Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny.Hj.R

Umur

: 50 tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Alamat

: Jl. Lestari no 99 Pejarakan Pejeruk Karya Ampenan

Agama/Suku

: Islam/Sasak

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Status pernikahan

: Menikah

Tanggal Pemeriksaan : 19 Desember 2014


No. RM

: 122067

II. ANAMNESIS (Autoanamnesis dan Heteroanamnesis tanggal 19 Desember 2014)


Keluhan Utama

: benjolan pada lipat lutut kanan

Riwayat penyakit sekarang :


Pasien datang ke RSUD Kota Mataram dengan keluhan terdapat benjolan pada
lipat lutut kanan. Pasien maupun keluarga pasien tidak mengetahui sejak kapan benjolan
tersebut mulai ada. Tetapi benjolan dirasa semakin membesar secara perlahan dan menetap
sejak 3 bulan terakhir. Awalnya berukuran kira-kira sebesar kelereng dan sekarang
berukuran kira-kira sebesar kemiri. Benjolan dirasakan tidak nyaman dan nyeri terutama
pada saat berjalan sehingga terkadang kaki pasien terasa kaku. Nyeri dirasakan hingga ke
betis. Nyeri dirasakan hilang timbul. Nyeri terasa menjalar terutama saat naik tangga,
berjalan dan berdiri lama. Nyeri membaik saat pasien beristirahat. Benjolan tidak pernah
mengecil dan menurut pasien tidak dapat digerakkan. Benjolan tidak berwarna, tidak
bermata, kadang-kadang terasa nyeri dan tidak mengeluarkan cairan.
Pasien tidak mengeluhkan adanya benjolan di daerah lainnya. Dan pasien mengaku
sering naik turun tangga.
Riwayat penyakit dahulu
Pasien tidak memiliki riwayat penyakit asam urat
Pasien tidak memiliki riwayat gangguan sendi
Riwayat penyakit keluarga
Tidak ada keluarga yang pernah mengalami keluhan serupa
1

III. PEMERIKSAAN FISIK (tanggal 19 Desember 2014)


Keadaan umum

: Baik

GCS

: E4V5M6

Kesadaran

: Composmntis

Tanda Vital

Tekanan darah : 110/70 mmHg


Nadi

: 84 x / menit

Respirasi

: 20 x / menit

Suhu

: 36 C

Status generalisata
Kepala
Mata
Leher
Thorax

: Normocephali
: Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/: Kesan tenang
:

Paru
Inspeksi

: Simetris statis dinamis

Palpasi

: Stem fremitus kanan = kiri

Perkusi

: Sonor semua lapang paru

Auskultasi

: SD vesikular, Wheezing -/-, Rhonki -/-

Jantung
Inspeksi

: Iktus kordis tidak tampak

Palpasi

: Iktus kordis teraba

Perkusi

: Batas jantung dalam batas normal

Auskultasi

: S1-S2 tunggal reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi

: Datar

Palpasi

: Nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba,ballotmen ginjal

(-)
Perkusi

: Timpani

Auskultasi

: Bising usus (+) normal.

Ekstremitas

: akral hangat, Capillary refill 2 detik, edem (-)

Status lokalis
Regio popliteal dextra
Look

: Tampak benjolan sebanyak 1 buah, tidak hiperemis, tidak


mengeluarkan cairan, warna sama dengan kulit disekitar.

Feel

: Konsistensi kenyal, fluktuasi -, nyeri tekan +, tidak dapat


digerakkan, melekat pada dasar, batas kurangjelas, ukuran 7x5x3
cm, arteri poplitea dan dorsalis pedis teraba.

Movement :

kaki pasien masih bisa digerakan dan masih bisa dipakai berjalan,
tetapi kadang terasa nyeri dan kaku.

IV.

DIAGNOSIS BANDING
Soft Tissue Tumor :
Kista ganglion popliteal dextra (kista baker)
Lipoma

V.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

USG Poplitea

USG Poplitea Dextra


3

USG Poplitea Sinistra

VI.

DIAGNOSIS KERJA
Kista ganglion popliteal dextra (kista baker)

VII.

PENATALAKSANAAN

IVFD RL 28 TPM

Ceftriaxon 3x1 mg
Tindakan : Ekstirpasi + Biopsi

Foto Kista Baker pasien hasil ektirpasi

VIII. PROGNOSIS
Quo ad vitam

: ad bonam

Quo ad functionam

: ad bonam

Quo ad sanactionam : ad bonam

KISTA GANGLION
PENDAHULUAN
Kista Ganglion atau biasa disebut Ganglion merupakan kista yang terbentuk dari
kapsul suatu sendi atau sarung suatu tendon. Kista ini berisi cairan kental jernih yang mirip
dengan jelly yang kaya protein. Kista merupakan tumor jaringan lunak yang paling sering
didapatkan pada tangan. Ganglion biasanya melekat pada sarung tendon pada tangan
atau pergelangan tangan atau melekat pada suatu sendi; namun ada pula yang
tidak memiliki hubungan dengan struktur apapun. Kista ini juga dapat ditemukan di kaki.
Ukuran kista bervariasi, dapat bertambah besar atau mengecil seiring berjalannya waktu
dan bahkan menghilang. Selain itu kadang dapat mengalami inflamasi jika teriritasi.
Konsistensi dapat lunak hingga keras seperti batu akibat tekanan tinggi cairan yang
mengisi kista sehingga kadang didiagnosis sebagai tonjolan tulang. Dorsal wrist, volar
wrist, volar retinakular dan distal interfalangeal merupakan kista ganglion yang paling
sering ditemukan pada tangan dan pergelangan tangan. Ganglion terbesar terletak di
belakang lutut dan biasa disebut Kista Baker.
Ganglion timbul pada tempat-tempat berikut ini:
1. Pergelangan tangan punggung tangan ("dorsal wrist ganglion"), pada telapak
tangan ("volar wrist ganglion"),atau kadang pada daerah ibu jari. Kista ini berasal
dari salah satu sendi pergelangan tangan, dan kadang diperberat oleh cedera pada
pergelangan tangan.
2. Telapak tangan pada dasar jari-jari ("flexor tendon sheath cyst"). Kista ini berasal
dari saluran yang menjaga tendon jari pada tempatnya, dan kadang terjadi akibat
iritasi pada tendon - tendinitis.
3. Bagian belakang tepi sendi jari ("mucous cyst"), terletak di sebelah dasar kuku.
Kista ini dapat menyebabkan lekukan pada kuku, dan dapat menjadi terinfeksi dan
menyebabkan infeksi sendi walaupun jarang. Hal ini biasanya disebabkan arthritis
atau taji tulang pada sendi.
4. Di bagian belakang lutut (baker cyst). Kista ini berasal dari penumpukan cairan
sendi lutut. Yang bisasa disebabkan radang sendi rheumatoid, osteoarthritis, dan
terlalu banyak menggunakan lutut.

ANATOMI
6

Ganglion terjadi pada sendi, oleh karena itu perlu diketahui mengenai anatomi sendi.
Ganglion ditemukan pada sendi diartrodial yang merupakan jenis sendi yang dapat
digerakkan dengan bebas dan ditemukan paling sering pada wrist joint. Hal ini mungkin
diakibatkan banyaknya gerakan yang dilakukan oleh wrist joint sehingga banyak gesekan
yang terjadi antar struktur di daerah tersebut sehingga memungkinkan terjadinya reaksi
inflamasi dan pada akhirnya mengakibatkan timbulnya ganglion. Jenis sendi diartrodial
mempunyai unsur-unsur seperti rongga sendi dan kapsul sendi. Kapsul sendi terdiri dari
selaput penutup fibrosa padat serta sinovium yang membentuk suatu kantung yang
melapisi seluruh sendi dan membungkus tendon-tendon yang melintasi sendi. Lapisanlapisan bursa di seluruh persendian membentuk sinovium. Sinovium menghasilkan cairan
yang sangat kental yang membasahi permukaan sendi. Cairan sinovial normalnya bening,
tidak membeku, dan tidak berwarna. Jumlah yang ditemukan pada tiap sendi relatif sedikit
(1-3 ml). Asam hialuronidase adalah senyawa yang bertanggung jawab atas viskositas
cairan sinovial dan disintesis oleh sel-sel pembungkus sinovial. Bagian cair dari cairan
sinovial diperkirakan berasal dari transudat plasma. Cairan sinovial juga bertindak sebagai
sumber nutrisi bagi tulang rawan sendi.

EPIDEMIOLOGI
7

Kista ganglion merupakan tumor jaringan lunak yang paling sering ditemukan pada
tangan dan pergelangan tangan. Kista ini dapat terjadi pada berbagai usia termasuk anakanak; kurang lebih 15% terjadi pada usia di bawah 21 tahun. Tujuh puluh persen terjadi
pada dekade kedua dan keempat kehidupan. Perempuan tiga kali lebih banyak menderita
dibandingkan laki-laki.
Tidak ditemukan predileksi antara tangan kanan dan kiri, dan tampaknya pekerjaan
tidak meningkatkan resiko timbulnya ganglion, namun referensi lain menyebutkan bahwa
ganglion banyak ditemukan pada pesenam dimana terjadi tekanan yang besar pada
pergelangan tangan.
ETIOLOGI
Penjelasan yang paling sering digunakan untuk mengungkapkan pembentukan
kista hingga degenerasi mukoid dari kolagen dan jaringan ikat. Teori ini menunjukkan
bahwa sebuah ganglion mewakili struktur degeneratif yang melingkupi perubahan miksoid
dari jaringan ikat. Teori yang lebih baru, yang dipostulasikan oleh Angelides pada 1999,
menjelaskan bahwa kista terbentuk akibat trauma jaringan atau iritasi struktur sendi yang
menstimulasi produksi asam hialuronik.
Proses ini bermula di pertemuan sinovial-kapsular. Musin yang terbentuk membelah
sepanjang ligamentum sendi serta kapsul yang melekat untuk kemudian membentuk
duktus kapsular dan kista utama. Duktus pada akhirnya akan bergabung menjadi kista
ganglion soliter yang besar. Seperti yang telah disebutkan, penyebab ganglion tidak
sepenuhnya diketahui, namun ganglion dapat terjadi akibat robekan kecil pada ligamentum
yang melewati selubung tendon atau kapsul sendi baik akibat cedera, proses degeneratif
atau abnormalitas kecil yang tidak diketahui sebelumnya.
PATOFISIOLOGI
Kista ganglion dapat berupa kista tunggal ataupun berlobus. Biasanya memiliki
dinding yang mulus, jernih dan berwarna putih. Isi kista merupakan musin yang jernih dan
terdiri dari asam hialuronik, albumin, globulin dan glukosamin. Dinding kista terbuat dari
serat kolagen. Kista dengan banyak lobus dapat saling berhubungan melalui jaringan
duktus.
Tidak terdapat nekrosis dinding atau selularitas epitel atau sinovia yang terjadi.
Normalnya, sendi dan tendon dilumasi oleh cairan khusus yang terkunci di dalam sebuah
kompartemen kecil. Kadang, akibat arthritis, cedera atau tanpa sebab yang jelas, terjadi
8

kebocoran dari kompartemen tersebut. Cairan tersebut kental seperti madu, dan jika
kebocoran tersebut kecil maka akan seperti lubang jarum pada pasta gigi jika pasta gigi
ditekan, walaupun lubangnya kecil dan pasta di dalamnya kental, maka akan
mengalir keluar dan begitu keluar, tidak dapat masuk kembali. Hal ini bekerja hampir
seperti katup satu arah, dan akan mengisi ruang di luar area lubang. Ketika kita
menggunakan tangan kita untuk bekerja, sendi akan meremas dan menyebabkan tekanan
yang besar pada kompartemen yang berisi cairan tersebut ini dapat menyebabkan benjolan
dengan tekanan yang besar sehingga sekeras tulang.
Cairan pelumas mengandung protein khusus yang menyebabkannya kental dan pekat
dan menyulitkan tubuh untuk mereabsorbsi jika terjadi kebocoran. Tubuh akan mencoba
untuk menyerap kembali cairan tersebut, tapi hanya sanggup menyerap air yang
terkandung di dalamnya sehingga membuatnya lebih kental lagi.
Biasanya, pada saat benjolan cukup besar untuk dilihat, cairan tersebut telah menjadi
sekental jelly. Kadang disebutkan bahwa ganglion berasal dari protrusi dari membran
sinovial sendi atau dari selubung suatu tendo. Namun, tidak dapat memperlihatkan adanya
hubungan antara rongga kista dengan selubung tendon atau sendi yang berhubungan.
Namun, terdapat kemungkinan bahwa kista berasal dari bagian kecil membrane
sinovia yang mengalami protrusi dan kemudian terjadi strangulasi sehingga terpisah dari
tempat asalnya; bagian ini kemudian berdegenerasi dan terisi oleh materi koloid
yang berakumulasi dan membentuk kista.
GEJALA DAN TANDA
Meskipun kista ganglion umumnya asimtomatik, gejala yang muncul dapat berupa
keterbatasan gerak, parestesia dan kelemahan. Kista ganglion umumnya soliter, dan jarang
berdiameter di atas 2 cm. Dapat melibatkan hampir semua sendi pada tangan dan
pergelangan tangan. Dorsal wrist, volar wrist, volar retinakular dan distal interfalangeal
merupakan kista ganglion yang paling sering ditemukan pada tangan dan pergelangan
tangan. Ganglion terbesar terletak di belakang lutut dan biasa disebut Kista Baker.
Ahli bedah tangan yang berpengalaman juga dapat mengenali ganglion dorsal okulta
(tersembunyi), yang dapat timbul dengan tekanan lembut pada regio fossa scapholunate.
Nyeri terjadi dengan gerakan pergelangan tangan yang ekstrim. Temuan radiografik
biasanya normal, dan MRI berguna dalam mengkonfirmasi diagnosis. Eksisi bedah pada
ganglion okulta dapat menghilangkan nyeri dan gejala pada sebagian besar kasus.
Sebagian pasien mengeluhkan benjolan di bawah kulit yang sebagian besar terletak pada
9

bagian belakang pergelangan tangan,sisi telapak pada pergelangan tangan, di atas tendon
pada dasar jari pada sisi telapak tangan, atau pada sendi jari terdekat ke ujung jari.
Ganglion umumnya tidak nyeri; namun dapat menyebabkan nyeri ketika digerakkan atau
menyebabkan masalah mekanis (terbatasnya ruang gerak) tergantung dari lokasi ganglion
tersebut. Kista ganglio nmemiliki kecenderungan untuk membesar dan mengecil,
kemungkinan karena cairan yang terdapat dalam kista terserap kembali ke dalam sendi
atau tendon untuk kemudian diproduksi kembali. Masalah terbesar dengan ganglion adalah
ketakutan pasien bahwa benjolan tersebut merupakan sesuatu yang gawat. Diagnosis
didasarkan atas riwayat penyakit, pemeriksaan fisis, dan kemungkinan foto sinar x polos
atau USG. Kista dapat dibedakan dari tumor padat melalui transiluminasi (berkas sinar
akan melewati cairan yang memenuhi ganglion, tapi tidak jika merupakan massa tumor
yang padat). Pencitraan USG juga telah digunakan untuk membedakan massa padat dan
kistik.
KISTA BAKER
Definisi
Kista Baker adalah pembengkakan yang disebabkan oleh cairan dari sendi lutut yang
menonjol di bagian belakang lutut (popliteal space). Kista Baker disebut juga kista
popliteal.
Etiologi
Penyebab dari penumpukan cairan sendi termasuk radang sendi rheumatoid, osteoarthritis,
dan terlalu banyak menggunakan lutut. Pada mayoritas kasus, pasien dengan kista baker
telah memiliki permasalahan pada sendi lutut sebelumnya seperti artritis atau cartilage
tear, yang menyebabkan lutut memproduksi terlalu banyak cairan yang akhirnya akan
menimbulkan kista baker.
Epidemiologi
5 hingga 32% pasien dengan penyakit pada lutut dapat ditemukan kista baker. Insidensi
pada usia 5 hingga 7 tahun dan 35 hingga 70 tahun. Insidensi pria sama besar dengan
wanita

Manifestasi klinis
10

Baker kista mungkin tidak menunjukan gejala apapun jika belum pecah. Tetapi pada
beberapa kasus bisa juga menunjukan gejala dan tanda tedapatnya benjolan pada bagian
belakang lutut (water-filled balloon), terasa nyeri atau kaku pada bagian belakang lutut,
dan keluhan semakin memburuk saat banyak beraktifitas atau berdiri dalam waktu yang
lama .

Patofisiologi
Cairan sinovial membantu dalam pergerakan sendi dan mengurangi gesekan pada bagian
lutut. Ketika lutut memproduksi cairan sinovial terlalu banyak maka akan menyebabkan
terjadinya penumpukan cairan pada bagian belakang lutut (popliteal bursae) .
Pemeriksaan penunjang
1. x-ray
2. Ultrasound
3. Magnetic resonance imaging (MRI)
Terapi
Nonsurgical Treatment :
Mengambil cairan dengan jarum suntik ( aspirasi ) dapat mengurangi ukuran kista.
Kemudian kortison dapat disuntikkan ke daerah yang terkena untuk mengurangi
peradangan. Biasanya ini solusi sementara, namun. Perawatan juga mencakup Nonsurgical
istirahat dan menjaga kaki bertumpu selama beberapa hari. ahli terapi fisik yang
11

menggunakan perawatan, kompresi membungkusnya, untuk mengurangi pembengkakan


lutut.

Fleksibilitas dan olah raga terhadap ekstremitas bawah dapat digunakan untuk

membantu meningkatkan keseimbangan otot di lutut.


Pembedahan
Tujuan pembedahan adalah untuk membuang kista dan memperbaiki lubang di
lapisan sendi tempat kista menerobos.. Hal ini dilakukan baik di bawah anestesi umum,
atau menggunakan spinal anestesi. Dan pada beberapa kasus bisa terjadi kekambuhan
walaupun sudah dilakukan pengangkatan kista tersebut.
Komplikasi
Komplikasi yang mungkin terjadi tergantung pada lokasi dan ukuran ganglion.
Komplikasi yang paling sering dari kista baker yaitu pecahnya kista pada otot proksimal
gastronecmius yang menyebabkan keluhan seperti DVT (pseudothrombophlebitis
syndrome) .
Prognosis
Kista baker tidak menyebabkan kerusakan jangka panjang. Jarang ditemukan disabilitas
jangka panjang dan mayoritas kasus membaik setelah penanganan.
DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisis dan kadang
melalui pemeriksaan radiologik. Dari anamesis bisa didapatkan benjolan yang tidak
bergejala namun kadang ditemukan nyeri serta riwayat penggunaan lengan yang
berlebihan. Pada pemeriksaan fisis ditemukan benjolan lunak yang tidak nyeri tekan.
Melalui transiluminasi diketahui bahwa isi benjolan bukan merupakan massa padat tapi
merupakan cairan.
Pada aspirasi diperoleh cairan dengan viskositas yang tinggi dan jernih. Sering juga
ditemukan adanya gangguan pergerakan dan parestesia dan kelemahan pada pergelangan
tangan ataupun lengan.

DIAGNOSIS BANDING
12

Ganglion dapat didiagnosis banding dengan benjolan lain yang mungkin didapatkan di
tangan seperti lipoma, kista sebasea dan nodul rheumatoid arthritis.
PENATALAKSANAAN
Terdapat tiga pilihan utama penatalaksanaan ganglion. Pertama, membiarkan ganglion
tersebut jika tidak menimbulkan keluhan apapun. Setelah diagnosis ditegakkan dan pasien
diyakinkan bahwa massa tersebut bukanlah kanker atau hal lain yang memerlukan
pengobatan segera, pasien diminta untuk membiarkan dan menunggu saja. Jika ganglion
menimbulkan gejala dan ketidaknyamanan ataupun masalah mekanis, terdapat dua
pilihan penatalaksanaan: aspirasi (mengeluarkan isi kista dengan menggunakan jarum) dan
pengangkatan kista secara bedah.
Aspirasi melibatkan pemasukan jarum ke dalam kista dan mengeluarkan isinya
setelah mematirasakan daerah sekitar kista dengan anestesi lokal. Karena diperkirakan
bahwa inflamasi berperan dalam produksi dan akumulasi cairan di dalam kista, obat anti
inflamasi (steroid) kadang diinjeksikan kedalam kista sebagai usaha untuk mengurangi
inflamasi serta mencegah kista tersebut terisi kembali oleh cairan kista.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menggunakan substansi lain seperti
hialuronidase bersama dengan steroid setelah aspirasi meningkatkan angka kesembuhan
dari 57% (aspirasi dan steroid) menjadi 89% dengan substansi tambahan. Jika kista rusak,
menimbulkan nyeri, masalah mekanis dan komplikasi saraf (hilangnya fungsi motorik dan
sensorik akibat tekanan ganglion pada saraf) atau timbul kembali setelah aspirasi, maka
eksisi bedah dianjurkan. Hal ini melibatkan insisi di atas kista, identifikasi kista, dan
mengangkatnya bersama dengan sebagian selubung tendon atau kapsul sendi dari mana
kista tersebut berasal. Lengan kemudian dibalut selama 7-10 hari. Eksisi kista ini biasanya
merupakan prosedur minor, tapi dapat menjadi rumit tergantung pada lokasi kista dan
apakah kista tersebut melekat pada struktur lain seperti pembuluh darah, saraf atau tendon.
KOMPLIKASI
Komplikasi yang mungkin terjadi tergantung pada lokasi dan ukuran ganglion.
Komplikasi utama adalah keterbatasan gerak pada sendi dimana terdapat ganglion. Tidak
seperti tumor lain, ganglion tidak pernah berubah menjadi ganas. Komplikasi yang dapat
terjadi akibat prosedur bedah yang dilakukan berupa rekurensi walaupun kemungkinannya
tidak besar. Selain itu juga terdapat resiko infeksi, keterbatasan gerak, kerusakan serabut
saraf atau pembuluh darah.
13

PROGNOSIS
Prognosis penyakit tergantung dari beberapa hal:
1. Kista yang berasal dari selaput tendon lebih mudah sembuh dengan suntikan
kortikosteroid dbandingkan dengan yang berasal dari sendi.
2. Kista dari pergelangan tangan bagian depan (volar wrist ganglion) akan lebih
mudah kembali setelah pembedahan dibandingkan kista pada bagian dorsal.
Tingkat rekurensi setelah penanganan nonoperatif mencapai 30-60% dibandingkan
dengan yang dioperasi (5-15%).
3. Total ganglionektomi menghasilkan angka kesembuhan 85-95% jika kista dan akar
diangkat bersamaan dengan pemotongan sedikit dari kapsul tendo. Rekurensi
setelah operasi biasanya diakibatkan oleh pengangkatan kapsul atau membrane
sinovial yang tidak lengkap.

Daftar Pustaka
Sjamsuhidajat, De jong. 2011. Buju Ajar Ilmu Bedah. Ganglion; halaman 402.
Jakarta : EGC
Sjamsuhidajat, De jong. 2011. Buju Ajar Ilmu Bedah. Kista baker; halaman1018.
Jakarta : EGC
Herry, Andri. 2014. Baker Kistik. Laporan Kasus USU. Diakses Desember 2014.

14