Anda di halaman 1dari 15

Penjelasan mengenai transaksi pihak berelasi yang merugikan

Transaksi pihak berelasi merupakan kesepakatan bisnis yang dibuat oleh dua pihak yang
memiliki hubungan istimewa dari sebelum terbentuknya kesepakatan tersebut. Adapun, menurut
IAS, sebuah pihak berelasi dengan entitas, jika:
a. Secara langsung maupun tidak langsung, pihak tersebut :
i.
Mengendalikan, dikendalikan, atau dibawah pengendalian bersama, entitas

b.
c.
d.
e.
f.

ii.

(termasuk orang tua dan anak perusahaan)


Memiliki kepentingan dalam entitas sehingga dapat mempengaruhi entitas secara

iii.

signifikan
Memiliki joint venture atas entitas

Pihak merupakan asosiasi dari entitas


Pihak merupakan joint venture dimana entitas adalah venturer
Pihak merupakan salah satu anggota dari manajemen entitas atau induk perusahaannya
Pihak merupakan keluarga dekat dari (a) atau (d)
Pihak merupakan sebuah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau
dipengaruhi secara signifikan oleh atau untuk dengan hak suara yang signifikan dalam

entitas yang didalamnya, secara langsung maupun tidak langsung, terdapat (d) atau (e)
g. Pihak merupakan suatu program imbalan pasca bekerja untuk imbalan kerja entitas, atau
entitas apapun yang merupakan pihak berelasi dengan entitas.
Dari penjelasan diatas, jelas terlihat tidak ada yang salah dengan adanya transaksi pihak yang
berelasi. Namun transaksi pihak berelasi ini adalah salah satu hal yang menjadi topik hangat
corporate Governance di dunia bisnis Asia. Asia menjadi fokus kekhawatiran atas terjadinya
transaski pihak berelasi dikarenakan adanya kecenderungan perusahaan-perusahaan di Asia
dimiliki oleh sekelompok atau keluarga yang menjadi pemegang saham mayoritas sehingga
sangat memungkinkan adanya transaksi yang dilakukan demi kepentingan pribadi. Hal ini
membuat transaksi pihak berelasi merugikan para pihak yang berkepentingan selain dari pihak
yang Fighting Abusive Related Party Transaction in Asia pada September 2009 untuk mengatur
hal ini. Mengenai transaksi pihak berelasi yang merugikan ini telah disinggung juga sebelumnya
pada prinsip ketiga
Corporate Governance OECD.

Pada prinsip ketiga, poin terakhir, menyatakan bahwa adanya kewajiban dari komisaris, direksi
dan manajemen kunci untuk mengungkapkan kepentingannya kepada dewan komisaris jika baik
langsung maupun tidak langsung atau atas nama pihak ketiga mempunyai kepentingan yang
material dalam suatu transaksi atau suatu hal yang mempengaruhi perusahaan. Pengungkapan
kepentingan para pihak di atas kepada dewan komisaris juga harus diikuti dengan ketidak-ikut
sertaan para pihak didalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan transaksi yang
memuat kepentingan mereka tersebut.
Tidak hanya OECD, Indonesia pun telah mengadopsi prinsip tersebut untuk melindungi
pemegang saham minoritas atas transaksi-transaksi dengan pihak berelasi yang mungkin
merugikan dengan dikeluarkannya berbagai peraturan. Contohnya adalah peraturan Bapepam
No. IX.E.1 yang mengatur mengenai benturan kepentingan transaksi tertentu. Benturan
kepentingan adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan
ekonomis pribadi direktur, komisaris, pemegang saham utama perusahaan atau pihak terafiliasi
dari direktur, komisaris atau pemegang saham utama. Selain itu, peraturan Bapepam No.
VIII.G.7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan juga menjelaskan bahwa transaksi
hubungan istimewa harus dirinci pada bagian Catatan Laporan Keuangan. Dari penuturan diatas,
dapat terlihat betapa pentingnya menjaga hak pemegang saham dengan tidak melakukan
transaksi pihak berelasi yang merugikan agar dapat mencerminkan good corporate governance .
Tidak hanya itu, pengungkapan mengenai transaksi dengan pihak berelasi merupakan juga harus
dilakukan agar bisa terhindar dari transaksi merugikan tersebut
.

Ringkasan kasus
Satyam merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang informasi teknologi.
Perusahaan ini didirikan oleh B. Ramalinga Raju atau disebut Raju pada tahun 1987 di India.
Spesialisasi jasa Satyam meliputi teknologi informasi, business service, peranti lunak komputer,
dan menjadikan Satyam perusahaan outsourcing yang terdepan di India. Satyam melakukan
penawaran pertamanya (IPO) di Bombay Stock Exchange pada Tahun 1991 dan sejak itu
perusahaan Berkembang pesat selama tahun 1990 hingga 2000an. Perusahaan--perusahaan di
seluruh dunia--pun mulai melirik India untuk Mencari solusi teknologi informasi. Hal tersebut
menjadikan Satyam perusahaan outsourcing ke--4 terbesar di India. Satyam memperkerjakan
50,000 karyawan beroperasi di 67 negara.
Satyam mungkin dikenal karena kasusnya pada tahun 2009 Mengenai pengakuan Raju
atas tindakan manipulasi laporan keuangan yang ia lakukan Yaitu dengan menggelembungkan
laporan posisi keuangan dan laba rugi. Pada kesempatan Kali ini, kami mengangkat kasus lain
dari Satyam yaitu indikasi adanya transaksi hubungan Istimewa yang dianggap merugikan
beberapa pihak tertentu dan mengarah ke pengakuan Raju yang terjadi pada awal 2009. Pada 16
Desember 2008, Satyam mengumumkan rencananya untuk mengakuisisi controlling interest di
Maytas Infrastucture dan Maytas Properties senilai $1,6juta. Keluarga dari Ramalinga Raju,
yaitu pemilik Satyam, menguasai Saham yang besar di dua

perusahaan Maytas tersebut..

Kekhawatiran terhadap valuasi Dari dua entitas tersebut, timing, metode pembayaran dari para
direktur independen Menimbulkan penyelidikan yang lebih mendalam oleh investor Satyam dan
akhirnya terjadi pembatalan rencana akuisisi tersebut. Kejadian tersebut kemudian diikuti dengan
empat direktur independen mengundurkan diri dan Raju mengakui atas tindakan manipulasi
laporan keuangan sebesar $1juta selama beberapa tahun terakhir.
Rencana awalnya adalah mentransfer uang kas sebesar 60 juta rupee dari pemegang
saham Satyam ke keluarga Raju (yang merupakan pemegang saham defacto dengan kepemilikan
sebeasr 8%) dan kedua perusahaan Maytas. Hal tersebut mengagetkan reksa dana dan investor
institusi di India dan mereka mengancam adanya tindakan hukum. Rencana akuisisi tersebut

diumumkan oleh Satyam setelah pasar India telah ditutup pada 16 Desember, tetapi harga saham
Satyam di Amerika turun 50% pada pembukaan. Kesepakatan tersebut-pun dibatalkan keesokan
harinya. Meskipun telah dibatalkan, harga sahamnya tetap turun 30% dan terus turun. Kejadian
tersebut diikuti dengan pengakuan dari Raju. Dalam suratnya, Raju mengaku telah
menggelembungkan dana yang sebenarnya tidak terjadi di akun kas sebesar 3juta rupee, piutang
bunga 3,7juta rupee, dan menurunkan hutang sebesar 12juta rupee.
Related Party Transaction dan Satyam
Akuisisi yang dilakukan Satyam adalah transaksi berelasi yang salah. Transaksi berelasi
Ini memiliki dugaan adanya scenario di baliknya. Keputusan untuk mengakuisisi dua perusahaan
yang jelas berbeda core bisnisnya dengan Satyam adalah keanehan pertama. Maytas Infra
bergerak di bidang konstruksi, sedangkan Maytas Properties bergerak di bidang property.
Dengan nilai akuisisi senilai 1,6 billion rupee, di mana Satyam
Akan mengakuisi MAytas Infra sebanyak 100% dan Maytas Properties sebanyak 51%, transaksi
ini terlihat seperti transaksi yang merugikan, karena banyaknya uang yang diinvestasikan kepada
core bisnis yang tidak berhubungan, atau keputusan melakukan unrelated diversification yang
cukup aneh. Maytas Infra dan Maytas Properties diketahui adalah milik keluarga Ramalangga
Raju, selaku CEO dari Satyam. Dengan begitu, controlling shareholders Satyam dan Maytas
adalah orang yang sama. Dengan transaksi ini, keluarga Raju akan mendapatkan uang sebanyak
570 juta dollar. Karena mereka memiliki 35% saham mereka di Maytas Infra, dan 36% saham
mereka di Maytas Properties. Keputusan pengakuisisian ini dengan anehnya dapat melewati
persetujuan dari board Satyam. Keputusan ini juga diambil tanpa mengambil suara dari pemilik
saham minoritas, Dengan alasan karena hal ini tidak terdapat dalam peraturan.
Hal ini dapat mengindikasi adanya transaksi berelasi yang disalah gunakan. Hal ini dapat
Disimpulkan dari sifat sifat transaksi berikut ini :
a. Tidak memberikan pemberitahuan kepada pemilik saham minoritas
b. Transaksi berjumlah material
c. Transaksi beresiko tinggi karena mengakuisisi perusahaan yang berbeda core bisnsisnya
dengan Satyam.
Pemberitahuan kepada pemilik saham minoritas merupakan suatu kewajiban, agar pemilik saham
dapat mengetahui apakah transaksi berelasi ini sudah benar atau belum. Transaksi

berelasi ini pada kenyataanya memiliki nilai yang sangat tinggi, valuasi terhadap saham Maytas
jauh lebih tinggi dibandingkan nilai saham Maytas yang sebenarnya.
Pengumuman akan pengakusisian saham oleh Satyam ini mengakibatkan nilai saham Satyam
turun 55% dari nilai yang sebelumnya. Hal ini yang mengakibatkan pembatalan pengakusisian
sehari berikutnya. Pengakuisisian ini ternyata adalah satu kejadian di balik kecurangan yang
dilakukan Satyam. Dugaan ini dapat dibilang benar, mengingat bahwa setelah pengakuan,
ternyata Satyam memiliki gap besar yaitu 1,6 billion rupee, antara laporan keuangan dan kondisi
keuangan Satyam yang sebenarnya. Penyalahgunaan transaksi berelasi ini ternyata untuk
menutupi dan mengalihkan kas sebanyak 1,6 billion rupee dari buku Satyam ke Maytas,
sehingga perbedaan nilai buku yang telah ditutupi selama bertahun--tahun dapat ditutupi sekali
lagi. Satyam mengakui bahwa aksi pengakuisisian ini adalah aksinya yang terakhir untuk
menutupi fraud yang sudah ia lakukan selama hampir 6 tahun.
Satyam selama enam tahun terakhir melakukan pelaporan yang salah. Hal ini bermula Dari
keinginan Ramalingga Raju untuk mendapatkan ijin perolehan dana dari bank untuk melakukan
ekspansi Satyam. Sehingga Raju melakukan beberapa manipulasi, seperti dijelaskan di bawah ini
:
a. Saldo kas dan bank sebesar 50,40 miliar adalah fiktif jika dibandingkan dengan RS
53,61 milyar dalam pembukuan
b.
c.
d.
e.

Piutang bunga fiktif sebesar RS 3,67 miliar


Utang yang understated senilai RS 12,3 miliar
Piutang yang terlalu tinggi (overstated) senilai RS 4,90 miliar.
Untuk Q2 September, pendapatan lebih besar RS 5,88 milyar dan operating margin yang
dilaporkan senilai Rs 6,49 miliar seharusnya bernilai Rs 610 juta. Hal ini mengakibatkan
adanya saldo kas fiktif senilai Rs 5,88 miliar.

Pelaporan keuangan yang salah ini sudah terjadi beberapa tahun, dan seharusnya Ketika proses
pengauditan dijalankan dengan benar, hal ini tidak seharusnya bisa terjadi. Kejadian ini bisa
terjadi sampai beberapa tahun karena auditor dan direktur independen tidak menjalankan tugas
sesuai fungsinya.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Auditor tidak melakukan pengujian, meneliti atas setiap verifikasi


Tidak pernah memverifikasi dengan benar cash and balance
Sengaja membiarkan faktur faktur palsu
Tidak pernah melaporkan hasil pekerjaan audit kepada komite audit
Perencanaan audit didasarkan pada permintaan chairman
Bukti temuan serius sengaja dibiarkan oleh ketua audit

Proses kerjasama antara auditor dan Satyam bukan tanpa disengaja. Satyam dan PWC Sebagai
auditor memiliki hubungan bisnis, di mana Satyam adalah partner dari PWC dan hal ini tidak
dapat dibenarkan dalam hubungan auditor dan klien. Diketahui pula bahwa perbandingan
pembayaran biaya audit dari Satyam ke PWC, relative jauh lebih besar dibandingkan usaha
sejenis Satyam dalam pembayaran kepada auditornya.

Pembahasan dengan kaitan OECD


1. Pendekatan Legislatif dan Peraturan
Pendekatan legislatif dan peraturan untuk memantau dan membatasi pihak terkait kasar
transaksi bervariasi di seluruh Asia. Panduan menyoroti isu-isu kunci yang harus
dipertimbangkan

ketika

mencoba untuk memperbaiki kerangka, pelaksanaan dan penegakannya. Ini termasuk kebutuhan
untuk menyeimbangkan peraturan yang lebih efektif dari pasar dengan kebutuhan untuk
menghindari un-diperlukan beban perusahaan, pemegang saham, auditor, regulator dan pasar.
Bagian ini memberikan pemikiran tentang kerangka kebijakan yang efektif, terutama berkaitan
dengan pengungkapan dan persetujuan, dan pemegang saham pemegang saham ganti rugi.
Pengungkapan adalah fundamental - pelaporan yang transparan dan konsisten pihak terkait
transaksi memungkinkan pemegang saham untuk lebih memahami alasan untuk, dan sifat
transaksi dengan pihak terkait.
Prinsip 5 dari Prinsip OECD merekomendasikan bahwa "Pengungkapan harus mencakup,
tetapi tidak terbatas pada, informasi material terhadap pihak terkait transaksi ", dan
penjelasan ke catatan Prinsip bahwa" sangat penting untuk perusahaan untuk sepenuhnya
mengungkapkan transaksi dengan pihak materi yang berhubungan dengan pasar, baik
individual, atau secara dikelompokkan, termasuk apakah mereka telah dilaksanakan di
lengan panjang dan pada kondisi pasar normal "

Pada saat yang sama, penting bahwa regulasi yang efisien, yang berarti bahwa hal itu tidak
terlalu menambah beban regulasi dan disertai dengan penegakan kuat. Secara umum, persyaratan
pengungkapan tambahan pada transaksi pihak terkait dapat tidak adil memaksakan beban pada
perusahaan yang melakukan bisnis mereka di adil dan secara transparan, dengan kata lain, secara
tidak langsung memaksakan biaya pada pemegang saham. Menyeimbangkan kepentingan
tersebut sangat penting dan Regulatory Impact Assessment (RIA) berat biaya peraturan dan
manfaat akan memberikan analisis yang berguna untuk legislator / regulator ketika
mendefinisikan pendekatan mereka untuk memantau dan membatasi related party transactions
a. Disclouser
Membiarkan transaksi dengan pihak terkait di bawah ambang batas minimal yang harus
dibebaskan

dari

pengungkapan bisa meminimalkan biaya bagi perusahaan dan mengurangi beban peraturan
Transaksi dengan pihak terkait yang melebihi batas tertentu akan dibahas, bersama dengan
syarat dan kondisi dari transaksi. Sebagai contoh:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Tanggal transaksi;
Pihak untuk transaksi;
Hubungan antara para pihak;
Deskripsi transaksi;
Alasan untuk masuk ke dalam transaksi;
Pertimbangan total dan persyaratan transaksi; dan
Sejauh mana pihak-pihak terkait atau perusahaan akan mendapatkan keuntungan secara
ekonomi dari transaksi.

b. Shareholder Approval
Untuk transaksi terkait pihak berelasi yang melebihi suatu ambang batas tertentu, harus
dilakukan persetujuan oleh para shareholder, dengan tujuan agar shareholder dapat mengawasi
transaksi tersebut. Transaksi yang memerlukan shareholder approval biasanya adalah transaksi
yang jumlahnya lebih banyak daripada ambang batas jumlah yang harus diungkapkan. Hal ini
juga membantu shareholder untuk meminta direktur independen untuk berpendapat mengenai
transaksi tersebut. Direktur yang memiliki benturan kepentingan atas transaksi tersebut akan
memilih untuk abstain dalam membuat rekomendasi untuk shareholder

2. Board Oversight and Approval


Proses pengambilan keputusan dewan, direktur independen, komite audit, dan auditor internal /
eksternal semua diperlukan untuk memainkan peran penting dalam pemantauan dan membatasi
transaksi pihak terkait kasar. Memang, Prinsip VI. dari OECD Prinsip merekomendasikan bahwa
dewan harus memenuhi fungsi kunci tertentu, termasuk: "Pemantauan dan mengelola potensi
konflik

kepentingan

manajemen,

dewan

anggota

dan

pemegang

saham,

termasuk

penyalahgunaan aset perusahaan dan penyalahgunaan dalam transaksi dengan pihak terkait. "
Dalam Guide dikatakan bahwa hanya direktur independen berhak untuk mendiskusikan dan
memutuskan suatu transaksi pihak berelasi.
Direktur Independen
Direktur independen merupakan pihak yang memainkan peran penting dalam mengawasi
transaksi relasi yang merugikan. Pendapat dari direktur independen sangat penting untuk
mengawasi transaksi pihak berelasi dan memastikan bahwa transaksi tersebut merupakan
kepentingan perusahaan dan semua shareholder.
3. Auditor
Auditor seharusnya telah diperiksa, diverifikasi saldo kas, laporan bank, aset dengan
konfirmasi yang relevan. Dalam hal ini, PWC tidak bisa menangani perannya efektif. Infact,
banyak pertanyaan yang telah diajukan pada kolusi PWC dengan Mr Raju. Beberapa artikel
mengklaim bahwa DSP Merrill Lynch menemukan segera (mereka rupanya mereka meminta
bantuan dengan merger) bahwa ada yang serius masalah akuntansi, sedangkan PwC menemukan
selama bertahun-tahun. PwC dibayar 3,53 crore untuk tahun 2008 dibandingkan dengan 1 crore
dibayar oleh Infosys sebagai biaya audit.
Prinsip V Prinsip-prinsip OECD merekomendasikan bahwa: "Audit tahunan harus dilakukan
oleh independen, kompeten dan berkualitas, auditor untuk memberikan jaminan eksternal dan
obyektif untuk papan dan pemegang saham bahwa laporan keuangan yang cukup mewakili posisi
keuangan dan kinerja perusahaan dalam segala hal. "
Fakta bahwa, untuk sebagian besar, auditor eksternal bergantung pada informasi yang diberikan
oleh manajemen memperbesar tantangan ini. Kemampuan auditor untuk waspada terhadap

transaksi yang meningkatkan kekhawatiran (misalnya sejumlah besar transaksi tunai, kurangnya
penerimaan, transaksi tagihan dan tahan) merupakan pusat mereka profesi. Dalam kasus tersebut,
auditor mungkin siap untuk memeriksa secara rinci counterparty tersebut. Ini bukan tugas
sederhana - perusahaan sering dapat memiliki sejumlah besar pelanggan. Mereka juga mungkin
menanyakan apakah ini diungkapkan akurat kepada para pemegang saham. Diusulkan agar
pengungkapan tersebut dilakukan bagian dari akun keuangan yang disajikan kepada pemegang
saham dan bahwa informasi tersebut menjadi subyek audit pengawasan.
Mekanisme yang efektif 'whistle blower' dapat didirikan oleh manajemen sebagai
mekanisme pengendalian internal, dinilai oleh auditor internal. Mekanisme seperti itu di banyak
kasus di bawah kewenangan komite audit, dan auditor internal yang mungkin menilai
ketahanan mekanisme tersebut. Secara khusus, auditor internal mungkin mempertimbangkan
apakah karyawan dapat secara anonim berhubungan kekhawatiran transaksi. Dalam beberapa
kasus mekanisme whistle blower dan prosedur di tempat, tapi jatuh ke bawah pada dasar
kekurangan; mereka dapat meminta whistle blower untuk mengidentifikasi diri mereka sendiri,
misalnya, atau mungkin rute hotline whistle blower langsung kepada CEO dan / atau Ketua
(yang mungkin counter-party perhatian). Banyak mekanisme yang efektif memanfaatkan badan
eksternal, memastikan anonimitas dan memungkinkan untuk pengungkapan tanpa hambatan.
Regulator dan legislator mungkin berusaha untuk memberikan perlindungan hukum bagi whistle
blower, melindungi ini pihak dari tindakan pengadilan di mana laporan dibuat dengan itikad
baik.
4. Penanganan Krisis
Setelah penipuan dalam rekening keuangan Satyam Komputer, Departemen Urusan India
Perusahaan bergerak cepat untuk menggantikan Dewan direksi. Beberapa penyelidikan,
peraturan serta kriminal, yang diluncurkan oleh negara yang berbeda dan instansi pusat, dan
promotor, Mr R. Raju, ditangkap.
Tiga profesional, mendapat ditunjuk sebagai direktur. Pekerjaan dewan baru adalah untuk
mencegah penguraian perusahaan, Pada akhirnya, sementara beberapa pelanggan membatalkan
kontrak mereka, dua klien besar, Cisco dan General Electric, bersama dengan Tuan rumah yang

lebih kecil tetap. Pemerintah mengizinkan kelompok ini untuk meningkatkan jumlah direksi
lanjut, sesuai kebutuhan, sampai 10 anggota di semua. Pemerintah menggunakan ketentuan Pasal
388 (B ke D) dari Companies Act untuk mendorong niat untuk menunjuk 10 nominasi di Board
Satyam.
Isu di depan Dewan baru
Bahkan dengan Dewan baru di tempat, dan investigasi diluncurkan oleh SEBI, Departemen
Corporate Affairs dan polisi, itu akan sulit bagi Satyam untuk melakukan business seperti biasa.
Ada juga isu-isu yang berkaitan dengan perusahaan lain yang terhubung ke Satyam seperti
Maytas Perkebunan dan Maytas Infrastruktur, dan investasi antar-perusahaan. Beberapa di
antaranya transaksi akan harus dihapuskan, karena uang yang mendasari tidak lagi di bisnis.
Mengungkap transaksi dan aliran dana kemungkinan akan memakan waktu yang cukup.
Rencana Aksi
Tiga anggota terkemuka dari Dewan bersama dengan tiga orang yang bergabung
belakangan, Tarun Das dari CII, TN Manoharan dan Suryakant Balkrishna Mainak dengan suara
bulat dari awal pada isu-isu tertentu.
Pertama dan terpenting adalah bahwa pergantian peristiwa tidak harus mengarah
pada pengambilalihan pemerintah Satyam . Prosedur standar melalui BIFR adalah
sepenuhnya dikesampingkan. Kebijaksanaan kolektif adalah bahwa prioritas paling atas harus
diberikan kepada tertagihnya piutang keuangan yang akan memberikan modal kerja di mana
Perusahaan bisa menopang dirinya sendiri sampai menemukan pemilik baru. Dana talangan
pemerintah tidak pernah bekerja untuk sebuah perusahaan dalam jangka panjang. Dua
keprihatinan terbesar adalah untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan dan untuk
menjaga dan mempertahankan motivasi karyawan ; dengan salah satu gagal, tidak akan jauh di
masa depan untuk Perusahaan. Sebagai Dewan menyadari bahwa gaji AS harus harus dibayar
oleh 15 Januari Oleh karena itu segera fokus pada koleksi piutang.. Motivasi karyawan adalah
tantangan besar lain. Di satu sisi ada rumor Media tentang kebenaran jumlah karyawan (sebagian
mengatakan bahwa melaporkan 53.000 karyawan yang berlebihan oleh setidaknya 40%) dan di
sisi lain tanpa uang di kas, tidak ada kepastian di mana kompensasi berikutnya akan datang dari.
Jaminan dari Dewan bahwa gaji akan dibayar secara teratur sampai waktu keputusan itu tercapai,

membantu Satyam mempertahankan sebagian besar tenaga kerjanya melalui masa-masa


mencoba. Dewan menegaskan kepada mereka bahwa ini bukan scam Satyam, tapi penipuan
Raju , dan tidak ada cara bisa karyawan Satyam bertanggung jawab. Itu adalah perusahaan
besar, memberikan kualitas tinggi layanan, dan mereka harus menjaga standar tersebut, lebih
sehingga dalam masa-masa krisis, untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan. Akibatnya,
kualitas layanan tidak pernah ditandai, bahkan pada hari-hari berpegangan tangan awal
karyawan. Bahkan tingkat gesekan disimpan secara minimal.
Terutama dalam ekonomi kontraktor mana kebutuhan yang mendesak adalah untuk drastis
memotong gaji untuk Satyam untuk menopang dirinya sendiri dalam jangka pendek. Dewan ini
juga dapat memastikan pembayaran tepat waktu gaji untuk tenaga kerja yang besar sehingga
mereka tidak terlalu terganggu.
Di bawah Virtual pool consept , Dewan memberitahu orang-orang di Dewan untuk tetap di
rumah dengan jaminan untuk memanggil mereka segera jika diperlukan. Namun, apa yang lebih
meyakinkan adalah komitmen untuk melindungi gaji pokok, provident dana dan kesehatan
mereka asuransi. Banyak yang didorong untuk bekerja sama dengan LSM juga sementara itu.
Meskipun beberapa orang-orang ini tidak bergabung dengan perusahaan lain, sebagian tetap dan
bahkan sebelum Tech Mahindra pengambilalihan, lebih dari 1.000 dari mereka sudah menjadi
proyek. Faktor lain yang membantu Virtual pool konsep berhasil adalah pelatihan yang sangat
baik Program yang untungnya rezim Raju telah diinvestasikan dalam di Satyam. Sebenarnya
memiliki besar bangku berarti Satyam sedang memberikan pelatihan yang berkesinambungan
untuk orang-orang ini dan itu telah benar. Oleh karena itu, begitu mereka masuk ke proyek,
mereka langsung mulai berkontribusi ke bottom line perusahaan. Oleh karena itu meskipun
Satyams spesialisasi di daerah niche seperti jasa rekayasa, itu tidak kehilangan banyak orang
yang bisa melumpuhkan upaya resusitasi dimasukkan ke dalam tindakan oleh dewan. Besar aksititik lain dalam agenda Dewan adalah untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada . A
eksodus massal akan terhapus baik Topline dan bottomline, dan tanpa ragu menyebabkan nya
kematian dini. Sebagai gambaran yang lebih besar, itu akan menyebabkan kerusakan besar pada
reputasi sektor jasa perangkat lunak India, meskipun dalam jangka pendek Dewan tidak mau
melihat di luar kebutuhan Satyam langsung. Apa anggota Dewan lakukan dalam beberapa
minggu awal adalah untuk individual berbicara satu sama klien, menawarkan mereka jaminan
bahwa acara akan pergi tanpa penurunan kualitas layanan.Karnik, dengan nya warisan Nasscom

dan pengalaman berurusan dengan banyak pelanggan ini adalah negosiator disukai dalam banyak
kasus. Dia secara pribadi bertemu sekitar 70-75 pelanggan dengan pesan bahwa, ya, telah terjadi
kecurangan besar, tapi sekarang pemerintah telah melangkah dan semua tindakan yang diambil
untuk mengambil situasi. Dan, ya, akan ada tidak ada kerusakan atau menghancurkan dalam
pengiriman layanan atau QoS. Strategi terbayar dan hampir tidak ada perusahaan yang tersisa
pada tahap itu. Penyelidikan peraturan di Satyam di AS membujuk beberapa perusahaan,
melompat kapal, karena ketakutan yang kerusakan asosiasi Satyam terus bisa saja pada ekuitas
merek mereka.
Untungnya, tidak terlalu banyak pemikiran pada baris ini, meskipun mereka memiliki ketentuan
untuk kembali ketika hal-hal stabil di bawah pemilik baru. Masalah lain yang dihadapi awalnya
adalah untuk memverifikasi berapa banyak pelanggan dan keuangan penawaran di tempat
dengan mereka yang asli . Sementara dua perusahaan audit KPMG dan Deloitte adalalah
memeriksa pendahulunya setiap pelanggan serta setiap transaksi kuartal-demi- kuartal, akan
kembali ke 2001-02 (waktu AS ADR), badan-badan investigasi termasuk CBI juga ingin
memeriksa apakah pelanggan itu asli atau tidak. Masalahnya adalah bahwa hal itu satu hal untuk
perusahaan-perusahaan untuk menerima surat verifikasi dari KPMG atau Deloitte, dan hal lain
yang menerima mereka dari CBI. Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa sesuatu serius sedang
terjadi dan yang bijaksana untuk menjauh dari badan-badan investigasi. Dewan untungnya
mampu meyakinkan CBI untuk menangani masalah ini dengan sensitivitas yang ekstrim
sehingga tidak menyebabkan pelanggan eksodus.
Bahwa Dewan dipercayakan untuk menyimpan dan penyelamatan Satyam dilakukan dua
tantangan terbesarnya dari mempertahankan karyawan dan pelanggan dengan penuh percaya diri,
kredit harus pergi sebagian besar enam terkemuka kepribadian yang ditunjuk oleh pemerintah,
dan sampai batas tertentu untuk Departemen Korporasi Urusan. Di sisi pemerintah, kenyataan
bahwa ada tidak ada penundaan dalam merupakan Dewan dalam waktu singkat itu sendiri
adalah terpuji. Bahkan lebih dipuji adalah yang tindakan tidak perlu ikut campur dengan
urusan. Itu terus percaya pada Dewan terkemuka anggota dan rekomendasi mereka.
Beberapa keputusan Dewan menonjol: terutama, adalah keputusan untuk tidak menerima
pemerintah Doles keuangan. Keputusan penting lain di awal sekitar komposisi Dewan.
Keputusan itu diambil untuk tidak memiliki birokrat di papan, bahkan pensiun yang, seperti gaya

set mereka berfungsi bisa menunda proses. Selain itu, sementara berteriak-teriak awal adalah
untuk memiliki banyak terkemuka kepribadian IT on Board (Satyam menjadi perusahaan IT),
anggota Dewan menentang penalaran. Poin mereka pandang itu tidak menjadi mangsa reaksi
spontan dan melihat ini sebagai masalah IT , dan bukannya pergi untuk kepribadian dari
keuangan dunia yang akan memahami keuangan dan aspek akuntansi. Lebih penting lagi,
seseorang dari peraturan sisi denganpemahaman peraturan dan pengetahuan hukum. Mereka
juga yakin baik SEBI dan Dewan Hukum Perusahaan terhadap melanjutkan pada setiap Opsi
pengambilalihan; pada kenyataannya, mereka berhasil menciptakan solusi yang lebih generik
dan tidak melihat Satyams sebagai kasus satu-off. Berkat papan, perusahaan India kini memiliki
cetak biru jalannya laga untuk mengikuti jika ada kejadian seperti yang lain. Dewan berhasil
dikoordinasikan dengan set atas perusahaan hukum di India dan Amerika Serikat untuk
melindungi diri terhadap gugatan class action terancam di Amerika Serikat dan juga terhadap
banyak Investigasi peraturan SEC. Hal ini juga berkoordinasi dengan dua set atas perusahaan
audit untuk memeriksa apa pun yang ada perbedaan dalam sistem akuntansi dan kemudian
menyusun set segar norma dan pedoman yang akan membantu tidak hanya Satyam tetapi juga
menyediakan perusahaan pedoman tata kelola untuk India, Inc.
Sekali, pada bulan Maret, ketika hal-hal telah stabil, papan itu memulai peran penting yang
terakhir menemukan pemilik baru dan dapat dipercaya untuk Satyam melalui tender yang adil
dan transparan Proses. Bahkan, situasi telah stabil sedemikian rupa bahwa beberapa mulai
mempertanyakan kebutuhan untuk menjual sama sekali, meskipun tidak ada anggota dewan yang
mendukung itu. Sekali lagi, mereka mampu meyakinkan pemerintah untuk tidak menetapkan
harga dasar penjualan. Sekali lagi, dalam mekanisme berbasis pilihan untuk proses tender yang
adil dan transparan, ada yang harus memiliki seseorang untuk mengawasi seluruh proses. Hakim
Ex-Ketua Sam Bharucha setuju untuk bergabung dan cermat menandatangani setiap tawaran dan
dokumen dalam waktu cepat Bahkan ketika berbagai penawar potensial yang informal
menginjak air, anggota dewan harus terus-menerus perundingan dengan pelanggan untuk
menghilangkan kekhawatiran mereka. Banyak dari mereka yang tidak nyaman dengan
perusahaan MNC mengambil alih Satyam . Beberapa tidak nyaman dengan orang-orang
seperti jurusan India seperti TCS mengambil alih Satyam . Alasannya adalah bahwa mereka

sadar outsourcing ke beberapa vendor dan tidak ingin menempatkan semua telur dalam satu
keranjang sekarang. Dan beberapa enggan untuk melihat salah satu tradisional TI petinggi
mengambil alih Satyam, dalam pengakuan diam-diam dari Satyams keterampilan niche khusus.
Pada akhirnya, menurut anggota Dewan, Tech Mahindra adalah pilihan yang tepat sebagai
pemilik baru. Mereka memiliki dua keuntungan pembatasan penunjukan CEO dan beberapa
posisi di manajemen puncak mereka tidak harus menjalani restrukturisasi apapun . Dan lagi
penting, karena telekomunikasi-sentris sampai sekarang, mereka akan dapat menjual silangekstensif antara Tech Mahindra Satyam dan klien