Anda di halaman 1dari 15

Nama Tokoh Ulama Wahabi Salafi

Daftar nama ulama Wahabi Salafi, kitab buku dan situs/blog-nya. Secara umum, tokoh utama ulama
Wahabi/Salafi adalah ulama yang berdomisili di Arab Saudi dan menduduki posisi jabatan resmi
tertentu di Kerajaan atau di universitas-universitas Arab Saudi seperti Ummul Qura, Universitas Islam
Madinah, Universitas Ibnu Saud, dll.
Santri dan ulama Indonesia perlu mengetahui ini agar tidak salah dalam mengutip pendapat mereka
baik yang berbahasa Arab atau Indonesia. Karena, banyak buku-buku mereka yang diterbitkan dan
diterjemahkan di Indonesia.
DAFTAR ISI
1.
2.
3.
4.

Ciri Khas Gerakan dan Ulama Wahabi Salafi


Asal Mula Nama Wahabi
Wahabi Bukan Ahlussunnah Waljamaah
Nama Ulama Wahabi Salafi
1. Muhammad bin Abdul Wahhab (Pendiri Wahabi)
2. Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
3. Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
4. Muhammad Nashiruddin Al-Albani
5. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
6. Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin
5. Nama Anggota Kibar-ul Ulama lil-Buhuts wal-Ifta'
6. Nama Anggota Lajnah ad-Daimah wal Ifta'
7. Nama Ulama Wahabi Luar Arab Saudi
1. Nama Ulama Salafi India Pakistan

2. Nama Ulama Salafi Irak


3. Nama Ulama Wahabi Kuwait
4. Nama Ulama Wahabi Mesir
5. Nama Ulama Wahabi Maroko
6. Nama Ulama Wahabi Mauritania
7. Nama Ulama Wahabi Al Jazair
8. Nama Ulama Wahabi Tunisia
9. Nama Ulama Wahabi Qatar
10.Nama Ulama Sudan
11.Nama Ulama Wahabi Suriah
12.Nama Ulama Wahabi Lebanon
13.Nama Ulama Wahabi Yordania
14.Nama Ulama Yaman
8. Daftar Yayasan, Pesantren dan Ustadz Wahabi Indonesia
9. Gerakan Wahabi di Indonesia
10.Catatan Kaki

CIRI KHAS ULAMA DAN ULAMA WAHABI


1. Kata kunci dan tema sentral dari fatwa para ulama Wahabi Salafi berkisar pada (a) bid'ah; (b) syirik;
(c) kufur; (d) syiah rafidlah kepada kelompok Islam atau muslim lain yang tidak searah dengan mereka.
Kita akan sering menemukan salah satu dari 4 kata itu dalam setiap fatwa mereka.
2. Dalam memberi fatwa, tokoh utama ulama Wahabi Salafi akan langsung berijtihad sendiri dengan
mengutip ayat dan hadits yang mendukung. Atau, kalau mengutip fatwa ulama, mereka akan cenderung
mengutip fatwa dari Ibnu Taimiyah atau Ibnul Qayyim. Selanjutnya, mereka akan membuat fatwa
sendiri yang kemudian akan menjadi dalil para pengikut Wahabi. Dengan kata lain, pengikut Wahabi
hanya mau bertaklid buta pada ulama Wahabi.
3. Tokoh atau ulama Wahabi Salafi level kedua ke bawah akan cenderung menjadikan fatwa tokoh
Salafi level pertama sebagai salah satu rujukan utama. Atau kalau tidak, akan memberi fatwa yang
segaris dengan ulama Wahabi level pertama.
4. Kalangan ulama atau tokoh Wahabi Salafi tidak suka atau sangat jarang mengutip pendapat ulama
salaf seperti ulama madzhab yang empat dan yang lain kecuali madzhab Hanbali yang merupakan
tempat rujukan asal mereka dalam bidang fiqih walaupun tidak mereka akui secara jelas. Hanya
pendapat Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim yang sering dikutip untuk pendapat ulama di atasnya
Muhammad ibnu Abdil Wahhab terutama dalam bidang yang menyangkut aqidah.
5. Di mata ulama Wahabi, perayaan keislaman yang boleh dilakukan hanyalah hari raya idul fitri dan
idul adha. Sedangkan perayaan yang lain seperti maulid Nabi Muhammad, peringatan Isra' Mi'raj dan
perayaan tahun baru Islam dianggap haram dan bid'ah.
6. Gerakan-gerakan atau organisasi Islam yang di luar Wahabi Salafi atau yang tidak segaris dengan
manhaj (aturan standar ideologi) Wahabi akan mendapat label syirik, kufur atau bid'ah.
7. Semua lulusan universitas Arab Saudi dan afiliasinya adalah kader Wahabi Salafi. Sampai terbukti

sebaliknya.
8. Pengikut/aktivis Wahabi Salafi tidak mau taklid (mengikuti pendapat) ulama salaf (klasik) dan khalaf
(kontemporer), tapi dengan senang hati taklid kepada pendapat dan fatwa ulama-ulama Wahabi Salafi
atau fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts wal Ifta' (
) dan lembaga serta ulama-ulama yang menjadi anggota Hai'ah Kibaril Ulama
( ) yang nama lengkapnya adalah Ar-Riasah al-Ammah lil Buhuts wal Ifta' (
) .
9. Pengikut/aktivis sangat menghormati ulama-ulama mereka dan selalu menyebut para ulama Wahabi
dengan awalan Syekh dan kadang diakhiri dengan rahimahu-Llah atau hafidzahulLah. Seperti, Syeikh
Utsaimn, Syeikh Bin Baz, dll. Tapi, menyebut ulama-ulama lain cukup dengan memanggil namanya
saja.
10. Ulama Wahabi Salafi utama (kecuali Nashiruddin Albani yang asli Albania) mayoritas berasal dari
Arab Saudi dan bertempat tinggal di Arab Saudi. Oleh karena itu, mereka umumnya memakai baju
tradisional khas Arab Saudi yaitu (a) gamis/jubah warna putih (b) surban merah (c) surban putih (d)
maslah yaitu jubah luar tanpa kancing warna hitam atau coklat yang biasa dipakai raja. Lihat baju luar
yang dipakai Abdul Wahab dan Al-Utsaimin.
Oleh karena itu, saat kita membaca buku, kitab atau browsing di internet, tidak sulit menengarai pada
fatwa ulama non-Wahabi, mana fatwa yang berasal dari Wahabi Salafi dan mana tulisan sebuah website
atau blog yang penulisnya adalah pengikut Wahabi.
Sayangnya, tidak sedikit dari kalangan awam yang terkadang tidak sadar bahwa fatwa agama dalam
buku atau situs internet yang mereka baca berasal dari fatwa Wahabi Salafi. Semoga dengan informasi
ini, para pencari informasi keagamaan akan semakin tercerahkan.
Intinya, cara termudah mengetahui apakah seorang ulama, ustadz atau tokoh agama atau orang awam
biasa itu berfaham Wahabi Salafi adalah dari (a) latar belakang pendidikannya; (b) buku atau kitab
yang dikutip; dan (c) cara memanggil ulama Wahabi dan ulama non-Wahabi (lihat poin 9).
ASAL MULA NAMA WAHABI
Sebagian pengikut Wahabi tidak mau gerakan mereka disebut dengan Wahabi. Mereka lebih senang
dipanggil dengan julukan Salafi, Ahlul Hadits atau Ahlut Tauhid. Istilah Wahabi atau Wahabiyah
diberikan oleh para ulama Ahlussunnah yang mengeritik ideologi Wahabi. Banyak buku-buku dalam
bahasa Arab yang ditulis oleh para ulama terkemuka yang menyebut secara gamblang gerakan ini
dengan sebutan "Al-Wahabiyah." Lihat daftar kitab di bawah ini yang khusus menulis tentang gerakan
Wahabi:
- :( Paham Wahabi Merusak Islam dan Membuat Muslim Terbelakang)
ditulis oleh Muhammad Al-Ghazali, ulama berpengaruh Mesir.
- ( Penolakan pada paham Wahabiyah) ditulis oleh Sulaiman bin Abdul Wahab yang
merupakan saudara kandung Muhammad bin Abdul Wahab sendiri.
- ( Ini dia Gerakan Wahabi) oleh Muhammad Jawad Mugniyah
- ( Para Wahabi dan Tugas Membajak)

- ( Petir Ilahi dalam Menolak Paham Wahabi)


- ( ) ( Bahasa Wahabi pada Umat Islam) oleh
Muhammad Abdurrahim
- . (Apa itu Wahabi)
- - ( Bahaya Wahabi: Tiga Makalah Melawan
Wahabi)
- -
- - :
- - :( Gerakan Wahabi: Analisa Kritis)
- - :( Ensiklopedi Wahabi dan Syiah Imamiyah)
- - :
- - ( Gerakan Wahabi Melayani Kepentingan Siapa?)
- - :
- -
Masih kurang? Lihat daftar lengkapnya kitab yang mengeritik Wahabi dan menyebut gerakan ini
dengan kata Wahabi atau Harakah Wahabiyah di sini -> http://www.fatihsyuhud.org/2013/04/radd-alawahabiyah.html#2
Kesimpulan: Istilah Wahabi bagi gerakan yang dibuat oleh Muhammad bin Abdul Wahab adalah nama
yang populer dan disematkan oleh para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah. Nama "Wahabi" jauh lebih
populer daripada nama yang mereka buat seperti "Salafi" atau istilan lainnya.
WAHABI BUKAN AHLUSUNNAH WALJAMAAH
Terdapat perbedaan ulama apakah kaum Wahabi termasuk dari golongan Ahlussunnah Wal Jamaah atau
bukan. Menurut Dr. Ali Syuaibi menyatakan bahwa Wahabi tidak termasuk golongan Ahlussunnah
Waljamaah walaupun mereka mengklaim sebagai pengikut madzhab fiqih Hanbali (Hanabilah).
Islamtimes.com melaporkan pernyataan Dr. Ali:

Artinya: Dr. Ali As-Syuaibi menjelaskan bahwa kebanyakan umat Islam dewasa ini tidak tahu bahwa
kaum Wahabi bukanlan termasuk Ahlussunnah wal Jamaah walaupun mereka mengaku sebagai
pengikut madzhab Hanbali sebagaimana umat Islam tidak tahu bahwa kaum Salafi bukanlah
Ahlussunnah Waljamaah. Selengkapnya lihat: http://goo.gl/wtKTNd
TOKOH UTAMA ULAMA WAHABI

Daftar nama tokoh ulama Wahabi level pertama. Ulama atau tokoh Wahabi level kedua dan seterusnya
akan mengutip pendapat tokoh level I ini sebagai rujukan pendapat mereka.
1. Muhammad bin Abdul Wahhab (1115 H - 1206 H/1701 - 1793 M)

Jabatan penting di Kerajaan Arab SAudi:


- Pendiri dan pelopor gerakan Wahabi/Salafi.
- Mufti Kerajaan Arab Saudi.
Kitab karya Muhammad bin Abdul Wahab
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
)2. Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (1330 H - 1420 H / 1910 M - 1999 M

Jabatan penting di Kerajaan Arab Saudi:


- Qadhi (Hakim) di daerah al-Kharaj semenjak tahun 1357-1371 H,
- Tahun 1390 H - 1395 H Rektor Universitas Islam Madinah.
- tahun 1414 H Mufti Umum Kerajaan.
Kitab atau buku karya tulis bin Baz
1.
2.
3.
: 4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
)3. Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (1347 H - 1421 H

Al Utsaimin adalah pakar fiqih-nya kalangan Wahabi Salafi. Banyak persoalan hukum baru yang
difatwakan olehnya. Seperti haramnya mengucapkan selamat natal, dan lain-lain.
Jabatan penting di Kerajaan Arab Saudi:
- Imam masjid jami al Kabir Unaizaih

- Mengajar di perpustakaan nasional Unaizah


- Dosen fakultas syariah dan fakultas ushuluddin cabang Universitas Islam Imam Muhammad bin saud
di Qasim,
Kitab atau buku karya tulis Al-Utsaimin
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
) ( 11.
12.
13.
14.
15.
16. 17
17.
18.
19.
20.
21.
)4. Muhammad Nashiruddin Al-Albani (1333 H - 1420 H/1914 M - 1999 M

Jabatan penting di Kerajaan Arab Saudi:


- Tahun 1381 - 1383 H: Dosen Hadits Universitas Islam Madinah
Kitab atau buku karya tulis Al-Albani
1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
5. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (1345 H - )

Jabatan penting di Kerajaan Arab Saudi:


- Dosen Institut Pendidikan Riyad
- Dosen Fakultas Syari'ah, Fakultas Ushulud Dien, Mahkamah Syariah
- Anggota Lajnah Daimah lil Buhuts wal Ifta' (Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa).
- Anggota Haiah Kibaril Ulama' dan Komite Fiqh Rabithah Alam Islamiy di Mekkah
- Anggota Komite Pengawas Du'at Haji
- Ketua Lajnah Daimah lil buhuts wal ifta'.
- Imam, Khatib dan Pengajar di Masjid Pangeran Mut'ib bin Abdil Aziz di Al Malzar.
Kitab atau buku karya tulis Al-Fauzan
1.
2.

3.
4.

6. Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin ( ) 2009- 1933 M / 1353 1430 H.

Jabatan penting di Kerajaan Arab Saudi


- Asisten Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
- Anggota tetap majlis riset dan fatwa Arab Saudi
- Dosen syariah dan ushuluddin di Arab Saudi
Kitab atau buku karya tulis Ibnu Jibrin
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
NAMA ANGGOTA KIBAR AL-ULAMA LIL-BUHUTS WAL-IFTA' ARAB SAUDI
Lembaga pemberi fatwa resmi Arab Saudi bernama Hai'ah Kibar-ul Ulama (lengkapnya,
) yang anggotanya terdiri dari ulama senior Arab Saudi yang dipilih oleh kerajaan.
Mereka adalah termasuk dedengkot dan tokoh Wahabi Salafi. Nama-namanya antara lain sebagai
berikut:
1. Abdul-`Aziz ibn `Abdullah ibn Muhammad Al Al-Shaykh (ketua mufti saat ini)
2. Abdul-Razzaq ibn `Afify ibn `Atiyyah
3. Abdullah ibn Qa`ud
4. Ibrahim ibn Muhammad Al Al-Shaykh
5. Abdullah ibn Ghudayyan
6. Salih ibn Fawzan Al-Fawzan
7. Bakr ibn `Abdullah Abu Zayd
8. Abdullah ibn Mani`
9. Ahmad ibn `Aly ibn Ahmad Sayr Al-Mubaraky
10. Abdullah ibn Muhammad Al-Mutallaq

11. Abdullah ibn Muhammad ibn Sa`d Al Khanin


12. Sa`d ibn Nasir ibn `Abdul-Aziz Abu Habib Al-Shatry
13. Muhammad ibn Hasan Al Al-Shaykh
14. Abdul-Karim Al-Khudir
NAMA ANGGOTA LAJNAH DAIMAH WAL IFTA' (
)ARAB SAUDI
Ulama yang tergabung dalam Lajnah Daimah wal Ifta' adalah ulama berpengaruh di Arab Saudi. Semua
dari mereka beraliran Wahabi Salafi tentu saja. Nama-namanya antara lain sebagai berikut:
1. Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad Al-Syaikh (Ketua)
2. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan
3. Ahmad bin Ali bin Sair Al-Mubaraki.
4. Abdul Karim bin Abdullah Al-Khidir.
5. Muhammad bin Hasan Al-Syaikh
6. Abdullah bin Muhammad bin Khunain.
7. Abdullah bin Muhammad Al-Mutlak
DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI LUAR ARAB SAUDI
Berikut nama-nama ulama terkemuka beraliran Salafi Wahabi di negara lain selain Arab Saudi.
Mayoritas dari ulama-ulama berikut terinspirasi atau pernah menjadi murid langsung dari tokoh-tokoh
Wahabi Salafi Arab Saudi.
DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI INDIA PAKISTAN
Sebagian di antara ulama di bawah tidak punya kaitan langsung dengan Muhammad bin Abdul Wahhab
terutama ulama India Pakistan namun memiliki konsep yang sama atau serupa.
Ahmad bin Irfan Asy-Syahid ()
Ismail bin Abdul Ghani Ad-Dahlawi ()
Muhammad Nadzir Husain Ad-Dahlawy ()
Muhammad Siddiq Hasan KHan Al-Qanuji ()
Abu Turab Adz-Dzahiri ()
Shafi Ar-Rahman Al-Mubarakpuri ()
Jamilur-Rohman Al-Afghani ()
Ihsan Ilahi Dhahir Pakistan ()
DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI IRAK
Ali 'Alauddin Al-Alusi ()
Muhammad Bahjat Al-Atsari ()
Mahmud Syukri Al-Alusi ()

DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI KUWAIT


Abdurrahman Abdul Kholik ()
Utsman Al-Khamis ()
DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI MESIR
Muhammad Sa'id Ruslan ()
Abu Ishaq Al-Huwaini ()
Ahmad Farid ()
Ahmad Muhammad Syakir ()
Sayyid Saaduddin Al-Ghabasyi ()
Jamal Al-Maraki ()
Said Abdul Adzim ()
Syarif Al-Hawari ()
Shofwat Asy-Syawadifi ()
Abdurrozzaq Aqiqi ()
Mazin Assarsawi ()
Muhammad Az-Zughbi ()
Muhammad Hamid Al-Fiqi ()
Muhammad Hassan ()
Muhammad Rasyid Ridha ()
Muhammad Sofwat Nuruddin ()
Mahmud Al-Mashri ()
Yasir Barmami ()
DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI MAROKO
Abdullah bin Idris As-Sanusi ()
Alal Al-Qasi ()
Taqiduddin Al-Hilali ()
Abu Uwais Bukhabzah ()
Muhammad bin Abdurrahman Al-Amgharawi ()
DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI MAURITANIA
Muhammad Al-Amin Asy-Syankiti ()
Muhammad Al-Hasan Asy-Syankiti ()
DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI ALJAZAIR

Ibnu Badis ()
DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI TUNISIA
Al-Khatib Al-Idris ()
Muhammad Al-Makki bin Azuz ()
DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI QATAR
Ahmad bin Hajar Al Butami ()
DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI SUDAN
Muhammad Hasyim Al-Hadiyah ()
Muhammad Hamzah ()
Khalid Abdurrahman Al-Latif Muhammad Nur ()
Hasan Al-Hawari ()
Muhammad Sayyid Muhammad Hajj ()
Muhammad Musthafa Abdul Qadir ()
Muhammad Al-Amin Ismail ()
DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI SURIAH
Jamaluddin Al-Qasimi ()
Abdul Qadir Al-Artaut ()
Muhammad Bahjah Al-Bithar ()
DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI LEBANON
Salim Asy-Syihal Lebanon ()
DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI YORDANIA
Umar Sulaiman Al-Ashkar ()
Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari ()
Masyhur Hasan Al-Salman ()
Abu Muhammad Al-Maqdisi ()
DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI YAMAN
Asy-Syaukani ()

Abdurrahman Al-Ma'lami ()
Abdul Majid Az-Zandani ()
Muhammad bin Abdullah Al-Imam ()
Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wasabi ()
Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i ()
Yahya bin Ali Al-Hujuri ()
DAFTAR YAYASAN, PESANTREN DAN USTADZ WAHABI SALAFI INDONESIA
Untuk daftar yayasan, pesantren dan ustadz Wahabi Salafi di Indonesia lihat di sini. atau di sini.
GERAKAN WAHABI DI INDONESIA
Gerakan Wahabi di Indoensia terbagi menjadi 2 (dua) kelompok. Kelompok pertama, orang-orang yang
menerima dakwah Muhammad bin Abdil Wahhab, namun melakukan usaha modifikasi, baik sedikit,
separuhnya, atau sebagian besarnya. Ciri utama mereka adalah modifikasi pesan dakwah Muhammad
bin Abdil Wahhab.
Kelompok Pertama ini disebut Neo-Wahabi. Organisasi masyarakat di Indonesia yang masuk dalam
kategori kelompok neo-Wahabi pertama adalah Muhammadiyah dan Persatuan Islam (Persis). Pada
tahun 1980-an dan 1990-an muncul gelombang baru neo-Wahabi yaitu kelompok tarbiyah yang
kemudian berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)[1] dan
Salafi jihadi yang berada dalam lingkaran Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir serta murid-murid
mereka berdua. Neo-Wahabi kedua ini merupakan hasil usaha kampanye program-program yang
dilakukan Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) yang dimulai pada dekade 1970-an.
Khusus tentang Salafi Jihadi (the Jihadist) dikenallah istilah alumni Afghanistan yakni mereka yang
pernah ikut berperang di Afghanistan melawan Uni Soviet. Di bawah pengaruh Abu Bakar Baasyir dan
Abdullah Sungkar sebagian alumni Afghanistan ini muncul gerakan neo-Khawarij yang mengafirkan
orang-orang di luar merekatermasuk pemerintah Indonesiadan menyebarkan kebencian terhadap
pihak penguasa di Indonesia. Dari kelompok ini sebagian teroris pengeboman berasal.
KELOMPOK KEDUA: WAHABI MURNI.
Yaitu orang-orang yang merespon positif dakwah tersebut dan menerima secara bulat tanpa usaha
memodifikasinya. Mereka menerima dakwah dan berusaha menyebarkannya di lingkungan-lingkungan
mereka.
Yayasan Al-Muntada didirikan oleh Muhammad bin Surur bin Nayef Zainal Abidin. di London dan
Jamiyyah Ihya At-Turats Al-Islamiyah didirikan oleh Abdurrahman Abdul Khaliq di Kuwait adalah
kelompok baru neo-Wahabi. Di Indonesia Yayasan As-Shafwah yang dipimpin oleh Abu Bakar M.
Altway dan Yayasan Al-Haramain adalah cabang dari kedua yayasan yang berpusat di London dan
Kuwait tersebut.
Tokoh dai terkenal dari yayasan Al-Haramain adalah Abdul Hakim Abdat di Jakarta, Yazid bin Abdil
Qadir Jawwas di Bogor, Ainul Harits di Jawa Timur dan Abu Haidar di Bandung.

Sedang Jamiyyah Ihya At-Turats Al-Islamiyah juga memiliki cabang di Indonesia. Mereka mendirikan
pesantren-pesantren yang tersebar di Jawa, seperti Mahad Jamilurrahman dan Islamic Centre Bin Baaz
di Yogyakarta, Mahad Al-Furqan di Gresik dan Mahad Imam Bukhari di Solo.
Mereka yang berasal dari kedua yayasan tersebut disebut Sururi.
WAHABI YAMAN

Yaitu kalangan yang pernah menjadi murid dari Muqbil bin Hadi Al-Wadii pengasuh Mahad Darul
Hadits di daerah Dammaj, Shadah, Yaman. Forum Komunikasi Ahlus Sunnah wal Jamaah (FKAWJ)
yang menaungi Laskar Jihad Jafar Umar Thalib didirikan oleh kelompok Wahabi Salafi Yaman ini.
Daftar nama lengkap tokoh Wahabi Salafi Indonesia alumni Arab Saudi atau Yaman dapat dilihat di
sini.
TERKAIT:
>> Wahabi Salafi Menurut Ulama Sunni Kontemporer
>> 4 (Empat) Tipe Pondok Pesantren
CATATAN KAKI
[1] Seorang aktifis HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) keberatan saya memasukkan HTI pada golongan Neo
Wahabi dan menanyakan sumber pengambilan pustakanya. Saya jelaskan bahwa pernyataan itu saya
kutip dari buku Nur Khalik Ridwan berjudul Doktrin Wahhabi dan Benih-Benih Radikalisme Islam
(Tanah Air, 2009). Menurutnya, HTI dan Wahabi justru berseberangan dari segi manhaj aqidah dan
syariah. Saya cantumkan email aktifis tersebut sebagai hak jawab sbb:
Saya kira akan lebih bijak dan sudah selayaknya, ketika akan menganalisa atau mengkritiki
sebuah gerakan/kelompok/madzhab, merujuk langsung ke kitab-kitab yang dijadikan acuan
gerakan/kelompok/madzhab yang bersangkutan. Kitab-kitab hizbut tahrir bisa diakses di
hizb-ut-tahrir.info, karena kebanyakan buku-buku yang dijadikan rujukan juga tidak

merujuk secara langsung ke sumber aslinya.


Di beberapa buku, hizbut tahrir justru mengkritiki sepak terjang kaum wahabi bersama
(raja) su'ud dengan bantuan Inggris dalam pemisahan diri dari daulah Islam (sebagaimana
termaktub dalam kitab kaifa hudimat al khilafah, http://shamela.ws/rep.php/book/4145).
Dalam penarikan sumber dalil dalam masalah aqidah, juga tampak perbedaan antara
pemahaman wahabi dengan hizbut-tahrir (sebagaimana termaktub dalam kitab Asy
Shakhsyiyyah Al Islamiyyah jilid I, http://hizb-ut-tahrir.info/info/files/Booksar/Shakhsiyyah_1_20.01.2013.pdf).