Anda di halaman 1dari 14

Programmable Logic Controller

Gerbang Logika Dasar


PERCOBAAN I

LAPORAN PRAKTEK PLC


Oleh:
TEDI HERWANSYAH
0610 3032 0935
6 EEB

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


PALEMBANG
2013

PERCOBAAN I
Ladder Diagram untuk Gerbang Dasar Logika
I.1 Tujuan
-

Mempelajari ladder diagram untuk gerbang dasar logika

Menganalisa ladder diagram untuk gerbang dasar logika

I.2 Teori Dasar


I.2.1 Pengertian Gerbang Logika
Gerbang dasar logika merupakan bentuk gambaran yang mengkombinasikan
masukanmasukan sinyal digital menjadi satu keluaran digital yang baru. Dalam elektronika
digital bilangan matematika yang digunakan adalah adalah bilangan Biner. Bilangan ini
hanya terdiri dari dua sistem bilangan yaitu 0 dan 1, berbeda dengan bilangan desimal
yang memiliki 10 sistem bilangan mulai 0 sampai dengan 9.
Pada elektronika digital angka 0 pada bilangan biner mewakilkan tingkat tegangan
rendah (dibawah 1V) dan angka 1 mewakilkan tingkat tegangan tinggi (antara 3V s.d. 5V).
Jenis-jenis gerbang logika
1. Gerbang AND
Gerbang AND jika di ibaratkan lagi sebagai sakelar maka gerbang AND merupakan
kombinasi sakelar secara seri. Dimana, agar arus listrik dapat mengalir maka kedua sakelar
harus dalam keadaan tertutup jika hanya salah satu-nya saja yang tertutup maka arus listrik
tidak dapat mengalir.
Jika di notasi-kan terhadap operasi matematika, maka gerbang AND merupakan
operasi perkalian bilangan biner A x B = Y. Dimana A dan B merupakan masukan dan
Y merupakan keluaran.
Gambar1 Simbol Gerbang And

Tabel 1.1 tabel kebenaran Gerbang And


B
0
0
1
1

A
0
1
0
1

Y
0
0
0
1

Seperti gerbang OR dan gerbang logika lainnya, maka gerbang AND juga memiliki
tabel kebenaran dan simbol rangkaian elektronika seperti diatas.
2. Gerbang OR
Jika di ibaratkan sakelar, maka gerbang OR merupakan dua sakelar elektronik dalam
kombinasi paralel. Bila salah satu atau keduanya terhubung maka arus listrik dapat mengalir
melalui sakelar (tingkat tegangan 1 ) tetapi jika keduanya terputus maka tidak akan ada
arus listrik yang mengalir (tingkat tegangan 0 ), seperti yang terlihat pada gambar berikut.
Kombinasi sakelar diatas merupakan operasi penjumlahan bilangan biner A+B =Y,
dimana A dan B merupakan masukan dan Y merupakan keluaran atau hasil
penjumlahan, sehingga dari hasil penjumlahan tersebut dapat dibuat dalam suatu tabel
kebenaran.
Gambar2 Simbol gerbang OR

Tabel 1.2 tabel kebenaran Gerbang OR


B
0
0
1
1

A
0
1
0
1

Y
0
1
1
1

Tabel diatas merupakan tabel kebenaran dan simbol dari gerbang OR yang digunakan
pada rangkaian elektronika. Operasi penjumlahan bilangan biner A+B = Y disebut juga
sebagai Ekspresi Bolean.
3.

Gerbang EX-OR

Gerbang EX-OR atau biasa disebut juga sebagai Eksklusif-OR. Simbol, ekspresi
boelan, dan tabel kebenaran dari gerbang EX-OR diperlihatkan pada gambar dibawah ini.
Gambar3 Simbol gerbang EX-OR

Tabel 1.3 tabel kebenaran Gerbang EX-OR


B
0
0
1
1

A
0
1
0
1

Y
0
1
1
0

Dari tabel kebenaran diatas terlihat bahwa keluaran gerbang EX-OR hanya akan
bernilai logika 1 jika kedua masukan-nya memiliki nilai logika yang berbeda, sedangkan
jika kedua masukan-nya memiliki nilai logika yang sama maka keluaran-nya akan bernilai
logika 0.
4. Gerbang NAND
Gerbang NAND (NOT-AND) merupakan penggabungan gerbang AND dan NOT
yang keluaran-nya merupakan kebalikan gerbang AND. Berikut ekspresi boelan dari gerbang
NAND dan simbol logikanya.

Gambar4 Simbol gerbang NAND

Tabel 1.4 tabel kebenaran Gerbang NAND


B
0
0
1

A
0
1
0

Y
1
1
1

Keluaran gerbang NAND hanya akan bernilai logika 0 jika kedua masukan-nya
memiliki tingkat logika 1, selain daripada itu keluaran-nya akan memiliki nilai logika 1.
5. Gerbang NOR
Gerbang NOR (NOT-OR) merupakan penggabungan gerbang OR dan NOT yang
keluaran-nya merupakan kebalikan dari gerbang OR. Berikut ekspresi boelan dari gerbang
NOR dan simbol elektronika-nya.
Gambar5 Simbol gerbang NOR

Tabel 1.5 tabel kebenaran Gerbang NOR


B
0
0
1
1

A
0
1
0
1

Y
1
0
0
0

Dari tabel kebenaran gerbang NOR diatas terlihat bahwa keluaran Y gerbang NOR
merupakan kebalikan dari gerbang OR, keluaran gerbang NOR hanya akan bernilai logika
1 jika kedua masukan-nya memiliki tingkat logika 0.
6.

Gerbang EX-NOR
Gerbang Eksklusif-NOR atau biasa disingkat sebagai gerbang EX-NOR merupakan

gabungan dua gerbang logika yaitu gerbang EX-OR dan NOT. Keluaran dari gerbang EXNOR merupakan kebalikan dari gerbang EX-OR.
Gambar6 Simbol gerbang EX-NOR

Tabel 1.6 tabel kebenaran Gerbang EX-NOR


B
0
0
1
1

A
0
1
0
1

Y
1
0
0
1

Keluaran gerbang XNOR hanya akan bernilai logika 1 jika kedua masukan-nya
memiliki nilai logika yang sama, selain daripada itu keluaran dari gerbang XNOR akan
bernilai logika 0.
7. Gerbang NOT (Pembalik)
Gerbang NOT merupakan gerbang logika yang hanya memiliki satu masukan dan satu
keluaran, berbeda dengan gerbang logika lainnya yang memiliki jumlah masukan lebih dari
satu.

Gambar7 Simbol gerbang NOT

Tabel 1.7 tabel kebenaran Gerbang NOT


A
0
1

Y
1
0
Seperti namanya inverter yang berarti pembalik, maksudnya adalah jika ada suatu

tingkat tegangan logika masuk ke gerbang ini maka keluaran-nya akan merupakan kebalikan
dari masukan-nya, contoh jika masukan logika 1 maka keluaran-nya akan berubah menjadi
0 begitu pula sebaliknya.

I.3 Langkah Kerja

Hidupkan komputer dan PLC training

Pastikan komputer dan PLC training saling terhubung

Jalankan program GMWIN 4.0 pada komputer

Gambar 8. Tampilan Awal GMWIN 4.0

Klik project kemudian new project untuk membuat program baru.

Gambar 9. Tampilan untuk membuat program baru

Pada kotak New Project isikan nama program yang akan dibuat kemudian tandai
GM6. Klik Next

Gambar 10. Tampilan Kotak New Project

Kemudian klik Next pada Kotak Define Program

Gambar 11. Tampilan Kotak Define Program

Kemudian pada kotak Add Program, tandai LD kemudian klik Finish.

Gambar 12. Tampilan Kotak Add Program

Isikan ladder di sebelah kanan dengan cara klik dan drag ke jendela kerja.

Gambar 13. Tampilan Jendela Kerja GMWIN 04

I.4 Hasil percobaan

I.5 Analisa
Pada sistem digital dikenal beberapa tipe dasar gerbang logika, diantaranya yaitu;
Gerbang AND, OR, NAND, NOR, EX-OR, EX-NOR dan NOT. Gerbang-gerbang logika
tersebut merupakan suatu rangkaian dengan satu atau lebih masukan dan menghasilkan
sebuah keluaran. Di percobaan ini, dibuat ladder diagram untuk gerbang dasar logika, pada
plc gerbang-gerbang dasar logika dianalogikan sebagai suatu saklar, dimana saklar tersebut
mempunyai dua keadaan yaitu ON (terhubung) atau OFF (terputus). Untuk rangkaian logika,
penamaan diagram tangga harus sesuai dengan input dan output yang terdapat pada
praktikum PLC. Pada laboratorium, plc yang digunakan yaitu PLC LG, sehingga masukan
adalah I dan output adalah Q. Pada PLC, kita dapat memasukkan beberapa input yang sama
untuk beberapa gerbang logika yang berbeda namun dengan output yang berbeda, karena
pada suatu program yang dirancang untuk menjalankan perintah tertentu hanya memilki satu
keluaran yang berbeda perintahnya dengan program yang lain.
Pada percobaan ini, kelompok 4 menyusun beberapa input yang sama untuk beberapa
gerbang, yaitu diantaranya:
Gerbang AND dan NAND:
Input1 = %IX0.0.0, Input2 = %IX0.0.1, dan Output AND = %QX0.2.0
Input1 = %IX0.0.0, Input2 = %IX0.0.1 dan Output NAND = %QX0.2.1

Gerbang OR dan NOR:


Input1 = %IX0.0.2, Input2 = %IX0.0.3 dan Output OR = %QX0.2.2
Input1 = %IX0.0.2, Input2 = %IX0.0.3 dan Output NOR = %QX0.2.3
Gerbang NOT
Input1 = %IX0.0.4, Output NOT = %QX0.2.4
Gerbang EX-OR dan EX-NOR
Input1 = %IX0.0.5, Input2 = %IX0.0.6 dan Output EX-OR = %QX0.2.5
Input1 = %IX0.0.5, Input2 = %IX0.0.6 dan Output NOR = %QX0.2.6

misalnya gerbang AND untuk PLC LG berikut ;

Input1 = %IX0.0.11, Input2 = %IX0.0.12, dan Output = %QX0.2.8


Karena jika penamaan tersebut tidak sesuai, maka program tidak akan berjalan. Kemudian
setelah penamaan selesai sebenarnya program sudah langsung dapat dijalankan, tapi akan
lebih baik jika di-Compile terlebih dahulu guna mengetahui ada atau tidaknya error.
Berikut beberapa contoh lain penamaan untuk masing-masing tipe dasar gerbang logika ;
Gerbang OR

Gerbang EX-OR

Gerbang NAND

Gerbang NOR

Gerbang EX-NOR

Gerbang NOT

I.6 Kesimpulan
-

Sebuah diagram tangga atau Iadder diagram terdiri dari sebuah garis menurun ke
bawah pada sisi kiri dengan garis-garis bercabang ke kanan.
Garis yang ada di sebelah sisi kiri disebut sebagai palang bis (bus bar), sedangkan
garis-garis cabang (the branching lines) adalah baris instruksi atau anak tangga.

Sepanjang garis instruksi ditempatkan berbagai macam kondisi yang terhubungkan ke


instruksi lain di sisi kanan.

Kombinasi logika dari kondisi-kondisi tersebut menyatakan kapan dan bagaimana


instruksi yang ada di sisi kanan tersebut dikerjakan.

penamaan diagram tangga harus sesuai dengan input dan output yang terdapat pada
PLC training.

Lampu hijau pada PLC menandakan bahwa ada program yang tengah dijalankan.