Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM METODE PEMISAHAN

PERCOBAAN I
DESTILASI SEDERHANA

OLEH :
NAMA

: NUR MALA FAARIU

STAMBUK

: F1C1 13 027

KELOMPOK : IX (SEMBILAN)
ASISTEN

: HERDIANTO

LABORATORIUM KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015

I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Destilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia
berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan
atau didefinisikan juga teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik
didih. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap
ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik
didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini merupakan termasuk unit
operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori
bahwa pada suatu larutan, masingmasing komponen akan menguap pada titik
didihnya.
Pemisahan secara distilasi pada prinsipnya adalah metode pemisahan yang
didasarkan karena adanya perbedaan titik didih antara komponenkomponen yang
akan dipisahkan. Secara teoritis pula, bila perbedaan titik didih antar komponen
makin besar maka pemisahan secara distilasi akan berlangsung makin baik yaitu
hasil yang di peroleh makin murni.
Destilasi terdiri atas destilasi sederhana, destilasi bertingkat, detilasi uap
dan

lain

sebagainya,

destilasi

yang

sering

digunakan

yaitu

destilasi

sederhana.Pada destilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah perbedaan titik


didih yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat volatil. Jika campuran
dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih
dulu.

Selain

perbedaan

titik

didih,

juga perbedaan kevolatilan, yaitu

kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas.Destilasi ini dilakukan


padatekanan atmosfer. Untuk larutan yang terdiri dari komponenkomponen yang

berbeda nyata suhu didihnya, distilasi merupakan cara yang paling mudah
dioperasikan dan juga merupakan cara pemisahan yang secara thermal dan efisien.
Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan percobaan mengenai
destilasi salah satunya adalah destilasi sederrhana guna mengetahui prinsip dasar
dalam proses destilasi secara sederhana.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada
percobaan ini adalah bagaimana mengetahui prinsip dasar proses destilasi secara
sederhana?

C. Tujuan
Tujuan yang akan dicapai pada percobaan ini adalah untuk mengetahui
prinsip dasar proses destilasi secara sederhana.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Destilasi merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut
di dinginkan kembali menjadi cairan. Unit operasi distilasi merupakan metode
yang digunakan untuk memisahkan komponen-komponen yang terdapat dalam
suatu larutan atau campuran dan tergantung pada distribusi komponen-komponen
tersebut antara fasa uap dan fasa air. Destilasi sederhana atau destilasi biasa adalah
teknik pemisahan kimia untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang
memiliki perbedaan titik didih yang jauh. Suatu campuran dapat dipisahkan

dengan destilasi biasa ini untuk memperoleh senyawa murni (Walangare dkk,
2013)
Proses pemisahan destilasi dikembangkan dari konsep-konsep dasar
tekanan uap, kemenguapan, dan sebagainya. Destilasi digunakan untuk pemisahan
cairan-cairan dengan tekanan uap yang cukup tinggi. Dengan kolom yang
dirancang secara baik, dapat memisahkan cairan-cairan dengan perbedaan tekanan
uap yang kecil (tapi tidak campuran azeotrop) (Bahti, 1998).
Titik didih suatu zat cair didefinisikan sebagai temperatur dimana besarnya
tekanan uap zat cair tersebut sama dengan tekanan atmosfer, sehingga terjadi
perubahan fasa dari fasa cair menjadi fasa gas. Titik didih suatu zat cair pada
tekanan 1 atm disebut sebagai titik didih normal (Syukri, 1999).
Prinsipnya destilasi merupakan cara untuk mendapatkan air bersih melalui
proses penyulingan air kotor. Pada proses penyulingan terdapat proses
perpindahan panas, penguapan pengembunan. Perpindahan panas terjadi dari
sumber panas menuju air kotor. Jika air terus menerus dipanaskan maka akan
terjadi proses kondensasi pada permukaan dingin tersebut. Pada proses destilasi
yang diambil hanyalah kondensatnya, kuman dan bakteri akan akan mati oleh
proses pemanasan dan kotoran akan mengendap didasar basin (Astawa, 2011).
Penggunaan proses destilasi oleh para ahli kimia Muslim untuk memurnikan
suatu zat merupakan revolusi dalam ilmu kimia. Mereka telah mampu
memurnikan dan memperoleh berbagai macam zat kimia dalam keadaan murni.
Dengan proses destilasi terhadap hasil fermentasi gula dan pati, mereka telah
dapat membuat dan memurnikan alkohol yang dalam bahasa Arab disebut al-

quhul. Zat kimia yang diperoleh antara lain asam cuka, minyak lemon, minyak
mawar, asam sulfat, dan aldehid ( Nhadi dkk, 2011)

III.
METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum Metode Pemisahan dengan judul Destilasi Sederhana
dilaksanakan pada hari Selasa, 24 Maret 2014, pukul 13.00-14.30 WITA dan
bertempat di Laboratorium Riset Terpadu, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo.
B. Alat
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah seperangkat alat
destilasi, erlenmeyer, thermometer, statif dan klem.
C. Prosedur Kerja
- Disusun rangkaian alat destilasi
- Dimasukkan cuplikan A dan cuplikan B ke dalam labu alat destilasi
- Dimasukkan beberapa butir batu didih

Dialirkan air melalui kondensor


Dipanaskan labu destilasi yang berisi campran cuplikan A + B
Diamati kenaikan suhu pada thermometer dan dibaca titik didih destilasi
Diukur volume destilat yang diperoleh

Cuplikan A

Cuplikan A

- A
Dicampur
Larutan cuplikan
+ cuplikan B
- Dimasukkan ke dalam labu alass bulat
- Dialirkan
air beberapa
melalui kondensor
Dimasukkan
butir batu didih
Destilat
volume destilat yang diperoleh
- Diukur
Dipanaskan
Diamati kenaikan suhu padaa thermometer dan
Hasil Pengamatan
dibaca titik didih destilasi

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

9
4
10
2
5

11
8

4
3
2

5 6 7

4
8

1 01

5 6 7
8

3
2

9
1

1
0

A.

Hasil Pengamatan

Keterangan:

1
2
3

Termometer
Labu Alas Bulat
Pemanas
(Elektromantel)
4 Kondensor
5 Celah Air Keluar
6 Celah Air Masuk
7 Selang
8 Erlenmeyer
9 Steel Head (adaptor)
10 Konektor

B. Pembahasan
Destilasi merupakan metode pemisahan dan pemurnian dari cairan yang
mudah menguap berdasarkan perbedaan titik didihnya. Prosesnya meliputi
penguapan cairan tersebut dengan cara memanaskan, dilanjutkan dengan
kondensasi uapnya menjadi cairan yang disebut dengan destilat. Destilasi pertama
kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad pertama masehi yang akhirnya
perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya permintaan akan spritus.
Hypathia dari Alexandria dipercaya telah menemukan rangkaian alat untuk
destilasi dan Zosimus dari Alexandria-lah yang telah berhasil menggambarkan
secara akurat tentang proses distilasi pada sekitar abad ke-4. Bentuk modern
distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimia Islam pada masa
kekhalifahan Abbasiah, terutama oleh Al-Razi pada pemisahan alkohol menjadi
senyawa yang relatif murni melalui alat alembik, bahkan desain ini menjadi

semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan distilasi skala mikro, The


Hickman Stillhead dapat terwujud.
Terdapat berbagai macam destilasi, yaitu destilasi sederhana, destilasi
fraksionasi (bertingkat), destilasi Azeotrop, destilasi tekanan rendah (vakum) dan
destilasi uap. Dalam percobaan ini akan dibahas mengenai destilasi sederhana.
Distilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih yang jauh
atau dengan salah satu komponen bersifat volatil.
Fungsi dari komponen alat destilasi sederhana yaitu labu alas bulat sebagai
wadah untuk penyimpanan sampel yang akan didestilasi. Kondensor atau
pendingin yang berguna untuk mendinginkan uap destilat yang melewati
kondensor sehingga menjadi cair. Thermometer digunakan untuk mengamati suhu
dalam proses destilasi sehingga suhu dapat dikontrol sesuai dengan suhu yang
diinginkan untuk memperoleh destilat murni. Erlenmeyer sebagai wadah untuk
menampung destilat yang diperoleh dari proses destilasi. Pipa penghubung
(adaptor) untuk menghubungkan antara kondensor dan wadah penampung destilat
(Erlenmeyer). Konektor berfungsi sebagai penghubung antara kondensor dengan
erlenmeyer. Pemanas (electromantel) berguna untuk memanaskan sampel yang
terdapat pada labu alas bulat. Batu didih berfungsi untuk mempercepat proses
pendidihan sampel dengan menahan tekanan atau menekan gelembung panas pada
sampel serta menyebarkan panas yang ada ke seluruh bagian sampel. Sedangkan
statif dan klem berguna untuk menyangga bagian-bagian dari peralatan destilasi
sederhana sehingga tidak jatuh atau goyang.

Prinsip destilasi adalah campuran yang akan dipisahkan, dimasukkan


dalam alat destilasi. Di bagian bawah alat terdapat pemanas yang berfungsi untuk
menguapkan campuran yang ada. Uap yang terbentuk akan mengalir ke atas dan
bertemu cairan (destilat) di atas. Zat-zat bertitik didih rendah dalam cairan akan
teruapkan dan mengalir ke atas, sedangkan zat-zat bertitik didih tinggi dalam uap
akan kembali mengembun dan mengikuti aliran cairan ke bawah.
Salah satu penerapan terpenting dari metode distilasi adalah pemisahan
minyak mentah menjadi bagian-bagian untuk penggunaan khusus seperti untuk
transportasi, pembangkit listrik, pemanas, dan lain-lain. Udara didestilasi menjadi
komponen-komponen seperti oksigen untuk penggunaan medis dan helium untuk
pengisi balon. Destilasi juga telah digunakan sejak lama untuk pemekatan alkohol
dengan penerapan panas terhadap larutan hasil fermentasi untuk menghasilkan
minuman suling.

V. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan maka dapat disimpulkan
bahwa pemisahan secara distilasi pada prinsipnya yaitu metode pemisahan yang
didasarkan karena adanya perbedaan titik didih antara komponen-komponen yang
akan dipisahkan. Bila perbedaan titik didih antar komponen makin besar maka
pemisahan secara distilasi akan berlangsung makin baik yaitu hasil yang di
peroleh makin murni.

DAFTAR PUSTAKA
Astawa, K., Made, S., Putu, G. A. N., 2011, Analisa Performansi Destilasi Air
Laut Tenaga Surya Menggunakan Penyerap Radiasi Surya Tipe
Bergelombang Berbahan Dasar Beton, Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Cakra
M, Vol. 5 (1).
Bahti, 1998, Teknik Pemisahan Kimia dan Fisika, Bandung, Universitas
Padjajaran.
Nahadi, M., Farida, S., Sri, R. R., 2011, Hubungan Islam dengan Ilmu
Pengetahuan Alam dalam Perspektif Sejarah, Atikan, Vol. 1 (1).
Syukri, 1999, Kimia Dasar, Bandung, ITB.

Walangare, K. B. A., Lumenta, A. S. M., Wuwung, J. O., Sugiarso, B. A., 2013,


Rancang Bangun Alat Konversi Air Laut Menjadi Air Minum dengan
Proses Destilasi Sederhana Menggunakan Pemanas Elektrik, e-Jurnal
Teknik Elektro dan Komputer, Vol. 1 (1).