Anda di halaman 1dari 3

1.

Sebutkan dua mekanisme yang terjadi dalam stabilisasi tanah-aspal dan akibat yang
ditimbulkan

2. Sebutkan tipe-tipe stabilisasi aspal


1. Pasir Aspal. Membuat partikel-partielpasir menjadi tersementasi satu sama lain,
sehingga menambah kekuatan dan kestabilannya.
2. Tanah kapur aspal. Setelah dipadatkan akan mempunyai sifat-sifat lebih stabil.
Kapur digunakan bila tanahnya mempunyai IP>10
3. Kerikil atau agregat batu pecah aspal. Fungsi aspal untuk memperbaiki sifat-sifat
kerikil yang mengandung butiran halus berplastisitas tinggi, sehingga kekuatannya turun
tajam bila terjadi penjenuhan oleh air.

3. Sebutkan macam-macam aspal yang digunakan untuk stabilisasi


Aspal panas, Aspal cutback dan aspal emulsi

4. Sebutkan persyaratan tanah yang dapat digunakan untuk stabilisasi aspal


Tanah yang granuler dan tanah yang yang tidak memiliki plastisitas tinggi

5. Berapa sebaiknya nilai PI pada tanah berbutir halus yang dapat digunakan untuk stabilisasi
aspal dan apa akibatnya jika lebih besar dari nilai tersebut. Bagaimana penggolongan nilai PI
menurut Herrin (1960) untuk stabilisasi aspal?
Seharusnya yang memiliki PI<12 namun sampai saat ini PI=18 masih ditoleransi. Karena
tanah berplastisitas tinggi sulit dalam pencampuran dua bahan tanah dan aspal secara
merata. Menurut herin (1960) untuk pasir-aspal dan sirtu-aspal PI harus < 10, sedangkan
untuk tanah-aspal PI < 5 digolongkan baik, PI 5-9 digolongkan sedang, sedangkan lebih
dari 9 termasuk buruk bahkan tidak digunakan.

6. Apakah persyaratan pasir yang baik untuk stabilisasi aspal


pasir harus tidak banyak mengandung butiran halus. Jika material yang distabilisasi adalah
pasir bersih bergradasi seragam,maka mungkin masih dibutuhkan untuk mencampurkannya
dengan material halus yang lain untuk menambah tahanan gesernya.

7. Uraikan persyaratan gradasi dan plastisitas menurut Ingles dan Metcalf (1972)
Untuk hasil stabilisasi yang memuaskan tanah harus lebih 50% lolos saringan 3/16 dan
10%<no.200<50%, memiliki LL kurang dari 40 dan batas plastis kurang dari 18.

8. Apakah persyaratan air yang layak digunakan dan apa fungsi air pada stabilisasi aspal
Sembarangan air dapat digunakan dalam stabilisasi aspal, naumn yang harus dihindari
adalah air yang mengandung garam. Guna air dalam stabilisasi adalah untuk membantu
dalam pemadatan.

9. Uraikan pembagian karakteristik tanah menurut Hicks (2002) dan tipe aspal yang sesuai
untuk masing-masing karakterikstik tanah untuk stabilisasi aspal\
Menurut hicks (2002) terdapat 3 karakteristik tanah, yaitu :
1. Tanah granuler, kandungan battu pecah #30 rendah dan tipe aspal yang dapat digunakan
untuk stabilisasi sebaiknya Aspal berupa busa dan proses impact tinggi.
2. Tanah berbutir halus, kerikil plastisitas sedang, PI antara 6-15. Tipe aspal yang sebaiknya
digunakan ialah Aspal Cutback
3. Pasir bersih atau tanah berkerikil PI < 6. Tipe aspal yang digunakan yaitu Aspal Emulasi.

10. Sebutkan sifat-sifat campuran tanah aspal menurut Ingles dan Metcalf (1972)
1. - Kepadatan maksimum bila +kadar aspal
2. Nilai stabilitas atau kuat tekan bebas mencapai maksimum, pada kadar aspal optimum
3. Kuat tekan bertambah akibat menguapnya komponen yang mudah menguap dari aspal,
-kuat tekan bila +temperatur
4. - Pengaruh buruk air , bila +kadar aspal

11. Jelaskan pengaruh kadar aspal terhadap terhadap nilai kuat tekan bebas menurut RRL
(1968)
Kuat tekan bebas menurun tajam saat kadar aspal melewati 4%, apalagi saat kadar aspal
ditambah hingga 10% nilai kuat tekan bebas dapat lebih kecil dari tanah yang tidak
distabilisasi

12. Jelaskan pengaruh temperature terhadap CBR Lapangan pada stabilisasi aspal

Gregg et al (1966) menunjukan bahwa CBR lapangan dari pasir yang distabilisasi aspal, turun
apabila temperatur naik. Pada awalnya penambahan aspal cuback menambah nilai CBR,
namun apabila aspal berlebihan maka CBR menjadi turun. CBR juga akan turun tajam
apabila benda uji direndam terlebih dahulu.

13. Jelaskan pengaruh kadar aspal terhadap penyerapan air pada stabilisasi asapal
Salah satu maksud dari dilakukannya stabilisasi aspal adalah untuk mengurangi penyerapan
air ke dalam tanah. Berat air yang diserap semakin mengecil bila kadar aspal ditambah.
Penambahan cutback 2% menyebabkan kenaikan air secara signifikan setelah campuran
diperam 28 hari, tapi bila kadar aspal dinaikan hingga 4% atau lebih maka akan
menyebabkan air yang diserap akan berkurang.