Anda di halaman 1dari 14

2.

Uraian Pendekatan, Metodologi dan


Program Kerja
PENDEKATAN
LINGKUP KEGIATAN
Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan adalah berupa penyusunan
Masterplan Kawasan PPI Sitaro terdiri dari:

Melakukan Survey Lapangan dan mengumpulkan data bahan di


lapangan. Tahap ini dilakukan oleh tim yang telah ditunjuk untuk melakukan
survey pada tempat-tempat yang telah ditentukan, survey yang dilakukan
adalah untuk mencari data di lapangan baik data hasil pengukuran dan
observersi pada kegiatan ini juga dilakukan kepada masyarakat setempat
agar dapat mendukung pekerjaan ini dari dari awal perencanaan sampai
pada pelaksanaannya.

Membuat Gambar Pra Rancangan. Membuat gambar-gambar detail


bahan dokumen yang disetujui pemberi tugas dan instansi terkait, yang
terdiri dari gambar kerja yang meliputi gambar dan detail pembangunan.

LINGKUP LOKASI
Lokasi pelaksanaan kegiatan penyusunan Masterplan Kawasan PPI Sitaro yaitu
di Perairan Ulu Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro,
Provinsi Sulawesi Utara.
KELUARAN
Keluaran yang diharapkan adalah berupa laporan-laporan yang terdiri atas :
1

a) Laporan Pendahuluan
b) Laporan Antara
c) Laporan Akhir
d) Album Peta A3
e) Standing Banner
Metodologi Kegiatan
Dalam melaksanakan kegiatan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
o

Data pengukuran

Situasi dan kondisi alam

Topografi

Bahan material yang tersedia

Standart Teknis dan aturan yang berlaku

Masukan masyarakat dan pemerintah Kabupaten/Kota

Kesiapan tenaga

Waktu Pelaksanaan
Jangka waktu pelaksanaan sampai selesai pekerjaan ini dimulai sejak tanggal
ditetapkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sampai dengan tanggal Berita
Acara Penyerahan Hasil Pekerjaan Jasa konsultasi yaitu selama 90 (sembilan
puluh) hari kalender.
Metode Pelaksanaan
Metode Pelaksanaan pekerjaan yang akan dilakukan akan terbagi atas:
1.

Persiapan dan mobilisasi

2.

Studi literature dalam dua tahap, sebagai berikut: tahap pertama


dilakukan pada waktu mengidentifikasi gambaran umum lokasi kegiatan
melalui data-data publikasi yang ada. Tahap kedua dilakukan pada waktu
akan dilakukan analisa pada permasalahan yang ada.

3.

Survey Lapangan akan dilakukan untuk mengumpulkan data primer dan


sekunder. Data-data di dimasukan untuk mendapatkan gambaran atau
2

kondisi yang nyata dilapangan. Data yang dikumpulkan disesuaikan


dengan analisa yang digunakan yang dapat dikelompokkan ke dalam
aspek-aspek;

kebijaksanaan

pembangunan,

kependudukan,

sosial

kemasyrakatan, kondisi alam/ fisik lingkungan sumber daya alam dan


sumber daya buatan.
4.

Analisa yang dimaksudkan adalah untuk mengidentifikasi data primer dan


sekunder dengan memperjelas makenisme perubahan perkembangan dan
penyebab-penyebab, proses analisa ini dilakukan juga untuk mencoba
mengetahui koreksi antara data-data yang ada ke dalam pengelompokan
permasalahan.

5.

Sintesa berdasarkan hasil analiasa yang telah dilakuakan, maka akan


disimpulkan kemungkinan strategi penyusunan Perencanaan. Dalam
sintesa ini hal yang akan dilakukan adalah meliputi:
o

Menyeleksi dan mengelompokkan data sesuai analisa.

Mengubah bentuk data ke dalam bentuk peta, tabel, diagram,


grafik, gambar dan uraian sesuai tujuan analisa yang dihimpun dalam
suatu dokumen kompilasi data.

6.

Penyusunan Perencanaan
Dari hasil analisa dan sintesa maka disusun suatu konsep penanganan
dan strategi pembangunan dari konsep pengembangan wilayah yang
berpotensi untuk dikembangkan serta merumuskan kebijakan penanganan
penyusunan Perencanaan. Selain konsep dan penanganan strategi dan
yang berupa kebijakan diatas maka dilengkapi juga dengan gambargambar rencana teknis.

RUANG LINGKUP PEKERJAAN DAN PROSES PERENCANAAN


LINGKUP KEGIATAN

Tugas Konsultan

Melakukan kegiatan sesuai tahapan pelaksanaan agar tersedia produk


rencana sebagaimana yang diuraikan diatas meliputi
o

Persiapan perencanaan.

Pengumpulan data

Menyusun laporan akhir.

Kegiatan-kegiatan diatas dapat disimpulkan dalam beberapa tahapan kegiatan:

Konsep

Rencana

Teknis

(persiapan

perencanaan,

survey

dan

pengumpulan data)

Perencanaan Teknis dan Pengembangan Rencana (komponen rencana


dan peta situasi target pelayanan)

Gambar Detail Rencana Teknis

Penyusunan Rencana Kerja dan syarat-syarat (RKS) dan Rencana


Anggaran Biaya (RAB)

PROSES PEKERJAAN
1. UMUM
a.

Dalam proses pekerjaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran


yang diminta, Konsultan harus menyusun jadwal pertemuan berkala
dengan memberi tugas.

b.

Jadwal pertemuan berkala dilakukan minimal sekali dalam setiap


tahapan perencanaan.

c.

Dalam pertemuan berkala sebelum melakukan kegiatan, akan


ditentukan spesifikasi/ detail produk (awal, antara dan pokok akhir) yang
harus dihasilkan.

d.

Guna mengantisipasi terjadinya perbedaan/ deviasi antara produk


rencana

dengan

kondisi

lokasi/

lahan,

maka

Konsultan

wajib

mempresentasi hasil survey dan identifikasi lokasi serta data-data

lapangan yang dapat dihimpun dari kegiatan ini dan hasilnya dituangkan
dalam produk konsep rencana teknis.

2. URAIAN TUGAS KONSULTAN


Konsultan (sesuai dengan kondisi di lapangan) harus mencari sendiri
kegiatannya, yang secara garis besar adalah sebagai berikut:
1.

Persiapan
o

2.

Menyusun Program Kerja, alokasi tenaga dan konsepsi Pekerjaan.

Pelaksanaan/ Teknis
Dalam Proses menuju produk yang ingin dihasilkan, maka metode
pelaksanaan yang akan ditempuh oleh Konsultan adalah, khususnya pada
uraian-uraian sejak tahap awal:
a.

Pembuatan Rencana berdasarkan konsep terpilih yang disepakati


dan disetujui.

b.

Penyusunan aturan dan pedoman teknis pelaksanaan.

c.

Pembuatan gambar-gambar rencana, gambar kerja dan gambar


detail.

3.

d.

Penyusunan daftar perkiraan pembiayaan fisik

e.

Mekanisme dan pelaksanaan kegiatan

Konsultasi
a.

Melakukan konsultasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan


Kabupaten Minahasa Selatan tentang penyelesaian pemasalahan
yang timbul selama masa penyusunan Perencanaan.

3. PROGRAM KERJA
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya langkah-langkah atau kegiatan
yang akan dilakukan dalam rangka menyelesaikan pekerjaan ini adalah:
1. Pemahaman Awal Dan Persiapan

Sebelum memulaikan kegiatan, terlebih dahulu diadakan pertemuan


koordinasi dengan semua personil Tenaga Ahli untuk menyusun
program/rencana kerja, serta menyiapkan kelengkapan administrasi
demi kelancaran pelaksanaan pekerjaan nantinya.
Untuk itu Penyedia Jasa perlu menggaris bawahi sarana penunjang yang
harus terpenuhi berupa:
a. Data Penunjang
Sebelum pekerjaan Masterplan dimulai, terlebih dahulu dilakukan
pengumpulan data-data yang dibutuhkan, yaitu meliputi :
o Data Non Fisik
o Data Fisik
Penjelasan lebih lengkap akan diterangkan pada paragraf berikutnya
pada metode pelaksanaan pekerjaan.
b. Sarana Komputerisasi
Salah satu sarana pendukung untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah
penggunaan sarana komputer.

Penggunaan sarana komputer di sini

dimaksudkan untuk membuat gambar-gambar dalam format Auto CAD,


Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam format Microsoft Excel, Rencana
Kerja dan Syarat-syarat dalam format Microsoft Word, Perhitungan
Struktur dalam format SAAB 2000 dan Microsoft Excel.
2. Survey Pendahuluan
Survey pendahuluan dilakukan untuk mencari informasi awal yang
berhubungan dengan tugas selain informasi yang sudah didapat dari
pengguna jasa. Survey pendahuluan dilakukan antara lain untuk melihat
kondisi sosial budaya masyarakat yang ada, melakukan pengukuran
lokasi

yang

akan

direncanakan,

mencari

data-data

tentang

peraturan/arahan pembangunan setempat serta data tata bangunan yang


ada di sekitar lokasi penyusunan Masterplan.

3. Survey Detail
Survey detail dilakukan untuk mengumpulkan data-data secara mendetail
yang dibutuhkan dalam perencanaan nanti. Survey ini dilakukan antara
lain untuk melakukan :
- Pendataan daya dukung tanah dilakukan melalui teknik sondir oleh
pihak/lembaga resmi yang berwenang melakukan kegiatan tersebut,
- Pendataan klimatologi berdasarkan data stasiun meteorologi terdekat
yang sesuai dengan kondisi lingkungan kawasan perencanaan,
- Pendataan harga bahan bangunan melalui hasil observasi harga di
toko lokal serta melalui standar yang ditetapkan oleh Instansi Terkait
(Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten atau Provinsi),
- Pendataan harga upah pekerja dilakukan melalui suatu daftar harga
satuan pekerja yang dikeluarkan oleh Instansi Terkait (Dinas Pekerjaan
Umum Kabupaten atau Provinsi),
- Pendataan

lainnya

dilakukan

dengan

tetap

menggunakan

pola

akademis.
4. Analisa Data Lapangan
Kegiatan analisa dilakukan untuk mengkaji data-data yang sudah
terkumpul, di mana hasil analisa nantinya akan menjadi acuan dalam
perencanaan. Analisa data lapangan antara lain meliputi :
-

Analisa klimatologi, meliputi analisa tentang curah hujan, angin, suhu


dan kelembaban udara yang berpengaruh secara langsung terhadap
fungsi bangunan. Analisa dilakukan dengan pendekatan kaidah teknik
sipil, arsitektur dan klimatologi/ meteorologi,

- Analisa perilaku pemakai, merupakan analisa untuk menentukan pola


kegiatan pemakai di dalam dan di sekitar gedung, dilakukan dengan
pendekatan ilmu arsitektur,
- Analisa tanah, merupakan analisa untuk mendapatkan daya dukung
tanah yang menjadi rekomendasi penetapan sistim struktur pondasi
7

bangunan gedung. Analisa tanah dilakukan dengan menggunakan


kaidah teknik sipil, khususnya ilmu mekanika tanah,
- Analisa

tata

rekomendasi

bangunan,
orientasi

merupakan

masa

analisa

bangunan

serta

untuk

mendapatkan

dampak

terhadap

bangunan sekitarnya. Analisa ini dilakukan dengan pendekatan ilmu


arsitektur,
- Analisa estetika masa bangunan dan ruang luar, dilakukan untuk
mendapatkan wajah bangunan dan keindahan dalam jarak pandang
ruang luar. Analisa ini dilakukan dengan pendekatan ilmu arsitektur dan
lansekap,
- Analisa kebutuhan ruang, dilakukan untuk mendapatkan jenis ruang
serta luasan dan pola hubungan antar ruang, yang dilakukan dengan
pendekatan ilmu arsitektur,
- Analisa utilitas bangunan meliputi perhitungan-perhitungan teknis
mengenai perpipaan, sanitasi, instalasi listrik dan tata lampu, akustik
bangunan, tata cahaya siang hari, tata suara, pencegahan kebakaran.
Analisa ini dilakukan dengan pendekatan secara multidisiplin meliputi
ilmu-ilmu arsitektur, elektrikal, mekanikal, dan teknik penyehatan,
- Analisa struktur bangunan meliputi perhitungan-perhitungan teknis untuk
mendapatkan sistim struktur dan dimensi komponen struktur bangunan.
Dilakukan dengan pendekatan ilmu teknik sipil struktur,
- Analisa bahan bangunan dilakukan untuk mendapatkan rekomendasi
penggunaan bahan yang sesuai untuk fungsi estetika maupun struktur
dan utilitas bangunan. Dilakukan dengan pendekatan multidisiplin ilmu
arsitektur, teknik sipil, elektrikal, mekanikal dan teknik penyehatan serta
lansekap,
- Analisa harga satuan dilakukan untuk mendapatkan harga satuan
bahan, upah untuk setiap komponen pekerjaan. Dilakukan dengan
pendekatan teknik sipil.

5. Pelaporan
Seluruh pelaksanaan kegiatan kemudian akan dituangkan dalam bentuk
pelaporan yang meliputi :
a. Laporan Pendahuluan, berisi :
1) Rencana kerja Penyedia Jasa secara menyeluruh;
2) Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya;
3) Jadwal kegiatan Penyedia Jasa.
b. Laporan Akhir, berisi :
1) Laporan Masterplan Kawasan PPI Sitaro
2) Dokumen Tender:
- Gambar-gambar Rencana
- Gambar Kerja
- Gambar Detail
- Rencana Kerja dan Syarat-syarat( R K S )
- Bill of Quantity
3) Rencana Anggaran Biaya ( R A B )
4) Penjelasan pekerjaan dan perobahan/ yang ada
Dalam upaya menjalankan langkah-langkah tersebut di atas, maka dalam
Program Kerja ini Penyedia Jasa akan menguraikan 4 sub pokok bahasan, yaitu:
Pola Kerja
Sistem Pengumpulan Data
Analisis Permasalahan & Pemecahan Masalah
Kontribusi Masing-Masing Tenaga Ahli
POLA KERJA

Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di atas akan ditangani langsung oleh


seluruh personil tenaga ahli dan staf pendukung yang dikoordinasi oleh
Ketua Tim/Team Leader.

Semua kegiatan survey di lapangan dan hasil kegiatan pencarian data


primer/sekunder akan selalu dikonsultasikan dengan pihak Pemberi untuk
diminta persetujuannya.

SISTEM PENGUMPULAN DATA


Jenis data yang akan diperlukan pada pekerjan ini berupa data primer dan data
sekunder.
- Data Primer ialah data yang diperoleh langsung di lapangan.
- Data Sekunder ialah data yang bisa diperoleh lewat literatur, hasil
studi/laporan, kebijakan/peraturan pemerintah/undang-undang, data-data dari
instansi pemerintah/ swasta.
Sistematika pengumpulan data ini akan menggunakan metode :
- Metode Field Research (penelitian langsung di lapangan) dengan cara
wawancara,

pengukuran,

membuat

foto,

merekam

kejadian,

dan

menyebarkan questioner untuk mendapatkan data-data primer.


- Metode Studi Kepustakaan dengan cara mendapatkan data dan produkproduk kebijaksanaan / peraturan pemerintah / undang-undang yang
dikeluarkan instansi pemerintah, mempelajari hasil-hasil studi dan membaca
buku referensi/jurnal ilmiah untuk mendapatkan data-data sekunder.
Data-data dan informasi yang sudah diperoleh akan diseleksi sesuai kebutuhan
analisa lebih lanjut. Data-data primer yang oleh pihak Pemberi Tugas dianggap
tidak akurat akan diganti dengan cara mencari lagi di lapangan. Sedangkan
data-data sekunder yang ternyata kurang relevan atau dianggap tidak valid oleh
pihak Pemberi Tugas akan dipisahkan dan diganti dengan data yang lebih benar.
10

ANALISIS PERMASALAHAN & PEMECAHAN MASALAH


Dalam laporan bulanannya, pihak Konsultan akan memaparkan masalahmasalah yang teridentifikasi selama pelaksanaan kegiatan di lapangan. Dalam
melaksanakan tugasnya, pihak konsultan bisa saja menghadapi kendala atau
masalah di lapangan yang dapat menghambat laju penyelesaian pekerjaan atau
bahkan dapat membuat pekerjaan tidak bisa selesai pada waktunya. Masalah
yang dihadapi ini dapat berupa masalah teknis seperti data sekunder yang tidak
lengkap, cuaca yang tidak menguntungkan, masyarakat di lokasi yang tidak
mendukung,

cara

pengambilan

penganalisaan yang keliru.

data

yang

tidak

tepat,

hingga

cara

Sedangkan masalah non teknis adalah masalah

kesehatan atau kesejahteraan atau kenyamanan tenaga personil yang


dipekerjakan.
Masalah

yang

bersifat

teknis

harus

segera

diatasi

dengan

cara

mengkomunikasikannya kepada pihak Pemberi Tugas dan dicari jalan keluarnya


secara bersama-sama. Sedangkan masalah yang bersifat non teknis harus
diatasi oleh pihak Konsultan sedemikian rupa sehingga kualitas hasil pekerjaan
tidak terganggu dan jadwal penyelesaian pekerjaan bisa ditepati.

KONTRIBUSI MASING-MASING TENAGA AHLI


Kontribusi masing masing Tenaga Ahli dalam setiap kegiatan dan laporan
adalah sebagai berikut.

No

PIHAK YANG
TERLIBAT

KEGIATAN

URAIAN KEGIATAN

HASIL KERJA

11

Team Leader
Tenaga Ahli
Tenaga
Penunjang

Pemahaman
Awal
&
Persiapan

Team Leader
Tenaga Ahli
Surveyor

Melakukan
survey
pendahuluan

Team Leader

Survey Detail

Tenaga Ahli
Surveyor

Mengadakan
pertemuan
koordinasi
dengan
semua
personil Tenaga Ahli untuk
menyusun
program/rencana
kerja
Menyiapkan
kelengkapan
administrasi
Mencari
informasi
yang
berhubungan dengan tugas
selain informasi dari pengguna
jasa dalam penugasan ini
Mencari informasi ttg lahan a.l.:
lokasi, luas lahan, batas tapak,
topografi,
pendataan
daya
dukung tanah, klimatologi,
harga bahan bangunan, harga
upah pekerja serta pendataan
tentang pemakai bangunan
kondisi tanah, keadaan air
tanah, KDB, KLB

Rencana Kerja &


Organisasi
pekerjaan
Penugasan TA &
surveyor
List
data
&
informasi
Laporan & data
hasil
studi
terdahulu
;
photografi.
Lap. Pendahuluan
Organisasi
Pemerintahan
Jmlh pemakai
Peta kawasan
Ukuran site
Topografi
Klimatologi
Utilitas Lingk.
Kondisi dan jenis
tanah
Daya
tanah

Team Leader

Analisis Data
Lapangan

Melakukan Analisa klimatologi,


Analisa
perilaku
pemakai,
Analisa tanah, Analisa tata
bangunan, Analisa estetika
masa bangunan dan ruang
luar, Analisa kebutuhan ruang,
Analisa
utilitas
bangunan,
Analisa struktur bangunan,
Analisa
bahan
bangunan,
Analisa harga satuan,

Perencanaan
dan
Desain
Grafis

Membuat gambar-gambar desain


teknis (denah, tapak, potongan)

Tenaga Ahli

Team Leader
Tenaga Ahli

Dukung

Harga bahan dan


upah
Sistem dan dimensi
struktur
yang
sesuai
Kebutuhan
&
Besaran ruang
Konsep
bentuk
arsitektur
Pengkondisian
ruang
Hubungan rg.
Pola Sirkulasi
Gambar Rencana
Gambar Kerja
12

Drafter
Operator CAD

Membuat gambar-gambar detail


struktur
Membuat
perpektif
Membuat
(RAB)

Gambar Detail
RAB

gambar-gambar
RKS & BQ
perhitungan

biaya

13

Anda mungkin juga menyukai