Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH ETIKA

PROFESI

DISUSUN OLEH :
Ade Erlinda Siregar (140405012)
Clara Natalia (140405040)
Novian Simarmata (140405090)
Novita Wahyuni (140405098)

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2014

DAFTAR ISI..
KATA PENGANTAR ..
Bab 1 Pendahuluan ...........
I.1.Sejarah etika profesi. 4 I.2.Perkembangan etika
profesi 4 Bab II.Etika Profesi

II.1.Etika. 5
II.2.Profesi 6 II.3.3. Studi kasus 8
Bab III.Kesimpulan dan saran .. III.1
Kesimpulan. 11 III.2
Saran 12 Daftar
Pustaka. 2 13

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena dengan
rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Dan juga
kami mengucapkan terima kasih kepada ibu dosen pembimbing mata kuliah
etika porfesi (Dr. Ir. Lilis Sukeksi, M. Sc) yang telah membimbing dan
mengarahkan kami dalam menyelesaikan tugas kami. Kami berharap makalah
ini dapat bermanfaat dalam menambah wawasan serta pemahaman mengenai
sosok sarjana teknik dalam keprofesiannya yang baik dan sesuai dengan
tanggung jawabnya. Kami juga menyadari bahwa di dalam tugas ini masih
terdapat kekurangan dan kesalahan, untuk itu kami mohon maaf dan
mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan di masa yang akan datang.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi siapapun yang membacanya. Akhir
kata kami mengucapkan terima kasih.
Medan, 4 September 2014

BAB 1 PENDAHULUAN
I.1.Sejarah Etika Profesi
Munculnya etika profesi sebenarnya berasal dari adanya penyimpangan perilaku dari
penyandang profesi terhadap sistem nilai, norma, aturan ketentuan,yang berlakudalam
profesinya. Tidak adanya komitmen pribadi dalam melaksanakan tugas, tidak jujur,
tidak bertanggungjawab, tidak berdedikasi, tidak menghargai hak orang lain, tidak
adil dan semacamnya. Menurut Bambang (2007:45) mengapa orang memilih
tindakan-tindakan tidak etis yaitu:
a. Orang akan berbuat apa yang paling leluasa bisa diperbuatnya.
b. Orang akan berbuat demi suatu kemenangan.
c. Orang akan selalu mencoba merasionalisme pilihan-pilihannya dengan relativisme.
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter,
watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep
yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakantindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.

I.2.Perkembangan Etika Profesi


Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai the discpline which can act as
the performance index or reference for our control system. Dengan demikian, etika
akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan
manusia di dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus
dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk
aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsipprinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai
alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum
(common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian etika adalah

refleksi dari apa yang disebut dengan self control, karena segala sesuatunya dibuat
dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosial(profesi) itu sendiri.
Selanjutnya, karena kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian
dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang
berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan
kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan
sejawat, sesama profesi sendiri. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat builtin mechanism berupa kode etik profesi dalamhal ini jelas akan diperlukan untuk
menjaga martabat serta kehormatan profesi, dan di sisi lain melindungi masyarakat
dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalahgunaan keahlian.

BAB 2 ETIKA PROFESI


2.1. ETIKA PENGERTIAN ETIKA
Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat
internasional diperlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia
bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan
dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud
pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang
terlibat agara mereka senang, tenang, tentram,terlindung tanpa merugikan
kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai
dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi
umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangn ya etika di masyarakat kita.
Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah atur an prilaku, adat kebiasaan
manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan
mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata
Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah danukuranukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa
ahli berikut ini :
Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam
berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku
perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan
oleh akal.
Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai
nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika
memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian
tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan
bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita
untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang
perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau
sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian
sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.Ada dua macam etika yang harus
kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :
2.1.1. ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis
dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam
hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai
dasar untuk mengambilkeputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
2.1.2. ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap
dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai
sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma
sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan. Etika secara umum dapat
dibagi menjadi :
2.1.2.a. Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia
bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika
dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak
serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat
di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum
dan teori-teori.

2.1.2.b. Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang

kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil
keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya
lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun,
penerapan itu dapat juga berwujud -Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang
lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang Dilatar belakangi oleh kondisi
yang memungkinkan manusia bertindak etis.cara bagaimana manusia mengambil
suatu keputusan atau ti danakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada
dibaliknya.
ETIKA KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian :
a.Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya
sendiri.
b.Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia
sebagai anggota umat manusia. Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika
sosial tidak dapat dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia
terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan. Etika sosial
menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara
kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadap pandanganpandangana dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia
terhadap lingkungan hidup.

2.2. PROFESI PENGERTIAN PROFESI


Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan
dengan bidang yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga
banyak orang yang bekerja tetap sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh
dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan
teori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan, dan hubungan antara teori dan
penerapan dalam praktek. Kita tidak hanya mengenal istilah profesi untuk bidangbidang pekerjaan seperti kedokteran, guru, militer, pengacara, dan semacamnya, tetapi
meluas sampai mencakup pula bidang seperti manajer, wartawan, pelukis, penyanyi,
artis, sekretaris dan sebagainya. Sejalan dengan itu, menurut DE GEORGE, timbul

kebingungan mengenai pengertian profesi itu sendiri, sehubungan dengan istilah


profesi dan profesional. Kebingungan ini timbul karena banyak orang yang
profesional tidak atau belum tentu termasuk dalam pengertian profesi.Berikut
pengertian profesi dan profesional menurut DE GEORGE : PROFESI, adalah
pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup
dan yang mengandalkan suatu keahlian. PROFESIONAL, adalah orang yang
mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan
mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang
yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam
suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal
yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senangsenang, atau untuk mengisi waktu
luang. Yang harus kita ingat dan fahami betul bahwa PEKERJAAN / PROFESI dan
PROFESIONAL terdapat beberapa perbedaan :
PROFESI :
-Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
-Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
-Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
-Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
PROFESIONAL
-Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.
-Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.
-Bangga akan pekerjaannya.
CIRI-CIRI PROFESI
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
1.Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki
berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.

2.Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku
profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus
meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentinganmasyarakat.
4.Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu
berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa
keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk
menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.

5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. Dengan melihat
ciri-ciri umum profesi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kaum profesional
adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku yang berada di atas rata-rata.
Di satu pihak ada tuntutan dan tantangan yang sangat berat, tetapi di lain pihak ada
suatu kejelasan mengenai pola perilaku yang baik dalam rangka kepentingan
masyarakat. Seandainya semua bidang kehidupan dan bidang kegiatan menerapkan
suatu standar profesional yang tinggi, bisa diharapkan akan tercipta suatu kualitas
masyarakat yang semakin baik.
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI :
1.Tanggung jawab
-Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
-Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada
umumnya.
2.Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang
menjadi haknya.
3.Otonomi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri
kebebasan dalam menjalankan profesinya.
SYARAT-SYARAT SUATU PROFESI :
-Melibatkan kegiatan intelektual.
-Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.

-Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.


-Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
-Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
-Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
-Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
-Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.
PERANAN ETIKA DALAM PROFESI :
Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang, atau segolongan orang
saja, tetapi milik setiap kelompok masyarakat, bahkan kelompok yang paling kecil
yaitu keluarga sampai pada suatu bangsa. Dengan nilai-nilai etika tersebut, suatu
kelompok diharapkan akan mempunyai tata nilai untuk mengatur kehidupan bersama.
Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai -nilai yang menjadi landasan
dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan
sesama anggotanya, yaitu masyarakat profesional. Golongan ini sering menjadi pusat
perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis (yaitu
kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya.
Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian
para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah
disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi), sehingga terjadi kemerosotan
etik pada masyarakat profesi tersebut. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum
dikenal adanya mafia peradilan, demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian
klinik super spesialis di daerah mewah, sehingga masyarakat miskin tidak mungkin
menjamahnya.

BAB
3.
FENOMENA
PENCEMARAN
LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH PABRIK GULA
JOMBANG BARU
3.1. Deskripsi Fenomena
Lingkungan merupakan tempat hidup bagi setiap makhluk hidup, dan sangat
tergantung dengan lingkungannya. Oleh karena itu makhluk hidup harus menjaga
lingkungan hidup mereka terutama manusia yang telah diberi akal pikiran.
Lingkungan hidup yang baik adalah lingkungan hidup yang tidak tercemar , baik
pencemaran udara , air dan tanah. Lingkungan hidup yang baik memiliki peranan
penting dalam kehidupan manusia baik dari segi kesehatan , perekonomian.
Pencemaran lingkungan dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan mempengaruhi
perekonomian masyarakat. Di Jombang terdapat pabrik gula yang telah menyebabkan
pencemaran lingkungan baik di air maupun udara, terutama pencemaran air yang
dapat menyababkan gangguan kesehatan dan perekenomian masyarakat.

3.2. Bentuk pencemaran oleh Pabrik Gula Jombang Baru


Pada saat belum ada pabrik gula jombang , air sungai di sekitar pabrik gula
jombang sangat bersih dan jernih. Tidak jarang melihat anak kecil berenang di sungai
itu karena masih belum terkena pembuangan limbah. Tidak jarang juga tiap sore
melihat orang memancing di sungai tersebut karena terkenal ikannya yang banyak.
Tapi ketika pabrik gula gula membuang limbahnya ke aliaran sungai. Pemandangan
yang saya jelaskan diatas saat ini jarang terlihat. Pembuangan limbah bekas
penggilingan hasil perkebunan tebu masyarakat di Jombang ke aliran sungai utama
masyarakat jombang terutama sekitar pabrik gula jombang menyebabkan pencemaran
lingkungan. Dalam kasus ini ,pencemaran air disebabkan karena pembuangan limbah
ke aliran sungai menyebabkan sungai menjadi tidak bersih , sungai menjadi keruh
sehingga menyebabkan ikan mati dan bahkan menimbulkan bau yang tidak sedap
pada pagi dan malam hari. Pencemaran udara terjadi karena asap yang keluar dari
cerobong asap pabrik gula baru yang banyak mengandung unsur karbondioksia ,
semakin banyak karbondioksida dapat menyebabbkan pemanasan global.

3.3. Dampak pencemaran


Pencemaran air oleh pabrik Gula Jombang berdampak pada perekonomian.
Pertama ,disaa ada seorang warga yang mata pencahariannya mencari ikan di sungai
yang tercemar ini. Hampir setiap hari orang itu mencari ikan di sungai itu , jika sungai
tercemar menyebabkan ikan mati maka orang tersebut akan susah untuk mendapatkan
uang untuk mencukupi hidupnya. Kedua di desa saya , para petani mendapatkan air
untuk mengairi sawahnya itu berasal dari sungai. Ketika sungai tercemar terpaksa
petani harus memakai air yang tercemar juga. Jika air yang digunakan tercemar ,
mengandung zat kimia maka akan berdampak pula bagi tanaman yang terkena zat
kimia tersebut. Akibat zat tersebut bisa mempengaruhi kulitas produksi petani dan
juga kuantitas produksi hasil tani , karena keluarga saya sebagai pemilik sawah
melihat perununan produksi setelah adanya pencemaran air tersebut. Masalah ketiga
adalah kesehatan, semua warga di desa saya menggunakan air sumur bukan air
PDAM , banyak terdapat warga yang tinggal di sekitar sungai yang tercemar. Pernah
terjadi air sumur warga tercemar limbah tersebut , sehingga kegiatan warga seperti
masak , mencuci, mandi tidak bisa dilakukan karena pertimbangan kesehatan mereka.
Terpaksa mereka sementara menggunakan air sumur warga lainnya. Terakhir masalah
kenyamanan hidup , air limbah ini menyebabkan bau yang tidak enak apalgi pada
wktu pagi hari dan menjelang tidur , saya sebagai warga korban pencemaran merasa
tidak nyaman sekali dengan bau yang disebabkan ini.

3.4. Penyebab Pencemaran


Dalam kasus ini , menurut saya kenapa bisa terjadi pencemaran sungai adalah
peran pemerintah Jombang. Terutama dalam perizinan yang diberikan oleh
pemerintah Jombang. Di sekitar DAM sungai terdapat papan Perda jombang yang
berisi Barang siapa yang membuang sampah ke sungai akan dikenakan denda sebesar
satu juta rupiah atau kurungan penjara 3 bulan. Seharusnya pabrik gula telah
mendapat sangsi atas tindakan mereka. Menurut saya ada semacam perjanjian
terselubung antara pihak pemerintah dan pihak pabrik gula jombang sehingga pabrik
gula jombang bisa membuang limbahnya ke sungai tanpa mempertimbangkan pihak
masyarakat. Jelas sekali perda tersebut tidak diberlakukan oleh pihak pabrik dan

belum ada sangsi yang diterima oleh pabrik. Jika melihat kondisi ini , hokum mersa
telah terbeli dan tidak berlaku pada semua pihak.

3.5. Rekomendasi
Dalam kasus ini rekomendasi kami adalah pertama, peran pemerintah harus
menjadi sebagai legislator kehendak public bukan sebagai decision maker.
Maksudnya ialah pemerintah harus melibatkan pihak masyarakat dalam pembuatan
kebijakan. Pemerintah harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat sebeleum
membuat kebijakan. Mengapa public perlu dilibatkan? karena tanpa public , proses
kebijakan akan kering dan sangat berbau teknokratis. Berdasar pengalaman kasus
Poso , Palu , Halmahera menemukan fakta bahwa hanya kebijakan public yang
dihasilkan dari kesepakatan pihak yang berkonflik yang relative merupakan kebijakan
yang efektif untuk menyelesaikan masalah.
Kedua , pemerintah harus mempertimbangkan dahulu AMDAL wilayah
Jombang sebelum memberikan perizinan agar tidak terjadi lagi kasus pencemaran
yang bisa merugikan masyarakat. Pemerintah harus bisa mengerti dampak apa yang
bisa timbul atas kebijakan yang diamblinya.
Ketiga , Pemerintah dan pabrik gula harus menyelenggarakan CSR
( Corporate Social Responbility ) sebagai tanggungjawab atas pencemaran yang telah
dilakukan. Selama ini CSR telah dilakukan tetapi tidak merata , CSR tersebut dalam
bentuk pembagian gula pada kepala keluarga yang rumahnya dekat dengan pabrik
gula setiap penggilingan gula.
Keempat , pemerintah harus tegas menjalankan perda yang ada mengenai
pembuangan sampah sembaranagan ke daerah aliran sungai , hukum berlaku pada
semua pihak , tidak ada yang kebal terhadap hokum jika pihak tersebut terbukti
melakukan kesalahan.

BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN


4.1 Kesimpulan
Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang
berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah danukuran-ukuran bagi tingkah laku.
PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk
menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. PROFESIONAL,
adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari
pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Kode etik sarjana
teknik terdiri atas perintah perintah yang meliputi catur karsa dan sapta dharma
Kesimpulan yang bisa diambil dari studi kasus diatas adalah setiap pekerjaaan dalam
pabrik punya resiko dan dampak besar baik buruk atau baik pada lingkungan. Tugas
kita adalah untuk mengurangi dampak

4.2 Saran
Teladani apa yang pantas diteladani, jauhi tindak anarkis dan kekerasan yang
dianggap tidak penting . junjung tinggi integritas dan kompetensi sebagai calon
sarjana teknik dan berbanggalah, masih banyak pendahulu kita yang mewariskan
pengabdiannya bagi kesejahteraan dunia hingga saat ini dan terapkanlah etika dalam
kehidupan kita . utamakan keselamatan kerja, lingkungan hidup dan kesejahteraan
anggota pabrik

DAFTAR PUSTAKA
K.BERTHENS, filsafat barat kontemporer, Jilid 1.(inggris jerman), Jakarta,
Gramedia Pustaka Utama, 2002
V. HELD, Etika moral, diterjemahkan oleh Y.A. Handoko, Jakarta, Erlangga, 1991
Http://www.insinyurkimia.com/profile-bkpii/kode-etik
http://www.achmadarfan91.blogspot.com/p/kode-etik-sarjana-teknik.html?m=1
tobapulp.wordpress.com http://id.wikipedia.org/wiki/Industri_pulp_dan_kertas 14
KASUS PELANGGARAN ETIKA http://www.scribd.com/doc/192458010/KASUSPELANGGARAN-ETIKA
https://www.google.co.id/webhp?
tab=ww&ei=3XQEVOCIHJXq8AX5l4GoBA&ved=0CA4