Anda di halaman 1dari 22

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS

KAB)
(PW-INFRA 40)

BAB D

TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP

KERANGKA ACUAN KERJA DAN


PERSONIL/FASILITAS PENDUKUNG DARI
PENGGUNA ANGGARAN

Setelah Konsultan mempelajari secara mendalam materi Kerangka Acuan Kerja


layanan jasa konsultansi untuk paket pekerjaan Pengawasan Rehap
Gedung/Kantor Baitul Mal yang telah diberikan Penjelasan Dokumen Seleksi
Umum Penyedia Jasa Konsultansi yang memuat Berita Acara Penjelasan Seleksi
Umum (Aanwijzing), kami memandang bahwa isi yang terkandung dalam Kerangka
Acuan Kerja cukup jelas. Kerangka Acuan Kerja yang ada telah cukup memberikan
data dan bahan yang dapat dipergunakan Konsultan memahami tugas-tugasnya.
Kerangka Acuan Kerja telah menegaskan tugas Konsultan selaku Manajemen
proyek. Dalam Kerangka Acuan Kerja meminta konsultan untuk membuat revisi
dan penyesuaian desain dari waktu ke waktu, meliputi tahapan pekerjaan,
persiapan lapangan dan tahapan pelaksanaan fisik.
D.1. TANGGAPAN TERHADAP ISI KERANGKA ACUAN KERJA

D.1.1. Tanggapan Terhadap Lokasi Pekerjaan


Pada dasarnya Kerangka Acuan Kerja (KAK) Jasa Konsultan Pengawasan Bangunan
Gedung sudah cukup jelas dan dapat dimengerti, baik secara keseluruhan maupun
disiplin ilmu yang dibutuhkan.

Bab D - 1

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Secara umum dapat dikatakan bahwa pihak konsultan dapat memahami akan setiap
pokok-pokok pikiran yang terkandung di dalam KAK tersebut, terutama setelah pihak
konsultan mengikuti penjelasan teknis pekerjaan (aanwijzing). Demikian pula
terhadap kerangka pendekatan pekerjaan serta metodologi yang dituangkan dalam
KAK, untuk dipergunakan dalam penyelesaian pekerjaan Jasa Konsultan Pengawasan
Bangunan Gedung. Walau demikian, masih dirasa perlu untuk dikemukakan tanggapan
konsultan atas beberapa hal yang dikemukakan dalam KAK. Hal ini agar tercipta
komunikasi dua arah dan bersifat timbal balik antara pemberi pekerjaan dengan
calon pelaksana pekerjaan ini, hal yang perlu konsultan tanggapi yaitu pada sasaran
menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ketrampilan masyarakat, perlu juga
ditambahkan penggunaan material yang ramah lingkungan dan produksi setempat
(lokal).
Terdapat suatu catatan yang perlu diperhatikan dalam pembuatan Kerangka Acuan,
yaitu memperhatikan metode pendekatan yang dipergunakan. Metode pendekatan

(Approach)

ini haruslah sesuai atau paling tidak mendekati dengan tujuan dan

sasaran yang ingin dicapai agar hasil yang diperoleh kemudian dapat optimal dan
berdaya guna bagi Kegiatan Jasa Konsultan Pengawas.
Di dalam KAK disebutkan bahwa pekerjaan ini dimaksudkan untuk menghasilkan
Kawasan Bangunan yang nyaman, sehat, indah ,rapi disamping itu juga menciptakan
lapangan kerja bagi masyarakat agar perputaran ekonomi terus berlanjut.
Tanggapan terhadap Kerangka Acuan Tugas (Term of Reference) ini dimaksudkan
untuk memberikan koreksi dan atau untuk mengetahui tingkat kedalaman pemahaman
terhadap Kerangka Acuan Tugas oleh Konsultan, sehingga dalam pelaksanaan
Bab D - 2

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan oleh pemberi pekerjaan dan dapat
diselesaikan tepat pada waktunya.
Tugas Konsultan Pengawas dalam setiap proyek, memegang peranan yang sangat
penting. Karena Konsultan Pengawas didalam pelaksanaan Konstruksi tersebut
melakukan proses koordinasi, komunikasi dan kontrol/pengendalian baik terhadap
Kerekayasaan, Waktu Pelaksanaan maupun Biaya Konstruksi.
Dengan Pengendalian dan Pengawasan yang terpadu dan berkesinambungan,
diharapkan proyek tersebut berjalan sesuai dengan semua ketentuan yang telah
digariskan dan mencapai hasil akhir sebagaimana yang telah ditargetkan, baik dari
segi Kualitas/Kuantitas, Waktu, Biaya maupun aspek-aspek lain yang berkenaan
dengan proyek tersebut. Hal tersebut di atas sudah diisyaratkan secara jelas dalam
Kerangka Acuan Tugas, dengan penguraiannya secara mendetail segala sesuatu yang
harus dipenuhi Konsultan Pengawas. Konsultan telah memahami setiap permasalahan
yang diuraikan di dalam Kerangka Acuan Tugas.
Atas dasar persepsi yang baik terhadap Kerangka Acuan Tugas tersebut, maka
Konsultan menawarkan Jasa Konsultasi yang handal, baik dari segi Metodelogi
maupun Kualifikasi Personel yang akan dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Secara umum Konsultan berkeyakinan bahwa ketentuan-ketentuan yang dituangkan di
dalam Kerangka Acuan Tugas dapat dilaksanakan dengan baik. Dalam Kerangka Acuan
Tugas telah dijelaskan secara terinci dan jelas mengenai tugas dan tanggung jawab
Konsultan Pengawas, yang meliputi tugas-tugas pada tahap sebelum pelaksanaan,
pelaksanaan, sesudah pelaksanaan konstruksi.

Bab D - 3

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Uraian dalam KAK memberikan gambaran yang sangat kuat bahwa program/proyek ini
akan dilaksanakan oleh tidak hanya satu unit kerja saja, akan tetapi pelibatan aparat
Pemerintah Daerah yang secara fungsional terkait merupakan kunci utama
keberhasilan Jasa Konsultan Pengawas ini maupun dengan instansi terkait lainnya.
Di lain pihak, Jasa Konsultan Pengawas juga sangat mendukung/menunjang
memantapkan arah pertumbuhan dan perkembangan daerah itu sendiri. Walau
bagaimanapun juga suatu program apapun juga akan memberikan dampak bagi wilayah
atau daerah itu sendiri. Dalam hal ini, dengan adanya pekerjaan ini, tentu akan
membawa nilai tambah bagi daerah tersebut pada umumnya serta pada
Pengembangan Bangunan pemerintahan kembali pada khususnya.
Faktor-faktor dasar yang diperlukan untuk terjadinya koordinasi atau keterpaduan
di antara semua lembaga yang terkait.
Dalam hal pelaksanaan Jasa Konsultan Pengawas, oleh karena tujuan/sasaran
lokasinya ada di kota Banda Aceh maka koordinasi dengan Dinas Terkait sudah
merupakan suatu keharusan didalam pelaksanaan pekerjaan nantinya.
Koordinasi dengan pihak Pemerintah ini utamanya untuk keperluan kesadaran dan
kerjasama serta koordinasi antar stakeholder sedapat mungkin dituangkan dalam
bentuk Pembentukan tim Pendamping Daerah yang bekerjasama dengan konsultan
dalam proses pelaksanaan (dalam bentuk kelompok kerja). Selain itu, tim ini juga
dapat berfungsi membantu pihak konsultan, sebagai penghubung di daerah. Tim ini
berfungsi sebagai "contact-person" di daerah lokasi pelaksanaan. Selain itu, tim ini
juga dapat memberi masukan data dan informasi terakhir tentang Kegiatan Jasa
Konsultan Pengawas.

Bab D - 4

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Dengan cara ini, diyakinkan bahwa produk yang dihasilkan selain memuaskan semua
pihak, karena produk yang dihasilkan sudah merupakan pemenuhan kebutuhan instansi
pusat dan daerah secara tepat.
Kerangka Acuan Kerja pada poin ke 4 menguraikan bahwa kegiatan jasa konsultansi
ini harus dilaksanakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, Oleh karena
itu, Lokasi jasa pelayanan ini berada di wilayah kota Banda Aceh Provinsi Aceh,
Konsultan akan melaksanakan klarifikasi pengenai daerah atau lokasi dan volume
pekerjaan pada masing-masing ruas setelah konsultan mendapatkan kepercayaan
untuk melaksanakan paket pekerjaan ini.

Klarifikasi akan dilakukan dengan cara

melakukan konfirmasi kepada seluruh pihak yang terkait.


Kegiatan jasa konsultansi ini harus dilaksanakan di wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Oleh karena itu, Lokasi jasa pelayanan ini berada di
wilayah Kabupaten/Kota Banda Aceh Provinsi Aceh.

D.1.2. Tanggapan Terhadap TENAGA AHLI

Secara detail dalam KAK sudah dicantumkan kualifikasi persyaratan tenaga ahli
dan tugas-tugasnya. Uraian tugas masing-masing tenaga ahli sudah banyak
menyeluruh, namun Konsultan akan memberikan apresiasi penuh atas tugas dan
tanggung jawab Chief Inspector dengan memberikan kewenangan penuh menerima
atau menolak hasil uji material dan pengendalian mutu. Untuk hal ini, Chief
Inspector akan mengatur lebih lanjut. Hal ini dimaksudkan agar tim dapat mandiri
dan bertanggung jawab, dan juga mempersingkat waktu untuk ketetapan.

Bab D - 5

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Konsultan akan memilih tenaga ahli melebihi klasifikasi dan persyaratan yang
sudah ditetapkan dalam KAK.
Secara keseluruhan tenaga ahli yang diminta pada KAK sudah memadai untuk
melaksanakan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

TENAGA AHLI

1. Chief Inspector (CI)


Chief Inspector dalam pekerjaan ini disyaratkan minimal berpendidikan
Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau
swasta yang telah diakreditasi atau yang lulus ujian Negara atau perguruan
tinggi luar negeri yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam
melaksanakan pekerjaan pengawsan untuk bidang keciptakaaryaan. Diutamakan
yang telah mempunyai pengalaman sebagai Chief Inspector selama 4 (Empat)
tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi
bidang ke-PU-an dari LPJK.
Tugas utama Chief Inspector adalah pengendalian kegiatan yang berhubungan
dengan aspek design, pengukuran volume bahan dan pekerjaan sebagai dasar
pembayaran prestasi pekerjaan. Chief Inspector bertanggung jawab kepada
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
Tugas dan tanggung jawab Chief Inspector adalah:
Melaksanakan pengawasan harian, agar pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan
oleh konstraktor sesuai dengan design yang ditentukan.
Setiap saat mengikuti petunjuk teknis dan spesifikasi teknis yang tercantum
dalam dokumen kontrak.

Bab D - 6

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Menyiapkan

data

terinci

serta

rekomendasi

teknis

dan

spesifikasi

sehubungan dengan variasi volume dan dokumen kontrak


Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi serta mengusahakan agar PPTK
Pengawasan dan PPTK Fisik selalu mendapat informasi yang diperlukan
sehubungan dengan pengendalian mutu pekerjaan kontraktor sebagai dasar
pembuatan pembayaran bulanan (MC).
Melaporkan segera kepada PPTK Pengawasan dan PPTK Fisik apabila ternyata
pelaksanaan

pekerjaan

akan

mengakibatkan

terlampauinya

volume

pekerjaan yang tercantum dalam dokumen kontrak


Membuat cacatan yang lengkap tentang pembayaran kepada kontraktor
sehingga tidak terjadi pembayaran berganda atau pembayaran lebih
Mengawasi

dan

membuat

pengendalian

pelaksanaan

pekerjaan

yang

didasarkan kepada system pembayaran harian day work


Memahami dan menguasai pasal-pasal dalam kontrak sehingga dengan tata
cara pengukuran dan pembayaran pekerjaan, sehingga semua pembayaran
pekerjaan kepada kontraktor benar-benar didasarkan kepada ketentuan
yang tercantum
Membuat dan menghimpun semua data sehubungan dengan pengendalian
pekerjaan.
Memantau kemajuan fisik
Mengecek semua As Built Drawing yang dibuat oleh kontraktor
Melaksanakan pengarsipan surat-surat, laporan bulanan, jadwal kemajuan
pekerjaan dan lain-lain

Bab D - 7

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Menyiapkan data untuk final payment


Melakukan pengawasan dan pemantauan ketat atas hasil volume pelaksanaan
pekerjaan sesuai dengan ketentuan dalam dokumen kontrak
Menyerahkan himpunan data bulanan tentang volume hasil pekerjaan yang
telah dilaksanakan. Himpunan data harus mencakup semua data pengukuran
berikut gambar-gambar yang diperlukan secara jelas dan terinci
Memeriksa dokumen pembayaran bulanan yang diajukan oleh kontraktor

Sub Professional Staf

1. Inspector
Inspector yang disyaratkan dalam pekerjaan ini minimal berpendidikan
Sarjana Teknik Sipil (S1) dengan pengalaman minimal dibidangnya 3 (satu)
tahun, lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian Negara atau perguruan tinggi luar
negeri yang telah diakreditasi.
Tugas dan kewajiban Inspector adalah mencakup hal-hal sebagai berikut:
Bertanggung jawab kepada Chief Inspector untuk mengawasi kualitas
daripada konstruksi dan memastikan berdasarkan basis harian bahwa
pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan dokumen kontrak, spesifikasi,
gambar-gambar kerja
Membuat cacatan harian tentang aktivitas kontraktor dan engineer dengan
format laporan standar dan memberitahukan kontraktor secara tertulis
terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukannya.

Bab D - 8

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Menggambarkan kemajuan harian yang dicapai kontraktor pada grafik


(chart) yang telah disetujui.
Membuat laporan dan serah terima sementara serta pemeriksaan kualitas di
lapangan.
Memonitor dan melaporkan setiap kejadian (kecelakaan, kebakaran, dan lainlain) seta ketidakberesan pekerjaan di lapangan kepada PPTK pengawasan
dan PPTK fisik.

D.1.4. Tanggapan Terhadap TENAGA LOKAL


Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, penguasaan bahasa setempat, aspek
pengenalan (familiarity) atas tata cara, aturan, situasi dan kondisi (custom)
setempat, tenaga ahli yang memahami aspek-aspek tersebut akan diutamakan.
Konsultan akan menempatkan tenaga ahli yang pernah bertugas dan bekerja di
wilayah Aceh, sehingga memahami aspek-aspek kehidupan masyarakat di Wilayah

Aceh. Sedangkan untuk tenaga sub professional seperti: Inspector, serta tenaga
pendukung, semaksimalnya akan menggunakan penduduk lokal.

D.2. SARAN DAN INOVASI


Mengacu kepada keseluruhan hasil optimal yang hendak dicapai, konsultan
supervisi menyampaikan apresiasi dan inovasinya terhadap masalah manajemen
proyek yang merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan pelaksanaan
kegiatan konstruksi. Pada dasarnya, obyektifitas jasa pekerjaan konsultan
supervisi adalah untuk memastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan kontraktor
adalah sesuai dengan lingkup dan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh pemberi
tugas dan pemberi tugas akan mendapatkan hasil pekerjaan sesuai dengan apa
Bab D - 9

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

yang diharapkan. Proses untuk mendapatkan hasil yang diinginkan haruslah melalui
suatu alir atau proses kegiatan untuk diverifikasi dengan ketentuan yang telah
dipersyaratkan,

sehingga

dipertanggungjawabkan.

keluaran

Proses

yang

tersebut

dihasilkan
merupakan

benar-benar

dapat

implementasi

sistem

manajemen proyek yang berlaku. Kesemua uraian pada bab ini, terkait dengan Bab
E Pendekatan dan Metodologi.

D.2.1. PROSES UTAMA MANAJEMEN PROYEK


Proses utama manajemen proyek meliputi proses pengawasan dan proses
pengendalian. Mengingat kegiatan konsultan supervisi diawali dengan pekerjaan
persiapan

lapangan, studinya meliputi gambar-gambar, spesifikasi teknik,

spesifikasi umum, dokumen kontrak dan lain-lain, konsultan melengkapi kegiatan


tersebut sebagai proses awal manajemen proyek berupa perencanaan (persiapan),
disusul proses pengawasan dan proses pengendalian.

Proses Perencanaan (Persiapan)


Proses ini dimaksudkan untuk menghasilkan suatu baseline atau acuan dasar untuk
ketetapan diterima atau tidaknya suatu pekerjaan, kinerja dari pelaksana
konstruksi dan sebagai dasar dalam menentukan pemecahan atas permasalahan.
Kegiatan di sini meliputi pengecekan dan pembahasan:
a. Mobilisasi tim konsultan
b. Serah terima lapangan
c. Review data:
-

kriteria desain
Bab D - 10

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

gambar desain rencana

gambar desain kerja/pelaksanaan

d. Pemeriksaan site
e. Pemeriksaan program konstruksi:
- mobilisasi personil
- rencana kerja

f. Pre Construction Meeting

Proses Pengawasan dan Pengendalian


Proses ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa suatu pekerjaan dilaksanakan
sesuai dengan acuan yang telah ditetapkan melalui suatu proses pengawasan,
pengkajian dan pemecahan masalah agar kapasitas pencapaian hasil proyek sesuai
ketentuan yang ada dapat optimal dicapai.
Pengawas dan pengendalian meliputi aspek:
-

Mutu

Waktu

Biaya

Lingkup Pekerjaan

1. Aspek Mutu
Tujuan aspek pengendalian mutu adalah untuk menghasilkan produk konstruksi
yang sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan. Pengendalian mutu
dilakukan sebagai berikut:
a.

Cakupan Pengujian:

Bab D - 11

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

- Pengujian bahan baku


- Pengujian bahan olahan
- Pengujian bahan jadi
b.

Lingkup Pengujian:
- Dimensi
- Kualitas

c.

Struktur Pengujian:
- Jenis pemeriksaan
- Metode pemeriksaan
- Frekuensi pemeriksaan
- Spesifikasi
- Toleransi hasil pekerjaan

2. Aspek Waktu
Aspek pengendalian waktu bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan
konstruksi dapat dilaksanakan dan diselesaikan sesuai jadwal waktu yang telah
ditetapkan. Implementasi dan proses perencanaan dan pengendalian waktu
dilakukan dengan perangkat lunak (software) manajemen proyek. Software
yang digunakan untuk pengendalian proyek adalah Microsoft Project yang
mampu memonitor dan mengendalikan proyek dengan fasilitas planning dan

scheduling berupa:
-

Mengelola proyek dengan metode CPM dalam bentuk Presedence Network.

Laporan dalam bentuk grafik: Barchart, Network drawing, S Curve for


baseline vs. actual.

3. Aspek Biaya
Bab D - 12

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Perencanaan dan pengendalian biaya konstruksi dilakukan oleh konsultan


dengan tujuan agar kerja kontrak tidak terlampaui dan pemberi tugas
melakukan pembayaran sesuai volume dan jenis pekerjaan yang dihasilkan
(value for money).
Konsultan mengusulkan untuk memonitor volume pekerjaan dan perubahan
konstruksi yang terjadi melalui:
a. Monitoring kualitas pekerjaan
b. Monitoring perubahan pekerjaan
c. Pemeriksaan pembayaran bulanan.

4. Aspek Lingkup Pekerjaan


Pengendalian lingkup pekerjaan bertujuan untuk memastikan bahwa semua
lingkup pekerjaan yang tertuang di dalam dokumen kontrak telah dilakukan/
dikerjakan oleh kontraktor melalui proses verifikasii semua item pekerjaan,
antara yang tercantum dalam dokumen kontrak/ addendum dengan hasil kerja
Kontraktor di lapangan.

Pengendalian Mutu/ Quality Control


Konsultan dalam melaksanakan pengendalian mutu/ quality control akan fokus
dalam

melaksanakan

tugas

monitoring,

pengawasan

dapat

melaksanakan

pengecekan secara terus-menerus. Diharapkan pengendalian mutu pekerjaan,


meliputi uji kualitas pekerjaan, uji material yang terkait dengan pengendalian
aspek mutu, waktu, biaya, dan lingkup pekerjaan point di atas dapat maksimal
hasilnya. Prosedur pengkajian dan pengendalian mutu seperti Gambar D.1
berikut.

Bab D - 13

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Gambar D.1 Prosedur Pengujian dan Pengendalian Mutu


PEMBERI
TUGAS

KONSULTAN

KONTRAKTOR

Bab D - 14

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Permohonan
pengambilan contoh
dan pengujian material

Pemeriksa
an
terhadap
jadual
Pengawa
san
Teknis
Jalan
dan
Jembat
an
Dinas
Bina

Lapor
an

Persiapan:
Jenis Material
Lokasi Sumber Material
Kuantitas
Kualitas
dan lain-lain

Tidak
Disetu
jui

Disetujui
Pengambilan contoh
material:
Jumlah
Metode pengambilan
Pengemasan
dan lain-lain

Pengujian
- Spek teknis
- Metode pengujian
- dan lain-lain

Permohonan Persetujuan

Pengawa
san
Teknis
Jalan
dan
Jembat
an
Dinas
Bina

Pemeriksa
an dan
Evaluasi

Disetu
jui
Lapor
an

Tidak
Dis
etuj
ui

Pengambilan contoh dan


pengujian ulang
- Ganti sumber material
- Ganti contoh material

Material dapat
digunakan
untuk
konstruksi

Bab D - 15

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Untuk menjamin terlaksananya kegiatan pengawasan Bangunan Gedung

maka

konsultan Pengawasan perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:


Lingkup Layanan Jasa Konsultan

Tugas utama konsultan pengawasan teknik adalah menyiapkan informasi berupa


data teknik dan melaksanakan proses administrasi proyek, melaksanakan
pemeriksaan dan pengawasan secara menerus di lapangan termasuk melakukan
pengujian-pengujian, mengevaluasi dan memperbaharui data serta membuat
laporan-laporan dan rekomendasi bagi Pemberi Tugas. Konsultan dimaksud selain
berpengalaman di bidangnya, harus mempunyai lisensi dalam pemakaian program
computer di bidang manajemen proyek, design jalan dan struktur.

Berdasarkan

tahapan

pekerjaan

secara

garis

besar

Lingkup

Pekerjaan

Pengawasan Teknik dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Persiapan dan Mobilisasi Konsultan


Pengawasan Mobilisasi Kontraktor
Pengawasan Konstruksi

Persiapan dan Mobilisasi Konsultan


Dalam tahap ini konsultan harus menyiapkan :
1.

Personil/tenaga ahli dan tenaga pendukung. Apabila ada penggantian


personil harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas.

2. Kantor

termasuk

ruang

laboratorium

berikut

perlengkapannya,

rumah/mess, kendaraan dan fasilitas penunjang lainnya.


3. Peta, data dan peralatan penunjang serta fasilitas laboratorium.

Bab D - 16

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

4. Fasilitas akomodasi dan transportasi untuk kebutuhan proyek.


5. Konsultan akan memulai mobilisasi selambat-lambatnya dalam waktu 14 hari
sesudah diterbitkannya Surat Pemberi Kerja (Notice to Proceed).

Pengawasan Mobilisasi Kontraktor

Pada tahap ini konsultan pengawasan teknik akan melaksanakan pekerjaanpekerjaan antara lain:
1.

Menyiapkan

formulir-formulir

yang

diperlukan

dalam

pengawasan

pekerjaan.
2. Memeriksa dan melengkapi data survey yang akan digunakan, serta
menentukan titik-titik lokasi survey di lapangan sesuai dengan data
tersebut.
3. Memberikan rekomendasi bagi Pemberi Tugas di dalam tahapan kegiatan
pelaksanaan.
4. Memeriksa dan merekomendasikan bagi Pemberi Tugas, polis dan batas
lingkup asuransi dari kontraktor.
5. Memeriksa dan menyetujui daftar material, peralatan dan personil yang
akan didatangkan, fasilitas Base Camp, dan lokasi penempatan peralatan.
6. Memeriksa dan mempersiapkan cara penghitungan kuantitas dan prosedur
pemeriksaan mutu (quality control).
7. Memeriksa dan menyetujui segi keamanan dari pengaturan lalu lintas di
dalam proyek.
8. Memeriksa dan menyetujui jumlah kuantitas dan mutu material yang
disediakan oleh kontraktor.

Bab D - 17

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

9. Membantu Pemberi Tugas untuk memeriksa dan memecahkan masalah yang


mungkin akan muncul, serta bertindak untuk menghindari timbulnya klaim
dari kontraktor.
Pengawasan Konstruksi
Dalam masa konstruksi konsultan akan melaksanakan pengawasan dan pemantauan
terhadap pencapaian progres fisik proyek secara menerus di lapangan dan
pengendalian proyek secara sistematis dengan menggunakan metode-metode yang
sudah baku. Membuat analisa, prediksi dan rekomendasi terhadap kendalakendala yang berpengaruh terhadap kelancaran pelaksanaan proyek. Memberikan
nasihat kepada Pemberi Tugas di dalam menyusun kebijakan dan langkah untuk
mencegah dan mengurangi klaim. Menyediakan bantuan dan arahan yang tepat
bagi kontraktor pada saat ditemukannya masalah yang ada hubungannya dengan
dokumen kontrak, pemeriksaan terhadap survey tanah dasar, test pengawasan
mutu, dan masalah lain yang berhubungan dengan dipenuhinya kontrak dan
kemajuan pekerjaan.
Menyediakan informasi yang diperlukan oleh Pemberi Tugas, menghadiri dan
mencatat semua rapat/pertemuan dengan Kontraktor, Pemimpin Proyek, dan
instansi terkait lainnya serta menyediakan bantuan teknis apabila diperlukan
dalam kaitannya dengan pelaksanaan proyek dan masalah-masalah kontrak.
Pekerjaan pengawasan yang harus dikerjakan oleh konsultan secara umum dapat
dibagi berdasarkan fungsi pokoknya antara lain tidak terbatas pada :
1. Pemeriksaan (test dan inspeksi)
Bab D - 18

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Memeriksa data titik survey di lapangan


Menyelenggarakan test laboratorium dan test lapangan untuk pekerjaan
tanah, material yang akan digunakan dan metode kerja yang akan

dilaksanakan
Mengawasi dan mengevaluasi semua konstruksi dan instalasi, laboratorium,
gudang, peralatan, dan barang-barang lain agar sesuai dengan acuan dan

kondisi dari dokumen kontrak.


Memeriksa material yang akan digunakan di proyek termasuk juga

sumbernya yang harus disetujui terlebih dahulu oleh Pemberi Tugas.


Pemeriksaan Serah Terima Sementara termasuk penyiapan laporan dan
Berita Acara Serah Terima Sementara yang diperlukan dan menerbitkan

Sertifikat Sementara (Certificate of Provisional Acceptance).


Pemeriksaan Serah Terima Akhir termasuk penyiapan laporan dan Berita
Acara Serah Terima akhir yang diperlukan dan menerbitkan Sertifikasi
Penerimaan Akhir (Certificate of Final Acceptance).

2. Pengawasan (Kontrol)

Menjaga rencana kemajuan pekerjaan yang baru berupa bar chart dan
PDM/CPM yang digunakan sesuai dengan rencana kerja yang sudah

disetujui.
Memeriksa dan menyetujui semua gambar kerja dan detailnya yang
diajukan oleh Kontraktor, penyesuaian design bila diperlukan, agar sesuai

dengan kebutuhan teknis.


Memeriksa dan menyetujui gambar terbangun (As Build Drawing) dan
manual pemeliharaan yang disiapkan oleh Kontraktor.

Bab D - 19

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Menjaga dan memperbaharui secara berkala daftar tenaga kerja dan


peralatan yang digunakan Kontraktor dengan mengacu pada daftar yang

sudah disetujui oleh Pemberi Tugas saat pengajuan penawaran.


Mencatat kondisi cuaca harian, kondisi di luar normal di lapangan, peralatan
Kontraktor, dan personil di lapangan serta peristiwa/kejadian yang bisa
mengakibatkan keterlambatan, dan langkah-langkah yang diambil untuk

mencegah keterlambatan tersebut.


Perjanjian/perwasitan untuk klaimdari Kontraktor

3. Administrasi

Mempersiapkan semua perubahan (Change orders) dan membantu Pemberi

Tugas pada saat negosiasi harga dan biaya konstruksi setiap bulan.
Mengevaluasi dan membuat rekomendasi bagi Pemberi Tugas dalam
bertindak atas klaim terhadap kontrak, perselisihan, penambahan lingkup,
pekerjaan kontrak, dan perubahan-perubahan lain di luar lingkup pekerjaan

yang tercantum dalam dokumen kontrak.


Rancangan sertifikat pembayaran bulanan yang akan disertifikasi oleh
Chief Inspector untuk mendapatkan persetujuan Pemimpin Proyek,
termasuk perkiraan biaya akhir untuk konstruksi dan pengawasan.

4. Laporan
Laporan ini disusun dalam bahasa Indonesia, jumlah laporan tersebut
ditetapkan sebagai berikut:
Laporan Kemajuan Proyek (Bulanan)
Laporan ini berisi tentang data-data keualitas dan kuantitas bahan
material dan kamjuan pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik selama priode
1 (satu) bulan, gambar-gambar pelaksanaan, perubahan gambar dan
Bab D - 20

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

pembiayaan (tambah-kurang), foto-foto pelaksanaan pekerjaan di lapangan,


tahap pencapaian kemajuan pekerjaan dibandingkan dengan jadwal rencana
pelaksanaan

pekerjaan

yang

telah

ditetapkan,

cacatan

tentang

permasalahan yang timbul di lapangan selama pelaksanaan pekerjaan


beserta alternative pemecahan permasalahan. Laporan ini harus dibahas
kepada pihak Coordinatoon Team-Core Team dan pihak pemberi tugas
sebelum difinalkan. Laporan ini disampaikan 1 (satu) bulan setelah kontrak
ditandatangani/ terbitnya surat perintah kerja dan selalu dilaksanakan
tiap bulan sampai akhir dari pekerjaan pengawasan selama 6,0 (enam koma
nol) bulan. Jumlah laporan yang diserahkan kepada pemberi tugas sebanyak
4 (tiga) eks.

Laporan Teknis (Justifikasi Teknik)


Untuk setiap perubahan design tim supervise menyiapkan laporan review
design, yang berisi:
Catatan As Built yang menunjukkan lokasi dan ukuran detail dari semua
pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Copy dari semua Change Order dan Addendum yang telah disahkan
sebelumnya.
Deskripsi dari anggapan-anggapan yang dipakai dalam design apabila
dipakai anggapan lain dari Standard Ditjen Cipta Karya Kementerian
Pekerjaan Umum.
Gambar-gambar yang jelas yang menunjukkan design asli dan design
perbaikan yang diusulkan.
Daftar jadwal yang baru untuk kuantitas dan harga, sehubungan dengan
revisi design yang diusulkan.
Gambar-gambar yang menunjukkan lokasi yang pasti dari usulan
perubahan design.

Bab D - 21

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Laporan Akhir
Pada akhir pelaksanaan pekerjaan, konsultan supervise harus membuat dan
menyerahkan Laporan Akhir yang berisi laporan bulanan, foto pelaksanaan
kegiatan dari awal pelaksanaan sampai dengan tahap penyelesaian
pekerjaan 0-100 %, gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan pekerjaan
(as built drawing) yang dibuat oleh kontraktor. Laporan ini harus dibahas
kepada pihak Coordination Team-Core Team dan pihak pemberi tugas
sebelum difinalkan. Laporan ini disampaikan pada bulan ke 6 setelah
kontrak ditandatangani/ terbitnya surat perintah kerja. Jumlah laporan
yang diserahkan kepada pembari tugas sebanyak 4 (lima) eks.

Bab D - 22