Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH PESAWAT PENGANGKAT

TENTANG CRANE
DOSEN PEMBIMBING : SAIFUL ANWAR, MT

OLEH
NAMA : ANDRI FIRDAUS
:AZHARUDIN

FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN
2015

Kata Pengantar
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada hamba-Nya, khususnya bagi
penulis yang telah mampu menyelesaikan makalah tentang Crane.
Dalam menulis makalah, alhamdulillah penulis tidak mendapatkan
kendala kendala apapun , sehingga penyelesaiannya dapat dikerjakan
dengan baik. Selain itu penulis juga mengucapkan terima kasih kepada
bapak Dosen, selaku guru pembimbing yang telah memberikan dorongan
dan motivasi sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Disini penulis juga sampaikan, jika seandainya dalam penulisan
makalah ini terdapat hal hal yang tidak sesuai dengan harapan, untuk itu
penulis dengan senang hati menerima masukan, kritikan dan saran dari
pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga apa yang di harapkan penulis dapat di capai dengan sempurna.

Muara Rumbai, 20 Maret,


2015

Penulis

DAFTAR ISI

Kata pengantar.....................................................................................I
Daftar isi

BAB.I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................1
B. Rumusan masalah...........................................................................1
C. Tujuan..............................................................................................1

BAB.II PEMBAHASAN .
A.Distribusi Tekanan Hidrostatik...........................................................2
B.Penerapan dalam Manometri............................................................5
C.Gaya Hidrostatik pada Sebuah Bidang.............................................9
D.Tekanan Hidrostatik pada Permukaan Lengkung ...........................13
E. Mengapung dan Kestabilan............................................................14
F.Dasar hukum fluida...26
BAB .III PENUTUP
A. Kesimpulan ...............................................................................40
B. Saran...........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................41

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Indonesia adalah negara yang sedang berkembang, dimana pada saat
sekarang ini sedang menggalakkan pembangunan di segala bidang untuk
meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia. Pembangunan sarana dan prasarana
umum meliputi pembangunan industri, perhubungan, pusat perbelanjaan (mall),
perkantoran, hotel, dan apartemen.
Untuk membangun konstruksi bangunan tinggi seperti : gedung bertingkat,
maka dibutuhkan tenaga kerja yang terampil, para ahli di bidang konstruksi, yang
lebih penting adalah mesin-mesin yang berguna untuk membantu dan meringankan
kerja manusia itu sendiri. Sehubungan dengan itu maka dibutuhkan suatu pesawat
pengangkat yang dapat mengangkat dan memindahkan material dan struktur
bangunan yang akan dipasang pada bangunan yang sedang dikerjakan dengan
gerak dan mobilitas yang aman.
Agar material yang diangkat tetap baik, aman dalam operasi bongkar muat
lebih cepat, maka diperlukan suatu wadah barang yang dapat diangkat dari semua
areal proyek ke tempat yang diinginkan seperti bucket, dimana wadah tersebut
dapat disimpan dilapangan terbuka sehingga tidak diperlukan lagi gudang sebagai
tempat penyimpanan barang. Untuk mengangkat material dalam kapasitas,
jangkauan dan tinggi angkat yang maksimum, maka pengangkatan dengan Tower
Crane merupakan mesin yang paling efektif. Kecenderungan untuk memakai
tower crane saat ini semakin tinggi seiring dengan semakin meningkatnya
pembangunan di Indonesia. Pesawat pengangkat ini berguna
untuk mengangkat serta memindahkan material dan struktur
bangunan yang akan dipasang pada bangunan yang sedang
dikerjakan dan menjangkau semua area yang diinginkan.
1.3 BATASAN PERMASALAHAN

Dalam perancangan ini, tower crane direncanakan digunakan


untuk kapasitas angkat maks 7 Ton, tinggi angkat 55 m, dan
radius lengan maks 60 m. Karena luasnya permasalahan pada
perancangan tower crane ini, maka perlu pembatasan masalah
yang akan dibahas. Pada perancangan ini akan dibahas
komponen-komponen utama tower crane sebagai berikut : tali
baja, puli, drum, kait, motor penggerak, rem, dan sistem transmisi
(roda gigi). Dan merencanakan mekanisme pergerakan dari tower
crane.

BAB II
PEMBAHASAN MATERI
2.1 Mesin Pemindah Bahan
Mesin pemindah bahan merupakan bagian terpadu perlengkapan mekanis
dalam setiap industri modern. Desain mesin pemindah bahan yang beragam
disebabkan oleh banyaknya jenis dan sifat muatan yang dipindahkan serta
banyaknya operasi pemindahan yang akan mendukung produksi. Dalam setiap
perusahaan, proses produksi secara keseluruhan sangat ditentukan oleh pemilihan
jenis mesin pemindah bahan yang tepat pemilihan parameter utama yang tepat dan
efisiensi operasinya. Jadi, pengetahuan yang sempurna tentang ciri operasi dan
desain mesin ini dan metode desainnya serta penerapan praktisnya sangat
diperlukan.
Mesin pemindah bahan merupakan salah satu peralatan yang digunakan
untuk memindahkan muatan dilokasi atau area, departemen, pabrik, lokasi
konstruksi, tempat penumpukan bahan, tempat penyimpanan, dan pembongkaran
muatan. Mesin pemindah bahan pada prakteknya hanya memindahkan muatan
dalam jumlah dan besar serta jarak tertentu. Jarak ribuan meter hanya dilakukan
untuk perpindahan yang konstan antara dua lokasi atau lebih yang dihubungkan
oleh kegiatan produksi yang sama. Untuk operasi bongkar muatan tertentu,

mekanisme mesin pemindah bahan dilengkapi dengan alat pemegang khusus yang
dioperasikan oleh mesin bantu atau secara manual.Pemilihan mesin pemindah
bahan yang tepat dan sesuai pada tiap-tiap ktivitas diatas, akan meningkatkan
effisiensi dan daya saing dari aktivitas tersebut.

2.2 Klasifikasi Mesin Pemindah Bahan


Berdasarkan desainnya mesin pemindah bahan diklasifikasikan atas :
1. Perlengkapan perangkat, yaitu kelompok mesin dengan peralatan
pengangkat yang bertujuan untuk memindahkan muatan dalam satu batch.
2. Perlengkapan pemindah, yaitu kelompok mesin yang tidak mempunyai
peralatan
pengangkat
tetapi
memindahkan
muatan
secara
berkesinambungan.
3. Perlengkapan permukaan dan overhead, yaitu kelompok mesin yang tidak
dilengkapi dengan peralatan pengangkat dan biasanya menangani muatan
dalam satu batch dan kontinu.
Setiap kelompok mesin dibedakan oleh ciri khas dan bidang penggunaan yang
khusus. Perbedaan dalam desain kelompok ini juga ditentukan oleh keadaan
muatan yang akan ditangani, arah gerakan kerja dan keadaan proses
penanganannya.
Banyaknya jenis perlengkapan pengangkat, membuat sulitntya penggolongan
secara tepat. Penggolongan bisa berdasarkan pada berbagai karakteristik, seperti
desain, tujuan, jenis gerakan dan sebagainya. Bila diklasifikasikan menurut jenis
gerakannya (karakterisrik kinematik), beban dianggap terpusat pada titik berat
beban tersebut dan penggolongan mesin ditentukan oleh lintasan perpindahan
muatan yang berpindah pada bidang horizontal. Penggolongan menurut tujuan
penggunaan yang ditentukan dengan memperhatikan kondisi operasi khasnya
Jenis-jenis perlengkapan pengangkat diklasifikasikan berdasarkan ciri khas
desainnya, yaitu :
1. Mesin pengangkat, yaitu kelompok mesin yang bekerja secara periodik
yang didesain sebagai perlatan swa-angkat, atau untuk mengangkat dan
memindahkan muatan. Salah satu jenis mesin pengangkat dapat dilihat pada
gambar 2.1 dibawah ini

Gambar : Dongkrak dan Ikatan

2. Crane, yaitu gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka


untuk mengangkat sekaligus memindahkan muatan yang dapat digantungkan
secara bebas atau diikatkan pada crane. Salah satu jenis crane dapat diihat
pada gambar 2.2 dibawah ini

3. Elevator (Lift), yaitu kelompok mesin yang bekerja secara periodik untuk
mengangkat muatan pada jalur pandu tertentu

2.3 Dasar Pemilihan Mesin Pemindah Bahan


Faktor-faktor teknis penting yang digunakan dalam menentukan pilihan jenis
peralatan yang digunakan dalam proses pemindahan bahan :
1. Jenis dan sifat muatan yang akan diangkat.
Untuk muatan satuan (unit load) : bentuk, berat, volume, kerapuhan,
keliatan, dan temperatur. Untuk muatan curah (bulk load) : ukuran
gumpalan, kecenderungan menggumpal, berat jenis kemungkinan longsor
saat dipindahkan, sifat mudah remuk (friability), temperatur, dan sifat kimia.
2. Kapasitas per jam yang dibutuhkan.
Kapasitas pemindahan muatan per jam yang hampir tak terbatas dapat
diperoleh pada peralatan, seperti konveyor yang bekerja secara kontinu.
Sedangkan pada peralatan lain yang mempunyai siklus kerja dengan gerak
balik muatan kosong, akan dapat beroperasi secara efisien jika alat ini
mempunyai kapasitas angkat dan kecepatan yang cukup tinggi dalam kondisi
kerja yang berat, seperti truk dan crane jalan.
3. Arah dan jarak perpindahan.
Berbagai jenis peralatan dapat memindahkan muatan ke arah horizontal,
vertikal, atau dalam sudut tertentu. Untuk gerakan vertikal diperlukan
pengangkat seperti : crane, bucket elevator. Dan untuk gerakan horizontal
diperlukan crane pada truk yang digerakkan mesin atau tangan, crane
penggerak tetap, dan berbagai jenis konveyor. Ada beberapa alat yang dapat
bergerak mengikuti jalur yang berliku dan ada yang hanya dapat bergerak
lurus dalam satu arah.

4. Cara menyusun muatan pada tempat asal, akhir, dan antara.


Pemuatan ke kendaraan dan pembongkaran muatan ditempat tujuan sangat
berbeda, karena beberapa jenis mesin dapat memuat secara mekanis,
sedangkan pada mesin lainnya membutuhkan alat tambahan khusus atau
bantuan operator.
5. Karakteristik proses produksi yang terlibat dalam pemindahan muatan.
Gerakan penanganan bahan berkaitan erat, bahkan terlibat langsung dengan
proses produksi. Misalnya : crane khusus pada pengecoran logam,
penempaan dan pengelasan; konveyor pada pengecoran logam dan
perakitan; pada permesinan dan pengecatan.
6. Kondisi lokal yang spesifik.
Hal ini meliputi luas dan bentuk lokasi, jenis dan desain gedung, keadaan
permukaan tanah, susunan yang mungkin untuk unit proses, debu,
kelembaban lingkungan, adanya uap dan berbagai jenis gas lainnya, dan
temperatur.
2.3.1 Dasar Pemilihan Pesawat Pengangkat
Banyak sekali pesawat pengangkat yang diproduksi dalam berbagai desain,
sehingga dalam operasi yang sama dapat dilakukan berbagai metode dan alat.
Pemilihan alat yang tepat tidak hanya memerlukan pengetahuan khusus tentang
desain dan karakteristik operasi suatu mekanisme mesin, tetapi juga memerlukan
pengetahuan menyeluruh tentang organisasi produksi dari suatu perusahaan.Dalam
pemilihan jenis pesawat pengangkat, alat ini harus dapat dimekaniskan sedemikian
rupa sehingga hanya memerlukan sedikit mungkin operator untuk pengendalian,
pemeliharaan, perbaikan, dan tugas-tugas tambahan

lainnya. Pesawat pengangkat tidak boleh merusak muatan yang dipindahkan,


atau menghalangi dan menghambat proses produksi. Alat ini harus aman dalam
operasinya dan ekonomis baik dalam biaya operasi atau perawatannya.
2.3.2 Dasar Pemilihan Crane
Dasar pemilihan crane ditentukan dari faktor teknis jenis dan sifat muatan,
yang dapat mengangkat muatan satuan dan curah. Dari faktor kapasitas per jam
yang dibutuhkan, dimana crane mempunyai siklus kerja dengan gerak balik
bermuatan sehingga dapat beroperasi secara efektif dan efisien karena alat ini
mempunyai kapasitas angkat dan kecepatan yang cukup tinggi. Dari faktor arah
dan jarak perpindahan crane dapat memindahkan dan mengangkat muatan baik
secara vertikal, horizontal, dan berputar 360o.
Dari faktor teknis kondisi lokasi yang spesifik, dimana crane digunakan
pada pembangunan gedung bertingkat dengan kelebihan dari segi struktur dengan
ketinggian tertentu dan daya jangkauannya yang cukup jauh. Crane dirancang
untuk melayani pengangkatan muatan dengan jarak yang cukup jauh dalam suatu
areal pembangunan, dengan mempertimbangkan dimensinya. Dari pertimbangan
faktor-faktor teknis diatas maka dipilihlah Tower Crane sebagai alat yang tepat
untuk memenuhi semua pertimbangan tersebut
2.4 Tower Crane
Penggunaan tower crane memerlukan perencanaan yang seksama karena
crane dipasang tetap (fixed instalation) di tempat dengan jangka waktu
pelaksanaan pekerjaan yang lama. Dari posisi tetapnya, tower crane harus mampu
menjangkau semua area yang diperlukan untuk mengangkat beban yang diangkat

ke tempat yang diinginkan. Yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan


tower crane adalah berat, ukuran, dan radius angkat dari beban terberat, tinggi
maksimum berdiri bebas alat, berat mesin yang ditopang struktur, kecepatan angkat
mesin, dan panjang kabel hoist drum yang dapat melayani.
Tower crane dirancang dengan ketinggian tertentu dan dengan boom yang
memiliki daya jangkau yang cukup jauh. Selain itu tower crane mampu melayani
pengangkutan bahan yang berat sesuai dengan kapasitas angkat maksimumnya.
Tower crane biasanya digunakan untuk mengangkat beban terpadu (load), seperti :
rangka besi, kepingan atap bangunan, batu bata dalam jumlah yang banyak, dsb.
Namun terkadang juga dapat digunakan untuk mengangkat bahan curah (bulk
load), seperti pasir dan coran semen. Untuk bahan curah, tower crane
membutuhkan wadah muatan seperti bucket, yang kemudian dihubungkan dengan
kait nantinya.
2.4.1 Komponen Utama Tower Crane
Komponen-komponen utama dari Tower Crane adalah :
1. Rangka
2. Boom/ Jib (Lengan)
Boom adalah lengan dari tower crane yang memiliki jangkauan/ radius sebagai
tempat berjalannya trolley. Boom ini berfungsi untuk menjangkau, memutar,
memindahkan, mengangkat dan menurunkan beban. Boom pada tower crane ini
ada 2 yaitu : boom bobot imbang dan boom beban.
3. Bobot Imbang (Counter Weight)
Bobot Imbang adalah bagian dari tower crane yang berfungsi untuk
mengimbangi berat dari boom beban

4. Trolley
Trolley berfungsi sebagai tempat bergantungnya spreader kait dan juga untuk
menggerakkan spreader kait pada saat mengangkat dan menurunkan beban atau
muatan. Trolley terletak pada konstruksi boom.
5. Motor Penggerak
Motor penggerak pada tower crane ada 3 yaitu motor penggerak drum, motor
penggerak trolley dan motor penggerak mekanisme slewing.
6. Drum
Drum adalah alat yang berfungsi sebagai tempat untuk menggulung atau
mengulur tali baja pada saat menaikkan atau menurunkan beban
7. Sistem Puli
Puli (kerek) adalah alat yang berbentuk cakra bundar beralur, berfungsi sebagai
laluan tali baja.
8. Tali Baja
Tali Baja adalah perlengkapan fleksibel yang berfungsi sebagai penarik atau
pengulur spreader kait atau trolley.
9. Kait (Hook)
Kait adalah alat sebagai tempat menggantungkan beban
10. Rem
Rem adalah alat yang digunakan untuk menghentikan pergerakan motor
penggerak baik itu, pada mekanisme pengangkat, trooley ataupun slewing

2.4.2 Cara Kerja Tower Crane


Cara kerja dari tower crane ini dapat dibagi atas 3 gerakan, yaitu :
1. Gerakan Angkat dan Turun (Hoisting)
Gerakan mengangkat dan menurunkan beban ini diatur oleh kerja elektro
motor yang berfungsi memutar drum yang akan menggulung tali baja. Tali
baja ini akan menggerakkan puli agar rumah puli yang diujungnya memiliki
kait (hook) akan bergerak naik-turun. Beban yang akan dipindahkan
digantungkan pada kait. Bila posisinya telah sesuai dengan yang dikehendaki
maka gerakan drum ini akan dihentikan oleh operator dengan menarik tuas
(handle) yang terhubung dengan rem.
2. Gerakan Jalan Mendatar (Trolling)
Gerakan ini adalah gerakan trolley yang berjalan / berpindah dalam arah
mendatar (horizontal) atau melintang. Gerakan ini diatur oleh elektro motor
yang berfungsi untuk memutar drum untuk menggulung tali baja yang akan
memutar puli sehingga trolley berjalan disepanjang rel yang terletak diatas
girder dan boom. Gerakan ini dihentikan dengan memutuskan arus listrik
pada elektro motor melalui tombol operator dan sekaligus rem bekerja.
3. Gerakan Berputar (Slewing)
Gerakan ini terjadi akibat putaran elektro motor yang memutar
gigi jib sehingga jib dapat berputar ke arah kanan atau kiri
dengan sudut 3600

Keterangan Gambar :
1. Rangka tower Crane 5. kait (Hook)
2. Boom tower crane 6. trolley
3. Bobot imbang (Couter weight)
4. Spreader
2.5 Spesifikasi Perencanaan
Dari data yang diperoleh dari Proyek Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USU
Jln. Dr. Mansyur Medan, sebagai data perbandingan atau dasar perencanaan
pesawat pengangkat ini, dibawah ini tercantum spesifikasi tower crane yang
diperoleh dari hasil survey :
Jenis mesin : Tower Crane
Kapasitas angkat maks : 7.000 kg
Tinggi angkat maks : 40 m
Radius jangkauan lengan : 70 m