Anda di halaman 1dari 70

1

Mengenal Dunia Fungi

Mengenal Dunia

FUNGI

Mengenal Dunia Fungi

KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan buku ini dengan baik untuk memenuhi tugas
dalam mata kuliah Media dan Teknologi.
Buku ini membahas tentang Kingdom Fungi yang pembahasannya secara lengkap diuraikan
dan dijelaskan dalam buku ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata
kuliah Media dan Teknologi yang telah mengayomi penulis dalam pembuatan buku ini.
Buku Fungi ini sangatlah jauh dari kesempurnaan dalam pengerjaannya. Untuk itu, kami
mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan buku ini.
Ciputat, 27 November 2014

Penulis

Mengenal Dunia Fungi

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..............................................................................
DAFTAR ISI ............................................................................................
MIND MAP .... ............................................................................................
PEMBAHASAN .........................................................................................
A. Bagaimana Struktur dan Bentuk Tubuh Fungi? ..........................
B. Bagaimana Cara Hidup dan Dimana Habitat Fungi? ..................
C. Bagaimana Cara Fungi Memperbanyak Keturunannya? ............
D. Apakah Peranan Fungi bagi Kehidupan? ... ............................. .......
E. Ada Berapa Klasifikasi dalam Kingdom Fungi? ...........................

3
4
5
6
7
13
21
28
44

LATIHAN SOAL .....................................................................................


A. Multiple Choices ..................................................................................
B. Essay ... ...................................................................................................
C. Teka-teki Silang ... ..............................................................................

62
62
65
66

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 68


TENTANG PENULIS ..... ........................................................................ 69

Mengenal Dunia Fungi

Mind Map
Zat Kitin

Eukariotik

Darat

Air

Asam

Nonklorofil

Habitat

Struktur

Heterotrof

Ekstrim

Hifa

Aseksual

Manfaat

Fungi

Reproduksi

Peranan
Kerugian

Seksual
Saprofit

Cara Hidup

Klasifikasi

Zygomicota
Ascomycota

Parasit

Deuteromycota

Simbiosis

Mengenal Dunia Fungi


Basidiomycota

Tahukah Kamu?
-

Jamur 90% terdiri dari air.


Terdapat 16 juta spora di dalam tiaptiap jamur.
Jamur tidak memiliki klorofil sehingga
tidak dapat berfotosintesis.
Ada 2 jenis jamur, jamur makrokopis
dan jamur mikrokopis.

Mengenal Dunia Fungi

A. Bagaimana struktur dan bentuk tubuh fungi?

amur pada umumnya mempunyai ukuran lebih besar dari bakteri. Sel jamur
mempunyai diameter antara 1-30mm. Berdasarkan bentuk sel dan struktur

tubuhnya, jamur dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu sebagai berikut:


1. Khamir, Khamir ini merupakan jamur yang mempunyai sel tunggal (uniseluler). Contoh
dari jamur tipe ini adalah Saccharomyces cerevisiae, yaitu jamur yang berperan dalam
pembuatan minuman beralkohol.
2. Kapang; Kapang merupakan jamur yang mempunyai sel berbentuk filamen. Filamen yang
merupakan sel vegetatif tersebut dinamakan hifa. Hifa dari koloni kapang akan tumbuh
bercabang-cabang dan membentuk jalinan massa yang sering disebut miselium. Contoh
dari jamur tipe ini adalah Rhizopus oryzae, yaitu jamur yang berperan dalam fermentasi
tempe.
3. Cendawan (Mushroom); Cendawan merupakan jamur yang mempunyai filamen dan tubuh
buah yang besar dan dapat terlihat mata walaupun dengan mata telanjang tanpa
menggunakan bantuan alat. Contoh dari jamur tipe ini adalah Volvariella volvacea atau
yang sering disebut dengan jamur merang.

Mengenal Dunia Fungi

Bentuk dan Struktur Jamur


1) Khamir, 2) Kapang, dan 3) Cendawan

Namun pada beberapa jamur, selnya dapat memperlihatkan dua bentuk yang
berbeda (dimorfisme), yaitu bentuk sel tunggal (khamir) dan bentuk filamen (kapang).
Perubahan bentuk sel tersebut disebabkan oleh pengaruh komposisi medium,
temperatur, atau konsentrasi karbondioksida. Sebagai contoh, Hitoplasma duboisii yang
habitat alamiahnya berbentuk filamen, namun spora kapang dapat masuk ke saluran
pernapasan dan berkecambah di paru-paru atau bronkiolus kemudian membentuk sel
khamir.

a. Eukariotik, nonklorofil, dan heterotrof


Tubuh jamur tersusun dari sel-sel eukariotik (memiliki membran inti sel), dinding
sel, dan organel sel lainnya. Jamur tidak memiliki klorofil, sehingga tidak bisa

Mengenal Dunia Fungi

berfotosintesis. Jamur bersifat heterotrof, artinya tidak dapat menyusun atau


menyintesis makanannya sendiri. Karena itu, jamur ada yang bersifat parasit, ada yang
bersifat saprofit, dan ada yang bersimbiosis (mutualisme) membentuk lichenes.

b. Zat kitin pada dinding sel


Zat kitin tersusun dari polisakarida yang mengandung nitrogen, bersifat kuat,
tetapi fleksibel. Zat kitin pada jamur mirip dengan zat kitin yang ditemukan pada
kerangka luar serangga atau Arthropoda lainnya. Dinding sel sebagian besar jamur
komposisi utamanya adalah senyawa kitin, sedangkan pada sel khamir yang menyerupai
sel bakteri, umumnya mengandung senyawa glukan, manan dan protein. Kitin hanya
ditemukan di sekitar daerah pertunasan sel anakan. Glukan dan protein menjalin ikatan
yang kuat dan kaku serta diduga berperan dalam memberikan bentuk sel khamir.

c. Hifa
Sel-sel penyusun tubuh jamur makroskopis memanjang membentuk benang yang
disebut hifa. Hifa bercabang cabang membentuk jaringan yang disebut miselium.
Miselium menyusun jalinan-jalinan membentuk tubuh buah. Hifa merupakan struktur
menyerupai benang yang terdiri atas satu atau banyak sel yang dikelilingi dinding

Mengenal Dunia Fungi

10

berbentuk pipa. Berdasarkan fungsinya,


hifa pada jamur dapat dibedakan menjadi
dua macam, yaitu sebagai berikut:
1. Hifa vegetatif atau yang sering disebut
hifa substrat, yaitu hifa yang tumbuh di
permukaan

substrat.

Hifa

ini

menghasilkan enzim ekstraseluler dan


berfungsi pada penyerapan nutrien.
2. Hifa generatif atau yang sering disebut
hifa udara (aerial hifa), dikarenakan tumbuh tegaknya ke atas. Pada umumnya, pada
ujung hifa akan terbentuk struktur yang mempunyai fungsi sebagai alat generatif yaitu
spora atau konidia.
Pada beberapa jenis jamur, hifa memiliki sekat-sekat antar sel yang disebut
septa. Septa memiliki celah atau pori yang cukup besar sehingga organel sel dapat
mengalir dan suatu sel ke sel lainnya. Pada beberapa jenis jamur lainnya, hifa tidak
memiliki sekat sehingga disebut asepta. Oleh karena tidak memiliki sekat, hifa jamur
asepta mengandung ratusan hingga ribuan nukleus; hifa ini disebut hifa senositik.
Jumlah nukleus yang banyak ini merupakan hasil pembelahan inti sel yang berulang ulang
tanpa disertai pembelahan sitoplasma.

Mengenal Dunia Fungi

11

Jamur yang hidup parasit pada organisme lain memiliki hifa yang termodifikasi
menjadi haustorium. Haustorium adalah ujung hifa yang menembus jaringan inang dan
berfungsi untuk menyerap sari makanan. Hifa ini disebut dengan hifa vegetatif. Hifa
pada sebagian miselium ada yang berdiferensiasi dan termodifikasi membentuk alat
reproduksi untuk menghasilkan spora. Hifa inilah yang kemudian disebut dengan hifa
generatif.

Mengenal Dunia Fungi

12

Tahukah Kamu?
Jamur
yang
ditemukan
di
lingkungan nitrogen rendah memiliki
bagian tubuh yang lengket. Adaptasi
ini membantu jamur menjebak hewan
kecil seperti nematoda yang kemudian
dicerna sebegai makan jamur.

Mengenal Dunia Fungi

13

B. Bagaimana cara hidup dan di mana habitat fungi?

ara hidup jamur bervariasi, ada yang hidup secara soliter dan ada yang hidup
berkelompok membentuk koloni. Pada umumnya, jamur hidup secara
berkelompok atau berkoloni, karena hifa dari jamur tersebut saling bersambung atau
berhubungan. Cara hidup ini dijumpai misalnya pada jamur tempe (Rhizopus oryzae) dan
jamur roti (Mucor mucedo).

Koloni fungi terlihat pada cawan patri

Jamur dapat hidup dan bersimbiosis dengan banyak organisme. Sebagian besar
jamur hidup di darat, tetapi ada juga jamur yang hidup di air dan berasosiasi dengan
organisme air. Jamur yang hidup di air umumnya bersifat parasit. Semua jenis jamur
tidak dapat menghasilkan makanan sendiri (heterotrof). Jamur mendapatkan makanan

Mengenal Dunia Fungi

14

dengan cara menyerap zat organik dari tumbuhan atau benda lain melalui hifa atau
miselium, dan kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen.
Sebagai organisme heterotrof, jamur mendapat makanannya dengan cara
menyerap zat organik dari tempat hidupnya. Nutrisi yang berupa zat organik kompleks
akan diuraikan secara ekstraseluler (di luar sel tubuh) menjadi zat organik yang lebih
sederhana dengan menggunakan enzim hidrolitik. Contohnya, jamur Rhizopus oryzae yang
tumbuh pada kedelai menyebabkan kedelai menjadi lunak karena dicerna dengan
menggunakan enzim yang dikeluarkan oleh jamur sehingga terbentuk tempe. Zat organik
yang diserap jamur digunakan untuk aktivitas hidupnya. Cara jamur memperoleh nutrisi
menjadi dasar pengelompokan jamur, yaitu jamur saprofit (pengurai), jamur parasit, dan
jamur simbiosis.

1. Jamur Saprofit

Jamur saprofit mendapatkan nutrisi dengan cara menguraikan organisme yang


sudah mati atau bahan organik lainnya. Jamur saprofit dapat tumbuh pada tumpukan
sampah organik yang basah, bahan makanan, batang pohon yang tumbang, tumpukan
kertas basah, pakaian, sepatu dan tas kulit, dan lain-lain. Jamur saprofit mempunyai
peranan sangat penting dalam ekosistem, yaitu sebagai pengurai (dekomposer) sisa-sisa
organisme untuk mengembalikan unsur hara ke dalam tanah.

2. Jamur Parasit
Mengenal Dunia Fungi

15

Jamur parasit menyerap nutrisi dari tubuh organisme lain yang ditumpangi (inang).
Jamur parasit menyebabkan penyakit atau bersifat patogen bagi inang yang
ditumpanginya. Contoh, jamur penyebab panu dan kutu air yang tumbuh di kulit dan
penyebab ketombe di kulit kepala (jamur ini memakan lapisan luar yang hangat dan kulit
yang lembab), Pneumonia carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS),
dan jamur Arthrobotrys yang menjadi parasit pada cacing Nematoda. Pada tahun 1950,
pohon Elm Belanda di Amerika Serikat mati. Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang
juga bertindak sebagai parasit.

3. Jamur Simbiosis Mutualisme

Jamur simbiosis mutualisme mendapatkan nutrisi dari organisme hidup lain, tetapi
mampu memberikan keuntungan bagi organisme pasangan simbiosisnya.
a. Mikoriza
Mikoriza adalah jamur yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan. Simbiosis
tersebut bersifat saling menguntungkan, yaitu jamur memperoleh zat organik dan akar
tumbuhan memperoleh air dan unsur hara. Beberapa jamur Zygomycotina, Ascomycotina,
dan Basidiomycotina dapat bersimbiosis dengan akar tumbuhan pinus atau belinjo.
Berdasarkan kedalaman jaringan tumbuhan yang digunakan, mikoriza digolongkan
menjadi dua, yaitu ektomikoriza dan endomikoriza.
1. Ektomikoriza, hifa jamurnya hanya hidup pada jaringan epidermis akar
tumbuhan, seperti mikoriza yang hidup di akar pinus.

Mengenal Dunia Fungi

16

2. Endomikoriza, hifa jamurnya menembus sampai jaringan korteks akar,


seperti mikoriza yang hidup di anggrek liar.

Mikoriza pada akar tumbuhan

Struktur Lichenes

b. Lichenes
Lichenes juga disebut dengan lumut kerak. Lichenes merupakan simbiosis
mutualisme antara Algae dan Fungi. Fungi ini biasanya dari golongan Ascomycotina,
Basidiomycotina, dan Deuteromycotina. Sedangkan organisme fotosintetik yang terlibat
dalam simbiosis ini adalah Cyanobacteria atau Algae. Struktur tubuh Lichenes
berbentuk talus, bagian luar merupakan miselium, dan bagian dalam tersusun atas hifa.
Di antara miselium dan hifa jamur terdapat sel-sel Algae. Bagian dari Algae disebut

Mengenal Dunia Fungi

17

phicobiont, yaitu dari divisi Cyanophyta dan Chlorophyta. Bagian Fungi disebut
mycobiont, yaitu dari divisi Ascomycotina dan Basidiomycotina.

Algae HB + Ascomycotina = Lichene

Dalam simbiosis ini, Fungi memperoleh bahan organik dari Algae dan sebaliknya,
Algae memperoleh air dan mineral dari jamur. Hifa Fungi berperan mempertahankan
kelembapan lingkungan yang sangat dibutuhkan Algae untuk mensintesis karbohidrat.
Habitat Lichenes pada umumnya melekat di bebatuan (contoh: Parmelia), melekat di
batang pohon (contoh: Grafu), dan tempat-tempat lembap yang lain.
Reproduksi seksual Lichenes terjadi sesuai dengan divisi Fungi dan Algae. Jika
askospora atau basidiospora bertemu dengan Algae, akan terbentuk Lichenes baru.
Reproduksi aseksualnya dengan cara fragmentasi. Setelah terjadi fragmentasi,
terbentuklah soredia. Soredia merupakan sel Algae yang diselubungi oleh hifa atau
miselium jamur. Soredia membentuk tepung soredia. Tepung soredia akan membentuk
Lichenes baru jika mendapat substrat yang sesuai.
Ada empat macam Lichenes berdasarkan bentuk talusnya.

Mengenal Dunia Fungi

18

1. Krustosa, bentuknya seperti kerak, tumbuh melekat pada substrat.


Contoh: Physeia.
2. Foliosa, bentuknya seperti daun, tumbuh sangat rapat pada substrat,
bahkan di dalam permukaannya. Contoh: Parmelia.
3. Fruktikosa atau fruktitos, bentuknya seperti rumpun tegak dan dapat
mencapai ketinggian 10 cm. Contoh: Usnea (lumut janggut).
4. Squamuose memiliki ukuran kecil dan berdaun longgar sebagai lampiran
untuk substrat.
Contoh Lichenes dan peranannya:
1. Cladonia rengiferina sebagai makanan hewan.
2. Rocella tinctoria sebagai bahan lakmus untuk mengukur indikator pH.
3. Cetraria islandica dan Usnea dasypoga sebagai bahan obat-obatan.

Lichenes berdasarkan bentuk talusnya

Mengenal Dunia Fungi

19

Selain dengan akar tumbuhan dan Algae, fungi juga bersimbiosis dengan serangga.
Semut dan rayap menumbuhkan jamur di bawah tanah atau yang sering disebut dengan
kebun jamur. Ketika semut dan rayap makan dari kayu atau daun, mereka juga
memakan beberapa jamur dari kebun yang mereka buat. Jamur membantu mereka
mencerna kayu atau daun tersebut. Seperti semut dan rayap, kumbang ambrosia yang
hidup di kulit pohon juga menumbuhkan jamur dan menggunakannya untuk membantu
mencerna makanannya.
Habitat jamur juga bermacam-macam. Berbagai jamur hidup di tempat-tempat
yang basah, lembab, di sampah, pada sisa-sisa organisme, atau di dalam tubuh organisme
lain. Bahkan banyak pula jenis-jenis jamur yang hidup pada organisme atau sisa-sisa
organisme di laut atau air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan asam, misalnya
pada buah yang asam, atau pada lingkungan dengan konsentrasi gula yang tinggi, misalnya
pada selai. Bahkan, jamur yang hidup bersimbiosis dengan ganggang (lumut kerak), dapat
hidup di habitat ekstrim dimana organisme lain sulit untuk bertahan hidup, seperti di
daerah gurun, gunung salju, dan di kutub.

Mengenal Dunia Fungi

20

Tahukah Kamu?
Feromon, bahan kimia yang
diproduksi oleh jamur, memiliki
peran penting dalam reproduksi
seksual. Jamur jantan dan betina
brkomunikasi satu sama lain
melalui feromon.

Mengenal Dunia Fungi

21

C. Bagaimana cara fungi memperbanyak keturunannya?

ara reproduksi jamur sangat bervariasi. Meskipun demikian, reproduksi jamur


umumnya terjadi dengan dua cara, yaitu secara seksual (perkembangbiakan

generatif) dan secara aseksual (perkembangbiakan vegetatif).


a. Reproduksi

seksual

(generatif)

Pada umumnya, reproduksi


secara
generatif
merupakan
reproduksi darurat yang hanya
terjadi bila terjadi perubahan
kondisi
lingkungan.
Reproduksi
secara generatif dapat menghasilkan
keturunan dengan variasi genetik
yang lebih tinggi dibandingkan
dengan reproduksi secara vegetatif.
Adanya
variasi
genetik
ini
memungkinkan
dihasilkannya
keturunan yang lebih adaptif pada
perubahan
lingkungan.

Mengenal Dunia Fungi

22

Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua inti sel, yaitu melalui
konjugasi (penyatuan 2 hifa yang berbeda) dan kontak gametangium. Pada konjugasi,
Hifa (+) dan hifa (-), masing-masing berkromosom haploid (n), berdekatan membentuk
gametangium. Gametangium merupakan perluasan hifa.
Selanjutnya, pada gametangium terjadi Singami, yaitu penyatuan sel dari dua
individu. Singami terjadi dalam 3 tahap, yaitu plasmogami (peleburan sitoplasma),
kariogami (peleburan inti), dan meiosis.
Pada tahap plasmogami, terjadi penyatuan dua protoplas membentuk dua inti sel
dari masing-masing induk tetapi tidak melebur (tidak menyatu) dan membentuk
zigosporangium dikariotik. Zigosporangium memiliki lapisan dinding sel yang tebal dan
kasar untuk bertahan pada kondisi buruk atau kering. Bila kondisi lingkungan membaik,
Pasangan inti dalam zigosporangium tersebut akan melebur dan membentuk zigot yang
diploid (kariogami). Inti diploid zigosporangium segera mengalami pembelahan secara
meiosis menghasilkan zigospora haploid (n) di dalam zigosporangium.
Berdasarkan gametnya, proses ini dapat dikelompokkan sebagai isogami,
anisogami, oogami, gametangiogami, somatogami, dan spermatisasi.
Isogami adalah peleburan 2 gamet yang sama bentuk dan ukuran nya.

Mengenal Dunia Fungi

23

Anisogami adalah peleburan 2 gamet yang sama bentuknya tetapi ukurannya


berbeda.

Oogami adalah peleburan 2 gamet yang berbeda bentuk dan ukurannya.


Pada oogami, ovum yang dihasilkan dalam
spermatozoid yang dibentuk dalam anteridium.

oogoium

dibuahi

oleh

Mengenal Dunia Fungi

24

Gametangiogami adalah peleburan isi 2 gametangium yang berbeda jenisnya


dan menghasilkan zigospora.

Pada somatogami terjadi peleburan 2 sel hifa. Dua sel hifa yang tidak
berdeferensiasi inti selnya berpasangan, kemudian terbentuk hifa diploid
yang selanjutnya akan dibentuk askospora.

Sedangkan
spermatisasi
adalah
peleburan
antara
spermatium
(gamet jantan) dengan gametangium betina (hifa) yang kemudian
berkembang membentuk hifa baru (diploid) dan menghasilkan askospora.

Mengenal Dunia Fungi

25

b. Reproduksi aseksual (vegetatif)


Seperti halnya reproduksi seksual (generatif),
reproduksi aseksual juga dapat terjadi melalui beberapa cara.
Cara reproduksi yang paling sederhana adalah dengan
pembentukan tunas (budding) yang biasa terjadi pada jamur
uniseluler, misalnya ragi (Saccharomyces cerevisiae). Pada
reproduksi dengan cara ini, jamur membentuk semacam sel
berukuran kecil yang kemudian tumbuh menjadi sel ragi dengan
ukuran sempurna yang akhirnya terlepas dari sel induknya
menjadi individu baru.
Selain dengan tunas, reproduksi aseksual juga dapat

Mengenal Dunia Fungi

26

terjadi dengan fragmentasi dan spora aseksual. Fragmentasi adalah pemotongan bagianbagian hifa, dan setiap potongan tersebut dapat tumbuh menjadi hifa baru. Reproduksi
jamur secara fragmentasi diawali dengan terjadinya pemisahan hifa dari sebuah
miselium. Selanjutnya hifa tersebut akan tumbuh dengan sendirinya menjadi miselium
baru. Pada kondisi tertentu, hifa akan terdegeneralisasi menjadi sporangia (penghasil
spora aseksual).
Cara reproduksi aseksual yang lain adalah dengan spora yang disebut spora
aseksual. Spora aseksual adalah spora yang dihasilkan dari pembelahan secara mitosis.
Jamur jenis tertentu yang sudah dewasa menghasilkan sporangiofor (tangkai kotak
spora). Pada ujung sporangiofor terdapat sporangium (kotak spora). Di dalam kotak spora
terjadi pembelahan sel secara mitosis dan menghasilkan banyak sporangiospora dengan
kromosom yang haploid (n). Jamur jenis lainnya yang sudah dewasa dapat menghasilkan

konidiofor (tangkai konidium). Pada ujung konidiofor terdapat konidium (kotak


konidiospora). Di dalam konidium terjadi pembelahan sel secara mitosis dan menghasilkan
banyak konidiospora dengan kromosom yang haploid (n). Baik sporangiospora maupun
konidiospora, bila jatuh di tempat yang cocok, akan tumbuh menjadi hifa baru yang
haploid (n). Hal ini mirip dengan perkecambahan biji pada tumbuhan tingkat tinggi.

Mengenal Dunia Fungi

27

Tahukah Kamu?
Panu dan kurap adalah
masalah umum pada manusia yang
disebabkan oleh jamur. Penyakit
tanaman yang disebabkan oleh
jamur diantaranya busuk batang
dan daun, jamur api, jamur karat.

Mengenal Dunia Fungi

28

D. Apakah peranan fungi bagi kehidupan?

eranan jamur dalam kehidupan sangat luas. Jamur berperan sangat penting
dalam siklus materi, terutama siklus karbon. Jamur juga berperan dalam
keseimbangan lingkungan, yaitu sebagai dekomposer (Higroporus dan Lycoperdon perlatum).
Sebagai dekomposer, jamur menguraikan sisa-sisa organisme yang telah mati sehingga
bisa dimanfaatkan oleh organisme lain. Hal ini sangat penting dalam kelanjutan
ekosistem di bumi, karena yang menjadi kunci keberlangsungan ekosistem adalah adanya
keseimbangan antara produksi biomassa oleh organisme fotosintetik dan perombakanperombakan atau daur ulang nutrien yang dikandungnya. Jamur juga bisa bersimbiosis
dengan organisme lain seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Dengan akar tumbuhan
tertentu jamur bersimbiosis membentuk mikoriza. Maka dari itu, berdasarkan
peranannya bagi kehidupan, peran jamur dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Peran Menguntungkan

Berikut peran jamur di bidang-bidang tertentu.


a. Bidang Industri Makanan dan Minuman
Rhizopus oryzae tumbuh dan mengaitkan butir-butir kedelai menjadi tempe.
Rhizopus dapat mengubah amilum dalam kedelai menjadi gula dan dapat memecah protein
dan lemak yang ada di dalam sel-sel kedelai dan kacang, sehingga tempe itu mudah
dicerna oleh pencernaan kita. Saccharomyces, sering disebut khamir atau yeast.

Mengenal Dunia Fungi

29

Jenisnya banyak, antara lain, Saccharomyces cerevisiae dan Saccharomyces ovale,


keduanya dimanfatkan untuk membuat tape, alkohol dan roti. Sedang Saccharomyces
sake digunakan untuk membuat sake (minuman khas jepang). Dalam keadaan anaerob, bila
substratnya
mengandung
senyawa
karbohidrat,
Saccharomyces
akan
menghasilkan
fermen,
yang
dapat
mengubah gula menjadi alkohol dan
karbondioksida dengan membebaskan
senyawa energi.
Selain itu, jamur juga merupakan
makanan bagi manusia, seperti Agaricus

campestris,

Volvariella

volvacea

(mengandung
protein,
lemak,
dan
glikogen), Lentinus edodes, Pleurotes,

Tuber melanosporum, Boletus sp.,


Cantharellus cibaricus, dan lain-lain.
Aspergillus wentii dimanfaatkan untuk
membuat kecap, sake, dan tauco. Aspergillus oryzae digunakan untuk mengempukkan
adonan roti. Penicillium camemberti dan penicillium roqueforti banyak digunakan untuk
meningkatkan kualitas keju. Neurospora crassa digunakan untuk membuat oncom.
Mengenal Dunia Fungi

30

b. Bidang Industri
Rhizopus nigricans merupakan jenis jamur yang dapat digunakan untuk produksi
asam fumarat, sedangkan Rhizopus nodusus dapat digunakan untuk produksi asam laktat.
Beberapa jenis lain juga dimanfaatkan dalam industri alkohol dan untuk mengempukkan
daging. Ada pula jenis lain yang mampu memproduksi pigmen kuning yang digunakan untuk
memberi warna pada margarin. Aspergillus wentii digunakan untuk membuat asam sitrat,
asam oksalat, dan asam formiat. Aspergillus niger digunakan untuk menghilangkan
oksigen dari sari buah dan menjernihkannya. Trichoderma sp. adalah jamur yang bisa
menghasilkan enzim selulose.
c. Bidang Kedokteran
Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum adalah jenis jamur yang
menghasilkan penisilin, yaitu zat antibiotik. Alexander Fleming adalah orang pertama
yang menemukan zat antibiotik tersebut. Pada divisi Zygomycotina, sedikitnya ada 2
jenis Rhizopus yang digunakan secara komersial dalam industri pil kontrasepsi dan
anestesi, yaitu Rhizopus arrhizus dan Rhizopus nigricans. Ganoderma lucidum digunakan
sebagai bahan obat-obatan.

2. Peran Merugikan

Selain peran menguntungkan, jamur juga memiliki peran yang merugikan. Jamur
dapat menurunkan kuantitas makanan maupun bahan-bahan lain yang penting bagi

Mengenal Dunia Fungi

31

manusia. Jamur dapat juga menyerang bahan-bahan industri yang bernilai ekonomi
seperti kulit, kayu, tekstil, dan bahan-bahan baku pabrik lainnya. Jamur juga dapat
berperan sebagai agen-agen penyakit. Jamur pada umumnya lebih sering menyebbkan
penyakit pad tumbuhan dibandingkan pada hewan atau manusia. Berikut contoh jamur
yang merugikan beserta penyakit yang ditimbulkannya:

NO.

Jenis Jamur

Aspergillus flavus

Aspergillus fumigatus

Amanita phalloides

Ustilago maydis
Epidermophyton
floocosum
Microsporum sp. dan
Trichophyton sp.
Helminthosporium
oryzae

5
6
7

Penyakit yang Ditimbulkan


Menghasilkan aflatoksin, menyebabkan kanker pada
manusia
Kanker pada paru-paru burung
Mengandung racun balin yang menyebabkan kematian
bagi yang memakannya
Parasit pada tanaman jagung dan tembakau
Penyakit kaki atlet
Menyebabkan kurap atau panu
Parasit dan merusak kecambah dan tubuh buah serta
menimbulkan noda-noda berwarna hitam pada inang

Mengenal Dunia Fungi

32

Candida albicans

Pneumonia carinii

10

Albugo sp.

Infeksi pada vagina


Penyakit pneumonia pada paru-paru manusia.
Parasit pada tanaman pertanian

INTERMEZZO
Jamur Menguntungkan
1. Jamur Kuping (Auricularia auricula )
a. Ciri-ciri

Mempunyai tubuh buah yang bertekstur jelly yang unik.


Bagian tubuh buah dari jamur kuping berbentuk seperti
mangkuk atau kadang dengan cuping.

Warna tubuh buah jamur ini pada umumnya hitam atau


cokelat kehitaman, tetapi ada pula yang memiliki warna
cokelat tua seperti kuping. Memiliki diameter 2-15 cm,
tipis berdaging, dan kenyal.

Makroskopis atau mudah dilihat dengan mata telanjang.


Miseliumnya bersekat.

Mengenal Dunia Fungi

33

Cara reproduksi vegetatif dari jamur kuping adalah dengan membentuk


tunas, dengan konidia, dan fragmentasi miselium. Sedangkan reproduksi
generatif jamur kuping adalah dengan menggunakan alat yang disebut
basidium.

b. Manfaat

Jamur kuping dapat dijadikan bahan makanan bagi manusia.


Mengurangi panas dalam dan rasa sakit pada kulit akibat luka bakar.
Bila jamur kuping dipanaskan maka lendir yang dihasilkannya memiliki
khasiat sebagai penangkal (menonaktifkan) zat-zat racun yang terbawa
dalam makanan, baik dalam bentuk racun nabati, racun residu pestisida,
maupun racun berbentuk logam berat.
Kandungan senyawa yang terdapat dalam lendir jamur kuping juga
efektif untuk menghambat pertumbuhan karsinoma dan sarkoma (sel
kanker) hingga 80-90%.
Sebagai zat anti koagulan (mencegah dan menghambat proses
penggumpalan darah).
Mengatasi penyakit darah tinggi (hipertensi).
Mengatasi kekurangan darah (anemia).
Mengobati penyakit wasir (ambeien).
Memperlancar proses buang air besar.

Mengenal Dunia Fungi

34

2. Trichoderma sp.
a. Ciri-ciri

Mempunyai konidiafor bercabang dan tidak teratur, serta tidak


membentuk berkas (sapu).
Konidium (fialospora) jorong, bersel satu, konidium berwarna hijau-biru.
Pada umumnya mempunyai daya antagonistic terhadap jamur-jamur
parasit.
Koloninya berwarna hijau muda sampai hijau tua. Koloni Trichoderma
yang masih muda berwarna putih, kemudian menjadi hijau muda atau
hijau tua. Warna tergantung dari spesies dan umur koloni.
Memproduksi konidia aseksual berbentuk globus dengan konidia tersusun
seperti buah anggur dan pertumbuhannya cepat.
Hifa tumbuh menjalar dan berseptum.
Konidiofornya banyak dan bercabang tetapi tidak melingkar. Cabang
konidiofor pendek dan letaknya berlawanan, dengan segmen pucuknya
membentuk konidia.
Konidianya berupa konidia hialin berwarna hijau, berbentuk bulat atau
lonjong dengan permukaan halus sampai kasar.

b. Manfaat
Mengenal Dunia Fungi

35

Walaupun jamur Trichoderma sp. merupakan salah satu jenis jamur


mikroparasit, artinya bersifat parasitik terhadap jenis jamur lain namun
Trichoderma sp mempunyai kemampuan untuk mengkolonisasi rhizosfer dengan
cepat dan melindungi akar dari serangan jamur penyakit, mempercepat
pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil produksi tanaman.

3. Penicillium sp.
a. Ciri-ciri

Hidup secara saprofit di berbagai tempat, terutama pada substrat yang


mengandung gula (seperti nasi, roti, dan buah yang telah ranum).
Konidiofornya berbentuk seperti sikat/kuas.
Berkembang biak secara vegetatif dengan membentuk konidia. Konidia
dibentuk di ujung hifa.
Reproduksi generatif dengan membentuk askus, namun reproduksi ini
sulit ditemukan.
Hifa pembawa konidia disebut konidiofor. Sehingga setiap konidia dapat
tumbuh membentuk jamur baru.

b. Manfaat

Di bidang industri, Penicillium bermanfaat untuk memproduksi keju


(Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti).

Mengenal Dunia Fungi

36

Mengharumkan keju dengan cara menurunkan kadar kasein pada bahan


keju.
Untuk pengawetan jus buah (Penicillium chryzogenum).
Untuk produksi antibiotik yang dikenal dengan penisilin (Penicillium
notatum)
Efektif untuk memberantas bakteri gram positif yang berbentuk kokus,
misalnya melawan infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus.

4. Saccharomyces cereviseae
a. Ciri-ciri

Mikro strukturnya terdiri dari kapsul, dinding sel, membrane sitoplasma,


nukleus, vakoula, mitokondria, globula dan sitoplasma. pada sel-sel yang
muda sangat tipis, namun semakin lama semakin menebal.
Pada dinding sel terdapat struktur yang disebut bekas lahir (bekas yang
timbul dari pembentukan oleh sel induk) dan bekas tunas (bekas yang
timbul akibat pembentukan anak sel). Setiap sel hanya dapat memiliki
satu bekas lahir, namun bisa membentuk banyak bekas tunas.
Saccharomyces cerevisiae dapat membentuk 9 sampai 43 tunas dengan
rata-rata 24 tunas per sel.
Globula Lipid Saccharomyces cerevisiae mengandung lipid dalam jumlah
sangat sedikit. Lipid ini disimpan dalam bentuk globula yang dapat dilihat

Mengenal Dunia Fungi

37

dengan mikroskop setelah diberi pewarna lemak seperti Hitam Sudan


atau Merah Sudan.
Spora berbentuk bulat atau oval dengan permukaan halus.

b. Manfaat

Saccharomyces cereviseae berfungsi dalam pembuatan roti dan bir,


karena Saccharomyces bersifat fermentatif kuat (memecah glukosa menjadi
karbondioksida dan alkohol).

5. Mikoriza vesikuler-arbuskular
a. Ciri-ciri

MVA merupakan salah satu kelompok endomikoriza dari familia


Endogonaceae, yang memiliki ciri khusus, yaitu adanya vesikula dan
arbuskula.
Vesikula berupa badan berbentuk bulat, oval atau tidak beraturan, yang
terbentuk dari penggelembungan ujung hifa terminal di dalam atau di
antara sel-sel korteks, berfungsi sebagai alat penyimpan cadangan
makanan yang kemudian ditransfer ke inangnya dengan cara dicerna.
Arbuskula adalah struktur seperti haustoria, merupakan struktur yang
esensial pada semua asosiasi jamur MVA, berperan dalam transfer zat
hara dua arah antara jamur dan inangnya.

Mengenal Dunia Fungi

38

b. Manfaat

Memperbaiki hasil tumbuhan dan mengurangi masukan pupuk pada


tanaman pertanian. Dengan cara meningkatan penyerapan fosfat diiringi
dengan peningkatan penyerapan hara lain, seperti nitrogen (N), seng
(Zn), tembaga (Cu), dan belerang (S).
MVA memperluas ruang tanah yang dapat dijangkau oleh tanaman inang.
Inokulasi ini dapat mengarah pada menurunnya penggunaan pupuk P.
Meningkatkan ketersediaan hara.
Meningkatkan toleransi tumbuhan terhadap kurangnya pasokan air.
MVA memengaruhi ketahanan tumbuhan inang terhadap serangan
penyakit. MVA dapat mengurangi pengaruh serangan jamur patogen, juga
dapat mengurangi serangan nematoda. Sebaliknya, tumbuhan yang
terinfeksi MVA menurun ketahanannya terhadap serangan virus.
Memperbaiki struktur agregasi tanah.

Jamur Merugikan
1. Phytum sp.
a. Ciri-ciri

Hidup saprofit di tanah lembab.

Mengenal Dunia Fungi

39

Struktur tubuh jamur Phytium dari golongan Ascomycotina ini


multiseluler atau uniseluler.
Tubuhnya terdiri atas benang-benang yang bersekat.
Berukuran kecil, berfilamen.
Oospora memiliki diameter 17 19 mikrometer, hifa tidak bersekat dan
umumnya memiliki lebar 4 6 mikrometer. Sporangia panjangnya
bervariasi dari 50 1000 um dan umumnya memiliki cabang banyak
(multi).
Jamur Phytium sp. mempunyai miselium kasar, lebarnya kadang-kadang
sampai 7 mikrometer.

b. Kerugian

Menyebabkan penyakit pada pembibitan dan damping off atau rebah

semai.

2. Phytophthora infestan
a. Ciri-ciri

Miseliumnya tidak bersekat. Warna miselium putih, jika tua mungkin


agak cokelat kekuningan; kebanyakan sporangium berwarna kehitaman.
Hifanya berkembang sempurna.

Mengenal Dunia Fungi

40

Phytopthora

memiliki

sporangium yang berbentuk bulat telur.


Phytophthora infestans memproduksi spora aseksual yang disebut
sporangia.
Hialin berbentuk seperti jeruk nipis, panjang 20-40.

b. Kerugian

Jamur Phytophthora infestan menyebabkan penyakit busuk pada daun.

3. Fusarium oxyporum
a. Ciri-ciri

Termasuk golongan Fusarium sp. karena struktur tubuhnya terdiri dari


miselium bersekat (septa) dan membentuk percabangan dengan
diameter 2-4 m.
struktur fialidnya berupa monofialid atau polifialid dan berbentuk
soliter.
Reproduksi aseksual menggunakan mikrokonidia yang terletak pada
konidiospora yang tidak bercabang dan makrokonidia yang terletak pada
konidiospora bercabang.

b. Kerugian
daun.

Jamur Fusarium oxyporum menyebabkan penyakit garis kuning pada

Mengenal Dunia Fungi

41

4. Pucinia polysora U.
a. Ciri-ciri

Mempunyai uredospora berwarna kekuningan sampai keemasan,


berbentuk elip, berukuran 20-29 x 29-40 m.
Tebal dinding spora 1-1,5 m dengan 4-5 lubang.
Teliospora berwarna cokelat, halus, elip, kedua ujungnya membulat,
ukuran 18-27 x 29-41 m, mudah lepas, dua sel, timbul pada tangkai
pendek ukuran 10-30 m. Aeciosporanya belum diketahui.
Suhu optimum 27-280oC.

b. Kerugian

Pucinia polysora U. menyebabkan karat pada jagung disebabkan oleh


tiga spesies dari dua negara yaitu Puccinia sorghi Scw., Pucinia polysora
Underw dan Physopella zeae (Mains) Cunmins.

5. Phakopsora pachyrhizi Syd.


a. Ciri-ciri

Mempunyai uredium pada sisi bawah dan atas, daun cokelat muda sampai
cokelat, bergaris tengah 100-200 m, sering kali tersebar merata
memenuhi permukaan daun.

Mengenal Dunia Fungi

42

Parafisa pangkalnya bersatu, membentuk penutup yang mirip dengan


kubah di atas uredium. Parafisa membengkok, hialin berwarna jerami
dengan ruang sel sempit. Ujungnya berukuran 7,5-1,5 m dengan
panjang 20-47 m.

b. Kerugian

Phakopsora pachyrhizi Syd. menyebabkan penyakit karat pada tanaman

kedelai dan bisa menyebakan hampa pada polong. Jika serangannya kuat, daundaunnya rontok. Apabila tanaman yang terserang ini disentuh, sporanya akan
beterbangan, kemudian akhirnya hinggap menyerang tanaman yang masih
sehat. Di samping karena sentuhan, spora tersebut bisa terbawa oleh angin.

Mengenal Dunia Fungi

43

Tahukah Kamu?
Jamur
pada
awalnya
diklasifikasikan sebagai tumbuhan
karena
kesamaan
morfologi.
Namun setelah dilakukan analisis
filogenik, jamur dimasukkan ke
dalam kelompok yang berbeda.

Mengenal Dunia Fungi

44

E. Ada Berapa Klasifikasi dalam Kingdom Fungi?

amur dipelajari secara spesifik di dalam cabang biologi yang disebut dengan
mikologi. Para ahli mikologi (mycologist) mengelompokkan kingdom ini ke dalam

4 divisi. Dasar yang digunakan dalam klasifikasi ini adalah persamaan ciri-ciri. Salah satu
ciri jamur adalah bereproduksi dengan spora, baik spora berflagela maupun spora tidak
berflagela. Jenis-jenis jamur yang sporanya berflagela dikelompokan dalam kingdom
Protista yaitu Myxomycotina dan Oomycotina. Sedangkan yang memiliki spora tidak
berflagela dimasukkan ke dalam kingdom Fungi dan dibagi menjadi 3 divisi, yaitu divisi
Zygomycotina, divisi Ascomycotina, dan divisi Basidiomycotina. Dasar klasifikasi ketiga
divisi tersebut adalah cara reproduksi seksual. Sedangkan jamur-jamur yang reproduksi
seksualnya belum diketahui, diklasifikasikan ke dalam satu divisi, yang disebut dengan
divisi Deuteromycotina.

1. Zygomicotina
Divisi Zygomicotina memiliki anggota yang hampir semuanya hidup di habitat
darat, kebanyakan hidup sebagai saprofit. Tubuhnya bersel banyak, berbentuk benang
(hifa) yang tidak bersekat, dinding sel dari kitin, dan tidak menghasilkan spora yang
berflagella. Reproduksi Zygomycotina terjadi secara seksual dan aseksual. Pada

Mengenal Dunia Fungi

45

reproduksi seksual, jamur ini menghasilkan zigospora. Sedangkan reproduksi aseksualnya


dengan perkecambahan (germinasi) spora. Spora tersebut tersimpan di dalam
sporangium (kotak spora). Jika spora matang, sporangium akan pecah, sehingga spora
menyebar terbawa angin. Apabila spora tersebut jatuh di tempat yang sesuai, maka
spora akan tumbuh menjadi hifa baru.
Reproduksi seksual atau generatif dilakukan dengan cara konjugasi. Proses ini
diawali ketika dua hifa yang berlainan jenis, yaitu hifa (+) dan hifa (-), saling
berdekatan. Masing-masing hifa pada sisi-sisi tertentu mengalami pembengkakan dan
perpanjangan pada bagian- bagian tertentu, disebut gametangium. Kemudian, kedua
gametangium tersebut bertemu dan kedua intinya melebur membentuk zigot. Zigot
kemudian berkembang menjadi zigospora (diploid). Pada tahapan berikutnya, zigospora
tumbuh, dindingnya menebal dan berwarna hitam. Inti diploid (2n) mengalami meisosis,
menghasilkan inti haploid (n). Pada lingkungan yang sesuai, zigospora akan tumbuh dan
membentuk sporangium.

Mengenal Dunia Fungi

46

Daur Hidup Zygomycotina

Reproduksi Seksual Pada Zygomycotina

Zygomycotina memiliki beberapa jenis yang mudah dijumpai dalam kehidupan


sehari-hari. Beberapa diantaranya merupakan jamur pada makanan. Jenis-jenis jamur
tersebut antara lain:

Mengenal Dunia Fungi

47

a. Rhizopus stolonifera
Jamur ini tampak seperti benang-benang berwarna putih dan memiliki rizoid
dan stolon. Merupakan saprofit yang hidup pada bungkil kedelai dan
bermanfaat dalam pembuatan tempe.
b. Rhizopus nigricans
Jamur ini dapat menghasilkan asam fumarat.

c. Mucor mucedo

Jamur ini hidup secara saprofit. Sering dijumpai


pada roti, sisa-sisa makanan, dan kotoran ternak.
Miselium jamur ini berkembang di dalam substrat. Memiliki sporangium yang
dilengkapi oleh sporangiofor.
d. Pilobolus sp.
Jamur ini sering disebut pelempar topi atau cap thrower, karena bila
sporangiumnya telah masak, jamur ini bisa melontarkannya sampai sejauh 8
meter. Spora tersebut kemudian melekat pada rumput atau tumbuhan lain.
Ketika tumbuhan tersebut dimakan hewan, spora jamur yang melekat tersebut
akan berkecambah di dalam saluran pencernaan dan akan tumbuh pada kotoran
yang dikeluarkan hewan tersebut.

Mengenal Dunia Fungi

48

2. Ascomycotina
Tubuhnya bersel satu dan bersel banyak, yang bersel banyak membentuk hifa
bersekat. Divisi Ascomycotina merupakan jamur yang reproduksi seksualnya dengan
membuat askospora di dalam askus (ascus = sac atau kantung/pundi-pundi). Askus adalah
semacam

sporangium

yang

menghasilkan

askospora.

Beberapa

askus

biasanya

mengelompok dan berkumpul membentuk tubuh buah yang disebut askorkarp atau
askoma (jamak, askomata). Askomata bisa berbentuk mangkok, botol, atau seperti balon.
Hifa dari Ascomycotina umumnya monokariotik (uninukleat atau memiliki inti tunggal)
dan sel-selnya dipisahkan oleh septa sederhana. Tubuhnya ada yang berupa uniseluler

Mengenal Dunia Fungi

49

dan ada pula yang multiseluler. Hidup sebagai saprofit dan parasit. Beberapa jenis
diantaranya dapat juga bersimbiosis dengan makhluk hidup ganggang hijau-biru dan
ganggang hijau bersel satu membentuk lumut kerak.
Siklus hidup Ascomycotina dimulai dari askospora yang tumbuh menjadi benang
(hifa) yang bercabang-cabang. Kemudian, salah satu dari beberapa sel pada ujung hifa
berdiferensiasi menjadi askogonium, yang ukurannya lebih lebar dari hifa biasa.
Sedangkan ujung hifa yang lainnya membentuk Anteridium. Anteridium dan Askogonium
tersebut letaknya berdekatan dan memiliki sejumlah inti yang haploid. Pada askogonium
tumbuh trikogin yang menghubungkan askogonium dengan anteredium. Melalui trikogin
ini inti dari anteredium pindah ke askogonium dan kemudian berpasangan dengan inti
askogonium. Selanjutnya, pada askogonium tumbuh sejumlah hifa yang disebut hifa
askogonium. Inti-inti membelah secara mitosis dan tetap berpasangan. Hifa askogonium
tumbuh membentuk septa bercabang. Bagian askogonium berinti banyak, sedangkan pada
bagian ujungnya berinti dua. Bagian ujung inilah yang akan tumbuh menjadi bakal askus.
Reproduksi aseksual pada Ascomycotina adalah dengan cara membentuk tunas dan
spora aseksual. Pembentukan tunas terjadi pada jamur uniseluler dan spora aseksual
pada jamur terjadi pada jamur multiseluler. Spora aseksual tersebut terbentuk pada

Mengenal Dunia Fungi

50

ujung hifa khusus yang disebut konidiofor dan sporanya disebut konidia. Konidia
merupakan spora yang dihasilkan secara eksternal, yaitu di luar kotak spora atau
sporangium.

Reproduksi Seksual Ascomycotina

Daur Hidup Ascomycotina

Mengenal Dunia Fungi

51

Reproduksi Aseksual Ascomycotina

Alat Reproduksi pada Ascomycotina

Berikut adalah beberapa contoh jamur anggota Divisi Ascomycotina.


a. Saccharomyces cerevisiae

Saccharomyces cerevisiae merupakan jamur mikroskopis, bersel tunggal

dan tidak memiliki badan buah, sering disebut sebagai ragi, khamir, atau yeast.
Reproduksi vegetatifnya dengan membentuk kuncup atau tunas (budding). Pada
kondisi optimal, khamir dapat membentuk lebih dari 20 tunas. Tunas-tunas

Mengenal Dunia Fungi

52

tersebut semakin membesar dan akhirnya terlepas dari sel induknya. Tunas
yang terlepas ini kemudian tumbuh menjadi individu baru.
Reproduksi generatif terjadi dengan membentuk askus dan askospora.
Askospora dari 2 tipe askus yang berlainan bertemu dan menyatu menghasilkan
sel diploid. Selanjutnya terjadi pembelahan secara meiosis, sehingga beberapa
askospora (haploid) dihasilkan lagi. Askospora haploid tersebut berfungsi
secara langsung sebagai sel ragi baru. Cara reproduksi seksual ini terjadi saat
reproduksi aseksual tidak bisa dilakukan, misalnya bila suplai makanan
terganggu atau lingkungan hidupnya tidak mendukung. Dalam kehidupan
manusia, Saccharomyces cerevisiae dimanfaatkan dalam pembuatan roti, tape,
peuyeum, minuman anggur, bir, dan sake. Proses yang terjadi dalam pembuatan
makanan tersebut adalah fermentasi.
b. Penicillium sp.

Penicillium

hidup sebagai saprofit pada substrat yang banyak


mengandung gula, seperti nasi, roti, dan buah yang telah ranum. Pada substrat
gula tersebut, jamur ini tampak seperti noda biru atau kehijauan. Reproduksi
jamur Penicillium berlangsung secara vegetatif (konidia) dan secara generatif
(askus). Beberara contoh jamur anggota genus Penicillium antara lain:
Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum: kedua jenis Penicillium
ini menghasilkan zat antibiotik (penisilin)

Mengenal Dunia Fungi

53

Penicillium roquefortii dan Penicillium camemberti: kedua jenis jamur ini


biasa dimanfaatkan dalam memberti cita rasa atau mengharumkan keju.
c. Aspergillus sp.
Jamur
ini
biasanya
tumbuh
berkoloni pada makanan, pakaian, dan
alat-alat rumah tangga. Koloni Aspergillus
berwarna abu-abu, hitam, coklat, dan
kehijauan. Distribusinya luas, dapat
tumbuh di daerah beriklim dingin maupun
daerah
tropis.
Reproduksi
secara
vegetatif dengan konidia yang disebarkan
oleh angin. Beberapa jenis jamur anggota Aspergillus adalah:
Aspergillus oryzae: jamur ini biasa digunakan untuk mengempukkan
adonan roti dan menghasilkan enzim protease.
Aspergillus wentii: berperan dalam dalam pembuatan sake, kecap, tauco,
asam sitrat, asam oksalat, dan asam format, serta penghasil enzim
protease.
Aspegillus niger: jenis ini dimanfaatkan untuk menghilangkan gas O2
dari sari buah dan menjernihkannya. Jamur ini juga dapat menghasilkan
enzim glukosa oksidase dan pektinase.

Mengenal Dunia Fungi

54

Apergillus flavus: jenis Aspergilus ini menghasilkan aflatoksin dan


merupakan penyebab kanker pada manusia.
Apergillus nidulans: jamur ini hidup sebagai parasit pada telinga dan
menyebabkan automikosis (penyakit pada telinga).
Aspergillus fumigates: merupakan jamur yang dapat menyebabkan
penyakit kanker pada paru-paru burung.

d. Neurospora crassa

Neurospora crassa dikenal sebagai jamur oncom karena sering digunakan

untuk membuat oncom. Warna merah muda atau jingga yang muncul pada oncom
merupakan warna konidia jamur tersebut. Awalnya jenis ini dikelompokkan ke
dalam divisi Deuteromycotina dengan nama Monilia sitophila, namun setelah
ditemukan alat reproduksi generatifnya, berupa askus, sekarang jamur ini
dimasukkan ke dalam kelompok Ascomycotina.
e. Morchella deliciosa dan Morchella esculenta
Kedua jenis jamur ini merupakan jamur makroskopis dan hidup di tanah.
Karena rasanya yang lezat, jamur ini menjadi konsumsi manusia. Dalam dunia
perdagangan, jamur ini dikenal dengan nama morel, ukuran tubuhnya sedang,
berwarna coklat kemerahan, tubuhnya seperti spons, dan sering dijual dalam
bentuk awetan.

Mengenal Dunia Fungi

55

3. Basidiomycotina

Divisi Basidiomycotina bereproduksi secara seksual dengan membentuk basidia


yang kemudian menghasilkan basidiospora di dalam tubuh buah yang disebut basidioma
atau basidiokarp. Basidia tersebut bisa berkembang dalam bentuk seperti insang, poripori, gigi, atau struktur lain. Hifa pada Basiomycotina umumnya dikariotik (binukleat,
dengan 2 inti) dan terkadang memiliki hubungan yang saling mengapit. Sel-sel tersebut
dipisahkan oleh septa yang kompleks. Anggotanya kebanyakan berupa jamur
makroskopis. Kelompok ini memiliki miselium yang bersekat dan memiliki tubuh buah yang

Mengenal Dunia Fungi

56

panjang, berupa lembaran- lembaran, yang berliku-liku atau bulat. Jamur ini umumnya
hidup saprofit dan parasit, umumnya berkembang biak secara aseksual dengan konidium.
Siklus hidup Basidiomycota dimulai dari spora basidium atau konidium yang
tumbuh menjadi hifa yang bersekat dengan 1 inti (monokariotik). Hifa tersebut
kemudian tumbuh membentuk miselium. Hifa-hifa yang berbeda, hifa (+) dan hifa (-),
bersinggungan pada masing- masing ujungnya dan melebur diikuti dengan larutnya
masingmasing dinding sel. Kemudian inti sel dari salah satu sel pindah ke sel yang lainnya,
sehingga sel tersebut memiliki 2 inti sel (dikariotik). Sel dikariotik tersebut akhirnya
tumbuh menjadi miselium dikariotik dan selanjutnya menjadi tubuh buah (basidiokarp).
Basidiokarp memiliki bentuk seperti payung. Pada bagian bawahnya terdapat
basidium yang terletak pada bilah-bilah (lamela). Masing-masing basidium memiliki 2 inti
(2n). Kemudian 2 inti tersebut mengalami meiosis dan akhirnya terbentuk 4 inti haploid.
Jika lingkungan memungkinkan, inti haploid tersebut akan tumbuh menjadi spora
basidium atau disebut juga spora seksual. Begitu seterusnya membentuk siklus hidup
Basidiomycotina.

Mengenal Dunia Fungi

57

Reproduksi pada Basidimycotina

Berbagai jenis jamur yang kita konsumsi dalam kehidupan sehari-hari adalah
anggota Basidiomycotina. Jenis-jenis tersebut antara lain:
a. Volvariella volvacea (jamur merang)
Jamur ini mempunyai tubuh buah berbentuk seperti payung, terdiri atas
lembaran-lembaran (bilah), yang berisi basidium. Tubuh buahnya berwarna
putih kemerah-merahan. Jamur ini merupakan sumber protein, kadar kalorinya
tinggi, tetapi kadar kolesterolnya rendah. Karena memiliki nilai ekonomi yang
tinggi, jamur ini banyak dibudidayakan.

Mengenal Dunia Fungi

58

b. Auricularia polythrica
Jamur ini merupakan jamur saprofit pada kayu yang mati. Tubuh
buahnya berbentuk seperti daun telinga (kuping), berwarna merah kecoklatcoklatan. Rasanya enak dan bisa dimakan seperti sayuran. Jamur ini pun
sekarang sudah banyak dibudidayakan.

c. Amanita phalloides
Amanita phalloides merupakan salah satu anggota
suku Amanitaceae. Amanita merupakan cendawan yang

indah, tetapi juga merupakan cendawan yang mematikan di


bumi, mengandung cukup racun untuk membunuh seorang
dewasa hanya dengan sepotong tubuhnya. Jamur ini hidup
sebagai saprofit pada kotoran hewan ternak, memiliki
tubuh buah berbentuk seperti payung.
d. Puccinia graminis (jamur karat)
Jamur ini hidup parasit pada daun rumput-rumputan (Graminae),
tubuhnya makroskopik, tidak memiliki tubuh buah, dan sporanya berwarna
merah kecoklatan seperti warna karat.

Mengenal Dunia Fungi

59

4. Deutromycotina

Beberapa jamur yang belum diketahui alat reproduksi generatifnya dimasukkan ke


dalam Deuteromycotina. Kelompok jamur ini juga sering disebut dengan jamur tidak
sempurna atau the imperfect fungi. Jamur ini tidak mengalami reproduksi seksual atau
mereka menunjukkan tahap aseksual (anamorph) dari jamur yang memiliki tahap seksual
(teleomorph). Jamur ini menyerupai Ascomycotina (septanya sederhana). Jadi, kelompok
ini bisa dikatakan sebagai keranjang sampah, tempat sementara untuk menampung
jenis-jenis jamur yang belum jelas statusnya. Apabila pada penelitian berikutnya
ditemukan cara reproduksi seksualnya, maka suatu jenis jamur anggota Deuteromycotina

Mengenal Dunia Fungi

60

akan bisa dikelompokkan ke dalam divisi Ascomycotina atau divisi Basidiomycotina.


Contohnya adalah Neurospora crassa yang saat ini dimasukkan ke dalam kelompok
Ascomycotina.
Semua jamur anggota divisi ini bereproduksi secara aseksual dengan konidia.
Konidia dibentuk diujung konidiosfora secara langsung pada hifa yang bebas. Beberapa
jenis jamur ini hidup pada dedaunan dan sisa-sisa tumbuhan yang tenggelam di dasar
sungai yang berarus deras. Beberapa kelompok yang lain merupakan parasit pada
protozoa dan hewan-hewan kecil lainnya dengan berbagai cara. Beberapa jenis juga
ditemui pada semut dan sarang rayap. Beberapa lagi merupakan jamur parasit pada
hewan-hewan kecil yang mengembangkan unbranched body di dalam tubuh inangnya,
kemudian secara perlahan-lahan menyerap nutrien sampai inang tersebut mati. Setelah
itu, jamur tersebut memproduksi rantai spora yang mungkin menempel atau termakan
oleh hewan-hewan lain yang akan menjadi inang selanjutnya. Cara lain adalah dengan
menangkap mangsanya dengan hifa yang dapat menusuk, dengan menumpangi dan melekat
pada Amoeba.
Salah satu kelompok jamur yang menghuni tanah mampu menangkap cacing
Nematoda dengan membentuk cincin hifa. Ukuran cincin hifa tersebut lebih kecil dari
ukuran tubuh Nematoda dan runcing pada kedua ujungnya. Ketika Nematoda
memasukkan kepalanya ke dalam cincin hifa, cacing tersebut cenderung berusaha keluar
dengan bergerak maju, bukan mundur, sehingga terjebak pada kumparan hifa jamur.

Mengenal Dunia Fungi

61

Setelah berhasil menjerat korbannya, jamur kemudian membentuk haustoria yang


tumbuh menembus ke dalam tubuh cacing dan mencernanya.
Pada manusia, jamur anggota divisi Deuteromycotina umumnya menyebabkan
penyakit. Epidermophyton floocosum menyebabkan penyakit kaki atlet, sedangkan
Microsporum sp. dan Trichophyton sp. menyebabkan penyakit kurap atau panu. Karena
hidup dikulit, kedua jamur tersebut sering disebut juga sebagai dermatophytes. Jenis
lain yang merupakan penyebab penyakit pada manusia adalah Candida albicans. Jamur
mikroskopis ini memiliki bentuk tubuh mirip ragi, tetapi sifat hidupnya adalah parasit.
Penyakit yang ditimbulkannya adalah penyakit keputihan yang terjadi karena adanya
infeksi pada vagina.

Mengenal Dunia Fungi

62

Latihan Soal
A. Multiple Choices
1. Pembuatan oncom memerlukan jenis jamur yang dikenal dengan nama
ilmiah....

a.
b.
c.
d.
e.

Ustilago maydis
Aspergillus wentii
Monilia sitophila
Mucor mucedo
Neurospora crassa

a.
b.
c.
d.
e.

Dinding selnya dari kitin atau selulosa


Hifanya ada yang tidak bersekat melintang
Membentuk spora
Tidak memiliki klorofil
Bersifat autotrof

2. Jamur tidak dapat digolongkan ke dalam tumbuhan karena....

Mengenal Dunia Fungi

63

3. Rhizopus adalah jamur yang dimanfaatkan manusia untuk pembuatan


tempe. Pembiakan secara generatif dari jamur tersebut terjadi dengan
pembentukan....
a. Rhizospora
b. Sporangiospora
c. Zygospora
d. Askospora
e. Basidiospora
4. Rhyzopus oryzae adalah fungi yang perkembangbiakan aseksualnya
dilakukan melalui....
a. Blastospora
b. Askospora
c. Konidiospora
d. Sporangiospora
e. Klamidospora
5. Berdasarkan sumber makanannya, dikenal dua macam jamur, yaitu jamur
saprofit dan parasit. Pernyataan mana yang benar?
Mengenal Dunia Fungi

64

a. Jamur saprofit merugikan karena hidup pada bahan makanan, bahan


sandang, juga bahan papan.
b. Jamur saprofit merugikan karena menghancurkan daun-daun yang
jatuh di tanah.
c. Jamur parasit merugikan karena umumnya menyebabkan penyakit.
d. Semua benar.
e. A dan C benar.
6. Jamur yang berguna untuk pembuatan kecap adalah....
a. Aspergillus
b. Neurospora
c. Rhizopus
d. Saccharomyces
e. Volvariella
7. Neurospora crassa adalah jamur yang bermanfaat dalam pembuatan....
a. Tape
b. Roti
c. Kecap
Mengenal Dunia Fungi

65

d. Oncom
e. Alkohol
8. Berikut ini adalah sifat jamur, kecuali....
a. Tubuh terdiri dari hifa
b. Eukariot
c. Menyukai habitat yang sedikit asam dan basah
d. Semuanya bersifat heterotrof
e. Membentuk endospora pada lingkungan yang sesuai
B. Essay
1. Jelaskan secara singkat mengapa fungi termasuk organisme yang
heterotrof, meskipun mempunyai ciri seperti tumbuhan, yaitu mempunyai
dinding sel!
2. Fungi dapat berkembang biak secara aseksual maupun seksual. Jelaskan
reproduksi aseksual dan seksual pada jamur tempe !
3. Fungi diklasifikasikan menjadi empat divisi. Sebutkan keempat divisi
tersebut dan jelaskan apa yang menjadi dasar klasifikasi dan penamaan
dari keempat divisi yang ada pada fungi!
Mengenal Dunia Fungi

66

4. Apakah perbedaan utama antara Ascomycotina dan Zygomycotina dalam


hal hifa dan reproduksi seksualnya?
5. Tempe pada awalnya berwarna putih, setelah disimpan beberapa hari
akan tampak berwarna hitam, mengapa demikian?
6. Apakah peranan jamur berikut:
a. Aspergillus flavus
b. Ustillago maydis
c. Saccharomyces cereviseae
7. Jelaskan istilah berikut:
a. Askokarp
b. Basidikarp
c. Konidiokarp
C. Teka-teki Silang
Mendatar:
1. Perkembangbiakan secara generatif pada Rhizopus.
2. Perkembangbiakan aseksual pada Rhyzopus oryzae.
3. Manfaat Neurospora crassa dalam pembuatan...
Mengenal Dunia Fungi

67

Menurun:
1. Penicillium adalah tumbuhan yang bersifat...
2. Volvariella volvacea membawa basidiosporanya pada bagian...
3. Alat hisap pada jamur.
1

3
2

Mengenal Dunia Fungi

68

Daftar Pustaka
Campbell, N. A. 2000. Biologi Jilid 2 Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
Anonim. Jamur. http://www.scribd.com/doc. 2007. Diakses pada tanggal 17 November
2014 pukul 20.34.
Sqonitaa. Jamur-Fungi. http://www.slideshare.net/ppt. 2010. diakses pada tanggal 14
November 2014 pukul 19.01.

Mengenal Dunia Fungi

69

Tentang Penulis
Nadya Zein, lahir di Pamekasan pada tanggal 21 September 1995.
Menyibukkan masa remajanya di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton
Probolinggo. Lulus MA ia mengambil S1-nya di Biology Education UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta. Saat ini ia aktif sebagai mahasiswa dan
juga sekaligus mahasantri di Pondok Pesantren Al-Umm Ciputat.
Ia dapat dihubungi di:
e-mail

: qcinta.allah69@gmail.com

facebook

: Nadya Zein

blogspot

: nadyazein07.blogspot.com

Mengenal Dunia Fungi

70

Mengenal Dunia Fungi