Anda di halaman 1dari 361

Sarah's Surrender

by

Lydia Chance

Sinopsis:
*USA Today and New York Times best seller list*
"John Garrett adalah seorang multi jutawan sinis yang
jarang ditolak apa pun yang diinginkannya, sampai suatu
hari ia bertemu Sarah McAlister. Sarah yang terluka di
masa lalu dan segala sesuatu tentang rancher yang suka
mengeluh menyebabkan pertahanan dirinya dalam
kesiagaan tertinggi. Dia mencoba sebaik-baiknya untuk
tidak berurusan dengan John, tapi pengejaran tanpa henti
membuatnya mustahil untuk ditolak." Ini adalah kisah
menarik tentang hasrat terdalam dari seorang wanita
yang telah ia sembunyikan selama bertahun-tahun. Sarah
bermetamorfosis, ketika ia melakukan perubahan dari
kepribadian puas diri yang manipulatif tapi tidak penuh,
sampai menyadari gairah sepenuhnya dan potensi
sebagai submisif. Penulis telah menggali jauh ke dalam
pikiran dan motivasi dari karakter seorang submisif dan
membawanya ke dunia nyata bagi pembacanya. Cerita
ini untuk pembaca yang suka kisah cinta panas tentang
seorang tokoh dominan. Sang pria suka mengontrol dan
posesif, tapi dia juga melindungi dan berkomitmen untuk
pasangannya. Tak ada fetish atau kinky, hanya alpha

male yang dominan. Kebutuhan primitif untuk


mengklaim pasangannya adalah kekuatan pendorong dari
cerita ini.
Copyright 2012 by Lydia Chance
Bab 1
John Garrett memasukkan buku check ke dalam saku
belakang jeans nya lalu berbalik dan berjalan
meninggalkan petugas administrasi sekolah. Dia
bersumpah, orang berikutnya yang meminta uang
kepadanya akan merasakan kemarahan terbesarnya.
Ketidaksabaran menyebabkan tambahan lonjakan
emosinya yang sudah melonjak. Apakah orang baik di
Duluth, Texas percaya bahwa dia telah membagikan
kekayaannya? apakah mereka berpikir dia menyimpan
jutaan kekayaan itu hanya untuk dirinya dan tak pernah
mengamalkannya sedikitpun? Dia memberikan semua
yang baik dan sangat murah hati. Tapi jelas, itu tak cukup
dan penduduk kota selalu datang dengan cara-cara baru
yang lebih baik untuk menghabiskan uangnya. Hanya
untuk bulan ini saja, dia telah mengeluarkan uangnya
untuk cafetaria baru bagi gereja pembatis lokal. Gereja

yang tak pernah dia datangi dan tak pernah berniat untuk
dia datangi. Dia telah mendanai pembangunan sayap
baru dari ruang pribadi gedung di sebuah klinik yang
akan terus menaikkan tingkat perawatan di sebuah rumah
sakit kecil. Dan baru saja pagi ini, Dia telah menulis
sebuah check yang bernilai cukup besar untuk
memberikan ipad versi terbaru kepada setiap murid di
sebuah sekolah. Apa yang harus dia lakukan dan harus
dilakukan dengan cepat adalah membangun sebuah
yayasan untuk orang di wilayah ini dan
mempekerjakan seseorang yang kompeten untuk
menjalankannya, dengan demikian dia akan
dibiarkan sendiri dan meminimumkan
interaksinya dengan orang.
Dia mengakui sepenuhnya bahwa dia adalah
orang yang tidak bersosialisasi. Dia terus terang
tidak menikmati bersosialisasi dengan orang. Tak
perduli dengan kerumunan orang, tidak suka
pembicaraan basa basi atau sejenisnya.
Dia menyimpan hampir semua hal untuk dirinya
sendiri. Pembantunya yang membelikan
kebutuhan bahan makanannya, Dia melakukan

semua transaksi perbankan secara online. Dia


seorang penyendiri dan dia suka seperti itu.
Dia punya satu alasan kenapa harus mencari
teman dan hanya satu alasan. Alasan itu adalah
seks. jika dia tak memiliki sebuah dorongan
seksual yang merajalela, dia mungkin bahkan tak
akan pernah merasa perlu untuk meninggalkan
peternakan miliknya.
Tapi dia akan selalu memiliki libido yang sangat
aktif, dan saat dia menunjukkan mukanya di kota,
seseorang atau lainnya akan selalu mengejar
uangnya. Masalahnya adalah dia menghabiskan
hidupnya di sini dan cerita kesuksesannya telah
berkembang dan menyebar secara luas. Orang
mengenalnya baik karena melihatnya secara
langsung atau lewat reputasinya.
Dia melangkah dengan lebar melewati tempat
parkir sekolah dan membuka pintu mobil truknya.
Saat dia menarik diri dari sekolah dan menuju ke
kota, pikirannya berada di cara yang paling cepat
untuk mendirikan sebuah yayasan. Dia benarbenar tak keberatan untuk membagikan uangnya;

ini hanya masalah berhubungan dengan orang


dan banyak sekali detail yang membuatnya gila.
Dia tak ingin diganggu dengan hal itu lagi. tapi
semakin dia memberikan kontribusi untuk
beberapa penyebab atau lainnya, biasanya
hanya untuk menyingkirkan seseorang, semakin
menyebar bahwa dia adalah orang yang bisa
menolong suatu urusan.
Pikirannya fokus kepada masalahnya, Dia masuk
ke dalam salah satu dari hanya dua pom bensin
yang dimiliki oleh kota kecil Duluth dan diam
sampai ke samping pompa diesel. Dia turun dari
truk 4x4 miliknya, memasukkan debit card ke
dalam slot dan mulai mengisi bensin ke dalam
tangki pertama dari dua tangki yang dimiliki
truknya.
Sebuah mobil masuk ke sisi lain dari pompa
bensin dan seorang wanita keluar. Dia seorang
wanita dengan tinggi rata rata dan badan rata
rata dan hanya itu yang dapat dia amati karena
pompa bensin berdiri diantara mereka. Dia tidak
mengenali model sedan model lama ini, dan

berpikir wanita ini hanya numpang lewat saja di


kota dan bukan penduduk lokal.
Pompa berbunyi klik, menandakan tangki
pertama miliknya penuh lalu dia memindahkan
mulut pompa ke tangki lainnya. Dia menarik tuas
sehingga pompa akan mengisi secara otomatis
lalu dia masuk ke dalam toko serba ada untuk
membeli sebotol air.
Dia membuka tutup botol, meminum setengahnya
lalu berjalan kembali menuju truknya.
Dia harus berjalan melewati wanita yang ada di
pompa, dan sangat jelas terlihat wanita itu
mengalami masalah. Diam-diam mengutuk
orang yang tidak kompeten dan wanita pada
khususnya, dia berhenti dan memaksa dirinya
untuk bicara pada punggung ramping saat dia
tiba di belakang wanita itu. "Butuh bantuan?"
suaranya kaku dan terdengar pendek karena
jarang bicara dan tidak membantu sama sekali
bahkan untuk dirinya sendiri.
******
Sarah McAlister menekan terus menerus tuas

pompa dan berusaha untuk membuatnya


memberikan suara klik yang menandakan pompa
siap untuk mengisi tangkinya.
Tidak Beruntung.
Dia mengigit pipi bagian dalamnya, memasukkan
credit card ke dalam kantong bagian belakang
celananya, dan menyadari bahwa dia harus
berjalan dengan malu ke dalam toko dan
mengatakan dia tidak bisa membuat pompanya
bekerja. Dia hampir mengerang dengan keras.
Dia benci gagal mengisi bensin. Setiap pom
bensin sepertinya berbeda; setiap pompa
memiliki pikirannya sendiri. Kenapa dia bisa
mengontrol kelas yang berisi remaja-remaja
yang sulit dikendalikan saat mengajar persamaan
kuadrat, akan tetapi dia tak bisa membuat
pompa bensin sederhana bekerja?
Dia baru saja akan menggantung mulut pompa
kembali saat dia mendengar suara yang dalam,
kata-kata yang hampir menjijikkan datang dari
belakangnya. Mana yang akan lebih buruk?
kembali ke dalam toko dan mendengarkan

instruksi yang bersungut-sungut dari petugas


toko lalu kembali kemari dan mungkin gagal lagi?
atau menerima pertolongan dari pria yang suara
dalamnya itu menyampaikan bahwa dia tak lebih
dari seorang wanita dungu.
Dengan dua pilihan di dalam pikiran seperti itu,
dia membalikkan badannya dengan anggun
untuk berhadapan dengan pria itu, yang memang
dia telah hakimi lebih dulu melalui nada
suaranya. Begitu dia membalikkan badannya,
Pria itu berdiri tepat di depannya, dan matanya
mendarat di dadanya lalu perlahan lahan
pandangannya berjalan menuju wajahnya. Dia
hampir berhasil untuk mengontrol nafas yang
mencoba untuk meninggalkan tenggorokannya.
Pikiran pertamanya adalah sangat disayangkan
seorang pria seperti ini tidak memiliki sopan
santun. lalu, Bukankah mereka semua seperti
itu? Bukankah semua pria yang berada pada
level yang sama seperti ini tahu bahwa mereka
adalah karunia Tuhan untuk para wanita? dan
bukankah mereka semua begitu manjanya hingga

berpikir bahwa mereka bisa menjalani hidup


dengan bersikap sekasar mereka mau dan tidak
berusaha sekecil apapun untuk bersopan
santun? atau bahkan dia berpikir dengan
menawarkan bantuan dia melakukan tugasnya.
Tugasnya, anggukannya untuk kebaikan
terhadap manusia.
Benar. Pria ini tidak terlihat seperti ia memiliki
tulang yang baik di suatu tempat di dalam
tubuhnya. Tubuh indahnya yang sulit dilukiskan.
pria ini baik baik saja, tidak ada yang patut
dipertanyakan. Dan juga tidak ada pertanyaan
bahwa pria ini juga menyadari hal itu. Dia
merasa pertahanannya mengingatkannya dan
otot-ototnya menegang saat dia mencuri
beberapa detik untuk mempelajari pria ini. Ia
tinggi, dengan bahu yang lebar yang dia pakai di
dalam postur kaku, yang membuat dia bahkan
tampak lebih tidak bersahabat dari nada
suaranya dari caranya berbicara. Tubuhnya
ramping dan berotot, dengan kepadatan yang
solid yang menjeritkan kekuatan dan

kemampuan. Pria ini memancarkan aura


kepercayaan diri yang keluar darinya dalam
gelombang arogan.
Melihat kematanya, Nafas Sarah kembali
tertangkap dalam goresan warna yang berasal
dari gelap, bola berkilau. Matanya begitu coklat
gelap, hampir hitam, dan dia begitu tak nyaman
melihat pria ini secara langsung, sehingga
pandangannya dengan cepat meninggalkan
matanya dan beralih pada detail wajahnya yang
lain. pria ini memiliki kulit zaitun, dan warna
gelap pada wajahnya yang berasal dari matahari
hanya menambahkan kehitam-hitamannya. Dia
memiliki dagu tajam terpahat dan alur kembar
yang mengurung mulutnya. Ada garis mengkerut
di dahinya diantara mata dalam bentuk V, dan
seperti terpahat secara permanen di atas
kulitnya. Itu ketidaksempurnaan tunggal di
wajahnya, jika tidak pria ini benar benar tampan
sempurna, dan itu ditambahkan ke dalam
maskulinitas yang melekat padanya. Rambut
coklatnya dipotong pendek akan tetapi ciuman

matahari pada rambutnya menyorot dengan


begitu banyak variasi yang hampir terlihat seperti
rancangan salon. akan tetapi dia tahu salon tidak
bisa melakukan itu.
ia bukan tipe pria yang pernah masuk ke dalam
salon sebelumnya. Dia yakin tukang potong
rambut professional yang ia datangi hanya
tukang cukur rambut biasa.
Kulitnya ditarik dengan kencang oleh tulang
pipinya dan struktur tulangnya diperbesar oleh
matanya yang gelap. Benar benar wajah yang
begitu tampan, tidak ada yang sensitif mengenai
itu. Pria ini tak diragukan lagi merupakan
sesuatu yang dipikirkan tuhan di dalam pikiranNya ketika dia menciptakan seorang pria.
Walaupun wajahnya begitu sedap dipandang,
bukan sedap dipandang dengan cara yang bisa
digambarkan dengan cara feminin. Ia tidak ayu,
dan ia tidak cantik. Dia memiliki wajah pria,
dengan dahi yang luas dan hidung tumpul yang
terlalu besar.
Untuk beberapa saat dia berpikir seperti apa pria

ini saat dia masih kecil. Ia pasti telah menjadi


anak yang suci, mungkin hampir polos karena
dia belum memiliki ketampanan nya. Anak pria
yang neneknya akan memberikan komentar.
Bahwa seperti itulah seorang anak pria harusnya
terlihat. Seorang anak pria. Tidak ayu seperti
anak wanita. Dan lalu, seorang anak pria seperti
ini lah yang akan tumbuh menjadi seorang pria.
Semua pria. Murni maskulin tanpa satu ons pun
yang akan melembutkan tepi kepriaannya.
Semua hal ini berputar di pikirannya yang kabur
saat ia melihat kearah pria itu. Pandangan di
wajahnya memperlihatkan seolah-olah dia hama
yang ingin ia lumatkan sehingga ia tak akan
perlu terganggu lagi. Ia tidak tersenyum. Ia tidak
menawarkan penghiburan dalam bentuk sopan
santun yang sederhana atau bahkan kesabaran.
ia begitu kaku sehingga ia tampak seperti granit,
seperti ia sebuah batu. Beberapa kata yang ia
ucapkan kasar, tidak fleksible, Kebandelan di
matanya bagai batu, diisi dengan kilatan keras
kepala yang mengirimkan perasaan dingin ke

tulang belakangnya.
Sarafnya menjadi kaku dan ia mengetahui, tanpa
ragu, ia tidak menginginkan bantuannya. Ia lebih
memilih pergi tanpa membeli dan mungkin
kehabisan bensin daripada menerima bantuan
dari pria ini. Ia bahkan tak ingin berdiri dekat
satu detik lebih lama lagi dengan pria ini dari
yang seharusnya dia lakukan. Dia menelan ludah
dan melangkah satu kali ke samping pria ini saat
ia menjawab sesingkat saat pria itu bertanya
Tidak, terima kasih .
Tubuh pria ini menghadangnya begitu tiba-tiba
dan dilakukan dengan mulus sehingga ia tak
percaya dia melakukannya. Matanya memandang
dengan sedikit kepanikan.
Nona, Kau membutuhkan pertolongan, Betul
kan? Kali ini ia bicara dengan nada yang sedikit
lebih baik. Ia memiliki perasaan pria ini bisa
melihat ke dalam dirinya dan mengetahui ia telah
menempatkan sarafnya ke tepi rasa
ketidaknyamanan dan berusaha untuk
memperbaikinya.

Ia harus menjawab pria ini dengan cepat


sehingga ia bisa pergi dengan cepat, tapi ia
bukan orang yang kasar dan orang yang tak
perduli dengan konfrontasi apapun. Ia hanya
ingin melalui ini dan mendapatkan bensinnya dan
kembali ke jalan Ya, tapi sepertinya Anda
terburu-buru dan saya tidak ingin mengganggu.
Itu tidak masalah, Sayang. Suaranya turun satu
oktaf saat dia melemparkan botol air minumnya
ke dalam jendela truknya dan berjalan ke depan,
perubahan tajam pada sikapnya tidak membuat
Sarah melupakannya begitu saja. Fakta bahwa
ia memanggilnya Sayang dengan suara yang
lebih lembut dan ketidaksabaran yang dia
radiasikan awalnya yang sekarang tampaknya
telah menghilang hanya mempunyai satu arti dari
dua kemungkinan. Dia mungkin sekarang
memiliki pemikiran lain dari sikap kasarnya tadi
dan kemudian menyesalinya atau dia memiliki
pandangan yang lebih baik padanya sekarang
dan menyukai apa yang dia lihat.
Ia berani bertaruh samapi dollar terakhirnya

bahwa yang terakhirlah yang benar. Oh tentu


saja, pria yang berdiri di depannya ini bisa
menjadi seorang manipulator ulung jika dia
menginginkannya. Dan saat dia tak
menginginkannya? Baik, lalu persetan dengan
hal lain di dunia ini mungkin adalah moto
hidupnya.
Tapi saat ini, pria ini memandang padanya
seperti bensin bukan satu satunya hal yang ia
ingin pompa.
Bajingan. Dia bisa tahu pria ini; itu sudah pasti.
Ia bukannya tak paham seperti apa penampilan
dirinya sendiri. Menurut pendapatnya,
penampilannya oke, cantik setidaknya - sangat
cantik tentunya tidak, walau dia tak pernah
kekurangan kencan atau teman pria. Akan tetapi
saat ini mereka berdiri di dalam pom bensin sepi
di kota kecil di tengah hamparan luas wilayah
dimana seorang wanita lajang tidak lazim ada di
sana. Sehingga dia bukan saja menjadi aroma
sedap hari ini akan tetapi mungkin menjadi satu
satunya aroma yang tersedia untuk beberapa mil

persegi. Dan dia merupakan aroma baru.


Tatapannya turun ke jari manis pria ini, tak ada
cincin di jarinya bahkan tak ada garis putih yang
menandakan disitu pernah ada cincin. Saat ia
me-reset pompa bensin dan dengan sedikit
usaha saja pompa mulai mengisi mobilnya, dia
dengan enggan memberi sedikit nilai pada
pertolongannya. Setidaknya ia tak tampak seperti
tukang selingkuh atau orang yang sombong.
John bersandar pada mobil wanita ini dan
mengisi tangki mobilnya sepelan mungkin
sementara tubuhnya memberikan peringatan
seksual penuh. Darah mengalir dengan cepat ke
pangkal pahanya dengan begitu sengit sehingga
dia harus menjepit dirinya. Dia memandangnya
lagi sekilas sementara perutnya tergulung dalam
gulungan murni dari nafsu.
Da tak pernah melihat wanita ini sebelumnya,
Jika dia pernah, Dia akan ingat pukulan di dalam
perutnya saat dia melihat matanya dan
mengendus bau dari aromanya. Dia ingin
menendang pantatnya sendiri karena telah

membiarkannya melihat ketidaksopanannya


beberapa saat lalu. Dia telah kasar, dia tahu itu,
dan sekarang Ia berdiri sejauh mungkin darinya
dan ia bersikap begitu penuh kesopanan yang
meneriakkan bahwa pertahanannya terhadap dia
sudah disiagakan.
Ini menempatkan dirinya di belakang bola 8.
Akan tetapi dia tak akan membuang waktu
membuat hal itu memperlambatnya.
Dia hanya memiliki tiga pikiran di dalam otaknya.
Siapa wanita ini, Dimana dia tinggal, dan
seberapa cepat kemungkinannya dia bisa
mendapatkan wanita ini telanjang dan horizontal
di atas permukaan datar? Perasaan-perasaan
ini mengalir dalam aliran darahnya yang
elemental; tak lebih dari biologis, reaksi kimia
padanya yang membengkakkan pangkal pahanya
dan membuat darahnya terpompa lebih cepat.
Dia dapat mengenali perasaan ini dengan cepat.
Dia ingin bercinta dengannya. Tidak lebih tidak
kurang.
Dia mendorong pelan-pelan tekanan di tuas

pompa untuk lebih memperlambat pengisian


bensin kemudian melihat kearahnya Darimana
kau berasal?
Lidahnya tiba-tiba keluar dengan cepat saat ia
menjilat bibirnya, Dia merasa aliran panas lain
mendesis di tulang belakangnya. Top Hill.
Suaranya lembut saat ia menyebut nama kota
kecil sekitar 30 mil sebelah barat laut. Dia telah
mengetahui aksen texasnya, tapi dia merasa
begitu lega bahwa ia masih berada dalam
cakupan berkendara dengan mobil dan tidak
mungkin 500 mil atau lebih.
Dia akan tidur dengannya. Itu adalah kepastian.
Ada satu alasan yang masuk akal dan satu
satunya alasan kenapa dia tak akan bisa
tenggelam di dalam dirinya. Dan hal itu adalah
jika ia memiliki suami. Kemarahan melilit
pikirannya. Kebingungan sementara menerpanya
bahwa dia bereaksi sangat cepat dan keras, tapi
kemudian dia mengenyahkan kebingungan itu
dan kembali fokus padanya lagi.
Mata wanita ini tak mau bertemu pandang

dengannya, dan dia memandang wanita ini


dengan kefrustasian yang terbangun di dalam
dirinya. Dia tak bisa menunjukan satu hal pun
darinya yang menarik bagi dirinya; akan tetapi
wanita ini benar-benar menarik dia. Wanita ini
memiliki tinggi rata-rata, badan rata-rata,
ukuran puting payudara yang rata-rata, dan
mukanya juga sama, rata-rata.
Tapi saat semua itu digabungkan menjadi satu,
entah bagaimana, ia menjadi wanita paling sexy
yang dia pernah lihat dalam waktu yang lama.
Gigi depannya bersatu dalam cara yang paling
memikat, bibirnya begitu penuh, yang bisa dia
pikirkan hanya mulut dan gigi putih itu terbuka
untuk menerima penisnya.
Kau menikah? dia mendengar suara serak
dalam nada bicaranya saat dia memotong untuk
mendapatkan dan menuntut jawaban atas
pertanyaan yang paling penting dalam
pikirannya.
Dia bisa melihat nadi di leher wanita ini bergetar
saat dia mengambil nafas dan lalu melangkah

mundur beberapa langkah dalam kekagetan yang


nyata sekali pada pertanyaan mencoloknya.
Wanita ini menggelengkan kepalanya dengan
cepat dan memandang matanya sebentar lalu
dengan cepat mengalihkan pandangan pada
angka tampilan digital pada pompa. Kenapa
begitu lama?
Kau yang jelaskan padaku kenapa Sayang Dia
mengatakan dengan nada menantang yang tak
bisa dia sembunyikan dari suaranya.
Dari pengamatannya yang tajam dia mengenali
kekagetan yang menyebar pada air muka wanita
ini, tapi wanita ini tetap diam dan berdiri
canggung di belakang mobilnya.
Siapa namamu? dia tekun untuk mendapatkan
informasi darinya sebelum transaksinya selesai
dan ia pergi meninggalkannya. Dia sudah
mencatat nomor kendaraannya, dan dia tak ragu,
kepolisian berhutang pertolongan cukup banyak
padanya sehingga dia akan bisa mendapatkan
informasi tentangnya. Akan tetapi dia ingin
wanita ini memberikan sendiri informasi dirinya

atas keinginan pribadinya.


Sarah dia menjawab dengan cepat dan tidak
memperjelas.
Perasaan terganggu menjalar kedalam tulang
belakangnya bahwa wanita ini harus membuat
dia mengorek informasi dari dirinya. Nama
belakang? dia bertanya dengan ringkas.
kenapa? ia bertanya dengan skeptis yang
membuat john menggertakkan giginya. Sejak
kapan dia harus memaksa hanya untuk
mendapatkan nama seorang wanita.
Hanya berusaha ramah tamah Sarah
Aku menghargai anda membantu memompa
bensin, akan tetapi aku mohon maaf jika aku
harus mengatakan bahwa Anda orang asing dan

Dia memotongnya Kita tak harus menjadi orang


asing, pernah mendengar orang yang berusaha
untuk saling mengenal?
Aku tak melihat itu perlu dilakukan
John meletakkan tuas pompa kembali dan
memutar tutup tangki gas mobilnya. Dia

mengambil struk pembayaran yang dikeluarkan


mesin dan memasukkannya ke dalam saku. Saat
mengeluarkan tissue dari mesin dan
membersihkan tangannya, dia tetap
menempatkan dirinya diantara sarah dan
mobilnya, dan hal itu mencegahnya untuk
mencoba pergi.
Dia melemparkan tissue ke dalam keranjang
sampah dan segera berjalan menuju kearahnya.
Dia tak pernah malu terhadap wanita. Dia selalu
pergi mengejar apa yang dia inginkan dan dia
menginginkan yang satu ini saat ini.
Dia sampai dihadapannya dan mengangkat
dagunya dengan satu jari. "Hal ini sangat perlu.
Siapa nama belakangmu?" Dia mendesak.
Sarah menyentakkan dagunya darinya, dan
menolak permintaannya dengan permintaannya
sendiri, "berikan struk pembayaranku". Ia
menjulurkan tangannya, telapak tangan ke atas,
dan menunggu kertas struk.
"ini bukan struk pembayaranmu, siapa nama
belakangmu?" Dia mengambil tangannya yang

terjulur dengan tangannya dan mempelajari


telapak tangannya yang memerah dengan
mengerutkan dahi.
"Apa maksudmu? Aku menginginkan struk
pembayaran itu" ia bermaksud untuk menarik
tangannya kembali akan tetapi dia menahannya.
"Ini struk pembayaranku, Debit cardku, Struk
pembayaranku. Siapa nama belakangmu?" Dia
kembali memandang wajahnya dan melihat
keraguan sebelum dia mengalihkan pandangan
ke dada feminin nya yang sesak dengan
pergolakan.
Sarah terkejut. Apakah dia telah begitu
mengacaukan pikirannya sehingga ia tak sadar
dia telah menggunakan kartunya sendiri? Dan
kenapa pula dia mau membayar untuk
pembeliannya? Ini gila. Engkau tak boleh
membayar bensinku!
John memandangnya dengan seksama. Baru
saja aku membayarnya, Say Dia
mengklarifikasinya dengan jelas, ingin terus
berlanjut. Siapa Nama Belakangmu? Dia tak

ingin menyerah. Dia tahu dia terdengar seperti


anjing yang tak ingin melepaskan tulangnya, tapi
dia menginginkan informasinya dan dia akan
mendapatkannya.
Kau gila. Bensin itu seharga lebih dari 50
dollar kejengkelan bersamaan dengan
kekaguman mewarnai nada suaranya.
Ya benar Dia menyetujuinya Siapa nama
belakangmu?
Permintaannya diikuti oleh kesunyian dan
kegelisahan memanaskan darahnya. Dia begitu
amat sangat menginginkannya dan sekarang
penolakannya untuk memenuhi apa yang dia
butuhkan darinya hanya membuat dia makin
tertarik.
Tubuhnya menegang oleh wajah tenang pemarah
darinya dan realisasi bahwa dia tidak bisa
melewati hambatan yang ia ciptakan. Ia akan
memberikan informasi yang dia inginkan; mereka
selalu memberikannya. Ia mungkin tampak
ragu-ragu sekarang, tapi segera setelah ia
menemukan betapa dalam kantongnya, ia akan

merubah suaranya.
Dia tetap memegang tangannya sementara dia
meletakkan jari-jari tangannya melewati sisi
wajahnya dan dia merasakan kehalusan pipinya.
Tubuhnya mengeras dan tanpa ragu ia akan
menyentakkannya lagi darinya, akan tetapi sisa
kekagetan dari perbuatannya yang bersedia
membayar bensinnya memberikannya beberapa
menit tambahan sebelum ia lari.
Dia bisa saja mempererat kesepakatan dan
mengatakan padanya siapa dia sebenarnya,
karena semua orang di lima wilayah daerah sini
mengetahui siapa dia. Yang dia inginkan darinya
hanya satu, semakin cepat semakin baik. Jika ia
tidur dengannya hanya karena dia lebih kaya
dari dosa, kenapa dia begitu perduli? akan tetapi
dia ragu untuk mengatakan padanya, tantangan
yang ia hadirkan menyerang ke dalam darahnya,
Itu panas tambahan yang membuatnya tergoda
untuk terus bermain dengannya.
Dia memutuskan untuk mencoba kembali tanpa
mengungkapkan identitasnya. Kau mungkin

benar untuk tidak mengatakannya padaku, aku


mungkin saja seorang pemerkosa atau seorang
pembunuh. Bagus untukmu Sayang. Jadi
bagaimana kita harus mengakhiri hal ini?
Nafasnya tersentak dan ia menggelengkan
kepalanya. Dia merasa terganggu dengan
penolakannya akan tetapi melanjutkan untuk
merayunya. Orang bertemu di berbagai tempat
Sarah Dia sengaja menggunakan namanya
untuk membangun keintiman diantara mereka.
Engkau tidak menikah, aku juga tidak. Jadi kita
bertemu di pom bensin. Bagaimana aku bisa
bertemu denganmu lagi jika kau meninggalkanku
sekarang tanpa petunjuk apapun.
Sarah benar-benar tercengang. Tak pernah
dalam jutaan tahun hal seperti ini menimpa
dirinya. Sekolah baru saja selesai untuk libur
musim panas, dia menyetir sebegitu jauh dari
Dallas dan yang dia inginkan hanya sampai di
farm dan bisa tidur dengan lelap sebelum dia
harus menghadapi masalah yang alam sadarnya
tidak ingin lepaskan.

Tapi pria ini menghalangi jalannya.


Dia pernah bertemu tipe seperti ini sebelumnya.
Dia bahkan pernah menikahinya saat dia masih
lebih muda. Tapi dia tak akan pernah begitu
bodoh lagi untuk berhubungan dengan pria
seperti ini lagi. Tidak. Dia sudah memiliki
hidupnya yang secara utuh telah terencana. Dia
memiliki seorang pria yang baik di Dallas yang
perduli padanya dan memperlakukannya seperti
putri. Tidak ada alasan untuk mengguncangkan
kapal itu. Pria seperti ini benar-benar diluar
perhitungan.
Bukannya John ingin terlibat dengannya. Sarah
juga tidak sebodoh itu. Atau naif. Sarah tahu apa
yang dia inginkan mulai dari cahaya redup
dimatanya sampai caranya memenuhi ruang
geraknya.
Saat Sarah tetap berdiri di depannya, pikiran
Sarah berpacu, dia samar-samar menyadari
sebuah mobil memasuki pom bensin. Dari sudut
matanya, dia bisa mengatakan bahwa itu sebuah
mobil patroli polisi. Kedatangan orang baru ini

sama sekali tidak mengganggu pria yang


sekarang berdiri di hadapannya. Sarah tahu ia
mengenali mobil ini karena ia mengalihkan
matanya dari dia untuk beberapa detik dan
melihat ke arah mobil itu. Akan tetapi ia tidak
kaku, tidak bergeming, tidak memperlihatkan dia
sedang melakukan hal yang salah atau abnormal.
Jadi mungkin Ia bukan seorang pemerkosa.
Ia hanya seorang player (ahli merayu wanita).
Dan ia sedang mencoba mempermainkannya.
Polisi keluar dari mobilnya dan dengan santai
melangkah "Apa kabar John".
pria itu menyapa John yang tetap memegang
tangannya tak melepaskan pandangan darinya
saat ia menjawab "Baik Sam".
Saling menyapa dengan simple, santai dan to
the point. Tapi itu menyampaikan beberapa hal
kepadanya. Walaupun pria yang sedang
memegang perhatiannya ini berpakaian jeans
yang sangat tidak bereputasi dan sepatu bot
yang lecet, akan tetapi dia dipanggil dengan
nama pertama oleh polisi lokal. Dan ia dipanggil

John.
Hal itu memberikannya banyak perasaan aman
yang dia butuhkan dan saat ini dia hanya ingin
berlalu darinya secepat yang dia bisa. "Sarah
McAlister". Dia menjawab pertanyaannya yang
telah ia tanyakan sejak tadi padanya dengan
tujuan agar ia damai sehingga dia bisa pergi.
Pada jawabannya, senyum pelan pelan melintasi
mulutnya dan bukannya membiarkannya pergi,
sepertinya malah memberikan efek berlawanan
saat tangan yang tadinya menggenggamnya kini
terbuka dan jari jarinya terjalin dengannya
memegangnya dengan genggaman yang lebih
erat. "Tidak begitu sulit kan ?"
Telapak tangannya yang kasar menyentuhnya
dan getaran yang dalam dari kata-katanya yang
diucapkan dengan pelan-pelan mengirimkan
sedikit aliran panas ke perutnya. Dia dengan
cepat mengenyahkannya dengan mengatakan
pada dirinya sendiri bahwa dia hanya seorang
manusia, lagipula, dan ia tanpa diragukan lagi
adalah pria paling menarik yang pernah berada

sedekat ini dengannya semasa hidupnya hingga


kini.
Akan tetapi itu tidak berarti dia menginginkan
untuk melakukan sesuatu dengan itu atau
memiliki alasan untuk melanjutkan hal ini lebih
jauh lagi. Dia mencoba untuk menarik
tangannya darinya. "Begini saja, saya akan
mengambil tas saya dan memberikan uang tunai
pada Anda untuk bensin tadi"
"Tidak"
"Ini tidak benar, aku tidak tahu siapa kamu-"
"Kita bisa memperbaiki hal itu dengan cepat.
Kita bisa menepi dan minum secangkir kopi."
Saat ia mengatakan pelan-pelan kata-katanya
dengan aksen selatan, aksen yang sangat
mengingatkan pada Matthew McConaughey,
yang mengirimkan aliran panas ke perutnya, dia
mengindikasikan hampir tak terlihat, lewat
memiringkan kepalanya, restoran, tepat di
seberang jalan dari tempat mereka berdiri
sekarang.
Tentu saja tidak mungkin dia pergi minum kopi

dengan pria yang tidak dia kenal. "Tidak, aku


tidak bisa, aku-"
"Tentu kau bisa, apa yang begitu penting hingga
kau tak bisa berhenti dan memberikan 10 menit
waktumu?"
Ia bertanya dengan suara serak benar-benar
berlawanan dengan ibu jarinya yang membelai
punggung tangannya.
Sarah mengambil nafas panjang dan
mengatakan sesuatu yang akan mengakhiri
selingan kecil ini.
"Aku sudah bertunangan."
Bab 2
Selama lima hari John berusaha untuk
melupakannya. Selama lima hari dia membuat
pagar, mengisi ulang tempat makanan ternak,
menggali parit irigasi, semua untuk
melupakannya. Setiap pekerjaan itu menyakitkan
punggung, merangsang keringat dan suatu kerja
keras. Dan selama lima malam dia sulit tidur,
hanya untuk menyerah dengan aliran kata-kata

makian sebelum tangannya meluncur menggapai


kemaluannya yang menegang dan dia
menemukan cara pelepasan yang bisa dia
lakukan. Terbebaskan darinya, terbebaskan dari
kesempatan lima menit pertemuan yang
sepertinya telah mengacaukannya dengan semua
alasan.
Dia memiliki perkerjaan yang begitu banyak
selama siang hari dan dia telah memasang iklan
untuk lowongan manager yayasan itu. Tetapi
selain dari itu, dia merasa hidupnya tiba tiba
bagai berhenti, seperti stagnan dg suatu cara
yang tidak pernah dia alami sebelumnya.
Bahkan saat mantan istrinya yang berbohong,
selingkuh, merengek meminum terlalu banyak
obat pembunuh rasa sakit ditambah dengan
terlalu banyak vodka dan membunuh dirinya
dengan menabrakkan mobilnya pada tiang
telepon pada jam 1:20 dini hari, dia tidak merasa
begitu sakit pada tubuhnya seperti saat ini.
Dia duduk di ruang kerja gelapnya saat matahari
tenggelam dengan bir di sikunya, mengetahui

bahwa dia harus melupakan apapun yang Sarah


McAlister telah lakukan padanya. Ini sudah
berakhir. Tinggal kenangan. Dia bisa saja
dengan mudah mengetahui dimana ia tinggal,
tapi dia bukan seorang penguntit dan dia tak
akan melakukannya. Tapi hal ini begitu
mengganggunya. Hal ini menggerogotinya dari
dalam karena dia tahu dengan baik bahwa dia
bisa menemukannya.
Apa yang dia butuhkan adalah wanita lain agar
dia bisa melupakan rambutnya yang lembut dan
mengagumkan, bibirnya yang membuat perutnya
menegang dan miliknya membengkak.
Dia tidak bisa mendapatkannya tetapi dia yakin
bisa mendapatkan mulut wanita lain untuk
membalut miliknya. Sialan, benar-benar sialan.
Itu yang dia butuhkan.
Malam ini. Dia akan mencari satu.
Sayangnya, pemikiran ini tidak menenangkannya
sama sekali.
****
Sarah mengakhiri telepon dan menuliskan

beberapa catatan cepat di notebook hello kittynya. Philip Johnson Garret. Ini ketiga kalinya dia
mendengar nama ini disebut. Jelas, dia adalah
pria yang tidak hanya memiliki uang, akan tetapi
juga seorang yang dermawan.
Kenapa dirinya begitu perduli? Kenapa ia punya
keinginan agar sekolah kecil di kota kecil Top
Hill terbuka dan berkembang menjadi kepedulian
yang besar buatnya? Terjawab, dia adalah
seorang guru dan dia memiliki kebutuhan yang
mendalam untuk memberikan semua anak
sebuah pendidikan sebaik mungkin.
Tetapi ini lebih dari itu.
Dia mencintai kota ini dan tanah 200 Acre yang
diwariskan dari kakek-neneknya padanya
sepenuh hati. Dia tidak pernah hidup di sini
sepenuhnya; dia tumbuh di Dallas dengan orang
tuanya dan tinggal di sana bahkan setelah
mereka bercerai dan ibunya pindah ke Australia
dengan pria baru dan ayahnya menenggelamkan
dirinya dalam alkohol yang memnyebabkan
kematian dini padanya.

Tetapi dia menghabiskan setiap libur musim


panasnya di sini. Dia menjelajahi setiap inci dari
padang rumput dan mengendarai sepedanya
turun naik teras lebih banyak dari yang bisa dia
ingat. Dia memetik bunga liar dan mengocok
mentega dengan neneknya, sementara dia
mendengarkan cerita dari neneknya, Karena
itulah ikatan yang tidak diketahui hadir pada
sebidang kecil tanah ini dan berpikir tanah ini
sebagai rumahnya.
Dia tumbuh menjadi remaja yang pemalu. Tetapi
keberanian dan keinginan kuat telah membuat
dia mengendarai sendiri mobil tua nenekkakeknya ke kota untuk mencari teman. Dan dia
mendapatkannya.
Dia pergi ke kolam renang kota sendirian dan
beberapa anak di sana penasaran padanya untuk
memulai pembicaraan. Beberapa anak merasa
terancam olehnya, hanya karena dia berasal dari
kota besar, tetapi dia lalu bertemu dengan
seorang gadis yang kemudian menjadi teman
baiknya. Jaime satu tahun lebih tua dari Sarah,

dan hal itu tentunya telah memberikan gadis itu


perasaan lebih superior yang menginginkannya
untuk lebih terbuka kepada Sarah.
Dua gadis ini telah menghabiskan libur musim
panas mereka bersama, menjelajahi kota kecil
ini, berkendara dan melalui hambatan dan main
mata dengan cowok pada setiap kesempatan
yang mereka dapatkan. Mereka tetap menjaga
komunikasi saat tahun-tahun berlalu, dan
baru-baru ini, beberapa menit telepon gratis
dan media sosial membuat jarak diantara mereka
secara virtual hilang.
Sarah tidak memiliki saudara kandung atau
sepupu baik dari ibu atau ayahnya, saat ini ayah
dan kakek-neneknya sudah meninggal. Ibunya
sangat mencintainya dan mereka mempunyai
hubungan yang dekat, akan tetapi Sarah sudah
cukup dewasa dan cukup berpengalaman untuk
menyadari bahwa apa yang telah ditemukan oleh
ibunya di Australia dengan suaminya tidak bisa
dinilai dengan uang dan dia sama sekali tidak
merasa keberatan ibunya pindah kesana.

Jadi sekarang Sarah memiliki tanah pertanian


kecil yang dia anggap sebagai rumah dan jika
ada kemungkinan dia bisa memperoleh uang
agar bisa tinggal sepenuhnya di sini dia akan
melakukannya. Tapi dia tidak bisa memikirkan
satu cara pun, sehingga setiap tahun ajaran dia
kembali ke Dallas dan pekerjaannya sebagai
guru-lah yang membiayai kondominiumnya dan
memberikan dia dana yang cukup untuk
membayar pajak dan keperluan di tanah
pertaniannya.
Sederhananya tak ada kesempatan kerja yang
cukup di wilayah ini yang bisa membuat dia
tinggal di tanah pertanian ini selamanya.
Itu adalah inti masalahnya.
Tak ada kesempatan kerja. Tak ada keluarga,
jumlah anak-anak tidak cukup agar sekolah
tetap bisa di buka. Jika pekerjaan baru tidak
diciptakan, beberapa keluarga akan tinggal di
kota, keluarga yang tidak memiliki tanah
pertanian akan pindah dan sekolah akan makin
beresiko kekurangan murid.

Tanpa Sekolah, kota kecil ini akan kering dan


mati.
Dan Sarah bertekat untuk mencegahnya.
Dia akan meneliti permasalahannya, karena hal
ini terjadi di semua kota kecil di seluruh Texas.
Dia tahu jawaban untuk masalah dengan
populasi yang menua dan terutama dengan
gelombang "baby boomer" yang datang.
Menurut dia, jika desa ini bisa mendapatkan
dana tidak hanya untuk panti jompo, tetapi juga
untuk bantuan hidup dan kemungkinan
penyediaan perumahan untuk mereka yang
masih produktif, maka lapangan pekerjaan bisa
diciptakan, begitu juga membuat orang yang
lebih tua untuk menempati fasilitas yang
disediakan.
Hal ini akan menjadi win-win solution bagi kota,
sekolah, dan warga manula. Ini bukan ide baru,
dan wilayah ini pernah melakukan hal ini sekali,
melakukan pemilu hanya untuk tujuan ini. Akan
tetapi rencana itu gagal karena hal itu berarti
naiknya pajak yang sulit dipenuhi oleh penduduk.

Sehingga sekarang Sarah berjuang bagaimana


cara mewujudkannya. Dan itu adalah bagian dari
permasalahannya.
Saat dia menyampaikan ide ini kepada orang
lain, mereka tertarik dan tahu ini ide yang bagus,
tetapi sebagian besar dari mereka sibuk dengan
hidup mereka sendiri dan hampir sulit hidup
dalam ekonomi yang sulit seperti sekarang.
Dia mulai menuliskan semua ide yang datang
padanya dan menuangkannya lewat ujung
penanya, berada jauh di dalam pikirannya saat
teleponnya berbunyi. Dia melirik ke bawah dan
kebahagiaan menghiasinya saat dia melihat
nama Jaime. Tidak usah bertanya lagi, wanita ini
sudah menjadi seperti saudara perempuannya
yang tidak pernah dia miliki.
Sarah mengaktifkan teleponnya Hi
Akhirnya ! kau tiba di rumah! Suara Jaime
seolah-olah mereka sudah tidak bertemu selama
6 tahun bukan 6 bulan sejak pertemuan mereka
Natal lalu.
Ya Sarah setuju, dirinya juga bahagia.

Mereka bicara secara singkat, tetapi mereka


belum bertemu satu sama lain sejak Sarah tiba.
Jaime bekerja di kantor komisaris Negara dan
baru saja mendapatkan libur akhir pekan.
Kau siap berpesta malam ini? Jamie bertanya
padanya sekarang.
Pesta? Sarah terdengar skeptis. Tidak ada
banyak hal yang bisa dilakukan di wilayah sekitar
sini. Maksudmu, Kau dan aku dan sebotol wine
dan sesuatu yang bagus di Netflix?
Jamie tertawa terbahak-bahak, Tidak, Bukan
itu maksudku. Maksudku Kau dan aku dan
Cowboy di radius beberapa ratus mil di Cut-nShoot.
Cut-n-Shoot? Sarah bertanya dengan
keraguan pada suaranya.
Tempat ini dibuka 4 bulan lalu di jalan raya di
tepi danau Egret. Tempatnya benar-benar
ramai. Aku tidak bisa percaya akhirnya kita bisa
memiliki tempat untuk menari. Kau akan
menyukainya!
Aku tak yakin Randall akan mengizinkan aku

untuk pergi Sarah mengatakan dengan


keraguan di ujung suaranya.
Oh, Omong kosong Sarah. Jangan beri aku
sampah seperti itu. Jaime mengeluarkan suara
dengan nada kemarahan yang siap berperang.
pria itu tak punya rasa cemburu. Aku juga tak
yakin dia akan perduli jika kau pergi dan
mencium pria lain penuh di bibir. Dia bahkan
tidak akan menyadarinya.
Itu sangat tidak sopan Jaime Sarah
memperingatkan dengan lembut.
Serius, Bagaimana bisa kau mengatakan
padanya bahwa kau akan menikahinya? nada
Suara Jaime penuh frustasi.
Sarah terdiam Kami menghabiskan waktu
bersama, Dia baik dan Sopan.
Benarkah? Baik dan Sopan? Bagaimana
dengan, Dia memberikan krem pada twinkie-ku
dan yang harus aku lakukan hanya
memandangnya dan mulai mengeluarkan air liur?
itu yang membuat perahu sebuah hubungan
mengapung dan kurasa kau sudah

mengetahuinya saat ini.


Jaime-
Jangan coba-coba denganku. Aku tak ingin
membahas hal ini. Kau pernah menikahi seorang
pecundang-
Sarah memotong dengan tuduhan yang sama
Begitu juga denganmu-
Ya, tapi aku sudah belajar sesuatu dari hal itu
dan yang kau lakukan adalah sembunyi di
belakang seorang pria yang sangat
membosankan. Tuhan, Sarah, apakah dia
bahkan seorang heterosexual?
Tentu saja. Sarah tidak bisa mengontrol nada
jengkel dari suaranya.
Bagaimana dengan seks-nya? Jaime
menyerang balik.
Sarah diam saat dia mencerna pertanyaan itu.
Jaime menambahkan penekanan pada suaranya
"Jangan katakan padaku bahwa kau belum
pernah berhubungan seks dengannya Sarah!
Sialan, Apakah kau sudah berhubungan seks
dengannya?"

"Belum" Sarah mengakuinya,


"kenapa?"
"Dia seorang Gentleman"
"Dia seorang Homo." Jaime berargumen secara
langsung dan ringkas.
"Tidak, Dia bukan."
"Apakah dia berencana untuk datang kemari
dalam waktu dekat ini?"
"Yang aku tahu tidak" Sarah menjawab.
"Apakah kau sudah bicara dengannya sejak kau
tiba?"
"Ya, aku menelpon dia untuk memberitahu
bahwa aku tiba dengan selamat."
"Tuh kan , itu saja?"
"Dia SMS aku tiap hari."
"Ok. Terserah apa katamu saja. Aku akan
menjemputmu jam 8. Siap-siap. Dan aku
peringatkan kau sekarang, jika kau keluar
dengan pakaian guru yang membosankan, aku
akan membawamu kembali ke tempatku dan aku
sendiri yang akan memakaikanmu baju. Jadi
bersiap-siaplah."

"Apa yang kau pakai?" Sarah tak pernah tahu


apa yang bisa dia harapkan dari pilihan baju
Jaime.
Celana pendek Miss Me dan stocking Merah.
Atasan Camisol Putih.
Aku tidak memakai sepatu bot. Aku akan
memakai celana pendek, tapi west texas atau
bukan aku tak akan memakai sepatu bot. Sarah
dilahirkan dan dibesarkan di Texas dan dia
mencintai 200 acre miliknya, tetapi seorang
cowgirl, dia jelas bukan.
Apakah kau membawa sandal hak tinggi
bersamamu? Jaime bertanya
Ya Sarah menjawab.
Dengan kakimu? Itu akan berhasil.
***
John bersandar pada dinding di sudut gelap
ruang dansa yang gaduh dan mempelajari
tubuh-tubuh yang beputar di lantai dansa. Dia
memandang dengan mata bagai panah, kegelian
dan keirian kepada teman dan tetangganya, Raul
Vega, berdansa dengan istrinya yang kecil dan

berambut gelap di sekitar lantai yang ditaburi


oleh serbuk gergaji. Itu tidak berarti dia
menginginkan Elaina atau iri kepada Raul untuk
apa yang telah dia temukan pada istrinya.
Tetapi John tidak bisa berhenti berpikir jika saja
dia membuat pilihan yang lebih baik soal istri,
mungkin keadaan akan berbeda sekarang,
Mungkin dia tak akan begitu sinis tentang hidup
dan wanita pada khususnya. Mungkin jika saja
Monica tidak tidur dengan sahabatnya dan rekan
bisnisnya, bermaksud untuk mendapatkan semua
yang dia punya setelah John menuntut cerai,
mungkin dia akan terus melihat sisi baik dari
hidup. Dan fakta bahwa dia telah melakukan
perselingkuhan itu dengan sahabatnya. John
tahu pengalaman itu telah merubah dirinya tanpa
bisa dirubah lagi; dia menjadi kritikus yang kasar
dan menghakimi. Dia ibarat membangun pagar
antara dirinya dan pagar sekeliling
peternakannya. Dia suka isolasi penuh. Lebih
mudah seperti itu. Dia ragu itu akan pernah
berubah.

Dia melanjutkan dengan menonton pasangan


yang lain. Raul tidak tampak seperti penari akan
tetapi kau bisa tahu dari mata Elaina saat
melihatnya saat dia tertawa saat dia melakukan
gerakan dansa, melemparkannya menjauhinya
kemudian menariknya dekat kembali.
Lagu berakhir dan dia melihat pasangan yang
baru saja menikah keluar dari lantai dansa.
Elaina berjalan di depan, Raul berjalan di
belakangnya dengan tangannya berada di bahu
Elaina dengan sikap kekuasaan yang tidak satu
pria di dalam gedung ini yang tidak memahami
artinya. Ya, tidak perlu bertanya, tetangganya itu
sudah memiliki wanita ini. Dinikahi, ditiduri,
cincin dan 9 yards penuh.
John menonton dengan tercengang ketika
seorang cowboy mabuk membuat kesalahan
dengan memandang Elaina dan tanpa ragu
cowboy itu terpesona oleh wajah Elaina sehingga
dia tak bisa melihat Pria di belakang Elaina. Pria
mabuk itu berhenti di jalan yang akan dilalui
Elaina dan membuat sebuah gerakan pelan,

gerakan mabuk dengan meletakkan tangan


Elaina ke lengannya. John hampir tersedak oleh
birnya saat melihat wajah Raul yang lucu.
Mungkin itu tidak lucu bagi Raul, Tapi bagi John,
melihat dari samping, kejadian ini memiliki
kualitas berbeda. Seperti kilatan cahaya, tangan
Raul menarik tangan pria mabuk itu dan
memilintirkan ke belakang tubuhnya, John
berada terlalu jauh untuk mendengar apa yang
dikatakan, tetapi Raul sudah memasang
mukanya ke hadapan pria itu untuk beberapa
saat. John baru saja akan bergerak untuk
mencegah tetangganya di lempar keluar bar,
saat Elaina dengan lembut menggapai tangan
suaminya dan menggelengkan kepalanya, dia
berbalik dan berlalu, mungkin Raul tidak memiliki
pilihan kecuali mengikutinya. Dan tentu saja
Raul mengikutinya.
Dan tidak pernah gagal, setiap 6 minggu sekali,
Elaina akan meminta Raul untuk mengajaknya
berdansa, dan setiap kalinya murni
keberuntungan saja Raul tidak dilempar keluar

karena berkelahi. John melihat tetangganya itu


meninggalkan lantai dansa dan bercampur ke
dalam keramaian. Dia menghirup birnya saat
melanjutkan pandangannya mengelilingi bar, saat
dia memandang dari satu wanita ke wanita yang
lain. Memandang lalu melupakan, satu persatu.
Biasanya dia tidak terlalu pemilih, hanya
menginginkan teman tidur yang cepat. Tapi
malam ini, untuk satu alasan dia tidak perduli
untuk menganalisa, tidak satu wanita pun yang
tampak layak untuk ditiduri.
Saat semua wanita dan beberapa pria pemberani
berkumpul membuat barisan untuk berdansa, dia
meletakkan birnya dan berusaha untuk
menemukan seseorang yang akan membuat
libido tersembunyinya memperhatikan. Tetapi itu
tidak terjadi.
Saat seorang wanita mulai bergerak dalam
gerakan dansa kumpulan tubuh yang tampak
seperti berlatih, matanya memperhatikan
mereka. Ada wanita tinggi, pendek, payudara
besar, payudara kecil, dan segala ukuran

diantaranya. Dia tak bisa membuat pikirannya


fokus pada satu wanita, tapi dia melihat dengan
kekaguman seperti yang selalu dia lakukan saat
mereka bergerak dalam aksi yang singkron yang
hampir seperti koreografi.
Lantai dansa begitu penuh karena lagu yang
diputar adalah lagu terkenal dan dia hanya
melihat sedikit dan hanya beberapa wanita yang
berbeda sebelum mereka semua terlihat sama
dan mulai bergerak ke arah yang berlawanan.
Dia tidak dapat melihat sama sekali wajahwajah yang berada di tengah kerumunan.
Dia telah menyingkirkan setiap wanita yang
berada di luar parameter lantai dansa dan
berusaha sebaik mungkin untuk mengamati
dengan teliti kumpulan wanita yang berada di
tengah kemudian dia fokus pada satu wanita
secara khusus. Dia hampir saja meringis karena
wanita itu begitu menghayati apa yang sedang
dia lakukan.
Dia melihat gerakan canggung wanita itu
diantara lautan wanita yang telah sering

melakukan hal ini dan dia terpana sejenak


merasa simpati pada wanita itu.
Dia bukan pria yang bisa bersimpati dan
faktanya banyak emosi halus hilang dari dirinya
sama sekali.
Tetapi matanya tetap saja mendarat pada wanita
itu lagi dan lagi dalam rasa sayang yang sakit.
Dia akhirnya menyerah untuk terus menghindari
memandangnya dan mengamatinya secara
ekslusif. Saat dia terus mengawasinya, dia
pelan-pelan menyadari hal lain selain cara
menarinya yang tidak terkoordinasi.
Apa yang dia lihat pada tubuhnya begitu luar
biasa.
Dia masih belum bisa melihat wajahnya, tetapi
tiba-tiba, dia terlena oleh betapa indah kakinya.
Wanita itu menggunakan celana pendek
berwarna krem dengan renda di sekeliling tepian
celananya yang menekankan pahanya dengan
cara yang membuat perutnya mengencang. Jika
dibandingkan dengan wanita lain, celana
pendeknya paling sopan, menutupi pahanya

beberapa inchi lebih panjang dibandingkan


dengan wanita lain di sekitarnya yang pada
umumnya memakai rok mini atau celana super
pendek. Tetapi kebanyakan dari para wanita
menggunakan sepatu bot, ia tidak, sehingga efek
secara keseluruhan bagian kakinya terlihat lebih
banyak.
Dan John mengakui kepada dirinya sendiri
bahwa dia seorang pria pengagum kaki wanita.
Kaki-kaki yang indah itu lebih terlihat jelas
dengan sandal hak tinggi warna coklat terang.
sandal seperti itu banyak dipakai para wanita
dewasa ini, jenis sandal berhak tebal yang
membuat mereka lebih tinggi satu atau dua inci,
dan sandal itulah yang tanpa ragu menjadi
alasan kenapa ia tidak bisa berdansa sebaik
wanita yang menggunakan sepatu bot.
sandal itu mungkin saja tidak baik untuk
digunakan berdansa, tetapi apa yang
dilakukannya pada kaki wanita itu benar-benar
luar biasa. Betisnya begitu menonjol sehingga
pola ototnya dan bentuknya tidak mungkin tidak

terlihat, lututnya benar-benar sexy dan pahanya


mulus dan lembut.
Saat dia fokus pada kaki indah itu, gairah
menjalar melalui tubuhnya dan otaknya berada
pada kesiagaan penuh saat gairah membakar
menjalar ke tulang belakangnya.
Ini dia yang dia cari. Ini wanitanya.
Jika kecantikan wajah wanita itu hanya bernilai 8
dari yang dia bisa lihat, dia akan bisa
mendapatkan kaki indah itu membelitnya dalam
beberapa jam ke depan. Dia sudah tahu blowjob
akan menyusul kemudian. Setelah itu. Yang
dapat dia pikirkan dia mendorong penisnya
diantara dua kakinya yang mengangkang dan
menghentakkannya diantara pahanya yang
lembut itu.
Ya, dia akan membutuhkan itu beberapa kali
sebelum dia bisa cukup bisa menghilangkan
tekanan hingga dia bisa berbaring dan
membiarkan wanita ini medapatkannya di dalam
mulutnya.
Tonjolan di dalam jeansnya bahkan terus

membengkak pada pikiran menggairahkan itu.


Saat tarian berakhir, dia tidak membiarkan
wanita itu lepas dari pandangannya, dan saat
kerumunan orang mulai bubar, dia melihat wanita
lain dengan tertawa berjalan menuju wanita itu
dan memeluk pinggangnya lalu keluar dari lantai
dansa.
Mereka bersama berjalan menuju bar dan secara
umum ke arah di mana kini dia berdiri, dan untuk
pertama kalinya dia bisa melihat wajah wanita itu
dengan jelas.
Perasaan terkejut tiba-tiba yang begitu tajam
menimpa John yang kemudian diikuti oleh rasa
marah, dia menggeretakkan giginya begitu keras
dia merasakan sakit di rahangnya. Dia berbalik
dan melemparkan birnya di counter di
belakangnya.
Frustasi dan marah menyentak ke dalam aliran
darahnya. John tak bisa percaya wanita ini
secara seksual menghalangi dia untuk kedua
kalinya.
Matanya tetap fokus pada wanita ini saat

gelombang kebencian dan emosi membakar


tubuhnya. Saat ia dan teman wanitanya berjalan
menuju bar untuk memesan minuman sekitar 20
kaki darinya, matanya bergerak dengan cepat
kepada John dan dengan cepat ia lalu
mengalihkan pandangannya dengan kekagetan,
panik, dan penolakkan. John tak tahu emosi
mana yang dia lihat pada mata wanita ini dan dia
tidak terlalu perduli.
Terganggu atas pengekangan dirinya membuat
dia tak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan
secara cepat membuatnya mendidih. Dia ingin
mengeluarkan kemarahan dari wanita ini, sangat
ingin.
Saat ini, dari pandangan terhadap sekelilingnya,
John melihat wanita berambut merah yang
pernah dia tiduri sebelumnya dan selalu
mengejar-ngejarnya, mendendap-endap ke
sampingnya. John tidak membuang waktu dan
dengan kesal, John meraihnya dan menariknya
dengan lengannya dan membawanya
kepelukannya. John tak tahu apa yang dia coba

buktikan. Dia tidak mencoba untuk


menganalisanya. Saat dada mereka bertemu,
wanita itu melihat kedalam matanya, akan tetapi
John melewati matanya untuk melihat ke mata
wanita yang telah mengacaukan otaknya selama
lima hari terakhir ini dan yang saat ini terangterangan memandangnya dengan penghinaan.
Dengan pengamatan terakhir di dalam kepalanya
bahwa Sarah McAlister mengalihkan pandangan
darinya dengan jijik, dia menundukkan kepalanya
dan Mencium bibir wanita berambut merah, yang
namanya tak dapat dia ingat untuk sementara
ini.
Wanita ini terasa pengap dan bau minyak wangi
yang menyengat, saat John menciumnya dia
merasa ereksinya menyusut dan mati.
Mengetahui bahwa wanita berambut merah ini
pernah tidur dengannya menimbulkan keluhan
yang kuat pada sarah, dan John menorehkan
alasan lain untuk marah padanya.
Dia mendorong wanita berambut merah,
mengatakan kepada bartender untuk

memasukkan tagihan wanita berambut merah


pada tagihannya, dan dia berbalik lalu berlalu
darinya tanpa mengucapkan sepatah katapun,
hanya ingin segera pergi dari tempat ini.
John berjalan menuju toilet pria, mondar-mandir
di lantai beberapa kali, berhenti dan buang air
kecil dan saat dia mencuci tangan ide yang
mengganggu untuk pergi dan pulang sendiran
digantikan oleh keinginan mendesak yang tibatiba untuk mengkonfrontasi Sarah.
Kenapa ia pergi ke kota jika benar ia mempunyai
tunangan? Apakah ia tak menyadari ia berada di
tempat mencari pasangan terbesar di wilayah
ini? Apakah ia berbohong padanya sehingga ia
bisa pergi darinya dengan lebih cepat? Karena
itu benar-benar berhasil. Setelah ia mengatakan
bahwa ia sudah bertunangan, John berbalik, naik
ke truknya dan mengendarainya tanpa
mengucapkan apapun.
Dia tidak akan meniduri wanita yang sudah jadi
milik pria lain.
Tapi sialan, pertunangan bukan pernikahan. Ini

bukan perzinahan. Bukan berarti dia seorang


yang religius;karena dia bukan pria yang religius.
Tetapi dia memiliki moral. Dan itu semua adalah
hal yang tidak dapat diperdebatkan karena
wanita ini mungkin saja bohong.
Sejak kapan seorang wanita berbohong hanya
untuk menjauh darinya? Sejak kapan seorang
wanita ingin menjauh darinya?
Kemarahan membara menjadi mendidih, dia
keluar dari toilet pria, dan menemukan Steven,
pemilik Honky Tonk, dan dengan kasar
memanggil untuk meminta bantuan.
Steven duduk di pojok gelap dengan seorang
wanita dipelukannya. John tidak membuang
waktu dengan kalimat basa-basi. "Aku ingin
meminjam kantormu sebentar."
Steven memandangnya dengan aneh dan beralih
pada wanita yang sedang bersamanya "Beri
kami waktu sebentar, sayang"
Wanita itu terlihat tersinggung, tetapi dengan
cepat dia beranjak dari tempatnya dan steven
mengembalikan perhatiannya pada John. "Kau

berniat untuk melakukan sesuatu yang nakal di


kantorku?"
John menyempitkan matanya kepada nada suara
pria ini "Butuh privasi untuk beberapa menit.
Dengan jumlah uang yang kau pinjam dariku.
Kupikir kau juga tak akan keberatan jika aku
melakukan orgy di dalam sana."
Ekspresi Steven menjadi kosong sampai akhirnya
ia pelan-pelan tersenyum. "Aku paham
maksudmu." Ia merogoh ke dalam sakunya dan
melemparkan satu set kunci ke arah John.
John meraihnya, menangkap kunci di udara dan
mengantonginya. Dia berbalik dan meninggalkan
steven dan mulai melihat sekeliling ke arah
buruannya.
Waktunya begitu tepat.
Dia melihat sarah melangkah di atas hak
sandalnya itu ketika dia meninggalkan temannya
yang sedang mengobrol dengan pria di bar dan
sarah menuju toilet wanita. Kantor steven berada
di lorong gelap yang sama, jadi john menunggu
Sarah sampai sarah pergi ke restroom dan dia

lalu mengikutinya, berhenti di depan kantor dan


membuka kuncinya.
***
Pikiran Sarah kacau saat dia mengambil waktu
sebanyak yang dia butuhkan di toilet wanita. Dia
tak bisa menyebut ini lounge karena ruangannya
kecil sekitar 3 meja dan 3 westafel berkumpul
menjadi satu ruangan segi empat.
Tetapi ruangan ini bersih tanpa cela dan dia
bersandar pada westafel dengan tangan yang
gemetar.
Apa yang aneh?
Apa yang aneh bahwa dia melihat pria sama
yang dia jumpai di pom bensin dan pria ini
menyebabkan perasaan yang sama padanya
seperti sebelumnya.
Dia mengakui bahwa dia merasa kegairahan
membara ke dalam tubuhnya. Gairah yang tidak
diinginkan dibalut oleh getaran ketakutan.
Percakapan beberapa waktu lalu datang ke
dalam memori. Jenis pria yang akan memberikan
krim pada twinkie-nya, dan hanya dengan satu

pandangan, air liurnya keluar.


Saat dia mengakui pada dirinya bahwa ia adalah
pria yang memiliki kemampuan untuk melakukan
persis seperti itu, dia juga mengakui bahwa
emosi lain berlari ke dalam aliran darahnya.
Takut. Dia mengenali rasa takut yang dia
rasakan. Rasa takut yang mengatakan bahwa dia
akan menjadi tipe pria yang menang. Tipe pria
yang tidak bisa dia tolak dan akan menyakitinya
pada akhirnya.
Sialan.
Dia menggangkat kepalanya. Apa yang dia
inginkan saat ini hanya menjauh darinya.
Ya, tentu saja, dia coba meyakinkan dirinya. Dia
seharusnya menjauh darinya. Dia sangat hatihati, sangat penuh dengan logika mengetahui
bahwa dia harus menjauh darinya. Dia suka
dengan apa yang dia miliki dengan Randall.
Randall aman. Kenangan dari mantan suaminya
yang selingkuh darinya saat dia mengandung
anak mereka, dan dia benar-benar merasakan
bahwa saat dia ditinggalkan dengan kejam

benar-benar memusnahkan dirinya, pikiran itu


menjalar di otaknya. Dia tak bisa makan atau
tidur dan apakah hal itu ada hubungannya atau
tidak dengan kegugurannya, dia tidak tahu.
Tetapi dia mencintai bayi itu, melebihi dari hidup
itu sendiri. Sebenarnya, dia melupakan Greg
jauh sebelum dia kehilangan bayinya. Mungkin
dia belum bisa menerima ini.
Dan sekarang dia disini, bersembunyi di
restroom, mencoba untuk tetap menjauh dari
pria yang membuat dia memiliki perasaan yang
lebih kuat dari yang pernah diberikan oleh
mantan suaminya dulu saat pertama kali dia
bertemu dengan Greg.
Pria ini, John, memancarkan sesuatu yang dia
tak bisa jelaskan, tapi dia mengerti ini sesuatu
yang elemental di jiwanya yang membuat dia
meresponnya, cara mata John memandangnya
seperti dia sudah menjadi miliknya. Tak
diragukan lagi apa pun dalam pikirannya pria ini
belum bisa melupakan pertemuan mereka di pom
bensin waktu itu.

Kenangan John meraih dan mencium wanita lain


di depan matanya, tindakan seksual seperti itu
masih meninggalkan sedikit kemuakkan dalam
dirinya.
Kecemburuan.
Oh tuhan. Dia cemburu. Emosi hitam dan hijau
memukul perutnya dan akhirnya dia mengerti apa
yang dia rasakan saat John mencium wanita lain.
Tapi dia tidak bisa cemburu. Dia tak akan
membiarkan dirinya merasa cemburu. Dia sudah
bertunangan dengan Randall. John tak punya arti
apa apa untuk dirinya.
Bayangan John meraih wanita itu kedalam
pelukannya berteriak kedalam dirinya. Tapi tidak
dipungkiri ia melihat Sarah lewat matanya saat
dia menarik wanita itu kedalam pelukannya.
Melihat Sarah tepat di matanya dan memberikan
dia pandangan intens yang diisi dengan sesuatu
yang terlihat seperti pembalasan. John juga
mendorong wanita itu lalu berbalik dan pergi,
meninggalkan wanita malang itu sendiri. Bagi
pria ini hal itu merupakan perbuatan yang

berbicara. Dia melakukan itu untuk menghukum


sarah karena bertunangan dengan pria lain. John
berpaling ke wanita lain dengan tujuan untuk
menunjukkan kepadanya apa yang ia rasakan,
untuk memperlihatkan di depan wajahnya bahwa
Sarah memiliki semuanya tetapi
mengecewakannya dan dia bisa mendapatkan
wanita lain. Mudah. Tapi kemudian - dia tidak
melanjutkan. John meninggalkan wanita lain itu
berdiri sendiri lalu berpaling dan berlalu dari
mereka berdua. Tapi tetap saja, sarah tahu John
dan wanita itu memiliki masa lalu. John terikat
masa lalu dengan jutaan wanita yang berbeda.
Tetapi dia begitu bodoh jika dia akan menjadi
salah satu dari mereka.
Terima kasih Tuhan dia telah pergi.
Sekarang apa yang harus dia lakukan adalah
mencoba meyakinkan Jaime untuk melakukan hal
yang sama sebelum rasa pusing dan picik di
belakang batok kepalanya berkembang menjadi
sesuatu yang lebih nyata.
Dengan pemikiran seperti itu dalam pikirannya,

dia meninggalkan toilet dan mulai berjalan


melewati koridor gelap menuju area utama dari
dancehall. Dia belum mencapai sepuluh langkah
saat pergelangan tangannya ditarik oleh
cengkraman yang kuat dan kasar dan dia ditarik
ke dalam ruangan yang bahkan dia tidak sadari
ada, lalu pintu dibanting tertutup, dia terjebak di
dalam. Ruangan ini remang-remang, hanya
sedikit cahaya, cahaya lembut dari lampu meja
yang meniadakan interior gelap dalam ruangan.
punggungnya mendarat pada pintu yang tertutup,
dan tangan maskulin yang keras membekap
mulutnya dan menyumbat teriakannya yang
mencoba untuk meninggalkan tenggorokannya.
Rasa takut yang nyata melanda dirinya dan
membuat denyut nadinya berdetak sangat cepat
dan keras hingga ia tak dapat berkonsentrasi
untuk bernafas melalui hidungnya. Pikirannya
mengembara darinya seperti mimpi buruk
sedang menimpanya dari segala arah.
Kebutuhan untuk melawan dan saat matanya
melebar dalam ketakutan, dia mulai bergumul

melawan pria yang sekarang menahannya.


John mengontrolnya dengan mudah,
mendominasi seutuhnya, dan dengan satu
hentakan sarah merasakan nafas panas pria ini
ditelinganya. Sarah.
Dia mengenali suara ini dengan mudah dan
tiba-tiba dia langsung terdiam kaget. Terlebih
dia merasa takjub karena dia pikir pria ini sudah
pergi meninggalkan tempat ini. Perasaan begitu
lega menghampirinya bahwa pria ini tak akan
menyakitinya secara brutal. Setidaknya, dia tidak
berpikir bahwa dia akan disakiti. Kemudian dia
merasa seribu kupu-kupu berada di perutnya
saat dia menyadari bahwa otot pria inilah yang
sekarang mengepungnya. Tangan pria ini tetap
membekap mulutnya, tetapi kini John
mengangkat kepalanya dari sisi rambutnya
dimana dia telah menyebutkan namanya,
sekarang pria ini memandang ke wajahnya.
Mata pria ini lalu berklau padanya dan dia dapat
melihat di matanya ada nyala api yang
mematikan. Makna seksual dari momen ini

menimpa dirinya, tindakan agresif yang


mendominasinya benar-benar telah
menelanjanginya, konotasi primitif yang
melumpuhkannya dan menyebabkan dia tidak
berdaya.
Engkau aman. Aku hanya ingin bicara
denganmu. Suaranya tegas, rahangnya terjepit,
dan dia menelan ludah dengan dalam dan
mampu membuat sarah menggangguk kecil.
Detak jantung Sarah berdetak kencang di
dadanya, dia bernafas dengan berat lewat
hidungnya, dan rangsangan yang tak bisa dia
pungkiri terjalin dengan rasa takut dan panik
bergerak dengan cepat di tulang belakangnya.
John tetap meletakkan tangannya di mulutnya,
mengambil waktu untuk melepaskannya saat dia
menekan tubuhnya ke tubuh Sarah dan
mempererat genggaman tangan satunya di
pergelangan tangan sarah. Mata Sarah menyala
dan dia tahu John pasti melihat ketakutan dan
pertanyaan di matanya.
Aku akan melepaskan tanganku sekarang.

Jangan berteriak. Kata-katanya berat,


beresonansi dalam di ruangan yang kecil ini.
Sarah menelan ludah dan tetap diam.
John pelan-pelan melepaskan tangannya dari
mulut Sarah tetapi tetap memegang pergelangan
tangannya dengan genggaman yang kuat.
Telapak tangannya meninggalkan mulut Sarah
dan berpindah ke pipinya, lalu ke kulit kepalanya
saat jari-jarinya terbenam ke dalam helaian
rambutnya dan tetap menjaga jebakannya.
Pembicaraan yang ingin dia lakukan dengan
Sarah pastinya bukan tujuan utama, karena saat
ini matanya mendarat di bibirnya, Sarah merasa
getaran erangan di dada John lalu john
menurunkan mulutnya lebih rendah menuju
mulutnya.
Ciuman tidak dimulai dengan pelan. Tidak ada
bujukan yang lembut atau eksplorasi pelan bibir
John terhadap bibirnya, Mulut John menutupi
mulutnya secara cepat dan lidahnya mendorong
masuk kedalam dan untuk beberapa detik Sarah
di timpa oleh hampir semua rasa panas dan

kelegaan yang mungkin dia rasakan seumur


hidupnya.
Rasa panas yang dia pahami sebagai seksual,
kelegaan yang tidak dia mengerti sama sekali.
Pikiran itu dengan cepat diikuti oleh bayangan
wanita berambut merah yang berada di pelukan
John kurang dari satu jam yang lalu.
Sarah mulai bergumul melawannya saat
bayangan itu berjalan menuju otaknya, dan dia
menyarangkan satu tangan bebasnya ke antara
mereka dan mendorong sekuat yang dia bisa.
Sarah tidak bisa mendapatkan cukup jarak untuk
bisa menjauhkannya, tapi kemudian Sarah
memutar kepalanya dan terbebas dari mulutnya.
John menarik wajah Sarah kembali kepadanya
sampai pandangan mereka bertemu, keduanya
mengambil nafas, jarinya menekan kedalam
tubuhnya, rahangnya mengeras dan kepalanya
merendah seperti dia akan kembali untuk
mendapatkan lebih.
Jangan berani-berani untuk menciumku dengan
rasa wanita itu yang masih ada di mulutmu!

Sarah mengumpat dengan nafas terengahengah mencari oksigen.


John melingkarkan tangannya di kedua
pergelangan tangan sarah dan mengangkatnya
ke atas kepalanya, memindahkan keduanya ke
satu tangan kuatnya lalu dia menekankan
tubuhnya ke tubuh Sarah. John mengangkat
dagu Sarah beberapa derajat lagi lalu
memandang kepadanya.
Coba lagi, Sayang. Dia mengatakannya dengan
menghina, Dia mengambil nafas dengan
terengah-engah dan Sarah merasa John
menegang menempel di perutnya saat dia
melanjutkan dengan kasar. Cobalah untuk
bermain-main denganku karena kau telah
memiliki pria lain, dia yang menjadi
tunanganmu. Kemarahan menghiasi ekspresinya
saat mulutnya menegang.
Nafas Sarah menyentak dan dengan realisasi
yang menggeram kepadanya, dia tahu John
benar. Dia tak berpikir sedikitpun soal Randall,
Semua yang dia pikirkan hanya wanita yang tadi

John cium.
Sarah melihat dengan kemarahan dan rasa malu,
dan terbakar, mata kehinaan, memandang
kepadanya dan tetap diam.
John memandangnya dengan seksama,
mendorongnya, menahannya menuju pintu.
Apakah kau berbohong kepadaku? John
bertanya dengan marah, suara yang kasar.
Sarah menghembuskan nafas dangkal saat daya
tarik yang tak diinginkan praktis telah
menelannya secara utuh. Pikirannya sesak oleh
sentuhan John sehingga dia sulit untuk
memahami pertanyaannya. Dia harus
berkonsentrasi Soal apa?
Tangan John meninggalkan dagunya dan dengan
sentakkan sarah terhadap lengannya, John
menarik tangan kiri sarah ke bawah dan
meletakkan di depan wajahnya. Kau tidak
memakai cincin. Suaranya lebih dari sekadar
menggeram.
Pukulan lain menghantam kegelisahan Sarah,
dan benar-benar malu bahwa John bisa

menimbulkan kemarahan dan kelaparan seksual


dalam dirinya, dia tidak menjawab John dengan
cukup cepat.
Tangan yang menggenggam pergelangan
tangannya mengencang dan dagunya menjulur
ke depan Engkau berbohong padaku, Kau tidak
memakai cincin, kau tidak bertunangan.
Sarah menjilat bibirnya dan memaksa pikirannya
untuk mengingat pria yang berada 400 mil
jauhnya atau bahkan lebih jauh dari pikirannya.
Sarah mendorong kata-kata keluar dari
tenggorokannya yang menyempit. Aku tidak
bohong, Kami baru saja bertunangan, Cincin
sedang diukur
Dimana dia? John meminta jawaban seperti dia
punya hak untuk tahu.
Dallas.
Dia tinggal di sana? John bertanya dengan
kasar.
Ya Sarah menolak untuk memberikan John
informasi lebih dari sekedar informasi umum
yang dia tanyakan.

Lubang hidungnya melebar dan matanya


menajam kepadanya dan tidak melepaskan
cengkramannya Kau harus membatalkannya.
Terkaget dengan kelancangannya, mata Sarah
melebar dan sarah mengeluarkan desahan
penolakan dalam desisan nafasnya Tidak.
Ya John memaksa dengan kemarahan yang
mengurung mulutnya dan dia memamerkan
giginya nyaris tidak bisa menahan diri. Sarah
bisa merasakan suasana hati John turun ke
tingkat yang terus bisa berubah-ubah.
Kau Gila, Sarah terengah-engah.
Bukan aku yang gila. Dengan kekuatan yang
seharusnya menakutkan buat Sarah tetapi justru
memberikan efek yang berlawanan, John
menangkap tangannya dan meletakkan di atas
kepalanya, seperti tadi yang dia lakukan
sebelumnya. Dengan satu tangan yang bebas,
John awalnya menyentuh tenggorokkannya,
menekan pipa kerongkongannya dengan
ancaman seksual yang tidak terucapkan seperti
gairahnya, matanya menahan mata Sarah. Lalu

John meluncurkan telapak tangannya ke bawah,


perlahan-lahan, diantara kedua payudaranya,
kebawah menuju perutnya, dan akhirnya diantara
pahanya dimana dia menangkup bagian panas
Sarah dengan keberanian dan kesombongan
yang membuat Sarah mendesah dengan
kencang.
Sarah baru saja berhasil untuk tetap bernafas
agar tidak jatuh pingsan. Kekagetan, intimasi
dan godaan yang dia rasakan, membuat dia
seutuhnya kehilangan kendali.
Kepala John bergerak menuju telinga Sarah,
Sarah merasakan John menarik nafas seperti dia
bernafas dengan aromanya. Bibirnya menyentuh
telinganya saat dia bicara dengan panasnya
hasutan ancaman seksual. Aku tidak gila. Kau
sudah basah untukku, Sayang. Jika satu detik
saja kau berpikir aku akan membiarkan pria di
Dallas mendikteku, maka kau gila Telapak
tangannya menekan dengan keras di bagian
yang tepat dan kedua mata Sarah menutup saat
dia merasakan sensasi yang lebih kuat dari yang

pernah dia rasakan sebelumnya menyerbu ke


dalam dirinya.
Sarah berjuang untuk tetap berdiri dan tidak
terkulai ke tubuh John saat John terus
merabanya. Berkata dengan desisan yang
bergetar, Gairah yang aku rasakan ini adalah
untukku. Kau ingin aku menidurimu sebesar
inginku menidurimu. Jika tidak kau tak akan
marah saat aku mencium siapa nama wanita tadi,
dan celana dalammu tak akan begitu basah
sampai aku bisa mencium aromanya.
Sarah merasakan hentakkan dikepalanya, kuat,
tajam, kebutuhan seksual mengambil alih
tubuhnya dan mencoba untuk mengontrol
pikirannya. Sarah bisa merasakan ereksinya
menekan perutnya, tapi dampak dari kata-kata
John yang mengundang birahi memiliki efek
ganda pada dirinya.
Sarah menerima pesan primitif darinya sebanyak
kebutuhan pengingat untuk tetap menjauhi John.
Dia mengambil nafas dan tenggorokannya
menutup saat dia meluluhkan kekagetan saat dia

disebut ingin tidur dengannya. Dalam jarak yang


cepat, dia membandingkan kata-kata John
dengan sikap dari beberapa pria berbeda yang
pernah dia kencani selama dia tinggal di Dallas.
Dallas benar-benar sangat mutakhir, Kota
budaya dan dia telah banyak keluar untuk makan
malam, candlelight yang lembut dan pria yang
bisa bersikap seperti gentleman, begitu kontras
dengan pria ini yang sekarang menangkapnya
dan mengatakan padanya dia telah membuat
celananya basah.
Oh, Tidak diragukan lagi dia seorang badboy
yang terkenal, dan seperti seseorang yang
pernah dia temui dulu dalam hidupnya, Mantan
suaminya bukan ada apa-apanya jika dibanding
dengan agresi berbahaya yang nyaris liar yang
dimiliki John. Kepribadian John, sikapnya, walau
pun di atas segalanya, memiliki paksaan yang
meyakinkan yang merupakan perjuangan untuk
bertahan.
Tapi bertahan, itu yang Sarah akan lakukan.
Sarah memutar pergelangan tangannya untuk

bebas dan mendorong lengannya lalu tersandung


beberapa kaki saat otaknya, setidaknya
beberapa saat, menang melawan tubuhnya lalu
dia bergerak menjauhi John ke dalam ruangan
saat dia berusaha untuk mengontrol tungkai
kakinya yang sedikit gemetar.
Pelan-pelan Sarah kembali menatapnya dan
saat John melangkah maju untuk
mengancamnya, Sarah mengangkat tangannya
untuk menepisnya Menjauh dariku.
John pelan-pelan berhenti, memandangnya
beberapa detik lalu mundur ke arah pintu yang
tertutup, bersandar dan melipat lengan di
dadanya.
Sarah mengambil nafas panjang ke dalam paruparunya dan untuk sementara merasa lega
bahwa John telah memberikannya waktu jeda ini
dan tidak lagi maju mendekatinya.
Sarah bangkit berdiri dan memaksa
tenggorokkannya untuk bekerja, Aku ingin kau
meninggalkanku sendirian.
Tidak, kau tidak menginginkan itu. John

menegaskan secara cepat.


Sarah merasa matanya menyala saat sedikit
perasaan panik melandanya, Tentu saja pria ini
sudah menyerah, ia menyerah kan? Ia harus
menyerah. Aku sudah bertunangan dengan pria
lain, Aku tak ingin berkencan denganmu - aku
tidak ingin tidur denganmu. Sarah menyatakan
dengan kata-kata yang tegas.
John membantah dengan segera Kau ingin tidur
denganku.
Sarah menggerakkan tangannya membelah
udara Aku tidak akan tidur denganmu!
Wajah John berubah dengan seringai
kesombongan sehingga matanya berkerut
dengan cara yang sangat menarik.Itu Dia
sayang-
Sarah memutusnya dengan kemarahan. Jangan.
Panggil. Aku. Sayang.
Aku memanggil semua orang sayang, John
mengatakan dengan nada santai yang bagi
Sarah tidak santai sama sekali.
Aku bukan semua orang. Sarah

mengatakannya lewat giginya yang gemetar.


Sekarang kita tiba di suatu tempat. John
menaikkan satu alis matanya yang gelap dan
kejam lalu berhenti sebentar sebelum
melanjutkan, Kau ingin tidur denganku, hanya
saja kau tidak mengizinkan dirimu untuk
melakukannya. Dan kau ingin aku memanggilmu
dengan panggilan spesial, panggilan yang hanya
untuk dirimu.
Itu omong kosong, Sarah membantah dengan
datar.
Betulkah?
Ya
Terserah apa katamu, dream-girl
Gigi sarah gemetar saat John melakukan
gerakan baru di atas kepalanya untuk
menunjukkan kasih sayangnya. Aku bukan
dream-girlmu dan jangan coba-coba untuk
menghina kecerdasanku dengan menyindirku
lewat omong kosong seperti itu.
Kau tidak berpikir bahwa aku benar-benar
memimpikanmu?

Tidak. Aku tidak.


Sekarang hal itu menyakiti perasaanku, kau
tidak percaya kata-kataku. John memandang
Sarah dari atas ke bawah, sikapnya berubah
dengan jelas. Dengan jarak diantara mereka,
kemarahan John tampak berkurang dan walau
masih tetap memaksa seperti sebelumnya,
kepribadiannya berubah sekarang hampir seperti
menggoda. Ini kombinasi yang berbahaya untuk
pertahanan Sarah yang lemah, dan Sarah
mendapati dirinya mempercayainya walau
sedikit. Mata John menyapu kakinya dan
dadanya sebelum kembali naik ke wajahnya.
Setuju, mereka semua sudah basah, tapi-.
Suara John tertahan saat dia menunggu
reaksinya.
Butuh beberapa saat agar kata-kata itu
meresap, tapi saat itu terjadi, punggung Sarah
mengeras Menjauh dari pintu. Aku akan keluar.
Kembali ke tunanganmu siapa namanya? katakata John benar-benar mencemooh.
Nama tunanganku Randall Sarah

mengatakannya dengan keyakinan yang pelanpelan mulai ragu.


Aku paham. Kau siap untuk diperebutkan.
Dosis kebencian lain bertambah dari mata John.
Kau akan berusaha untuk setia, karena kau pikir
kau miliknya.
Aku memang miliknya. Sarah mencoba untuk
berjalan pelan-pelan menuju pintu yang
dihadang oleh John. Kemarahannya bertambah
seperti juga kemarahan John. Dan Jika pun aku
bukan miliknya, Aku tidak akan pernah menjadi
milikmu.
Tangan John meraih dan merenggut pergelangan
tangannya dan menahannya dengan erat,
renggutan yang mengontrol. Jangan pernah
menantang aku seperti itu dream-girl! Ibu
jarinya bergerak melingkar di atas kulit
pergelangan tangan Sarah dan mulai menekan
pada titik nadinya dan air muka John menjadi
gelap saat matanya turun menyapu tubuhnya.
Aku bisa mengatakan satu hal padamu. Jika
kau milikku, kau akan sangat paham untuk tidak

akan meninggalkan rumah dengan menggunakan


pakaian seperti ini. Mata John fokus pada
kakinya.
Tidak? dia melemparkan kata itu keluar dari
mulutnya dengan nada menantang dan dia
mengeraskan sikunya dan menggunakan semua
kekuatan yang bisa dia kumpulkan untuk
membuat jarak di antara tubuh mereka.
Tidak akan ada kesempatan untuk itu. Suara
John dalam dan dibalut dengan kesombongan
bawaan lahirnya.
Sarah mengangkat wajahnya untuk
memandangnya dan mengatakan kepadanya.
Aku berpakaian sesukaku seperti yang aku mau
dan bukan kau atau orang lain yang akan
mengaturku.
Sarah menemui pandangannya dengan berani
saat tangan John tetap melilit pergelangan
tangannya dengan penguasaan yang erat. Kau
ingin aku membiarkanmu keluar dari ruangan ini
atau tidak? John bertanya dengan suara yang
menggertak.

Ya!. Sarah berteriak.


Kalau begitu berhenti mendorong aku untuk
melakukan sesuatu yang akan kita berdua
sesali. John membuka pintu dengan satu
gerakan pergelangan tangannya. Pergi, saat
aku masih punya pikiran untuk membiarkanmu
pergi.
Sarah memandangnya beberapa detik sebelum
dia menyadari John telah melepaskan
pergelangan tangannya. Tubuhnya masih lumpuh
sementara otaknya mencoba untuk
memperhitungkan bahwa John akan
membiarkannya pergi sementara dia memandang
John. Matanya begitu coklat. dalam dan coklat
gelap. Detak jantung Sarah begitu kencang di
dalam pembuluh darahnya saat dia bertanyatanya, melawan keinginannya, apakah dia akan
melihat John lagi.
Sarah merekam wajahnya dengan cepat, lalu dia
berpaling dan berjalan keluar dari ruangan ini
dengan semua penguasaan diri yang bisa dia
kumpulkan.

***
John memukulkan dahinya ke pintu yang tertutup
dan menahan erangan. Satu ciuman. Satu
ciuman sialan saja adalah semua yang dia
dapatkan sebelum dia pergi. Kejengkelan
melanda tulang belakangnya. Jika sebelum
malam ini dia begitu menginginkan Sarah, maka
saat ini keinginan itu semakin besar.
Memikirkan tentang kakinya. Kenangan pada
caranya menari yang canggung akan tetapi
benar-benar tarian yang menarik. Mulut yang
manis dan basah itu, gairah lembut yang dia
berikan dengan sangat mudah.
Ini terlalu banyak. Dia memukulkan kepalanya
sekali lagi dan mengeluarkan erangan yang
dalam dan frustasi. Jika kemarin dia begitu
tersiksa dengan tidak melacaknya sejak
pertemuan pertama itu, saat ini hal itu menjadi
hampir tidak mungkin lagi.
John tahu dia tidak akan bisa untuk
menghentikan dirinya kali ini. Dia harus bertemu
dengannya lagi. Wanita ini tidak akan bisa terus

membantah adanya ketertarikan yang membara


liar diantara mereka.
John tidak bisa membantahnya.
Dan Dia begitu bodoh jika dia membiarkan
wanita ini berlalu begitu saja darinya.
Bab 3
Tiga hari kemudian, Sarah masuk melewati
pagar besi tempa yang dibatasi oleh tiang batu
tinggi yang merupakan pintu gerbang peternakan
Philip Johnson Garret. Semua di sekelilingnya
saat ini meneriakkan uang dan dalam jumlah
yang banyak.
Tanah lapang yang segar dan hijau serta jalan
pribadi berkelok-kelok mulai dari pintu gerbang
merupakan jalan aspal, sangat berbeda dengan
jalan tanah merah di 200 hektar miliknya. Situasi
yang sangat berbeda dengannya ini cukup
mencolok. Rute biasanya untuk sampai ke rumah
adalah pagar tua yang sudah dimakan cuaca dan
usia. Kakeknya yang membuatnya sendiri.
Kakeknya menggunakan pohon Mesquite untuk

tiang pagar dan kawat berduri yang sudah


berkarat dan longgar karena sudah begitu lama
berada di sana. Pagar besi tempa hitam yang
digunakan di sini merupakan perbedaan
mencolok dari apa yang biasa dia lihat setiap
harinya.
Saat dia pelan-pelan masuk ke pekarangan
depan rumah dengan jalur yang melingkar,
Sarah menarik nafas panjang dan mematikan
mesin mobilnya. Dia belum bicara langsung
dengan pria ini, hanya kepada pembantu rumah
tangganya saat dia menelphone dan hendak
membuat janji.
Sarah memandang kayu dan tugu batu yang
merupakan rumah pria ini, dan diam-diam dia
berdoa pria ini semurah hati seperti yang orang
ceritakan padanya.
Dia menarik nafas dalam, mengambil tasnya, dan
siap-siap menempatkan hatinya ke jalur yang
dia yakini benar.
***
John mengencangkan busi mobil jeep tuanya

dan meraih lap untuk membersihkan minyak


pelumas dari tangannya sebelum dia
mengangkat teleponnya.
Apa? John menjawab dengan nada suara
kasar.
Wanita dari sekolah itu sudah datang.
Pembantu rumah tangganya, Beth Reynolds,
menjawab. John tahu ia terbiasa mengabaikan
nada kasar pada suaranya.
Wanita apa?
Aku memberitahumu tentang dia kemarin. Dia
memohon untuk membuat janji. Ia
mengingatkan John.
Sekolah Duluth? kebingungan membuat alisnya
berkerut. Dia baru saja mengunjungi sekolah itu
minggu kemarin. Apa lagi yang mereka inginkan
dalam waktu sesingkat ini?
Bukan. Top Hill. Beth menjawabnya.
Hanya dengan mendengar nama kota sialan itu
saja rasa Frustasi menghantamnya. John tidak
ingin pengingat apapun saat ini. Dia
mengertakkan giginya. Usir dia.

Tidak Pak, Aku tidak akan, Beth Menjawab


dengan tegas. Kau saja yang usir dia.
Aku akan memecatmu suatu hari nanti. John
berkata kepada wanita yang lebih tua darinya itu
yang sudah bekerja 10 tahun padanya dan
wanita yang telah memanjakannya dengan
sangat buruk, John tahu dengan sangat baik dia
sangat membutuhkannya.
Aku akan berhenti suatu hari nanti. dia
menanggapi tanpa ragu. Angkat pantatmu itu ke
dalam rumah dan berurusan sendirilah
dengannya. Aku tidak paham kenapa kau setuju
untuk menemuinya jika kau tidak
menginginkannya.
Karena aku pria yang baik. John menjawab
dengan nada sarkastik.
Beth membuat suara keraguan Buktikan. Wanita
itu tampak cukup gugup.
Baiklah, itu satu nilai untuknya. Biasanya
mereka semua begitu berani dan semangat yang
berapi api saat mereka menginginkan uangku.
Bersikap baiklah padanya. Kau akan berpikir dia

seperti akan menemui prince of wales dia terlihat


begitu gugup.
Aku akan menemuinya sebentar lagi. John
memutus telephone dan mencuci tangannya di
westafel. Kejengkelan menguasai dirinya. Jika
saja dia memiliki manager yayasan maka dia
tidak akan harus menghadapi hal seperti ini. Dia
tidak akan harus berhubungan dengan hal
seperti ini sama sekali.
Saat dia berjalan menyebrangi halaman tertutup
menuju rumahnya, John merasa seakan-akan
dia sedang berusaha untuk mengunyah dan
menelan kuku, kefrustasiannya begitu tinggi.
Mengetahui bahwa pembantu rumah tangganya
benar dan dia tidak bisa mengusir wanita dari
sekolah wilayah itu dengan alasannya. Untuk
sementara dia menyerah dan mengeluarkan
korek api dari kantong celananya lalu
menyalakan rokoknya. Saat dia menghisap
rokoknya kelegaan yang berasal dari tembakau
hadir, dia ragu-ragu apakah dia akan pernah
bisa untuk berhenti merokok.

Itu merupakan satu hal dalam hidupnya yang


akan gagal dia lakukan. Secara berulang akan
gagal, Itu satu hal dan tentunya hal lain adalah
pernikahan. Pernikahannya telah menjadi suatu
kesalahan dan satu hal yang tidak bermaksud
untuk dia ulangi.
John menjepit rahangnya dan mencoba untuk
mengontrol ketidaksabaran yang merasuki
pembuluh darahnya. Dia sudah marah dengan
wanita yang tidak dia kenal ini. Hanya fakta
bahwa dia berasal dari Top Hill, menginginkan
uangnya sudah merupakan dua pukulan bagi
dirinya.
****
Sarah berdiri di kantor Phillip Garret dan
mencoba untuk menenangkan kegelisahannya
yang membuat tubuhnya gemetar. Dia tidak bisa
duduk dan menunggu dengan santai, sehingga
dia melihat ke sekeliling kantor ini, dan sekarang
dia berdiri di depan rak buku, mempelajari
barang-barangnya.
Tidak ada foto pribadi di sekelilingnya, tapi

hanya ada satu bingkai dengan gambar tambang


minyak. Gambar itu memperlihatkan proses
penambangan minyak dari awal sampai akhir.
Jadi begini cara pria ini menghasilkan jutaan
kekayaannya.
Dia melarikan pandangannya ke banyak hal di
rak buku pria ini. Pria ini memiliki banyak sekali
koleksi benda-benda tua yang dipajang.
Benda-benda ini tidak mengkilap dan gemerlap.
Sebagian besar dari mereka patina tua yang
sudah berkarat dan kayu tua.
Banyak benda yang tidak Sarah ketahui, tapi dia
bisa mengenali tulisan yang tertempel pada
mereka menunjukkan mereka setidaknya
berumur 60 tahun. Mata Sarah meluncur
meninggalkan mereka dan mendarat pada kotak
kayu segiempat dengan panjang sekitar 16 inchi.
Kotak ini berdebu, mungkin debu yang berasal
saat kotak ini jatuh ke tanah beberapa tahun lalu
dan dibiarkan saja disitu. Kayu itu terlihat telah
digunakan selama tahunan dan Sarah mengenali
peralatan untuk apa ini. Sebuah Waterpas ( alat

yang digunakan untuk mengukur tingkat


kemiringan).
Peralatan tukang kayu yang sederhana.
Pengecualian yang ini bukan lagi sesuatu yang
sederhana. Karena mungkin sekarang benda ini
sudah pasti berusia hampir seabad. Atau
mungkin lebih tua. Sarah mengambil waterpas ini
dan mempelajarinya, walau rasa bersalah karena
telah memegang benda-benda milik pria ini
menghinggapinya. Sarah selalu mencintai
benda-benda tua. Dia suka buku-buku tua,
Furniture tua dan rajutan tua. Sarah tidak terlalu
perduli apakah mereka sebenarnya antik atau
tidak, hanya menyentuh mereka dan berpikir
tentang orang-orang yang telah menggunakan
mereka setiap hari selama hidupnya
mengasyikkan buat dirinya. Setiap benda seperti
mempunyai hal untuk diceritakan.
Saat dia mempelajari waterpas ini, Dia
menyadari dengan kekaguman bahwa walau satu
gelembung pecah, gelembung satunya lagi tetap
utuh dan faktanya hal ini masih bisa menahan

cairan pengukur di dalamnya.


Dia melangkah menjauhi rak buku dan
membalikkan waterpas tua itu dengan
kekaguman di tangannya.
letakkan benda itu.
Punggung Sarah hampir menghadap pintu dan
suara keras itu mengirimkan aliran tanda bahaya
kepadanya. Lututnya mulai bergoyang dan
dengan gelombang ketidakpercayaan yang
ganas. Dia berbalik dengan gerakkan kaget
untuk berhadapan dengan pria yang berdiri di
pintu masuk.
Tangannya mulai gemetar dan waterpas jatuh
tergelincir dari jari-jarinya dan menghantam
ubin lantai dengan kencang, suara yang sangat
keras.
Sarah melihat mata pria ini melihat ke tabung
yang pecah di kakinya. Sialan, Pria ini
menggeram. Mata pria ini lalu meninggalkan
lantai dan berjalan menuju tubuhnya dan
berhenti di wajahnya dan dengan cepat
mengenalinya. Sialan, dia mengumpat lagi.

Mereka saling memandang satu sama lain dari


arah yang saling bersebrangan sementara denyut
jantung Sarah berdetak keras hendak berlari
tetapi dia tidak bisa karena kakinya menempel di
lantai. Sarah memandang dengan kekagetan
saat rasa paham tergambar jelas di wajahnya.
Pria ini menangkap kesadarannya sebelum
Sarah, dan berbalik dan menutup dan mengunci
pintu kantornya. Saat dia mengeksekusi manufer
ancamannya, dia meletakkan rokoknya diantara
bibirnya dan menahannya disitu. Sarah
memandangnya saat otaknya mulai pelan-pelan
berfungsi lagi. Kau merokok? Sarah
bertanya dengan nada tidak setuju dan jijik yang
tidak bisa dia tahan dengan cukup cepat.
Sarah tidak paham kenapa dia begitu kaget
kalau ia merokok. Karena dia sangat membenci
rokok dan mungkin itu merupakan satu aturan
dalam hidupnya yang tidak akan pernah dia
langgar? Dia tidak pernah berkencan dengan
pria yang merokok. Tidak pernah.
Kenapa dia tidak lebih terkejut bahwa Philip

Johnson Garret adalah John ? John nya. John


nya? Darimana pemikiran seperti ini berasal?
Kau memecahkan waterpas ku, John
menggeram.
Sarah mengedipkan matanya dari John dan
memandang ke kekacauan di kakinya.
Tampaknya dia sudah sangat ceroboh. Tatapan
kesedihan untuk barang tua itu menembus
dirinya saat dia menarik nafas dan melihat
kembali kepada John Kau merokok? Sarah
mengulangi tanpa sadar.
Kenapa begitu sulit untuk mempercayai itu?
John bergerak ke dalam ruangan dan mengambil
kayu tua dan pecahan tabung waterpas. Dia
menempatkan keduanya ke rak buku dan
bergerak untuk bersandar pada mejanya.
Sarah berbalik untuk memandangnya Aku tidak
tahu, kenapa kau merokok?
Apakah kau bercanda, Nona? Kau pikir kau
punya hak untuk bertanya hal pribadi padaku?
Sarah masih terlalu kehilanganan keseimbangan
untuk mengikuti percakapan dengan logika.

Terlalu banyak hal menyerang otaknya dalam


satu waktu. John merokok; dan dia benci itu dan
hal itu mengirimkan kekecewaan ke dalam
perutnya. Dan Sarah telah memecahkan sesuatu
yang John sukai. Dan namanya Philip Garret dan
dia tidak akan mungkin memberikannya uang.
Sarah akhirnya menyadari itu dengan rasa
kecewa yang sakit. Rumah jompo itu tidak akan
dibangun. Sekolah akan tutup.
Dan John merokok.
Saat Sarah melihat John menghisap rokok
dengan dalam lalu menghembuskan asapnya
keluar, Sarah bertemu dengan tatapan John dan
Sarah berusaha untuk mengumpulkan
kekacauannya. Sarah menjilat bibirnya untuk
membasahi mulutnya yang kering Aku Minta
Maaf.
Untuk mencampuri urusan orang lain atau untuk
bersikap ceroboh?.
Sarah menggigit bibirnya dan mengalihkan
pandangannya. Dia tiba-tiba ingin menangis.
Bukan tangisan tersedu-sedu, tapi hanya

tangisan yang air matanya bisa membuat


penglihatannya kabur dan membuat nya merasa
sedih. Tapi Sarah tahu dia tidak bisa, Sarah
memiliki harga diri yang terlalu tinggi.
Dia melancarkan tenggorokannya Aku minta
maaf aku memecahkan waterpas mu. Itu sangat
indah dan sekarang Itutidak sama lagi.
John mengangguk sekali untuk menandai
permintaan maaf Sarah dan memegang rokoknya
secara vertikal ke depan wajahnya seperti dia
memiliki pertanyaan.
Apa? Sarah bertanya dengan pelan.
John melihat air mata mengalir di matanya dan
tidak perduli sama sekali. Air mata itu membuat
John tampak seperti seseorang yang harus
disalahkan, seperti dia telah melakukan sesuatu
yang salah. Salahkah dia? Air mata itu akan
mengalir atau tidak mengalir. Bencana.
Awalnya pom bensin, lalu dancehall, dan
sekarang ini. Sarah menginginkan uangnya.
Bukankah itu yang dia inginkan? Agar Sarah
menginginkan uangnya? Kemarin John tidak

terlalu perduli hal itu, tapi sekarang, John harus


mengakui, itu mengganggunya.
John merasa seperti anak kecil dan itu
membuatnya marah. John ingin Sarah
menyukainya.
Sialan.
Tetap, realisasi tidak menghentikannya untuk
mengatakan apa yang dia rasakan saat ini. Kau
ingin aku mematikan rokok ini?
Ekspresi wajah John tidak terduga olah Sarah
dan dia pelan-pelan menggelengkan kepalanya,
Tidak, kau benar. Ini benar-benar bukan
urusanku. Ini rumahmu dan kesehatanmu.
Seperti Sarah tidak pernah bicara, John
menghisap lagi rokoknya dan menghembuskan
asapnya dan mengambil asbak di atas meja dan
mematikan rokoknya.
Saat John berbalik kembali untuk memandang
Sarah dengan ekspresi seram, Sarah melihat
bahunya menegang menarik bahan kaosnya.
Bahan Kaosnya seperti pernah putih, tapi
sekarang hampir semua bagian terdapat noda

dan noda bergaris panjang di sisi kirinya tampak


seperti minyak pelumas. Lengan bajunya benarbenar dipotong, dan tonjolan bicep nya
mempertontonkan kekuatan maskulin yang
membuat hati Sarah menabrak kearah tulang
dadanya.
Apapun yang sedang dilakukan oleh John saat
dia tiba disini pasti bukan hal psikis, yang mana
dia tidak pernah membayangkan seorang multimilliuner akan menghabiskan waktunya untuk
melakukan itu.
Sarah membiarkan pandangannya jatuh dari
tubuhnya dan memandang jeans nya dan sepatu
bot kerjanya. Mereka juga, begitu tidak
bereputasi, dan mengingatkan Sarah apa yang
dipakai John saat pertama kali bertemu
dengannya. Maka, Pria ini adalah pria yang
berpakaian hanya untuk kenyamanan pribadinya,
dan dia tidak harus merasa perduli dengan
seperti apa penampilannya.
Baiklah, tidak satu pun dari hal itu yang menjadi
masalah lagi sekarang, karena Sarah sudah

menolaknya dan menghinanya sejak pertama kali


mereka bertemu. Tidak mungkin John akan
menolongnya, waktu atau uang yang dia
butuhkan dari John. Sarah memutuskan dia
bahkan tidak akan membuang nafasnya untuk
bertanya. Dan hampir dengan segera dia
mempertanyakan keputusan itu. Setiap orang
yang dia ajak bicara telah mengatakan
kepadanya bahwa John lebih dari bersedia untuk
memberi. Mungkin John memiliki sifat dermawan
yang kuat yang tidak akan terpengaruh dengan
konflik yang ada di antara mereka. Sejujurnya,
Sarah tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Tiba-tiba, pikiran untuk meminta uang kepada
pria ini tampak berbahaya. Secara acak
berbahaya.
Tapi Sarah harus mengatakan sesuatu. Dan
mencari topic yang tidak mempunyai tujuan.
Jadi kau Phillip Johnson Garret. Sarah
berusaha untuk mempertahankan nada datar
pada suaranya pada percakapan yang
merupakan pertanyaan ringan.

John mengangguk sekali. John.


John. Sarah mencoba nama itu keluar di
bibirnya.
John dengan berani menyapukan matanya ke
atas dan ke bawah sepanjang tubuh Sarah,
seperti dia punya hak untuk melakukan itu. Dan
kau adalah Sarah McAlister.
Ya. Dunia begitu kecil, permainan kata-kata
bodoh tergelincir dari mulut Sarah sebelum dia
bisa mencegahnya.
Terutama di wilayah sini. John setuju,
memandangnya terus-menerus.
John bersandar ke mejanya dan menunggu
Sarah untuk mengatakan sesuatu. Menunggu dia
untuk meminta uangnya. Untuk apa, John tidak
tahu. Tidak jelas apa yang dibutuhkan oleh
Sekolah di Top Hill. Atau seberapa besar Sarah
ingin sekolah itu untuk memilikinya. John belum
tahu.
Tetapi untuk pertama kali dalam hidupnya, John
merasa begitu sangat puas bahwa seseorang
menginginkan uangnya. Bahwa Sarah

menginginkan uangnya. Apakah dia bisa


mendapatkan Sarah tanpa uang yang berdiri
diantara mereka? Tentu saja. Tapi Sarah lebih
dari segan, dan tanpa sedikit pancingan, John
tidak akan mendapatkan kesempatan dari Sarah.
Jadi John harus sangat bersyukur dia memiliki
sesuatu yang Sarah butuhkan.
Aku minta maaf aku telah menjatuhkan
waterpass-mu. Suara Sarah seperti menjilat
perasaan John saat dia sekali lagi minta maaf.
Jangan khawatir soal itu. John akan tidak
bersikap seperti ini jika ada orang lain yang
memegang barang-barangnya dengan cara yang
sembarangan.
Tampak jelas Sarah menelan ludah dan
memandang ke sekeliling kantor John. John tahu
Sarah gugup, dan Sarah tidak membuat satu
tindakan pun untuk membuat percakapan ini
menjurus pada alasan untuk apa dia datang ke
sini. John memutuskan untuk membantunya
sedikit. Kau bekerja untuk sekolah di Top Hill?
Tidak dia tidak menjelaskan lebih panjang.

Kau bekerja di administrasi sekolah? John


bertanya lebih lanjut.
Tidak. Aku seorang pengajar, tapi aku tinggal
dan bekerja di Dallas.
John merasa bingung sebentar. Dia bersumpah
pertama kali Sarah bertemu dengannya, dia
mengatakan dia berasal dari Top Hill. Dan
sebutan Dallas membuat dahinya mulai
berdenyut. John memandang sekilas ke bawah
ke tangan kiri Sarah dan John segera melihat
kilauan Solitaire di jari manisnya.
Gelombang kemarahan dan kebencian menerpa
dirinya, kau mengatakan kepadaku kau berasal
dari Top Hill, John mengatakannya lewat gigi
yang menggertak.
Aku aku Ya aku berasal dari Top Hill.
Semacam itu. Kakek-nenekku meninggalkan
farm kecil dan aku menghabiskan setiap liburan
musim panasku di sini. Orang tuaku tinggal di
Dallas dan aku dibesarkan di sana. Aku bekerja
di Dallas. Aku seorang guru matematika murid
kelas 10.

Kau di sini hanya untuk liburan musim panas?


Ya.
Apa hubunganmu dengan Sekolah Top Hill?
Tidak ada sebenarnya.
itu tidak masuk akal, Nona.
Aku berasal dari Dallas tapi hatiku ada di Top
Hill. Sebagai seorang pengajar, perhatianku
untuk anak-anak, Aku tidak ingin melihat
sekolah itu tutup karena kurangnya pendaftar.
Anak-anak harus naik bis hampir satu jam.
Mungkin ke Duluth. Itu akan memakan waktu dua
jam dalam sehari bagi mereka. Dua jam yang
berarti bagi masa kecil mereka akan dibuang di
bis. Aku telah melihat ini terjadi sebelumnya,
dan tidak ada hal baik dari itu.
Dan kau telah memutuskan untuk membuat hal
ini sebagai sebagai perjuangan pribadimu?
John mengangkat satu alisnya dan menunggu.
Aku tidak ingin melihat kota juga mati. Jika
sekolah tutup, pekerjaan-pekerjaan itu akan
pergi juga. Aku sudah bicara dengan banyak
orang, dan mereka tentu saja sangat perduli,

tapi sebagian besar dari mereka terlalu sibuk


bekerja dan berusaha untuk membangun
keluarga untuk bisa menerima tantangan ini. Aku
memiliki tiga bulan musim panas ini. Dan ya aku
membuat hal ini sebagai perjuangan pribadiku.
kau punya rencana? Berapa besar uang yang
harus aku keluarkan?
Sarah untuk sebentar menjadi ragu. Aku sudah
melakukan banyak penelitian. Kota membutuhkan
pekerjaan bentuk lain. Sesuatu yang akan
menarik orang untuk bekerja, sehingga ada
anak-anak untuk sekolah. John memandang
Sarah saat dia menggigit bibirnya dan menarik
nafasnya sebelum melanjutkan. Top Hill butuh
untuk membangun rumah jompo.
John merasa pernyataan itu berakibat seperti
pukulan di perutnya. Tanggapan segeranya
adalah penolakkan, dan dia mengeluarkannya
dengan satu hembusan nafas Tidak.
Sarah meremas-remas tangannya. Tolonglah
bisakah kita mendiskusikan ini?
John memandang tangan putih lembut itu

mengepal bersama-sama. Nyaris tidak ada


hiasan pada tangannya, selain cincin yang
sekarang menghias tangan kirinya. Kapan dia
mendapatkan cincin itu? Apakah dia bertemu
dengan laki-laki sialan itu? John fokus pada
tangan kirinya. Itu bukan cincin yang mencolok,
itu cincin yang kecil dan cantik. Tidak, cincin itu
sendiri tidak mencolok; tapi arti dari cincin itu.
Sarah, milik pria lain.
John melakukan perhitungan cepat dalam
kecemburuan halusnya. Apa yang sedang
dibicarakan oleh Sarah berarti jutaan dollar,
bukan beberapa ribu dollar seperti apa yang dia
harapkan akan ia minta. Tapi dalam jarak
beberapa detik, dia bisa melihat kebenaran dari
apa yang dia sarankan. Sarah bicara soal rumah
jompo, fasilitas pelayanan jangka panjang akan
membawa pekerja ke kota. Ini rencana yang
baik. Dan rencana yang pernah dicoba dulu tapi
tidak ada dana untuk menjalankannya. Tapi
kenapa pula dia harus membiayainya.
Sejujurnya, dia tidak tertarik dengan sekolah di

Top Hill atau sekolah di wilayah lain untuk


masalah ini. Pendidikan bukan sesuatu
dipikirannya yang menyita banyak waktunya. Dia
bukan seorang pahlawan dan permasalahan
seperti ini sebaiknya diserahkan kepada mereka
yang memiliki ambisi politik. Orang-orang yang
memiliki ambisi politik atau do-gooders
( *seseorang yang ditujukan untuk peningkatan
kesejahteraan manusia dan reformasi sosial)
yang ingin menyelamatkan dunia.
Dia bukan seseorang yang berambisi pada politik
dan dia yakin dia bukan seorang do-gooders. Ini
adalah alasan pasti kenapa dia membutuhkan
sebuah yayasan. Jutaan uang yang Sarah
bicarakan dipertimbangkan, tapi tidak dipikirkan.
John mampu. Jika dia mau, John hanya tidak
mau. Tapi project besar seperti ini dapat
membuat orang lain jauh darinya untuk
sementara dan itu bisa menjadi sebuah bonus.
Tapi alasan utama kenapa John menemukan
dirinya mempertimbangkan hal ini adalah karena
Sarah. John punya rencana untuk Sarah.

Rencana-rencana yang melibatkan berakhirnya


pertunangannya dan kulit telanjangnya untuknya.
Dan pada akhirnya, Sarah di bawah
kekuasaannya. Kapan sebenarnya perhatian
John pada Sarah berubah? Setiap kali dia
melihatnya, keinginan untuk mendapatkannya
semakin besar, semakin kuat. John ragu
keinginan itu akan pergi setelah dia menidurinya.
Hanya dengan melihatnya saja sekarang
menyebabkan obsesi dalam dirinya untuk
menyentuhnya, untuk tetap membuatnya dekat.
John tidak menyukai ini, tapi sial jika dia harus
melawan perasaan ini.
Untuk saat ini John butuh waktu untuk
memikirkan tindakannya. Maka dia butuh waktu
beberapa jam. Tapi jelas sekali dia harus
mengikat Sarah dulu untuk janji pertemuan
berikutnya. Aku akan menjemputmu malam ini
dan kita akan pergi makan malam dan
mendiskusikan hal ini.
Sarah merasa pusing. Kenapa berubah pikiran?
Awalnya dia bilang tidak dan sekarang dia mau

untuk mendiskusikannya? Sarah tidak benarbenar bodoh. Reaksi awal John merupakan
penolakan. Apakah ini jebakan? Ini pasti sebuah
bentuk penyiksaan. Bisakah kita
mendiskusikannya sekarang?
Aku tidak punya waktu, aku punya pekerjaan
yang harus dilakukan. Malam ini.
Tapi __
Aku akan menjemput mu jam lima. Pakai
pakaian yang nyaman. Kita akan ke San Antonio.
Tidak ada tempat yang enak di sekitar sini.
Sarah tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Ya
ampun, Tidak, tidak pantas mengingat dia
meminta bantuan uang jutaan dollar. Aku tidak
ingin ada masalah, aku bisa kembali kemari
besok, atau saat kau punya waktu.
Aku punya waktu malam ini.
Ya, Tapi__
Sarah, Kau mau uang sialan itu atau pun tidak.
Aku sungguh tidak perduli. Dalam minggu ini
akan ada orang lain yang datang dan
menginginkannya untuk hal yang lain. Jadi jika

kau ingin aku mendengar soal permainanmu, itu


malam ini. Makan malam.
Sarah memandang John dengan curiga.
Perasaannya tidak enak. John benar-benar
sangat menarik. Tapi dia akan mampu untuk
tetap menjaga jarak dengan john untuk satu
malam. Dia akan punya cukup waktu untuk
mengetahui apakah John benar-benar serius
soal ini. Apakah John benar-benar akan
memberikan uang kepada Top Hill? Atau John
akan memperoleh Sarah di dalam mobil gelap,
bermil-mil dari rumahnya, dan kemudian
mengatakan kepadanya bahwa dia kurang
beruntung? John akan melakukan itu, iya kan?
Sarah tidak akan mengatakan sesuatu yang
membuatnya marah. Tampaknya John saat ini
berada pada sikap terbaiknya, Mematikan
rokoknya, mengatakan kepadanya bahwa ia akan
mempertimbangkan rencananya, tapi sarah akan
terus mengamati gerak geriknya. Sarah menelan
ludah saat kenangan tangannya dijepit ke
dinding menekan perutnya dan membuat dia

merasa ada banyak kupu-kupu di perutnya. Kau


ingin tidur denganku. Pria ini sekarang
bersandar di meja dan secara nyata mengatakan
itu semua kepadanya. Dan ia ingin sarah setuju
untuk pergi dengan mobilnya, pergi dengan jarak
ratusan mil hanya berdua dengannya dan lalu
menemaninya untuk beberapa jam ke depan ?
Bagaimana mungkin ini terjadi? Kurang dari satu
jam yang lalu, Sarah pikir dia akan bertemu
dengan pria yang lebih tua, pria yang berumur
enam puluhan atau tujuh puluhan, seseorang
yang lebih dermawan dari pada Sarah? Kenapa?
Kenapa hal ini terjadi padanya?
Sarah pasti terlalu lama menjawab pertanyaan
dari John karena John mulai berjalan menuju
pintu sambil bicara. Kenapa setiap gerakannya
membuat Sarah merasa seperti dia sedang
diuntit? Aku punya pekerjaan yang harus
dilakukan. Tinggalkan petunjuk rute rumahmu
pada Beth. GPS tidak berfungsi disini.
Saat John melalui Sarah menuju pintu, Sarah
kaget mendapati tangannya meraih lengan John

untuk menahannya. Kulit John seperti baja di


bawah jari-jari Sarah; otot-otot John terjalin
bagai tali dan Sarah merasakan suhu tubuh John
yang panas.
John berhenti dan menegang di sebelah Sarah.
Mata John terkunci pada matanya, bertanyatanya. Sarah membuka mulutnya dan berkata,
walau dengan pelan terdengar di telinganya.
Kau berjanji?
Berjanji apa? Lubang hidungnya melebar dan
pertanyaan itu bergetar jauh di dalam dadanya.
Apakah kau berjanji akan benar-benar
mendengarkan aku? Apakah kau berjanji akan
benar-benar mempertimbangkan hal ini?
Sekarang Sarah mendapatkan perhatian dari
John maka dia melepaskan lengan John. Tapi
baru saja Sarah melepaskan lengan John,
kemudian John telah memegang lengan Sarah
dan Sarah berpikir John berusaha untuk
memelihara koneksi diantara mereka.
Apakah aku sudah pernah berbohong padamu?
John berdiri dengan tegang dan jarak diantara

mereka seperti tidak ada. John melangkah maju


kearah Sarah dan menjalinkan jemarinya pada
jemari Sarah, ibu jari John mengusap belakang
telapak tangan Sarah. Sarah bertanya-tanya
apakah dia bahkan sadar apa yang dilakukan
John padanya.
Saat Sarah memandang bintik-bintik di mata
John, Sarah berpikir dengan tajam, hal-hal yang
tidak terucap dari John kepadanya. Tidak ada
yang merupakan kebohongan. Tidak. Kau
belum. Tapi ini tidak bisa menjadi sebuah
kencan. Sarah mengangkat dagunya. Sarah
tegas soal yang satu itu. Aku ingin kau tahu
itu. Ini soal sekolah. Aku tidak akan pergi
dengan mu untuk alasan lain.
Kau tampak begitu yakin soal itu, John
mengatakan hal itu saat dia kembali melangkah
beberapa inchi lagi mendekati Sarah.
Saat John melangkah lebih dekat, Sarah harus
mengangkat dagunya lebih tinggi untuk
mempertahankan kontak mata. Aku sudah
bertunangan.

Untuk saat ini. Kata-kata John terdengar


seperti tantangan bagi Sarah. Atau ancaman.
Sarah menarik nafas pada keyakinan John.
Tidak, Aku bertunangan sampai aku menikah.
John merasa kata-kata itu bagai pukulan
untuknya. Reaksi mendadaknya adalah mencium
Sarah, menelanjanginya, dan menidurinya
dengan keras dan cepat sehingga Sarah tidak
mampu untuk berpikir. Tapi John ingat bahwa
hanya dengan membenamkan mulutnya saja
pada Sarah sebelum dia bisa melakukan hal
lainnya, hanya membuat Sarah lari. John tidak
bisa mengambil resiko itu. John menginginkan
lebih dari hanya pembaringan cepat. John
menginginkan Sarah berada di bawahnya dari
waktu ke waktu. John ingin mempunyai hak
untuk memanggilnya sebagai miliknya, untuk
memiliki tubuhnya dan hanya untuk dirinya
seorang. Ya, Motif nya kini sudah benar-benar
berubah. Semakin Sarah lari, semakin John sulit
mengejarnya. John mengetahui satu hal dengan
pasti. Saat Sarah menjadi miliknya, John tidak

akan membaginya. Pemikiran bahwa Sarah tidur


dengan pria lain saat Sarah menjalin hubungan
dan juga tidurnya sungguh tidak bisa diterima.
Pemikiran bahwa Sarah tidur dengan
tunangannya yang tidak diketahuinya itu,
membawa guratan kemarahan padanya yang
hampir terasa bagai kekerasan. Tentunya, bagus
dia tidak mengetahui siapa pria itu atau dimana
pastinya dia tinggal. Ini harus tetap seperti itu.
Tapi jelas wanita ini berada dalam masalah.
Perasaan posesif mengalir di dalam dirinya. Ini
hanya masalah waktu.
John ingin menjadi kekasihnya dan John harus
tetap mengingat hal itu dan tetap fokus pada
tujuannya. Tidak ada keraguan dalam pikirannya
bahwa John dapat saja merayu Sarah untuk
melakukan hubungan singkat. Tetapi itu bukan
yang John inginkan.
John menginginkan Sarah secara ekslusif, John
ingin memiliki hak untuk mendapatkan sarah di
atas tempat tidurnya dari satu malam ke malam
selanjutnya dan melakukan apapun yang ingin

dia lakukan pada tubuhnya. Dan untuk itu, John


harus membuat Sarah melepaskan pria sialan di
Dallas. Itu langkah pertama. Dan John seorang
yang pandai dengan rencana, Sesuatu yang tidak
layak diperjuangkan tidak layak didapatkan. Jadi
John harus berjuang untuk mendapatkan Sarah,
dia bisa melakukan itu. Tapi John tidak bisa
berhenti untuk menyentuh Sarah.
John memastikan agar Sarah tidak bergerak saat
dia meraih dan menyapukan tangannya ke
rambut Sarah yang lembut. John bermaksud
untuk melembutkan belaiannya, dan
menangkupkan tangannya di pipi Sarah. Sarah
menarik nafas dengan cepat, dan John sangat
ingin untuk membaringkan pantatnya agar nafas
Sarah bisa tenang. John tidak gila untuk tipu
muslihat yang akan dia lakukan pada Sarah,
Tapi terkadang kau harus melakukan apa yang
harus kau lakukan. Dan dengan Sarah, John
menemukan bahwa dia akan melakukan apapun.
kau menginginkan uangku, dan aku butuh
kepastian lain. Aku ingin itu menjadi sebuah

kepastian yang berarti. John memandang pada


bibir Sarah yang gemetar sebelum dia kembali
memandang matanya. Kita berdua akan
memandang malam ini sebagai urusan bisnis.
Oke?
John merasa Sarah memindahkan berat
tubuhnya dari satu kaki ke kaki yang lain,
menggambarkan getaran pada tubuhnya.
Antisipasi baru saja dilakukan oleh John. Sabar
John dia berkata pada dirinya sendiri. John
melihat kebulatan tekat dalam ayunan dagu
Sarah dan mendengar suara Sarah sedikit
gemetar saat ia menjawab. Ini sebuah bisnis.
Sialan tentu saja bukan. Ini bukan sebuah bisnis.
Ini tidak ada sedikitpun hubungannya dengan
bisnis. tentu saja, hanya bisnis, oke? John
berusaha untuk menjaga suaranya tetap datar;
John butuh persetujuan Sarah soal ini. John
membutuhkan kesempatan untuk merayunya
agar bisa setuju dengan pikirannya. Satu
persatu.
Oke.

Satu kalimat persetujuan yang terucap


mengirimkan antisipasi dan kemenangan pada
aliran darah John tetapi John berhati-hati untuk
menjaga agar ekspresinya tetap netral. Bagus
kalau begitu. Aku akan menjemputmu pukul
lima.
***
Sepuluh menit kemudian, John berlama-lama di
halaman dekat gudang gandum. John
memandang Sarah yang menjalankan
kendaraannya pelan-pelan menuju jalan. John
mengeluarkan telephone nya dan menelphone
Beth, Wanita itu meninggalkan rute menuju
rumahnya?
Ya.
Bagus. Aku tidak butuh makan malam hari ini.
John mengakhiri telephone dan menyalakan
rokoknya. Dia mungkin harus menikmati
tembakau selagi dia masih bisa. John mendapat
firasat dia tidak akan bisa merasakan kenikmatan
merokok lagi untuk beberapa waktu ke depan.
Sarah jelas membenci itu, dan setidaknya John

memang sedang berusaha untuk berhenti.


John berdiri di bawah pohon yang rindang dan
memandang ke arah lahannya yang terawat
sementara dia menghisap rokoknya beberapa
kali lagi. Setelah beberapa saat, dia berbalik dan
mematikan rokoknya. Dia berjalan kembali ke
dalam rumah, berpikir keras.
Dia harus mempersiapkan diri untuk malam ini.
John butuh sedikit waktu untuk membuka
internet dan mempelajari beberapa hal dasar
terkait apa yang Sarah ajukan dan apa yang
sebenarnya dibutuhkan untuk membangun
sebuah rumah jompo. Tidak seperti dia akan
benar-benar membangunnya, tapi setidaknya
John harus bisa untuk meyakinkan Sarah bahwa
John tertarik.
***
Sarah duduk di atas ayunan tua di beranda
depan rumahnya dan menunggu John datang.
Ketegangan yang dia rasakan menggumpal di
perutnya. Kenapa dia begitu takut? Dan merasa
begitu bersalah? Ketakutan, dia sadari berasal

dari rasa bersalahnya. Apakah itu masuk akal?


Dia tidak takut pada JohnBaiklah, tidak
sepenuhnya. Perasaan keragu-raguan yang
bersampur dengan rasa takut yang disebabkan
oleh John ini merupakan permasalahan lain. Apa
yang ditakuti Sarah saat ini adalah dia akan
melakukan sesuatu yang salah secara moral.
Sarah takut dia melakukan sesuatu yang
seharusnya tidak dilakukan oleh seorang wanita
yang sudah bertunangan dengan pria lain.
Setiap kali dia melihat John Garret, pria ini
bertambah sexy, Setiap kali dia mendengar
suara John yang dalam itu, aura sensual John
membungkusnya, dan menjadi semakin kuat.
Dan setiap kali dia berpikir tentang John, godaan
untuk menyerah kepada John merayap dengan
diam-diam kepada Sarah.
Sarah seharusnya tidak merasakan hal seperti
ini kepada John sementara dia bertunangan
dengan Randall. Jika Sarah benar-benar
mencintai Randall, Dia tidak akan merasakan
hal seperti ini kepada John.

Dan pada saat itulah Sarah menyadari bahwa


pertunangan ini merupakan sebuah kesalahan.
Pertunangan ini terlihat seperti sebuah ide yang
bagus saat itu. Randall seorang pengacara
sukses; Randall perduli padanya dan benarbenar santai. Randall tidak seperti Greg, Randall
tidak egois dan Randall tidak berusaha untuk
mengontrol Sarah. Dan sarah benar-benar ragu
jika Randall akan menjadi tukang selingkuh
seperti apa yang dilakukan oleh mantan
suaminya dulu.
Itu adalah semua hal yang dia pikirkan saat dia
menerima lamaran Randall kepadanya. Bahwa
hati Sarah akan aman dari patah hati lagi dan
Randall akan perduli kepadanya dan menjadi
orang yang bisa dipercaya. Mereka belum
berpacaran lama saat Sarah pergi untuk liburan
musim panas ini, dan Randall tampak bertekat
untuk mendapatkan persetujuan Sarah sebelum
sarah pergi.
Tetapi sekarang Sarah sadar ini sebuah
kesalahan, Sarah memutar-mutar berlian di

jarinya dan mengangkatnya untuk menangkap


bias matahari sore hari.
John akan menjadi laki-laki yang akan
menyakitinya. John adalah laki-laki yang sangat
hebat bahkan lebih hebat dari Greg.
Dan John hanya ingin tidur dengan Sarah. John
akan membuatnya tanpa ikatan. Dan sejak
ciuman di dancehall, Sarah punya sedikit firasat
John akan menjadi kekasih seperti apa.
Fantastis tapi kejam. John akan tidur dengannya
sampai bosan, lalu mencari wanita baru. Itu
adalah apa yang selalu dilakukan oleh pria
seperti John. Mereka terus melanjutkan hidup.
Sarah jelas tidak memiliki hal dalam dirinya yang
bisa menahan John. Untuk membuat John setia,
John lebih menarik secara fisik dari Sarah.
Sarah tidak bisa bersaing, dan itu menempatkan
Sarah pada posisi yang tidak menguntungkan.
John menginginkan hubungan yang cepat dan
hubungan percintaan sepintas lalu, dan itu tidak
akan menjadi sebuah hubungan percintaan sama
sekali buat Sarah.

Kenapa pria selalu percaya bahwa wanita harus


terprogram seperti mereka? Kenapa mereka
percaya bahwa kegiatan tidur bersama,
hubungan seksual bisa sepintas lalu? Mungkin
Sarah menghakimi bahwa semua pria sama,
mengelompokkan mereka sama, tidak
memberikan satu pun dari mereka keuntungan
dari keraguan. Itu alasan sehingga dia
mengatakan Ya kepada Randall. Randall
sepertinya berbeda. Lebih lembut, lebih baik,
entah bagaimana. Tapi Sarah tidak mencintainya
dan tidak berpikir bahwa dia akan benar-benar
akan mencintainya. Sarah menyukai dan
menghargai Randal tentu saja. Pernikahan
membutuhkan ketertarikan seksual yang
mengakar kuat. Dan Sarah tidak memiliki itu
dengan Randall.
Sarah harus menelphone dan memutuskan
pertunangan ini, sebelum ini menjadi terlalu jauh.
Sarah harus berlaku sejujur mungkin kepada
Randall. Entah apa yang terjadi atau apa yang
tidak terjadi dengan John, Sarah tidak akan

berlaku tidak jujur kepada Randall.


Sarah menarik nafas dalam-dalam dan merasa
lebih baik, Setidaknya dia telah membuat
keputusan di dalam kepalanya. Itu sebuah awal.
***
John membawa Cadillac Escalade SUV-nya ke
dalam halaman rumah Sarah tepat jam lima dan
tidak mau sibuk-sibuk mengamati situasi
pekarangan rumah Sarah. Mata John langsung
menuju ke arah rumahnya, dan John langsung
mendapati Sarah, duduk di ayunan di serambi.
Sarah sedang berayun-ayun pelan tapi saat
Sarah melihat mobil John datang, kaki nya
langsung mendarat ke atas lantai dan berhenti
berayun. John tetap berada di dalam mobilnya
dan memandang Sarah saat Sarah pelan-pelan
berdiri.
Sarah mengambil tas kecil dari meja rotan di
sebelahnya dan menyelempangkan tasnya di
bahu melintasi dadanya seperti hal itu akan
memberikannya perlindungan, Sarah mulai
berjalan ke arah John, dan John duduk di

belakang kemudi dan membiarkan mobil tetap


menyala saat Sarah mendekat. John membuka
pintu penumpang dari dalam dan Sarah menarik
pintunya untuk membukanya lebih lebar dan
sekarang Sarah berdiri di depan pintu mobil yang
sudah terbuka. Sarah memainkan tali tasnya,
dan cincin berliannya menangkap sinar matahari,
berkilau dengan terang.
Kemarahan John berubah menjadi mendidih dan
kesabarannya menghilang. John akan
melepaskan cincin sialan itu dari jarinya malam
ini. masuk.
John tahu suaranya kasar, dan keraguan yang
dia lihat dari Sarah makin meyakinkannya. Sarah
berhenti dari sikap hendak naik ke atas mobil.
Kakinya siap berlari sejauh yang dia bisa
sebelum dia mengangkat matanya untuk
memandang John dengan tatapan kehatianhatian yang ekstrim.
John mencoba untuk mengontrol suaranya, Tapi
dia tahu itu usaha yang sia-sia. Masuk ke
dalam mobil Sarah.

John mengamati saat Sarah menjilat bibirnya


dan mengambil nafas dalam-dalam. Sarah
mengangkat dirinya untuk naik ke atas jok kulit
mewah dan menarik pintu mobil dan
menutupnya.
John langsung mengaktifkan kunci pintu.
Pandangan Sarah melayang kepada John dan
John bersandar ke arah sarah, menarik sabuk
pengaman sarah melalui bahunya. John bisa
merasakan Sarah sedikit gemetar dan tahu
bahwa Sarah mungkin merasa takut. John tidak
bisa mendapatkan dirinya perduli kepada hal itu;
Sarah sudah membuat John berada di tepian
bahaya sejak pertama kali dia bertemu dengan
Sarah. John benar-benar marah dengan cincin
yang sekarang ada di jarinya dan merasa perlu
untuk menghukum Sarah untuk itu. John
memasangkan ujung sabuk pengaman dengan
suara click kemudian mengangkat dagu Sarah
dan menjepitnya diantara jarinya. Kau tidak
berpikir aku berniat untuk melepaskanmu saat ini
kan?

Desisan suara pintu yang mengunci, Klik pada


sabuk pengaman dan konotasi dari tindakan
John mengirimkan panah peringatan pada Sarah.
Sarah merasakan panas yang berasal dari tubuh
John saat John berada disekitarnya. Nafas Sarah
menyentak saat jari-jari kapalan John menjalar
di rambutnya dan mata Sarah tertangkap oleh
tatapan John. Kata-kata John merupakan
ancaman verbal yang dimaksudkan untuk
mengintimidasinya.
Sarah meluruskan punggungnya. Apa yang John
coba mainkan? Sarah berharap omong kosong
ini pergi dari John malam ini, Itu akan menjadi
sebuah berkah, Tapi Sarah tidak
mengharapkannya begitu cepat. Mereka bahkan
belum meninggalkan rumah Sarah. Sarah
menarik nafas dalam-dalam dan berdesis Apa
maksud mu dengan perkataan seperti itu?
Ibu jari John menyentuh bibir bahwa Sarah
dengan kuat dan halilintar menusuk ke dalam diri
Sarah. Persis seperti apa yang baru saja aku
katakan

Kata-kata John tidak mengatakan apapun


kepada Sarah. Sarah tidak memiliki pilihan lain
selain membantah, Kau sudah berjanji. Kau
bilang kita akan bicara soal rencana untuk tetap
membuat sekolah berjalan.
Kita akan. Suara John menjadi terdengar
seperti bicara masalah bisnis, tapi John
meneruskan pukulan pelan ibu jarinya di bibir
bawah Sarah. Kau sudah datang dengan
rencana yang baik. Apakah kau sendiri berpikir
soal itu?
Pujiannya mengirimkan perasaan bahagia
kepada Sarah, Tapi Sarah tidak bisa merasa
terpuji dengan ide yang dia berikan. Tidak
sama sekali. Ada beberapa wilayah di Negara ini
yang telah melakukan hal yang sama. Dan itu
tampaknya berhasil.
Kita akan membicarakan hal ini saat makan
malam. Kata-katanya mengakhiri dan sebelum
Sarah bisa menyetujui, John meluncurkan
tangannya ke rambut Sarah dan merendahkan
mulutnya ke arah mulutnya, menciumnya dengan

ciuman yang sangat efektif hingga Sarah hampir


saja lupa siapa dia sebenarnya.
Mulut John terbuka di atas Mulut Sarah
sepenuhnya dan memaksa bibir Sarah untuk
memisah. Lidah John menyerang masuk ke
dalam mulut sarah seperti dia memilikinya dan
Sarah benar-benar tenggelam dalam energi
sensual John. John bergerak semakin dekat
kepada Sarah seakan-akan dia tidak bisa
merasa cukup; tangannya menyiku di kepala
Sarah sehingga ciuman itu bisa menjadi lebih
dalam.
Proses di dalam otak Sarah benar-benar gagal
dan Sarah tergantung dalam keseimbangan
dimana kewaspadaan seksual menyerah kepada
kebutuhan seksual yang dalam. Sarah mencoba
untuk membalas ciuman john, tapi apa yang
benar-benar bisa dia lakukan adalah duduk di
atas jok kulit dan menikmati jenis ciuman
seperti ini yang dia ketahui jarang ada. Benarbenar jarang. Detak jantung Sarah mulai
berdetak dengan liar, lututnya mulai gemetar dan

saat Sarah mulai mengingat realisasi tajam


bahwa di masa depan setiap pengalaman
ciumannya akan dia bandingan dengan
pengalaman ciuman kali ini, John mengangkat
kepalanya.
Mata John menyatu dengan mata Sarah dan
sarah sadar nafas John sama terengahengahnya dengan nafasnya. Tangan John masih
membuai kepalanya, dan dahinya menempel di
dahi Sarah seperti John sedang mengambil
udara dengan begitu banyaknya. Suara John
serak saat dia bicara. Aku butuh itu. Katakata itu terdengar sangat jujur, hampir telanjang
dan kata-kata itu mengirimkan proses
penghancuran pikiran ke dalam kebingungan
kepada Sarah.
Sebelum Sarah dapat mencoba untuk
memikirkan tindakannya, John mencium dahinya
dan kembali bersandar ke kursi kemudinya dan
membawa kendaraan ke arah yang berlawanan
dengan saat dia datang.
John mengendarai mobilnya ke jalan desa yang

tidak beraspal, dan mengendarai dengan pelan


sampai dia mencapai jalan raya beraspal,
dimana dia kemudian mempercepat laju
mobilnya.
Tidak sampai 10 atau 15 menit dari
berkendaraan akhirnya otak sarah bisa mulai
berfungsi lagi.
Dan saat otaknya berfungsi, itu tidak baik.
Sarah tidak merasakan apapun kecuali kumpulan
saraf yang kacau tapi sarah tahu satu hal. Dia
sekaang berada dalam kekacauan. Pelukan
singkat di Dancehall waktu itu tidak membuatnya
siap untuk menyadari bahwa ciuman John
Garret dapat ditolak saat John menginginkannya.
Sarah akan kalah dalam pertarungan seksual
yang berkecamuk diantara mereka ini. Sarah
tiba-tiba yakin soal itu. Jadi sekarang hanya
ada dua pertanyaan yang tertinggal. Apakah
John tahu dia akan kalah? Dan berapa lama
Sarah dapat menahannya?
Sarah hanyut dalam pikirannya sendiri dan saat
kesunyian melanda, Sarah menyadari bahwa dia

tersesat di dalam diri John juga. Sarah


mengalihkan pandangannya kepada John
sebentar. Mata John memandang jalan dan
rahangnya terjepit, wajahnya tajam. John tampak
setegang Sarah. Apa yang John pikirkan?
Saat mereka sekitar 50 mil dari kota, ditengah
jalan diantah barantah, John masuk ke dalam
area piknik terpencil. Sarah melihat sekeliling
dengan ketakutan. Ini bukan rest area yang
biasa dijadikan tempat pelancong berhenti untuk
menggunakan fasilitas di dalamnya atau membeli
sesuatu dari mesin penjualan makanan atau
minuman. Ini hanya sebuah tempat
pemberhentian darurat kecil, cukup luas untuk
satu atau dua kendaraan saja dan ditempatini
hanya ada meja piknik dan tempat sampah.
Dan tempat ini kosong. Mobil mereka adalah
satu-satunya mobil yang ada disekitar sini, dan
walau hari belum gelap, matahari mulai
terbenam pelan-pelan dan ancaman kegelapan
mengelilinginya. Ancaman kepanikan ringan
melandanya.

John membawa mobilnya masuk, memarkirnya


dan tidak mematikan mesinnya. Meletakkan
tangannya di atas kemudi, John memalingkan
kepalanya memandang langsung ke arah Sarah.
Sarah membalikkan badannya dengan hati-hati
dan menyandarkan punggungnya di pintu mobil
agar bisa berhadapan dengan John. Kulit muka
John mengencang pada tulang pipinya dan
lubang hidungnya melebar dalam sikap
bertahannya.
Untuk beberapa saat John memandang Sarah
dengan diam lalu dia berkata dengan suara yang
dalam, Aku tahu kau menyukai ciuman tadi.
Sarah tidak mencoba untuk mengingkari hal itu,
karena itu akan sia-sia. Itu tidak bisa terjadi
lagi. Walaupun Sarah berkata seperti itu, dia
tahu bahwa itu dia katakan hanya untuk
mencoba menunda sesuatu yang tidak bisa
terelakan.
John mengabaikan Sarah seolah-olah sarah
tidak berkata apa-apa. Kita punya dua
masalah. Masalah pribadi, masalah seksual

diantara kita dan kita punya bisnis soal rumah


jompo yang harus kita pikirkan. Menurutku begini
cara untuk menghadapi kedua masalah ini.
Kedua masalah ini harus tetap terpisah.
Sarah menyerang balik. Kita tidak punya
masalah pribadi, masalah seksual diantara kita,
aku sudah bertunangan dengan orang lain.
John memandang Sarah dengan pandangan
yang menghina, Jangan mencoba untuk berkata
omong kosong seperti itu padaku, Sarah. Aku
bilang kita harus memisahkan kedua masalah ini.
Aku pikir aku bisa melakukan hal itu. Aku
bertanya padamu apakah kau bisa?
Sarah menyilangkan kedua tangannya kedepan
dadanya dan menajamkan pandangannya. Ya.
Aku akan memegang perkataanmu itu.
Baik. Suara sarah tetap datar.
John memandang sekilas ke arah tangan kiri
Sarah. Apa kau bertemu dengan dia lagi barubaru ini?
Sarah memandang john dengan hati-hati.
Tidak.

bagaimana kau mendapatkan cincin itu? John


bahkan tidak berusaha untuk mengontrol
suaranya, john tahu dia terdengar lancang.
U.P.S
Dengan jawaban Sarah, John merasa sedikit
lega sebelum dia kembali memandang Sarah
lewat interior mobil yang gelap Kau tahu aku
tidak akan pernah secara fisik menyakitimu?
Detak jantung Sarah berhenti sebentar sebelum
kembali berdetak dengan irama yang terlalu
cepat. Apa maksudnya bertanya seperti itu?
Jika pertanyaan itu dimaksudkan agar Sarah
tidak khawatir, John sudah benar-benar gagal.
Perkataan John memberikan efek yang justru
sebaliknya. Wajah Sarah pucat dan terus
memandang John dari sisi dimana Sarah duduk.
Seperti sambaran halilintar, John meraih
pergelangan tangan kiri sarah dan menarik
menjauhi tubuhnya, mengangkat dan
menahannya di udara dengan genggaman yang
bermaksud untuk menguasainya. lepaskan
cincinmu, Sarah.

Rasa kaget dan marah mengalir ke tulang


punggung Sarah. Tidak. Dia akan memutuskan
pertunangannya kapan dan dimana seperti
keinginannya. Tidak saat John yang
memerintahkannya.
Genggaman John semakin erat, Lengan dan
wajah John mendekat kepada Sarah. lepaskan
cincin sialan itu Sekarang.
Tidak.
Aku merasa terhina dengan cara kau
menciumku seperti tadi tapi kau menggunakan
cincin dari Pria lain! John meledakkan katakata terakhirnya kepada Sarah.
Aku tidak menciummu. Kau yang menciumku!
Kau membalas ciumanku.
Tidak aku tidak.
John meraih dan menggenggam pergelangan
tangan sarah yang lain dan mendorong
lengannya ke atas menjauhi tubuhnya. Wajah
John mendekat hanya beberapa millimeter dari
wajah Sarah. Kau pikir begitu? Kau butuh bukti
lagi? Suara john pelan tajam mematikan.

Sarah mulai terengah-engah. Ya Tuhan, Sarah


tidak bisa menghindar. Dia didominasi secara
fisik. Tubuh John mengancam Sarah secara
seksual. Aroma tubuh John mengelilinginya.
Meracuni sarah untuk melakukan sesuatu yang
bodoh. Sarah tidak pernah bertemu dengan pria
seperti ini sebelumnya. Sarah mengetahui
dengan cepat bahwa dia tidak akan pernah
bertemu dengan pria seperti John lagi.
John memindahkan kedua pergelangan tangan
Sarah pada satu tangannya yang kuat. Membuka
sabuk pengaman Sarah dan menarik sarah
sampai dia berada di tengah-tengah mobil.
Nafas mereka tidak beraturan saat muka mereka
saling bertemu. Pelan-pelan, beraturan, John
meraih payudara Sarah. John meremasnya
dengan kuat dan menyapukan ibu jarinya ke
puting payudaranya sampai putingnya menonjol
melawan kemauan Sarah dan Sarah melenguh
mencari udara.
Mulut John mendarat di mulut Sarah dan dia
berusaha untuk menangkap nafasnya, lidah john

menerobos masuk ke dalam mulut Sarah dan


berduel dengan lidahnya.
Mulut John bergerak ke telinga Sarah. Tetap
menahan tawanannya, Pria itu tidak bisa
membuat kau merasakan apa yang bisa aku buat
padamu. Jika dia bisa, kau akan berada di Dallas
Denganya. John merenggut daun telinga Sarah
diantara giginya dan Sarah merasakan gulungan
rasa panas menjalar dari telinganya ke
payudaranya dan berakhir di antara pahanya.
Nafas Sarah bercampur aduk dengan nafas John
dan mereka mendesah bersama lalu mulut John
kembali ke mulut Sarah. Sarah tidak bisa
menolak ciuman John lagi dan Sarah membuka
bibirnya saat mereka membagi hubungan yang
lebih intim dari hubungan manapun yang Sarah
pernah alami.
John melepaskan tangannya dari payudara
Sarah dan Sarah merintih karena hilangnya
belaian. John menarik tangan kiri Sarah kearah
mereka. Saat John melepaskan mulutnya dari
mulut Sarah, John mulai melepaskan cincin dari

jari sarah.
Tangan Sarah gemetar dan Sarah mencoba
untuk menggenggamkan tangannya agar cincin
itu tidak terlepas. Tapi Sarah tidak mampu,
Energinya hilang, tangannya sangat gemetar dan
Sarah tidak bisa mengontrolnya.
Berikan cincin itu kepadaku, Sayang. John
membujuknya. kau tidak tercipta untuk Pria itu.
John memandang kebawah ke antara mereka,
dan membongkar genggaman jari-jari Sarah.
Cincin itu tidak seerat seharusnya, cincin itu
meluncur terbuka dari jarinya dengan mudah.
John memegang cincin itu diantara jarinya di
depan wajah Sarah seperti bertanya. Sarah
menjilat bibirnya yang kering dan memandang
John dengan hati-hati, tubuhnya gemetar.
Pertunangan sudah berakhir. Mengerti?
Jawaban yang John inginkan membuat Sarah
merasa dia akan jatuh ke dalam jurang. Sarah
membutuhkan pertunangan itu hanya sebagai
penghalang yang berdiri diantara mereka. Tapi
Sarah tahu itu tidak adil bagi Randall. Tapi

Sarah membutuhkan sesuatu yang bisa membuat


John menjauh sedikit lebih lama lagi. Tapi jelas,
Sarah tidak akan bisa mendapatkan hal itu.
Aku harus mengatakan kepadanya.
Mendengar kata-kata Sarah, John merasa
beban berat terangkat dari dadanya. Dengan
gerakan yang meyakinkan, John membuka
kompartemen dan memasukkan cincin itu ke
dalamnya. John memastikan ekspresi wajahnya
tidak berubah, dan menoleh kearah Sarah
kembali. Ya, kau harus memberitahu dia. Kau
akan melakukan itu besok, lalu kau tidak akan
pernah bicara dengan dia lagi, mengerti ?
John, Aku tidak__
John memegang lengan sarah dan
mencengkramnya dengan erat. Kau tidak akan
bicara dengan dia lagi. Tidak juga SMS, tidak
apapun. Kau tidak akan mencoba untuk menjadi
temannya, kau akan mengakhirinya dengan cara
baik-baik. Itu yang akan terjadi.
Kau tidak punya hak untuk mengatakan
kepadaku bagaimana aku harus menjalankan

hidupku dan dengan siapa aku berteman.


Aku tidak akan membagimu dengan orang lain.
Aku sangat yakin aku tidak ingin membagimu
dengan mantan tunanganmu
Aku bukan milikmu untuk dibagi.
John langsung menyerang balik Sarah.
Kepercayaan diri terselip di suaranya. Kau akan
menjadi milikku.
John memandang Sarah saat sarah menarik
nafas dan mulai menggeliatkan tangannya yang
masih dipegang John.
Ini sudah cukup dengan mendapatkan
persetujuan dari Sarah bahwa dia akan
mengakhiri pertunangannya. Cukup untuk saat
ini. John melepaskan tangan sarah dan kembali
ke kursi kemudinya. Saat Sarah kembali ke
posisinya, John mulai mengendarai mobilnya
siap-siap untuk kembali ke jalan.
John memandang sarah untuk terakhir kali,
meraih dan mengangkat wajah sarah yang
lembut ke arahnya. John menempelkan bibirnya
ke bibir sarah sekali. Pasang Sabuk

pengamanmu.
***
Mereka duduk saling berseberangan di sudut
gelap sebuah restoran di jalan tepi sungai
perkebunan San Antonio. Sarah pernah sekali ke
tempat wisata ini dulu, beberapa tahun lalu, tapi
pada saat itu dia tidak mengunjungi restoran
dimana mereka berada sekarang.
Mereka tiba sekitar satu jam yang lalu, dan sejak
saat itu John duduk di seberangnya dengan
wajah puas. Ada satu botol White wine di atas
meja, Tapi mereka hanya meminumnya saat
mereka makan, masing-masing dengan
alasannya sendiri. Sarah yang putus asa untuk
membuat pikirannya jernih sementara sarah
berpikir John tidak mau minum terlalu banyak
karena dia akan menyetir saat pulang nanti.
Sejak mereka duduk, mereka tidak melakukan
apapun selain mengobrol ringan, hanya obrolan
yang tidak berbahaya sejak pelayan
menanyakan pesanan mereka sampai mereka
menyajikan makanan. Sarah menggesekkan

tangannya, memainkan jari-jarinya di atas gelas


wine, dan Sarah fokus untuk membawa
percakapan ke permasalahan inti sebenarnya
yang menjadi sebab kenapa mereka berada di
tempat ini sekarang. Aku sudah menghitung
berapa angkanya.
Kau sudah? suaranya datar.
Ya.
Dan?
Sarah menarik nafas dan menahannya. Akan
memakan biaya beberapa juta dollar.
Aku sadar itu, Sayang, nada suara John
ringan, tetapi sarah pikir itu tidak merepleksikan
apa yang sebenarnya John rasakan dalam
dirinya.
Ini rencana yang bagus, Aku tahu kau tinggal di
kota yang lain, Tapi jika kau ingat beberapa
tahun lalu ada pemilihan.
Ya, aku ingat. Tapi tidak menang.
Tidak. Jelas tidak. Tapi itu ide yang bagus. Top
Hill adalah kota dengan pendapatan per kapita
yang rendah. Itu alasan kenapa tidak menang.

Pemilih tidak dapat menanggung kenaikan pajak,


idenya sebenarnya dapat berhasil.
Mungkin, Tapi ini sesuatu yang besar untuk
dilakukan oleh perseorangan. Kau tahu apa yang
kau coba untuk lakukan?Komisi regional, izin
mendirikan bangunan ?
Ya. Harus lebih dari satu orang untuk
menanganinya. Dan akan memakan waktu cukup
lama yang tidak bisa selesai bahkan saat aku
kembali ke Dallas.
Sarah melihat John menjadi muram. Wajahnya
mengkerut, air mukanya menjadi gelap dan
menggertak. Apakah itu hanya disebabkan oleh
kata-katanya yang menyebutkan Dallas? Pria ini
membingungkan, itu sudah pasti.
katakan padaku kenapa aku harus mendanai
semua itu. John mengatakannya dengan suara
kemarahan sambil dia meneguk wine.
seperti yang kubilang, ini jaminan yang
menguntungkan dan akan berguna bagi kota__
Aku tinggal di kota yang berbeda, John
membantah.

Ya, tapi ini akan menjadi hal yang berguna bagi


anak-anak__
John memutus kata-kata Sarah lagi. Faktanya,
sebenarnya lebih baik bagi kota tempat
tinggalku jika sekolah Top Hill tutup semua
sehingga anak-anak bisa naik bis ke Duluth
sehingga kami bisa memperoleh pajak.
Ya, Tapi__
Jadi katakan padaku bagaimana cara mendanai
project ini tapi tidak akan menikam dari
belakang teman-temanku sendiri dan
tetangga-tetanggaku?
Menikam mereka dari belakang?
Ya. Bagaimana bisa menghabiskan uangku di
sekolahmu, kotamu, berguna untukku?
Aku belum memikirkan hal itu. Tapi Aku tidak
berpikir bahwa membantu Top Hill dapat
menyakiti Duluth. Duluth tidak mempunyai pajak
saat ini dan mereka sebenarnya tidak
membutuhkannya,
Masyarakat Duluth tidak akan melihat masalah
ini dengan cara begitu. Apa yang mereka lihat

adalah aku, menghabiskan uangku di tempat lain


sementara sebenarnya lebih baik jika uang itu
aku habiskan di tempatku sendiri.
Sarah diam - diam mempelajari John dan
mencoba untuk mengatakan sesuatu yang akan
paling mengganggunya, ego nya. Kau tidak
tampak seperti laki-laki yang akan membiarkan
orang lain mengajarimu bagaimana caranya
untuk menghabiskan uangmu.
Percobaan yang bagus untuk menyerangku
Sayang, tapi bukankah kau sekarang sedang
mencoba untuk memberi tahu aku bagaimana
cara untuk menghabiskan uangku kan?
Apa yang kau inginkan untuk aku katakan?
Sarah bertanya padanya dengan pelan.
Aku ingin alasan kenapa menghabiskan uangku
untuk keuntungan Top Hill. John menyingkirkan
gelas wine nya dan mengambil air mineral
sembari dia menunggu jawaban dari Sarah.
Sarah berdalih dengan singkat,karena itu hal
yang baik untuk dilakukan.
itu tidak menjawab pertanyaan Sarah.

Dada sarah bergejolak kau bilang kau akan


mempertimbangkannya!
Aku sedang mempertimbangkannya. Tapi kau
tidak memberikan aku fakta.
Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan lagi
padamu! Top Hill akan mati jika tidak ada yang
dilakukan. Sarah berhenti sejenak dan
memandang wajah John, Tolong, Aku tidak
ingin itu terjadi. Aku tidak ingin Top Hill
menyusut dan mati. Aku ingin __
Bagaimana dengan yang aku mau? John
bertanya pada sarah blak-blakan.
Sarah dan john saling memandang. Mata John
meradiasi dengan buas, Aliran Api di dalam mata
John menjalar panas menjilat Sarah. Tatapan
John tajam, menilai sarah seperti John tahu
suatu rahasia yang tidak diketahui sarah.
Rahasia yang tidak akan disukai Sarah.
Tubuh Sarah menegang dengan kentara dan dia
lebih meluruskan duduknya. Apa yang kau
mau?
Sarah tetap tidak bergerak saat tangan John

melintasi meja untuk mengangkat tangan kirinya


dan memasukkan jari-jari tangannya di jari-jari
tangan Sarah, telapak tangan mereka
bersentuhan. Cengkramannya menjadi erat tapi
lalu mengendur, kemudian erat kembali dalam
ritme yang mengirimkan radiasi sensual ke
dalam diri Sarah dan mendarat seperti jutaan
kupu-kupu di dalam perutnya.
Yang pertama, aku ingin kau sadar bahwa aku
sudah mendonasikan lebih dari sekedar dana
yang biasa aku donasikan untuk amal. Cukup
untuk menentramkan hati nurani, dan bahkan
lebih dari apa yang diharapkan dari ku oleh
orang baik dari gereja. Dan Aku ingin kau
mengerti bahwa satu-satu nya alasan, satusatunya alasan sialan kenapa aku
mempertimbangkan hal ini adalah karena kau
yang memintaku.
Tapi__aku pikir kita akan tetap menjaga
__masalah-masalah__secara terpisah.
Kita akan, John menjawab dengan tegas,
Tapi aku tidak mengerti__

Kita akan menjaga agar masalah-masalah itu


terpisah sebanyak yang kita mampu. John
berhenti sebentar dan menyapukan ibu jarinya ke
jari manis Sarah yang kini sudah tidak
mengenakan cincin lagi, tapi tidak bisa
dipungkiri bahwa faktanya jika kau bukan siapa
kau yang kukenal, aku akan menolaknya saat
kau berada di kantor ku tadi.
Sarah menutup matanya, Tidak, aku tidak ingin
hal ini menjadi seperti ini. Jangan dilanjutkan
lagi.
John mengabaikan permintaan Sarah dan tetap
bicara. Kita masih harus melanjutkan. Apakah
kau sudah melakukan cukup penelitian berapa
lama Top Hill dapat tetap berfungsi dengan
keadaan seperti sekarang?
Sarah mencoba untuk fokus pada pertanyaan
John dan memikirkannya. mungkin Tiga atau
empat tahun.
Oke, John terus menyapukan ibu jarinya di
kulit sarah dengan pola melingkar. Ini apa yang
akan kita lakukan. Kita akan menyimpan

permasalahan ini dulu untuk sementara. Kita


perlu mengenal satu sama lain sedikit labih
banyak __
Tidak, tolong __
Sarah. Nada suara John seperti perintah agar
Sarah memperhatikan dan mata Sarah melayang
dari jari-jari tangan john di tangannya lalu
kembali ke wajah John. Jika aku memberikan
uang itu padamu sekarang, kau akan
memberikan semua kotoran air seni itu kepadaku
dan mulai bertingkah seperti itu adalah bayaran
untuk seks dan itu tidak akan terjadi.
John memandang wajah Sarah berubah menjadi
pucat pasi dan pada saat yang sama sarah
mencoba untuk membebaskan tangannya dari
tangan John. John mengepalkan jari-jari tangan
Sarah kepada jari-jarinya dan menahannya.
Mata Sarah tetap memandang John yang ada
diseberang meja. Aku tidak sedang
berhubungan seks denganmu.
Oh ya. Kau sedang. Dan segera.
Hanya karena aku melepaskan cincin itu tidak

berarti__
Jari-jari john meremas dengan kasar. Ya, itu
jelas berarti. Kau harus menegaskan hal itu di
kepalamu sekarang. Aku muak dengan mu yang
menolak sesuatu yang sebenarnya tidak dapat
kau elakan. Aku tidak akan membiarkan kau
melakukan permainan omong kosong seperti kau
sulit untuk didapatkan. Mungkin jika kau tinggal
di sini satu tahun aku akan membiarkan kau
melakukannya. Tapi itu tidak akan terjadi sayang.
Kau tidak akan berkeliaran disekitar ku untuk
enam atau delapan minggu dan kemudian saat
akhirnya kau mendapatkanku kecanduan dengan
vaginamu yang manis__
Oh Tuhanku!
___saat akhirnya kau mendapatkanku
kecanduan kepadamu, lalu kau berdiri dan pergi?
Omong kosong. Itu tidak akan terjadi. Jangan
berpikir kau akan bisa mengatur aku, Karena
kau tidak akan.
Siapa yang membesarkanmu? Sarah mulai
menarik tangannya dengan semua kekuatan

yang dia bisa tanpa memandang kepada


tangannya. Siapa yang membuat kau begitu
arogan, sombong, kepala batu sehingga kau bisa
mengancam wanita dengan cara yang kau
lakukan ini?
Sarah akhirnya bisa membuat tangannya
terlepas lalu John menyandarkan tubuhnya ke
belakang ke kursinya, menyilangkan tangannya
di dadanya dan tetap memandang Sarah untuk
beberapa waktu. Aku tidak memperlakukan
wanita seperti ini. Mata John menyapu wajah
Sarah lalu jatuh ke dadanya. Hanya kau.
Hanya aku? Sarah bernafas dengan kasar.
Apakah aku harus merasa tersanjung?
John menarik bahunya, kau tidak harus merasa
apapun. Aku hanya mengatakan kepadamu
bagaimana ini akan berjalan, Beberapa waktu
Sial__ beberapa waktu tidak akan cukup. Kita
butuh waktu untuk mengerjakan semua ini
bersama.
Mengerjakan semua ini bersama? Nada
suaranya meragukan.

Ya.
Sarah memalingkan kepalanya dari John dan
bergumam pada dirinya sendiri, Oh Tuhan,
tuhanku, tolong aku. Lalu Sarah kembali
menatap John. Kau pikir kau bisa melakukan
semua ini karena kau kaya, betul kan? Begitu
menjijikkan kaya dan sedap dipandang mata
sehingga kau bisa mendapatkan apapun yang
kau inginkan.
John memandang Sarah cukup lama, emosi
sebentar lalu dia tersenyum. Kau pikir aku
sedap dipandang mata?
Sarah balik memandang John beberapa saat
sebelum dia bisa mengucapkan sepatah katapun.
Hanya itu perkataan yang kau bisa serap dari
semua kalimat?
Aku pikir kau seseksi semua yang bisa
terserap. John balik menyerang.
Mata Sarah melebar saat dia mendengar
perkataan John. Dia tidak tahu apa yang harus
dia pikirkan. Dia sama sekali tidak tahu apa yang
harus dia pikirkan. Dia tidak dapat berkata apa-

apa. John benar-benar lebih dari sekedar


arogan; John lebih dari sekedar egois. John
Menyebalkan, menjengkelkan dan diluar batas ,
dan benar-benar sangat seksi melebihi
kebaikan dirinya sendiri. Apa yang sebenarnya
Sarah lihat dari diri John? John sombong, suka
mengatur, cabul dan tidak tulus. Dan jelas,
Sarah adalah wanita hidup yang paling bodoh
karena sarah berpikir mempertimbangkan secara
serius untuk memulai sesuatu dengan john.
Sarah begitu amat ingin tidur dengan John,
begitu inginnya sehingga dia tidak bisa berpikir
dengan jernih. Kesombongan bawaan lahir itu.
John seorang bad-boy. Dan Sarah tertarik
padanya. Lebih dari hanya sekedar tertarik.
Sarah mulai merasa rindu terhadapnya. Ini pasti
karena kesombongannya; caranya berjalan
dengan sepatu botnya. Sepatu bot yang lecet
dan berdebu itu saat sarah tahu bahwa dia bisa
mempunyai sepatu bot yang lebih baik.
Pikiran Sarah terpotong-potong saat dia terus
berpikir untuk mencoba mencarikan dirinya

alasan.
Kenapa tidak dia tidur dengan John? Itu mungkin
sedikit rendahan, Tapi tunggu, kau hanya hidup
sekali. Dan hanya sekali, Sarah menginginkan
apa yang dia inginkan. John tampak seperti
semua kesombongan yang bisa dibenarkan. John
mungkin tahu bagaimana caranya membuat
seorang wanita klimaks, dan mungkin lebih dari
satu cara. Benar, Sarah tidak pernah melakukan
hubungan seks dengan seseorang seperti ini.
Sarah selalu menunggu sampai dia berpikir
hubungan mereka mengarah kepada satu tujuan.
Dan sarah tidak mempunyai pasangan yang
banyak. Hanya beberapa sebenarnya. Sarah
terlambat dalam memulai hubungan percintaan
dan saat dia terbakar oleh pernikahannya, dan
menderita oleh patah hati dan keguguran, Lalu
dia menjauhi laki-laki untuk waktu yang lama.
Ya, Hanya sekali, pemikiran itu menghampirinya
bahwa dia sepertinya akan kalah dalam
pertempuran ini.
Tetapi kenapa membiarkan John mengetahuinya

begitu cepat? Kenapa membiarkannya merasa


menang? Kekuasaannya sombong dan vulgar
dan dia pantas untuk dikecewakan.
Sarah hendak akan mengatakan sesuatu yang
tidak akan disukai oleh John. Sarah tidak
percaya untuk bermain-main dalam sebuah
hubungan, tetapi John tidak pernah punya
maksud untuk memiliki sebuah hubungan , iya
kan? Dan walaupun sekarang Sarah tahu dia
harus menelphone untuk memutuskan
pertunangannya, tetapi dia tidak berpikir bahwa
John Garret akan membuat sebuah hubungan
yang lama.
Sarah mengambil nafas dan mempersiapkan satu
pukulan kata-kata untuk John. Kau, sejauh ini,
adalah pria yang sikapnya paling sakit dan
sombong yang pernah aku temui dalam hidupku.
Terima kasih telah mengingatkanku betapa
gentlemannya Randall. Saat kita kembali ke
mobilmu, aku ingin cincinku kembali. Secara
tekhnik tidak ada dari kata-kata itu yang
merupakan sebuah kebohongan; Randall seorang

gentleman dan Sarah bermaksud untuk


memastikan bahwa Randall mendapatkan
cincinnya kembali.
John menajamkan pandangannya kepada sarah
dari seberang meja. John tidak percaya pada
ancaman Sarah satu detikpun, dan itu
membuatnya marah bahwa Sarah bermaksud
untuk memanipulasi dirinya, John berusaha untuk
meredakan kemarahan yang mengalir dalam
darahnya. Kau wanita yang sangat berani, Iya
kan, sayang?
Beberapa emosi yang John tidak dapat kenali
memancar secara jelas di mata Sarah dan John
memandang sarah dengan seksama sehingga
John bisa melihat sarah menarik nafas dan
menahannya. Ketegangan diantara mereka
meningkat saat Sarah tidak menjawab
pertanyaan John secara verbal. Sarah bernafas
dengan dangkal, dan John berpikir sarah saat ini
hanya berani untuk menahan tatapan John. John
mengurungkan niatnya untuk melanjutkan hal
lain yang ingin dikatakannya; Sarah sudah cukup

terlihat gemetar. Tidak ada alasan untuk


meneruskan hal ini di restoran, John tidak bisa
mengatakan apa yang ingin dia katakan di
hadapan begitu banyak orang saat ini. Sarah
membuatnya marah dan Sarah akan harus
mengetahui hal itu.
John menangkap mata seorang pelayan,
memberi kode bahwa dia menginginkan bonnya
dan John meletakkan jumlah yang cukup besar di
atas meja yang akan lebih dari cukup untuk
membayar makanannya. John mendorong
kursinya ke belakang tubuhnya, berjalan
mengelilingi meja dan menempatkan tangannya
di belakang leher Sarah dan meremasnya. Ayo
pergi. John mencoba untuk mengendalikan nada
serak pada suaranya dan tekanan pada leher
Sarah, tapi itu tidak berhasil karena dia lalu
mencengkram Sarah dengan erat.
Bab 4
Sarah duduk di kursi dengan detak jantung yang
semakin kencang. John bisa membaca usaha

Sarah untuk mengertak padanya dan sekarang


tubuh besar John menjulang diatasnya dan
tangan john di lehernya lebih dari sekedar sikap
menantang yang halus; itu adalah ancaman agar
Sarah tidak macam-macam. Ada sesuatu dari
caranya memanggil Sarah Sayang lagi, saat
John tahu Sarah benci mendengarnya. Ada
sesuatu yang John tidak katakan juga. Sesuatu
yang seharusnya telah selesai saat John
bertanya pada Sarah, sesuatu yang John biarkan
untuk tidak terkatakan. Ini ada disana kemungkinan sebuah ancaman, kemungkinan
sebuah ultimatum.
John mencengkram leher Sarah erat dan kecuali
sarah ingin ada kejadian yang tak menyenangkan
terjadi di depan umum, Sarah tidak memiliki
pilihan selain berdiri dan membiarkan John
membawanya keluar dari restoran. Sarah tahu
jika orang lain mengamati mereka saat ini,
tangan John pada lehernya sekarang tidak lebih
dari hanya sekedar belaian.
Tapi Sarah tahu bedanya.

Sarah tahu dia telah membuat John marah, dan


John bermaksud membalas dengan membawa
Sarah keluar dari restoran yang membuat Sarah
berada pada posisi aman. Sarah sebenarnya
tidak merasa takut, Tapi tidak dipungkiri Sarah
bertanya-tanya apa yang akan dilakukan John
selanjutnya dan Sarah menunggu itu dengan
gelisah.
Sudah cukup larut saat mereka keluar dari
restoran. Perjalanan ke San Antonio memakan
waktu lebih dari satu jam, mereka tadi berjalanjalan di tepian sungai sebelum makan malam dan
sekarang saat malam datang dan keramaian
hilang dan jalanan tidak seramai seperti yang
Sarah harapkan.
John mengambil keuntungan dari keadaan ini.
Mereka belum sampai 50 yard berjalan saat john
menarik sarah dari tepian air ke tempat gelap,
koridor kecil diantara dua bangunan.
John mengayunkan tubuh Sarah ke arah tembok
dan berdiri menjulang di depannya dalam
kegelapan. Kedua Lengan John mendarat di

kedua sisi kepala Sarah, dan tubuh John


menutupi tubuh sarah dengan jarak terpisah
hanya beberapa inchi. John tidak menyentuh
sarah, tapi dengan segala niat dan tujuan, john
menjadikan sarah tawanannya.
Jangan mencoba untuk berbohong padaku
Sarah. John bicara penuh kemarahan,
membisikkan desisan di telinga Sarah.
Jantung sarah berdetak kencang tapi sarah
berusaha untuk mendapatkan sedikit pegangan
pada emosinya yang sedang berlari. Bagaimana
aku bohong? Sarah bertanya dengan tegas,
garis rahangnya menunjukkan sifat agresif saat
dia menempelkan punggungnya lebih jauh ke
dinding untuk membuat jaraknya pada John
sedikit lebih jauh.
Kau tahu apa yang kau katakan. Kau
mengancam akan tetap bersama pria sialan itu,
mengancam akan kembali menggunakan cincin
sialan itu. John mengangkat wajahnya dengan
memegang telinganya dan memandang tepat di
mata Sarah. Saat kita berdua tahu bahwa itu

semua tak akan terjadi.


John mengancam Sarah, pria yang berterus
terang, dengan hinaan yang dingin pada
suaranya. Kepala sarah berputar. Aroma tubuh
John mengurungnya, memabukkannya, aroma
yang membuat dia kecanduan yang mengubah
dirinya menjadi bubur. Sarah benci sifat
arogannya, tapi dia tak bisa menyangkal
ketertarikan seksualnya. Sarah tak bisa
menyangkalnya pada dirinya sendiri, tapi dia
akan menyangkalnya pada John. Itu tidak__
Kepala John menukik ke bawah dan kata-kata
Sarah dipotong dengan bibir John yang menyapu
bibirnya. Lidah John masuk jauh ke dalam mulut
Sarah dan tangan John memegang lengan Sarah
saat John menarik tubuh Sarah ke tubuhnya.
Pikiran Sarah menyusut mati dalam kebutuhan,
panas dan kuat, mencengkram tubuhnya dan
melumpuhkan otaknya.
Tangan John meninggalkan belaian pada kulit
sarah dan satu lengan lagi merangkul pinggang
Sarah dan mengangkatnya ke arah tubuhnya

sementara tangan yang lain jatuh kesamping


mereka dan menangkap payudara sarah dan
mulai meremasnya. John mencium sarah seperti
pria yang kelaparan seperti dia sangat lapar dan
hanya Sarah, dan hanya sarah seorang yang
bisa menyelamatkannya.
Bibir mereka menempel dan lidah mereka saling
mengait saat hasrat lahir diantara mereka.
Tangan John melepaskan payudara Sarah dan
mengunci wajahnya. Sarah tak bisa bernafas, tak
bisa mendapatkan cukup oksigen dan menarik
mulutnya dari bawah mulut John dan
memalingkan mukanya, mengambil banyak
gumpalan udara. Mulut John jatuh ke telinganya
saat john menyibakkan rambut Sarah ke
belakang bahunya. Aku menginginkanmu Sarah,
Kau membuatku gila sejak pertama kali aku
bertemu denganmu. Suara John serak
menggeram di telinga Sarah dan hal itu membuat
hati Sarah tergetar.
Sarah tak bisa bicara, tak bisa menciptakan satu
katapun dan Sarah menemukan bahwa jawaban

tidaklah dibutuhkan saat John menarik mulut


sarah kembali ke mulutnya dan mulai
menciumnya kembali dengan dorongan
kebutuhan. Sarah tak pernah dicium seperti ini,
dengan hasrat yang tak bisa dikalahkan. John
melahapnya, mengambil apa yang dibutuhkan
darinya, minum dari nafasnya, hidupnya,
intisarinya.
Sarah tak tahu berapa lama mereka berciuman,
itu terlalu lama; itu tidaklah cukup lama.
Tawa kekanak-kanakan datang dari jalanan
sampai ke pojok gelap dimana mereka berada,
Suara seorang ibu yang memanggil salah satu
anaknya.
Mantra diantara mereka telah sirna dan Sarah
mendorong John saat John mengangkat
kepalanya. John melepaskan pinggang Sarah
dan mengunci kepala sarah diantara tangannya.
John memiringkan wajah sarah sehingga dia
bisa melihat matanya dan mempelajarinya untuk
beberapa lama dalam diam. Ekspresi John gelap
dan tidak terduga di malam hari. Sarah tak tahu

apa yang John sedang coba untuk lihat.


John bersandar ke bawah, dan dengan lembut
mencium dahi Sarah. Sentuhan itu singkat tapi
tidak sesingkat itu hingga Sarah tak bisa
merasakan akibatnya. Itu adalah kelembutan
yang tidak pernah dia lihat sebelumnya dari
John, dan kebingungan muncul di mata Sarah
saat John meraih tangannya dan membawanya
kembali ke jalan.
Sarah mengikuti John ke mobil dalam diam, Hati
sarah berdetak dengan kencang saat John tetap
menggenggam jemarinya.
John mengantarkan Sarah ke dalam mobil dan
saat John duduk kembali di belakang kemudi dia
tidak melihat kembali ke arah Sarah atau berkata
sesuatu lagi.
Tapi John mengangkat tangan kiri sarah dan
memainkan jemari sarah dengan jemarinya dan
membelai kedepan dan ke belakang jari manis
sarah yang sudah tidak bercincin lagi dengan ibu
jarinya. Tangannya tidak lama berada di tangan
sarah untuk beberapa mil; john terus membelai

jari-jari sarah dengan jemarinya, menggosok


telapak tangannya, dan meluncurkan bantalan
jari-jarinya ke kuku sarah yang berwarna.
SUV besar melaju melalui bermil-mil jalanan
saat tangan John terus mempelajari kontur
jemari Sarah. Beberapa kata terucap diantara
mereka, John bertanya apakah Sarah baik-baik
saja, John menunjuk ke arah bulan yang mulai
muncul di langit.
Sarah menjawab John dengan lembut, terlalu
terkejut dengan sikap John yang begitu baik.
Kemarahan John yang tidak senonoh tampaknya
hilang seutuhnya dan pria ini ditempat ini
sekarang menjadi pria yang tidak dia kenal. Pria
yang tidak dia kenal, tapi pria yang amat sangat
dia khawatirkan akan menjadi pria yang akan dia
ketahui lebih baik lagi.
***
Apa? Suara Jamie bernada kaget dan heran
saat dia meminta sarah untuk mengulangi
pertanyaannya.
Apakah kau tahu siapa John Garret? Sarah

bertanya untuk kedua kalinya.


Sarah__ Suara jaime menyusut kecil dan dari
reaksi Jaime ini Sarah sadar bahwa Jaime tahu
dengan pasti siapa yang dia tanyakan.
Aku menganggap jawabannya adalah Ya.
Sarah berkata.
Ya, dan jawabannya adalah jangan pernah
berpikir soal itu. Suara Jaime memaksa.
Seburuk itu? Sarah bertanya.
Sahabat sarah diam sebentar. Seburuk itu dan
lebih banyak lagi. Dimana kau bertemu
dengannya?
Aku bertemu dengannya beberapa kali. Kami
pergi ke San Antonio semalam untuk makan
malam. Sarah berusaha untuk meringankan
suaranya.
Tidak. Kau tidak melakukannya. Kaget, darah
segar hadir dari suara Jaime.
ya. Kami pergi-
Jaime memotong sarah. Bagaimana dengan
Randall? Serius, aku pikir pria ini tidak
cemburuan tapi aku tak yakin dia akan suka jika

kau berkencan dengan pria lain.


itu bukan kencan, Aku putus dengan Randall
pagi tadi.
Keheningan muncul dari ujung telepon. Sarah
menunggu ledakan yang dia tahu akan datang.
Sarah tidak salah.
Kau tidak bisa kencan dengan John Garret,
Sarah. Aku senang kau putus dengan Randall.
Aku tidak akan bilang aku tidak suka itu. Pria itu
tak pantas untukmu dan aku tak pernah
membayangkan kalian berdua akan menjadi
pasangan yang cocok. Tapi kau tak bisa memulai
hubungan dengan John garret. Aku
melarangnya.
kau melarangnya? Sarah menemukan ada
humor dalam pernyataan Jaime.
Sangat.
Oke, katakan padaku apa yang kau tahu soal
John. Sarah berkata dengan nada suara seperti
akan mengakhiri percakapan.
Aku tahu dia seorang player. Tapi dia lebih
buruk dari itu. Dia seorang pemakai. Dia pelacur

pria Sarah. Dia kaya, dia selalu mendapatkan


apa yang dia inginkan, dia mencoba semua
wanita dalam radius 100 mil.
Sarah curiga, Kau pernah tidur dengannya
Jaime? Sarah menahan nafasnya dan
menanyakan pertanyaan yang paling
mengganggu pikirannya.
Tidak! Aku bahkan belum pernah bicara
dengannya. Dan kau juga seharusnya tidak.
Apakah kau tahu siapa Susan Ralls?
Sarah seperti mengenal nama ini, tapi dia tidak
dapat mengingatnya. Tidak.
Baiklah. Sekitar enam bulan yang lalu Susan
mulai menjalin hubungan dengan John. Mereka
pergi berkencan beberapa kali, Susan amat
sangat jatuh cinta. Maksudku benar-benar amat
sangat jatuh cinta. John menidurinya tiga kali
dan John lalu mencampakkannya. Dan Sarah,
serius, Susan itu cantik, Pintar__
Aku paham.
kau paham? John itu sebuah kabar buruk.
Setelah istrinya meninggal __

istrinya meninggal? Nafas sarah tercekat di


tenggorokkannya. Sarah tak pernah punya
pikiran bahwa John pernah menikah dulu. Sarah
merasa terganggu oleh informasi yang tidak
nyaman ini. Dan apakah John juga mempunyai
anak?
Ya. Tiga atau empat tahun yang lalu. Istrinya
mengalami kecelakaan dan meninggal. Sejak itu
John menjadi seseorang yang berbeda. Mereka
berdua pasti amat saling mencintai. John
berubah menjadi seorang pertapa dan tidak
meninggalkan rumah selama setahun. Semua
orang mengatakan dia hancur dan gosip
mengatakan bahwa John sangat setia pada
istrinya. Tapi tiba-tiba, dalam satu kedipan
mata, dan tanpa alasan yang jelas, John keluar
dan menjadi seperti sekarang. Dan sejak itu
sampai sekarang sama. John mengatakan pada
Dolan Carver bahwa dia tak akan pernah
menikah lagi dan Dolan mengatakan hal itu
kepada Savannah Henderson.
Sarah mencoba mencerna informasi itu dengan

gelisah. Apakah Dia punya anak?


Tidak, yang aku tahu tidak.
Sarah tidak menanggapi dan Jaime melanjutkan,
Serius Sarah, Kau tak bisa memulai hubungan
dengannya. Greg sudah cukup
menghancurkanmu. Sekarang kau baru saja
putus dengan Randall. Tidak ada hal baik yang
bisa datang dari ini. Jangan bodoh.
Keheningan muncul diantara mereka sebentar
dan Saat Sarah tetap diam, Jaime bertanya,
Bagaimana Randall menyikapi keputusanmu?
Dia membujukku agar tidak melakukannya.
Sarah berkata.
Tak diragukan. Hanya Tuhan yang tahu berapa
lama yang dia butuhkan untuk menemukan
wanita yang tak bisa melihat muslihatnya.
Muslihat apa?, Sarah bertanya.
Pria gay itu menyembunyikan
homeseksualitasnya.
Dia bukan seorang gay. Sarah berkata
Jaime menghela nafas. Aku tak perdulu dia Gay
atau bukan. Aku hanya mengatakan bahwa pria

Gay bukan suami yang baik. Jaime berhenti


sesaat lalu menekankan lagi pernyataannya.
Untuk wanita maksudnya.
Aku tak akan berargumen denganmu soal itu.
Itu hal yang tidak usah dibahas karena kami
tidak akan menikah.
Jadi Katakan padaku soal kencan yang bukan
kencan itu. Jaime kembali membawa
percakapan ke persoalan John Garret dan Sarah
mengalami sedikit masalah untuk mengikutinya.
Itu sebenarnya sebuah pertemuan bisnis. Aku
mencoba untuk meminta bantuannya untuk
mendanai rumah jompo.
Jaime mengetahui Sarah yang tak kenal lelah
untuk menolong sekolah. Ya Tuhan. Aku tak
bisa percaya kau punya nyali untuk untuk
meminta padanya. Hal itu akan memakan uang
yang sangat banyak. Bagaimana reaksinya?
Kurang lebih seperti itu. Dia ingin tahu kenapa
aku berpikir dia akan menghabiskan uang
sebanyak itu di Top Hill sementara dia tidak
tinggal disitu. Dan Satu-satunya alasan yang

bisa aku berikan adalah karena itu suatu hal


yang benar untuk dilakukan.
jadi dia tidak berjanji akan memberikan uang
itu?
Belum.
Dan itu saja? Semalaman hanya itu?
Ya, itu dan dia meminta aku untuk memutuskan
pertunanganku dan mencoba untuk__
Dia alasan kenapa kau memutuskan
pertunanganmu?
Apakah kau baru saja menumpuk dua
permasalahan menjadi satu? Sarah bertanya.
Aku tidak bilang bahwa aku akan memulai
sesuatu dengan John, tapi dia yang membuatku
sadar bahwa hubunganku dengan Randall tak
akan berhasil.
Apakah kau tidur dengannya?
Apa? Tidak!
Apakah kau yakin? Pasti ada sesuatu yang
terjadi denganmu sampai kau bisa menyadari
Randall adalah suatu kesalahan.
Sarah tidak melihat alasan untuk tidak berkata

jujur. Pria ini benar-benar menarik. Dia sexy.


Apakah dia menciummu?
Sarah berpikir tentang akibat yang sangat efektif
dari kebersamaan mereka. Menggambarkan
hubungan mereka tak lebih dari sekedar ciuman
tidaklah benar. Tapi Sarah tak tahu bagaimana
cara mengekspresikan emosi yang nyaris kasar
yang John berikan padanya. Dan Sarah juga tak
ingin mencobanya. Ya. Dia menciumku.
Lalu?. Jaime menuntut.
Lau Apa? Sarah bertanya.
Apakah itu asyik?
Aku memutuskan tunanganku. Iya kan?
Paham. Sekali lagi, Jangan tidur dengannya.
Aku peringatkan padamu, Aku tak mau menjadi
orang yang memunguti puing-puing
kehancuranmu.
Sarah menyerap pernyataan Jaime sebagai
peringatan terakhir. Aku Catat.
***
Sarah menghabiskan hari dengan menonton film
tua dari kaset ketika di luar hujan. Kaset milik

neneknya, dan walau gambarnya tidak bisa lebih


jelas, tapi sarah bisa dengan mudah melupakan
kecemasannya saat melihat beberapa wanita
klasik dari tahun delapan puluhan.
Sudah jam Sembilan tepat dan matahari sudah
benar-benar tenggelam saat bel rumahnya
berbunyi. Sarah sedang bermalas-malasan di
sofa dan tubuhnya melonjak saat suara nyaring
bel itu menggema di ruangan. Sarah langsung
duduk tegak dan memandang ke pintu.
Rasa takut menghampirinya saat Sarah sadar
bahwa dia sendirian di farm kecil ini. Rumahnya
terpencil dan bisa dihitung dengan jari berapa
kali dalam hidupnya dia mendengar bel
rumahnya berbunyi.
Jarang, jika pun pernah. Rumahnya setidaknya
berada sekitar satu mil dari tetangga
terdekatnya, jika seseorang ingin berkunjung,
mereka biasanya menelpon dulu.
Untuk lebih jelasnya, tumbuh di kota besar
membuat Sarah waspada terhadap orang asing.
Sarah tak pernah merasa nyaman berada di

tempat ini sendirian. Kalau siang hari lain


halnya, tapi malam hari sepenuhnya berbeda.
Sarah langsung menghentikan sementara kaset
The texas Chain saw Massacre yang sedang dia
tonton, dia berdiri dan menggosok telapak
tangannya ke samping celana pendek yang dia
kenakan dan berjalan pelan menuju pintu.
Daun pintu model lama tidak mempunyai lubang
untuk mengintip, tapi mempunyai tiga kaca yang
ditempelkan di pintu tepat setinggi mata. Lampu
serambi tidak menyala dan sarah sadar bahwa
jika dia melihat ke luar lewat kaca di pintu
dengan lampu di dalam ruang tamunya menyala
maka siapapun yang ada di luar akan melihatnya
lebih jelas dari pada dia dapat melihat mereka.
Tapi jika dia menyalakan lampu serambi lebih
dulu, siapapun di luar sana akan tahu dia ada di
dalam. Langkah kakinya melambat saat Sarah
berpikir apa yang harus dia lakukan. Jantungnya
berdetak tak beraturan dan kakinya hampir tidak
bisa menyangganya karena gemetar.
Sarah mengangkat telponnya dan berdiri di

tengah ruangan dengan terpaku. Bel berbunyi


kembali dan seseorang mengetuk pintunya.
Sarah Buka pintunya. Saat Sarah mengenali
suara teriakkan itu dia hampir jatuh ke lantai
karena lega.
Sarah berjalan menuju pintu saat dia berusaha
untuk menormalkan nafasnya dan dia lalu
menyalakan lampu serambi. Sarah melihat lewat
jendela dan John berdiri dan John mulai basah
oleh percikan air hujan yang menerpa atap.
Sarah membuka kunci pintu tetapi membiarkan
kunci rantai tetap terpasang lalu dia menarik
daun pintu untuk membuka beberapa inchi. kau
membuatku takut setengah mati. Apa yang kau
lakukan disini?
Buka pintu, Dia memerintah dengan
membentak.
Dengan pesan Jaime untuk jangan tidur dengan
John berbunyi di kepalanya, sarah hanya ragu
sebentar lalu dia mendorong pintu tertutup dan
membuka kunci rantainya. Saat dia menarik pintu
untuk membuka, John mendorong pintu dengan

telapak tangannya dan membuka pintu dengan


lebar untuk bisa masuk ke dalam. Menutup pintu
kembali melawan hujan dan angin, dia berbalik
lalu menatap Sarah.
Dengan rasa takut yang masih tersisa, perut
Sarah mulai berputar dengan kedatangan John
yang tiba-tiba di malam hari. Halilintar tiba-tiba
menyambar di luar dan Sarah tersentak dan
menyilangkan tangan di dadanya saat dia
melangkah mundur ke belakang. Tubuh sarah
merinding saaat John menangkap dan menahan
tatapan Sarah.
Pembicaraannya dengan Jaime bagai terdengar
kembali dengan keras di dalam otak Sarah dan
sarah ingat pada pesan sahabatnya itu. Sarah
mencoba untuk mengingat bahwa John
berbahaya bagi kesehatan jiwanya dan ancaman
bagi keseimbangannya.
John berdiri di depan pintu memandang Sarah,
tidak melangkah ke depan mendekati sarah dan
tidak mengatakan apapun juga. Sarah
memandang John sembari berusaha untuk

mengontrol irama detak jantungnya yang terlalu


cepat. Sarah mengenali bentuk lingkaran
kekuatan pada diri John; John memancarkan
maskulinitas saat John balik memandang Sarah.
John memiliki kekuatan berbahaya yang menarik
bagi Sarah, tubuhnya yang tinggi benar-benar
menggoda saat dia berdiri di depan sarah,
bajunya basah oleh hujan. Rambutnya lebih
hitam dari biasanya, helaian basah rambutnya
berkilau di bawah sinar lampu saat mereka
menempel di dahinya, kontras yang mencolok
pada kulitnya yang kegelap-gelapan.
Kau sudah menelpon? John bertanya dengan
suara yang dalam lalu melembut.
Pikiran sarah terpecah saat dia berpikir soal
telpon percakapannya dengan Jaime yang
menanyakan soal John. Lalu Sarah sadar apa
yang John tanyakan; John bertanya apakah dia
sudah menelpon untuk mengakhiri
pertunangannya. Ya. Sarah menghembuskan
nafas.
kau memutuskannya? John menegaskan.

Ya. Sarah menjawab dengan pelan.


John mendorong pintu dengan botnya dan
berjalan ke arah Sarah. Mata John memandang
sesuatu diantara mereka tapi sarah terlalu gugup
untuk ikut memandangnya. John memancarkan
satu pemikiran yang menunjukkan tidak ada
tanda untuk menyerah saat dia maju ke depan
ke arah sarah, berjalan dengan keangkuhan
yang sudah tertanam dalam dirinya.
Sarah melangkah mundur lagi dan mengangkat
tangannya untuk memperingatkan. Tapi__
John meraih tangannya dan memutus katakatanya. Tidak ada tapi. John menarik sarah
kearahnya dan gerakan paksa pada tangannya
itu membuat tubuh Sarah terdorong ke tubuh
John. Dada Sarah menabrak dada John dan
tangan John yang lain melingkar ke tubuh sarah.
Akhirnya Tuhan. John bergumam saat mulutnya
merendah ke mulut Sarah.
Sarah merasa aroma tubuh John menyelimutinya
dan kebutuhan, dengan cepat dan segera
berpacu ke pembuluh darahnya. Sarah

melingkarkan tangannya ke leher John dan


membalas ciumannya; tekanan tubuh John pada
tubuh Sarah yang memabukkan memberikan
keinginan untuk menyerah tanpa belas kasihan.
Denyut nadinya menari dengan hasrat dan Sarah
mengendarai ombak yang berdesis ke dalam
aliran darahnya, mengabaikan peringatan.
Hentikan! Otaknya berteriak dari dalam.
John melepaskan pergelangan tangannya,
berpindah ke bawah baju kaos Sarah dan
melucuti kemejanya lewat kepalanya, gerakan itu
membuat ciuman mereka terlepas dan
mendorong lengan Sarah terlepas dari leher
John.
Sarah benar-benar terkejut dan itu menjadi
katalisator yang dia butuhkan untuk kembali
memperoleh pegangan pada emosinya yang
berpacu. Sarah menelan ludah beberapa kali dan
John memeluk pinggang sarah, Sarah menjepit
tangannya diantara mereka dan mulai
mendorong dada John. Sarah perlu
memperlambat John.

John bergerak terlalu cepat padanya. Benarbenar terlalu cepat. Walaupun Sarah sangat
yakin dia akan menyerah pada John, tapi ini
terlalu cepat. Tapi Sarah sudah tidak yakin lagi.
Percakapannya dengan Jaime telah
menyadarkan sarah dan sarah merasa dia telah
mendapatkan pencerahan soal John. Itu bukan
sesuatu yang disukai olehnya juga.
John merasakan penolakan sarah dan rasa
frustasi melandanya. Kebahagiaan dia rasakan
hanya dengan mendapatkan Sarah di tangannya
dan menciumnya benar-benar lebih dari sekedar
membahagiakan. Ini semua di luar
pemahamannya dan pengalamannya bahwa
Sarah tak menginginkan melakukan seperti ini.
John memandang ke bawah ke arah bra katun
putih sederhana Sarah dan ketidaksabaran
meledak di dalam dirinya. Kulitnya putih, tonjolan
di atas payudaranya membuat John merasa
nyeri. John merasakan keinginan tajam yang
mendesak untuk mendapatkan Sarah, untuk
mendapatkannya lewat hubungan seksual dan

untuk meredakan ketegangan di pahanya. Fakta


bahwa Sarah berusaha untuk memperlambatnya
benar-benar tidak dapat diterima. John meraih
sarah bersamaan dengan Sarah mengambil baju
kaosnya dari tangan John dan mundur darinya.
Sarah menutupi payudaranya dengan baju
kaosnya dan melangkah jauh dari jangkauan
John. Sarah mendengar geraman rendah dan
dalam berasal dari dada John terdengar bagai
hewan yang terluka. Ekspresi di wajah John
membuat Sarah menjauh dan membuat jarak
diantara mereka. Sarah melangkah ke belakang
meja untuk membuat penghalang tambahan
diantara mereka dan dengan cepat memakai
kembali baju kaosnya. Baju Kaosnya terbalik tapi
sungguh Sarah tidak akan mengambil waktu
untuk memperbaikinya.
Sarah mengamati John seperti dia anjing gila
yang akan menyerang. John tetap berdiri pada
tempatnya dan mengamati sarah dan
mengangkat alisnya. Kau pikir aku akan
membiarkanmu lari begitu mudah? Tatapan

John menyapu tubuh sarah, naik ke wajahnya


dan menatap sarah dengan tatapan menipu yang
malas. Nada suara John dan raut wajah John
mengirimkan panah baru tuntutan ke tulang
belakang Sarah.
Sarah memandang mata John tanpa berkedip.
kau tak punya banyak pilihan.
John tertawa kecil dan menggelengkan
kepalanya. Kaulah yang tak punya banyak
pilihan.
John mulai berjalan menuju ke arah Sarah dan
Sarah merasakan sedikit goresan histeris pada
dirinya. Mundur! Sarah menjerit.
John berhenti sebentar tapi kata-kata john
selanjutnya tidak membuat Sarah nyaman, walau
suaranya menjadi lembut. Kau harus berdamai
dengan dirimu pada apa yang akan terjadi,
Sayang.
Hati sarah tercengkram oleh kata-kata John dan
getaran kepanikkan berubah menjadi bahaya
nyata bahwa Sarah tidak bisa mengontrol
situasi. Bagaimana dia harus menghentikan

seorang pria dari menidurinya saat tubuhnya


sendiri memohon kepada pikirannya untuk
membiarkannya? Sarah terkejut oleh rasa
adanya gumpalan di belakang tenggorokannya
yang memberikan sinyal bahwa air matanya
sudah mendekat. Salah menelan ludah dan
memutar tangannya. Aku tidak siap! Dia
berteriak. Apa kau benar-benar tega
mengintimidasiku untuk berhubungan seks
denganmu?
Kerutan gelap mewarnai raut wajahnya dan
membuatnya terlihat lebih jantan. Aku tidak
bermaksud untuk mengintimidasimu.
Sarah ngeri saat merasakan air matanya hadir
saat dia berusaha untuk bicara. Sarah
bermaksud untuk berkedip agar air mata itu
hilang tapi dia tak bisa membuat pita suaranya
menuruti perintahnya. Sarah menundukkan
matanya dari John.
John merasa musnah saat melihat air mata di
mata Sarah. John melangkah maju ke arah
Sarah dengan ide samar-samar untuk

memberikan Sarah semacam kenyamanan tetapi


sarah lalu mengangkat wajahnya dan
menggelengkan kepalanya. Jengkel pada dirinya
sendiri yang telah menyebabkan kekacauan ini,
John lalu berusaha untuk meredakan air mata
Sarah. Tak bermaksud untuk mengintimidasimu
Sayang. Hanya sebagai langkah lanjutan, hanya
itu. John berusaha untuk membuat suaranya
rendah dan menenangkan, Tapi tak yakin apakah
itu berhasil.
kita bertemu, kita sama-sama tertarik, kau
kehilangan pacarmu. John bahkan menolak
untuk menggunakan kata tunangan lagi, itu
hanya akan membuatnya marah saat dia berpikir
betapa dekatnya pria lain untuk memiliki Sarah.
Sekarang kita tidur bersama.
John melihat Sarah menelan ludah dan matanya
menajam padanya. hanya seperti itu? Suaranya
lembut tapi penuh tekad.
Tidak butuh kecerdasan tinggi untuk memahami
hal seperti ini Sayang. Kata-kata jawaban itu
terucap sebelum John mampu untuk

menghentikan dirinya. John tahu begitu kata


sindiran ini keluar dari mulutnya maka dia akan
menghancurkan semuanya. John melihat Sarah
mengambil nafas pada respon sarkastisnya dan
john tahu dia akan segera mendengar
kemarahan terbesar Sarah.
Keluar dari rumahku. Suara teriakkan Sarah
bagai pisau belati pada John.
Sarah melemparkan bahunya dan John dapat
melihat tulang belakang Sarah menegang seperti
besi sudah di tancapkan disana. Apa yang kau
inginkan dariku Sarah?
Aku ingin waktu untuk mengenalmu sebelum
kita berbaring di tempat tidur.
Itu jawaban sederhana tapi John tak perduli
sedikitpun dengan itu, kenapa? John bertanya
pada Sarah dengan suara yang lebih dari
sekedar gangguan pada diri seorang pria.
Kenapa?
itu pertanyaannya. Kenapa kita harus
menunggu? Kenapa pula Sarah mau menunggu
saat itu tidak akan menghasilkan apapun?

Menunggu akan membuat dia bertambah nafsu,


bertambah terburu-buru, tambah tidak sabar
dengannya. John bukan pria yang sabar.
Apakah kau serius? Sarah terdengar benarbenar tercengang.
Ya.
Kita harus menunggu karena kita butuh waktu
untuk saling mengenal. Karena setelah aku tahu
siapa kamu, aku akan tahu apakah aku ingin
tidur denganmu. Sarah mengatakan semua
kata-kata itu sekaligus padanya seperti dia
sedang mengatakan sesuatu kepada seseorang
yang menolak untuk belajar.
Tidak ada satu orang pun yang ingin tidur
bersama setelah mereka sudah saling mengenal
satu sama lain. John mulai bicara blak-blakan.
John memandang tubuh sarah ke atas dan ke
bawah dan menaikkan alisnya. Kau harus
memakannya selagi panas.
Memakannya selagi panas? Sarah tahu dia
terus mengulangi apapun yang John katakan.
Sarah seperti tak bisa mencegahnya. Kata-kata

yang keluar dari mulut John benar-benar tidak


dapat dipercaya.
Sarah mengamati John yang menyapukan jari
tangannya ke rambutnya dengan gerakan
kejengkelan pria lugu. John memalingkan
mukanya lalu kembali lagi memandang Sarah
dengan memperlihatkan kefrustasiannya. Aku
tak tahu apa yang kau tunggu. Aku ingin tidur
denganmu. Hanya itu yang ku mau, Begitu
sederhana.
Hanya itu yang kau mau? Kau benar-benar
kasar, Kau kasar dan tidak Sabaran dan __
John menyela Sarah dengan desisan, Maafkan
apa yang telah aku katakan! mungkin kau belum
menyadari, tapi aku sudah tidak merokok selama
2 hari! Mulut John membentuk garis
ketegangan, matanya panas pada mata Sarah.
Sarah terdiam dan memandangnya. Apa?
kenapa?
Mulutnya membentuk garis lurus. Karena kau
tidak menyukainya.
Sarah tak bisa berkata-kata. Untuk sesaat dia

kehilangan kata-kata. John berhenti merokok


untuknya? Kebahagiaan kecil merekah dari
dalam dirinya dan mulai menyebar, teradiasi ke
luar dari dalam dirinya.
Lalu John berbicara lagi. Jadi apa yang kau
inginkan sarah? Apa yang bisa membuat celana
dalammu itu terlepas.
Sarah mengambil nafas dalam dan menghentikan
dirinya untuk meminta John keluar dari
rumahnya. Kemarahan dan keterkejutan dalam
jumlah yang sama memompa ke dalam dirinya.
Pria ini benar-benar berpikir dia bisa
mengatakan apapun yang dia rasakan. Jadi
kenapa tidak memberikannya jawaban? Teman
wanitaku bilang kau seorang player. Kau
mempermainkan wanita dan mencampakkan
mereka, Dia memperingatkan aku __
Ini teman wanita yang sama yang bersamamu di
Cut-n-Shoot? John bertanya dengan suara
datar.
Ya. Kenapa? Sarah mengerutkan dahinya ke
arah John.

Tidak apa-apa. Hanya ingin tahu siapa yang


bicara jelek soal aku. John tahu dia sudah
membuat banyak wanita di daerah ini marah
padanya. Tapi John tidak mengenali teman
Sarah malam itu. Setahu dia, dia tidak pernah
bertemu dengan wanita itu dan entah itu benar
atau salah, John tak tahu bagaimana sarah
mendapatkan informasi yang dia dapatkan
sekarang ini.
jadi kau membantah? Sarah menyilangkan
tangannya menunggu jawaban.
John tidak keberatan untuk mengatakan yang
sebenarnya. Aku tidak mempermainkan wanita
dan mencampakkan mereka. Kami bersama, lalu
tidak berhasil. Selesai.
Dan apakah wanita-wanita itu setuju? Atau kau
yang memutuskan bahwa itu berakhir? Sarah
bertanya padanya dengan nada yang hampir
sama dengan mengatakan pikirannya bahwa
John lebih rendah dari ular.
John mengamati Sarah sebentar dalam diam.
Suasana hatinya sudah berganti dari air mata

menjadi kemarahan. Dia menjadi lengket dan


membutuhkan dan John bahkan belum bisa
sampai pada celananya. Dan kenapa tidak dia
berlari ke arah yang berlawanan? Aku sungguh
tak butuh hinaanmu sarah.
Tak masalah. Kau tak butuh hinaanku dan aku
tak akan menjadi pelacur gampangan dan
membentangkan kakiku untukmu. Jadi satu
masalah terpisahkan dan tinggal satu masalah
lagi. Sarah tahu dia tak akan mendapatkan
pertolongan apapun dari John, jadi dia tak harus
perduli untuk tidak membuatnya marah. Kita
bisa pindah ke permasalahan awal kenapa aku
menemuimu. Apakah kau akan menolongku atau
tidak?
Sarah sungguh tak terkejut saat John melintasi
ruangan dan berdiri di hadapannya. Sarah tak
terkejut tapi dia tak bisa menghindari rasa
gemetar yang menjalar di tulang punggungnya.
Sarah mengangkat dagunya dan berdiri dengan
tegak sementara dia menunggu apa reaksi John
selanjutnya.

Sarah tak perlu menunggu lama. John


mengangkat wajah Sarah dengan telapak
tangannya yang kapalan dan menarik dagunya
hingga mata mereka saling bertemu. "Jangan
membuat kesalahan dengan berpikir kau bisa
mengontrolku, Sayang. Aku sudah pernah
memperingatkanmu soal itu sebelumnya. Kita
akan membicarakan masalah kedua setelah
masalah pertama terselesaikan. Dan masalah
pertama selesai saat kau telanjang di atas
tempat tidurku. Kau ingin mengenal aku? Baik.
Aku akan menjemputmu besok jam tujuh malam.
Siap-siaplah."
Mulut John mendarat di mulut Sarah dan John
mencium sarah hanya sekali sebelum dia
berbalik, berjalan ke pintu dan keluar.
***
Sarah tak bisa berpikir hal lainnya kecuali
"kencan" nya dan saat jam tujuh malam tiba
besok malamnya, Sarah sangat gugup. Tak ada
banyak tempat yang bisa didatangi di sekitar sini
dan Sarah sangat ragu bahwa mereka akan

kembali pergi ke San Antonio. Sehingga Sarah


memilih untuk berdandan santai dengan
memakai celana capri dan kaos katun, sendal
perak berhak pendek melengkapi penampilannya
dan dia sudah sangat siap sekarang.
Sarah beberapa menit lebih awal dan tidak
melihat alasan untuk berpura-pura telat,
sehingga dia duduk di ayunan tua di serambi dan
menunggu John datang.
Tidak lama kemudian John datang dan sarah
menyadari bahwa John tidak membawa SUVnya melainkan membawa truk diesel pick up
yang dia pakai saat bertemu pertama kali dengan
Sarah. Kenangan hari itu menyelinap ke dalam
dirinya dan menyadari dia akan naik ke dalam
mobil itu sekarang memberikan getaran
ketidakberdayaan pada dirinya. Sarah dengan
cepat melawan kegelisahannya dan
mengingatkan dirinya bahwa dia memiliki kontrol
penuh terhadap tindakannya sendiri.
Sarah berdiri dan mengunci pintu rumahnya,
meraih tasnya dan berjalan menuju truk. John

mendorong pintu penumpang dari dalam dan


sarah menariknya agar terbuka lalu dia siapsiap melangkah. Sarah mengangkat dirinya naik
dan beberapa detik kemudian dia sudah duduk di
sebelah John dan pintu sudah tertutup.
Truk tetap menyala saat John menyandarkan
tubuhnya ke arah sarah untuk memasangkan
sabuk pengamannya seperti sarah anak berusia
empat tahun yang tidak bisa melakukannya
sendiri. Tapi apapun alasannya, hal itu tidak
membuat Sarah terganggu seperti mungkin
seharusnya, sebaliknya Sarah merasa aman
sebentar kemudian merasa benar-benar aman.
Saat John selesai dia kembali ke jok
pengemudianya dan sekilas memandang ke arah
Sarah, pandangan yang tidak bisa dibaca, lalu
mulai mengemudikan truk ke arah berlawanan
dengan arah kedatangannya. John
menggerakkan badannya mencari kenyamanan
mengemudi sambil menggerutu , "Wanita Kota."
Pandangan mereka bertemu dan sarah
merasakan efek dari mata John. Sarah menjilat

bibirnya, "kenapa kau berkata seperti itu?"


"Kau mengunci pintu rumahmu. Kau berada di
tempat terpencil, sayang. Menurutmu untuk siapa
kau mengunci pintu?"
"Aku tak tahu, kurasa hanya kebiasaan."
Ya. Wanita kota.
Aku minta maaf kau tidak menyukainya, Sarah
menjawab dengan malas.
Bagaimana kau bisa berpikir aku tidak
menyukainya? John berhenti di persimpangan
sebelum berbelok ke jalan beraspal dan
memalingkan wajahnya memandang Sarah. Mata
John menyapu Sarah, dari kepala, ke badannya,
berhenti di payudaranya sebelum kembali
memandang wajahnya lagi. Aku menyukainya.
Kata-katanya seperti gerutuan, rendah dan
dalam, dan memberikan gelombang rahasia pada
perut Sarah.
Sarah tak tahu bagaimana harus bereaksi. Dia
khawatir Apapun yang akan dikatakannya akan
keluar dengan suara yang gemetar, Jadi dia
berusaha untuk menjaga ekspresinya tetap

netral. John pasti sudah memikirkan bahwa dia


tak akan membuat dirinya menjengkelkan
semudah yang John inginkan sehingga John
mengalihkan pandangannya dari Sarah dan
kembali konsentrasi mengemudi.
Sarah tidak bertanya kemana tujuan mereka, tapi
itu tidak mengagetkannya saat dua puluh lima
menit kemudian John masuk ke wilayah
rumahnya.
John menghentikan mobil di depan rumahnya
dan sebelum Sarah bisa mengembalikan otaknya
yang kacau untuk berfungsi kembali, John turun
dari mobil dan berjalan menuju pintu penumpang
dan menawarkan tangannya kepada sarah untuk
mengajaknya turun, Kau akan duduk di jok mobil
itu sepanjang malam?
Sarah menelan ludah dan menerima tangan
John. John menarik Sarah turun dari Truk dan
berjalan dengannya, John berjalan di depan
mengaitkan tangannya pada sarah memimpin
Sarah memasuki rumahnya.
Sarah mencium aroma wangi saat memasuki

rumah John dan Dia tahu seseorang sudah


memasak makan malam. Mungkin pembantu
rumah tangga John. John mengakui hal itu saat
dia berkata. Aku harap kau lapar. Beth
meninggalkan kita makan malam.
Dia tidak di sini?
Tidak, dia pulang.
Aku pikir dia tinggal denganmu.
Tidak.
oh. Mengetahui bahwa mereka sekarang hanya
berdua di rumah yang terpencil dengan mudah
membuat banyak pikiran mulai menghantui
Sarah. Sarah memasukkan pikiran itu ke
belakang otaknya.
John mengarahkan Sarah melewati ruang tamu
menuju dapur dan membuka kulkas. John
mengeluarkan dua bir dan menawarkan satu
kepada Sarah. Mari kita minum dulu sebelum
makan.
Sarah membenci bir. Sarah selalu membenci bir
dan dia tahu dia selalu akan membenci bir. Aku
bukan penikmat bir.

Kau ingin sesuatu yang lain? John bertanya


dengan gerutuan kecil.
Apa yang kau punya? Sarah tahu dia tak boleh
meminum alkohol malam ini, tapi minum untuk
menenangkan sarafnya lebih dari dibutuhkan
bahkan keharusan.
Apapun yang kau inginkan, John
mengatakannya dengan lembut yang
mengindikasikan kepada Sarah apa yang
dimaksudkan oleh John lebih dari sekedar
minuman.
Sarah mengabaikan raut muka John. Sarah
menginginkan minuman tapi dia juga harus tetap
mengontrol diri. Wine -cooler?(botol yang
berisi campuran wine, jus buah dan kadang
soda)
Tidak. Kata itu keluar dari mulutnya karena
John tak pernah memikirkan untuk membiarkan
enam botol wine-cooler mengisi kulkasnya.
Zinfandel? Sarah bertanya.
Tidak.
Wine jenis apapun?

Tidak.
Sarah mengedip pada John, Kenapa dia bilang
Sarah bisa mendapatkan apapun yang dia
inginkan?
Sarah diam saja saat John berjalan ke lemari
dan membukanya. John membiarkan pintu lemari
terbuka sedikit dan melihat ke dalamnya.
Tequila, Bourbon, Rum, Vodka, Gin. Suaranya
yang gelap mengecil saat dia berjinjit dan
menyingkirkan beberapa benda di dalam lemari
dan lalu dia kembali berdiri. Tak ada Scotch.
Vodka dan juice apa pun yang kau punya.
Hanya orange Juice yang aku minum.
Boleh.
Oke kalau begitu. John menurunkan satu gelas
dari lemari di atas dan mengisinya dengan es.
tolong jangan terlalu keras.
Tidak masalah.
Sarah berdiri di samping John saat John
membuat campuran minumannya. John membuka
kaleng birnya dan memberikan gelas minuman
sarah kepadanya. John berdiri di depan Sarah,

John meletakkan kaleng birnya di depan sarah


sebagai tanda ajakan untuk bersulang. "Mari
bersulang untuk saling mengenal satu sama lain
dengan waktu sesingkat mungkin."
itu tidak terlalu bagus. Tapi Sarah tetap
mendentingkan gelasnya ke kaleng bir John,
mengangkatnya dan meminumnya. Rasa
vodkanya tak terlalu keras tapi sama sekali tidak
ringan.
Tidak bagus? John bertanya. Aku pikir kau
ingin kita saling mengenal.
Ya, aku ingin. Hanya__sudahlah lupakan. Ini
bagus. Sarah meminum lagi dan menikmati rasa
jeruk sebelum menelannya dan menikmati sedikit
aliran panas dari Vodka-nya. Walaupun Sarah
menikmati minumannya tapi dia memperingati
dirinya untuk berhati-hati.
Mari pergi dan duduk di luar. Kita bisa minum
beberapa saat dan bersantai sebentar sebelum
makan.
Kita tak bisa minum terlalu banyak nanti kau tak
bisa menyetir.

John mengabaikan komentar itu dan


mengantarkan sarah ke luar lewat pintu
belakang. Sarah tidak mendapatkan firasat
bahwa John tidak bermaksud untuk
mengantarkannya pulang malam ini. Itu bisa
datang nanti, saat John bisa memberikan vodka
lebih banyak lagi pada sarah. John tidak berniat
untuk membuat Sarah mabuk dan mengambil
keuntungan dari itu, Tapi kenapa tidak Sarah
menginap malam ini? John suka dengan
pemikiran Sarah berada di rumahnya untuk
beberapa hari; Pemikiran Sarah berkeliaran
dengan bertelanjang kaki di pagi hari
menghampiri John dan memberikannya
kebahagiaan. Kenyataan bahwa John tidak
pernah menginginkan perempuan lain di dalam
rumahnya sejak istrinya meninggal merayap
kedalam pikirannya dan memberikan peringatan
yang tidak bersuara, namun John dengan segera
memaksa pemikirannya itu untuk pergi ke
belakang kepalanya.
John memimpin sarah melewati jalan berbatu

sampai mencapai gazebo luas yang John bangun


beberapa tahun lalu. John membuat tempat
duduk yang langsung terpasang di bagian dalam
gazebo, dan John mendorong sarah ke sebuah
bangku yang berbantal.
Sarah duduk dan john duduk menyudut dari
tempat Sarah. Sehingga John bisa mengamati
sarah. Dia bisa melihat segala hal yang Sarah
pikirkan dan merasakannya tepat di mata Sarah,
dan John berencana untuk mengambil semua
nuansa dari Sarah dan mempelajari semua yang
bisa dia pelajari. John harus mengetahui apa
yang bisa membuat Sarah bahagia sehingga
john dengan mudah menekan tombolnya untuk
membahagiakannya.
John meminum birnya dan membiarkan matanya
mengembara kepada Sarah. kau punya bibir
yang paling indah. John tak bermaksud untuk
dengan segera merayu, kata-kata itu hanya
menggelincir keluar saat dia berusaha untuk
berpikir sesuatu yang pantas untuk dikatakan
dalam fase mengenal dirimu, sesuatu yang

akan membuat Sarah sedikit santai dan tidak


tegang.
Mata Sarah jatuh pada minumannya lalu dia
meminum dengan cepat. Kau pikir begitu?
John mengamati Sarah, mencari cela pada
wajahnya, Ya, Mulutmu sempurna.
Gigiku runcing.
John hampir saja mengerang dengan keras. Ya
gigimu runcing.
Sarah mendengar suara erangan yang John coba
tahan dan jari-jarinya gemetar saat dia kembali
meneguk minumannya. Cara John menyetujuinya
membuat Sarah berpikir bahwa John menyukai
giginya. Tidak ada nada suara negatif sama
sekali. Sebaliknya, John mengamati bibirnya dan
Sarah mendapatkan firasat John berusaha untuk
tidak meraih dan menyentuhnya.
Sarah selalu minum dengan standard ringan dan
Vodka ini telah membuat tubuhnya hangat.
Berapa usiamu? Sarah tak bisa percaya dia
menanyakan hal itu dengan keras. Santai Sarah.
Pertanyaannya itu muncul di kepalanya dan

kata-kata itu melayang keluar.


32. Kau? Tangan John meraih dan menyelipkan
rambut Sarah di telinganya.
27
Setua itu ya? John menggoda Sarah. Kau
sudah melalui banyak hal dalam hidup.
Sarah memliki masa lalu yang John tidak ketahui
sama sekali. Mungkin ini tidak adil bahwa Sarah
mengetahui tentang pernikahan John dan John
sama sekali tidak mengetahui soal dirinya.
Sebenarnya, Sarah tidak mengetahui soal
pernikahannya, yang dia tahu hanya John pernah
menikah dan berakhir dengan tragis. Aku sudah
hidup cukup lama. Atau rasanya sudah lama.
Kenapa kau berkata seperti itu? Apakah kelas
tempatmu mengajar penuh dengan remaja yang
memusingkan? John bertanya pada Sarah.
Sarah tertawa pelan pada pertanyaan John.
Mereka tak terlalu memusingkan. Sarah
mengamati John sesaat sementara John
meminum birnya.
John mengamati Sarah yang sedang

memandangnya. Mulut John menyeringai kecil


saat Sarah terus mengamatinya, Kenapa? John
bertanya dengan suaranya yang dalam.
Apa kau benar-benar berhenti merokok karena
kau tahu aku tidak menyukainya?
Ya. Sebenarnya aku memang sedang berusaha
untuk berhenti merokok.
Kenapa?
Apa yang kau coba pancing, sayang? Kau ingin
aku mengatakan sesuatu yang romantis atau kau
ingin kebenaran?
Oh, kupikir aku sudah tahu yang sebenarnya,
jadi sebaiknya yang romantis saja sekarang.
John ragu sebentar lalu dia menyentuh rambut
Sarah lagi, menyibakkannya ke belakang
telinganya dengan cara yang sama seperti
beberapa detik yang lalu. Rasa panas melanda
Sarah Saat Sarah sadar bahwa saat berbicara
dengan lancar John benar-benar tak bisa
membuat tangannya berhenti menyentuhnya.
Ibu jari John dengan lembut membelai telinga
Sarah lalu turun ke pipinya. John menarik nafas

dalam. "Romantis Ya?" Saat Sarah mengangguk,


John melanjutkan, "Kau cantik." John
memulainya dengan pelan lalu bagai berusaha
membuat suatu alur. "Kau manis dan baik dan
pantas untuk mendapatkan seseorang yang
spesial. Aku hanya pria biasa. Tapi jika aku
memiliki kemampuan untuk menjadi pria pada
posisi kesepuluh dalam daftar yang pantas kau
dapatkan, aku akan mencoba keberuntungan
ku."
Sarah tahu dia harus berkedip, tapi dia seperti
lupa bagaimana caranya. Tatapan sarah
menjerat tatapan John, dan apa yang diawali
dengan lembut dan merayu telah berubah
menjadi sesuatu yang sangat dalam. Mata John
tidak melepaskan Sarah dan dengan rasa sakit
di dadanya, Sarah bertanya-tanya apakah John
benar-benar berpikir bahwa dia Tidak spesial.
Apa yang John katakan benar-benar seperti
sihir dan Sarah takut untuk menanggapi; Sarah
benar-benar tak percaya bahwa John tak akan
mengacaukan malam ini. Sarah ingin berkata

terima kasih, Sarah ingin mengatakan bahwa


John spesial. Tapi Sarah khawatir John akan
menanggapinya dengan sarkastis sehingga
Sarah memilih untuk tetap diam.
Setelah beberapa saat, John melepaskan
tangannya dari rambut Sarah dan melancarkan
tenggorokkannya. "Kau tinggal di Dallas bagian
mana?"
Sarah menarik nafas dalam, mencoba untuk
fokus pada saat ini dan menyebutkan nama
daerah dibagian utara kota.
"Tinggal di apartemen?"
"Aku memiliki kondominium." Sarah berpikir
tentang kondominum kecil dengan satu kamar
tidur miliknya dengan perasaan tenggelam.
Sarah berharap dia bisa menjualnya dan tak
perlu kembali lagi ke sana.
"kau tinggal sendirian?"
Suara John dalam dan pertanyaannya
mengandung sesuatu yang tidak bisa Sarah
kenali. Mungkin perduli bahwa dia tinggal
sendiri? Atau mungkin bertanya-tanya apakah

Sarah pernah tinggal bersama dengan Randall?


".Ya"
John meminum kembali birnya seperti dia puas
dengan jawaban Sarah. "Kapan ulang tahunmu?"
"28 Oktober. Kamu kapan?"
"29 Februari."
Tanggal itu terasa aneh bagi sarah sampai dia
menyadarinya kenapa aneh. "Bohong."
"Serius."
"Sedih sekali" Sarah memikirkan bahwa John
baru bisa merayakan ulang tahunnya setiap
empat tahun sekali.
"Tidak. Justru unik. Aku merasa sebagai anak
yang spesial."
"Manisnya. Apa orang tuamu masih hidup?"
"Ya. Dan masih menikah. Mereka sudah pensiun
dan tinggal di Florida. Bagaimana dengan orang
tuamu?"
"Orang tuaku bercerai saat aku masih kecil.
Ayahku sudah meninggal sekarang dan ibuku
menikah lagi dan tinggal di Australia."
"Australia." John mengatakannya seperti

Australia berada pada belahan dunia lain yang


jauh dan Sarah pikir itu benar. John terus
memperhatikan Sarah. "Apakah itu tidak masalah
bagimu?
"Aku pikir ya. Ibuku bahagia dan kami sering
sekali berkomunikasi lewat Skype."
"Apakah kau pernah berpikir untuk pindah ke
sana?"
"Tidak. Aku punya farm. Aku tak pernah
meninggalkannya." Sarah bersikeras untuk
menjaga farm-nya, tak ada yang lain.
"Tanah itu benar-benar menjadi bagian dari
dirimu, betul kan?"
"Ya. seperti benar-benar siksaan fisik untuk
jauh dari farm selama 9 bulan dalam setahun."
Itu sesuatu yang tak bisa dimengerti oleh
teman-teman Sarah di Dallas. Bagaimana bisa
sebidang tanah bisa sangat berarti bagi Sarah
sehingga Sarah akan mengunjunginya setiap
liburan musim panas.
"Jadi kau tidak merasakan hal yang sama
terhadap kondominium-mu?" John bertanya.

"Tidak. Tidak sama sekali. Kondo-ku nyaman


dan bagus, tapi itu hanya tempat buat tinggal."
"Kenapa kau tidak pindah ke sini kalau begitu?"
"Alasan yang Sama kenapa aku meminta
bantuanmu untuk membangun rumah jompo itu.
Kekurangan pekerjaan. Aku tak bisa
mendapatkan pekerjaan jika pun aku
mencobanya. Sekolah tidak membutuhkan guru
dan tidak ada pekerjaan lain yang tersedia di
sana."
"Apa kau memiliki farm itu seutuhnya?"
"Ya, tapi aku masih butuh uang untuk hidup.
Untuk kebutuhan, makan, pajak, kau paham lah."
"Bekerjalah untukku."
"Apa?" Sarah bertanya dengan nada suara
kaget. John sudah mengatakan sesuatu dengan
sangat cepat sehingga Sarah tak yakin dia
mengerti apa yang John katakan dengan jelas.
"Ya." John mengatakannya seperti dia semakin
yakin dengan idenya. "Bekerjalah untukku."
"Tidak." Sarah dengan cepat menanggapi lalu
berpikir baik-baik kembali dan bertanya.

"Bekerja apa?"
"Aku sedang membuka iklan untuk posisi
Manager yayasan. Aku belum menemukan
kandidat sampai sekarang."
"Yayasan apa?"
John memandang Sarah dengan pandangan
tajam seolah olah seharusnya Sarah sudah
mengetahui yayasan apa itu. Aku akan
mendirikan dan mendanai Yayasan Amal dan
aku membutuhkan seseorang untuk
menjalankannya untukku. Aku tak punya waktu
untuk berurusan dengan semua permintaan
bantuan uang yang aku peroleh. Aku tak ingin
berurusan dengan hal itu. Kau cocok sekali. Aku
akan membayarmu dengan layak.
John menyebutkan angka yang jumlahnya tiga
kali lebih besar dari apa yang Sarah peroleh dari
mengajar selama setahun. Apa ini sebuah
tipuan?
Tidak, Aku akan menunjukkanmu iklan yang ku
pasang jika kau tak percaya.
Dimana aku akan berkerja?

Kau bisa bekerja dari rumahmu. Kau akan


menyukainya. Kau kan begitu suka dengan halhal yang berhubungan dengan kedermawanan.
Kita akan membuat kartu nama, dan saat
seseorang mendekatiku, aku akan memberikan
kartu nama itu kepada mereka lalu mereka akan
menghubungimu. Kau yang akan memutuskan
siapa yang akan mendapatkan bantuan uang itu,
berapa banyak jumlahnya, hal-hal seperti itu.
Aku belum pernah melakukan hal-hal seperti
itu sebelumnya. Bagaimana cara kau
memutuskan siapa yang mendapatkan bantuan
uangnya? Sarah benar-benar mulai berpikir
untuk memikirkan kemungkinan dia menerima
tawaran ini.
Kau ikuti kata hatimu, sayang.
Kapan aku harus mulai bekerja?
Sekarang. John mengatakannya dengan nada
suara yang menggambarkan bahwa mereka telah
sepakat.
Sekarang?
Senin, kupikir. Kita akan mengatur sistem

Komputer, sistem penyimpanan, pergi ke Bank


dan mendaftarkan tanda tanganmu di rekening,
semua hal itu.
Tapi aku harus mengajar di musim berikutnya.
Sarah bingung.
Apakah kau terikat kontrak tetap?
Mereka memegang persetujuan tentatifku.
Kontrak akan datang beberapa minggu sebelum
tahun ajaran baru dimulai. Jadi secara teknis aku
belum terikat secara tetap. Setidaknya begitu
cara divisiku bekerja.
Jadi kau bebas untuk mengatakan Ya. Suara
John terdengar senang.
Seharusnya. Tapi kuberpikir ini bukan ide yang
bagus.
Kenapa begitu? John bertanya.
Sarah berpikir semua halangan yang
menghadangnya. Ada beberapa alasan. Yang
pertama aku takut. Pekerjaan mengajar sulit
untuk didapatkan dewasa ini dan mungkin saja
hal ini tidak berhasil. Lalu ada konflik
kepentingan Aku sudah tahu kemana aku ingin

menghabiskan uangmu. Dan yang lebih penting


lagi ada - masalah pertama. Sarah
memalingkan mukanya dari John saat dia
mengatakan hal itu dan meneguk minumannya.
Sarah benar-benar membutuhkan keberanian
ekstra saat ini.
John bersandar ke depan ke arah Sarah dan
meletakkan tangannya di bawah dagu Sarah dan
mengangkat wajahnya sampai sarah tak punya
pilihan selain melihat ke mata John. Masalah
pertama tak akan pernah hilang. Itu tak akan
berubah. Jadi dimengerti sekarang bahwa kau
sepertinya akan mengalami pelecehan seksual
setiap harinya. Nada suaranya hanya bercanda,
Itu sudah pasti, Sayang. John berhenti
sebentar untuk melihat apakah Sarah mengerti
dia sepenuhnya lalu dia melanjutkan,
Uang untuk membangun rumah jompo itu
berbeda. Itu tidak akan berasal dari uang yang
aku sisihkan untuk Yayasan. Itu akan berasal
dari pengeluaran tambahan. John
memperhatikan Sarah saat dia mengatakan apa

yang seharusnya dia katakan. John tidak benarbenar memikirkannya sebelum tawaran itu keluar
dari mulutnya. Tapi semakin ide itu bertahan
semakin dia menyukainya. Faktanya John
memang membutuhkan seseorang dan
Sepanjang yang dia ketahui sarah sangat cocok
untuk pekerjaan ini. Tapi hal itu juga akan
menjaga agar Sarah tetap berada dalam
pengawasannya. Itu akan membuat mereka tetap
bersama, dan jika John bisa meyakinkan Sarah
untuk meninggalkan pekerjaannya di Dallas,
maka pendapatan sarah akan tergantung kepada
John. Ini benar-benar pemikiran yang erotis.
John ingin sarah bergantung padanya dalam
segala hal. Pendapatannya, keamanannya,
orgasmenya.
Sarah menyadari John mengatakan Akan.
Seperti John masih berpikir untuk
mempertimbangkan mendanai proyeknya tapi
belum menyetujuinya.
John melanjutkan untuk mencoba meyakinkan
Sarah agar mengikuti cara berpikirnya. Membuat

Sarah setuju itu sebuah langkah awal.


Tentang ketakutanmu - kenapa tidak
mencobanya dulu untuk beberapa bulan dan lihat
apakah kau menyukainya? Kau memiliki waktu
penuh selama liburan musim panas untuk
memutuskan tentunya. Jika tak ada hal lainnya
lagi yang perlu kita bahas, aku akan membayar
gajimu untuk beberapa bulan dan kau dapat
segera menambah uang tabunganmu.
John membuat hal ini terdengar sederhana dan
sangat masuk akal. Sarah berpikir bahwa secara
praktis dia tak mempunyai tabungan. John benar,
Ini akan menjadi kesempatan yang sempurna
untuk memperoleh uang untuk ditabung jika dia
bisa. Apa ruginya buat sarah? Sarah tak punya
hal mendesak lain yang harus dia lakukan
selama liburan musim panas ini. Sarah dapat
mencoba untuk beberapa bulan dan melihat
apakah dia cocok dengan pekerjaan ini, apakah
dia menyukai pekerjaan ini dan yang paling
penting melihat apakah dia bisa bertahan
bekerja pada John. Hal ini bisa berubah menjadi

situasi yang berbahaya, tapi jika dia tidak


melepaskan pekerjaan mengajarnya di musim
depan, apa yang merugikan buat Sarah?
Apakah kau yakin? Sarah bertanya pada John.
Ya.
Baiklah, kupikir aku akan mencoba selama
liburan musim panas. Tapi kurasa ini akan
menjadi percobaan bagiku, kau tahu kan? Untuk
melihat apakah kita cocok dan semacamnya.
Oh, Ya, John hampir mendapatkannya. Dengan
situasi baru ini, John memutuskan untuk
membiarkan Sarah pulang malam ini. John tak
akan mendesak Sarah untuk tinggal malam ini,
John tak akan melakukan hal yang akan
membuat Sarah takut. John sudah dekat. Sangat
dekat untuk mendapatkan apa yang dia inginkan
dari Sarah. John akan memberi Sarah makan
malam, bicara dengannya, membiarkan dia
santai dengan pembicaraan yang akan
membantunya untuk merasakan kenyamanan
bersama dengan John.
Dan setelah John membuat Sarah bekerja

untuknya dan lebih nyaman dengan hubungan


mereka, John baru akan mulai bergerak.
Ini semua tak akan memakan waktu lebih lama dari
beberapa hari saja.
John sudah tidak sabar lagi menunggu.
Bab 5
Dua minggu kemudian john merasa pelan-pelan
dia mulai menjadi gila. Bagaimana caranya
Sarah dapat menghindarkan diri dari John, John
tidak bisa mendapatkan jawabannya. Tapi Sarah
tetap menjaga John berada dalam jarak yang
aman.
John membantu Sarah menyiapkan kantor di
rumahnya dan sistem pengarsipannya. Mereka
pergi ke Bank dan John membuka rekening
dengan uang yang cukup di dalamnya untuk
mendanai yayasan selama satu tahun penuh.
John hampir saja membuat Sarah memiliki
kewenangan untuk menandatangani check dan
alasan kenapa John menahan diri untuk tidak
memberikan wewenang itu bukan karena dia

tidak mempercayai Sarah. Alasannya karena itu


akan menjadi alasan kenapa John harus
menemui Sarah. Jika Sarah membutuhkan tanda
tangannya di check, itu akan membuat Sarah
berada dalam jangkauan John untuk
menyentuhnya.
Dan John ingin menyentuh Sarah. Tekanan
untuk mendapatkan Sarah tidak berkurang
dengan makin saling mengenalnya mereka
berdua. Jika pun ada, keinginan itu semakin
besar. Setiap kali John melihat Sarah, Kulitnya
semakin mulus, rambutnya semakin lembut, dan
bibirnya semakin seksi. Jika John tidak segera
mendapatkan pelepasan, John khawatir dia akan
meledak.
Selain tekanan seksual yang dia rasakan
sepanjang duapuluh empat jam - tujuh hari
seminggu, hal lainnya berjalan dengan lancar.
John sungguh benar, mempunyai seseorang
yang menangani semua detail dan berhubungan
dengan semua orang merupakan hal tepat yang
dia butuhkan. John tidak bisa percaya betapa

sederhananya ini semua. Seseorang akan


mendatanginya secara langsung; John akan
memberikan Kartu nama Sarah. Jika seseorang
mengirimi dia e-mail, John tinggal meneruskan
e-mail itu kepada Sarah. Ini win-win solution.
Suara hatinya damai karena dia mendonasikan
jumlah uang yang besar, tapi dia tidak perlu
berhubungan dengan hal-hal yang menyebalkan
itu atau harus berhubungan dengan orang
manapun.
Atau setidaknya itu yang John pikirkan sebelum
dia berjalan masuk ke dalam sebuah klinik dokter
hewan untuk mengambil persediaan inokulasi
untuk ternaknya. Resepsionis menyapa John
dengan akrab, dia meminta John untuk
menunggu lalu dia pergi ke kantor belakang. Tak
lama kemudian, Dr. Hammond keluar dan bicara
secara pribadi dengan John. John menyukai
Daniel Hammond, mereka teman SMA dan lakilaki ini professional dan menjalankan bisnis
dengan baik.
Mereka saling berjabat tangan dan setelah

beberapa kalimat saling menyapa, dokter hewan


ini mulai bicara bisnis. Pria ini mulai bicara soal
saudara perempuannya dan bagaimana dia
bekerja di sebuah tempat penampungan hewan
di San Antonio.
John dengan segera dapat menebak kemana
pembicaraan ini akan berlanjut dan John tahu ini
saatnya untuk mengeluarkan kartu nama Sarah
dan menempatkannya di meja.
Tapi John tidak bisa melakukan itu.
John mengamati pria ini dan dia melihat sesuatu
yang tidak pernah dia sadari sebelumnya. Tentu
John tahu informasi standard perihal dokter ini.
Pria ini masih sendiri dan seumur dengannya.
Tapi apa yang dia tidak pernah sadari atau
bahkan yang mulai dia pikirkan, apakah pria ini
sedap dipandang mata. Dokter ini terpelajar dan
mempunyai hidup yang lebih dari layak. John
melirik ke resepsionis wanita yang masih muda
itu dan melihat bahwa dia mengalami kesulitan
untuk fokus kepada siapa dia harus memberikan
perhatiannya. Matanya terus bergerak antara

John dan dokter ini seperti dia sedang mencoba


memutuskan rasa mana yang paling dia suka.
John mengerutkan dahinya saat dia menyadari
bahwa dia tak akan pernah memberikan pria ini
kartu nama Sarah. John dengan cepat
memutuskan untuk menangani yang satu ini
sendiri. Berapa besar yang dibutuhkan untuk
membantu? John memutus usaha perburuan
dokter ini. Hammond menyebutkan angka yang
menurut John dapat diterima.
John menjabat tangan Hammond, mengambil
persediaan inokulasi ternaknya dari meja dan
berbalik untuk pergi. Aku akan memberikan
Check-nya dalam minggu ini.
****
John bertemu dengan Sarah pada hari yang
sama setelah john pergi ke klinik dokter hewan
itu, kini mereka berdiri berseberangan di meja
dapur Sarah.
Aku tak mengerti, Sarah berkata dengan nada
suara yang penuh tanda tanya.
Tak ada yang harus dimengerti sayang. Buatkan

saja Check-nya. John menjaga nada suaranya.


Kau hanya ingin check tiga ribu dollar dibuat
untuk Loving hands Animal shelter?
Ya. John menjawab dengan ringkas.
Tidakkah kau ingin aku mengirimkan email?
Sarah bertanya.
Tidak. John menjawab Sarah sesederhana
yang dia bisa.
Kenapa tidak?
karena aku tak mau kau melakukannya. John
tahu jawabannya tidak jelas tapi dia sama sekali
tak perduli.
Apakah aku melakukan kesalahan? Suara
Sarah lembut dan penuh dengan kebingungan.
John memandang Sarah Saat dia bergeser dari
satu kaki ke kaki yang lainnya. Sarah tampak
diam dan menarik diri, dan John tahu bahwa
permintaannya telah membuat Sarah bergejolak.
Sarah jelas tak dapat mengerti kenapa dia tidak
dibiarkan untuk menangani urusan yang satu ini.
Sarah sudah bekerja untuk John selama dua
minggu, John membiarkan Sarah menangani

semua hal. telepon, E-mail, mengambil


keputusan, dan yang lainnya. Jadi tidak aneh,
sekarang Sarah menjadi bingung.
Seberapa banyak John harus memberi tahu
Sarah? Tepatnya seberapa jujur John harusnya?
John begitu muak dan lelah menunggu Sarah,
mungkin kebenaran akan terungkap diantara
mereka. Daniel Hammond, Dokter hewan lokal,
meminta donasi dariku dan aku akan
mengantarkan sendiri bantuan itu ke kantornya
besok.
Sarah terlihat relax. Oh. Kau tak perlu
melakukannya. Aku akan melakukannya.
Lagipula Itu tugasku.
Tidak. Aku yang akan melakukannya. John
mulai merasa lelah dengan ini.
Tapi__
Tidak ada tapi sayang. Aku akan melakukan
yang satu ini. Kau tidak akan membawa checknya, Kau tak akan pergi ke kantornya, kau tak
akan menangani yang satu ini.
Kenapa tidak?

John mengerutkan dahinya pada Sarah,


kesabarannya hilang lalu John mengatakan apa
yang dia pikirkan. Karena dia masih sendiri, kau
cantik dan aku tak ingin kau berada disekitar
dia.
Saat kata-kata John terucap, wajah sarah
diselimuti oleh ekspresi yang mengatakan
kepada John bahwa Sarah berpikir John sudah
kelewatan. Mungkin John memang sudah
kelewatan. Tapi Sarah tidak akan sampai di sana
dan melakukan percakapan dengan pria sialan
yang pandai bicara itu selama John masih hidup.
itu konyol, Sarah berkata sambil
menghembuskan nafasnya.
Ketidaksabaran John merenggut John di
tenggorokkannya dan mulai memenangkan
pertandingan yang berusaha dia Kontrol. John
menarik nafas dalam, tapi terlambat. Kesabaran
John menggenggam kebutuhan dan John merasa
dia akan kalah. Sarah sudah membuat John
menunggu terlalu lama dengan satu alasan apik
dan alasan-alasan selanjutnya. kau sungguh

ingin pergi ke sana? Kau sungguh ingin aku


mengatakan kenapa ini tidak konyol? Kau ingin
mendesakku untuk mengatakan sesuatu? Kau
ingin mendesakku untuk berjalan mengelilingi
meja ini dan menyentuhmu?
Mata Sarah jatuh ke mulut John dan mulut Sarah
gemetar dan John merasakan tendangan nafsu
yang menjilat tulang belakangnya dan mendarat
dengan terburu-buru pada erangan John.
Sarah berdiri terpaku dan John juga berusaha
untuk tidak bergerak, Tapi John tak bisa
menghentikan dirinya dari berjalan mengelilingi
meja seperti apa yang baru saja dia ucapkan.
Sarah mundur beberapa langkah saat John
berusaha untuk meraihnya, Bunyi dering
mengoyakkan udara saat ponsel sarah berbunyi.
Sarah berbalik dengan tiba-tiba dari John dan
mengangkat teleponnya. John tetap berdiri dekat
dengan Sarah, menyerbu tempatnya dan tidak
mencoba untuk berpura-pura tidak
mendengarkan percakapan Sarah.
Hello? Sarah terdiam sebentar dan John

melangkah mendekat. Lagi? Sarah terlihat


tergoncang saat dia berbicara di telepon. Mata
Sarah memandang pada John, lalu berpaling
dengan cepat kemudian sarah menarik nafas
panjang. Ya, Oke. Baiklah. Aku tidak bisa
bicara sekarang. Aku sedang ada tamu. Sarah
mendengarkan lalu menjawab pertanyaan
dengan ragu-ragu seperti sarah mengharapkan
untuk segera mengakhiri pembicaraan . John.
John mengamati Sarah saat dia membalikkan
badannya. Aku paham Jaime. Aku akan
berjumpa denganmu Jumat malam. Sarah
mengakhiri telepon dan meletakkan telepon
Sarah tetap membelakangi John dengan postur
tubuh bertahan sembari mengeluarkan dua botol
air minum dan meletakkan satu di meja yang
jelas sekali diperuntukkan buat John, lalu
memutar tutup botolnya agar terbuka.
John meninggalkan botol itu di atas meja dan
bersandar ke arah meja dengan gerakkan yang
mencoba untuk mengatasi rasa marah yang
bertambah. John tak perduli sama sekali saat

Sarah berusaha untuk mengabaikannya. John


bahkan semakin tak perduli saat Sarah tak
mengatakan sesuatu padanya. Menyembunyikan
sesuatu darinya. John melipat tangannya ke
depan dada dan mencoba untuk menurunkan
nada suaranya sebelum dia kehilangan itu
sepenuhnya. Kau akan bertemu dengan siapa
Jumat malam?
Sarah mengambil kain pencuci piring dan
menyeka kotoran yang terlihat di atas meja
Jaime.
John mengertakkan giginya dan menarik nafas.
Tidak akan mungkin bagi Sarah untuk pergi
berkeliaran dengan wanita itu lagi. Jika Sarah
berpikir satu detik saja John akan
membiarkannya pergi ke tempat mencari
pasangan sialan itu Sarah pasti berkhayal. John
benar-benar menjadi marah pada dirinya sendiri
karena telah meminjamkan uangnya untuk
membuka Bar sialan itu. Itu tampak sebagai ide
yang bagus pada saat itu dan sekarang John
hanya punya dirinya sendiri untuk disalahkan.

Muncul pemikiran dalam dirinya untuk sesat agar


dia menarik pinjamannya; Steven tak akan punya
uang untuk mempertahankan agar tempat itu
tetap dibuka. Hal itu jelas akan memastikan agar
Sarah berhenti pergi ke tempat itu dikemudian
hari. Sialan. John tidak bisa melakukan hal itu.
John menggigit pipi bagian dalamnya sampai
John merasa berdarah.
Sarah benar-benar membuat John gila. Apakah
Sarah benar-benar berpikir John akan
membiarkan dia pergi dengan wanita itu lagi?
John membutuhkan klarifikasi bahwa Jaime
adalah perempuan yang suka bergosip. Dan
Jaime akan menjadi cock-blocker*?
Sarah terpaku dan berbalik untuk menatap mata
John. Maaf. Apa?
cock-blocker*.
Sarah memandang John dan menegangkan
bahunya. John sama sekali tak bisa mengatakan
apa yang Sarah pikir dikatakan oleh John. Pria
ini benar-benar bajingan, benar-benar tak
tertahankan. Dan itu adalah... suara Sarah

menjadi hilang saat Sarah bertanya maksud


kata-kata John.
Perempuan yang berusaha untuk menghalangi
penisku dari Vag_
Diam! Sarah berteriak melintasi ruangan,
memutus kata-kata John. Tidak! Kau baru saja
tidak mengatakan hal itu.
Sarah berusaha untuk memperlambat detak
jantungnya yang berkobar saat John berdiri
memandangnya. Mereka saling memandang satu
sama lain dengan jarak yang memisahkan
mereka sampai John akhirnya berkata dengan
suara yang rendah dan sikap yang sangat
terkontrol. Kemana kau pikir kau akan pergi
dengannya Jumat malam? John membuatnya
terdengar seperti itu hanya mimpi kecil yang gila
di kepala Sarah, seperti tak mungkin hal itu akan
terjadi.
Sarah dengan sengaja memasukkan ketenangan
di nada suaranya saat dia menjawab John. Ke
Cut-N-Shoot.
Tidak, kau tak akan pergi. Suara John dilapisi

oleh perintah yang tak dapat ditolak, seperti dia


seorang raja dan Sarah sebaiknya tidak
mencoba untuk membantah hak kekuasaannya
untuk mengatakan kepada Sarah apa yang boleh
dia lakukan.
Oh tentu Tidak. Sarah akan pergi ke Cut-nShoot Jumat malam, walau sebenarnya Sarah
tidak terlalu menginginkannya. Ya aku akan
pergi.
Tidak akan terjadi Sayang, John menyangkal
dengan gerutuan lancar dan gerutuan ala
texasnya, jelas menggunakan intonasi bahasa
gaul sebagai efeknya.
Ketenangan dan kata-kata asing John hanya
membuat Sarah makin merasa terganggu. Siapa
yang sudah mati dan membuatmu menjadi
bossku?
Aku boss-mu, sayang. Dan tidak ada peluang
bagimu untuk memakai celana pendek ketat itu
lagi dan memperlihatkan semua itu kepada
semua bajingan yang terangsang. Itu tidak akan
terjadi. Satu-satunya hal yang mungkin agar kau

pernah pergi ke sana lagi adalah jika aku yang


membawamu ke sana. Dan percayalah padaku
saat aku mengatakan bahwa tali untuk
mengekangmu dariku akan pendek.
Sarah mendengar kata-kata John dan merasa
bahwa otaknya akan meledak. Sifat arogannya
benar-benar luar biasa. John berdiri di
dapurnya, memakai sepatu bot yang kusam,
dengan lengan yang tersilang dan bicepnya
menegang pada kaos hitamnya. Raut wajahnya
mengatakan itu semua, dan sialan kenapa dia
terlihat begitu seksi? Kenapa sekarang Sarah
berdiri di sini menjadi terangsang dan merasa
loyo dengan itu? Apa yang salah dengan diri
Sarah? Sarah tinggal di Texas seumur hidupnya
dan tidak pernah bertemu dengan pria lain yang
seperti John. Atas nama semua wanita di seluruh
dunia, atas nama semua populasi wanita, Sarah
harus berhenti dari pekerjaan sialan ini,
melemparkan John keluar dari rumahnya, dan
menolak bahkan hanya untuk bicara dengannya.
Kenapa Sarah mendapatkan sedikit firasat

berbahaya bahwa hal ini tidak akan berakhir


seperti itu.
Sarah berusaha untuk menutupi kebingungannya
dengan agresif. Kau tak bisa mengatakan
padaku apa yang aku bisa dan aku tidak bisa
lakukan.
John memandang kepada Sarah dengan
seksama dan menjawab dengan tajam Jelas aku
bisa.
Sarah memberikan John tatapan yang dingin dan
kasar kau tak punya Hak untuk itu. Sarah
mengeluarkan kalimat itu dengan nada
menghina.
John beranjak dari sandarannya pada meja dan
berdiri tegak,matanya berubah gelap menjadi
celah hitam. John menjawab Sarah dengan
segera. Aku punya semua Hak sialan itu.
Kata-kata itu terucap dengan kasar, kemarahan
yang berapi-api. Mereka membeku, menggertak
saat bibir mereka menggumpal dengan
kemarahan. Sarah bisa melihat emosi John
meningkat sekitar seribu derajat.

Tiba-tiba, udara di sekitar mereka berubah.


Aliran listrik diantara mereka berupa tekanan
seksual yang selalu hadir di antara mereka
memantul menjadi bentuk yang baru. Bentuk
yang berbahaya. Tantangan sudah dilemparkan
ke hadapan Sarah dan Sarah tahu apapun yang
akan terjadi selanjutnya dengan kata-kata yang
baru saja John katakan, hidup Sarah akan
berubah dengan satu cara atau cara lainnya.
Tidak tahu apakah John ada di dalamnya atau
tidak.
Sarah tahu dengan yakin dan merasa kaget
bahwa dia menginginkan John berada di
dalamnya.
Tapi, itu tidak menghentikan Sarah untuk
melawan John, untuk mempertahankan
kemandiriannya, untuk membangun beberapa
aturan dasar. Aku bukan milikmu. Aku bukan
barang yang kau miliki.
John mendorong tubuhnya dari tempat dia
berdiri. Kita dapat menyelesaikan masalah
sialan ini sekarang.

Sarah mengangkat tangannya untuk


menghalangi John. Jangan bergerak lebih
dekat.
Omong kosong. John tetap maju ke arah
Sarah. Aku muak dengan semuanya ini. Aku
muak berada dalam situasi yang sulit ketika
bersamamu. Kau tak akan menyerahkannya
kecuali aku memaksamu melakukannya.
Menyerahkannya? Sarah menjerit saat dia
meletakkan meja diantara mereka sebagai
penghalang. Memaksaku menyerahkannya?
Ya. Menyerahkannya. Konsepnya sangat
sederhana Sayang. Kau. Aku. Telanjang. Tempat
tidur tidak harus ada. Dan percayalah padaku,
kau begitu menginginkanku sehingga paksaan
tidak dibutuhkan. Kau pikir aku tak tahu kau
sudah basah untukku? Kau pikir aku tak tahu
bahwa kau melawan dirimu lebih dari kau
melawan aku?
Sarah menjadi lebih marah dalam hitungan detik.
Tapi Sarah tahu sebagian rasa marah itu
ditujukan kepada dirinya sendiri. Bagaimana bisa

hal ini terjadi pada dirinya? Bagaimana bisa dia


jatuh ke tangan seorang bajingan sialan, kejam,
keras kepala? Sial, Ya. Kenapa John begitu
menarik? Sangat menarik. Apakah John
membuat Sarah ingin merobek bajunya dan
merasakan dia dari kaki sampai kepala dan
semua tempat diantara keduanya? Tuhan, Ya.
Tapi kenapa sekarang? Bagaimana bisa Sarah
meninggalkan seorang tunangan yang mapan
yang tak pernah memaksanya untuk melakukan
seks dan bahkan tak pernah menyadari saat pria
lain bicara dengan Sarah untuk mendapatkan
pria seperti John sekarang? Tali pengekangnya
akan pendek? Tuhan.
Sarah berdiri bersebrangan dari John, dengan
hanya meja yang memisahkan mereka, Sarah
merasa rangsangan meningkat dari dalam dirinya
dan melawan secara dominan dengan
kemarahan yang dia rasakan. Lubang hidung
Sarah melebar saat dia mulai terengah-engah.
Menjauh dariku. John berhenti di jalurnya untuk
beberapa detik lalu dengan cepat memutari meja

sampai kini dia berada di depan sarah. Tangan


John meraih Sarah dan Sarah mundur, hanya
sedikit saja menghindar untuk melarikan diri.
Tapi itu tidak bertahan lama. Tangan John
membelit sarah dan pelarian sarah terhenti oleh
cengkraman John pada pergelangan tangannya.
John menarik Sarah ke arahnya dengan gerakan
yang cepat dan dada mereka bertubukan dengan
sengit. Sarah mulai menggeliat, melilit dan
menarik, mencoba untuk melepaskan diri dari
John. John melakukan gerakan cepat dan
segera, John memutar tangan Sarah ke
belakang tubuhnya dengan cengkraman yang
kasar menguasai Sarah dan mengakhiri
perjuangan Sarah. Lilitan hasrat tiba-tiba
melanda panggul Sarah. Sarah tidak takut, John
tidak menyakiti Sarah selama Sarah tetap diam,
tapi saat Sarah mencoba untuk melawan lagi,
pegangan john semakin erat dan akhirnya Sarah
menyerah. Mata Sarah melebar Saat dia sadar
bahwa tubuhnya sudah ditundukkan seutuhnya.
Sarah memandang wajah John dan membaca

hasrat liar di matanya. Pertarungan verbal


mereka berdua tiba-tiba berubah menjadi kontes
dominasi seksual. Dan dengan ekspresi kasar,
asertif yang dikenakan John dan perlawanan
agresif dari Sarah, belum lagi sungai gairah yang
mengalir di dalam aliran darah Sarah, Sarah
tahu tak butuh waktu yang lama untuk membuat
mereka melewati batasan.
Kenapa Sarah merasakan kebutuhan untuk terus
melawan John, saat semua yang dia inginkan
adalah tubuh John yang keras di atas tubuhnya,
Sarahpun tak tahu. Kemungkinan sederhana saja
bahwa John begitu arogan dan Sarah tahu apa
yang akan terjadi, tapi sarah tak ingin ini menjadi
mudah buat John. Sarah tak ingin hal ini menjadi
mudah. John telah berhasil mengontrol tubuh
Sarah, tapi sarah masih punya lidah untuk
melawannya, dan Sarah menggunakannya untuk
melawan John sekarang. Apa yang akan kau
lakukan sekarang, memperkosaku?
John tertawa dengan kasar. memperkosa,
sialan. Aku akan membuatmu memohon untuk

merasakan diriku di dalam dirimu dalam dua


puluh detik.
Sarah tidak meragukan sedetikpun bahwa John
benar. Oh, Sarah tahu kemana hal ini akan
berlanjut. Sarah tahu kemana dengan putus asa
dia ingin hal ini pergi.Saat Sarah melihat ke atas
kepada John, wajah mereka hanya terpisah satu
millimeter saja, Sarah mencatat satu set
kelebihan John, mulutnya yang mengapit dan
matanya menajam menjadi celah nafsu yang
panas.
Getaran panas yang lain menyentuh Sarah dan
mulutnya makin mengencang, seperti dia
merasakan vibrasi menjalar di tubuhnya.
Lingkaran es membungkus sekitar mulutnya saat
gertakan John hanya berupa pertanyaan Apakah
kau memakai kontrasepsi?
Sarah pikir John tidak bisa membuatnya lebih
kaget lagi dari apa yang sudah dia lakukan, tapi
Sarah salah. Pertanyaan John berdenyut
diantara mereka, sarah merasa seperti dia
sedang bergantung di tepi jurang.

Itu bukan urusanmu.


Wajah John menunjukkan ketidaksetujuan,
bahkan saat mulutnya meraih mulut Sarah. Aku
secara pribadi akan memperkenalkan padamu
kenapa hal itu menjadi urusanku. Ciuman yang
diberikan oleh John Brutal, penuh dengan
gertakan, ancaman, dan api yang sangat panas
sehingga menghanguskan apapun yang
dilaluinya. Lidah John menerobos masuk ke
dalam mulut Sarah dan tangannya tetap
memegang tangan sarah, menjepit di belakang
tubuh Sarah saat John terus memberikan Sarah
pelajaran perihal dominasi pria.
John mulai maju ke depan saat dia mencium
Sarah dan tekanan dari gerakan itu mendorong
sarah ke belakang sampai punggungnya
mencapai tembok, tangan Sarah masih tetap
dikuasai oleh John dan sekarang dijepit diantara
dinding yang keras. John menekankan satu
kakinya yang kuat diantara kaki Sarah, dan
mengangkatnya sampai kaki Sarah
mengangkang diantara pahanya. Selangkangan

Sarah tertekan oleh John dan Sarah tidak bisa


memiliki kontrol pada gerakannya. Saat John
menciumnya secara kasar, Sarah hanya memiliki
sedikit waktu untuk meragukan kewarasannya,
Sarah kaget saat menyadari bahwa betapa
terangsangnya dia oleh paksaan yang dilakukan
oleh John. Tak satu pun dari kekasih
terdahulunya yang pernah menggunakan
kekuatan mereka untuk melawan Sarah. Mereka
semua berlaku lembut kepadanya, bahkan hanya
berbaring dan membiarkan Sarah memimpin saat
mereka bercinta. Perbedaan pada metode John
benar-benar menggairahkan. Dan Sarah secara
sukarela bersedia menjadi peserta.
Pegangan John pada Sarah tidak bisa
dikompromi dan saat sarah melenturkan
tangannya dan menguji kekuatan yang John
gunakan, ombak panas paksaan menghantam
tulang dadanya dan meluncur ke bawah untuk
mendarat di kolam basah diantara pahanya.
Sarah menggeliat melawan otot paha john saat
sarah berusaha untuk menemukan sedikit

pelepasan. John memutar dagu Sarah sampai


John bisa mendapatkan wajah Sarah berada
pada posisi yang lebih baik untuk mendapatkan
ciuman yang lebih intim. Pada saat yang sama,
John mendorong kakinya ke atas dengan keras,
menggerakkan pahanya yang berotot pada
bagian lembut diantara paha sarah.
Serangan ganda itu melebihi kemampuan Sarah
untuk bertahan dan rintihan kecil keluar dari
Mulut Sarah.
John pasti telah mendengarnya dan erangan itu
membuat John merasa nyaman, erangan kecil
keluar dari diafraghma John saat John mulai
menghisap, mengigit dan menjilat bibir Sarah
dan mengambil semua yang bisa dia dapatkan
dari ciuman Sarah.
Hal itu cukup untuk mengirimkan rangsangan
pada sarah di atas skala richter. Sarah mulai
membalas ciuman John dengan liar seliar ciuman
John kepadanya, memberikan kembali sebaik
yang dia terima, dalam lautan api yang
memberikan bahan bakar pada api yang ada

diantara mereka.
Rangkulan John pada Sarah begitu menawan,
panas, menggairahkan, Tapi sarah ingin
menyentuh John. Sarah mulai mendesis dan
mencoba untuk melepaskan tangannya yang
dicengkeram John di belakang tubuhnya. Sarah
meraih sisi kepala John dengan tangan
bebasnya, memasukkan jari-jari tangannya ke
dalam helaian rambut John dan Sarah mulai
meremas rambut john. Sarah mendorong dan
menarik dan akhirnya John membebaskan
tangannya.
Saat John melepaskan tangan Sarah, Gerakan
mereka berdua menjadi luar biasa, Sarah
memeluk pinggang John dan John memasukkan
tangannya ke tengah sarah dan mencengkeram
Sarah dengan jepitan yang tidak meninggalkan
ruang kosong diantara mereka. Itu belum cukup
bagi John, John memasukkan tangannya ke
bawah kaos Sarah, sampai sarah merasakan
sentuhan panas John pada kulit telanjangnya.
John berpikir otaknya akan terbagi menjadi dua.

Sarah berada pada tempat yang tepat seperti


yang diinginkan John, sepanas yang John
inginkan Dan Sarah merespon John dengan liar
yang membuat John terpikat. Tuhan, Ya. John
telah lama menginginkan Sarah. Sungguh Sial
lamanya dia harus menunggu Sarah. Dan tidak
ada orang lain yang akan menunggu selama ini.
John bahkan tidak pernah berpikir untuk mencari
wanita lain sebagai pelampiasan nafsunya. Sejak
pertama kali John mencium Sarah, wanita itu
haruslah Sarah. Dan sekarang penantian itu
berakhir.
Kulit punggung sarah begitu mulus dan lembut,
tapi dengan segera itu tak akan cukup bagi
John, John lalu menyisipkan tangannya sampai
menangkup payudara padat sarah yang ditutupi
bra berendanya. Gairah di dalam erangan John
menjadi lebih intensif saat John membengkak
penuh dan John mengerang saat dia mendorong
cup bra Sarah ke bawah dan membebaskan
gundukkan manis payudara Sarah kedalam
telapak tangannya. John tidak bisa mengontrol

dirinya untuk berhenti dan memperlambat dan


merasakan berat payudara Sarah, John
memegang payudara Sarah dengan erat dan
menjepit puting payudaranya diantara ibu jari
dan telunjuknya, memelintirnya sampai puting
Sarah menonjol, menarik dan mencubit puting
Sarah sampai Sarah mulai menggeliat diantara
kaki John dengan irama yang membuat keringat
menetes di wajah John.
John merasakan basah gairah Sarah, dan John
hampir saja ejakulasi dalam celananya. John
dengan kasar menarik dirinya ke belakang dan
berusaha untuk memperoleh kembali kontrolnya.
John melepaskan tangannya dari Sarah
sebentar, cukup lama untuk mengangkat Sarah
dan mengayun tubuh sarah hingga kini John
menggendong Sarah di atas lengannya. John
mulai melangkah ke arah yang diyakini John
sebagai kamar tidur Sarah lalu masuk ke lorong
yang berisi beberapa ruangan. Yang Mana?
Sarah sangat terengah-engah dan tidak
menjawab John dan John sama sekali tak

perduli. John memilih satu kamar dan menerobos


masuk dan berjalan ke arah tempat tidur. John
menurunkan sarah di tepi kasur dan Sarah
dengan bergegas bergerak ke tengah kasur
sampai Sarah duduk tegak lurus terhadap John.
John tidak memberikan kesempatan kepada
Sarah untuk mulai berpikir lagi, John ingin
menjaga agar Sarah tetap panas dan basah,
Sehingga John langsung meraih Sarah dan
dengan satu gerakan cepat menarik kaos sarah
ke atas kepalanya.
Bra Sarah melintir sehingga satu payudara
putihnya menyembul dari salah satu cup branya, John berlutut di depan Sarah dan
menurunkan kepalanya ke ujung payudara Sarah
dan mulai menghisap seperti hidupnya
bergantung pada puting payudara itu.
Dan mungkin saja hidup John memang
bergantung pada hal itu.
***
Bab 6

Gairah yang membakar tubuh Sarah juga


mengacaukan pikirannya. Sarah tak bisa berpikir
dengan baik, Sarah tak bisa mulai menganalisa
apa yang sedang terjadi, dia hanya bisa
merasakan. Tubuhnya menjadi alat untuk
mendapatkan kepuasan dan Sarah menjadi
boneka di bawah kontrol John.
Sarah bahkan sudah tak lagi bisa memikirkan
perlawanan terhadap ketertarikannya lagi. Sarah
melupakan itu semua.
Mulut John panas di puting payudara Sarah,
menghisap daging diantara bibirnya dan
menggerakkan ujung putingnya pada langitlangit mulutnya seperti John sedang meminum
darinya. Terasa bagai ada kawat hidup yang
menghubungkan mulut John dengan payudara
Sarah dan hisapan yang indah itu meradiasi ke
bawah ke bagian V Sarah yang berada di antara
Pahanya menjadi kolam gairah.
Perpaduan yang dalam antara mulut John dan
payudara Sarah cukup untuk membuat Sarah
orgasme. Sarah menggeliat di atas tempat tidur

lalu dia merasakan tangan John berada di atas


kancing celananya, John membuka kancing
celananya dan menurunkan restleting-nya. Mulut
John meninggalkan mulut Sarah dan mata
mereka bertemu saat John melingkarkan
tangannya di pinggang Sarah, mengangkat
pinggangnya ke atas tempat tidur lalu John
menarik celana pendek dan celana dalam Sarah
dari tubuhnya dengan satu gerakan mulus.
Sarah duduk di hadapan John, telanjang bulat
kecuali bra-nya yang melintir, kakinya
menggantung di samping tempat tidur. Mata John
panas memandang Sarah dengan gairah saat
satu tangan kuat John mencengkeram pinggang
Sarah dan John tanpa ragu menggunakan
tangan yang lain menyapu tubuh samping Sarah
turun ke kaki lalu mendorong kedua pahanya
terbuka. John menyelipkan jari-jarinya kelipatan
bagian paling sensitif dari tubuh Sarah dan
membuka bagian paling sensitif itu untuk John.
Sarah bernafas dengan kekagetan saat jari
tangan John mendarat di clit nya kemudian jari

tangan John menyelam ke dalamnya dengan


gerakan mendorong tiba-tiba yang membuat
Sarah mengerang seperti kilat yang
menghanguskannya dengan gelombang gairah
dan kebutuhan seksual.
Sarah memejamkan matanya saat John
menggerakkan jarinya yang berada di dalam
Sarah, John mempererat pegangannya pada
Sarah dan jari John menyelam ke dalam, John
mencengkeram Sarah dengan jepitan posesif
yang membuat Sarah bergairah di luar alasan
yang normal. Jantung Sarah berdetak tidak
terkontrol, Sarah berjuang untuk mendapatkan
cukup oksigen dan Sarah merasa makin
mendapatkan perhatian John yang tertanam kuat
Saat Sarah mulai menuju jalur licin menuju
orgasme.
John memutarkan jari tangannya yang besar,
tebal itu di dalam Sarah dan dengan mata yang
masih tertutup Sarah merasakan John
melepaskan cengkeraman tangannya yang lain
dari pinggang Sarah. Sarah mendengar suara

pakaian yang dibuka dan samar-samar Sarah


tahu bahwa John sedang membuka celana
jeansnya dan mendorong celana jeans itu ke
bawah panggulnya.
John menggerakkan Jarinya lebih keras dan
menyentuh tempat dalam pada Sarah yang
menimbulkan rangsangan yang sangat intens
yang membuat Sarah membuka kakinya lebih
lebar, tangan Sarah meraih bahu John dan
Sarah menempel pada tubuh John.
kau menggunakan kontrasepsi? John
kehabisan nafas sama seperti Sarah, Suara John
serak menuntut jawaban.
Gunakan Kondom. Pikiran Sarah cukup waras
untuk memaksa walau dia terengah-engah.
John menggeram pelan dan menarik pantat
Sarah ke ujung tempat tidur. Itu bukan jawaban.
Aku ingin jawaban. Apakah kau menggunakan
kontrasepsi atau tidak?
Ya. Tapi kau harus menggunakan kondom.
Sarah memaksa sebaik yang dia bisa, tapi
kurangnya oksigen di dalam paru-parunya

membuat suaranya sedikit lebih keras dari


bisikan.
Kenapa?
Pertanyaan Satu suku kata itu menggertak tapi
Sarah melawan saat membayangkan John
mencium wanita berambut merah di bar itu
datang ke depan otaknya. Sarah mulai
mendorong John saat gelombang gairah
dilarutkan oleh kejengkelan, gambaran yang
teringat. karena aku tidak bercinta dengan
setiap wanita yang pernah kau tiduri! Sarah
berteriak.
Wajah John berkerut dengan kemarahan tapi
John tidak membuang waktu sedetik pun untuk
berdebat. John menarik tangannya keluar dari
tubuh Sarah dengan gerakan ringan, menarik
kondom dari saku celananya, membuka
bungkusnya dan mengenakannya. John tidak
bersusah payah untuk benar-benar telanjang:
dadanya masih dibalut kaos.
John bangkit ke atas tubuh Sarah, mendorong
tubuhnya masuk diantara tubuh Sarah,

mengaitkan kaki Sarah di pinggangnya dan


mendorong masuk ke dalam Sarah dengan
dorongan yang membuat Sarah tertusuk
sepenuhnya. Tangan John berada di samping
wajah Sarah, Tapi John menyelipkan tangannya
ke bawah salah satu lutut Sarah dan mendorong
kakinya ke atas hingga menggantung di
lengannya. Gerakan yang membuat Sarah
terbuka sepenuhnya untuk John dan tidak
membiarkan Sarah memegang kendali. Sarah
tahu John melakukan itu sebagai pembalasan
atas paksaan Sarah pada John untuk
menggunakan kondom saat Sarah sudah
menggunakan kontrasepsi. Tapi hal itu tidak
mengurangi gairah seksual yang Sarah rasakan.
Sarah mencengkeram lengan John di atas bahan
kaos yang masih dia kenakan dan mencoba
untuk bernafas saat detak jantungnya berpacu
dan Sarah mencoba untuk beradaptasi dengan
ukuran dan intrusi milik John. Sarah merasa
benar-benar membentang dan Sarah mencoba
untuk menjaga keseimbangan saat John

mendorong masuk, menarik keluar dari dalam


dirinya dan mendorong lagi dengan kekuatan
yang cukup untuk membuat Sarah membuka
matanya.
Saat pandangan Sarah bisa fokus, John sedang
memandang kearahnya, mengamati Sarah
dengan seksama, dan John masih berada di
dalam Sarah, mengisinya dan mendominasinya
seutuhnya. Sarah tak bisa menggerakkan
tubuhnya, tidak dapat bereaksi sama sekali dan
jantung Sarah berdetak kencang hingga Sarah
berpikir jantungnya akan keluar dari dadanya.
John mengangkat satu tangannya dari sisi wajah
Sarah dan menjepit jemarinya di rahang Sarah.
Game Over Sarah. John berkata dengan suara
penuh Kontrol. John menarik dan mendorong ke
dalam tubuh Sarah lagi, hanya untuk berhenti
lagi. Aku menang, Mengerti?
Gairah pembakar itu menjalar ke dalam
pembuluh darah Sarah dan Sarah mencoba
untuk memutar pinggulnya melawan John,
permintaan untuk mendapatkan lagi yang tidak

terucap.John menjawab dengan kontrol lainnya,


tusukan yang dalam. Sarah mendesah saat
gelombang basah baru mengalir dari tubuhnya.
John gemetar dan matanya jatuh pada Sarah
sebentar kemudian John meremas dagu Sarah
lagi. Aku tak ingin mendengar omong kosong
lagi. Jangan pernah mengatakan padaku lagi
bahwa aku tak punya hak. Aku sekarang
mendapatkan hakku. Hakku atas dirimu. Dan kau
tak akan pernah lolos dariku, bahkan jangan
pernah berani mencoba.
Apa yang Sarah rasakan adalah kelegaan bahwa
John memegang semua kendali. Kelegaan bahwa
dia bisa memberikan kendali itu padanya
sekarang, Sarah begitu menginginkan hal ini.
Sarah ingin menyerah pada John. Mungkin Sarah
mengambil jalan pintas tapi dia tidak perduli.
Kepribadian John hebat, dia seorang pria yang
bisa mendapatkan apa pun yang dia inginkan;
Sarah masih merasa sedikit kaget bahwa dia
tertarik oleh perhatian John.
Sarah tidak menjawab John secara lisan, Tapi

Sarah mempererat cengkeramannya pada bahu


John dan mendorong pinggulnya ke atas
merespon John. John menjawab segera dengan
dorongan yang sangat kuat hingga Sarah
mengerang. Betul Sayang.
Jemari John meninggalkan dagu Sarah,
membuka bra-nya yang melilit dan
melemparnya. John memasukkan tangannya ke
rambut Sarah dan menahan tubuh Sarah saat
bibirnya merendah menuju bibir Sarah. Ciuman
mereka dalam, lidah mereka menari bersama
saat John tetap memompa Sarah. Sarah
berjuang untuk mendapatkan oksigen dan
membuka mulutnya dari mulut John.
Mulut John mendarat di telinga Sarah, giginya
menyerempet ke daun telinga Sarah. Bisikan
John panas di telinganya, hampir lembut saat
John bernafas di sana. Kau sempurna. Seperti
sutera. Jangan marah padaku nanti. Tangan
John jatuh dan mendorong ke bawah pantat
Sarah, mengangkat Sarah dan mendorong lebih
dalam. Mulut John tetap panas pada telinga

Sarah. Tuhan, Sarah. Aku tahu akan seperti ini


bersamamu.
Sarah merasa bisikan John di telinganya dan
kelopak matanya menutup saat emosi yang
masih terlalu baru untuk dikenali mencoba untuk
memakan dirinya seutuhnya. Sarah tahu ini akan
seperti ini juga. Tapi kerentanan yang dia dengar
dari suara John hanya menambahkan
kesengsaraannya. Sarah sudah tersesat hanya
dengan padangan John padanya, Hal yang John
bisikkan padanya dan dengan cara John
memompanya sekarang menuju pelepasan
membuat Sarah gemetar dalam antisipasi.
John mengangkat kepalanya dari bantal dan
mulutnya bergerak melewati mulut Sarah lagi,
meminta sesuatu yang amat sangat ingin
diberikan oleh Sarah kepadanya. Lidahnya
masuk ke dalam relung mulut Sarah dan saat
Sarah merasa tubuh kuat John mulai bergetar
dan mulut John mulai gemetar, Sarah pun juga
mulai gemetar.
Itu hal terakhir yang diingat oleh Sarah sebelum

pikirannya meledak dalam banyak warna dan


dalam kenikmatan gairah yang belum pernah dia
rasakan sebelumnya. Erangan dalam dan
panjang John bersatu dengan desahan Sarah
dan Sarah tahu mereka berdua mengalami
orgasme bersama.
***
John menekan kepalanya ke bantal dan mencoba
untuk menenangkan detak jantungnya saat John
menarik Sarah ke sisinya dan menahan jepitan
Sarah kepadanya. Nafas John masih diluar
kendali, menghisap dan menghembuskan udara
dari paru-parunya seperti dia baru saja lari
marathon. Kepuasan, jelas dan sederhana,
mengalir dalam tulang belakangnya. Seks yang
baru saja mereka lakukan menakjubkan, Dia
mengalami klimaks. Tangan John pada Sarah
semakin erat dengan gerakan posesif yang tidak
dibuat-buat. Kenangan orgasmenya mengalir ke
dalam tubuhnya dengan pukulan untuk
melakukannya lagi tanpa belas kasihan.
Dan John merencanakan hal itu. Segera. Oh, ya.

Ini sudah sebaik yang dia harapkan.


Tapi kenapa John tidak ingin menggunakan
kondom? John selalu menggunakan kondom,
John tak pernah percaya pada wanita saat
mereka bilang bahwa mereka menggunakan
kontrasepsi, dan dia tidak pernah mempercayai
wanita untuk kesehatannya. Tidak pernah.
Jadi kenapa ini berbeda dengan Sarah? Tidak
hanya John mempercayainya saat dia bilang dia
aman dari kehamilan, tapi apapun alasannya,
mungkin cahaya terang pada rambut cantik dan
lembutnya secara naluri membuat John percaya
bahwa Sarah juga bersih.
Itu suatu keanehan yang tidak bisa dia jelaskan.
Pikirannya berada pada terowongan gelap di
masa lalu saat dia memikirkan semua wanita
yang dia permainkan. Ada banyak wanita. Tapi
John selalu berhati-hati. Berhati-hati untuk
tidak menyebarkan benih keturunannya di mana
pun, berhati-hati untuk tidak menangkap apapun
yang tidak bisa dia lepaskan.
John menjadi sangat hati-hati sejak memergoki

istrinya selingkuh. Istrinya sudah menjadi gadis


emas di kota kecil mereka, semua orang berpikir
dia malaikat dan cantik. Suatu kejutan saat
mengetahui dia bukan perawan lagi, karena dia
memaksa John untuk menunggu dan tidak hanya
itu, kecenderungan seksnya mengarah pada hal
yang tidak John sukai. Istrinya menjadi bosan
dengan kehidupan seks mereka setelah
beberapa bulan pernikahan dan mulai mengeluh
untuk mendapatkan cara yang lebih baik dan
baru untuk melampiaskannya.
John ingat pada asumsi nafnya bahwa istrinya
mungkin menginginkan borgol pink yang berbulu
atau pakaian dalam edible (*edible underwear:
adalah produk permen yang dibuat ke dalam
bentuk tertentu dan dapat berfungsi sebagai
pakaian tetapi yang dapat dimakan). Betapa
bodohnya John. Tidak, ide istrinya sebagai
pelampiasan adalah dengan menambahkan pria
lain di dalam kehidupan seks mereka dan bagi
John hal itu sangat konyol yang membuat John
tertawa di depan wajah Istrinya walau John tidak

berpikir itu lucu.


John ingat rasanya disakiti, tapi hebatnya, dia
tidak cemburu. Tapi saran menyimpang istrinya
itu membuat John kehilangan gairah dan
kehidupan seks mereka hampa untuk beberapa
minggu. Dan itu semua yang membuat istrinya
merangkak ke tempat tidur Sahabat John.
Hal itu hampir membuat John hancur, bukan
pengkhianatan istrinya yang hampir membunuh
John, Melainkan temannya dan rekan bisnisnya
yang menjadi selingkuhannya, menikam dari
belakang dan tidur dengan istrinya yang pandai
pada permainan itu. Itulah hari dimana John
menjadi sinis, sikapnya yang kasar dan tendensi
dasarnya telah di dorong sampai ke tepian dan
langsung terjun bebas.
John bukan seorang pemaaf dan dalam beberapa
minggu John menuntut cerai dan berniat menjual
bisnis yang telah dijalankannya selama sepuluh
tahun. Rekan kerjanya telah berkerja sangat
keras selama tahun-tahun bersamanya dan
walau mereka membagi keuntungan yang mereka

dapatkan, pengembalian investasi awal mereka


merupakan keharusan.
Selama Dia tetap pintar, dia tidak harus bekerja
lagi.
Temannya ini telah menarik sahamnya dan
meninggalkan kota, menolak untuk mengambil
wanita yang akan segera menjadi mantan istri
John bersamanya. Dan hal itu membuat istri
John kehilangan kendali. Dia menjadi wanita
peminum berat dan kecanduan obat terlarang, itu
semua merupakan hal lain yang kemudian John
temukan dalam pernikahan mereka yang sakit
dan kesadaran bahwa dia akan kehilangan John
dan kekayaan John yang disebabkan oleh
perjanjian pra-nikah yang ketat telah
mengirimkan istri John ke dalam gulungan
kekecewaan yang tak pernah bisa terbebaskan.
Apa yang kurang dari perceraian mereka
hanyalah tanda tangan istri John pada hari dia
meninggal. Setelah kematiannya, Apa yang John
rasakan hanya perasaan bersalah dan kasihan
pada ayah dari istrinya yang kehilangan anak

satu-satunya hari itu.


Pikiran John berlari ke masa lalu sementara
tangannya membelai menyapu sepanjang tangan
lembut Sarah. Sudah pasti, ini merupakan hari
pertama John ingin bercinta dengan seorang
wanita tanpa kondom sejak dia mengetahui
istrinya adalah seorang pelacur. Apa yang dia
rasakan pada Sarah bukan sesuatu yang ingin
untuk dia analisa, tapi dia tahu tanpa ragu
bahwa perasaan ini tidak hanya untuk setidaknya
seminggu seperti apa yang pernah dia rasakan
pada wanita-wanita sebelumnya. Tidak
gampang bagi John untuk mengetahui bahwa dia
berpikir Sarah adalah miliknya, dia kekasih
Sarah, dan John tidak pernah mendeskripsikan
hal seperti ini pada wanita lain yang pernah dia
tiduri. Mereka sebelumnya hanya sementara,
John selalu tahu pemikiran itu akan selalu hadir
di dirinya dan satu-satunya alasan John
membutuhkan mereka adalah untuk pelampiasan
baginya yang bisa wanita-wanita itu berikan.
Sarah mendorong lengan John yang menjepit

dirinya kepada John dan John merasakan


cengkeramannya pada Sarah menjadi semakin
erat. Dia pikir kemana dia akan pergi?
John. Kata lembut itu merupakan permintaan
yang mendesak untuk melepaskan Sarah.
Apa?
Aku harus membersihkan diri.
Tidak. Kau tidak akan.
Aku ingin buang air kecil, Sarah
menambahkan, memberikan John penjelasan
yang lebih. John tidak tahu apakah dia
mempercayai hal itu, Tapi akhirnya dia tetap
melepaskan Sarah. Lagipula ini rumah Sarah
dan jelas John yakin Sarah tidak akan pergi
kemanapun.
Sarah beranjak dari tempat tidur dan dengan
cepat meraih baju kaosnya untuk menutupi
tubuhnya. Sekarang Siang hari dan semua ini
begitu baru. Sarah meringis dalam hati saat dia
berjalan menuju kamar mandi secepat yang dia
bisa. Dia tidak bisa memutuskan untuk menutup
bagian mana dulu. Tubuhnya jauh dari sempurna

dan selulitnya terlihat dalam keindahan.


John memandang Sarah saat dia memungut baju
kaosnya dan menggunakannya untuk menutupi
dadanya saat dia berjalan menyeberangi
ruangan. Tubuh bagian belakangnya indah,
telanjang. John meletakkan tangannya di
belakang kepala dan menikmati pemandangan
indah ini. Pantat Sarah sempurna.
Tubuh bagian depannya sempurna. Puting
payudaranya juga sempurna. Saat John merasa
dirinya kembali terangsang lalu dia segera
memalingkan pandangan ke sekitar kamar,
mengambil tissue dari meja di sampingnya dan
membuka kondomnya. John membersihkan
dirinya dengan tissue lalu membuang tissue ke
tempat sampah kecil di bawah tempat tidur.
Saat Sarah kembali, John merentangkan
tangannya untuk memeluk Sarah dan dengan
sedikit keraguan, Sarah berjalan menuju John
untuk menerima pelukannya.
***
Dua hari kemudian, John sedang mengeringkan

tubuhnya setelah selesai mandi saat telepon nya


berbunyi. John mengikatkan handuk di sekitar
pinggulnya dan tidak terkejut lagi pada rasa
bahagia yang dia rasakan saat Nama Sarah
muncul di layar teleponnya. John sudah
menginap di rumah Sarah selama dua hari
berturut-turut dan telah dua pagi berturut-turut
pula dia kembali ke rumahnya sendiri hanya
untuk mengurus ternaknya. Seks diantara
mereka hebat, tak bisa digambarkan, dan hari ini
jumat malam, John mempunyai ide untuk
mengajak Sarah ke kota untuk makan malam.
John ingin semua orang melihat dia bersama
Sarah. John mendorong perasaan ingin tahu ke
belakang otaknya dan menyuntikkan godaan ke
dalam suaranya saat dia mengangkat
teleponnya. Hey, Dream-girl.
Suasana menjadi hening sebentar dan John
berpikir ada masalah dengan sinyal telepon, tapi
kemudian Sarah akhirnya bicara. John.
Mungkin John membuat Sarah kaget tadi. John
tidak memanggil Sarah dengan sebutan bodoh

itu lagi sejak malam itu. Ya? John bertanya.


John mendengar Sarah menarik nafas panjang
dan dia mulai bicara dengan satu tarikan nafas
tanpa jeda. Aku tahu kau akan marah tapi
kupikir seharusnya kau tidak marah dan aku
hanya ingin memberitahumu dan aku tahu kau
tak akan menyukainya tapi aku tak ingin kau
berpikir aku membohongimu atau pergi tanpa
kau ketahui atau yang lainnya jadi aku hanya
ingin kau tahu bahwa aku akan pergi ke Cut-nShoot dengan Jaime.
John berusaha untuk memahami semua kalimat
Sarah yang bertele-tele tapi lalu yang bisa dia
dengar hanya cut-n-Shoot dan Jaime. John
langsung menjawab. Tidak. Kau tidak akan
pergi.
Ya. Aku akan pergi. Mobil Jaime sudah berada
di depan rumahku sekarang.
Jangan naik ke mobilnya. Gaung dari suara
John menggema di kepalanya.
Aku harus naik ke mobilnya. Dia sahabatku.
Sarah, Aku peringatkan kau__

Aku akan menutup teleponnya karena aku tak


mau dia mendengar semua ini. Dia sahabatku,
Aku sayang dia, dia sedang terluka dan
membutuhkanku malam ini dan aku baru kenal
denganmu beberapa minggu. Dan semua ini
begitu gila. Tapi begini saja. Sarah berhenti
bicara dan menarik nafas. Aku mungkin juga
akan kecewa jika kau pergi ke sana tanpa aku
jadi aku akan bisa mengerti sepenuhnya jika kau
menyusulku dan bertemu denganku
disana.Sarah menelan ludah. Aku bahkan akan
bahagia jika bisa bertemu denganmu di sana.
John tak perlu berpikir soal itu. Aku setengah
jam di belakangmu.
John mendengar Sarah mendesah yang
terdengar seperti lega. Terima kasih John.
sebaiknya kau jangan berdansa dengan
siapapun. John mengancam. kekacauan dapat
terjadi dalam 30 menit.
tidak masalah. Sarah segera setuju. Aku akan
menunggumu.
Dan sebaiknya kau jangan memakai celana

pendek ketat itu saat aku tiba.


John mendengar Sarah menarik nafas
Terlambat.
telepon terputus.
***
Bab 7
John meneguk bir di tangannya dan terus
mengawasi wanita cantik dan canggung yang
berusaha untuk menyesuaikan diri dengan
orang-orang di sekitar lantai dansa. John tak
dapat menahan seringai saat tingkat
kecanggungan wanita itu memiliki korelasi
dengan tingkat gairah dalam selangkangannya.
Kaki wanita itu benar-benar luar biasa fantastis
dan membuat John keras dengan cepat, tapi
wanita itu bukan penari.
John tak perduli. John tak menginginkan wanita
itu untuk menari. Jawaban dari apa yang John
inginkan adalah wanita itu kemudian berhenti
menari saat musik berhenti dan orang-orang
mulai meninggalkan lantai dansa. Wanita itu

melihat padanya dan tersenyum tapi temannya


meraih lengannya dan menuntunnya ke bar.
Saat ini di sana ada beberapa pria yang berada
dekat dengannya dan John mengambil
kesempatan ini untuk mengurus sesuatu yang
harus dia lakukan.
John melangkah ke meja Steven dan
mengangguk tanda salam ke pria lain yang
sedang bersama Steven lalu memotong proses
basa-basi. Aku mau meminjam kantormu. Pria
lain itu menyeringai dan John tahu dia sudah
berbuat tidak adil. Tapi John menginginkan kunci
sialan itu dan dia menginginkannya sekarang,
Biarkan aku menggunakan kantormu malam ini
dan aku akan membebaskan pembayaran
hutangmu bulan depan.
Mata pria lain yang berada di dekat Steven
menajam dengan pandangan bertanya.
menangguhkan?
Tidak. Pembayaran bulan depan dianggap
lunas.
Kata-kata itu hampir keluar dari mulut John

sebelum kunci melayang di udara. Insting John


kuat pada target dan dia mengangkat tangannya
dan menangkap kunci itu di udara.
Terima kasih.
***
Sarah membalikkan tubuhnya dari bar sambil
menunggu Jaime untuk dilayani dan melihat ke
sekeliling ruangan. Sarah segera melihat John.
John mungkin berada 40 kaki darinya,
menyandar pada bar dan John mengawasi Sarah
dari celah matanya. John mengamatinya dengan
seksama, pandangannya terpaku ke wajah
Sarah. John tidak tersenyum tapi dia juga tidak
terlihat marah. John hanya mengawasinya, Api
yang menyala kecil ada di matanya.
Dan John menunggu. Sarah tahu John
mengamati dan menunggunya, ikatan kebutuhan
yang dicairkan mengalir ke aliran darahnya.
John berdiri sendirian dan Sarah melihat seorang
wanita datang menghampiri John. Wanita lain itu
tampak percaya diri dan cantik, tapi John
mengusirnya tanpa sekalipun mengalihkan

pandangannya dari Sarah. Demam yang terasa


panas menyelimuti Sarah seperti selimut lembut
dan gairah seksual berdencing sepanjang ujung
sarafnya.
Tiba-tiba, wajah John dihiasi kemarahan dan
dia mulai menggelengkan kepalanya kepada
Sarah. Itu saat dimana Sarah menyadari bahwa
seorang cowboy tinggi sedang berdiri di
sampingnya, menanyakan sesuatu padanya.
Sarah melihat ke arah pria cowboy ini sebentar
dan tanpa memiliki banyak petunjuk mengenai
apa yang dia inginkan darinya, Sarah
mengatakan tidak terima kasih lalu kembali
memandang John.
John tampak kembali rileks tapi dia tidak
membuat gerakan apapun untuk mendekati
Sarah. Sarah pelan-pelan menyadari suara
musik yang keras di sekitar mereka lalu Jaime
meraih tangannya dan menuntunnya ke arah
yang berlawanan menuju meja yang tidak jauh
dari lantai dansa. Pandangan Sarah pada John
terlepas saat dia mengikuti sahabatnya untuk

duduk di meja itu.


Jaime berpakaian sangat seksi malam ini dan
Sarah sedikit geli melihat temannya sudah
menarik perhatian orang-orang disekitar
mereka. Jaime melalui hari-hari yang kurang
menyenangkan di kantor dan Sarah sudah
memberikannya peringatan sebelumnya tentang
betapa brengsek bos nya. Sarah diam-diam
berpikir Jaime tertarik pada Bosnya tapi tidak
mau mengakuinya.
Sarah mencoba untuk berkonsentrasi pada
Jaime, mencoba mendengarkan keluhan Jaime
tentang duka cita dan sakit hati. Sarah mengakui
bahwa antara musik yang keras dan
ketidaksanggupannya untuk berkonsentrasi pada
hal lain selain John. Sarah hanya bisa
menangkap sedikit dari apa yang Jaime katakan
padanya. Sesuatu tentang bosnya yang kadang
baik tapi kemudian dingin dan tidak pernah
memberikannya petunjuk yang jelas tentang apa
yang sebenarnya dia inginkan.
Perhatian Sarah teralihkan saat seorang pelayan

muncul di sampingnya, dengan minuman yang


tidak mereka pesan. Bir merk sama seperti yang
Jaime sedang minum dan screwdriver untuknya.
Sarah menoleh ke tempat terakhir kali dia
melihat John tapi John sudah tak lagi ada di
sana. Mata Sarah memandang sekeliling, Sarah
akhirnya bisa mendapatkan John di kursi bar
dimana dia duduk dengan birnya dan secara
jelas memandang ke arahnya. Sarah
memberikan senyum tipisnya dan mengangkat
minumannya ke arah John.
Jaime bahkan tidak menyadari kehadiran John
atau minuman yang dia kirimkan kepada mereka
dan Jaime melanjutkan ocehannya yang terus
menerus. Sarah menjaga satu telinganya tetap
terbuka untuk mendengarkan Jaime sementara
perhatiannya yang asli tetap berada pada pria di
bar yang memandangnya dan menunggu seperti
Sarah seorang mangsa yang diam-diam dia
untit.
Gairah melanda jauh ke dalam perut Sarah atas
permainan yang sedang mereka mainkan ini.

Lalu dua cowboy muncul di meja mereka dan


permainan tiba-tiba meningkat ke tingkat
taruhan yang lebih tinggi saat John duduk tegak,
bahunya menegang dan matanya berkedip
dengan pandangan mematikan.
John tidak bergerak tapi Sarah tahu jika dia tidak
bisa menyingkirkan pendatang baru ini dalam
waktu kira-kira lima detik maka semua taruhan
hilang.
Kedua pria ini masih muda mungkin 22 atau 23
tahun dan mereka berdua tinggi dan mereka
berdua tampan. Jaime tidak membuang-buang
waktu walau sedetikpun, Jaime tersenyum ke
arah mereka dan mulai berkenalan. Kedua pria
itu duduk. Sarah tahu dia harus berkata sesuatu.
Saat pria itu duduk, Sarah berpikir dia bersama
John di sini, entah terlihat begitu atau tidak dan
Sarah harus mengatakan kepada mereka dengan
cepat.
Aku kemari bersama seseorang.
Jaime memandang Sarah dan berkata. Ya.
Aku.

Tidak, aku bersama John, Sarah menjelaskan


dengan tegas.
Apa? Dia di sini?
Ya.
Kau tidak mengatakannya padaku. Jaime
memandangnya dengan tatapan yang tajam.
Dia mengikuti kau ke sini? Sahabatnya
bertanya.
Ya.
Dia seorang penguntit, Sarah.
Tidak. Dia bukan, aku memberitahunya kita
akan ke sini. Aku mengajaknya.
Kedua pria itu mendengarkan obrolan cepat
diantara dua sahabat ini dan salah satu diantara
mereka lalu menengahi. Baiklah, aku tidak
melihat seorangpun. Seharusnya dia tidak
meninggalkanmu sendiri. Menurutku Ini
permainan yang adil.
Aku bukan permainan dan kalian berdua harus
pergi atau aku yang akan pergi. Sarah mulai
berdiri.
Sarah, tetaplah di sini Jaime memandang pria

yang paling dekat dengannya dan mulai


memberikannya isyarat. Bagaimana Jika kita
berdansa dan temanmu bisa jalan-jalan?
Dengan kalimat itu, pria yang disebut Jaime
temanmu mengayunkan lengannya ke Sarah
dan berkata Aku menemukan dan aku akan
menyimpan. Aku bertahan di sini. Lagipula aku
tidak melihat siapapun. Sarah menjadi tegang
saat dia memandang ke atas dan melihat John
mengintai ke meja mereka.
Sarah menegangkan bahunya. Raut wajah John
sangat mematikan dan Sarah tidak menginginkan
pertumpahan darah. Ini semua benar-benar
sangat konyol. Belum Lama lalu dia berada di
Dallas dan bertunangan dengan pria yang
mempunyai sifat paling tenang dan lalu tidak
lama kemudian, sekarang entah bagaimana, dia
dimiliki oleh seorang pria yang kasar. Sarah
melancarkan tenggorokkannya dan mencoba
untuk mengenyahkan tangan pria ini. Dude. Dia
di sana. Lepaskan tanganmu dariku.
John berhasil berada di sebelah Sarah dalam

sekejap. Dia berdiri tepat di belakang Sarah.


Lepaskan. Sekarang.
Pria itu melepaskan tangannya dari bahu Sarah
dan berdiri menantang. Buat aku
melepaskannya.
Sarah merasakan kemarahan John saat dia
melangkah mengelilingi Sarah dan berdiri hanya
beberapa inchi dari wajah pria itu. Aku baru
saja melakukannya. Pergi. Jangan sentuh dia
lagi. Bahkan jangan berani untuk melihat ke arah
sini lagi atau kau akan memakan makananmu
lewat selang infus. Mengerti?
Siapa yang akan membuatku melepaskannya?
Kau?
John meraih dan mencengkeram anak muda itu
pada lehernya dan menyentakkannya ke depan.
Ketakutan Sarah meloncat satu ketukan lalu
mulai memompa darah dengan cepat lewat
pembuluh darahnya. Sarah melihat dua tukang
pukul bar muncul entah dari mana. Satu
diantaranya mencengkeram John dari belakang
dan satu lainnya mencengkeram anak muda itu.

Mereka menarik keduanya saling menjauh.


John mendesis lewat giginya dan mengarahkan
kutukannya ke tukang pukul yang kini
mencengkeramnya. Diego, sebaiknya kau
lepaskan aku dalam tiga detik atau aku akan
menutup bar ini dan tidak satu pun dari kalian
akan mempunyai pekerjaan.
Sarah melihat tukang pukul itu melepaskan john
dan dengan segera dengan nada permohonan
maaf. Aku tak tahu itu kau, Man, Aku tidak
melihat wajahmu.
John berbalik ke tukang pukul lainnya yang
masih mencengkram anak muda itu. Lepaskan
dia. Aku akan mengurus ini.
Tukang pukul itu melepaskan cengkeramannya
dan anak muda itu tersandung sebelum bisa
kembali berdiri tegak. Sarah tidak melihat
kesepakatan ini membuat John melupakan
masalah ini dan sekarang John bahkan berpikir
siapa yang ingin dia lawan.
Salah satu tukang pukul bicara. Kau sebaiknya
pergi dari sini Nate. Tidak ada hal baik yang

bisa di dapat dari hal ini.


Apa maksudmu? apa kau mengatakan padaku
aku harus pergi? Bagaimana dengan laki-laki
sialan ini ? Aku sedang mengurus urusanku __
Tidak sialan. Kau yang mencampuri urusanku.
John bergerak ke belakang Sarah sekali lagi dan
meletakkan tangannya di bahu Sarah. Lihat
baik-baik lalu jangan pernah melihat ke arahnya
lagi. Dia milikku. Kau mengganggu apa yang
menjadi milikku maka kau akan hidup untuk
menyesalinya.
Setelah itu john menarik Sarah untuk pergi dan
menuntun Sarah ke bagian belakang gedung.
Sarah mengikuti dengan pandangan yang kabur.
John memegang pergelangan tangannya
membelenggu dengan satu tangan saat dia
berhenti di depan pintu yang sama saat John
menariknya ke dalam beberapa waktu lalu saat
dia bertemu Sarah di tempat ini. Tanpa ragu,
john menyelipkan kunci, membuka pintu dan
menarik Sarah ke dalam bersamanya.
Sarah terpaku melihat pintu kantor yang tertutup

dan terkunci dan tidak berpikir untuk bertanya


bagaimana John bisa memiliki akses ke ruangan
ini. Sarah hanya tahu John memilikinya. Jelas
sama dengan cara john yang bisa mengontrol
kedua tukang pukul dan mengancam pada
pertikaian di bar tadi. Ini ada kaitannya dengan
uangnya. Pemikiran itu hilang dari benaknya saat
John menekan tubuhnya kepada Sarah dan
meletakkan tangannya di antara kakinya dan
menangkup panasnya. Mulutnya mendarat di
telinga Sarah dan dia mengeluarkan nafas yang
dalam dan panas. Kau seharusnya tidak
memakai celana pendek ini Sayang. Aku saja
tidak bisa menjaga tanganku, bagaimana bisa
kau berharap orang lain bisa?
Sarah menarik nafas tapi tidak bisa menjawab.
John menekan Sarah dan bergerak ke mulutnya,
menciumnya, tangannya bergerak untuk
membuka kancing celana Sarah. Aku tak bisa
menunggu. John mengerang dengan suara yang
serak. Satu persatu, kancing itu terbuka lalu john
bersandar, menggenggam kedua sisi bahan

celana Sarah dan membuka celana pendeknya


bersama celana dalamnya. Saat kedua celana itu
berada diantara lutut Sarah, John mengangkat
kaki besar bersepatu bot-nya ke tengah kaki
Sarah, menginjak celana Sarah yang
menyangkut itu ke lantai. Melangkah ke luar
dari celanamu.
Sarah secara membabi buta melakukan apa yang
diperintahkan oleh John dan segera setelah
Sarah melakukannya, tangan John berada
padanya, jari john menyelip ke dalam bagian
tubuhnya yang panas, terbuka dengan basah.
Saat John memanipulasi jemarinya di dalam
Sarah, Sarah merasakan gairah melandanya dan
dia pelan-pelan mulai mengerang.
Mulut John terangkat dari bibir Sarah dan
bergerak ke telinganya. Menurutmu apa yang
akan terjadi tadi jika aku tidak berada di sini?
Sarah mulai gemetar dan sulit untuk berdiri. TTidak. Aku pasti bisa mengatasinya. Tangan
Sarah gemetar saat dia meraih wajah John,
Sarah berusaha untuk mengarahkan wajah John

kepadanya, memohon untuk merasakan mulut


John pada mulutnya lagi.
John menuruti dan memberikan ciuman ringan
saat dia bernafas melalui mulut Sarah, Tapi
tidak sebelum dia menyentuhmu lebih banyak
lagi dan sayang, itu akan menjadi sangat buruk.
Lidah John menyelinap masuk dan Sarah
merasakan gairah mengalir terburu-buru dari
jari John yang tenggelam jauh di dalam dirinya
dan dari ciuman yang mereka lakukan sementara
mereka masih berusaha untuk bicara.
Sarah melepas kan mulutnya. kenapa? Apa
yang akan kau lakukan?
Membunuhnya. Nafasnya menjadi berat.
Sarah melenguh Cobalah untuk serius.
Tangan John merenggut dagu Sarah dan
membawa bibirnya kembali ke bibir john. Mulut
John terkatung-katung di atas mulut Sarah
sebelum bibirnya kembali jatuh pada bibir Sarah
lagi lalu John berkata Pria itu akan berharap
untuk mati dengan cepat, aku jamin itu.
Sarah melepaskan mulutnya lagi dari bibir John.

John __ jari John bergerak ke clit-nya dan


secara efektif membuat Sarah diam.
John memutar jarinya di clit Sarah, memutar
melingkar saat John mencium pinggir mulut
Sarah. Jangan Khawatir Sayang. Kau wanita
yang baik, John berbisik dengan suara yang
dalam dan serak.
Benarkah? Sarah sudah hampir tidak lagi bisa
berpikir. Tangan John panas padanya, bergerak
maju mundur diantara gerbang gairah basah
Sarah dan clit-nya. Maju mundur. Gerakan itu
menghantarkan Sarah semakin dekat dan
semakin dekat saja ke orgasme.
mmmm - hmmm.
Bagaimana? Bagaimana bisa aku kau sebut
baik?
Kau menelponku. Memberitahuku kau akan
datang kemari. Membuat seorang pria hampir
percaya bahwa kau bisa dipercaya.
Kau bisa percaya padaku, Sarah berkata
dengan lembut.
John berlutut di depan Sarah dan mengangkat

satu kaki Sarah ke atas bahunya. Merentangkan


Sarah dengan jemarinya. Mata John gelap
memancarkan gairah kolam siksaan saat John
memandang ke atas kepada Sarah. Aku ingin
percaya padamu. Begitu sangat ingin. Sangat
ingin hingga membuatku sakit.
John kembali melihat ke bawah diantara paha
Sarah yang mengangkang dan Sarah merasa
gelegar erangan datang dari dada John. Lidah
John berada pada clitnya saat john
menenggelamkan satu jari panjangnya ke dalam
Sarah.
John menjilatnya, menggerakkan lidahnya ke
atas dan ke bawah Sarah berulang-ulang. Jari
John bergerak di dalam diri Sarah, memutar
melingkar di dinding vagina Sarah, menyentuh
Sarah dalam. Sarah mulai mendesah dengan
keras, mengambil oksigen masuk.
John mengangkat kepalanya dari lipatan panas
Sarah dan Sarah membuka matanya untuk
menemukan John yang sedang mengamatinya.
Kau sangat cantik. Amat sangat cantik, Sarah.

Aku begitu menginginkanmu.


Kata-kata John menenggelamkan Sarah, dan
tiba-tiba, Sarah menginginkan John di dalam
dirinya. berdirilah John, tolonglah. Sarah
memohon lembut.
John bangkit berdiri pada kakinya dan mulai
membuka jeansnya dengan gerakan terburuburu. Mendorong celananya ke bawah ke arah
sepatu botnya, John mulai mengangkat Sarah,
siap untuk menusuk Sarah.
Sarah menghentikan John. Gunakan kondom.
John mengertakan giginya. Sarah__
Tolong. Tolong John aku menginginkan kau di
dalamku.
John begitu ingin untuk tenggelam di dalam diri
Sarah tanpa ada penghalang di antara mereka.
Begitu inginnya. John ingin merasakan daging
lembut Sarah menutup di dalam di dirinya. Tapi
itu tidak akan terjadi. Tidak sekarang.
John menarik kondom dari saku celananya dan
mengenakannya. Hanya butuh beberapa detik
lalu dia mengangkat Sarah dan menyanggakan

punggung Sarah ke dinding saat John membawa


Sarah turun di atas bagian kenjantanannya.
Akibat dari penyatuan mereka bagai sengatan
listrik. Sarah mendesah saat John menempelkan
mulutnya ke mulut Sarah. John meletakkan
tangannya di bawah pantat Sarah dan
merenggangkan Sarah dengan lebar, John
menenggelamkan dirinya jauh ke dalam diri
Sarah. John mulai memompa ke dalam tubuh
Sarah.
Sarah begitu lembut dan basah dan licin. Sarah
ketat dan panas dan sempurna.
Tuhan, Sarah begitu sempurna untuk John. John
merasa dirinya mulai meluncur ke bawah
terowongan dimana emosi utamanya mengambil
alih dan otaknya menghilang. John tidak bisa
mengontrol apa yang dia katakan. Aku ingin
bercinta denganmu tanpa kondom.
Sarah menggeliat di lengan John dan John
merasakan gairah basah lain yang terburu-buru
menyelimuti John. Kau harus membiarkan aku,
Sayang. Segera. Aku akan bercinta denganmu

lagi dan lagi dan lagi. Tanpa kondom. Kau tak


akan pernah bisa lolos dariku. Tidak pernah.
Sarah mulai kejang-kejang di lengan John dan
John mengikuti Sarah dalam orgasme yang
mengguncangkan dunia.
***
Keesokkan paginya, Sarah memandang John
yang pelan-pelan bangun dari tidurnya. Sarah
sudah selesai mandi dan membuat kopi. Pelanpelan Sarah duduk di atas tempat tidur di
sebelah John, mencoba untuk membiarkan John
tidur sebanyak yang memungkinkan. Selimut
menutupi dirinya rendah di tulang pinggulnya dan
Sarah dengan mudah dapat melihat ereksi pagi
hari John menyapanya walau John sendiri belum
menyapanya pagi ini.
Pemikiran sedikit nakal hadir dalam diri Sarah
dan Sarah melirik ke arah kotak kondom yang
setengah kosong di meja samping tempat tidur.
Sarah membuka celana pendeknya dan juga
celana dalamnya dan dengan hati-hati membuka
paket segi empat kecil itu.

Perlahan, tidak ingin membangunkan John


sepenuhnya, Sarah pelan-pelan menarik selimut
dan menyisipkan kakinya ke atas John, berada
pada posisi yang membuat Sarah kecanduan
begitu juga kecanduan dengan hidup itu sendiri.
Sarah menahan nafasnya dan memasangkan
kondom ke dalam kemaluan John.
Sarah merasa John tersentak dan Sarah berpikir
John kini sudah bangun seutuhnya. Tapi John
tetap tidak bergerak dan diam, dan Sarah
merosot turun di atas tubuh John, menerima
John seutuhnya, hanya dengan sedikit
penyesuaian. Sarah mendesah dan menutup
matanya dengan kenikmatan dari John,
berdenyut panas dan jauh di dalam dirinya.
Tangan Sarah mendarat di dada John dan Sarah
memompa ke atas dan kebawah lagi. Tangan
John lalu mendarat di pinggul Sarah dan
mencengkeram dengan erat, tapi John tidak
bergerak terlalu banyak seperti otot-ototnya
yang lain.
Sarah memompa lagi dan lagi.

Diam-diam John menggertakan giginya saat


John mencoba untuk membiarkan Sarah
mempertahankan kontrolnya terhadap john. Ini
jelas pertunjukkan Sarah dan John ingin Sarah
mendapatkan apa yang dia inginkan.
Tapi hal ini sulit. Sarah lembut dan mulus,
panas dan manis, dan hal pertama yang ingin
dilakukan john di pagi hari adalah membalikkan
tubuh Sarah sampai perutnya menekan kasur
lalu John akan berada dibelakang Sarah dan
mempompanya dengan keras dan cepat__
Pikiran John terbagi saat Sarah menyandarkan
badannya turun ke arah John dan mulai berbisik
di telinga John sementara dia tetap memompa
john.
John, Kau sangat hebat Sarah menambahkan.
Kau sangat menggairahkan. Sarah turun ke
bawah lagi dan John tidak bisa mencegah
getaran. Aku tidak pernah memiliki orang lain
seperti kau. Sarah memompa lagi. Mmmm.
Bibir Sarah bergerak ke bibir John lalu Sarah
mengangkat dirinya ke atas lalu Sarah

menyanggakan tangannya ke dada John dan


mulai menungganginya dengan liar.
John membuka matanya dan mengamati Sarah.
Mata Sarah tertutup dan Sarah memiliki ekspresi
di wajahnya yang John tak pernah lihat pada
wajah wanita lain. Sarah begitu cantik dan John
tak dapat menghentikan dirinya dari meraih dan
menekankan jarinya ke clit Sarah.
John merasakah gelombang panas lain berasal
dari Sarah dan Sarah mulai menunggangi John
dengan liar, Suara yang keluar dari Sarah
seperti musik termanis dan terhebat di telinga
John. mmmm. Mulut Sarah tertutup dengan
garis seperti menyerap konsentrasi dari diri
Sarah dan Sarah mulai mendesah dengan keras,
cukup keras untuk membuat John terbakar.
John mencengkeram pinggul Sarah dan mulai
memompa Sarah. Memompa Sarah naik dan
turun sampai Sarah menjerit dan tubuhnya
mengeras. Mata Sarah terbuka dan Sarah
memandang kepada John, Sarah tekejut yang
terlihat seperti keseganan di wajahnya.

John mencengkeram Sarah dengan erat dan


pandangan John jatuh ke mata Sarah saat John
bergabung dengan Sarah dan melampaui
batasan ke dalam pelepasan manis... pelepasan
yang begitu manis.
***
Bab 8
John keluar dari kamar mandi, mengeringkan
rambutnya dengan handuk dan berhenti di
samping tempat tidur. John meraih ke bawah
dan memukul pantat Sarah, cukup kuat untuk
mendapatkan perhatian Sarah, cukup kuat untuk
terasa menyengat. Sarah meringis, kaget dan
membalikkan badannya, denyut nadi Sarah
berdetak cepat dan john dapat melihatnya lewat
tenggorokkannya yang putih dan indah. Sarah
berkedip dan memandang John dengan ekspresi
hati-hati. Bangun, Suara John masih malas
dari semalam.
Ok. Sarah berkata pelan dengan nada
bertanya.

Berpakaian. Kita akan pergi ke San Antonio.


Kenapa? Sarah bertanya pada John dengan
lembut.
Kita punya janji dengan seorang dokter di
sebuah klinik pribadi di sana. Kita harus
meningkatkan level hubungan kita,
Maaf? Sarah marah dan tidak terlihat meminta
maaf pada John.
Untuk apa? pertanyaan Sarah selanjutnya
menjadi tajam.
Kita akan menjalani tes.
Tes?
Kau tampaknya tidak mempercayaiku sementara
hal itu sangat penting sayang, ketidakpercayaan
ini tidak bisa berlangsung selamanya.
Selamanya? Sarah bertanya.
Hanya kata kiasan sayang. Kita harus berhenti
menggunakan kondom. Hari ini. Aku tidak ingin
menunggu lebih lama lagi. Berpakaianlah.
Kau tidak bisa saja__
Ya. Aku bisa saja. Aku baru saja. Tidak ingin
mendengar omong kosong soal ini. Mari kita

tidak membuat hal ini jadi pertengkaran di antara


kita atau sejenisnya. Berpakaianlah.
John mengamati Sarah dan menunggu
bagaimana percakapan ini akan berlanjut. John
harus melakukan ini dengan lancar. John ingin
ini berlangsung dengan lancar. Akhirnya, Sarah
beranjak dari tempat tidur dan kakinya
menyentuh lantai. Sarah tetap memandang John
sementara dia membuka lemari pakaiannya dan
mengeluarkan beberapa potong pakaian.
Memegang pakaian di depannya lalu menuju
kamar mandi, Sarah tidak melepaskan
pandangannya dari John saat melakukan itu
semua.
Akhirnya, Sarah masuk ke dalam kamar mandi,
menutup pintu di belakangnya, dan John menarik
nafas dalam-dalam yang tampak sebagai
kelegaan.
***
Mereka tidak banyak bicara selama perjalanan
ke San Antonio. John tidak terlalu perduli, John
hanya ingin menyelesaikan permasalahan ini.

Semua yang menjadi keperdulian John adalah


kepuasan Sarah dengan bukti pemeriksaan
kesehatan bahwa John bersih, lalu membawa
Sarah pulang dan tenggelam ke dalam diri
Sarah, secara total, secara fantastis, tanpa
pengaman. Tangan John mengepal pada kemudi
saat John menikmati pemikiran apa yang akan,
John tahu, pemikiran ini sebuah tindakan
kepemilikan. John menginginkan Sarah, Benar.
Sangat ingin.
***
John duduk di ruang tunggu dan dia merasa
sangat lama. Darah John sudah diambil, John
harus membayar ekstra untuk meminta agar
hasil pemeriksaan langsung keluar,dan sekarang
dia mempunyai hasil pemeriksaan yang dia
butuhkan. John benar-benar tidak ragu. Sarah
adalah wanita pertama yang pernah John
pikirkan untuk mengambil resiko dengan bercinta
tanpa kondom. Dan sekarang John tidak harus
mengambil resiko itu.
Setengah jam kemudian, pintu terbuka dan sarah

akhirnya keluar. John memandang sarah dan


tahu ada sesuatu yang salah. Sarah pucat,
gemetar dan John dapat melihat mata Sarah
berkilauan dengan airmata yang ditahan.
Apa yang terjadi di dalam sana? John tidak
sedetik pun berpikir bahwa hasil pemeriksaan
Sarah negatif; John tidak tahu kenapa, ini tidak
masuk akal, tapi Sarah seperti meradiasikan
sesuatu yang John tidak bisa jelaskan. Benar
Sarah 27 tahun, jelas Sarah bukan seorang
perawan, tapi kebaikan yang sarah perlihatkan
tampak seperti kebajikan yang tidak mungkin
disentuh oleh sesuatu yang buruk seperti
penularan penyakit seksual. Tentu John tahu
pemikiran seperti ini tidak masuk akal, tapi
memang begitu.
Saat Sarah melangkah menuju kepadanya,
Pikiran John terus mencari alasan lain yang bisa
membuat Sarah begitu sedih. Apakah dokter
sialan itu menyakiti Sarah? Mengatakan sesuatu
yang membuat Sarah sedih? John akan
membunuh dokter sialan itu__John akan

membuat izin praktik nya dicabut jika dokter


sialan itu menyakiti Sarah.
Sarah berdiri di depan John dengan kaki yang
gemetar. Ada apa? John mendesis saat meraih
tangan Sarah.
Sarah menggelengkan kepalanya dengan lembut.
Mari kita keluar dari sini.
Sarah__
Tolonglah John. Aku akan cerita di mobil.
Sarah berbalik berjalan menuju pintu dan mulai
meninggalkan John. John sudah menyelesaikan
pembayaran, jadi John bangkit dari kursi dan
menahan pintu terbuka untuk Sarah. Saat Sarah
berlalu dari hadapan John dengan berlinang air
mata, Sarah tersenyum tipis kepada John yang
tampaknya sarah lakukan untuk membuat John
tenang.
Sarah kecewa, tapi pemikiran pertamanya adalah
membuat John tenang. Itu keterkejutan
tambahan bagi John.
Mereka berjalan ke luar ke arah mobil,
berpegangan tangan.

John membukakan pintu mobil, menunggu


sampai sarah masuk dan duduk lalu John
menyalakan AC mobil dengan penuh. Mobil John
diparkir dibawah pohon yang rindang, sehingga
mobil dingin dengan sangat cepat. John tidak
menggerakkan mobilnya untuk meninggalkan
tempat parkir, tapi John meraih tangan Sarah
dan menggenggamnya. Ada apa?
Sarah menggelengkan kepalanya lagi dan air
mata Sarah mulai mengalir dengan deras.
Sarah mengangkat tangannya dan mencoba
untuk menghapus air matanya saat John
mengamati Sarah, benar-benar kaget. John
tidak tahu bagaimana membuat Sarah tenang,
dan John mulai merasakan bola besar
kemarahan mulai terbentuk di dalam dirinya yang
ditujukan kepada orang yang belum dia ketahui
siapa yang mungkin telah menyakiti Sarah.
John benar-benar mencoba untuk memberikan
sarah waktu tapi itu membunuhnya. Akhirnya
Sarah berpaling pada John. Sebenarnya tidak
ada yang salah. Lagipula Bukan hal yang baru .

Aku bersih. Sarah memandang kepada John


dengan pertanyaan di matanya yang John tahu
bahwa Sarah tidak ingin mengatakannya.
Ya sayang, aku juga bersih. John menjawab
pertanyaan Sarah yang tidak dia ucapkan.
Bagus.
Bukan hal yang baru? Apa maksudnya? John
bertanya untuk membawa Sarah kembali pada
perbincangan awal tadi.
Aku melanjutkan pemeriksaan tadi, tidak hanya
sekedar tes. Karena kita sudah disini aku pikir
aku akan melakukan Check up total organ
kewanitaanku dan itu sebenarnya pemeriksaan
yang harus aku lakukan saat aku kembali ke
Dallas nanti. Sarah mengambil nafas sebagai
tumpuan dan melanjutkan penjelasannya,
Setelah aku keguguran, Aku mengalami D dan
C. Dan itu meninggalkan bekas di dalamku. Tapi
dokterku di Dallas tidak tahu separah apa itu,
atau dia tidak memberitahuku. Aku baru tahu tadi
bahwa akan sulit bagiku untuk memiliki anak
lagi. Sarah mengigit bibirnya dan

mempermainkan jemarinya sembari memandang


ke bawah dengan suara yang gemetar. Mungkin
aku tidak akan bisa mengandung.
Setelah John mendengar kata keguguran,
gemuruh kencang mulai terdengar di telinganya
dan John hampir tidak bisa berkonsentrasi pada
kata-kata Sarah. Dengan berani John berusaha
untuk mengumpulkan kekacauannya tapi hal ini
merupakan hal tersulit yang pernah dia coba
untuk lakukan. John ingin menenangkan sarah,
John kecewa bahwa Sarah sedih tentang
masalah kandungan itu, tapi apa yang John
rasakan adalah rasa cemburu yang besar. Sarah
pernah mengandung bayi laki-laki lain. John
tidak bisa mempercayai apa yang dia rasakan.
John tahu dia telah marah kemarin malam di
Cut-n-Shoot, John tahu dia cemburu. Tapi
memikirkan di luar sana ada laki-laki, laki-laki
yang telah menempatkan seorang bayi di perut
Sarah.
Kecemburuan yang John rasakan hampir terasa
menyakitkan; faktanya ini lebih terasa sebagai

rasa sakit dari pada rasa cemburu. John tahu


perasaan ini tidak rasional, John tahu ini
mendekati kegilaan, dan pada akhirnya ini
sepenuhnya salah, tapi john tidak bisa
menolaknya. Jadi Sarah memiliki masa lalu, dan
begitu juga dengan John. Tak ada yang bisa
dihindari.
John dengan ganas membawa kepalanya
kembali dari pemikiran bodoh itu dan melakukan
apa yang seharusnya dia lakukan dari tadi. John
meraih sarah dan memeluk sarah dan
membiarkannya menangis.
Sarah menangis di bahu John sampai John bisa
merasakan kelembapan air mata Sarah di
bajunya. Sarah menangis sampai tersedu-sedu,
Sarah menangis sampai John merasa khawatir
Sarah membahayakan kesehatannya jika dia
tidak berhenti menangis. Apakah seseorang bisa
terkena dehidrasi jika menangis terlalu banyak
seperti ini?
sayang, berhentilah menangis. John mengelus
punggung Sarah, menyapukan tangannya ke

tubuh sarah.
Sarah mengambil nafas terengah-engah,
mengangkat tangannya dan menggosok
matanya. Sarah mengambil nafas lima kali,
menghirup dan menghembuskan dan akhirnya
menjadi tenang. John masih memeluk sarah, tapi
sekarang Sarah hanya bersandar pada John.
Sarah sedang bersedih, John bisa menunggu,
tapi John harus mengetahui. Kau harus
memberitahuku. John berusaha untuk menjaga
suaranya lembut, tapi John akan mengetahuinya.
Bukan sekarang, tapi nanti. Itu akan
membuatmu merasa lebih baik untuk
menceritakannya dan aku Aku harus
mengetahuinya.
Mata Sarah bertemu lagi dengan mata John dan
sesuatu yang panas melanda mereka. Derita
jelas tergambar di wajah Sarah, Tapi sekarang
Sarah tampak bisa mengontrol diri dan John
mendorong perasaan gelapnya ke belakang
otaknya dan mencoba untuk fokus pada apa
yang Sarah butuhkan. John menyerang dengan

perasaan putus asa; duka yang sarah rasakan


kasar dan primitif dan John tidak tahu apakah
dia memiliki sesuatu yang bisa menolong sarah.
John merasakan kebutuhan mendalam untuk
membuat sarah merasa lebih baik, untuk
menghapus apa yang membuat Sarah berada
dalam kesedihan yang akut. Mari kita pulang.
John berusaha untuk menjaga suaranya tetap
datar, untuk menunjukkan kekuatan sehingga
Sarah bisa bersandar kepadanya, tapi John
begitu khawatir usahanya akan gagal dan Sarah
bisa mendengar siksaan dalam suara John.
Sarah mengangguk dan menarik diri dari
rangkulan john, bersandar di kursinya dan mulai
memasangkan sabuk pengaman dengan
tangannya yang gemetar. John meraih ke arah
sarah dan menyelesaikan pemasangan sabuk
pengaman untuk sarah dan mencium sarah
dengan lembut di bibirnya.
John mulai mengendarai mobil meninggalkan
tempat parkir, membawa mereka menuju jalan
raya lalu John mengambil tangan sarah dan

menggenggamnya.
***
Sarah tidak ingin menghentikan pembicaraan
yang semestinya mereka lakukan. Sarah tahu
cepat atau lambat John akan memaksa untuk
mengetahui dan sarah ingin menyelesaikan hal
ini. Saat mereka sudah berada 10 mill keluar
dari San Antonio, Sarah mulai bicara. Aku
menikah saat aku 23. Tangan john menarik
tangan sarah dan sarah merasakan ketegangan
yang John rasakan tapi John tidak mengatakan
apa pun. Greg satu tahun lebih tua dariku dan
dia membuat aku tergila-gila padanya. Versi
cepat dari cerita ini adalah aku hamil dalam
setahun pernikahan kami dan John mulai
selingkuh setelah itu. Sial, mungkin bahkan
sebelum itu, aku tidak tahu. Itu kehamilan yang
berat lalu Greg meninggalkanku untuk
perempuan yang dia tiduri. Stress dan lain-lain
melandaku, lalu aku kehilangan bayiku.
Kehamilan adalah satu-satunya hal baik yang
hadir dari pernikahan itu dan aku mencintai bayi

itu. Tapi aku pikir bukan takdirku untuk memiliki


bayi itu.
Sarah melirik ke arah John dan dapat melihat
seloroh di pipinya sembari dia memandang jalan
dan terus memegang tangan Sarah dengan erat,
cengkeraman yang tidak lemah.
Aku ikut menyesal sayang. Aku ikut berduka kau
kehilangan bayi itu. Secara pribadi John
mempertanyakan kejujuran dirinya sendiri.
Apakah dia turut menyesal Sarah kehilangan
bayinya ? Syukurnya jawabannya adalah Ya. Ya
John sangat menyesal Sarah kehilangan
bayinya. John tidak cemburu kepada bayinya
dan kehilangan nyawa yang tidak bersalah itu
tragis. Laki-laki yang sudah menghamili Sarah
lah yang membuat John marah. Bajingan itu
pasti sudah gila karena selingkuh dari mu.
Kenapa dia selingkuh? John melirik kepada
sarah kemudian matanya kembali menatap jalan.
kenapa seseorang bisa selingkuh saat dia bisa
mendapatkan dirimu di tempat tidurnya setiap
malam?

Sarah berpikir John menanyakan pertanyaan


retorika dan Sarah tidak berusaha untuk
menjawabnya. Apa yang John katakan
mengirimkan rasa bahagia pada sarah; john
terdengar serius pada setiap kata yang dia
ucapkan.
Aku menyesal kau harus melalui hal seperti itu
sayang.
Terima kasih. Sarah menjawab dengan lembut.
Siapa nama belakang bajingan itu?
Sarah memandang John lagi dan tiba-tiba
perasaan bahagia pada diri Sarah berubah
menjadi perasaan panik atas perubahan subjek
pembicaraan ini. Kenapa John bertanya hal itu?
Kenapa dia begitu perduli? Dan kenapa pilihan
itu yang telah sarah ambil beberapa tahun lalu,
beberapa tahun lalu bahkan sebelum Sarah
mengenal John, kenapa dia menjadi ketakutan
sekarang? Oh tidak, Sarah tidak ingin
memberikan John jawabannya.
Mata John meninggalkan jalanan dan beberapa
detik mengamati sarah sebelum bergerak

memajukan tubuhnya. Rahangnya mengapit,


Jangan bilang padaku nama bajingan itu
McAlister, sayang. Jangan lakukan itu padaku.
Sarah menelan ludah dengan susah payah.
John__
Sarah jangan katakan itu.
Sarah tetap diam dan memandang John saat
John membelai rambutnya dan wajah John
menjadi sekeras batu lalu mengapit kemudi
seperti cengkeraman kematian.
Aku minta maaf. Aku belum mengenalmu waktu
itu, tidak berpikir akan mengalami hal seperti ini
bersamamu __
Kenapa? untuk alasan sialan apa kau
mempertahankan nama laki-laki itu?
Kemarahan John dapat terdengar dengan jelas di
nada suaranya.
Ini akan terdengar sangat dangkal. Aku hampir
benci untuk mengatakannya.
katakan saja yang sebenarnya padaku. Aku
ingin tahu kenapa.
Aku melakukan ini untuk membuatnya marah

dan tidak ada alasan lain. Dia mengkhianatiku,


selingkuh dariku, menelantarkan aku saat aku
benar-benar membutuhkannya dan saat hal itu
terjadi dia berpikir aku akan kembali ke nama
gadisku. Kami bertengkar hebat dan aku
akhirnya mengetahui bahwa wanita barunya ini
tidak mau aku memakai namanya dan arena itu
aku mempertahankannya untuk membuat
kedengkian. Murni dengki. Untuk membuat
mereka berdua marah. Jadi sekarang kau tahu
alasannya; hal ini tidak baik buatku dan aku
tidak bangga untuk apa yang aku lakukan.
Kau bisa merubah namamu sekarang. John
memberikan saran dengan suara rendah tapi
mengontrol.
Aku bisa, tapi kenapa? Semua orang di sekolah
mengetahui aku dengan nama itu, hanya akan
menambahkan kebingungan jika aku merubahnya
untuk saat ini. Semua orang akan berpikir aku
menikah lagi lalu aku harus menjelaskan kepada
banyak orang. Aku tidak mau kepusingan seperti
itu.

Aku tidak menyukainya.


Sarah menutup matanya dan mencoba untuk
menjelaskan kembali kepada John. John
bersikap seperti anak kecil yang tidak
mendapatkan apa yang dia inginkan. ini bagian
dari masa lalu, John. Kita berdua punya masa
lalu. Kau juga punya masa lalu. Sarah menarik
nafas dalam dan mencoba untuk menenangkan
sarafnya. Aku tahu kau pernah menikah dulu.
Dan aku sangat menyesal tentang istrimu. Aku
tahu kau pasti mengalami masa sulit saat dia
meninggal, tapi__ kata-kata sarah tiba-tiba
menghilang.
Tapi apa?
Sarah tetap diam dan hanya menggelengkan
kepalanya.
Tapi apa Sarah? John bertanya lebih
memaksa.
Tapi aku mencoba untuk tidak berpikir tentang
betapa kau mencintainya. Bagaimana kau tetap
setia padanya begitu lama setelah kematiannya.
Itu membuatku __ itu membuatku merasa sakit di

dalam diriku mengetahui apa yang hilang dari


dirimu, tapi itu juga membuatku __ itu
membuatku merasa benar-benar cemburu. Jadi
aku mencoba untuk tidak memikirkannya.
John tidak mengalihkan pandangannya dari
jalanan, Tapi John segera mengerem mobilnya
dan menepi ke bahu jalan dan berbalik untuk
memandang Sarah. Dimana kau mendengar
semua cerita itu?
Sarah tidak mau menyebutkan nama sahabatnya.
Jaime sudah tercoreng di mata John, tapi Sarah
tak punya pilihan lain. Jaime.
Jaime salah sayang. Dia mendengarkan terlalu
banyak gosip.
Apa maksudmu?
Apakah itu gosipnya? bahwa aku sangat
terpukul sehingga aku mengurung diri di
peternakanku dan menghindari populasi wanita?
ya.
Mulut John menegang. Itu tidak benar sayang.
Sarah, pernikahanku tidak seperti yang kau
pikirkan. Pernikahanku tidak sempurna, jauh dari

sempurna. Kau pikir kau satu-satunya orang


yang diselingkuhi? Pikir lagi. Monica selingkuh
dengan sahabatku. Dia juga rekan bisnisku. Aku
dikhianati oleh dua orang terdekatku. John
memandang Sarah lekat-lekat untuk melihat
apakah sarah mengerti apa yang dia jelaskan.
Ada banyak hal yang tidak kau ketahui. Sial,
tidak seorang pun tahu soal itu. Istriku seorang
pecandu alkohol dan obat terlarang. Aku sudah
mengajukan cerai saat dia mengalami
kecelakaan itu. Aku tidak setia pada kenangan
tentang dia Sarah. Aku menghindari seks karena
aku menghormati ayahnya. Ayahnya terluka
hebat saat dia meninggal, aku tidak bisa
mengambil kesempatan untuk menyakiti ayahnya
dengan berlari seperti tomcat. Aku tidak bisa
melakukan itu.
Dialog John tiba-tiba berhenti dan John
menunggu reaksi Sarah. Sarah memandang
John lekat-lekat, mata Sarah memandang wajah
John. lalu Apa yang menyebabkan kau
berubah ?

John mengerutkan dahinya. Perubahan apa?


Jaime bilang satu menit kau mengucilkan diri
dan kemudian kau __kau__ kata-kata Sarah
keluar kemudian berhenti saat sarah tidak bisa
menemukan kata-kata atau menolak untuk
mengatakannya. Tapi John tahu apa yang sarah
sedang tanyakan.
Ayahnya meninggal.
itu alasannya?
John meraih tangan Sarah dan mengaitkan
jemarinya ke jemari Sarah. Ya. Dia meninggal
dan tidak bisa tersakiti lagi oleh tindakanku.
Sarah tenggelam lebih dalam di atas kursi kulit
mobil john saat keresahan melandanya. Sarah
merasakan begitu banyak emosi, sulit untuk
mengambil itu semua bersama-sama. Suara
peringatan memukul di dalam kepalanya,
mengatakan kepadanya untuk berhati-hati.
Jangan bertindak terlalu cepat. Jangan begitu
mudah dan begitu cepat jatuh ke pangkuan
John. Tapi tidak banyak hal yang bisa dia
lakukan untuk melindungi dirinya dari melakukan

hal itu. Sarah lega John tidak terpana oleh


istrinya yang sudah meninggal. Sarah samasama menyesal John sudah disakiti. Bahwa
seseorang telah merenggut kepercayaan john
dan menghancurkannya menjadi pecahan dan
merubah john menjadi seseorang yang dingin
dan perhitungan seperti dia saat ini. Sarah tahu
bagaimana rasanya diselingkuhi. Bibirnya
terbuka dan dia bicara tanpa berpikir, Aku tidak
akan pernah menyakitimu seperti itu.
Jemari John mengapit jemari Sarah. Perhatian
John jatuh ke bibir Sarah dan dengan cepat
kembali ke matanya. Tatapan John berbenturan
dan terpaku dengan tatapan Sarah. Aku mulai
berpikir mungkin itu benar.
tentu saja itu benar. Sarah berbisik.
John bersandar kepada Sarah, mencium bibirnya
saat ibu jari John mengelus tangan belakang
Sarah. Mari kita membawamu pulang sayang.
Kau sudah melalui pagi yang berat.
***
Sarah tidak mengingat dia tertidur selama sisa

perjalanan pulang. Tapi dia pasti tertidur karena


dia terbangun saat mesin kendaraan dengan
mulus berhenti. Sarah membuka matanya dan
duduk, bersiap-siapa untuk turun dari mobil.
Jemari Sarah membeku di atas pembuka sabuk
pengaman saat dia melihat ke sekeliling dan
mendapati kemana John sudah membawanya.
Ke rumah John.
Sarah memandang kepada John tapi John tidak
memandang Sarah; John sudah membuka
pintunya dan melangkah keluar mobil ke bawah
sinar matahari yang terik. Sebelum Sarah bisa
membawa otaknya benar-benar berfungsi, John
berjalan menuju pintu penumpang dan
membukanya untuk Sarah.
John tidak melihat ke mata Sarah, John juga
tidak mengatakan apa pun kepada Sarah, John
hanya bersandar ke depan membuka sabuk
pengaman sarah dan meraih tangan Sarah untuk
menolongnya melangkah turun dari mobil.
Kenapa sarah mendapat firasat ini berarti
sesuatu? Kenapa sarah berpikir bahwa John

membawa Sarah ke rumahnya sekarang, setelah


semua hal yang mereka lalui, berarti lebih dari
sekedar jelas? Nadi sarah berakselerasi saat
tangan sarah tergenggam di tangan John dan
sarah mengikuti John masuk ke dalam
rumahnya.
John__
Jangan sekarang.
John menuntun Sarah ke dalam dan membuat
sarah duduk di salah satu kursi di ruang tamu
lalu John berjalan menuju dapur. Beberapa saat
kemudian, Beth berjalan ke dalam ruangan di
belakang John dengan senyum lebar di
wajahnya. Ok siang ini aku libur. Beth
mengaitkan tasnya di bahu dan bicara langsung
kepada sarah. Ada daging panggang dan
sayuran di dalam oven. Aku baru mengecilkan
apinya. Apa yang harus kau lakukan hanya
membuka oven pada jam enam dan semuanya
akan selesai. Semoga Kalian berdua bersenangsenang; Aku akan pulang.
Sarah merasa seperti ikan yang keluar dari air

dan hampir tidak bisa mengangguk dan bilang


ok.
Pintu di belakang Beth tertutup dan Sarah
melihat saat John melangkah ke jendela dan
memandang dari horden saat Beth berkendara
pergi. Tangan John kembali ke samping
tubuhnya dan horden kembali ke posisi semula.
Berjalan ke pintu depan, John mengunci pintu
dan kembali kepada Sarah. John melangkah
kepada Sarah dan mengulurkan tangannya
kepada Sarah.
Sarah mengangkat matanya untuk memandang
John dan mencoba untuk membaca apa yang
John rasakan. John tidak meraihnya, tidak
membuat cengkeraman di tangannya seperti
yang biasa dia lakukan, Sarah berpikir John
menunggunya untuk memberikan sesuatu, untuk
memberikan sesuatu atas kemauan sarah
sendiri. Bunyi peringatan terdengar di kepala
Sarah, Sarah pelan-pelan meraih tangan John
dan meletakkan tangannya disana.
***

Kepuasan, murni dan sederhana seperti sungai


yang dicairkan ke dalam tubuh John saat tangan
sarah yang gemetar meraih tangannya. Sarah
begitu lembut, manis dan John menginginkan
Sarah seutuhnya untuk dirinya. John tahu itu
egois, tapi dia tidak terlalu perduli. John
menenangkan dirinya. Dan John menerima itu
sebagai fakta.
Sejak mereka tidur bersama, api yang ada di
dalam dirinya meredup, dan secercah perasaan
yang terasa seperti kedamaian mengalir ke
dalam dirinya. Kehadiran Sarah di rumahnya
telah memberikan John kepuasan yang tidak
perlu dia pertanyakan. John hanya tahu saja
bahwa perasaan itu ada di sana. John merasa
perasaan hatinya membaik dan menjadi hampir
ringan dan satu satunya hal yang bisa
mengalahkan perasaan itu adalah dengan
mendapatkan Sarah telanjang di bawah
tubuhnya.
Dengan pemikiran seperti itu di kepala John, dia
menarik sarah dari kursi dan mulai menuntunnya

ke kamar tidur. Sarah belum pernah ke ruangan


itu sebelumnya, tapi tiba-tiba John
menginginkan Sarah berada di situ dengan
kegarangan yang mengagetkan John.
John tidak terganggu dengan keharusan
menutup pintu; mereka sendirian di sini dan
pintu depan terkunci. John menuntun sarah ke
tempat tidur dan membalikkan tubuh sarah
menghadapnya dan mulai membuka kancing
baju yang berbaris di depan kemeja sarah.
John__
Shh.
John melihat Sarah menggigit bibirnya dan John
membuka kemeja sarah sampai sepenuhnya
terbuka. John mendorong kemeja itu terbuka dari
bahu sarah sebuah ritual dengan membuka bra
Sarah dan membiarkan jatuh ke lantai. John
memiliki perasaan tergesa untuk membuat sarah
telanjang secepat yang dia bisa. Sarah seperti
demam dalam darah john dan satu-satunya
jalan untuk menurunkan demam itu adalah
berada dekat dengan sarah. Sarah gemetar di

tangan John dan John duduk di ujung tempat


tidur, kakinya merenggang lebar dan membawa
sarah ke tengah kakinya. Sarah.
Sarah meletakkan tangannya ke belakang kepala
John dan mengaitkan jemarinya di rambut John,
Apa Sarah bertanya dengan lembut.
sayang, aku menginginkanmu. John
mengangkat tangannya dan menangkup
gundukan kecil padat ke dalam setiap telapak
tangannya dan merasakan berat ringan dari
keduanya.
Aku tahu kau menginginkanku. Sarah berbisik.
Tidak, maksudku aku benar-benar
menginginkanmu. Apa yang kita lakukan hari ini,
tes yang kita lakukan, apakah kau tahu apa
maksudnya?
Mata sarah mencari mata John seperti mencari
sebuah jawaban. tidak.
Maksudnya kau milikku, Maksudnya kita
sekarang bersama. Tidak ada seorang pun yang
boleh memilikimu kecuali aku dan aku tidak
menginginkan orang lain kecuali kamu.

kau memintaku untuk membuat komitmen?


Tidak.Aku mengatakan kepadamu bahwa kita
sekarang berkomitmen. Masa perdebatan dan
keraguan sudah berakhir. Kita tidak bisa
melakukan tes setiap minggu. Kau harus percaya
padaku dan aku harus percaya padamu.
Ok.
Semudah itu?
Aku tidak mengatakan ini mudah. Tapi aku
percaya kepadamu.
John menyibakkan rambut Sarah ke belakang
lewat bahunya dengan gerakan sayang. kau
sangat manis, Tidak pernah terpikir oleh ku
betapa manisnya kau saat pertama kali kita
bertemu. Hanya satu hal Yang dapat aku pikirkan
dan aku malu mengatakannya bahwa manismu
bukan itu. Tangan John membelai kulit sarah
yang mulus dan bagai satin.John menyapu tubuh
belakang Sarah dan memeluknya.
Sarah terpaku kepada John dan John merasa
nafas lembut Sarah mengacak-acak rambutnya
ketika sarah menyandarkan pipinya di atas

kepala John. John menutup matanya dan


membiarkan perasaan terhadap sarah
merangkum setiap ichi dari John. Sarah menarik
nafas kasar dan berbisik, Kau membuat aku
merasakan hal-hal yang tidak berhak aku
rasakan.
John menggenggam pantat sarah di tangannya.
Bagaimana bisa? Hal-hal apa?
Hal-hal. Hal-hal yang disembunyikan oleh
wanita dan membuat pria berlari kebukit.
Kebahagiaan mengalir ke dalam diri John dalam
intimasi. Itu bagus sayang. Aku bisa
mengatasinya. Bersandarlah padaku, dan aku
akan mengurus semuanya. aku akan
mengurusmu.
Sarah membiarkan rasa tangan John, sentuhan
John, menggelincir ke dalam dirinya dan
mendarat di kolam hangat yang melebihi
kesadaran seksual. John menarik Sarah ke
arahnya. Ciuman yang mereka lakukan membuat
sesak nafas, mengikat.
John melepaskan ciuman, berdiri dan membuka

bajunya lalu kembali memeluk Sarah. John


mendorong celananya turun ke kakinya dan
mereka terpaku bersama, berciuman, mengelus,
mempelajari diri masing-masing dengan dalam,
dengan cara baru.
Saat John meyandarkan punggung sarah ke
tempat tidur dan menusuk sarah dengan satu
dorongan cepat, Sarah menutup matanya saat
kehangatan yang amat sangat juga intimasi
mengalir di antara mereka. Ini tidak seperti yang
pernah Sarah rasakan sebelumnya, bahkan di
pernikahannya yang bermasalah dan
pengetahuan bahwa John bisa memberikan
sentiment kuat seperti ini membuat Sarah
merasa senang dan menaikkan sarah ke dalam
gairah yang menyala. Sarah menolak untuk
membiarkan rasa takutnya menghancurkan
kebersamaan pikiran dan tubuh mereka dan
mengenyahkannya dan berkonsentrasi pada daya
tarik yang mereka bagi.
Setiap dorongan John adalah gelombang
kebahagian, antisipasi dan emosi demam yang

sarah tolak untuk disebutkan. John


menangkupkan tangannya di muka sarah dan
mengangkat dagunya.Buka matamu.
Sarah membuka matanya dan menemukan persis
apa yang Sarah pikir diradiasikan oleh mata
John. Kelegaan yang tajam dan tidak bisa
dipungkiri bergelombang ke dalam diri Sarah dan
bersatu dengan kenikmatan yang mengalir ke
pinggangnya.
John mendorong lagi saat matanya terpaku.
Aku tidak ingin kau pergi. Aku tidak ingin kau
kembali ke Dallas. John mengatakan dengan
serak, Suara yang dilapisi oleh hasrat.
Kaget dan gairah mengalir ke dalam tubuh sarah
dengan deklarasi dari john itu. Sarah mencoba
untuk mendapatkan jawaban melalui kabut gairah
yang bermain-main di otaknya, tapi john tidak
menunggu dan bibirnya menutup bibir Sarah
lagi.
John mendorong ke dalam sarah lagi dan saat
tubuh mereka menegang bersama mencari
pelepasan yang terakhir, Sarah masuk ke dalam

emosi kasar yang berasal dari tubuh John dan


mengisi dirinya dengan perasaan euphoria yang
menjamin untuk apa yang mungkin bisa terjadi
besok.
Bab 9
Hari-hari panas di liburan musim panas kali ini
berlalu terlalu cepat bagi Sarah. Dengan
perjanjian yang tak terucap, baik Sarah atau pun
Jack tak ada yang mau membahas tentang
berakhirnya liburan musim panas ini atau fakta
bahwa Sarah masih berencana untuk pergi.
Hanya sekali pada saat di tempat tidur siang itu,
setelah itu John tak pernah menyebutkannya lagi
dan Sarah juga terlalu takut untuk membahas hal
itu. Sarah berusaha untuk menikmati setiap hari
yang berlalu, menikmati berjam-jam di
rumahnya sendiri pada siang hari sebelum John
akan menjemputnya setiap malam.
Sejak hari dimana mereka pergi ke San Antonio
untuk menjalankan tes. Sarah selalu
menghabiskan setiap malamnya di peternakan

John. John tak mau Sarah menyetir pada malam


hari dan Sarah juga tak terlalu perduli dan
membiarkan dirinya menikmati John yang
menyetir untuknya. Bekerja di yayasan John
hanya menghabiskan waktu tak lebih dari satu
jam dalam sehari dan Sarah merasa dia
mengambil keuntungan dari John. Sarah benarbenar ingin bertanya kepada John kapan mereka
bisa membahas masalah pembangunan rumah
jompo itu tapi Sarah tidak ingin merusak
suasana. John sudah membayar gaji Sarah
dengan angka yang luar biasa dan Sarah tidak
menginginkan apa pun untuk bisa berada dalam
hubungan yang perlahan tumbuh di antara
mereka. Sarah sadar bahwa dia benar berusaha
untuk mematuhi peraturan yang sudah dibuat
oleh John dari awal; Sarah berusaha untuk tetap
memisahkan dua permasalahan mereka secara
terpisah.
Sarah mulai memikirkan cara lain untuk
mencapai tujuannya terhadap Top Hill, tapi
seperti sebelumnya, Sarah kembali menemui

jalan buntu.
John sudah beberapa kali mengajak Sarah
makan malam di kota, dan pelan-pelan, John
mulai mengenalkan Sarah kepada temantemannya. Awalnya Sarah berjumpa dengan
Janie dan Brian Canton. Brian tinggi dan
pendiam dan benar-benar berlawanan dengan
istrinya yang gemerlap dan periang. Saat Jaine
untuk pertama kalinya bertemu secara langsung
dengan Sarah dan John, jaine memperlihatkan
ekspresi yang sangat tertarik yang hampir
membuat Sarah bahagia. Wanita itu
memandangnya sebentar lalu tersenyum dan lalu
secara cepat mengundang Sarah dan john untuk
datang ke pesta mereka akhir minggu depan.
Sarah mengucapkan terima kasih dan setelah
pasangan itu pergi, John menggenggam tangan
Sarah. Janie selalu mengadakan pesta. Kita tak
harus pergi.
Aku tidak keberatan. Sepertinya terdengar
menyenangkan.
***

Dan memang terdengar menyenangkan sampai


Sarah berada di pesta itu, memegang segelas
wine dan dikelilingi oleh Jaine dan keponakan
Jaine yang sudah dewasa, Elaina Vega. Kedua
wanita ini secara harfiah mengusir John dan
sekarang mereka tidak terlalu halus
menginterogasi Sarah.
Kau hanya berkunjung untuk liburan musim
panas? Elaina bertanya.
Ya. Aku mengajar matematika di Dallas. Sarah
memandang kedua wanita ini yang sedang
mengamatinya tidak dengan pandangan benci
sama sekali, tapi dengan tatapan spekulasi yang
tak bisa mereka sembunyikan.
Ini untuk pertama kalinya. John tak pernah
membawa wanita ke sebuah pesta temanku
manapun, Jaine berkata dengan tersenyum.
Benarkah? Sarah tahu wanita lain itu bisa
mendengar keterkejutan Sarah pada suaranya.
Ya benar. Dimana kalian berdua bertemu?
Elaina bertanya.
Di sebuah toko serba ada di kota. Dia

menolongku mengisi bensin.


Aku benci mengisi bensin, Jaine berkata.
Aku tidak harus mengisi bensin sejak Raul dan
aku menikah, Elaina menambahkan yang bagi
Sarah terlihat seperti seringai nakal. Sarah tidak
bisa menanggapi kecuali membalas tersenyum.
Sarah meneguk wine nya dan menikmati
perbincangan diantara kedua wanita ini sebelum
dia menawarkan informasi lain. Aku
menjalankan yayasannya sekarang.
Yayasan apa? Elaina bertanya.
Dia membangun yayasan amal dan aku
managernya.
Dia membuatmu mengatur uangnya? Jaine
bertanya saat dia berbalik dan memandang
keponakannya dan saling melepaskan
pandangan.
Apa? Sarah ingin mengetahui apa yang mereka
pikirkan.
Tidak. Tidak apa-apa, hanya saja John__dia
itu, dia_
Karena Jaine terbata-bata pada perkataannya,

Elaine membantunya, Wanita tidak bisa dekat


dengan John. John tidak berkencan tepatnya
dan Jaine dan aku mungkin merupakan orang
paling dekat yang bisa disebut teman wanita
yang dia punya. Dan itu pun karena dia
menghargai suami kami. Kami sebenarnya kaget
dia benar-benar membawamu kemari, bahwa
kalian berdua berada dalam __ Kata-kata
Elaine menjadi kabur saat dia juga tampaknya
tidak dapat mengatakan apa yang dia pikirkan.
bahwa kami berada dalam suatu hubungan?
Sarah bertanya.
ya. Kedua wanita ini menjawab bersamaan.
Lalu Jaine bertanya untuk mengklarifikasi.
Kalian berada dalam suatu hubungan kan?
Ya, kupikir begitu.
Elaina dan Jaine tersenyum pada respon Sarah.
Nona, kau berhasil melakukan sesuatu yang tak
bisa dilakukan oleh wanita lain, kupikir kau
berada dalam suatu hubungan. Dia membawamu
ke salah satu pestaku dan dia mempercayakan
uangnya kepadamu. Dan jangan menoleh tapi

dia tak bisa mengalihkan pandangannya darimu.


Dengan kata-kata Jaine itu, ketiga wanita ini
memandang ke arah John dimana dia sedang
berdiri dan berbicara dengan suami Elaina dan
Sarah bisa melihat bahwa Jaine benar. John
memandang Sarah sementara dia berdiri
mendengarkan Raul, gelasnya tergantung di
udara seperti dia menggantung pada pikiran
yang tak bisa John singkirkan.
Sarah tersenyum kecil kepada John saat getaran
antisipasi mengalir ke tulang punggungnya.
***
Pandangan John beralih dari Sarah sebentar dan
dia berpaling ke wajah seorang pria yang paling
pantas untuk disebut sebagai sahabat yang dia
punya. Apa yang baru saja kau katakan?
Aku bilang kau sebaiknya menikahi dia.
John tak bisa memahami apa yang dia katakan.
John tahu apa yang dia rasakan pada Sarah
begitu kuat. Dan John tahu Sarah juga
merasakan hal yang sama. Tapi menikah? John
sudah pernah gagal dalam pernikahan sekali dan

faktanya Sarah juga begitu. Bisakah mereka


mencoba lagi? haruskah mereka mencoba lagi
atau mereka sudah benar-benar gagal? Bahkan
hanya dengan membayangkannya John merasa
bahagia dan merasa damai. Dan sekarang Raul
Vega dari sekian banyak orang, mengatakan
kepadanya untuk menikahi Sarah. Siapa yang
akan pernah memikirkannya? Kenapa kau
berkata seperti itu?
Raul mengamati John dan mencoba untuk
menjelaskan. Karena aku bisa mengenali
tatapan di matamu. Aku mengenali obsesi yang
ada di darahmu. Aku mengenalinya karena aku
melihatnya setiap hari saat aku memandang
diriku di depan cermin. Raul memberikan
pandangan kepada John yang mengatakan itu
semua. Kau menanggapinya dengan buruk,
seperti aku. Segera kau akan menerimanya,
segera kesengsaraan akan pergi.
kesengsaraan akan pergi? John memberitahu
dirinya sendiri bahwa ini sebuah kesengsaraan.
Pemikiran bahwa Sarah meninggalkannya murni

terasa sakit, berada ratusan mil jauhnya,


kemungkinan Sarah berkencan dengan orang
lain, tidur dengan orang lain. John mengertakan
giginya.
ya, kesengsaraan akan pergi. Saat dia tinggal
di bawah atap rumahmu untuk kebaikan dan kau
memiliki surat kepemilikanmu kembali dan
disyahkan oleh notaris Negara bagian texas.
Raul mengatakannya dengan nada yang sangat
serius.
John merasa mulutnya menjadi membentuk
mimik setengah menyeringai untuk memperolok.
Surat kepemilikan? Aku bisa memerasmu
dengan kata itu teman.
Tidak mungkin. Elaina tahu dia milik siapa.
Jangan ragukan itu.
Betul. Aku dengan tulus yakin aku tahu siapa
yang memiliki siapa, john berkata.
Siapa.
Siapapun.
Raul menyeringai dan meneguk bir nya. Serius.
Kau bilang kau selalu merasa hilang kendali saat

dia berbicara soal kembali ke Dallas. Kau secara


praktik telah memindahkan dia ke rumahmu.
Ya.
Apakah mengganggumu saat berpikir kau tidur
tanpa dia? Raul bertanya.
Ya.
Apakah kau menjadi marah saat kau berpikir dia
bersama dengan laki-laki lain?
Sialan Ya.
Sebegitu marahnya hingga kau merasa darahmu
akan mendidih jika kau tak menghajar laki-laki
lain itu?
Ya.
Dan apakah kau memiliki semua yang
dibutuhkan untuk menjaga agar dia aman?
Memastikan tak ada yang akan menyakiti dia?
Ya.
Dan apakah kau merasa bahwa dia milikmu dan
kau akan melakukan apapun di dunia ini untuk
menjaga agar dia tetap menjadi milikmu?
Ya
Baiklah, itu sesuatu yang harus kau lakukan?

Untuk menjaga agar dia tetap menjadi milikmu?


Kau harus membelenggu dia. Raul memandang
John dengan akurasi mata besinya. Kau harus
menikahi dia.
John memandang temannya meneguk birnya lagi
dan memandang ketiga wanita itu dengan
berfokus pada elaina.
Raul membuat ini terdengar sangat simple. Tapi
John tidak terlalu yakin. Kau pikir dia akan
menikahi aku?
Introspeksi Raul tiba-tiba berakhir dan dia
kembali ke kepribadian awalnya yang sangat
John kenali. Tidak tahu. Dengan wajahmu yang
buruk itu? Diragukan.
Sialan.
Tapi berguna, Raul menyetujui tanpa
mengalihkan pandangannya dari istrinya.
***
Satu minggu lagi berlalu dan Sarah mulai
menghitung sisa waktu yang dia miliki tak lagi
dalam hitungan minggu tapi tinggal hitungan
hari. Bulan Juli hampir habis dan Agustus

dengan cepat akan datang. Semakin dekat,


Sarah semakin merasa sakit di dalam dirinya.
Ada sedikit keraguan di dalam pikirannya bahwa
dia jatuh cinta kepada John. Jatuh cinta dengan
cara yang belum pernah dia alami sebelumnya.
Selain beberapa waktu lalu saat mereka sedang
bercinta John mengatakan kepadanya bahwa
john tak ingin dia pergi, tak ada lagi pembicaraan
agar Sarah tinggal.
Sarah terus mengulang-ulang di pikirannya saat
Jaime mengatakan kepadanya bahwa dia
mendengar John tak pernah ingin menikah lagi.
Dan Sarah tidak bisa berhenti dari pekerjaannya
di Dallas untuk apapun yang tak lebih dari cinta
dan komitmen.
Sarah membutuhkan keamanan finansial dan
pekerjaannya di Dallas bisa memberikan itu. Oh
dia memiliki pekerjaan yang John sediakan
untuknya tapi itu tidak sama. Pekerjaan ini tak
memberikan jaminan dan keuntungan lainnya,
selain apa yang Sarah terima dari tidur di
ranjang John. Sarah tidak bisa bergantung pada

hal itu untuk bertahan selamanya. Jika mereka


bertengkar, atau putus, lalu Sarah mungkin
harus berhenti. Sarah tak bisa melihat dirinya
tetap bekerja pada John jika hal seperti itu
terjadi.
Perut Sarah melilit karena semakin dekat
dengan akhir musim panas, semakin dia
khawatir. Beberapa kali Sarah sudah sebegitu
dekat untuk mengatakan betapa dia mencintai
John. Tapi sesuatu selalu menghentikannya.
Mungkin itu karena pepatah tua yang
mengatakan wanita seharusnya tidak mengejar
laki-laki. Mungkin itu bodoh, atau salah, tapi
Sarah tidak bisa menolaknya dan dia selalu
menjaga agar mulutnya tetap diam. Sarah tidak
ingin mencintai John jika John tidak
mencintainya, tapi bukankah memang harus
begitu? salah satu harus ada yang memulai.
Sarah tahu John perduli padanya. Sarah harus
mengatakan lebih jauh lagi bahwa John benarbenar perduli kepadanya. John selalu memiliki
pandangan itu di matanya, John menyentuhnya

dengan cara itu, John tampak bernafas lebih


ringan saat Sarah bersamanya pada malam hari.
Tapi apakah itu cinta?
Nafsu jelas menjadi sesuatu yang lain.
Setidaknya pada sudut pandangnya.
Dan Sarah tak ingin kembali ke Dallas.
Begitu enggannya sampai memikirkannya saja
membuat lubang di hati Sarah.
Pikiran Sarah kacau, Sarah memandang ke
bawah ke teleponnya yang berbunyi di meja
samping. Dia mengangkat teleponnya dan
mengerutkan dahi. Untuk apa Randall
menelponnya sekarang?
***
John selesai menurunkan sapi muda yang dia
bawa dari pelelangan di Del Rio. Dia sudah
mengemudi cukup jauh dan dia sangat lelah.
Kotor dan berkeringat juga. Perternakan yang dia
mulai dari hobi setelah dia menjual bisnisnya
berkembang dengan pesat. John harus
memperhitungkan lagi, tidak memperluas ukuran
operasi peternakannya. Masalahnya dia

kecanduan bekerja. Dia senang sibuk dan dia tak


tahu bagaimana melakukan hal lainnya.
Pikirannya beralih ke wanitanya. John ingin
mandi dan Sarah, begitu urutannya.
Bukan dengan urutan itu, Tapi dia akan mandi
sebelum menarik Sarah ke bawah tubuhnya.
John tak ingin menghabiskan malamnya di Del
Rio atau dia akan mencoba lebih keras agar
Sarah ikut dengannya. Tapi Sarah tampak ragu
untuk pergi, hampir seperti sesuatu
mengganggunya dan John tidak ingin
memaksanya.
Sehingga, John pergi sendiri dan harus
menginap di sana semalam sebelum dia bisa
menyelesaikan surat menyurat.
John menghempaskan pintu dan berjalan masuk
ke dapur dimana Beth sedang mengeluarkan kue
dari dalam oven. Dimana Sarah?
Dan apa kabarmu John?
Aku baik-baik saja. John menarik nafas dalam
dan mencoba untuk manjaga nada sabar dalam
suaranya. Senang bisa pulang Beth. Dimana

Sarah?
Dia pergi.
Sudah berapa lama?
Sekitar tiga jam lalu.
Aku akan mandi dengan cepat dan
menjemputnya. Makan apa malam ini?
John terpaku saat Beth berbalik dan
memandangnya. Ekspresi Beth mengirimkan
putaran kepanikan ke tulang belakangnya. Dia
tidak pulang ke rumahnya, John. Dia pergi ke
Dallas terburu-buru setelah dia menerima
telepon. Kupikir kau mengetahuinya.
John merasa bulu di lehernya berdiri saat
mulutnya membentuk garis sinis. Tepi
kehampaan melanda dirinya. Tidak. Telepon
apa? Apakah kau tahu siapa yang
menelponnya?
Seseorang bernama Randall. Itu yang aku
dengar. Tapi hanya itu yang aku tahu. Sarah
bilang dia pergi ke Dallas dan itu saja.
John mengertakan giginya dengan rasa sakit,
tajam dan primitif, terpancar dari daerah di

dadanya dan menyebar ke seluruh tubuhnya.


Kupikir itu saja.
Apa maksudnya?
Kupikir aku tersingkir dan Randall masuk.
Omong kosong. Jangan katakan itu padaku.
Wanita itu mencintaimu. Siapapun dapat
melihatnya sejelas melihat hidung di wajah
mereka.
Dia tidak mencintaiku. Jika dia mencintaku, dia
tak akan pergi begitu saja kepada laki-laki itu.
Lagipula, dia tak pernah mengatakan dia
mencintaiku. John tak tahu kenapa dia
mengatakan semua ini kepada pembantu rumah
tangganya. Sarah benar-benar sudah
mengacaukannya. Sarah sudah membuat John
merindukan suatu emosi manusia yang tak
pernah dia butuhkan sebelumnya. Dan sekarang
John menjadi terbuka dengan pembantu rumah
tangganya. Sial. Sarah benar-benar sialan.
Beth memandang John seperti John telah
kehilangan pikirannya. Beth meletakkan
tangannya ke pinggangnya dan menuntut, Dan

berapa kali kau sudah mengatakan kepadanya


bahwa kau mencintainya?
belum pernah, John menjawab sesingkat
mungkin, mencoba untuk mendapatkan
kontrolnya kembali.
Beth memutar bola bola matanya. Aku
bertanya-tanya bagaimana aku bisa
mengetahuinya? Beth melirik ke John dan saat
John tidak mengatakan apa pun dia melanjutkan,
Tapi kau benar-benar mencintainya, kan?
Mata John menajam menjadi celah saat dia
memandang ke arah pembantu rumah
tangannya. Itu bukan urusanmu, beth.
Dengan segera, Beth memukul kepala John
dengan sendok kayu. John terlonjak karena
kaget. baiklah. Jangan jawab aku, Tapi jawab
dirimu yang keras kepala itu. Apakah kau
mencintainya John? Karena Jika kau
mencintainya kau harus menelponnya. Sekarang.
Cari tahu kenapa dia pergi. Kau tahu, jika saja
kau mengeluarkan kepalamu dari pantatmu
sedetik saja, mungkin kau akan bisa berpikir

bahwa Sarah mungkin membutuhkan


pertolongan. Sesuatu yang buruk mungkin
terjadi, tahu.
Kata-kata pembantu rumah tangganya membuat
John tersadar. Baiklah, Sialan. Sekarang yang
mana yang lebih buruk? Sarah meninggalkannya
untuk lakilaki lain? atau sesuatu yang buruk
telah terjadi yang mungkin telah membuat Sarah
begitu kecewa sehingga dia kembali ke Dallas?
sesuatu yang mungkin telah menempatkan diri
Sarah dalam bahaya?
John tidak membuang waktu dan mengeluarkan
teleponnya dari saku celananya. Saat John
menghempaskan pintu keluar dari rumah, John
berkata kepada pembantu rumah tangganya,
Aku akan memecatmu suatu hari nanti.
Hmmmph. Aku akan berhenti suatu hari nanti.
John mendengar kata-kata itu saat dia
melangkah ke serambi. Setidaknya ada satu hal
dalam hidupnya yang tidak berubah.
John berjalan menuju pohon rindang dan
menekan satu angka khusus untuk menelpon

Sarah. Telepon langsung menuju pesan suara


dan ketegangan melanda John saat suara riang
Sarah terdengar dengan mengatakan agar
meninggalkan pesan. Telepon aku Sialan.
Kata-kata itu keluar dengan tidak sabar dari
tenggorokan John.
John melangkah dengan cepat ke gudang lalu
berpikir ulang. Dia tak tahu berapa lama Sarah
akan menelpon balik, itu Jika Sarah menelepon
balik. Dia tidak akan duduk saja di atas
pantatnya sepanjang hari dan tidak melakukan
apapun terhadap masalah sialan ini. Dia tidak
akan menghabiskan waktu lagi untuk bertahan
disini saat odometer di mobil Sarah mil demi mil
terus bertambah.
John membalikkan badannya dan kembali
menuju rumah. John menekan tombol lain di
teleponnya sembari dia terus berjalan. Saat anak
yang bekerja paruh waktu padanya mengangkat
telepon, john membuat percakapan cepat. Aku
membutuhkanmu sekarang. Datang dan urus
ternakku untuk seminggu atau kurang dan aku

akan membayar semester pertama dari kuliahmu


yang dengan susah payah kau telah tabung
untuk bisa mendapatkannya. Saat John
menerima jawaban persetujuan, John
memasukkan telponnya ke dalam sakunya dan
berjalan menuju dapur dimana John bertemu
dengan Beth.
Aku akan pergi dalam sepuluh menit. Bisakah
kau membungkuskan aku beberapa potong
sandwich dan beberapa botol air?
John memgamati saat senyuman menghiasi
seluruh wajah Beth.
kau akan mendapatkannya.
Terima kasih.
***
Bab 10
Sarah berhenti di sebuah pom bensin dan
mengisi tangki bensinnya. Kekhawatiran melanda
ke dalam otaknya tadi dan tidak memberikannya
jeda. Terlepas dari situasi di kondominiumnya,
saat ini dia akan harus berhadapan dengan

John. John yang marah. Nada suara dalam


pesan yang John tinggalkan membuat Sarah
khawatir. Sarah terbiasa menangani masalahnya
sendiri selama ini, dia tidak berpikir untuk
menunggu John.
Lagipula, hubungan mereka tidak benar-benar
seperti pasangan. Apa yang mereka lakukan
hanya sebatas pelepasan musim panas, betul
kan? Sebanyak apapun Sarah menginginkan
hubungan ini lebih dari itu, konsep bahwa John
akan berkomitmen dengannya tampak tidak
mungkin dan dia butuh untuk mempunyai
pegangan dan menyadari bahwa akhir liburan
musim panas pada praktiknya adalah saat ini
dan dia harus menerima fakta. Kehidupannya di
Dallas dan dia harus pulang dan memenuhi
tanggung jawabnya di sana.
Tetapi dia harus lebih dulu menelpon kembali
Jack sementara dia berhenti untuk mengisi
bahan bakar dengan cepat. Telepon hanya
berdering sekali sebelum John mengangkatnya
dan suara John terdengar tidak nyaman bagi

Sarah. "Dimana kau sekarang?"


"Dalam perjalanan ke Dallas."
"Aku tahu itu, Sarah. Tepatnya, dimana kau saat
ini?"
"Aku di Austin. Di pom bensin di I-35." Sarah
menjawab.
"Kenapa kau pergi?"
"Kondominium-ku dirampok."
Kesunyian melanda sementara John mencerna
apa yang dikatakan Sarah "Jangan bergerak dari
tempat dimana kau berada sekarang. Aku
mungkin 2 jam di belakangmu."
"Apa? Tidak.Aku harus ke Dallas."
"Sarah, jangan tinggalkan Austin," John
memerintah.
"John_"
"Siapa yang menelponmu untuk mengabarkan
perampokan itu?"
Sarah menarik nafas panjang. Dia tidak suka
kemana pembicaraan ini akan berlanjut.
"Randall."
"Jangan bergerak dari tempat kau berada

sekarang."
"Aku tidak bisa diam disini selama dua jam!"
"Lihat disekitarmu dan katakan padaku ada
berapa banyak hotel yang kau lihat."
Sarah tidak mengerti kemana John akan
membawa pembicaraan ini. Dia melihat
sekitarnya. "Ada Doubletree tepat di depanku."
"Oke, itu bagus. Masuklah kesana dan check in.
Aku akan tiba di sana secepat mungkin."
"Aku tak akan check in! Ini konyol. Aku harus ke
Dallas."
"Kau tak akan melanjutkan perjalanan tanpaku.
Jika kau tidak mau check in, tunggu aku di
restoran hotel."
Sarah mendorong oksigen keluar dari paruparunya "John_"
"Berhenti berdebat denganku. Kau tak akan pergi
sendirian ke dalam rumah yang telah di
dibongkar perampok. Dan kau tak akan pergi
untuk bertemu dengan laki-laki itu. Itu tidak
akan terjadi, sayang. Dan lagipula kenapa dia
menelponmu? Kau bilang kau tinggal sendiri.

Sialan, Apa ini Sarah?" Suara John menyerang


dengan tajam lewat telepon.
"Aku memang tinggal sendiri. Perusahaan
keamanan memiliki namanya dalam daftar jika
saja alarm berbunyi. Mereka tak bisa
menghubungiku, jadi dia yang mereka hubungi
berikutnya."
"Kenapa kau tak mengeluarkan dia dari daftar
itu?"
"Itu tidak terpikirkan olehku, aku sepertinya sibuk
musim panas ini denganmu, John." Sarah tak
bisa menyembunyikan nada sarkastisnya.
"Ya, baiklah, aku tidak menyukainya dan kau
tetap disitu sampai aku tiba. Aku tak ingin kau
duduk kepanasan di pom bensin, jadi bawa
pantatmu ke hotel itu."
"John."
"Biarkan aku tegaskan seperti ini, sayang. Saat
aku sampai di Doubletree dan jika kau tak ada
disitu, kau akan hidup untuk menyesalinya."
"Oh Tuhan, apakah itu ancaman?"
"Apa itu menurutmu?"

"Ku pikir ini sebuah ancaman."


"Kau ingin menguji hasil dari tidak melakukan
apa yang kukatakan? Karena percayalah padaku,
sayang, aku akan menemukanmu."
Getaran gairah seksual menjelajahi tulang
belakangnya. "Ok. Tapi aku tak akan duduk di
restoran selama itu. Aku akan mencari kamar
tapi kau harus membayarku kembali untuk ini."
"Saat kau check in, sms aku no kamarnya."
"Baiklah."
"Dan jangan menggunakan celana dalammu saat
aku tiba disana."
Desahannya yang terakhir memberikan
kegembiraan,lalu Sarah menutup telepon.
***
Setelah dua jam terlama dalam hidupnya, John
masuk ke dalam lift menuju ke atas. Penyihir
kecil ini tidak menuliskan sms sesegera
mungkin, oh, sialan, Sarah akan meninggalkan
John menggeletak di tempat sialan ini sampai
dia mencapai bagian luar Austin. Perhitungan
waktu Sarah cukup akurat dan sekarang John

tak dapat menahan emosi primitif yang mengisi


darahnya.
John berjalan ke pintu dan mengetoknya.
Saat Sarah membuka pintu, John hampir saja
pingsan karena kelegaan, kelegaan penuh
dengan melihat Sarah. Sampai John benarbenar melihatnya, John bahkan tidak yakin
seratus persen Sarah benar-benar akan berada
disitu.
John melangkah masuk ke dalam, menggerendel
pintu, berbalik dan meletakkan tangannya di
pinggang Sarah. "Celana dalammu sudah
dibuka? "Dia bertanya.
John melangkah maju, dengan tujuan untuk
mendorong Sarah mundur lebih jauh ke dalam
ruangan. John tak dapat menahan perasaan
yang menyerbu ke dalam aliran darahnya, dan
John begitu yakin tak bisa menghentikan dirinya
untuk memperlihatkannya. Dia ingin Sarah
telanjang dan dia tak akan berhenti sampai dia
mendapatkannya telanjang. John dapat
merasakan tubuh Sarah gemetar di bawah

telapak tangannya dan John mengakui pada


dirinya sendiri itu memberikan sensasi kepuasan
bagi dirinya.
John menarik kaos Sarah ke atas kepalanya."
Aku bertanya padamu."
"Tidak."
"Tidak apa?"
"Tidak__aku masih menggunakan celana
dalamku."
"Itu tidak mematuhiku dengan baik, betul begitu
Sarah?"
John membuka bra Sarah dan memberikannya
pandangan dalam dan besar akan kelegaan saat
payudara putih lembut Sarah terlihat.
Sarah menggelengkan kepalanya dan
membasahi bibirnya saat tangannya mendarat di
lengan John. Oh, ya, John menginginkan bibir
itu. John butuh itu sekarang, membungkus
penisnya, menghisap dan menjilat dan __ sialan,
Sarah benar banar membuat John gila.
John akan menjadi gila.
Sarah tak boleh kembali ke Dallas.

John tak akan membiarkannya.


John membuka kancing celana pendek Sarah
dan menurunkan restletingnya. John mendorong
tangannya ke bawah ke dalam celana yang
sudah kendor sampai dia memegang pantat
Sarah yang padat dan lembut di setiap
tangannya. John merasakan penisnya
membengkak dan mendorong jeans-nya,
mengharapkan untuk berada di dalam Sarah.
"Kau tak akan pernah lari dariku lagi."
"Aku tidak lari darimu. Aku hanya butuh pergi
sebentar, hanya itu."
"Itu sangat tidak diizinkan. Kau dilarang pergi
kemanapun tanpa memberitahukan aku dulu
kecuali untuk pergi ke toko bahan makanan,
paham?"
"J_John__"
John mengabaikan Sarah dan mendorong celana
pendek Sarah dan celana dalamnya turun ke
kakinya. "Melangkah ke luar dari celanamu."
Sarah melakukan apa yang diminta John dan
John tak bisa menunggu lagi. Dia membenamkan

satu tangan ke dalam rambut Sarah dan satu


tangannya lagi tenggelam dalam kehangatan
yang berada di antara kaki Sarah. Dia
mendorong satu jari masuk ke dalam Sarah.
Sarah menggeliat di lengan John dan bagian
hangatnya yang basah mengalir ke jari John
sampai menyentuh telapak tangan John seperti
gula cair. Tuhan. John akan orgasme di dalam
celananya.
"J_John, berhenti - berhenti."
"Tidak akan." apa maksudnya berhenti? John tak
akan berhenti. Dia tak akan pernah berhenti.
Sarah mulai mendesah keras dan John bisa
merasakan itu merangsangnya. Sarah benarbenar basah dan juicy, seperti madu yang panas
dan basah padanya, dan John terus
memanipulasi jarinya di dalam Sarah, ingin
supaya Sarah orgasme. John butuh agar Sarah
orgasme.
Tapi Sarah masih berusaha untuk melawannya
secara lisan "Aku harus kembali ke Dallas. Aku
punya pekerjaan di sana."

"Tidak." sangat tidak dapat diterima. John tak


akan membiarkan Sarah kembali. Tidak akan
terjadi.
"John, aku butuh pekerjaan."
Argumennya mulai membuat emosi John naik.
John tak ingin berdebat tentang ini lagi.
"Tidak. Kau tidak butuh."
"Aku punya rumah di sana." Sarah melanjutkan.
"Kau tidak membutuhkannya. Aku ingin kau
menjualnya."
"Tapi pekerjaanku__"
"Kau tak butuh pekerjaan sialan itu. Kau tak
butuh uang. Aku akan menanggungmu.
Semuanya."
"Tidak. Itu tidak benar."
"Kenapa itu salah?" Sialan. John akan gila jika
dia terus membantahnya seperti ini. John butuh
berada di dalam tubuh kecil lembutnya, dan apa
yang dilakukan Sarah hanya mengancam untuk
kembali ke Dallas. Persetan dengan itu. John
melepaskan Sarah cukup lama untuk membuka
jeansnya dan pakaian dalamnya kemudian John

mendorong Sarah ke dinding terdekat.


John menekan punggung Sarah ke dinding dan
kata kata keluar gemetar dari bibir Sarah saat
John mengangkat satu kaki lembut, mulus Sarah
ke pinggangnya. "Itu salah karena_karena_"
John mulai menusuk masuk ke dalam dirinya. Ya
Tuhan, ini begitu nikmat. Sarah merasa begitu
nikmat. "John aku tidak bisa berpikir dengan
baik-"
"Jangan berpikir sayang, rasakan." John
melakukan satu tusukan lagi dan menutup
matanya dalam kenikmatan, intens dan panas,
cepat menjalar ke dalam dirinya.
"Ini tidak menyelesaikan permasalahan. Aku
harus kembali - aku tidak bisa tinggal
bersamamu."
John membuka matanya dan mengangkat dagu
Sarah dan mencoba untuk fokus. "Kenapa tidak?
tidakkah kau ingin bersamaku?" John menahan
nafas dan bertanya, "bukankah kau
mencintaiku?"
John melakukan tusukan lagi dan dia merasa

Sarah menarik nafas. Apakah itu karena


dorongannya atau karena apa yang
dikatakannya? John melakukan tusukan lagi dan
menunggu, matanya memandang Sarah.
"Aku sungguh mencintaimu." Sarah berbisik.
Lega, puas dan kebutuhan membuat John
melakukan tusukan lagi pada waktu yang sama
saat dia mencium bibir Sarah.
John mengangkat kepalanya dan memandang
Sarah saat kelopak matanya pelan-pelan
terbuka. "Aku mencintaimu juga, kau tahu itu?"
John bertanya padanya.
"Tidak."
"Ya," tusukan lain dan John nyaris berada di
ujung. John memindahkan tangannya ke lipatan
kecil diantara mereka sampai John menekan clit
Sarah.
"John-" suara Sarah seperti tangisan meratap
saat John merasa Sarah mengencangkan
genggaman berdenyutnya di sekitar kejantanan
John.
"Ayo sayang. Keluarlah untukku dan katakan

padaku kau akan menikahiku, tolonglah." John


kehilangan kendali dan menusuk dengan keras
kedalam Sarah.
Orgasme melanda Sarah dan teriakan Sarah
mengoyakkan udara disekitar mereka
"yaaaaaaaaa."
Dengan jawaban Sarah yang berbunyi bagai
nirwana manis ditelinganya, John mendorong ke
dalam diri Sarah begitu keras dan mengikuti
Sarah ke dalam o Epilog
Tiga tahun kemudian...
Hasilnya positif, Sarah berkata dengan suara
yang penuh dengan kebahagiaan dan ketakjuban
saat dia masuk ke dalam gudang.
John meletakkan kunci inggris dan mengambil
lap dan mulai membersihkan tanggannya.
Sebuah senyuman terlukis di wajah John saat dia
berjalan ke arah Sarah. Aku terkejut kau
meragukan aku, Sayang.
Sarah memberikan berkas yang ada di
tangannya dengan satu tangan kepada John dan
meninju bahu John. Aku tidak meragukanmu,

Sayang.
Seorang bayi dalam gendongan sarah bertepuk
tangan riang dan bayi itu mengoceh dengan
suara keras. John membelai rambut lembut
putrinya itu dan memberikan tangannya untuk
meraih dan menggendongnya saat bayi itu
mendorong tubuhnya ke arah John.
Jadi sekarang kita tahu kita bisa mempunyai
anak sebanyak yang kita mau. John berkata
dengan intonasi bangga.
Aku pikir kita tidak boleh terlalu berpuas diri.
Tapi ya. Aku harap kita bisa mempunyai anak
sebanyak yang kita mau.
Kita mau punya anak berapa banyak? John
bertanya sambil tetap menggendong bayinya dan
juga memeluk sarah di sampingnya dengan
tangannya yang lain.
Aku tak tahu. Tiga, atau mungkin empat.
Dan pertanyaan utamanya __ kita akan
menyekolahkan mereka di sekolah mana?
Sarah menyapukan tangannya ke pipi suaminya.
Suaminya telah mendanai pembangunan rumah

Jompo di Top Hil sebagai hadiah pernikahan


darinya untuk Sarah. Dengan begitu, sekolah
akan buka untuk jangka waktu lama, lama sekali.
Kota kecil itu bahkan berkembang sekarang,
Tiga tahun setelah pembangunan rumah jompo,
dengan penambahan kantin dan toko makanan.
Lingkungan menjadi berkembang, populasi
bertambah. Sarah tidak meragukan pada sensus
penduduk berikutnya penambahan populasi
cukup pesat.
Tapi mereka kini tinggal di peternakan John dan
Duluth kota yang paling dekat. Ku pikir Duluth.
Sopir bis ada tepat di dekat mailbox.
Aku pikir itu yang terbaik jika kau tak
keberatan.
Aku tak keberatan sama sekali. Kedua sekolah
di Duluth ataupun Top Hill adalah sekolah yang
bagus.
Putri mereka memasukkan ibu jarinya ke dalam
mulut sarah dan menyandarkan pipinya di bahu
John. Dia melihat bergantian kepada ibu dan
ayahnya.

John mencium dahi putrinya lalu mencium dahi


Sarah. John menyelipkan tangannya ke pinggang
Sarah sampai telapak tangannya menyentuh
perut lembut Sarah. Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu. Sarah tersenyum.
Putri mereka mengomel dengan bahasa bayi.
John tersenyum pada putrinya. Kami juga
mencintaimu, Sayang.
Putri mereka pun lalu menarik ibu jarinya dari
mulut sarah dan memindahkannya ke John.
Cinta dan kepuasan mengalir ke dalam tubuh John. Ya,
Hidupnya kini telah sempurna.
THE END