Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Puskesmas sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat
peningkatan derajat kesehatan masyarakat karena merupakan suatu unit pelaksana
teknis dari dinas kesehatan kota maupun kabupaten,unit pelaksana inilah yang akan
menyelenggarakanpembangunan kesehatan diwilayah kerja tertentu.
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang
bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja
(DEPKES RI:2006).
Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah
tercapainya Kecamatan Sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat. Kecamatan Sehat
adalah gambaran masyarakat kecamatan masa depan yang ingin dicapai melalui
pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan
perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang
bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggitingginya.
Untuk tercapainya visi pembangunan kesehatan melalui puskesmas yakni
terwujudnya Kecamatan Sehat menuju Indonesia Sehat, puskesmas bertanggungjawab
menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat, yang
keduanya jika ditinjau dari sistem kesehatan nasional merupakan pelayanan kesehatan
tingkat pertama. Upaya kesehatan tersebut salah satunya adalah upaya kesehatan
pengembangan puskesmas. Upaya kesehatan pengembangan puskesmas adalah upaya
yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat
serta yang disesuaikan dengan kemampuan puskesmas.
Upaya kesehatan pengembangan dilakukan apabila upaya kesehatan wajib
puskesmas telah terlaksana secara optimal dalam arti target cakupan serta peningkatan
mutu pelayanan telah tercapai. Penetapan upaya kesehatan pengembangan pilihan
puskesmas ini dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota.
Upaya kesehatan tesebut diselenggarakan dengan menitikberatkan kepada
pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang optimal, tanpa
1

mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan. Pengelolaan puskesmas biasanya


berada di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota.
1.2 Perumusan Masalah
1. Apa pengertian program pengembangan puskesmas?
2. Apa saja upaya

kesehatan dalam program pengembangan puskesmas beserta

kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam setiap upaya kesehatan pengembangan


tersebut?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian program pengembangan puskesmas
2. Untuk mengetahui upaya kesehatan dalam program pengembangan puskesmas
beserta kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam setiap upaya kesehatan
pengembangan puskesmas

BAB II
2

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Program Pengembangan Puskesmas
Berdasarkan Ketetapan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomer 128
tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat, mencantumkan bahwa program
upaya

kesehatan

pengembangan

puskesmas

diadakan

untuk

mencapai

visi

pembangunan kesehatan melalui puskesmas yakni kecamatan sehat menuju Indonesia


sehat.
Karena melakukan upaya kesehatan wajib yang diadakan di puskesmas saja
tidak cukup untuk mencapai visi pembangunan kesehatan. Tapi juga dibutuhkan upaya
kesehatan pengembangan yang disesuaikan dengan masalah setiap kebutuhan
puskesmas.
Upaya kesehatan pengembangan puskesmas adalah upaya yang
ditetapkan

berdasarkan

permasalahan

kesehatan

yang

ditemukan

di

masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan puskesmas.

2.2 Program Pengembangan di Puskesmas


Program pengembangan di puskesmas antara lain:
1. Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
Keperawatan kesehatan masyarakat adalah suatu bidang dalam keperawatan kesehatan yang
merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran
serta aktif masyarakat, serta mengutamakan pelayanan promotif, preventif secara
berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh
dan terpadu, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat sebagai suatu
kesatuan yang utuh, melalui proses keperawatan untuk meningkatkan fungsi kehidupan
manusia secara optimal sehingga mandiri dalam upaya kesehatannya.
Prioritas sasaran Perkesmas adalah keluarga rawan terutama yang berpenghasilan rendah.
Keluarga rawan adalah keluarga yang rentan terhadap masalah kesehatan (Vulnerable group),
terutama keluarga yang mempunyai ibu hamil/nifas/menyusui (termasuk balitanya), usia
lanjut, penderita penyakit kronis baik menular maupun tidak menular.
Kegiatannya antara lain:
a. Kegiatan di dalam gedung:
1) Penemuan kasus baru (deteksi dini) pada pasien rawat jalan
2) Pelaksanaan anamnesa pemeriksaan tertentu
3

3)
4)
5)
6)
7)

Penyuluhan/pendidikan kesehatan
Pemantauan keteraturan berobat
Rujukan kasus/masalah kesehatan kepada tenaga kesehatan lain
Pemberian nasehat (konseling) keperawatan
Kegiatan yang merupakan tugas limpah sesuai pelimpahan kewenangan yang
diberikan dan atau prosedur yang telah ditetapkan (contoh: pengobatan,

penanggulangan kasus gawat darurat, dll)


8) Menciptakan lingkungan terapeutik dalam pelayanan kesehatan di gedung
9) Pertemuan berkala staf keperawatan setiap bulan untuk mendiskusikan hal-hal
yang berkaitan dengan penyediaan pelayanan keperawatan.Hasil pertemuan
dicatat dan disimpan dengan baik
10) Pemeriksaan kelengkapan peralatan yang akan digunakan, obat-obatan, kartu
kunjungan dan buku register
b. Kegiatan di luar gedung:
1) Asuhan keperawatan kasus yang memerlukan tindak lanjut di rumah (individu
dalam konteks keluarga). Merupakan asuhan keperawatan individu di rumah dengan
melibatkan peran serta aktif keluarga. Kegiatan yang dilakukan antara lain :
a)
b)
c)
d)
e)

Penemuan suspek/kasus kontak serumah


Penyuluhan/pendidikan kesehatan pada individu dan keluarganya
Pemantauan keteraturan berobat sesuai program pengobatan
Kunjungan rumah (home visit/home health nursing) sesuai rencana
Pelayanan keperawatan dasar langsung (direct care) maupun tidak langsung

(indirect care)
f) Pemberian nasehat (konseling) kesehatan/keperawatan
g) Pencatatan dan pelaporan seperti kartu keluarga dan pencatatan posyandu
2) Asuhan keperawatan keluarga rawan dan miskin.
Merupakan

asuhan

keperawatanyang

ditujukan

pada

keluarga

rawan

kesehatan/keluarga miskin yang mempunyai masalah kesehatan yang di temukan di


masyarakat dan dilakukan di rumah keluarga.
Kegiatannya meliputi,
a) Identifikasi keluarga rawan kesehatan/keluarga miskin dengan masalah
b)
c)
d)
e)

kesehatan di masyarakat
Penemuan dini suspek/kasus kontak serumah
Pendidikan/penyuluhan kesehatan terhadap keluarga (lingkup keluarga)
Kunjungan rumah (home visit/home health nursing) sesuai rencana
Pelayanan keperawatan dasar langsung (direct care) maupun tidak

langsung (indirect care)


f)
Pelayanan kesehatan sesuai rencana, misalnya memantau keteraturan
berobat pasien dengan pengobatan jangka panjang
4

g)

Pemberian

nasehat

(konseling)

kesehatan/keperawatan

di

rumah

Pencatatan dan pelaporan


2. Upaya Kesehatan Sekolah ( UKS)
Upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal
dengan meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat,
sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal
menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas.
Anak usia sekolah merupakan sasaran strategis untuk pelaksanaan program kesehatan, selain
jumlahnya yang besar (30%) dari jumlah penduduk, mereka juga merupakan sasaran yang
mudah dijangkau karena terorganisir dengan baik. Pada umumnya peserta didik tingkat dasar
lebih banyak terkait dengan masalah perilaku hidup bersih dan sehat, sedangkan pada peserta
didik tingkat lanjutan berkaitan dengan perilaku berisiko. Pelayanan kesehatan di sekolah
diutamakan pada upaya peningkatan kesehatan dalam bentuk promotif dan preventif.
Kegiatan Upaya Kesehatan Sekolah:
a. Kegiatan di dalam gedung
1) Pemeriksaan kesehatan rujukan hasil penjaringan kesehatan dan pemeriksaan
kesehatan berkala pada peserta didik tingkat dasar (SD/MI/SDLB) dan tingkat
lanjutan (SMP/MTs, SMA/MA/SMK dan SLLB)
2) Penyuluhan dan konseling kesehatan
b. Kegiatan di luar gedung
1) Penjaringan kesehatan peserta didik tingkat dasar SD/MI/SDLB) dan tingkat
lanjutan (SMP/MTs, SMA/MA/SMK dan SLLB) pada anak yang baru masuk
(murid kelas I)
2) Pemeriksaan kesehatan berkala pada peserta didik tingkat dasar (SD/MI/SDLB)
dan tingkat lanjutan (SMP/MTs, SMA/MA/SMK dan SLLB)
3) Penyuluhan dan konseling kesehatan
3. Upaya Kesehatan Lanjut Usia
Upaya pemerintah dalam rangka mengusahakan masa tua yang berbahagia dan masa
tua yang berguna, sehingga para usia lanjut tidak menjadi beban bagi masyarakat yang
mencakup upaya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Dalam penanganan
masalah usia lanjut, perlu dilakukan pendekatan yang tepat, team work (koordinasi) dan
keterpaduan (diagnosa dan pengobatan).
Kegiatan upaya kesehatan lanjut:
a. Kegiatan di dalam gedung
1) Pelayanan kesehatan usia lanjut secara holistik, meliputi:
a) Kesehatan umum
b) Kesehatan jiwa
c) Gizi pada usia lanjut
d) Kesehatan indera (mata dan telinga)
5

e) Keperawatankesehatan dasar
2) Penyuluhan kesehatan masyarakat berusia lanjut
b. Kegiatan di luar gedung
1) Pemeriksaan dan pembinaan kesehatan oleh Puskesmas melalui Posyandu lansia
2) Olah raga/kesegaran jasmani bagi lansia
3) Keperawatan kesehatan dasar (bantuan, bimbingan, penyuluhan dan pengawasan)
Penyuluhan yang berkaitan dengan masalah kesehatan usia lanjut,misalnya
penyakit jiwa, jantung, syaraf, mata, telinga dll
4. Upaya Kesehatan Kerja (UKK)
Upaya kesehatan dalam rangka memberikan perlindungan kesehatan dan keselamatan
kerja kepada masyarakat pekerja di wilayah kerja Puskesmas.
Kegiatannya:
a. Kegiatan di dalam gedung
1) Penilaian dan pengendalian risiko
2) Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja, berkala dan khusus (sebelum mutasi,
setelah cuti sakit/cuti panjang, kejadian luar biasa) dan purna bakti (menjelang
pensiun/PHK)
3) Diagnosis dini dan pengobatan segera penyakit akibat kerja/kecelakaan akibat
4)
5)
6)
7)

kerja
Pelayanan instalasi gawat darurat
Pelayanan kesehatan umum, kuratif dan rehabilitasi
Promosi kesehatan di tempat kerja
Tindakan preventif bagi manajemen dan kendali bahaya dari risiko kesehatan

dan keselamatan kerja.


8) Pencegahan kecelakaan
9) Surveilans kesehatan kerja dan lingkungan kerja
10) Pencatatan, pelaporan serta dokumentasi
b. Kegiatan di luar gedung
1. Pengumpulan data dasar
2. Pemetaan jenis usaha, jumlah pekerja dan perkiraan faktor risiko dan besarnya
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

masalah/penilaian besaran masalah


Pertemuan koordinasi tingkat kecamatan dengan lintas sektor
Pertemuan dengan pengusaha dan serikat pekerja
Pelatihan pekerja dan pengusaha oleh Puskesmas
Kunjungan lapangan
Menentukan tindakan perbaikan
Pemberian motivasi pengusaha
Memfasilitasi pembentukan Pos UKK sektor formal dan informal

5. Upaya Kesehatan Olahraga


Upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani
masyarakat, dilaksanakan melalui aktivitas fisik, latihan fisik dan/atau olahraga, serta

mengutamakan pendekatan preventif dan promotif, tanpa mengabaikan pendekatan


kuratif dan rehabilitatif.
Kegitan yang dilakukan:
a. Kegiatan di dalam gedung
1) Perencanaan kesehatan olahraga, mencakup identifikasi masalah, penyusunan
usulan kesehatan olahraga, mengajukan usulan kesehatan olahraga dan
penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan
2) Pelaksanaan dan pengendalian mencakup pengorganisasian, penyelenggaraan dan
pemantauan
3) Penilaian mencakup pengawasan dan pertanggungjawaban
b. Kegiatan di luar gedung
1) Pembentukan, bimbingan teknis dan pengawasan upaya kesehatan olahraga pada
kelompok olahraga
2) Skrining kesehatan
3) Pengukuran tingkat kebugaran jasmani siswa Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah
(MI), Sekolah Menengah Pertama, Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah
Menengah Atas, Madrasah Aliyah (MA)
4) kesehatan olahraga
5) Penyuluhan
6. Upaya Kesehatan Tradisional
Upaya kesehatan tradisional adalah cara menanggulangi masalah/gangguan kesehatan
individu, keluarga, dan masyarakat dengan perawatan dan pengobatan tradisional yang
diselenggarakan secara komprehensif, mencakup upaya promotif (pencegahan), kuratif
(pengobatan penyakit) dan upaya rehabilitatif (pemulihan).
Kegiatan yang di lakukan:
a. Kegiatan di dalam gedung
1) Melakukan pelayanan dan pembinaan upaya kesehatan tradisional dengan
metoda akupuntur, akupresur dan ramuan.
2) Menginventarisasi pengobat tradisional yang ada di wilayah kerjanya.
b. Kegiatan di luar gedung
1) Membina pengobatan tradisional di wilayah kerja melalui forum sarasehan/KIE.
2) Kultural.
3) Membina dan mengembangkan self care (pengobatan di rumah) dengan cara
tradisional.
4) Pemantauan praktek pengobat tradisional.
5) Menggerakkan dan membina TOGA bersama tim Penggerak PKK Kecamatan
7. Upaya Kesehatan Indera
Ruang lingkup pelayanan kesehatan mata di Puskesmas dibatasi pada pelayanan
kesehatan mata dasar, yang bisa dilaksanakan di Puskesmas dengan merujuk kasuskasus yang tidak bisa ditangani ke Rumah Sakit.
7

Kegiatan yang dilakukan:


a. Kegiatan di dalam gedung
1) Penyuluhan kesehatan indera penglihatan
2) Penjaringan kasus-kasus penyakit mata, kebutaan serta gangguan penglihatan
3) Pemeriksaan dan tindakan medis pelayanan kesehatan indera penglihatan,yang
meliputi antara lain:
a) Mengukur dan menentukan tajam penglihatan (visus)
b) Melakukan pemeriksaan segmen depan mata dengan loupe dan lampu senter
c) Pemeriksaan lapang pandangan dengan metode konfrontasi atau kampus
sederhana
d) Mengukur tekanan bola mata dengan tonometer schiotz
e) Memeriksa dan menentukan ada tidaknya kelainan penglihatan warna dengan tes
Ishihara-Kanehara
f) Melakukan tindakan bedah kecil (kalazion dan hordoelum)
g) Memeriksa dan menangani penyakit mata luar
h) Melakukan pertolongan pertama pada kedaruratan mata
4) Rujukan kasus penyakit mata ke Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) dan ke
RSUD
5) Operasi katarak oleh tim ahli (Dokter Spesialis Mata dan perawat terlatih mata)
bekerjasama dengan tim Puskesmas yang sudah mendapat pelatihan teknis mata
dapat dikembangkan di Puskesmas rawat inap
b. Kegiatan di luar gedung
1) Penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, anak sekolah, kelompok pekerja non
formal dan usia lanjut
2) Penjaringan kasus/deteksi dini gangguan penglihatan dan kebutaan oleh kader,
guru UKS dan petugas kesehatan
3) Pengobatan kasus penyakit mata serta pertolongan pertama pada kedaruratan mata,
dapat dilakukan oleh dokter Puskesmas atau tenaga perawat Puskesmas dengan
bimbingan dokter Puskesmas
4) Rujukan kasus ke Puskesmas
8. Upaya Kesehatan Lingkungan
Ruang lingkup bahasan pada pedoman pelayanan kesehatan Indera Pendengaran di Puskesmas
ini dibatasi pada pelayanan kesehatan THT dasar yang bisa dilaksanakan di Puskesmas dengan
merujuk kasus-kasus yang tidak bisa ditangani ke Rumah Sakit.
Kegiatan:
a. Kegiatan di dalam gedung
1) Penyuluhan kesehatan indera pendengaran
2) Penjaringan kasus-kasus gangguan pendengaran dan ketulian melalui rawat jalan,
3) pengobatan dan pada unit-unit pelayanan lainnya
4) Pemeriksaan dan tindakan medik masalah gangguan pendengaran
5) Pengobatan kasus-kasus gangguan pendengaran
8

6) Merujuk kasus-kasus gangguan pendengaran dan ketulian kepada fasilitas

pelayanan

kesehatan yang lebih tinggi


b. Kegiatan di luar gedung
1) Penyuluhan kesehatan kepada masyarakat umum, masyarakat sekolah, kelompok
pekerja yang beresiko terhadap gangguan pendengaran dan lain-lain
2) Penjaringan kasus-kasus gangguan pendengaran dan ketulian di masyarakat dan
sekolah oleh kader, dokter kecil, guru UKS dan petugas kesehatan yang sudah
dilatih
3) Pengobatan kasus-kasus gangguan pendengaran dan pertolongan pertama pada
kedaruratan telinga dapat dilakukan oleh dokter dan perawat Puskesmas
4) Rujukan kasus ke Puskesmas atau fasilitas yang lebih tinggi
9. Upaya Kesehatan Jiwa
Upaya kesehatan jiwa adalah upaya yang memungkinkan fisik, mental dan sosial individu
berkembang secara optimal dan selaras dengan perkembangan orang lain.
Konsep pelayanan kesehatan jiwa adalah merupakan pelayanan berbasis Puskesmas dimana
upaya pelayanan rawat jalan dan/atau rawat inap atau yang berciri adanya :
1. Mewujudkan sistem informasi kesehatan jiwa sebagai dasar perencanaan melalui pencatatan
pelaporan berjenjang dari Puskesmas, Dinkes Kabupaten/Kota dan Dinkes Provinsi
2. Mewujudkan pola kerja sama layanan primer-layanan sekunder dalam upaya penanganan
pelayanan kesehatan jiwa secara utuh yang meliputi organobiologi (badan), psikoedukatif
(jiwa) dan sosiokultural (sosial)
3. Mewujudkan pola kerja sama layanan primer-layanan sekunder dalam ruang lingkup
penanganan secara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif
4. Melaksanakan deteksi dini pada kasus jiwa
Konsep pelayanan mengutamakan peran tenaga perawat yang terlatih dalam bidang kesehatan
jiwa dan tenaga kesehatan yang ada lainnya sebagai pelaksana dalam hal deteksi dini, promosi
dan prevensi dengan terapi terbatas atas supervisi dari dokter yang telah terlatih.
Pendelegasian kewenangan ini tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Supervisi yang
dilakukan oleh dokter meliputi koreksi diagnosis dan terapi dan perawatan lanjutan dilakukan
secara terjadwal setiap 1 (satu) minggu sekali.
Kegiatan:
a. Kegiatan di dalam gedung
1) Penyuluhan kesehatan jiwa dan kegiatan pembinaan hidup sehat kepada masyarakat.
2) Deteksi secara dini adanya masalah kesehatan yang ada dalam masyarakat atau pada
pasien yang datang ke Puskesmas serta menegakkan diagnosis gangguan jiwa.
3) Penemuan kasus gangguan jiwa
4) Diagnosis dini, pemeriksaan dan pengobatan psikofarmaka kasus penyakit jiwa
segera/dini
9

5) Pertolongan pertama pada kasus kedaruratan jiwa


6) Merujuk kasus ke fasiltas dengan tingkat yang lebih tinggi seperti Rumah Sakit atau
lembaga non kesehatan yang ada di masyarakat
7) Melakukan upaya rehabilitatif dengan kegiatan yang bersifat medis, edukatif,
vokasional dan sosial yang bertujuan memulihkan kemampuan fungsional penderita
8) Pembinaan pelaksanaan pelayanan kesehatan jiwa yang bersumberdaya masyarakat
b. Kegiatan di luar gedung
1. Penyuluhan dan kegiatan pembinaan hidup sehat
2. Penjaringan kasus gangguan jiwa di masyarakat (terutama kasus pasung)
3. Keperawatan kesehatan jiwa
4. Pelayanan kesehatan jiwa yang bersumberdaya masyarakat (community-based
services)
5. Merujuk kasus ke fasiltas dengan tingkat yang lebih tinggi seperti rumah sakit
atau lembaga non kesehatan yang ada di masyarakat

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) kesehatan kabupaten /
kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disuatu
wilayah. Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama
menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara
10

menyeluruh, terpadu , dan berkesinambungan. Puskesmas melakukan kegiatankegiatan


2.

termasuk

upaya

kesehatan masyarakat sebagai bentuk usaha

pembangunan kesehatan.
Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung
memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam satu
wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok. Jenis
pelayanan kesehatan disesuaikan dengan kemampuan puskesmas, namun terdapat
upaya kesehatan wajib yang harus dilaksanakan oleh puskesmas ditambah dengan
upaya kesehatan pengembangan yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada

3.

serta kemampuan puskesmas.


Upaya-upaya kesehatan berupa upaya pengembangan puskesmas meliputi :
1. Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
2. Upaya Kesehatan Sekolah ( UKS)
3. Upaya Kesehatan Lanjut Usia
4. Upaya Kesehatan Kerja (UKK)
5. Upaya Kesehatan Olahraga
6. Upaya Kesehatan Tradisional
7. Upaya Kesehatan Indera
8. Upaya Kesehatan Lingkungan
9. Upaya Kesehatan Jiwa

3.2 Saran
Saran yang dapat dikemukakan adalah diharapkan agar pemerintah meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, agar tercapai derajat kesehatan masyarakat
setinggi-tingginya.
DAFTAR PUSTAKA
Muninjaya, Gde.2004.Manajemen Kesehatan.Jakarta : EGC
Andilidya.2013.Makalah kdk-Puskesmas.
http://andilidya.blogspot.com/2013/03/makalah-kdk-puskesmas-smstr1.html
diakses tanggal 24 Maret 2015
Sidedoang.2012.Konsep Puskesmas.
http://sidedoang.blogspot.com/2012/12/konsep-puskesmas.html diakses tanggal
24 Maret 2015
Nailissovia.2013.Pengertian Puskesmas.
http://nailissovia.blogspot.com/2013/11/pengertian-puskesmas.html diakses
tanggal 24 Maret 2015

11

Arali.2008.Program pelayanan kesehatan di


puskesmas.https://arali2008.wordpress.com/2011/12/16/program-pelayanankesehatan-di-puskesmas/
http://www.slideshare.net/mobile/alunand350/program-pengembanganpuskesmas

12