersebut secara tidak langusng untuk menghindari timbulnya persepsi negatif
masyarakat dari keberadaan rencana proyek.
Mengingat dampak kehadiran proyek terhadap kesempatan kerja bagi
masyarakat sekitar adalah cukup baik, maka sifat dampaknya adalah tergolong positif
penting.
b.2. Tahap Pasca Konstruksi
Pada tahap ini, kegiatan yang diperkirakan dapat menimbulkan dampak
terhadap kesempatan kerja dan berusaha adalah pengoperasian fasilitas layanan dan
sarana penunjang umum serta kegiatan pemeliharaan keduanya.
Peluang kerja yang diperkirakan muncul pada tahap pasca konstruksi adalah
kegiatan pengelolaan pasar. Dalam kegiatan tersebut membutuhkan tenaga-tenaga
pengelola

yang

nantinya

akan

berperan

dalam

kegiatan

sehari-hari

pasar.

Kesempatan kerja yang muncul dapat bersifat sebagai tenaga tetap maupun tidak
tetap, hal tersebut sangat tergantung dari kebijakan pemerintah daerah setempat.
Namun demikian keberadaan tenaga pengelola pasar adalah mutlak ada,
karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas pasar. Dengan

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

munculnyanya peluang kerja tersebut secara tidak langsung akan berdampak terhadap
peningkatan pendapatan masyarakat.
Secara keseluruhan kegiatan pada tahap pasca konstruksi pembangunan
Pasar Induk Tanjung Selor terhadap peluang kesempatan kerja dan berusaha adalah
berdampak positif penting.
c. Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan PAD
c.1. Tahap Konstruksi
Kegiatan yang diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap peningkatan
pendapatan pada tahap konstuksi adalah kegiatan penerimaan tenaga kerja dan
pembangunan sarana dan prasarana.
Pada saat kegiatan konstruksi pembangunan pasar berlangsung, maka
peluang kerja dan berusaha masyarakat di sekitar lokasi proyek cenderung ada.
Kesempatan kerja yang ada adalah dengan dilibatkannya masyarakat dalam
pembangunan pasar baik sebagai tenaga kasar maupun tenaga ahli. Peluang usaha
yang diperkirakan hadir saat kegiatan konstruksi seperti jasa makanan, penginapan
dan pemenuhan kebutuhan bahan baku bangunan.

Dengan terbukanya peluang

usaha tersebut secara tidak langsung akan memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi proyek dan masyarakat
Tanjung Selor umumnya. Peningkatan pendapatan tersebut terjadi selama tahap
kegiatan pembangunan hingga beroperasinya pasar secara keseluruhan. Dengan
meningkatnya tingkat pendapatan tersebut, maka hal itu akan berpengaruh pula
terhadap peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Secara keseluruhan kegiatan pada tahap konstruksi pembangunan Pasar Induk
Tanjung Selor akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Mengingat pengaruhnya
terhadap kesejahteraan masyarakat yang direkrut dan peluang usaha lainnya, maka
sifat dampaknya adalah positif penting.

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

c.2. Tahap Pasca Konstruksi


Kegiatan yang diperkirakan menimbulkan dampak terhadap peningkatan
pendapatan pada tahap pasca konstruksi adalah pengoperasian fasilitas layanan dan
sarana penunjang umum.
Pada saat dioperasikannya pasar, maka segala macam aktivitas akan
terbentuk. Pengelolaan manajemen pasar saat itu, sangat diperlukan guna terciptanya
pasar yang tertib, teratur dan nyaman. Penetapan aturan terhadap para pedagang
yang menempati pasar adalah dengan tidak membeda-bedakan, sehingga aturan yang
telah dibuat akan berjalan dengan lancar. Ketertiban dan kelancaran pasar merupakan
selogan yang harus dipertahankan. Dengan pengelolaan pasar yang baik akan
berdampak terhadap kenyaman bagi pedagang dan pembeli.

Kegiatan tersebut,

tentunya tidak terlepas dari hak dan kewajiban bagi penghuni pasar. Kegiatan
pemungutan biaya pengelolaan pasar (retribusi) oleh pengelola pasar dilakukan
berdasarkan aturan yang ditetapkan atau sesuai pembagian petak dalam pasar.
Kesempatan berusaha bagi masyarakat sekitar maupun dari desa lain diperkirakan
akan memberikan peningkatan terhadap tingkat pendapatan masyarakat sebelumnya.
Selain itu juga akan memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan daerah.
Secara keseluruhan kegiatan pengoperasian pasar induk Tanjung Selor pada
tahap pasca konstruksi terhadap peningkatan pendapatan adalah berdampak positif
penting.
d. Sikap dan Persepsi Masyarakat
d.1. Tahap Pra Konstruksi
Kegiatan pada tahap pra konstruksi pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor
yang diperkirakan menimbulkan dampak terhadap sikap dan persepsi masyarakat
adalah proses perijinan.
Pada kegiatan proses perijinan ini diperlukan suatu koordinasi dan kerjasama
dengan instansi terkait dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi
terhadap rencana pembangunan pasar induk Tanjung Selor kepada masyarakat akan
berdampak terhadap munculnya sikap dan persepsi yang mendukung dan kurang
setuju. Selain itu dalam kegiatan pembangunan pasar ini tidak terlepas kepada proses

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

pembebasan lahan + 10 Ha yang dilakukan sebelum pembangunan fisik dilaksanakan.


Pemberian ganti rugi sangat mempengaruhi persepsi yang muncul di masyarakat.
Oleh sebab itu kegiatan proses perijinan dalam kegiatan pembangunan pasar induk
Tanjuk Selor terhadap sikap dan persepsi masyarakat adalah negatif penting.
d.2. Tahap Konstruksi
Kegiatan pada tahap konstruksi yang diperkirakan akan menimbulkan dampak
pada sikap dan persepsi masyarakat adalah kegiatan mobilisasi peralatan dan
material, penerimaan tenaga kerja dan pembangunan sarana dan prasarana pasar.
Pada tahap konstruksi dilakukan, maka aktivitas kendaraan yang hilir mudik
masuk dan keluar lokasi proyek akan semakin sering, seiring dengan tahapan
pekerjaan yang dilakukan. Kegiatan mobilisasi ini diperkirakan akan memimbulkan
dampak terhadap kebisingan, peningkatan debu di udara di sekitar lokasi.
Sikap dan persepsi negatif dan positif masyarakat yang diperkirakan muncul
pada tahap konstruksi adalah kegiatan penerimaan tenag kerja. Penerimaan tenaga
kerja yang tidak mengutamakan tenaga kerja lokal akan berdampak munculnya
persepsi negatif di kalangan masyarakat terutama yang tinggal di sekitar lokasi proyek.
Harapan mereka dengan hadirnya kegiatan ini dapat berpartisipasi dalam pekerjaan
tersebut sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Hal tersebut juga terkait dengan
pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana pasar pada tahap konstruksi
berlangsung.
Secara keseluruhan pembangunan pasar induk terhadap munculnya sikap dan
persepsi masyarakat pada tahap konstruksi adalah negatif/positif penting.
e. Kesehatan Masyarakat
e.1. Tahap Konstruksi
Dampak yang diperkirakan terjadi terhadap gangguan kesehatan masyarakat
pada tahap konstruksi adalah pembersihan dan pematangan lahan dan pembangunan
sarana dan prasarana pasar.
Dalam kegiatan pembersihan dan pematangan lahan

serta konstruksi

pembangunan pasar, berbagai kegiatan terjadi pada saat itu, antara lain mobilisasi

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

kendaraan yang hilir mudik meratakan lahan dan mengangkut bahan material
dibutuhkan. Kegiatan mobilisasi ini diperkirakan menimbulkan dampak berupa
peningkatan debu yang secara tidak langung akan berdampak terhadap gangguan
kesehatan para pekerja dan masyarakat yang bermukim di sekitar. Jenis penyakit yang
diperkirakan bisa timbul akibat penurunan kualitas air dan kualitas udara adalah diare,
penyakit kulit, infeksi dan penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas). Namun
demikian, dampak ini tidak berlangsung lama karena apabila pekerjaan pematangan
lahan dan konstruksi pembangunan pasar ini telah selesai, maka kondisi lingkungan
akan kembali normal.
Secara keseluruhan, kegiatan pembangunan sarana dan prasarana pasar pada
tahap ini berdampak negatif penting.
e.2. Tahap Pasca Konstruksi
Kegiatan yang diperkirakan dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan
masyarakat adalah kegiatan pengelolaan limbah domestik.
Pada tahap operasional pasar, aktivitas masyarakat yang berdagang akan
semakin banyak, hal itu akan berdampak terhadap volume limbah padat dan cair yang
dihasilkan. Penyediaan sarana kesehatan lingkungan seperti tempat sampah, tempat
pembuangan hajad, penampung limbah padat dari kegiatan kantor, kantin dan lainnya
di dalam Pasar Induk Tanjung Selor adalah sangat penting. Pengelolaan limbah padat
yang tidak diatur akan berdampak terhadap kotornya bangunan pasar dengan
sampah-sampah yang berserakan.

Hal tersebut secara tidak langsung akan

menimbulkan bau yang tidak enak dan munculnya berbagai penyakit. Sedangkan
dampak dari limbah cair yang tidak dikelola dengan baik diperkirakan akan
menimbulkan dampak terhadap gangguan kesehatan masyarakat yang menggunakan
S. Kayan sebagai aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan uraian tersebut, maka dampak kegiatan pengelolaan limbah
domestik terhadap kesehatan masyarakat dapat dikatakan bersifat positif penting.

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

f. Gangguan Lalu-lintas
f.1. Tahap Konstruksi
Kegiatan yang diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap terjadinya
gangguan lalu-lintas pada tahap konstruksi adalah mobilisasi peralatan dan bahan
material.
Pada saat kegiatan konstruksi berlangsung maka aktivitas kendaraan akan
semakin meningkat yang hilir mudik melintasi jalan umum Sengkawit menuju lokasi
proyek. Kegiatan mobilisasi kendaraan pada tahap ini adalah mengangkut peralatan
dan bahan material yang diperlukan dalam proyek. Frekuensi kendaraan yang hilir
mudik ke lokasi proyek lebih sering dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Secara keseluruhan kegiatan mobilisasi peralatan dan material pada tahap
konstruksi terhadap gangguan lalu-lintas adalah negatif penting.
f.2. Tahap Pasca Konstruksi
Kegiatan yang diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap terjadinya
gangguan lalu-lintas pada tahap pasca konstruksi adalah pengoperasian fasilitas
layanan dan sarana penunjang umum.
Sejak pasar Induk Tanjung Selor resmi dioperasikan, maka aktivitas hilir mudik
kendaraan diperkirakan akan meningkat seiring dengan kebutuhan pasar.

Situasi

tersebut akan berlangsung selama pasar masih beroperasi. Kegiatan pengaturan


kendaraan yang masuk dan keluar pasar milik pedagang perlu dilakukan untuk
mengantisipasi terjadinya kemacetan di jalan raya Sengkawit. Selain itu diperlukan
upaya-upaya atau alternatif dalam menanggulangi kemacetan lalu-lintas di jalan
Sengakwit.
Secara keseluruhan kegiatan pasca konstruksi pembangunan pasar induk
Tanjung Selor adalah berdampak negatif penting.

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

Secara keseluruhan kegiatan pembangunan Pasar Induk Tanjung Selor ini


dapat dirinci berdasarkan jenis, sifat dan tolok ukur dampaknya seperti tabel berikut.
Tabel VI-2. Jenis, Sifat dan Tolok Ukur Dampak Lingkungan Kegiatan Pembangunan
Pasar Induk Tanjung Selor
No.
1.
2.

Jenis
Tahap Pra Konstruksi
a. Sikap dan Persepsi
Masyarakat
Tahap Konstruksi
a. Iklim Mikro
b. Kualitas Udara
c. Kebisingan
d. Bentuk Lahan/Bentang Lahan
e. Kualitas Air
f. Flora Darat
g. Fauna Darat
h. Kesempatan Kerja & berusaha

3.

Dampak Kegiatan
Sifat

Tolok Ukur

Negatif Penting

Ketidakpusaan dalam proses


ganti rugi lahan.

Negatif Tidak
Penting
Negatif Penting
Negatif Penting

Perubahan suhu udara

Negatif Tidak
Penting
Negatif Penting
Negatif Tidak
Penting
Negatif Tidak
Penting
Positif Penting

i. Peningakatan Pendapatan
Masyarakat
j. Sikap dan Persepsi Masyarakat

Positif Penting

k. Kesehatan Masyarakat

Negatif Penting

l. Gangguan Lalu-Lintas

Negatif Penting

Tahap Pasca Konstruksi


a. Kualitas Udara
b. Kebisingan

Positif Penting
Positif Penting

c. Kualitas Air

Positif Penting

d. Flora Darat

Positif Penting

e. Konflik Sosial

Negatif Penting

Negatif Penting

PP No. 41 Tahun 1996.


Kep.MENLH No. 48/MENLH/
11/1996
Perubahan bentang lahan
SK. Gubernur No. 339 tahun
1988
Data Rona Lingkungan Hidup
Awal
Data Rona Lingkungan Hidup
Awal
Jumlah tenaga kerja yang dapat
diterima.
Peningkatan pendapatan
dibandingkan data rona awal
Prosentasi penggunaan tenaga
lokal.
Adanya keluhan kesehatan
warga
Jumlah dan frekuensi angka
kecelakaan lalu-lintas.
PP No. 41 Tahun 1996
Kep.MENLH No. 48/MENLH/
11/1996
SK. Gubernur No. 26 tahun
2002
Data Rona Lingkungan Hidup
Awal
Frekuensi terjadinya konflik
sosial

Prakiraan Dampak Besar dan Penting

Tabel VI-2. (Lanjutan)


No.

Jenis
f. Kesempatan Kerja & berusaha
g. Peningkatan PAD
h. Kesehatan Masyarakat
i. Gangguan Lalu-Lintas

Dampak Kegiatan
Sifat
Tolok Ukur
Positif Penting
Jumlah pedangan yang
berdagang di pasar Induk
Tanjung Selor
Positif Penting
Peningkatan PAD dibandingkan
data rona awal
Positif Penting
Adanya keluhan kesehatan
warga
Positif Penting
Jumlah dan frekuensi angka
kecelakaan lalu-lintas.