Anda di halaman 1dari 24

CHECK LIST ANAMNESIS

Penilaian
:
1
: dikerjakan, dengan salah atau tidak sama sekali
2
: dilakukan memenuhi sebagian kriteria
3
: dilakukan memenuhi seluruh kriteria
N
o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
2

Hal yang dinilai


Mengucapkan salam
Menyambut pasien sambil berdiri
Memperkenalkan diri sambil menjabat tangan
pasien
Mempersilahkan pasien duduk
Berbasa-basi
Mendapatkan identitas (nama, umur, jenis
kelamin, alamat, pendidikan, status
pernikahan)
Suara ramah,vokal jelas, kecepatan
cukup,volume cukup
Sikap tubuh condong ke depan, kaki tidak
bersilang
Kontak mata dipertahankan 70%
Tidak melakukan gerakan yang tidak
berhubungan dengan anamnesis
Pertanyaan diajukan satupersatu
Mengajukan pertanyaan terbuka dan
mendalam selain pertanyaaan tertutup
Melakukan refleksi isi bila diperlukan
Melakukan refleksi perasaan bila diperlukan

Ma
x.
Sco
re
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

Menanyakan keluhan utama beserta durasinya

Menanyakan RPS: sifat, onset, durasi.

Menayakan RPS: faktor yang meringankan dan


memperberat

Menanyakan gejala lain yang menyertai

Menanyakan kemungkinan penyakit dasar

Menanyakan obat yang dikonsumsi/berobat


Menanyakan riwayat alergi

1
1

2
3
2
4
2
5
2
6

Menanyakan riwayat penyakit dahulu

Menanyakan riwayat penyakit keluarga


Menanyakan riwayat sosial ekonomi dan
kebiasaan (tinggal di lingkungan padat
penduduk, sakit yang sama di lingkungan
sekitar)
Menutup pembicaraan dan mengucapkan
terima kasih
Nilai batas lulus: 25
SKOR

1
1
31

CEK LIST BREAKING BAD NEWS


No
1
2
3
4

5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Butir Penilaian
Menyapa pasien dan suami
Menjelaskan tujuan pertemuan
Menilai apakah yang telah diketahui oleh pasien
tentang masalah yang akan disampaikan, dan
perasaan pasien
Memperlihatkan perilaku verbal dan non-verbal kepada
pasien yang mengindikasikan bahwa informasi yang
akan disampaikan selanjutnya adalah informasi yang
penting
Memperhatikan respon pasien sebelum melanjutkan ke
proses berikutnya
Berusaha mengetahui informasi tambahan yang
dibutuhkan oleh pasien
Memberikan penjelasan yang terorganisir
Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah
dimengerti, tidak menggunakan jargon medik dan
kalimat yang membingungkan
Mengenali dan menanggapi tanda-tanda non-verbal
yang ditunjukkan oleh pasien
Memberikan waktu pada pasien untuk bereaksi
(dengan cara hening atau berdiam diri sejenak)
Mendorong pasien untuk memberikan tanggapan,
keprihatinan dan perasaannya
Mencermati perasaan, keprihatinan dan nilai-nilai yang
dianut pasien
Menggunakan empati untuk mengkomunikasikan
apresiasi terhadap perasaan dan kesusahan yang
dialami pasien
Menunjukkan perilaku non-verbal yang baik ( kontak
mata, posisi dan postur tubuh yang sesuai, gerakan

Skor max
2
2
2
2

2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

15

tubuh, ekspresi wajah, suara termasuk kecepatan dan


volume)
Menyatakan dukungan kepada pasien (contohnya
mengekspresikan keprihatinan, pengertian dan
keinginan untuk menolong)
Nilai Batas lulus : 24
Skor
Total

2
30

CHECK LIST PEMERIKSAAN THT


Penilaian
:
0: dikerjakan, dengan salah atau tidak sama sekali
1: dilakukan memenuhi sebagian kriteria

2: dilakukan memenuhi seluruh kriteria


PEMERIKSAAN TELINGA
Prosedur pemeriksaan telinga
0 1
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

10.

11.

12.

Memperkenalkan diri, memberikan informasi


tentang pemeriksaan yang akan dilakukan dan
meminta ijin
Pakai lampu kepala
Duduk berhadapan dengan pasien dalam posisi
kedua kaki tertutup di samping kiri atau kanan
kaki pasien.
Inspeksi telinga luar, daerah pre aurikuler dan
retro aurikuler
Palpasi telinga luar, daerah pre aurikuler dan
retro aurikuler
Pegang daun telinga, tarik ke arah posterior dan
superior pada orang dewasa atau tarik ke arah
posterior pada anak agar liang telinga lurus
Inspeksi liang telinga.
Inspeksi membran timpani. Perhatikan maleus,
refleks cahaya dan pars tensa dan attic
membran timpani.
Pegang otoskop dengan tangan kanan seperti
memegang pensil dan jari kelingking diletakkan
diatas pipi kanan untuk melihat membran
timpani kanan lebih jelas.
Pegang otoskop dengan tangan kiri seperti
memegang pensil dan jari kelingking diletakkan
di atas pipi kiri untuk melihat membran timpani
kiri lebih jelas.
Inpeksi pergerakan membran timpani pada saat
pasien meniup dengan hidung dan mulut
tertutup (Valsava manuver) untuk menilai
patensi tuba eustachius.
Total nilai 1

Nilai
max
1
1
1
2
2
1
2
2
2

18

PEMERIKSAAN HIDUNG
2
N
o

Ketrampilan

Memperkenalkan diri, memberikan informasi tentang


pemeriksaan yang akan dilakukan dan meminta ijin
2 Pakai lampu kepala
3 Duduk berhadapan dengan pasien dalam posisi kedua
kaki tertutup di samping kiri atau kanan kaki pasien.
4 Inspeksi hidung luar dari arah depan dan samping.
5 Palpasi hidung luar dan daerah wajah sesuai dengan
sinus frontal, etmoid dan maksila.
6 Inspeksi vestibulum dan nares anterior dengan
menekan ke arah atas tip of the nose dengan ibu jari
kiri.
7 Pegang spekulum hidung dengan tangan kiri.
8 Masukkan bilah spekulum hidung ke dalam rongga
hidung. Buka bilah spekulum hidung ke arah ala nasi
dan jangan menekan septum. Inspeksi septum, konka
inferior, konka media, meatus inferior dan meatus
medius.
9 Keluarkan bilah spekulum hidung dari dalam rongga
hidung pada posisi terbuka
Total nilai 2
PEMERIKSAAN TENGGOROKAN
0
No.
Ketrampilan

Nil
ai
ma
x
1
1
1
2
2
2
2
2

1
14
1

Nilai Max

Memperkenalkan diri, memberikan informasi


1
tentang pemeriksaan yang akan dilakukan dan
meminta ijin
2
Pakai lampu kepala
1
3
Duduk berhadapan dengan pasien dalam posisi
1
kedua kaki tertutup di samping kiri atau kanan
kaki pasien.
4
Pasien diminta membuka mulut. Inspeksi lidah,
2
mukosa pipi, palatum durum, palatum mole,
uvula dan arkus faring.
5
Tekan lidah pada 2/3 bagian anterior. Inspeksi
2
tonsil dan dinding faring posterior.
Total nilai 3
7
Total nilai max 1+2+3= 18+14+7=39, Total nilai = 1+ 2+ 3=.......Nilai batas lulus
: 31 LULUS/TIDAK LULUS

CHECKLIST PEMERIKSAAN OFTALMOSKOPI


No

Nilai
Maks
.

Nilai

Butir Penilaian

Memperkenalkan
diri,
memberikan
informasi tentang pemeriksaan yang
akan dilakukan dan meminta ijin
2
Mempersilahkan
pasien
duduk
di
tempat yang telah disediakan
3
Menyuruh pasien melihat ke satu titik
jauh didinding arah depan
4
Melakukan setting gigi power dan
aperture oftalmoskop
5
Melakukan pemeriksaan mata kanan
dengan
mata
kanannya
dengan
oftalmoskop dipegang dg tangan kanan
6
Meletakkan tangan kanan ke dahi atau
bahu pasien sebagai fiksasi
7
Melakukan pemeriksaan mata kiri
dengan mata kirinya
8
Menggambarkan hasil pemeriksaaan
Nilai batas lulus: 10
SKOR
CHECKLIST PEMERIKSAAN TAJAM PENGLIHATAN
No

Butir Penilaian

Memperkenalkan diri, memberikan informasi


tentang pemeriksaan yang akan dilakukan
dan meminta ijin
Mempersilahkan duduk tempat yang telah
disediakan
Menyuruh pasien menutup mata kiri
Apabila pasien biasa memakai kacamata
biarkan pasien memakai kacamatanya
Meminta pasien menyebutkan obyek yang
ditunjuk pada Kartu Snellen atau dari
Autochart projector dari obyek terbesar
sampai terkecil yang masih bisa dibaca
Melakukan
pemeriksaan
dengan
menggunakan pinhole occluder bila visus
belum mencapai 6/6
Mencatat hasil pemeriksaan

2
3
4

5
6
7

Mengulang prosedur pemeriksaan


mata kiri dan mencatat hasilnya
Nilai batas lulus: 9

2
1
1
2
2
1
2
2
13

untuk

Nilai
1

Nilai
Maks.
1
1
2

2
2
1
2
11

SKOR

CHECK LIST PEMERIKSAAN KESEIMBANGAN


N
Butir Penilaian
o
1 Memperkenalkan diri dan menjelaskan pemeriksaan yang
akan dilakukan serta meminta ijin
TES ROMBERG YANG DIPERTAJAM
1 Pemeriksa berdiri didekat pasien dan posisi menjaga pasien
bila jatuh
2 Meminta pasien meletakkan salah satu kaki di depan kaki
yang lain (tumit kaki menyentuh ibu jari kaki lainnya)
3

Pasien diminta menghadap ke depan dengan kedua tangan


diletakkan di perut atau menyilang dengan lengan kanan
menyentuh bahu kiri, lengan kiri menyentuh bahu kanan

4 Pasien diamati selama 30 detik


5 Kemudian pasien diminta menutup mata
6 Pasien diamati kembali selama 30 detik
7 Analisis hasil pemeriksaan
TES FUKUDA
1 Pemeriksa berdiri di belakang pasien
2 Meminta pasien menutup mata
3 Pasien diminta berjalan di tempat 50 langkah
4 Analisis hasil pemeriksaan
TANDEM GAIT TEST
1 Pasien diminta berjalan tandem/heel-to-toe (melangkah
dengan cara tumit menyentuh ujung ibu jari kaki lain,
seperti itu seterusnya) mengikuti garis lurus
2 Pemeriksa berada di belakang pasien selama pemeriksaan
dilakukan
3 Analisis hasil pemeriksaan
PAST POINTING TEST
1
Pemeriksa berada di depan pasien dan meletakkan jari
telunjuk di depan pasien
2
Pasien diminta mengangkat tangan dengan telunjuk
mengarah ke atas
3
Pasien diminta menyentuh jari pemeriksa beberapa kali
4
5

Setelah itu pasien diminta menutup mata dan melakukan


hal yang sama beberapa kali
Analisis hasil pemeriksaan

TES NISTAGMUS
1
Pasien diminta mengikuti gerakan jari telunjuk pemeriksa
300 ke arah kiri dan kemudian ke arah kanan 300 ,
selanjutnya 300 ke atas dan 300 ke bawah
2
Analisis hasil pemeriksaan

NILAI
1 2
MAX
1

1
1
1

1
1
1
2
1
1
1
2
1
1
2
1
1
1
1
2

1
2

CHECKLIST RESEP OBAT

NO

BUTIR PENILAIAN

1
2

CEK LIST
PEMERIKSAAN
LEHER
3
Observe and report the area
of vulva and perineum

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Nilai
2
MAX
2

Memilih Bentuk Sediaan Obat (BSO) yang


tepat untuk obat terpilih
Menghitung dosis obat
GYNAECOLOGICAL
Inspection & Speculum Examination
Menghitung
jumlahEXAMINATION:
obat
Menjelaskan cara pemberian obat
Mampu menulis resep
Nilai
6
Wearbatas
the handlulus:
gloves properly
SKOR
Moist the antiseptic cotton and wipe the area of vulva and perineum

2
3NO
4
5

N
o
1

Butir Penilaian

1
1
2
2
8

Skor max

Open both clefts of labium majus, observe and report the urethral orifice and introitus

Memberi salam, mengenalkan diri dan


1
Pick up speculum with the right hand, and insert the left index fingertip into introitus (to expose it).
menjelaskan pemeriksaan yang akan
meminta
6dilakukan
Insertserta
the speculum
properlyizin
Meminta pasien mengekstensikan kepala
2
7INSPEKSI
Press the raising button so that vaginal lumen and portio is clearly exposed
inspeksi
8Melakukan
Observe
and report leher
the colordan
of portio, vaginal walls, and vaginal secretion or fornix 2
menyebutkan hasilnya
9PALPASI
Put the speculum in the designated place
Melakukan palpasi trachea
2
Melakukan palpasi kelenjar tiroid
2
Melakukan palpasi
2 OF PREGNANT WOMAN
NOkelenjar disekitar leher
ABDOMINAL PALPATION
5

Menyebutkan
hasilthepemeriksaan
1
Greet
patient and ask thepalpasi
patient to lie down
AUSKULTASI
2
Wash hands*with warm water and dry with towel
Melakukan
auskultasi
Menyebutkan
hasil
pemeriksaan
3
Take
a position
on the right ofauskultasi
the patient facing right laterally
Menyimpulkan hasil pemeriksaan secara
4
Advise the patient that the examination will be started
keseluruhan
Mengucapkan terima kasih
5
Perform Leopold 1 properly
Nilai batas lulus : 16
Skor
6 Total
Perform Leopold 2 properly

2
2
2
2
1
20

Perform Leopold 3 properly

Perform Leopold 4 properly

Perform auscultation properly

10

Advise the patient that the procedure has been done, remove the drape and help the patient tidy u
clothes

11

Report the result (fetal lie, position and heart beat)

PEMERIKSAAN GINEKOLOGI BIMANUAL

PEMERIKSAAN LEOPOLD

CHECKLIST PEMERIKSAAN NERVUS KRANIALIS


No

Butir Penilaian

1 Memperkenalkan diri & memberikan


informasi tentang pemeriksaan yg akan
dilakukan serta meminta izin
PEMERIKSAAN NERVUS CRANIALIS
Nervus Olfaktorius (N.I)
2 Sediakan kopi dan teh
3 Pasien tidak boleh sedang influenza
4 Kedua mata pasien ditutup
5 Pasien menutup salah satu lubang hidung
kemudian pasien disuruh menghidu salah satu
zat & ditanya apakah ia menghidu sesuatu
& apa yg dihidunya
Nervus Optikus (N.II)
Ketajaman Penglihatan
6 Pasien diminta melihat Snellen Chart dg jarak
6 meter
7 Mata kanan & kiri diperiksa bergantian dg menutup sebelah mata dgn tangan pasien tanpa
menekan bola mata
8 Pasien diminta membaca huruf-huruf yg ditunjuk
oleh pemeriksa pd Snellen Chart mulai dr atas
ke bawah
9 Deretan huruf terakhir yg dpt dibaca pasien dg

Nilai
0

Nilai
2

Maks

betul (min 1 salah) merupakan tajam penglihatan


10 Jika tajam penglihatan buruk, penilaian dgn
menghitung jari, gerakan tangan, sampai membedakan terang dan gelap
Penglihatan warna/tes buta warna
11

Pasien diminta untuk membaca angka atau mengIkuti jalur warna tertentu pada Ishihara

Pemeriksaan lapang pandang

12

Meminta pasien untuk melihat lurus


pada pemeriksa dan pemeriksa
menggerakkan jari-jari salah satu
tangan pada setiap kuadran dari 4
kuadran yaitu superior, inferior, nasal,
temporal.

13

Minta pasien untuk mengatakan jari


yang sebelah mana yang bergerak.

14

Ketidak perhatian pasien bisa diperiksa


dengan cara menggerakkan jari-jari
kedua tangan secara bersamaan. Lihat
gambar dibawah ini.

Refleks Cahaya

15

Menempatkan satu tangan secara


vertikal sepanjang hidung untuk
mencegah masuknya cahaya lain ke
mata yang tidak diperiksa.

16

Berikan cahaya dari pen light pada


salah satu mata dan lihat konstriksi
pada kedua pupil.

17

Lakukan pemeriksaan yang sama pada


mata satunya.

Funduskopi
18

Lakukan pemeriksaan funduskopi


dengan oftalmoskop pada kedua mata

Nervus Okulomotorius (N. III), Nervus Trochlearis (N. IV) dan Nervus Abdusens (N.VI)
19

Pemeriksa duduk tepat berhadaphadapan dengan pasien, minta supaya


pasien memandang lurus ke depan.

20

Gerakkan jari salah satu tangan


pemeriksa seolah-olah menulis huruf H
yang besar dan minta agar mata pasien
mengikuti gerakan tangan pemeriksa
tanpa menggerakkan kepalanya.
Tanyakan pada pasien apakah
mengalami diplopia/berbayang dan
dimana.

Nervus Trigeminus (N.V)


Otot Pengunyah
Otot maseter & temporalis diperiksa dgn menyu21

ruh pasien mengatupkan mulut kuat-kuat &


dilakukan palpasi pd kedua otot tsb

22

Kekuatan mengatupkan mulut diperiksa dgn


mencoba membuka mulut yg terkatup dgn menarik dagu ke bawah

23 Otot pterigoideus diperiksa dgn menyuruh pasien


membuka mulut perlahan-lahan & melihat apakah
mulut miring ke salah satu sisi ataukah lurus
24 Pasien juga menggerakkan rahang ke kanan &
ke kiri, kekuatan gerakan diperiksa dg menyuruh
pasien melawan dorongan yg dilakukan
pemeriksa pd dagunya
Refleks
Refleks Kornea

25 Pasien memandang ke salah satu sisi kemudian


dari sisi kontralateral kornea disentuh dg kapas
yg dipelintir mjd bentuk silinder
26 Respon refleks berupa kedipan kedua mata scr
Cepat
27 Bandingkan mata kanan & kiri
Refleks Maseter
28 Meletakkan jari telunjuk pemeriksa di atas dagu
pasien secara horizontal
29 Posisi mulut terbuka sedikit, telunjuk diketok dgn
palu refleks
30 Respon normal: elevasi rahang bawah
Nervus Fasialis (N.VII)
Motorik
31 Melakukan inspeksi wajah pasien statis &dinamis
dan menyebutkan kesan (a/simetris)
32 Meminta pasien mengernyitkan dahi atau melihat
ke atas (a/simetris)
33 Meminta pasien menutup mata kuat-kuat &
menahan tahanan yg diberikan pemeriksa
34 Meminta pasien berekspresi spt tertawa/menarik
kedua sudut bibir (melihat a/simetris sudut bibir
& plica nasolabialis)
35 Meminta pasien mengembangkan pipi & menahan
tekanan yg diberikan pemeriksa (ada/tdknya
kebocoran pd salah satu sisi)
36 Menilai keadaan nervus VII

Sensorik Pengecap
37 Memberi sedikit zat yaitu gula, garam, dan kopi
pd 2/3 lidah bagian depan
38 Pasien harus tetap menjulurkan lidah pd waktu
diuji & selama menentukan zat apa yg dirasakan
39 Penentuan dgn menunjuk pd tulisan manis, asin,
dan pahit
Nervus Akustikus (N.VIII)
Ketajaman Pendengaran (N. Koklearis)
40 Telinga normal dlm ruang sunyi masih mendengar
detik arloji pd jarak 1 meter
41 Telinga diuji bergantian dgn menutup telinga lain
42 Jika ruangan kurang sunyi, tajam pendengaran
dpt diperiksa dengan mendengar suara gesekan
jari-jari tangan pemeriksa dibandingkan dg
pemeriksa
Nervus Glosofaringeus (N.IX)
43 Dengan spatel kayu disentuh dinding posterior
Faring
44 Normal apabila muncul refleks muntah
Nervus Vagus (X)
45 Menyuruh pasien agar mengucapkan kata "aah"
Normal: uvula terangkat lurus & tetap berada di
Median
Nervus Asesorius (N.XI)
46 Menyuruh pasien menengok ke satu sisi melawan
tangan pemeriksa

47 Palpasi pada otot sternokleidomastoideus sisi


Lain
48 Tes angkat bahu: palpasi kedua otot trapesius
& usaha menekan bahu ke bawah
Nervus Hipoglosus (N.XII)
49 Meminta pasien menjulurkan lidah lurus kemudian
menarik & menjulurkan lg dgn cepat
50 Lidah digerakkan ke kiri & kanan dg cepat
kemudian menekan pipi kiri & kanan sementara
dipalpasi pd kedua pipi utk merasakan kekuatan
lidah
Koordinasi
Tunjuk hidung-tangan-hidung
51 Meminta pasien rileks
52 Lengan pasien ekstensi, kemudian disuruh menunjuk hidungnya sendiri, kemudian menunjuk
jari telunjuk pemeriksa secara berganti-ganti
53 Jari telunjuk pemeriksa berpindah-pindah posisi
selama tes berlangsung
54 Pasien diminta melakukan gerakan ini secara
perlahan kemudian makin cepat
55 Tes dilakukan utk tangan kanan & kiri
Romberg's test
57 Mintalah pasien berdiri dgn kedua kaki rapat
58 Perhatikan apakah pasien cenderung jatuh
59 Suruh pasien menutup mata dgn keduak kaki rapat
48 Perhatikan apakah pasien cenderung jatuh

49 Jika pasien jatuh berarti Romberg's positif


50 Mengucapkan terima kasih

PEDOMAN PEMERIKSAAN SARAF KRANIAL:

Pemeriksaan saraf kranial berarti melakukan langkah-langkah pemeriksaan terhadap 12 saraf


cranial/nervus cranialis. Sehingga harus yakin saraf apa yang diperiksa dan bagaimana
pemeriksaan yang harus dikerjakan. Pedoman pemeriksaan ini membantu anda untuk melakukan
pemeriksaan setiap saraf secara sistematis.

1. Nervus I atau Nervus Olfaktorius : mensarafi indera pembauan/penghidu diperiksa dengan


mempersilahkan pasien untuk mengenali bau suatu benda yang familier misal: kopi atau
cuka, dengan menutup mata pasien.

2. Nervus II atau N. Optikus diperiksa dalam 5 fungsi yaitu:

Tajam Penglihatan

Penglihatan Warna

Lapang Pandang

Refleks-refleks pada mata

Funduskopi

a. Tajam Penglihatan diperiksa dengan menggunakan kartu Snellen. Bila pasien sehariharinya mengenakan kacamata/lensa kontak maka pemeriksaan dilakukan baik pada saat
pasien memakai kacamata/lensa kontak dan saat tanpa kacamata/lensa kontak.

b. Penglihatan Warna diperiksa dengan tes Isihara untuk mengidentifikasi adanya buta
warna.
c. Lapang Pandang diperiksa seperti pemeriksaan kampimetri, yaitu dengan meminta pasien
untuk melihat lurus pada pemeriksa dan pemeriksa menggerakkan jari-jari salah satu
tangan pada setiap kuadran dari 4 kuadran yaitu superior, inferior, nasal, temporal. Minta
pasien untuk mengatakan jari yang sebelah mana yang bergerak. Ketidak perhatian
pasien bisa diperiksa dengan cara menggerakkan jari-jari kedua tangan secara bersamaan.
Lihat gambar dibawah ini.

d. Refleks penglihatan dengan cara: menempatkan satu tangan secara vertikal sepanjang
hidung untuk mencegah masuknya cahaya lain ke mata yang tidak diperiksa. Berikan
cahaya dari pen light pada salah satu mata dan lihat konstriksi pada kedua pupil. Lakukan
pemeriksaan yang sama pada mata satunya.

e. Funduskopi dilakukan pada kedua mata.

3. N. Okulomotorius (N III) berperan dalam gerakan bola mata. Pemeriksa duduk tepat
berhadap-hadapan dengan pasien, minta supaya pasien memandang lurus ke depan,
kemudian gerakkan jari salah satu tangan pemeriksa seolah-olah menulis huruf H yang
besar dan minta agar mata pasien mengikuti gerakan tangan pemeriksa tanpa
menggerakkan kepalanya. Tanyakan pada pasien apakah mengalami diplopia/berbayang
dan dimana.

4. N. Trokhlearis (N. IV) otomatis diperiksa pada saat memeriksa N. Okulomotorius karena
keduanya berperan dalam gerakan mata.

5. N. Trigeminus (N. V) berperan dalam sensori di wajah dan motorik di otot


mastikasi/pengunyah. Pemeriksaan sensorik dengan cara menyentuhkan kapas dengan
lembut pada wajah, dan ujung kapas dipelintir sehingga membentuk seperti ujung jarum
yang tumpul dan sentuhkan di tiga tempat pada masing-masing sisi yaitu sekitar rahang,
pipi, dan dahi. Periksa juga refleks kornea yang juga dipersarafi oleh N. V ini masih
dengan ujung kapas yang disentuhkan dengan lembut ke kornea mata. Refleks yang
terjadi adalah pasien akan segera memejamkan matanya.
Perhatikan gambar dibawah ini.

Untuk pemeriksaan motorik, minta pasien untuk mengatupkan giginya dengan kuat,
pemeriksa memeriksa dan merasakan gundukan otot masseter dan temporalis. Kemudian
meminta pasien untuk membuka mulut untuk melawan tahanan. Terakhir, letakkan jari telunjuk
tangan kiri di dagu pasien dan pukul dengan palu refleks. Normal akan terjadi protrusi ringan
pada rahang.

6. N. Abdusen (N. VI), pemeriksaannya sama dengan pemeriksaan n. okulomotorius.

7. N. Fasialis (N. VII) mempersarafi cabang motorik untuk otot-otot ekspresi wajah. Jadi untuk
memeriksanya minta pasien untuk mengangkat alis dan dahinya, menutup mata dan tetap

menutup melawan tahanan, menggelembungkan pipi dan meminta pasien untuk


menampakkan giginya (meringis).

8. N. Vestibulokokhlearis (N. VIII) mempersarafi organ-organ pendengaran dan bisa


menentukan tuli konduksi atau sensori neural dengan pemeriksaan Rinne dan Weber. Tes
Rinne, letakkan garputala pada prosesus mastoideus pasien dan pindahkan ke depan liang
telinga dan tanyakan apabila suara terdangar lebih keras atau lebih pelan, normalnya suara
terdengar lebih keras di depan liang telinga. Untuk pemeriksaan Weber, tempatkan ujung
garputala di tengah dahi pasien dan minta pasien menentukan telinga yang sebelah mana
yang mendengar lebih jelas ataukah keduanya sama. Normalnya kedua telinga mendengar
sama keras.

9. N. Glosofaringeal (N. IX) mempersarafi palatum. Diperiksa dengan merangsang refleks


menelan dengan cara menyentuh arkus faringeus.

10. N. Vagus (N. X) mempersarafi bagian motorik dari faring. Minta pasien untuk berbicara
menunjukkan fungsi motorik yang baik. Periksa uvula sebelum dan selama pasien
mengucapkan aaah. Perhatikan apakah uvula terletak di tengah dan tidak mengalami
deviasi pada pergerakannya.

11. N. Asesorius (N. XI) mempersarafi m. sternocleidomastoideus and m. trapezius. Minta pasien
untuk melawan tahanan pada bahu dan menengokkan wajah melawan tahanan.

12. N. Hipoglosus (N. XII) mempersarafi otot lidah. Perhatikan lidah akan adanya tanda-tanda
wasting atau fasciculations. Kemudian minta pasien untuk menjulurkan lidahnya (seperti
digambar), apabila ada deviasi ke satu sisi menunjukkan adanya kelemahan otot pada sisi
tersebut.

Anda mungkin juga menyukai