Anda di halaman 1dari 37

Standar Akreditasi Rumah Sakit v.

2012

Bab :
1.APK
3.AP
4.PP
5.PAB

Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro, MM


KARS

Standar Akreditasi Rumah Sakit


I. Kelompok Standar Pelayanan Berfokus pada Pasien
Bab 1.
Bab 2.
Bab 3.
Bab 4.
Bab 5.
Bab 6.
Bab 7.

Akses ke Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)


Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
Asesmen Pasien (AP)
PCC
Pelayanan Pasien (PP)
PFP
Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
Manajemen dan Penggunaan Obat (MPO)
Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK)

II. Kelompok Standar Manajemen Rumah Sakit


Bab 1.
Bab 2.
Bab 3.
Bab 4.
Bab 5.
Bab 6.

Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)


Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
Tata Kelola, Kepemimpinan, dan Pengarahan (TKP)
Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS)
Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)

III. Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit


Sasaran I : Ketepatan identifikasi pasien
Sasaran II : Peningkatan komunikasi yg efektif
Sasaran III : Peningkatan keamanan obat yg perlu
diwaspadai (high-alert)
Sasaran lV : Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur,
tepat-pasien operasi
Sasaran V : Pengurangan risiko infeksi terkait
pelayanan kesehatan
Sasaran VI : Pengurangan risiko pasien jatuh
IV. Sasaran Milenium Development Goals
Sasaran I
Sasaran II
Sasaran III

: Penurunan Angka Kematian Bayi dan


Peningkatan Kesehatan Ibu
: Penurunan Angka Kesakitan HIV/AIDS
: Penurunan Angka Kesakitan TB
3

Standar Akreditasi Rumah Sakit


Standar
Kelompok I
Kelompok II
Kelompok III
Kelompok IV
Total :

161
153
6
3
323

Elemen
Penilaian
436
569
24
19
1237

Instrumen Akreditasi v.2007


Parameter
Elemen Penilaian

: 314 (16 Yan)


: 598

Standar Pelayanan Pasien : Tujuan utama pelayanan kes RS adalah pelayanan pasien.
Manajemen
Risiko RS
Risiko Klinis

Pelayanan
Fokus Pasien
(Patient Centered
Care)

Etik
4 Fondasi
Asuhan pasien

Asuhan
Asuhan
Asuhan
Asuhan

Medis
Keperawatan
Gizi
Obat

Mutu
Kebutuhan
Patient
Pasien
Safety

EBM
VBM
(Nico A Lumenta & Adib A Yahya, 2012)

Safety is a
fundamental principle
of patient care and a
critical component of
Quality Management.
(World Alliance for Patient
Safety, Forward Programme,
WHO, 2004)

Evidence Based Medicine


Value Based Medicine

Model Tradisional Pelayanan Kesehatan


Dokter =
Captain of the ship

Perawat
Fisio
terapi
Radio
grafer

Apoteker

Dokter

Pasien
Ahli
Gizi

Analis
Lainnya

Pada Model tradisional pelayanan kesehatan,


Dokter merupakan unit sentral/pusat dalam model
pelayanan kesehatan, tetapi..
Patient safety tidak terjamin !!
6

Model Patient-centered Care


Staf Klinis
Dokter =
Team Leader
Interdisciplinary
Team
Integrasi
Model
Kompetensi
yg memadai

Perawat
Fisio
terapis

Apoteker

Pasien

Dokter

Radio
grafer

Ahli
Gizi
Lainnya

Analis

PCC merupakan pendekatan yg lbh modern dan inovatif dlm pelayanan kes
sekarang, diterapkan dgn cepat di banyak RS di seluruh dunia.
Model ini telah menggeser semua PPK menjadi di SEKITAR PASIEN
fokus pada pasien Patient-centered Care
Sbg tambahan, mereka semua sama pentingnya bila tiba pada kontribusi setiap
profesional dalam pelayanan kesehatan thd pasien dan tim
Interdisciplinary team model kompetensi-kewenangan yang memadai

BAB 1. AKSES PELAYANAN DAN


KONTINUITAS PELAYANAN (APK)
Admisi ke RS
Kontinuitas pelayanan
Pemulangan pasien, rujukan dan
tindak lanjut
Transfer pasien
Transportasi
23 STANDAR, 85 ELEMEN PENILAIAN

BAB 1. AKSES KE PELAYANAN DAN KONTINUITAS


PELAYANAN (APK)

No Standar

Elemen
Penilaian
1 APK.1.
6
2 APK.1.1.
7
3 APK.1.1.1
4
4 APK.1.1.2
3
5 APK.1.1.3
4
6 APK.1.2.
5
7 APK.1.3
4
8 APK.1.4
6
9 APK.2
4
10 APK.2.1
5
11 APK.3.
5
12 APK.3.1
4

No

Standar

Elemen
Penilaian
13
APK.3.2
6
14
APK.3.2.1
6
15
APK.3.3
5
4
16
APK.3.4
3
17
APK.3.5
18
APK.4
5
19
APK.4.1
2
20
APK.4.2
4
21
APK.4.3
2
22
APK.4.4
5
23
APK.5
6
23 Std
105 EP
9

Asuhan Pasien
Patient Care
I. Asesmen Pasien
1) Pengumpulan Informasi : Anamnesa,
pemeriksaan, pemeriksaan lain /
penunjang, dsb
2) Analisis informasi : dihasilkan
Diagnosis / Problem / Kondisi,
identifikasi Kebutuhan Yan Pasien
3) Susun Rencana Pelayanan /
Pengobatan : untuk memenuhi
Kebutuhan Yan Pasien

II. Implementasi / Pelaksanaan


Rencana

Asesmen Ulang

Para Pemberi Asuhan


(PPA)

(Skrining, Periksa Pasien)

BAB 1. AKSES KE PELAYANAN DAN KONTINUITAS


PELAYANAN (APK)

GAMBARAN UMUM
Asuhan di RS merupakan bgn dari
o suatu sistem pelayanan yg terintegrasi dengan para profesional di
bidang yan kes dan
o tingkat yan yg akan membangun suatu kontinuitas pelayanan.
Maksud & tujuannya adalah menyelaraskan kebutuhan asuhan pasien
dgn yan yg tersedia di RS, mengkoordinasikan yan, kemudian
merencanakan pemulangan dan tindakan selanjutnya.
Hasilnya adalah meningkatkan mutu asuhan pasien dan efisiensi
penggunaan sumber daya yang tersedia di RS.
Perlu informasi penting utk membuat keputusan yg benar ttg :
Kebutuhan pasien yg mana yg dapat dilayani RS.
Pemberian yan yg efisien kepada pasien.
Rujukan ke yan lain baik di dalam maupun keluar RS dan
pemulangan pasien yg tepat ke rumah
11

ADMISI KE RS
*Standar APK.1. Pasien diterima sebagai pasien RI (RI) atau didaftar
utk yan RJ (RJ) berdasarkan *pada kebutuhan yan kes mereka yg telah
di identifikasi dan *pada misi serta sumber daya RS yg ada.
Elemen Penilaian APK.1.
1. Skrining dilakukan pada kontak pertama didalam atau di luar RS.
2. Dari skrining ditentukan apakah kebutuhan pasien sesuai dengan
misi & sumber daya RS.
3. Pasien diterima hanya apabila RS dapat menyediakan kebutuhan yan
Ranap & Rajal yg tepat.
4. Ada cara untuk melengkapi hasil tes diagnostik utk menetapkan
apakah pasien diterima, dipindahkan atau dirujuk.
5. Ada kebijakan yg menetapkan ttg skrining dan tes diagnosa mana yg
merupakan standar sebelum penerimaan pasien.
6. Pasien tidak dirawat, dipindahkan atau dirujuk sebelum diperoleh
hasil tes yg dibutuhkan sbg dasar pengambilan keputusan.
12

Skrining, Asesmen Pasien

Periksa Pasien
1) Pengumpulan Informasi
Anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan
penunjang, data lain
2) Analisis
Diperoleh Problem / Diagnosis : awal /
sementara / pasti / akhir.
3) Susun Rencana Pelayanan / Pengobatan
Rencana untuk dapat memenuhi kebutuhan
Pasien.

Panduan Penilaian Survei


1

Observasi

Bukti
Dokumen

Wawancara
Std
Std.
APK.1
EP. 1
EP. 2

Wawancara
Pasien/Kel

Wawancara
Pimp/Staf

6
Skor : 0 / 5 / 10
Nilai : %
45:60= 75,00 %

Isi...

Isi...
Isi...

EP. 3

Isi...

EP. 4
EP. 5
EP. 6

Isi...

Isi...

Isi...

Isi...

5
5
Isi...

Isi...

10
5
10
10

Bab APK : 23 Standar & 105 Elemen Penilaian.


Total skor EP=895 Nilai Bab APK : 895 / 1050 = 85,24 %

Penilaian Skor Nilai


I.
1.
2.
3.
4.
II.

Penilaian Elemen Penilaian


TP = Terpenuhi Penuh
TS = Terpenuhi Sebagian
TT = Tidak Terpenuhi
TDD = Tidak Dapat Diberlakukan

: 80 - 100 % = 10
: 20 - <80 % = 5
: 0 - <20 % = 0
:-

Penilaian Standar = % (Total Skor EP : Total EP -pd std


tsb- X 10)

III. Penilaian Bab = % (Total Skor seluruh EP : Total seluruh


EP X 10)
IV. Kelulusan :
1. DASAR
4 Bab Major 80%, 11 Minor 20%.
2. MADYA
8 Bab Major 80%, 7 Minor 20%.
3. UTAMA
12 Bab Major 80%, 3 Minor 20%.
4. PARIPURNA 15 Bab Major 80%.

Standar APK 1.1.3.


RS memperhatikan kebutuhan klinis pasien pada waktu menunggu
atau penundaan untuk pelayanan diagnostik dan pengobatan.
Elemen penilaian APK 1.1.3.
1. Pasien Ranap dan pasien Rajal diberikan informasi apabila akan
terjadi penundaan pelayanan atau pengobatan.
2. Pasien diberi informasi alasan penundaan atau menunggu dan
memberikan informasi ttg alternatif yang tersedia sesuai dengan
keperluan klinik mereka.
3. Informasi didokumentasikan di dalam rekam medis pasien.
4. Kebijakan dan prosedur tertulis mendukung pelaksanaan secara
konsisten.
16

Kriteria Kelulusan
Status

Kriteria

Tingkat
Dasar
(4)

Bab 4D (Dasar)
@ > 80%
Bab 11L (Lain)
@ > 20%

Tingkat
Madya
(8)

Bab 4D + 4L
@ > 80%
Bab 7L
@ > 20%

Tingkat
Utama
(12)

Bab 4D + 8L
@ > 80%
Bab 3L
@ > 20%

Tingkat
Bab 4D + 11L
Paripurna
@ > 80%
(15)

Bab
1.
2.
3.
4.

Sasaran Keselamatan Pasien RS


Hak pasien dan keluarga (HPK)
Pendidikan pasien dan keluarga (PPK)
Peningkatan mutu dan keselamatan pasien
(PMKP)

5. Millenium Development Goals (MDGs)


6. Akses Pelayanan dan Kontinuitas
Pelayanan (APK)
7. Asesmen Pasien (AP)
8. Pelayanan Pasien (PP)
9. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
10. Manajemen Penggunaan Obat (MPO)
11. Manajemen Komunikasi dan Informasi
(MKI)
12. Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS)
13. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
14. Tata Kelola, Kepemimpinan dan
Pengarahan (TKP)
15. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
(MFK)

Kriteria Kelulusan
Kriteria Penilaian Ulang :
1. Penilaian Ulang hanya dilakukan pada Bab
Dasar, yaitu bila ada Bab Dasar dengan
nilai minimal 60 %.
2. Penilaian Ulang dilakukan paling cepat 3
bulan, paling lambat 6 bulan
3. Surveior ditunjuk oleh KARS dengan biaya
dari RS.
Peningkatan Akreditasi
1. Paling cepat 1 tahun

*Standar APK 1.1. RS menetapkan standar prosedur operasional untuk penerimaan


pasien RI & untuk pendaftaran pasien RJ.
Elemen penilaian APK 1.1.
1. Proses pendaftaran pasien Rajal distandarisir.
2. Proses admisi pasien Ranapdistandarisir.
3. Ada SPO penerimaan pasien GD ke unit Ranap.
4. Ada SPO menahan pasien untuk observasi.
5. Ada SPO mengelola pasien bila tidak tersedia TT pada unit yang dituju maupun
diseluruh RS.
6. Kebijakan dan prosedur utk EP 1 sd 5
7. Petugas mengenal kebijakan dan prosedur, melaksanakannya
*Standar APK 1.1.1. Pasien dg kebutuhan darurat, mendesak atau segera diberikan
prioritas untuk asesmen/pemeriksaan & pengobatan.
Elemen penilaian APK 1.1.1
1. RS melaksanakan proses triase berbasis bukti untuk memprioritaskan pasien dgn
kebutuhan emergensi.
2. Staf dilatih menggunakan kriteria ini.
3. Pasien diprioritaskan atas dasar urgensi kebutuhannya.
4. Pasien emergensi diperiksa dan dibuat stabil sesuai kemampuan RS dulu sebelum
dirujuk
19

* Standar APK 1.1.2. Kebutuhan pasien akan yan preventif, paliatif,


kuratif dan rehabilitatif diprioritaskan berdasarkan kondisi pasien pd
waktu proses admisi sbg pasien RI .
Elemen penilaian APK 1.1.2.
1. Pemeriksaan skrining membantu staf memahami yan yg dibutuhkan pasien.
2. Pemilihan jenis yan atau unit yan berdasar atas temuan pd skrining.
3. Kebutuhan pasien yg berkenaan dgn yan preventif, kuratif, rehabilitatif dan
paliatif diprioritaskan.

Standar APK 1.1.3. RS memperhatikan kebutuhan klinis pasien


pada waktu menunggu atau penundaan untuk pelayanan
diagnostik dan pengobatan.

Elemen penilaian APK 1.1.3.


1. Pasien Ranap dan pasien Rajal diberikan informasi apabila akan terjadi
penundaan yan atau pengobatan.
2. Pasien diberi informasi alasan penundaan / menunggu dan memberikan
informasi ttg alternatif yang tersedia sesuai dengan keperluan klinik mereka.
3. Informasi di dokumentasikan di dalam rekam medis pasien.
4. Kebijakan dan prosedur tertulis mendukung pelaksanaan secara konsisten.
20

*Standar APK 1.2. Pada admisi RI, pasien & keluarganya mendapat penjelasan
ttg yan yg ditawarkan, hasil yg diharapkan & perkiraan biaya dari yan tsb.
Elemen penilaian APK 1.2.
1. Pasien dan keluarganya diberikan penjelasan pada waktu admisi.
2. Penjelasan meliputi informasi ttg yan yg ditawarkan
3. Penjelasan meliputi informasi ttg hasil yan yg diharapkan.
4. Penjelasan meliputi informasi ttg perkiraan biaya kpd pasien atau keluarganya.
5. Penjelasan cukup bagi pasien & keluarganya utk membuat keputusan yg benar.
*Standar APK 1.3. RS berusaha mengurangi kendala fisik, bahasa dan budaya
serta penghalang lainnya dalam memberikan pelayanan.
Elemen penilaian APK 1.3.
1. Pimpinan & staf RS mengidentifikasi hambatan yg paling sering terjadi pada
populasi pasiennya.
2. Ada prosedur utk mengatasi atau membatasi hambatan pd waktu pasien
mencari yan.
3. Ada prosedur utk mengurangi dampak dari hambatan dlm memberikan yan.
4. Prosedur ini telah dilaksanakan.
21

*Standar APK 1.4. Penerimaan atau perpindahan pasien ke dan


dari unit yan intensif atau yan khusus ditentukan dengan kriteria
yg telah ditetapkan.
Elemen penilaian APK 1.4.
1. RS telah menetapkan kriteria masuk /pindah dari yan intensif
dan atau yan khusus
2. Kriteria berbasis fisiologi dan tepat.
3. Staf yg tepat diikut sertakan dlm pengembangan kriteria.
4. Staf dilatih utk melaksanakan kriteria.

5. Rekam medis pasien yg diterima masuk ke unit yan


spesialistik / intensif, ada bukti2 yg memenuhi
kriteria masuk
6. Rekam medis pasien yg dipindahkan atau keluar dari
unit yg menyediakan yan intensif / spesialistik, ada
bukti2 bahwa pasien memenuhi kriteria keluar unit
tsb.
22

KONTINUITAS PELAYANAN
*Standar APK.2. RS mendisain dan melaksanakan proses untuk
memberikan yan asuhan pasien yg berkelanjutan di dalam RS dan
koordinasi antar para tenaga medis.
Elemen penilaian APK.2.
1. Pimpinan pelayanan menetapkan disain & melaksanakan proses
yg mendukung kontinuitas yan dan koordinasi yan, yg tercantum
dalam maksud & tujuan di atas.
2. Kriteria & kebijakan yg telah ditetapkan menentukan tata cara
transfer pasien yg tepat di dalam RS.
3. Kesinambungan & koordinasi terbukti terlaksana dlm seluruh
fase yan pasien.
4. Kesinambungan dan koordinasi terbukti dirasakan oleh pasien.
23

Model Patient-centered Care


Staf Klinis
Dokter =
Team Leader
Interdisciplinary
Team
Integrasi
Model
Kompetensi
yg memadai

Perawat
Fisio
terapis

Apoteker

Pasien

Dokter

Radio
grafer

Ahli
Gizi
Lainnya

Analis

Case
Manager

Case Manager
Pengertian :

di Rumah Sakit

CM adalah profesional dalam RS yang bekerja secara kolaboratif dgn PPA,


memastikan bahwa pasien dirawat serta ditransisikan ke tingkat asuhan
yang tepat, dalam perencanaan asuhan yang efektif dan menerima
pengobatan yang ditentukan, serta didukung pelayanan dan perencanaan
yang dibutuhkan selama maupun sesudah perawatan RS.

American Case Management Association : CM adalah professional yang


secara kolaboratif melakukan proses asesmen, perencanaan, fasilitasi,
koordinasi asuhan, evaluasi, dan advokasi untuk opsi pelayanan dalam
rangka memenuhi kebutuhan pasien & keluarga akan pelayanan
kesehatan yang komprehensif, melalui komunikasi dan sumber daya yang
ada untuk memperoleh hasil yang bermutu dan cost effective.

CM selain di RS, juga dapat di Perusahaan Asuransi, di Perusahaan


(besar)
Ciri : Manajemen, Komunikator,, Wawasan pelayanan klinis, Membantu
pasien memenuhi kebutuhan pelayanan.
o

Peran :
o CM bekerja sama dengan DPJP dan PPA lainnya.
o CM bersama-sama merencanakan transisi serta kontinuitas asuhan,
pemulangan dan juga follow up setelah pasien pulang rawat.
o CM berkoordinasi / berkomunikasi dengan pasien dan keluarga, sumber
dana (mis. Asuransi, Perusahan), dan sarana komunitas yang dapat
memberikan pelayanan yang dibutuhkan pasien, seperti fasilitas
rehabilitasi atau penyedia peralatan medis.
o Dengan koordinasi ini, tujuan para CM adalah untuk memastikan hasil
yang optimal baik bagi pasien maupun RS termasuk mutu asuhan,
utulisasi sumber daya secara efisien dan penggantian biaya
(reimbursement) perawatan.
o CM melayani bayi sampai dengan geriatrik, untuk pelayanan yang
komprehensif, termasuk pelayanan rawat inap, pemeriksaan pre-admisi,
day surgery, kemoterapi rawat jalan, pelayanan gawat darurat,
perencanaan & pemulangannya, dsb
Kualifikasi :
o Perawat, Dokter, (Pekerja Sosial). CCM Certified Case Manager
Fungsi penting ..

Fungsi penting :
1. Koordinasi, penerapan Patient Centered Care, menjaga
kontinuitas pelayanan
2. Koordinasi : Discharge Planning, Follow-up, Pelayanan pasca
rawat, Home care, Sarana komunitas
3. Koordinasi Rujukan, Transfer
4. Monev utilisasi sumber daya (utilization review) : kelayakan
/ kepantasan / prioritas dari pemeriksaan pelayanan,
kendali mutu dan biaya
5. Komunikasi dengan : Asuransi (Verifikasi Benefit/Manfaat),
Perusahaan / employer, Rujukan konseling finansial
6. Edukasi, Advokasi, Konseling pasien dan keluarga
7. Asesmen psikososial dan lingkungannya, Hambatan
pelayanan, Support Groups - pendampingan untuk motivasi,
spiritual
8. Intervensi konsultasi krisis dengan tim PPA
9. Masalah-masalah legal dan etik
Sumber berbagai referensi)

*Standar APK.2.1 Dalam semua fase yan, ada staf yg kompeten


sebagai orang yg bertangg-jwb terhadap pelayanan pasien.
Elemen penilaian APK.2.1
1. Staf yg bertangg-jawab utk koordinasi tersedia dlm seluruh fase
asuhan RI
2. Staf tsb kompeten menerima tangg-jawab untuk melaksanakan
yan pasien.
3. Staf tersebut dikenal oleh seluruh staf RS.
4. Staf melengkapi dokumen rencana yan pasien di rekam medis.
5. Perpindahan tangg-jawab yan pasien dari satu individu ke
individu yg lain dijabarkan dlm kebijakan RS.

28

PEMULANGAN PASIEN, RUJUKAN DAN TINDAK LANJUT


*Standar APK.3. Ada kebijakan untuk merujuk dan memulangkan
pasien.
Elemen penilaian APK.3.
1. Merujuk / memulangkan pasien berdasarkan atas kondisi kes dan
kebutuhan akan yan berkelanjutan.
2. Ada ketentuan / kriteria bagi pasien yang siap utk dipulangkan.
3. Bila diperlukan, perencanaan utk merujuk & memulangkan
pasien dpt diproses lebih awal dan bila perlu mengikut sertakan
keluarga.
4. Pasien dirujuk dan dipulangkan berdasarkan atas kebutuhannya.
5. Kebijakan RS mengatur proses pasien yg diperbolehkan
meninggalkan RS, sementara dlm proses rencana pengobatan
dgn izin yg disetujui untuk waktu tertentu.

29

Standar APK.3.1. RS bekerjasama dgn para praktisi kes dan


institusi di luar RS utk memastikan bahwa rujukan dilakukan dgn
baik dan tepat waktu.
Elemen penilaian APK.3.1.
1. Rencana pemulangan pasien meliputi kebutuhan yan penunjang
dan kelanjutan yan medis.
2. RS mengidentifikasi organisasi dan individu penyedia yan kes di
lingkungannya yg sangat berhubungan dengan yan yg ada di RS
serta populasi pasien
3. Bila memungkinkan rujukan keluar RS ditujukan kpd individu
secara spesifik dan badan dari mana pasien berasal.
4. Bila memungkinkan rujukan dibuat untuk yan penunjang.

30

*Standar APK.3.2. Rekam medis pasien berisi salinan resume pasien


pulang.
Elemen penilaian APK.3.2.
1. Resume pasien pulang dibuat oleh DPJP sebelum pasien pulang.
2. Resume berisi pula instruksi utk tindak lanjut.
3. Salinan resume pasien pulang di-dokumentasikan dalam rekam medis.
4. Salinan resume pasien pulang juga diberikan kepada pasien.
5. Salinan resume pasien pulang diberikan kpd praktisi kesehatan perujuk.
6. Kebijakan & prosedur menetapkan kapan resume pasien pulang harus
dilengkapi dan dimasukkan ke rekam medis pasien.
*Standar APK.3.2.1. Resume pasien pulang lengkap.
Elemen penilaian APK.3.2.1
1. Resume pasien pulang berisi alasan dirawat, diagnosis&penyakit penyertanya.
2. temuan fisik dan hal lain yg penting.
3. prosedur diagnostik dan terapetik yg telah dilakukan.
4. medikamentosa termasuk obat waktu pulang.
5. keadaan / status / kondisi pasien waktu pulang.
6. instruksi tindak lanjut / kontrol
31

*Standar APK.3.3. Rekam medis pasien Rajal yg mendapat yan


berkelanjutan berisi resume semua diagnosis yg penting, alergi
thd obat, medikamentosa yg sdg diberikan dan riwayat prosedur
pembedahan dan perawatan / hospitalisasi di RS.
Elemen penilaian APK.3.3.
1. RS mengidentifikasi yan lanjutan pasien. (yg perlu dibuatkan
resume)
2. RS mengidentifikasi bagaimana resume yan dijaga
kontinuitasnya dan siapa yg menjaganya.
3. RS telah menetapkan format dan isi dari resume yan.
4. RS menentukan apa yang dimaksud dengan resume saat ini.
5. Rek medis pasien berisi daftar resume lengkap sesuai
kebijakan.

32

*Standar APK.3.4. Pasien dan keluarga yg tepat, diberikan pengertian ttg instruksi
tindak lanjut.
Elemen penilaian APK.3.4.
1. Instruksi untuk tindak lanjut diberikan dalam bentuk dan cara yg mudah dimengerti
pasien dan /atau keluarganya.
2. Instruksi mencakup kapan kembali untuk yan tindak lanjut.
3. Instruksi mencakup kapan mendapatkan yan yg mendesak.
4. Keluarga diberikan instruksi untuk pelayanan bila diperlukan berkenaan dengan
kondisi pasien.
*Standar APK.3.5 RS mempunyai proses untuk penatalaksanaan dan tindak lanjut
bagi pasien yg pulang karena menolak nasehat medis.
Elemen penilaian APK.3.5
1. Ada proses untuk penatalaksanaan dan tindak lanjut bagi pasien Ranap dan pasien
Rajal yg pulang karena menolak nasehat medis
2. Apabila diketahui ada Dokter keluarga, kepadanya diberitahu (lihat juga HPK.2.2,
EP 1 dan 2).
3. Proses dilaksanakan sesuai dengan hukum dan peraturan yg berlaku.
33

RUJUKAN PASIEN
*Standar APK.4. Pasien dirujuk ke RS lain berdasarkan atas kondisi
dan kebutuhan pelayanan lanjutan.
Elemen penilaian APK.4.
1. Rujukan pasien berdasarkan atas kebutuhan pasien utk yan
berkelanjutan
2. Proses rujukan mencakup pengalihan tangg-jwb jawab ke RS yg
menerima
3. Proses rujukan menunjuk orang/siapa yg bertangg-jwb selama
proses rujukan serta perbekalan dan peralatan apa yg
dibutuhkan selama transportasi
4. Proses rujukan menjelaskan situasi dimana rujukan tidak
mungkin dilaksanakan
5. Pasien dirujuk secara tepat ke RS penerima
34

Standar APK.4.1. RS menentukan bahwa RS penerima dapat


memenuhi kebutuhan pasien akan kontinuitas pelayanan.
Elemen penilaian APK.4.1 :
1. RS yg merujuk menentukan bhw RS penerima dpt menyediakan
kebutuhan pasien yg akan dirujuk.
2. Kerjasama yg resmi atau tidak resmi dibuat dengan RS penerima
terutama apabila pasien sering dirujuk ke RS penerima (lih.juga
TKP.3.3.1, Maksud dan Tujuan).
*Standar APK.4.2. RS penerima diberi resume tertulis mengenai
kondisi klinis pasien dan tindakan2 yg telah dilakukan oleh RS
pengirim.
Elemen penilaian APK.4.2. :
1. Informasi kondisi klinis pasien / resume klinis pasien dikirim ke RS
bersama pasien
2. Resume klinis termasuk kondisi pasien.
3. Resume klinis mencakup prosedur & tindakan2 lain yg tlh dilakukan.
4. Resume klinis mncakup kebutuhan pasien akan yan lebih lanjut.
35

*Standar APK.4.3. Selama proses transfer pasien secara langsung, staf yg


kompeten terus memonitor kondisi pasien.
Elemen penilaian APK.4.3.
1. Selama proses rujukan secara langsung, semua pasien selalu dimonitor.
2. Kompetensi staf yg melakukan monitor sesuai dgn kondisi pasien.

*Standar APK.4.4. Proses transfer / rujukan didokumentasikan di dlm


rekam medis pasien.
Elemen penilaian APK.4.4.
1. Di rekam medis pasien yg pindah / dirujuk dicatat nama RS tujuan & staf yg
menyetujui penerimaan pasien.
2. dicatat hal-hal lain yg diperlukan sesuai dengan kebijakan RS yg merujuk.
3. dicatat alasan rujukan.
4. dicatat kondisi khusus sehubungan dgn proses rujukan.
5. dicatat segala perubahan dari kondisi/status pasien selama proses rujukan.
TRANSPORTASI

*Standar APK.5. Kegiatan proses rujukan, dan pemulangan pasien RI atau


RJ, termasuk perencanaan untuk kebutuhan transportasi pasien.
36

TRANSPORTASI
*Standar APK.5. Kegiatan proses rujukan, dan pemulangan pasien RI
atau RJ, termasuk perencanaan untuk kebutuhan transportasi pasien.
Elemen penilaian APK.5.

1. Terdapat asesmen thd kebutuhan transportasi apabila pasien dirujuk ke


pusat yan yg lain, ditransfer ke penyedia yan yg lain atau siap pulang dari
RI / kunjungan RJ.
2. Transportasi disediakan/ diatur sesuai dgn kebutuhan dan kondisi pasien.
3. Kendaraan transportasi milik RS memenuhi hukum dan peraturan yg
berlaku berkenaan dg pengoperasian, kondisi dan pemeliharaannya.
4. Pelayanan transportasi dengan kontrak disesuaikan dengan kebutuhan RS
dlm hal kualitas dan keamanan transportasi.
5. Semua kendaraan yg dipergunakan untuk transportasi, baik kontrak
maupun milik RS, dilengkapi dengan peralatan yg memadai, perbekalan dan
medikamentosa sesuai dengan kebutuhan pasien yg dibawa.
6. Ada proses untuk memonitor kualitas dan keamanan transportasi yg
disediakan / dikelola RS, termasuk proses menanggapi keluhan.
(23 STANDAR, 85 ELEMEN PENILAIAN)

(BAB 1. APK)
37