Anda di halaman 1dari 11

Laboratorium Vulkanologi 2014

BAB I
PENDAHULUAN
I.1

Latar Belakang
Energi geothermal adalah salah satu jenis energi yang tidak diketahui oleh

kebanyakan orang sebagai sumber daya alternatif. Menurut bahasa, geothermal


berasal dari kata Yunani "geo" dan "Therme" berarti geothermal (panas bumi).
Bagian dalam Bumi terdiri dari batuan cair dan pemanfaatan energi panas bumi
dilakukan dengan menangkap panas di bawah kerak bumi untuk menjadikannya
sebagai sumber daya.
Sekarang ini di Indonesia sedang disuhakan meningkatkan potensi dari energi
panas bumi. Karena cadangan panas bumi di Indonesia sangat besar dan hanya baru
beberapa yang telah di produksi sebagai energi panas bumi.
I. 2

Maksud dan Tujuan


Selain sebagai sumber daya, energi panas bumi dapat dimanfaatkan untuk

sarana lain pula. Karena dengan adanya panas bumi, ada sumber air panas alam di
seluruh dunia dan banyak orang menikmati air hangat dan efek penyembuhannya.
Air dari panas bumi juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pertumbuhan
produk pertanian dalam rumah kaca pada iklim dingin atau musim es. Air panas
bumi dapat dimanfaatkan untuk membuat pemanas ruangan di gedung-gedung atau
bahkan untuk menjaga jalan-jalan dan trotoar cukup hangat untuk mencegah licin
akibat pembekuan (pada wilayah tertentu). Beberapa kota telah benar-benar
menggunakan energi panas bumi dengan cara unik tersendiri.
I. 3

Dasar Teori
Sistem panasbumi dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa parameter.

Berdasarkan suhu rata-rata reservoir, sistem panasbumi dibagi menjadi tiga yaitu low
temperature reservoir (T<125oC), intermediate temperature reservoir (T 125-225oC),
dan high temperature reservoir (T>225oC) (Hochstein, 1990).
1.1 Sistem Temperatur Rendah
Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono
Nim : 111.120.015
Plug : 2

Laboratorium Vulkanologi 2014

Sistem temperatur rendah terbagi menjadi :


- Akuifer Cekungan Sedimen (Aquifers in sedimentary basin)
Pada sistem ini akuifer/reservoir dapat meliputi daerah yang luas
(500km2 atau

lebih).

Fluidanya

bersifat

stagnan/tidak

bergerak,

biasanya

termineralisasi dan saline (marine pore fluids). Perpindahan panasnya secara


konduktif, dan suhu akuifer dikontrol oleh terrestrial heat flux, konduktivitas panas
batuan dan kedalaman akuifer, dengan kisaran suhu reservoir biasanya 60-75oC.
Contoh dari system ini misalnya di Panonian Basin (Hungaria), Aquitaine Basin
(Prancis), Wyoming Sedimentary Basin (USA)
- Akuifer Dasar Dibawah Cekungan Sedimen (Basement aquifer beneath
sedimentary basins)
Merupakan akuifer dengan permeabilitas tinggi yang berada pada basement
yang tertutup oleh sekuen batuan sedimen dengan permeabilitas rendah. Yang
biasanya terjadi adalah forced convection di mana fluida bergerak dari tengah ke tepi
cekungan. Suhu reservoir biasanya berkisar 50-65oC. System ini terdapat di cina,
Italia, swiss, dan amerika
- Sistem Mataair panas ( Warm spring systems )
Sistem ini umum dijumpai di kaki-kaki gunung, yang berasosiasi
dengan deep reaching fracture berpermeabilitas tinggi. Panas berasal dari terrestrial
heat flow yang dipindahkan secara forced convection. Suhu 60-80oC
- Sistem Tekanan (Geopressured systems)
Sistem ini terdapat pada bagian dalam dari cekungan sedimen. Akibat
pengendapan cepat dan pembentukan sesar listrik, pada beberapa bagian cekungan
akan terbentuk penudung sehingga menghasilkan tekanan litostatik. Panas terbentuk
karena adanya pressure gradients menghasilkan anomalous temperature. Suhu pada
sistem ini dapat mencapai 100-120oC (pada kedalaman 2-3 km).
1.2 Sistem Temperatur Menengah (Intermediate temperature system)
Perpindahan panasnya biasanya konvektif dengan reservoir jenuh air,
kehilangan panas alamiah (natural heat loss) biasanya cukup besar (3-30MWt). Bila
tranfer panas pada reservoir >10 MWt dan dijumpai manifestasi boiling spring, maka
Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono
Nim : 111.120.015
Plug : 2

Laboratorium Vulkanologi 2014

fluida dapat diproduksi langsung dari mataair tersebut. Sumber panas berupa intrusi
dalam atau hot upper crust (kerak bagian atas yang panas). Contohnya CisolokCisukarame, Citaman-Banten, Aluto Lagano (Ethiopia), El Tatio (Cili).
1.3 Sistem Temperatur Tinggi (High temperature system)
Sistem ini hanya terdapat dalam tatanan tektonik lempeng active plate
margin, yang umumnya berasosiasi dengan vulkanisme dan deformasi kerak bumi.
Contoh jenis sistem ini adalah di New Zealand, Filipina,Jepang, Amerika Latin,
Afrika dan Indonesia. Sistem ini terbagi menjadi :
1.3.1 Sistem Air Panas (hot water systems)
- pada medan datar
Sebagian besar panas yang mengalami perpindahan di dalam sistem
dikeluarkan kepermukaan. Reservoir yang produktif berada di bawah zona
manifestasi permukaan, dan pengendapan mineral hidrotermal umumnya terjadi pada
bagian atas reservoir dan pada bagian sistem di mana fluida panas bertemu dengan
air permukaan yang dingin. Contohnya diWairakei (NZ).
- pada medan terjal
Perbedaan utama dengan hot water system pada medan datar adalah pola
aliran fluidanya (ingat gradien hidrologi, lihat gambar). Pengeluaran panas alamiah
umumnya

terjadi

melalui

mekanisme

concealed

lateral

outflow

(semacam seepage pada zona lateral). Pada sistem ini biasanya terdapat uap (minor)
hasil evaporasi pada bagian atasreservoir yaitu kondensasi uap dan oksidasi H2S
yang

menghasilkan

kondensat

asam,

dan

batuan

yang

terdapat

di

atas reservoir utama umumnya teralterasi oleh aktivitas uap tersebut.


1.3.2 Sistem air Asin (Hot brine systems)
Brine pada sistem ini kemungkinan terbentuk dari konveksi air pada hot
water system yang melarutkan evaporit, atau juga adanya hypersaline brine yang
mengalamiadvective rise. Pada sistem ini suhu reservoir umumnya tinggi (di Salton
Sea, Utah mencapai 300oC), dengan transfer panas secara konduktif dan heat
loss relatif kecil (< 30 MWt). Karena fluidanya bersifat salin, maka sangat korosif.
Contoh sistem ini antara lain Salton Sea, Cesano (Italia), Milos (Yunani)
Two phase systems
Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono
Nim : 111.120.015
Plug : 2

Laboratorium Vulkanologi 2014

Pada sistem ini permeabilitas batuan di dalam dan di luar reservoir relatif lebih
rendah dari hot water system, dan sering menurunnya permeabilitas vertikal, saturasi
dan entalpi fluidanya juga turun. Contoh dari sistem ini adalah Dieng, Lahendong
(Sulut), Tongonan (Filipina), Ohaaki (NZ), Krafla (Islandia) dan Olkaria (Kenya).
1.3.3 Sistem Dominasi Uap Air (Vapor-dominated systems)
Keterdapatan sistem ini termasuk langka di dunia. Dapat terbentuk
apabila natural recharge sangat kecil karena permeabilitas di luar reservoir rendah.
Umumnya pada bagian atas reservoir terbentuk lapisan kondensat yang tebal, di
mana bagian atas kondensat bersifat asam. Heat loss lebih kecil dibandingkan hot
water system pada ukuran yang sama. Contoh dari sistem ini antara lain Kamojang,
Darajat (Garut), The Geyser (USA), Lardrello (Italia), Matsukawa (Jepang) dan
Ketetahi (NZ)
1.3.4 Sistem Panasbumi Gunungapi (Volcanic geothermal system)
Ciri

khas

dari

sistem

ini

adalah

adanya

kondensat

tebal

di

atas reservoir dengan kandungan gas vulkanik yang reaktif misalnya HF dan HCl.
System ini sering dikatagorikan dalam sesumber yang sub-ekonomis. Contoh model
sistem ini terdapat di Tangkuban Parahu, Sibayak, Pinatubo (Filipina), Nevado del
Ruiz (Kolombia), Tatun (Taiwan).
Sistem panasbumi seringkali juga diklasifikasikan berdasarkan entalpi fluida
yaitu sistem entalpi rendah, sedang dan tinggi.Kriteria yang digunakan sebagai dasar
klasifikasi pada kenyataannya tidak berdasarkan pada harga entalpi, akan tetapi
berdasarkan pada temperatur mengingat entalpi adalah fungsi dari temperatur

Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono


Nim : 111.120.015
Plug : 2

Laboratorium Vulkanologi 2014

BAB II
ISI
Panas bumi yaitu panas didalam bumi yang diakomodasi oleh adanya
material panas dengan kedalaman beberapa ribu kilometer di bawah permukaan yang
menyebabkan terjadinya aliran panas dari sumber tersebut hingga ke permukaan.
Sumber energi panas bumi merupakan sebuah sumber energi panas yang
terdapat dan terbentuk di dalam kerak Bumi. Menurut Pasal 1 UU No.27 tahun 2003
tentang Panas Bumi, Panas Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di
dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang
secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem panas bumi dan
untuk pemanfaatannya diperlukan proses penambangan.
Sistem panas bumi ialah terminologi yang digunakan untuk berbagai hal
tentang sistem air-batuan dalam temperatur tinggi di laboratorium atau lapangan
(Santoso, 2004).
Daerah panas bumi (geothermal area) atau medan panas bumi (geothermal
field) ialah daerah dipermukaan bumi dalam batas tertentu dimana terdapat energi
panas bumi dalam suatu kondisi hidrologi-batuan tertentu (Santoso, 2004).
Komponen utama pembentuk suatu sistem panasbumi (Dwikorianto, 2006) adalah:
1.

Sumber panas (heat source)

2.

Batuan reservoir (permeable rock)

3.

Batuan penutup (cap rock)

4.

Serta aliran fluida (fluida circulation)

Proses perpindahan panas melibatkan perpindahan fluida termal, yaitu batuan


yang meleleh dan gas-gas panas (pada kasus sistem volkanik), air panas, hot brines,
uap, dan gas-gas lain (pada kasus sistem geotermal).
Pada masing-masing kasus, partikel-partikel fluida bergerak dengan kekuatan
bouyancy dan perpindahan panas dari suatu daerah di dekat suatu sumber panas
menuju permukaan (discharge area). Dalam perjalanannya, fluida termal dapat
tersimpan di suatureservoir

yang berada di suatu sumber panas dan daerah

Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono


Nim : 111.120.015
Plug : 2

Laboratorium Vulkanologi 2014

tampungan panas untuk beberapa waktu lamanya. Panas dari dalam bumi di
pindahkan ke permukaan bumi, dan seluruh permukaan bumi merupakan heat sink
dari energi panas tersebut.
Meskipun demikian, di beberapa lokasi dapat menjadi tempat dimana energi
panas ini dapat terkonsentrasi dan berjumlah sangat besar atau setidaknya melebihi
jumlah energi panas rata-rata di tempat lain. Contoh dimana energi panas ini dapat
keluar dan terkonsentrasi di suatu tempat dengan jumlah besar adalah gunung api
atau sistem panas bumi. Suatu gunung api menjadi tempat terkonsentrasinya energi
panas yang keluar yang sifatnya intermiten, dan sewaktu-waktu dapat dilepaskan
pada saat letusan gunung api. Sedangkan suatu sistem panas bumi dapat menjadi
tempat terkonsentrasinya energi panas yang keluar yang sifatnya kontinyu. Energi
panas yang ditransfer keluar ke permukaan bumi juga dapat menyebar (diffuse) atau
tidak terkonsentrasi di suatu lokasi, misalnya pada kasus peluruhan radioaktif yang
terkandung dalam suatu batuan.

Gambar 1.1 Komponen sistem panas bumi (http://alinanggini35.blogspot.com/)


Sumber panas alami
Sumber panas suatu daerah panasbumi adalah intrusi magma ke dalam kerak
bumi yang memiliki temperatur 600-900oC pada kedalaman sekitar 7-15 km dari
permukaan bumi. Panas dari intrusi magma ini dihantarkan secara konduktif oleh
Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono
Nim : 111.120.015
Plug : 2

Laboratorium Vulkanologi 2014

batuan menuju akuifer, untuk selanjutnya dihantarkan secara konvektif oleh fluida
dalam akuifer. Karena itu, daerah panasbumi umumnya berlokasi di sekitar daerah
vulkanis (gunung berapi). Di Indonesia, daerah produktif maupun potensial
panasbumi terletak di sepanjang zona subduksi dan gunung berapi.
Secara singkat sistem geothermal yang umum adalah sistem hidrotermal.
Komponen utama sistem panas bumi hidrotermal adalah sumber panas, reservoir,
daerah luahan (discharge) dan daerah resapan (recharge)
Sistem panas bumi di Indoesia umumnya merupakan sistim hidrothermal
yang mempunyai temperatur tinggi (>225C), hanya beberapa diantaranya yang
mempunyai temperatur sedang (150- 225C). Pada dasarnya sistem panas bumi
terbentuk sebagai hasil perpindahan panas dari suatu sumber panas ke sekelilingnya
yang terjadi secara konduksi dan secara konveksi.
Perpindahan panas secara konduksi melalui batuan, sedangkan perpindahan
panas secara konveksi terjadi karena adanya kontak antara air dengan suatu sumber
panas. Perpindahan panas secara konveksi pada dasarnya terjadi karena gaya apung
(bouyancy) Air karena gaya gravitasi selalu mempunyai kecenderungan bergerak ke
bawah, akan tetapi apabila air tersebut kontak dengan suatu sumber panas maka akan
terjadi perpindahan panas sehingga temperatur air menjadi lebih tinggi dan air
menjadi lebih ringan. Keadaan ini menyebabkan air yang lebih panas bergerak ke
atas dan air yang lebih dingin bergerak turun ke bawah, sehingga terjadi sirkulasi air
atau arus konveksi. Adanya suatu sistim hidrotermal di bawah permukaan sering kali
ditunjukkan oleh adanya manifestasi panasbumi di permukaan (geothermal surface
manifestation), seperti mata air panas, kubangan lumpur panas (mud pools), geyser
dan manifestasi panasbumi lainnya, dimana beberapa diantaranya, yaitu mata air
panas, kolam air panas sering dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mandi,
berendam, mencuci, masak dll. Manifestasi panasbumi di permukaan diperkirakan
terjadi karena adanya perambatan panas dari bawah permukaan atau karena adanya
rekahan-rekahan yang memungkinkan fluida panasbumi (uap dan air panas) mengalir
ke permukaan

Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono


Nim : 111.120.015
Plug : 2

Laboratorium Vulkanologi 2014

Dibandingkan dengan temperatur reservoir minyak, temperatur reservoir


panasbumi relatif sangat tinggi, bisa mencapai 350C. Berdasarkan pada besarnya
temperatur , Hochstein (1990) membedakan sistim panasbumi menjadi tiga, yaitu: 1.
-

Sistim panasbumi bertemperatur rendah, yaitu suatu sistim yang reservoirnya


mengandung fluida dengan temperatur lebih kecil dari 125C. 2.

Sistim/reservoir bertemperatur sedang, yaitu suatu sistim yang reservoirnya


mengandung fluida bertemperatur antara 125C dan 225C. 3.

Sistim/reservoir bertemperatur tinggi, yaitu suatu sistim yang reservoirnya


mengandung fluida bertemperatur diatas 225C

Suplai air yang cukup


Pada awalnya, para ahli geologi menduga bahwa sumber air (fluida)
panasbumi berasal dari air magmatik, yaitu air yang dilepaskan dari magma cair
ketika tekanannya berkurang. Namun dengan ditemukannya aplikasi teknik isotop
alam dalam panasbumi telah membuktikan bahwa sumber fluida tersebut adalah air
meteorik (air hujan), hanya sebagian kecil daerah panasbumi yang sumber fluidanya
berasal dari air magmatik. Air meteorik tersebut masuk ke dalam reservoir melalui
patahan dan dipanasi oleh batuan melaui proses konduktif dan konvektif. Jika suatu
reservoir panasbumi dieksploitasi, maka ketersediaan suplai air harus diperhatikan
agar produksi dapat berkelanjutan. Akuifer
Akuifer adalah suatu formasi geologis yang dapat menyimpan air. Batuan
permeabel merupakan media yang baik untuk menyimpan air. Reservoir panasbumi
berupa akuifer dengan batuan permeabel yang berbeda-beda. Sistem reservoir
dengan sifat permeabilitas yang tinggi akan menghasilkan uap dari sumur yang dapat
memproduksi paling sedikit 20 ton/jam, bahkan beberapa sumur panasbumi dapat
memproduksi uap hingga ratusan ton/jam. Contoh berbagai jenis batuan reservoir
yang dapat menghasilkan produksi uap yang baik antara lain batuan greywackei pada
lapangan

Geyser

(Amerika

Serikat),

batuan

karbonat

pada

Larderello

(Italia), ignimbrite pada Wairakei (Selandia Baru) dan tufa vulkanik pada Cerro
Prieto (Meksiko).

Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono


Nim : 111.120.015
Plug : 2

Laboratorium Vulkanologi 2014

Batuan penutup (cap rock)


Batuan penutup merupakan batuan dengan permeabilitas yang rendah yang
menyebabkan fluida tidak dapat menembusnya, kecuali melalui patahan yang ada.
Contoh jenis batuan penutup (cap rock) pada berbagai lapangan panasbumi seperti
formasi flysc di Larderello, formasi lucustrine huka di Wairakei dandeltaic clay di
Cerro Prieto. Dengan persyaratan penampakan geologis tersebut energi panasbumi
dapat diproduksi hingga 50 tahun atau lebih.
Secara singkat sirkulasi fluida dalam sistem panasbumi dapat dijelaskan
sebagai berikut. Air hujan yang memiliki temperatur relatif rendah dan densitas
relatif tinggi masuk ke dalam bumi melalui patahan-patahan dan mencapai akuifer
(berupa batuan permeabel), dimana dalam akuifer tersebut fluida menerima transfer
panas yang berasal dari intrusi magma secara konduktif. Air yang terpanasi (dapat
juga berupa uap) memiliki densitas yang lebih rendah sehingga bergerak ke atas
melalui patahan yang terdapat dalam batuan penutup (cap rock) dengan permeabilitas
rendah, mengalir menuju permukaan bumi dan keluar berupa manifestasi panasbumi
seperti fumarol, heated pool dan mata air panas.

Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono


Nim : 111.120.015
Plug : 2

Laboratorium Vulkanologi 2014

BAB III
KESIMPULAN
III.1

Kesimpulan
-

Komponen utama pembentuk suatu sistem panasbumi (Dwikorianto, 2006)


adalah:

1.

Sumber panas (heat source)

2.

Batuan reservoir (permeable rock)

3.

Batuan penutup (cap rock)

4.

Serta aliran fluida (fluida circulation)

Sumber panas suatu daerah panasbumi adalah intrusi magma ke dalam kerak
bumi yang memiliki temperatur 600-900oC pada kedalaman sekitar 7-15 km
dari permukaan bumi. Panas dari intrusi magma ini dihantarkan secara
konduktif oleh batuan menuju akuifer, untuk selanjutnya dihantarkan secara
konvektif oleh fluida dalam akuifer.

Hochstein (1990) membedakan sistim panasbumi menjadi tiga, yaitu: 1.


-

Sistim panasbumi bertemperatur rendah, yaitu suatu sistim yang


reservoirnya mengandung fluida dengan temperatur lebih kecil dari
125C. 2.

Sistim/reservoir bertemperatur sedang, yaitu suatu sistim yang


reservoirnya mengandung fluida bertemperatur antara 125C dan
225C. 3.

Sistim/reservoir bertemperatur tinggi, yaitu suatu sistim yang


reservoirnya mengandung fluida bertemperatur diatas 225C

Batuan penutup merupakan batuan dengan permeabilitas yang rendah yang


menyebabkan fluida tidak dapat menembusnya, kecuali melalui patahan yang
ada. Contoh jenis batuan penutup (cap rock) pada berbagai lapangan

Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono


Nim : 111.120.015
Plug : 2

Laboratorium Vulkanologi 2014

panasbumi seperti formasi flysc di Larderello, formasi lucustrine huka di


Wairakei dandeltaic clay di Cerro Prieto.

Nama : Cahyo Ary Prastanto Wicaksono


Nim : 111.120.015
Plug : 2