Anda di halaman 1dari 2

JURUSAN TEKNIK KIMIA - FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS GADJAH MADA


UJIAN TENGAH SEMESTER TEKNOLOGI PARTIKEL
Hari/Tanggal
Waktu
Sifat
Dosen

:
:
:
:

Rabu, 3 November 2010


90 menit
Closed Book
Wiratni, PhD

1. Sebuah tumbler mixer skala laboratorium dengan jari-jari rotasi 8 cm digunakan untuk mencampur 2 jenis
serbuk A dan B yang diameter rata-ratanya 200 m. Pada skala laboratorium ini akan diperoleh campuran
random yang diinginkan jika proses dijalankan selama 10 menit dengan jumlah putaran tumbler 150 kali.
Salah satu kriteria similaritas yang dapat digunakan untuk keperluan scale up adalah kecepatan tangensial
partikel pada dinding tumbler. Kecepatan tangensial (cm/detik) dapat dirumuskan sebagai:
dengan =rpm dan R=jari-jari tumbler.

Vtangen = R

a. Dalam suatu uji scale up, percobaan mixing dilakukan pada tumbler mixer yang dipersiapkan
dalam 2 ukuran yaitu jari-jari putaran 15 cm dan 25 cm. Jika digunakan kecepatan tangensial
sebagai kriteria scale up, estimasi lama proses yang diperlukan untuk memperoleh campuran
acak sesuai yang diharapkan.
b. Menurut pendapat Anda, seberapa akurat model kecepatan tangensial ini dalam estimasi
parameter operasi mixer pada ukuran yang lebih besar? Jelaskan alasan Anda, bandingkan
dengan teknik scale-up yang lain jika diperlukan.
Kriteria similaritas lain yang lazim digunakan untuk scale up dry mixing adalah:
- Bilangan Froude (F)

Kecepatan partikel (V)

dengan k=konstanta dan d=diameter partikel


2. Berikut ini adalah panduan scale-up tumbler mixer yang dirumuskan oleh suatu perusahaan desainer
peralatan proses:
V (liter)
(RPM)
Waktu proses (menit)

30
10
30

Bagaimana pendapat Anda mengenai data tersebut?

40
20
30

50
30
30

JURUSAN TEKNIK KIMIA - FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS GADJAH MADA

3. Eksperimen granulasi basah pada skala laboratorium memberikan kurva konsumsi power dengan bentuk
seperti pada gambar di bawah ini.

Hasil studi karakteristik granul menunjukkan bahwa spesifikasi granul yang Anda inginkan dapat dihasilkan
pada posisi S4 dalam kurve konsumsi power di atas. Eksperimen pengukuran konsumsi power dilakukan
pada beberapa ukuran batch dan dihasilkan data sebagai berikut:
Ukuran batch (kg)
2
6
10

Jumlah granulating liquid (kg)


0,17
1,13
3,05

Jika digambarkan dalam bentuk grafik hubungan jumlah granulating liquid dalam kg (Y) dengan ukuran
batch dalam kg (X), bentuk persamaan matematis yang sesuai adalah:
Y = A X2 + B
dengan A dan B merupakan konstanta.
Anda diminta melakukan scale-up untuk kapasitas batch 20 kg.
a. Hitung jumlah granulating liquid yang diperlukan
b. Pada saat dilakukan proses pada skala komersial sesuai rekomendasi Anda untuk jumlah granulating
liquid, ternyata diperoleh granul yang rapuh (kekuatannya tidak sesuai spesifikasi). Bagaimana analisis
Anda mengenai problem ini dan apa saran Anda?
4. Proses granulasi dapat dilakukan dalam sebuah fluidized bed dengan penyemburan granulating liquid
melalui nozzle yang dipasang pada bagian atas kolom fluidisasi. Dari bagian bawah kolom dialirkan udara
panas dengan suhu tertentu dan kecepatan tertentu pula.
a. Kecepatan superfisial udara panas adalah faktor yang sangat krusial untuk kesuksesan proses
granulasi dengan fluidized bed. Jelaskan mengapa demikian (paling sedikit 2 alasan).
b. Apa pertimbangannya dalam menentukan kecepatan minimum dan maksimum aliran udara
ini?
c. Dalam suatu praktek scale up proses granulasi dengan fluidized bed, direkomendasikan
bahwa kecepatan udara pada skala besar menjadi 8 kali lipat kecepatan superfisial udara
pada skala lab, sementara kecepatan penyemprotan granulating liquid menjadi 5 kali lipat dari
skala labnya. Apa problem yang potensial muncul dengan rekomendasi ini? Bagaimana cara
menjalankan rekomendasi tersebut sekaligus mencegah terjadinya problem dalam proses
granulasi?