Anda di halaman 1dari 10

A.

DERMATITIS ATOPIK
DEFINISI
Adalah keadaan peradangan kulit kronis dan residif dengan gejala gatal dan
berhubungan dengan peningkatan kadar IgE dalam serum dan adanya riwayat atopi
dalam keluarga ataupun penderita. Atopi merupakan hipersensitivitas abnormal untuk
mempertahankan diri dari faktor lingkungan tanpa sensitisasi yang jelas sebelumnya
(contoh rinitis alergik atau asma)
ETIOPATOGENESIS
Konsep dasar terjadinya dermatitis atopik adalah melalui reaksi imunologik, yang
diperantarai oleh sel-sel yang berasal dari sumsum tulang.

Faktor Genetik
Diperkirakan dermatitis atopik diturunkan secara dominan autosomal,
resesif autosomal, dan multifaktrial.
Faktor Imunologik
Gangguan imunologik yang terjadi pada dermatitis atopik adalah adanya
peningkatan produksi IgE karena aktivitas limfosit T meningkat. Aktivitas limfosit
meningkat karena pengaruh dari IL4. Produksi IL4 dipengaruhi oleh aktivitas sel
T Helper. Sel TH2 akan merangsang sel B untuk memproduksi IgE. IgE
meningkat pada 80% penderita dermatitis atopic. Selain melalui reaksi
hipersensitifitas tipe I, IgE juga berperan sebagai penangkap antigen pada reaksi
IgE-Mediated delayed type hypersensitivity
Sel Langerhans (APC) menyerahkan antigen ke sel T dan menyebabkan sel
T menjadi aktif. Antigen akan berikatan dengan IgE yang menempel pada
permukaan membrane sel Langerhans.

MAN

MANIIFESTASI KLINIS

Bentuk Infantil (2 bulan-2 tahun)


Terdapat eritema yang berbatas tegas, dapat disertai papul dan vesikel yang miliar
yang menjadi erosive, eksudatif, dan berkrusta. Tempat predileksi kedua
pipi,ekstremitas bagian fleksor dan ekstensor

Bentuk anak (3-10 tahun)


Dapat didahului oleh bentuk infantile. Lesi tidak eksudatif, disertai oleh
hyperkeratosis, hiperpigmentasi, dan hipopigmentasi. Tempat predileksi tengkuk,
fleksor kubital, dan fleksor popliteal.

Bentuk dewasa (13-30 tahun)


Lesi yang selalu kering dan dapat disertai likenifikasi dan hiperigmentasi. Tempat
predileksi daerah tengkuk dan fleksor kubital dan popliteal. Kulit kering dan sukar
berkeringat, namun sangat gatal bila berkeringat.

DIAGNOSIS
Diagnosis D.A. didasarkan criteria yang disusun oleh hanifin dan rajka
KRITERIA MAYOR
pruritus
dermatitis di muka atau ekstensor ada bayi dan anak
dermatitis di fleksura pada dewasa

dermatitis kronis atau residif


riwayat atopi pada penderita atau keluarganya

KRITERIA MINOR
xerosis
infeksi kulit (khususya oleh S.AUREUS dan virus herpes simpleks)
dermatitis nonspesifik pada tangan atau kaki
iktiosis/hiperliniar Palmaris/keratosis pilaris
pitriasis alba
dermatitis dI papilla mame
white domographism dan delayed blanch response
keilitis
lipatan infra orbital dennie-morgan
konjungtivitis berulang
keratokonus
katarak subkapsular anterior
orbita menjadi gelap
muka pucat atau eritem
gatal bila berkeringat
intolerans terhadap wol atau pelarut lemak
aksentuasi perifolikular
hipersensitif terhadap makanan
- perjalanan penyakit dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan atau emosi
tes kulit alergi tipe dadakan positif
kadar lgE di dalam serum meningkat
awitan pada usia dini
Diagnosis D.A. harus mempunyai tiga kriteria mayor dan tiga criteria minor.
Untuk bayi, kriteria diagnosis dimodifikasi yaitu:
Tiga kriteria mayor beupa:
riwayat atopi pada keluarga
dermatitis dimuka atau ekstensor,
pruritus,
ditambah tiga krieria minor:
xerosis/iktiosis/hipeliniaris Palmaris,
aksentuasi perifolikular,
fisura belakang telinga,
skuama di scalp kronis.
Pedoman diagnosis D.A. yang dimofikasi oleh william
- harus mempunyai kondisi kulit gatal (itchy skin)atau dari laporan orang tuanya
-

bahwa anaknyasuka menggaruk atau menggosok .


ditambah 3 atau lebih kriteria berikut:
riwayat terkenanya lipatan kulit, miasalnya lipat siku, belakang lutut

bagian depan

usia di bawah 10 tahun).


riwayat asma bronchial atau hay fever pada penderita (atau riwayat

penyakit atopi pada keluarga tingkat pertama dari anak di bawah 4 tahun).
riwayat kulit kering secara umum pada tahun terakhir.
adanya dermatitis yang tampak di lipatan (atau dermatitis pada pipi/dahi

pergelangan kaki atau sekeling leher(termasuk pipi anak

dan anggota pada bagian luar anak di bawah 4 tahun).


Awitan di bawah usia 2 tahun (tidak digunakan bila anak di bawah 4 tahun).
PENATALAKSANAAN

Dinasehatkan untuk memberitahukan rencana pengobatan yang akan diberikan

kepada pasien ataupun orang tua penderita.


Pada penderita DA,sebaiknya dilakukan gerak jalan sedikit ataupun latihan gerak

badan ringan untuk menghilangkan kegelisahan ataupun stres


Kelembaban ruangan dipertahankan 50-60% untuk menghindari pengeringan
kulit.

Syarat-syarat dasar pada pengobatan DA:

Pada eksaserbasi yang berat, sebaiknya penderita pindah lingkungan (misanya

rumah sakit)
pengobatan balneotherapeutic regimen (mandi berendam dengan air yang telah
ditambah bahan minyak, mandi dengan air dingin untuk menghilangkan gatal

pada malam hari).


Hindari rangsangan pada kulit (tidak boleh menggaruk setelah mandi, pakai

pakaian dalam yang lembut, hindari pakaian dari bahan wol dan bahan sintetik).
Bila ekzemanya basah, sebaiknya pasien menggunakan sarung tangan dari katun.
Hindari bahan pembersih yang dapat merangsang kulit.
Bila harus memakai sarung tangan plastik pada waktu bekerja,sebaiknya pada
waktu singkat saja (misalnya dalam kamar mandi).

Hindari dan kenali faktor pencetus:


1.
2.
3.
4.

Makanan susu, soya, telur, gandum, ikan, udang, beef, ayam,coklat.


Aeroalergen:D.pteronyssinus
Mikroba
Faktor psikis

5.

DLL.
TAHAP-TAHAP PENGOBATAN
TAHAP 1
1. Kortikosteroid yang potensi sedang
2. Mandi:dua kali sehari dengan air hangat,dan sebentar
kulit kering: salap emulsifikan
kulit yang kurang kering: sol,ter
emolien: paraffin,krim aquos,urea,laktat,silicone
3. Antihistamin:
klorfeniramine 2-4 mg,3 kali sehari
hydroxizine:5-10 mg 3 kali sehari pada anak sekolah, jangan berikan
yang non-sedatif:cefterizine,loratadin,astemizol,terfenadin (bersama dengan
eritromisin meimbulkan aritmia).
4. Antibiotika oral: kloxasilin ,eritromisin, sefalosporin.
Antibotika topical: asam fusidat, salap mupiosin.
TAHAP 2
1. Steroid oral
2. Rawat, kompres
3. Lihat alergi makanan (prick dan RAST/radioallergosorbent test terhadap
makanan)
4. Terapi foto
sinar ultraviolet A (UVA dimulai dengan 3-5 J, naikkan 0,5 J setiap kali
kunjungan, dan berhenti pada 8-10 J.diberikan 2-3 kali seminggu, UVA ini
dapat melumpuhkan sel langerhans.
UVB dimulai dengan 30-50 mJ; naikkan 10 mJ setiap kunjungan; dan
berhenti bila telah mencapai 80-100 mJ.
5. Steroid dosis denyut intravenus 20mg/kg/hari untuk 3 hari
TAHAP 3
1.
Siklosporin
2.
Metotrexat
3.
Injeksi gamma interferon
4.
Injeksi timopentin
5.
Papaverin, menstabilkan sel mas
6.
Natamycine
7.
Siklosporin topical
8.
Hindari diet, psikoterapi.
KORTIKOSTEROID TOPIKAL
Karena pengobatan pada DA ini dapat berlangsung bertahun-tahun, sebaiknya
hindari pemakaian kortikosteroid topikal berlama-lama, karena dapat menimbulkan
komplikasi dan dapat terjadi super infeksi bakteri dan virus pada lesi ekzemanya.

Pemakaian kortikosteroid bergantian dengan tanpa steroid pada pagi dan malam
hari atau selang satu hari atau dua hari (interval therapy). Pada tandem therapy,
sebaiknya digunakan bahan dasar

yang sama. Pada pengobatan steroid topikal

disarankan:
Pengobatan dengan penurunan potensi kortikosteroid yang berpotensi

tinggi ke rendah.
Lebih baik dari yang berpotensi sedang ke rendah.
Pengobtan yang bergiliran (daily rotating treatment) dari regio kulit yang

terlbat (maximum 20% dari kulit yang terlibat).


kombinasi dengan pemberian steroid sistemik dalam waktu singkat, bila
exzema menyeluruh.

PENGOBATAN NONSTEROID
Pengobatan ini dapat berupa antiflogistik/antimikrobal:
Preparat Tar
pix lithantracis (5-10%).
liquor carbones detergens (2-20%).
ichthamol 2-10%.
- Antiseptic
- Antibiotika
aminoglikosid: gentamisin, basitrasin
makrolid: eritromisin, klindamisin
klortetrasiklin 2-5%.
asam fusidat
Harus diingat pengobatan dengan preparat ter jangan diberikan pada ekzema yang
eksudatif dan ekzema dengan infeksi sekunder. Juga hindari paparan dengan sinar
matahari.
PROGNOSIS

Prognosis lebih buruk bila kedua orang tua menderita DA


Terdapat kecendrungan perbaikan spontan pada masa anak dan sering kambuh

pada remaja
Faktor yang berhubungan dengan prognosis yang kurang baik :
DA yang luas pada anak
Menderita rhinitis alegik dan asma bronchial
Riwayat DA pada orang tua atau saudara kandung
Onset DA pada usia muda
Anak tunggal
Kadar IgE serum yang tinggi

ERUPSI AKNEIFORMIS
Erupsi akneiformis dihubungkan dengan yodida, brom, hormon ACTH, glukokortikoid,
isoniazid, androgen, litium, aktinomisin D dan fenitoin. Dapat muncul pada lokasi yang tidak
khas, misalnya lengan dan tungkai. Bentuk lesi pada umumnya monomorf. Tidak ditemukan
komedo.

Pengobatan
- Menghentikan kontak dengan agen penyebab
- Tretinoin topikal