Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH SISTEM INSTRUMENTASI MEDIS

MEDICAL ULTRASOUND

ECHOCARDIOGRAPHY

KELOMPOK V:
1.
2.
3.
4.
5.

Erlinda Metta Dewi


Ova Oktavia
Osmalina N. R.
Widia Aulia Astrini
Estiningtiyas S. M.

080917004
080917011
080917018
0809170
0809170

PRODI TEKNOBIOMEDIK DEPARTEMEN FISIKA


FAKULTAS SAINS & TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2011

PENDAHULUAN

Penyakit-penyakit kardiovaskular saat ini menduduki peringkat tertinggi penyebab


kematian, baik di negara-negara berkembang hingga negara-negara maju sekalipun. WHO
menyebutkan rasio penderita gagal jantung di dunia mencapai satu sampai lima orang tiap
1000 penduduk. Penyakit jantung ini umumnya disebabkan oleh tiga faktor, yaitu kelainan
jantung bawaan, gangguan pada fungsi kerja katup jantung, dan terganggunya pembuluh
koroner yang berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Gaya hidup yang tidak sehat
seperti kebiasaan merokok, stress, kurang olahraga, diabetes, obesitas, dan hipertensi juga
turut memicu penyakit jantung. Gejala spesifik dari penyakit jantung ini yaitu nyeri di
daerah dada dan sekitarnya, sesak nafas, denyut jantung yang cepat, terkadang pusing
sampai pingsan.
Penyakit atau gangguan jantung dapat dideteksi melalui pemeriksaan dokter. Alat
penunjang untuk membantu dokter dalam hal pemeriksaan jantung pasien juga telah
banyak sekali berkembang. Selain dengan pemeriksaan fisik, salah satu pemeriksaan yang
juga sering digunakan adalah dengan teknik pencitraan atau radiologi karena dapat
menyajikan gambaran yang baik dan membantu dalam menegakkan diagnosis.
Pemeriksaan radiologi jantung dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat seperti
Chest X-Ray, Echocardiography, Nuclear Medicine, Computed Tomography (CT),
Magnetic Resonance Imaging (MRI), dan Cardiac Arteriography.
Echocardiography, atau sering juga disebut test gema, adalah suatu alat yang
digunakan untuk mengambil gambar dari jantung dengan menggunakan gelombang suara
(ultrasound). Echocardiography digunakan untuk mengamati struktur, fungsi, dan aliran
darah pada jantung tanpa penggunaan sinar-x. Echocardiography dilakukan dengan
menggunakan

suatu echo-transducer untuk memancarkan gelombang suara ke dada

(abdomen). Gelombang suara akan menembus badan dan gema yang dihasilkan akan
ditafsirkan dalam bentuk gambar (citra) oleh suatu sistem yang terkomputerisasi.
Echocardiography dapat digunakan untuk mendeteksi cacat jantung dan untuk melihat
seberapa baik fungsi jantung.

LANDASAN TEORI
1. Pengertian Echocardiography
Echocardiography merupakan

pemeriksaan

jantung

dengan

menggunakan

ultrasound (gelombang suara) frekuensi 2-6 MHz. Nama lain echocardiography adalah
USG jantung atau test gema. Echocardiography adalah suatu alat yang dapat mengambil

gambar (citra) dari jantung dengan menggunakan gelombang suara, sehingga untuk
menguji struktur, fungsi, dan aliran darah jantung tidak perlu menggunakan sinar-x.
Echocardiography dilakukan dengan penggunaan suatu tongkat plastik yang lembut (echotransducer) untuk memancarkan gelombang suara ke abdomen.

Gambar 1. Gambaran proses echocardiography.

Gambar 2. Alat echocardiography.


Pemeriksaan echocardiography juga dapat melihat fungsi ventrikel, kelainan
jantung kongenital, kelainan katup jantung, kardiomiopati, adanya tumor, dan gangguan
pada aorta proksimal. Karena echocardiography mampu menghasilkan gambar dengan
inherensi (jumlah potongan) yang tinggi, maka alat ini dapat digunakan untuk melihat
pergerakan struktur pada jantung. Echocardiography dengan kombinasi Doppler dapat
digunakan untuk melihat fungsi ruang-ruang jantung, katup jantung, dan kebocoran
jantung (shunt, seperti ASD atau VSD) dalam jantung.

Gambar 3. Echocardiogram.
2. Pemeriksaan Echocardiography.
Terdapat empat jenis pemeriksaan menggunakan echocardiography, yaitu:
a.

Trans Thoracal Echocardiography (TTE)


Merupakan pemeriksaan standar echocardiography, tidak menimbulkan
nyeri, tanpa efek radiasi, dan non-invasif. Non-invasif berarti tidak ada operasi
yang dilakukan dan tidak ada alat yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien, alat
hanya diletakkan pada bagian luar tubuh pasien, yaitu tranduser yang diletakkan
pada abdomen dengan menggunakan gel. Proses pemeriksaan jantung pada jenis
pemeriksaan ini cukup mudah. Tranduser diletakkan di dada pasien dan mengirim
gelombang suara ultrasound melalui dinding dada dan jantung pasien. Telinga
manusia tidak dapat mendengar gelombang ultrasound sehingga kita tidak
merasakan apapun. Gelombang ultrasound tersebut memantul dari struktur jantung
dan

kemudian

ditangkap

oleh

penangkap

gelombang

pada

mesin

echocardiography. Gelombang tersebut kemudian dikonversi oleh mesin yang


terkomputerisasi menjadi gambar pada layar. Hasil analisa kemudian dapat dilihat
yang disebut dengan echocardiogram.

Gambar 4. Pemeriksaan jantung secara Trans Thoracal Echocardiography (TTE).


b.

Trans Esophageal Echocardiography (TEE)

Merupakan pemeriksaan jantung yang menggunakan alat transduser yang


dimasukkan melalui tenggorokan menuju esophagus (saluran cerna atas yang
letaknya dekat dengan jantung), sehingga penampilan bagian-bagian tertentu
jantung akan lebih jelas. Jenis pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat aorta dan
bagian lain dari jantung pasien secara langsung. Dalam pemeriksaan ini, transduser
dipasang pada ujung tabung fleksibel. Tabung kemudian dimasukkan ke dalam
tenggorokan pasien dan masuk ke kerongkongan, sehingga memungkinkan dokter
untuk mendapatkan gambar yang lebih rinci dari jantung pasien.

Gambar 5. Tabung fleksibel yang digunakan saat pemeriksaan Trans Esophageal


Echocardiography (TEE).

Gambar 6. Proses pemeriksaan secara Trans Esophageal Echocardiography (TEE).


c.

Stress Echocardiography
Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat gerakan otot-otot jantung lebih
akurat

dengan menggunakan

alat treadmill atau

memasukkan

obat untuk

menstimulasi gerakan otot-otot jantung, untuk membuat jantung pasien bekerja


keras dan denyut jantung menjadi lebih cepat. Dokter akan mengambil gambar
jantung

pasien

dengan

menggunakan

echocardiography

sebelum

pasien

berolahraga dan segera setelah pasien selesai berolahraga. Beberapa masalah

jantung, seperti penyakit jantung koroner, lebih mudah didiagnosis ketika jantung
bekerja keras dan denyut jantungnya lebih cepat.

d.

Gambar 7. Proses pemeriksaan secara Stress Echocardiography.


Fetal Echocardiography
Fetal Echocardiography juga sering disebut dengan echocardiography
janin karena jenis pemeriksaan ini digunakan untuk melihat jantung bayi yang
belum lahir. Pemeriksaan ini dapat dilakukan selama kehamilan sekitar 18 - 22
minggu. Untuk pemeriksaan ini, tranduser diletakkan di atas perut ibu hamil.

Gambar 8. Proses pemeriksaan secara Fetal Echocardiography.

Gambar 9. Hasil pemeriksaan secara Fetal Echocardiography.


Selama pemeriksaan jantung dengan menggunakan echocardiography, terdapat
beberapa prosedur yang harus dilakukan. Selama pemeriksaan, pasien akan diminta untuk
melepaskan pakaian dari pinggang ke atas. Tiga elektroda (kecil, datar, patch lengket) akan
diletakkan di dada pasien. Elektroda tersebut akan mengirimkan gelombang ultrasound ke
monitor. Kemudian pasien diminta untuk berbaring pada sisi kiri ranjang periksa. Tongkat
plastik (yang disebut transduser suara-gelombang) akan ditempatkan pada beberapa daerah
di abdomen. Pemeriksaan akan berlangsung selama kurang lebih 40 menit.
Echocardiography dapat menunjukkan dan memberikan gambaran mengenai:
1.
2.
3.
4.
5.

Ukuran dan bentuk dari jantung.


Seberapa baik jantung bekerja secara keseluruhan.
Jika suatu bagian dari otot jantung lemah dan tidak bekerja secara tepat.
Jika anda mempunyai permasalahan dengan katup (valves) jantung.
Jika anda mempunyai suatu gumpalan darah.

Gambar 10. Penggunaan echocardiography secara umum.

3. Fungsi Echocardiography.
Echocardiography memiliki beberapa fungsi, yaitu:
a. Memberikan gambaran struktural anatomi jantung dan pembuluh besar.
b. Berperan dalam diagnosa kelainan jantung bawaan (congenital).
c. Mendeteksi kelainan struktur anatomi katup jantung misalnya adanya kekakuan,
gangguan pembukaan-penutupan katup, tebal dan geraknya, serta apakah ada
perlekatan.
d. Membantu dokter dalam menilai kemampuan gerak otot-otot dinding jantung
akibat penyempitan pembuluh koroner, pembengkakan otot jantung (dilated
cardiomypathy), dan penebalan otot jantung (hiperthrophy cardiomypathy) yang
disebabkan hipertensi dan kelainan otot jantung bawaan.
e. Melihat massa tumor seperti thrombus, vegetasi atau cairan perikad.

SISTEM KERJA ALAT


Echocardiography digunakan secara luas untuk menampilkan bagian dalam dari
tubuh manusia terutama serta dapat mendeteksi beberapa penyakit jantung, dengan
menggunakan alat ini juga memungkinkan untuk mendeteksi struktur bagian dalam dari
jantung. Pergerakan dari struktur tersebut juga dapat direkam dengan resolusi yang baik
dibanding dengan teknik diagnosa menggunakan x-ray ataupun angiografik.
Hasil keluaran (output) dari alat echocardiograph dapat berupa gambar maupun
bentuk suara (audio).
Pemeriksaan jantung pada echocardiography dengan menggunakan ultrasound
(gelombang suara). Secara umum proses perubahan dari ultrasound hingga mencapai
output berupa gambar atau suara dapat dilihat pada diagram blok di bawah ini.

Gambar 11. Blok diagram system ultrasonik.


Pada diagram di atas dijelaskan bahwa system ultrasound terdiri dari tiga bagian,
yaitu: front end, mid dan back end. Tahap Front end terletak pada probe echocardiograph,
terdiri dari 2 macam transducer, yaitu: Transmitter dan Receiver. Contoh rangkaian
tramsmitter dan receiver ultrasonic adalah sebagai berikut :

Gambar 12. rangkaian transmitter ultrasonik

Gambar 13. rangkaian receiver ultrasonik.


Transmitter berfungsi sebagai pemancar gelombang ultrasonic yang di pantulkan
ke tubuh pasien, dalam hal ini bagian dada (jantung). Kemudian setelah dipantulkan,
gelombang ultrasonic diterima dan diteruskan ke tahap mid. Tahap mid ini gelombang
ultrasonic diproses menjadi bentuk tegangan dan kemudian diteruskan ke bagian Back end.
Pada bagian Back end, tegangan keluaran diubah ke bentuk gambar atau suara.
Gambar blok diagram secara spesifik dari echocardiography adalah ditunjukkan
oleh gambar di bawah ini:

Gambar 14. Blok diagram rangkaian echocardiography.


Gambar di atas menunjukkan blok diagram dari echocardiography, beberapa blok
merupakan rangkaian umum pada instrumen pengukuran gema, kecuali untuk penambahan
rangkaian

sweep

lambat

dan

pengaturan

modulasi

pencahayaan

CRT. Untuk

echocardiography, transducer ditempatkan di antara ribs ketiga dan keempat pada dinding
dada luar dimana tidak ada paru-paru antara kulit dengan jantung. Dari probe ini sinyal
ultrasonik intensitas rendah diarahkan pada area jantung dan sinyal gema diperoleh. Posisi
probe dimanipulasi untuk memperoleh gema dari area yang diinginkan pada jantung.
Echocardiograph Pulsed Doppler tergantung pada penemuan kecepatan aliran
darah yang kontras dengan echocardiograph M-mode yang berdasarkan properti anatomi
dari jantung, teknik ini digunakan sebagai penyesuaian ke echocardiograph M-mode
konvensional dan informasi banyak diperoleh dari komplemen pemeriksaan pulsed
Doppler atau dengan melaksanakan prosedur M-mode. Dalam banyak kasus penemuan
pulsed Doppler memberikan informasi diagnosa yang berguna dimana penemuan M-mode
adalah normal atau sugestif, sistem beroperasi pada prinsip ultrasound yang memantul dan
menemukan kecepatan aliran darah dalam volume, yang disebut dengan volume sample.
Volume sample secara spesifik dapat dipilih dalam jantung dan pembuluh darah
dengan setting kendali kedalaman dan adalah subjek dari berbagai komponen kecepatan

aliran darah, komponen gerak, turbulensi, dan laminar seperti gerakan dinding, gerakan
valve. Komponen ini diisolasi dengan filter yang cocok dalam rangkaian dan masingmasing memiliki kualitas audiotonal dan pola spektral yang berhubungan.
Jumlah yang meningkat dari pemeriksaan yang rutin dan kemungkinan mengextract data kuantitatif dari echocardiograph telah menimbulkan keperluan pengembangan
sistem komputer untuk analisa semi otomatis dari echocardiograph M-mode, program rutin
secara umum tertuju pada pengukuran yang dapat dibagi 3 kelompok:
1. dimensi ventricular
2. dimensi aorta dan atrium kiri
3. pengukuran valve mitral
Tiap kelompok pengukuran dimulai dengan kalibrasi, sehingga kemungkinan untuk
menggunakan rekaman yang berbeda untuk pengukuran struktur dari tiap kelompok sistem
perhitungan untuk memproses echocardiogram M-mode, sejumlah program tersedia untuk
evaluasi M-mode menggunakan komputer.
Selain alat echocardiography itu sendiri proses untuk menampilkan gambar ke
dalam suatu layar digunakan juga rangkaian real-time komputer yang berbasis scanner,
gambar ranngkaiannya dapat dilihat pada gambar 11 sebagai berikut :

Gambar 15. Bagan prinsip dari real-time computer based scanner.


Pada gambar diatas, setiap bagian dari 8 channel dipilih dan dikuatkan oleh
penguatnya sendiri dan kemudian diubah ke dalam bentuk digital oleh ADC yang
menggunakan range konversi dari 10 ns, setelah itu dari kedelapan channel ditunda dan
dijumlahkan dalam sebuah komputer berkecepatan tinggi yang menampilkan perhitungan
data secara real-time dikarenakan oleh frekuensi maksimum 7 MHZ dari transducer dan

operasi dari kedelapan channel, frekuensi clock sampai 56 MHZ, seperti operasi cepat
yang ditampilkan oleh ECL lebih baik daripada alat TTL.
Transducers
Alat echocardiography menggunakan transducer yang berfungsi untuk mengubah
suatu besaran dalam bentuk lain menjadi besaran lainnya, dalam hal ini berupa pancaran
sinyal ultra high frequency menjadi besaran suara dalam bentuk pergerakan yang
kemudian ditampilkan dalam bentuk gambar.
Transducers high-performance yang secara khusus dirancang untuk menghasilkan
efisiensi suara (akustik) yang maksimum, dengan suatu desain lensa low-loss yang
memberikan tingkat resolusi yang tinggi dan proses penetrasi sinyal ultra yang lebih besar
dengan tingkat gangguan yang kecil. Dengan desain yang ekonomis dengan kabel yang
ringan sehingga dapat mengurangi kelelahan dan ketegangan dari para pengguna
transducer ini (operator). Untuk penggunaan echo-transducer ini, terdiri dari bermacammacam transducer, diantaranya yaitu:
1. Teknologi PureWave kristal.
Struktur Piezocrystal mempunyai kelebihan dalam hal proses penerimaan
sinyal akustik (suara) dibanding dengan PZT keramik yang bersifat tradisional.
2. S5-1 transducer.
S5-1 transducer dalam penggunaannya menggunakan luas bidang dari dua
high-performance yang digunakan pada transducer konvensional. Kelebihannya
dibanding dengan teknologi PureWave kristal adalah transducer ini membentuk
image (gambar) 2D dengan tingkat kepekaan warna yang lebih tinggi.
3. xMATRIX transducer.
Transducer xMATRIX menggunakan rangkaian micro-beamforming yang
didalamnya terintegrasi sampai 3000 jenis rangkaian filter aktif.
4. X3-1 transducer.
X3-1 transducer merupakan teknologi xMATRIX yang menggunakan
sistem array yang cocok untuk menghasilkan gambar 3D serta xPlane imaging.
Dengan lubang bidik kamera yang berukuran kecil sangat sesuai untuk
menghasilkan dan meningkatkan tampilan image (gambar) cardiac dari pasien.
5. Teknologi OMNIPLANE TEE.
Transducer S7-2 omni trans-esophageal mempunyai cakupan frekuensi
sebesar 7 MHZ yang mampu menghasilkan luas bidang yang lebih besar.

Kelebihan dan kekurangan dari pemeriksaan echocardiography


Kelebihan dari pemeriksaan jantung dengan menggunakan echocardiography :

a. Pemeriksaan dapat dilakukan setiap saat tanpa persiapan khusus dan pasien hanya
berbaring.
b. Tidak menimbulkan rasa sakit (non-invasive) maupun efek samping.
c. Biaya yang terjangkau.
d. Pasien tidak terpapar radiasi.
e. Dapat diaplikasikan pada pasien dengan kondisi kritis (bedside usage).
f. Hasilnya dapat langsung diketahui.
g. Lama pemeriksaan hanya sekitar 20 sampai 40 menit.
Kekurangan dari pemeriksaan jantung dengan menggunakan echocardiography
adalah :
a. Tidak mendeteksi menyempit arteri koroner bila dilakukan pada saat istirahat.
b. Terdapat kemungkin tidak akurat dalam pengukuran fungsi pompa jantung (fraksi
ejeksi) serta tes lainnya.
c. Harus berada dalam pengawasan dokter dan dilakukan oleh dokter-dokter ahli jantung
yang handal dibidangya serta perawat yang terampil.

KESIMPULAN

Echocardiograph merupakan alat yang mampu memperlihatkan bentuk structural


anatomi jantung dengan menggunakan gelombang pada ultrasonic frekuensi 2-6 MHz.
Hasil keluaran (output) dari echocardiogarph dapat berupa gambar maupun suara.
Echocardiography paling banyak digunakan oleh para dokter dalam menangani
pasien penyakit jantung karena memiliki beberapa kelebihan yaitu diantaranya
Pemeriksaan dapat dilakukan setiap saat tanpa persiapan khusus dan pasien hanya
berbaring, tidak menimbulkan rasa sakit maupun efek samping, biaya yang terjangkau, dan
hasilnya dapat langsung diketahui.
Namun, pemeriksaan dengan menggunakan echocardiography juga memiliki
kekurangan yaitu Tidak mendeteksi menyempit arteri koroner bila dilakukan pada saat
istirahat. Terdapat kemungkin tidak akurat dalam pengukuran fungsi pompa jantung (fraksi

ejeksi) serta tes lainnya, serta harus berada dalam pengawasan dokter dan dilakukan oleh
dokter-dokter ahli jantung yang handal dibidangya serta perawat yang terampil.

DAFTAR PUSTAKA
Edler I. 2004. The History of Echocardiography. Departemen Kardiologi, Universitas
Hospital, Lund, Sweden.
Jurnal dokter online. 2008. Doppler Echocardiography. http://www.jdokter.com
Krishnamoorthy. 2007. History of Echocardiography and its future applications in
medicine.
McGraw-Hill

Critical Care Medicine. Volume 35. Issue 8.


Science

&

Technology

Encyclopedia:

Echocardiography,

http://www.surgeryencyclopedia.com/Ce-Fi/Echocardiography.html , diakses pada


tanggal 17 Desember 2011.
Saleh. 2009. Elektronika Kedokteran. http://www.unhas.ac.id diakses pada tanggal 18
Desember 2011.
Wikipedia.Echocardiography.

http://en.wikipedia.org/wiki/Echocardiography,

pada tanggal 17 Desember 2011.

diakses

McGraw-Hill

Science

&

Technology

Encyclopedia:

Echocardiography,

http://www.surgeryencyclopedia.com/Ce-Fi/Echocardiography.html , diakses pada


tanggal 17 Desember 2011.