Anda di halaman 1dari 41

Rancangan Kurikulum

Dasar-Dasar Islam
Kata Pengantar
Pemahaman terhadap konsepsi dasar Islam bagi seorang
mukmin adalah suatu keharusan sebelum ia memeluk secara
keseluruhan Diin yang agung ini. Allah berfirman :

di atas adalah konsepsi dan pengetahuan dasar yang kami nilai


harus dimiliki oleh seorang calon dai.
Walaupun sangat banyak topik-topik yang seharusnya masuk
ke dalam kurikulum ini, tapi mengingat keterbatasan waktu dan
sarana yang dapat dimanfaatkan sebagai media penyampaiannya,
akhirnya
dipilih
topik-topik
yang
menurut
kami
sangat
penting/prioritas
untuk
dimasukkan.
Dimulai
dari
UshlutsTsaltsah/Tiga hal Pokok (Marifatullh, Marifaturrasl dan
Marifatul Islm) dengan topik yang ada di antara UshlutsTsaltsah
yang sangat berkaitan, yaitu Marifatul Insn dan Syahdatayn. Dari
pemahaman dasar tersebut kemudian di turunkan melalui topik yang
lebih kongkrit secara induvidual melalui Syakhshiyyah Islmiyyah
(Kepribadian Islami) dan secara komunal melalui Ukhuwwah. Al-Ilmu
diberikan untuk memberikan stimulus lebih besar kepada kader
untuk lebih meningkatkan pemahamannya melalui berbagai macam
sarana yang ada di JS maupun di luar JS. Selain itu diberikan
penekanan terhadap kader tentang pentingnya fungsi yang ada
dalam sarana kaderisasi yang di sediakan JS, diantaranya Forum
Kepemanduan, FOKALISTA, KUBAH dll.
Tidak ketinggalan adalah topik Fiqh Dawah (pemahaman
terhadap dakwah) dan Problematika Umat (pemahaman terhadap
relaitas umat), diharapkan kader memahami karakteristik jalan
dakwah dan obyek dakwah yang akan dihadapinya sehinggga ia
juga bisa memperkirakan permasalahan yang akan muncul untuk
kemudian diantisipasinya dalam perencanaan solusi yang lebih
match dengan realita.
Kurikulum ini akan lebih banyak diberikan kepada anggotaanggota JS dan sebagian pengurus JS dengan asumsi sebagian
pengurus JS sudah mendapatkan substansi materi ini dalam proses

Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya


tidak ada Tuhan melainkan Allah .
(Muhammad 47: 19),

Apatah
lagi
bagi
seorang
mukmin
yang
akan
mengorientasikan hidupnya untuk memperjuangkan Islam, maka
kebutuhan ia akan pemahaman konsepsi dasar Islam secara utuh
tentu lebih besar sebelum nantinya ia memahami ilmu-ilmu
laboratorium kehidupan yang lebih luas lagi dan merupakan derivasi
ilmu dasar islam, sehingga setiap ia memahami suatu ilmu, maka
pemahaman akhirnya merupakan hasil shibghoh (celupan) dari
pemahaman ia terhadap konsepsi Islam tersebut.
Selain itu hasil dari pemahaman terhadap dasar Islam ini
merupakan bekal utama dalam aktivitas kehidupannya, yaitu
keimanan dan amal shaleh.
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam
kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
saleh
dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan
nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (Al-Ashr 103 : 13)
Sekilas, dari judul kurikulum ini sebenarnya bisa dibayangkan
isi dari kurikulum ini, dan jika dilihat isinya akan ada beberapa topik
yang dapat dikatakan lepas dari maksud substansi judul tersebut,
namun akhirnya kami masukkan dengan memperluas maksud dari
judul kurikulum yang kami berikan. Yang dimaksud dasar-dasar Islam

pengkaderan yang di lakukan dalam periode sebelumnya. Target


akhir dari kurikulum ini adalah tersedianya kader yang memiliki
keimanan yang dalam (iman amiq), pemahaman yang mendalam
(fiqh daqiq), dan perikatan yang kuat (tarabuth watsiq).

Akhirnya yang terpenting dari sebuah proses setelah melalui


tahap perencanaan adalah tahap operasionalisasi dari konsep yang
sudah direncanakan.

Kurikulum
No
1

Topik
Pengantar

Sub Topik
Urgensi dan Tujuan

Target
Peserta dan fasilitator mampu
menyiapkan diri untuk terlibat dalam
proses pengkaderan yang akan
dilakukan.
Peserta dan fasilitator merumuskan
kesepakatan-kesepakatan yang
diperlukan untuk kelancaran proses
pengkaderan.
Peserta memahami orientasi dan
memperoleh gambaran luas tentang
kajian ini.

Referensi

Ruang Lingkup
Metodologi
2

Marifatullh
(Mengenal Allah)

Overview
Mengapa manusia
memerlukan Tuhan

Peserta dapat merasakan bahwa


Allah senantiasa hadir dalam setiap
perjalanan hidup yang dilaluinya.
Peserta menyadari bahwa Allah
mengawasi setiap perbuatan yang
dilakukannya.
Peserta memperoleh bekal teoritis
untuk mengenal Allah, mendekatkan diri
kepada-Nya serta mencintai-Nya di atas
segala-galanya.

Konsep Fithrah
Urgensi, Metode, Implikasi
dan Konsekuensi
Mengenal Allah
Maiyyatullh,
Mahabbatullh,
Murqabatullh
(Kebersamaan, Kecintaan
dan Pengawasan Allah)

Said Hawwa, Allah, Pustaka Mantiq


Yunahar Ilyas, Kuliah Aqidah Islam,
LPPI UMY-Pustaka Pelajar
Yasien Mohamed, Insan yang Suci:
Konsep Fithrah dalam Islam, Mizan
Nurcholish Madjid, A Terrible Joke,
Kolom Fatsoen Tabloid Tekad No.

Marifatul Insn
(Mengenal Manusia)

Hakekat Hidup

Peserta memahami hakekat manusia


dan asal kejadiannya serta kedudukan
dirinya sebagai manusia.
Peserta menyadari sifat-sifat umum
dirinya sebagai manusia dan
menyadarinya sebagai suatu potensi
baik atau pun sebagai potensi buruk.
Sehingga memunculkan sikap tawadhu
(rendah hati) dan (tafaul)
Peserta memahami fungsi dasar dan
keberadaan dirinya untuk kemudian
menjalankannya sebagai satu kesatuan.

Yasien Mohamed, Insan yang Suci:


Konsep Fithrah dalam Islam, Mizan
Muhammad Quthb, Konsepsi Ibadah
dalam Membentuk Generasi Qurani, GIP
FS PAI JS, Meniti Jalan Islam, FS PAI JS
UGM, hal. 140-155

Peserta memahami hakekat


Syahdatayn.
Peserta menjadikan Syahdatayn
sebagai landasan dalam totalitas
kehidupan pribadinya maupun
kehidupan manusia pada umumnya.

FS PAI JS, Meniti Jalan Islam, FS PAI JS


UGM, hal. 50-78
M. Amien Rais, Cakrawala Islam: Antara
Cita dan Fakta, Mizan, hal. 13-22 (Bab Arti
dan Fungsi Tauhid, Tauhid dan Konsepsi
Umat)
Yunahar Ilyas, Kuliah Aqidah Islam, LPPI
UMY-Pustaka Pelajar
Ibrahim bin Muhammad, Pengantar
Studi Aqidah Islam, Robbani Press

Peserta memahami makna/ hakekat


risalah dan kenabian.
Peserta menyadari kebutuhan
dirinya akan risalah
Peserta menjadikan Rasulullah saw.
sebagai teladan bagi dirinya dan
memahami karakteristik keteladanan
tersebut.

FS PAI JS, Meniti Jalan Islam, FS PAI JS


UGM, hal. 79-94
Said Hawwa, Ar-Rasul, Pustaka
Mantiq
Yunahar Ilyas, Kuliah Aqidah Islam,
LPPI UMY-Pustaka Pelajar

Potensi Manusia

Syahdatayn

Marifatur Rasl
(Mengenal Rasul)

Fungsi manusia sebagai


hamba dan khalifah
Konsepsi Ibadah
Makna, Rukun, Syarat dan
Implikasi/konsekuensi

Klasifikasi Tauhid (Tawhd


Rubbiyyah, Tawhd
Mulkiyyah, Tawhd
Ulhiyyah, Tawhd Asm
Wash Shift
Transformasi tauhid dalam
kehidupan sosial
Pengertian dan Misi Rasul

Hakekat Risalah

Marifatul Islm
(Mengenal Islam)

Keteladanan Rasul
Kewajiban Muslim
terhadap Rasul
Kesinambungan dawah
Islam para Nabi dan Rasul

Syakhshiyyah
Islmiyyah
(Kepribadian Islami)

Pengertian Diin dan Islam


Ruang Lingkup (Totalitas)
Islam
Karakteristik Islam
(Rabbaniyah,
Kemanusiaan, universal,
lengkap dan mencakup,
mudah, keadilan yang
mutlak, keseimbangan,
perpaduan antar yang
tetap dan berubah)
Metode Mempelajari Islam.
Tazkiyyatun Nafs (hakekat,
urgensi, sarana) +
penyebab kotornya hati

Peserta memahami hakekat diinul


Islam.
Peserta mempunyai bekal dasar
untuk melakukan transformasi konsep
normatif Islam ke dalam dataran riil
(ipoleksosbudhankam dll)
Peserta mau dan mampu
mengoptimalkan berbagai media untuk
meningkatkan kualitas ke-Islaman baik
melalui kajian-kajian ke-Islaman, forumforum diskusi, baca buku maupun
keterlibatan langsung dalam aktivitas
dawah.

Said Hawwa, Al-Islam 01:


Syahadatain dan Fenomena Kekufuran,
Ishlahy Press
Yusuf Qardhawi, Pengantar Kajian
Islam, Pustaka Al-Kautsar
Yusuf Qardhawi, Karakteristik Umum
Islam, Risalah Gusti
Ali Syariati

Peserta memahami konsep dan


hakekat tazkiyyah, qalb, nafs, ihsan dan
amal.
Peserta mau dan mampu
menyeimbangkan antara keshalihan
ritual dan keshalihan sosial

Said Hawwa, Jalan Ruhani: Panduan


Tasawuf bagi Para Aktivis, Mizan
Said Hawwa, Tazkiyyatun Nafs:
, Robbani Press

Ihsnul amal
Antara keshalihan ritual
dan keshalihan sosial

Al-Ilmu

Konsepsi Ilmu menurut


Islam

Peserta memahami kedudukan ilmu


dalam Islam.
Peserta menyadari pentingnya
membekali diri dengan berbagai ilmu
sebagai bekal untuk dawah (misal:
Ushluts Tsaltsah, Aqdah, Fiqh, Ushl,
Akhlq, Fiqhud Dawah, Srah anNabawiyyah, Trkh, Tsaqfah
Islmiyyah)

Said Hawwa, Intelektualitas


Jundullah, Al-Ishlahy Press
Seyyed Hossein Nasr, Menjelajah
Dunia Modern: Bimbingan untuk Kaum
Muda Muslim, Mizan, hal. 243-255
Ismail Raji Al-Faruqi, Islamisasi
Pengetahuan, Pustaka

Klasifikasi Ilmu
Ilmu yang yang
perlu/harus dimiliki Muslim

Ukhuwwah

Keutamaan Ukhuwah

Peserta memahami dan mengakui


pentingnya ukhuwah dan akibat-akibat
yang berkaitan dengan keberadaan
ukhuwah terutama dalam menjalankan
amanah dakwah.
Peserta memahami langkah-langkah
praktis operasional dalam menjalankan
ukhuwah.

Tahapan Ukhuwah (Taaruf,


Tafahum, Takaful)
10

Fiqhud Dawah

Pengertian, Tujuan, Ruang


Lingkup, Tantangan
Dawah

Peserta memahami hakekat dawah


Peserta mampu merumuskan dawah
transformatif untuk konteks kampus

M. Anas Adnan, Fiqih Dakwah: Pola


dan Kebijaksanaannya, Makalah
Pelatihan Dakwah (Pelatda) SKI Sema
Fisip Unair 5-6 Juli 1997
M. Amien Rais, Cakrawala Islam:
Antara Cita dan Fakta, Mizan, hal. 24-27
Muhammad Husain Fadhlullah,
Metodologi Dakwah dalam Al Quran:
Pegangan bagi Para Aktivis, Lentera
, Fikih Dakwah,
Intermedia
M. Natsir, Fiqh Dawah, Media
Dakwah-IIFSO
Mushthafa Masyhur, Amal Jamai:
Gerakan Bersama, Al-Ishlahy Press

Kewajiban Berdawah
Metode Dawah

11

Problematika umat
Islam Kontemporer
dan alternatif
Solusinya

Amal Jam
Kompleksitas Problem

Peserta memahami realitas umat


Islam kontemporer dengan segenap
potensi, problematika dan upaya-upaya
untuk melakukan kebangkitan umat.
Peserta mampu menarik realitas
makro ke dalam realitas mkro dimana
peserta berada dengan merumuskan
problematika, mencari alternatif solusi
dan melakukan prioritas-prioritas
langkah.

Penyebab Internal:
Krisis Pemahaman
dan Aplikasi Ajaran
Islam
Runtuhnya Khilafah
Perpecahan Umat
Islam dan Fanatisme
Madzhab
Pluralisme Gerakan
Tingkat
Intelektualitas
Gap antara kaum
terpelajar dan massa
Penyebab Eksternal:
Fenomena Ghazwul
Fikri (Definisi dan Asal
Usul/Latar Belakang,
Jenis, Target, Sarana).
Langkah penyelesaian
masalah

Abu Ridha, Pengantar Memahami


Ghazwul Fikri 01, Ishlahy Press
Nabil bin Abdurrahman Al-Muhaisy,
Virus Fikrah: Melemahkan Ketahanan
Ummat, Wala Press
Thaha Jabir Al-Alwani, Krisis
Pemikiran Islam: Diagnosis dan Resep
Pengobatan, LKPSI

Rancangan Kurikulum

Srah Nabawiyyah
Kata Pengantar
Pilihan materi srah menjadi salah satu bagian dari kurikulum
kaderisasi aspek wawasan didasari oleh keinginan untuk menilik
referensi yang tidak pernah usang dimakan zaman. Melalui kajian
yang sistematis dan tidak bertele-tele dapat kita cermati banyak hal
yang terkait dengan tahapan-tahapan kehidupan Rasulullah SAW
beserta orang-orang yang dekat dengannya.
Menurut riwayat, isteri Raslullh SAW, Aisyah ra,
menyebutkan bahwa akhlak Raslullh adalah Al-Qurn. Sosok
Raslullh yang dihadirkan melalui srah ini dapat kita temui potret
pemimpin, teman, ayah, suami yang sabar dalam menghadapi
cobaan, keteguhan memegang prinsip, kemantapan hati dalam
menghadapi goncangan dunia, dan sosok yang sangat dicintai oleh
pengikutnya. Lewat srah ini juga dapat kita temui gambaran
kemampuan beliau dalam menundukkan pesona duniawi dan
mengangkat nilai-nilai kemanusiaan ke tempat yang tertinggi.
Penjagaan Allah terhadap beliau melahirkan individu yang lisannya
mengandung makna karena lahir dari bibir yang di belakangnya ada
iman, ada hati dan ada Allah.
Dengan menyimak sejarah Raslullh kita dituntut untuk
dapat mentransformasikan nilai-nilai yang ada pada masa tersebut
ke dalam tinjauan kekinian. Setiap peristiwa yang melibatkan peran
beliau di dalamnya sangat sarat dengan ibrah, makna. Masa kini
yang mempunyai masalah yang sangat kompleks lagi pelik membuat
kita harus tetap jeli dalam mengamati, mencermati, mengkaji,
menganalisis dan mentransformasikan hikmah tersebut dalam
konteks sekarang. Dalam konteks dawah itu sendiri, paling tidak
muncul willingness untuk memahami esensi dawah secara utuh,
menyeluruh, integral. Hikmah srah dapat membantu dalam
menganalisa medan dawah terkait dengan planning, ekspansi lini

dawah, analisa performance dai dan jeli melihat faktor pendukung


yang dapat memfasilitasi dawah itu sendiri. Selain itu, dengan
mempelajari srah maka akan sangat membantu kita dalam
memahami Kitbullh, mendalami Aqdah, hukum-hukum dan
akhlq Islm.
Metode kajian yang tepat untuk mengkaji topik ini adalah
dengan menggunakan tinjauan ilmiah baik secara kronologis
maupun tematik, bagaimanapun yang menjadi krusial adalah tidak
melewatkan topik ini hanya sebuah dongeng atau cerita romantisme
awal kejayaan Islam. Pisau analisis yang tajam, Insy Allah, akan
dapat sangat membantu dalam mencermati hikmah yang terselip di
balik sejarah Raslullh SAW. Menghadirkan kajian ini dalam sebuh
forum rutin akan membuat penerimaan hikmah srah menjadi utuh,
dengan catatan tetap dibutuhkan audiens yang istiqmah mengikuti
forum, tidak parsial dan tercecer.

Kurikulum
No
1

Topik
Pengantar

Sub Topik
Urgensi dan Tujuan

Target
Peserta dan fasilitator mampu
menyiapkan diri untuk terlibat dalam
proses pembinaan yang akan dilakukan.
Peserta dan fasilitator merumuskan
kesepakatan-kesepakatan yang diperlukan
untuk kelancaran proses pembinaan.
Peserta memahami orientasi dan
memperoleh gambaran luas tentang kajian
ini.

Referensi
Said Ramadhan Al-Buthy, Sirah
Nabawiyah: Analisis Ilmiyah Manhajiyah
terhadap Sejarah Pergerakan Islam di
Masa Rasulullah SAW, Robbani Press
Syaikh Shafiyyur Rahman AlMubarakfury, Sirah Nabawiyah, Pustaka
Al-Kautsar
Said Hawwa, Ar-Rasul, Pustaka
Mantiq
Husain bin Muhammad bin Ali Jabir,
Menuju Jamaatul Muslimin: Telaah
Sistem Jamaah dalam Gerakan Islam,
Robbani Press, hal. 175-229 (Bagian
Ketiga: Rambu-Rambu Sirah Nabi SAW
dalam Menegakkan Jamaah)
Munir Ghadhban, Manhaj Haraki
dalam Sirah Nabawiyah, Pustaka
Mantiq/Robbani Press
Faruq Hamadah, Kajian Lengkap
Sirah Nabawiyah: GIP
Ali Syariati, Rasulullah SAW Sejak
Hijrah hingga Wafat: Tinjauan Kritis
Sejarah Nabi Periode Madinah, Mizan,
hal. 11-44 (Bab Hijrah)
Asghar Ali Engineer, Islam dan
Teologi Pembebasan, Pustaka Pelajar,
hal. 41-56 (Bab: Muhammad Sang
Pembebas)
Asghar Ali Engineer, Asal-Usul dan
Perkembangan Islam: Analisis
Pertumbuhan Sosio-Ekonomi, Pustaka
Pelajar, hal. 1-212
Nurcholish Madjid, Pidato
kemanusiaan dalam tabloid Tekad
M. Anis Matta, Merenungi Sejarah
Sang Rasul dalam kaset ceramah
Pesona Islam Abad 21

Ruang Lingkup
Metodologi
2

Masyarakat Arab
sebelum penyebaran
risalah Islam

Persiapan mengemban
risalah dawah

Dawah periode Makkah

Overview
Setting keagamaan
Setting politik,
ekonomi, sosial,
budaya
Pertumbuhan, pola
asuh dan pensucian
jiwa

Peserta memahami kondisi masyarakat


Arab dimana Muhammad tumbuh besar
dan menyebarkan dawah

Peserta memahami proses


pertumbuhan Nabi Muhammad baik dari
sisi ruhiyah, jasadiyah maupun fikriyah
sebagai persiapan mengemban risalah
dawah.
Peserta memahami pentingnya
melibatkan diri dalam peran positif
konstruktif dalam kehidupan sosial
kemasyarakatan sebagai bagian dari
proses pembelajaran dan analisa realitas
sosial masyarakat.
Menumbuhkan kesadaran pentingnya
melakukan Tazkiyyatun-Nafs dan
Muhsabah

Partisipasi dalam
perang Fijar dan liga
(perkumpulan) Hilful
Fudhul
Keterlibatan dalam
kafilah dagang
Pernikahan
Problem solver
perselisihan
peletakan Hajar
Aswad
Tahannuts di Gua
Hir
Analisis wahyu
pertama (QS.
Al-Alaq: 1-5)

10

Tahapan dawah
(Marhalah Dawah)

Tantangan dan
cobaan dalam
berdawah

Peserta memahami pentingnya dawah


dilakukan secara berjenjang/bertahap
dengan perencanaan yang matang serta
pertimbangan kekuatan barisan dawah
dan pemahaman atas realitas masyarakat
Peserta menyadari bahwa ujian dalam
dawah dimaksudkan untuk menjaga
kesucian tujuan dawah dan pengemban
dawah.
Peserta mengetahui bahwa konspirasi
musuh Islam akan selalu dilakukan untuk
menyempitkan langkah dawah.

Isr' and Mi'rj


Bayah Aqabah I & II
5

Hijrah

Analisis hijrah

Dawah periode Madinah

Proses pembentukan
tatanan masyarakat
Islami

Analisis Piagam
Madinah

Peserta memahami pentingnya


konsolidasi barisan penyeru dawah dan
pentingnya loyalitas terhadap Islam.
Peserta memahami bahwa hijrah bukan
hanya upaya untuk penyelamatan diri
terhadap penindasan, namun juga dalam
rangka perluasan dawah dan usaha untuk
mengopimalkan sarana dawah yang belum
terberdayakan.
Menumbuhkan optimisme dalam
berdawah ketika menghadapi medan
dawah yang baru.
Peserta memahami bahwa tatanan
masyarakat Islami didasari oleh kemauan
untuk menginternaisasikan nilai-nilai Islam
dalam kehidupan.
Peserta memahami bahwa
pembentukan masyarakat dilakukan secara
bertahap diawali dengan konsolidasi
(mempersaudarakan kaum Muslim dan
menjadikan Masjid sebagai pusat aktivitas)
Peserta memahami bahwa dalam
masyarakat yang beragam (plural) perlu
adanya kepastian hukum yang menjamin
kebebasan setiap orang untuk menjalankan
keyakinannya dengan tanpa mengganggu
kehidupan bersama.

11

Konsepsi jihad dan


tujuan pensyariatan
perang
Peperangan yang
diikuti Nabi
Muhammad

Peserta memahami konsep jihad dan


argumen/landasan diizinkannya/
diperintahkannya perang.
Peserta mengetahui etika dan strategi
perang secara umum.

Analisis Perjanjian
Hudaybiyyah

Peserta mampu menganalisis perjanjian


Hudaybiyah mulai dari latar belakang,
substansi sampai dengan implikasi dan
pengkhianatan terhadap perjanjian
tersebut.
Peserta memahami bahwa dawah bisa
dilakukan baik secara struktural maupun
kultural dan para dai hendaknya
mempunyai kemampuan diplomasi untuk
menopang dawah yang dilakukannya.
Peserta memahami bahwa sikap
tawadhu dan nilai-nilai kemanusiaan tetap
harus dikedepankan ketika mengalami
kemenangan.

Pengiriman surat
dawah kepada para
gubernur atau raja
Fathu Makkah

Analisis Khutbah
Wad
Esensi wahyu
terakhir (QS. AlMidah/5: 3)

Peserta dapat menganalisis pidato


kemanusiaan yang disampaikan Rasulullah
SAW
Peserta memahami bahwa Islam
merupakan ajaran yang sempurna

12

Muhammad Husain Fadhlullah,


Metodologi Dakwah dalam Al Quran:
Pegangan bagi Para Aktivis, Lentera,
hal. 105-142 (Bahasan: Orientalis dan
masalah penggunaan Kekuatan dalam
Al-Quran, Ayat-ayat Al-Quran yang
Membahas masalah Peperangan,
Kesimpulan Mengenai Ayat yang
Mengizinkan Perang, Mengenali
Peperangan yang Diikuti Nabi
Muhammad SAW

Overview Kronologis
Tahu
570

Peristiwa

Ibrah/Fokus Kajian

Abrahah berusaha untuk menyerbu Makkah dan memporakporandakan daerah suci Ka'bah; pasukannya dihukum Allah (SWT)
sebelum mencapai daerah tersebut. Surah Al-Fl merekam peristiwa
tersebut.
Muhammad SAW lahir pada tahun tersebut yang dikenal sebagai
Tahun Gajah.
Abdullah, ayah Muhammad, wafat di Yathrib (Madinah) beberapa
pekan sebelum kelahiran Muhammad

576

Amnah, ibu Muhammad, wafat di Abwa dalam perjalanan pulang dari


Yathrib (Madinah).
579 Abdul Muttalib (Shaybah), kakek Muhammad wafat
586Muhammad SAW berpartisipasi dalam perang Fijar [586]
94
Muhammad bergabung dengan sebuah perkumpulan pembebasan
kaum yang menderita, Hilful Fudhul [591]
Muhammad menjalankan kafilah dagang untuk Khadjah [594].
595 Muhammad menikah dengan Khadjah (ra).
605 Muhammad menyelesaikan perselisihan peletakan Hajar Aswad di Ka'bah
sehingga mendapat gelar Al-Amn

Setting poleksosbud masyarakat Arab


Lahir sebagai yatim, kemudian diasuh Halimah di
pedalaman Bani Saad sehingga terlatih/terbina
kekuatan fisik dan kefashihan berbahasa serta tumbuh
di lingkungan alam yang masih segar.
Menginjak remaja mulai berlatih untuk mandiri
dengan ikut kafilah dagang internasional Abu Thalib ke
Syam dan kemudian menggembala kambing

610

Setelah bertahannuts selama 3 tahun, wahyu pertama (Srah Al


Alaq: 1-5) melalui malaikat Jibril di Gua Hir. Muhammad SAW is
diangkat sebagai Nabi dan Rasul Allah.
Setelah itu beliau mulai berdawah secara sembunyi-sembunyi
kepada kaum kerabatnya.

613

Nabi mulai berdawah secara terang-terangan setelah mendapat wahyu


Srah Al-Hijr/9: 15.

Pengalaman militer
Pengalaman diplomasi sosial politik
Mengemban amanah
- Keterlibatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan
menjadi problem solver dalam konflik yang terjadi di
tengah masyarakat
Pra kondisi masa kenabian (Tazkiyyatun-Nafs,
Perenungan realitas poleksosbud + keagamaan
masyarakat)
Tahapan dawah dimulai dengan strategi dawah
sirriyah dengan memprioritaskan keluarga atau teman
dekat.

Tahun dan Peristiwa dari overview ini bersumber dari Dr. A. Zahoor, A Chronology of Muslim History I (570 - 750 C.E.), http://www.erols.com/mkureshi/historym1.htm
13

615

Penyiksaan terhadap kaum Muslim semakin intensif. Sekelompok Muslim


meninggalkan Makkah menuju Abyssinia (kini: Ethiopia).

Dawah itu perlu pengorbanan bahkan seringkali


para dai itu sendiri yang terkorban
Untuk menyelamatkan jiwa dalam kerangka dawah
diperlukan hijrah dan tentunya hijrah bisa dilakukan jika
ada persiapan mental yang bagus dan wawasan
wilayah (area insight) yang mencukupi
Dawah itu dilakukan dengan memanfaatkan semua
lini yang ada. Pentingnya pembangunan jaringan
dawah lokal, regional, internasional.

617- Pemboikotan sosial dan ekonomi serta pemblokiran/ blockade terhadap


19 Nabi dan keluarganya (Banu Hashim). Raja Chakrawati Farmas dari
Malabar (south-west India) mengunjungi Nabi Muhammad di Makkah dan
masuk Islam, raja tersebut wafat dalam perjalanan pulangnya di Zafar,
Yemen (Para pedagang Arab telah membangun kontak reguler dengan
Malabar and Sri Lanka (Ceylon) sekurang-kurangnya seabad sebelumnya).
619 Abu Talib dan Khadija (ra) meninggal dunia segera setelah pencabutan
Dengan berbagai sebab bisa jadi orang-orang terdekat
boikot. Tahun tersebut dikenal sebagai Tahun Duka Cita.
meninggalkan kita dalam perjalanan dawah. Ketabahan
menghadapi cobaan (istiqmah/konsisten) dan keyakinan
bahwa Allah akan tetap menolong orang yang berdawah
harus terus ada pada diri para dai.
620Nabi berdawah ke Thaif namun oleh penduduk Thaif dilempari.
Dawah ke masyarakat perlu proses, kesabaran dan
21
optimisme senantiasa mendoakan semoga Allah
Isr' and Mi'rj (Night journey to Jerusalem and ascension to the
berkenan memberi hidayah.
Heavens).
Ibrah Isr' and Mi'rj ? Banyak sekali
Konsolidasi awal sebuah gerakan dawah
merupakan hal yang sangat penting. Kesetiaan
Ikrar Aqaba yang pertama [621].
personal dawah pada jalan dawah Islam merupakan
hal yang mutlak.
622
Ikrar Aqaba yang kedua.
Ikrar Aqaba yang kedua? Mirip yang pertama, yang
Hijrah. Nabi Muhammad and kaum Muslim Makkah hijrah ke
jelas ini merupakan kelanjutan dari konsolidasi dawah.
Yathrib (Madinah), meninggalkan seluruh harta kekayaan yang mereka
Esensi hijrah? Sangat banyak dan tulisan panjang
miliki di Makkah.
untuk menganalisa hijrah ini.
Muhammad mempersaudarakan antara Muslim Anshr dan
Hakekat dan hikmah ukhuwwah .
Muhjirn.
Masjid itu harus dihidupkan sebagai pusat aktivitas
Pembangunan Masjid yang kini dikenal dengan Masjid Nabawi di
gerakan dawah.
Madinah seluas kira-kira 11,000 sq. ft., yang dibuat dari batu bata dan
Kaum Muslim itu tidak boleh eksklusif dan
gelondong pohon palm.
mengasingkan diri di tengah pluralitas masyarakat.
Perjanjian dengan kaum Yahudi dan Non-Muslim yang dikenal
Kaum Muslim dituntut untuk bisa membangun
dengan Piagam Madinah
kehidupan yang penuh rahmatan lil lan dengan
Penanggalan Kalender Hijriah dimulai dari tahun ini dengan
membuat rumusan kesepakatan bersama yang sesuai
Muharram sebagai bulan pertama kalender Islam yang didasarkan
dengan nilai-nilai Islam.
atas perputaran bulan.

14

624
625

627

628

Perubahan arah Kiblat.


Perang Badar terjadi
Bani Qaynuqa dikeluarkan dari Madinah.
Perang Uhud terjadi. Banu Nadir dikeluarkan dari Madinah. Tujuh puluh
sahabat Nabi terbunuh di Bir Mauna. Kaum Munafiq terbongkar (exposed)
sebagaimana tersebut dalam Srah 63 (Al-Munfiqn).

Perang Khandaq (Parit). Banu Quraizah keluar dari Madinah untuk


bersekutu/berkomplot dengan orang-orang kafir Makkah.

Perjanjian Hudaybiah.
Muhammad berkirim surat ke para raja, kepala negara dan
gubernur.
Kaisar Persia merobek surat dari Muhammad.
Expedisi ke Khaybar (north-west Arabia).
Perluasan Masjid Nabawi di Madinah.

629
630

631

632

Kaum Quraish melanggar perjanjian Hudaybiah.


Khalid b. Walid and Amr bin Ash masuk Islam.
Fathu Makkah (Pembukaan/penakhlukan tanpa peperangan).
Perang Hunain.
Ashamah, Raja Abyssinia, seorang Muslim, wafat. Nabi memimpin
shalat ghaib di Madinah.
Abu Bakr (ra) memimpin ibadah haji ke Makkah.
Tahun pengiriman delegasi (utusan), Khalid bin Walid (ra) dikirim
ke Najran, Ali (ra) dikirim ke Yemen.
Ekspedisi ke Tabuk.
Haji wad (haji perpisahan)
Wahyu terakhir turun.
Nabi Muhammad wafat.

15

Jihad itu maknanya luas, bisa secara fisik maupun


non fisik, jiwa maupun harta.
Hakekat perang dalam Islam: Defensif atau Ofensif?
Imamah (kepemimpinan) dan wala (loyalitas) itu
merupakan hal yang sangat penting bagi kesuksesan
dawah.
Kaum Muslim harus jeli dan waspada kemungkinan
adanya penyusupan personal/gagasan yang
mengancam kontinuitas dawah.
Kemampuan analisa realitas lapangan dawah dan
kemudian merancang planning, taktik dan strategi
merupakan hal yang tidak bisa diabaikan bagi para
aktivis.
Wawasan tentang dunia di luar kita, kemampuan
pemetaan potensi dan kekuatan serta kemampuan
intelijen juga penting.
Mengapa kaum Muslim mau menyepakati
perjanjian?
Apa ya ibrah dari pengiriman surat Nabi? Bisa jadi
itu merupakan bagian dari media perluasan dawah.
Mengapa, untuk apa dan bagaimana kaum Muslim
melakukan ekspedisi?
Kok sempat-sempatnya ya perluasan Masjid, trus
untuk apa?
Be Careful with non-Muslim promise!
Its a very great and peaceful conquest! Full of
human values. What do we get from that event?

Analisa Pidato Kemanusiaan pada haji wad


Esensi wahyu terakhir (Al-Midah/5: 3)

Rancangan Kurikulum

Sejarah Umat Islam


Kata Pengantar
Ketika kita berbicara tentang sejarah yang terdapat dalam
kurikulum kaderisasi ini, maka yang seharusnya terbayang oleh kita
adalah suatu potensi besar yang terdapat pada satuan-satuan
peristiwa yang terangkai membentuk suatu alur peristiwa yang
sangat panjang dan sudah terjadi. Potensi yang sangat besar
tersebut dapat terangkum pada satu kata : Ibrah/hikmah.
Di dalam sejarah terdapat pengetahuan faktual yang sulit
terbantahkan dan selalu terdapat ibrah-nya jika di lihat dari sisi-sisi
tertentu, sehingga Ibrah tersebut dapat dijadikan referensi untuk
menentukan arah suatu aktivitas manusia dalam kehidupan.
Sejarah umat Islam yang terdapat dalam kurikulum ini
secara umum terdapat dalam BAB I (Sejarah Umat Islam
Internasional)
dengan
alur
topik/pembahasan
berdasarkan
masa/waktu yang memperhatikan karakteristik kondisi umat Islam
jika dikaitkan dengan operasionalisasi konsep Islam secara utuh.
Untuk lebih mudahnya kami menggunakan salah satu hadits.
Rasulullah saw. bersabda:

4) Kemudian akan muncul raja yang diktator selama


masa yang dikehendaki Allah, kemudian Ia akan
mencabutnya ketika Ia menghendakinya.
5) Kemudian akan muncul (lagi) khilafah sesuai dengan
sistem kenabian.*)
Sedangkan fokus kajian pada setiap topik/sub topik secara
umum mengarah pada setting umat Islam pada beberapa aspek
operasionalisai Islam (aqidah, dakwah, sosial, budaya, ekonomi,
sistem pemerintahan, hukum, militer dan pendidikan) serta peristiwa
yang mengiringi masa transisi antar periode. Dari Bab ini diharapkan
kader memiliki definisi baru mengenai kata umat yang lebih utuh
dan tentunya dapat menarik ibrah yang terkandung di dalamnya.
Sedangkan secara khusus mengenai sejarah umat Islam di
Indonesia terdapat dalam
BAB II. Dengan tinjauan yang hampir
sama (IPOLEKSOSBUDHANKAM) dan periodisasi berdasarkan tahun
(penentuan tahun dengan mempertimbangkan perkembangan
kondisi umat dalam setiap aspek kehidupan di Indonesia, dimulai
dari kondisi sebelum fase penyebaran Islam sampai sekarang), di
harapkan kader dapat lebih memahami sejarah sosio-kultur
masyarakat Indonesia sebagai suatu realitas yang tentunya masih
dominan mempengaruhi sosio-kultur dan politik masyarakat
Indonesia sekarang ini.
Seorang Muslim tidak terikat oleh tanah air atau warna kulit
tertentu, dan hanya sejarah Islamlah yang menjadi ikatan dan
kebanggannya.
Semoga dari sini kita bisa memulai sejarah baru bagi diri dan
umat yang lebih baik.

1) Muncul masa kenabian di tengah-tengah kamu selama


masa yang dikehendaki Allah, kemudian Ia akan
mencabutnya ketika Ia menghendakinya.
2) Kemudian akan muncul khilafah sesuai dengan sistem
kenabian selama masa yang dikehendaki Allah,
kemudian
Ia
akan
mencabutnya
ketika
Ia
menghendakinya.
3) Kemudian akan muncul raja yang menggigit selama
masa yang dikehendaki Allah, kemudian Ia akan
mencabutnya ketika Ia menghendakinya.

Towards the future with Allah.


16

17

Kurikulum
BAB I : SEJARAH UMAT ISLAM INTERNASIONAL
No
1

Topik
Pengantar

Masa Kenabian

Sub Topik
Urgensi dan Tujuan
Ruang Lingkup Kajian
Metodologi
Overview
Wafatnya Rasulullah SAW.

Fokus Kajian

Deskripsi umum umat Islam

Masa Kevakuman
Kepemimpinan.

- Realisasi Konsep Syura

Peralihan kepemimpinan
umat dan proses legitimasi

Sosialisasi hasil Syura dan


respon umat.
Baiat Saqifah

18

Referensi

Sirah An-Nabawiyah, (Lihat referensi kurikulum


Sirah)
Abul Ala Al-Mauduudi Khilafah dan
Kerajaan,.Penerbit Mizan, Bandung
Hussain bin Muhammad bin Ali Jabir,
MA, Menuju Jamaatul Muslimin, Robbani
Press.
Abdul Aziz Thaba, Islam dan Negara
dalam Politik Orde Baru, Gema Insani Press.
T.M Ash-Shiddieq,.Ilmu Kenegaraan dan
Fiqih Islam, Bulan Bintang, Jakarta
Michael Hart, 100 tokoh yang paling
berpengaruh dalam Sejarah, Pustaka Jaya,
Jakarta
Http://www.erols.com/zenithco
M. Natsir Arsyad, Ilmuwan Muslim
Sepanjang Sejarah: Dari Jabir sampai
Abdussalam, Mizan
Ahmad Y. Al-Hassan, Donald R. Hill,
Teknologi dalam Sejarah Islam, Mizan
Abdullah Azzam, Pelta yang Hilang, Al
Alaq

Masa Kekhalifahan
Rasyidah
(Kekhalifahan yang
adil dan benar)
Juni 632 M-

Khalifah Abu Bakar r.a.


(Masa Peralihan awal dan akhir
kepemimpinan; dan pengaruh
kepribadian dalam gaya
kepemimpinan serta cara hidup)
(11-13 H/ 632-634 M)

Setting Sistem
Pemerintahan
Setting Ekonomi dan Konsep
Baitul Mal
Setting Sosial dan Budaya
serta gerakan Dakwah
Setting Hukum
Setting Militer

Khalifah Umar Bin Khattab r.a.


(Masa Peralihan awal dan akhir
kepemimpinan; dan pengaruh
kepribadian dalam gaya
kepemimpinan serta cara hidup)
(13-23 H/634-644 M)

Setting Sistem
Pemerintahan
Setting Ekonomi dan Konsep
Baitul Mal
Setting Sosial dan Budaya
serta gerakan Dakwah
Setting Hukum
Setting Militer
Pembunuhan Khalifah.

Khalifah Utsman BinAffan r.a.


(Masa Peralihan awal dan
akhir kepemimpinan; dan
pengaruh kepribadian dalam
gaya kepemimpinan serta
cara hidup)
(23-35 H/644-656 M)

Setting Sistem
Pemerintahan
Setting Ekonomi dan Konsep
Baitul Mal
Setting Sosial dan Budaya
serta gerakan Dakwah
Setting Hukum
Setting Militer
Pembunuhan terhadap
Khalifah

19

Masa Mulk Adhudh


(Kerajaan yang
menggigit)

Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a.


(Masa Peralihan awal dan
akhir kepemimpinan; dan
pengaruh kepribadian dalam
gaya kepemimpinan serta
cara hidup)
(35-39 H/656-660 M)

Setting Sistem
Pemerintahan
Setting Ekonomi dan Konsep
Baitul Mal
Setting Sosial dan Budaya
serta gerakan Dakwah
Setting Hukum
Setting Militer
Perselisihan dengan
Muawiyyah r.a. dan pihakpihak yang berkepentingan.
Kepemimpinan Hasan Bin
Ali r.a.

Pemerintahan Bani
Umayah.
Muawiyah
Umar bin Abdul Aziz
(717-720 M)
(Masa Peralihan awal dan
akhir kepemimpinan; dan
pengaruh kepribadian dalam
gaya kepemimpinan serta
cara hidup)
(..-750 M

Perkembangan Ilmu
Pengetahuan.
Setting Sistem
Pemerintahan
Setting Ekonomi dan Konsep
Baitul Mal
Setting Sosial dan Budaya
serta gerakan Dakwah
Setting Hukum dan
perbedaan Madzhab
Setting Militer
Proses berakhirnya
Pemerintahan Bani Umayah.

Pemerintahan Dinasti
Abbasiyah
(+ 1000 M) di Baghdad
Dinasti Fatimiyah di
Mesir, Palestina, dan Syria
Selatan
Dinasti Hamdaniyah di
Syria Utara dan beberapa
bagian Irak
Dinasti Samaniyah di
Iran Timur dan Afghanistan
Barat.
Dinasti Ghaznafiyah di
Afghanistan.

Perkembangan Ilmu
Pengetahuan.
Setting Sistem
Pemerintahan
Setting Ekonomi dan Konsep
Baitul Mal
Setting Sosial dan Budaya
serta gerakan Dakwah
Setting Hukum
Setting Militer

20

Masa Pemerintahan
yang Menindas

Kondisi Umat Islam Internasional


di Lima Benua pada masa pasca
keruntuhan kekhalifahan Turki
Utsmani

Perkembangan Ilmu
Pengetahuan.
Setting Sistem
Pemerintahan
Setting Ekonomi
Setting Sosial dan Budaya
Setting Gerakan Dakwah
Setting Hukum
Setting Militer

BAB II : SEJARAH UMAT ISLAM INDONESIA


No
.
1

Topik
Mengenal Proses awal
Islamisasi di Indonesia
(Waktu, Tempat dan
para penyebar)

Sub Topik
Sejarah sosio-kultur masyarakat
Indonesia di pesisir dan
pedalaman, pra-Islamisasi dan
kepercayaan yang dianut.

Fokus Kajian

Referensi

Wilayah Sumatra dan


kerajaan-kerajaan yang
berpengaruh (Kerajaan Budha
Sriwijaya)
Wilayah Jawa dan kerajaankerajaan yang berpengaruh
(Kerajaan Hindu-Majapahit,
Singosari)
Wilayah Kalimantan dan
kepulauan Nusantara Timur.

Proses awal Islamisasi di


Indonesia
(Wilayah, metode dakwah, tokoh
dan karakteristik umat Islam)

XIII

Asal Islam di Asia Tenggara


Penyebaran Islam pra -abad

Penyebaran Islam abad XIII


sampai berdirinya Kerajaan
Islam di Indonesia.
Penyebaran Islam setelah
berdirinya kerajaan Islam di
Indonesia

21

Abdul Aziz Thaba, Islam dan Negara


dalam Politik Orde Baru, Gema Insani Press,
Jakarta.
Kuntowijoyo, Paradigma Islam:
Interpretasi untuk Aksi, Penerbit Mizan.
M.C. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern,
Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Thomas Walker Arnold, Sejarah Dawah
Islam, Widjaya, Jakarta.
Hamka, Sejarah Umat Islam, Bulan
Bintang, Jakarta.
.., Sejarah Umat Islam Indonesia,
Majelis Ulama Indonesia.
Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di
Indonesia 1900-1942, LP3ES

2.

Sejarah umat Islam di


masa penjajahan.

Penjajahan Belanda

Penjajahan Jepang

Proses penyebaran Islam


melalui perdagangan,
perkawinan, tasawuf,
pendidikan (pesantren),
kesenian dan politik.
Kedatangan Belanda dan
misinya.
Berdirinya VOC.
Pengukuhan kekuasaan
Belanda dan perlawanan
pribumi dengan Islam sebagai
Ideologi perjuangan.
Politik Belanda terhadap
Islam dan adat. (peranan
Snouck Hurgronye)
Pendirian lembaga-lembaga
pendidikan non-pesantren dan
kelahiran tokoh-tokoh.
Gerakan Pembaruan secara
umum dan tokoh-tokohnya
serta pengaruh Pan-Islamisme.
Pendirian Organisasi Islam
dan kebangitan Nasional
(Muhammadiyah, Persis, SI, NU,
MIAI dll.)
Hubungan antara Umat
Islam dengan kelompok
Nasionalis Sekuler.
Kebijakan Politik Jepang di
Indonesia.
Peranan umat menjelang
kemerdekaan.
Merdeka.

22

3.

Umat Islam pasca


Kemerdekaan.
(Setting
IPOLEKSOSBUD)

Peranan politik umat 19451965

Islam di masa revolusi.


(dasar pembentukan Masyumi,
perjuangan dan perpecahan
partai).
Islam dalam demokrasi
parlementer.
Islam dan demokrasi
terpimpin.

23

Endang Saefudin Anshari, Piagam Jakarta:


Sejarah Konsensus antara Nasionalis Islami
dan Nasionalis Sekuler tentang Dasar Negara
1945-1959, GIP

M. Natsir, Capita Selecta, Bulan Bintang

Ahmad Syafii Maarif, Islam dan Politik:


Teori Belah Bambu Masa Demokrasi
Terpimpin (1959-1965, GIP
Ahmad Syafii Maarif, Islam dan
Masalah Ketatanegaraan: Perdebatan
dalam Badan Konstituante, LP3ES
Aqib Suminto, Politik Islam Hindia
Belanda, LP3ES
Harry J. Benda, Bulan Sabit Matahari
Terbit: Islam pada Masa Pendudukan
Jepang,
Azyumardi Azra,
Eep Saefullah Fatah, Format Abru
Politik Islam: Belajar dari Kekeliruan Politik
Lama dalam Republika, 2 Januari 1999
Eep Saefullah Fatah, Format Baru
Politik Islam: Proreformasi Total, Membentuk
Oposisi dan Publik dalam Republika, 4
Januari 1999
Usman Tampubolon, Sosiologi Umat
Islam Indonesia, makalah PIR XV PP. Budi
Mulya 24 Januari 1998
Clifford Geertz, Santri, Abangan, Priyayi
dalam Masyarakat Jawa, Pustaka Jaya
Amri Marzali, Proses Kemapanan Islam:
Jawa Abad ke-15 dan ke-16 dalam Jurnal
Dialog dan Pemikiran Islam Islamika No.
6/1995, hal 106-115

Umat Islam masa Orde Baru


(1965-1998)

Masa Transisi (1998 -

?)

Teori pengelompokkan umat


Islam.
Peran umat dalam
pembentukan format baru
perpolitikan Indonesia.
Kondisi dan peran Umat
dalam pembangunan
(IPOLEKSOSBUD) sepanjang
pemerintahan Soeharto.
Reformasi, peran dan
implikasinya.
Reposisi, dan proses konsolidasi
serta peta umat. MIB (menuju
Indonesia Baru ?!!)

24

Rancangan Kurikulum

Pemikiran dan Pergerakan Islam


Kata Pengantar
Cukup
sulit
membuat
sistematika
dan
melakukan
pemilahan/kategorisasi dalam penyusunan kurikulum Wawasan
Pemikiran dan Pergerakan Islam. Kesulitan muncul ketika
menentukan mana yang harus diprioritaskan antara tokoh atau
gerakan. Tidak selamanya tokoh-tokoh yang mendeklarasikan
gerakan ataupun tokoh-tokoh yang lahir dari gerakan-gerakan Islam
pada zamannya merupakan representasi dari ideologi gerakan Islam
yang bersangkutan. Terkadang dari satu pergerakan memunculkan
beberapa tokoh yang berbeda-beda tipologi pemikirannya. Pada
beberapa kasus bahkan ada tokoh-tokoh yang sama sekali tidak
memiliki akar pergerakan tetapi pemikirannya berpengaruh luas.
Penonjolan ataupun prioritas antara tokoh dan pergerakan dalam
kurikulum ini terkadang tumpang tindih bergantung pada pengaruh
yang dominan di dalam sejarah pemikiran dan pergerakan Islam.
Pemilihan metode kajian/studi yang tepat serta pemilihan referensi
yang representatif dan berimbang juga merupakan kesulitan
tersendiri dalam penyusunan kurikulum. Mengingat hal-hal tersebut
maka kurikulum ini sangat perlu dikritisi termasuk dalam penentuan
sub bahasan yang disajikan.
Kurikulum ini diharapkan dapat menyajikan secara relatif
obyektif realitas keragaman pemikiran dan pergerakan Islam secara
menyeluruh walaupun konsekuensinya kajian yang diperoleh kurang
mendalam. Dengan demikian diharapkan masing-masing individu
bisa melanjutkan kajiannya sesuai dengan pemikiran atau
pergerakan Islam yang menjadi pilihan atau konsentrasinya.
Kurikulum ini diawali oleh pengantar studi pemikiran dan
pergerakan Islam yang merupakan pintu gerbang untuk memahami
inti bahasan yang ada. Poin-poin pada pengantar ini berkaitan
dengan nilai penting dan tujuan studi pemikiran dan pergerakan
Islam. Metodologi menjelaskan bagaimana cara kita menjelaskan
spektrum pemikiran ataupun pergerakan Islam yang ada. Batasan

studi dijelaskan pada wilayah (ruang lingkup studi). Kilas balik


perkembangan pemikiran Islam berisi sejarah singkat kemunculan
para pemikir-pemikir Islam klasik, keruntuhan peradaban Islam
hingga lahirnya gerakan-gerakan Islam. Overview memberikan
gambaran sekilas dan luas mengenai totalitas studi ini.
Pengaruh pemikiran Barat baik yang bersifat ideologis maupun
filosofis yang ikut mewarnai pemikir-pemikir dan gerakan-gerakan
Islam baik yang klasik maupun kontemporer/modern mendapat
cukup perhatian. Oleh sebab itu persinggungan Islam-Barat tersebut
digunakan sebagai perspektif dalam memotret terjadinya aksi-reaksi
Islam vis--vis Barat
Pada bagian selanjutnya, sebagai ruh dari tujuan disusunnya
kurikulum ini, peserta diajak untuk mulai berkenalan dengan
pemikiran dan gerakan Islam klasik maupun kontemporer, baik pada
level internasional maupun konteks lokal Indonesia termasuk di
dalamnya gerakan mahasiswa beserta problematika yang ada terkait
dengan gerakan-gerakan Islam. Studi ini mencakup akar/konsepsi
dasar, aktor-aktor terpenting, pola dan instrumen gerakan,
dinamika/perkembangan, varian/faksi, pengaruh dimensi struktur &
kultur lokal, serta kritik terhadap pemikiran dan pergerakan Islam
yang bersangkutan. Lebih lanjut diharapkan studi ini ikut mendorong
munculnya gagasan untuk mewujudkan sinergi antar berbagai
gerakan Islam pada masa yang akan datang.
Studi ini diharapkan dapat memberikan deskripsi yang relatif
obyektif tentang materi pemikiran dan pergerakan Islam.
Obyektifitas yang dimaksudkan di sini berkaitan dengan; pertama
sudut pandang dan prinsip dalam penyusunan kurikulum ini yang
mempunyai misi untuk memperkenalkan wacana dari berbagai
sumber dengan meminimalkan hegemoni pemahaman tunggal/satu
perspektif. Kedua keseimbangan, yakni perimbangan referensi yang
meliputi tulisan internal pemikir/kelompok, kemudian tulisan
25

pembanding, kemudian kritik atau antitesis dari pemikiran yang


bersangkutan, baik dari kalangan Muslim maupun non Muslim, baik
dalam kerangka pemikiran yang sama ataupun berbeda.
Metode studi ini lebih banyak menggunakan diskusi, ceramah,
kemudian resensi buku dan penugasan-penugasan serta evaluasievaluasi. Dengan demikian dalam
pelaksanaan kurikulum ini
dituntut keaktifan peserta dan fasilitator, termasuk di dalamnya
kemauan untuk membaca yang merupakan salah satu kunci
suksesnya studi ini. Dan tentunya tersedianya referensi merupakan
hal yang tidak bisa diabaikan untuk kelancaran studi ini.

26

Kurikulum
No

Topik
Pengantar

Fiqhul Ikhtilf
(Pemahaman atas
Perbedaan)

Sub Topik
Urgensi dan
Tujuan
Metodologi
Ruang lingkup
Periodesasi,
Pemetaaan
Kilas balik
perkembangan
pemikiran Islam
Overview

Target
Peserta dan
fasilitator
mampu
menyiapkan diri
untuk terlibat
dalam proses
kajian yang akan
dilakukan.
Peserta
memahami
orientasi dan
memperoleh
gambaran luas
tentang kajian
ini.
Peserta dan
fasilitator
merumuskan
kesepakatankesepakatan
yang diperlukan
untuk kelancaran
proses kajian.

Referensi
Http :// www.iiman.co.id/tarikh/
Thaha Jabir Al-Alwani, Krisis Pemikiran Islam: Diagnosis dan
Resep Pengobatan, LKPSI
Gerakan Keagaman dan Pemikiran: Akar Ideologi dan
Penyebarannya, jilid I&II, Al Islahy Press
Muhammad Imarah, Perang Terminologi Islam Versus Barat,
Robbani Press
Jurnal Kajian Islam, Marifah, Tajdid: Apa dan Bagaimana
Menurut Pandangan Islam, Vol. 2 Tahun 1415 H/1995
M. Imarah, Fundamentalisme dalam Perspektif Pemikiran Barat
dan Islam, GIP
John L. Esposito (ed), Islam dan Pembaharuan: Ensiklopedi
Masalah-Masalah, Rajawali Press
John L. Esposito, Ancaman Islam: Mitos atau Realitas? (Edisi
Revisi: Menggugat Tesis Huntington, Mizan
John L. Esposito dan John O. Voll, Demokrasi di Negara-Negara
Muslim, Problem dan Prospek, Mizan.

Yusuf Qardhawi, Gerakan Islam: Antara Peerbedaan yang


Diperbolehkan dan Perpecahan yang Dilarang, Robbani Press
Thaha Jabir Al-alwani, The Ethics of Disagreement in Islam, The
International Institute of Islamic Thought
, Satu Islam: Sebuah Dilema, Mizan

Pemikiran dan
Pergerakan Islam
internasional

Pemikiran Islam Klasik :


Jamaluddin AlAfghani
Muhammad
Abduh
Ibnu Taimiyah
Ibnu Khaldun

Peserta
memahami asalusul dan
gagasan para
pemikir Muslim
klasik.

Ikhwnul Muslimn dan


para tokohnya

Peserta
memahami akar,
konsepsi dasar,
aktor-terpenting,
pola dan
instrumen
gerakan,
dinamika/perkem
bangan,
varian/faksi,
pengaruh
dimensi struktur
& kultur lokal,
kritik.
Peserta
terlatih
melakukan
komparasi
objektif antar 2
atau lebih
pemikiran/geraka
n Islam dengan
parameter yang
ditentukan

(Hasan Al-Banna, Said


Hawwa,
Sayyid
Quthb
Yusuf Qardhawi)

Ibnu Taymiyah, Siyasah Syariyyah: Etika Politik Islam, Risalah


Gusti
Setiawan Budi Utomo, Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah: Wajah dan
Wijhah Seorang Mujaddid Sejati dalam Jurnal Kajian Islam,
Marifah, Vol. 2 Tahun 1415 H/1995, hal. 64-73
Ibnu Khaldun, Muqaddimah, Pustaka Firdaus
A. Rahman Zainuddin, Kekuasaan dan Negara: Pemikiran Politik
Ibnu Khaldun, Gramedia Pustaka Utama
Nikki R. Keddie, Sayyid Jamaluddim Al-Afghani dalam Ali
Rahnema (ed), Para Perintis Zaman Baru Islam, Mizan
Yvanne Haddad, Muhammad Abduh: Perintis Pembaruan Islam
dalam Ali Rahnema (ed), Para Perintis Zaman Baru Islam, Mizan
Hasan Al-Banna, Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin, Jilid I & II,
Intermedia
Http:// www.ummah.org.uk /ikhwan
M. Amien Rais, Ideologi Al-Ikhwan Sebuah Kasus Gerakan Islam
Kontemporer dalam M. Amien Rais Cakrawala Islam: Antara Cita dan
Fakta, Mizan, hal. 187-198
Husein bin Muhsin bin Ali Jabir, Membentuk Jamaatul Muslimin,
GIP, hal. 275-355
David Commins, Hasan Al-Banna (1906-1949) dalam Ali
Rahnema (ed), Para Perintis Zaman Baru Islam, Mizan
Charles Tripp, Sayyid Quthb: Visi Politik dalam Ali Rahnema
(ed), Para Perintis Zaman Baru Islam, Mizan
Said Hawwa, Pokok-Pokok Pikiran tentang Gerakan Islam Total,
Yayasan Al-Muslimun
Samsulrizal Panggabean, Pandangan-dunia Fundamentalisme
Islam dalam Jurnal Dialog Pemikiran Islam Islamika No. 1 JuliSeptember 1993

Jamaat Islmi
(Abul Ala Al-Maududi)

Hizbut Tahrr
(Taqiyyudin
Nabhani)

An-

Abul Ala Al-Maududi, Hukum dan Konstitusi Sistem Politik Islam,


Mizan
Abul Ala Al-Maududi, Khilafah dan Kerajaan: Evaluasi Kritis atas
Sejarah Pemerintahan Islam, Mizan
Charles J. Adams, Maududi dan Negara Islam dalam John L.
Esposito (ed), Dinamika Kebangunan Islam, Rajawali Press
Sayyid Vali Reza Nasr, Maududi dan Jamaat Islami: Asal-usul,
Teori dan Praktik Kebangkitan Islam dalam Ali Rahnema, Para
Perintis Zaman Baru Islam, Mizan
Taqiyyudin An-Nabhani, Sistem Pemerintahan Islam, Thariq
Al-Izzah
Taqiyyudin An-Nabhani, Pedoman Hidup Islami, Thariq Al-Izzah
Taqiyyudin An-Nabhani, Sistem Ekonomi Alternatif, Risalah Gusti
Http://www.al-islam.or.id

Jamah Tablgh
Salafy
Syah (Khameini
Ali Syariati
M. Khatami)

Ahmadiyah

Tasawuf, Tarekat
(A.Q.Jaelani
Jalaluddin Rumi)

Ali Rahnema, Ali Syariati: Guru, Penceramah, Pemberontak


dalam Ali Rahnema (ed), Para Perintis Zaman Baru Islam, Mizan
Baqer Moin, Ayatullah Khomeini Mencari Kesempurnaan: Teori
dan Realitas dalam Ali Rahnema (ed), Para Perintis Zaman Baru
Islam, Mizan
M. Deden Ridwan (ed), Melawan Hegemoni Barat: Ali Syariati
dalam Sorotan Cendekiawan Indonesia, Lentera
M. Khatami, Membangun Dialog Antar Peradaban: Harapan dan
Tantangan, Mizan
Jurnal Ilmu dan Kebudayaan, Ulumul Quran, No. 4 vol. VI th.
1995, Syiah di Indonesia: Antara Mitos dan Realitas
Mengapa Kita Menolak Syiah?: Himpunan Makalah Seminar
tentang Syiah di Aula Masjid Istiqlal, Jakarta, 21 September 1997,
LPPI

Kiri Islam
(Asghar Ali Engineer
Hasan Hanafi)

Neo-Modernisme
(Fazlurrahman)

Post-Modernisme
(Mohamed Arkoun)

Gerakan
Islamisasi
Pengetahuan
(IIIT/The
International
Institute of Islamic
Thought dan IIUM/
International
Islamic University
Malaysia)

Asghar Ali Engineer, Islam dan Teologi Pembebasan, Pustaka


Pelajar
Asghar Ali Engineer, Asal-Usul dan Perkembangan Islam: Analisis
Pertumbuhan Sosial Ekonomi, Pustaka Pelajar
Hasan Hanafi dan Arkoun: Sebuah Contoh Subordinasi Pemikiran
dalam Jurnal Kajian Islam Marifah Vol. 1 Th. 1./1415 H. Hal. 57-60
Hassan Hanafi, Oksidentalisme : Sikap Kita Terhadap Tradisi
Barat, Paramadina
Abdul Qadir Thasy, Hasan Hanafi dan Islam Gado-Gado dalam
Jurnal Kajian Islam Marifah Vol. 1 Th. 1./1415 H. Hal. 58-59
Fazlur Rahman, Tema Pokok Al-Quran, Pustaka
Taufik Adnan Amal, Islam dan Tantangan Modernitas: Studi atas
Pemikiran Hukum Fazlur Rahman, Mizan
Taufik Adnan Amal, Ihsan Ali Fauzi, Bibliografi Karya-Karya
Intelektual Fazlur Rahman (bagian I) dalam Jurnal Dialog Pemikiran
Islam Islamika No. 1/1993
Mohamed Arkoun, Rethinking Islam, Pustaka Pelajar
Mohamed Arkoun, Pemikiran Arab, Pustaka Pelajar.
Mohamed Arkoun, Nalar Islami dan Nalar Modern, Berbagai
Tantangan dan Jalan Baru. INIS, Jakarta.
Jamal Sulthan, Fenomena Arkounisme: Satu Bentuk Bualan
Pemikiran Modern dalam Jurnal Kajian Islam Marifah Vol. 1 Th.
1./1415 H. Hal. 61-64
Hasan Hanafi dan Arkoun: Sebuah Contoh Subordinasi Pemikiran
dalam Jurnal Kajian Islam Marifah Vol. 1 Th. 1./1415 H. Hal. 57-60
Muhammad Imarah, Islam tanpa Agama Versi Hasan Hanafi
dalam Jurnal Kajian Islam Marifah Vol. 2 Th. 1995
Ernest Gellner, Menolak Post-Modernisme, Mizan.
Akbar S. Ahmed, Post-Modernisme, Bahaya dan Harapan bagi
Islam, Mizan.
Http://www.iiu.edu.my
Http://www.iiit.org

Anwar Ibrahim
Ziauddin Sardar
M. An-Naquib Al-Attas

Anwar Ibrahim, Renaisans Asia: Gelombang Reformasi di Ambang


Alaf Baru, Mizan
Ziauddin Sardar, Rekayasa Masa Depan Peradaban Islam, Mizan
Ziauddin Sardar, Masa Depan Islam, Pustaka
Zaiuddin Sardar, Jihad Intelektual: Merumuskan ParameterParameter Sains Islam, Risalah Gusti
Ismail Raji Al-Faruqi, Islamisasi Pengetahuan, Pustaka

M. Iqbal

Pemikiran dan
Pergerakan Islam di
Indonesia

Dr M Iqbal, Pemikiran Persia (desertasi Doktoral M.Iqbal),?


John L. Esposito, Muhammad Iqbal dan Negara Islam dalam
John L. Esposito (ed), Dinamika Kebangunan Islam: Watak, Proses,
dan Tantangan, Rajawali Press
Deliar Noer, Gerakan Islam Modern di Indonesia, LP3ES

NU
(Wahid Hasyim
Idham Chalid)
Muhammadiyah
(Ahmad Dahlan)

Peserta
memahami akar,
konsepsi dasar,
aktor-terpenting,
pola dan
instrumen
gerakan,
dinamika/perkem
bangan,
varian/faksi,
pengaruh
dimensi struktur
& kultur lokal,
kritik.
Peserta
terlatih
melakukan
komparasi
objektif antar 2
atau
lebih
pemikiran/geraka
n Islam dengan
parameter yang
ditentukan

Deliar Noer, Gerakan Islam Modern di Indonesia, LP3ES


Profil Muhammadiyah, PP Muhammadiyah
Abdul Munir Mulkhan, Menggugat Muhammadiyah, Fajar Pustaka
2000

Masyumi
(M. Natsir
Mohammad Roem,
Syafrudin
Prawiranegara)
PemikiranPemikiran
HOS Cokroaminoto
Hamka
Harakah/Gerakan
Dawah Varian
Internasional
NII/N11 (Kartosuwiryo)

Pemikiran Islam
Indonesia
Kontemporer
(Abdurrahman Wahid
M. Amien Rais
Nurcholis Madjid
Kuntowijoyo)

Pergerakan Pelajar-

HMI DIPO

Herbert Feith, Lance Castles (ed), Pemikiran Politik Indonesia,


LP3ES, hal. 195-226
Yusril Ihza Mahendra, Modernisme dan Fundamentalisme dalam
Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi dan Partai Jamaat Islami,
Paramadina
M. Natsir, Kapita Selecta, Bulan Bintang
Moh. Damani, Tasawuf Positif, Dalam Pandangan Hamka, Fajar
Pustaka.

Al-Chaidar, Sepak Terjang KW9 Abu Toto Menyelewengkan NKANII Pasca S. M. Kartosuwiryo: Serial Musuh-Musuh Darul Islam (1),
Madani Press.
Buku-buku tulisan Al Chaidar
Tempo no.
Nurcholis Madjid, Cita-Cita Politik Islam Era Reformasi, Paramadina
Mamun Murod AlBrebesi, Menyingkap Pemikiran Politik Gus Dur dan
Amien Rais tentang Negara, Rajawali Press
Umaruddin Masdar, Membaca Pikiran Gus Dur dan Amien Rais
tentang Demokrasi, Pustaka Pelajar
Masykuri Abdillah, Demokrasi di Persimpangan Makna: Respon
Intelektual Muslim Indonesia terhadap Konsep Demokrasi (1966-1993),
Tiara Wacana
M. Amien Rais, Cakrawala Islam: Antara Cita dan Fakta, Mizan
Siti Nadroh , Wacana Politik dan Keagamaan Nurcholish Madjid,
Rajawali Press
Kuntowijoyo, Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi, Mizan
Kuntowijoyo, Identitas Politik Islam, Mizan
Dedi Djamaluddin Malik, Idi Subandy Ibrahim, Zaman Baru Islam
Indonesia: Pemikiran dan Aksi Politik Abdurrahman Wahid, M. Amien
Rais, Nurcholish Madjid, Jalaluddin Rakhmat, Zaman Wacana Mulia
Greg Barton, Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran NeoModernisme Nurcholish Madjid, Djohan Efendi, Ahmad Wahib,
Abdurrahman Wahid, Paramadina-Pustaka Antara
Saiful Muzani, Di Balik Polemik Anti-Pembaruan Islam: Memahami
Gejala Fundamentalisme Islam di Indonesia dalam Jurnal Dialog
Pemikiran Islam Islamika No. 1 Juli-September 1993, hal. 126-142

, HMI MPO,

Mahasiswa Islam di
Indonesia

PersoalanPersoalan
Pergerakan Islam
Kontemporer

HMI MPO
PMII
KAMMI
PII
IRM-IMM
IPPNU
LDK
Pluralitas
Pergerakan
Islam,
Konflik Idiologi dan
Manajemen Konflik
Perbenturan dan
Dialog
Wacana
dalam
Pergerakan
Islam
Metodologi
Kaderisasi
Strategi
dan
Metode Dakwah
Membangun
masa depan sinergi
pergerakan Islam

A. Malik Haramanin, PMII di Simpang Jalan, Pustaka Pelajar

Yusuf Qardhawi, Gerakan Islam: Antara Peerbedaan yang


Diperbolehkan dan Perpecahan yang Dilarang, Robbani Press
Thaha Jabir Al-alwani, The Ethics of Disagreement in Islam, The
International Institute of Islamic Thought
, Satu Islam: Sebuah Dilema, Mizan

Rancangan Kurikulum

Ideologi, Pemikiran dan Pergerakan non Islam


Kata Pengantar
Turunnya Soeharto dari kursi pemerintahan Orde Baru pada
medio 1998 lalu merupakan moment yang mengawali kebebasan
masyarakat luas untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran mereka
dalam mengekspresikan idealisme masyarakat. Apa yang selama ini
selalu menjadi kekhawatiran mereka adalah, ketika mereka akan
mengadopsi pemikiran-pemikiran dari luar untuk membentuk suatu
masyarakat ideal, akan terancam oleh adanya undang-undang yang
menjerat mereka dengan tuduhan telah menyebarkan ideologi terlarang,
yang membahayakan keselamatan dan keutuhan negara kesatuan RI.
Sekarang, setelah kekuasaan Orde Baru telah terjatuhkan, justru
pemikiran-pemikiran yang dulu ditakuti oleh penguasa dengan leluasa
dipelajari dan dikembangkan serta coba diterapkan ke dalam
masyarakat.
Sejak tahun 1971, rakyat Indonesia telah dibutakan dari hala-hal
yang berbau politik melalui penerapan politik massa mengambang
(floating mass). Semua orang difokuskan untuk memperhatikan
pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan ekonomi yang masif
tanpa tahu politik. Semua dilakukan sebenarnya lebih pada pencapaian
kepentingan penguasa. Akan tetapi, sebagian dari masyarakat yang
memiliki kesadaran akan hal tersebut terus berusaha untuk melakukan
penyadaran terhadap yang lain meski mendapat berbagai repressi dari
pemerintah. Pelarangan terhadap ideologi ataupun pemikiran lain oleh
pemerintah dilakukan dengan menciptakan citra yang begitu buruk
terhapnya, bukan pada pemberian pengetahuan kepada masyarakat
luas tentang apa sebenarnya di balik ideologi dan pemikiran itu
sehinggga harus diwaspadai. Cara-cara seperti itu kemudian dijustifikasi
melalui manipulasi sejarah tragedi Gestapu 1965 yang jelas-jelas
merupakan kepahitan seluruh bangsa Indonesia.
Dengan semakin maraknya kajian-kajian pemikiran dan ideologi
yang bermacam-macam pada saat ini, akan lebih baik ketika kita
memulai juga untuk menkajinya. Karena jelas tidak mungkin bagi kita,
selaku sebuah lembaga mahasiswa mengisolasi diri dari relasi dengan

lembaga-lembaga gerakan mahasiswa lain atau masyarakat yang juga


telah semakin membuka diri dari pemikiran dan ideologi tersebut.
Pentingnya dalam melakukan kajian ini adalah berusaha untuk
mendapatkan pemahaman kritis dan menyeluruh tentang pemikiran dan
ideologi-ideologi populis yang berkembang pada saat ini. Dengan
pemahaman yang ada, kita dapat mengetahui kelebihan serta
kekurangan yang ada padanya, serta apa yang harus dihindari. Hal yang
dapat kita lakukan adalah membandingkan antara satu dengan lainnya
untuk mengetahui apa saja yang menjadi keunggulan masing-masing,
serta memungkinkan bagi kita untuk melakukan transformasi guna
memperkuat pemikiran gerakan yang sudah dimiliki.
Berkaitan dengan hal di atas, ada beberapa peran dan fungsi
ideologi yang berkembang saat ini yaitu: 1
1. Explanation, yaitu menjelaskan mengapa suatu kondisi-kondisi
sosial itu berlangsung
2. Evaluation, yaitu mengevaluasi kondisi-kondisi sosial tersebut
3. Orientation, yaitu memberi orientasi kepada masyarakat
sehinggga dapat mengetahui bagaimana
mereka
menempatkan diri dalam masyarakat
4. Political Program, yaitu menggambarkan aksi-aksi riil sosial
dan politik
Kurikulum ini akan mengkaji mulai dari konsepsi dasar ideologi,
berbagai ideologi yang berkembang di dunia (Materialisme, LiberalismeKapitalisme, Sosialisme-Marxisme, Nasionalisme, Fasisme) sampai Peta
ideologi di Indonesia. Sebagai pengembangan dari materi Ghazwul Fikri,
kurikulum ini juga akan mengkaji berbagai faham/gerakan kontemporer,
yakni Orientalisme, Sekularisme, Imperialisme, Humanisme, Feminisme,
Kristenisasi, juga Zionisme (+ Free Masonry dan Lions Club).
Melalui kajian tentang berbagai ideologi, pemikiran dan
pergerakan non-Islam ini diharapkan para pengemban risalah dawah
1

Terence Ball, Richard Dagger, Political Ideologies and the Democratic Ideal,
HarperCollinsCollegePublisher 1995 hal. 9-11

mempunyai wawasan yang luas terhadap realitas yang ada di dunia ini,
sehingga dapat lebih mampu merencanakan menyebarkan dawah
secara lebih baik.
(Written by Saherman, IP 97)

Kurikulum
No
1

Topik
Pengantar

Sub Topik
Urgensi

Target
Peserta dan fasilitator mampu menyiapkan diri
untuk terlibat dalam proses kajian yang akan
dilakukan.
Peserta memahami orientasi dan memperoleh
gambaran luas tentang kajian ini.
Peserta dan fasilitator merumuskan
kesepakatan-kesepakatan yang diperlukan untuk
kelancaran proses kajian.

Referensi
Terence Ball, Richard Dagger, Political
Ideologies and the Democratic Ideal,
HarperCollins College Publisher
Deliar Noer, Pemikiran Politik di Negeri
Barat, Mizan
Bennedict R.O.G Anderson, Masyarakat
Imajiner, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
1999.
M. Amien Rais, Cakrawala Islam: Antara
Cita dan Fakta, Mizan, hal. 90-98
(BabKritik Islam terhadap Kapitalisme dan
Sosialisme), 99-107 (Bab Kritik Islam
terhadap Marxisme).
Murtadha Muthahhari, Kritik Islam terhadap
Faham Materialisme, Risalah Masa
Ali Syariati, Humanisme antara Islam
dan Mazhab Barat, Pustaka Hidayah
Ziauddin Sardar, Masa Depan Islam,
Mizan, hal. 148-160 (Sub Bab: Negara
dan Ideologi, Dari Negara Islam ke
Negara Ummah)
Muhammad Baqir Shadr, Falsafatuna,
Mizan
Ramlan Surbakti, Memahami Ilmu
Politik, Grasindo
Herbert Feith, Lance Castles (ed),
Pemikiran Politik Indonesia 1945-1965,
LP3ES
Ahmad Zahro, Islam, Sosialisme dan
Kapitalisme, DevelopmentalismHumanism: Adakah Peluang
Rekonstruksi untuk Mencari Titik
Temu?), makalah Seminar Nasional
Paradigma Mabda/Ideologi Dunia di
Unair

Tujuan
Metodologi
Ruang lingkup
Overview
2

Ideologi

Konsep ideologi
(definisi, fungsi,
aplikasi)
Materialisme

LiberalismeKapitalisme
Sosialisme-Marxisme
Nasionalisme
Fasisme
Peta ideologi di
Indonesia

Peserta memahami konsep ideologi


Peserta memahami asal-usul, konsepsi dasar,
pola dan instrumen gerakan,
dinamika/perkembangan, varian/faksi, pengaruh
dimensi struktur & kultur lokal
Peserta memahami implementasi berbagai
ideologi di Indonesia
Peserta mampu mengenali dan
mengidentifikasi wacana berbagai ideologi
Peserta mampu mengkritisi dan menyikapi
berbagai ideologi

Studi Lanjut
Ghazwul Fikri

Orientalisme

Sekularisme
Imperialisme
Humanisme
Feminisme
Kristenisasi

Peserta memahami asal-usul, konsepsi dasar,


aktor terpenting, pola dan instrumen gerakan,
dinamika/perkembangan, varian/faksi, pengaruh
dimensi struktur & kultur lokal.
Peserta memahami implementasi berbagai
pemikiran/gerakan dalam konteks Indonesia
Peserta mampu mengenali dan
mengidentifikasi wacana berbagai
pemikiran/gerakan.
Peserta mampu mengkritisi dan menyikapi
berbagai pemikiran/gerakan.

Nabil bin Abdurrahman Al-Muhaisy,


Virus Fikrah: Melemahkan Ketahanan
Ummat, Wala Press
WAMY, Gerakan Keagamaan dan
Pemikiran, Al-Ishlahy Press
Abu Ridha, Rencana Zionis
Melumpuhkan Shahwah Islamiyah, SIDIK
M. Amien Rais, Cakrawala Islam: Antara
Cita dan Fakta, Mizan, hal. 123-127 (Sub
Bab Islam dan Sekularisme), 234-244 (Bab
Runtuhnya Sendi-Sendi Orientalisme)
M. Amien Rais, Zionisme: Arti dan Fungsi,
Fisipol UGM (laporan penelitian, tidak
diterbitkan)
R. Garaudy, Zionis: Sebuah Gerakan
Keagamaan dan Politik, GIP
Muhammad Imarah, Perang Terminologi
Islam-Barat, Robbani Press
Jurnal Kajian Islam Marifah Vol 1 Th I/1415
Soekarno, Di Bawah Bendera Revolusi,
M. Natsir, Capita Selecta, Bulan Bintang
Louayi Safi, Nationalism and the
Multinational State dalam The American
Journal of Islamic Social Science, Vol. 9 Fall
1992 No. 3
Yunahar Ilyas, Feminisme (?), Pustaka
Pelajar

Zionisme (+ Free
Masonry dan Lions
Club)

PENGANTAR KURIKULUM
BIDANG MANAJERIAL
.
Segala puji bagi Allah SWT, Rabb, pelindung dan penguasa seluruh alam. Sholawat dan salam untuk junjungan kita, manusia paling mulia, Nabi
Muhammad SAW, beserta keluaraga, sahabat dan kepada kaum muslimin di seluruh muka bumi ini.
Bedirinya sebuah organisasi, mempunyai tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut. Untuk mencapai tujuannya, sebuah
organisasi melakukan berbagai aktifitas atau kegiatan yang sifatnya insidental maupun rutinitas.Untuk mendukung terlaksananya berbagai aktifitas atau
kegiatan tersebut, diperlukan sumber daya manusia yang mumpuni. Sumber daya manusia yang mumpuni diperlukan baik pada saat pra- kegiatan
(perencanaan),waktu kegiatan (waktu aksi) dan pasca-kegiatan.
Jama'ah Shalahuddin sebagai sebuah organisasi Lembaga Dakwah Kampus, tidak bisa lepas dari berbagai aktifitas atau kegiataan yang dilakukan
untuk mencapai tujuan-tujuannya. Untuk mendukung berbagai aktifitas atau kegiatan yang dilakukannya, Jama'ah Shalahuddin membutuhkan sumber daya
manusia yang mampu merencana dan mengelola kegiatan tersebut dengan baik.
Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di Jama'ah Shalahuddin, khususnya bidang manajerial, diperlukan sejumlah perangkat untuk
membentuk dan mengembangkan sumber daya manusia yang ada di Jama'ah Shalahuddin. Salah satu perangkat tersebut adalah tersedianya sebuah
kurikulum pendidikan, yang menjadi acuan dalam membentuk dan mengembangkan sumber daya manusia yang ada di Jama'ah Shalahuddin.
Untuk memenuhi tersedianya kurikulum pendidikan itulah, kurikulum bidang manajerial Jama'ah Shalahuddin ini dibuat. Kurikulum ini dibuat
berdasarkan analisis kebutuhan dan untuk jangka waktu 3 tahun. Dengan pemberian porsi materi tahun ke-1 ,25 % dari total materi, tahun ke-2, 50% dari
total materi dan tahun ke-3, 25% dari total materi.
Kurikulum ini mencakup dua aspek manajemen, yaitu aspek manajemen diri dan aspek manajemen organisasi. Materi manajerial ini, diawali dengan
materi komunikasi efektif, sebab komunikasi merupakan landasan bagi hubungan anatar aktifis Jama'ah Shalahuddin. Selain itu, komukasi efektif menjadi
dasar bagi penyampaian materi lainnya.
Pada tahun pertama, materi manajemen diri yang diberikan pada kader Jama'ah Shalahuddin berupa materi yang sifatnya stimulan untuk memacu
motivasi aktifis Jama'ah Shalahuddin diawal keterlibatannya di Jama'ah Shalahuddin. Untuk materi manajemen organisasi, diberikan materi yang sifatnya
teknis operasional. Untuk tahun kedua, materi manajemen diri yang diberikan, ditekankan pada pembentukan sifat optimistik yang dimiliki oleh kader
Jama'ah Shalahuddin.Sedangkan materi manajemen organisasinya, berupa materi-materi yang sifatnya taktik dan strategi manajemen kegiatan. Selain itu,
pada tahun kedua ini, materi manajerial organisasi yang diberikan mengandung muatan-muatan perencanaan, studi kelayakan, pengorganisasian dan
pengendalian kegiatan dan sebuah organisasi. Sedangkan untuk tahun ketiga, materi manajerial yang diberikan lebih banyak pada materi bagaimana
memanajemen rekayasa-rekayasa dalam berdakwah.
Materi manajerial yang diberikan ini bersufat umum. Artinya materi ini harus dimiliki oleh kader Jama'ah Shalahuddin secara keseluruhan. Sedangkan
materi yang sifatnya kemampuan khusus diserahkan pada masing-masing bidang, dewan, departemen dan biro yang bersangkutan.
Kurikulum ini tentu banyak sekali kekurangannya. Sehingga masih diperlukan penyempurnaan-penyempurnaan. Tetapi meskipun banyak
kekurangannya, semoga kurikulum ini dapat bermanfaat bagi proses pengkaderan di Jama'ah Shalahuddin.