Anda di halaman 1dari 3

Peranan Organisasi Internasional salam

meningkatkan Hubungan Internasional


PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
PBB bertugas menjaga stabilitas internasional yang terwujud dalam tiga hal:

1. peningkatan perdamaian;
2. penciptaan perdamaian; dan
3. pemeliharaan perdamaian.

Namun dalam kenyataannya, tugas itu kerap menghadapi hambatan yang justru datang dari
anggotanya sendiri. Dalam kasus yang berkait dengan negara yang memiliki power relatif lemah, peran
PBB terlihat amat menonjol dan kuat. Tetapi dalam menghadapi aksi negara kuat, PBB justru sebaliknya,
terlihat lemah tidak berdaya. Ini terjadi karena dalam hubungan internasional, pembangunan dan
pelaksanaan suatu hukum, kaidah, dan tata aturan berbagai kesepakatan lembaga internasional, selalu
mengalami aneka hambatan dan ketidak-efektivan karena terhadang batasan kedaulatan setiap negara
atau tidak adanya lembaga internasional otoritatif yang berkompeten dalam pengaturan sistem
internasional. Segala norma dan institusi internasional seolah mandul tidak berdampak serius terhadap
para defector, terutama negara-negara yang memiliki power relatif besar. Hukum internasional dan
berbagai norma organisasi internasional banyak ditaati, tetapi negara-negara besar dapat melanggarnya
jika mereka mau tanpa ada sanksi berarti dari negara-negara lain atau PBB sekalipun. Dengan nada
mengejek, Stalin menganalogkan PBB seperti Paus, tidak memiliki pasukan militer sendiri serta
perindustrian untuk menghasilkan berbagai komoditas yang dapat digunakan guna mengubah kebijakan
eksternal maupun internal suatu negara.

ASEAN (Association of Southeast Asia Nations)


Peran ASEAN dalam meningkatkan hubungan internasional adalah:

1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan social, dan pengembangan kebudayaan di


kawasan Asia Tenggara,
2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan
tertib hukum,
3. Meningkatkan kerja sama yang aktif dalam bidang ekonomi, social, budaya, teknik, ilmu
pengetahuan, dan administrasi,
4. Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana letihan dan penelitian,
5. Meningkatkan penggunaan pertanian, industry, perdagangan, jasa, dan meningkatkan taraf
hidup, dan
6. Memelihara kerja sama yang erat dan bermanfaat dengan organisasi-organisasi
internasional dan regional.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika

Tujuan dari KTT adalah mempromosikan kerja sama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan
melawan “kolonialisme” atau “neokolonialisme” Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis
lainnya.
Isi dari Dasasila Bandung yang berisi tentang “pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian
dan kerja sama dunia” memasukan prinsip-prinsip dalam piagan PBB dan prinsip-prinsip Nehru, sebagai
berikut :

1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat didalam
piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).

2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.

3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar mahupun
kecil.

4. Tidak melakukan campur tangan atau intervensi dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain.

5. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendirian mahupun
secara kolektif, yang sesuai dengan Piagam PBB.

6. (a) Tidak menggunakan peraturan-peraturan dan pertahanan kolektif untuk bertindak bagi
kepentingan khusus dari salah satu negara-negara besar, (b) Tidak melakukan campur tangan
terhadap negara lain.

7. Tidak melakukan tindakan ataupun ancaman agresi mahupun penggunaan kekerasan


terhadap integritas teritorial atau kemerdekaanpolitik suatu negara.

8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan cara damai, seperti perundingan,


persetujuan, arbitrasi, atau penyelesaian masalah hukum , ataupun lain-lain cara damai,
menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan, yang sesuai dengan Piagam PBB.

9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama.

10. Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional

Konferensi dari pertemuan diBandung akhirnya membawa kepada terbentuknya Gerakan Non-
Blok pada 1961. Adapun tujuan dari gerakan Non-Blok ini adalah:

1. Mendukung perjuangan dekolonialisme dan memegang teguh perjuangan melawan


imperialism, kolonialisme, neokolonialisme, rasialisme apartheid, dan zionisme.
2. Wadah perjuangan negara-negara yang sedang berkembang.
3. Mengurangi ketegangan blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan blok Timur
yang dipimpin oleh Uni Soviet (Rusia).
4. Tidak membenarkan usaha penyelesaian sengketa dengan kekerasan senjata.

The Monica Selvinia (30)

XI IPA 1