Anda di halaman 1dari 4

ANTIHISTAMIN

Terdapat beberapa jenis antihistamin, yang dikelompokkan berdasarkan sasaran


kerjanya terhadap reseptor histamin.
Antagonis Reseptor Histamin H1 untuk mengobati alergi
Diphenhydramine
Merk Dagang : Allerin.
Komposisi : Per 5 mL Glceryl guaiacolate 50 mg, Na citrate 180 mg,
Diphenhydramine HCL 12,5 mg, Phenypropanolamine HCL 12,5 mg,
alcohol 5%.
Indikasi : Batuk berdahak karena iritasi, alergi dan batuk spasmodic.
Kontra Indikasi : hipertiroidisme, hipertensi, PJK. Jangan dipakai
bersama MAOI selama 2 minggu.
Dosis : Dewasa = 11/2 2 sdt 3-4x/hari
Anak 7-12 tahun = 1 11/2 sdt 3-4x/hari
Anak = 2 6 tahun = 1/2 1 sdt 3-4 x/hari
Bayi = 1/4 - 1/2 sdt 3-4 x/hari.
Peringatan : penyakit jantung, DM, glaucoma, hamil. Jangan
mengendarai kendaraan bermotor dan mengoperasikan mesin.
Interaksi Obat : meningkatkan efek depresan SSP lainnya. Masa kerja
diperpanjang dengan MAOI.
Efek Samping : mengantuk, pusing, mulut kering, kejang epileptiform
(dosis tinggi).
Loratadine
Merk Dagang : Allohex
Komposisi : Loratadine
Sediaan : Loratadine 10 mg tablet (1 box berisi 5 strip @ 10 tablet),
Loratadine 5 mg / 5 ml sirup dalam botol 60 mL.
Indikasi : Rinitis alergi seperti bersin, rhinorea, gatal ; bola mata terasa
gatal dan panas. Urtikaria kronik dan alergi dermatologi lain.
Kontra Indikasi : hipersensitif, wanita yang sedang menyusui (karena
Loratadine diekskresi di dalam ASI).
Dosis : Dewasa & Anak > 12 tahun = 10 mg/hari
Anak usia 2-12 tahun = BB > 30 kg = 10 mg/hari
BB < 30 kg = 5 mg/hari
Peringatan : kerusakan hati berat dosis dimulai dari yang kecil. Tidak
dianjurkan untuk hamil dan laktasi & anak < 6 tahun.
Interaksi Obat : meningkat dengan ; ketokonazol, eritromisin, simetidin.
Pemberian antihistamin harus dihentikan < 48 jam sebelum prosedur uji
kulit.
Efek Samping : rasa lelah, sakit kepala, somnolen, mulut kering,
gangguan GI (mual, gastritis).
Desloratadine
Merk Dagang : Aerius
Komposisi : Desloratadine

Indikasi : meringankan gejala nasal & non-nasal rhinitis alergi (musiman


& parenia). Terapi simptomatik pruritus, mengurangi jumlah & besarnya
lesi pada pasien urtikaria idiopatik.
Dosis : Dewasa & Anak > 12 tahun 5 mg 1 x/hari. Anak 6-11 tahun 1 sdt
(2,5 mg) 1 x/hari. Anak 1-5 tahun 1/2 sdt (1,25 mg) 1x/hari.
Peringatan : hamil, laktasi.
Efek Samping : faringitis, mulut kering, myalgia,somnolen, dismenore.
Promethazine
Merk Dagang : Prome
Komposisi : Per 5 mL Promethazine HCL 5 mg, ekstr ipecac 0.1 mL, Ksulfoguaiacolate 44 mg, Na citrate 197 mg, menthol 1 mg.
Indikasi : batuk, bronchitis, batuk rejan.
Kontra Indikasi : bayi premature atau neonates.
Dosis : Dewasa 5-10 mL 3-4 x/hari. Anak 5 mL 1-4 x/hari.
Peringatan : galaukoma sudut sempit, retensi urin, hipertrofi prostat,
mengganggu kemampuan menjalankan kendaraan bermotor atau
bermesin.
Efek Samping : gangguan GI, anoreksia, peningkatan nafsu makan,
mengantuk, penglihatan kabur, sulit kencing, mulut kering, dada sesak,
hipotensi, lemah otot, tinnitus, sakit kepala, serangan epilepsy, foto
sensitivitas.

Antagonis Reseptor Histamin H2 untuk meningkatkan sekresi asam


lambung digunakkan untuk mengurangi sekresi asam lambung, serta dapat
pula dimanfaatkan untuk menangani peptic ulcer dan penyakit refluks
gastroesofagus.
Cimetidine
Merk Dagang : Sanmetidin
Indikasi : tukak lambung & usus 12 jari. Sindroma Zollinger-Ellison.
Hipersekresi lambung.
Dosis : Dewasa dengan ulkus duodenum 1-2 tab 3-4 x/hari (minimal 4
minggu). Sindroma Zollinger-Ellison & Hipersekresi lambung 1 tab
4x/hari. Maks : 2400 mg/hari. Esofagitis 2 tab 4 x/hari selama 4-8
minggu. Anak menghambat sekresi lambung 20-40 mg/kgBB/hari dalam
dosis terbagi.
Peringatan : keganasan lambung, gagal ginjal, hamil, menyusui.
Efek Samping : diare, pusing, letih, ruam, ginekomastia, bingung,
impotensi. Jarang reaksi alergi, atralgia, myalgia; gangguan darah;
nefritis interstisial ; sakit kepala; hepatotoksik; pankreatitis.
Interaksi Obat : meningkatkan konsentrasi darah lignokain, fenitoin,
teofilin, warfarin, antiaritmia, benzodiazepine, beta-bloker, vasodilator.
Famotidine
Merk dagang : Famocid
Indikasi : lihat pada dosis.
Kontra Indikasi : hipersensitivitas.

Dosis : ulkus duodenum terapi akut 40 mg 1 x/hari sebelum tidur atau 20


mg 2x/hari selama 4-8 minggu. Terapi pemeliharaan 20 mg 1 x/hari
sebelum tidur. Hipersekresi patologis 20 mg/6 jam.
Peringatan : hamil, laktasi, anak, insufisiensi ginjal berat.
Efek Samping : kadang demam, edema orbita karena reaksi hipersensitif,
sesak, perdarahan atau memar, palpitasi, asthenia, sakit kepala
konstipasi, diare, trombositopenia & atralgia.
Ranitidine
Merk Dagang : aciblock, acran, anitid, chopintac/chopintac forte,
contanin, fordin, gastridin, hexer, radin, rancus, ranicare, ranin, ranivell,
ranoxin, rantin, rattan, ratinal, renatac, titan, tyran, wiacid, xeradin,
zantc, zantadin, zantifar, zanti 150.
Sediaan : ranitidine 25 mg/mL injeksi (1 box berisi 10 ampul @ 2 mL).
dan ranitidine 150 mg tablet ( 1 box berisi 10 strip @ 10 tablet).
Indikasi : pengobatan jangka pendek tukak usus 12 jari aktif, tukak
lambung aktif, mengurangi gejala refluks esophagitis. Terapi
pemeliharaan setelah penyembuhan tukak usus 12 jari, tukak lambung.
Pengobatan keadaan hipersekresi patologis ( mis: sindroma Zollinger
Ellison dan Mastositosis sistemik ). Ranitidine injeksi diindikasikan
untuk pasien rawat inap di RS dengan keadaan hipersekresi patologis
atau ulkus 12 jari yang sulit diatasi atau sebagai pengobatan alternatif
jangka pendek pemberian oral pada pasien yang tidak bisa diberi ranitide
lagi.
Kontra Indikasi : hipesensitif terharap ranitidine.
Dosis :
Ranitidine Injeksi
Injeksi i.m : 50 mg ( tanpa pengenceran) tiap 6-8 jam.
Injeksi i.v : intermitten
- intermitten bebas : 50 mg ( 2 ml) tiap 6-8 jam. Encerkan 50 mg
dalam larutan NaCL 0,9% atau larutan injeksi i.v lain yang
dikocok sampai diperoleh konsentrasi tidak lebih dari 2,5 mg/ml
(total vol 20 ml). kecepatan injeksi tidak lebih dari 4 ml/menit
(dengan waktu 5 menit).
- Intermitten infusion : 50 mg (2 ml) tiap 6 -8 jam . encerkan
injeksi 50 mg dalam larutan dekstrosa 5% atau larutan i.v lain
yang cocok sampai didapat konsentrasi tida lebih besar dari 0,5
mg/ml (total vol 100 mL)
- Kecepatan infus tidak lebih dari 5-7 mL/menit (dengan waktu
15-20 menit).
- Infus kontinyu : 150 mg ranitidine diencerkan dalam 250 mL
dekstrosa atau larutan i.v lain yang cocok dan diinfuskan dengan
kecepatan 6,25 mg/jam selama 24 jam. Untuk penderita sindrom
Zollinger Ellison atau hipersekretori lain, ranitidine injeksi harus
diencerkan dengan larutan dekstrosa 5% atau larutan i.v lain
yang cocok sehingga diperoleh konsentrasi tidak lebih dari 2,5
mg/mL. kecepatan infus dimulai 1 mg/kgBB/jam dan harus
disesuaikan dengan keadaan penderita.
Ranitidine Oral

150 mg 2x/hari (pagi dan malam) atau 300 mg sekali sehari


sesudah makan malam atau sebelum tidur, selama 4-8 minggu.
- Tukak lambung aktif 150 mg 2 x/hari (pagi dan malam) selama
2 minggu.
- Terapi pemeliharaan pada penyembuhan tukak 12 jari dan tukak
lambung dewasa : 150 mg, malam hari sebelum tidur.
- Keadaan hipersekresi patologis ( Zollinger Ellison mastositosis
sistemik) dewasa : 150 mg, 2 x/hari dengan lama pengobatan
ditentukan oleh dokter berdasarkan gejala klinik yang ada. Dosis
dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing
penderita. Dosis hingga 6 g/hari dapat diberikan pada penyakit
yang berat.
- Refluks gastrofagitis dewasa : 150 mg, 2x/hari
- Esophagitis erosive dewasa : 150 mg, 4x/hari.
- Pemeliharaan dan penyembuhan esophagitis erosive dewasa :
150 mg, 2 x/hari.
- Dosis pada penderita gangguan fungsi ginjal bila bersihan
kreatinin < 50mL/menit : 150 mg/24jam. Bila perlu dosis dapat
ditingkatkan secara hati-hati setiap 12 jam atau kurang
tergantung kondisi penderita.
- Hemodialysis menurunkan kadar ranitidine yang terdistribusi.
Efek Samping : sakit kepala, SSP (malaise, pusing, mengantuk,
insomnia, vertigo, agitasi, depresi, halusinasi), CVS (aritmia), GI
(konstipasi, diare, mual, muntah, nyeri perut), musculoskeletal,
hematologic
(leukopenia,
granulositopenia,
pansitopenia,
trombositopenia), hematologic.
Peringatan : penderita gangguan fungsi hati, penderita riwayat prfiria
akut, wanita menyusui, anak-anak, wanita hamil, pada gangguan fungsi
ginjal dosis harus disesuaikan.
Interaksi Obat : ranitidine tidak menghambat kerja dari sitokrom p450
dalam hati. Pemberian bersamaan warafin dapat meningkatkan atau
menurunkan protrombin.

Antagonis Reseptor Histamin H3 sebagai stimulant dan memperkuat


kemampuan kognitif. Penggunaan sedang diteliti untuk penyakit Alzheimers
dan Schizophrenia. Contoh obat : Ciproxifan, Clobenpropit.
Antagonis Reseptor Histamin H4 untuk imunomodulator sedang diteliti
khasiat sebagai anti inflamasi dan analgesik. Contoh obat : Tioperamida.