Anda di halaman 1dari 9

BABI

PENDAHULUAN

LatarBelakang
Mempunyaianakdanketurunantakbisalepasdariperanperempuansebagaicalon
ibu.Halitudikarenakanprosespembuahanseltelurdanspermayangmenghasilkan
embrioterjadipadarahimmilikmilikperempuan.Namunpadabeberapakasus,rahim
si calon ibu ternyata bermasalah sehingga tidak mendukung pembuahan yang
menghasilkanembrio.Lantasapayangharusdilakukan?
Salahsatucaranyaadalahdenganmenggunakanrahimperempuanlaindengansistem
sewa.Caratersebutdikenaldengansebutansurogasi.Apaitu?drSatrioDwiPrasojo,
Sp.OGdariRSAsri,DurenTiga,mengatakanbahwaprosessurogasiadalahpenitipan
hamilsehinggaembriohasilpembuahandiluartubuhdimasukkankedalamrahim
perempuan lain. Hal itu dikarenakan rahim sang ibu mempunyai masalah yang
menyebabkan ia tidak diperbolehkan untuk hamil atau mengandung. "Kondisi
fisiknyatidakmemungkinkanuntukmengandung.Padahaldisisilain,kondisisel
telurnyabaikdanmemungkinkanuntukhamil,".1
Saatinisurrogatemotheratauyangbiasadisebutdengansewarahiminitelah
marak di dunia, bahkan isu sewa rahim telah sampai di Indonesia. Banyaknya
pasangan suami istri yang menginginkan keturunan namun belum juga dikaruniai
keturunan.Halinidipengaruhiolehbeberapafactordiantaranyakondisirahimyang
kurangsehat,suamitidakbisamengekskresikansperma,kondisirahimyangtidak
memungkinkanuntukhamil,faktorusia,sertadieraglobalisasiiniwanitacenderung
mementingkankarir,dibeberapanegarayangmelegalkanprosessurogasiantaralain
India, Georgia, Rusia, Thailand, Ukraina dan beberapa negara bagian di Amerika
Serikat. Namun, proses surogasi dilarang di seluruh negara yang penduduknya
mayoritasIslamantaralainBruneiDarussalam,Malaysia,Mesirdannegaranegara
TimurTengahsepertiArabdanPakistan.
Perkembangan sains dan teknologi berpengaruh juga pada cara manusia
mengembangkanketurunannya,sehinggabilakitaperhatikansekarang,adaduacara
manusiamelangsungkandanmemperolehketurunannya.Pertama,dilakukanmelalui
hubungan langsung antar lawan jenis. Kedua, dapat dilakukan dengan cara
memanfaatkan teknologi berupa inseminasi buatan. Di satu sisi masyarakat
membutuhkan,namundisisihukumbelumadaaturanyangmengatursewamenyewa
rahim sehingga bisa menimbulkan suatu masalah di kemudian hari yang
penyelesaiannya sangat sulit. Prof Agens juga mengatakan bahwa kenyataan di
Indonesia, surrogate mother ini dibutuhkan dan sudah dilakukan oleh masyarakat
dengandiamdiamatausecarakekeluargaan.2
BABII
1http://health.detik.com/read/2014/03/12/143205/2523475/775/?991104topnewsdiaksespadatanggal12Januari2015,pukul
10:08WIB

2http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/06/08/112214/PerluPayungHukumSewaRahimdiaksespada
tanggal12Januari2015,pukul11:03WIB

Teori Hukum
Magister Kenotariatan UBAYA
Angkatan XIV

PERMASALAHAN

Untukmengetahuisejauhmanamasalahsewarahimatausurrogatemotheriniterjadi
diIndonesia,dalammakalahinikamiakanangkatbeberapamasalah,diantaranya:
1. BagaimanapandangansecarayuridisterhadapsurrogatemotherdiIndonesia?
2. Perspektifteorihukumapayangterkaitdenganmasalahsewarahimtersebut?

BABIII

Teori Hukum
Magister Kenotariatan UBAYA
Angkatan XIV

PEMBAHASAN

PengertianSewaRahim
Sewarahimatausurrogatemothermerupakanfenomenayangmasihbarudinegara
kitanamundiluarnegeriterutamanyaIndia,Georgia,Rusia,Thailand,Ukrainadan
beberapa negara bagian di Amerika Serikat, Eropa dan Australia fenonema sewa
rahimsudahmenjadiperkarabiasa.Permintaanakansewarahiminiyangamattinggi
diatas permintaan pelanggan pasangan yang kurang upaya mendapatkan anak dan
jugadarialasanlain.BahkanmengenaisewarahiminiadasebuahFaktaunikyang
terjadisalahsatunyaadalahseorangibupenggantiyangbernamaCaroleHorlock(46)
sudah menyewakan rahimnya untuk 13 anak orang lain. Hampir tiap tahun ia
melahirkan sejak tahun 1995 dan tahun 2012 ia hamil lagi dan melahirkan anak
sewaannyayangke13milikpasanganasalPrancis.
Wanita asal Stevenage, Hertfordshire, Inggris, mengaku senang bisa membantu
pasanganyangtidakbisamemilikianakuntukbisamenjadiorangtuabiologisyang
sesungguhnya.Iapundinobatkansebagaiibupenggantipalingproduktifdidunia.3
Teknologisewarahimbiasanyadilakukanbilaistritidakmampudantidak
bolehhamilataumelahirkan.Embriodibesarkandandilahirkandarirahimperempuan
lainbukanistri,walaupunbayiitumenjadimilik(secarahukum)suamiistriyang
ingin mempunyai anak tersebut. Untuk jasanya tersebut, wanita pemilik rahim
biasanya menerima bayaran yang jumlahnya telah disepakati keluarga yang ingin
menyewarahimnyatersebut,danwanitaituharusmenandatangipersetujuanuntuk
segera menyerahkan bayi yang akan dilahirkannya itu ke keluarga yang telah
menyewa.
Di Negara Australia sendiri kebijakan Internasional yang berkaitan dengan
surrogatemotherinitengahditinjauulang,halinididasariatasmunculnyamasalah
masalahhukumdikemudianharidiantaranyakedudukanibupenggantisertastatus
anakyangdilahirkan.DalamsebuahkasusdimanaseorangibubiologisdariAustralia
meninggalkan anak danibu penggantinya di Thailand, ketika diketahui salah satu
anakkembaryangdikandungolehibupenggantimengalami downsyndrome, dan
orangtuaaslinyahanyamengambilsalahsatuanakyangsehatsaja. 4 Secarahukum
praktiksewaRahimmemangdibolehkandiAustralia.Dalamhalini,pasanganyang
inginmemilikianaklewatRahimpinjaman,tetapimenggunakanspermadanseltelur
merekasendiri,bolehmelakukanpraktikitudenganmelibatkanwargaasingyang
rahimnyadisewa,kompensasinya,ibutumpangakandibayarsejumlahuang,termasuk
biayaperawatanselamakehamilan.Namun,praktikkomersialinitakbolehdilakukan
didalamnegeri,kecualikalauibutumpangtersebutrelatakdibayar.Dalamartian,
tujuanpraktikRahimpinjamanyangdibolehkandidalamnegeri(Australia),harus
murniuntukmenolongpasanganyanginginpunyaanak.
3http://health.detik..com/read/2013/07/18/152736/2307124/1299/6/ibupenggantiterunikkecanduanhamilhingga13kali
lahirkananakorangdiaksespadatanggal12Januari2015,pukul11:42WIB

4AustraliaTinjauIbuPengganti,JawaPos,Minggu,3Agustus2014
3

Teori Hukum
Magister Kenotariatan UBAYA
Angkatan XIV

Sejauhinidikenalduatipesewarahim:
1. Sewarahimsemata(gestationalsurrogacy)
Embrio yang lazimnya berasal dari sperma suami dan sel telur istri yang
dipertemukan melalui teknologi IVF, ditanamkan dalam rahim perempuan
yangdisewa.
2. Sewarahimdengankeikutsertaanseltelur(geneticsurrogacy)
Selteluryangturutmembentukembrioadalahseltelurmilikperempuanyang
rahimnyadisewaitu,sedangkanspermaadalahspermasuami.Walaupunpada
perempuan pemilik rahim itu adalah juga pemilik sel telur, ia tetap harus
menyerahkananakyangdikandungdandilahirkannyakepadasuamiistriyang
menyewanya.Sebab,secarahukum,jikasudahadaperjanjian,iabukanlahibu
daribayiitu.Pertemuanspermadanseltelurpadatipekeduadapatmelalui
inseminasi buatan, dapat juga melalui persetubuhan antara suami dengan
perempuanpemilikselteluryangrahimnyadisewaitu.
Praktekdalamhalyangdisebutkeduaini,dilihatdarisudutapapundandenganalas
anapapun,merupakanperzinaan.
PandanganHukumdiIndonesiaterhadapSewaRahim
Dalampasal127UUNo.36Tahun2009tentangKesehatan(UUKesehatan)diatur
bahwaupayakehamilandiluarcaraalamiahhanyadapatdilakukanolehpasangan
suamiistriyangsahdenganketentuan:
a. Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami istri yang bersangkutan
ditanamkandalamRahimistridarimanaovumberasal.
b. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan
untukitu.
c. Padafasilataspelayanankesehatantertentu.
Adapunmetodeatauupayakehamilandiluarcaraalamiahselainyangdiaturdalam
pasal 127 UU Kesehatan, termasuk ibu pengganti atau sewa menyewa/penitipan
rahim,secarahukumtidakdapatdilakukandiIndonesia.Sebagaiinformasitambahan,
praktek transfer embrio ke rahim titipan (bukan rahim istri yang memiliki ovum
tersebut)telahdifatwakanharamolehMajelisUlamaIndonesia(MUI)pada26Mei
2006.
PraktekibupenggantiatausewamenyewarahimbelumdiaturdiIndonesia.
Oleh karena itu, tidak ada perlindungan hukum bagi para pelaku perjanjian ibu
penggantiataupunsewamenyewarahim.Dalampasal1338KUHPermemangdiatur
mengenai kebebasan berkontrak, dimana para pihak dalam kontrak bebas untuk
membuatperjanjian,adapunisidanbagaimanapunbentuknya:
Semuaperjanjianyangdibuatsecarasahberlakubagiundangundangbagimereka
yangmembuatnya.
Akantetapi,asaskebebasanberkontraktersebuttetaptidakbolehmelanggar
4

Teori Hukum
Magister Kenotariatan UBAYA
Angkatan XIV

syaratsyaratsahnyaperjanjiandalampasal1320KUHPeryaitu:
1.
2.
3.
4.

Kesepakatanparapihak
Kecakapanparapihak
Mengenaisuatuhaltertentu
Sebabyanghalal

Jadi,salahsatusyaratsahnyaperjanjianadalahharusmemilikisebabyanghalal,yaitu
tidak bertentangan dengan undangundang, kesusilaan, maupun dengan ketertiban
umum (pasal 1320 jo pasal 1337 KUHPer). Sedangkan, seperti dijelaskan diatas,
praktek ibu pengganti bukan merupakan upaya kehamilan yang dapat dapat
dilakukan menurut UU Kesehatan. Dengan demikian syarat sebab yang halal ini
tidakterpenuhi.
Hallainyangpentingdiperhatikandalammasalahiniadalahhakanakanak
yangterlahirdariibupenggantitidakbolehterabaikan,khususnyahakidentitasdiri
yangdituangkandalamaktakelahiran(lihatpasal27UUNo.23Tahun2002tentang
Perlindungan Anak). Apabila terjadi perselisihan antara seseorang dengan si ibu
pengganti,makapenyelesaiannyaharusmengendapkanprinsipkepentinganterbaik
bagisianak.
Dasarhukum:
1. KitabUndangUndangHukumPerdata(BurgerlijkWetboekVoorIndonesieatau
BW,Staatblad1847No.23)
2. UndangundangNo.23Tahun2002tentangPerlindunganAnak.
3. UndangUndangNo.36Tahun2009tentangKesehatan.

PerspektifTeoriHukumdalamhalSewaRahim
Meskipun belum ada payung hukum yang melindungi, sewa rahim sudah banyak
terjadi di Indonesia dan dilakukan secara diamdiam. Biasanya hal itu dilakukan
secarasukareladengansegalarisikonyaolehmerekayangmenyewakanrahimnya
untukmengandunganakdaripasangankeluargalain.KasussewarahimdiIndonesia
belum muncul ke permukaan dan masih terselubung. Sewa rahim ini biasanya
dilakukanolehpasangankeluargayangrahimisterinyamengalamimasalahsehingga
tidakbisahamil.
Masalahsewarahiminimemangmenjadisatudilema,disatusisimasyarakat
membutuhkan,namundisisihukumbelumadaaturanyangmengatursewamenyewa
rahim sehingga bisa menimbulkan suatu masalah di kemudian hari yang
penyelesaiannyasangatsulit.Adanyadesakantentangideperlunyapayunghukum
yang mengatur tentang sewa rahim ini dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya
adalah:

Teori Hukum
Magister Kenotariatan UBAYA
Angkatan XIV

1. Kebutuhanakanaturanhukumyangmelindungisurrogatemothersudahdirasa
merupakankebutuhandemikeadilandankemanfaatannya.Tentunyahalitutidak
hanyamenjadipemikiranbagiperguruantinggisajatetapidibutuhkanjugaperan
sertamasyarakat.
2. Surrogate mother merupakan upaya terakhir dan jalan satusatunya untuk
memperolehketurunanyangmerupakanhakprokreasiperempuan.
3. Harus adakerelaan siibuinang (ibupenggantiRed)untuk mengandung janin
titipan dan menjaganya dengan sebaikbaiknya hingga lahir sebagai bayi yang
kemudiandiserahkankembalikepadaorangtuakandungnya.
4. Praktiksewarahimsecaramedissangatmungkindilakukanmengingatprosesnya
secara garis besar sama dengan bayi tabung. Hanya saja rahim inang yang
digunakanberbeda.
Atasfaktorfaktortersebut,makakamidapatmenariksuatuteoridiantaranyatentang
Kemanfaatan Hukum. Keadilan merupakan salah satu tujuan hukum yang paling
banyak dibicarakan sepanjang perjalanan sejarah filsafat hukum. Tujuan hukum bukan
hanya keadilan, tetapi juga kepastian hukum dan kemanfaatan hukum. Idealnya,
hukum memang harus mengakomodasikan ketiganya. Putusan hakim misalnya,
sedapat mungkin merupakan resultant dari ketiganya. Sekalipun demikian, tetap ada
yang berpendapat, bahwa di antara ketiga tujuan hukum tersebut, keadilan merupakan
tujuan hukum yang paling penting, bahkan ada yang berpendapat, bahwa keadilan
adalah tujuan hukum satu-satunya. Hubungannya dengan hal tersebut, maka Plato
(428-348 SM) pernah menyatakan, bahwa negara ideal apabila didasarkan atas
keadilan, dan keadilan baginya adalah keseimbangan dan harmoni. Harmoni di sini
artinya warga hidup sejalan dan serasi dengan tujuan negara (polis), di mana masingmasing warga negara menjalani hidup secara baik sesuai dengan kodrat dan posisi
sosialnya masing-masing.
Kemudian nilai dasar yang kedua adalah kemanfaatan hukum5. Penganut
aliran utilitas menganggap bahwa tujuan hukum semata-mata untuk memberikan
kemanfaatan atau kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi sebanyak-banyaknya
warga masyarakat. Penanganannya didasarkan pada filsafat sosial, bahwa setiap
warga masyarakat mencari kebahagiaan, dan hukum merupakan salah satu alatnya.
Salah seorang tokoh aliran utilitas yang paling radikal adalah Jeremy Benthan 6 (17481832) yakni seorang filsuf, ekonom, yuris, dan reformer hukum, yang memiliki
kemampuan untuk memformulasikan prinsip kegunaan/kemanfaatan (utilitas) menjadi
doktrin etika, yang dikenal sebagai utilitarianism atau madzhab utilitis.
Prinsip utility tersebut dikemukakan oleh Bentham dalam karya
monumentalnya Introduction to the Principles of Morals and Legislation (1789).
Bentham mendefinisikannya sebagai sifat segala benda tersebut cenderung
menghasilkan kesenangan, kebaikan, atau kebahagiaan, atau untuk mencegah
terjadinya kerusakan, penderitaan, atau kejahatan, serta ketidakbahagiaan pada pihak
yang kepentingannya dipertimbangkan. Aliran utilitas menganggap bahwa pada
prinsipnya tujuan hukum itu hanyalah untuk menciptakan kemanfaatan atau
kebahagiaan masyarakat. Aliran utilitas memasukkan ajaran moral praktis yang
menurut penganutnya bertujuan untuk memberikan kemanfaatan atau kebahagiaan
yang sebesar-besarnya bagi sebanyak mungkin warga masyarakat. Bentham
berpendapat, bahwa negara dan hukum semata-mata ada hanya untuk manfaat sejati,
5
6

ProfDrMKhoidin,PerkembanganTeroriHukum,TeoriUtilitarian,materiKuliahTeoriHukumUniversitasUBAYA,2014
IbidSlideNo19

Teori Hukum
Magister Kenotariatan UBAYA
Angkatan XIV

yaitu kebahagiaan mayoritas rakyat.


Apabiladiambilsebagaicontohkepastianhukummakasebagainilaiiasegera
menggeser nilainilai keadilan dan kegunaan kesamping. Menurut Radbruch, jika
terjadiketeganganantaranilainilaidasartersebut,kitaharusmenggunakandasaratau
asas prioritas dimanaprioritas pertamaselalujatuhpadanilaikeadilan,barunilai
kegunaanataukemanfaatandanterakhirkepastianhukum.Inimenunjukkanbahwa
Radbruchmenempatkannilaikeadilanlebihutamadaripadanilaikemanfaatandan
nilai kepastian hukum dan menempatkan nilai kepastian hukum dibawah nilai
kemanfaatanhukum.
PendapatberbedadikemukakanolehAchmadAliyangmenyatakanbahwaia
sendirisetujudenganasasprioritastetapitidakdenganmenetapkanurutanprioritas
sebagaimanadikemukakanolehRadbruch.Iamenganggapmerupakanhalyanglebih
realistisjikakitamenganutasasprioritasyangkasuistis.Yangiamaksudkanketiga
nilaidasarhukumdiprioritaskansesuaikasusyangdihadapi.Menurutnyajikaasas
prioritas kasuistis ini yang dianut maka sistem hukum kita akan terhindar dari
berbagaikonflikyangtidakterpecahkan.
Diatas disebutkan bahwa antara nilainilai dasar hukum dapat terjadi
ketegangan.Ketegangantersebutmunculpadasaathukumtersebutditerapkandalam
proses persidangan di pengadilan. Hal ini terjadi karena dalam proses penerapan
hukum di Pengadilan terdapat faktor yang mempengaruhi para penegak hukum,
diantaranyaadalahnormayangberlakubagimerekayangditetapkanolehpembuat
UndangUndangsertakekuatansosialdanpribadi.
Dalamkasus sewarahimatau surrogatemother inisangatterlihatadanya
keinginan sebagian masyarakat di Indonesia yang ingin memenuhi kebahagiannya
dalamhaliniinginmemetikmanfaatapabilaadanyapayunghukumyangmengatur
tentangsewarahimini.Merekapastiakanmerasabahagiaketikaanakbiologisyang
didambakandapatmeneruskangenerasimerekasekalipundenganupaya surrogate
mother. Namun permasalahan akan timbul dikemudian hari, Negaranegara yang
membolehkan praktik ini adalah Negaranegara yang lebih mengedepankan asas
kemanfaatan,karenakesadarandankepastianhukumdiNegaratersebutsudahbagus,
walaupundemikianpadakenyataannyakepastianhukumakananakyangdilahirkan
melaluisurrogatemotherinilebihutama,sehinggamerekamasihmeninjaukembali
hukumtentangsurrogatemotherinidanmelarangprograminiyangdikomersialkan.

Teori Hukum
Magister Kenotariatan UBAYA
Angkatan XIV

BABIV
PENUTUP

A.Kesimpulan
1. Teknologireproduksibuatanmerupakanhasilkemajuanilmupengetahuandan
teknologi yang pada prinsipnya bersifat netral dan dikembangkan untuk
meningkatkan derajat hidup dan kesejahteraan umat manusia. Dalam
pelaksanaannyaakanberbenturandenganberbagaipermasalahanmoral,etika,dan
hukumyangkompleksehinggamemerlukanpertimbangandanpengaturanyang
bijaksana dalam rangka memberikan jaminan perlindungan hukum terhadap
semuapihakyangterlibatdalampenerapanteknologireproduksibuatandengan
tetap mengacu kepada penghormatan harkat dan martabat manusia serta
menjunjungtinggihakasasimanusia.
2. Pandanganinternasionalterhadapteknologireproduksibuatanmemilikikesamaan
terhadaptujuanpelaksanaandanpengembanganteknologireproduksibuatanyaitu
dalamrangkamemajukandanmengembangkanilmupengetahuandanteknologi
dalam batasbatas penghargaan terhadap hak asasi manusia serta harkat dan
derajatmanusiauntukmeningkatkankesejahteraanumatmanusia.
3. Hukum Indonesia mengatur mengenai teknologi reproduksi manusia sebatas
upayakehamilandiluarcaraalamiah,denganspermadanselteluryangberasal
pasangan suami isteri dan ditanamkan dalam rahim isteri. Dengan demikian
teknologibayitabungyangspermadanseltelurnyaberasaldarisuamiisteridan
ditanamkandalamrahimisteridiperbolehkandiIndonesia,sedangkanteknikibu
pengganti(surrogatemother)tidakdiizinkandilakukan.
B.Saran
1. Agar pemerintah dan organisasi profesi memperkuat pengawasan dan
meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kontrol etika dan moral dalam
penerapanteknologireproduksibuatansertamembuatdanmenerapkanperaturan
yangjelasdalamrangkamemberikanramburambudalampelaksanaanteknologi
tersebutsehinggamampumemberikanperlindunganhukumbagisemuapihakyang
terlibatdalampenerapanteknologireproduksibuatan.
2. Agar semua praktisi yang terlibat dalam teknologi reproduksi buatan
memperhatikanaspekmoralitas,etika,danketentuanhukumyangberlakusehingga
segala tindakan yang dilakukan tetap berada dalam koridor yang benar dan
terhindardaripermasalahanhukumdikemudianhari.

Teori Hukum
Magister Kenotariatan UBAYA
Angkatan XIV

DAFTARPUSTAKA

http://health.detik.com/read/2014/03/12/143205/2523475/775/?991104topnews
diaksespadatanggal12Januari2015,pukul10:08WIB
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/06/08/112214/PerluPayung
HukumSewaRahimdiaksespadatanggal12Januari2015,pukul11:03WIB
http://health.detik..com/read/2013/07/18/152736/2307124/1299/6/ibupengganti
terunikkecanduanhamilhingga13kalilahirkananakorangdiaksespadatanggal12
Januari2015,pukul11:42WIB
AustraliaTinjauIbuPengganti,JawaPos,Minggu,3Agustus2014
KitabUndangUndangHukumPerdata(KUHPerdata)
UndangUndangRepublikIndonesiaNo.1Tahun1974tentangPerkawinan
Mukhtar,YahyadanRahman,Fatchur.2002. DasardasarPembinaanFiqhIslam.
AlMaarif,Bandung.
Anshari,Saifuddin,EndangH.2004.WawasanIslam:pokokpokokpikirantentang
paradikmadansistemIslam,GemaInsaniPress,Jakarta.
H.S, Salim. 2006. Perkembangan Hukum Kontrak di luar KUHPerdata, Raja
GrafindoPersada,Jakarta.
Lubis, Suhrawardi K dan Simanjuntak, Kumis. 2007. Hukum waris islam, Cet:II,
SinarGrafika,Jakarta.
SyarwanialHasyiyyah,Bairut,DaralKutubalIlmiyah,JilidVIII
HusniThamrin,AspekHukumBayiTabung&SewaRahim,Aswaja,Yogyakarta,
2014

Anda mungkin juga menyukai