Anda di halaman 1dari 26

VITAMIN

LAPORAN
Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah
Praktikum Biokimia
Yang dibina oleh Ibu Balqis

Disusun Oleh :
1) Atikah Anggraini

(130341614798)

2) Desy Putri Rahmawati

(130341614)

3) Dian Hidayaturrahma (130341614840)


4) Henrika Jempormase (130341614778)
5) Kiki Elita Silviana

(130341614850)

6) Zulfindira Septri R (130341614)


Offering C

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
NOVEMBER 2013
Topik

: Vitamin

Tujuan praktikum:
Mahasiswa dapat :
1. mengidentifikasi kandungan vitamin B1, B6, dan C dari bahan sagar dan produk suplemen
2. membandingkan kandungan vitamin C dari bahan segar
3. membandingkan kandungan vitamin C dari berbagai produk suplemen vitamin

Dasar teori

Asal kata vitamin ditemukan oleh seorang sarjana yang berkebangsaan Polandia yang bernama
Casimir Funk. Susunan perkataan ini terdiri dari vita yang berarti hidup (hajat) dan anime yang
berarti suatu jenis zat tertentu yang tersusun menurut hukum kimiawi bahan-bahan yang mengandung
zat lamas. Namun, berdasarkan penellitian selanjutnya diketahui bahwa tidak semua vitamin
mengandung zat lemas. Misalnya vitamin A adalaha suatu alkohol pertama (primaire alcohol),
sedangkan vitain D harus diperhitungkan sebagai stearine (jenis lemak) serta vitamin C maupun
vitamin K tidak pula mengandung zat lemak.
Dapat didefinisikan vitamin ialah suatu zat yang tidak berjiwa (tidak bernyawa), tidak hidup,

ahasil sederajat dengan besi, intan, batu, emas, dll, juga tidakn dapat disamakan dengan kuman-kuman
(bakteri), jamur, dll. Sebaliknya, vitamin tidak dapat dianggap sebagai zat mati dalam pengertian biasa.
Di dalam tubuh manusia (hewan), vitamin yang sejati biasanya terbentuk atas zat yang meloporinya,
yaitu apa yang dinamakan pro-vitamin. Vitamin juga bukanlah suatu bahan makanan dalam pengertian
yang biasa.
Lagipula tubuh tidak dapat membentuk vitamin. Vitamin dapat diperoleh juga dari bahan
makanan yang kita asup setiap harinya atau melalui tambahan suntikan vitamin.
Selain itu, vitamin juga memiliki fungsi yang cukup strategis bagi ketahanan dan
perkembangan tubuh. Fungsi vitamin tidaklah sma dengan fungsi bahan makanan sehingga
tidafermentk dpat diartikan vitamin sebagai pembawa kalori semata. Vitamin juga dianggap sebagai
ferment, yaitu semacam katalisator.
Namun, yang telah diketahui secara pasti ialah bila seseorang kekurangan vitamin maka akan
mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit (kulit, mata, beri-beri, skorbut, pellagra, dll), serta
menyakit yang disebabkan oleh suatu kekurangan yang dinamakan sebagai deficiency disease atau
hypo-vitmanosis. (Dr. A. Seno Sastroamidjojo, 1968)
Berbagai jenis vitamin dapat kita peroleh dari alam atau jenis asupan yang kita santap setiap
harinya, misalnya, sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian. Misalnya, kacang tanah, kacang kedelai,
kacang hijau, kacang merah, bayam, kangkung, daun ketela, kool, slada, seledri, sesawi, buah tomat,
dan lain sebagainya.
Vitamin di dalam tubuh juga diperlukan untuk memelihara kesehatan. Pemeliharaan kesehatan
mata berhubungan dengan vitmin A. Vitamin A menyusun pigmen rhodopsin (visual pigment) pada selsel batang retina mata. Vitamin A berperan dalam memelihara kemampuan melihat dalam kondisi yang
sedikit cahaya karena pigmen rhodopsin peka terhadap cahaya. Kekurangan retinal menyebabkan
gangguan penglihatan pada kondisi gelap, pada buta senja. Vitamin C dalam tubuh dibutuhkan untuk
pembentukan kolagen, yaitu suatu protein yang terdapat dalam matriks jaringan konektif. Kolagen
memberikan kekuatan dan fleksibilitas suatu jaringan.
Vitamin C, E, A dalm tubuh berperan sebagai antioksidan. Metabolisme dalam tubuh
menghasilkan radikal bebas, radikal bebas merupakan suatu molekiul yang tidak stabil karena memiliki
elektron yang berlebih. Vitamin yang berperan sebagai antioksidan melindungi sel dari radikal bebas
dengan cara menerima kelebihan elektron dari radikal bebas sebelum diterima komponen dalam sel.
(Petunjuk Praktikum Biokimia, 2013)
Alat dan bahan

Alat:

Bahan:

mortar dan pistil, kertas saring, corong kaca, pipet


tetes, beaker glass 100ml dan 250 ml, pengaduk
kaca, kaca benda, kaca penutup, mikroskop
cahaya, tabung reaksi, kertas label, spatula kecil,
gelas ukur 10 ml.

buah : jambu biji, apel, nanas, jeruk, pisang,r


vitamin C, B1 dan B6(merk IPI); vitacimin,
XonC; tiamin, piridoksin, asam askorbat, asam
pikrat; fehling A dan B; larutan CuSO4 2%;
aquadest; NaOH 3N

Cara kerja :
I. Identifikasi kandungan vitamin B1 dari bahan segar dan produk suplemen
1. Serbuk tiamin

2. Vitamin B1 (IPI)

3. Bahan segar

II. Identifikasi kandungan vitamin C dari bahan segar dam produk suplemen
1. larutan asam askorbat

2. Vitamin C

3. Vitacimin

4. Xon-C

5. Sari sayuran dan buah

III. Identifikasi kandungan B6


1. Menggunakan larutan piridoksin

2. Menggunakan larutan vitamin B1

3. Menggunakan sari sayuran dan buah

I. Identifikasi kandungan vitamin B6

data :
I. Vitamin uji B1
No

Bahan

Bentuk kristal

Keterangan

Vitamin B1, asam pikrat,


akuades

Kristal berwarna bening dan


berbentuk sedikit atau agak
lonjong(perbesaran 100X)

Pisang, asam pikrat

Kristal berwarna bening bahkan


hampir tidak terlihat berwarna dan
berbentuk
lonjong(perbesaran
100X)

Bayam

Kristal berwarna hijau, berbentuk


serabut(perbesaran 100X)

Sawi

Kristal berwarna hijau dan


berbentuk
serabut(prbesaran
100X)

Tiamin

Kristal
bulat
hijau
(perbesaran 100X)

terang

Labu siam

Kristal lonjong(perbesaran 100X)

Kol

Kristal berbentuk bulatan dan


berwarna hijau(perbesaran 100X)

Apel

Kristal
bulat
berwarna
hijau(perbesaran 100X)

Nanas

Kristal ada yang berbentuk bulat


dan
ada
yang
agak
lonjong(perbesaran 100X)

10

Jambu biji

Kristal berbentuk bulat dan ada


yang lonjong serta berwarna agak
kecoklatan(perbesaran 100X)

11

Buncis

Kristal berbentuk lonjong dan


berwarna hijau(perbesaran 100X)

12

Jeruk

Kristal
100X)

bulat

putih(perbesaran

II. Uji vitamin C perubahan warna


No Bahan

Warna Awal

Warna Akhir

Keterangan

Vitamin C (IPI) 1% 20 tetes


endapan: banyak, dalam bentuk
gumpalan

- homogen biru tua -warna larutan biru Volume vitamin C


hitam kehijauan
sedikit, 20 tetes
-cair/encer
pipet A(kecil)
-tidak homogen

warna : jernih

-encer

rasa : lemah

-ada endapan
kuning

bau : lemah
2

Vitacimin
warna: pekat

-homogen biru tua -warna larutan


hijau pekat
-cair/encer

rasa : tajam

-tidak homogen

bau : menyengat

-ada endapan
kuning kemerahan,
banyak di dasar, di
permukaan juga
ada sedikit

endapan: banyak, halus, serbuk

Xon-ce
warna: agak pekat
rasa : agak tajam
bau : standart

-homogen biru tua -warna larutan biru Volume vitamin C


kehitaman
lebih banyak, 10
-cair/encer
cenderung hijau
tetes pipet B
-permukaan sedikit -tidak homogen
bewarna biru tua
-encer

endapan : halus sedikit

Volume vitamin C
lebih banyak, 10
tetes pipet B(besar)

Apel

-ada endapan ku
ing kemerahan,
banyak di dasar
-homogen biru tua -setelah 3 menit,
endapan hijau
-cair/encer
muda di dasar,
sedikit
-warna larutan
hijau

-perubahan warrna
bertahap

Jeruk

-homogen biru tua -setelah 3 menit,


tidak ada endapan
-cair/encer
-warna larutan biru
tua pekat

Jambu biji

-homogen biru tua -setelah 3 menit,


tidak adaendapan,
-cair/encer
warna biru tua

Identifikasi kandungan vitamin C


No
1

Bahan
Pepaya

Pisang

Kondisi awal

Kondisi akhir

-biru tua

-4 menit

-cair/encer

-homogen biru tua, encer/cair

-biru tua homogen

-4 menit

-cair/encer

-hijau toska gelap agak kental


-homogen

Labu siam

-biru tua homogen

-4 menit

-cair/encer

-hijau gelap/lumut
-kental

Sawi

- biru tua homogen

-0 menit

-cair/encer

-hijau tua bening kehitaman

III. Uji Vitamin B6


Bahan

Piridoksin

Warna Asal

Warna Akhir

Tidak berwarna (bening) Biru muda

Keterangan

Tidak berbau

Larutan Vitamin
B1+aquades

Putih

Hijau lumut kekuningan Bau menyengat

Jeruk

Kuning

Hijau

Barbau harum,
menyengat

Apel

Hijau gelap

Hijau gelap

Bau menyengat, bentuk


larutan

Jambu

Coklat

Hijau kebiruan gelap

Bau buah jambu, bau


menyengat, bentuk
larutan

Pisang

Cokelat

Biru gelap

Ada sedikit gumpalan,


bau menyengat, bentuk
larutan

Pepaya

Hijau muda

Biru muda

Barbau menyengat,
bentuk larutan

Labu siam

Hijau pekat

Biru muda dan gelap

Bau menyengat, bentuk


larutan

Kol

Putih bening

Biru tua ada sedikit


gumpalan

Terdapat sedikit
gumpalan, bentuk
larutan, ada sedikit bau

Sawi

Hijau tua

Hijau tua

Bau menyengat, bentuk


larutan

Buncis

Hijau kekuningan

Biru bening

Bau buncis, bentuk


larutan

Bayam

Hijau tua

Biru tua

Bau menyengat, bentuk


larutan

Analisis Data:
Uji Vitamin B1
Berdasarkan hasil percobaan mengenai uji vitamin yang dilakukan dapat diperoleh beberapa

bentuk kristal beserta warnanya yang diketahui dari mikroskop cahaya.


Uji Vitamin C
Dalam percobaan Identifikasi kandungan vitamin C bahan segar dan produk suplemen, terdapat
berbagai macam bahan percobaan dan indikasi uji. Bahan bahan yang digunakan dalam percobaan ini
diantaranya Larutan Asam Askorbat, Vitamin C (IPI), Vitacimin, Xon C, Sari Sayuran dan Buah.
Percobaan Pertama yaitu Identifikasi kandungan Vitamin C dengan Bahan Asam Askorbat.
Asam askorbat adalah salah satu senyawa kimia yang disebut vitamin C, selain asam dehidroaskorbat.
Ia berbentuk bubuk kristal kuning keputihan yang larut dalam air dan memiliki sifat-sifat antioksidan.
dari percobaan asam askorbat setelah campurkan dan bereaksi dengan 1 ml Fehling A dan 1 ml Fehling
B dapat diambil hasil wana awal Biru Tua dan warna akhir hijau tua (+++).
Percobaan kedua dalam identifikasi kandungan vitamin c dengan bahan larutan Vitamin (IPI)
dan menggunakan indikasi uji dengan 5ml Fehling A dan 5 ml Fehling B. Percobaan Vitamin (IPI)
yang ditetesi dengan 1 ml Fehling A dan 1 ml Fehling B sebanyak 10 tetes menghasilkan perubahan
warna awal biru tua (+++) dan warna akhir biru tua (++) serta terdapat endapan berwarna kuning.
Percobaan ketiga dengan menggunakan

bahan larutan XON-C, dimana dalam percobaan

Larutan XON-C yang dicampur dengan 1 ml Fehling A dan 1 ml Fehling B sebanyak 10 tetes dan
didapat hasil Warna awal biru tua (+++) dan warna akhir biru tua (++) dan terdapat sedikit warna hijau,
serta terdapat endapan berwarna orange.
Percobaan diatas merupakan identifikasi kandungan vitamin c dari produk suplemen.
Hasil dari percobaan diatas didapat perbandingan warna yang lumayan signifikan dari warna awal dan
direaksikan hingga didapat warna akhir.
Selanjutya adalah identifikasi vitamin c dari bahan segar, dalam praktikum ini dari bahan segar
meggunakan Buah buahan yang meliputi buah jeruk, apel, jambu, pepaya, pisang dan menggunakan
bahan segar dari sayuran yang meliputi sayur bayam, sawi, labu siam, kol, dan buncis.
Percobaan selanjutnya menggunakan bahan yaitu larutan jeruk yang dicampurkan dengan 1 ml
Fehling A dan 1 ml Fehling B, setelah di tetesi Fehling A selanjutnya Fehling B sebanyak 10 tetes,

didapat Warna Awal Biru Tua (+++) dan Warna akhir Biru Tua (++++) dan sedikit warna Hijau (+).
Kemudian dilakukan percobaan pada larutan buah apel yang dicampurkan dengan fehling A dan
Fehling B semanyak 1 ml, dan didapat hasil warna awal Biru Tua (+++) dan warna akhir Biru Tua (++
++) dan Hijau (+++). Seterusnya dilakukan dengan bahan buah jambu dan di tetesi dengan indikasi uji
yang sama dan tetesan yang sama pada warna awal didapat warna Biru Tua (+++) dan warna akhir
Biru Tua (+++++). Kemudian dilakukan percobaan yang sama dengan bahan labu siam yang dicampur
dengan 1 ml Fehling A dan 1 ml Fehling B didapat wara awal Biru Tua (+++) dan hasil akhir
Hijau Tua ada sedikit warna kuning. Selanjutnya pada percobaan yang sama dengan menggunakan
bahan Larutan buah pepaya yang dica mpur dengan indikasi yang sama dan mendapat hasil warna awal
biru tua (+++) dan warna akhir biru tua (+++). Kemudian dilakukan percobaan dengan bahan larutan
pisang yang dicampur dengan 1 ml Fehling A dan 1 ml Fehling B dan menghasilkan warna awal biru
tua (+++) dan warna akhir Hijau tua (+++). Percobaan selanjutnya dengan menggunakan bahan Larutan
sawi di campurkan dengan indikasi uji yang sama gtetapi dengan volume 0,5 ml setelah terjadi reaksi
didapat warna awal Biru Tua (+++) dan warna akhir Biru Tua (++) Terdapat juga campuran Warna
Hijau. Selanjutnya percobaan dengan bahan larutan bayam dan dicampur dengan larutan fehling A 0,5
ml dan larutan fehling B 0,5 ml setelah direaksikan dan didapatkan hasil dari warna awal Biru Tua (++
+) dan wara akhir Biru Tua (++). Kemudian dilakukan percobaan dengan bahan 10 tetes larutan kol dan
kemudian dicampur dengan 0,5 ml Fehling A dan 0,5 ml larutan Fehling B setelah bereaksi dengan
masing masing larutan Fehling dihasilkan warna awal Biru Tua (+++) dan warna akhir Biru Tua (++
+). Percobaan yang terakhir pada identifikasi kandungan vitamin c dari bahan segar yaitu larutan
buncis, larutan buncis ini dicampurkan dengan Fehling A dan Fehling B setelah direaksikan didapat
hasil akhir warna awal Hijau Tua (++++) dan warna akhir Biru Tua (++).
Dari percobaan Identifikasi vitamin C dapat diperoleh hasil setelah masing masing bahan
direaksikan dengan indikasi uji, dan dapat dillihat perbeaan dari warna awal dan warna akhir dan dapat
dibandingkan warna dari masing masing bahan yang sudah direaksikan.

Uji Vitamin B6
Vitamin B6 terdiri atas derivat piridin yang berhubungan erat yaitu piridoksin, piridoksal serta
piridoksamin dan derivat fosfatnya yang bersesuaian.

Dalam praktikum biokomia selanjutnya yaitu Identifikasi kandungan B6 dengan bahan bahan
yang sudah ditentukan diantaranya Piridoksin, Vitamin B1 (IPI), dan larutan Piridoksin dari sayuran
dan buah.
Percobaan pertama dari Identifikasi kandungan vitamin B6 ini menggunakan bahan larutan
piridoksin kemudian ditambahkan 8 larutan CuSO4 1% dan 4 tetes NaOH3N, kemudian setelah
direaksikandapat diamati perubahan yang terjadi, setelah direaksikan dapat diambil hasil akhir warna
awal Tidak Berwarna (Bening) dan warna akhir biru muda.
Percobaan kedua dengan bahan Larutan vitamin B1 (IPI) dtambah Akuades dan ditambahkan
dengan larutan indikasi uji yang sama, setelah dapat dilihat reaksinya dapat diambil hasil akhir warna
awal Putih dan warna akhir Hijau Tua sedikit Terdapat Warna Kuning.
Percobaan ketiga dengan bahan buah segar yaitu larutan jeruk ditambahkan 8 larutan CuSO4
1% dan 4 tetes N aOH3N, kemudian setelah direaksikan dan diamati perubahan yang terjadi, setelah
direaksikan dapt diambil hasil akhir warna awal Orange dan warna akhir Biru Kehijauan.
Percobaan selnjutnya dengan bahan larutan apel yang dengan larutan indikasi uji yang sama ,
setelah direaksikan dan diamati dapat diambil hasil warna awal Putih Pekat setelah dibiarkan beberapa
lama warna berubah menjadi coklat muda dan warna akhir Hijau Tua sedikit ada warna kuning.
Kemudian dilakukan percoban yang sama dengan menggunakan bahan larutan jambu dan direaksikan
dengan indikasi uju yang sama dan didapat hasil warna awal Coklat Muda (++) dan warna akhir Hijau
Kebiruan (+++). Selanjutnya percobaan yang sama pula tetapi menggunakan bahan larutan pisang dan
setelah direaksikann dengan indikasi uji menghasilkan warna awal Coklat bening dan warna akhir Biru
Tua (++++++). Setelah percobaan pada larutan pisang selanjutnya percobaan yang sama pula dengan
menggnakan bahan larutan kol yang ditambahkan indikasi uji yang sama dan setelah direaksikan
kemudian diamati perubahan warna dan perbandinganya dapat diambil hasil warna aawal Putih Tulang
agak Bening dan hasil akhir Biru Tua (++). Kemudian pada percobaan selanjutnya dengan bahan
Larutan Labu Siam dan direaksikan dengan ditambahkan 8 larutan CuSO4 1% dan 4 tetes N aOH3N,
setelah diketahui perubahan warnanya dapat diketahui hasil warna awal Hijau Muda Pekat dan warna
akhir Biru Muda (+++). Seterusnya dilakukan percobaan dengan bahan Larutan Buncis da direaksikan
dengan indikasi uji yang sama dan setelah direaksikan diamati perubahan warna yang terjadi dapat
diambil hasil warna awal Hijau Muda (++++) dan warna akhir Biru Bening (++). Kemudian dilakukan
percobaan lagi dengan bahan Larutan Pepaya dan larutan tersebut direaksikan dengan indikasi uju yang
sama dan setelah bereaksi dengan indikasi tersebut kemudian amati erubahan warna yang terjadi,

perubahan warna awal yaitu Hijau Muda (++++) dan warna akhir Biru muda (++). Selanjutnya
prcobaan dengan bahan Larutan Sawi sawi ini mempunyai warna awal Hijau Tua (+++) kemudian
setelah direaksikan dengan larutan indikasi uji Larutan CuSO4 1% dan Larutan NaOH dan setelah
direaksikan dilihat perubahan warna yang terjadi, setelah diketahui perubahan warna akhir Hijau Tua (+
+). Percobaan yang terakhir dengan bahan larutan bayam dengan warna awal Hijau Tua (++++)
kemudian setelah direaksikan dengan indikasi uji dan diketahui perubbahan warna yang terjadi dapat di
ambil warna akhir Biru Tua (++).
Berdasarkan percobaan Identifikasi kandungan vtamin B6 dapat diperoleh beberapa hasil dari
pereaksi masing masing bahan diantaranya perbandingan perubahan warna setelah ditetesi Indikasi
uji Indikasi Uji Larutan CuSO4 1% dan Larutan NaOH , dan keterangan lain seperti ada endapan dll.
Pembahasan :

Uji Vitamin C
Pada percobaan digunakan bahan dari buah-buahan yang telah diketahui banyak mengandung
vitamin. Vitamin C tidak dapat ditimbun, oleh karena itu bila kelebihan akan terus dikeluarkan lewat
urine sehingga vitamin C bersifat larut dalam air. Hal ini sesuai dengan literatur Baliwati dan Ali
(2004) yang menyatakan bahwa vitamin C memiliki sifat-sifat yang larut dalam air dan mudah rusak
oleh panas udara, alkali enzim, dan stabil pada suasana asam. Dalam praktek ini vitamin C diamati
pada pada buah jeruk, Apel, selada hijau ( sawi ), jambu biji, pepaya, bayam, buncis, Labu siam dll.
Selain itu vitamin C juga didapat dari bahan produk suplement seperti Larutan asam Askorbat, Vitamin
C (IPI), XON-C.
Dari Percobaan Uji kandungan vitamin C, dimana dari masing- masing bahan yang sudah
disediakan dan diberi Indikasi uji berupa Fehling A dan Fehling B, dan dihasilkan warna awal dan
warna akhir yang dapat dilihat dengan mata terbuka dan dapat dibandingkan perbedaan warna dari
masing masing bahan. Pada percobaan di masing masing bahan yang sudah ditetesi Indikasi Uji
berupa Fehling A dan Fehling B sebanyak 1 ml, dan dapat diketahui warna yang muncul.
Dari hasil percobaan diketahui bahwa terjadi perubahan warna yang signifikan dari bahan

produk suplemen dan sayur sayuran dan buah buahan, contoh asam askorbat yang ditetesi dengan
Fehling A dan kemidian Fehling B sebanyak 1 ml, mempunyai warna awal Biru tua dan kemudian hijau
tua (++), hal tersebut sudah membuktikan memang terjadi perubahan warna dan sudah dapat diketahui
kadar vitamin C di Asam askorbat tersebut. Pada saat percobaan uji vitamin C pada bahan Vitamin (IPI)
memag terjadi perubahan warna

Evaluasi

1. Sebutkanlah contoh-contoh sayuran dan buah yang saudara uji yang mengandung tiamin dan
vitamin C?
2. Gambarkanlah bentuk kristal yang terbentuk antara tiamin dan asam pikrat!
3. a. Gambarkan rumus struktur vitamin C
b. Mengapa vitamin C mampu mereduksi CuSO4 dalam campuran fehling A dan fehling B?
4. Apakah pereaksi fehling A dan fehling B dapat digunakan untuk mendeteksi banyak-sedikitnya
kandungan vitamin C dari bahan secara kualitatif?
5. Jelaskanlah beberapa fungsi vitamin bagi tubuh?
6. Jelaskanlah penyakit-penyakit yang ditimbulkan bila kekurangan vitamin B1, B6, dan vitamin
C?
Jawab:
1) Yang mengandung vitamin B1: buncis
Yang mengandung vitamin C :jeruk, nenas, jambu biji, pisang, apel, bayam, brokoli
2) C
3) A.

B.
4)
5) Fungsi vitamin bagi tubuh :
Fungsi Vitamin A :
Memelihara jaringan epitel
Regenerasi rodopsin di retina
Pertumbuhan tulang dan gigi
Proses oksidasi dalam tubuh
Fungsi Vitamin B1:
Pembuatan neurotransmiter
Sebagai koenzim dalam metabolisme karbohidrat
Keseimbangan air di dalam tubuh
Penyerapan lemak oleh jonjot usus
Fungsi Vitamin B2:
Metabolisme gula dan protein
Rangsang saraf mata
Pertumbuhan
Pemeliharaan jaringan kulit sekitar mulut
Merupakan enzim pada oksidasi dalam sel
Menghasilkan energi dalam sel
Fungsi Vitamin B3:
Membentuk koenzim A
Sintesis hormon
Kestabilan gula darah
Fungsi Vitammin B6:

Metabolisme lemak
Pembuatan sel darah merah dan kulit
Penyusun enzim dekarboksilase dan transaminase
Pertumbuhan
Aktivitas urat saraf
Fungsi Vitamin B7:
Pertumbuhan
Metabolisme sel
Pemecahan karbohidrat, lemak, dan protein
Koenzim
Fungsi Vitamin B11:
Pembentukan sel darah merah
Metabolisme kelompok metil
Sintesis DNA dan RNA yang berperan dalam pembelahan sel
Fungsi Vitamin B12:
Sintesis asam amino
Pembentukan sel darah
Metabolisme sel dalam pertumbuhan

6) *Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan melemahnya dinding kapiler-kapiler darah


sehingga mempermudah pedarahan, dapat mengakibatkan perubahan susunan tulang dan tulang
muda ( kartilase ), gusi berdarah, penyakit skorbut/sariawan, penyakit defisiensi, gingivalis,
kaki menjadi empuk, anemia, dan deformasi tulang.
*Kekurangan vitamin B1 ini dalam jumlah yang tak begitu banyak sering mengakibatkan
kurangnya nafsu makan, kemudian akan terjadi gangguan dalam alat pencernaan (sembelit)
akibat menurunnya tonus dari otot pada usus, apabila sangat kekurangan vitamin B1 dapat
menyebabkan penyakit beri-beri,polyneuritis, yang disebabkan terganggunya transmisi syaraf,
atau jaringan syaraf menderita kekurangan energi.

* Kekurangan vitamin B6 menyebabkan gejala kulit rusak, syaraf motorik terganggu, dan
kelainan pada darah. Pada bayi sering terjadi kekurangan vitamin B6 karena mengkonsumsi
susu kering yang telah kehilangan vitamin B6 ,bayi tersebut menderita rangsangan syaraf,
kejang, lemah badan, dan sakit perut.

Kesimpulan
Masing-masing larutan dari percobaan di atas memiliki perbedaan karena memi,iki kandungan
yang berbeda. Perbedaan yang di maksud dapat dilihat dari berbagai warna yang berbeda dari
masing-masing larutan meskipun ada beberapa yang sama namun kandungan pada larutan
berbeda.
daftar rujukan
Sastroamidjodjo, Seno A. Dr.1968.Vitamin dan hormon.Djakarta:PT. Pembangunan Djakarta