Anda di halaman 1dari 1

TRANSISI EPIDEMIOLOGI

Transisi epidemiologi yang dimaksud adalah perubahan distribusi dan faktorfaktor penyebab terkait yang melahirkan masalah epidemiologi yang baru.
keadaan transisi epidemiologi ini ditandai dengan perubahan pola frekuensi
penyakit.
Transisi Epidemiologi memiliki dua pengertian, menurut Omran (1971):

Statis: interval waktu yang dimulai dari dominasi penyakit menular dan
diakhiri dengan dominasi penyakit tidak menular sebagai penyebab
kematian.

Dinamis : proses dinamis pola sehat sakit dari suatu masyarakat


berubah sebagai akibat dari perubahan demografi, sosial ekonomi,
teknologi dan politis.
SEBAB-AKIBAT TRANSISI EPIDEMIOLOGI

Transisi epidemiologi bermula dari suatu perubahan kompleks dalam pola kesehatan
dan pola penyakit utama penyebab kematian dimana terjadi penurunan prevalensi
penyakit infeksi (penyakit menular), sedangkan penyakit non infeksi (penyakit tidak
menular) justru semakin meningkat. Hal ini terjadi seiring dengan berubahnya gaya
hidup, sosial ekonomi dan meningkatnya umur harapan hidup yang berarti
meningkatnya pola risiko timbulnya penyakit degeneratif seperti penyakit jantung
koroner, diabetes melitus, hipertensi dan lain-lain.

Transisi epidemiologi ini disebabkan karena terjadinya perubahan sosial ekonomi,


lingkungan dan perubahan struktur penduduk, saat masyarakat telah mengadopsi gaya
hidup tidak sehat, misalnya merokok, kurang aktivitas fisik, makanan tinggi lemak
dan kalori, serta konsumsi alkohol yang diduga merupakan faktor risiko PTM. WHO
memperkirakan, pada tahun 2020 PTM akan menyebabkan 73% kematian dan 60%
seluruh kesakitan di dunia. Diperkirakan negara yang paling merasakan dampaknya
adalah negara berkembang termasuk Indonesia (Depkes RI, 2006 dalam Rahajeng E
& Tuminah, S., 2009).