Anda di halaman 1dari 129

MAKALAH

INTERAKSI OBAT PADA PENYAKIT HIPERLIPIDEMIA

OLEH:
KELOMPOK V
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

MUH. SYAMSUL RIZAL


RIZKY WULAN APRILYANI
SITTI RAODAH NJ.
LD. MUH. DIMAN
SYAWAL PURWANDI
SITTI MUNAWARAH
WD. SARMIMIN

(F1F1 12 037)
(F1F1 12 038)
(F1F1 12 041)
(F1F1 12 042)
(F1F1 12 043)
(F1F1 12 044)
(F1F1 12 045)

KELAS A 2012

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dengan meningkatnya kompleksitas obat-obat yang digunakan dalam
pengobatan

pada

saat

ini,

dan

berkembangnya

polifarmasi

maka

kemungkinan terjadinya interaksi obat makin besar. Interaksi obat perlu


diperhatikan karena dapat mempengaruhi respon tubuh terhadappengobatan.
Interaksi obat adalah perubahan efek suatu obat akibat pemakaian obat
lain (interaksi obat-obat) atau oleh makanan, obat tradisional dan senyawa
kimia lain. Interaksi obat yang signifikan dapat terjadi jika dua atau lebih obat
digunakan bersama-sama.
Interaksi obat dan efek samping obat perlu mendapat perhatian. Pasien
yang dirawat di rumah sakit sering mendapat terapi dengan polifarmasi (6-10
macam obat) karena sebagai subjek untuk lebih dari satu dokter, sehingga
sangat mungkin terjadi interaksi obat terutama yang dipengaruhi tingkat
keparahan penyakit atau usia. Interaksi obat yang tidak diinginkan dapat
dicegah dengan mempunyai pengetahuan farmakologi tentang obat-obat yang
dikombinasikan.
B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan hiperlipidemia?
2. Bagaimana patofisiologi penyakit hiperlipidemia?
3. Bagaimana penggolongan obat hiperlipidemia?
4. Bagaimana interaksi obat pada penyakit hiperlipidemia?
C. TUJUAN
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui pengertian penyakit hiperlipidemia.
2. Untuk mengetahui patofisiologi penyakit hiperlipidemia.
3. Untuk mengetahui penggolongan obat hiperlipidemia.
4. Untuk mengetahui interaksi obat pada penyakit hiperlipidemia.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN HIPERLIPIDEMIA
Lemak plasma diangkut dalam kompleks yang dinamakan lipoprotein.
Gangguan metabolik yang menyebabkan peningkatan setiap spesies
lipoprotein dinamakan hiperliproteinemia atau hiperlipidemia. Hiperlipemia
menunjukkan peningkatan kadar trigliserida. Ketidaknormalan lipid plasma
dapat menyebabkan pengaruh yang buruk (predisposition) terhadap coroner,
serebro vakular, dan penyakit pembuluh arteri perifer.
Golongan-golongan lipoprotein yang mentranspor lipid antara
jaringan yang berbeda dan mempunyai komposisi lipid dan apoprotein yang
khas yaitu kilomikron, VLDL (Very Low Density Lipoprotein), LDL (Low
Density Lipoprotein), dan HDL (High Density Lipoprotein). VLDL membawa
sekitar 10-15% total kolesterol, sekitar 50% dalam bentuk trigliserida. LDL
membawa 60-70% kolesterol, sehingga LDL sering disebut sebagai kolesterol
jahat. HDL hanya sedikit mengangkut kolesterol, sehingga HDL disebut
sebagai kolesterol baik.

Gambar 1. Perbedaan saluran peredaran darah pada tingkat koleseterol


normal dan hiperlipidemia
B. PATOFISIOLOGI HIPERLIPIDEMIA
Kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid dibawa dalam darah sebagai
kompleks lipid dan protein, dikenal sebagai lipoprotein. Peningkatan
kolesterol total dan LDL dan penurunan kolesterol HDL berhubungan dengan
perkembangan penyakit jantung koroner (PJK).
Hipotesis respon terhadap luka menyatakan bahwa faktor resiko
seperti

LDL

teroksidasi,

respon

terhadap

endotelium,

peningkatan

homosistein, serangan imunologi, atau induksi infeksi yang mengiduksi


perubahan dalam endotelial dan fungsi intima membawa kepada disfungsi
endotelial dan serangkaian interaksi seluler yang lama kelamaan memuncak
menjadi aterosklerosis. Gejala klinis yang dapat muncul adalah angina,
penyakit arteri perifer, aneurisme pada aorta abdomen dan kematian
mendadak.

C. PENGGOLONGAN OBAT PENYAKIT HIPERLIPIDEMIA


Obat-obat antihiperlipidemia dalam arti luas bekerja dengan cara
menurunkan kadar kolesterol dan low-density lipoprotein (LDL) serta
menaikkan

kadar

high-density

lipoprotein.

antihiperlipidemia adalah sebagai berikut.


1. Inhibitor HMG CoA reduktase (statin)
Golongan
obat ini
adalah
hidroksimetilglutarikoenzim

(HMG-CoA)

Golongan

obat

yang

reduktase,

obat-obat

menghambat
yaitu

yang

membatasi kecepatan biosintesis kolesterol. Obat ini sangat efektif dalam


menurunkan kolesterol total dan LDL. Statin secara khas menurunkan
kolesterol LDL 30% atau lebih dan bisa sedikit meningkatkan kolesterol
HDL. Bukti kuat bahwa statin menurunkan kolesterol plasma, terutama
dengan meningkatkan jumlah reseptor LDL adalah kegagalan obat untuk
bekerja pada pasien dengan hiperkolesterolemia familial (yang tidak
memiliki reseptor LDL).
Efeknya terhadap trigliserida plasma relatif kecil dan jarang. Salah
satu yang utama adalah miopati. Insiden miopati meningkat pada pasien
yang menerima terapi kombinasi dengan asam nikotinat atau fibrat.
Mekanisme kerjanya yaitu memblok sintesis kolesterol dalam hati. Hal ini
menstimulasi

ekspresi

lebih

banyak

enzim,

cenderung

untuk

mengembalikan kolesterol menjadi normal. Statin tidak boleh diberikan


selama kehamilan karena kolesterol penting untuk perkembangan normal
fetus. Contoh obat golongan statin yaitu lovastatin, atrovastatin,
simvastatin, pravastatin, dan fluvastatin.
1. Sequestran asam empedu (resin)

Mekanisme kerjanya mengikat asam empedu dan kolesterol


intestinal dan diekskresi melalui feses, memacu sintesis asam empedu dari
kolesterol hepar. Obat ini tidak di absorbsi, maka menimbulkan Efek
Samping Obat (ESO) yang berkaitan dengan gastro intestinal (nausea,
vomiting, konstipasi), flatulen yang akan hilang setelah obat diberikan
kontinyu. Resin yang mengikat asam empedu (sering dikombinasi dengan
diet atau niasin) adalah obat-obat pilihan dalam mengobati hiperlipidemia
tipe II a dan II b. Contoh obat : kolesteramin dan kolestipol.
2. Asam nikotinat (niacin)
Mekanisme kerjanya yaitu mengurangi pelepasan VLDL dan
kemudian

menurunkan

trigliserida

plasma

(sekitar

30-50%)

dan

meningkatkan HDL. Asam nikotinat merupakan obat penurun lipid


pertama untuk mengurangi mortalitas keseluruhan pada pasien dengan
penyakit arteri koroner, namun penggunaannya dibatasi oleh efek yang
tidak diharapkan meliputi kemerahan yang diperantarai prostaglandin,
pusing, dan palpitasi.
Niasin menurunkan kadar plasma kolesterol dan triasilgliserol.
Karena itu, obat ini berguna pada pengobatan hiperlipoproteinemia tipe II
b dan IV, dengan VLDL dan LDL naik. Niasin juga digunakan untuk
pengobatan hiperkolesterolemia lain yang berat, sering dengan kombinasi
antihiperlipidemia

lain.

Selain

itu,

obat

ini

merupakan

obat

antihiperlipidemia paling poten untuk meningkatkan kadar HDL plasma.


3. Fibrat
Fibrat menghasilkan penurunan ringan pada LDL (sekitar 10%) dan
peningkatan HDL (sekitar 10%). Sebaliknya, fibrat menyebabkan
penurunan yang bermakna pada trigliserida plasma (sekitar 30%). Fibrat

bekerja sebagai ligan untuk reseptor transkripsi nucleus, reseptor alfa


peroksisom yang diaktivasi proliferator dan menstimulasi aktivitas
lipoprotein lipase. Fibrat merupakan obat lini pertama pada pasien dengan
kadar trigliserida plasma yang sangat tinggi yang beresiko mengalami
pancreatitis. Semua fibrat dapat menyebabkan sindrom seperti miositis
yang dapat meningkat jika digunakan bersama statin sehingga kombinasi
tersebut sebaiknya dihindari. Contoh obat

Klofibrat, gemfibrozil,

fenofibrat, dan bezafibrat.


4. Inhibitor pada absorpsi kolesterol usus
Ezetimibe menurunkan penyerapan kolesterol (dan fitosterol) dan
menurunkan kolesterol LDL. Sekitar 18% dengan sedikit perubahan pada
kolesterol HDL. Hal ini mungkin sinergis dengan statin sehingga menjadi
terapi kombinasi yang baik.

D. INTERAKSI OBAT HIPERLIPIDEMIA


Interaksi obat merupakan suatu reaksi baik menimbulkan peningkatan atau penurunan aktivitas akibat interaksi dua obat
atau lebih. Dalam pengobatan penyakit hiperlipidemia juga dapat memungkinkan penggunaan obat-obatan yang dikombinasikan.
Obat
Acipimox

Ezetimibe

Interaksi dengan
obat/makanan
Kolestiramin

Siklosporin

Bukti Klinis
7 subyek sehat yang diberikan

Mekanisme
-

Saran
Penggunaan bersama

acipimox 150 mg dengan tiga

acipimox dan

kolestiramin dosis 4 g dosis secara

kolesteramin dapan

bersamaan menemukan bahwa

memungkinkan karena

farmakokinetik acipimox sedikit tapi

tidak ada bukti klinis

tidak signifikan diubah oleh

yang menunjukkan

kolesteramin.

penurunan aktivitas

Ezetimibe 20 mg setiap hari selama 8

obat.
Kombinasi keduanya

hari meningkatkan AUC siklosporin

harus hati-hati karena

dosis tunggal 100 mg tunggal sebesar

efek ezetimibe dapat

15%. Sedangkan pada kasus lain yaitu

meningkat akibat

pada 16 pasien transplantasi ginjal,

penggunaan bersama

penggunaan ezetimibe 10 mg sehari

dengan siklosporin.

tidak berpengaruh pada tingkat efek


siklosporin. Dalam sebuah penelitian,
8 pasien transplantasi ginjal stabil
dengan pemberian siklosporin
bersama dengan ezetimibe 10 mg
Ezetimibe

Kolesteramin

dosis tunggal.
Dalam sebuah penelitian terhadap 40

Ezetimibe dapat

subyek sehat hiperkolesterol,

mengalami resirkulasi

Colestyramine 4 g dua kali sehari

enterohepatik, sehingga

menurunkan AUC rerata Ezetimibe

pemisahan kedua obat

sekitar 80% dan menurunkan AUC

ini tidak menyelesaikan

rerata Ezetimibe total (Ezetimibe

masalah interaksi obat

ditambah metabolit) sekitar 55%. Oleh

ini.

karena itu Colestyramine diharapkan


untuk mengurangi efek penurun lipid
Ezetimibe

Rifampicin

ezetimibe.
Disposisi ezetimibe 8 subyek sehat

Peningkatan ezetimibe Penggunaan bersama

diberi ezetimibe 20 mg dengan

terlihat pada

kedua obat ini harus

rifampisin 600 mg. Rifampisin

penelitian dosis

memperhatikan efek

meningkatkan kadar serum maksimum tunggal diperkirakan

pada kadar lipidnya.

ezetimibe sekitar 2,5 kali lipat, tanpa

terjadi karena

mempengaruhi AUC. Kadar serum

rifampisin

maksimum ezetimibe glukuronida

meningkatkan

(metabolit aktif utama ezetimibe)

penyerapan ezetimibe,

dengan cara yang sama meningkat,

mungkin dengan

dan AUC yang juga meningkat, sekitar menghambat usus Pdua kali lipat.

glikoprotein, dan
protein transporter
lain, MRP2. Namun,
penghambatan MRP2
muncul untuk
mengurangi sirkulasi
enterohepatik, yang
diperlukan untuk efek
durasi panjang
ezetimibe, dan untuk
itu memperpendek
sterol- menurunkan
efek ezetimibe.

Tampaknya mungkin
bahwa keseimbangan
faktor-faktor ini
diubah ketika
rifampisin diberikan
dalam beberapa dosis,
yang mengarah ke
pengurangan efek
Kolestiramin Makanan

Sebuah studi pada 10 pasien dengan

ezetimibe.
-

tipe IIA hyperlipoproteinaemia


menemukan bahwa khasiat
kolestiramin dalam mengendalikan
kolesterol total dan kadar lipoprotein
densitas rendah yang tidak berubah
apakah kolestiramin itu diambil
Asam fibrat

Asam empedu
yang mengikat
resin

dengan atau sebelum makan


a. Bezafibrate
Pabrikan bezafibrate
merekomendasikan bahwa

Jika mengkombinasikan
penggunaan akan
efektif. Interaksi dapat

pemberian dengan jarak waktu 2

dihindarkan dengan

jam untuk obat kolestiramin dan

pemisahan pemberian

bezafibrate.
b. Clofibrate
Diatas 6 hari periode pemberian
klofibrat tidak memberikan
perubahan farmakokinetik secara
klinis pada 24 orang sehat.
Colestiramine 4 g empat kali sehari
tidak punya efek pada tingkatan
plasma puasa, kadar urin , atau
waktu-paruh clofibrate di 6 pasien
mengambil 1 g clofibrate dua kali
sehari
c. Fenofibrate
Diatas 6 hari periode pemberian
fenofibrat tidak memberikan
perubahan farmakokinetik secara
klinis pada 24 orang sehat. yang
telah diberi dosis colestipol sehari

dua obat dengan


sedikitnya 2 jam.

10 g pada waktu yang sama


fenofibrate 200 mg pagi-pagi, dan
colestipol 5 g pada waktu yang
sama, fenofibrate 100 mg pada
malam hari. Di penelitian acak,
penyeberangan jalan 27 orang
sehat mengambil fenofibrate 160
mg dengan colesevelam 3.75 g,
Colesevelam menyebabkan
beberapa farmakokinetik
fenofibrate ketika obat tersebut
diberikan bersamaan, tetapi ini
tidaklah dianggap sebagai gejala
klinis yg signifikan.
d. Gemfibrozil
Suatu studi 10 pasien dengan
serum pada tingkatan kolesterol
dan triglyceride menemukan
bahwa jika gemfibrozil 600 mg
tunggal telah diberi, 2 jam sebelum

atau 2 jam setelah colestipol 5 g,


kurva serum tersebut dan
konsentrasi gemfibrozil adalah
serupa. Bagaimanapun, ketika
kedua-duanya telah diberi pada
waktu yang sama, AUC
gemfibrozil telah dikurangi oleh
sekitar sepertiga. Studi lain
menemukan penggunaan
gemfibrozil yang dikombinasikan
dengan colestipol (dosis yang tidak
dipisahkan) yang ditingkatkan
penurunan LDL dan efek kedua,
tetapi yang cenderung untuk
mengurangi peningkatan HDL efek
Fibrat

Colchicine

gemfibrozil.
Pasien radang hati kronis dan sindrom

Colchicine sendiri

Penggunaan fibrates

nefritis berusia 40 tahun

jarang menyebabkan

dan colchicine dapat

mengkonsumsi colchicine 500

myopathy.

mengakibatkan

micrograms tiga kali sehari, tidak ada

Bagaimanapun, hal

rhabdomyolysis atau

keluhan dari 2 sampai 3 tahun

tersebut merupakan

neuromiopathi.

penggunan. Dimulai mengambil

peristiwa umum

gemfibrozil 600 mg dua kali sehari-

dalam colchicine

hari. Sekitar satu bulan kemudiannya

pada pemberian

ia mengalami sakit otot dan air seni

jangka panjang

warna coklat gelap, dan mempunyai

(seperti di kasus

suatu creatinine kinase 3 559 units/L,

dengan gemfibrozil),

dan ia telah didiagnosis seperti

dalam dosis tinggi,

mengalami rhabdomyolysis.

atau pada kerusakan

Penggunaan obat tersebut dihentikan

ginjal ( seperti di

dan pasien sembuh setelah 9 hari

kasus dengan

kemudian. Penggunaan colchicine

bezafibrate).

dosis tinggi jangka panjang dapat


menyebabkan myopati. Fibrat juga
dapat menyebabkan myopati
Fibrat

Diuretik

menghasilkan efek yang sinergis.


a) Bezafibrate
Ditandai diuresis
Suatu laporan terisolasi menujukan
mungkin telah dalam
suatu kasus gagal ginjal akut dan

Kominasi clofibrat dan


furosemide harus

rhabdomyolysis ke perawatan

kaitan dengan

dibatasi dengan atau

dengan bezafibrate 400 mg [yang]

kompetisi dan

tanpa interaksi

sehari-hari dan furosemide 25 mg

penggantian/jarak

(clofibrat dengan

furosemide oleh

sindrom nefrotic).

berganti hari.
b) Clofibrate
Tiga pasien dengan
hyperlipoproteinaemia yang
sekunder ke sindrom nephrotic,
mengambil furosemide 80 pada
500 mg sehari-hari, mengalami
sakit punggung, kekakuan, dan
rasa tidak enak badan umum
dengan dilafalkan diuresis di
dalam 3 hari mulai untuk
mengambil clofibrate 1 pada 2 g
Fibrat

Nefedipine

clofibrate dari protein


plasmanya yang
mengikat lokasi.
Clofibrate
menyebabkan suatu
otot toxicas, yang
mungkin telah
diperburuk oleh yang
mengenai air kencing
hilangnya Na+ dan

K+.
sehari-hari.
Rhabdomyolysis berkembang di 4 dari Tiga kasus

Dosis yang dianjurkan

5 pasien yang menjalani CAPD, yang

rhabdomyolysis

untuk bezafibrate pada

diberi bezafibrate 200 hingga 400 mg

terjadi karena suatu

pasien CAPD adalah

sehari untuk mengangkat kolesterol

interaksi antara

200 mg setiap 72 jam

dan trigliserida-level. Dari jumlah

bezafibrate dan

tampaknya mungkin

tersebut, 3 pasien juga memakai

nifedipine, tetapi hal

bahwa dosis tinggi, dan

nifedipin, dan salah satu dari 3

tersebut lebih

bukan interaksi yang

tersebut juga memakai lovastatin.

mungkin terjadi

bertanggung jawab

Menaikkan tingkat kinase kreatinin

karena dosis

untuk rhabdomyolysis

berkembang dalam 8 sampai 16 hari

bezafibrate yang

tersebut. Oleh karena

penggunaan bersamaan, dan

terlalu tinggi. Para

itu tidak ada tindakan

diselesaikan dalam waktu 48 jam

penulis berpendapat

pencegahan tampaknya

untuk menghentikan bezafibrate

nifedipine yang

diperlukan

tersebut.

mungkin bersaing
dengan bezafibrate
untuk proses
metabolisme oleh
sitokrom P450
isoenzim CYP3A4.
Oleh karena itu
mereka mengatakan
bahwa pasien dengan
gagal ginjal

membutuhkan fibrat
harus menghindari
Fibrat

Rifampisin

a) Clofibrate
Penurunan 35% di tingkat plasma
keadaan tunak dari metabolit aktif
clofibrate, asam isobutirat
chlorophenoxy (CIPB), terlihat
dalam 5 subyek yang sehat setelah
mereka mengkonsumsi rifampisin
600 mg sehari selama 7 hari.
Berdasarkan penelitian ini
sekarang akan lebih bijaksana
untuk memantau kadar lipid serum
pasien yang memakai clofibrate
jika rifampisin ditambahkan, dan
meningkatkan dosis clofibrate jika
diperlukan.
b) Gemfibrozil
Rifampisin 600 mg yang

substrat CYP3A4
Hal ini tampaknya

Perlu dilakukan

terjadi karena

pemantauan kadar lipid

metabolisme asam

serum pasien yang

isobutirat

memakai clofibrate jika

chlorophenoxy(CIPB)

rifampisin ditambahkan,

oleh hati dan / atau

dan meningkatkan dosis

ginjal meningkat.

clofibrate jika
diperlukan.

digunakan sehari-hari selama 6


hari dapat mempengaruhi
farmakokinetik gemfibrosil 600
Fibrat,

Ibuprofen

Ciprofibrat

mg.
Seorang pria 29 tahun dengan jenis M

Alasan untuk reaksi

Pertimbangan untuk

hiperlipidemia yang telah memakai

ini tidak diketahui,

reaksi ini tidak

Ciprofibrate 100 mg setiap hari selama tetapi penulis


6 bulan mulai memakai ibuprofen 200

melaporkan bahwa

mg dan kemudian 400 mg setiap hari

ibuprofen yang tidak

untuk tumit yang nyeri. Rasa sakit

menempatkan

menjadi umum, urin berubah keruh, ia

Ciprofibrate dari situs

mengeluh memiliki tubuh kaku, dan ia

yang mengikat,

dengan cepat berkembang gagal ginjal

sehingga mengubah

akut. Konsentrasi serum kreatinin nya

dosis yang aman

ditemukan 647 mikromol/L dan

menjadi toksik.

diketahui.

Fibrat.

Kontrasepsi

creatine kinase nya 13 740 unit/L.


Suatu studi perbandingan pada wanita

Clofibrat

Hormon

yang memakai kontrasepsi oral yang

oral dapat mempunyai

dikombinasikan dengan clofibrat

berbagai efek kurang

menemukan bahwa pemeriksaan

baik pada tingkatan

Kombinasi kontrasepsi

Fibrat,

Probenecid

Clofibrat

clofibrate telah meningkat dengan

lipid, dan ini bisa

48%. Peningkatan ini kemungkinan

merusak efek

berkaitan dengan peningkatan di

perawatan.

dalam clofibrate glucuronidation.


Suatu studi pharmacokinetik dari 4

Alasan yang diusulkan

subjek sehat yang memakai clofibrate

adalah bahwa

500 mg tiap 12 jam menemukan

probenecid

bahwa probenecid 500 mg tiap 6 jam

mengurangi

untuk 7 hari hampir menggandakan

pemeriksaan

keadaan tunak tingkat asam clofibris,

berkenaan dengan

dari 72 menjadi 129 mg/L, dan

metabolisme dan yang

meningkatkan asam clofibris bebas

berkenaan dengan

dari 2.5 menjadi 9.1 mg/L.

ginjal dengan

menghambat
konjugasinya dengan
Fibrat,
Gemfibrozil

Antasida

Suatu studi pasien dengan penyakit

asam glucuronic.
-

disarankan

ginjal dan hati menemukan bahwa

menggunakan

penggunaan bersama antasida

gemfibrozil 1 atau 2

(hidroksida aluminium, dan

jam sebelum

magnesium aluminium hidrat) dapat

menggunakan antasida

mengurangi kadar plasma gemfibrozil


sekitar 50 sampai 70%, dan AUC
sekitar 30 sampai 60%. Pertimbangan
untuk pengurangan ini tidak diketahui,
tetapi kemungkinan dikarenakan
Fibrat,

Psyllium

Gemfibrozil

gemfibrozil terserap oleh antasida.


Ketika 10 orang sehat memakai

gemfibrozil 600 mg dengan, atau 2


jam setelah, 3 g psyllium dalam 240
mL air, AUC gemfibrozil telah
dikurangi oleh sekitar 10%. Perubahan
bioavailabilas ini hampir bisa
dipastikan terlalu kecil untuk

Asam

Aspirin

menjadikn uji klinis.


Asam Nicotinic (70 hingga 100

niconinat

micrograms/kg per menit sebagai

(Niacin)

suatu pemberian diatas 6 jam) telah


diberikan kepada 6 orang sehat.
Masalah yang mungkin adalah bahwa

salicylate bersaing dengan


nicotinicacid untuk metabolisme
dengan konjugasi glycine di dalam
hati sehingga klirens asam nicotinic
dikurangi, menghasilkan suatu
kenaikan dalam tingkatan nya.
Suatu laporan kasus menguraikan

Pertimbangan tidaklah

niconinat

seorang perempuan yang telah

dipahami, tetapi

(Niacin)

menggunakan asam nicotinic 250 mg

pembilasan adalah

dua kali sehari sampai 3 tahun tanpa

suatu efek kurang baik

permasalahan, seperti halnya

yang sangat umum

nifedipine, ranitidine, colestyramine

dari asam nicotinic,

dan ferro-sulfat. Mengikuti

dan akan nampak

laryngectomy untuk kanker pangkal

bahwa dalam hal ini

tenggorokan, dia memulai kembali

nikotin tambalan

semua obat kecuali colestyramine dan

mungkin telah

mulai untuk menggunakan nikotin

bertanggung jawab

transdermal 21 mg sehari. Pada

untuk kemunculan

beberapa kesempatan, tidak lama

nya.

Asam

Nikotin

sesudah menggunakan asam nicotinic,


dia merasa tak enak sekitar 30
beberapa menit. Tidak ada peristiwa
lebih lanjut ketika asam nicotinic telah
Statin

ACE inhibitor

dihentikan.
hyperkalaemia pada penyakit diabetes

Penggunaan simvastatin

yang diberikan lisinopril dengan


lovastatin, dan pancreatitis akut telah
melekat pada penggunaan lisinopril
dengan atorvastatin. Analisa yang
retrospektif data studi klinis tidak
menemukan apapun bukti yang
keselamatan lovastatin telah diubah
oleh penggunaan dari penghambat
Statin

Amiodarone

ACE tak ditentukan dalam 142 pasien.


Kasus myopathy dan rhabdomyolysis
telah dilaporkan pada pasien yang

bersama dengan

menggunakan kombinasi tersebut.

amiodarone

Suatu laporan menyatakan bahwa 6%

menimbulkan toksik

pasien yang menerima simvastatin 80

pada otot lebih tinggi

mg sehari-hari dengan amiodarone

daripada penggunaaan

mengalami myopati (penyakit pada

pravastin dengan

otot dengan suatu keratin kinasenya

amiodarone.

lebih sedikit 10 kali dari batas


Statin

Antagonis reseptor
AT II

normal).
a) Fluvastatin
Dalam suatu studi, 12 subjek sehat
diberi losartan 50 mg saat pagi
untuk 7 hari, yang diikuti oleh
fluvastatin 40 mg pada waktu tidur
untuk 7 hari, dan kemudian keduaduanya digunakan bersama-sama
untuk 7 hari lainnya.
Farmakokinetik metabolit aktif
losartan E-3174, tidaklah mudah
diubah oleh fluvastatin. Hal
tersebut telah diantisipasi bahwa
fluvastatin mungkin menghalangi
konversi losartan ke E-3174
dengan menghambat Cytochrome

Penggunaan keduanya
tidak menemukan
interaksi yang relevan.

P450 isoenzyme CYP2C9. Studi


ini menunjukkan bahwa suatu
secara klinis relevan interaksi
farmakokinetik tidak mungkin,
dan tidak ada penyesuaian dosis
losartan yang diperlukan pada
penggunaan yang dikombinasikan.
b) Pravastatin
Pabrikan olmesartan bahwa secara
klinis tidak memiliki interaksi
yang relevan dengan pravastatin
pada objek sehat.
c) Simvastatin
Suatu studi pada 12 objek sehat
menemukan irbesartan 300 mg
tidak punya efek penting pada
farmakokinetik simvastatin 50 mg
dosis tunggal, ataupun metabolit
asamnya dan kombinasi adalah
dapat ditoleransikan. Secara klinis

tidak ada interaksi yang relevan


telah dicatat ketika telmisartan
Statin

Antasida

telah diberi dengan simvastatin.


Dalam suatu studi dosis ganda, 18

Tidak perlu

pasien telah diberi atorvastatin 10 mg

menghindari

sehari-hari untuk 15 hari dengan 30

penggunaan Maalox

mL dari suatu aluminium/magnesium

atau antacid lainnya

hidroksida antacid ( Maalox TC)

ataupun penurunan atau

empat kali sehari-hari untuk suatu

peningktana dosis

lebih lanjut selama 17 hari. Tingkatan

pravastin. Secara klinis

serum yang maksimum san AUC

tidak ada interaksi

atorvastatin telah berkurang 34%, dan

penting telah dilihat

penyerapannya juga dikurangi oleh

ketika dosis telah diberi

antacid. Bagaimanapun, pengurangan

2 jam terpisah, dan 2

yang sama juga terjadi pada

jam kemudian

kolesterol-LDL. Penggunaan yang

direkomendasikan pada

berbarengan antacid yang sama

penggunaan

( Maalox TC) 15 mL empat kali sehari

berbarengan

sebelum pravastatin, mengurangi

bioavailabilas 20 mg pravastatin dosis


tunggal sebesar 28%. pabrikan AS
rosuvastatin mengutip suatu studi di
mana suatu hidroksida magnesium /
aluminium antacid mengurangi
tingkatan suatu 40-mg dosis
Statin

Azoles

rosuvastatin dengan 54%.


a) Atorvastatin
Suatu laporan kasus menguraikan
pasien laki-laki 76 tahun yang
mengambil berbagai pengobatan,
mencakup pravastatin 80 mg seharihari dengan fluconazole 150 mg
secara tak banyak peristiwanya
untuk sekitar 18 bulan. Dalam
kaitan dengan suatu tanggapan tidak
cukup kepada pravastatin, obatnya
diubah ke atorvastatin 40 mg sehari.
Di dalam satu minggu mengalami
dyspnoea, myopathy,

rhabdomyolysis dan kegagalan


fungsi ginjal. Walaupun kedua obat
telah dihentikan, ia kemudian
meninggal kegagalam banyak
organ. Penulis mempertimbangkan
suatu interaksi antara atorvastatin
dan fluconazole menghasilkan
rhabdomyolysis.
b)Sepuluh orang sehat telah diberi
itraconazole 200 mg sehari untuk 5
hari

dengan

40-mg

dosis

atorvastatin tunggal pada hari 4.


Itraconazole

meningkatkan AUC

atorvastatin dan atorvastatin lactone


yang rangkap empat dan lipat tiga,
berturut-turut, dan meningkatkan
t1/2-nya menjadi dua kali lipat. Nilai
AUC dan total HMG-CoA reductase
penghambat telah ditingkatkan 1.6-

dan 1.7-fold, berturut-turut. Dalam


suatu tinjauan ulang FDA laporan
spontan dari hubungan statin dengan
rhabdomyolysis

pada

periode

November 1997 ke Maret 2000,


suatu azole antifungal berpotensi
mencakup 2 kasus rhabdomyolysis
menyertakan atorvastatin.
c) Fluvastatin
Dalam suatu studi, itraconazole 100
mg sehari untuk 4 hari tidak dengan
mantap

mempengaruhi

farmakokinetik fluvastatin, terlepas


dari suatu peningkatan kecil dalam
waktu-paruh nya.
c) Lovastatin
Seorang 63 tahun perempuan tengah
mengambil lovastatin 80 mg, asam
nicotinic 3 g sehari-hari, timolol dan
aspirin untuk hampir 10 tahun tanpa

permasalahan, punggung dan kaki


yang mulai sakit berkembang dalam
2 minggu, sehingga ia diberikan
itraconazole 100 mg dua kali seharihari. Beberapa hari kemudian air
seni-nya menjadi warna coklat, dan
hal positif untuk haem. Dia telah
didiagnose seperti mempunyai
rhabdomyolysis akut dan
hepatotoxicas. Lovastatin, asam
nicotinic dan itraconazole telah
dihentikan, dan dia telah
diperlakukan dengan
ubidecarenone. Dalam yang akan
datang 18 hari nya enzim serum
yang diangkat kembali ke normal,
walaupun plasmanya cholesterol
mengukur hampir menggandakan.
Dia telah dimulai kembali pada

asam nicotinic 11 minggu yang


kemudiannya tanpa problems.
Dalam suatu tinjauan ulang FDA
laporan secara spontan statinassociated rhabdomyolysis meliputi
periode November 1997 ke Maret
2000, suatu azole antifungal
berpotensi mencakup 6 kasus
rhabdomyolysis menyertakan
lovastatin.
d)Pravastatin
Suatu randomised,

double-blind

studi 12 objek sehat menemukan


fluconazole 400 mg pada hari 1
yang diikuti oleh 200 mg sehari
untuk 3 hari, efek penting tidak
terjadi

atas

farmakokinetik

praavastin dosis tunggal 40 mg.


nilai AUC obat tersebut meningkat
71% pada 10 objek sehat yang

mengambil itraconazole 200 mg


sehari untuk 4 hari, walaupun ini
tidak signifikan.
e) Rosuvastatin
Fluconazole 200 mg sekali sehari
untuk

11

konsentrasi
plasma

hari

meningkatkan

AUC dan konsentrasi

rosuvastatin

maksimum

masing-masing 14% dan 9%, pada


14 objek sehat. Proporsi berputarputar aktip HMG-CoA reductase
penghambat tidaklah terpengaruh
oleh fluconazole. Di (dalam) studi
serupa oleh para pekerja yang sama,
itraconazole dan ketoconazole juga
tidak punya secara klinis efek
penting rosuvastatin.
f) Simvastatin
Seorang laki-laki 83 tahun yang
tengah

mengambil

berbagai

pengobatan

yang

mencakup

simvastatin 40 mg sehari untuk 2


tahun telah diberi fluconazole 400
mg sehari sebagai bagian dari suatu
pengobatan terhadap neutropenic
chemotherapy-induced

sepsis.

Setelah satu minggu, ia mengalami


kelemahan otot, dan mempunyai air
seni warna coklat dan suatu serum
creatine kinase yang meningkat.
Pengobatannya

telah

dihentikan,

dan ia telah diperlakukan dengan


hidrasi dan diuretics, setelah itu
Statin

Beta blocker

gejalanya menurun.
Dalam suatu studi 24 objek sehat,
farmakokinetik 40 mg
dosis

tidaklah

fluvastatin

Tidak

(ada)

pencegahan

tindakan
khusus

oleh

akan sepertinya adalah

yang

perlu jika beta blockers

bersamaan dengan 40 mg tiap-tiap 12

diberi secara bersamaan

penggunaan

terpengaruh

propranolol

jam untuk 3 hari. Dengan cara yang


sama, dosis propranolol yang sama
terjadi

pengurangan

nilai

AUC

lovastatin 20 mg dengan metabolitnya


sebesar 18%. Perubahan ini adalah
kecil dan mau tidak mau untuk
menjadi secara klinis relevan. Analisa
retrospektif data studi klinis tidak
menemukan apapun bukti keselamatan
atau

kemanjuran

fluvastatin

telah

diubah oleh penggunaan beta blockers


(tak ditentukan). Dengan cara yang
sama, di (dalam) analisa lain, tidak
ada bukti kemanjuran lovastatin telah
diubah oleh beta blockers selektif
(terutama semata atenolol, metoprolol
dan labetalol) atau beta blockers tidak
selektif (terutama propranolol, nadolol
dan timolol). Demikian juga, pabrikan

dengan statins.

atorvastatin dalam studi klinis telah


digunakan secara bersamaan dengan
beta blockers tanpa bukti interaksi
Statin

Resin penghambat
asam empedu

kurang baik penting.


a) Atorvastatin
Kemungkinan asam
Suatu studi di mana atorvastatin dan
empedu
mengikat
colestipol telah diberi secara
statin di dalam usus
bersamaan menemukan bahwa
sehingga mengurangi
walaupun serum tingkat atorvastatin
umlah
statn
saat
telah dikurangi oleh sekitar 25%,
penyerapan di dalam
total pengurangan LDL-kolesterol
usus.
lebih besar dari ketika obat masingmasing telah diberi sendiri.
b)Fluvastatin
Colestyramine 8 g memberi pada
waktu yang sama fluvastatin 20 mg
berkurang AUC dan plasma yang
maksimum tingkat fluvastatin oleh
89 dan 96%, berturut-turut, di
(dalam) 19 pokok sehat. Ketika

Colestyramine

telah

diambil sedikitnya satu


jam setelah pravastatin
dan

juga

sewaktu

dimakan

malam

sebelum tidur.

hari

fluvastatin telah diberi 2 jam setelah


colestyramine, AUC dan plasma
yang maksimum tingkat fluvastatin
telah dikurangi di atas 50%. Dalam
studi lain pada 20 objek sehat, nilai
AUC

dan

plasma

maksimum

fluvastatin telah dikurangi 51 dan


82%,

berturut-turut,

ketika

fluvastatin telah diambil 4 jam


setelah colestyramine 8 g dan suatu
makanan.
pengurangan

Di

samping
ditandai

ini

dengan

fluvastatin bioavailabilas.
c) Pravastatin
Dalam suatu studi acak 33 pasien
dengan

hypercholesterolaemia

utama telah diberi pravastatin 5, 10,


atau 20 mg dua kali sehari sebelum
makan sore dan pagi selama 4
minggu dan kemudian 4 minggu

berikutnya

mereka

mengambil

24

sehari-hari.

colestyramine
Colestyramine
sedikitnya

g
telah

satu

diambil

jam

setelah

pravastatin. Di samping fakta bahwa


colestyramine

mengurangi

bioavailabilas pravastatin oleh 18


sampai 49%, pengurangan lipid
dalam

darah

telah

ditingkatkan

penggunaannya. Berhubungan studi


di (dalam) 18 subyek menemukan
bahwa colestyramine mengurangi
bioavailabilas

pravastatin

oleh

sekitar 40% ketika diberi pada


waktu yang sama, tetapi hanya kecil
dan

secara

pharmacokinetic

klinis
tidak

perubahan
penting

terjadi ketika pravastatin telah diberi


satu jam sebelumnya, atau 4 jam

setelah colestyramine. Dengan cara


yang sama, suatu multicentre studi
menyertakan

311

pasien

menemukan penggunaan pravastatin


yang dikombinasikan 40 mg sehari
dan colestyramine 12 g sehari-hari
adalah sangat efektif perawatan
Statin

Calcium-channel
blocker

hypercholesterolaemia.
a) Atorvastatin
Pabrikan amlodipine menyatakan
bahwa obat ini tidak
mempengaruhi farmakokinetik
atorvastatin. Obat ini juga telah
digunakan di antihypertensives,
mencakup calcium-channel
blockers. Bagaimanapun, mereka
memperingatkan obat/racun itu
yang adalah metabolised oleh
Cytochrome P450 isoenzyme
CYP3A4 (contohnya calcium-

Diltiazem Dan

Penggunaan bersamaan

Verapamil

tidak perlu dihindarkan,

menghalangi [itu]

tetapi telah diusulkan

Cytochrome P450

perawatan dengan suatu

isoenzyme CYP3A4,

statin untuk pasien yang

yang mana [adalah]

mengambil

diltiazem

bertanggung jawab

(dan

mungkin

untuk metabolisme

verapamil)

lovastatin, simvastatin

dimulai dengan dosis

dan [bagi/kepada]

mungkin yang paling

suatu luas,

rendah dan kemudian

harus

channel blockers) lakukan

atorvastatin. Oleh

dosisnya

mempunyai yang potensial untuk

karena itu penggunaan

dinaikkan

saling berhubungan. Suatu 60-

[yang] berbarengan

diltiazem

year-old orang [laki-laki] yang

[dari;ttg] obat/racun

verapamil)

mengambil atorvastatin 20 mg

ini meningkat/kan di

dosis

sehari , mengembang;kan

[dalam] tingkatan

dengan

rhabdomyolysis 3 minggu setelah

statin.

dikurangi.

diltiazem ( suatu penghambat


CYP3A4) telah dimulai. Kasus
serupa lain telah pula dilaporkan.
b) Fluvastatin
Suatu studi retrospektif efek
antihypertensives pada
kemanjuran fluvastatin
menemukan penggunaan yang
berbarengan calcium-channel tak
ditentukan blockers tidak dengan
mantap mempengaruhi
keselamatan [itu] atau lipidlowering efek fluvastatin,

dapat
atau,

jika
(atau

statin

dimulai,
harus
sangat

walaupun ada suatu


kecenderungan ke arah penurunan
ditingkatkan triglycerides.
c) Lovastatin
Suatu studi [yang] retrospektif
efek lovastatin dan
antihypertensive pengobatan
menemukan bahwa ketika
calcium-channel blockers
( diltiazem, nifedipine atau
verapamil) telah digunakan
kombinasi dengan lovastatin ada
suatu tambahan 3 [bagi/kepada]
5% menurunkan LDLCHOLESTEROL, yang marginal.
Studi farmakokinetik sudah
menunjukkan diltiazem yang
meningkatkan AUC dan
konsentrasi serum maksimum
tingkat lovastatin oleh sekitar

fourfold. Dalam studi lain, 20 mg


dan isradipine 5 mg telah
diberikan kepada 12 pokok sehat
yang manapun sendiri atau
bersama-sama untuk 5 hari.
Isradipine mengurangi AUC
lovastatin oleh 40%, pada pasien
laki-laki bukan wanita.
d) Pravastatin
Suatu studi di (dalam) 10 pokok
sehat menemukan itu sustainedrelease diltiazem 120 mg dua kali
sehari-hari tidak punya efek pada
farmakokinetik 20 mg dosis
pravastatin.
e) Simvastatin
1. Amlodipine. Suatu studi pada
8 pasien yang mengambil
simvastatin 5 mg sehari-hari
dengan penambahan

amlodipine 5 mg untuk 4
minggu meningkatkan
konsentrasi maksimum AUC
simvastatin oleh suatu rendah
hati 1.4- dan 1.3-fold,
berturut-turut, tanpa
mempengaruhi lipid profil
pasien.
2. Diltiazem. 20 mg tunggal
Dosis simvastatin telah
diberikan kepada 10 subjek
sehat setelah mereka telah
mengambil sustained-release
diltiazem 120 mg dua kali
sehari-hari untuk 2 minggu.
Diltiazem menyebabkan
sekitar suatu lima kali lipat
meningkat/kan simvastatin
AUC, suatu peningkatan

rangkap empat dalam


tingkatan serum yang
maksimum, dan suatu 2.5-fold
meningkatkan waktu
paruhnya.Keterkaitan klinis
interaksi diltiazem telah
dipertunjukkan pada pasien 53
tahun yang mengalami
rhabdomyolysis selama 3
bulan setelah diltiazem 30 mg
empat kali sehari-hari telah
ditambahkan untuk
mendirikan;tetapkan
perawatan dengan simvastatin
40 mg sehari-hari. Kedua obat
telah dihentikan untuk
penyembuhan selama 10 hari.
Kasus lain serupa telah pula
dilaporkan. Suatu vitro studi

yang menggunakan hati


manusia microsomes juga
menemukan diltiazem itu
[yang] sedang menghalangi
simvastatin metabolisme.
3. Lacidipine. Di (dalam) suatu
randomised, penyeberangan
jalan belajar simvastatin 40
mg [yang] sehari-hari telah
diberi untuk 8 hari, dengan
atau tanpa lacidipine 4 mg
[yang] sehari-hari. Lacidipine
mengangkat AUC simvastatin
oleh 35%, yang telah
dianggap sebagai rendah hati
dan mau tidak mau
untuk;menjadi arti klinis.
4. Verapamil. Suatu studi di
mana 12 pokok telah diberi
verapamil 80 mg tiga kali

sehari-hari, ditemukan suatu


4.6-fold meningkat/kan AUC
simvastatin, suatu 2.6-fold
meningkat/kan dalam
tingkatan serum maksimum
nya , dan sekitar suatu
peningkatan dua kali lipat
dalam umur-paruh nya .
[Yang] dengan cara yang
sama, suatu studi di (dalam)
12 pokok sehat menemukan
itu extended-release verapamil
480 mg [yang] sehari-hari
untuk 3 hari menyebabkan
suatu lima kali lipat
meningkat/kan serum yang
maksimum tingkat simvastatin
40 mg, dan sekitar suatu
peningkatan rangkap empat

dalam AUC nya . Keterkaitan


yang klinis verapamil
interaksi telah dipertunjukkan
[adalah] suatu 63-year-old
orang [laki-laki], [siapa] yang
mengembang;kan
rhabdomyolysis sekitar 1
bulan setelah diperluaspelepasan/release verapamil
240 mg [yang] sehari-hari
telah ditambahkan untuk
mendirikan;tetapkan
perawatan dengan simvastatin
40 mg [yang] sehari-hari dan
ciclosporin. Verapamil Dan
Simvastatin telah dihentikan
dan ia menyembuhkan (di)
atas yang berikut 14 hari.
Suatu vitro studi yang

menggunakan hati manusia


microsomes juga menemukan
verapamil itu [yang] sedang
menghalangi simvastatin
Statin

Carbamazepine

metabolisme.
Di (dalam) suatu randomised,

Carbamazepine adalah Monitor

penyeberangan jalan belajar 12 pokok

suatu dikenal [yang]

berbarengan

sehat telah diberi carbamazepine 200

kuat inducer

memeriksa simvastatin

mg [yang] sehari-hari untuk 2 hari,

CYTOCHROME

adalah efektif

kemudian 300 mg dua kali sehari-hari

P450 ISOENZYME

untuk 12 hari, dengan 80-mg dosis

CYP3A4 dengan

simvastatin tunggal 12 jam setelah

mana simvastatin

dosis carbamazepine yang ter]akhir.

adalah Carbamazepine

AUC dan serum maksimum tingkat

oleh karena itu

simvastatin telah dikurangi oleh 75%

meningkat/kan

dan 68%, berturut-turut, dan AUC dan

simvastatin

serum maksimum tingkat simvastatin

metabolisme,

asam ( metabolite simvastatin yang

mendorong ke arah

aktip) telah dikurangi oleh 82% dan

tingkatan dikurangi.

penggunaan
untuk

69%, berturut-turut

Lovastatin, dan
[bagi/kepada] suatu
luas lebih sedikit,
atorvastatin adalah
juga metabolised oleh

Statin

Siklosporin

a. Atorvastatin, Dalam sebuah studi

CYP3A4.
Kenaikan yang

Penggunaan

bersama

dari 10 pasien yang memakai

ditandai dengan

tidak

dihindari

siklosporin berikut transplantasi

tingkat statin dan /

(kecuali dalam kasus

perlu

ginjal, 4 menunjukkan peningkatan atau toksisitas

rosuvastatin,

tingkat siklosporin melalui mereka

(rhabdomyolysis)

penggunaan bersamaan

antara 26 dan 54% ketika

mungkin terjadi

merupakan

atorvastatin 10 mg ditambahkan,

karena kedua statin

kontraindikasi di UK45)

mengharuskan pengurangan dosis

dan siklosporin

tetapi

siklosporin. Tidak ada perubahan

bersaing untuk hal

dengan

yang terlihat pada 6 pasien

yang sama

rekomendasi

lainnya, dan kejadian efek buruk

memetabolisme

pencegahan

yang

tidak lebih tinggi dari pada kontrol

enzim, sitokrom P450

memulai

(atau

Kelompok transplantasi tidak

isoenzim CYP3A4.

mengurangi) statin ke

harus
baik,

dimana

dipantau
sebuah

diberikan atorvastatin.1 Ketika

Sejauh interaksi

dosis terendah harian

atorvastatin 10 mg sehari diberikan tampaknya tergantung

yang

kepada 21 pasien transplantasi

pada afinitas relatif

kondisi pasien.

ginjal mengambil siklosporin,

berbeda statin untuk

maksimum kadar serum

isoenzim ini, dan juga

siklosporin umumnya menurun

pada apakah mereka

(dengan rata-rata 13,5%). Namun,

dapat dimetabolisme

4 pasien diperlukan penurunan

oleh jalur alternatif. P-

dosis siklosporin dan satu Pasien

glikoprotein dan

membutuhkan increase.2 Studi lain transporter lainnya.


menunjukkan bahwa penyebab

Protein juga mungkin

siklosporin peningkatan diabaikan

memiliki bagian untuk

dalam tingkat siklosporin dalam

bermain, terutama di

transplantasi hati.
b. Fluvastatin, Ketika Fluvastatin 20
mg per hari diberikan kepada 16
pasien mengambil siklosporin 21103 bulan setelah transplantasi
ginjal, tidak ada perubahan

mengangkat
siklosporin tingkat
yang terlihat dengan
pravastatin

sesuai

dengan

signifikan terlihat pada siklosporin


mereka levels. Hasil yang sama
terlihat pada penelitian lain, satu
menggunakan fluvastatin 20 mg
dua kali sehari, 9 dan satu di 17
penerima transplantasi ginjal
mengambil diperpanjang-release
fluvastatin.
c. Lovastatin, Siklosporin dan
creatine phosphokinase tingkat
yang tidak berubah secara
signifikan pada 6 pasien cangkok
ginjal mengambil siklosporin dan
lovastatin (10 mg selama 8
minggu, kemudian 20 mg selama
12 minggu) . Hasil yang sama
ditemukan di study lain
d. Pravastin, Sebuah studi di 19
jantung anak dan remaja
pasien transplantasi (usia rata-rata

12,1 tahun) menemukan bahwa


tiga terapi imunosupresan (17
pasien yang memakai siklosporin)
menaikkan tingkat maksimum dan
AUC pravastatin 10 mg setiap hari
selama 8 minggu sekitar delapan
kali lipat dan sepuluh kali lipat,
masing-masing, bila dibandingkan
dengan subyek kontrol tidak
menerima imunosupresan. Ada
variasi intersubyek sangat besar
dalam AUC pravastatin dan
levels.29 maksimum Hasil serupa
telah
ditemukan dalam penelitian lain di
adults.30,31 Meskipun studi pada
pasien yang memakai siklosporin
menemukan bahwa AUC
pravastatin 20 mg per hari tidak

berbeda antara hari 1 dan hari 28


terapi (menunjukkan tidak ada
akumulasi), nilai AUC yang
diperkirakan lima sampai tujuh
kali lipat lebih tinggi dibandingkan
pasien tidak mengambil
ciclosporin
e. Rosuvastatin, Sebuah studi di 19
jantung anak dan remaja
pasien transplantasi (usia rata-rata
12,1 tahun) menemukan bahwa
tiga terapi imunosupresan (17
pasien yang memakai siklosporin)
menaikkan tingkat maksimum dan
AUC pravastatin 10 mg setiap hari
selama 8 minggu sekitar delapan
kali lipat dan sepuluh kali lipat,
masing-masing, bila dibandingkan
dengan subyek kontrol tidak

menerima imunosupresan. Ada


variasi intersubyek sangat besar
dalam AUC pravastatin dan
levels.29 maksimum Hasil serupa
telah
ditemukan dalam penelitian lain di
adults.30,31 Meskipun studi pada
pasien yang memakai siklosporin
menemukan bahwa AUC
pravastatin 20 mg per hari tidak
berbeda antara hari 1 dan hari 28
terapi (menunjukkan tidak ada
akumulasi), nilai AUC yang
diperkirakan lima sampai tujuh
kali lipat lebih tinggi dibandingkan
pasien tidak mengambil
ciclosporin.
f. Simvastatin, Sebuah studi
menemukan bahwa tingkat

siklosporin dari 12 ginjal pasien


transplantasi jatuh 334-235
mikrogram / L setelah simvastatin
5 sampai 15 mg per hari. Sebuah
studi retrospektif oleh penulis yang
sama mengkonfirmasi hasil ini
dalam 12 pasien. Sebaliknya,
farmakokinetik dosis tunggal
menunjukkan bahwa simvastatin
meningkatkan tingkat maksimum
dan AUC siklosporin dengan
sederhana 8% dan 13%,
Statin

Cholchinine

respectively.
a. Fluvastatin

Interaksi antara

Semua

pasien

yang

Seorang pria 70 tahun yang sudah simvastatin terjadi

memakai statin harus

memakai fluvastatin 80 mg per karena kedua obat

diperingatkan

hari

gejala

untuk

mengambil
setiap

hari

tahun

colchicine
selama

mulai dimetabolisme oleh


1,5

mg isoenzim sitokrom

serangan P450 CYP3A4.

disuruh
nyeri

tentang

miopati

dan

melaporkan
otot

atau

arthritis gout. Dalam waktu 3 hari Namun, interaksi

kelemahan. Saya takan

ia

lebih bijaksana untuk

merasa

mual

dan

mulai tersebut kemudian

mengembangkan nyeri otot dan terlihat dengan

memperkuat saran ini

kelemahan. Saat masuk ke rumah fluvastatin dan

jika mereka diberikan

sakit ia ditemukan memiliki gagal pravastatin ini

colchicine

ginjal

akut

dan

mengangkat tampaknya tidak

creatine kinase, dan didiagnosis mungkin menjadi


dengan

rhabdomyolysis.

Kedua penjelasan lengkap. P-

obat dihentikan dan ia membuat glikoprotein juga telah


pemulihan penuh atas 2 bulan.
b. Pravastatin

melibatkan
Colchicine, bisa saja

Seorang wanita 65-tahun yang jarang, menyebabkan


telah mengambil pravastatin 20 mg miopati.
per hari untuk 6 tahun diberikan
colchicine 1,5 mg sehari selama
episode gout. Dalam 20 hari ia
mengembangkan kelemahan otot
di kaki dan memiliki sedikit
mengangkat

creatine

kinase.

Diagnosis

miopati

dibuat

dan

kedua colchicine dan pravastatin


dihentikan.
diselesaikan
berikutnya.

Kelemahan
atas

minggu

Colchicine

ini

kemudian diberikan sendiri, dan


miopati tidak terjadi.
c. Simvastatin
Seorang pasien dengan gagal
ginjal kronis yang sudah memakai
simvastatin untuk 2 tahun
diberikan colchicine untuk gout.
Dalam waktu 2 minggu ia
mengembangkan otot kelemahan,
yang didiagnosis sebagai miopati.
Kedua obat tersebut berhenti dan
Statin

Danazol

gejala teratasi
a. Lovastatin
Seorang pria 72 tahun mengambil
atenolol, aspirin, dipiridamol dan

Danazol (dan

Statin

doxycycline) yang

signifikan

yang

tidak

lovastatin 20 mg dua kali sehari

mungkin

dimetabolisme

oleh

dirawat di rumah sakit setelah

hepatotoksik, yang

CYP3A4

mengeluh mialgia selama 12 hari

menyebabkan

pravastatin,

terakhir, dan urin coklat selama 5

penurunan

rosuvastatin)

tidak

hari terakhir. Kondisinyan

metabolisme

diharapkan

untuk

didiagnosis sebagai

lovastatin, atau bahwa

berinteraksi.

rhabdomyolysis parah dan

danazol yang

mioglobinuria. 2 bulan

memiliki efek toksik

sebelumnya ia telah mulai

langsung pada otot.

mengambil danazol 200 mg tiga

Danazol menghambat

kali sehari dan prednison, dan satu

sitokrom P450

bulan sebelumnya ia telah

isoenzim CYP3A4

menerima 10-hari tentu saja

dimana simvastatin

doksisiklin 100 mg dua kali sehari.

dan lovastatin yang

Aspirin dan lovastatin yang

dimetabolisme, yang

berhenti (danazol dihentikan 4 hari

akan menghasilkan

sebelum masuk dan doxycycline

peningkatan kadar

yang dihentikan 5 hari sebelum

statin, dan karena

timbulnya gejala), dan semua

miopati dan

(fluvastatin,

gejala diselesaikan. Tes

rhabdomyolysis.Ini

laboratorium yang normal dalam 2

tampaknya penjelasan

minggu.
b. Simvastatin
Seorang pria 68 tahun yang sudah

yang lebih mungkin


untuk efek terlihat.

memakai simvastatin 40 mg
jangka panjang harian tanpa
masalah dikembangkan
rhabdomyolysis (otot progresif
rasa sakit dan kelemahan, teh
berwarna urine, gangguan ginjal,
dan creatine mengangkat
fosfokinase) dalam waktu 3
minggu mulai mengambil danazol
200 mg tiga kali sehari. Dia diberi
hemodialisis dan kemudian
Statin

Everolimus

sembuh.
Dalam sebuah studi dosis tunggal
pada subyek sehat everolimus
tidak mengubah farmakokinetik

atau kegiatan HMG-CoA


atorvastatin
atau pravastatin sampai batas
klinis yang relevan. Everolimus
farmakokinetik yang berubah
Statin

Ezetimibe

dengan statin
a. Atorvastatin

setiap

pasien

Dalam pasien studi tiga-lengan

mengambil statin yang

diberi atorvastatin 80 mg per hari,

juga

atorvastatin 80 mg setiap hari

ezetimibe

harus

dengan ezetimibe 10 mg per hari,

diberitahu

untuk

atau

mg

melaporkan tanda-tanda

seharidengan ezetimibe 10 mg per

miopati dan mungkin

hari. Tidak ada perbedaan dalam

rhabdomyolysis

efek

yaitu

atorvastatin

samping

40

tercatat

antara

diberikan

jika

(otot

dijelaskan

masing-masing 3 kelompok dan

nyeri, nyeri tekan atau

tidak

kelemahan

ada

signifikan

peningkatan

yang
dalam

creatine kinase. Tidak ada kasus

atau

berwarna gelap)

urin

miopati

atau

rhabdomyolysis

terjadi,

dan

kombinasi

itu

baik-tolerated.

Demikian

pula,

studi

efikasi

ditemukan
ezetimibe

yang

memperburuk

intoleransi

tidak
statin

atau toksisitas pada 628 pasien


dengan hiperkolesterolemia yang
memakai
laporan

atorvastatin.
kasus

Namun,

menggambarkan

seorang pria 43-tahun mengambil


atorvastatin 80 mg sehari yang
mengembangkan nyeri otot yang
parah

dengan

tingkat

kinase

kreatinin tinggi 3 minggu setelah


ia mulai mengambil ezetimibe 10
mg per hari. Gejala diselesaikan
ketika kedua obat telah ditarik dan

ia kemudian restart atorvastatin


yang
tanpa masalah. Kasus serupa lanjut
juga telah dilaporkan.
b. Fluvastatin
Dalam studi acak sebanyak 32
subyek

sehat

dengan

hiperkolesterolemia
diberi baik ezetimibe 10 mg per
hari, fluvastatin 20 mg sehari atau
kedua

obat

dalam

kombinasi

selama

14

hari.

Kombinasi

ditoleransi dengan baik, tidak ada


interaksi farmakokinetik signifikan
terjadi,
menurunkan
tercatat,

dan

ditingkatkan

kolesterol
yang

LDL

dianggap

menjadi menguntungkan. Namun,


sebuah

laporan

kasus

menggambarkan
pria

52

tahun

mengambil

fluvastatin 80 mg setiap hari yang


mengembangkan

tinggi

tingkat

kinase kreatinin 8 minggu setelah


ezetimibe

10

ditambahkan.

mg

per

Tingkat

hari
kinase

kreatinin nya kembali normal 4


minggu setelah ezetimibe tidak
digunakan.
c. Lovastatin
Dalam sebuah studi silang acak 18
subyek sehat yang diberikan baik
ezetimibe 10 mg sehari, lovastatin
20 mg setiap hari atau kedua obat
dalam kombinasi selama 7 hari.
Kombinasi

ditoleransi

dengan

baik, dan tidak ada yang signifikan


Interaksi farmakokinetik adalah

dicatat.
d. Rosuvastatin
Dalam sebuah studi terkontrol
plasebo 12 subyek sehat dengan
hiperkolesterolemia
ezetimibe

10

diberi

mg

setiap

hari

dengan rosuvastatin 10 mg setiap


hari selama 14 hari. Kombinasi
tersebut ditahan dengan baik (tidak
signifikan perubahan enzim hati
atau

kreatinin

fosfokinase

mencatat), yang farmakokinetik


dari kedua obat tidak berubah
secara signifikan, dan ditingkatkan
menurunkan

LDL-kolesterol

tercatat, yang dianggap menjadi


menguntungkan.
e. Simvastatin
Dalam studi tiga lengan, pasien

diberi simvastatin 80 mg sehari,


simvastatin 80 mg setiap hari
dengan ezetimibe 10 mg per hari,
atau simvastatin 40 mg sehari
dengan ezetimibe 10 mg per hari.
Tidak ada perbedaan dalam efek
samping tercatat antara masingmasing kelompok dan tidak ada
peningkatan yang signifikan dalam
creatine kinase. Tidak ada kasus
miopati atau rhabdomyolysis
terjadi, dan kombinasi itu baiktertolerasi. Dalam studi lain,
ezetimibe 0,25 mg, 1 mg atau 10
mg sehari tidak berpengaruh pada
farmakokinetik simvastatin 10 mg
sehari, ketika kedua diberikan
selama 14 hari. Selain itu, 10 dan
20 mg dosis simvastatin yang

ditoleransi dalam kombinasi


Statin

FIbrat

dengan ezetimibe
a. Bezafibrate

fibrat dapat

Kombinasi

1) Fluvastatin

menghambat

digunakan jika manfaat

dapat

Dalam satu studi bezafibrate 200 metabolisme statin,

penggunaan lebih besar

mg tiga kali sehari meningkatkan tetapi tidak

daripada resiko (pasien

AUC

resiko miopati). setiap

dan

tingkat

maksimum karena mereka

fluvastatin 20 mg setiap hari oleh menghambat sitokrom

pasien diberikan statin

sekitar

dan

50

sampai

60%. P450 isoenzim

fibrat

harus

Bezafibrate farmakokinetik tidak CYP3A4

diberitahu

menguntungkan.

melaporkan tanda-tanda

2) Lovastatin

untuk

miopati

dan

Dalam sebuah penelitian di 11

kemungkinan

subyek

rhabdomyolysis

sehat

farmakokinetik

(yaitu

tunggal 40 mg dosis lovastatin

jika nyeri otot yang

tidak diubah oleh bezafibrate 400

tidak dapat dijelaskan,

mg setiap hari untuk 3 hari

kelembutan

atau

b. Fenofibrate

kelemahan

atau

urin

1) Pravastatin

berwarna gelap). Jika

Sebuah studi dosis tunggal dalam

miopati tidak terjadi,

23

menemukan

statin harus dihentikan

bersamaan

segera. lovastatin dan

subyek

bahwa

sehat

penggunaan

pravastatin 40 mg dan 201 mg

simvastatin

fenofibrate tidak berpengaruh pada

menyarankan

farmakokinetik yang baik obat,

penggunaan kombinasi

tetapi peningkatan moderat dalam

dengan fibrat umumnya

pembentukan pravastatin metabolit

harus dihindari, tetapi

non-toksik terlihat. Hal ini tidak

jika imbalan tersebut

dianggap klinis penting. Dalam

dianggap

studi pravastatin beberapa dosis 40

daripada risiko, dosis

mg sehari adalah diberikan kepada

rendah

23 subyek sehat dengan fenofibrate

digunakan.

160

mg

sehari.

Fenofibrate

meningkatkan tingkat maksimum


dan AUC pravastatin sekitar 40%
dan

30%,

masing-masing.

Kenaikan serupa terlihat untuk


pravastatin

utama

metabolit.

lebih
statin

besar
harus

Kombinasi
baik,

ditoleransi

dan

dengan

peningkatan

yang

dianggap modest.4 Namun, sebuah


laporan

kasus

pengambilan
300

menggambarkan

pasien

mg

fenofibrate

sehari,

yang

mengembangkan rhabdomyolysis
setelah memulai pravastatin 10 mg
tiap hari
2) Rosuvastatin
Sebuah kursus 7 hari fenofibrate
67

mg

tiga

rosuvastatin
menghasilkan

kali
10

mg

hanya

sehari

dan

per

hari

perubahan

kecil dalam asam fenofibric dan


rosuvastatin paparan di 14 subyek
sehat, jika dibandingkan dengan
baik obat diberikan sendirian.
3) Simvastatin

Dalam sebuah studi silang acak 25


subyek sehat diberi simvastatin
80

mg

setiap

hari

dengan

fenofibrate 160 mg sehari selama 7


hari. Farmakokinetik yang kedua
obat dan metabolit utama mereka
(sebagaimana dinilai dalam 12
subjek)

tidak

berubah

dengan

menggunakan bersamaan. Semua


25 subjek dinilai untuk keamanan,
dan kombinasi ditemukan toleransi
baik
c. Gemfibrozil
1) Atorvastatin
Sebuah penelitian farmakokinetik
pada 10 subyek sehat menemukan
bahwa gemfibrozil 600 mg dua
kali sehari meningkatkan AUC
atorvastatin

dan

metabolitnya

sebesar 24% dan 30 sampai 80%,


masing-masing,

yang

dianggap

sebagai

moderat

meningkat. Seorang wanita 43


tahun dengan beberapa masalah
medis mengambil gemfibrozil 600
mg

dua

serangan

kali

sehari.

berulang

atorvastatin

Setelah

pankreatitis,

10

mg

dan

glibenklamid (glyburide) 2,5 mg,


baik dua kali sehari-hari, yang
ditambahkan

ke

perawatannya.

Sekitar 3 minggu kemudian dia


mengembangkan coklat dan urin
keruh

(menunjukkan

mioglobin

kemih), creatine kinase tingkat


4.633 unit / L dan memiliki
myalgia. Dia didiagnosa menderita
rhabdomyolysis. Tingkat kinase

serum creatine cepat jatuh saat


atorvastatin dan gemfibrozil yang
tidak

digunakan.

serangkaian

kasus

Dalam
10

pasien

mengambil statin yang disajikan


untuk

otot

biopsi, satu pasien mengambil


gemfibrozil

mengembangkan

miopati. 3 bulan setelahnya, dosis


nya atorvastatin meningkat dari 10
hingga 20 mg.
2)

Fluvastatin
Dalam sebuah penelitian acak,
Crossover

15

pasien

diberi

fluvastatin 20 mg dan gemfibrozil


600

mg

dua

Farmakokinetik

kali

sehari.

dari

kedua

gemfibrozil dan fluvastatin tidak


berubah

dengan

menggunakan

bersamaan dan tidak ada yang


signifikan

efek

samping

yang

dicatat.
3) Lovastatin
Dalam penelitian farmakokinetik,
11 subyek sehat diberi gemfibrozil
1,2 g sehari selama 3 hari, dengan
dosis 40 mg tunggal lovastatin
pada hari 3. Tingkat plasma AUC
dan maksimum asam lovastatin
(metabolit) yang hampir tiga kali
lipat

lebih

besar

di

hadapan

gemfibrozil. Pada tahun 1990 FDA


telah didokumentasikan 12 laporan
kasus

miopati

rhabdomyolysis

parah
terkait

atau
dengan

penggunaan bersamaan lovastatin


dan gemfibrozil. Tingkat rata-rata
serum

creatine

kinase

pasien

mencapai 15 250 unit / L. Empat


dari

mereka

yang

diuji

menunjukkan mioglobinuria dan


lima

memiliki

Rincian
kasus

failure.12

ginjal

rhabdomyolysis

akut
terkait

dengan
penggunaan bersamaan obat ini,
13-18 tiga melibatkan gagal ginjal,
14,15,17 telah diberikan tempat
lain.

Kasus

lain

dari

rhabdomyolysis telah dilihatpada


pasien yang memakai lovastatin
dan

gemfibrozil,

dengan

siklosporin, atau niacin. Selain


kasus ini, review dari gabungan
statin

penggunaan

fibrat

diidentifikasi lebih lanjut 4 kasus


rhabdomyolysis yang melibatkan

gemfibrozil dan lovastatin, semua


melibatkan dosis lovastatin dari 40
mg

dan

Namun,

dibawah.

berbeda,

laporan

lain

menggambarkan tampaknya aman


dan efektif penggunaan bersamaan
dalam kondisi yang terkendali
dengan baik, meskipun ditinggikan
tingkat
tanpa

creatine

phosphokinase,

rhabdomyolysis,

terlihat

pada sampai dengan 8% dari


kasus.
4)

Pravastatin
Dalam sebuah penelitian di 18
subyek sehat gemfibrozil 600 mg
tidak
perubahan

menyebabkan

klinis

signifikan

dalam

bioavailabilitas
tunggal

20

pravastatin.

mg

dosis
Namun,

penelitian

lain

menggunakan

pravastatin 40 mg menemukan
bahwa

AUC

dan

tingkat

maksimum pravastatin meningkat


sekitar tiga kali lipat dan dua kali
lipat. Sebuah studi 12 minggu
dengan pravastatin 40 mg sehari
dan gemfibrozil 600 mg dua kali
sehari menemukan bahwa ditandai
kelainan

pada

konsentrasi creatine kinase (empat


kali nilai pretreatment) terjadi
dalam 1 dari 71 pasien yang
memakai pravastatin saja, 1 dari 73
pasien yang menggunakan plasebo,
2 dari 72 pasien yang memakai
gemfibrozil saja, dan 4 dari 75
pasien

yang

menggunakan

gemfibrozil dengan pravastatin.

Perbedaan antara perlakuan yang


tidak signifikan secara statistik.
Dua pasien yang memakai terapi
kombinasi memiliki ini ditarik
karena tanpa gejala peningkatan
creatine kinase. Parah miopati atau
rhabdomyolysis tidak terlihat di
setiap pasien, meskipun 14 pasien
mengalami nyeri muskuloskeletal,
tetapi dalam banyak kasus ini tidak
dianggap

berhubungan

dengan

pengobatan.
5) Rosuvastatin
Dalam sebuah studi silang acak 20
subyek sehat diberi gemfibrozil
600 mg dua kali sehari selama 7
hari, dengan dosis 80 mg tunggal
rosuvastatin pada hari 4. AUC
rosuvastatin meningkat 1,88 kali

lipat (11 subyek yang dinilai) dan


tingkat

maksimum

rosuvastatin

meningkat 2.21 kali lipat. Tiga


mata

pelajaran

peningkatan

mengalami

asimtomatik

pada

tingkat ALT (kurang dari 2,5 kali


batas atas normal).
Simvastatin
Seorang pria 62 tahun dengan
diabetes mengambil simvastatin 20
mg setiap hari dan gemfibrozil 600
mg per hari (serta acenocoumarol,
glibenclamide (glyburide) dan
diklofenak) dirawat di rumah sakit
karena melena, umum mialgia,
malaise dan urin coklat. Tes
laboratorium mengkonfirmasi
diagnosis rhabdomyolysis. Dia
pulih ketika simvastatin dan

gemfibrozil yang stopped.30


pasien diabetes lain telah
mengambil simvastatin dan
gemfibrozil 600 mg setiap hari
selama 21/2 tahun (serta felodipin,
indapamide, kalsium karbonat,
bumetanide, psyllium,
acenocoumarol dan insulin). Dia
mengeluh kelelahan, mialgia
umum dan anuria 3 bulan setelah
dosis nya simvastatin telah
meningkat menjadi 80 mg per hari.
Rhabdomyolysis dengan gangguan
ginjal berlebihan didiagnosis dan
dikonfirmasi. Dia pulih ketika
simvastatin dan gemfibrozil
dihentikan. Tiga kasus lebih lanjut
dari rhabdomyolysis telah
dilaporkan di pasien yang

memakai simvastatin, 3 minggu


sampai 3 bulan setelah memulai
gemfibrozil.
Salah satu kasus ini adalah fatal.
Sebuah penelitian farmakokinetik
menemukan bahwa ketika
gemfibrozil diberikan dengan
simvastatin AUC asam simvastatin
(metabolit aktif dari simvastatin)
adalah meningkat hampir dua kali
lipat dan konsentrasi puncak dua
kali lipat.
Dalam serangkaian kasus 10
pasien mengambil statin yang
disajikan untuk otot biopsi, dua
pasien mengambil gemfibrozil
mengembangkan miopati
sementara juga mengambil
simvastatin

Statin

Asam Fusidic

Seorang pasien dengan

Signifikansi

klinis

transplantasi ginjal dan diabetes

interaksi ini mungkin

mengambil berbagai obat adalah

tidak

diberikan atorvastatin 10 mg sehari

tampaknya

untuk hiperlipidemia. Enam

untuk

minggu kemudian, karena infeksi

pasien yang memakai

resisten, klindamisin dan

baik atorvastatin atau

ciprofloxacin dihentikan dan

simvastatin

fusidic acid 1,5 g sehari dimulai.

asam fusidic berada di

Pada saat ini serum creatine kinase

melihat

keluar

adalah 54 unit / L. Dua minggu

gejala

miopati

kemudian pasien dirawat dengan

rhabdomyolysis

progresif kelemahan otot dan nyeri

otot yaitu yang tidak

di kedua kakinya. Nya serum

jelas

kreatinin kinase adalah 3550 unit /

nyeri atau kelemahan

L, dan dia juga telah mengangkat

atau

tingkat mioglobin. Dua duanya

gelap).

terus meningkat selama 5 hari

tidak

setelah asam atorvastatin dan

harus dihentikan segera.

jelas,

tetapi
bijaksana

mengingatkan

dengan
untuk
dan
(nyeri

penyebabnya,
urin

berwarna

Jika
terjadi,

miopati
statin

fusidic yang berhenti, kemudian


secara bertahap kembali normal
lebih satu minggu. Tingkat serum
dari kedua asam fusidic dan
atorvastatin lebih tinggi dari yang
diharapkan, dan dianggap bahwa
interaksi itu serupa. Pasien lain
yang memiliki telah mengambil
simvastatin 10 mg sehari selama
10 bulan, dikembangkan
rhabdomyolysis 15 hari setelah
mulai mengambil asam fusidic.
Dia pulih setelah menghentikan
kedua obat. Kasus lain yang
melibatkan simvastatin dan asam
fusidic, yang awalnya keliru untuk
obat diinduksi hepatitis, juga telah
dilaporkan. Selanjutnya, asam
fusidic adalah faktor mungkin

untuk kasus lain rhabdomyolysis


terlihat pada pasien diberikan
Statin

H2-Reseptor

simvastatin.
a. Atorvastatin

Antagonis Atau

Dalam sebuah penelitian silang, 12

Proton Pump

subyek sehat diberi atorvastatin

Inhibitor

untuk
15

hari

dengan

dan

tanpa

cimetidine 300 mg empat kali


sehari.

Cimetidine

tidak

berpengaruh pada kadar serum


maksimum atau AUC atorvastatin.
Cimetidine
berpengaruh

tak
pada

banyak
kemampuan

penurun lipid atorvastatin, kecuali


bahwa

penurunan

adalah

sedikit

trigliserida

kurang,

tapi

perbedaan ini dianggap sedikit


signifikan.

Esomeprazole

telah

terlibat

dalam

kasus

rhabdomyolysis yang melibatkan


atorvastatin
Lihat

'Statin

dan
+

klaritromisin.
Makrolid',

di

bawah ini.
b. Fluvastatin
Produsen fluvastatin mengatakan
bahwa

bioavailabilitas-nya

meningkat
cimetidine,

omeprazole,

dan

ranitidine (AUC meningkat 2433%

2),

namun mereka mengatakan bahwa


ini adalah tidak ada relevance.3
klinis ada tindakan pencegahan
khusus tampaknya akan menjadi
diperlukan.
c. Pravastatin
Cimetidine 300 mg empat kali

sehari selama 3 hari meningkat


bioavailabilitas yang dari 20-mg
dosis tunggal pravastatin sebesar
58%. Dosis pravastatin diberikan
pada hari ke-3, satu jam setelah
dosis pertama cimetidine. Namun,
produsen mengatakan bahwa tidak
mungkin bahwa perubahan yang
disebabkan oleh cimetidine akan
mempengaruhi kemanjuran klinis
pravastatin.
Statin

Imanitib

Dalam sebuah studi dosis tunggal, 20

setiap

pasien

yang

pasien dengan leukemia myeloid

diberikan

dengan

kronis diberikan simvastatin 40 mg

atorvastatin,

sebelum dan pada hari terakhir dari

atau simvastatin harus

kursus 7 hari imatinib 400 mg setiap

diberitahu

hari. Imatinib meningkatkan kadar

melaporkan tanda-tanda

serum maksimum simvastatin dua

miopati dan mungkin

lovastatin
untuk

kali lipat dan tiga kali lipat AUC.

rhabdomyolysis

(nyeri

Para penulis menyimpulkan bahwa

otot yaitu yang tidak

hati-hati dibenarkan jika simvastatin

jelas

dan imatinib diambil secara

nyeri atau kelemahan

bersamaan. Imatinib menghambat

atau

sitokrom P450 isoenzim CYP3A4,1

gelap).

dimana simvastatin dimetabolisme.

tidak

Kenaikan ini meningkatkan risiko

harus dihentikan segera.

penyebabnya,
urin

berwarna

Jika

miopati

terjadi,

statin

toksisitas simvastatin (miopati dan


rabdomiolisis), yang alasan
pengurangan dosis harus
Statin

Makrolida

dipertimbangkan.
a. Azitromisin

Kebanyakan makrolid

Lovastatin dan

Seorang pria 51 tahun yang sudah menghambat sitokrom

simvastatin khusus

memakai lovastatin 40 mg setiap P450 isoenzim

merekomendasikan

hari

bahwa obat ini tidak

untuk

tahun CYP3A4, dimana

mengembangkan nyeri otot dan lovastatin, simvastatin

digunakan dengan

demam

klaritromisin,

satu

hari

setelah dan, sampai batas

menyelesaikan 5-hari. Tentu saja tertentu, atorvastatin

eritromisin atau

azitromisin 250 mg per hari. dimetabolisme. Oleh

telitromisin, dan

Tingkat creatine

menyarankan bahwa

phosphokinase karena itu penggunaan

nya terangkat dan ia didiagnosa bersamaan macrolide

statin untuk sementara

menderita rhabdomyolysis. Pasien yang meningkatkan

ditarik jika antibakteri

ini juga mengambil kolestiramin, kadar statin ini,

ini diperlukan.

diltiazem, doxazosin, glibenklamid menyebabkan dalam

Risikonya lebih kecil

(Glyburide), 'tiroid', allopurinol, beberapa kasus

dengan atorvastatin,

naproxen,

tetapi sebagai kasus

prednison,

loratadine toksisitas (miopati dan

dan beclometasone inhalasi. Dalam rhabdomyolysis).

menggambarkan

sebuah

interaksi yang mungkin

penelitian

acak,

dua Tidak ada interaksi

kelompok 12 orang sehat yang yang diharapkan

merugikan. Untuk

diberikan atorvastatin 10 mg setiap dengan pravastatin

berada di sisi yang

hari

aman, setiap pasien

selama

hari

dengan karena tidak

azitromisin 500 mg sehari atau dimetabolisme oleh

mengkonsumsi statin

plasebo selama 3 hari terakhir. CYP3A4, (meskipun

yang diberikan

Ketika

makrolida (kecuali

kelompok

azitromisin efek menengah telah

dibandingkan dengan kelompok ditemukan dengan

mungkin azitromisin)

plasebo tidak ada perubahan dalam klaritromisin) dan

harus diperingatkan

farmakokinetik atorvastatin yang tidak ada interaksi

untuk mewaspadai

dicatat.
b. Klaritromisin

yang diharapkan

tanda-tanda miopati

dengan azitromisin

(nyeri otot yaitu yang

Seorang wanita 76 tahun yang karena tidak muncul

tidak jelas

sudah memakai lovastatin 40 mg untuk menghambat

penyebabnya, nyeri atau

setiap hari untuk 5 tahun nyeri otot CYP3A4.

kelemahan atau urin

dikembangkan dan kelemahan 2

berwarna gelap).

hari setelah menyelesaikan, tentu


saja 10 hari klaritromisin 500 mg
dua kali sehari. Kemudian, saat
dirawat

di

ditemukan

rumah

sakit,

memiliki

ia

kadar

phosphokinase creatine tinggi dan


didiagnosa

menderita

rhabdomyolysis akut. Dalam kasus


serupa, seorang Pria 64 tahun
dengan
termasuk

beberapa
gangguan

patologi,
ginjal,

rhabdomyolysis maju 3 minggu


setelah

klaritromisin

telah

ditambahkan ke pengobatannya,
termasuk

simvastatin

perhari.

Laporan

80

mg

lainnya

menggambarkan 7 kasus lebih


lanjut dari rhabdomyolysis pada
pasien yang memakai simvastatin,
atorvastatin, lovastatin atau yang
dalam

beberapa

kasus

terjadi

dalam beberapa hari klaritromisin


yang sedang dimulai. Dalam 5
kasus

pasien

mengambil

juga

amiodaron,

siklosporin,
lopinavir

adalah

5,7
/

efavirenz
ritonavir,

/
9

esomeprazole, 8 atau gemfibrozil,


yang

juga

mungkin

memiliki

beberapa bagian untuk bermain


dalam

reaksi.

Sebuah laporan awal dari studi

farmakokinetik

menunjukkan

bahwa klaritromisin 500 mg dua


kali sehari selama 7 hari dapat
meningkatkan

AUC

dan

maksimum tingkat dosis 40 mg


tunggal eightfold.11 simvastatin
Dalam sebuah penelitian acak, dua
kelompok 12 orang sehat yang
diberikan atorvastatin 10 mg setiap
hari

selama

hari

dengan

klaritromisin 500 mg dua kali


harian atau plasebo selama 3 hari
terakhir.

Ketika

kelompok

klaritromisin yang dibandingkan


dengan kelompok plasebo AUC
atorvastatin

adalah

82%

lebih

tinggi dan maksimum kadar serum


50% lebih tinggi. Dalam penelitian
secara acak 3 kelompok 15 subyek

sehat diberi atorvastatin 80 mg


sehari, pravastatin 40 mg sehari
atau simvastatin 40 mg sehari
dengan klaritromisin 500 mg dua
kali

sehari

selama

hari.

Klaritromisin meningkatkan AUC


atorvastatin dengan empat kali
lipat, pravastatin dengan dua kali
lipat dan simvastatin oleh sepuluh
kali lipat.
c. Eritromisin
Dua belas orang sehat diberi dosis
10 mg tunggal atorvastatin pada
hari ke 7 dari kursus 11-hari
eritromisin 500 mg empat kali
sehari. Kadar serum atorvastatin
maksimum dibesarkan oleh 38%
dan AUC dibesarkan oleh 33%
oleh

erythromycin.13

Entah

lovastatin atau pravastatin 40 mg


per hari diberikan kepada 12
subyek sehat selama 14 hari,
dengan
eritromisin 500 mg tiga kali sehari
selama 7 hari terakhir. Eritromisin
menyebabkan

kadar

serum

maksimum dan AUC lovastatin


meningkat
lebih

dari

lima

kali

lipat.

Farmakokinetik pravastatin tetap


tidak berubah. Demikian pula,
tingkat fluvastatin tidak signifikan
diubah

oleh

erythromycin.

Seorang pria mengambil lovastatin


20 mg tiga kali sehari, diltiazem,
allopurinol
dikembangkan

dan

aspirin
kelemahan

progresif dan mialgia menyebar

setelah mengambil eritromisin 500


mg setiap 6 jam selama 13 hari.
Ketika

mengaku

rumah

sakit

tingkat creatine kinase nya tinggi


(35 200 unit / L) dan urine nya
adalah

coklat

kemerahan.

Rhabdomyolysis diobati dengan


menghentikan lovastatin tersebut,
dan

dengan

furosemide

memberikan

dengan

hydration

intravena kuat.
d. Roxithromycin
Seorang wanita 73 tahun, yang
telah stabil selama 6 bulan saat
mengambil kombinasi gemfibrozil
600 mg dua kali sehari, simvastatin
80

mg

sehari

dan

diltiazem,

mengembangkan kelemahan otot


dan mialgia 7 hari setelah memulai

roxithromycin.

Semua

obat

dihentikan, dan pada awalnya ia


diberikan

mioglobinuria

dan

memiliki peningkatan lebih jauh


dalam tingkat kreatin kinase, tapi
ini

normal

selama

18

hari

berikutnya. Dia habis setelah 6


minggu, saat dia kembali kekuatan
penuh. Dalam sebuah studi silang
acak, 12 subyek sehat diberi
lovastatin 80 mg baik sendiri atau
mengikuti 5 hari pra-pengobatan
dengan roxithromycin 300 mg
empat kali sehari. Roxithromycin
meningkatkan tingkat maksimum
dan AUC asam lovastatin masingmasing sebesar 38% dan 42%, dan
penurunan tingkat maksimum dan
AUC lakton lovastatin dengan

jumlah yang sama.


e. Telithromycin
Dalam sebuah studi silang acak, 14
subyek sehat diberi telitromisin
800 mg setiap hari selama 5 hari,
dengan dosis tunggal 40 mg
simvastatin baik dengan, atau 12
jam

setelah,

dosis

terakhir

telitromisin. Meskipun pemberian


memisahkan
telitromisin

penurunan
pada

efek
tingkat

simvastatin oleh lebih dari 50%,


AUC dan kadar serum maksimum
simvastatin

masih

meningkat

masing-masing 4 kali lipat dan 3,4


kali lipat.
f. Makrolida non spesifik
Dalam review laporan spontan
FDA statin terkait rhabdomyolysis
meliputi periode November 1997

hingga Maret 2000, antibakteri


makrolida (tidak ditentukan) yang
berpotensi terlibat dalam 13 dari
73 kasus rhabdomyolysis dilihat
dengan atorvastatin, 11 dari 40
dengan

lovastatin,

dari

71

dengan pravastatin, dan 10 dari


Statin

Nefazodone

215 dengan simvastatin


a. Lovastatin
Dalam review laporan spontan

Nefazodone

Pasien diberikan

(penghambat sitokrom

atorvastatin dengan

P450 isoenzim

nefazodone harus

CYP3A4, enzim yang

diberitahu untuk

terlibat dalam

melaporkan tanda-tanda

metabolisme

miopati dan

simvastatin)

kemungkinan

menyebabkan

rhabdomyolysis (nyeri

peningkatan tajam

otot yaitu yang tidak

atenolol, aspirin dan pravastatin

dalam tingkat serum

jelas penyebabnya,

memiliki pengobatan dengan

simvastatin yang

nyeri atau kelemahan

FDA statin terkait rhabdomyolysis


meliputi periode November 1997
hingga Maret 2000, nefazodone
yang berpotensi terlibat dalam 2
kasus rhabdomyolysis yang
melibatkan lovastatin.
b. Pravastatin
Seorang pria 74 tahun mengambil

citalopram digantikan oleh

disertai toksisitas.

atau urin berwarna

nefazodone 50 mg dua kali sehari.

Mekanisme yang

gelap). Jika miopati

Karena diduga terjadi interaksi,

sama mungkin juga

tidak terjadi, statin

tingkat creatine kinase plasma nya

menjelaskan interaksi

harus dihentikan segera

dipantau dan ditemukan untuk

dengan lovastatin, tapi

menjadi 877 unit / L (kisaran 0-

penjelasan untuk

190 unit / L) pada 36 jam. Laktat

kasus dengan

dehidrogenase, aminotransferase

pravastatin kurang

aspartat dan alanin

jelas.

aminotransferase semua sedikit


lebih tinggi dan ini diartikan
sebagai indikasi toksisitas otot.
Nefazodone tersebut ditarik dan
meskipun tingkat creatine kinase
jatuh mereka masih di atas kisaran
normal ketika pravastatin tersebut
ditarik 14 hari kemudian.
Pravastatin kemudian kembali
diperkenalkan dan kemudian

venlafaxine 75 mg dua kali sehari


ditambahkan tanpa masalah.
Namun, diagnosis keracunan otot
telah dipertanyakan, dan, karena
tingkat pravastatin tidak diukur,
kemungkinan interaksi juga telah
dipertanyakan.
c. Simvastatin
Seorang pria 44 tahun yang tanpa
kesulitan mengambil simvastatin
40 mg setiap hari selama 19
minggu mengembangkan 'teh
berwarna' urine, awalnya salah
didiagnosis sebagai infeksi saluran
kemih, sebulan setelah mulai
mengambil nefazodone 100 mg
dua kali sehari. Sebulan kemudian
ia juga mengeluh mialgia berat
paha dan betis, dan ditemukan
memiliki kelemahan otot dan

nyeri. Tes laboratorium


mengkonfirmasi diagnosis
rhabdomyolysis dan myositis. Dia
asimtomatik dalam waktu 3
minggu untuk menghentikan kedua
obat, dan tetap bebas masalah 5
minggu setelah restart simvastatin
40 mg sehari. Sebuah kasus lebih
lanjut dari rhabdomyolysis telah
dilaporkan pada seorang pria
mengambil 72 tahun simvastatin.
Gejala dikembangkan 6 minggu
setelah nefazodone dimulai (2
minggu setelah kenaikan dosis).
Dia pulih dengan rehidrasi setelah
nefazodone dihentikan. Demikian
pula, laporan kasus lain
menggambarkan rhabdomyolysis
pada seorang pria mengambil

simvastatin 56 tahun, yang


diberikan sekitar 5 minggu setelah
nefazodone dimulai (4 minggu
setelah kenaikan dosis). Dalam
review laporan spontan FDA statin
rhabdomyolysis terkait meliputi
periode November 1997 hingga
Maret 2000, nefazodone yang
berpotensi terlibat dalam 2 kasus
rhabdomyolysis yang melibatkan
Statin

Nicotinic acid

simvastatin.
Sebuah lovastatin pasien

Dosis

(Niacin)

mengkonsumsi diberikan

lovastatin 20 mg pada

rhabdomyolysis, yang dikaitkan

pasien yang memakai

dengan penambahan asam nikotinat

asam nikotinat dalam

2,5 g sehari. Reaksi serupa terjadi

dosis 1 g atau lebih

pada pasien lain mengambil

setiap

hari.

kombinasi yang sama serta dalam

berada

di

lanjutan pasien mengambil

aman, jika keputusan

maksimum

sisi

Untuk
yang

siklosporin, asam nikotinat dan

dibuat

untuk

lovastatin (lihat juga 'Statin +

menggunakan

asam

Siklosporin', p.1097). Myositis juga

nikotinat dengan statin

telah dilaporkan secara singkat pada

hasilnya harus dipantau

pasien mengambil lovastatin dan

dengan

nikotinat acid.1 laporan merugikan ini

harus diberitahu untuk

terisolasi dan tidak berarti yakin

melaporkan

bahwa asam nikotinat berkontribusi

dijelaskan nyeri otot,

apa yang terjadi. Miopati tidak terjadi

nyeri

dengan lovastatin saja, dengan

kelemahan

kejadian yang dilaporkan sebesar

berwarna gelap).

0,1%. Sebuah persiapan gabungan


lovastatin / asam nikotinat dipasarkan
(Advicor, USA), dan dalam studi 52minggu menyelidiki efikasi dan
tolerabilitas, tak satu pun dari 814
pasien mengalami miopati imbas obat,
meskipun 7 pasien dikeluarkan dari
penelitian karena peningkatan tingkat

baik.

Pasien
jika

tekan
atau

atau
urin

creatine kinase. Demikian pula,


peninjauan penggunaan rilis
diperpanjang niasin dengan lovastatin
menemukan bahwa miopati, yang
dilaporkan pada 3% pasien, cenderung
dikaitkan dengan dosis awal yang
lebih tinggi statin. Ada tampaknya
tidak akan ada laporan yang
dipublikasikan miopati yang terjadi
dengan asam nikotinat dan setiap
Statin

NNRTI

statin lainnya.
a. Delavirdine
Sebuah laporan kasus terisolasi
menggambarkan

seorang

pria

HIV-positif 63 tahun, yang telah


mengambil atorvastatin 20 mg
setiap

hari

dengan

indinavir,

lamivudine dan stavudine, dan


yang dirawat di rumah sakit 2
bulan setelah indinavir diganti

dengan delavirdine. Dia memiliki


sejarah satu bulan malaise, nyeri
otot, muntah, dan urin gelap. Tes
laboratorium

mengkonfirmasi

diagnosis rhabdomyolysis, dan ia


ditemukan memiliki gagal ginjal
akut. Semua obat ditahan, dan ia
berangsur-angsur
bulan

pulih

berikutnya.

selama

Disarankan

bahwa delavirdine menghambat


metabolisme
Meskipun

atorvastatin.
mungkin

interaksi

antara simvastatin atau lovastatin


dan delavirdine tampaknya tidak
telah

dipelajari

itu

akan

diharapkan untuk menjadi serupa,


jika tidak lebih besar dalam
besarnya, dengan yang terlihat
dengan atorvastatin. Salah satu

produsen

simvastatin

kontraindikasi

penggunaan

bersamaan,

dan

produsen AS

delavirdine menyarankan terhadap


penggunaan baik simvastatin atau
lovastatin.

Mereka

juga

memberikan peringatan dengan


atorvastatin,

karena

rhabdomyolysis.
'toksisitas

risiko

Lihat

otot',

juga

(p.1086),

pengaturan lebih lanjut mengenai


pemantauan, dan faktor risiko
toksisitas otot.
b. Efavirenz
Dalam sebuah penelitian openlabel 42 subyek sehat diberi
efavirenz 600 mg setiap hari
selama 11 hari, dengan
atorvastatin 10 mg sehari,
simvastatin 40 mg sehari, atau

pravastatin 40 mg sehari selama 2


hari terakhir. Efavirenz
mengurangi AUC simvastatin dan
metabolit aktif sekitar 45 sampai
55%, mengurangi AUC
atorvastatin dan metabolit aktif
oleh 35 sampai 45% dan
mengurangi AUC pravastatin
sekitar 40%. Farmakokinetik
efavirenz tidak berubah.
Penurunan LDL-kolesterol
dilemahkan ketika efavirenz
diberikan dengan simvastatin.
Perubahan dengan atorvastatin
dan simvastatin diharapkan,
seperti efavirenz menginduksi
sitokrom P450 isoenzim
CYP3A4, dimana simvastatin, dan
ke atorvastatin sejauh

dimetabolisme. Para penulis


mencatat bahwa hasil yang sama
akan diharapkan dengan
nevirapine, yang juga
menginduksi CYP3A4. Alasan
pengurangan pravastatin AUC
kurang jelas, karena tidak
dimetabolisme oleh CYP3A4.
Tampaknya bijaksana untuk
memantau lipid profil-pasien yang
memakai efavirenz dan setiap
statin ini, meskipun diingat bahwa
NNRTI sering digunakan dengan
'protease inhibitor', yang secara
dramatis meningkatkan kadar
Statin

Orlistat

beberapa statin.
a. Atorvastatin
Dalam penelitian secara acak, 32
subyek sehat diberi atorvastatin
20 mg sehari selama 6 hari,

dengan atau tanpa orlistat 120 mg


tiga kali sehari selama 6 hari.
Orlistat

tidak

berpengaruh

signifikan

terhadap

farmakokinetika atorvastatin.
b. Pravastatin
Dalam sebuah studi silang
terkontrol plasebo pada 24
subyek dengan
hiperkolesterolemia ringan,
orlistat 120 mg tiga kali sehari
dilaporkan tidak berpengaruh
pada farmakokinetik, atau efek
penurun lipid, pravastatin 40 mg
sehari, ketika kedua obat
Statin

Fenitoin

diberikan selama 6 hari hari.


Seorang wanita 50 tahun memakai
simvastatin 10 mg sehari memiliki
obat antiepilepsi nya diganti dari
natrium valproate untuk fenitoin

325 mg per hari. Selama 3 bulan


setelah kolesterol total nya naik
9,4-15,99 mmol / L. Dosis
simvastatin secara bertahap
meningkat menjadi 40 mg setiap
hari tanpa efek yang signifikan
pada kadar kolesterol nya.
Meskipun perubahan lebih lanjut
(untuk fluvastatin 40 mg per hari,
kemudian ke atorvastatin 80 mg
sehari) kadar kolesterol nya tetap
di atas 10 mmol / L. Akhirnya
fenitoin dihentikan dan kolesterol
nya turun menjadi 6.24 mmol / L
dengan atorvastatin 80 mg sehari.
Alasan tidak diketahui, namun ada
kemungkinan bahwa fenitoin
menginduksi metabolisme statin,
sehingga mereka dieleminasi dari

tubuh lebih cepat dan karena itu


kurang efektif. Penggunaan
bersamaan fenitoin 300 mg dan 40
mg fluvastatin meningkatkan
tingkat maksimum dan AUC
fluvastatin sebesar 27% dan 40%,
masing-masing, dan meningkatkan
tingkat maksimum dan AUC
fenitoin oleh, 5% dan 20%
masing-masing. Perubahan ini
relatif sederhana dan mungkin
terjadi karena kedua obat
dimetabolisme oleh sitokrom P450
Statin

Jenis
Phosphodiesterase5 inhibitor

isoenzim CYP2C9.
a. Sildenafil
Seorang pria 76 tahun yang sudah
memakai simvastatin 10 mg setiap
hari selama 3 tahun, disajikan di
sebuah klinik dengan sejarah 3 hari
nyeri otot yang parah dan tidak

dapat dijelaskan, terutama di


bagian bawah kaki dan kakinya.
Masalah itu dimulai dalam waktu
10 jam mengambil 50-mg dosis
tunggal sildenafil. Saat diperiksa
dia tidak menunjukkan nyeri otot
atau bengkak tapi tingkat kreatin
fosfokinase nya sedikit terangkat
(406 unit / L). Ada juga elevasi
ringan urea nitrogen darah dan
peningkatan kreatinin dan kalium
tingkat. Diagnosis sementara dari
rhabdomyolysis dibuat, karena
tidak ada penyebab yang dapat
diidentifikasikan jelas lain untuk
mialgia tersebut. Keduanya
simvastatin dan sildenafil
dihentikan, dan ia berhasil
pemulihan penuh. Sebuah studi di

24 subyek sehat menemukan


bahwa farmakokinetik sildenafil
(tunggal 100 mg dosis) dan
atorvastatin (10 mg sehari selama 7
hari) tidak berubah dengan
menggunakan bersamaan.
b. Tadalafil
Dalam sebuah penelitian di 16
subyek sehat, tadalafil 20 mg setiap
hari selama 14 hari tidak
mempengaruhi farmakokinetik
Statin

Protease inhibitor

dosis 40 mg lovastatin.
a. Indinavir
Dalam studi pasien non-acak
menerima HAART diberi
pravastatin atau fluvastatin. Tak
satu pun dari statin mengubah
farmakokinetik indinavir,
kombinasi ditoleransi dengan baik,
dan tidak ada peningkatan efek

PI, terutama ritonavir,

Interaksi

inhibitor

yang dikenal sebagai

protease

dan

inhibitor kuat dari

atorvastatin

atau

sitokrom P450

simvastatin tampaknya

isoenzim CYP3A4.

dibentuk

Tingkat statin

farmakokinetik dikutip

dimetabolisme oleh

di sini, dan didukung

isoenzim ini (terutama

oleh beberapa laporan

oleh

studi

samping terlihat.
b. Lopinavir / ritonavir
Salah satu atorvastatin 20 mg
sehari atau pravastatin 20 mg per
hari diberikan kepada 24 subyek
sehat selama 4 hari selama
program 14-hari lopinavir /
ritonavir 400/100 mg dua kali
sehari. Kadar serum maksimum
dan AUC atorvastatin yang
meningkat antara 4.7- dan 5,9 kali
lipat dan maksimum kadar serum
dan AUC pravastatin hanya naik
sekitar 30%. Atorvastatin dan
pravastatin tidak berpengaruh pada
farmakokinetik lopinavir dan
ritonavir.
c. Nelfinavir
Dalam sebuah studi label terbuka,
31 subyek sehat yang diberikan

simvastatin, dan

kasus. Hal ini umumnya

sampai batas tertentu

direkomendasikan

atorvastatin) karena

bahwa simvastatin dan

itu meningkat.

lovastatin, yang sama


dimetabolisme,

harus

dihindari pada pasien


yang memakai PI, dan
beberapa

produsen

simvastatin
kontraindikasi
penggunaan bersamaan.
Atorvastatin

harus

digunakan dalam dosis


rendah

(IE10

dengan hati-hati.

mg)

baik atorvastatin 10 mg sehari atau


simvastatin 20 mg setiap hari
selama 28 hari, dengan nelfinavir
1,25 g dua kali sehari selama 14
hari terakhir. Nelfinavir
meningkatkan kadar serum
maksimum dan AUC atorvastatin
sekitar dua kali lipat dan
maksimum kadar serum dan AUC
simvastatin sekitar enam kali lipat.
Tidak ada efek samping yang
signifikan, atau tanda-tanda
rhabdomyolysis dicatat selama
penelitian.
d. Ritonavir
Seorang wanita 51 tahun dirawat di
rumah sakit dengan riwayat 4-hari
nyeri otot dan kelemahan. Di
antara obat lain, dia telah memakai

AZT, lamivudine, indinavir, dan


simvastatin selama 2 tahun.
Ritonavir 100 mg dua kali sehari
telah ditambahkan ke regimen yang
biasa 2 minggu sebelumnya. Oleh
karena itu rhabdomyolysis ini
disebabkan interaksi antara
ritonavir dan simvastatin. Kasus
lain yang serupa juga telah
dilaporkan. Lihat juga (b) di atas
dan (e) di bawah ini untuk interaksi
ritonavir dikombinasikan dengan
protease inhibitor lain.
e. Saquinavir / Ritonavir
Ritonavir 300 mg dua kali sehari
dan saquinavir 400 mg dua kali
sehari diberikan kepada subyek
sehat selama 3 hari, setelah itu
dosis ditingkatkan menjadi

ritonavir 400 mg dua kali sehari


dan saquinavir 400 mg dua kali
sehari selama 11 hari lagi. Pada 4
hari terakhir atorvastatin,
pravastatin, simvastatin atau (ke-40
mg per hari) juga diberikan. Ratarata pravastatin AUC menurun
separuh (13 orang), rata-rata
atorvastatin AUC meningkat
sekitar empat kali lipat (14 orang)
dan rata-rata simvastatin asam
AUC meningkat sekitar 32 kali
lipat (14 orang). Tidak ada kasus
Statin

Rifampicin

rhabdomyolysis dicatat.
Disebutkan sebentar di review oleh
produsen fluvastatin yang rifampisin
mengurangi AUC dan kadar serum
maksimum fluvastatin sebesar 51%
dan 59%, masing-masing. Tidak ada

rincian studi lebih lanjut yang


diberikan. 1 Dalam sebuah studi
silang acak di 10 subyek sehat, 5 hari
pretreatment dengan rifampisin 600
mg sehari mengurangi AUCs
simvastatin dan asam simvastatin
sebesar 87% dan 93%, respectively.2
Sebuah studi dari desain yang sama
dengan dosis 40 mg atorvastatin
menemukan bahwa rifampisin
menurunkan AUC atorvastatin 80%
dan menurunkan AUC dua metabolit
aktif sebesar 43% dan 81%, masingmasing. Ada variasi subjek antar
cukup besar dalam values.3 ini Dalam
studi lebih lanjut oleh penulis yang
sama, kali ini dengan pravastatin 40
mg, ditemukan bahwa rifampisin
mengurangi AUC pravastatin sebesar

31%, tapi sekali lagi ada perbedaan


antarindividu besar di hasil, dengan
beberapa mata pelajaran yang
memiliki peningkatan AUC. Oleh
karena itu mungkin perlu untuk
meningkatkan dosis atorvastatin,
fluvastatin, simvastatin, pravastatin
dan mungkin untuk beberapa orang,
rifampisin diberikan bersamaan, tapi
Statin

St Johns wort

ini perlu penegasan


Dalam sebuah studi silang terkontrol

(Hypericum

plasebo,, 16 subyek sehat mengambil

perforatum)

St John Wort 300 mg tiga kali sehari


selama 14 hari. Pada hari ke-14
simvastatin 10 mg diberikan kepada 8
subyek dan pravastatin 20 mg
diberikan kepada yang lain 8 mata
pelajaran. St John Wort tidak
mempengaruhi konsentrasi plasma

dari pravastatin, tetapi cenderung


mengurangi AUC simvastatin dan
secara signifikan mengurangi AUC
metabolit aktif, simvastatin hydroxy
acid, sebesar 62%. Alasan untuk
interaksi ini tidak diketahui, tetapi St
John wort dapat mengurangi kadar
simvastatin dan metabolitnya dengan
menghambat sitokrom P450 isoenzim
CYP3A4 atau dengan memiliki
beberapa efek pada P-glikoprotein.
Signifikansi klinis pengurangan ini
tidak jelas, tetapi mungkin lebih
bijaksana untuk mempertimbangkan
interaksi jika target penurun lipid tidak
Statin

Tacrolimus

terpenuhi
Seorang wanita 51 tahun, yang
mengambil tacrolimus setelah
transplantasi ginjal, mulai

menggunakan simvastatin 10 mg
sehari setelah stroke. Setelah 5
bulan, dosis ditingkatkan menjadi
20 mg setiap hari, dan asam fusidic
dimulai untuk osteomyelitis. Nyeri
otot diberikan 2 minggu kemudian,
dan setelah lebih 3 minggu ia
dirawat di rumah sakit, ketika
kadar kreatinin kinase nya
ditemukan 24 000 unit / mL
(dilaporkan berkisar 10-70 unit /
mL) dan dia memiliki gangguan
ginjal. The simvastatin dan asam
fusidic segera dihentikan dan
pasien sembuh selama 2 minggu
berikutnya. Dia kemudian diobati
dengan kombinasi fluvastatin,
tacrolimus dan asam fusidic tanpa
insiden, memimpin penulis untuk

mencurigai bahwa rhabdomyolysis


itu disebabkan oleh interaksi
antara simvastatin dan tacrolimus.
Signifikansi klinis laporan kasus
ini karena itu tidak jelas. Sebuah
penelitian farmakokinetik pada 13
subyek sehat menemukan bahwa
penggunaan jangka pendek
tacrolimus (2 dosis 12 jam
terpisah) tidak mempengaruhi
Statin,
Atorvastatin

Sirolimus

farmakokinetik atorvastatin.
Seorang wanita 51 tahun, yang
mengambil tacrolimus setelah
transplantasi ginjal, mulai
menggunakan simvastatin 10 mg
sehari setelah stroke. Setelah 5
bulan, dosis ditingkatkan menjadi
20 mg setiap hari, dan asam fusidic
dimulai untuk osteomyelitis. Nyeri

otot diberikan 2 minggu kemudian,


dan setelah lebih 3 minggu ia
dirawat di rumah sakit, ketika
kadar kreatinin kinase nya
ditemukan 24 000 unit / mL
(dilaporkan berkisar 10-70 unit /
mL) dan dia memiliki gangguan
ginjal. The simvastatin dan asam
fusidic segera dihentikan dan
pasien sembuh selama 2 minggu
berikutnya. Dia kemudian diobati
dengan kombinasi fluvastatin,
tacrolimus dan asam fusidic tanpa
insiden, memimpin penulis untuk
mencurigai bahwa rhabdomyolysis
itu disebabkan oleh interaksi
antara simvastatin dan
tacrolimus.1 Namun, perhatikan
bahwa 'asam fusidic', (p.1102) ,

telah terlibat dalam kasus


rhabdomyolysis dengan
simvastatin. Signifikansi klinis
laporan kasus ini karena itu tidak
jelas. Sebuah penelitian
farmakokinetik pada 13 subyek
sehat menemukan bahwa
penggunaan jangka pendek
tacrolimus (2 dosis 12 jam
terpisah) tidak mempengaruhi
Statin,
Lovastatin

Fibre or Pectin

farmakokinetik atorvastatin.
Serum kadar LDL-kolesterol dari 3
pasien yang memakai lovastatin 80
mg per hari menunjukkan
peningkatan yang ditandai 4,486,36 mmol / L ketika mereka juga
diberikan pektin 15 g sehari. Satu
pasien memiliki kenaikan 59%
pada LDL-kolesterol. Dua pasien

lain mengambil lovastatin


memiliki peningkatan LDLkolesterol 5,03-6,54 mmol / L
ketika mereka juga diberikan 50
sampai 100 g oat bran setiap hari.
Satu pasien memiliki kenaikan
41% pada LDL-cholesterol.1
Ketika pektin dan oat bran
dihentikan, kadar serum LDLkolesterol turun. Hal ini diduga
bahwa kedua pektin dan oat bran
mengurangi penyerapan lovastatin
dari Bukti gut.1 masih sangat
terbatas tetapi jika pasien
menambahkan serat ini untuk diet
mereka tampaknya bijaksana untuk
memisahkan konsumsi lovastatin
Statin,

Aspirin

sebanyak mungkin
Aspirin 324 mg tidak secara signifikan

Pravastatin
Statin,
Pravastatin

mempengaruhi farmakokinetik dosis


Mianserin

tunggal 20 mg pravastatin
Sebuah laporan yang terisolasi
menggambarkan seorang wanita
72 tahun memakai pravastatin 20
mg setiap hari dan mianserin 10
mg setiap hari selama 2 tahun,
yang dirawat di rumah sakit karena
kelemahan

di

kakinya

yang

dimulai 2 hari sebelumnya, tak


lama setelah ia mengembangkan
dingin. Dia bisa berdiri, tapi tidak
bisa berjalan tanpa bantuan. Data
laboratorium menunjukkan bukti
peningkatan enzim serum, yang
semuanya

menunjukkan

rhabdomyolysis. Dalam seminggu


menghentikan

pravastatin

kelemahan kaki telah menghilang

dan

semua

sudah

hasil

kembali

penulis

laboratorium
normal.

laporan

disebabkan

Para

tersebut

racun

untuk

penggunaan jangka panjang dari


kedua

obat,

pengembangan

penuaan
dingin.

dan

Namun,

apa bagian faktor-faktor ini dan /


atau adanya mianserin benar-benar
bermain
toksisitas

dalam
ini

pengembangan
tidak

diketahui.

Tampaknya tidak mungkin bahwa


kasus ini adalah sangat penting
Statin,
Pravastatin

Probucol

umum.
Probucol 500 mg tidak
menyebabkan perubahan
signifikan secara klinis dalam
bioavailabilitas 20 mg dosis
tunggal pravastatin dalam sebuah

Statin,

Bosentan

Simvastatin

Statin,
Simvastatin

Minyak ikan

penelitian di 20 subyek sehat.


Dalam tiga arah, studi silang, 9

Bosentan dikenal

Penurunan 40% dalam

subyek sehat yang diberikan baik

sebagai inducer ringan

AUC

bosentan 125 mg dua kali sehari

sitokrom P450

berpotensi

selama 5,5 hari, simvastatin 40 mg

isoenzim CYP3A4,

secara

setiap hari selama 6 hari, atau

yang terlibat dalam

bosentan

kedua perawatan bersama-sama.

metabolisme

simvastatin

Simvastatin tidak berpengaruh

simvastatin. Induksi

bersamaan kelihatannya

terhadap farmakokinetika

metabolisme

lebih bijaksana untuk

bosentan, tapi bosentan

simvastatin mungkin

memantau hasil untuk

mengurangi AUC simvastatin dan

telah menyebabkan

memastikan simvastatin

asamnya metabolit beta-hydroxy

berkurangnya tingkat

yang efektif.

sebesar 34% dan 46%, masing-

yang terlihat.

simvastatin
signifikan

klinis.

Jika
dan

digunakan

masing
Dalam sebuah studi silang acak di

Kombinasi

23 subyek, omega-3 asam etil ester

dapat ditoleransi dengan

(Omacor) 4 g sehari tidak

baik.

signifikan mempengaruhi

tindakan

farmakokinetik simvastatin 80 mg

tambahan akan muncul

sehari ketika kedua obat diberikan

diperlukan

ini

Tidak

juga
ada

pencegahan
pada

bersama-sama selama 14 hari.

penggunaan bersamaan.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari pembahasan makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Hiperlipidemia adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar koleseterol ataupun trigliserida pada plasma darah.
2. Hiperlipidemia dapat terjadi akibat adanya peningkatan LDL sedangkan HDLnya rendah, dan juga gejala klinis yang dapat
muncul adalah angina, penyakit arteri perifer, aneurisme pada aorta abdomen dan kematian mendadak.
3. Penggolongan obat hiperlipidemia yaitu inhibitor HMG CoA reduktase (statin), sequestran asam empedu (resin), asam
nikotinat (niacin), fibrat, dan Inhibitor pada absorpsi kolesterol usus
4. Interaksi obat pada penyakit hiperlipidemia dapat terjadi antara obat dengan obat ataupun obat dengan makanan.
B. SARAN

DAFTAR PUSTAKA
Baxter, K., 2008, Stockleys Drug Interaction 8th , Pharmaceutical Press, London.

Katzung, B. G., S. B. Masters, dan A. J. Trevor, 2012, Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 12, Penerbit Buku Kedokteran EGC,
Jakarta.
Neal, M.J., 2006, At A Glance Farmakologi Medis, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
Sukandar, E. Y., R. Andrajati, J. I. Sigit, I. K. Adnyana, A. A. O. Setiadi, dan Kusnandar, 2009, ISO Farmakoterapi I, ISFIPenerbitan, Jakarta.