Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I

(BILANGAN OKSIDASI NITROGEN)

Penyusun: Sri Rizka Fadila Guci/ 1205735


Kelompok 6
Rizha Virly/ 1205718
Sherly Destia Rahyu/ 1205715
Silvia Utari/ 1205711
Umul Khairi MS/ 1205734
Dosen: Miftahul Khair, S.si, M.si
Asisten Dosen:
Zettry
Prambudi Ayuman
Ana Maulina

LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014

DAFTAR PUSTAKA
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I.................................................................1
(BILANGAN OKSIDASI NITROGEN)................................................................................ 1
DAFTAR ISI.................................................................................................................. 2
BILANGAN OKSIDASI NITROGEN..................................................................................3
TUJUAN....................................................................................................................... 3
TEORI DASAR.............................................................................................................. 3
ALAT DAN BAHAN........................................................................................................ 4
Cara Kerja..................................................................................................................... 5
Reaksi redoks asam nitrat dan garam nitrat..........................................................................5
Eksperimen 1. Reaksi asam nitrat dengan tembaga.............................................................5
Eksperimen 2. Pemanasan garam nitrat............................................................................5
Eksperimen 3. Reduksi nitrat dalam larutan basa................................................................5
Reaksi redoks asam nitrat................................................................................................ 5
Eksperimen 4.Reaksi redoks asam nitrat..........................................................................5
Eksperimen 5. Oksidasi katalik ammonia.........................................................................6
Table Pengamatan............................................................................................................ 7
Reaksi redoks asam nitrat dan garam nitrat..........................................................................7
Eksperimen 1. Reaksi asam nitrat dengan tembaga.............................................................7
Eksperimen 2. Pemanasan garam nitrat............................................................................7
Eksperimen 3. Reduksi nitrat dalam larutan basa................................................................9
Reaksi redoks asam nitrat................................................................................................ 9
Eksperimen 4.Reaksi redoks asam nitrat..........................................................................9
Eksperimen 5. Oksidasi katalik ammonia.......................................................................10
Pembahasan................................................................................................................. 11
Kesimpulan.................................................................................................................. 14
Daftar pustaka............................................................................................................... 15

BILANGAN OKSIDASI NITROGEN

TUJUAN
Mempelajari reaksi redoks asam nitrat dan garam nitrat, reaksi tedoks nitrit dan reaksi
redoks ammonia dan ion ammonia.

TEORI DASAR
Nitrogen terdapat bebas di atmosfer (78% volume). Selain itu atmosfer dapat juga
mengandung sedikit ammonia sebagai hasil dari perubahan zat yang mengandung nitrogen
atau asam nitrit, teristimewa setelah terjadi halolontar. Nitrogen terdapat juga dalam garamgaram seperti natrium dan kalium nitrat. Jaringan semua organisasi hidup mengandung
senyawa nitrogen dalam bentuk protein. Bilangan oksidari nitrogen dapat dilihat pada table
dibawah ini:
Bilangan Oksidasi
-3
-2
-1
0
+1
+2
+3
+4
+5
(Tim Kimia Anorganik, 2014)

Senyawa
NH3( ammonia)
N2H4 (hidrazin)
NH2OH (hidroksilamin)
N2 (dinitrogen)
N2O (dinitrogen oksida)
NOnitrogen oksida)
N2O3 (dinitrogen trioksida)
NO2 (nitrogen dioksida)
HNO3 (asam nitrat)

Redoks (reduksi/oksidasi) adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi


(keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. Hal ini dapat berupa proses redoks
yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon
oleh hidrgen mngasilkan metana (CH4), ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti
oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer electron yang rumit. Istilah redoks
berasal dari dua konsrp, yaitu reduksi dan oksdasi. Ia dapat dijelaskan dengan mudah sebagai
berikut:
Oksidasi menjelaskan pelepasan electron oleh sebuah molekul, atom, atau ion.
Reduksi menjelaskan penambahan electron oleh sebuah molekul, atom, atau ion.

Nitrogen (Latin nitrum, Bahasa Yunan Nitron berarti soda asl, gen berarti
pembentukan) secara resmi ditemukan oleh Daniel Rutherford pada 1772, yang menyebutnya
udara beracun atau udar tetap. Pengetahuan bahwa terdapat pecahan udara yang tidak membantu
dalam pembakaran telah diketahui oleh ahli kimia sejak akhir abad ke-18 lagi. Nitrogen juga
dikaji pada masa yang lebih kurang sama oleh Carl Wilhelm Scheele, Henry Cavendish, dan
Joseph Priestley, yang menyebutnya sebagai udar terbakar atau udar telah flogistat. Gas nitrogen
adalah cukup sehingga dinamakan oleh Antoine Lavoisier sebagai azote, daripada perkataan
Yunani yang bermaksud tak bernyawa. Istilah tersebut telah menjadi nama kepada
nitrogen dalam perkataan Peranci dan kemudainnya berkembang ke bahasa-bahasa lain.
(Keenam, 1979)
Unsure nitroegen dapat mempunyai beberapa bilangan oksidasi, yaitu +5, 0, _3 dimana
ketiganya tersebut merupakan bialngan okdidasi yang paling umum dan stabil diantara lainnya.
Terdapat dua asam oksi nitrogen yang umum, yaitu asam nitrat (HNO 3) dan asam nitrit (HNO2).
Asam nitrat merupakan asam kuat dan juga sebagai perngosidasi yang kuat. Asam nitrit yang
pekat dapat mengoksdasi hamper semua logam keculai Au, Pt, Rh dan Ir. Asam nitrit kurang
stabil disbanding asam nitrat dam cenderung terdisproporsionasi menjadi NO dan HNO3.
(Khirstian, 2001)

ALAT DAN BAHAN


Alat
1.
2.
3.
4.

Tabung reaksi
Gelas kimia 250 ml
Labu Erlenmeyer 100 ml
Batang pengaduk

Bahan
1. Kertas saring
2. Tembaga
3. Kalium nitrat
4. Tembaga nitrat
5. Es
6. Logam aluminium
7. Larutan asam sulfat encer
8. Asam nitrat pekat
9. Kalium iodide
10. Larutan natrium hidroksida
11. Larutan asam nitrat encer

Cara Kerja
Reaksi redoks asam nitrat dan garam nitrat
Eksperimen 1. Reaksi asam nitrat dengan tembaga
Tembaga
Tembaga dimasukkan kedalam tabung reaksi
Ditambahkan beberapa tetes asam nitrat pekat
Tentukan senyawa yang terbentuk
Tuliskan persamaan reaksi
Hitung bilangan oksidasi tembaga dalam senyawa
Eksperimen 2. Pemanasan garam nitrat
KNO3 padat
Dipanaskan
Cu(NO3)2 padat
Uji gas yang dihasilkan dan sisa zat padat dalam tabung
reaksi
Tentukan zat yang terjadi pada dekomposisi termal
Eksperimen 3. Reduksi nitrat dalam larutan basa
Tabung reaksi
Memasukkan 2ml HNO3 2M dan larutan NaOH encer
dan menambahkan sekeping logam Al kemudian
panaskan

Reaksi redoks asam nitrat


Eksperimen 4.Reaksi redoks asam nitrat
Asam sulfat encer
dinginkan 10ml asam sulfat encer dalam tabung reaksi
dengan es sekitar 5 menit.
asam sulfat yang dingin dimasukan kedalam tabung
reksi yang berisi 1 gram NaNO3.
Catat warna larutan asam nitrit
Tentukan reaksi yang terjadi
Tulisakn persamaan
Asam nitrit
asam nitrit dibagi tiga

asam nitrit yang pertama


dipanaskan
tuliskan persamaan reaksi
asam nitrit bagain dua
ditambahkan sedikit kalium iodide kedalam larutan
tentukan asam nitrit bertindak sebagai oksidator atau reduktor
asam nitrit yang ketiga
direaksikan dengan KMnO4
tentukan fungsi asam nitrit
mengapa asam nitrit tidak mengalami reaksi disproporsionasi?
Eksperimen 5. Oksidasi katalik ammonia
Kawat tembaga
Kawat tembaga dililitkan berbentuk spiral
Ammonia pekat
10 ml ammonia pekat dimasukkan kedalam labu
erlenmeryer
Dipanaskans sehingga ammoniak mulai menguap
Kawat tembaga
Dipanaskan sampai membara
Digantung pada mulut labu Erlenmeyer
Tuliskan persamaan reaksi
Zat apa yang berfungsi sebagai oksidator
Mengapa zat reaksi ini penting dalam industry

Table Pengamatan
Reaksi redoks asam nitrat dan garam nitrat
Eksperimen 1. Reaksi asam nitrat dengan tembaga
Perlakuan
Tembaga direaksikan dengan nitrit pekat

pengamatan
Tampak uap berwarna merah kecoklatan dan
Larutan berwarna hijau kebiruan

Senyawa apa yang terbentuk dan


Cu2+
berapa bilangan oksidasi nitrogen dalam

senyawa yang terbentuk


Tuliskan persamaan teaksi yang terjadi

Hitung bilangan

oksidasi tembaga dalam

senyawa yang terjadi

+4

2++ 2OH
HNO 3 +Cu NO+Cu
+5 reduksi +4

2++ 2OH
HNO3 +Cu NO+Cu
0 oksidasi 2+

Eksperimen 2. Pemanasan garam nitrat


Perlakuan
Pengamatan
KNO3 padat dipanaskan
Padatan tetap berwarna putih
Cu(NO3)2 padat dipanaskan
Padatan berwarna biru dan meleleh tetap berwarna biru
2 KNO 2(s)
Zat apakah yang terjadi pada
dekomposisi termal
Tuliskan persamaan reaksi

2CuO (aq )+ 4 NO 2(g )


a.

2 KNO 3(s) 2 KNO2 (s) +O2(g )

b.

NO
2Cu( 3)(s) 2 CuO(aq) +4 NO2 (g) +O2(g )

Eksperimen 3. Reduksi nitrat dalam larutan basa


Perlakuan
Pengamatan
HNO3 direaksikan dengan Tampak asap dan terjadi kenaikan suhu, serta lama
NaOH

encer

kemudian kelamaan logam Al terapung yang awalnya tenggelam.

ditambahkan Sekeping logam


Aluminium
Tuliskan persamaan

reaksi

yang terjadi

+5
reduksi
-3
+ 18 H 2 O NH 3+ 8[ Al ( OH 4 ) ]
+8 Al +5 OH

3 NO 3
1

oksidasi

+4

Reaksi redoks asam nitrat


Eksperimen 4.Reaksi redoks asam nitrat
Perlakuan
Pengamatan
10ml Asam sulfat dingin direaksikan
Larutan berwana bening NaNO3 larut
dengan 1 gram NaNO3(larutan ini
mengandung asam nitrit)
Catat warna larutan asam nitrit
Reaksi apa yang terjadi
Tuliskan persamaan reaksi

bening
Reaksi pembentukan asam nitrat

Asam nitrat dipanaskan


Tuliskan reaksi

+ HNO2 (aq) + 1/2 O2 (g)


Tampak gas berwanrna putih
+3
reduksi
+2
3 HNO3 HNO3+ 2 NO + H 2 O

H2SO4 (aq) + NaNO3 (s) NaHSO4 (aq)

+3 oks +5
Asam nitrit direaksikan dengan kalium KI larut dan larutan berwarna bias kuning
iodide
Tentukan apakah asam nitiat bertindak Asam nitrit sebagai oksidator
sebagai oksidator atau reduktor
Asam nitrit direaksikan dengan Larutan berwana ungu
KMnO4
tentukan fungsi asam nitrit

Sebagai oksidator

mengapa asam nitrit tidak mengalami Karena KMnO4 oksidator kuat

reaksi disproporsionasi

Eksperimen 5. Oksidasi katalik ammonia


Perlakuan
pengamatan
ammoniak pekat dipanaskan
mendidih
Tembaga
dipanaskan
hingga Kawat panas
membara
Tembaga

digantungkan

diatas Kawat

berubah

warna

menjadi

biru

Erlenmeyer yang berisi ammoniak kehijauan


yang telah dipanasakn
Tuliskan persamaan reaksi

+2 reduksi

CuO(s) + NH 3(g ) 3 Cu(s) + N 2 (g) +3 H 2 O(g)


-3
oksidasi
0
Zat apakah yang bersifat sebagai Pada reaksi di atas, NH3 bertindak sebagai reduktor
oksidator

dimana

nitrogen

mengalami

oksdasi

dengan

peningkatan bilangan oksidasi dari -3 menjadi 0.


Kenapa reaksi ini penting dalam Peranan nitrogen dalam perindustrian relatif besar
industri

dan industri yang


menggunakan unsur dasar nitrogen sebagai bahan
baku utamanya disebut pula sebagai industri
nitrogen.

Pembahasan
a. Reaksi redoks asam nitrat dengan garam nitrat
1. Eksperimen Reaksi asam nitrat dengan tembaga
Pada percobaan ini, 3 keping tembaga dimasukkan kedalam beberapa tetes asam nitrat
pekat menghasilkan larutan yang berwarna hijau kebiruan dan terdapat gelembunggelembung gas serta keping tembaga larut. Dalam persobaan ini terjadi reaksi redoks
dimana tembaga mengalami reaksi oksidasi dari Cu menjadi Cu 2+ (Cu beritndak sebagai
reduktor) dengan kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi +2. Sedangkan nitrogen
bertindak sebagai oksidator yang berarti mengalami reduksi dengan penurunan bilangan
oksidasi dari +5 menjadi =+4. Warna hijau kebiruan dihasilkan oleh larutan disebabkan
karena adanya ion Cu2+.
2. Eksperimen pemanasan garam nitrat
Pada percobaan ini sesendok padatan KNO3 diambil dan diapanaskan hingga meleleh.
Selanjutnya memanaskan sesendok Cu(NO3)2 menghasilkan lelehan berwarna biru. Dari
kedua reaksi di atas, dapat diketahui bahwa pemanasan garam nitrat menghasilkan gas
NO2. Dalam hal ini nitrogen mengalami reduksi.
3. Eksperimen reduksi nitrat dalam larutan basa
Pada percobaan ini 2 ml HNO 3 yang dicampurkan dengan 5 ml larutan NaOH encer
menghasilkan larutan beninf. Kemudian dimaukkan logam Al timbul gelembunggelembung gas. Pada mulanya logam Al tenggelam namun beberapa saat kemudian logam
Al mengapung.
Selanjutnya dilakukan pemanasan yang tujuannya untuk untuk menguapkan gas NH 3.
Dalam reaksi ini nitrogen mengalami reduksi dengan penurunan bilangan oksidasi dari +5
menjadi -3 dengan kata lain HNO3 bertindak sebagai oksidator bagi aluminium. Sedangkan
alumuniun mengalami oksidasi dengan kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi +4.
b. Reaksi redoks asam nitrit
4. Eksperimen reaksi redoks asam nitrit
Dalam percobaan ini 10 ml H2SO4 didinginkan selama 5 menit menggunakan es batu
tujuan agar gas yang terbentuk dari penguraian NaNO3 sedikit. Lalu larutan H2SO4 yang
sudah dingin dimasukkan kedalam tabung reaksi yang berisi 1 gram NaNO 3, NaNO3 larut
dan larutan berwarna bening karena reaksi menghasilkan nitrit. Kemudian larutan dibagi
dalam 3 tabung.
Tabung 1: larutan HNO2 dipanaskan

Larutan nitrit menghasilkan gas NO dan larutan bening. Reaksi kembali


menghasilkan senyawa nitrat.
+3
reduksi
+2
3 HNO3 HNO3+ 2 NO + H 2 O
+3 oks +5
Reaksi diatas merupakan reaksi disproporsionasi (berasal dari spesies yang
sama) dimana nitrogen mengalami oksidasi (pada HNO 3) dengan kenaikan
bilangan oksidasi dari +3 menjadi +5 dan mengalami reduksi (pada NO)
dengan penurunan bilangan oksidasi dari +3 menjadi +2.

Tabung 2: larutan HNO2 + KI


Larutn HNO2 yang ditambahkan sedikit KI menghasilkan larutan bening
dengan bias kuning. Reaksi ini berlangsung dalam suasana asam dan
menghasilkan gas NO yang tidak berwarna.
+3

reduksi

+2

2 I (aq ) 2 NO (g) +2 H 2 O(aq ) + I 2(aq)


+
4 H(aq) +
2 NO2 (aq )+

-1

oksidasi

Dalam reaksi ini nitrogen mengalami reduksi dengan penurunan bialangan


oksidasi +3 menjadi +2 (NO2 bertindak sebagai oksidator). Sedangkan I
mengalami oksidasi dengan kenaikan bilangan oksidasi dari -1 menjadi 0 (KI
bertindak sebagai reduktor).

Tabung 3: larutan HNO2 + KMnO4


Campuran antara HNO2 dengan larutan KMnO4 menghasilkan larutan berwarna
ungu. Reaksi ini berlangsung pada suasana asam
Persamaan reaksi adalah sebagai berikut:
+7
reduksi

+2

2++3 H 2 O
+2 Mn
+ 5 NO 3
+6 H
+ 2 MnO 4
5 NO 2
+3
oksidasi
+5
Dalam hal ini nitrogen mengalami oksidasi dengan kenaikan bilangan
oksidasi dari +3 menjadi +5 (nitrit bertindak sebagai reduktor), sedangkan
Mn mengalami reduksi dengan penuruna bilangan oksidasi dari +7 menjadi
+2 (ion MnO4- bertindak sebagai oksidator
5. Eksperimen oksidasi katalika ammoniak
Pada percobaan ini 10 ml ammonia pekat dimasukkan kedalam Erlenmeyer lalu
dipanaskan hingga menguap. Pada saat bersaamaa kawat Cu yang berbenruk spiral
dipanaskan hingga menbara. Selanjutnya kawat Cu digantung diatas labu Erlenmeyer dan
kawat dan kawat berubah warna menjadi biru kehijauan. Ketiak kawat Cu dipanaskan
terbentuk suatu oksida CuO. Oksida CuO ini selanjutnya bereaksi dengan uap NH 3
membentuk Cu, N2 dan H2O. NH3 bertindak sebagai reduktor dimana nitrogen menagalami
oksidasi dengan peningkatan bilangan oksidasi dari -3 menajdi 0. Sedangkan yang
bertindak sebagai oksidator adalah CuO dimana Cu mengalami penurunan bialngan
oksidasi dari (reduksi) dari +2 menjadi 0.

Kesimpulan
1. Keelektornegatifan nitrogen lebih besar daripada hydrogen tetapi lebih kecil daripada
oksigen. Akibatnya bilangan oksidasi nitrogen jika bersenyawa dengan hydrogen
menajadi negative sedangkan dengan oksigen menjadi positif.
2. Semakin tinggi kosentrasi seamakin pekat pula nitrat maka kemampuan untuk
mengoksidasi tembaga juga semakin besar.
3. Asam nitrat pekat bereaksi dengan logam menghasilkan gas NO 2. Asam nitrat encer
bereaksi dengan logam menghasilkan NO.
4. Asam nitrat merupakan asam kuat dan sebagai pengoksidasi kuat dimana senyawa ini
dapat melarutkan kebanyakan logam dan hasil reaksinya bergantung pada konsentrasi
HNO3 (pekat atau encer)

Daftar pustaka
Keenam. (1979). Kimia Universitas Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Khirstian, S. (2001). Kimia Anorganik II. Yogyakrta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Tim Kimia Anorganik. (2014). penuntun praktikum kimia anorganik 1. Padang: universitas
negeri padang.