Anda di halaman 1dari 35

Kekurangan Cairan

B-18
Ketua : WISNUARTO SARWONO (1102014282)
Sekretaris : SYARAFAH DARA G.W (1102014260)
NUR RAHMADINA (1102014200)
SHABRINA ARDELIA ANANTA (1102014244)
SILVIA LAURENT S (1102014248)
ZULFIKAR CAESAR NARENDRA (1102014294)

FK- Universitas YARSI


2014-2015

Daftar Isi
Daftar Isi .. 1
Skenario ... 2
Kata Sulit ..... 3
Pertanyaan dan jawaban .......... 4
Hipotesa ....... 6
Sasaran Belajar......... 7
LI. 1. Mampu memahami dan menjelaskan cairan dan larutan
1.1 Mampu memahami dan menjelaskan definisi cairan dan larutan 8
1.2 Mampu memahami dan menjelaskan jenis-jenis cairan dan larutan.........8
1.3 Mampu memahami dan menjelaskan fungsi cairan dan larutan..10
1.4 Mampu memahami dan menjelaskan perbedaan cairan dan larutan....11
1.5 Mampu memahami dan menjelaskan faktor yang mempengaruhi kelarutan...11
LI. 2. Mampu memahami dan menjelaskan keseimbangan cairan
2.1Mampu memahami dan menjelaskan mekanisme keseimbangan cairan.12
2.2Mampu memahami dan menjelaskan kompartemen dari cairan. 13
2.3Mampu memahami dan menjelaskan input dan output cairan.... 14
LI. 3. Mampu memahami dan menjelaskan gangguan keseimbangan cairan
3.1. Mampu memahami dan menjelaskan dehidrasi dan hipovolemia
3.1.1 Mampu memahami dan menjelaskan definisi dehidrasi dan
hipovolomia..16
3.1.2 Mampu memahami dan menjelaskan gejala dehidrasi dan
hipovolomia...17
3.1.3 Mampu memahami dan menjelaskan
penyabab dehidrasi dan
hipovolomia..19
3.1.4 Mampu memahami dan menjelaskan penanganan dehidrasi dan
hipovolomia..20
3.1.5 Mampu memahami dan menjelaskan
jenis-jenis dehidrasi dan
hipovolomia..22
LI 4. Mampu memahami dan menjelaskan gangguan keseimbangan elektrolit
4.1. Hiponatremi
4.1.1. Definisi...28
4.1.2. Gejala 28
4.1.3. Penyebab....29
4.1.4. Nilai normal.. 29
4.2. Hipokalemia
4.2.1. Definisi.. 29
4.2.2. Gejala.....29
4.2.3. Penyebab....29
4.2.4. Nilai normal...30
LI. 5. Mampu memahami dan menjelaskanetika minum sesuai dengan syariat
islam.30
Daftar pustaka..34

Kekuranan Cairan
Seorang mahasiswa 19 tahun dibawa ke IGD RS YARSI karena pingsan saat
mengikuti orientasi oengenalan kampus. Pada pemeriksaan fisik : tampak lemas, bibir
dsn lidah kering. Sebelum dibawa ke rumah sakit, temannya telah memberikan larutan
oengganti cairan tubuh. Di RS, penderita segera di berikan infus cairan elektrolit.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan : kadar natrium : 130 mEq/l (normal+
135-147), Kalium : 3,2 mEq/l (N=3,5-5,5) dan Klorida : 95 mEq/l (N=100-106).
Setelah kondisi membaik oasien diperbolehkan pulang dan dianjurkan untuk minum
sesuai dengan etika islam.

KATA SULIT
1. Elektrolit : Senyawa-senyawa yang terlarut dalam larutan tubuh yang dapat
terurai menjadi ion-ion (atom yang bermuatan listrik).
2. Larutan : Campuran yang homogeny. Terdiri dari dua atau lebih zat yang
terdiri dari solute dan solvent.
3. Infus : sebuah terapi yang dimasukan cairan selaindarah, bisa berupa larutan
garam ke pembuluh darah. (bisa juga berupa NaCl 0,9% dan dextrose)
4. Cairan : air dalam tubuh dan zat-zat yang terlarut di dalamnya.
5. Pingsan : hilangnya kesadaran sementara akibat iskimia serebral umum
6. Kalium : Kation utama pada cairan intra seluler yang berfungsi untuk
mempertahankan asmolarlitas cairan intra seluler.
7. Natrium : kation utama pada cairan extra seluler.
8. Klorida : Anion utama pada cairan ekstra seluler yang berfungsi untuk
menjaga osmolaritas dengan natrium.

PERTANYAAN DAN JAWABAN


1. Mengapa kekurangan cairan dapat menyebabkan lemas dan pingsan?
Jawab : Jika kukurangan cairan darah akan mengental sehinga Hb kurang
dapat menginkat oksigen. Lemas dan pingsan di sebabkan karena kekurangan
oksigen di otak.
2. Apa saja factor-faktor yang dapat menyebabkan kekurangan cairan ?
Jawab : factor-faktor yang menyebabkan keurangan cairan adalah suhu,
aktivitas, penyakit, dan kurangannya asupan makanan dan minuman.
3. Mengapa kadar Kalium, Natrium, dan Klorida menjadi indikator dalam
pemeriksaan laboratorium?
Jawab : karena merupakan kation dan anion dalam tubuh, sehingga menjadi
alat ukur keseimbangan metabolisme dan akan menjadi acuan terapi pada
pasien.
4. Dari manakah sumber input dan output cairan ?
Jawaban :
Input : makanan, minuman, hasil metabolisme,infus
Output : keringat, urin, pernafasan
5. Dimana saja kah cairan tubuh terdstibusi?
Jawab : Cairan tubuh terbagi 2:
1. itnrasel
2. ekstrasel : intra vaskuler dan inter stitial
2/3-nya ada di intra sel, 1/3-nya ada di esktra sel, dan terdapat pula di
intra vaskuler dan inter stitial
6. Larutan apa sja yang dipakai untuk menambah cairan?
Jawab : Cairan elektrolit, mineral, bikarbonat dan NaCl
7. Bagaimana etika minum sesuai islam?
Jawab : - minum harus sambil duduk
- sebelum minum bacalah bismillah
- munum 1/3, makan 1/3
- tidak meminum minuman yang memabukan
8. Apa saja gejala kekurangan cairan ?
Jawab : gejala kekuranga cairan yaitu haus,kunang-kunang, bibir kering,
berhalusinansi, daerah sekitar mata cekung (kalu sudah dehidrasi berat) kurang
konsentrasi, lemas, dan pingsan
9. Apa saja kegunaan infus cairan elektrolit ?
Jawab : untuk menambahkan ion-ion dalam tubuh yang hilang.
10. Bagaimana cara menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh ?
Jawab : Menjalani pola hidup sehat :
Minum dan makan secara seimbang
Olah raga teratur
Tidur cukup/istirahat yang cukup
Ibadah teratur
11. apa saja gangguan yang akan terjadi pada saaat kekurangan cairan ?
jawaban :
kekurangan natrium : hiponatremia-> termasuk hipertonis
kekurangan air : hipovolemia ->volume natriumnya turun
12. apa perbedaan larutan pengganti cairan tubuh dan infus ekeltrolit?
Jawab :Pengganti caira tibuh -> oralit->dimasukan lewat mulut
5

Infus elektrolit -> dimasukan melewati vena atau pembuluh darah


13. Apa saja jenis-jenis dan tingkat dehidrasi?
Jawab :
Tingkat : -Ringan: <5% dari BB
-Sedang : 5-10% dari BB
-Berat : >10% dari BB
tipe : 1. Hipertonis : kehilangan mineral lebih banyak daripada cairan
2. Isotobs : cairan dan mineral hilangnya sama banyak
3. Hipotonis : kehilangan cairannya lebih banyak daripada mineral.
14. Apa saja fungsi cairan dan mineral ?
Jawab :
Fungsi cairan : pelumas organ, rekasi hidrolisi, mempertahankan
turginitas/bentuk sel, mengantarkan makanan keseluruh tubuh,
dan memngembalikan keseimbangan dalam tubuh
(homeostastis).
Fungsi mineral : menjadi kofaktor enzim, menjaga keseimbangan pH tubuh,
dan untuk mengembalikan keseimbangan dalam tubuh
(homestatis).
15. Berapa banyak cairan yang dibutuhkan manusia di setiap harinya ?
Jawab:
- Manusia membutuhkan air sebanak 8 gelas perhari ( 250ml/gelas)
- Setiap individu berbeda kebutuhan cairannya, sebaiknya minum ketika sudah
haus
16. Ada berapa persen cairan dalam tubuh manusia?
Jawab :
Laki-laki : 60% dari berat badan
Perempuan : 55% dari berat badan
Anak-anak : 70-75% dari berat badan
Bayi premature : 80% dari berat badan.

HIPOTESA
Cairan adalah air dalam tubuh dan zat-zat yang terlarut di dalamnya
yang harus dijaga keseimbangannya antara input dan outputnya. Ketidak
seimbangan cairan akan menimbulkan gejala kekurangan cairan seperti haus,
bibir kering, lemas, dan pingsan yang akan menyebabkan hipokalemia,
dehidrasi, serta hipovolemia, dimana penanganan yang dapat dilakukan adalah
dengan menjalankan pola hidup sehat dan minum sesuai ajaran islam

SASARAN BELAJAR
LI. 1. Mampu memahami dan menjelaskan cairan dan larutan
1.6 Mampu memahami dan menjelaskan definisi cairan dan larutan
1.7 Mampu memahami dan menjelaskan jenis-jenis cairan dan larutan
1.8 Mampu memahami dan menjelaskanperbedaan cairan dan larutan
1.9 Mampu memahami dan menjelaskanfaktor yang mempengaruhi
kelarutan.
LI. 2. Mampu memahami dan menjelaskan keseimbangan cairan
2.1 Mampu memahami dan menjelaskan mekanisme
keseimbangan cairan
2.2 Mampu memahami dan menjelaskan kompartemen dari
cairan
2.3 Mampu memahami dan menjelaskan input dan output
cairan
LI. 3. Mampu memahami dan menjelaskan gangguan keseimbangan cairan
3.1. Mampu memahami dan menjelaskan dehidrasi dan hipovolemia
3.1.1 Mampu memahami dan menjelaskan definisi dehidrasi
dan hipovolomia
3.1.2 Mampu memahami dan menjelaskan gejala dehidrasi dan
hipovolomia
3.1.3 Mampu memahami dan menjelaskan penyabab dehidrasi
dan hipovolomia
3.1.4 Mampu memahami dan menjelaskan penanganan
dehidrasi dan hipovolomia
3.1.5 Mampu memahami dan menjelaskan jenis-jenis dehidrasi
dan hipovolomia
LI 4. Mampu memahami dan menjelaskan gangguan keseimbangan elektrolit
4.1. Hiponatremi
4.1.1. Definisi
4.1.2. Gejala
4.1.3. Penyebab
4.1.4. Nilai normal
4.2. Hipokalemia
4.2.1. Definisi
4.2.2. Gejala
4.2.3. Penyebab
4.2.4. Nilai normal
LI. 5. Mampu memahami dan menjelaskanetika minum sesuai dengan syariat
islam.

PAPARAN SASARAN BELAJAR


LI. 1. Mampu memahami dan menjelaskan cairan dan larutan
1.1 Definisi
Cairan : adalah bahan yang langsung mengalir secara
alamiah,bukan padat atau gas [Kimia Kedokteran Edisi 2]
Larutan : adalah campuran homogen dari dua atau lebih macam
zat yang terdiri dari solute (zat terlarut) dan solvent (pelarut)
[Kimia Kedokteran Edisi 2]
1.2 Jenis-jenis
1)
Berdasarkan fasanya (wujud zat)

1)

Berdasarkan kejenuhannya

Larutan

Secara Kualitatif

Belum jenuh

Solute masih
solvent

Secara Kuantitatif
bisa

larut

dalam Qc < Ksp

Jenuh

Solute larut solute tak larut

Keadaannya
kesetimbangan
Sudah Jenuh

Qc = Ksp
berada

dalam

Mengendap semua (sudah terdapat Qc > Ksp


endapan)

2) Berdasarkan daya hantar listriknya


Kekuatannya bergantung pada nilai (koefisien ionisasi).
Nilai berkisar antara 0-1.
Larutan

Nilai

Elektrolit

Non elektrolit

Elektrolit kuat = 1; karena larutan terionisasi


dengan sempurna

Elektrolit lemah 0 1

= 0; karena tidak ada yang terionisasi

3) Berdasarkan kepekatan
1. Larutan encer

: larutan yang mengandung relative


sedikit solute dalam larutan.

2. Larutan pekat

: larutan yang mengandung banyak


solute dalam larutan.
Cairan didalam tubuh dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
a. Cairan Intraseluler (CIS) yaitu cairan yang berada di dalam sel
tubuh. Cairan Intraseluler (CIS) kurang lebih dua per tiga cairan
tubuh. Volumenya lebih kurang 33% berat badan (60% air tubuh
total). Cairan Intraseluler (CIS) berperan sebagai proses
penyimpanan dan penggunaan energi serta proses perbaikan
sel,dan untuk mempertahankan volume darah dan osmolalitas
cairan ekstrasel. Kandungan air intrasel lebih banyak dibanding
ekstrasel. Contoh : kalium sebagai kation utama, fosfat sebagai
anion
b.

Cairan Ekstraseluler (CES) yaitu cairan yang berada di luar sel.


Cairan Ekstraseluler (CES) kurang lebih sepertiga dari cairan
tubuh. Cairan Ekstraseluler (CES) terdiri dari :
1. Cairan Intravaskuler (plasma) adalah cairan yang berada dalam
pembuluh darah yang merupakan bagian air dari plasma darah.
Plasma darah adalah bagian cair dari darah dan mencapai
seperempat CES
2. Cairan Interstitial adalah cairan antar sel yang berada diantara
ruang sel-sel. Cairan interstitial adalah cairan disekitar tubuh sel
dan limfe adalah cairan dalam pembuluh limfatik. Cairan
interstitial mewakili empat perlima dari volume CES. Cairan ini
merendam dan melakukan pertukaran antar sel.

10

3. Cairan Transeluler adalah cairan yang berada pada rongga-rongga.


Cairan transeluler,sekitar 1% samapi 3% berat badan,meliputi
seluruh cairan tubuh yang dipisahkan dari CES oleh lapisan sel
epitel. khusus,misalnya cairan otak(liquor serebrospinal), sendi,
cairan sinovial,cairan dalam peritoneum,perikardium,dan rongga
pleura,cairan dalam ruang-ruang mata dan cairan dalam system
pencernaan,pernafasan,dan urinaria.
1.3 Fungsi
Fungsi cairan elektrolit :
1. Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel
2. Mengeluarkan buangan-buangan sel
3. Membantu dalam metabolisme sel
4. Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit
5. Membantu memelihara suhu tubuh
6. Membantu pencernaan
7. Mempemudah eliminasi
8. Mengangkut zat-zat seperti (hormon, enzim, SDP, SDM)
Fungsi Larutan adalah :
1. Sistem Penahan atau Sistem Penyangga
Karena dapat menahan perubahan pH, sistem ini
merupakan larutan yang mengandung asam dan basa
konjugasinya. Fungsi utama sebenarnya adalah mencegah
perubahan pH yang disebabkan oleh pengaruh asam fixed dan
asam organik pada CES.
1. Penyangga Asam Karbonat-Bikarbonat
Merupakan suatu komponen yang paling penting pada
pengaturan pH cairan ekstraseluler. Sistem ini merupakan
sistem penyangga istimewa,sistem ini tetap merupakan sistem
penyangga terbaik pada pH 7,4 walaupun Pka nya 6,1. Tubuh
mempertahankan sistem buffer bikarbonat dengan pengaturan
kadar karbondioksida di paru dan bikarbonat di ginjal.
Penyangga karbonat berasal dari campuran asam karbonat
(H 2 CO 3 ) dengan basa konjugasi bikarbonat (HCO 3 ).
H 2 CO 3 (aq) --> HCO 3(aq) + H + (aq)
Penyangga karbonat sangat berperan penting dalam
mengontrol pH darah. Pelari maraton dapat mengalami kondisi
asidosis, yaitu penurunan pH darah yang disebabkan oleh
metabolisme yang tinggi sehingga meningkatkan produksi ion
bikarbonat.
2. Penyangga Hemoglobin
Penyangga Hb merupakan penyangga intraseluler yang
bekerja di dalam sel darah merah. Hemoglobin dapat berfungsi
sebagai penyangga ini karena mengandung residu histidin yaitu
asam amino basa yang dapat berikatan secara reversible dengan

11

ion hydrogen,menghasilkan Hb bentuk berproton dan tidak


berproton.
Reaksi kesetimbangan dari larutan penyangga oksi
hemoglobin adalah:
HHb + O 2 (g) HbO 2 - + H +
Keberadaan oksigen pada reaksi di atas dapat memengaruhi
konsentrasi ion H +, sehingga pH darah juga dipengaruhi
olehnya. Pada reaksi di atas O 2 bersifat basa. Hemoglobin
yang telah melepaskan O 2 dapat mengikat H + dan membentuk
asam hemoglobin. Sehingga ion H + yang dilepaskan pada
peruraian H 2 CO 3 merupakan asam yang diproduksi oleh CO
2 yang terlarut dalam air saat metabolisme.
2. Penyangga Fosfat
Berperan pada pengaturan pH cairan interstitium dan urin.
Bentuk asam lemah dari penyangga fosfat ini adalah
dihidrogenfosfat (H2PO4 -) dan monohidrogenfosfat (HP042=)
yang berperan menstabilkan pH cairan interstitial dan urin.
Kerja sistem penyangga ini menyerupai sistem penyangga asam
karbonat-bikarbonat.
Penyangga ini berasal dari campuran dihidrogen fosfat (H
2 PO 4 - ) dengan monohidrogen fosfat (HPO 3 2- ).
H 2 PO 4 - (aq) + H + (aq) --> H 2 PO 4(aq)
H 2 PO 4 - (aq) + OH - (aq) --> HPO 4 2- (aq) ) + H 2 O (aq)
Penyangga fosfat dapat mempertahankan pH darah 7,4.
Penyangga di luar sel hanya sedikit jumlahnya, tetapi sangat
penting untuk larutan penyangga urin.
1.4 Perbedaan cairan dan larutan
Larutan adalah campuran homogen (komposisinya sama), serta
sama ukuran partikelnya,tidak ada bidang batas antara zat pelarut
dengan zat terlarut (tidak dapat dibedakan secaralangsung antara zat
pelarut dengan zat terlarut), partikel-partikel penyusunnya
berukuransama (baik ion, atom, maupun molekul) dari dua zat atau
lebih. Dalam larutan fase cair, pelarutnya (solvent) adalah cairan, dan
zat terlarut di dalamnya disebut zat terlarut(solute), bisa berwujud cair,
padat, atau gas.
Cairan, terdiri dari unsur-unsur atau partikel- partikel yang
posisi relatifnya bebas berubah tanpa terpisah.
(Juliantara, 2009)

1.5 Faktor yang mempengaruh kelarutan


a) Suhu
Untuk Campuran padat-cair pada umumnya :
T > Kelarutan >

12

Untuk larutan padat-cair pada umunya : semakin tinggi suhu


maka kelarutan juga semakin tinggi.
b) Sifat solute dan solventnya
Berlaku aturan like dissolve like
Yakni suatu solute akan mudah larut dalam solvent yang punya
sifat yang sama dengan solute,di mana solute polar mudah larut
dalam solvent polar dan solute non polar mudah larut dalam
solvent non polar.
Contoh : garam dapur (polar) larut dalam air (polar)
c) Tekanan
Sangat berpengaruh pada gas di atur oleh Hukum
Henry di mana gas-gas yang larut secara fisika C =
Kp
Contoh : Minuman Soda
Untuk padat / cair tekanan tidak berubah (konstan)
d) Pengaruh ion sejenis
Adanya ion sejenis dalam larutan akan mengurangi
kelarutan
e) Pengadukan
Pengadukan juga menentukan kelarutan zat terlarut.
Semakin banyak jumlah pengadukan, maka zat terlarut
umumnya menjadi lebih mudah larut.
e) pH larutan
Kelarutan senyawa yang terionisasi dalam air sangat
dipengaruhi oleh pH, sedangkan kelarutan senyawa non
elektrolit yang tidak terionisasi dalam air hanya sedikit
dipengaruhi oleh pH.

LI. 2. Mampu memahami dan menjelaskan keseimbangan cairan


2.1 Mampu memahami dan menjelaskan mekanisme
keseimbangan cairan.
Pergerakan cairan tubuh mencakup penyerapan air di
usus, masuk ke pembuluh darah, dan beredar ke seluruh tubuh.
Pada pembuluh kapiler, air mengalami filtrasi ke ruang
interstisium, selanjutnya masuk dalam sel melalui proses difusi,
sebaliknya air dalam sel keluar ke ruang interstisium dan masuk
ke pembuluh darah (Unit Pendidikan Kedokteran-Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan FKUI, 2007).
Cairan tubuh berpindah antara kedua kompartemen untuk
mempertahankan keseimbangan nilai cairan. Pergerakan cairan
tubuh ditentukan oleh beberapa proses transpor yaitu difusi,
transpor aktif, filtrasi, dan osmosis (Horne, 2001).

13

1. Difusi : Adalah proses pergerakan partikel dalam dari


konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sampai
terjadi keseimbangan (Horne, 2001)
2. Transport Aktif : Adalah bahan bergerak dari konsentrasi rendah
ke tinggi. Banyak zat terlarut penting ditransport
secara aktif melewati membran sel meliputi natrium,
kalium, hidrogen, glukosa dan asam amino. (Horne,
2001).
3. Filtrasi : Adalah merembesnya suatu cairan melalui selaput
permeable. Arah perembesan adalah dari daerah dengan
tekanan yang lebih tinggi ke daerah dengan tekanan
yang lebih rendah (Horne, 2001).
4.Osmosis : Adalah gerakan air melewati membran
semipermeable dari area dengan konsentrasi zat terlarut
rendah ke area dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi.
Osmosis dapat terjadi melewati semua membran bila
konsentrasi zat terlarut pada kedua area berubah (Horne,
2001).
2.2 Mampu memahami dan menjelaskan kompartemen dari
cairan

Cairan intraseluler (CIS)


Cairan yang terkandung di dalam sel. Pada orang
dewasa kira-kira dua per tiga daricairan tubuh adalah intraselular,
sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70 kg).
Sebaliknya, hanya setengah dari cairan tubuh bayi adalah cairan
intraselular.
Cairan ekstraseluler (CES)
CES adalah cairan di luar sel. Ukuran relatif dari
CES menurun dengan peningkatan usia.Pada bayi baru lahir,
kira-kira setengah cairan tubuh terkandung di dalan CES. Setelah
usia satu tahun, volume relatif dari CES menurun sampai kirakira sepertiga dari volumetotal. Ini hampir sebanding dengan 15

14

L dalam rata-rata pria dewasa (70 kg). Lebih luas, CES dibagi
menjadi:
o Cairan interstisial (CIT)
Cairan di sekitar sel, sama dengan kira-kira 8 L pada
orang dewasa. Cairan limfetermasuk dalam volume interstisial.
Relatif terhadap ukuran tubuh, volume CITkira-kira sebesar dua
kali lebih besar pada bayi baru lahir dibandingkan orang
dewasa.
o Cairan intravaskuler (CIV)
Cairan yang terkandung di dalam pembuluh darah.
Volume relatif dari CIV sama pada orang dewasa dan anakanak. Rata-rata volume darah orang dewasa kira-kira5-6 L, 3 L
dari jumlah tersebut adalah plasma. Sisanya 2-3 L terdiri dari
sel darah merah yang mentraspor oksigen dan bekerja sebagai
buffer tubuh yang penting, sel darah putih, dan trombosit.
Cairan transeluler (CTS)
Cairan yang terkandung di dalam rongga khusus dari
tubuh. Contoh CTS meliputicairan dari serebrospinal,
perikardial, pleural, sinovial, dan cairan intraocular dan sekresi
lambung. Sejumlah besar cairan dapat saja keluar masuk ruang
transeluler setiap harinya.
2.3 Mampu memahami dan menjelaskan input dan output
cairan
1.Sumber input
Sehari-harinya, sebanyak 1250 mL air didapatkan dari
minuman. Namun ternyata, jumlah yang hampir sama, yaitu 1000
mL air, didapatkan dari makanan (dalam bentuk padat). Perlu
diingat bahwa otot memiliki kandungan air sebanyak 75%; oleh
karena itu, katakanlah seseorang makan daging sapi (otot hewan),
maka 75% dari makanan tersebut adalah air. Buah dan sayuran
memiliki kandungan air sebanyak 60% hingga 90%. Sehingga,
sebagian besar air yang didapatkan manusia sehari- harinya,
berasal dari makanan padat dan minuman. Sisanya, sumber air
yang paling kecil didapatkan adalah dari proses metabolism tubuh.
Beberapa reaksi kimia di dalam sel mengkonversi bahan makanan
dan air menjadi energi, dengan menghasilkan CO2dan H2O.
Proses metabolisme ini mengeluarkan H2O dari sel menuju cairan
ekstraselular sebanyak 350 mL setiap harinya. Sehingga rata-rata,
input air manusia setiap harinya adalah 2600 mL. Sumber air lain
juga didapatkan dalam kondisi terapi/pengobatan, misalnya
melalui infus.
Kebutuhan intake cairan berdasarkan umur dan berat badan
No
Umur
BB (kg)
Kebutuhan Cairan (ml)
.
1. 3 hari
3
250 300
15

2.
3.
4.
5.
6.
7.

1 tahun
2 tahun
6 tahun
10 tahun
14 tahun
18 tahun

9,5
11,8
20
28,7
45
54

1150 1300
1350 1500
1800 2000
2000 2500
2200 2700
2200 2700

2.Pengeluaran (output)
Hampir sebanyak 1 liter H2O keluar dari tubuh manusia
tanpa disadari. Hal ini dinamakan insensible loss (kehilangan H2O
tanpa kesadaran oleh sensorik manusia), dan terjadi karena proses
respirasi-ekspirasi pada paru-paru dan pengeluaran keringat pada
bagian-bagian kulit yang tidak mengeluarkan keringat.
Ketika respirasi, udara yang masuk sebetulnya
mengandung H2O. Namun H2O ini hilang ketika udara sudah
masuk ke paru-paru. Umumnya kita tidak menyadari kehilangan
H2O ini, namun ketika musim dingin, kita dapat melihat keluarnya
uap H2O dari mulut/hidung kita.
Insensible loss yang lain adalah keluarnya H2O dari kulit
secara terus-menerus, bahkan ketika tidak sedang berkeringat
sekalipun. Molekul air dapat berdifusi menembus sel-sel kulit dan
berevaporasi tanpa disadari. Namun, kulit memiliki sifat tahan air
oleh karena lapisan keratin di bagian terluarnya, yang berfungsi
untuk menghindari keluarnya H2O secara berlebihan. Ketika
lapisan ini rusak, misalnya pada kasus luka bakar, H2O dapat
keluar lebih banyak lagi, sehingga dapat mengganggu
keseimbangan cairan tubuh.
Sensible loss, atau pengeluaran H2O yang disadari, salah
satunya berupa keringat. Pada suhu udara 68F, sebanyak 100mL
H2O hilang melalui keringat setiap harinya. Jumlah H2O yang
hilang melalui keringat sangat bervariasi, tergantung dari temperatur
lingkungan dan derajat aktivitas; jumlahnya berkisar dari 0 mL
hingga beberapa liter ketika cuaca sangat panas. Jalur pengeluaran
H2O yang lain adalah melalui feses. Pada umumnya,
sebanyak100mL H2O keluar melalui feses setiap harinya. Pada saat
proses pembentukan feses di usus besar, sebagian besar H2O
diabsorbsi oleh lumen digestivus menuju darah, sehingga dapat
menghindari pembuangan H2O yang berlebihan. Namun pada kasus
diare, jumlah H2O yang keluar dapat lebih banyak lagi.Pengeluaran
H2O yang paling besar adalah melalui ekskresi urin, yaitu sebanyak
1500mL urin yang diproduksi setiap harinya. Total pengeluaran
H2O setiap harinya adalah 2600 mL, sama dengan jumlah intake
H2O dalam contoh ini. Keseimbangan ini sebetulnya tidak terjadi

16

secara kebetulan. Biasanya, output H2O disesuaikan dengan input


H2O, sehingga kadar H2O di dalam tubuh tetap terjaga.

Gambar 3. Input dan Output Air dalam Tubuh(Sherwod,et.al.,2010)


LI. 3. Mampu memahami dan menjelaskan gangguan keseimbangan
cairan
3.1.
Mampu memahami dan menjelaskan dehidrasi dan
hipovolemia
3.1.1 Mampu memahami dan menjelaskan definisi
dehidrasi dan hipovolomia
Dehidrasi adalah sebagai suatu keadaan keseimbangan
cairan yang negatif atau terganggu yang bisa disebabkan oleh
berbagai jenis penyakit (Huang et al, 2009).
Dehidrasi adalah keadaan yang terjadi akibat kehilangan
cairan tubuh secara berlbihan. (dorlan edisi 31)
Dehidrasi ialah suatu gangguan dalam keseimbangan air
yang disertai output yang melebihi intake sehingga jumlah
air pada tubuh berkurang. (Staf Pengajar Bagian Patologi
Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006).
Hy-po-vo-le-mia penurunan abnormal volume darah yang
beredar dalam tubuh. (Dorland)

17

Hipovolemia adalah suatu keadaan berkurangnya volume


(jumlah) air ekstrasel. Kondisi ini akan menyebabkan
hipoperfusi jaringan. Hipovolemia disebut juga deplesi volume.
(Gangguan keseimbangan air-elektrolit dan asam basa, FKUI)

3.1.2 Mampu memahami dan menjelaskan gejala dehidrasi


dan hipovolomia
gejala dehidrasi tergantung dari tingkat dehidrasinya

Beberapa gejala dehidrasi antara lain:


1.Rasa haus
Tanda yang paling umum dan paling awal pada
dehidrasi adalah rasa haus yang muncul. Rasa haus ini juga
diikuti oleh mulut, tenggorokan yang terasa kering dan lidah
sedikit membengkak.
2.Jarang buang air kecil
Karena tubuh telah kekurangan cairan, maka otomatis
ginjal akan mengurangi
produksi urine karena harus memenuhi asupan cairan bagi
bagian tubuh lainnya. Jika

18

buang air kecil, maka warnanya akan lebih kuning atau


berwarna gelap.
3.Kulit tidak elastis
Dehidrasi juga ditandai oleh tidak elastisnya kulit.
4.Kepala terasa pusing dan berkunang-kunang
Dehidrasi dapat mengakibatkan kepala terasa pusing dan
berkunang-kunang, dan tubuh terasa lelah serta mengantuk.
5.Penyakit sembelit dan tidak berkeringat
Dehidrasi bisa menyebabkan sembelit karena kurangnya cairan.
Sumber: (Setiyani, n.d.)

Gejala Hipocolemia
A. Hipovolemia ringan, kehilangan < 20% volume plasma.Gejala klinis:
takikardia. Takikardia terjadi karena untuk mempertahankan perfusi
jaringan.
B. Hipovolemia sedang, kehilangan 20 40 % volume plasma.Gejala
klinis: takikardia dan hipotensi ortostatik.
Berkurangnya volume CES dapat mengganggu curah jantung dengan
mengurangi aliran balik vena ke jantung sehingga dapat menurunkan
tekanan darah. Penurunan tekanandarah dapat dideteksi oleh baroresptor
di jantung dan arteri karotis lalu diteruskan ke pusatvasomotor di batang
otak yang menginduksi respons simpatis berupa takikardia.
19

C. Hipovolemia berat, kehilangan >40 % volume plasma.Gejala klinis:


penurunan tekanan darah, takikardia, oliguria, agitasi, pikiran kacau.
Oliguria merupakan respons ginjal terhadap berkurangnya volume CES.
Ginjal menahan natrium dan air sehingga urin pekat dan sedikit.
D. Baroreceptor (pada sinus karotid, arkus aorta, atrium jantung, dan
pembuluh ginjal) mendeteksi adanya perubahan cairan.Sekresi ANF
(dilepaskan oleh dinding natrium) meningkat, menurunkan tekanandarah
dan aldosteron. Penurunan sekresi aldosteron meningkatkan reabsorpsi
natrium
E. ADH meningkatkan reabsorpsi air dan natriumVolume CES yang
berkurang dapat menyebabkan aliran darah yang masuk ke
otak berkurang sehingga dapat menyebabkan agitasi dan pikiran kacau.
Tanda dan gejala yang lain:
- Haus, hipovolemia menyebabkan hipotalamus (osmoreseptor)
terangsang danmenimbulkan rasa haus untuk mengembalikan cairan.
3.1.3 Mampu memahami dan menjelaskan penyebab dehidrasi dan
hipovolomia
Penyebab Dehidrasi
Dehidrasi dapat disebabkan karena kurangnya minum air atau cairan.
Dehidrasi juga bisa merupakan dampak dari suatu kondisi yang
menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan, seperti diare yang
berlebihan, luka bakar serius, demam, dan berada di elevasi (ketinggian
tanah) tinggi. Dehidrasi juga merupakan gejala dari beberapa penyakit,
gangguan atau kondisi yang mendasarinya, seperti defisiensi aldosteron
(hormon yang diproduksi kelenjar adrenal), diabetes Tipe I, dan gagal
ginjal.
Minum air sejatinya adalah untuk mengganti cairan yang hilang karena
aktivitas sehari-hari atau karena fungsi normal tubuh, seperti hilangnya
kelembaban karena proses pernapasan, kemih dan berkeringat. Cairan
dalam tubuh bisa hilang karena beberapa kondisi berikut:
Mengonsumsi alkohol dan intoksikasi (keracunan)
Suhu/cuaca yang sangat panas
Olahraga yang menyebabkan keringat banyak keluar, seperti maraton
dan sepakbola
Perdarahan
Berada di elevasi tinggi
Tingkat kelembaban rendah.

20

Dehidrasi juga bisa disebabkan karena suatu kondisi yang


menyebabkan hilangnya banyak cairan karena terlalu sering berkemih,
kondisi-kondisi itu antara lain:

Diabetes

Ketoasidosis diabetik

Hyperosmolar hyperglycemic nonketotic syndrome (HHNS)

Pengobatan dengan obat diuretik seperti furosemide (Lasix).


Juga banyak kondisi atau gangguan kesehatan yang dapat
menyebabkan dehidrasi karena muntah atau diare. Beberapa kondisi
tersebut antara lain:
Infeksi bakteri atau virus pada saluran pencernaan, seperti keracunan
makanan atau gastroenteritis

Gangguan makan (bulimia atau anoreksia)

Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Radang usus (termasuk penyakit Crohn dan kolitis ulserativa)

Influenza

Morning sickness selama kehamilan.


(sumber
:
http://www.medkes.com/2014/07/gejala-penyebab-danpengobatan-dehidrasi.html)
Dehidrasi terjadi karena kehilangan air (output) lebih banyak daripada
pemasukan air (input) (Suraatmaja, 2010). Cairan yang keluar biasanya
disertai dengan elektrolit (Latief, dkk., 2005).
(Sumber:http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21500/4/Chapter
%20II.pdf)
Dehidrasi dapat terjadi akibat keluarnya air melalui keringat,
pengguapan dari kulit, saluran cerna, diabetes insipidus (sentral dan
nefrogenik), atau diuresi osmotik; yang kesemuanya disertai gangguan rasa
haus atau gangguan akses cairan. Dehidrasi dapat pula terjadi pada keadaan
masuknya cairan ekstrasel ke intrasel secara berlebihan, kejang hebat, setelah
melakukan latihan berat atau pada pemberian cairan natrium hipertonik
berlebihan.
(Gangguan keseimbangan air-elektrolit dan asam basa, FKUI)
Penyebab hipovolemia :
1) Penurunan masukan
2) Kehilangan cairan yang abnormal melalui kulit, GIT, ginjal abnormal,
dll
3) Pendarahan
( Sumber : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21500/4/Chapter
%20II.pdf )
3.1.4 Mampu memahami dan menjelaskan penanganan dehidasi dan
hipovolomia
21

Langkah pertama untuk mengatasi dehidrasi adalah dengan


mencegahnya. Untuk orang dewasa, minumlah minimal 8 gelas air setiap
hari. Pada sebagian orang, kebutuhan minum air akan lebih besar, seperti
pada atlet atau orang-orang yang tinggal di dataran tinggi atau di tempat yang
bersuhu tinggi dan beriklim kering. Untuk para atlet, sangat disarankan untk
mengonsumsi minuman elektrolit.
Ketika dehidrasi sudah berkembang, pengobatan yang tepat akan
memberikan hasil yang baik, sekaligus meminimalisir kemungkinan
komplikasi yang serius. Pengobatan dehidrasi akan tergantung dari
penyebab, adanya penyakit lain, usia dan beberapa faktor lainnya.
Penangan dehidrasi ringan
Dehidrasi ringan dapat diatasi dengan minum cairan sedikit-sedikit
namun dengan interval yang pendek (sering). Untuk bayi dan anak-anak
yang muntah atau diare, berikan rehidrasi oral seperti oralit, yang mana
oralit juga sangat dianjurkan ketika terjadi muntah dan diare. Semua
minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan minuman soda harus
dihindari. Kafein akan memperburuk dehidrasi karena menyebabkan
peningkatan potensi buang air kecil.
Penangan dehidrasi sedang hingga berat
Dehidrasi sedang hingga berat biasanya membutuhkan rawat inap dan
perawatan intensif di rumah sakit. Cairan intravena diberikan berikut
penggantian cairan elektrolit. Elektrolit dan parameter penting lainnya, seperti
tanda-tanda vital harus dipantau secara kontinyu. Untuk kasus dehidrasi yang
komplikasinya sampai mengancam jiwa seperti gagal ginjal dan syok
hipovolemik, maka diperlukan tindakan-tindakan penunjang kehidupan.
(sumber
:
http://www.medkes.com/2014/07/gejala-penyebab-dan-pengobatandehidrasi.html )
Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, perlu dilakukan perkiraan
deifisit cairan tubuh, yang ditentukan persentasi penurunan berat badan. Untuk
mengetahui banyaknya jumlah cairan yang hilang, kalikan persentasi
kehilangan berat badan dengan Kg berat badan. Dimisalkan berat pasien
adalah 154 pound, atau 70 kg, dan penurunan berat badannya adalah 10 pound
(4,5 kg), maka pasien tersebut mengalami penurunan beratbadan sebanyak 6%,
atau sekitar 4,2 L cairan tubuh.
Beberapa solusi/larutan untuk mengganti defisit cairan ekstraselular antara lain:
a. Lactated Ringers, 1500 mL, untuk mengganti cairan ekstraselular yang
hilang(bervariasi, tergantung dari kadar kalium dan kalsium serum)
b. Larutan NaCl 0,9% 500 mL

22

c. 5% Dextrosa dalam air (D5W), 4700 mL, untuk mengganti air yang hilang dan
meningkatkan output urin
d. Kalium klorida 40-80 mEq, dapat dibagi menjadi 3 liter untuk mengganti
kehilangan kalium. Kadar kalium dalam serum harus dimonitor secara
intensif.
e. Bikarbonat, diperlukan apabila penderita dalam kondisi acidosis
f. Transfusi darah ketika volume yang hilang akibat pendarah
Penanganan Hipovolemia
(1) Pemulihan volume cairan normal dan koreksi gangguan penyerta
asam-basa dan elektrolit
(2) Perbaikan perfusi jaringan pada syok hipovolemik
(3) Rehidrasi oral pada diare pediatrik
Tindakan berupa hidrasi harus secara berhati-hati dengan cairan intravena
sesuai pesanan / order dari medis.Catatan : Rehidrasi pada kecepatan yang
berlebihan dapat menyebabkan GJK (gagal ginjal jantung kongestif)
(4) Tindakan terhadap penyebab dasar
Pemeriksaan penunjang:
1. Penurunan tekanan darah khususnya bila berdiri
(hipotensi orotostatik)
2. Peningkatan frekuensi jantung
3. Turgor kulit buruk
4. Lidah kering dan kasar
5. Mata cekung
6. Vena leher kempes
7. Meningkatan suhu dan penurunan air mata, depresi
frontanel anterior.
8. Pada pasien syok akan tampak pucat dan diaforetik
dengan nadi cepat dan haus hipotensi terlentang dan
oliguria
Penatalaksanaan medis
Pemulihan volume cairan normal dan koreksi gangguan
penyerta asam-basa dan elektrolit.
Perbaikan perfusi jaringan pada syok hipovolemik
Rehidrasi oral pada dehidrasi pediatrik.

3.1.5 Mampu memahami dan menjelaskan jenis-jenis dehidrasi dan


hipovolomia
Dehidrasi dapat digolongkan berdasarkan derajat atau jenisnya.
(Muscari, 2005)
a. Derajat. Dehidrasi digolongkan menjadi ringan, sedang atau berat
1) Dehidrasi ringan dicirikan dengan kehilangan 5% dari berat badan
sebelum sakit

23

2) Dehidrasi sedang dicirikan dengan kehilangan 5-10% dari berat badan


sebelum sakit
3) Dehidrasi berat dicirikan dengan kehilangan lebih dari 10% berat
badan sebelum sakit
b. Tipe. Terdapat tiga tipe dehidrasi, dehidrasi isotonis, dehidrasi hipertonik,
dan dehidrasi hipotonik
1) Dehidrasi isotonis dicirikan dengan defisit air dan elektrolit yang
terjadi dalam proporsi seimbang. Isotonis merupakan jenis dehidrasi yang
paling sering terjadi.
2) Dehidrasi hipertonik dicirikan dengan kehilangan cairan melebihi
kehilangan elektrolit.
3) Dehidrasi hipotonik dicirikan dengan kehilangan sejumlah eletrolit
melebihi kehilangan cairan.
Hipovolemia dapat dibedakan meenjadi:
1. Hipovolemia ringan: anoreksia, keletihan dan kelelahan
2. Hipovolemia sedang: Hipotensi ortostatik, takikardia, penurunan CVP dan
penurunan pengeluaran urin.
3. Hipovolemia berat: hipotensi berbaring, nadi cepat dan lemah, kulit kusam,
kacau mental dan koma.
LI 4. Mampu memahami dan menjelaskan gangguan keseimbangan elektrolit
1. Klasifikasi Mineral
Berdasarkan kebutuhannya di dalam tubuh, mineral dapat digolongkan
menjadi 2 kelompok utama yaitu mineral makro dan mineral mikro.
1) Mineral makro
adalah mineral yang menyusun hampir 1% dari total berat badan manusia
dan dibutuhkan dengan jumlah lebih dari 1000 mg/hari. Mineral yang
termasuk di dalam kategori mineral makro utama adalah kalsium (Ca),
fosfor (P), magnesium (Mg), sulfur (S), kalium (K), klorida (Cl), dan
natrium (Na)
2) Mineral mikro (Trace )
merupakan mineral yang dibutuhkan dengan jumlah kurang dari 100 mg
/hari dan menyusun lebih kurang dari 0.01% dari total berat badan.
Mineral mikro terdiri dari kromium (Cr), tembaga (Cu), fluoride (F),
yodium (I) , besi (Fe), mangan (Mn), silisium (Si) and seng (Zn). (Irawan,
2007)
Sumber :
Irawan, anwari. 2007. Cairan Tubuh, Elektrolit dan Mineral. Sports
Science Brief. 1:1
2. Sumber Mineral

24

A. Natrium
Didapatkan dari banyak makanan, terutama dalam garam dapur (Marks,
2000)
Bahan makanan sumber natrium yang perlu dibatasi, yaitu sebagai
berikut : (Mayasari, 2008)
a. Garam. Setiap 1 gram garam dapur mengandung 400 mg natrium.
b. Semua makanan yang diawet dengan garam, seperti ikan asin, telur asin,
ikan pindang, ikan teri, dendeng, abon, daging asap, asinan sayuran, asinan
buah, manisan buah, serta buah dalam kaleng.
c. Makanan yang dimasak dengan garam dapur atau soda kue (natrium
bikarbonat), seperti biskuit, kracker, cake dan kue-kue lainnya.
d. Bumbu-bumbu penyedap masakan. Salah satu diantaranya yaitu vitsin/
motto/ micin/ MSG, yang masih sangat lazim digunakan masyarakat untuk
menambah cita rasa masakan. Contoh lain yaitu kecap, terasi, petis, tauco,
saos sambal dan saos tomat.
e. Makanan kaleng. Makanan kaleng sebenarnya terbuat dari bahan makanan
segar, namun yang perlu diperhatikan yaitu dalam proses pembuatannya
makanan kaleng ditambahkan garam untuk membuat bahan makanan
tersebut lebih awet. Contoh makanan yang dikalengkan yaitu corned, dan
sarden. Selain itu pada buah kaleng yang diawetkan, juga mengandung
pengawet berupa natrium benzoat. Oleh karena itu pada hipertensi
dianjurkan untuk menghindari minuman atau pun sari buah dalam kaleng.
f. Fast food (makanan cepat saji). Produk-produk fast food tersebut seperti
sosis, hamburger, fried chicken, pizza, dan sebagainya.
g. Contoh bahan makanan lain yang mengandung tinggi natrium yaitu : keju,
margarin, dan mentega.
B. Kalium
Kacang-kacangan, bulir padi-padian utuh, daging, buah (Marks, 2000)
C. Klorida :
Didapatkan dari banyak makanan, terutama dalam garam dapur (Marks,
2000)
Juga dapat didapatkan dari air minum kemasan, yang menurut Permenkes
Nomor : 907/Menkes/SK/VII/2002 kadar klorida maksimum 250 mg/l. Jumlah
klorida dalam air minum lebih dari 600 mg/l dapat merusak ginjal (Winarno,
1986)
Sumber :
Marks, Dawn B. 2000. Biokimia Kedokteran Dasar. Jakarta : EGC
3. Kebutuhan dalam tubuh
A. Natrium
25

Garam natrium merupakan garam yang dapat secara cepat diserap oleh
tubuh dengan minimum kebutuhan untuk orang dewasa berkisar antara 1.3-1.6
gr/hari (ekivalen dengan 3.3-4.0 gr NaCl/hari). (Irawan, 2007)
Taksiran kebutuhan natrium sehari untuk orang dewasa adalah
sebanyak 500 mg. WHO (1990) menganjurkan pembatasan konsumsi garam
dapur hingga 6 gram sehari (ekivalen dengan 2400 mg natrium). Pembatasan
ini dilakukan karena peranan potensial natrium dalam menimbulkan tekanan
darah tinggi (Almatsier, 2001)
National Research Council of The National Academy of Sciences
merekomendasikan konsumsi natrium per hari sebanyak 1.100-3.300 mg.
Jumlah tersebut setara dengan -1 sendok teh garam dapur per hari. Untuk
orang yang menderita hipertensi, konsumsi natrium dianjurkan tidak lebih dari
2.300 mg perhari. Jumlah tersebut sama dengan 6 gram NaCl atau lebih
kurang satu sendok teh garam dapur (Astawan, 2010).
American Heart Association (AHA) merekomendasikan konsumsi
natrium bagi orang dewasa tidak lebih dari 2.400 mg/hari, yaitu setara dengan
satu sendok teh garam dapur sehari. Menurut United States Department of
Agriculture (USDA), rata-rata kebutuhan natrium ibu hamil sekitar 2.400 mg
dalam sehari, atau kira-kira setara dengan satu sendok teh (Wardlaw et al,
2004).
B. Kalium
Kalium merupakan bagian essensial semua sel hidup, sehingga banyak
terdapat dalam bahan makanan. Kebutuhan minimum akan kalium ditaksir
sebanyak 2000 mg sehari. Kalium terdapat dalam semua makanan
mentah/segar, terutama buah, sayuran dan kacang kacangan (Almatsier,
2001).
1,5 4,5 gr Angka tersebut diambil dari "Recommended Dietary
Allowance" (RDA) per hari yang dikeluarkan oleh "Food and Nutrition Board
National Research Council" USA 1968. Angka ini berlaku untuk laki-laki
normal umur 22 tahun. ( arman, 2003)
C. Klorida
Jumlah klorida dalam tubuh ditentukan oleh keseimbangan antara klorida yang
masuk dan yang keluar. Klorida yang masuk tergantung dari jumlah dan jenis
makanan. Kandungan klorida dalam makanan sama dengan natrium.
Nilai Rujukan Klorida
- serum bayi baru lahir : 94-112 mmol/L
- serum anak : 98-105 mmol/L
- serum dewasa : 95-105 mmol/L
26

- keringat anak : <50 mmol/L


- keringat dewasa : <60 mmol/L
- urine : 110-250 mmol/24 jam
- feses : 2 mmol/24 jam
(yaswir, 2012)
Sumber :
zulianda, citra. 2010. Kajian Kandungan Kalium Dan Natrium Dalam Daging
Sapi Dan Daging Kambing Secara Spektrofotometri Serapan Atom. Medan,
Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara. Thesis.
Irawan, anwari. 2007. Cairan Tubuh, Elektrolit dan Mineral. Sports Science
Brief. 1:1
Saibi, arman. 2003. ION-ION ANORGANIK YANG BERHUBUNGAN
DENGAN METABOLISME TUBUH. Medan, Sumatera Utara. Universitas
Sumatera Utara. Disertasi.
4. Fungsi dan metabolisme
A. Natrium
Sebagai kation utama dalam cairan ekstrasellular, natrium akan berfungsi
untuk
a. Menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh,
b. Menjaga aktivitas saraf , kontraksi otot
c. Juga akan berperan dalam proses absorpsi glukosa.
d. Pada keadaan normal, natrium (Na ) bersama dengan pasangan (terutama
klorida, Cl ) akan memberikan kontribusi lebih dari 90% terhadap efektif
osmolalitas di dalam cairan ekstrasellular. (Irawan, 2007)
e. Mengatur tekanan osmosis dan menjaga cairan tidak keluar dari darah dan
masuk kedalam sel-sel (Williams, 2007)
f. sebagai alat angkut zat-zat gizi lain melalui membran, terutama melalui
dinding usus sebagai pompa natrium (Yuliandra, 2012)
Di dalam produk pangan atau di dalam tubuh, natrium biasanya berada
dalam bentuk garam seperti natrium klorida (NaCl). Di dalam molekul ini,
natrium berada dalam bentuk ion sebagai (Na+) . Garam natrium merupakan
garam yang dapat secara cepat diserap oleh tubuh (Irawan, 2007).
Natrium yang terdapat di dalam tubuh hampir seluruhnya akan tersimpan
di dalam soft body tissue dan cairan tubuh. Ion natrium merupakan kation
utama di dalam cairan ekstraselular dengan konsentrasi berkisar antara 135145 mmol/L. Ion natrium juga berada pada cairan intraselular namun dengan
konsentrasi yang lebih kecil yaitu 3 mmol/L (Irawan, 2007).

27

Natrium yang di konsumsi sebagian besar akan diserap oleh usus dan
dibuang kembali oleh ginjal melalui urine. Akan tetapi bila jumlah yang
dikonsumsi melebihi kapasitas ginjal untuk mengeluarkannya kembali, maka
kadar natrium dalam darah akan meningkat. Untuk mengembalikan kadar
natrium darah ke tingkat yang normal, tubuh mengaturnya dengan cara
menambah jumlah cairan dalam darah untuk mengencerkan kelebihan natrium
tersebut. (Muchtadi, 1992).
B. Kalium
a. Di dalam tubuh kalium akan mempunyai fungsi dalam menjaga
keseimbangan cairan-elektrolit dan keseimbangan asam basa.
b. bersama dengan kalsium (Ca ) dan natrium (Na ), kalium akan berperan
dalam transmisi saraf, pengaturan enzim dan kontraksi otot. (Irawan, 2007)
c. Transportasi karbondioksida dan transportasi melalui selaput (Arman,
2003)
d. Mengatur tekanan osmosis dan menjaga cairan agar tidak keluar sel
e.

(Williams, 2007)
menjaga tekanan osmotik dalam cairan intraselular (Winarno, 1995).
Sekitar 98% jumlah kalium dalam tubuhberada di dalam cairan intrasel.

Konsentrasi kalium intrasel sekitar 145 mEq/L dan konsentrasi kalium


ekstrasel 4-5 mEq/L (sekitar 2%). Jumlah konsentrasi kalium pada orang
dewasa berkisar 50-60 per kilogram berat badan (3000-4000 mEq). Jumlah
kalium ini dipengaruhi oleh umur dan jenis kelamin. Jumlah kalium pada
wanita 25% lebih kecil dibanding pada laki-laki dan jumlah kalium pada orang
dewasa lebih kecil 20% dibandingkan pada anak-anak (Yaswir, 2012)
C. Klorida
a. Sebagai anion utama dalam cairan ekstraselullar, ion klorida juga akan
berperan dalam menjaga keseimbangan cairan-elektrolit.
b. Selain itu, ion klorida juga mempunyai fungsi fisiologis penting yaitu
sebagai pengatur derajat keasaman lambung
c. menjaga keseimbangan asam-basa tubuh. (Irawan, 2007)
d. Ion klorida mengaktifkan enzim amilase dalam mulut untuk memecah pati
yang dikonsumsi.
Ion Cl dapat menembus membran sel dengan leluasa dan keluar masuk
memoranda sel secara pasif mendampingi ion K dan Na (Sediautama, 1991)
sumber : irawan, kalium 1, arman, natrium

28

yuliandra, alviera. 2012.Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Mahasiswa


Fakultas Kedokteran USU Angkatan 2008 Terhadap Makanan yang Mengandung
Natrium. Medan, Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara. Thesis.
zulianda, citra. 2010. Kajian Kandungan Kalium Dan Natrium Dalam Daging Sapi
Dan Daging Kambing Secara Spektrofotometri Serapan Atom. Medan, Sumatera
Utara. Universitas Sumatera Utara. Thesis.
Irawan, anwari. 2007. Cairan Tubuh, Elektrolit dan Mineral. Sports Science Brief.
1:1
Saibi, arman. 2003. ION-ION ANORGANIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN
METABOLISME TUBUH. Medan, Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara.
Disertasi.

4.1. Hiponatremi
4.1.1. Definisi
Hiponatremi adalah keadaan dimana kadar kalium kurang dari
3,5 mEq/L (Yaswir, 2012)
4.1.2. Gejala
Tanda-tanda dan gejala yang terjadi pada hipokalemia yaitu
keletihan, kelemahan otot, kram kaki, otot lembek atau kendur, mual,
muntah, ileus, parestesia, peningkatan efek digitalis, penurunan
konsentrasi urin (mis; poliuria) (Horne, 2001).

4.1.3. Penyebab
Hiponatremia dapat terjadi karena penambahan air atau
penurunan cairan kaya natrium yang digantikan oleh air. (Horne, 2001)
Kehilangan natrium klorida pada cairan ekstrasel atau
penambahan air yang berlebihan padacairan ekstrasel akan
menyebabkan penuruna konsentrasi natrium plasma. Kehilangan
natrium klorida primer biasanya terjadi pada dehidrasi hipoosmotik
seperti pada keadaan berkeringat selama aktivitas berat yang
berkepanjangan, berhubungan dengan penurunan volume cairan
ekstrasel seperti diare, muntah-muntah, dan penggunaan diuretik
secara berlebihan.
Hiponatremia juga dapat disebabkan oleh beberapa penyakit
ginjal yang menyebabkan gangguan fungsi glomerulus dan tubulus
pada ginjal, penyakit addison, serta retensi air yang berlebihan
(overhidrasi hipo-osmotik) akibat hormon antidiuretik

29

4.1.4. Nilai normal


Nilai normal dari natrium plasma adalah 135-145 mEq/L
4.2. Hipokalemia
4.2.1. Definisi
Hipokalemia Adalah keadaan dimana kadar kalium kurang dari 3,5
mEq/L (Yaswir, 2012)
4.2.2. Gejala
Tanda-tanda dan gejala yang terjadi pada hipokalemia yaitu
keletihan, kelemahan otot, kram kaki, otot lembek atau kendur, mual,
muntah, ileus, parestesia, peningkatan efek digitalis, penurunan
konsentrasi urin (mis; poliuria) (Horne, 2001).
4.2.3 Penyebab
Penyebab hipokalemia dapat dibagi sebagai berikut :
a. Asupan Kalium Kurang
Orang tua yang hanya makan roti panggang dan teh, peminum
alkohol yang berat sehingga jarang makan dan tidak makan dengan
baik, atau pada pasien sakit berat yang tidak dapat makan dan minum
dengan baik melalui mulut atau disertai oleh masalah lain misalnya
pada pemberian diuretik atau pemberian diet rendah kalori pada
program menurunkan berat badan dapat menyebabkan hipokalemia.
b. Pengeluaran Kalium Berlebihan
Pengeluaran kalium yang berlebihan terjadi melalui saluran
cerna seperti muntah-muntah, melalui ginjal seperti pemakaian
diuretik,
kelebihan
hormon
mineralokortikoid
primer/hiperaldosteronisme primer (sindrom bartter atau sindrom
gitelman) atau melalui keringat yang berlebihan.
Diare, tumor kolon (adenoma vilosa) dan pemakaian pencahar
menyebabkan kalium keluar bersama bikarbonat pada saluran cerna
bagian bawah (asidosis metabolik).1,3 Licorice (semacam permen)
yang mengandung senyawa yang bekerja mirip aldosteron, dapat
menyebabkan hipokalemia jika dimakan berlebihan.
c. Kalium Masuk ke Dalam Sel
Kalium masuk ke dalam sel dapat terjadi pada alkalosis
ekstrasel, pemberian insulin, peningkatan aktivitas beta-adrenergik
(pemakaian 2- agonis), paralisis periodik hipokalemik, dan
hipotermia. (Ferawati, 2012)
4.2.4 Nilai normal

30

Kadar normal kalium : 3,5 mEq/L (Yaswir, 2012)


LI. 5. Mampu memahami dan menjelaskan etika minum sesuai dengan syariat
islam.
Berupaya untuk mencari makanan yang halal. Allah Shallallaahu alaihi wa
Sallam berfirman:
Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baikbaik yang Kami berikan kepadamu. (Al-Baqarah: 172). Yang baik disini
artinya adalah yang halal.
Hendaklah makan dan minum yang kamu lakukan diniatkan agar bisa dapat
beribadah kepada Allah, agar kamu mendapat pahala dari makan dan minummu itu.
Hendaknya mencuci tangan sebelum makan jika tangan kamu kotor, dan
begitu juga setelah makan untuk menghilangkan bekas makanan yang ada di
tanganmu.
Hendaklah kamu puas dan rela dengan makanan dan minuman yang ada, dan
jangan sekali-kali mencelanya.
Abu Hurairah Radhiallaahu anhu di dalam haditsnya menuturkan:
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam sama sekali tidak pernah mencela
makanan. Apabila suka sesuatu ia makan dan jika tidak, maka ia tinggalkan.
(Muttafaqalaih).
Hendaknya jangan makan sambil bersandar atau dalam keadaan menyungkur.
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda; Aku tidak makan sedangkan
aku menyandar.(HR. al-Bukhari).
Dan di dalam haditsnya, Ibnu Umar Radhiallaahu anhu menuturkan:
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melarang dua tempat makan,
yaitu duduk di meja tempat minum khamar dan makan sambil menyungkur.
(HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Al-Albani).
Tidak makan dan minum dengan menggunakan bejana terbuat dari emas dan
perak. Didalam hadits Hudzaifah dinyatakan di antaranya bahwa Nabi Shallallaahu
alaihi wa Sallam telah bersabda: ... dan janganlah kamu minum dengan
menggunakan bejana terbuat dari emas dan perak, dan jangan pula kamu
makan dengan piring yang terbuat darinya, karena keduanya untuk mereka
(orang kafir) di dunia dan untuk kita di akhirat kelak. (Muttafaqalaih).
A. Hadis Tentang Tata Cara Makan di Meja Makan
, : ,
( "") , ", , " : ,

Dari umar bin abi salamah ia berkata: Sewaktu aku kecil pada masa nabi
SAW. tanganku selalu bergerak kesana kemari dalam piring makan, karena itu Nabi

31

berkata: hai Anak sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kanan engkau, dan
makanlah yang ada di sekitarmu. ( HR. Muslim, thabrani dan baihaqi )
B. Perintah Makan Menggunakan Tangan Kanan
" :
( )
Dari abi hurairah ra dari Nabi SAW bersabda: jika salah seorang dari
kalian makan, makanlah dengan menggunakan tangan kanan dan jika minum,
minumlah juga dengan tangan kanannya. Sesungguhnya syaitan itu makan dengan
tangan kirinya dan juga minum dengan tangan kirinya. ( HR. Muslim dan Nasai di
dalam sunan Kubro)
C. Perintah Makan, Minum, dan Berpakaian Tanpa Berlebihan
: ,
( )

Dari umar bin syuaib dari ayahnya dari kakeknya dari Nabi SAW,
sesungguhnya Nabi Bersabda: makanlah, minumlah, berpakaianlah dan shodaqohlah
tanpa berlebihan dan sikap sombong.( HR. Baihaqi pada bab iman)
D. Membagi Perut Menjadi 3 Bagian
:
,

)

(
Dari miqdam bin madikariba sesungguhnya Rasulullah SAW
bersabda:Tidaklah seorang anak Adam mengisi sesuatu yang lebih buruk dari
perutnya sendiri , cukuplah bagi anak adam beberapa suap yang dapat menegakkan
tulang punggungnya, jikapun ingin berbuat lebih, maka sepertiga untuk makanan dan
sepertiga untuk minum dan sepertiga lagi untuk nafasnya. ( HR. Tirmidzi dan Ibnu
Hibban)
1. Membaca Basmallah
Membaca basmallah ketika makan bersama-sama menurut pendapat ulama
adalah sunnah kifayah. Jika telah ada yang membacanya, tidak lagi di tuntut untuk
membaca semuanya
2. Menggunakan Tangan Kanan
Islam memberikan keringanan bagi orang yang mempunyai kekurangan
seperti halnya orang kidal. Apabila orang tersebut masih kuat menggunakan tangan
kanan, maka tetap dianjurkan menggunakan tangan kanan karena termasuk sunnah
Rosul. Walaupun sudah terbiasa bagi mereka menggunakan tangan kiri, tetapi mereka
harus berusaha dan membiasakan menggunakan tangan kanannya. Seperti yang
terkandung dalam surat Al-Insyirah ayat 6:

32

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.


3.

Makan dan minum tanpa berlebihan


Al-Quran menyatakan secara berkali-kali larangan untuk makan berlebihlebihan. Manusia cukup mengonsumsi makanan sesuai dengan angka kecukupan gizi.
Allah berfirman dalam surah Thaha Ayat 81:
Artinya : makanlah di antara rezki yang baik yang telah Kami berikan
kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaanKu menimpamu. dan Barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, Maka Sesungguhnya
binasalah ia.

4.

Menyisakan Sepertiga Perut Untuk Udara


Berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Miqdam, bahwasanya Nabi
memerintahkan kita untuk makan yang cukup dan tidak memenuhi seluruh perut kita
dengan makanan. Tetapi dibagi menjadi tiga bagian, sepertiga untuk makanan,
sepertiga untuk air, dan sepertiga untuk udara.
Sebagai ilustrasi, jika sebuah blender yang diisi penuh sampai ke atas dan
kemudian mesinnya di hidupkan, maka blender itu bisa pecah atau rusak. Perut
manusia bukan blender, tetapi sebagai penghalus, berfungsi juga sebagai pemecah,
pencampur, dan pengolah makanan, segalanya menjadi satu.
Pembatasan makanan tidak berarti anjuran untuk menahan lapar terus menerus
yang membuat orang lapar gizi. Al-hadis mengajarkan untuk makan setelah lapar, dan
berhenti sebelum kenyang. namun yang dimaksud lapar di sini bukanlah lapar dalam
pengertian lapar gizi.
Dengan demikian , islam telah mengajarkan pola makan yang seimbang. Pola
makan yang berlebihan merupakan sesuatu yang dilarang oleh Allah. Telah terbukti
dalam literatur kesehatan bahwa makanan yang berlebihan merupakan dasar dari
berbagai penyakit.
Secara umum tatacara makan dan minim yang baik yang harus dilakukan adalah:

Makan
Mencuci tangan sebelum makan
Membaca Basmallah
Makan di mulai dari yang berada di sebelah kanan
dahulu
Mengecilkan suap dan menghaluskan kunyahan
Tidak memandang kepada wajah teman makan
Tidak sambil bersandar
Mengambil makanan dari sisi piring/wadah

Minum
Membaca Basmallah
Mengesap air dan tidak menenggaknya
Tidak sambil berdiri
Membaca hamdallah

33

Menjilat anak jari ketika selesai makan


Membaca hamdallah

DAFTAR PUSTAKA
Dorland, W.A Newman. 2010.Kamus Kedokteran Dorland Ed.31(Alih Bahasa :
Albertus Agung Mahode ). Jakarta : EGC
Dorland, W.A Newman. 2011.Kamus Saku Kedokteran Dorland Ed.28 (Alih
Bahasa :Albertus Agung Mahode). Jakarta : EGC
Irawan, anwari. 2007. Cairan Tubuh, Elektrolit dan Mineral. Sports Science Brief. 1:1
Mediskus, 2013. http://mediskus.com/penyakit/tanda-tanda-dehidrasi.html. 10 Januari
2015. 18:39
Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Mutiara hadis 6, (semarang: Rizki Putra
Semarang, 2007), hlm.204
Saibi, arman. 2003.Ion-ion organic yang berhubungan dengan metabolism tubuh..
Medan, Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara. Disertasi.
Sherwood, Lauralee. 2010. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem Ed. 8. (Alih Bahasa:
dr.Brahm U. Pendit). Jakarta: EGC
Widodo, joko.2008. Gangguan keseimbangan air-elektrolit dan asam
basa.Jakarta:FKUI

34

Yuliandra, alviera. 2012.Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Mahasiswa


Fakultas Kedokteran USU Angkatan 2008 Terhadap Makanan yang
Mengandung Natrium. Medan, Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara.
Thesis.
Zulianda, citra. 2010. Kajian Kandungan Kalium Dan Natrium Dalam Daging Sapi
Dan Daging Kambing Secara Spektrofotometri Serapan Atom. Medan,
Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara. Thesis.
http://www.medkes.com/2014/07/gejala-penyebab-dan-pengobatan-dehidrasi.html
Diakses 14 februari 2015.

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21500/4/Chapter%20II.pdf . Diakses
minggu 15 februari 2015

35