Anda di halaman 1dari 26

ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE

Oleh:
1.

AGUS HERIANTO

2.

EGA WULANDARI

3.

IKA RIWAYATI

4.

KHOIRUL ALFIAN

5.

NUR HAYATUL NUPUS

6.

RINA WULANDARI

7.

SIDIK GUNARNO

VI-C

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
INSAN CENDEKIA MEDIKA
JOMBANG
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kanker merupakan suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan
mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan
tidak terkendali, serta mengancam nyawa individu penderitanya (Baradero, 2008).
Menurut WHO (2004), angka kematian akibat kanker diperkirakan mencapai 7 juta
orang, dua kali lebih banyak dari angka kematian yang disebabkan HIV/AIDS, bahkan
UICC (Union Internationale Contre Le Cancer) memperkirakan jumlah penderita kanker
di negara berkembang pada tahun 2020 bisa mencapai 10 juta orang, dengan 16 kasus
baru tiap tahunnya.
Kanker payudara merupakan penyakit keganasan yang paling sering dijumpai pada
perempuan, yakni mencapai 18% dari semua kanker yang terjadi pada perempuan. Setiap
tahun terjadi 1 juta kasus baru kanker payudara di seluruh dunia. (McPherson et al.,
2000). Etiologi kanker payudara bersifat multifaktor yang mencakup faktor-faktor
genetik, lingkungan dan reproduksi yang saling berinteraksi melalui mekanisme yang
kompleks (Kubba, 2003).
Faktor-faktor risiko reproduksi untuk kanker payudara meliputi nuliparitas atau tidak
pernah melahirkan, kehamilan pertama aterm yang terlambat, menarke atau menstruasi
pertama pada usia dini, serta menopause terlambat (McPherson et al., 2000). Kelahiran
pertama atau memiliki anak pertama kali berhubungan dengan peningkatan risiko kanker
payudara selama 10 tahun setelah kelahiran. Namun setelah waktu 10 tahun tersebut,
risiko kanker payudara yang berhubungan dengan kelahiran menurun apabila kelahiran
terjadi sebelum usia 32 tahun. Tetapi jika kelahiran pertama terjadi setelah usia 32 tahun,
penurunan risiko tersebut tidak terjadi dan perempuan tersebut akan memiliki risiko

ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME


JOMBANG

sepanjang hidup yang lebih besar dibandingkan dengan perempuan yang belum memiliki
anak (Kelsey et al., 1997).
Bukti-bukti lain yang menyatakan bahwa kanker payudara berhubungan dengan
faktor-faktor reproduksi adalah insidensi kanker payudara seratus kali lebih banyak
terjadi pada perempuan daripada laki-laki (Kubba, 2003). Di samping merupakan faktor
risiko untuk kanker payudara, faktor reproduksi juga merupakan faktor risiko untuk
kanker ovarium dan endometrium.
Berdasarkan angka statistik, kanker payudara merupakan kanker dengan angka
kejadian tertinggi nomor 2 setelah kanker leher rahim pada wanita di Indonesia dan
terdapat kecenderungan peningkatan angka kejadian kanker payudara dari tahun ke tahun.
di Indonesia, berdasarkan Patological Based Registration atau berdasarkan pencatatan
pemeriksaan jaringan pada tahun 2005, kanker payudara diperkirakan di Indonesia
mempunyai angka kejadian minimal 20 ribu kasus baru pertahun, dengan kenyataan 50%
kasus baru ditemukan pada keadaan stadium lanjut. Sehingga peran Perawat sangat
penting dalam pemulihan klien-klien yang menderita Kanker payudara. Dimana
perawat harus memberikan asuhan keperawatan, dengan memberikan pendidikan
kesehatan tentang kanker payudara, deteksi dini kanker payudara, perawatan terhadap
klien yang menderita kanker payudara dengan pre maupun post pembedahan, dan
perawatan terhadap klien dengan kanker payudara yang menjalani kemoterapi.

1.2 Tujuan
1.2.1
Tujuan Umum
Untuk memberikan sumber ilmu pengetahuan bagi pembaca dan

masyarakat

umum lainnya.
1.2.2
Tujuan Khusus
Untuk mengetahui definisi, etiologi, manifestasi klinis, WOC, komplikasi, serta
penatalaksanaan dari penyakit Ca mammae ( kanker payudara )
1.3 Manfaat
ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME
JOMBANG

1.3.1

Manfaat Teoritis
Makalah ini dapat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan untuk
mempelajari dan memahami tentang asuhan keperawatan Ca mammae ( kanker
payudara )

1.3.2
Manfaat Praktis
Sebagai tambahan ilmu pengetahuan bagi pembaca agar lebih meningkatkan
kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Teori


2.1.1 Definisi
Suatu keadaan di mana sel kehilangan kemampuannya dalam mengendalikan kecepatan
pembelahan dan pertumbuhannya. Normalnya, sel yang mati sama dengan jumlah sel yang
tumbuh. Apabila sel tersebut sudah mengalami malignansi/ keganasan atau bersifat kanker
maka sel tersebut terus menerus membelah tanpa memperhatikan kebutuhan, sehingga
membentuk tumor atau berkembang tumbuh baru tetapi tidak semua yang tumbuh baru itu
bersifat karsinogen.(Daniele gale 1996).
Kanker payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang terus tumbuh
berupa ganda. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk bejolan di payudara. Jika benjolan
kanker itu tidak dibuang atau terkontrol, sel-sel kanker bisa menyebar (metastase) pada
bagian-bagian tubuh lain. Metastase bisa terjadi pada kelenjar getah bening (limfe) ketiak

ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME


JOMBANG

ataupun di atas tulang belikat. Selain itu sel-sel kanker bisa bersarang di tulang, paru-paru,
hati, kulit, dan bawah kulit. (Erik T, 2005, hal : 39-40)
Karsinoma mammae adalah karsinoma yang berasal dari parenkim, stroma, areola dan
papilla mamma. (Lab. UPF Bedah RSDS, 1984)
2.1.2 Etiologi
Penyebab kanker payudara tidak diketahui dengan pasti, namun beberapa faktor resiko
pada pasien diduga berhubungan dengan kejadian kanker payudara yaitu :
1. Umur > 30 tahun
2. Melahirkan anak pertama pada usia > 35 tahun
3. Tidak kawin
4. Usia menopause > 55 tahun
5. Pernah mengalami infeksi, trauma atau operasi tumor jinak payudara
6. Mempunyai kanker payudara kontra lateral
7. Pernah mengalami radiasi di daerah dada
8. Ada riwayat keluarga dengan kanker payudara pada ibu

2.1.3 Manifestasi klinik


Pada tahap awal kanker payudara, biasanya tidak merasakan sakit atau tidak ada
tanda-tandanya sama sekali. Namun, ketika tumor semakin membesar, gejala-gejala di bawah
ini mungkin muncul (Anita, 2007).
Benjolan yang tidak hilang atau permanen dan menggumpal, biasanya tidak sakit dan
terasa keras bila disentuh atau penebalan pada kulit payudara atau di sekitar ketiak.
Perubahan ukuran dan bentuk payudara.
Kerutan pada kulit payudara.
Keluar cairan tidak normal dari puting susu yang berupa nanah, darah, cairan encer
atau keluar air susu pada ibu tidak hamil atau tidak sedang menyusui.
Pembengkakan atau adanya tarikan pada puting susu.
ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME
JOMBANG

Pengelupasan papilla mammae


Adanya kerusakan dan retraksi pada area puting,
2.1.4 Patofisiologi
Carsinoma mammae berasal dari jaringan epitel dan paling sering terjadi pada
sistem duktal, mula mula terjadi hiperplasia sel sel dengan perkembangan sel sel atipik.
Sel - sel ini akan berlanjut menjadi carsinoma insitu dan menginvasi stroma. Carsinoma
membutuhkan waktu 7 tahun untuk bertumbuh dari sel tunggal sampai menjadi massa yang
cukup besar untuk dapat diraba ( kira kira berdiameter 1 cm). Pada ukuran itu kira kira
seperempat dari carsinoma mammae telah bermetastasis. Carsinoma mammae bermetastasis
dengan penyebaran langsung ke jaringan sekitarnya dan juga melalui saluran limfe dan aliran
darah ( Price, Sylvia, Wilson Lorrairee M, 1995 )
Perkembangan Kanker Payudara:
1. Stadium I
Tumor yang berdiameter kurang 2 cm tanpa keterlibatan limfonodus (LN) dan tanpa
penyebaran jauh. Tumor terbatas pada payudara dan tidak terfiksasi pada kulit dan otot
pektoralis.

ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME


JOMBANG

2. Stadium IIa
Tumor yang berdiameter kurang 2 cm dengan keterlibatan limfonodus (LN) dan tanpa
penyebaran jauh atau tumor yang berdiameter kurang 5 cm tanpa keterlibatan limfonodus
(LN) dan tanpa penyebaran jauh.

3. Stadium IIb

ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME


JOMBANG

Tumor yang berdiameter kurang 5 cm dengan keterlibatan limfonodus (LN) dan tanpa
penyebaran jauh atau tumor yang berdiameter lebih 5 cm tanpa keterlibatan limfonodus (LN)
dan tanpa penyebaran jauh.

4. Stadium IIIa
Tumor yang berdiameter lebih 5 cm dengan keterlibatan limfonodus (LN) tanpa penyebaran
jauh.

5. Stadium IIIb
Tumor yang berdiameter lebih 5 cm dengan keterlibatan limfonodus (LN) dan terdapat
penyebaran jauh berupa metastasis ke supraklavikula dengan keterlibatan limfonodus (LN)
ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME
JOMBANG

supraklavikula atau metastasis ke infraklavikula atau menginfiltrasi / menyebar ke kulit atau


dinding toraks atau tumor dengan edema pada tangan.
Tumor telah menyebar ke dinding dada atau menyebabkan pembengkakan bisa juga luka
bernanah di payudara. Didiagnosis sebagai Inflamatory Breast Cancer. Bisa sudah atau bisa
juga belum menyebar ke pembuluh getah bening di ketiak dan lengan atas, tapi tidak
menyebar ke bagian lain dari organ tubuh

6. Stadium IIIc
Ukuran tumor bisa berapa saja dan terdapat metastasis kelenjar limfe infraklavikular
ipsilateral, atau bukti klinis menunjukkan terdapat metastasis kelenjar limfe mammaria
interna dan metastase kelenjar limfe aksilar, atau metastasis kelenjar limfe supraklavikular
ipsilateral

ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME


JOMBANG

6. Stadium IV
Tumor yang mengalami metastasis jauh, yaitu : tulang, paru-paru, liver atau tulang rusuk.

2.1.5 WOC

2.1.6 Komplikasi

ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME


JOMBANG

10

Komplikasi utama adalah metastase jaringan sekitarnya yang melalui kelenjar


limfe dan pembuluh darah ke organ-organ lain. Tempat yang sering terjadi
metastase adalah paru-paru, pleura, tulang dan hati.
2.1.7 Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan diagnostik yang dilakukan pada kasus Ca mammae yaitu (Bruner &
Suddarth, 2002) :
1. Mamografi
Memperlihatkan stuktur internal payudara dapat untuk mendefeksi kanker
yang tak teraba atau tumor yang terjadi pada tahap awal
2. Ultrasound
Dapat membantu membedakan antara massa padat dan kista, pada wanita
yang jaringan payudaranya keras, hasil komplemen dari mamografi
3. Tomography
Memberikan informasi spesifik yang menyangkut jumlah, ukuran, letak dan
kepadatan jejas tumor,
4. MRI (Magnetic Ressonance Imaging)
Dapat mendeteksi penyakit payudara, khususnya massa yang lebih besar
atau tumor kecil, payudara rnengeras yang sulit diperiksa dengan
mamografi
5. Biopsi payudara (jarum atau eksisi)
Memberikan diagnosa definitif terhadap massa dan berguna untuk
klasifikasi histologi pertahanan dan seleksi terapi yang tepat.
6. Foto dada, pemeriksaan fungsi hati, hitung set darah dan skan tulang
dilakukan untuk mengkaji adanya metastase.
2.1.8 Penatalaksanaan
1) Tindakan operatif
a) Biopsi biasanya jenis pembedahan pertama bagi penderita kanker payudara
untuk menentukan bila ada massa, malignansi dan jenis kanker payudara.
b) Mastektomi radikal yang dimodifikasi
Pengangkatan keseluruhan jaringan dan nodus imfe aksilaris otot pektoralis
mayor dan minus tetap utuh.
c) Bedah dengan menyelamatkan payudara
Beberapa tehnik yang dilakukan pembedahan

payudara

diantaranya

limfektomi, mastektomi segmental, reseksi kuadran payudara yang sakit dan


diseksi nodus aksilaris.
ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME
JOMBANG

11

2) Terapi radiasi
Dengan pembedahan yang menyelamatkan payudara, perjalanan terapi penyinaran
radiasi biasanya dilakukan setelah insisi massa tumor untuk mengurangi
kecendrungan kambuh dan untuk menyingkirkan kanker residual. Sekarang ini
pengobatan penyinaran dektron ekstemal telah menggantikan iridium secara luas.
Radiasi penyinaran ekstemal dengan foton yang diberikan melalui akselator linier,
diberikan setiap hari selama lebih dari 45 minggu pada seluruh regio payudara. Dosis
radiasi pekat diberikan pada tempat tumor primer memiliki elektron sebelum radiasi
diberikan pasien menjalami sesi perencanaan, untuk tindakan radiasi yang akan
berfungsi sebagai model untuk tindakan radiasi yang akan berfungsi sebagai model
untuk pengobatan harian. Penanda tinta permanen yang kedua digunakan untuk
mengidentifikasikan jaringan payudara yang, akan diiradiasi.
3) Kemoterapi
Kemoterari ajufan untuk kanker payudara melihatkan kombinasi obat multipel yang
lebih efektif daripada terapi dosis tunggal. Kombinasi yang lebih sering dianjurkan
disebut CMF yang meliputi siklofosfamid (cyfoxam) metotrexat, fluorasil (5-Fu).
Regimen-regimen ini biasanya diberikan selama 3-6 bulan. Kombinasi kemoterapi
dan hormon-horman seperti famoksifen dapat meningkatkan laju respon tetapi belum
menunjukkan secara bermakna peningkatan laju bertahan hidup. Pemberian bersama
kemoterapi dengan iradiasi dapat mengakibatkan efek samping dan toksisitas yang
lebih menonjol. Pada tumor yang lebih besar, kemoterapi dapat diberikan pada
praoperasi untuk mengecilkan tumor.
4) T erapi hormonal
Keputusan terapi hormonal untuk kanker payudara didasarkan pada indeks estrogen
dan progesteron yang diturunkan dari pemeriksaan uji jaringan tumor yang diambil
selama biopsi biasa. Adapun preparat hormonal yang digunakan antara lain :
a) Tamoxiten
ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME
JOMBANG

12

Preparat ini awalnya diindikasikan mengobati pasten pasca menopause


dengan reseptor estrogen dan nodus aksilaris positif. Efek samping yang
ditimbulkan mual, muntah, rasa, panas, retensi cairan.
b) Diethylstillbestrol
Preparat ini menghambat pelepasan follicle stimulating hormone (FSH)
dan

luteinizing

hormune

(LH)

dengan

demikian

menurunkan

pembentukan estrogen dan ikatan estrogen. Efek sampingnya yaitu


penambahan berat badan, refensi cairan, mual.
c) Magestrol
Preparat ini cara kerjanya dengan menurunkan. Jumlah reseptor
estrogen. Peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan adalah
efek samping yang mungkin.
d) Fluksimesteron (halotesti)
Derivatif testeron. ini menekan estrogen dengan menekan LH dan FSH
etek samping mencakup virilasasi yaitu peningkatan pertumbuhan bulu
wajah, suara lebih dalam, hiperfropi. klitois, peningkatan libido.
e) Aminogliltetimid (Cytadien)
Medikasi ini menghambat aromatase, enzim yang berpengaruh terhadap
pengubahan androgen. Menjadi estrogen. Efek samping mencakup
kemerahan (ruam). menyebabkan gatal-gatal
2.1.9 Pencegahan
1. Hindari penggunaan BH yang terlalu ketat dalam waktu lama.
2. HIndari banyak merokok dan mengkonsumsi alkohol.
3. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri, setiap bulan.
4. Hindari terlalu banyak terkena sinar-x atau jenis-jenis radiasi lainnya.
ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME
JOMBANG

13

5. Jaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Sebaiknya


sering mengkonsumsi kedelai serta produk olahannya, seperti tahu, tempe, dan susu
kacang kedelai, sebab kedelai mengandung phyto estrogen, yaitu genistein, yang
bermanfaat untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara.
6. Lakukan olahraga secara teratur.
7. Hindari terlampau banyak makan makanan berlemak tinggi.
8. Atasi stress dengan baik.

2.2 Konsep Asuhan Keperawatan


2.2.1 Pengkajian
1. Data Dasar
Biodata
Camammaeterjaditerutamapadausialanjut(diatas50th),tetapi80%terjadipadausia
35tahunsampai65tahuncendrungmeningkat6kalilipat
Jeniskelamin:lakilakidibanding1:100

2. Riwayat Keperawatan, meliputi :


a) Keluhan Utama
Klienmengeluhadanyabenjolanatauulkuspadapayudaradankadangkadangtimbulnyeri,
sertaperasaantakutataucemas.

b) Riwayat Kesehatan Sekarang

ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME


JOMBANG

14

Pasien mengeluh terdapat benjolan pada payudara dan bila ditekan terasa sakit. Selain
itu pasien juga mengatakan keluar cairan dari puting susunya dan warna kemerahan
pada kulit payudaranya, maka pasien dibawa ke rumah sakit dan didiagnosa menderita
penyakit Ca Mammae. Pasien perlu mendapatkan perawatan dari rumah sakit lebih
lanjut.
c) Riwayat Kesehatan Masa lalu
Pasien Ca Mammae biasanya mengalami gangguan kesehatan tergantung dari faktor
resikonya terdahulu,seperti : menarche di bawah usia 12 tahun,melahirkan anak
pertama di atas 35 tahun,menopause di atasm usia 50 tahun,keluarga perempuan
kandung menderita kanker payudara,koitus pertama di bawah usia 20 tahun,dll.
d) Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibudananakprempuankhususnyadengankankerpremenopuseataukankerpayudara
bilateral,adanyaanggotakeluargayangmenderitacamammae

e) Pengkajian Fisik
Kepala : normal, kepala tegak lurus, tulang kepala umumnya bulat dengan tonjolan
frontal di bagian anterior dan oksipital dibagian posterior.
Rambut : biasanya tersebar merata, tidak terlalu kering, tidak terlalu berminyak.
Mata : biasanya tidak ada gangguan bentuk dan fungsi mata. Mata anemis, tidak
ikterik, tidak ada nyeri tekan.
Telinga : normalnya bentuk dan posisi simetris. Tidak ada tanda-tanda infeksi dan
tidak ada gangguan fungsi pendengaran.
Hidung : bentuk dan fungsi normal, tidak ada infeksi dan nyeri tekan.
Mulut : mukosa bibir kering, tidak ada gangguan perasa.
Leher : biasanya terjadi pembesaran KGB.
Dada : adanya kelainan kulit berupa peau dorange, dumpling, ulserasi atau tandatanda radang.
Hepar : biasanya tidak ada pembesaran hepar.
Ekstremitas: biasanya tidak ada gangguan pada ektremitas
Pengkajian 11 Pola Fungsional Gordon
1) Persepsi dan Manajemen
Biasanya klien tidak langsung memeriksakan benjolan yang terasa pada payudaranya
kerumah sakit karena menganggap itu hanya benjolan biasa.
2) Nutrisi Metabolik
Kebiasaan diet buruk, biasanya klien akan mengalami anoreksia, muntah dan terjadi
penurunan berat badan, klien juga ada riwayat mengkonsumsi makanan mengandung
MSG.
ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME
JOMBANG

15

3) Eliminasi
Biasanya terjadi perubahan pola eliminasi, klien akan mengalami melena, nyeri saat
defekasi, distensi abdomen dan konstipasi.
4) Aktivitas dan Latihan
Anoreksia dan muntah dapat membuat pola aktivitas dan lathan klien terganggu
karena terjadi kelemahan dan nyeri.
5) Kognitif dan Persepsi
Biasanya klien akan mengalami pusing pasca bedah sehingga kemungkinan ada
komplikasi pada kognitif, sensorik maupun motorik.
6) Istirahat dan Tidur
Biasanya klien mengalami gangguan pola tidur karena nyeri.
7) Persepsi dan Konsep Diri
Payudara merupakan alat vital bagi wanita. Kelainan atau kehilangan akibat operasi
akan membuat klien tidak percaya diri, malu, dan kehilangan haknya sebagai wanita
normal.
8) Peran dan Hubungan
Biasanya pada sebagian besar klien akan mengalami gangguan dalam melakukan
perannya dalam berinteraksi social.
9) Reproduksi dan Seksual
Biasanya aka nada gangguan seksualitas klien dan perubahan pada tingkat kepuasan.
10) Koping dan Toleransi Stress
Biasanya klien akan mengalami stress yang berlebihan, denial dan keputus asaan.
11) Nilai dan Keyakinan
Diperlukan pendekatan agama supaya klien menerima kondisinya dengan lapang
dada.
2.2.2 Diagnosa
1. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan pembedahan, mis;
2.
3.
4.
5.

anoreksia
Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan proses pembedahan
Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pengangkatan bedah jaringan
Ansietas berhubungan dengan diagnosa, pengobatan, dan prognosanya .
Kurang pengetahuan tentang Kanker mammae berhubungan dengan kurang

pemajanan informasi
6. Gangguan body image berhubungan dengan kehilangan bagian dan fungsi tubuh
7. Potensial disfungsi seksual berhubungan dengan kehilangan bagian tubuh, perubahan
dalam citra diri
2.2.3 Intervensi
DIAGNOSA KEP.
Nutrisi kurang dari
kebutuhan
tubuh
berhubungan dengan
pembedahan,
mis;
anoreksia

NOC

NIC

NOC :
NIC :
Nutritional Status : food andNutrition Management
Fluid Intake
Kaji adanya alergi
Kriteria Hasil :
makanan
Adanya peningkatan
Kolaborasi dengan
berat badan sesuai
ahli
gizi
untuk
dengan tujuan
menentukan jumlah

ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME


JOMBANG

16

Berat badan ideal


sesuai dengan tinggi
badan
Mampu
mengidentifikasi
kebutuhan nutrisi
Tidak
ada
tanda
tanda malnutrisi
Tidak
terjadi
penurunan
berat
badan yang berarti

kalori dan nutrisi


yang
dibutuhkan
pasien.
Anjurkan
pasien
untuk
meningkatkan
intake Fe
Anjurkan
pasien
untuk
meningkatkan
protein dan vitamin
C
Berikan substansi
gula
Yakinkan diet yang
dimakan
mengandung tinggi
serat
untuk
mencegah
konstipasi
Berikan makanan
yang
terpilih
(
sudah
dikonsultasikan
dengan ahli gizi)
Ajarkan
pasien
bagaimana
membuat catatan
makanan harian.
Monitor
jumlah
nutrisi
dan
kandungan kalori
Berikan informasi
tentang kebutuhan
nutrisi
Kaji
kemampuan
pasien
untuk
mendapatkan
nutrisi
yang
dibutuhkan

Nutrition
Monitoring
BB pasien dalam
batas normal
Monitor
adanya
penurunan
berat
badan
ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME
JOMBANG

17

Monitor tipe dan


jumlah
aktivitas
yang
biasa
dilakukan
Monitor
interaksi
anak atau orangtua
selama makan
Monitor lingkungan
selama makan
adwalkan
pengobatan
dan
tindakan
tidak
selama jam makan
Monitor kulit kering
dan
perubahan
pigmentasi
Monitor turgor kulit
Monitor kekeringan,
rambut kusam, dan
mudah patah
Monitor mual dan
muntah
Monitor
kadar
albumin,
total
protein, Hb, dan
kadar Ht
Monitor makanan
kesukaan
Monitor
pertumbuhan dan
perkembangan
Monitor
pucat,
kemerahan,
dan
kekeringan jaringan
konjungtiva
Monitor kalori dan
intake nuntrisi
Catat
adanya
edema, hiperemik,
hipertonik
papila
lidah dan cavitas
oral.
Catat jika lidah
berwarna magenta,
scarlet
Gangguan
nyaman

rasa NOC :
nyeri Pain Level,

NIC :
Pain Management

ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME


JOMBANG

18

berhubungan dengan Pain control,


proses pembedahan
Comfort level
Kriteria Hasil :
Mampu
mengontrol
nyeri (tahu penyebab
nyeri,
mampu
menggunakan tehnik
nonfarmakologi untuk
mengurangi
nyeri,
mencari bantuan)
Melaporkan
bahwa
nyeri
berkurang
dengan
menggunakan
manajemen nyeri
Mampu
mengenali
nyeri
(skala,
intensitas, frekuensi
dan tanda nyeri)
Menyatakan
rasa
nyaman setelah nyeri
berkurang
Tanda vital dalam
rentang normal

Lakukan
pengkajian
nyeri
secara
komprehensif
termasuk
lokasi,
karakteristik,
durasi, frekuensi,
kualitas dan faktor
presipitasi
Observasi
reaksi
nonverbal
dari
ketidaknyamanan
Gunakan
teknik
komunikasi
terapeutik
untuk
mengetahui
pengalaman nyeri
pasien
Kaji kultur yang
mempengaruhi
respon nyeri
Evaluasi
pengalaman nyeri
masa lampau
Evaluasi bersama
pasien dan tim
kesehatan
lain
tentang
ketidakefektifan
kontrol nyeri masa
lampau
Bantu pasien dan
keluarga
untuk
mencari
dan
menemukan
dukungan
Kontrol lingkungan
yang
dapat
mempengaruhi
nyeri seperti suhu
ruangan,
pencahayaan dan
kebisingan
Kurangi
faktor
presipitasi nyeri
Pilih dan lakukan
penanganan nyeri
(farmakologi, non

ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME


JOMBANG

19

farmakologi
dan
inter personal)
Kaji
tipe
dan
sumber nyeri untuk
menentukan
intervensi
Ajarkan
tentang
teknik
non
farmakologi
Berikan analgetik
untuk mengurangi
nyeri
Evaluasi
keefektifan kontrol
nyeri
Tingkatkan istirahat
Kolaborasikan
dengan dokter jika
ada keluhan dan
tindakan nyeri tidak
berhasil
Monitor
penerimaan pasien
tentang
manajemen nyeri

Analgesic
Administration
Tentukan
lokasi,
karakteristik,
kualitas,
dan
derajat
nyeri
sebelum pemberian
obat
Cek instruksi dokter
tentang jenis obat,
dosis,
dan
frekuensi
Cek riwayat alergi
Pilih
analgesik
yang
diperlukan
atau kombinasi dari
analgesik
ketika
pemberian
lebih
dari satu
Tentukan
pilihan
analgesik
tergantung tipe dan
ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME
JOMBANG

20

beratnya nyeri
Tentukan analgesik
pilihan,
rute
pemberian,
dan
dosis optimal
Pilih
rute
pemberian secara
IV,
IM
untuk
pengobatan nyeri
secara teratur
Monitor vital sign
sebelum
dan
sesudah pemberian
analgesik pertama
kali
Berikan analgesik
tepat
waktu
terutama saat nyeri
hebat
Evaluasi efektivitas
analgesik,
tanda
dan gejala (efek
samping)
Kerusakan integritas NOC : Tissue Integrity : SkinNIC : Pressure
kulit
berhubungan and Mucous Membranes
Management
dengan pengangkatan Kriteria Hasil :
Anjurkan
pasien
bedah jaringan
Integritas kulit yang
untuk
baik
bisa
menggunakan
dipertahankan
pakaian
yang
(sensasi, elastisitas,
longgar
temperatur, hidrasi,
Hindari
kerutan
pigmentasi)
padaa tempat tidur
Tidak ada luka/lesi
Jaga
kebersihan
pada kulit
kulit agar tetap
Perfusi jaringan baik
bersih dan kering
Menunjukkan
Mobilisasi pasien
pemahaman
dalam
(ubah
posisi
proses perbaikan kulit
pasien) setiap dua
dan
mencegah
jam sekali
terjadinya
sedera
Monitor kulit akan
berulang
adanya kemerahan
Mampu
melindungi
Oleskan lotion atau
kulit
dan
minyak/baby
oil
mempertahankan
pada derah yang
kelembaban kulit dan
tertekan
perawatan alami
Monitor
aktivitas
dan
mobilisasi
pasien
ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME
JOMBANG

21

Monitor
status
nutrisi pasien
Ansietas
NOC :
NIC :
berhubungan dengan
Anxiety control
Anxiety
Reduction
diagnosa, pengobatan,
(penurunan kecemasan)
Coping
dan prognosanya .
Gunakan
Kriteria Hasil :
pendekatan yang
Klien
mampu
menenangkan
mengidentifikasi dan

Nyatakan dengan
mengungkapkan
jelas
harapan
gejala cemas
terhadap
pelaku
Mengidentifikasi,
pasien
mengungkapkan dan

Jelaskan
semua
menunjukkan tehnik
prosedur dan apa
untuk
mengontol
yang
dirasakan
cemas
selama prosedur
Vital sign dalam batas

Temani
pasien
normal
untuk memberikan
Postur
tubuh,
keamanan
dan
ekspresi
wajah,
mengurangi takut
bahasa tubuh dan

Berikan informasi
tingkat
aktivitas
faktual mengenai
menunjukkan
diagnosis, tindakan
berkurangnya
prognosis
kecemasan
Dorong
keluarga
untuk
menemani
anak
Lakukan back /
neck rub
Dengarkan dengan
penuh perhatian
Identifikasi tingkat
kecemasan
Bantu
pasien
mengenal
situasi
yang menimbulkan
kecemasan
Dorong
pasien
untuk
mengungkapkan
perasaan,
ketakutan, persepsi
Instruksikan pasien
menggunakan
teknik relaksasi
Barikan obat untuk
mengurangi
kecemasan
ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME
JOMBANG

22

Kurang pengetahuan NOC :


Teaching : Dissease
tentang
penyakit,
Kowlwdge : diseaseProcess
perawatan,pengobatan
Kaji
tingkat
process
kurang
paparan
Kowledge : health
pengetahuan klien
terhadap informasi
dan
keluarga
Behavior
tentang
proses
Kriteria Hasil :
penyakit
Pasien dan keluarga

Jelaskan
tentang
menyatakan
patofisiologi
pemahaman tentang
penyakit, tanda dan
penyakit,
kondisi,
gejala
serta
prognosis
dan
penyebabnya
program pengobatan
Sediakan informasi
Pasien dan keluarga
tentang
kondisi
mampu
klien
melaksanakan

Berikan informasi
prosedur
yang
dijelaskan
secara
tentang
benar
perkembangan
Pasien dan keluarga
klien

Diskusikan
mampu menjelaskan
kembali apa yang
perubahan
gaya
dijelaskan
hidup
yang
perawat/tim
mungkin diperlukan
kesehatan lainnya
untuk
mencegah
komplikasi di masa
yang akan datang
dan atau kontrol
proses penyakit
Jelaskan
alasan
dilaksanakannya
tindakan atau terapi
Gambarkan
komplikasi
yang
mungkin terjadi
Anjurkan
klien
untuk
mencegah
efek samping dari
penyakit
Gali
sumbersumber
atau
dukungan yang ada
Anjurkan
klien
untuk melaporkan
tanda dan gejala
yang muncul pada
petugas kesehatan
Gangguan body image
Klien
tidak
malu
Diskusikan dengan
berhubungan dengan
dengan
keadaan
klien atau orang
ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME
JOMBANG

23

kehilangan bagian dan


fungsi tubuh

dirinya.
Klien dapat menerima
efek pembedahan.

terdekat
respon
klien
terhadap
penyakitnya.
Tinjau ulang efek
pembedahan
Berikan dukungan
emosi klien.
Anjurkan keluarga
klien untuk selalu
mendampingi klien.

BAB III
PENUTUP
1.1

Kesimpulan
Kanker payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang terus

tumbuh berupa ganda. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk bejolan di payudara. Jika
benjolan kanker itu tidak dibuang atau terkontrol, sel-sel kanker bisa menyebar (metastase)
pada bagian-bagian tubuh lain. Metastase bisa terjadi pada kelenjar getah bening (limfe)
ketiak ataupun di atas tulang belikat. Selain itu sel-sel kanker bisa bersarang di tulang,
paru-paru, hati, kulit, dan bawah kulit. (Erik T, 2005, hal : 39-40)
Penyebab kanker payudara tidak diketahui dengan pasti, namun beberapa faktor resiko
pada pasien diduga berhubungan dengan kejadian kanker payudara yaitu :
1. Umur > 30 tahun
2. Melahirkan anak pertama pada usia > 35 tahun
3. Tidak kawin
4. Usia menopause > 55 tahun
5. Pernah mengalami infeksi, trauma atau operasi tumor jinak payudara
6. Mempunyai kanker payudara kontra lateral
7. Pernah mengalami radiasi di daerah dada
ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME
JOMBANG

24

8. Ada riwayat keluarga dengan kanker payudara pada ibu

DAFTAR PUSTAKA
Brunner & Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah vol 2. Jakarta : EGC
Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Jakarta : Media Aesculapius
Marilyan, Doenges E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan (Pedoman untuk perencanaan
dan pendokumentasian perawatyan px) Jakarta : EGC
Closkey ,Joane C. Mc, Gloria M. Bulechek.(1996). Nursing Interventions Classification
(NIC). St. Louis :Mosby Year-Book.
Johnson,Marion, dkk. (2000). Nursing Outcome Classifications (NOC). St. Louis :Mosby
Year-Book
Juall,Lynda,Carpenito
10.Jakarta:EGC

Moyet.

(2003).Buku

Saku

Diagnosis

Keperawatan

edisi

Price Sylvia, A (1994), Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jilid 2 . Edisi 4.
Jakarta. EGC
Sjamsulhidayat, R. dan Wim de Jong. 1998. Buku Ajar Imu Bedah, Edisi revisi. EGC :
Jakarta.
Smeltzer, Suzanne C. and Brenda G. Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah :
Brunner Suddarth, Vol. 2. EGC : Jakarta.
H. John. 2005. Kamus Ringkas Kedokteran Stedman untuk Profesi Kesehatan Edisi Empat,
EGC: Jakarta.

ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME


JOMBANG

25

ASUHAN KEPERAWATAN CA MAMMAE REPRO 2 VI-C STIKES ICME


JOMBANG

26